Poktan Wanita “Kamboja” di Bello Terima Bantuan Hand Traktor dari Kementerian Pertanian

 

Kupang,nwartapedia.com  — Kelompok Tani Wanita (Poktan) “Kamboja” yang berlokasi di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, menerima bantuan satu unit hand traktor dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Bantuan ini diharapkan dapat mendorong efektivitas dan efisiensi dalam pengolahan lahan pertanian, sekaligus meningkatkan produktivitas kelompok tani di wilayah tersebut.

Ketua Poktan Kamboja, Yohana Bistolen (50), mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan hasil dari aspirasi dan perjuangan Anggota DPR RI Usman Husein, yang selama ini aktif memperjuangkan kepentingan para petani di daerah, khususnya Kota Kupang.

“Bantuan ini sangat kami butuhkan untuk mempercepat pengolahan lahan. Selama ini kami mengerjakan secara manual, yang sangat menguras tenaga dan waktu. Berkat dukungan Bapak Usman, akhirnya kami bisa mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian,” ujar Yohana saat ditemui di Bello, Jumat (13/6/2025).

Menurut Yohana, hadirnya alat pertanian modern seperti hand traktor tidak hanya mempercepat proses pengolahan tanah, tetapi juga dapat menekan biaya produksi dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja.

“Dengan alat ini, kami bisa bekerja lebih cepat dan lebih hemat. Ini sangat membantu kami untuk meningkatkan hasil pertanian dan menurunkan beban kerja para ibu-ibu,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Usman Husein, yang secara langsung menyerahkan bantuan tersebut sehari sebelumnya, Kamis (12/6/2025) di Gudang Pertanian Kayu Putih, Kota Kupang, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari peningkatan fasilitas alat dan mesin pertanian (alsintan) yang digulirkan oleh Kementerian Pertanian RI.

“Kami ingin memastikan bahwa kelompok tani, terutama yang berada di daerah dengan keterbatasan alat, mendapatkan dukungan yang layak. Harapannya, bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengoptimalkan hasil pertanian,” ujarnya.

Bantuan hand traktor ini juga disalurkan kepada sejumlah kelompok tani lain di wilayah Kota Kupang sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap penguatan sektor pertanian lokal.

Program ini menjadi bagian penting dalam mendorong kemandirian dan ketahanan pangan, khususnya di Nusa Tenggara Timur yang masih menghadapi berbagai tantangan dalam sektor pertanian. (goe)




Direktorat SMP Kemendikdasmen Monitoring Program Pendidikan Kesetaraan di PKBM Bintang Timur Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com  —  Direktorat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan kunjungan monitoring ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bintang Timur, yang berlokasi di Jalan Sanjuan 1, Penfui Timur, Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Kunjungan ini dipimpin oleh Ibu Henny bersama tim dari Direktorat SMP, didampingi oleh Ibu Agustin dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTT serta Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang.

Dalam kunjungan tersebut, Ibu Henny menyampaikan bahwa tujuan monitoring ini adalah untuk melihat langsung pelaksanaan program pendidikan kesetaraan, khususnya Paket B yang setara jenjang SMP, yang diselenggarakan oleh PKBM Bintang Timur.

“Monitoring ini menjadi bagian penting untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan program. Kami ingin melihat langsung bagaimana proses pembelajaran berjalan dan bagaimana dampaknya bagi warga belajar,” jelas Henny.

Ia juga mengapresiasi komitmen dan pencapaian PKBM Bintang Timur yang dinilai berhasil mendukung program wajib belajar 13 tahun serta percepatan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di daerah.

“Direktorat SMP Kemendikbudristek sangat mengapresiasi dedikasi dan perjuangan PKBM Bintang Timur dalam membuka akses layanan pendidikan kesetaraan bagi anak-anak yang belum terjangkau pendidikan formal,” tambahnya.

