BPBD Kota Kupang Gerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan

Kupang, nwartapedia.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang bergerak cepat menangani pohon tumbang yang menutup akses jalan utama di wilayah Kota Kupang, Jumat (18/9/2026).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kupang, Ricko A. Umar, S.Sos., MM, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel setelah menerima informasi mengenai pohon tumbang yang menghambat akses masyarakat.

Menurut Ricko, salah satu pohon tumbang berada di kawasan Sikumana dan menutup akses jalan. Pohon tersebut tumbang hingga bagian akarnya patah sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Begitu mendapat informasi, kami bersama teman-teman tim langsung turun ke lokasi. Karena pohon tersebut menutup jalan, kami langsung melakukan penanganan untuk membuka kembali akses,” ujar Ricko saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Jumat (18/9/2026).

Selain di Sikumana, BPBD juga menerima laporan pohon tumbang di kawasan Fontein. Karena terdapat dua lokasi yang harus ditangani, personel BPBD membagi tugas untuk mempercepat proses evakuasi.

Dalam proses penanganan pohon tumbang tersebut, BPBD Kota Kupang mendapat dukungan dari sejumlah pihak.

Ricko mengatakan penanganan di lapangan turut dibantu personel kepolisian dari Polsek Maulafa, Babinsa serta personel Polda NTT.

Dukungan tersebut mencakup personel dan peralatan yang digunakan untuk mempercepat proses pemotongan serta pembersihan pohon yang tumbang.

“Puji Tuhan, hari ini kami dibantu teman-teman dari Polsek Maulafa, Babinsa dan personel dari Polda dengan kendaraan serta peralatan. Jadi untuk dua lokasi ini kami turun bersama-sama,” katanya.

Menurut Ricko, kolaborasi antarpihak sangat membantu BPBD dalam menangani kejadian yang membutuhkan respons cepat, terutama ketika pohon tumbang menutup akses jalan masyarakat.

Ricko menjelaskan, BPBD Kota Kupang tetap membuka layanan penanganan keadaan darurat selama 24 jam setiap hari.

Petugas posko dibagi dalam dua sif, yakni mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WITA dan sif berikutnya pada malam hingga pagi hari. Layanan tersebut tetap berjalan termasuk pada Sabtu dan Minggu.

Masyarakat yang menemukan kejadian darurat dapat menyampaikan laporan kepada BPBD melalui layanan yang tersedia agar petugas dapat segera mengetahui lokasi dan melakukan penanganan.

“BPBD tidak pernah libur. Kami memiliki petugas posko yang bekerja 24 jam dan dibagi dalam dua sif setiap harinya,” jelas Ricko.

Dalam penanganan pohon tumbang, Ricko mengakui ketersediaan peralatan menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian.

Menurutnya, peralatan untuk memotong atau memangkas pohon membutuhkan suku cadang, bahan bakar dan oli agar selalu dalam kondisi siap digunakan.

Ia menegaskan, kesiapan peralatan sangat menentukan kecepatan BPBD dalam merespons laporan masyarakat.

“Kalau peralatan dan BBM siap, sebesar apa pun kejadian pasti kami laksanakan. Teman-teman juga sudah cukup berpengalaman dan memiliki keterampilan dalam menangani kondisi seperti ini,” katanya.

Ricko berharap dukungan terhadap kebutuhan peralatan kebencanaan dapat terus diperhatikan sehingga BPBD dapat memberikan pelayanan secara maksimal ketika terjadi kejadian darurat di wilayah Kota Kupang.

Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan pohon yang dinilai rawan tumbang, terutama yang berada di sekitar jalan dan kawasan yang banyak dilalui warga.

Dengan laporan lebih awal, kondisi pohon yang berpotensi membahayakan dapat diketahui dan ditindaklanjuti untuk mengurangi risiko bagi masyarakat dan pengguna jalan. (MI)




Ahmad Talib Apresiasi Kinerja Pemkot Kupang, Prestasi Terus Mengalir

Kupang, nwartapedia.com — Anggota DPRD Kota Kupang Ahmad Talib menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis.

