Kebersihan Kota Kupang Diuji, Warga Penfui Tunjukkan Perubahan Meski Fasilitas Masih Minim

 

Kupang,nwartapedia.com  – Kesadaran warga Kelurahan Penfui dalam menjaga kebersihan lingkungan mulai terlihat seiring dengan penilaian lomba kebersihan antar-kelurahan Kota Kupang yang dimulai pada Senin (14/7).

Meski dengan keterbatasan fasilitas, warga berupaya menunjukkan komitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat..

Lomba ini bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat menjaga lingkungan, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah, dan menggali kreativitas warga dalam menciptakan kawasan yang nyaman dan asri.

Ketua tim penilai, Prof. Dr. I. Gusti Made Ngurah Budiana, S.Si., M.Si., yang juga Kepala Pusat Studi Lingkungan LP2M Universitas Nusa Cendana (Undana), menjelaskan bahwa lomba diikuti oleh 51 kelurahan se-Kota Kupang. Penilaian dilakukan menyeluruh, meliputi kinerja kantor kelurahan hingga inovasi masyarakat dalam mengelola sampah.

“Setiap kelurahan kami nilai dari kantor lurahnya, bagaimana program pengolahan sampah dijalankan, hingga kreativitas lurah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan,” jelas Prof. Budiana kepada media ini.

Untuk memastikan hasil yang adil dan representatif, tim mengambil sampel 4–6 RT di tiap kelurahan, bergantung pada jumlah RT di wilayah tersebut.

“Kami memperhatikan kondisi lingkungan, pola hidup masyarakat, inovasi warga, dan apakah sudah ada pemilahan sampah di tingkat rumah tangga,” tambahnya.

Prof. Budiana berharap lomba ini dapat menjadi pemicu warga untuk membangun kebiasaan baru dalam menjaga kebersihan dan mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab.

“Lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi ajakan untuk bersama-sama menciptakan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” harapnya.

Warga Penfui sudah mulai merasakan dampak dari sosialisasi pengelolaan sampah yang dilakukan pemerintah kelurahan.

Dara Sia Bennu, warga RT 08/RW 04, menceritakan bahwa sebelumnya sampah plastik biasanya dibakar sendiri, namun kini mulai dikumpulkan dan ditimbang untuk disetor ke bank sampah melalui RW.

“Sampah plastik sekarang dikumpulkan, ditimbang di rumah RW, lalu dijual ke bank sampah. Sampah lain kami buang ke penampungan umum jam enam sore. Kerja bakti juga rutin dua kali sebulan,” ungkapnya.

Namun, ia berharap pemerintah kelurahan melengkapi fasilitas warga, seperti penyediaan tempat sampah rumah tangga, perlengkapan kerja bakti, hingga pelatihan pengolahan daun kering menjadi pupuk.

Warga lain, Dominikus Tjoeonfin bersama istrinya Anastasia Naif RT 30/RW 13 Naisipanaf juga menyoroti keterbatasan fasilitas.

“Masih banyak yang membakar sampah sendiri karena titik kumpul belum jelas. Kadang kalau sibuk, sampah dibuang begitu saja ke jurang,” ujarnya.

Penilaian ini melibatkan tim lintas disiplin yang terdiri dari akademisi, praktisi, dan jurnalis, yakni:

Prof. Dr. I. Gusti Made Ngurah Budiana, S.Si., M.Si. (Kepala Pusat Studi Lingkungan LP2M Undana), Dr. Eufrasia Reneilda Arianti Lengur, S.Si., M.Si. (Dosen Universitas Katolik Widya Mandira Kupang), Dion DB Putra (Pemimpin Redaksi Pos Kupang) dan Fredyanto Hawai, S.Kom. (MI)




Berikan Pembekalan kepada 84 CPNS Wali Kota Tekankan Fokus, Adaptasi, Inovasi, Loyalitas, dan Konsistensi

 

Kupang,nwartapedia.com — Sebanyak 84 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kota Kupang tahun anggaran 2024 mengikuti orientasi dan pembekalan yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Senin (14/7).