Selama kegiatan monitoring, tim Direktorat SMP juga berdialog langsung dengan warga belajar Paket B serta para tutor yang mengajar di PKBM tersebut. Dialog ini menjadi sarana penting untuk menyerap aspirasi dan memahami tantangan yang dihadapi di lapangan.

Dewan Pendiri PKBM Bintang Timur, Polikarpus Do, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Kemendikbudristek.

“Kami merasa terhormat dengan kunjungan ini. Semoga menjadi energi baru bagi seluruh keluarga besar PKBM Bintang Timur untuk terus berupaya menjangkau lebih banyak Anak Tidak Sekolah di NTT,” ujar Polikarpus.

Ia menegaskan bahwa PKBM Bintang Timur akan terus berkomitmen membuka akses pendidikan seluas-luasnya dan mendukung program wajib belajar 13 tahun sebagai langkah konkret membangun masa depan generasi muda Nusa Tenggara Timur.

(goe)




Program MBG Kota Kupang Disambut Antusias, Siswa SMA Katolik Geovani Senang Bisa Hemat Uang Jajan

 

Kupang,nwartapedia.com  —  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat kini mulai berjalan di Kota Kupang. Di Kecamatan Kota Lama, sasaran program ini mencakup peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA/sederajat.

Program ini bertujuan meningkatkan asupan gizi anak dan mencegah kasus stunting di kalangan pelajar.

Salah satu sekolah yang telah menerima manfaat dari program MBG adalah SMA Katolik Geovani Kupang.

Antusiasme peserta didik terlihat jelas. Banyak dari mereka merasa senang karena selain mendapat makanan sehat, mereka juga bisa menghemat uang jajan harian.

Kepala SMA Katolik Geovani Kupang, Rm. Drs. Stefanus Mau, Pr., menyampaikan bahwa hari ini sekolah kembali menerima menu makanan dari Badan Gizi Nasional.

Dalam pelaksanaannya, sekolah bertugas menyiapkan tempat, mengatur jalannya distribusi makanan, dan memastikan siswa mematuhi aturan.

Termasuk di dalamnya, menyiapkan menu khusus bagi siswa yang memiliki alergi makanan tertentu.

“Makanan yang disajikan sudah sesuai dengan takaran gizi yang ditentukan. Siswa juga diharapkan menghabiskan makanan yang diberikan, karena meskipun menunya sederhana dan berbeda dari yang biasa mereka makan di rumah atau restoran, semua sudah memenuhi standar gizi yang ketat,” jelas Rm. Stefanus.

Ia juga menambahkan bahwa program ini tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mengenalkan berbagai jenis makanan dan buah-buahan kepada para peserta didik.

Bila terdapat keluhan terkait makanan, pihak sekolah siap menerima laporan dari siswa untuk diteruskan ke penyedia makanan.

“Dari tahap pertama ini, respons siswa sangat positif. Bahkan ada yang bilang porsinya kurang karena rasanya enak dan mereka menghabiskan semuanya,” tambahnya.

Jumlah siswa penerima manfaat MBG di SMA Katolik Geovani Kupang tahap pertama ini mencapai 690 siswa kelas 10 dan 11.

Ucapan terima kasih juga disampaikan pihak sekolah kepada pemerintah, khususnya kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, Wakil Presiden, dan Badan Gizi Nasional atas perhatian dan komitmennya dalam meningkatkan kesehatan gizi anak-anak Indonesia melalui program ini.

Sementara itu, Guru Pendamping MBG, Marini Faujizen Djelil, S.Pd., menjelaskan bahwa proses distribusi makanan di sekolah berjalan dengan rapi dan bersih.

Setiap piring yang telah digunakan diperiksa dan dicuci sebelum digunakan kembali. Menu pada tahap pertama mencakup ayam, tempe, dan sayur—yang mendapatkan sambutan hangat dari para siswa.