Menurut Ahmad Talib, berbagai penghargaan yang diterima Pemerintah Kota Kupang dari pemerintah pusat menjadi salah satu indikator bahwa sejumlah kebijakan dan program yang dijalankan pemerintah daerah mendapat pengakuan.

Ia menilai, selama kepemimpinan Christian Widodo dan Serena Francis, Kota Kupang terus menunjukkan perkembangan melalui berbagai program yang menyentuh kepentingan masyarakat.

“Sebagai DPRD, kami terus menjalankan tugas pengawasan terhadap Pemerintah Kota Kupang. Namun, sepanjang kepemimpinan dokter Christian Widodo dan Serena Francis, yang baru berjalan kurang lebih dua tahun, penghargaan terus mengalir untuk Kota Kupang,” ujar Ahmad Talib.

Ahmad Talib juga menyebut Christian Widodo sebagai sosok pemimpin yang bekerja dan memberikan perhatian terhadap pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, berbagai prestasi dan penghargaan yang diraih Kota Kupang maupun pemerintah daerah tersebut mencakup tingkat daerah, nasional hingga internasional.

Ia menegaskan, DPRD Kota Kupang akan terus menjalankan fungsi pengawasan sekaligus memberikan dukungan terhadap berbagai program pemerintah yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Wali Kota Kupang dokter Christian Widodo adalah sosok pemimpin yang melayani. Karena itu, sebagai wakil rakyat kami terus mendukung program-program pro rakyat yang dilakukan oleh kedua pemimpin, Christian dan Serena,” katanya.

Ahmad Talib berharap sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kota Kupang dapat terus diperkuat sehingga berbagai program pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Kupang. **




Pemkot Kupang Raih Dua Apresiasi Kemendagri, Dapat Dukungan Rp6 Miliar

Jakarta, nwartapedia.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, meraih dua apresiasi dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Maluku-Nusa Tenggara yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kamis (17/9/2026).

Dua apresiasi tersebut diraih Pemkot Kupang pada kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan serta Implementasi Program 3 Juta Rumah.

Atas dua capaian tersebut, Kota Kupang memperoleh dukungan anggaran dengan total Rp6 miliar.

Pada kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, Kota Kupang berada di peringkat ketiga, setelah Kota Bima di posisi pertama dan Kota Mataram di posisi kedua.

Sementara pada kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah, Kota Kupang menempati peringkat kedua setelah Kota Mataram. Posisi ketiga diraih Kota Ternate.

Dukungan anggaran Rp6 miliar tersebut terdiri dari Rp1 miliar untuk kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan dan Rp5 miliar untuk Implementasi Program 3 Juta Rumah.

Anggaran Rp5 miliar akan dimanfaatkan untuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) melalui program bedah rumah bagi 250 unit rumah.

Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 merupakan bentuk penghargaan terhadap kinerja pemerintah daerah dalam memenuhi pelayanan dasar serta menghadirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Untuk Batch II Regional Maluku-Nusa Tenggara, penilaian mencakup empat pilar, yakni akses penduduk terhadap layanan pendidikan, akses dan kualitas layanan kesehatan, pengelolaan sampah dan lingkungan asri, serta implementasi Program 3 Juta Rumah.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian sebelumnya menjelaskan bahwa apresiasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan penghargaan kepada daerah atas capaian kinerja dan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Proses penilaian dilakukan dengan melibatkan kementerian dan lembaga terkait sesuai dengan bidang yang dinilai.

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat atas penghargaan tersebut.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah melakukan penilaian dan apresiasi ini. Kami yakin bahwa ini sangat objektif dan kompetitif. Ini akan menjadi motivasi bagi pemerintah dan masyarakat Kota Kupang,” ujar Christian.

