Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Kupang Hadiri Uji Petik Sosialisasi Dashboard SDGs Nasional

 

Kupang,nwartapedia.com  — Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Ambo, M.Si, menghadiri kegiatan uji petik sosialisasi Dashboard SDGs Nasional yang digelar di ruang rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (8/7). Ia didampingi oleh salah satu staf, Gregorius Takene, SE.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan sekaligus memastikan kesiapan pemanfaatan Dashboard SDGs Nasional, sebuah sistem informasi berbasis web yang menyajikan data dan informasi pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat nasional.

Dashboard ini diharapkan menjadi alat penting bagi pemerintah daerah, pemangku kepentingan, hingga masyarakat untuk memantau dan mengevaluasi capaian pembangunan berkelanjutan, termasuk di wilayah NTT.

Dalam kesempatan tersebut, Drs. Ambo menegaskan pentingnya keterlibatan sektor pendidikan dalam mendukung pencapaian indikator-indikator SDGs, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan berkualitas dan inklusif.

“Kehadiran kami merupakan bentuk komitmen untuk terus menyelaraskan kebijakan pendidikan dengan target pembangunan berkelanjutan, sesuai dengan semangat SDGs,” ujar Drs. Ambo.

Ia juga berharap sosialisasi ini dapat memperkuat sinergi lintas sektor dan mendorong percepatan capaian SDGs di daerah, termasuk melalui program-program pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif di NTT. (goe)




Terminal Bello Kembali Beroperasi, Warga Apresiasi Peningkatan Layanan Transportasi Kota Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang kembali mengoperasikan Terminal Bello di Kecamatan Maulafa sebagai pusat layanan transportasi publik yang tertib, aman, dan representatif.

Dengan berfungsinya kembali terminal ini, angkutan kota (angkot) resmi melayani trayek hingga ke kawasan Bello, memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat.

Langkah revitalisasi terminal ini mendapat apresiasi luas dari warga dan pemerintah kelurahan setempat.

Sekretaris Lurah Bello, Denny Patty, menilai pengoperasian Terminal Bello sebagai komitmen nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana transportasi publik.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas difungsikannya kembali Terminal Bello sebagai pusat transportasi yang layak, tertib, dan representatif. Ini adalah jawaban nyata atas kebutuhan masyarakat akan fasilitas umum yang aman dan nyaman,” ungkap Denny, saat dihubungi pada Senin (7/7).

Selain mempermudah akses perjalanan sehari-hari, Terminal Bello juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Kota Kupang.

“Terminal Bello bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi juga simbol pembangunan dan harapan baru bagi warga sekitar untuk mobilitas yang lebih efisien, ekonomi yang lebih dinamis, serta konektivitas yang lebih baik,” tambahnya.

Ia berharap terminal ini dikelola dengan baik dan dirawat bersama oleh semua pihak, sehingga dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan optimal bagi publik.

“Harapan kami, terminal ini dapat dikelola secara profesional, dijaga bersama, dan dikembangkan berkelanjutan sehingga menjadi kebanggaan masyarakat Bello dan sekitarnya,” tutupnya.

Dengan beroperasinya kembali Terminal Bello, Pemerintah Kota Kupang dinilai telah mengambil langkah strategis dalam membenahi sistem transportasi kota yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (goe)




Mengukir Jejak-Jejak Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang Gaungkan Warisan Nilai Kristiani untuk Generasi Mendatang

 

Kupang,nwartapedia.com   — Sebuah kegiatan penuh makna bertajuk “Mengukir Jejak-Jejak Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang” resmi digelar di Gedung Pramuka Kupang pada Kamis (3/7/2025).

Acara ini berlangsung selama tiga hari hingga 5 Juli 2025 dengan melibatkan 78 peserta dari 37 jemaat yang ada di Klasis Kota Kupang.

Kegiatan ini mengangkat tema besar “Warisan Nilai-Nilai Kristiani”, dengan sub-tema “Perempuan Mengukir Jejak sebagai Warisan bagi Generasi Mendatang”, yang menjadi cerminan semangat perempuan GMIT dalam menanamkan nilai iman, kasih, dan pelayanan bagi masyarakat dan gereja.

