Sekretaris PD PERPAMSI NTT: Kolaborasi dan SDM Berkualitas Jadi Kunci Transformasi Layanan Air Minum

Kupang, nwartapedia.com  – Sekretaris Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia Nusa Tenggara Timur (PD PERPAMSI NTT), Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM menegaskan bahwa kolaborasi dengan pemerintah serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama kepengurusan baru dalam mendorong transformasi pelayanan air minum di NTT.

Hal itu disampaikan Isidorus Lilijawa saat ditemui nwartapedia.com di ruang kerjanya, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, komposisi kepengurusan PD PERPAMSI NTT periode 2026–2030 yang didominasi generasi muda diharapkan mampu menghadirkan semangat baru dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi Perumda Air Minum di seluruh kabupaten dan kota di NTT.

“Hadirnya energi-energi muda kami harapkan mampu mempercepat pembenahan sektor air minum di NTT. Yang paling penting adalah membangun kolaborasi yang lebih kuat dengan pemerintah, baik Pemerintah Provinsi NTT maupun pemerintah kabupaten dan kota, sehingga berbagai persoalan pelayanan air minum dapat diselesaikan bersama,” ujar Isidorus.

Ia mengatakan, PD PERPAMSI NTT akan memperbanyak forum komunikasi dengan Gubernur NTT, para bupati, dan wali kota untuk membahas perkembangan pelayanan air minum berdasarkan hasil evaluasi dan berbagai catatan yang telah dihimpun dari seluruh Perumda Air Minum.

Selain itu, organisasi juga akan memanfaatkan hasil pendampingan dan masukan dari BPKP Perwakilan NTT sebagai dasar dalam memperbaiki tata kelola perusahaan serta meningkatkan profesionalisme pengelolaan Perumda Air Minum.

Isidorus menjelaskan, salah satu program prioritas adalah menghadirkan pelatihan teknis dan pengembangan kapasitas SDM di Kota Kupang.

Selama ini, sebagian besar pelatihan masih dilaksanakan di Pulau Jawa dan Bali sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar bagi peserta dari NTT.

“Ke depan kami ingin pelatihan-pelatihan tersebut dapat dilaksanakan di Kupang dengan menghadirkan narasumber dari PERPAMSI Pusat. Dengan begitu, biaya menjadi lebih ringan dan semakin banyak pegawai Perumda Air Minum yang bisa mengikuti peningkatan kompetensi,” jelasnya.

Selain pelatihan, PD PERPAMSI NTT juga akan mendorong semakin banyak direksi dan pegawai Perumda Air Minum memiliki sertifikasi kompetensi, mulai dari jenjang muda, madya hingga utama.

Tidak hanya itu, pihaknya akan membuka peluang lebih luas bagi putra-putri NTT untuk memperoleh beasiswa di Akademi Tirta sebagai lembaga pendidikan yang mencetak tenaga profesional di bidang pengelolaan air minum.

“Kami ingin semakin banyak SDM dari NTT yang memperoleh kesempatan belajar melalui beasiswa. Setelah kembali ke daerah masing-masing, mereka diharapkan mampu menerapkan ilmu dan inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Sebagai bagian dari penguatan organisasi, PD PERPAMSI NTT juga berkomitmen menyelenggarakan rapat kerja setiap tahun sebagai forum evaluasi, penyusunan program, serta penguatan sinergi antaranggota.

Selain itu, organisasi akan mendorong penyesuaian tarif air minum sesuai ketentuan yang berlaku serta memperkuat kerja sama dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTT dan BPKP Perwakilan NTT dalam pendampingan tata kelola keuangan dan manajemen perusahaan.

Isidorus berharap seluruh program yang telah disusun dapat meningkatkan profesionalisme Perumda Air Minum di NTT sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan air minum yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

“Harapan kami, semakin banyak masyarakat NTT yang menikmati pelayanan air minum yang lebih baik, sementara Perumda Air Minum semakin profesional, transparan, dan mendapat kepercayaan masyarakat,” pungkasnya. **




Ketua Umum PERPAMSI Pusat Teddy Setiabudi Lantik Pengurus Baru PD PERPAMSI NTT Periode 2026–2030

Kupang, nwartapedia.com  – Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia se-NTT (PD PERPAMSI NTT) resmi memiliki kepengurusan baru periode 2026–2030.

