Pemkot Kupang Miliki Arsitektur SPBE Terintegrasi, Dorong Layanan Publik Digital yang Lebih Baik

Kupang,nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang kini resmi memiliki arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang telah diselaraskan dengan Arsitektur SPBE Nasional. Dokumen strategis ini ditetapkan melalui Peraturan Wali Kota Kupang Nomor 11 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik di Lingkungan Pemerintah Kota Kupang, yang berpedoman pada Arsitektur SPBE Nasional serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang, Ariantje M. Baun, SE, M.Si kepada menjelaskan bahwa Perwali ini menjadi langkah strategis dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, efektif, dan efisien.

“Dengan adanya Perwali ini, setiap perangkat daerah akan memiliki acuan yang jelas dalam pengembangan dan integrasi layanan berbasis elektronik, sehingga pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya kepada media ini pada Rabu (13/8/2025) .

Sebagai bagian dari implementasi SPBE, Pemkot Kupang menghadirkan website Sunday Market Buat Orang Kupang (SABOAK) di alamat https://saboak.kupangkota.go.id/. Platform ini memudahkan pelaku UMKM untuk mendaftar sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat terkait menu dan kegiatan yang berlangsung setiap Sabtu dan Minggu.

Langkah digitalisasi juga diwujudkan melalui pemanfaatan e-Walidata SIPD, mulai dari proses perencanaan, pengumpulan, pemeriksaan hingga penyebarluasan data.

Sosialisasi e-Walidata terus dilakukan agar seluruh perangkat daerah memiliki basis data yang akurat dan terintegrasi.

Tak hanya itu, integrasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian ASN Data Elektronik Mandiri (SIMPEG ADEM) milik Pemkot Kupang dengan Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) milik BKN RI telah terealisasi. Integrasi ini memudahkan sinkronisasi data kepegawaian secara nasional.

Dengan berbagai inovasi dan integrasi digital ini, Pemerintah Kota Kupang optimistis mampu memperkuat tata kelola pemerintahan digital dan memberikan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan responsif di tahun 2025. ***




Kabar Gembira! Ojol di Kupang Kini Bisa Punya Rumah Bersubsidi Lewat Civa Residence

Kupang,nwartapedia.com  –  Kabar menggembirakan datang bagi para pengemudi ojek online (ojol) di Kupang. PT Arland Civa Property melalui Civa Residence bekerja sama dengan Bank BTN serta komunitas pengemudi Grab dan Maxim menghadirkan kemudahan bagi ojol untuk memiliki rumah bersubsidi.

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung pada Rabu (13/8/2025) di Kantor Cabang Bank BTN Kupang, dihadiri langsung oleh CEO PT Arland Civa Property, Cornelis Frans Agripa.

“Kerja sama ini menjadi wujud dukungan kami terhadap program pemerintah 3 juta rumah bersubsidi, khususnya untuk para pengemudi ojol yang telah berkontribusi besar dalam perekonomian daerah,” ujar Cornelis kepada media ini usai kegiatan.

Cornelis menjelaskan, program ini memberikan kemudahan dengan syarat yang relatif ringan yakni, Minimal 2 tahun terdaftar sebagai pengemudi Grab atau Maxim, Usia minimal 21 tahun (menikah atau belum menikah), Penghasilan sebagai ojol masuk dalam syarat pengajuan KPR subsidi, Cicilan bisa disetor harian, mulai dari Rp40.000, Uang muka hanya Rp500.000.

“Tak hanya itu, seluruh biaya bank dan biaya notaris ditanggung pihak pengembang. Dengan skema ini, pengemudi ojol bisa memiliki rumah bersubsidi dengan cicilan hanya sekitar Rp1,1 juta per bulan,”jelasnya.

Cornelis menegaskan, program ini diharapkan membantu para ojol yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas perumahan.

“Kami ingin para driver bisa menikmati hasil jerih payahnya dengan memiliki rumah sendiri, tanpa terbebani proses yang rumit,” tambahnya.

Saat ini, Civa Residence tengah membangun perumahan bersubsidi yang dikhususkan untuk para pengemudi ojol di wilayah Kupang dan sekitarnya. (MI)




Tarik Tambang Daster Wajah Ceria Kesetaraan di Halaman Disdikbud Kota Kupang

Oleh Goris Takene (Disdikbud Kota Kupang)

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Di bawah terik matahari sore, halaman kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Kupang dipenuhi tawa riang. Puluhan guru dan siswa berkerumun, menyemangati peserta lomba tarik tambang yang berbeda dari biasanya. Para lelaki dewasa, perwakilan dari sejumlah sekolah, berdiri berhadapan sambil mengenakan daster berwarna-warni.