Acara ini dibuka langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang memberikan motivasi serta arahan kepada para CPNS agar dapat menjalankan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kepala Badan Kepegawaian, para Kepala Perangkat Daerah, serta para pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Christian menyampaikan lima kunci penting yang harus dipegang oleh para CPNS dalam menjalani karier sebagai abdi negara.

“Pertama, kalian harus fokus. Apa pun tugas yang diberikan, tekuni dan jalani dengan sungguh-sungguh tanpa mudah berpindah-pindah atau goyah. Fokus akan membuat kalian terlihat dan diandalkan,” tegasnya.

Yang kedua, lanjutnya, adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk menguasai teknologi dan cara kerja modern.

“Dunia berubah cepat, teknologi terus berkembang. Kita tidak bisa meminta dunia mundur, tapi kita bisa mengubah arah layar untuk tetap melaju,” ujarnya memberi perumpamaan.

Wali Kota juga menekankan pentingnya menjadi pribadi yang berbeda dan inovatif, dengan menciptakan nilai tambah dalam setiap pekerjaan.

“Jangan hanya jadi bagian dari kerumunan. Buat diri kalian menonjol lewat kreativitas dan inovasi,” katanya.

Kunci keempat adalah loyalitas kepada atasan dan lembaga. Ia mengingatkan, sebagai bagian dari birokrasi, para CPNS wajib bekerja dalam satu komando dengan penuh integritas.

“Jangan berjalan sendiri-sendiri. Hormati pimpinan, jalankan perintah sesuai konstitusi dan aturan yang berlaku,” pesannya.

Terakhir, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam bekerja.

“Komitmen itu penting untuk memulai, tapi konsistensi jauh lebih penting untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Banyak orang semangat di awal tapi menyerah di tengah jalan. Jangan seperti itu,” tuturnya.

Wali Kota berharap para CPNS yang telah terpilih dapat menghayati dan menerapkan lima prinsip ini dalam setiap langkah, baik sebagai ASN maupun dalam kehidupan sehari-hari.

“Selamat mengikuti orientasi ini dengan serius. Jadilah ASN yang membanggakan diri sendiri, keluarga, dan daerah kita,” pungkasnya.

Kegiatan orientasi dan pembekalan ini bertujuan untuk memperkenalkan tugas pokok, fungsi, serta nilai-nilai dasar ASN kepada para CPNS, sekaligus mempersiapkan mereka menjadi aparatur negara yang profesional, berintegritas, dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati (MI)




Kupang Menuju Kota Bersih: Pemkot dan Komunitas Beta Bersih Gelar Lomba Antar-Kelurahan Berhadiah Fantastis 

 

Kupang,nwartapedia.com  —  Pemerintah Kota Kupang berkolaborasi dengan komunitas Beta Bersih menggelar Lomba Kebersihan Tingkat Kota Kupang 2025. Ajang yang diikuti 51 kelurahan ini diharapkan tidak hanya memupuk semangat kompetisi, tetapi juga menumbuhkan budaya bersih dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan kota.

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK Kota Kupang, Hijayas Uthan Mode dalam konferensi pers di Kupang pada Sabtu tanggal 12 Juli 2925, mengatakan lomba ini merupakan kelanjutan program “Kupang Bersinar” yang sukses digelar Mei lalu bersama Pemerintah Kota Kuoang dengan melibatkan ribuan warga, ASN, pelajar, dan relawan dalam aksi bersih-bersih massal.

“Harapannya kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi menjadi kebiasaan baru, budaya baru, bagi masyarakat untuk mencintai dan menjaga lingkungan yang bersih,” ujarnya.

“Kami juga sangat mengapresiasi dukungan komunitas Beta Bersih yang turut berkontribusi dalam kegiatan ini.”tambahnya.

