Lantik 6 Pejabat Eselon ll, Wali Kota Kupang Tegaskan Jabatan Adalah Amanah Bukan Sekadar Kekuasaan

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memberikan sambutan tegas saat melantik enam pejabat eselon II lingkup Pemerintah Kota Kupang di Aula Rumah Jabatan Wali Kota bertempat di Aula Rumah Jabatan Wali Kota pada Sabtu (30/8/2025).

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa jabatan yang dipercayakan adalah sebuah amanah besar, bukan sekadar kekuasaan.

Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan DPRD Kota Kupang, unsur Forkopimda, tokoh agama dari Islam, Kristen, dan Katolik, para lurah, pejabat tinggi pratama dan administrator.

Mengawali sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh hadirin untuk mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung proses seleksi hingga pelantikan berjalan dengan lancar.

“Pelantikan ini bukan peristiwa biasa. Ini adalah momentum penting dalam perjalanan karier Bapak Ibu. Jabatan yang diberikan hari ini adalah amanah yang harus dijaga dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Christian.

Ia menekankan bahwa jabatan bukan ruang untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan sarana untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik. Menurutnya, kekuasaan selalu sejalan dengan tanggung jawab yang besar.

“Dengan kewenangan besar, ada tanggung jawab besar yang menyertainya. Jangan pernah menyalahgunakan jabatan, karena jabatan adalah titipan Tuhan dan masyarakat. Kapan saja bisa diambil kembali bila tidak dijalankan dengan benar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota mengingatkan agar para pejabat tidak terlena oleh fasilitas yang melekat pada jabatan, melainkan selalu menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat.

Ia juga membuka diri terhadap kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bagian dari kontrol terhadap pemerintah.

“Pemimpin bukan soal siapa yang memimpin, tapi bagaimana kepemimpinan itu dijalankan dengan hati. Mari terus melayani dengan ketulusan, bekerja profesional, dan menjaga integritas,” pesannya.

Di akhir sambutan, Christian mengingatkan bahwa kinerja pejabat akan menjadi penilaian utama, bukan kedekatan personal dengan dirinya.

“Saya bisa tersenyum dan bercanda, tapi jangan salah paham. Kinerja akan menentukan segalanya. Jangan pernah berhenti berjuang dan teruslah melayani kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Adapun enam pejabat yang dilantik yaitu:

Maxi Dethan – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang

Matheos Maahury – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang

Matheus Da Costa – Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang

Jackson Jimmy Tunliu – Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang

Johanes Assan, Kepala Dinas Sosial Kota Kupang.

dr. Marsiana Halek – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang. (MI)




Upi Gufiroh Dorong Perencanaan LingkunganJangka Panjang dan Penguatan Pokja Iklim

Kupang, nwartapedia.com – Program Manager CAPACities Kota Kupang, Upi Gufiroh, menegaskan bahwa perlindungan lingkungan hidup dan penanganan perubahan iklim membutuhkan perencanaan jangka panjang yang terarah.

Demikian disampaikan Upi Gufirof kepada media ini di sela-sela Forum Group Discussion (FGD) Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sekaligus rapat Pokja Perubahan Iklim yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (22/8/2025).

Menurut Upi, arah kebijakan lingkungan hidup di Kota Kupang perlu disusun layaknya City Resilience Strategy (CRS) yang berlaku dalam periode panjang hingga 30 tahun.

Namun, ia menyoroti adanya keterbatasan anggaran di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), sehingga dukungan CRS sangat penting dalam memfasilitasi proses penganggaran.

“CRS ini berfungsi membantu proses penganggaran untuk program ketahanan kota. Saat ini kita baru di tahap awal, masih satu kali workshop. Tahap berikutnya akan kita lihat, apakah CRS tetap bisa mendukung dari sisi pembiayaan atau tidak, tentu tergantung kondisi,” jelas Upi.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari rapat Pokja Perubahan Iklim yang telah berjalan lebih dari setahun.

Surat Keputusan (SK) terbaru terkait struktur dan tugas pokja pun telah ditandatangani oleh Wali Kota Kupang pada 12 Agustus 2025.

Pokja Perubahan Iklim di Kota Kupang terbagi dalam tiga divisi utama, yaitu mitigasi, adaptasi, dan riset.