Kain longgar itu berkibar ketika mereka menarik tambang sekuat tenaga, memunculkan pemandangan yang mengundang gelak tawa sekaligus sarat makna.

Menurut Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Disdikbud Kota Kupang, Jonathan Sinlae, lomba ini bukan sekadar hiburan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-80 tahun 2025.

“Di balik kelucuannya, ada pesan kuat tentang kesetaraan gender dan penghargaan terhadap peran perempuan. Kami ingin menunjukkan bahwa memakai pakaian perempuan bukanlah hal memalukan, dan laki-laki pun bisa merasakan bagaimana rasanya bergerak dengan pakaian yang biasa dikenakan ibu atau saudara perempuan kita,” ujarnya sambil tersenyum.

Panitia pelaksana, yang berasal dari Bidang Kebudayaan, sengaja mengangkat konsep ini untuk menghidupkan kembali semangat Raden Ajeng Kartini, tokoh emansipasi perempuan yang memperjuangkan hak setara bagi kaum hawa, terutama dalam pendidikan dan kesempatan hidup.

“Kartini mengajarkan bahwa perempuan berhak memperoleh kebebasan dan kesempatan yang sama. Dengan lomba ini, kami ingin memperlihatkan bahwa kesetaraan gender juga berarti saling memahami peran dan pengalaman satu sama lain,” tambah Sinlae.

Kemeriahan semakin terasa saat tali tambang bergantian dikuasai dua tim. Penonton bersorak, anak-anak berlarian di sekitar lapangan, dan para peserta tertawa lepas ketika daster yang mereka kenakan tersangkut atau tersibak angin.

Meski penuh canda, tak sedikit yang menangkap pesan simbolis dari perlombaan ini.

Lenny Karsten, staf Disdikbud Kota Kupang yang turut menyaksikan, mengatakan bahwa permainan ini memberi ruang dialog santai tentang isu gender.

“Anak-anak jadi bertanya kenapa bapak-bapak pakai daster. Dari situ, kita bisa jelaskan bahwa semua pakaian hanyalah simbol. Yang terpenting adalah saling menghargai dan tidak merendahkan pekerjaan atau peran gender tertentu,” ujarnya sambil tersenyum.

Perayaan sederhana ini menjadi bukti bahwa pesan kesetaraan tidak selalu harus disampaikan melalui seminar atau pidato resmi.

Terkadang, tawa lepas di tengah halaman kantor pun mampu mengingatkan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki hak, martabat, dan kesempatan yang sama. Seperti pesan Kartini,

“Habis gelap terbitlah terang”, dan di halaman Disdikbud Kota Kupang, terang itu hadir dalam bentuk daster yang berkibar diiringi sorak-sorai warga.

Semangat kebersamaan ini diharapkan menjadikan Disdikbud sebagai motor penggerak emansipasi sekaligus teladan kota ramah anak di Kota Kupang.




Wali Kota Kupang Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Ruas Jalan Yos Sudarso Tenau

Kupang,nwartapedia.com  —  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan long segment ruas Jalan Yos Sudarso Tenau, Kelurahan Alak.

Acara berlangsung di Halaman Gereja GMIT Bukit Zaitun Tenau Kupang, Senin (11/8). Proyek strategis ini akan memperkuat akses vital menuju Pelabuhan Tenau, pintu masuk utama arus barang dan jasa di Kota Kupang.

Peletakan batu pertama dipimpin langsung oleh Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Ayodhia G.L. Kalake, SH, MDC, didampingi Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.

Hadir pula perwakilan Forkopimda Provinsi NTT, pejabat Kementerian Koordinator Infrastruktur, kepala perangkat daerah, Camat Alak, Plt Lurah Alak, Ketua Majelis Jemaat GMIT Bukit Zaitun Tenau dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh pemerintah pusat dan provinsi bagi pembangunan infrastruktur di ibu kota provinsi NTT tersebut.

Ia menegaskan, Jalan Yos Sudarso memiliki peran strategis sebagai jalur logistik dan konektivitas utama.