Kepengurusan tersebut ditetapkan melalui Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Daerah (MAPAMDA) yang berlangsung di Sotis Hotel Kupang, Selas tanggal 21 Juli 2026 dan diikuti seluruh Perumda Air Minum se-Nusa Tenggara Timur.

Sekretaris PD PERPAMSI NTT, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, kepada media ini di ruang kerjanya, Rabu (22/7/2026), mengatakan MAPAMDA merupakan agenda organisasi untuk mengevaluasi kepengurusan sebelumnya sekaligus memilih pengurus definitif periode empat tahun mendatang.

“Hasil musyawarah menetapkan Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Kupang, Jony Benny Sulaiman, sebagai Ketua PD PERPAMSI NTT periode 2026–2030. Saya dipercaya sebagai sekretaris, sedangkan bendahara dijabat Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Timor Tengah Selatan, Frans Steven Tafui, SP,” ujarnya.

Selain pengurus inti, kepengurusan juga diperkuat empat wakil ketua yang berasal dari Perumda Air Minum Kabupaten Timor Tengah Utara, Lembata, Ende, dan Manggarai Barat.

Seluruh pengurus yang terpilih kemudian dilantik langsung oleh Ketua Umum PERPAMSI Pusat, Teddy Setiabudi, yang hadir sejak awal pelaksanaan MAPAMDA.

Dalam arahannya, Teddy Setiabudi memberikan apresiasi kepada seluruh peserta karena mampu menyelenggarakan MAPAMDA dengan suasana yang harmonis, penuh semangat kekeluargaan, dan tanpa konflik.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan semakin matangnya organisasi PD PERPAMSI NTT dalam membangun kebersamaan antaranggota.

Ia juga menyatakan komitmen PERPAMSI Pusat untuk terus mendukung pengembangan sektor air minum di Nusa Tenggara Timur melalui berbagai program strategis.

Salah satunya adalah menghadirkan pelatihan peningkatan kapasitas dan sertifikasi kompetensi bagi direksi maupun pegawai Perumda Air Minum langsung di Kota Kupang sehingga peserta tidak lagi harus mengikuti pelatihan di Jakarta atau daerah lain dengan biaya yang lebih besar.

Selain itu, PERPAMSI Pusat akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dalam mendukung pengembangan kapasitas produksi, perluasan jaringan pelayanan, serta peningkatan kualitas tata kelola Perumda Air Minum di NTT.

Ketua PD PERPAMSI NTT terpilih, Joni Sulaiman, menegaskan kepengurusan baru berkomitmen membawa organisasi menjadi lebih maju, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh Perumda Air Minum di Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, kepengurusan yang didominasi generasi muda diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT maupun pemerintah kabupaten dan kota dalam mempercepat peningkatan pelayanan air minum kepada masyarakat.

Sementara itu, Isidorus Lilijawa menjelaskan bahwa sejumlah program prioritas telah disiapkan, di antaranya penyelenggaraan pelatihan teknis dan sertifikasi kompetensi di Kupang, peningkatan jumlah SDM bersertifikat, perluasan akses beasiswa melalui Akademi Tirta, pelaksanaan rapat kerja tahunan, hingga penguatan sinergi dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTT serta BPKP Perwakilan NTT.

“Kami berharap kepengurusan baru ini menjadi momentum mempercepat transformasi Perumda Air Minum di NTT sehingga tata kelola perusahaan semakin baik, pelayanan kepada masyarakat semakin profesional, dan cakupan layanan air minum terus meningkat di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur,” tutup Isidorus. (MI)




Setelah 26 Tahun, Kota Kupang Kembali Dipercaya Jadi Tuan Rumah Jambore Daerah X Pramuka NTT

Kupang, nwartapedia.com  –  Setelah penantian selama 26 tahun, Kota Kupang kembali dipercaya menjadi tuan rumah Jambore Daerah X Gerakan Pramuka Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan bergengsi tersebut akan dipusatkan di Bumi Perkemahan Fatubena, Kelurahan Kolhua, Kota Kupang, setelah terakhir kali digelar di Bumi Perkemahan Manutapen pada tahun 2000.

