Dengarkan Suara Warga, Muhammad  Ramli Janji Perjuangkan Bansos Tepat Sasaran

Kupang, nwartapedia.com – Dalam upaya menyerap aspirasi dan menyentuh langsung denyut persoalan masyarakat, Anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Muhammad Ramli, menggelar kegiatan reses tahap ketiga di Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, pada Kamis (7/8/2025).

Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi warga untuk menyuarakan keluhan, harapan, dan masukan terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

Salah satu isu utama yang mencuat adalah keluhan soal ketimpangan dalam penyaluran bantuan sosial (bansos), yang dinilai masih belum menyentuh seluruh warga yang membutuhkan.

Sejumlah warga mengaku tidak pernah menerima bansos meski hidup dalam kondisi ekonomi sulit. Mereka mempertanyakan kejelasan kriteria dan proses pendataan penerima.

Menjawab kekhawatiran ini, Muhammad Ramli menjelaskan bahwa penyaluran bansos sangat bergantung pada data administrasi kependudukan, khususnya informasi yang tercantum dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Banyak warga belum sadar bahwa apa yang tertulis di KTP bisa menentukan apakah mereka layak menerima bantuan atau tidak. Misalnya, jika tercatat sebagai pegawai swasta atau honorer, mereka langsung dianggap memiliki penghasilan tetap dan gugur sebagai penerima,” terang Ramli.

Ia pun mendorong warga untuk memastikan bahwa data pekerjaan dalam KTP sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

“Kalau pekerjaan sehari-hari adalah buruh bangunan, tukang ojek, petani, atau nelayan, maka itu yang harus ditulis. Hal ini akan sangat membantu dalam proses verifikasi agar bantuan lebih tepat sasaran,” tegasnya.

Selain soal bansos, warga juga menyampaikan berbagai aspirasi terkait program pemberdayaan ekonomi, perbaikan infrastruktur lingkungan, hingga peningkatan akses terhadap layanan dasar seperti kesehatan dan air bersih.

Menanggapi hal tersebut, Ramli berkomitmen untuk memperjuangkan seluruh aspirasi yang disampaikan dalam forum DPRD Kota Kupang.

“Semua yang disampaikan hari ini akan saya bawa dan perjuangkan dalam rapat-rapat anggaran serta program kerja pemerintah kota. Reses ini bukan hanya formalitas, tetapi cara saya menjalankan amanah rakyat,” ujarnya.

Reses ini menjadi bukti nyata keterbukaan dan kepedulian anggota legislatif terhadap suara masyarakat. Ramli berharap, ke depan, proses penyaluran bantuan dan pembangunan daerah semakin berpihak kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. ***




Umat Stasi Bello Hidupkan Semangat Persaudaraan Lewat Lomba dan Kegiatan Pesta Pelindung Santo Agustinus

Kupang, nwartapedia.com Dalam semangat kasih dan kebersamaan yang diwariskan Santo Agustinus, umat Stasi Santo Agustinus Bello, Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua, Kupang, NTT, memulai rangkaian kegiatan menyongsong pesta pelindung stasi yang akan dirayakan pada 28 Agustus 2025.

Kegiatan yang dibuka pada Rabu (6/8) di Aula Stasi Bello ini menghadirkan suasana meriah sekaligus penuh makna, dengan partisipasi aktif dari seluruh 16 Kelompok Umat Basis (KUB), yang mewakili hampir 2.500 jiwa umat. Lomba dan pertandingan yang digelar menjadi ajang membangun persaudaraan lintas generasi, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Jenis kegiatan yang diselenggarakan cukup beragam, antara lain lomba mewarnai sketsa Santo Agustinus untuk anak usia dini, pertandingan futsal antar siswa SD dan SMP, lomba mazmur, serta lomba lektor.

Sejak hari pertama, antusiasme umat terlihat tinggi, khususnya dari anak-anak yang menjadi generasi penerus Gereja.