“Kondisi jalan yang baik akan memperlancar distribusi barang, meningkatkan keamanan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kami percaya, kolaborasi pusat, provinsi, dan kota adalah kunci untuk mengatasi keterbatasan,” ujar Christian.

Wali Kota juga menyinggung makna slogan “Ayo Bangun NTT” yang kerap digaungkan Gubernur NTT, sembari mengaitkannya dengan nama depan Sesmenko Infrastruktur, Ayodhia.

“Kalau bersama-sama, kita bukan lagi setetes air, tapi menjadi samudera luas,” tambahnya.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

“Jalan ini adalah urat nadi ekonomi NTT. Walaupun anggaran terbatas, untuk akses vital seperti ini, kami pastikan ada,” ujarnya.

Sementara itu, Sesmenko Ayodhia Kalake menyebut proyek ini sebagai bagian penting dari upaya memperkuat konektivitas daerah dan mendukung visi pembangunan nasional.

Ia juga membuka peluang kerja sama internasional, termasuk melalui green infrastructure bersama pemerintah Jerman untuk pengelolaan sampah di Kota Kupang.

“Infrastruktur adalah tulang punggung pembangunan. Jalan Yos Sudarso ini bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi investasi untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Ayodhia.

Pembangunan long segment Jalan Yos Sudarso direncanakan mencakup perbaikan struktur jalan, pembuatan drainase untuk mengatasi banjir, serta peningkatan kualitas permukaan jalan.

Proyek ini diharapkan selesai tepat waktu dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat serta dunia usaha di NTT. ***




Dari Bambu Lusuh di Bello: Merah Putih Berkibar di Tengah Keterbatasan

Kupang nwartapedia.com  Di RW 003 Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, bendera merah putih berkibar tegak di ujung tiang bambu sederhana.

Kainnya memang tak baru, warnanya sedikit pudar, dan tiangnya jauh dari megah. Namun, semangat yang mengibarkannya begitu berhargalebih mahal dari sekadar kemewahan.

Warga Bello, yang tinggal di pinggiran kota dan kerap luput dari sentuhan pembangunan infrastruktur, tak pernah alpa menegakkan simbol negara.

Menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, tangan-tangan sederhana itu memasang bendera dengan penuh hormat, seakan berjanji untuk terus menjaga warisan kemerdekaan.

Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, mereka membuktikan bahwa nasionalisme tak diukur dari tebal tipisnya dompet, melainkan dari ketulusan hati.

“Kami bagian dari Indonesia, dan Indonesia ada di hati kami,” begitu pesan yang terasa dari kibaran merah putih di tengah jalan berbatu dan rumah-rumah sederhana itu.

Merah pada bendera mencerminkan keberanian melawan keterbatasan, sementara putihnya melambangkan ketulusan cinta tanah air.

Dari lorong-lorong kecil di Bello, kita belajar bahwa membangun Indonesia tidak selalu dimulai dari pusat kekuasaan.

Semangat itu bisa tumbuh dari desa terpencil, gang sempit, hingga rumah sederhana di pinggiran kota.

Bendera itu bukan hanya kain dua warna, melainkan simbol janji setia: kemerdekaan akan dijaga, dan pembangunan harus berjalan meratadari pinggiran hingga pusat, dengan semangat yang sama.

Sebab sejatinya, nasionalisme adalah tentang menjaga, mengisi, dan mencintai negeri ini dalam kondisi apa pun. (Goe)




Kasus Pencurian Ternak di Bello Meningkat, Warga Resah

Kupang,nwartapedia.com  — Kasus pencurian ternak di wilayah Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, kian meresahkan warga.

Aksi pelaku yang menyasar babi dan sapi dilaporkan hampir terjadi setiap bulan. Kerugian yang dialami warga tidak hanya bersifat materi, tetapi juga mengguncang rasa aman masyarakat.

Ketua RW 003 Kelurahan Bello, Goris Takene, menegaskan bahwa ternak bagi warga bukan sekadar hewan peliharaan, melainkan aset berharga yang menopang ekonomi keluarga.

“Ternak bukan hanya hewan piaraan, tetapi sumber penghidupan. Kehilangannya sangat memukul warga secara ekonomi,” ujarnya, Senin (11/8/2025).

 

Senada dengan itu, Ketua RT 009 Kelurahan Bello, Jusuf Huku Koro, menilai diperlukan patroli rutin dan pengawasan ketat di jam-jam rawan.