Menurut Christian, dua apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi Pemkot Kupang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kota Kupang atas doa dan dukungan dalam pelaksanaan berbagai program pemerintah.

Christian turut mengapresiasi jajaran Pemkot Kupang yang telah bekerja dalam menjalankan program-program pelayanan kepada masyarakat.

Dua apresiasi tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas capaian Pemkot Kupang, tetapi juga memberikan manfaat konkret melalui dukungan anggaran untuk memperkuat pelayanan kesehatan dan membantu masyarakat mendapatkan hunian yang lebih layak melalui program bedah rumah. ***




Pokja Perubahan Iklim Kota Kupang Diperkuat, Aksi Adaptasi Didorong Lebih Terpadu

Kupang, nwartapedia.com — Upaya memperkuat koordinasi menghadapi dampak perubahan iklim di Kota Kupang terus dilakukan. Catholic Relief Services (CRS) Indonesia melalui program CAPACities – Kemitraan Aksi Iklim di Kota-Kota Asia mendukung penguatan kapasitas dan mekanisme koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) Perubahan Iklim Kota Kupang.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel NEO Kupang tersebut menjadi ruang bagi anggota Pokja untuk memperkuat koordinasi, mengevaluasi prioritas aksi serta menyusun langkah tindak lanjut yang dapat diterapkan secara bersama oleh perangkat daerah.

Perubahan iklim berdampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat. Mulai dari lingkungan, pengurangan risiko bencana, perlindungan sosial, pendidikan, perikanan dan infrastruktur hingga perencanaan pembangunan.

Kondisi tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor agar kebijakan dan program adaptasi perubahan iklim tidak berjalan sendiri-sendiri.

Dalam kegiatan ini, anggota Pokja Perubahan Iklim meninjau kembali prioritas Rencana Aksi Daerah Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim (RAD-AMPI) Kota Kupang.

Pembahasan juga diarahkan untuk memperjelas peran masing-masing perangkat daerah serta menentukan langkah tindak lanjut yang dapat diintegrasikan ke dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.

Sekretaris Bappeda Kota Kupang, Imelda Fongi, menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi agar rencana adaptasi perubahan iklim dapat diwujudkan dalam bentuk aksi nyata.

“Penguatan koordinasi menjadi penting agar upaya adaptasi perubahan iklim tidak berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang dilaksanakan bersama oleh perangkat daerah sesuai tugas dan kewenangannya,” ujar Imelda.

Dengan mekanisme koordinasi yang lebih kuat, Pokja Perubahan Iklim diharapkan dapat menjalankan fungsi lebih luas, bukan hanya sebagai wadah komunikasi dan pertukaran informasi, tetapi juga dalam menentukan prioritas bersama, mendorong aksi, melakukan pemantauan serta memastikan tindak lanjut.

Kegiatan tersebut menargetkan teridentifikasinya prioritas tindak lanjut RAD-AMPI di tingkat Kota Kupang. Selain itu, ditargetkan pula pelaksanaan satu hingga dua aksi prioritas yang melibatkan sejumlah perangkat daerah secara terkoordinasi.

Perkembangan pelaksanaan aksi tersebut nantinya akan didokumentasikan dan ditinjau melalui mekanisme Pokja Perubahan Iklim.

Penguatan Pokja ini merupakan bagian dari dukungan program CAPACities untuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dan pemangku kepentingan sekaligus mendorong tata kelola perubahan iklim yang lebih inklusif.

Melalui koordinasi lintas sektor yang semakin baik, Kota Kupang diharapkan mampu memperkuat perencanaan dan pelaksanaan aksi adaptasi perubahan iklim secara terintegrasi, responsif dan berkelanjutan.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya Kota Kupang yang lebih siap dan tangguh dalam menghadapi berbagai risiko serta dampak perubahan iklim. **




Bank Mandiri Tawarkan Kolaborasi, Perumda Air Minum Kota Kupang Siap Buka Kerja Sama

Kupang, nwartapedia.com — Peluang kolaborasi antara PT Bank Mandiri Area Kupang dan Perumda Air Minum Kota Kupang mulai dibahas. Pertemuan kedua pihak berlangsung di Kantor Perumda Air Minum Kota Kupang, Kamis (17/9/2026).