Ketua Panitia, Martinus Mudu, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang bukan semata-mata untuk memperingati pesta pelindung, tetapi juga sebagai ruang membangun kembali tali persaudaraan dan kekompakan antarumat.

“Dengan total anggaran Rp15 juta dari kas stasi, kami ingin membuktikan bahwa semangat gotong royong masih sangat hidup. Ini bukti bahwa umat tidak hanya hadir di gereja, tapi juga hadir satu untuk yang lain,” ujarnya.

Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Kolhua, Adri Ceme, turut memberikan apresiasi tinggi atas semangat umat Stasi Bello yang berhasil menggerakkan kegiatan secara mandiri.

“Kegiatan ini membanggakan. Jarang ada stasi yang bisa menggalang dukungan umat sebesar ini. Lebih membanggakan lagi karena Stasi Bello juga telah ditunjuk menjadi tuan rumah pesta pelindung Paroki Kolhua pada 4 Oktober 2025 mendatang,” kata Adri.

Menurutnya, tanggung jawab ini bukan beban, melainkan kepercayaan besar dari paroki yang perlu dijawab dengan semangat pelayanan dan kekompakan yang terus dijaga.

Pastor Paroki, Romo Longginus Bone (Romo Dus), dalam sambutan pembukaan menegaskan pentingnya keterlibatan umat dalam seluruh dinamika kehidupan gereja.

Ia mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya fokus pada kemenangan, tetapi menjadikan setiap kegiatan sebagai sarana membangun tubuh Kristus yang hidup.

“Tujuan utama kita bukanlah siapa yang menang, melainkan siapa yang mau terlibat. Ini adalah cara kita menghidupi cinta Tuhan dalam kebersamaan,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan bagi generasi muda, Romo Dus secara pribadi menyatakan akan memberikan hadiah khusus bagi pemenang lomba mewarnai.

Dengan dimulainya rangkaian kegiatan ini, umat Stasi Santo Agustinus Bello tidak hanya tengah menyambut pesta pelindungnya, tetapi juga tengah membangun komunitas yang tangguh, bersatu, dan beriman kuat sejalan dengan semangat Santo Agustinus yang menjadi teladan. (goe)




Puluhan Anak Antusias Ikuti Lomba Mewarnai Sketsa Santo Agustinus di Stasi Bello

Kupang, nwartapedia.com – Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti Aula Stasi Santo Agustinus Bello, Rabu (6/8/2025), saat puluhan anak usia dini dari 16 Kelompok Umat Basis (KUB) berkumpul mengikuti lomba mewarnai sketsa wajah Santo Agustinus.

Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian acara dalam menyongsong pesta pelindung Stasi yang akan diperingati pada 28 Agustus mendatang.

Sejak pagi, anak-anak hadir dengan membawa perlengkapan mewarnai dan meja kecil masing-masing. Mereka tampak antusias dan tak sabar untuk segera mulai.

Setelah acara dibuka secara resmi oleh Pastor Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua, Romo Longginus Bone, para peserta diarahkan untuk mengambil tempat dan memulai lomba.

Dengan aba-aba sederhana dari panitia, suasana aula pun berubah menjadi ladang kreativitas.

Jemari kecil sibuk memberi warna pada kertas bergambar wajah sang santo pelindung, sementara senyum polos dan sorot mata penuh semangat menghiasi wajah-wajah mungil mereka.

Romo Longginus Bone yang turut memantau jalannya lomba, sesekali menghampiri dan menyapa peserta. Ia tampak bahagia melihat antusiasme yang ditunjukkan oleh anak-anak.

“Semangat seperti inilah yang perlu kita tanamkan sejak dini. Mewarnai bukan hanya soal keterampilan tangan, tetapi juga cara menghidupi nilai-nilai iman melalui ekspresi kreatif anak-anak,” ungkap Romo Dus Bone usai meninjau kegiatan.