Program MBG ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi salah satu upaya nyata dalam mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting. (MI)




Lepas 563 Siswa PAUD Oebobo, Wali Kota Kupang: Anak Adalah Cahaya Harapan dan Masa Depan

 

Kupang,nwartapedia.com  — Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menyampaikan pesan penuh makna tentang pentingnya pendidikan anak usia dini dalam membangun masa depan Kota Kupang.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara pelepasan 563 anak dari 37 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kecamatan Oebobo yang berlangsung di Aula El Tari, Jumat (13/6/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa anak-anak merupakan simbol harapan dan penerus pembangunan di masa depan.

“Hari ini bukan sekadar acara pelepasan. Ini adalah tonggak awal dari sebuah perjalanan panjang. Saya ucapkan selamat kepada anak-anak semua. Kalian telah menyelesaikan satu tahap penting dalam hidup dan siap melangkah ke masa depan yang lebih cerah. Kalian adalah harapan, cahaya, dan masa depan Kota Kupang,” ujar Wali Kota Christian.

Wali Kota juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) serta para guru PAUD yang telah dengan sabar membimbing dan membentuk karakter anak-anak sejak usia dini.

“Terimalah rasa hormat saya kepada Himpaudi dan para guru. Teruslah berkarya membangun generasi emas. Saya percaya setiap anak adalah titipan Tuhan yang harus kita rawat, didik, dan lindungi dengan sepenuh hati. Pendidikan usia dini adalah pondasi, bukan hanya untuk kecerdasan, tetapi juga untuk membentuk karakter, nilai, dan akhlak mulia,” tambahnya.

Acara ini turut dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dari para siswa PAUD dan dihadiri oleh para orang tua, tenaga pendidik, serta pejabat dari lingkungan Pemerintah Kota Kupang. Suasana haru dan bahagia menyelimuti momen pelepasan yang menjadi bagian penting dari proses tumbuh kembang anak-anak sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. (MI)

 




Hari Ini, Jadwal Penerimaan Murid Baru Online Kota Kupang Ditutup

 

Kupang,nwartapedia.com — Proses Penerimaan Murid Baru (SPMB) secara online di Kota Kupang untuk tahun ajaran 2025/2026 resmi ditutup hari ini, Jumat (13/6).

Sejak dibuka hingga hari penutupan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang mencatat sedikitnya 130 aduan dari masyarakat, yang sebagian besar terkait penolakan sistem karena pendaftar berada di luar zonasi.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Okto Naitboho, mengimbau para orang tua agar mentaati Petunjuk Teknis (Juknis) SPMB, khususnya dalam hal pendaftaran sesuai domisili.

Hal ini penting guna menghindari penumpukan pendaftar di sekolah-sekolah favorit dan memastikan distribusi yang merata.

“Secara online, hari ini SPMB resmi ditutup. Namun, proses penerimaan secara offline di sekolah-sekolah masih berlangsung. Karena itu, kami mengingatkan kembali kepada orang tua calon murid untuk mengikuti Juknis dan mendaftar sesuai zonasi tempat tinggal,” ujar Okto kepada media.

Ia menegaskan bahwa sistem zonasi merupakan bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan, sekaligus menjamin kuota di setiap sekolah dapat dikelola secara proporsional.

Di Kota Kupang, terdapat 21 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan 29 Sekolah Dasar (SD) Negeri yang terlibat dalam proses SPMB tahun ini. Terdapat tiga jalur utama dalam penerimaan siswa baru, yaitu:

  1. Jalur Zonasi – berdasarkan jarak tempat tinggal calon siswa ke sekolah tujuan,
  2. Jalur Afirmasi – diperuntukkan bagi siswa dari keluarga tidak mampu atau penyandang disabilitas,
  3. Jalur Prestasi – ditujukan bagi siswa dengan pencapaian akademik atau non-akademik.

