Pemkot Kupang Sediakan Layanan Kontak Darurat dan Publik untuk Warga

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan menyediakan akses komunikasi langsung ke berbagai instansi penting.

Layanan ini bertujuan agar warga dapat dengan mudah menghubungi pihak terkait ketika membutuhkan bantuan atau menghadapi situasi darurat.

Berbagai dinas dan badan telah disiapkan lengkap dengan nomor kontak yang dapat diakses oleh masyarakat kapan saja.

Kehadiran layanan ini diharapkan mampu mempercepat respons pemerintah terhadap berbagai kebutuhan warga di Kota Kupang.

Adapun daftar layanan kontak yang tersedia meliputi:

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD): 081239940976

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan: 081339322515

Perumda Pasar Kota Kupang: 085177691970

UPTD PPA Kota Kupang: 081337703300

Dinas Sosial: 081335799865

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang: 085180598003

Brigade Kupang Sehat (BKS): 0380-827777

Dinas Pemadam Kebakaran: 0380-133 / 0380-821467

Dinas Perhubungan Kota Kupang: 081330724327

DPMPTSP: 081554444888

UPTD Labkes Kota Kupang: 085137728954

Perumda Air Minum Kota Kupang: 081237180243

Pemerintah Kota Kupang mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan ini secara bijak dan sesuai kebutuhan.

Dengan adanya akses komunikasi yang terbuka, diharapkan setiap permasalahan warga dapat ditangani dengan lebih cepat dan efektif.

“Jika membutuhkan bantuan, silakan segera hubungi layanan yang telah disediakan,” demikian imbauan Pemerintah Kota Kupang kepada masyarakat.




PEKEN Jasindo di Kupang Dorong Pendidikan Inklusif dan Peluang Generasi Muda

Kupang, nwartapedia.com — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Asuransi Jasindo menggelar kegiatan PEKEN Jasindo di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, dengan menitikberatkan pada penguatan pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas dan generasi muda.

Mengusung tema “Katong Baku Dukung, Katong Baku Sayang”, kegiatan ini menjadi simbol semangat kebersamaan masyarakat Kupang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui kolaborasi lintas sektor dan pendekatan berbasis komunitas.

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, mengatakan Hari Pendidikan Nasional merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan akses pendidikan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, PEKEN Jasindo hadir sebagai bentuk nyata dukungan perusahaan agar pendidikan bisa dijangkau semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.

“Melalui PEKEN Jasindo, kami ingin memastikan akses pendidikan dapat dirasakan seluruh masyarakat. Ini bagian dari komitmen kami dalam mendukung SDM unggul dan berdaya saing,” ujar Brellian.

Dalam kegiatan tersebut, Jasindo menyalurkan berbagai bantuan pendidikan berupa dukungan pembiayaan penunjang belajar bagi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dan siswa difabel. Bantuan lainnya juga diberikan dalam bentuk perangkat belajar serta akses perpustakaan digital Pustaka Mitra Netra untuk SLB Kota Raja Kupang.

Representative Manager Jasindo Kupang, Jerry Samuel, menjelaskan bahwa program ini juga menghadirkan sejumlah kegiatan edukatif bagi masyarakat dan generasi muda.

Berbagai agenda digelar seperti workshop kewirausahaan, talkshow UMKM bertajuk “Bacarita Bisnis UMKM Lokal, Usaha Naik Kelas”, hingga edukasi literasi asuransi dan manajemen risiko.

Menurut Jerry, kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang baru bagi anak muda Kupang agar lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

“Dukungan kegiatan edukatif yang inklusif ini menjadi langkah nyata membantu masyarakat, generasi muda, dan khususnya penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan yang sama meraih masa depan,” katanya.

Sementara itu, Brellian menegaskan bahwa pendidikan akan terus menjadi bagian penting dari kontribusi sosial perusahaan kepada masyarakat.