Ketiganya bertugas menyusun rencana kerja sesuai tupoksi masing-masing, sekaligus memastikan program pengendalian perubahan iklim lebih fokus dan berkelanjutan.

“Stakeholder yang terlibat sangat luas, mulai dari OPD Kota Kupang, komunitas lingkungan, organisasi masyarakat sipil, lembaga keagamaan, hingga akademisi. Kolaborasi lintas sektor ini penting agar kebijakan pengendalian iklim benar-benar terimplementasi,” tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini membahas rencana kerja CRS sepanjang tahun 2025. Pada hari pertama, peserta menyepakati draf kerja tahunan yang mencakup Januari hingga Desember 2025. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam berita acara dan telah ditandatangani oleh Wali Kota Kupang. (MI)




Buka FGD RPPLH Wali Kota Tegaskan Pembangunan Berbasis Budaya dan Lingkungan

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan arah pembangunan Kota Kupang harus berpijak pada nilai budaya dan ramah lingkungan. Hal ini ia sampaikan saat membuka Lokakarya Penyusunan Rencana Tahunan sekaligus Forum Group Discussion (FGD) Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Pembiayaan Perubahan Iklim, yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang  pada Rabu (20/8/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa pembangunan kota tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur semata, tetapi juga wajib menjaga keseimbangan ekologi.

“Visi misi kita adalah membangun Kota Kupang berbasis budaya dan lingkungan. Artinya, pembangunan tidak boleh mengorbankan ruang hijau, trotoar, maupun kebersihan kota. Forum ini penting untuk melahirkan kebijakan yang berpihak pada lingkungan, sekaligus mendengar aspirasi masyarakat dari bawah, bukan sekadar top down,” ujarnya.

Christian Widodo juga menyoroti isu sampah sebagai tantangan utama kota. Sejak awal masa jabatannya, Pemkot Kupang telah membentuk Satgas Sampah, meningkatkan insentif petugas kebersihan, dan memetakan titik rawan sampah di jalan-jalan protokol.

“Enam bulan terakhir, 80 persen jalan protokol sudah jauh lebih bersih. Ini bukan semata hasil kerja pemerintah, tapi berkat kolaborasi bersama masyarakat. Banyak warga mengapresiasi perubahan nyata ini,” jelasnya.

Untuk memperkuat sistem pengelolaan, Pemkot menargetkan seluruh RT di Kota Kupang memiliki tempat sampah permanen pada 2026. Dari total 1.300 RT, sekitar 600–700 sudah terpasang. Selain itu, konsep Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) akan diterapkan di tingkat kecamatan, sehingga hanya 15 persen residu yang masuk ke TPA.

“Kita juga mendapat bantuan pembangunan TPST senilai Rp120 miliar dari pemerintah pusat di Alak. Ini akan memperkuat sistem pengelolaan sampah kota,” tambahnya.

Di penghujung sambutannya, Christian Widodo menegaskan pentingnya menjaga konsistensi.

“Komitmen itu penting, tapi yang lebih penting adalah konsistensi sampai akhir. Kalau konsisten, Kupang akan kembali menjadi kota yang bersih, sehat, dan nyaman bagi semua warganya,” tegasnya. (MI)




Pengawas SD Kota Kupang Intensif Dampingi Guru untuk Tingkatkan Mutu Pembelajaran

Kupang, nwartapedia.com – Upaya peningkatan mutu pendidikan dasar di Kota Kupang kembali mendapat perhatian serius. Tiga pengawas sekolah dasar (SD) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, yakni Johni Eduard Rihi, S.Pd., Marthen Boboy, S.Pd., dan Rukiati, S.Pd., turun langsung melakukan pendampingan pembelajaran di sejumlah sekolah, Rabu (20/8/2025).

Koordinator Pengawas SD, Johni Rihi, menegaskan bahwa peran pengawas tidak hanya sebatas memantau, tetapi juga membina dan memberi masukan kepada guru dalam proses belajar mengajar.

“Pengawas bertugas menyusun laporan hasil pengawasan secara berkala, sekaligus membangun hubungan baik dengan kepala sekolah, guru, dan warga sekolah agar tercipta suasana kerja yang kondusif serta kolaboratif,” jelas Johni Rihi di sela kegiatan monitoring di SD Inpres Oetete 2 Kota Kupang.

Menurutnya, supervisi akademik maupun manajerial yang dilakukan pengawas bertujuan meningkatkan profesionalisme guru sekaligus mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih berkualitas.