Menghargai Peran Perempuan dalam Gereja dan Masyarakat

Ketua Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Perempuan Klasis Kota Kupang, Nurini Tanaem, di sela-sela kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program dari bidang marturia (kesaksian) yang dirancang secara khusus dalam tahun pelayanan 2025.

“Dari 47 jemaat di Klasis Kota Kupang, 37 berpartisipasi dan benar-benar hadir. Kami merasa bangga karena kegiatan ini menjadi ruang belajar dan refleksi tentang pentingnya peran perempuan dalam membentuk peradaban iman di tengah gereja dan masyarakat,” ujar Nurini.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini adalah yang pertama kali digelar dan menjadi langkah awal untuk memperluas jejak-jejak perempuan yang berdampak dalam kehidupan bergereja dan sosial.

Tujuan Mulia untuk Perempuan GMIT

Ketua Tim Pelayanan, Ostin Leo Lede Malogha, S.Sos, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter, membekali pengetahuan, serta memperkuat jejaring perempuan dalam pelayanan dan pengabdian.

Terdapat lima tujuan utama yang diusung:

1. Meningkatkan kesadaran perempuan atas hak-haknya dalam pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan politik.

2. Memperkuat jaringan dan solidaritas antarperempuan melalui diskusi dan kegiatan kolaboratif.

3. Memberikan keterampilan dan pengetahuan dalam berbagai bidang untuk menjawab tantangan zaman.

4. Mendorong keteladanan dari tokoh-tokoh perempuan dalam Alkitab dan Sang Gembala Agung, Tuhan Yesus Kristus.

5. Membentuk pemimpin-pemimpin perempuan yang mampu menyalurkan ilmu dan dampak positif di jemaat dan lingkungan sekitarnya.

Persiapan Matang dan Harapan Besar

Ketua Pengurus Perempuan Klasis Kota Kupang, Sien Taopan-Fointuna, menyampaikan bahwa kegiatan ini telah dipersiapkan selama lebih dari dua bulan.

Ia menekankan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya membangkitkan kesadaran kolektif perempuan akan pentingnya berbagi, belajar, dan melayani bersama.

“Harapan kami, para peserta yang hadir bisa menjadi penggerak dan membagikan kembali ilmu yang didapat kepada perempuan lain di jemaat masing-masing,” jelas Sien Faintuna.

Walaupun kegiatan ini tidak melibatkan kerja sama langsung dengan instansi luar, pihak penyelenggara mengaku bersyukur atas dukungan moral dan donasi dari Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang dan Ketua DPRD Kota Kupang dan donatur lainnya, yang turut menyemangati keberhasilan kegiatan.

Warisan Bagi Generasi dan Masa Depan

Kegiatan Mengukir Jejak-Jejak Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang bukan sekadar forum belajar, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk memastikan bahwa nilai-nilai Kristiani tetap hidup melalui peran aktif perempuan.

Para peserta dibekali tidak hanya dengan materi spiritual, tetapi juga penguatan di bidang mental, sosial, dan kepemimpinan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari gerakan yang lebih besar—di mana perempuan GMIT bukan hanya menjadi penerus warisan iman, tetapi juga pengukir sejarah baru dalam pelayanan dan peradaban yang penuh kasih. (MI)




Perempuan GMIT Ukir Jejak Peradaban: Wakil Wali Kota Kupang Ajak Perempuan Berdaya dan Bersinar di Tengah Masyarakat

 

Kupang,nwartapedia.com  — Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, membuka kegiatan “Mengukir Jejak-Jejak Perempuan GMIT” yang digelar Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Perempuan Klasis Kota Kupang.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 3–5 Juli 2025 di Gedung Pramuka ini menghadirkan 78 orang dari 37 jemaat di Klasis Kota Kupang, sebagai bentuk penghargaan dan refleksi atas peran penting perempuan dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

Dalam sambutannya, Serena Francis menyampaikan kebanggaannya bisa hadir di tengah para perempuan hebat yang tidak hanya mengenang warisan iman, kasih, dan pelayanan, tetapi juga memberi teladan dan inspirasi bagi generasi kini dan mendatang.

“Saya merasa sangat terhormat berdiri di hadapan ibu-ibu hebat. Ini bukan sekadar seremoni, tetapi sebuah panggilan untuk melanjutkan karya besar Tuhan melalui tangan-tangan perempuan yang setia,” ungkap Serena.