Panitia pelaksana menyampaikan bahwa lomba mewarnai ini dirancang sebagai media pengenalan figur Santo Agustinus kepada anak-anak dalam bentuk yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Tak hanya sekadar lomba, kegiatan ini juga menjadi bentuk pendidikan iman yang kontekstual dan menyentuh.

Pesta pelindung Stasi Santo Agustinus Bello setiap tahunnya memang selalu diisi dengan berbagai kegiatan yang menggugah semangat kebersamaan umat.

Tahun ini, rangkaian acara dimulai dari anak-anak, sebagai generasi penerus gereja, untuk terus menumbuhkan semangat religius dan kekeluargaan dalam lingkungan stasi.

Dengan dimulainya rangkaian kegiatan ini, semangat menuju perayaan 28 Agustus tampak sudah menyala sejak dini dimulai dari coretan warna penuh makna dari tangan-tangan kecil umat Stasi Bello. (goe)




Larissa Aesthetic Center Dukung Peluncuran Dua TBM di Kupang, Wujud Kepedulian Sosial Lewat Literasi

Kupang, nwartapedia.com — Larissa Aesthetic Center, salah satu perusahaan kecantikan ternama nasional yang berbasis di Jakarta, menunjukkan kepedulian sosialnya di luar sektor bisnis utama. Melalui kerja sama strategis dengan Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua dan Stasi Bello, Larissa turut memfasilitasi peluncuran dua Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (5/8/2025).

Dua TBM tersebut, yakni TBM Asisi Kolhua dan TBM Santo Yoseph Bello, diresmikan dalam seremoni meriah yang digelar di Aula Gereja Katolik St. Fransiskus dari Assisi Kolhua.

Acara ini dihadiri oleh tokoh agama, perwakilan pemerintah, penggiat literasi, dan manajemen Larissa Aesthetic Center.

Langkah Larissa di Kupang bukan sekadar promosi merek, melainkan wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan literasi.

“Sebagai brand yang tumbuh bersama masyarakat, Larissa tidak hanya peduli pada kecantikan luar, tapi juga pembangunan karakter dan kualitas hidup masyarakat. Literasi adalah fondasi penting untuk kemajuan bangsa,” ujar Sutedjo, perwakilan Larissa Aesthetic Center, dalam sambutannya.

Dikenal sebagai pelopor layanan estetika berbasis herbal dengan pendekatan medis, Larissa kini tampil sebagai perusahaan modern yang inklusif dan progresif. Komitmen mereka untuk mendukung taman baca ini mencerminkan perluasan visi bisnis yang holistik menggabungkan estetika, kesehatan, dan pembangunan sosial.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, turut memberikan apresiasi atas dukungan sektor swasta dalam gerakan literasi.

“Keterlibatan Larissa adalah contoh nyata sinergi dunia usaha dengan pemerintah dan gereja dalam menciptakan ekosistem literasi yang hidup dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Ketua Forum TBM NTT, Polikarpus Do, menegaskan bahwa kehadiran dua TBM ini bukan sekadar menambah fasilitas, tapi membangun ekosistem literasi baru.

“Larissa telah menunjukkan bahwa bisnis pun bisa menjadi bagian dari gerakan literasi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan lebih dari 50 cabang di seluruh Indonesia, Larissa Aesthetic Center kini terus memperluas pengaruhnya—bukan hanya dalam layanan kecantikan, tetapi juga dalam menciptakan nilai sosial di berbagai daerah yang membutuhkan. (Goe)




Larissa Center Dukung Literasi di NTT, Dua TBM Diluncurkan di Kolhua Kupang

Kupang,nwartapedia.com  –  Komitmen untuk membangun budaya literasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mendapat dukungan nyata. Selasa (5/8), dua unit Taman Bacaan Masyarakat (TBM) resmi diluncurkan di aula Gereja Katolik Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Kota Kupang.

Peluncuran ini merupakan hasil kolaborasi antara Paroki Kolhua dan Larissa Aesthetic Center, sebuah perusahaan nasional yang berbasis di Jakarta, namun menunjukkan kepedulian serius terhadap pembangunan literasi di daerah.

