Program MBG SMPN 18 Kupang Berjalan Baik, Guru Awasi Kualitas Makanan Setiap Hari

 

Kupang,nwartapedia.com  — Program makan siang bergizi gratis yang digagas pemerintah pusat dan diterapkan di SMP Negeri 18 Kupang berjalan lancar dan mendapat pengawasan ketat dari pihak sekolah.

Hal ini disampaikan oleh Siti Hainun Korsani Resi, Kepala Urusan Kurikulum SMPN 18 Kupang, saat ditemui media ini pada Selasa, (28/7/2025).

Menurut Siti Hainun, pelaksanaan program ini telah aktif berjalan setiap hari sejak awal pembelajaran semester baru, tepatnya pada 14 Juli 2025.

Ia mengatakan, setiap hari, para guru yang bertugas piket melakukan pengecekan kualitas makanan sebelum dibagikan kepada siswa.

“Pagi hari saat makanan datang, guru piket selalu cek. Makanannya dicek dari aroma, rasa, dan terutama menu yang riskan seperti daging dan ikan. Kami cicipi dulu sebelum anak-anak makan,” ungkapnya.

Siti menjelaskan, perhatian khusus diberikan pada menu seperti ikan yang bisa menyebabkan alergi dan daging yang rentan basi jika tidak diolah dengan benar.

Oleh karena itu, sebelum makanan dibagikan, pihak sekolah juga rutin mengingatkan siswa untuk mencuci tangan dan mengecek kondisi makanan mereka.

“Kami selalu sampaikan kepada siswa agar memperhatikan makanan mereka. Kalau tercium bau aneh atau ada semut, mereka bisa langsung lapor. Tapi sejauh ini tidak ada keluhan soal makanan rusak,” tambahnya.

Terkait selera makan, Siti mengakui bahwa hal tersebut bersifat relatif. Ada anak-anak yang mengeluh kurang garam atau tidak suka dengan menu tertentu, namun tidak ada yang menolak makan sama sekali.

“Selera itu beda-beda. Tapi secara umum, makanan selalu habis. Paling hanya sekitar 25 persen yang tidak habis, dan itu pun dalam jumlah sedikit,” jelasnya.

Program makan siang bergizi gratis ini bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang siswa serta meningkatkan konsentrasi belajar di sekolah.

Pihak SMPN 18 Kupang berharap program ini dapat terus berjalan dengan baik dan tetap mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk dalam hal pengawasan mutu dan keberlanjutan pasokan makanan. (MI)




10 ASN Dinas Pendidikan Kota Kupang Ikuti Pilot Project Penyusunan Instrumen Evaluasi Pasca Diklat Pembinaan Idelogi Pancasila

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Sebanyak 10 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang ditugaskan mengikuti kegiatan Pilot Project Survei Pasca Pendidikan Ideologi Pancasila, Selasa (29/7/2025).

Kegiatan ini berlangsung di salah satu Aula Hotel Kupang, dan merupakan kerja sama antara Pemerintah Kota Kupang dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Survei ini bertujuan untuk menggali kembali pemahaman dan internalisasi nilai-nilai Pancasila di kalangan ASN, sebagai awal proyek Idiologi Nasionak.

Kehadiran ASN Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam membumikan kembali nilai-nilai Pancasila, terutama di kalangan generasi milenial yang kini semakin dipengaruhi nilai-nilai sosial modern yang berpotensi menjauhkan dari akar kebangsaan.

“Kita menyadari bahwa pemahaman ideologi Pancasila sulit terdesiminasikan di kalangan masyarakat, khususnya kaum muda. Generasi milenial cenderung mengadopsi nilai-nilai sosial baru berbasis modernitas yang sering kali menjauh dari literasi kebangsaan,” ujar Eben Bolla, Ketua Tim Utusan Dinas Pendidikan.

Menurut Eben, survei ini menjadi momentum untuk membangun kembali kesadaran ideologis di kalangan ASN, sekaligus memberi contoh konkret bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan dalam kehidupan sosial sehari-hari.