Ketua Umum Panitia Pelaksana Jambore Daerah X Pramuka NTT, Kak Ambrosius Kodo, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTT selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka NTT dan Wakil Gubernur NTT selaku Ketua Harian Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTT atas dukungan penuh yang diberikan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang tulus kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur NTT atas komitmen dan dukungan penuh terhadap pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka. Dukungan ini menjadi semangat dan motivasi bagi kami untuk menyelenggarakan Jambore Daerah Pramuka NTT X dengan sebaik-baiknya,” ujar Ambrosius Kodo.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Kota Kupang, khususnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, yang telah memberikan dukungan sehingga Kota Kupang kembali dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan Jambore Daerah Pramuka NTT.

Menurut Ambrosius, kepercayaan kepada Kwartir Cabang Kota Kupang sebagai tuan rumah merupakan kehormatan sekaligus amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Ia optimistis Jambore Daerah X akan menjadi momentum mempererat persaudaraan antarsesama Pramuka Penggalang, memperkuat pendidikan karakter, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, serta meningkatkan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda Nusa Tenggara Timur.

Panitia juga mengajak seluruh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka se-Provinsi NTT untuk berpartisipasi aktif menyukseskan kegiatan tersebut. Selain menjadi ajang pembinaan dan persahabatan, Jambore Daerah X juga menjadi bagian dari persiapan menuju Jambore Nasional (Jamnas) XII, sehingga diharapkan mampu melahirkan Pramuka Penggalang yang tangguh, berkarakter, dan siap mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur di tingkat nasional.

Jika ingin lebih menarik perhatian pembaca, judul ini juga sangat kuat untuk SEO: “26 Tahun Menanti, Kota Kupang Kembali Gelar Jambore Daerah X Pramuka NTT”. **




Pajak Kendaraan Bermotor di MPP Kota Kupang Raih Rp2,24 Miliar, Pengguna Layanan Tembus 55 Ribu

Kupang, nwartapedia.com  –  Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Kupang terus menunjukkan kinerja positif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sepanjang Semester I Tahun 2026, MPP Kota Kupang tidak hanya mencatat tingginya jumlah pengguna layanan, tetapi juga berhasil menghimpun penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) hingga Rp2.246.111.093.

Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kupang, Wildrian R. Otta, S.STP., M.M., MPP terus menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, dan terintegrasi bagi masyarakat.

Berdasarkan data Semester I Tahun 2026, total pengguna layanan MPP mencapai 55.066 orang.

Dari jumlah tersebut, 52.572 orang dilayani di Kantor MPP Kota Kupang, 2.102 orang melalui layanan saat Car Free Day (CFD), dan 392 orang melalui layanan SABOAK.

Sementara itu, layanan Samsat yang tersedia di MPP Kota Kupang turut memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan daerah.

Total penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor selama Januari hingga Juni 2026 mencapai Rp2.246.111.093, dengan rincian Rp1.427.078.273 dari layanan di Kantor MPP, Rp612.489.294 dari layanan CFD, serta Rp206.543.526 dari layanan SABOAK.

Capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang disediakan MPP Kota Kupang.

Selain mempermudah pengurusan berbagai perizinan dan administrasi, kehadiran layanan Samsat di MPP juga memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan.

Pemerintah Kota Kupang melalui DPMPTSP berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan menghadirkan layanan yang semakin mudah diakses, transparan, dan profesional.

Masyarakat dapat mengakses berbagai layanan di Mal Pelayanan Publik Kota Kupang atau memperoleh informasi melalui WhatsApp 0815 5444 4888, serta akun Instagram dan Facebook Mal Pelayanan Publik Kota Kupang.

Dengan semangat “Beres dan Pasti untuk Masyarakat”, MPP Kota Kupang terus berinovasi menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas sekaligus mendorong peningkatan kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor. (MI)




Serena Francis Buka PMRN Esport Season II 2026, Pemkot Kupang Siapkan Pembinaan Atlet Menuju PON 2028

Kupang, nwartapedia.com  –  Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., secara resmi membuka PMRN Esport Season II Tahun 2026 yang digelar oleh Persatuan Mahasiswa Rote Ndao (PMRN) di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Minggu (5/7/2026).

Turnamen ini menjadi ajang pencarian bibit atlet esports sekaligus bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Kota Kupang.