Ia menyoroti bahwa perempuan-perempuan GMIT telah menunjukkan kontribusi luar biasa dalam pengasuhan, pelayanan, serta kehidupan sosial di Kota Kupang.

Kegiatan ini pun sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kupang sebagai “Rumah Bersama yang Maju, Mandiri, Sejahtera, dan Berbudaya”.

Serena juga mengapresiasi materi-materi dalam kegiatan ini yang mencakup pelatihan kesehatan mental, pemilihan obat yang tepat, tata busana, hingga perawatan diri.

Menurutnya, ini merupakan bagian penting dari pemberdayaan perempuan, termasuk untuk meningkatkan rasa percaya diri dan citra positif di tengah masyarakat.

“Perempuan harus aktif merawat diri, bukan untuk pamer, tetapi untuk menunjukkan jati diri yang kuat dan penuh kasih. Ketika perempuan maju, Kota Kupang juga ikut maju,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Serena juga menyinggung inovasi Pemkot Kupang seperti peluncuran Kelurahan Ramah Disabilitas serta Sunday Market Buat Orang Kupang (SABOAK), yang dirancang untuk memberdayakan UMKM lokal, termasuk yang dijalankan oleh perempuan.

“Di minggu pertama saja perputaran uang mencapai 100 juta rupiah, dan meningkat jadi 150 juta di minggu kedua. Ini bukti bahwa ekonomi kreatif perempuan bisa berkembang pesat jika difasilitasi dengan baik,” jelasnya.

Ia pun mengajak para ibu-ibu untuk mendaftarkan usaha mereka agar bisa terlibat aktif dalam program-program pemberdayaan ekonomi yang sedang digalakkan Pemkot Kupang.

Serena Francis juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Kupang terus berkomitmen menjaga nilai-nilai toleransi dan kasih dalam masyarakat. Kota Kupang tercatat sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia sejak 2018, dan peran perempuan serta gereja sangat besar dalam mempertahankan reputasi ini.

“Kita butuh lebih banyak perempuan yang berani bersuara, yang bisa merangkul sesama, melindungi korban KDRT, dan memimpin dengan hati. Mari bersama membangun Kota Kupang yang lebih ramah, adil, dan penuh harapan,” tutup Wakil Wali Kota Kupang.

Kegiatan “Mengukir Jejak-Jejak Perempuan GMIT” merupakan program dari bidang marturia (pelayanan) pelayanan perempuan Klasis Kota Kupang.

Ketua Tim Pelayanan, Ostin Leo Lede Malogha, S.Sos; menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sejak tiga bulan lalu dan bertujuan antara lain:

1. Meningkatkan kesadaran hak perempuan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan politik.

2. Memperkuat solidaritas perempuan melalui diskusi dan kegiatan kolaboratif.

3. Membekali keterampilan dan pengetahuan agar perempuan tangguh menghadapi zaman.

4. Meneladani perempuan-perempuan hebat dalam Alkitab dan pelayanan Kristus.

5. Mencetak pemimpin perempuan yang mampu membagikan ilmu dan memberdayakan lingkungan sekitar.

Meskipun dari 47 jemaat yang ada di Klasis Kota Kupang hanya 37 yang berpartisipasi, para panitia berharap peserta dapat menjadi agen perubahan di jemaat masing-masing.

Acara ditutup dengan foto bersama serta harapan agar semangat perempuan GMIT terus menyala, bukan hanya dalam pelayanan tetapi juga dalam membangun peradaban kasih yang lebih luas di Kota Kupang. (MI)




Wali Kota Kupang Lantik Dua Pejabat Baru, Tegaskan Komitmen Reformasi Birokrasi

Kupang,nwartapedia.com  — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi melantik dua pejabat baru dalam jajaran Pemerintah Kota Kupang, masing-masing Indah Christin Dethan sebagai Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Hubertus Mani sebagai Kepala Bidang Pajak dan Retribusi Daerah pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang. Pelantikan berlangsung di Aula Garuda Kantor Wali Kota Kupang pada Selasa siang (1/7/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa rotasi dan promosi ini bukan sekadar pergeseran jabatan, tetapi merupakan bagian dari upaya reformasi birokrasi yang bertujuan menghadirkan pemerintahan yang profesional dan melayani.