Sepuluh ASN yang mengikuti kegiatan ini antara lain Febrika Lerek, S.Pd, Eben Bolla, Gregorius Takene, SE, Jackson Ndun, S.Sos, Januarius A. Ola Angin, S.Pd, Yeffri Hitahirun, Tirza E. Djami, Enjelina S.W. Boeky, Liverthina Huma, S.Kom  Delsi R. Kawurung, S.Pd.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Ambo, menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh peserta.

“Saya berharap para ASN yang diutus benar-benar mengikuti kegiatan ini dengan serius. Hasil dari kegiatan ini dapat menjadi proyek internal untuk diterapkan di lingkungan kerja masing-masing,” tegasnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi refleksi bahwa revitalisasi nilai-nilai Pancasila di kalangan birokrasi merupakan kebutuhan mendesak, di tengah tantangan ideologi dan disrupsi nilai yang berkembang pesat saat ini.
(goe)




Pemkot Kupang Gelar Pilot Project Penyusunan Instrumen Evaluasi Pasca Diklat Pembinaan Idelogi Pancasila

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Pemerintah Kota Kupang melalui Sekretariat Daerah kembali menggelar kegiatan strategis dalam penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui Pilot Project Pengembangan Instrumen Survei Pasca Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP).

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Selasa, 29 Juli 2025 pukul 10.00 WITA hingga selesai, dan melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 12 perangkat daerah di lingkungan Pemkot Kupang.

Informasi resmi tersebut diteruskan oleh Johnatan Sinlae, Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, melalui grup WhatsApp resmi Dinas Pendidikan, Senin (28/7/2025).

Ia menyampaikan pesan dari Plt. Sekretaris Daerah Kota Kupang yang menginstruksikan agar setiap perangkat daerah menugaskan ASN untuk menjadi responden dalam survei tersebut.

“Survei ini merupakan bagian dari pengembangan sistem pendidikan dan pelatihan ideologi Pancasila, sebagaimana amanat Peraturan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Nomor 2 Tahun 2024,” ujar Johnatan dalam keterangannya.

Survei ini bertujuan untuk menguji efektivitas instrumen evaluasi pasca-pelatihan ideologi Pancasila yang sebelumnya telah diberikan kepada ASN.

Para peserta akan mengisi survei digital secara bersama dalam satu ruangan, dipandu oleh enumerator.

Jumlah peserta dari masing-masing OPD telah ditentukan, antara lain Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebanyak 10 orang, BKPPD (5 orang), Badan Kesbangpol (7 orang), Dinas Kesehatan (8 orang), serta OPD lainnya masing-masing 2–3 orang.

Kriteria peserta juga ditetapkan cukup spesifik, yakni usia 25–50 tahun, Masa kerja 5–25 tahun, Bukan pendidik atau tenaga kependidikan, Komposisi gender seimbang (50:50), Wajib membawa perangkat pribadi seperti ponsel, tablet, atau laptop dengan baterai memadai dan paket data minimal 100 MB.

Pemerintah juga memastikan adanya fasilitas pendukung, seperti konsumsi (makan siang dan coffee break), serta penggantian biaya transportasi melalui rekening bank peserta.

Bagi peserta yang membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi panitia melalui kontak yang tersedia, yaitu Eko Budiyanto di nomor 0813-2836-1122.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam memperkuat wawasan kebangsaan ASN serta memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila di lingkungan birokrasi.
(Disdikbud)




Besok, Pemkot Kupang Buka Seleksi Terbuka Eselon II untuk Tujuh Jabatan Kadis 

 

Kupang, nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang akan memulai proses seleksi terbuka atau lelang jabatan untuk tujuh posisi pimpinan tinggi pratama (Eselon II) di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kupang, yang dijadwalkan dimulai pada Selasa, 29 Juli 2025.

Tujuh jabatan yang akan diisi melalui seleksi ini merupakan posisi strategis yang saat ini kosong, yakni:

1. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)

2. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK)

3. Kepala Dinas Pertanian

4. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah

5. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman

6. Kepala Dinas Sosial

7. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Proses seleksi dijadwalkan berlangsung selama 15 hari kerja sejak tanggal pembukaan resmi.