Ia menilai pendidikan, kewirausahaan, serta pemahaman mengenai asuransi dan manajemen risiko merupakan fondasi penting dalam menciptakan masa depan yang lebih baik.

Melalui PEKEN Jasindo, perusahaan berharap dapat terus memperluas akses pendidikan inklusif dan berkelanjutan sehingga setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. *




Serena Francis Buka Pengobatan Gratis di GMIT Kota Baru, Warga Kupang Antusias Ikut Layanan Kesehatan

  1. Kupang, nwartapedia.com  – Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, secara resmi membuka kegiatan bakti sosial kesehatan berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis di Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Kota Baru, Jumat (1/5).

Kegiatan sosial tersebut terselenggara melalui kolaborasi antara Majelis Jemaat GMIT Kota Baru bersama Rumah Sakit Mamami Kupang sebagai bentuk pelayanan nyata kepada masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua Majelis Jemaat GMIT Kota Baru, Pdt. Febi M. B. Messakh-Frans, jajaran tenaga medis RS Mamami, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jemaat setempat.

Dalam sambutannya, Serena Francis menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menghadirkan pelayanan kesehatan gratis bagi warga Kota Kupang.

Menurutnya, gereja memiliki peran penting bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pelayanan sosial yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Jemaat GMIT Kota Baru dan Rumah Sakit Mamami atas kegiatan yang sangat bermanfaat ini,” ujarnya.

Serena juga membagikan pengalaman pribadinya saat pernah dirawat di RS Mamami ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia menilai rumah sakit tersebut hingga kini tetap menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang dipercaya masyarakat Kota Kupang.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial kesehatan sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kupang untuk mewujudkan Kota Kasih sebagai rumah bersama yang maju, sehat, dan sejahtera.

Menurutnya, akses pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga.

“Ketika masyarakat mendapat layanan kesehatan yang baik, maka kesejahteraan dan harapan masa depan juga ikut meningkat,” jelasnya.

Serena berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi berbagai komunitas keagamaan maupun organisasi sosial lainnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GMIT Kota Baru, Pdt. Febi Messakh-Frans, mengatakan bahwa gereja harus hadir melalui tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata.

Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan telah dimulai sejak pagi dengan Senam Jantung Sehat bersama Yayasan Jantung Indonesia NTT, sekaligus peluncuran Klub Jantung Sehat Indonesia GMIT Kota Baru.

Menurutnya, kolaborasi pelayanan kesehatan ini merupakan wujud tanggung jawab iman sekaligus kepedulian sosial gereja kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semakin banyak warga Kota Kupang yang mendapatkan layanan kesehatan, meningkatkan kesadaran hidup sehat, dan merasakan semangat kebersamaan di tengah masyarakat. *




Dicky Tallo Apresiasi Pemkot Kupang, Jalan Rusak Penkase Akhirnya Diperbaiki

Kupang, nwartapedia.com – Anggota Komisi III DPRD Kota Kupang, Dicky Tallo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas dimulainya pengerjaan ruas jalan di wilayah Penkase, Kecamatan Alak.

Perbaikan jalan tersebut dinilai sebagai jawaban atas aspirasi masyarakat yang selama lebih dari satu tahun mengeluhkan kondisi jalan rusak dan mengganggu aktivitas harian warga.

Apresiasi itu disampaikan kepada Wali Kota Kupang Christian Widodo, Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang yang dinilai cepat merespons kebutuhan masyarakat.

Menurut Dicky, kondisi jalan di kawasan Penkase sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah dan kerap menimbulkan persoalan, terutama bagi pengendara dan kendaraan distribusi logistik yang melintas di jalur tersebut.

“Ini sudah menjadi kerinduan masyarakat. Saya sendiri sering menerima keluhan warga karena wilayah ini merupakan daerah pemilihan saya,” ujar Dicky, Jumat (1/5/2026).