Acara pembukaan dihadiri Ketua PMRN beserta jajaran pengurus, perwakilan sponsor, media partner, komunitas esports, serta ratusan peserta yang akan bertanding pada sejumlah cabang gim, yakni Mobile Legends, PUBG Mobile, Free Fire, eFootball Mobile, dan Rally Fury.

Dalam sambutannya, Serena Francis mengapresiasi PMRN yang dinilai berhasil menghadirkan ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan sportivitas melalui olahraga elektronik.

Menurutnya, penyelenggaraan PMRN Esport Season II membuktikan bahwa organisasi kemahasiswaan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun kualitas sumber daya manusia, khususnya di kalangan anak muda.

Ia mengaku terkesan dengan kesiapan panitia sejak awal ketika melakukan audiensi bersama Pemerintah Kota Kupang.

Menurutnya, konsep kegiatan yang matang serta keberhasilan menghadirkan dukungan sponsor menjadi bukti profesionalisme panitia dalam menyelenggarakan sebuah event.

“PMRN menunjukkan bahwa anak-anak muda mampu bekerja secara profesional. Mereka datang dengan konsep yang jelas, membawa dukungan sponsor, dan hanya meminta fasilitas tempat serta dukungan pemerintah. Ini menjadi contoh yang baik bagi organisasi kepemudaan lainnya,” ujar Serena.

Ia menambahkan, keterlibatan berbagai mitra seperti Adira Finance, Bank NTT, serta sejumlah media lokal menunjukkan bahwa kegiatan kepemudaan dapat berkembang melalui kolaborasi yang baik antara komunitas, dunia usaha, dan pemerintah.

Serena menilai perkembangan teknologi telah membawa esports menjadi salah satu cabang olahraga modern yang memiliki prospek besar, baik dari sisi prestasi maupun industri kreatif.

Karena itu, Pemerintah Kota Kupang memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan ekosistem esports sebagai wadah pembinaan generasi muda.

Menurutnya, turnamen seperti PMRN Esport Season II bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media pembentukan karakter, sportivitas, kerja sama tim, serta kreativitas generasi muda.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan kompetisi sebagai momentum untuk membangun persahabatan, meningkatkan kemampuan, dan menjauhi berbagai perilaku negatif seperti penyalahgunaan narkoba maupun minuman keras.

“Jadikan esports sebagai tempat bertumbuh, berprestasi, dan memberi inspirasi bagi generasi muda lainnya. Pemerintah Kota Kupang ingin melihat lahir atlet-atlet esports yang mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Serena menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang bersama Wali Kota Kupang berkomitmen melakukan pembinaan berkelanjutan terhadap atlet-atlet potensial sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Peserta yang menunjukkan performa terbaik selama turnamen akan dipantau dan diarahkan untuk mengikuti program pembinaan agar mampu bersaing pada tingkat regional maupun nasional.

Sementara itu, Ketua Panitia PMRN Esport Season II 2026, Astro Pelle, menjelaskan bahwa turnamen berlangsung pada 5–12 Juli 2026 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang.

Sebanyak 317 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, komunitas gim, hingga masyarakat umum ambil bagian dalam kompetisi yang mempertandingkan lima cabang permainan. Turnamen memperebutkan total hadiah Rp10 juta, piala, medali, serta penghargaan Most Valuable Player (MVP) pada sejumlah kategori.

Astro menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah memfasilitasi lokasi penyelenggaraan, serta kepada tujuh sponsor dan seluruh media partner yang mendukung suksesnya kegiatan tersebut.

Menurutnya, tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa esports terus berkembang sebagai olahraga sekaligus bagian dari industri kreatif yang memiliki prospek besar bagi generasi muda di Nusa Tenggara Timur.

PMRN berharap PMRN Esport Season II 2026 mampu melahirkan atlet-atlet esports yang menjunjung tinggi sportivitas, berprestasi di tingkat nasional, serta membawa harum nama Kota Kupang dan Provinsi Na Tenggara Timur.




Hadiri APEKSI 2026, Wali Kota Kupang Christian Widodo Temui Tokoh Diaspora NTT di Medan

Medan, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memanfaatkan momentum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 dengan melakukan bakatumu atau bertemu langsung bersama para tokoh diaspora Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menetap di Kota Medan, Rabu (1/7/2026) malam.