Lomba ini resmi diluncurkan pada 22 Mei 2025, dan sejak itu tim penilai sudah turun ke lapangan untuk memantau kondisi kebersihan kelurahan-kelurahan peserta.

Penilaian berlangsung hingga 14  Agustus dan pemenang akan diumumkan pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Guna memacu motivasi peserta, panitia menyiapkan total hadiah  uang tunaisebesar Rp220 juta.

Pemerintah Kota Kupang menyediakan hadiah utama sebesar Rp120 juta, dengan pembagian sebagai berikut: Juara 1: Rp35 juta, Juara 2: Rp30 juta, Juara 3: Rp25 juta, Harapan 1: Rp15 juta, Harapan 2: Rp10 juta dan Harapan 3: Rp5 juta.

Selain itu, komunitas Beta Bersih menambahkan bonus senilai Rp100 juta, yang akan diberikan kepada enam pemenang, dengan rincian Juara 1: Rp30 juta, Juara 2: Rp25 juta, Juara 3: Rp20 juta, Harapan 1: Rp10 juta, Harapan 2: Rp8,5 juta, Harapan 3: Rp6,5 juta

Tak hanya hadiah tunai, Pemerintah Kota juga menjanjikan pagu indikatif sebesar Rp1 miliar, yang dialokasikan melalui APBD untuk mendukung program pembangunan kelurahan terbaik, seperti peningkatan infrastruktur dan fasilitas publik.

Hinayas Uthan Mode berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata menuju perubahan perilaku masyarakat, dari yang sebelumnya pasif menjadi proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami ingin Kupang dikenal sebagai kota yang bersih, nyaman, dan membanggakan. Itu hanya bisa tercapai kalau semua pihak bergerak bersama, dari warga, RT, RW, sampai kelurahan,” tuturnya.

Perwakilan komunitas Beta Bersih, Paulus Irsan Dardana  yang didampingi oleh Sekretaris komunitas, Fransiscus X.E. Lie menekankan bahwa menjaga kebersihan kota bukan hanya tugas pemerintah, melainkan juga tanggung jawab seluruh warga.

“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa kebersihan dimulai dari rumah masing-masing. Siapa pun yang menghasilkan sampah, dia juga yang bertanggung jawab untuk mengelolanya, dan lomba ini hanya pemicu. Tujuan utamanya adalah membangun kesadaran kolektif bahwa lingkungan yang bersih adalah milik bbersama,”jelasnya.

Paulus juga menyampaikan bahwa bonus Rp100 juta yang disediakan komunitas berasal dari donasi para anggota yang peduli pada kebersihan kota.

“Ini cara kami ikut ambil bagian, memberi semangat, dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencintai kota ini,” tambahnya

Ia juga berharap bahwa kesadaran menjaga lingkungan tidak boleh berhenti hanya saat lomba berlangsung, tetapi harus terus berlanjut sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

“Kami berharap kesadaran masyarakat terus tumbuh bukan karena lomba, tetapi merasa bertanggung jawab untuk mewujudkan Kota Kupang yang bersih dan membanggakan,”pungkasnya.  (MI)




Pemkot Kupang Dorong Edukasi, Vaksinasi, dan Skrining untuk Tekan Kasus Kanker Serviks

 

Kupang, nwartapedia.com Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat komitmen dalam pencegahan kanker serviks melalui edukasi, vaksinasi HPV, dan deteksi dini.

Hal ini ditegaskan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat membuka kegiatan Road to Zero HPV: Langkah Berkelanjutan dalam Pencegahan Kanker Leher Rahim untuk Perempuan Indonesia di Hotel Harper Kupang, Sabtu (12/7/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota mengungkapkan bahwa kanker serviks masih menjadi salah satu penyakit mematikan bagi perempuan di Indonesia. Berdasarkan laporan terakhir, terdapat sekitar 36.000 kasus baru setiap tahun dengan lebih dari 21.000 kematian.