Ia menegaskan, perbaikan jalan tersebut sangat penting karena merupakan akses utama masyarakat di Kecamatan Alak yang menghubungkan sejumlah fasilitas pelayanan publik.

Di antaranya Kantor Camat Alak, Polsek Alak, Puskesmas Alak, hingga Kantor Lurah Penkase Oeleta.

Selain menjadi jalur pelayanan publik, kawasan Penkase juga dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi di Kota Kupang, terutama dengan banyaknya gudang logistik dan arus distribusi barang yang cukup tinggi.

“Jalan ini adalah poros utama di Kecamatan Alak sekaligus jalur ekonomi penting bagi Kota Kupang,” tegasnya.

Dicky juga mengingatkan kontraktor pelaksana agar mengerjakan proyek sesuai standar teknis dan mekanisme yang berlaku, sehingga kualitas jalan terjamin dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Dengan dimulainya pembangunan ini, masyarakat berharap mobilitas warga semakin lancar, distribusi barang kembali normal, dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Alak dapat semakin meningkat. *




Hardiknas Kota Kupang, Serena Francis Tegaskan Pendidikan Harus Berakar pada Budaya

Kupang, nwartapedia.com  –  Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya sekolah maupun pemerintah.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Kota Kupang Tahun 2026 yang digelar di SDN Nefosaka, Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Sabtu (2/5/2026).

Dalam amanatnya, Serena menekankan bahwa keberhasilan pendidikan lahir dari keterlibatan bersama antara orang tua, guru, pemerintah, tokoh masyarakat, dan lingkungan sekitar.

“Pendidikan bukan hanya tanggung jawabmu, tetapi tanggung jawab kita semua. Dibutuhkan kebersamaan untuk membesarkan dan membentuk anak-anak kita,” ujarnya.

Ia mengatakan, di tengah perkembangan teknologi dan tantangan zaman yang semakin kompleks, dunia pendidikan harus berani bertransformasi. Menurutnya, guru saat ini bukan lagi satu-satunya sumber ilmu, melainkan fasilitator yang mendorong siswa menjadi pribadi aktif, kreatif, dan berani bermimpi.

Serena juga mengajak para orang tua dan tenaga pendidik untuk membangun komunikasi sehat dengan anak-anak serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya budaya lokal sebagai fondasi pendidikan karakter. Menurutnya, pendidikan di Kota Kupang tidak boleh terlepas dari akar budaya masyarakat setempat.

“Budaya adalah guru kehidupan. Jika kita kehilangan akar, maka kita akan kehilangan arah,” tegasnya.

Ia mengapresiasi penyelenggaraan festival budaya dalam rangkaian Hardiknas yang dinilai mampu menanamkan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda.

Serena menambahkan, meski Kota Kupang dihuni masyarakat dari berbagai daerah seperti Timor, Rote, Sumba, Flores hingga Jawa, budaya lokal terutama budaya Helong harus tetap dijaga dan diwariskan.

Kepada para siswa, ia berpesan agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, kepedulian, dan menjauhi perundungan.

“Nilai bukan segalanya. Yang paling penting adalah sikap, karakter, dan keberanian untuk terus belajar,” pesannya.

Peringatan Hardiknas Tahun 2026 ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam membangun pendidikan Kota Kupang yang berkualitas, berkarakter, dan berakar pada budaya lokal.




Serena Francis Buka MTQ ke-31 Kota Kupang, Serukan Toleransi dan Semangat Qurani

Kupang, nwartapedia.com  – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kota Kupang ke-31 Tahun 2026 resmi dibuka dalam suasana religius dan penuh kebersamaan di Aula Kampus Universitas Muhammadiyah Kupang, Jumat (1/5).

Pembukaan ajang tahunan tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga nilai keagamaan, persatuan, dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kota Kupang.

Menurut Serena, MTQ bukan hanya sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga wadah pembinaan mental dan spiritual umat agar mampu menerapkan nilai-nilai Qurani dalam kehidupan sehari-hari.