Sementara itu, Gayus Pating Illu, S.Pd., guru kelas di SD Negeri 1 Oetete yang berlokasi berdampingan dengan SD Inpres Oetete 2, mengaku banyak mendapat manfaat dari kegiatan pendampingan tersebut.

“Ada guru yang merasa lega dan termotivasi, karena masukan yang diberikan bisa memperbaiki perangkat ajar dan kualitas mengajar. Namun, ada juga yang merasa cemas atau terbebani, terutama jika belum siap,” ujarnya sambil tersenyum.

Meski begitu, Gayus menilai pengawasan yang dilakukan secara profesional sangat membantu guru untuk berkembang.

“Masukan konstruktif justru menjadi dorongan bagi kami guru-guru untuk memperbaiki pembelajaran di kelas,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dasar.

Kehadiran pengawas di sekolah bukan sekadar mengawasi, melainkan membimbing agar guru mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih baik bagi setiap peserta didik.

(Goris Takene/Disdikbud Kota Kupang)




PT Arland Civa Property Bangun Tempat Sampah Permanen di Belo, Dukung Program Kebersihan Kota Kupang

Kupang nwartapedia.com — Upaya menjaga kebersihan lingkungan di Kota Kupang mendapat dukungan dari kalangan swasta. CEO PT Arland Civa Property, Cornelis Frans Agripa atau yang akrab disapa Arland, berinisiatif membangun tempat sampah permanen dari batako di Kelurahan Belo, Kecamatan Kota Kupang.

Arland menuturkan, ide ini muncul setelah melihat kondisi sampah di Belo yang sering berserakan di jalanan. Banyak warga juga mengeluhkan jauhnya lokasi tempat pembuangan sampah.

“Saya ingin membantu agar masyarakat Belo memiliki tempat sampah permanen yang bisa digunakan bersama, sehingga lingkungan tetap bersih,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (19/8/2025).

Langkah nyata telah dimulai. Arland sudah menemui Lurah Belo untuk menawarkan bantuan, dan pemerintah kelurahan pun langsung menunjukkan lokasi pembangunan.

“Besok material sudah saya turunkan, supaya pekerjaan bisa segera dimulai,” tambahnya.

Selain itu, Arland menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program Pemerintah Kota Kupang, khususnya visi Wali Kota dalam penanganan sampah.

“Saya percaya, kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Swasta dan pemerintah harus berkolaborasi untuk mewujudkan Kota Kupang yang lebih bersih dan nyaman,” ujarnya.

Inisiatif dari PT Arland Civa Property ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata partisipasi dunia usaha dalam mendukung program pemerintah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat kelurahan. (MI)




Pemuda Akamsi Solid Meriahkan HUT RI ke-80 dengan Aneka Lomba di Manutapen

Kupang,nwartapedia.com  – Suasana meriah dan penuh keceriaan mewarnai perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia yang digelar pemuda-pemudi Akamsi Solid di RT 021 dan RT 022, RW 007, Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Minggu (17/8/2025).

Sejak pukul 15.00 WITA, ratusan warga dari berbagai usia mulai anak-anak hingga lansia berkumpul di lokasi kegiatan.

Mereka larut dalam kemeriahan aneka lomba tradisional yang digelar, seperti lomba gigit sendok, lomba makan biskuit, lomba memindahkan air, lomba baris berbaris, dan berbagai lomba seru lainnya.

Ketua Panitia, Davidson Laypa, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang selalu digelar pemuda Akamsi Solid untuk memeriahkan peringatan HUT RI. Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari Ketua RT 021 Dominggus Willa, Ketua RT 022 Selvi Nara, Ketua RW 007 Sartje Riwu Wadu, serta berbagai pihak yang turut memberikan sumbangan.

“Ini agenda rutin kami untuk merayakan HUT RI. Terima kasih untuk semua pihak yang sudah berkontribusi. Luar biasa melihat semua warga, mulai dari anak-anak hingga orang tua, berbaur dan ikut ambil bagian dalam lomba-lomba,” ungkap Davidson.

Sementara itu, Ketua RT 021 Dominggus Willa menambahkan bahwa untuk tahun depan pihaknya bersama pemuda Akamsi Solid berencana memperluas rangkaian kegiatan dengan menampilkan seni budaya.