“Kalau terus dibiarkan, bukan hanya ternak yang hilang, tetapi rasa aman juga ikut lenyap. Polisi jangan hanya menunggu laporan, tetapi harus bergerak proaktif,” katanya.

Keresahan warga memuncak setelah insiden di RT 008 pada Minggu (10/8/2025), ketika dua ekor babi siap jual milik warga digasak pencuri. Pelaku bahkan meninggalkan isi perut babi di lokasi kejadian. Ketua RT 008, Renol Tuan, mengaku kasus ini sudah dilaporkan ke polisi.

“Ini sudah sangat meresahkan. Kami minta Kapolda NTT dan Kapolresta Kupang Kota memberi atensi serius,” tegasnya.

Menurut Renol, pencurian biasanya terjadi pada malam hingga dini hari saat pemilik tertidur lelap. Dalam sebulan, sedikitnya satu hingga dua kasus terjadi di Bello. Hingga kini, belum ada laporan keberhasilan pihak kepolisian dalam menangkap pelaku.

Lurah Bello, melalui Sekretaris Lurah Denny Patty, mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pemilik ternak babi, sapi, dan anjing piaraan.

Himbauan Kewaspadaan Warga Bello.

Mengandangkan ternak pada malam hari di tempat yang aman dan terkunci.

Memasang kamera pengawas (CCTV) bila memungkinkan.

Menyediakan penerangan yang cukup di sekitar kandang dan halaman rumah.

Bekerja sama dengan tetangga untuk saling menjaga lingkungan.

Segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat kelurahan atau pihak berwenang.

Mencatat dan mengawasi keluar-masuk orang asing di lingkungan.

“Kerja sama seluruh warga sangat diperlukan agar kasus pencurian ini dapat ditekan dan keamanan lingkungan terjaga. Mari saling peduli dan segera melapor jika menemukan hal mencurigakan,” ujarnya.

Warga berharap aparat keamanan segera mengambil langkah tegas untuk mengungkap dan menangkap pelaku, sehingga Kelurahan Bello kembali menjadi lingkungan yang aman bagi warga dalam memelihara ternak sebagai sumber penghidupan.

(goe)




HUT RI ke-80, Larissa Aesthetic Center Kupang Tawarkan Diskon 50 Persen Layanan Kecantikan

Kupang, nwartapedia.com – Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Larissa Aesthetic Center Kupang, Nusa Tenggara Timur, menghadirkan promo spesial berupa potongan harga 50 persen untuk sejumlah layanan kecantikan.

Program ini diumumkan langsung oleh Owner Larissa Indonesia, Sutedjo, pada acara peluncuran dua Taman Baca Masyarakat (TBM) di Paroki Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Kupang, Selasa (5/8/2025).

Menurut Sutedjo, ide pemberian diskon ini lahir dari masukan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si., yang hadir memberikan sambutan pada kegiatan penyerahan dan peresmian dua TBM tersebut.

“Usulan ini sejalan dengan semangat kami untuk terus memberikan manfaat, baik di bidang kecantikan maupun sosial,” ungkap Sutedjo.

Dua TBM yang diluncurkan merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Larissa Indonesia di bidang pendidikan, khususnya dalam mendukung budaya literasi di NTT.

Pimpinan Larissa Aesthetic Center Kupang, Try Rosamery, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

“Salam Kulit Sehat Larissa. Kami sangat senang dapat berbagi dan menjalin silaturahmi melalui kegiatan Larissa Peduli Pendidikan di Gereja St. Fransiskus Asisi. Sebagai bentuk apresiasi, kami memberikan voucher diskon 50 persen untuk perawatan di klinik kami. Promo ini berlaku hingga 31 Agustus 2025 dan dapat digunakan di Larissa Aesthetic Center Kupang, Jl. Frans Seda No. 16, Fatululi, Kota Kupang,” jelasnya.

Hingga saat ini, sudah sekitar enam pelanggan memanfaatkan promo tersebut. Try Rosamery berharap kesempatan ini digunakan masyarakat untuk merawat sekaligus memanjakan diri.

“Kulit yang sehat adalah investasi jangka panjang,” tambahnya.