“Ironisnya, sekitar 70% kasus baru terdeteksi pada stadium lanjut karena tidak dilakukan deteksi dini,” ujarnya.

Ia menekankan tiga langkah penting untuk menekan angka kejadian kanker serviks, yaitu edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, pemberian vaksin HPV, serta pemeriksaan skrining secara berkala.

“Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Mari kita ajak masyarakat peduli pada deteksi dini,” imbaunya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV), terutama tipe 16 dan 18. Data Global Cancer Observatory tahun 2020 menunjukkan, Indonesia mencatat lebih dari 36.000 kasus baru kanker serviks dengan tingkat kematian sekitar 58% atau lebih dari 21.000 kasus per tahun.

“Pada tahun 2024, Kota Kupang ditetapkan sebagai lokasi pilot project pemeriksaan deteksi dini dengan metode tes IVA. Sebanyak 585 perempuan usia 30–69 tahun telah mengikuti pemeriksaan ini,” papar Retnowati.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen perubahan dengan menyebarkan informasi tentang pentingnya pencegahan kanker serviks kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

Retnowati menambahkan, pencegahan primer paling efektif adalah vaksinasi HPV yang diberikan pada anak perempuan usia 9–14 tahun sebelum aktif secara seksual, disertai edukasi kesehatan reproduksi, perilaku seksual yang aman, serta promosi kesehatan di sekolah dan masyarakat.

Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Pemkot Kupang berharap angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks dapat ditekan secara signifikan di masa mendatang. (MI)




Wali Kota Kupang Teken SK Pedoman Kegawatdaruratan: Nyawa Warga Lebih Penting dari Administrasi

 

Kupang,nwartapedia.com — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, resmi menandatangani Surat Keputusan (SK) tentang Pedoman Teknis Penanganan Kegawatdaruratan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S.K. Lerik, Jumat (12/7).

SK ini menjadi tonggak penting dalam upaya Pemerintah Kota Kupang melindungi nyawa warganya dengan memastikan pasien dalam kondisi gawat darurat mendapat pelayanan medis tanpa hambatan administrasi.

“Hari ini saya menandatangani SK pedoman teknis kegawatdaruratan di RSUD SK Lerik. Jadi, untuk keluarga yang sakit dalam keadaan gawat darurat  bukan sekadar batuk pilek, tapi benar-benar berpacu dengan waktu, seperti stroke perdarahan, anak dehidrasi berat, atau kondisi lain yang mengancam nyawa  silakan langsung ke UGD,” tegas Wali Kota dalam sambutannya.

dr. Christian menekankan bahwa pasien tetap akan dilayani meski tidak membawa KTP, Kartu Keluarga, BPJS, atau bahkan jika kepesertaan BPJS-nya sudah tidak aktif karena menunggak.

“Walaupun tidak punya kartu BPJS, atau BPJS-nya menunggak, tidak punya KK, atau KTP dan semua dokumen hilang, kami tetap bantu dulu. Ada anggaran yang sudah saya siapkan untuk itu. Jangan sampai lagi ada nyawa yang hilang hanya karena urusan administrasi,” ujarnya.

Sebagai bentuk nyata dukungan, Pemerintah Kota Kupang telah menyediakan dana pengaman sebesar Rp3 miliar yang ditempatkan di RSUD S.K. Lerik. Dana ini disiapkan khusus untuk membiayai penanganan pasien gawat darurat yang tidak bisa memenuhi syarat administrasi.

“Saya sudah tempatkan dana pengaman Rp3 miliar yang mengendap di rumah sakit. Tahun depan, jika terpakai, saya isi lagi supaya saldo tetap Rp3 miliar. Ini sistem saldo. Dengan begitu, pasien tetap bisa tertolong tanpa harus repot dulu urus dokumen sementara waktu sangat berharga,” jelasnya.