Vice President PT Bank Mandiri Area Kupang, Dewa Made Sugianta, bersama tim datang untuk melakukan penjajakan kerja sama dengan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Kunjungan tersebut disambut oleh Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM.

Ia mengatakan Perumda terbuka terhadap berbagai peluang kerja sama yang dapat mendukung pengembangan perusahaan dan peningkatan pelayanan kepada pelanggan.

“Pada prinsipnya kita selalu terbuka terhadap setiap ikhtiar dan niat baik untuk membangun kerja sama,” kata Isidorus kepada media ini.

Dalam pertemuan itu, Bank Mandiri menyampaikan sejumlah produk dan layanan yang dinilai memiliki peluang untuk dikolaborasikan dengan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Pembahasan tidak hanya menyangkut produk perbankan, tetapi juga berkaitan dengan sistem pembayaran dan penagihan rekening air pelanggan.

Isidorus menjelaskan, kemudahan pembayaran menjadi salah satu perhatian Perumda. Saat ini pelanggan telah memiliki sejumlah pilihan kanal pembayaran sehingga tidak harus datang langsung ke kantor Perumda.

Pelanggan dapat memanfaatkan layanan perbankan, mobile banking, ATM, Alfamart, Indomaret, kantor pos dan sejumlah fasilitas pembayaran lainnya.

“Kami terus melakukan edukasi supaya para pelanggan dimudahkan dalam melakukan pembayaran. Jadi pelanggan tidak harus datang sampai ke kantor Perumda untuk membayar di loket,” ujarnya.

Menurut Isidorus, pemanfaatan kanal pembayaran yang lebih dekat dengan tempat tinggal pelanggan juga dapat membantu masyarakat menghemat waktu dan tidak meninggalkan aktivitas maupun pekerjaan hanya untuk melakukan pembayaran rekening air.

Karena itu, Perumda terus mendorong peningkatan pemahaman pelanggan terhadap berbagai pilihan transaksi, termasuk pemanfaatan layanan perbankan.

Sementara terkait penjajakan dengan Bank Mandiri, Isidorus mengatakan pembahasan lebih lanjut akan dilakukan untuk melihat bentuk kerja sama yang memungkinkan diterapkan.

Ia menegaskan, kerja sama yang dibangun nantinya diharapkan memberikan manfaat bagi kedua pihak sekaligus mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat Kota Kupang.

“Berbagai upaya kerja sama yang akan digagas adalah kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak,” pungkasnya. (MI)




Lomba Kebersihan 2026 Sukses, Pemkot Kupang Apresiasi Komunitas Beta Bersih

Kupang, nwartapedia.com — Lomba Kebersihan Antar Kelurahan Tingkat Kota Kupang 2025-2026 sukses dilaksanakan. Pemerintah Kota Kupang memberikan apresiasi kepada Komunitas Beta Bersih disingkat KBB dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang yang telah mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Syukuran sekaligus penyerahan bonus kepada para pemenang berlangsung di Shoto-Kai Resto & Cafe, Kota Kupang, Rabu (16/9/2026).

Ketua Satgas Lomba Kebersihan “Kupang Bersih”, Paulus Irsan Dardana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam membangun lingkungan yang bersih.

“Ini adalah kali kedua kami bersama DLHK berkolaborasi,” kata Paulus.

Pada Lomba Kebersihan 2025-2026, tim juri DLHK menggunakan tiga aspek utama sebagai indikator penilaian, yakni kebersihan lingkungan, Tempat Pembuangan Sampah (TPS), dan kantor lurah.