Ketua Forum TBM Provinsi NTT, Polikarpus Do, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran dua TBM ini bukan sekadar menambah jumlah TBM di NTT, melainkan memperkuat ekosistem literasi yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Yang kita butuhkan saat ini bukan hanya angka, tetapi ruang-ruang hidup literasi. TBM ini adalah energi baru, menjadi rumah bagi pikiran, imajinasi, dan harapan masyarakat,” ujar Polikarpus.

Ia menambahkan, dari data terakhir tercatat sudah ada 1.839 TBM di NTT. Namun, angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kualitas atau jangkauan literasi yang ideal.

“Jujur kita harus akui, literasi kita masih jauh dari harapan. Maka setiap inisiatif yang mendukung literasi, sekecil apapun, patut diapresiasi dan diperkuat,” tegasnya.

Polikarpus juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Larissa Center yang telah berkontribusi bukan hanya secara materi, tetapi juga secara nilai.

“Di balik TBM ini ada kesadaran dan cinta yang tersirat maupun tertulis. Larissa Center bukan sekadar sponsor, tetapi mitra dalam misi mencerdaskan bangsa dari pinggiran,” tandasnya.

Peluncuran dua TBM ini ditandai dengan penyerahan simbolis buku dan pelepasan balon udara oleh Direktur Larissa Center dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang yang disaksikan para tokoh gereja, perwakilan pemerintah, dan pihak sponsor.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh masyarakat, penggiat literasi, anak-anak sekolah, dan umat Paroki Kolhua.

TBM yang diluncurkan ini akan menjadi sarana belajar bersama, ruang kreativitas, serta pusat kegiatan literasi yang terbuka bagi seluruh warga. Fokus utamanya tidak hanya membaca buku, tetapi juga mendorong kegiatan menulis, berdiskusi, serta mengembangkan minat dan bakat generasi muda.

Inisiatif ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara pihak swasta, gereja, dan masyarakat dalam membangun peradaban literasi di tengah tantangan zaman.(goe)




Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang: Literasi Adalah Jalan Menuju Perubahan

Kupang,nwartapedia.com  –  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian Larissa Aesthetic Center dalam mendukung peningkatan literasi di Kota Kupang.

Hal ini disampaikan saat peluncuran dua unit Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Aula Gereja Katolik Santo Fransiskus dari Asisi, Kolhua, Selasa (5/8).

Dua TBM yang diresmikan yakni TBM Asisi di Gereja Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua dan TBM Agustinus di Stasi Bello, merupakan hasil kerja sama antara Pastor Paroki Kolhua dan Larissa Center, sebuah perusahaan kecantikan nasional yang berbasis di Jakarta dan memiliki cabang di Kupang.

“Ini bukti bahwa Larissa tidak hanya peduli pada kecantikan kulit dan wajah manusia, tetapi juga mempercantik kemampuan manusia NTT, khususnya di Kota Kupang, melalui literasi,” ungkap Dumuliahi Djami dalam sambutannya.

Menurutnya, upaya membangun literasi tidak semata-mata tugas pemerintah. Dukungan sektor swasta dan komunitas sangat dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dumuliahi mengungkapkan bahwa sejak dirinya dilantik menjadi Kadis Pendidikan pada 2019, ia langsung bergerak cepat menangani berbagai tantangan, termasuk rendahnya kemampuan membaca di tingkat dasar.

“Saat itu, lebih dari 200 anak usia sekolah dasar dan menengah pertama di kota ini tidak bisa membaca dan tidak lancar membaca. Ketika saya buka data itu ke publik, banyak yang keberatan, tapi saya yakin, masalah harus diungkap agar bisa diperbaiki bersama,” ujarnya.

Setelah lima tahun kerja keras, ia bersyukur angka tersebut kini telah ditekan secara signifikan. Namun, menurutnya, perjuangan belum usai.