“MTQ adalah momentum menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an sekaligus menjadikan ajarannya hadir dalam sikap, perilaku, dan kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kota Kupang dikenal sebagai kota yang damai dan harmonis. Karena itu, kegiatan keagamaan seperti MTQ memiliki peran penting dalam memperkuat persaudaraan antarumat beragama.

“Perbedaan harus menjadi kekuatan untuk saling menghargai. Inilah wajah Kota Kupang yang rukun dan penuh toleransi,” tegasnya.

Wakil Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada umat Muslim, panitia pelaksana, LPTQ, tokoh agama, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.

Kepada para peserta, Serena berpesan agar bertanding dengan sportif, menjunjung tinggi persaudaraan, serta membawa nama baik daerah menuju MTQ Tingkat Provinsi NTT Tahun 2026.

Sementara itu, Ketua Panitia MTQ Kota Kupang 2026, Rahmat Mukolang, SE., M.Si, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus menjaring peserta terbaik untuk mewakili Kota Kupang di tingkat provinsi.

MTQ ke-31 ini berlangsung pada 1 hingga 4 Mei 2026 dan diikuti 165 peserta dari enam kecamatan se-Kota Kupang. Para peserta akan berlaga dalam enam cabang lomba dan 25 mata lomba, meliputi Tilawatil Qur’an, Hifzhil Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Hadrah, serta Tafsir Al-Qur’an.

Panitia berharap MTQ tahun ini mampu melahirkan generasi Qurani yang berprestasi, berakhlak mulia, dan menjadi teladan di tengah masyarakat. *




Undana dan Pemprov NTT Bentuk Pusat Siber Sehat, Perangi Narkoba Digital di Kalangan Anak Muda

Kupang,nwartapedia.com  – Universitas Nusa Cendana (Undana) bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membangun sinergi untuk melawan ancaman kecanduan konten digital berbahaya atau “narkoba digital”.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui rencana pembentukan Pusat Siber Sehat NTT, yang akan menjadi pusat edukasi, pencegahan, dan rehabilitasi ketahanan digital bagi generasi muda di NTT.

Pembahasan program strategis ini dilakukan dalam audiensi antara Kepala Dinas Kominfo NTT, Ady E. Mandala, dan Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, di Gedung Rektorat Undana, Kupang.

Rektor Undana menegaskan kampus memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kesehatan mental mahasiswa dan masyarakat dari dampak negatif dunia digital, termasuk judi online dan pornografi.

Menurutnya, melalui Layanan Psikologi Terpadu, Undana siap menyiapkan tenaga ahli guna mendeteksi tingkat kecanduan digital di masyarakat.

Program Siber Sehat NTT akan berjalan melalui tiga pilar utama, yakni preventif, promotif, dan rehabilitasi. Pencegahan dilakukan lewat edukasi pola asuh digital, promosi melalui konten positif, serta rehabilitasi bagi korban kecanduan digital berat.

Sebagai langkah awal, Undana juga akan melakukan riset lapangan dan survei untuk memetakan sebaran paparan konten berbahaya di wilayah NTT.

Rencananya, program ini akan diluncurkan secara resmi pada kegiatan Car Free Day (CFD) dan melibatkan pelajar serta pengurus OSIS sebagai agen perubahan dalam membangun budaya digital sehat di NTT. *




Kota Kupang Siap Gelar Hardiknas 2026, Wali Kota Sambut Rencana Kunjungan Menteri Pendidikan

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang menyatakan kesiapan penuh menyukseskan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026. Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menerima audiensi panitia Hardiknas di ruang kerjanya, Rabu (29/4).

Pertemuan tersebut membahas rangkaian kegiatan Hardiknas sekaligus persiapan menyambut rencana kunjungan Menteri Pendidikan ke Kota Kupang dalam waktu dekat.