Tim juri turun langsung ke lapangan untuk melakukan penilaian terhadap kondisi masing-masing kelurahan.
Kelurahan Nunbaun Sabu berhasil meraih juara pertama.

Prestasi tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, ketika Nunbaun Sabu hanya berada di posisi juara harapan pertama atau peringkat keempat.

Juara kedua diraih Kelurahan Oepura, sedangkan posisi ketiga ditempati Kelurahan Liliba.

Oepura menjadi salah satu kelurahan yang mengalami peningkatan karena pada lomba sebelumnya belum masuk daftar pemenang.

Sementara Liliba naik dari posisi juara harapan kedua pada 2024-2025 menjadi juara ketiga pada 2025-2026.

Hasil Lomba Kebersihan Kota Kupang 2025-2026:
Juara 1: Nunbaun Sabu
Juara 2: Oepura
Juara 3: Liliba
Juara Harapan 1: Oebufu
Juara Harapan 2: Batuplat
Juara Harapan 3: Naikoten 1
Peringkat 7: Nefonaek
Peringkat 8: Merdeka
Peringkat 9: Oesapa Barat
Peringkat 10: Bonipoi.

Paulus mengatakan perubahan peringkat tersebut menunjukkan adanya perkembangan semangat menjaga kebersihan di tingkat kelurahan.

Menurutnya, terdapat kelurahan yang berhasil meningkatkan prestasi, ada yang mengalami penurunan, serta ada pula kelurahan yang muncul sebagai pendatang baru.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim juri DLHK yang tetap menjalankan tugas secara maksimal meskipun menghadapi keterbatasan sumber daya.

Komunitas Beta Bersih (KBB) menyiapkan hadiah uang tunai dengan total Rp100 juta bagi para pemenang.

Paulus berharap hadiah tersebut dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan sarana dan prasarana kebersihan di masing-masing kelurahan.

Ia menjelaskan, pengumpulan dana hadiah tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Bahkan hingga akhir Juli 2026 masih terdapat kekurangan sekitar Rp20 juta.

Untuk menutupi kekurangan tersebut, Komunitas Beta Bersih menggelar gala dinner pada 5 Agustus 2026.

Dalam kegiatan itu, Wali Kota Kupang turut memberikan kontribusi pribadi sebesar Rp5 juta.

“Puji Tuhan akhirnya bisa tercapai total Rp100 juta pada detik-detik akhir,” ujar Paulus.

Paulus mengatakan tingginya antusiasme lurah, masyarakat dan DLHK menjadi alasan untuk memutuskan kembali pelaksanaan Lomba Kebersihan antar kelurahan pada periode 2026-2027 yang dimulai malam itu atau tgl 16 September 2026.

Untuk itu Komunitas Beta Bersih dan DLHK Pemkot Kupang melakukan penilaian dan mengumumkan peringkat yang setiap bulan.

Dengan sistem tersebut, setiap kelurahan dapat mengetahui perkembangan nilai dan peringkatnya sehingga terdorong untuk terus melakukan pembenahan.

Sementara itu, Wali Kota Kupang memberikan apresiasi kepada Komunitas Beta Bersih yang selama dua tahun ikut membantu pemerintah menggerakkan masyarakat dalam menjaga kebersihan. Selain lomba kebersihan, KBB berkolaborasi dg DLHK juga sudah beberapa kali menyelenggarakan aksi serentak Kupang Bersinar (Bersih, Indah dan Asri) dimana seluruh elemen masyarakat dan instansi bergerak serentak membersihkan kota Kupang.

Ia menegaskan bahwa kebersihan Kota Kupang merupakan tanggung jawab bersama.

Menurutnya, kehadiran komunitas seperti Beta Bersih menunjukkan bahwa pembangunan kota dapat dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Kota Kupang itu bukan milik satu orang saja, bukan milik pemerintah saja, tetapi Kota Kupang itu adalah rumah bersama,” ujarnya.