Ia menekankan bahwa pelayanan publik adalah inti dari pemerintahan, sesuai dengan moto Pemerintah Kota Kupang: Memerintah adalah Melayani.

Lebih lanjut, Wali Kota mengingatkan seluruh ASN tentang pentingnya ketepatan waktu dalam pengisian data kinerja seperti e-Kinerja, yang berdampak langsung pada pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran Pemkot yang telah memungkinkan pembayaran TPP tepat waktu selama masa kepemimpinannya.

“Saya tidak mau ada lagi toleransi bagi keterlambatan. Kalau sistem ditutup, ya ditutup. Kepala OPD harus proaktif cek dan menyetujui data stafnya. Kita mau birokrasi yang adil, transparan, dan profesional,” tegasnya.

Wali Kota juga menyinggung pencapaian Kota Kupang sebagai yang pertama di NTT dalam penerbitan SK PPPK, serta sejumlah program reformasi birokrasi lainnya seperti penambahan insentif petugas kebersihan dan kader posyandu, serta penandatanganan fakta integritas dengan organisasi kelompok usaha disabilitas (OKU).

Ia menegaskan bahwa pelaporan tugas harus dilakukan secara aktif, bukan hanya setelah ditanya.

“Jangan tunggu saya tanya. Saya mungkin pura-pura lupa, tapi saya ingat semuanya,” katanya, mengingatkan bahwa masa evaluasi kinerja enam bulan akan jatuh pada Agustus mendatang.

Di akhir sambutannya, Wali Kota menyampaikan ucapan selamat kepada Indah Christin Dethan dan Hubertus Mani atas pelantikan mereka.

Ia berharap keduanya dapat menunjukkan integritas dan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas yang dipercayakan.

“Selamat bertugas. Ingat, jabatan adalah amanah. Profesionalisme dan pelayanan adalah ukuran keberhasilan kita,” pungkas Wali Kota.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut, Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, jajaran DPRD Kota Kupang, para staf ahli, asisten, pimpinan perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya. (MI)




Kadis Pendidikan Kota Kupang: Sumbangan Kontainer Sampah Bentuk Nyata Dukungan Sekolah terhadap Program Bersih Kota

 

Kupang,nwartapedia.com  — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, menyampaikan sambutan penuh makna dalam acara penyerahan kontainer sampah oleh Wali Kota Kupang, dr. Cristian Widodo, kepada 10 lurah se-Kota Kupang.

Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang pada Selasa (1/7/2025) dan menjadi momentum penting kolaborasi dunia pendidikan dengan pemerintah dalam mendukung kebersihan lingkungan kota.

Dalam sambutannya, Kadis Dumuliahi menjelaskan bahwa sumbangan 11 unit kontainer tersebut merupakan hasil kontribusi dari 14 sekolah negeri di Kota Kupang, yakni 11 SMP dan 3 SD.

Ia menyebut langkah ini sebagai wujud kepedulian dunia pendidikan terhadap program prioritas Pemerintah Kota Kupang, yaitu mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari sampah.

“Ini bukan hanya soal kontainer, tapi tentang kesadaran kolektif bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya bersih sejak dini. Melalui dukungan ini, kami ingin menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga tempat menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan,” ujar Dumuliahi Djami.

Kontainer yang disumbangkan tersebut, menurutnya, akan ditempatkan di RT-RT yang berdekatan dengan sekolah, guna memudahkan pembuangan sampah dari lingkungan sekolah.

Selanjutnya, pengangkutan sampah akan dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Sampah di tingkat kelurahan.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Cristian Widodo, menyampaikan rasa bangganya atas partisipasi aktif dunia pendidikan dalam mendukung pengelolaan sampah di Kota Kupang.

Ia menyebut bahwa penyerahan ini menjadi simbol kuat bahwa penanganan sampah bukanlah tanggung jawab pemerintah semata.

“Sejak awal saya katakan, masalah sampah harus kita tangani bersama. Hari ini kita melihat buktinya. Terima kasih untuk semua kepala sekolah, orangtua murid, dan masyarakat yang telah terlibat dalam gerakan mulia ini,” ucap Wali Kota.