Informasi ini disampaikan oleh Bagian Organisasi Setda Kota Kupang.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignas Lega, menegaskan bahwa pelaksanaan seleksi terbuka ini merupakan implementasi dari prinsip meritokrasi dalam sistem manajemen aparatur sipil negara (ASN).

“Seleksi ini terbuka bagi seluruh ASN yang memenuhi syarat sesuai ketentuan perundang-undangan. Kami mengajak partisipasi luas agar jabatan-jabatan penting ini diisi oleh figur-figur yang kompeten, profesional, dan berintegritas,” ungkap Ignas saat memimpin apel bersama di halaman Kantor DPRD Kota Kupang, Senin (28/7/2025).

Ia juga menyampaikan bahwa pengisian jabatan melalui mekanisme seleksi terbuka diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik di Kota Kupang.

Seleksi ini akan diawasi secara ketat untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapannya.

Pemerintah Kota Kupang berharap, proses ini akan melahirkan pemimpin-pemimpin birokrasi yang siap membawa perubahan positif bagi masyarakat. (goe)1




Wali Kota Kupang Serahkan Dana PEM Tahap VI untuk Warga Nunhila

 

Kupang,nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui program Dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM). Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi menyerahkan Dana PEM Tahap VI Tahun 2025 kepada warga Kelurahan Nunhila dalam sebuah acara yang digelar di Kantor Lurah Nunhila, Jumat (25/7).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Anggota Komisi II DPRD Kota Kupang Dapil Alak, Amiruddin La Oda, Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Kupang, Camat Alak, para Lurah se-Kecamatan Alak, Ketua LPM Kelurahan Nunhila Matheos A. Lasa, para pengurus LKK, tokoh agama dan masyarakat, serta para penerima manfaat Dana PEM.

Dalam sambutannya, Wali Kota Christian Widodo menegaskan bahwa Dana PEM bukan hanya bantuan finansial, melainkan bentuk kehadiran pemerintah dalam memperjuangkan kesejahteraan warganya.

Ia mendorong para penerima untuk bertanggung jawab dalam mengelola dana, disiplin, dan fokus dalam menjalankan usaha.

“Saya titip, kelola dana ini dengan penuh tanggung jawab. Jangan asal ganti usaha. Fokus, adaptif terhadap perkembangan zaman, sekarang media sosial bisa dimanfaatkan untuk usaha. Kami ingin masyarakat bisa berdaya dan mandiri secara ekonomi, bisa beli beras, bisa sekolahkan anak, dan hidup lebih sejahtera,” ungkap Wali Kota.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kota Kupang atas sinergi dan dukungan terhadap berbagai program pro-rakyat, yang disebutnya sebagai kunci akselerasi pembangunan Kota Kupang.

Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Nunhila, Matheos A. Lasa, dalam laporannya menyebutkan bahwa sejak 2013 hingga 2025, total Dana PEM yang telah digulirkan di Kelurahan Nunhila mencapai Rp2.081.400.000 dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 286 orang.

Pada tahap VI ini, sebanyak 70 warga menerima bantuan dengan total anggaran Rp310 juta dari total 89 usulan yang telah diverifikasi dan dinyatakan layak.

Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada enam penerima, masing-masing mendapatkan dana sebesar Rp10 juta, Rp7 juta, Rp6 juta, Rp5 juta, Rp4 juta, dan Rp3 juta.

Per Juli 2025, total dana yang masih dikelola mencapai Rp797.252.471, terdiri dari saldo akhir Rp485.501.471, tunggakan Rp272.172.151, dan pemutihan Rp39.600.000. Dari total pagu awal Rp750 juta, pengelolaan Dana PEM menunjukkan selisih lebih sebesar Rp47.252.471.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama. Suasana menjadi semakin hangat ketika Wali Kota menyempatkan waktu untuk berfoto dengan warga, menciptakan momen yang penuh keakraban.

Program Dana PEM merupakan salah satu program strategis Pemkot Kupang dalam memperkuat ketahanan ekonomi warga dari tingkat kelurahan, mendukung usaha mikro, dan menumbuhkan semangat kemandirian di tengah masyarakat. ***




Dua Goris Kupang Dorong Transformasi Petani Milenial

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Transformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern berbasis digital menjadi sorotan dalam diskusi ringan dua tokoh lokal di Kelurahan Bello, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Gagasan itu mengemuka dari dua sosok yang kebetulan memiliki nama depan sama Goris.