Wali Kota juga mengingatkan kelurahan yang meraih juara agar tidak cepat puas.

Predikat juara harus menjadi motivasi untuk mempertahankan kebersihan secara konsisten.

“Juara sejati kebersihan sesungguhnya adalah yang bisa menjaga kebersihan sampai itu menjadi budaya,” tegasnya.

Ia berharap kebersihan tidak hanya dijaga ketika lomba berlangsung, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Wali Kota juga mengusulkan agar pelaksanaan lomba berikutnya dapat menambahkan kategori peningkatan tertinggi. Dengan demikian, kelurahan yang mengalami kemajuan signifikan tetap memperoleh apresiasi.

Selain itu, kategori partisipasi masyarakat, penghijauan dan inovasi kebersihan juga dinilai dapat dikembangkan.

Menurutnya, membangun Kota Kupang yang lebih baik dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti membersihkan halaman sampai beberapa meter diluar pagar rumah, menjaga selokan, merawat lingkungan, menanam pohon dan membangun kesadaran bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.

Melalui kolaborasi pemerintah, komunitas, kelurahan dan masyarakat, gerakan Kupang Bersih diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah perlombaan, tetapi berkembang menjadi budaya hidup bersih di seluruh wilayah Kota Kupang. (MI)




INTI kembali Salurkan 200 Paket Bantuan Gempa ke Empat Desa di Manggarai Timur

Borong, nwartapedia.com — Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) kembali untuk kesekian kalinya menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa Flores di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

Kali ini sebanyak 200 paket bantuan disalurkan kepada warga di empat desa. Setiap paket berisi kebutuhan pokok berupa beras dan mi instan.

Penyaluran bantuan dilakukan oleh tim relawan INTI selama dua hari, yakni pada 4 dan 6 September 2026. 

Sementara pada 5 September, tim beristirahat karena kondisi rute perjalanan yang cukup ekstrem.

Tim relawan INTI dipimpin Bonafantura Teobaldus Erwin, bersama Florianus Panding dan Yohanes Sardin.

Pada Jumat, 4 September 2026, tim terlebih dahulu menyalurkan bantuan ke Desa Bangka Arus, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur. Bantuan diterima oleh Koordinator Paulus Sugianto.

Selanjutnya, bantuan diberikan kepada warga Desa Wejang Mawe dan diterima oleh Koordinator Rio Bayuarta. 

Dalam penyaluran di kedua desa tersebut, Camat Lamba Leda Timur Rikardus Rivaldo Yasman turut hadir.

Setelah beristirahat selama satu hari karena kondisi perjalanan yang ekstrem, tim relawan kembali melanjutkan perjalanannya menyalurkan bantuan pada Minggu, 6 September 2026.

Lokasi pertama yang didatangi adalah Desa Golo Lero, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur. 

Bantuan diterima oleh Koordinator Yohanes Balang dan turut disaksikan Camat Lamba Leda Timur Rikardus Rivaldo Yasman.

Dari Desa Golo Lero, tim kemudian melanjutkan perjalanan menuju Desa Golo Rengket, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur.

Di Desa Golo Rengket, bantuan diterima langsung oleh Kepala Desa Golo Rengket, Robertus Karo.

Penyaluran 200 paket bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas INTI terhadap masyarakat yang terdampak gempa Flores.

Tim relawan harus melewati sejumlah rute perjalanan yang cukup menantang untuk menjangkau desa-desa tujuan yang paska gempa nyaris belum menerima bantuan. 

Meski demikian, proses distribusi tetap dilakukan hingga seluruh bantuan yang telah disiapkan dapat disalurkan.

Bantuan berupa beras dan mi instan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat terdampak serta sedikit meringankan beban warga pascabencana.