 

Menurut Wali Kota, kebijakan ini lahir dari kegelisahannya sebagai dokter yang kerap melihat nyawa melayang hanya karena proses administrasi yang berbelit.

“Banyak sekali orang yang meninggal hanya karena diminta urus kartu dulu, KTP dulu. Padahal ini berpacu dengan waktu. Saya merenung, bagaimana caranya supaya ini tidak terulang. Mungkin di daerah lain belum ada, tapi di Kupang harus ada,” tambahnya.

Langkah progresif ini disambut antusias oleh masyarakat Kota Kupang. Banyak yang memuji kebijakan ini sebagai wujud nyata pemerintah yang hadir untuk melayani, bukan sekadar memerintah.

“Ini juga bentuk pelayanan sosial. Pemerintah kota bukan lagi orang yang memerintah, tapi orang yang melayani,” tutup Wali Kota.

Kebijakan ini diharapkan mampu menyelamatkan lebih banyak nyawa warga, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperjuangkan hak kesehatan warganya. (MI)




Mengabdi dengan Hati: Perjalanan Hidup Asnat Pindu Jawa, dari Peternakan hingga Menjadi Guru Berdedikasi

 

Kupang,nwartapedia.com  – Di balik dinding-dinding ruang kelas UPTD SD Inpres RSS Oesapa, terdapat kisah inspiratif tentang pengabdian dan semangat juang seorang guru bernama Asnat Pindu Jawa, S.Pd., Gr. Lahir di Sumba Timur pada 13 Agustus 1981, Asnat bukan hanya seorang pendidik biasa.

Ia adalah sosok yang membuktikan bahwa panggilan hati bisa mengubah arah hidup dan menjadi dasar bagi pengabdian yang tulus.

Perjalanan hidup Asnat tidak langsung berlabuh di dunia pendidikan. Tahun 1999, ia menempuh pendidikan di Politani Kupang jurusan Peternakan dan berhasil meraih gelar sarjana pada tahun 2002.

Namun, takdir membawanya ke jalur yang berbeda. Tiga tahun setelah lulus, pada April 2005, ia memulai pengabdian sebagai tenaga honor di SD Inpres RSS Oesapa, Kota Kupang.

“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan padaku,” demikian motto hidup yang terus menguatkan langkahnya.

Meski berlatar belakang peternakan, semangatnya dalam mendidik anak-anak tak pernah surut. Ia pun memutuskan melanjutkan studi di bidang pendidikan melalui Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Terbuka. Dengan dukungan beasiswa dari Kementerian, ia berhasil meraih gelar S1 Pendidikan pada tahun 2017.

Tahun 2014 menjadi tonggak penting dalam kariernya. Setelah hampir satu dekade mengabdi sebagai tenaga honor, Asnat resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan NIP 19810813 201408 2004.

Saat ini, ia dipercaya sebagai Guru Kelas VI di UPTD SD Inpres RSS Oesapa, tempat yang sama di mana ia pertama kali menapaki dunia pendidikan.

Lebih dari sekadar mengajar, Asnat adalah figur inspiratif yang menunjukkan makna sejati dari dedikasi. Ia memilih jalan yang mungkin tak direncanakan sejak awal, namun dijalani dengan sepenuh hati demi masa depan generasi muda.(goe)




Wali Kota Kupang Resmikan D’Art Cafe & Galeri, Ruang Kreatif untuk Generasi Muda

 

Kupang,nwartapedia.com  — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, meresmikan D’Art Cafe & Galeri, sebuah ruang seni, kreasi, dan inspirasi yang berlokasi di Jalan Lingkar Luar Jalur 40, Sikumana, Kecamatan Maulafa, Jumat (11/7).

Acara peluncuran ini dihadiri Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, Wakapolres Kota Kupang, jajaran pemerintah Kecamatan Maulafa, para pelaku seni, komunitas kreatif, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Christian Widodo menyambut baik kehadiran D’Art Cafe & Galeri sebagai wadah positif bagi masyarakat, khususnya kaum muda, untuk menyalurkan kreativitas.