Larissa Aesthetic Center merupakan perusahaan jasa perawatan kecantikan berbasis bahan alami dengan kantor pusat di Jakarta. Selain fokus pada perawatan kulit, tubuh, dan rambut, Larissa juga aktif menggelar kegiatan sosial dan pendidikan melalui berbagai program CSR di sejumlah daerah. (Goe)




Larissa Kupang Ingatkan Pentingnya Perawatan Kulit Wajah di Tengah Kualitas Udara yang Menurun

Kupang,nwartapedia.com. — Di tengah kualitas udara yang kian menurun akibat polusi dan paparan sinar matahari yang semakin intens, Larissa Aesthetic Center Kupang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan kulit wajah.

Pimpinan Larissa Aesthetic Center Kupang, Try Rosamery, mengatakan, perawatan wajah bukan hanya soal kecantikan, tetapi juga bagian dari investasi kesehatan diri.

“Banyak orang masih kurang memperhatikan perawatan kulit wajah. Padahal, udara kita sekarang berbeda. Polusi dan sinar matahari yang lebih kuat bisa mempercepat penuaan dan kerusakan kulit,” ujarnya saat ditemui di Kupang, Jumat (8/8).

Menurutnya, perawatan rutin jauh lebih bermanfaat dibanding sekadar menutupi kulit dengan riasan tebal.

“Daripada hanya mengandalkan foundation yang pada sore hari membuat wajah kusam, lebih baik rawat kulit sejak awal. Hasilnya akan lebih sehat dan alami,” tambahnya.

Di Larissa, proses perawatan dimulai dengan pendaftaran dan konsultasi untuk mengetahui jenis kulit serta bahan alami yang cocok digunakan, seperti buah atau sayuran tertentu.

Setelah itu, konsumen diarahkan ke ruang perawatan yang dilengkapi tempat berbaring dan peralatan khusus perawatan wajah.

Tahapan perawatan meliputi pembersihan (cleansing), pengelupasan ringan (scrub), frimator, pengolesan sari bengkoang, pemijatan wajah, stim, ekstraksi komedo, terapi high frequency (HF), pemakaian masker, kompres timun, dan diakhiri dengan pelembap. Seluruh bahan yang digunakan berasal dari sumber alami.

Salah satu bahan andalan adalah buah persik (peach), yang kaya vitamin C dan E serta antioksidan. Buah ini bermanfaat menjaga elastisitas kulit, mencegah penuaan dini, mencerahkan, melembapkan, dan membantu mengatasi jerawat.

“Perawatan dengan bahan alami membantu kulit tetap sehat tanpa efek samping bahan kimia berlebih. Kulit yang sehat bukan hanya meningkatkan kepercayaan diri, tapi juga mencerminkan kesehatan tubuh secara keseluruhan,” kata Try Rosamery.(goe)




Caecilia Ruli Hikmawati: Meniti Jalan dari Mikrofon, Menembus Dunia Bisnis, hingga Menggugah Literasi Perempuan

Kuoang,nwartapedia.com  —  Bagi sebagian orang, perjalanan karier berjalan lurus dalam satu bidang. Namun, bagi Caecilia Ruli Hikmawati, S.Psi., MM, hidup adalah rangkaian kesempatan yang saling terhubung dan membentuk mozaik pengalaman yang kaya makna.

Dari lantang suara di ruang siaran radio, tampil memandu acara sebagai presenter dan MC, menukik ke ranah manajemen sumber daya manusia, hingga memimpin di industri kecantikan semua ia jalani dengan keyakinan dan visi yang jelas: membantu orang menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.

Dari Penyiaran ke Manajemen

Latar belakang akademis Caecilia di bidang Psikologi (S.Psi) dan Magister Manajemen (MM).

ibu dua orang anak laki laki itu memberinya pemahaman mendalam tentang perilaku manusia dan strategi organisasi. Dunia penyiaran mengasah kemampuannya berkomunikasi, membangun jejaring, dan memahami audiens. Saat peluang di bidang Human Resources terbuka, ia melangkah mantap memulai dari posisi manajerial, memimpin tim, hingga menyusun kebijakan strategis.

Sejak 2012, ia bergabung dengan Larissa Aesthetic Center dan menapaki perjalanan 13 tahun yang konsisten. Dari awal, keputusannya masuk ke industri kecantikan bukan semata soal bisnis, melainkan panggilan hati.

“Kecantikan bukan sekadar penampilan luar, tapi bagaimana kita membantu orang merasa percaya diri,” ujarnya.

Baginya, di bidang manapun seseorang bekerja, esensinya tetap sama: menciptakan dampak positif bagi orang lain.