“Aksi ini sekaligus menjadi wujud solidaritas kemanusiaan INTI dari seluruh daerah di Indonesia bagi masyarakat di wilayah Flores yang terdampak gempa”.Demikian sebagaimana yang disampaikan ketua Pengurus Daerah INTI NTT, Ir.Theodorus Widodo yang juga adalah ayah dari Walikota Kupang dr.Christian Widodo(MI)




Kepala BKN Puji Pemkot Kupang, Terbaik dalam Tata Kelola ASN

Kupang, nwartapedia.com — Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas keberhasilannya menjadi daerah terbaik dalam implementasi kebijakan kepegawaian di wilayah NTT, NTB dan Bali.

Apresiasi tersebut disampaikan Zudan saat memimpin Apel Kekuatan Gabungan ASN Pemerintah Kota Kupang di Lapangan Kantor Wali Kota Kupang, Senin (14/9/2026).

Di hadapan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan jajaran ASN, Zudan menyebut Kota Kupang sebagai daerah nomor satu dari 44 kabupaten/kota di tiga wilayah tersebut.

Kota Kupang meraih penghargaan Adhi Manawa Nugraha Utama atas komitmen dan implementasi kebijakan kepegawaian yang dinilai mendukung pengembangan karier ASN.

“BKN memberikan penghargaan nomor satu, terbaik dari 44 kabupaten/kota di wilayah NTT, NTB dan Bali,” kata Zudan.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama Wali Kota, BKPSDM, kepala perangkat daerah dan seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kupang.

Zudan menyoroti sejumlah kebijakan yang telah diterapkan, antara lain kemudahan pencantuman gelar akademik, penerapan e-kinerja harian serta kenaikan pangkat secara periodik setiap bulan.

Ia meminta capaian tersebut terus dipertahankan dan tidak membuat jajaran Pemkot Kupang berpuas diri.

“Jangan kasih kendor. Gas pol, rem tetap pakem,” tegas Zudan.

Ia juga mendorong ASN Kota Kupang memperkuat digitalisasi, meningkatkan produktivitas dan memastikan pekerjaan serta target pelayanan publik dapat diselesaikan tepat waktu.

Menurut Zudan, keberhasilan tata kelola ASN harus bermuara pada pelayanan masyarakat yang lebih cepat, mudah dan fleksibel.

Sementara itu, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemkot Kupang untuk terus memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Christian menegaskan, penghargaan Adhi Manawa Nugraha Utama bukan sekadar prestasi, tetapi menjadi tanggung jawab untuk memastikan birokrasi yang semakin tertata mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik bagi masyarakat.

Apel tersebut turut dihadiri Sekda Kota Kupang Jeffry Edward Pelt, para Staf Ahli Wali Kota, Asisten Sekda, kepala perangkat daerah, camat, lurah, pimpinan Perumda serta seluruh ASN Pemerintah Kota Kupang. **




DLHK Kota Kupang Resmi Buka Bank Sampah Kuanino, Warga Didorong Raih Manfaat Ekonomi

Kupang, nwartapedia.com — Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang mengapresiasi pembentukan Bank Sampah Kuanino sebagai salah satu langkah nyata dalam mengurangi sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Kegiatan pembentukan Bank Sampah Kuanino secara resmi dibuka oleh Sekretaris DLHK Kota Kupang, Achmad Likur,, S.Sos, MM yang mewakili Kepala DLHK Kota Kupang.

Pembukaan tersebut berlangsung dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat kerja sama Program Studi Arsitektur Fakultas Sains dan Teknik (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana) dengan LPM Kelurahan Kuanino di Kantor Lurah Kuanino, Sabtu (12/9/2026).

Dalam sambutannya, Achmad Likur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam upaya pengelolaan sampah di Kota Kupang.

Ia menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan dan berpotensi menimbulkan berbagai persoalan kesehatan.

“Terima kasih kepada semua yang telah meluangkan waktu untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan sampah di Kota Kupang. Sampah adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Achmad.

Achmad menjelaskan, sampah yang dikelola dengan baik tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga dapat menghasilkan keuntungan secara finansial.