“Tahun depan kita coba mulai sejak 15 Agustus dengan acara tarian adat Pedo’a dari Sabu Raijua, sebelum puncak lomba tanggal 17 Agustus. Selain menambah daya tarik, kegiatan ini juga bisa menggerakkan ekonomi warga yang berjualan makanan dan minuman,” jelas Dominggus.

Perayaan sederhana namun penuh makna ini menjadi bukti semangat kebersamaan warga Manutapen dalam menjaga tradisi gotong royong sekaligus merayakan kemerdekaan dengan sukacita. ***




Kota Kupang Gelar Upacara HUT ke-80 RI, Wali Kota Tekankan Semangat Harapan dan Kebersamaan

Kupang,nwartapedia.com –  Pemerintah Kota Kupang menggelar upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Kupang, Minggu (17/8).

Upacara berlangsung khidmat dengan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bertindak sebagai inspektur upacara.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., pimpinan dan anggota DPRD Kota Kupang, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, tokoh masyarakat, veteran, mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, ASN, PTT, guru, serta siswa-siswi dari berbagai sekolah di Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Christian menyampaikan rasa syukur atas anugerah Tuhan yang mengizinkan bangsa Indonesia merayakan kemerdekaannya hingga usia 80 tahun.

Ia memberikan apresiasi khusus kepada seluruh petugas upacara, terutama Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang dinilainya menunjukkan disiplin, kekompakan, dan karakter.

“Menjadi Paskibraka bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal mental dan karakter. Setiap langkah kalian adalah simbol kebersamaan dan solidaritas—itulah semangat Indonesia,” tegasnya.

Wali Kota juga mengingatkan pentingnya melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa dengan menghadapi tantangan zaman secara jujur dan berani.

Ia mengutip pesan Bung Karno bahwa perjuangan generasi saat ini lebih berat, karena harus melawan kemiskinan, pengangguran, kebodohan, dan ketidakadilan.

“Tanpa makan kita bisa bertahan sebulan, tanpa air beberapa hari, tanpa napas paling lama 24 menit. Tapi tanpa harapan, kita sebenarnya sudah mati,” ucapnya penuh penekanan.

Dalam momentum peringatan kemerdekaan ini, Wali Kota juga memaparkan capaian 100 hari pertama pemerintahannya.

Di bidang kesehatan, ia menegaskan Pemkot Kupang telah mengalokasikan dana darurat Rp3 miliar agar masyarakat mendapatkan pelayanan cepat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) tanpa terkendala administrasi.

“Tidak boleh ada nyawa hilang hanya karena urusan administrasi. Tolong dulu, urus belakangan,” ujarnya.

Di bidang kebersihan, pemerintah memberikan insentif tambahan bagi petugas kebersihan, termasuk di akhir pekan, serta menyelenggarakan lomba kebersihan antar kelurahan dengan hadiah pembangunan infrastruktur bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Untuk sektor ekonomi, Wali Kota menyoroti geliat UMKM lewat kegiatan “Saboak Koepan” atau Sunday Market di Taman Nostalgia. Menurutnya, perputaran uang di lokasi tersebut kini mencapai Rp300 juta setiap akhir pekan.

“Sekarang taman bukan hanya hiasan, tapi juga pusat ekonomi rakyat. Kami bantu bukan hanya lewat dana, tapi juga legalitas. Hari ini sudah ada 669 UMKM yang legal,” jelasnya.

Di bidang sosial, Pemkot Kupang telah menyalurkan bantuan beras kepada puluhan ribu keluarga dan menyediakan liang lahat gratis bagi warga kurang mampu.

Menutup pidatonya, Wali Kota Christian menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Ia mengutip Bung Hatta yang mengatakan bahwa Indonesia bercahaya bukan karena obor di Jakarta, melainkan karena lilin-lilin yang menyala di desa-desa.

“Kota Kupang hari ini bercahaya bukan karena obor di kantor Wali Kota, tetapi karena lilin-lilin kecil di dinas, kelurahan, RW, RT, dan rumah-rumah warga. Sendirian kita setetes air, tapi bersama kita jadi samudra luas,” tandasnya.