Adalah Goris Batafor, dosen Politeknik Pertanian Negeri Kupang, dan Goris Takene, Aparatur Sipil Negara di Pemkot Kupang yang juga sering manfaatkan waktu luang sebagai pelaku pertanian rumah tangga.

Dalam pertemuan yang berlangsung Rabu (24/7), keduanya menyoroti pentingnya adopsi teknologi digital dalam aktivitas pertanian sebagai jawaban atas tantangan zaman.

“Petani kita perlu mulai terbiasa dengan pendekatan teknologi—entah itu melalui aplikasi prakiraan cuaca, pupuk organik yang terukur, hingga pemasaran produk secara digital. Ini bukan hanya soal tren, tapi kebutuhan agar hasil panen lebih maksimal dan pasar makin luas,” kata Goris Batafor.

Sementara itu, Goris Takene Ketua RW 003 Kelurahan Bello yang juga aktif menjual hasil kebun di depan rumahnya, mengaku telah memanfaatkan platform digital sederhana untuk memperluas pasar.

“Biasanya saya manfaatkan waktu luang untuk buka lapak di rumah. Kadang tawarkan lewat grup WhatsApp atau jaringan kerja. Lumayan, selain ada tambahan penghasilan, produk-produk lokal kita makin dikenal,” ujarnya.

Diskusi keduanya menghasilkan sebuah kesepahaman: petani tradisional harus mulai didorong untuk menjadi petani milenial, yang tidak hanya mengandalkan pola lama, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.

Menurut mereka, dibutuhkan program pelatihan yang konkret, menyentuh kebutuhan petani, dan berkelanjutan, agar proses transformasi ini bisa berjalan efektif.

“Kita butuh pendekatan yang membumi—pelatihan digital, pendampingan usaha, sampai penguatan komunitas tani yang berbasis teknologi. Ini penting demi ketahanan pangan dan masa depan pertanian lokal yang tangguh,” tegas Goris Batafor.

Mereka juga berharap agar Dinas Pertanian Kota Kupang terus hadir melalui program-program pelatihan, penyuluhan, serta dukungan nyata bagi para petani kecil, agar tidak tertinggal di era serba digital ini.(goe)




Rayakan HUT RI ke-80, Warga Bello Siap Gelar Pagelaran Budaya dan Lomba Catur

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025, masyarakat Kelurahan Bello, Kota Kupang, akan menggelar berbagai kegiatan yang mengangkat budaya lokal dan semangat kebersamaan warga.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Lurah Bello pada Jumat (25/7), para Ketua RT dan RW bersama pihak kelurahan dan Karang Taruna sepakat menggelar dua kegiatan utama, yakni Pagelaran Budaya Lufut antar lingkungan RW serta Lomba Catur yang melibatkan perwakilan dari setiap RT.

Pagelaran budaya yang akan ditampilkan mencerminkan kekayaan tradisi masyarakat Bello, termasuk Lufut serta jenis pertunjukan budaya lain yang masih hidup di tengah masyarakat. Acara ini juga akan dipadukan dengan malam hiburan rakyat, yang di dalamnya akan diisi dengan pameran dan penjualan hasil UMKM rumah tangga.

“Ini menjadi ajang promosi budaya lokal dan juga kesempatan bagi masyarakat untuk memamerkan hasil usaha keluarga mereka,” ujar Lurah Bello, Robinson Lona, usai pertemuan.

Untuk mendukung kegiatan ini, panitia telah menyiapkan dana awal sebesar Rp15 juta, yang akan digunakan untuk menyukseskan pelaksanaan kegiatan, termasuk biaya teknis dan kebutuhan operasional lainnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kelurahan Bello, Yopi Kefi, menegaskan pihaknya siap menjadi pelaksana teknis di lapangan sesuai hasil kesepakatan bersama.

“Kami hanya pelaksana, dan siap mendukung penuh kegiatan yang sudah disepakati,” katanya.

Adapun lomba catur dikhususkan untuk orang dewasa dengan syarat utama peserta adalah warga Bello yang dibuktikan dengan KTP. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari penertiban administrasi kependudukan di wilayah kelurahan.