Ia menambahkan bahwa langkah kecil ini merupakan bagian dari strategi besar Kota Kupang dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang partisipatif.

“Kota ini hanya bisa bersih kalau semua warganya ikut merasa memiliki,” tegasnya.

Penyerahan kontainer ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi bukti nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari ruang kelas, dari satu ide kecil yang dijalankan bersama.

Gotong royong, yang menjadi jati diri bangsa, kembali hidup di tengah masyarakat Kota Kupang — demi lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (MI)




Gotong Royong dari Sekolah untuk Kota 14 Kontainer Sampah Jadi Simbol Peduli Lingkungan

 

Kupang,nwartapedia.com  – Pagi ini, halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang ramai oleh warna-warni kain adat dan semangat kebersamaan. Tarian tradisional Timor dari TTS mengiringi langkah Wali Kota Kupang, Cristian Widodo, yang datang bukan hanya sebagai pemimpin kota, tetapi sebagai saksi semangat kolektif warganya dalam menghadapi salah satu persoalan besar perkotaan: sampah.

Di tengah langit biru yang cerah disertai semilir angin Kota Kupang pagi itu nampak deretan kontainer sampah yang berjajar rapi, sebuah peristiwa sederhana namun bermakna terjadi.

Sebanyak 14 unit kontainer diserahkan secara simbolis kepada para lurah se-Kota Kupang, sebagai bagian dari gerakan gotong royong yang digalang oleh dunia pendidikan.

Bukan tanpa alasan jika penyerahan ini terasa istimewa. Kontainer-kontainer itu bukan dibeli dari anggaran besar pemerintah, melainkan hasil sumbangan kolektif dari 14 sekolah negeri  3 SD dan 11 SMP yang tersebar di berbagai penjuru Kota Kupang.

Sebuah bukti bahwa semangat peduli lingkungan bisa dimulai dari ruang-ruang kelas dan halaman sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs. Dumuliahi Djami, yang turut menyambut kedatangan Wali Kota dengan pengalungan selendang khas, menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari kesadaran bersama.

“Sekolah-sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan. Ini adalah kontribusi nyata dunia pendidikan terhadap kebersihan kota,” katanya dalam sambutannya pada Selasa (1/7/2025)

Wali Kota Cristian Widodo pun tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyebut penyerahan ini sebagai simbol kuat bahwa persoalan sampah tidak bisa dipikul sendirian oleh pemerintah.

“Sejak awal saya katakan, masalah sampah harus kita tangani bersama. Hari ini kita melihat buktinya. Terima kasih untuk semua kepala sekolah, orangtua murid, dan masyarakat yang terlibat,” ujarnya.

Langkah kecil ini, menurutnya, akan menjadi bagian dari strategi besar Kota Kupang dalam mengelola lingkungan secara partisipatif.

“Kota ini hanya bisa bersih kalau semua warganya ikut merasa memiliki,” tegasnya.

Penyerahan kontainer hari itu bukan hanya urusan seremonial. Ia menjadi pengingat bahwa gerakan perubahan bisa dimulai dari mana saja dari satu sekolah, satu kelas, satu ide kecil yang dijalankan bersama.

Dan di Kota Kupang, pagi itu, gotong royong kembali mendapat maknanya yang sejati: bekerja bersama demi lingkungan yang lebih baik.

(by Goris Takene)




Lurah Naikoten I Raih Apresiasi Wali Kota Kupang atas Inisiatif Kelurahan Ramah Disabilitas

 

Kupang,nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang memberikan penghargaan tinggi kepada Lurah Naikoten I atas upayanya menjadikan wilayah tersebut sebagai Kelurahan Ramah Disabilitas pertama di Kota Kupang.

Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menghadiri acara peluncuran kelurahan tersebut di Aula Kantor Lurah Naikoten I, Senin (30/6/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras Lurah Naikoten I, Budi Imanuel Izac, SH, beserta jajaran yang berhasil mewujudkan pelayanan publik inklusif bagi penyandang disabilitas.

Menurutnya, capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan kelurahan semata, tapi juga merupakan tonggak sejarah bagi Kota Kupang dalam membangun sistem pelayanan yang adil dan setara untuk semua warga.