Pertemuan yang berlangsung di salah satu restoran di Jalan Kapten Pattimura, Medan, tersebut berlangsung hangat dalam suasana penuh kekeluargaan.

Agenda silaturahmi itu dilakukan secara spontan di sela-sela kesibukan Christian Widodo menghadiri Rakernas APEKSI XVIII yang berlangsung pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026.

Kehadiran orang nomor satu di Kota Kupang itu disambut antusias oleh para tokoh masyarakat NTT di Sumatera Utara.

Momen bakatumu tersebut menjadi simbol eratnya ikatan persaudaraan warga NTT di perantauan sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dengan diaspora.

“Saya sangat bahagia dan senang sekali pada kesempatan ini bisa bakatumu, bertemu dan bertatap muka langsung dengan bapak dan ibu tokoh-tokoh NTT yang berpengaruh di Kota Medan ini,” ujar Christian Widodo.

Dalam kesempatan itu, Christian juga memaparkan berbagai program strategis Pemerintah Kota Kupang yang saat ini sedang dijalankan.

Salah satunya adalah penerapan Peraturan Wali Kota mengenai pembatasan jam operasional hiburan malam sebagai upaya menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang terus membangun tata kelola pemerintahan yang terbuka dengan memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun saran demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kami Pemerintah Kota Kupang terus berbenah dan terbuka menerima masukan serta kritik yang membangun dari seluruh warga kota,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Forum Pemuda NTT, Josafath MR Duka, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut memiliki makna strategis karena mampu mempererat hubungan antara Pemerintah Kota Kupang dengan masyarakat NTT yang berada di perantauan.

Menurutnya, kekompakan diaspora NTT merupakan modal sosial yang sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah, memperluas jaringan kerja sama, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda NTT di berbagai daerah.

Sejumlah tokoh NTT yang hadir dalam acara tersebut di antaranya Brigjen TNI Josafath MR Duka, Sarmento, Felix Giwa Djaha, Yohanis Wulang, Bob Solokana, serta tokoh perempuan NTT di Medan, Adolfina Koamesakh.

Hadir pula Ketua Forum Pemuda NTT Wilayah Sumatera Utara, Devis Abuimau Karmoy, bersama Sekretaris Agustinus Lancang.

Dalam agenda silaturahmi itu, Christian Widodo turut didampingi Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Edward Pelt, Asisten I Setda Kota Kupang Hengky G. Malelak, serta Plt. Kepala Bappeda Kota Kupang Wildrian Ronald Otta.

Pertemuan hangat di tengah pelaksanaan Rakernas APEKSI 2026 tersebut menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan masyarakat NTT tetap terjaga meski berada di berbagai daerah di Indonesia.

Selain mempererat tali kekeluargaan, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Kupang dan diaspora NTT sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah serta mempromosikan potensi Kota Kupang di tingkat nasional. **




DPMPTSP Kota Kupang Imbau Pelaku Usaha Segera Laporkan LKPM melalui OSS, Pendampingan Dibuka di Mal Pelayanan Publik

Kupang, nwartapedia.com – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kupang mengimbau seluruh pelaku usaha di Kota Kupang agar segera menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) melalui sistem Online Single Submission (OSS) sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.

Periode pelaporan LKPM berlangsung mulai 1 hingga 15 Juli 2026. Untuk pelaku usaha Non-UMK, laporan yang wajib disampaikan adalah LKPM Triwulan II Tahun 2026 yang mencakup periode kegiatan April hingga Juni 2026. Sementara itu, pelaku usaha UMK diwajibkan menyampaikan LKPM Semester I Tahun 2026 untuk periode Januari hingga Juni 2026.

Kepala DPMPTSP Kota Kupang menegaskan bahwa penyampaian LKPM merupakan kewajiban setiap pelaku usaha sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Selain itu, laporan tersebut menjadi sumber data penting bagi pemerintah dalam memantau perkembangan realisasi investasi, mengukur pencapaian target investasi, serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi dunia usaha.

“Diharapkan seluruh pelaku usaha dapat menyampaikan LKPM secara tepat waktu, lengkap, dan benar. Data yang dilaporkan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan iklim investasi serta memberikan kemudahan berusaha di daerah,” ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran pelaporan, DPMPTSP Kota Kupang menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan bagi pelaku usaha yang mengalami kesulitan dalam pengisian maupun penyampaian LKPM melalui sistem OSS.