“Dengan sistem yang transparan dan terintegrasi ini, kami berharap semua anak di Kota Kupang mendapat kesempatan yang adil untuk mengakses pendidikan yang berkualitas. Bagi calon siswa yang belum tertampung di sekolah negeri, masih tersedia pilihan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah swasta yang juga telah dijamin dan diakui oleh negara,” tutup Okto. (goe)

 




Wali Kota Kupang Minta BPC HIPMI Periode 2025–2028 Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

 

Kupang nwartapedia.com  – Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menegaskan pentingnya peran Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kota Kupang Periode 2025–2028 yang digelar di Hotel Harper Kupang, Kamis (12/6).

Pelantikan dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris BPD HIPMI Provinsi NTT, Wilson Liyanto, kemudian dilanjutkan dengan pelantikan resmi oleh Ketua BPD HIPMI NTT, Muhamad Iksan Darwis.

Adapun susunan pengurus baru BPC HIPMI Kota Kupang periode 2025–2028 yaitu:

Ketua Umum: Randy Fransisco

Sekretaris Umum: Angga Yuniardi Pratama

Wakil Ketua Umum I: Jason Thumun Pitoby

Wakil Ketua Umum II: Michael Tamara

Bendahara Umum: Aloysius Guan Gewa Seso

Dalam sambutannya, Ketua Umum terpilih Randy Fransisco menekankan pentingnya kolaborasi antar anggota dan dengan pemerintah.

“HIPMI bukan hanya milik saya, tapi untuk kita semua. Kita akan memperkuat HIPMI agar mampu mencetak pengusaha-pengusaha muda yang tangguh,” ujarnya.

Randy juga menegaskan komitmen BPC HIPMI Kota Kupang untuk melanjutkan berbagai program unggulan sebelumnya, termasuk forum bisnis antarnegara dan program HIPMI Go to Campus.

“Kami siap memperkenalkan produk UMKM lokal hingga ke mancanegara dan mendukung seluruh kebijakan Pemkot Kupang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BPD HIPMI NTT, Muhamad Iksan Darwis, menyampaikan apresiasi kepada pengurus lama serta harapan besar terhadap pengurus baru. “

Sudah ada kader HIPMI yang menjadi Wali Kota dan Ketua DPRD. Artinya, HIPMI ini organisasi strategis. Kita butuh lebih banyak pengusaha muda, maka kolaborasi dengan pemerintah adalah kunci,” katanya.

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo yang turut hadir mengungkapkan kedekatannya secara pribadi dengan HIPMI.

“HIPMI ini rumah saya juga. Saya tahu betul dinamika di dalamnya. Maka saya minta, rangkul semua, libatkan semua. Jadikan HIPMI sebagai mitra strategis Pemkot Kupang,” ujar Wali Kota.

Ia menegaskan bahwa keberadaan HIPMI harus memberikan manfaat nyata.

“Kita berkumpul di HIPMI bukan untuk gaya-gayaan, tapi untuk memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” tutupnya. (MI)




Waisak Jadi Simbol Persatuan, Wali Kota Kupang Tegaskan Komitmen Layani Semua Umat

 

Kupang,nwartapedia.com  — Perayaan Sannipata Waisak 2569 Tahun Buddhis di Kota Kupang berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan di Hotel Aston pada Kamis (12/6/2025).

Dalam acara yang dirayakan oleh umat Buddha serta dihadiri oleh Gubernur NTT, tokoh lintas agama dan pejabat tinggi daerah, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyampaikan pesan kuat tentang toleransi, kolaborasi, dan komitmen pemerintah sebagai pelayan masyarakat.

Dihadapan hadirin, dr. Christian menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur, Bapak Melkiades Laka Lena, yang turut hadir dalam perayaan tersebut. Ia menyebut Gubernur sebagai sosok teladan yang menjadi mentornya dalam berbagai aspek kehidupan.

“Pak Gubernur ini banyak menginspirasi saya. Dari politik, kehidupan, hingga cara memimpin—beliau mentor saya. Mari kita beri tepuk tangan atas kehadiran dan kepemimpinan beliau malam ini,” ucap Wali Kota disambut riuh tepuk tangan.