Upacara HUT ke-80 RI di Kota Kupang berlangsung lancar dan penuh semangat kebangsaan. Acara ditutup dengan penyerahan Satya Lencana kepada ASN, serta hadiah lomba kebersihan antar kelurahan dan berbagai lomba lainnya. ***




Pemkot Kupang Gelar Seleksi Terbuka Kepala Dinas untuk Tujuh Instansi Strategi

Kupang,nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang memulai tahapan seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama untuk mengisi posisi kepala dinas di tujuh instansi strategis.

Proses ini diawali dengan uji kompetensi yang digelar di Hotel T-More Kupang, Kamis (14/8/2025), diikuti puluhan pejabat eselon II dari berbagai perangkat daerah.

Uji kompetensi mencakup tes tertulis, analisis kasus, dan penyusunan makalah. Setelah itu, peserta akan mengikuti wawancara untuk menggali visi, strategi, dan rencana kerja jika dipercaya memimpin dinas terkait.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Kupang, Ade Manafe, menjelaskan bahwa hasil tes akan diolah dan dirangking. Tiga peserta dengan nilai tertinggi dari setiap formasi jabatan akan diajukan kepada Wali Kota Kupang, Christian Widodo, untuk kemudian diteruskan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai proses verifikasi akhir.

“Setelah mendapat persetujuan dari BKN, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Wali Kota. Beliau memiliki hak prerogatif untuk menentukan pejabat yang paling layak dan mampu memimpin,” ujar Ade.

Tujuh jabatan yang diperebutkan beserta daftar peserta seleksi adalah:

  1. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)
    • Miky Natun
    • Paulus Guiputra
    • Mahyudin Azhari
    • Maxi Dethan
  2. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK)
    • Nurhayati
    • Matheos Maahury
    • Julianus David Benu
    • Achmad Likur
  3. Kepala Dinas Pertanian
    • Eiere Margareta Jusuf
    • Henry Sede
    • Pauto Neno
    • Alfrida Palebangan
    • Sri Wahyuningsi
    • Matheus Da Costa
    • Paul Alfianus Seubelan
    • Martinha Ratoe Oedjoe
  4. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD)
    • Frangky Ronal Bugel
    • Sri Wahyuningsi
    • Jackson Jimy Tunliu
    • Jefri Baitanu
  5. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim)
    • Robert Tede
    • Achmad Likur
    • Yeneva Christiani Melelak
    • Mumahad Khairil
    • Pommy Odja
  6. Kepala Dinas Sosial
    • Abul Avensius
    • Arbel Nale
    • Novie Eke
    • Bertho Geru
    • Johanes Assan
    • Jhoni Eduard Rihi
    • Mohamad Abdul Jalil
  7. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A)
    • Margaritha Salean
    • Tiurmasari Saragih
    • Dinson Ludji
    • Magdalena Alfiana Hermanus
    • Imelda Patricia Manafe
    • Mordc Putra Marcus Ratu Kore
    • Welhelmina Regina Aploegi
    • dr. Marsiana Y. Yalek
    • dr. Ivyane Maria Imacullata Luanlaka
    • Debora Panie

Seleksi ini diharapkan melahirkan pemimpin perangkat daerah yang berintegritas, visioner, dan berkomitmen tinggi pada pelayanan publik.

Warga menantikan figur-figur terbaik yang mampu mempercepat program pembangunan dan membawa perubahan positif bagi Kota Kupang. (Goe)




Bantu Pemkot Terbitkan 669 NIB untuk UMKM, Undana Terima Penghargaan dari Wali Kota

Kupang,nwartapedia.com   –   Universitas Nusa Cendana (Undana) menerima penghargaan dari Wali Kota Kupang sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam program percepatan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Kupang.

Penghargaan ini diserahkan pada acara 100 Hari Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, yang digelar di Hotel Harper, Kamis (14/8/2025).

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undana, Dr. Apriana Fanggidae, SE., M.Si., mewakili Rektor Undana, mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas capaian tersebut.

Menurutnya, kerja sama ini berawal dari target minimal 100 NIB yang hendak diterbitkan, namun hasil akhirnya jauh melampaui ekspektasi.

“Kami menurunkan 242 mahasiswa untuk membantu pemerintah dalam proses penerbitan NIB. Target awal minimal 100 wirausaha, tetapi hasilnya justru mencapai 669 NIB. Ini membuktikan mahasiswa bekerja dengan serius dan penuh tanggung jawab,” jelas Dr. Apriana.