Layanan pendampingan tersebut dilaksanakan di Mal Pelayanan Publik Kota Kupang setiap hari kerja pukul 09.00 hingga 15.00 WITA selama masa pelaporan berlangsung.

Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pelaku usaha sekaligus memberikan kemudahan dalam memenuhi kewajiban pelaporan investasi.

DPMPTSP juga mengimbau pelaku usaha agar tidak menunda pelaporan hingga batas akhir untuk menghindari kendala teknis pada sistem. Pasalnya, keterlambatan atau tidak menyampaikan LKPM dapat dikenakan sanksi administratif sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

Melalui kepatuhan dalam pelaporan LKPM, pemerintah berharap dapat menghasilkan data investasi yang akurat, transparan, dan akuntabel. Data tersebut akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan strategis guna mendorong peningkatan investasi, memperkuat iklim usaha, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Kota Kupang. *




Pemkot Kupang Raih Penghargaan Tertinggi BKN, Bukti Komitmen Bangun ASN Profesional

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang kembali mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur (NTT) di tingkat nasional setelah meraih Penghargaan Tertinggi Badan Kepegawaian Negara (BKN), Adhi Manawa Nugraha Utama, atas keberhasilannya membangun manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, berbasis merit, dan berorientasi pada pengembangan karier pegawai.

Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dari Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar, Satya Pratama, dalam seremoni yang berlangsung di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen, dedikasi, dan kontribusi terbaik Pemerintah Kota Kupang dalam menerapkan kebijakan yang mendukung pengembangan karier ASN, sekaligus menghadirkan sistem kepegawaian yang modern, transparan, dan berpihak kepada aparatur.

Prestasi ini menjadi semakin membanggakan karena Kota Kupang menjadi satu-satunya pemerintah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menerima penghargaan tersebut.

Selain Kota Kupang, penghargaan serupa juga diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Badung dan Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kupang yang terus berupaya membangun birokrasi profesional dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh ASN Pemerintah Kota Kupang. Ini bukan hasil kerja satu orang, tetapi buah dari komitmen bersama dalam membangun birokrasi yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujarnya.

Menurutnya, filosofi “To Govern is To Serve” atau memerintah adalah melayani menjadi dasar dalam setiap kebijakan Pemerintah Kota Kupang untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang berkualitas.

Ia menegaskan bahwa ASN yang memiliki kesempatan berkembang melalui sistem merit dan penghargaan atas kinerja akan mampu memberikan pelayanan publik yang lebih baik.

“Pembangunan karier ASN bukan sekadar urusan internal birokrasi, tetapi menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ke depan, Pemerintah Kota Kupang akan terus memperkuat sistem merit, meningkatkan kompetensi ASN, serta mempercepat transformasi birokrasi berbasis digital agar mampu menjawab tantangan pembangunan dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Christian Widodo menambahkan, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus menghadirkan pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas demi mewujudkan Kota Kupang sebagai rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Adhi Manawa Nugraha Utama merupakan penghargaan tertinggi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang diberikan kepada pemerintah daerah dengan kinerja terbaik dalam pengelolaan karier ASN, penerapan sistem merit, penguatan kompetensi aparatur, serta transformasi layanan kepegawaian berbasis digital.

Penghargaan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkot Kupang dalam mewujudkan birokrasi yang modern dan berorientasi pada pelayanan publik. **




Akademisi Undana Nilai Kepemimpinan Chris-Serena Harmonis, Saling Dukung Bangun Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com  – Akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana), Diana San Tabun, menilai pasangan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis mampu menunjukkan pola kepemimpinan yang harmonis dan saling mendukung dalam menjalankan roda pemerintahan di Kota Kupang.

Penilaian tersebut disampaikan Diana kepada wartawan di Kupang, Rabu (24/6/2026). Menurut dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undana itu, salah satu indikator keberhasilan kepemimpinan pasangan Chris-Serena terlihat dari pembagian tugas dan fungsi yang berjalan dengan baik sejak awal masa pemerintahan.