Tak lupa, Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada para tokoh umat Buddha, khususnya kepada Bapak Indra Dharmahuni, yang ia sebut telah memimpin komunitas Buddha seperti nakhoda kapal yang tangguh.

Dalam pidatonya, dr. Christian menggunakan metafora indah tentang kapal yang tak hanya dibuat untuk bersandar di dermaga, melainkan untuk berlayar menantang gelombang.

“Kupang adalah kapal itu. Kita diciptakan bukan untuk diam di tempat yang nyaman, tetapi untuk berlayar, menghadapi tantangan, dan bekerja sama mengatasi masalah. Kota ini butuh semua pihak untuk ikut mendayung ke arah yang sama.”

Lebih lanjut, ia mengumumkan bahwa Pemerintah Kota Kupang siap memfasilitasi kegiatan keagamaan berskala besar dengan menyediakan lokasi strategis seperti halaman Kantor Wali Kota, yang kini telah diperindah dan siap menjadi pusat kegiatan masyarakat.

Wali Kota juga menyinggung perayaan sebelumnya yang berhasil melibatkan lebih dari 150 UMKM dalam satu malam—menjadi bukti bahwa kolaborasi antara iman, budaya, dan ekonomi bisa menghasilkan dampak luar biasa bagi masyarakat.

“Ekonomi akan tumbuh jika kita kumpulkan orang lewat budaya dan keagamaan. Saya harap ke depan, perayaan keagamaan tak hanya jadi seremoni, tapi jadi penggerak ekonomi rakyat.”

Untuk mendukung pelaksanaan Waisak tahun ini, Pemkot Kupang memberikan bantuan senilai Rp23 juta. Bantuan ini, kata Wali Kota, adalah bentuk perhatian dan cinta kepada seluruh umat Buddha yang telah berkontribusi besar dalam perkembangan Kota Kupang.

Ia juga menegaskan bahwa perayaan hari besar keagamaan lain akan terus didorong, tidak terbatas pada Waisak, tetapi juga Idulfitri, Iduladha, Maulid Nabi, Tahun Baru Hijriah, hingga perayaan agama lainnya.

“Pemerintah tak lagi hanya memerintah, tapi harus hadir untuk melayani. Itulah janji kami lima tahun ke depan,” tegasnya.

Wali Kota Christian juga mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian Kota Kupang yang masuk dalam 10 besar kota paling toleran se-Indonesia. Ia menyebut keberagaman di Kupang bukan sebagai tantangan, melainkan sebagai kekuatan bersama.

“Kalau mau cepat, jalan sendiri. Tapi kalau mau jauh, kita harus berjalan bersama. Inilah kekayaan Kupang—kebersamaan dalam keberagaman.”tutup Wali Kota.

Perayaan Waisak ini bukan hanya menjadi momen spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga simbol kuat bahwa Kota Kupang berdiri kokoh sebagai kota yang terbuka, damai, dan siap maju bersama semua golongan. (MI)




MPK dan GKI Kayu Putih Jakarta Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Guru dan Mutu Pendidikan Sekolah GMIT di Kota Kupang

 

Kota Kupang,nwartapedia.com  – Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para guru dan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah Kristen yang bernaung di bawah Yayasan Yapenkris Nehemia dan Yayasan Priscila, Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Indonesia bersama GKI Kayu Putih Jakarta menggelar rangkaian kegiatan sosial dan edukatif di Kota Kupang, Sabtu (7/6/2025).

Bertempat di Aula SMA Kristen 1 Kupang, kegiatan tersebut meliputi pengobatan gratis, sosialisasi peningkatan mutu sekolah dan proses pembelajaran, serta pemberian bantuan dana.