Lokasi pelaksanaan kegiatan akan ditentukan kemudian oleh panitia, dengan mempertimbangkan aksesibilitas dan kesiapan lokasi bagi seluruh warga.

Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, masyarakat Kelurahan Bello siap menyambut HUT RI ke-80 dengan semarak budaya dan kreativitas lokal yang membanggakan.(goe)




Lurah Bello Siapkan Beragam Kegiatan Meriah Sambut HUT RI ke-80

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025, Pemerintah Kelurahan Bello, Kota Kupang, tengah menyiapkan serangkaian kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Lurah Bello, Robinson Lona, saat ditemui di Aula Kantor Lurah Bello pada Jumat (25/7/2025), menjelaskan bahwa berbagai kegiatan akan digelar sebagai wujud semangat kebersamaan dan perayaan kemerdekaan.

“Kegiatan ini akan melibatkan seluruh warga melalui berbagai lomba olahraga di tingkat RT. Selain itu, akan ada malam hiburan rakyat yang juga dirangkai dengan pameran dan penjualan produk UMKM rumah tangga. Tujuannya tidak hanya memeriahkan HUT RI, tetapi juga mendukung geliat ekonomi kecil di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Lurah Lona, berbagai panggung hiburan akan menampilkan pertunjukan seni budaya dari masing-masing etnis yang ada di Kelurahan Bello. Tidak hanya itu, karnaval budaya juga akan digelar dengan melibatkan semua unsur masyarakat dari berbagai latar belakang budaya.

“Ini menjadi momentum untuk menunjukkan kekayaan budaya lokal serta membangun rasa kebersamaan dalam keberagaman,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kelurahan Bello, Yopi Kefi, menyatakan bahwa pihaknya bersama kelurahan telah merancang agenda kegiatan sejak jauh hari.

“Ada lomba catur antar-RT dan lomba lari balap karung yang sudah kami siapkan. Semua kegiatan ini akan diberi penghargaan bagi peserta terbaik. Kegiatan ini juga sudah kami koordinasikan dengan Ibu Wakil Wali Kota dan beliau menyatakan kesiapannya untuk hadir dan membuka kegiatan kami di Kelurahan Bello,” ungkap Yopi.

Puncak perayaan HUT RI ke-80 di Kelurahan Bello dijadwalkan berlangsung pada 16 Agustus 2025, dengan berbagai atraksi budaya, hiburan rakyat, dan partisipasi UMKM lokal.(goe)




BPBD Kota Kupang dan Forum PRB-MAPI  Gelar Aksi Komunitas dan Tingkatkan Kapasitas Relawan

 

 

Kupang,nwartapedia.com  – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim PRB-MAPI menggelar aksi komunitas dan sosialisasi peningkatan kapasitas relawan di bantaran kali di Kelurahan Nunleu, Jumat pagi (25/7).

Kegiatan ini merupakan aksi pertama yang digelar FPRB-MAPI berdasarkan hasil kajian risiko bencana yang telah disusun beberapa waktu lalu.

Salah satu hasil dari kajian tersebut adalah identifikasi risiko banjir dan longsor di beberapa titik rawan, khususnya di sepanjang aliran sungai yang dipenuhi sampah dan batuan besar yang menghambat aliran air.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kupang, Elsje W.A.Sjioen,S.Sos.,Msi menyampaikan bahwa kehadiran relawan sangat penting dalam upaya penanggulangan bencana, namun diperlukan peningkatan kapasitas secara bertahap.

“Untuk teman-teman relawan, tingkatkan terus kapasitas. Yang pertama adalah bagaimana menolong diri sendiri agar punya peluang untuk menolong orang lain. Nah, untuk bisa menolong orang lain, dibutuhkan kapasitas tambahan. Setelah ini, para relawan akan dipanggil kembali untuk menerima pelatihan lanjutan secara bertingkat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam aksi komunitas pagi tadi, para relawan melakukan pembersihan sampah di sungai sebagai langkah awal normalisasi aliran air.

Selain itu, dilakukan juga identifikasi terhadap batu-batu besar yang berada di tengah sungai yang berpotensi menghambat kelancaran aliran air.