Menurutnya, keberadaan ruang publik seperti ini adalah bagian penting dari pembangunan kota.

“Membangun kota bukan hanya soal gedung tinggi atau jalan bagus, tetapi juga menyediakan ruang-ruang untuk warganya berkarya, saling menghargai, dan hidup sehat serta bahagia. D’Art Cafe & Galeri ini adalah salah satu contoh nyata ruang itu,” ujarnya.

Wali Kota  menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Kupang terus mendukung berbagai inisiatif kreatif, di antaranya melalui program SABOAK (Sunday Market) , yang sudah berjalan setiap Sabtu-Minggu, dengan panggung terbuka bagi siapa saja untuk menampilkan karya seni.

Panggung itu dari kita, oleh kita, untuk kita. Siapa pun boleh tampil, apakah itu stand-up comedy, menyanyi, bermain musik. Kita siapkan alatnya, tetapi senimannya datang dari masyarakat sendiri. Silakan saja, tinggal angkat tangan, panggung selalu terbuka,” katanya.

 

Lebih jauh, dr. Christian Widodo menekankan bahwa membangun kota tidak hanya soal infrastruktur fisik, seperti gedung-gedung tinggi atau jalan yang bagus.

“Membangun kota juga berarti menciptakan udara yang teduh, warganya saling menghargai, pendidikannya baik, kesehatannya baik, dan yang tidak kalah penting, menyediakan ruang-ruang untuk berkreasi seperti ini,” ujarnya.

Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat dan memanfaatkan ruang-ruang kreatif yang ada, karena inilah esensi dari pembangunan kota yang sesungguhnya: menghadirkan kebahagiaan, inspirasi, dan semangat bagi warganya.

Sementara itu, pemilik D’Art Cafe & Galeri, Dr. dr. Dewa Putu Sahadewa, mengungkapkan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang mendukung kehadiran tempat ini. Ia berharap D’Art Cafe & Galeri menjadi ruang yang memotivasi generasi muda untuk berkreasi dan berkontribusi positif.

“Kami ingin tempat ini bukan sekadar kafe, tetapi juga rumah bagi ide-ide kreatif, healing, dan inspirasi. Dari barista hingga manajemen, semua dikelola anak muda Kupang yang kreatif. Kami membuka panggung untuk komunitas seni, musik, stand-up comedy, hingga kegiatan prewedding atau pameran seni,” jelasnya.

Peresmian D’Art Cafe & Galeri ditandai dengan goresan warna di kanvas oleh Wali Kota sebagai simbol dimulainya perjalanan ruang kreatif ini.

Kehadiran D’Art Cafe & Galeri diharapkan dapat menghidupkan kawasan Jalur 40 Sikumana dan menjadi salah satu ikon baru bagi geliat seni dan kreativitas di Kota Kupang. (MI)




Tanpa Banyak Bicara, Wali Kota Kupang Hadir dengan Aksi Nyata untuk Warga Kecil

 

Kupang,nwartapedia.com  — Suasana haru menyelimuti Kelurahan Naikolan, Kota Kupang, saat Agustina Joni dan Nitanael Baimnune menerima kunci rumah baru dari Wali Kota dr. Christian Widodo.

Bagi mereka, rumah mungil itu adalah anugerah yang tak pernah terduga, buah dari kepedulian seorang pemimpin yang lebih memilih bekerja dalam diam, tetapi memberi dampak besar.

Program rumah layak huni ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Kupang dengan Bank NTT melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) tahun 2024.

Sebanyak 30 unit rumah dibangun  28 unit untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 2 unit untuk korban bencana di Kelurahan Naikolan. Pembangunan dilakukan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dengan cara profesional dan transparan.