“Yang saya amati di Kota Kupang, dalam pendistribusian tugas, Pak Wali Kota mampu membagi tugas pokok dan fungsi dengan baik kepada Ibu Serena sebagai Wakil Wali Kota. Beliau tidak mengambil semua peran sendiri dan itu sangat baik dalam sebuah kepemimpinan,” ujar Diana.

Ia menjelaskan, dalam banyak kasus pemerintahan daerah, perbedaan pandangan antara kepala daerah dan wakil kepala daerah kerap muncul akibat pembagian tugas yang tidak jelas. Namun kondisi tersebut belum terlihat dalam kepemimpinan Chris-Serena.

Menurutnya, sebagai pasangan yang dipilih rakyat dan didukung koalisi partai politik yang kuat, keduanya harus terus menjaga sinergi dalam menjalankan tanggung jawab pemerintahan.

“Karena mereka adalah satu tim, maka harus saling mendukung. Secara politik mereka hadir dengan dukungan yang besar, sehingga tanggung jawab antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota harus berjalan selaras,” katanya.

Diana mengakui pada awal masa kepemimpinan, pasangan Chris-Serena masih mencari pola kerja yang paling efektif. Namun seiring berjalannya waktu, keduanya dinilai mampu beradaptasi dan menunjukkan kinerja yang semakin baik.

“Secara jujur, mereka berdua masih meraba-raba di awal kepemimpinan, tetapi mereka belajar dan terus berusaha sehingga saat ini sudah menunjukkan perkembangan yang baik,” ungkapnya.

Selain menyoroti peran Wali Kota, Diana juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Serena Francis sebagai Wakil Wali Kota Kupang. Ia menilai Serena mampu memahami batas kewenangan serta melaksanakan tugas yang diberikan dengan baik tanpa melampaui peran kepala daerah.

“Ibu Serena memainkan perannya dengan baik sebagai seorang wakil. Sebagai politisi muda, dia mau belajar, membuka diri, dan fokus menjalankan tugas yang menjadi porsinya,” ujarnya.

Diana juga menilai kemampuan komunikasi politik Serena menjadi salah satu kekuatan yang mendukung keberhasilan kepemimpinan saat ini. Menurutnya, Serena mampu menyampaikan pesan-pesan pemerintah dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat.

“Pilihan kata yang digunakan mudah dimengerti masyarakat. Baik kalangan perempuan, pemuda maupun tokoh senior dapat menerima komunikasi yang dibangunnya. Serena mampu menempatkan diri dengan baik di tengah publik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Diana menyebut pasangan Chris-Serena kini semakin terbuka dalam membangun komunikasi dengan masyarakat. Gaya kepemimpinan yang cair dan dekat dengan warga menjadi modal penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik.

“Gaya komunikasi politik mereka sudah bagus, ruang interaksi dengan masyarakat semakin terbuka dan sangat cair. Keduanya memiliki kharisma kepemimpinan yang terlihat dari kemampuan berkomunikasi maupun mengambil keputusan,” katanya.

Meski demikian, Diana mengingatkan agar berbagai capaian yang telah diraih terus ditingkatkan. Ia menilai masih terdapat sejumlah janji politik yang harus diwujudkan demi memenuhi harapan masyarakat Kota Kupang.

Ia juga mendorong Pemerintah Kota Kupang untuk terus melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan publik.

“Yang terpenting adalah mempertahankan sinergi yang sudah terbangun serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Keterlibatan publik dalam pengambilan keputusan juga perlu diperkuat agar pembangunan berjalan lebih partisipatif,” pungkasnya. (***)




DLHK Kota Kupang Intensifkan Pengangkutan Sampah di Naikolan, Warga Apresiasi Layanan Jemput Sampah hingga Depan Rumah

Kupang, nwartapedia.com  – Komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam menjaga kebersihan lingkungan terus diwujudkan melalui pelayanan pengangkutan sampah secara rutin di berbagai wilayah.

Salah satu kawasan yang mendapat pelayanan tersebut adalah Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, yang setiap pekan menjadi jalur operasional armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang.

Petugas kebersihan DLHK Kota Kupang, Maria Billy, saat ditemui media ini di lokasi pengangkutan sampah di Jalan Kenangan, Kelurahan Naikolan, Kamis (25/6/2026), menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan secara rutin setiap hari Kamis dengan melibatkan sembilan personel dan satu unit mobil pengangkut sampah.