“Penambahan dua TBM ini menjadi energi baru bagi kita. Literasi bukan hanya soal bisa baca dan tulis, tetapi membangun kemampuan generasi agar mampu bersaing secara sosial, ekonomi, dan budaya,” tambahnya.

Kepala Dinas itu berharap agar langkah nyata ini menjadi pemicu lahirnya lebih banyak ruang belajar alternatif di masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh elemen gereja, swasta, dan masyarakat untuk turut ambil bagian dalam gerakan literasi yang berkelanjutan.

“Dengan semangat kolaborasi, saya yakin Kupang bisa menjadi kota yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter,” pungkasnya. (goe)




Dua Taman Baca Diluncurkan, Dorong Literasi dan Kecantikan Akal Budi di Kupang

Kupang,nwartapedia.com  –  Dua unit Taman Bacaan Masyarakat (TBM) resmi diluncurkan di Aula Gereja Katolik Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (5/8). Inisiatif ini merupakan hasil kerja sama antara Paroki Kolhua dan Larissa Aesthetic Center, sebuah perusahaan kecantikan nasional yang mulai menaruh perhatian pada pemberdayaan literasi dan lingkungan.

Peluncuran ini diawali dengan sambutan dari Pastor Paroki Kolhua, RD Longginus Bone, yang akrab disapa Romo Dus Bone. Dalam sambutannya, ia mengutip seruan Santo Agustinus, “Tolle Lege” (Ambillah dan Bacalah), sebagai ajakan untuk kembali mencintai bacaan dan membangun budaya literasi dalam komunitas.

“Melalui dua taman baca ini, kami ingin menghadirkan ruang baru yang mempercantik akal budi umat, bukan hanya tubuh fisik. Literasi adalah bentuk kecantikan yang mendalam,” ujar Romo Dus.

Ketua Forum TBM Provinsi NTT, Polikarpus Do, menegaskan bahwa pembentukan dua TBM ini bukan sekadar menambah jumlah fasilitas TBM, tetapi memperkuat ekosistem literasi di NTT, yang menurutnya masih memerlukan banyak energi dan perhatian.

“Literasi kita masih jauh dari harapan. Tapi hari ini, dengan adanya dukungan dari Larissa Center, kita sedang menyalakan obor harapan itu,” ujar Polikarpus.

Direktur Larissa Aesthetic Center, Sutedjo, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak hanya ingin dikenal sebagai merek perawatan kulit, tetapi juga sebagai mitra dalam pengembangan sumber daya manusia.

“Kami peduli tidak hanya pada kecantikan luar, tetapi juga kecantikan dalam: kecantikan akal, hati, dan pikiran. Kami ingin semua warga Kota Kupang bisa membaca, memahami, dan berkembang,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Larissa Center juga menyerahkan sejumlah buku bacaan dan menyatakan komitmen untuk terus membantu pengembangan TBM di masa mendatang. Bahkan, mereka berencana mendorong program pemberdayaan warga lewat kegiatan berkebun buah dan sayuran sebagai bahan alami perawatan kulit.

“Kami juga akan menggerakkan komunitas Sahabat Larissa, terdiri atas siswa dan mahasiswa, untuk mengkampanyekan penggunaan bahan-bahan alami dalam menjaga kesehatan kulit,” ujar Sutedjo.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak dan berharap inisiatif ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi berlanjut menjadi gerakan literasi yang masif dan berkelanjutan di Kota Kupang.

“Literasi adalah kunci pembangunan jangka panjang. Terima kasih kepada Larissa Center atas kepeduliannya. Semoga ini menjadi awal dari gerakan yang lebih besar,” ucapnya.(goe)




Sore Ini Dua TBM Baru Diluncurkan di Kupang, Kolaborasi Gereja dan Swasta Dukung Literasi Pinggiran

Kupang, nwartapedia.com – Upaya meningkatkan literasi di wilayah pinggiran Kota Kupang terus bergerak maju. Sore ini, Selasa (5/8), dua unit Taman Bacaan Masyarakat (TBM) resmi diluncurkan melalui kolaborasi strategis antara Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua dan perusahaan kecantikan nasional, Larissa Aesthetic Center.