Ketua Panitia Hardiknas, Roy Nomlene, menjelaskan bahwa puncak peringatan Hardiknas akan dilaksanakan pada 2 Mei 2026 di wilayah Fatukoa. Sejumlah agenda pendukung juga telah disiapkan, termasuk festival budaya dan keterlibatan pelaku UMKM lokal.

Selain itu, pada 4 Mei 2026 dijadwalkan kunjungan Menteri Pendidikan untuk meninjau beberapa sekolah di Kota Kupang.

Wali Kota Kupang menyambut baik agenda tersebut dan menilai kunjungan pejabat pusat menjadi kesempatan penting bagi daerah untuk menunjukkan perkembangan maupun tantangan sektor pendidikan.

“Kunjungan ini menjadi momentum strategis agar kebutuhan pendidikan di Kota Kupang dapat diketahui secara langsung dan mendapat perhatian ke depan,” ujar Christian Widodo.

Ia meminta seluruh perangkat daerah dan panitia bekerja maksimal agar seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Koordinasi lintas sektor dinilai penting, mulai dari protokol, transportasi, kebersihan hingga kenyamanan tamu.

Wali Kota juga mengingatkan agar festival budaya yang digelar tetap memperhatikan kebersihan lingkungan, terutama pengelolaan sampah selama kegiatan berlangsung.

Tak hanya itu, ia mendorong agar kunjungan Menteri juga diarahkan ke sekolah-sekolah yang masih membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana.

Menurutnya, langkah itu penting agar pemerintah pusat dapat melihat langsung kondisi pendidikan yang masih memerlukan dukungan.

Audiensi tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan, termasuk penyambutan Menteri di bandara, penyesuaian agenda, serta penguatan sinergi antara panitia dan Pemerintah Kota Kupang.

Pemkot Kupang berharap peringatan Hardiknas 2026 menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas akses belajar bagi seluruh masyarakat.

Picture: Wali Kota Kupang menerima audiensi Panitia Hardiknas 2026 di ruang kerja Wali Kota Kupang. *




Pemkot Kupang Hapus Biaya BPHTB dan PBG untuk Warga Kurang Mampu, Akses Miliki Rumah Kian Mudah

Kuoang, nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang menghadirkan kebijakan pro rakyat dengan membebaskan biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat kurang mampu.

Langkah tersebut diumumkan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap warga berpenghasilan rendah agar lebih mudah memiliki tempat tinggal yang layak dan nyaman.

Menurut Wali Kota, sebelumnya masyarakat harus menanggung biaya BPHTB yang nilainya mencapai sekitar lima persen dari transaksi tanah atau bangunan. Kini pungutan tersebut resmi dihapus untuk kelompok masyarakat tertentu.

“Peraturan Wali Kota sudah saya tandatangani. Jadi masyarakat kurang mampu bisa menikmati pembebasan biaya BPHTB,” ujar Christian Widodo.

Tak hanya itu, Pemkot Kupang juga menggratiskan pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), yang sebelumnya dikenal luas sebagai IMB.

Program ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk membangun rumah secara legal tanpa terbebani biaya tambahan.

Untuk memanfaatkan fasilitas tersebut, warga diwajibkan memenuhi persyaratan administrasi, termasuk membawa surat keterangan tidak mampu dari kelurahan.

Pengurusan pembebasan BPHTB dilakukan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kupang, sedangkan layanan PBG diproses di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Pemerintah juga terus menyosialisasikan kebijakan ini melalui berbagai saluran informasi, termasuk media sosial resmi pemerintah daerah, agar semakin banyak warga mengetahui manfaat program tersebut.

Kebijakan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak warga menilai keputusan tersebut sebagai langkah konkret yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat kecil.