 “Tadi kita lihat bersama, sampah menumpuk di sungai. Ini salah satu unsur penyebab banjir. Maka dari itu, kita lakukan intervensi untuk menormalisasi aliran sungai. Sampah dibersihkan dan nanti batu-batu yang menghalangi aliran air akan dipindahkan ke tepi sungai agar air bisa mengalir dengan lancar,” lanjutnya.

Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaboratif antara pemerintah daerah dan komunitas relawan dalam memperkuat ketangguhan Kota Kupang menghadapi ancaman bencana akibat perubahan iklim. (MI)




KADIN NTT Dorong Ekspor Produk Lokal Tampil di Forum Bisnis Jatim dan Dili Trade Expo 2025

 

Kupang,nwartapedia.com  — Bertempat di Kantor KADIN Nusa Tenggara Timur (NTT), telah dilangsungkan rapat koordinasi strategis antara Forum Komunikasi Asosiasi dan seluruh Ketua KADIN Daerah se-NTT.

Pertemuan ini difokuskan pada dua agenda penting: Forum Bisnis NTT–Jatim yang akan digelar pada 28–29 Juli 2025 di Surabaya, serta partisipasi NTT dalam Dili International Trade Expo 2025 yang akan berlangsung pada 28 Agustus hingga 2 September 2025 di Timor Leste.

Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, menjelaskan bahwa Forum Bisnis NTT dan Jatim yang akan berlangsung di Graha KADIN Jawa Timur merupakan peluang emas bagi para pengusaha NTT untuk memperluas jaringan bisnisnya.

“Ini kesempatan penting untuk membangun relasi langsung antara pengusaha NTT dan Jawa Timur. Sesuai arahan Gubernur NTT, kita dorong peningkatan ekspor dan substitusi produk industri dengan memperkuat koneksi antar daerah,” ujar Bobby.

Forum ini merupakan hasil kolaborasi antara KADIN NTT dan KADIN Jawa Timur, dengan dukungan dari Bank Indonesia.

Dalam forum tersebut, para pengusaha dari kedua provinsi akan mempresentasikan produk unggulan daerah, mengikuti sesi business matching, serta menjajaki peluang investasi di berbagai sektor, termasuk pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, hingga industri manufaktur.

“Ratusan pengusaha akan hadir. Kami harapkan pengusaha NTT tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini,” tambah Bobby.

Selain membahas agenda bisnis di Jawa Timur, rapat juga menyoroti kesiapan NTT dalam mengikuti Dili International Trade Expo 2025 yang difasilitasi oleh Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Timor Leste.

Dalam kesempatan ini, KADIN NTT akan membawa puluhan produk UMKM unggulan untuk dipamerkan.

Koordinator Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi KADIN NTT, Christopher Samara, yang memimpin jalannya rapat, juga ditunjuk sebagai Ketua Tim Percepatan Free Trade Zone (FTZ).

Ia menyampaikan bahwa expo ini menjadi peluang strategis dalam mendorong ekspor NTT ke pasar internasional melalui Timor Leste.

“Ini akan menjadi pintu masuk penting bagi produk-produk NTT ke pasar luar negeri, baik untuk ekspor maupun kerjasama bisnis lintas negara,” ujar Christopher.

Hingga saat ini, tercatat puluhan UMKM dan produk lokal siap diberangkatkan ke Dili, mencakup berbagai sektor seperti kuliner, kerajinan tangan, tekstil, dan produk olahan pertanian.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain:

Bobby Lianto, Ketua Umum KADIN NTT, Christopher Samara, Ketua Tim Percepatan FTZ, Yusak Benu, Ketua INSA NTT, Alain N Susanto, Ketua Organda NTT & Hiswanamigas, David Ongkosaputra, Ketua Aptrindo NTT, Don Ara Kian, IAI NTT, Michael Tamara, PHRI NTT, Donny Winarso, Denny Salean, JAPNAS NTT, Perwakilan dari Dinas Perindag NTT dan Bank Indonesia Perwakilan NTT.

KADIN NTT berharap dua agenda besar ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat daya saing pengusaha lokal di level nasional maupun internasional. ***