Dua TBM tersebut masing-masing adalah TBM Agustinus yang berlokasi di Kapela Santo Agustinus, Kelurahan Bello, dan TBM Assisi yang berada di lingkungan Paroki Kolhua.

Peluncuran dijadwalkan berlangsung pukul 16.00 WITA di Aula Paroki Kolhua, dan akan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ketua Forum TBM NTT, serta tokoh masyarakat, agama, dan perwakilan perusahaan mitra.

General Manager Larissa Aesthetic Center, Caecilia Ruli Hikmawati, S.Psi., M.M., menyatakan bahwa keikutsertaan perusahaannya dalam program ini merupakan bagian dari komitmen CSR mereka dalam mendukung peningkatan literasi dan pemberdayaan komunitas lokal, khususnya di daerah-daerah dengan keterbatasan akses.

“Kami percaya bahwa literasi adalah fondasi utama dalam membentuk manusia yang produktif dan berdaya. TBM ini bukan hanya tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan pertumbuhan sosial,” ungkap Lia, sapaan akrabnya.

Di tempat yang sama, Pastor Paroki Kolhua, RD Longginus Bone, menegaskan bahwa keterlibatan Gereja dalam program ini sejalan dengan misi pelayanan sosial Gereja Katolik, yang tidak hanya berfokus pada aspek spiritual, tetapi juga pendidikan dan pembangunan karakter umat.

“Gereja hadir bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan pembinaan masyarakat. TBM menjadi bentuk konkret pelayanan Gereja dalam ranah sosial kemasyarakatan,” ujarnya.

Peluncuran dua TBM ini diharapkan menjadi model kemitraan ideal antara institusi keagamaan dan dunia usaha dalam membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan berdaya, terutama di kawasan yang masih minim akses literasi. Program ini juga membuka ruang bagi pelatihan, diskusi komunitas, dan kegiatan literasi digital yang adaptif dengan perkembangan zaman.

(goe)




Mahasiswi UNWIRA Kupang KKN di Kelurahan Bello, Dorong Inovasi Pertanian dan Pelayanan Sosial

Kupang,nwartapedia.com  –  Selama satu bulan penuh, empat mahasiswi dari Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Kegiatan KKN ini berlangsung sejak 2 Juli hingga 5 Agustus 2025.

Keempat mahasiswi tersebut adalah Adriana Moza, Maria A.E.M. Werang, Viviyanti C. Neke, dan Yohana M.P. Mada. Selama KKN, mereka menggagas berbagai program inovatif yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat setempat, khususnya dalam bidang pertanian dan pelayanan sosial.

Inovasi dari Bahan Lokal

Salah satu program unggulan adalah sosialisasi pengolahan hasil pertanian, seperti pembuatan tepung pisang dan olahan cookies berbasis tepung pisang yang diperkenalkan di Posyandu Kelurahan Bello.

Kegiatan ini bertujuan memberdayakan ibu-ibu dan pelaku usaha rumah tangga untuk memanfaatkan potensi lokal secara ekonomis.

Tak hanya itu, mahasiswi juga memberikan edukasi mengenai produksi VCO (Virgin Coconut Oil) kepada para petani, sebagai alternatif pengolahan kelapa bernilai jual tinggi.

“Kami senang bisa berbagi ilmu praktis yang bisa diterapkan langsung oleh masyarakat. Apalagi bahan bakunya sangat melimpah di lingkungan mereka sendiri,” ujar Adriana Moza, salah satu peserta KKN, kepada wartawan, Sabtu (3/8).

Turun Langsung ke Masyarakat

Program KKN juga menyasar kegiatan sosial lain seperti membantu pelayanan kesehatan di berbagai posyandu serta terlibat dalam proses belajar-mengajar di PAUD Efata Bello.