MPK dan GKI Kayu Putih Jakarta memberikan bantuan sebesar Rp222 juta untuk honorarium guru selama satu tahun yang dibayarkan per tiga bulan, dan tambahan dana Rp100 juta untuk renovasi tiga sekolah GMIT, yaitu SD GMIT Kuanino 1 dan 3 serta SD GMIT Manulai 2.

Dalam sambutannya, Pdt.Yulius Mau Wadu,S.Th, sebagai sekretaris Badan Pendidikan Sinode GMIT menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada MPK dan GKI Kayu Putih atas perhatian mereka terhadap nasib para guru.

“Sebagai perwakilan Sinode, kami menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perhatian MPK kepada para guru honor. Kami menyadari keterbatasan anggaran yang ada, dan berharap perhatian seperti ini dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan, kompetensi guru, dan kurikulum sekolah Kristen, khususnya GMIT, agar tak tertinggal dari sekolah lain di Kota Kupang,” ujarnya.

Mewakili Ketua Umum MPK Pusat, Ir. Abraham Paul Lianto yang juga menjabat sebagai Ketua MPK Wilayah NTT, menegaskan pentingnya kerja kolaboratif demi keberlangsungan sekolah Kristen.

“Kita tidak ingin sekolah-sekolah GMIT di Kupang tutup karena kekurangan siswa setiap tahun. Kolaborasi antara gereja, yayasan, dan pemerintah sangat penting. Yayasan harus memperhatikan kesejahteraan guru agar mereka dapat mengajar dengan kualitas yang baik. Kami juga siap menerima siswa untuk magang atau belajar di UCB sebagai bentuk motivasi,” tegas Abraham.

Ia menyoroti rendahnya jumlah siswa di beberapa sekolah sebagai sinyal perlunya perbaikan sistem dan peningkatan kualitas tenaga pengajar.

Sementara itu, Ketua PGI GKI Kayu Putih Jakarta, Hilda, menjelaskan bahwa NTT, khususnya Kota Kupang, saat ini menjadi fokus kunjungan MPK dan GKI Kayu Putih untuk melihat langsung kondisi dan tantangan di sekolah-sekolah Kristen.

“Kami akan terus berkolaborasi dengan sekolah-sekolah Kristen dan memberikan bantuan, meskipun jumlahnya terbatas. Harapan kami, bantuan ini dapat digunakan sebaik-baiknya untuk mendukung operasional dan kualitas pendidikan,” ujar Hilda.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh kepala sekolah dari SD, SMK, dan SMA Kristen, para guru, siswa dari SD GMIT Kuanino 1 dan 3, SD GMIT Manulai 2, serta para tamu undangan. (Novie)




Baru Dua Bulan Bekerja, PPPK Kota Kupang Tetap Berhak Terima Gaji ke-13

 

Kupang,nwartapedia.com  – Meskipun baru dua bulan bertugas, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kota Kupang tetap berhak menerima tunjangan gaji ke-13.

Pencairan tunjangan tersebut direncanakan mulai Juni 2025, bersamaan dengan aparatur sipil negara (ASN) lainnya.

Hal ini disampaikan oleh Bendahara Gaji Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Edson Riwu, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Ia menegaskan bahwa seluruh PPPK, termasuk yang baru diangkat tahun ini, memiliki hak yang sama atas gaji ke-13 sebagaimana diatur dalam regulasi pemerintah.

“Ya, memang benar PPPK Kota Kupang yang baru bekerja dua bulan juga berhak mendapatkan gaji ke-13. PPPK termasuk dalam kategori ASN yang berhak menerima tunjangan ini sesuai aturan pemerintah. Soal kapan pencairannya, kami masih menunggu kepastian lebih lanjut,” ujar Edson.

Besaran gaji ke-13 yang diterima PPPK akan dihitung secara proporsional berdasarkan masa kerja dan tingkat pendidikan masing-masing pegawai.

Dasar hukum pemberian tunjangan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2025 serta Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 23 Tahun 2025.