“Pak Lurah sudah bekerja dengan sungguh-sungguh membangun sebuah ekosistem layanan yang ramah bagi sahabat-sahabat disabilitas. Ini bukan hal kecil. Ini sejarah. Karena itu, saya sampaikan secara terbuka bahwa kami akan memberikan reward kepada beliau dan kelurahan ini,” ungkap Wali Kota.

Wali Kota menegaskan bahwa penghargaan tersebut akan diberikan dalam bentuk dukungan nyata, termasuk penganggaran khusus dalam APBD Perubahan untuk membantu memperbaiki fasilitas kantor kelurahan yang saat ini masih menggunakan bangunan lama.

“Saya sudah minta kepada Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah untuk menganggarkan perbaikan plafon kantor, bahkan jika perlu komputer dan printer baru, agar pelayanan di kelurahan ini makin maksimal. Ini bentuk apresiasi kita,” tambahnya.

Wali Kota juga menyoroti pentingnya sistem reward and punishment dalam birokrasi pemerintahan.

“Kalau ada yang salah kita beri peringatan, tapi kalau ada yang benar dan luar biasa seperti ini, harus diberi penghargaan. Ini bentuk keadilan,” tegasnya disambut tepuk tangan hadirin.

Dalam acara yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, Ketua DPRD Kota Kupang Ricard Odja, Direktur Yayasan Garamin Yavas Marthen, dan para tokoh masyarakat, Wali Kota juga menggarisbawahi bahwa inklusi bukanlah tentang rasa kasihan, melainkan pengakuan atas hak setiap warga negara.

“Inklusi itu bukan belas kasihan. Inklusi itu tentang hak-hak untuk didengar, hak untuk mendapat kesempatan yang sama, hak untuk berkontribusi dalam pembangunan,” ujarnya.

Ia bahkan meminta agar kelurahan lain di Kota Kupang belajar langsung ke Naikoten I dalam membangun layanan yang inklusif. Fasilitas ram, toilet ramah disabilitas, serta SOP pelayanan bagi penyandang disabilitas yang dapat diakses dari RT hingga WhatsApp menjadi poin penting yang diapresiasi.

Menutup sambutannya, Wali Kota mengutip tokoh inspiratif tunanetra dan tuli dunia, Helen Keller: “Alone we can do so little; together we can do so much.” yang artinya Sendirian kita bisa melakukan sangat sedikit, bersama-sama kita bisa melakukan banyak hal.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk menjadikan Kota Kupang sebagai rumah bersama bagi semua, termasuk warga disabilitas. (MI)




Resmikan Pospol Tirosa, Wali Kota Kupang: Tingkatkan Rasa Aman dan Kenyamanan Warga

 

Kupang,nwartapedia.com — Dalam upaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi meresmikan Pos Polisi 2000 SS atau yang lebih dikenal dengan Pospol Tirosa pada Senin pagi (30/6).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Aldinan Manurung, beserta jajaran pejabat utama Polresta Kupang Kota.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran Pospol Tirosa yang dinilai sangat strategis dalam menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah tersebut, khususnya di sekitar bundaran PU, yang merupakan salah satu titik sibuk di Kota Kupang.

“Kita senang dan memberikan apresiasi. Semoga dengan hadirnya pos ini, polisi bisa merespons cepat setiap aduan masyarakat,”ungkapnya.

Wali Kota juga berharap dengan adanya Pospol Tirosa bisa menjadi contoh pos modern yang ada di Kota Kupang.

“Harapan saya ke depan, akan lebih banyak pos seperti ini di berbagai titik kota. Pospol Tirosa ini menjadi pilot project, contoh pos modern yang fungsional,” ujar dr. Christian Widodo.

Sementara itu, Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Aldinan Manurung, menegaskan bahwa kehadiran Pospol Tirosa tidak hanya untuk keperluan pengawasan lalu lintas, tetapi juga menjadi bagian dari ruang publik yang dapat dimanfaatkan warga.

“Pospol ini hadir untuk masyarakat. Selain sebagai tempat pelayanan dan perlindungan, pos ini juga dapat menjadi tempat bersantai dan rekreasi. Lokasinya strategis, karena berada di jalur utama sehingga sangat membantu kami dalam memantau lalu lintas,” jelas Kapolresta.