Tanpa banyak publikasi, dr. Christian Widodo datang sendiri menemui warga, menyerahkan rumah satu per satu, menyapa, dan mendoakan mereka.

“Saya tidak bisa membalas kebaikan Bapak Wali Kota. Ini luar biasa. Semoga Tuhan memberkati beliau,” ujar Agustina dengan suara bergetar.

Nada serupa disampaikan Nitanael Baimnune.

“Terima kasih, Bapak Wali Kota. Saya tidak bisa membalasnya. Biarlah Tuhan yang membalas. Semoga Bapak selalu sehat,” ujarnya sambil menyeka air mata.

Lima penerima rumah bantuan di Kelurahan Naikolan yakni  Agustina Joni,  Nitanael Baimnune, Jefri A. Kune, Jens Ayub Dudu dan Daniel Babu.

Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo menegaskan bahwa kepemimpinan yang baik harus benar-benar dirasakan rakyat, bukan hanya terlihat di media.

“Memerintah itu bukan untuk berkuasa, tetapi untuk melayani. Dan melayani harus dibuktikan lewat tindakan nyata,” tegasnya.

Selain program rumah layak huni, Wali Kota juga menggagas berbagai inisiatif lain untuk warga kecil, seperti liang lahat gratis bagi keluarga kurang mampu, serta dana darurat kesehatan untuk warga yang belum memiliki atau menunggak iuran BPJS.

“Kalau ada warga gawat darurat, jangan dulu pikir BPJS. Yang penting selamat dulu, urusan administrasi belakangan,” ujarnya tegas.

Langkah-langkah nyata ini menunjukkan bahwa kepemimpinan dr. Christian Widodo bukanlah soal pencitraan, tetapi tentang memberi makna dan membawa perubahan nyata bagi kehidupan rakyat.

Di balik ketenangan dan kerendahan hatinya, tersimpan komitmen besar untuk selalu hadir bagi mereka yang paling membutuhkan. ***




Dirjen Dukcapil Apresiasi Layanan Adminduk Kota Kupang, Dorong Digitalisasi dan Tingkatkan Fasilitas

 

Kupang,nwartapedia.com  — Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri RI, Dr. Teguh Setyabudi, M.Pd., melakukan kunjungan kerja ke Kota Kupang, Rabu (9/7), untuk memantau langsung pelayanan administrasi kependudukan di daerah.

Kehadirannya disambut hangat oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, di Kantor Dinas Dukcapil Kota Kupang.

Kunjungan ini bertujuan memastikan layanan administrasi kependudukan berjalan baik, nyaman, dan sesuai dengan standar pelayanan publik.

Dirjen Teguh bersama jajaran juga meninjau pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) serta berdialog dengan warga yang sedang mengurus dokumen kependudukan.

“Kami bersyukur bisa hadir di Kupang, melihat sendiri pelayanan Dukcapil di sini tetap optimal meski fasilitas gedungnya terbatas dan sudah cukup tua. Warga yang kami temui juga mengaku puas dengan pelayanan yang cepat dan gratis,” tutur Dirjen Teguh.

Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Dukcapil Kota Kupang atas kerja keras menjaga kualitas layanan, serta berkomitmen membantu memperkuat sarana dan prasarana pelayanan, termasuk pembenahan lingkungan kantor.

“Kami siap mendukung peningkatan fasilitas agar masyarakat semakin nyaman, serta mendorong agar Kota Kupang segera memaksimalkan penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD), yang ke depan akan terintegrasi dengan berbagai layanan publik,” jelasnya.

Dirjen Dukcapil juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga dokumen kependudukan dengan baik, dan segera melapor bila ada perubahan data seperti pindah domisili, pernikahan, kelahiran, atau kematian.

Ia mengajak masyarakat untuk mulai mengaktifkan IKD melalui aplikasi yang dapat diunduh di ponsel pintar.