Di sektor pertanian ramah lingkungan, mereka mengaplikasikan ECO enzyme kepada sejumlah petani sayur sebagai bentuk edukasi praktik pertanian berkelanjutan.

Selain itu, para mahasiswa juga aktif membantu pelayanan administrasi masyarakat di Kantor Lurah Bello, seperti pengurusan surat-menyurat dan kebersihan lingkungan sekitar kantor dan Terminal Bello.

Apresiasi Pemerintah Kelurahan

Lurah Bello, Robinson Lona, mengapresiasi kehadiran dan kontribusi keempat mahasiswa tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas dedikasi dan program-program positif yang mereka jalankan. Kehadiran mereka membawa dampak langsung yang dirasakan masyarakat, terutama dalam mengangkat potensi lokal dan meningkatkan layanan sosial,” ujarnya di ruang kerjanya, Senin (4/8).

Program KKN ini menjadi contoh sinergi nyata antara perguruan tinggi dan pemerintah kelurahan dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Inisiatif seperti ini diharapkan terus berlanjut untuk mendukung pembangunan berbasis partisipasi dan ilmu pengetahuan.(goe)




Paroki Kolhua dan Stasi Bello Luncurkan Taman Bacaan Masyarakat, Gandeng Perusahaan Nasional Dukung Literasi Umat

Kupang, nwartapedia.com — Dalam upaya mendorong peningkatan literasi dan pemberdayaan komunitas umat, Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua Keuskupan Agung Kupang bersama Stasi Bello resmi meluncurkan dua unit Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Kegiatan peluncuran ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa (5/8/2025) bertempat di Aula Paroki Kolhua, dengan dihadiri perwakilan pemerintah, tokoh umat, serta mitra dari dunia usaha.

Pastor Paroki Kolhua, RD Longginus Bone, atau yang akrab disapa Romo Dus, menjelaskan bahwa pembentukan TBM merupakan bentuk keterlibatan Gereja dalam menjawab kebutuhan intelektual dan sosial umat, di samping pembinaan iman.

“TBM ini adalah wujud nyata bahwa Gereja hadir tidak hanya untuk pelayanan rohani, tetapi juga untuk mencerdaskan kehidupan umat dan memberdayakan komunitas,” ujar Romo Dus saat dikonfirmasi pada Minggu malam (3/8).

Inisiatif ini tidak berdiri sendiri. Paroki Kolhua menggandeng Larissa Aesthetic Center, sebuah perusahaan kecantikan berskala nasional, dalam pengadaan lebih dari 100 judul buku bacaan yang akan memperkaya koleksi awal kedua TBM tersebut.

General Manager Larissa Aesthetic Center, Caecilia Ruli Hikmawati, S.Psi., M.M., menyampaikan bahwa keterlibatan pihaknya merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan terhadap penguatan literasi dan ekonomi kreatif di komunitas lokal.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin berkontribusi membangun masyarakat yang lebih cerdas, kreatif, dan mandiri,” ungkap Caecilia.

Tak hanya menyumbang buku, Larissa juga akan menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan berupa workshop pembuatan produk perawatan kulit berbahan alami.

Kegiatan ini dirancang untuk membekali peserta, khususnya para perempuan, dengan keterampilan praktis serta edukasi seputar perawatan diri yang sehat dan alami.

“Perempuan yang teredukasi dan mandiri adalah fondasi penting dalam membangun komunitas yang kuat dan berdaya saing,” tambah Caecilia.

Larissa Aesthetic Center, yang didirikan pertama kali di Yogyakarta, kini telah hadir di berbagai kota di Indonesia, termasuk Kupang, dengan lokasi cabang di Jalan Frans Seda, Oebobo.

Peluncuran TBM ini diharapkan menjadi momentum lahirnya sinergi positif antara Gereja, dunia usaha, dan pemerintah dalam membangun masyarakat yang cerdas secara spiritual, intelektual, dan ekonomis. Sebuah langkah konkrit menuju pembangunan manusia yang holistik dan berkelanjutan. (Goe)