Pospol Tirosa dibangun dengan desain modern dan ramah masyarakat, mengusung konsep pelayanan yang lebih dekat, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Pemerintah Kota Kupang berharap model pos seperti ini bisa direplikasi di lokasi-lokasi strategis lainnya di masa mendatang. (MI)




Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp50 Juta untuk Pembangunan Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata

 

Kupang,nwartapedia.com  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan spiritual masyarakat dengan menyerahkan bantuan senilai Rp50 juta kepada Stasi Katolik St. Fransiskus Xaverius Naimata, Minggu pagi (29/6/2025).

Kehadirannya dalam misa bersama umat sekaligus menjadi bukti nyata kedekatan pemerintah dengan komunitas akar rumput di Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Widodo menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari anggaran Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Kupang, yang disalurkan kepada rumah-rumah ibadah lintas denominasi di seluruh wilayah kota.

“Terima kasih kepada Ibu Ivan Milameha dan Bapak Joni Bire dari bagian Kesra yang selalu mendampingi saya mengunjungi gereja-gereja. Tahun ini, bantuan kami sebarkan tidak hanya ke gereja Katolik dan Protestan, tetapi juga ke rumah ibadah lain. Semoga bantuan ini bermanfaat,” ujar Wali Kota.

Ia menegaskan bahwa di tengah efisiensi anggaran, Pemerintah Kota Kupang tetap mengutamakan belanja yang berpihak pada kebutuhan masyarakat. Termasuk dengan memangkas anggaran perjalanan dinas hingga 50% dan membatalkan pengadaan mobil dinas baru senilai Rp1,6 miliar, agar dana tersebut dapat dialihkan untuk sektor-sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial.

“Membangun kota itu bukan hanya soal infrastruktur dan gedung tinggi, tetapi juga tentang membangun manusia—melalui pendidikan, kesehatan, dan menjamin rasa aman serta kenyamanan dalam beribadah. Karena itu saya dan Kakak Wakil Wali Kota menolak pengadaan mobil dinas baru, lebih baik dananya digunakan untuk rakyat,” tegasnya.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kelanjutan pembangunan rumah pastoral dan aula kegiatan umat di Stasi Naimata.

Sementara itu, Co Pastor Stasi Santo Fransiskus Xaverius Naimata, Romo Frans Atamau, Pr menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan keterlibatan langsung Wali Kota dalam kehidupan umat beriman di pinggiran Kota Kupang.

Dalam sambutannya di hadapan umat, Romo Frans mengungkapkan bahwa sejak menerima kabar kedatangan Wali Kota pada malam sebelumnya, suasana hati umat telah dipenuhi sukacita. Ia menyebut kehadiran pemimpin daerah di tengah umat kecil di Naimata sebagai sesuatu yang sangat membesarkan hati.

“Kehadiran Bapak Wali Kota pagi ini sungguh menggembirakan kami. Meski pemberitahuan datang tadi malam, namun sejak pagi kami menyambut dengan penuh semangat. Ini bukan sekadar kunjungan biasa, tapi kunjungan yang menguatkan jiwa kami,” ujar Romo Frans.

Lebih lanjut, Romo Frans menyatakan bahwa dirinya tidak hendak menyampaikan banyak permintaan atau harapan, melainkan lebih memilih memberikan janji yang tulus yakni doa. Ia meyakini bahwa doa umat merupakan dukungan spiritual yang nyata bagi perjalanan dan tanggung jawab Wali Kota dalam memimpin.

“Saya tidak bisa memberikan banyak hal, tapi saya bisa menjanjikan satu hal: doa kami. Setiap pagi saya selalu mendoakan mereka yang pernah saya janjikan doa, termasuk Bapak Wali Kota. Kami mendoakan agar Bapak dan seluruh jajaran pemerintah senantiasa diberi kekuatan, rendah hati, dan ketekunan dalam pelayanan,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Romo Frans berharap agar perhatian terhadap umat di Naimata dan pengembangan gereja tetap berlanjut. Ia juga memohon agar semangat kebersamaan dan kesejahteraan keluarga umat terus menjadi bagian dari perhatian pemerintah.

“Semoga pertemuan ini menjadi awal yang terus menguatkan hubunganantara pemerintah dan umat. Kami percaya Tuhan akan mempersatukan dan memberkati demi kebaikan bersama,”pungkasnya. (MI)