“IKD akan menjadi tulang punggung sistem layanan digital nasional, terhubung dengan bansos, perbankan, dan berbagai verifikasi data penerima manfaat,” tambahnya.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan Dirjen Dukcapil kepada Kota Kupang. Kehadiran Dirjen bersama tim, menurutnya, membawa semangat baru bagi peningkatan layanan adminduk.

“Kami bersyukur mendapat kunjungan langsung dari Pak Dirjen. Bahkan kami langsung menerima bantuan 4.000 keping blanko KTP elektronik hari ini juga. Arahan beliau untuk mempercepat komunikasi tanpa birokrasi juga menjadi motivasi besar bagi kami,” ujar Wali Kota.

Turut hadir mendampingi Dirjen Dukcapil, Direktur Bina Aparatur Dr. Dra. Hj. Erliani Budi Lestari, M.Si.; Kasubdit Wilayah IV Bina Aparatur Ir. Diana Anggraeni, M.Si.; Kepala Dinas Dukcapil Provinsi NTT Johny Ericson Ataupah, S.P., M.M.; serta para kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Kupang, TTS, dan Malaka. Dari Pemkot Kupang turut hadir Kepala Dinas Dukcapil Kota Kupang, Angela Tamo Inya, S.IP., M.M., beserta jajaran.

Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan layanan adminduk yang semakin mudah, cepat, nyaman, dan adaptif terhadap kebutuhan digital masyarakat. ***




Wali Kota Kupang Hadiri Pisah Sambut Kapolresta: Apresiasi Dedikasi, Perkuat Sinergi untuk Kota yang Aman dan Tertib

 

Kupang,nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar acara pisah sambut Kapolresta Kupang Kota di Resto Suba Suka, Selasa (8/7).

Serah terima jabatan dilakukan dari Kombes Pol. Aldinan R.J.H. Manurung, S.H., S.I.K., M.Si., kepada penggantinya, Kombes Pol. Djoko Lestari, S.I.K., M.M.

Hadir pada kesempatan tersebut Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, didampingi Wakil Wali Kota, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., Ketua DPRD Kota Kupang, pimpinan TNI-Polri, perwakilan Bank BRI dan Bank Mandiri, tokoh agama, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kupang, insan pers, serta tamu undangan lainnya.

Suasana acara berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, menjadi ajang silaturahmi sekaligus penghormatan bagi pejabat lama dan sambutan untuk pejabat baru.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kombes Pol. Aldinan Manurung atas dedikasi, pengabdian, dan sinergi yang telah terjalin selama masa tugasnya di Kota Kupang.

“Kami sangat terbantu dengan kepemimpinan beliau yang responsif, komunikatif, dan bersinergi dengan pemerintah daerah. Banyak program berjalan baik berkat dukungan dan kerja sama yang solid, khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan mendukung pembangunan,” ujar Wali Kota.

Kepada Kapolresta yang baru, Kombes Pol. Djoko Lestari, Wali Kota mengucapkan selamat datang serta menegaskan komitmen Pemerintah Kota untuk terus memperkuat kolaborasi.

“Selamat datang dan selamat bertugas di Kota Kupang. Kami berharap sinergi yang sudah terjalin bisa semakin ditingkatkan untuk mewujudkan Kota Kupang yang aman, tertib, bersih, dan semakin maju. Pemerintah Kota siap berkolaborasi dalam berbagai program strategis demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tambahnya.

Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata sebagai bentuk apresiasi kepada Kombes Pol. Aldinan R.J.H. Manurung atas pengabdiannya selama bertugas di Kota Kupang, serta penyambutan hangat kepada Kombes Pol. Djoko Lestari sebagai Kapolresta yang baru.

Pergantian kepemimpinan ini diharapkan membawa energi baru bagi Polresta Kupang Kota dalam menjalankan tugas, memperkuat sinergi lintas sektor, serta menciptakan suasana yang kondusif bagi masyarakat Kota Kupang. ***