Menurut Maria, tim kebersihan menyusuri jalur-jalur permukiman warga untuk mengangkut sampah yang telah disiapkan masyarakat di depan rumah masing-masing.

Pola pelayanan ini dinilai efektif karena memudahkan warga sekaligus mempercepat proses pengumpulan sampah.

“Warga sudah mengetahui jadwal pengangkutan sehingga ketika mobil sampah melintas, sampah mereka sudah tersedia dan siap diangkut oleh petugas,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian besar warga Naikolan saat ini sudah mulai sadar akan pentingnya pengelolaan sampah.

Hal itu terlihat dari kondisi sampah yang diangkut, di mana banyak yang sudah dipilah dan ditempatkan dalam karung maupun kantong plastik.

“Kami sangat terbantu karena banyak sampah yang sudah dalam kondisi kering dan dipisahkan. Selain lebih mudah diangkut, kondisi ini juga mengurangi bau yang biasanya muncul dari sampah yang tercampur,” katanya.

Maria berharap masyarakat terus mempertahankan kebiasaan tersebut agar lingkungan tetap bersih dan proses pengangkutan sampah dapat berjalan lebih efektif.

Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Naikolan mengaku sangat merasakan manfaat dari program jemput sampah yang dilakukan DLHK Kota Kupang.

Menurutnya, pelayanan tersebut telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.

“Dulu masih ada warga yang membuang sampah sembarangan karena tidak tahu harus dibuang ke mana. Sekarang kami cukup menyiapkan sampah di depan rumah sesuai jadwal dan petugas yang datang mengangkutnya,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Kupang yang dinilai serius dalam menangani persoalan sampah di lingkungan permukiman warga.

“Ini bentuk kepedulian yang luar biasa dari pemerintah. Kami tidak perlu lagi repot membawa sampah ke tempat lain karena petugas datang langsung ke depan rumah,” tambahnya.

Warga juga mengaku telah memahami jadwal pengangkutan sampah yang dilakukan setiap hari Kamis sekitar pukul 10.00 WITA. Karena itu, mereka selalu menyiapkan sampah sebelum armada DLHK melintas di wilayah tersebut.

Di tempat terpisah, Sekretaris DLHK Kota Kupang, Achmad Likur, S.Sos., MM, menjelaskan bahwa peningkatan pelayanan kebersihan merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota.

Menurutnya, berbagai upaya penanganan sampah telah menunjukkan hasil yang cukup signifikan.

Sejumlah titik yang sebelumnya menjadi lokasi penumpukan sampah kini telah dibersihkan secara rutin sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Program kebersihan menjadi salah satu fokus utama pemerintah saat ini. Kalau kita melihat kondisi kota sekarang, perubahan sudah mulai terlihat. Banyak lokasi yang sebelumnya dipenuhi sampah kini jauh lebih bersih,” jelasnya.

Meski demikian, Achmad mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi jadwal pembuangan sampah yang telah ditentukan.

Ia menilai masih ada sebagian warga yang membuang sampah di luar waktu yang diperbolehkan sehingga menyebabkan sampah kembali menumpuk di sejumlah titik.

Selain meningkatkan pelayanan pengangkutan sampah, DLHK Kota Kupang juga terus mendorong masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari sampah yang masih dapat dimanfaatkan.

“Banyak jenis sampah yang sebenarnya memiliki nilai ekonomis jika dipilah dengan baik. Sampah seperti botol plastik, kardus, dan bahan daur ulang lainnya dapat ditabung melalui bank sampah dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Achmad mengungkapkan bahwa saat ini program bank sampah telah berkembang di berbagai wilayah Kota Kupang dan mendapat dukungan dari sekolah, gereja, komunitas, serta pemerintah kelurahan.

Ia menegaskan bahwa edukasi mengenai pemilahan sampah terus dilakukan melalui sosialisasi di tingkat kelurahan dan masyarakat. Tujuannya agar kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat.

“Kami berharap masyarakat tidak lagi memandang sampah sebagai barang yang harus dibuang begitu saja. Jika dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi sumber nilai ekonomi sekaligus membantu menjaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, DLHK Kota Kupang optimistis upaya menciptakan kota yang bersih, sehat, dan nyaman akan terus mengalami kemajuan serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga Kota Kupang. (MI)