Kepemimpinan yang Memberdayakan

Kini, Caecilia dipercaya memegang posisi General Manager. Ia memimpin dengan menggabungkan ketegasan visi, empati, dan strategi yang matang.

Dunia kecantikan yang selalu berkembang membuatnya terus berinovasi, membaca tren, dan membangun peluang bisnis yang berkelanjutan.

Di luar kepemimpinan korporat, ia adalah Assessor Kompetensi bersertifikat BNSP, praktisi NLP (Neuro Linguistic Programming), pemegang sertifikasi grafologi, hingga statement analysis. Semua keterampilan ini memperkaya perannya sebagai coach, trainer, dan konsultan pengembangan SDM.

Karya untuk Literasi dan Perempuan

Kecintaannya pada dunia literasi lahir dari keyakinan bahwa kata-kata dapat mengubah cara pandang dan menggerakkan tindakan. Buku perdananya,

“Tangan Perempuan: Kisah Wanita yang Mampu Mengubah Dunia”, memuat cerita-cerita perempuan tangguh yang menginspirasi pembaca untuk melihat potensi diri.

Melalui karya itu, ia menegaskan bahwa kekuatan perempuan adalah kekuatan transformatif yang layak dirayakan.

Filosofi Hidup

Caecilia memegang teguh motto “Be the best version of you” hidup bukan tentang meniru orang lain, melainkan menjadi yang terbaik dari diri sendiri, baik dalam hati, pikiran, sikap, maupun penampilan.

Ia percaya, setiap hari adalah kesempatan untuk berkembang, belajar dari pengalaman, dan memanfaatkan keunikan yang telah Tuhan anugerahkan.

Lewat kiprah di dunia penyiaran, kepemimpinan bisnis, pengembangan SDM, dan literasi, Bagi Caecilia Ruli Hikmawati istri dari Yohanes Wahyu Sutanto telah membangun jejak yang menginspirasi.

Sosoknya menjadi bukti bahwa ketika bakat, pendidikan, pengalaman, dan hati berpadu, seseorang bukan hanya dapat sukses tetapi juga meninggalkan warisan nilai yang bermakna bagi banyak orang.(goe)




Larissa Aesthetic Center Perkuat Bisnis dengan Sentuhan CSR Pendidikan dan UMKM

Kupang,nwartapedia.com  —  Di tengah persaingan industri kecantikan yang kian ketat, Larissa Aesthetic Center tidak hanya fokus pada layanan perawatan kulit, tubuh, dan rambut, tetapi juga mengembangkan strategi bisnis berkelanjutan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.

General Manager Larissa Aesthetic Center, Caecilia Ruli Hikmawati, S.Psi., M.M., mengungkapkan bahwa komitmen ini menjadi bagian penting dari positioning Larissa di pasar.

“Kami percaya kecantikan itu tidak hanya soal penampilan, tetapi juga pemberdayaan. Melalui program CSR, kami hadir di sekolah dan kampus untuk membekali generasi muda dengan keterampilan relevan sesuai kebutuhan industri,” ujarnya dalam diskusi bersama media, Jumat (8/8).

Larissa rutin berkolaborasi dengan sekolah kejuruan, khususnya SMK bidang kecantikan, melalui pelatihan seperti teknik grooming, hair curling, hingga sesi motivasi siswa. Perusahaan juga kerap menjadi “guru tamu” untuk memberikan wawasan industri secara langsung.

Di bidang pendidikan, Larissa memberikan beasiswa akademis maupun non-akademis melalui program pemilihan siswa berprestasi.

Sementara di ranah kesehatan kulit, mereka menjalankan kampanye edukasi seperti gerakan “Cuci Muka yang Baik dan Benar” serta penyuluhan kulit sehat.

Selain itu, Larissa membentuk Larissa Community, wadah bagi individu berprestasi yang peduli kesehatan kulit, guna membangun jaringan dan kolaborasi lintas bidang.

Di sektor ekonomi, Larissa melatih pelaku UMKM untuk memulai bisnis skincare baik dengan modal maupun tanpa modal, dilengkapi pelatihan keterampilan pemasaran.

“Pendekatan ini bukan hanya membangun citra merek, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” tambah Caecilia.

Untuk masyarakat Kupang, NTT, layanan Larissa Aesthetic Center tersedia di Jalan Frans Seda No. 16, Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0811-2984-998.(goe)