Kabar baik ini disambut gembira oleh para PPPK yang baru diangkat tahun ini.

Farida Labupili, PPPK tahap I tahun 2024 yang bekerja di Dinas Pendidikan Kota Kupang, mengaku bersyukur atas kebijakan tersebut.

“Saya sangat senang dan berterima kasih kepada pemerintah. Meski baru dua bulan bekerja, kami tetap mendapat hak yang sama seperti ASN lainnya. Ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kinerja kami,” ucap Farida.

Hal senada juga disampaikan Jefri, PPPK di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang.

Ia menyebut bahwa tunjangan ini menjadi motivasi tambahan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, mengaku belum mendapat kepastian teknis pencairan dari bendahara.

Namun, ia menegaskan bahwa secara aturan, PPPK memang berhak menerima gaji ke-13.

“Soal pencairan gaji ke-13 bagi PPPK tahap I tahun 2024 saya belum pastikan dengan bendahara, tapi sesuai aturan mereka memang punya hak yang sama seperti ASN lainnya. Untuk proses pembayaran, 20 persen dari besaran total gaji pokok, kita akan lihat dan pastikan lagi sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Dumuliahi.

Dengan adanya pencairan tunjangan ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan semangat kerja para PPPK dan memperkuat komitmen mereka dalam menjalankan tugas sebagai bagian dari ASN di lingkup Pemerintah Kota Kupang. (goe)




Lomba Tangkap Lele di TBM Gading Taruna: Rayakan Hari Lingkungan Hidup dan Idul Adha dengan Semangat Kebersamaan

 

Kupang,nwartapedia.com  – Suasana riuh penuh tawa terdengar dari halaman Taman Baca Masyarakat (TBM) Gading Taruna di Kelurahan Bello, Kota Kupang, pada Kamis, 6 Juni 2025.

Anak-anak tampak antusias berlomba menangkap lele dalam kolam terpal kecil yang disiapkan oleh pengelola TBM. Bukan sekadar perlombaan seru,

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Raya Idul Adha 1446 H, dua momentum penting yang dirayakan dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

Goris Takene, pengelola TBM Gading Taruna sekaligus ASN di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya bertujuan menghibur anak-anak, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang nilai kebersamaan, gotong royong, dan kesadaran lingkungan.

“Pemilihan momen Idul Adha bukan hanya tentang ritual kurban, tapi juga sebagai simbol persatuan dalam keberagaman. Sedangkan Hari Lingkungan Hidup menjadi pengingat bahwa kita semua punya tanggung jawab menjaga alam tempat kita hidup,” ujar Goris.

Lomba tangkap lele ini diikuti oleh anak-anak yang rutin mengunjungi TBM untuk membaca dan belajar. Mereka belajar bekerja sama, saling membantu, dan yang terpenting: bersenang-senang dengan cara yang mendidik.

Kolam-kolam kecil yang disiapkan menjadi ajang melatih ketangkasan, sekaligus ruang edukasi tentang pentingnya mencintai alam, air, dan makhluk hidup.

“Kami ingin anak-anak menyalurkan energi mereka ke hal yang positif, sekaligus menyerap nilai-nilai penting tanpa harus merasa sedang ‘belajar’. Ini adalah pendidikan karakter dalam bentuk yang menyenangkan,” tambah Goris.

Kegiatan ini juga mempererat hubungan antara TBM dan warga sekitar. Banyak orang tua hadir untuk menyemangati anak-anak, sementara para relawan dan pengurus TBM turut membantu jalannya lomba dengan penuh antusias.

Goris berharap, kegiatan seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk memanfaatkan hari besar keagamaan dan peringatan lingkungan dengan cara kreatif dan bermakna.

“Anak-anak adalah masa depan kita. Dengan melibatkan mereka dalam kegiatan positif, kita sedang menanamkan semangat kepedulian, kerja sama, dan cinta lingkungan yang akan tumbuh bersama mereka,” tutupnya. (Goe)