Program ini dinilai sangat bermanfaat bagi pelaku usaha kecil, termasuk penjual kaki lima, pedagang malam, maupun pelaku usaha rumahan yang selama ini belum memiliki izin usaha.

Dengan adanya NIB, para pelaku UMKM kini memiliki legalitas yang memudahkan mereka mengakses pembiayaan perbankan serta mendorong kesadaran membayar pajak.

“Selama ini banyak usaha yang berjalan tanpa surat izin atau sertifikat resmi. Program ini membantu mereka mendapatkan pengakuan legal dan peluang untuk mengembangkan usahanya. Kami berterima kasih kepada Bapak Wali Kota yang telah melibatkan Undana,” tambahnya.

Dr. Apriana juga menegaskan, pihaknya akan terus mendukung program pemerintah daerah dalam pemberdayaan UMKM, termasuk pendampingan dalam pengelolaan keuangan yang masih menjadi tantangan bagi banyak pelaku usaha kecil di Kota Kupang. (MI(




Gelar Media Gathering, Wali Kota Paparkan Capaian 100 Hari Kerja

 

Kupang,nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang menggelar Media Gathering perdana yang dihadiri lebih dari 100 wartawan, Rabu (14/8/2025).

Acara ini digagas langsung oleh Wali Kota Kupang dan Wakil Wali Kota sebagai bentuk apresiasi kepada insan pers, sekaligus menyampaikan pencapaian 100 hari kerja mereka.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan ajang transparansi sekaligus penghormatan kepada media yang selama ini menjadi mitra penting pemerintah.

“Ini acara dari kita, oleh kita, dan untuk kita, khusus bagi teman-teman media. Tanpa dukungan pemberitaan positif, semangat warga bisa melemah,” ujarnya dalam acara media Gathering yang berlangsung di Hotel Harper pada Kamis (14/8/2025).

Bidang Lingkungan dan Kebersihan

Pemerintah Kota Kupang telah menyusun roadmap pengelolaan sampah terpadu pertama di kota ini. Sistem baru tersebut memungkinkan 85% sampah diolah di tingkat kecamatan, sementara hanya 15% residu dibawa ke TPA Alak.

Sebanyak 900 dari 1.347 tempat sampah yang dibutuhkan sudah tersedia berkat kolaborasi dengan berbagai pihak.

Selain itu, 50 truk sampah telah dipasang GPS sehingga masyarakat dapat memantau rute pengangkutan melalui aplikasi. Tenaga kebersihan juga mendapat tambahan insentif Rp500 ribu setiap akhir pekan.

Bidang UMKM dan Ekonomi Kreatif

Taman Nostalgia kini menjadi pusat kegiatan Sunday Market dengan 600 UMKM terlibat secara bergiliran. Omzet per akhir pekan mencapai Rp500–600 juta, dan seluruh lapak diberikan gratis.

Pemerintah juga memfasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Bidang Kesehatan dan Sosial

Dana darurat Rp3 miliar disiapkan di RSUD untuk warga dalam kondisi gawat darurat yang tidak memiliki atau menunggak BPJS. Program SIRANAP (Sistem Rawat Inap) sedang disiapkan untuk memudahkan pengecekan ketersediaan kamar secara daring.

Pemerintah juga telah membagikan beras 20 kg kepada 23 ribu KK, menyediakan liang lahat gratis bagi keluarga kurang mampu, serta meluncurkan mobil gratis untuk pengantin.

Program Ina Kasih akan menyediakan pembalut gratis bagi perempuan dari keluarga miskin.

Bidang Reformasi Birokrasi

Wali Kota Kupang memastikan pembayaran tunjangan ASN dilakukan penuh setiap bulan. Kota Kupang juga menjadi yang pertama di NTT menyerahkan SK PPPK kepada 1.747 orang.

Seleksi terbuka tujuh jabatan eselon II telah dimulai, serta kerja sama dengan Kejaksaan Negeri dilakukan untuk pendampingan hukum pengelolaan aset dan keuangan daerah.

Komitmen dan Harapan

Di akhir sambutan, Wali Kota Kupang menyampaikan terima kasih kepada seluruh OPD dan insan media yang selalu memberikan dukungan. “Perjalanan ini tidak mudah, tapi dengan kerja sama dan doa semua pihak, kita bisa mewujudkan Kota Kupang yang lebih bersih, sehat, dan sejahtera,” pungkasnya. (MI)