Dengan adanya pembebasan BPHTB dan PBG, Pemerintah Kota Kupang berharap kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah semakin meningkat serta kualitas hidup warga menjadi lebih baik. *




Wali Kota Gandeng PSMTI Bangun Kupang, Dari Aksi Bersih Kota hingga Festival Lampion

Kupang, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk terus membuka ruang kolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Kupang, dalam mendorong pembangunan kota yang bersih, harmonis, dan berdaya saing.

Komitmen tersebut disampaikan saat menerima audiensi Ketua PSMTI Kota Kupang, Dedy Tanjung, bersama jajaran pengurus di Ruang Kerja Wali Kota Kupang, Rabu (29/4). Turut hadir mendampingi, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang Elia C. Tiara, S.STP serta Plt. Kabag Umum Hubertus Mani, SH.

Dalam pertemuan itu, Wali Kota terlebih dahulu menyampaikan apresiasi atas kontribusi PSMTI pada Karnaval Budaya dalam rangka HUT Kota Kupang.

Menurutnya, kehadiran PSMTI dengan penampilan barongsai dan atraksi budaya lainnya menjadi simbol kuat keberagaman yang hidup di Kota Kupang.

“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. PSMTI tampil luar biasa dengan semangat dan totalitas penuh. Kehadiran itu menunjukkan bahwa Kupang adalah rumah bersama yang kaya akan budaya,” ujar Christian Widodo.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Kupang siap menjadi mitra strategis bagi setiap komunitas yang memiliki gagasan positif demi kemajuan daerah.

“Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk setiap ide dan program yang membawa manfaat bagi masyarakat. Pemerintah hadir untuk berkolaborasi, bukan berjalan sendiri,” tegasnya.

Salah satu agenda yang dibahas dalam audiensi tersebut yakni kegiatan Fun Walk PSMTI yang direncanakan berlangsung pada 16 Agustus 2026 menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini akan dipadukan dengan aksi pungut sampah di sepanjang rute.

Wali Kota menilai konsep tersebut sebagai gerakan kreatif yang memadukan olahraga, kebersamaan sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Ini bukan sekadar jalan santai. Ini gerakan yang punya pesan kuat tentang pentingnya menjaga kebersihan kota. Kita akan pilih lokasi yang memang membutuhkan perhatian agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkot Kupang siap membantu melalui koordinasi lintas OPD, penyediaan armada kebersihan, serta penguatan teknis lapangan.

Selain itu, Festival Lampion Tong Tjiu Pia yang dijadwalkan berlangsung pada 25 hingga 27 September 2026 juga mendapat sambutan hangat dari Wali Kota.

Ia mengusulkan kawasan depan Taman Nostalgia sebagai lokasi utama pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, festival budaya semacam itu memiliki potensi besar menjadi daya tarik wisata baru di Kota Kupang sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

“Kalau kawasan ini dihiasi lampion dan diisi aktivitas budaya, tentu akan menarik minat masyarakat. Kota menjadi hidup di malam hari, UMKM bergerak, dan ekonomi lokal ikut tumbuh,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Kupang siap memberikan dukungan penuh, mulai dari proses perizinan, pengamanan, hingga rekayasa lalu lintas agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan sukses.

“Kalau kita ingin Kupang maju, maka seluruh unsur harus saling mendukung. Pemerintah, komunitas, dan masyarakat harus bergerak bersama,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PSMTI Kota Kupang, Dedy Tanjung, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan keterbukaan yang diberikan Wali Kota Kupang terhadap berbagai program PSMTI.

Menurutnya, agenda yang dirancang tidak hanya untuk mempererat kebersamaan internal komunitas, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

“Kami berterima kasih atas perhatian dan dukungan Bapak Wali Kota. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus hadir memberi kontribusi. Fun walk nanti adalah bentuk kepedulian terhadap kebersihan kota, sedangkan festival lampion kami harapkan menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh warga Kupang,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kota Kupang dan PSMTI dapat terus terjalin sebagai contoh kolaborasi positif dalam membangun Kota Kupang yang bersih, rukun, dan penuh keberagaman. *