Melalui pemilahan, sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dikumpulkan dan disetorkan ke bank sampah.

Menurutnya, aktivitas tersebut menciptakan sebuah siklus ekonomi di masyarakat. Uang yang diperoleh dari hasil pengelolaan sampah dapat digunakan kembali untuk memenuhi berbagai kebutuhan keluarga.

“Dari sampah akan ada siklus ekonomi. Sampah yang memiliki nilai ekonomi bisa menghasilkan keuntungan finansial bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia menilai keberadaan bank sampah juga memiliki fungsi edukasi yang penting karena mengajarkan masyarakat untuk memilah sampah sekaligus memahami nilai ekonomi dari barang yang sebelumnya dianggap tidak berguna.

Achmad mengatakan, pembentukan Bank Sampah Kuanino diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA.

Sampah yang masih bernilai ekonomi, seperti botol kemasan air mineral dan jenis sampah anorganik lainnya, sebaiknya dipilah dan disalurkan melalui bank sampah.

“Ketika kita melakukan pemilahan sampah dan sampah yang masih bernilai produktif atau bernilai ekonomi ditempatkan pada tempat resmi seperti bank sampah, itu akan mendatangkan keuntungan finansial,” katanya.

Selain memberikan manfaat ekonomi, pemilahan sampah juga dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat dan nyaman.

Achmad berharap langkah yang dilakukan Kelurahan Kuanino dapat menjadi contoh bagi kelurahan lainnya di Kota Kupang.

Menurutnya, Kuanino memiliki jumlah penduduk yang cukup padat sehingga membutuhkan pengelolaan lingkungan yang serius dan berkelanjutan.

Ia mendorong setiap kelurahan di Kota Kupang untuk melakukan terobosan serupa dengan membangun bank sampah di wilayah masing-masing.

“Harapan kami semua kelurahan melakukan terobosan yang sama, yaitu membuat bank sampah kelurahan, sehingga dapat membantu pemerintah Kota Kupang dalam mengurangi sampah yang terbuang percuma ke TPA,” ujarnya.

Achmad juga mengapresiasi kerja sama antara Kelurahan Kuanino dengan Undana dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut.

Menurutnya, pemerintah tidak dapat menyelesaikan persoalan lingkungan sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat serta berbagai pihak lainnya.

“Pemerintah membutuhkan sinergitas dan kolaborasi. Tanpa sinergitas dari berbagai pihak, pembangunan tidak akan berjalan maksimal,” katanya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah kelurahan dan Undana dapat terus berlanjut, khususnya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah.

Achmad kemudian secara resmi membuka kegiatan pembentukan Bank Sampah Kelurahan Kuanino.

“Dengan dukungan bapak dan ibu sekalian, kegiatan pembentukan Bank Sampah Kelurahan Kuanino saya buka secara resmi,” pungkasnya. (MI)




Kuanino Bangun Gerakan Pilah Sampah, Setoran Warga Dicatat Jadi Tabungan

Kupang, nwartapedia.com — Kelurahan Kuanino, Kota Kupang, mulai membangun gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan mendorong warga memilah sampah sejak dari rumah.

Gerakan tersebut diwujudkan melalui pengembangan Bank Sampah Kuanino yang akan menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyetorkan sampah yang telah dipilah sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi.

Lurah Kuanino, Sem Tse, S.Pi, mengatakan pengelolaan sampah menjadi salah satu perhatian utama pemerintah kelurahan dalam beberapa bulan ke depan.

Pernyataan itu disampaikan Sem Tse usai kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang digelar melalui kerja sama Program Studi Arsitektur Fakultas Sains dan Teknik (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana) dengan LPM Kelurahan Kuanino di Kantor Lurah Kuanino, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Undana Berdampak untuk Provinsi NTT: Mewujudkan World Class-Locally Relevant University melalui Kolaborasi Menuju Pembangunan Berdampak Berkelanjutan.”

Sem Tse mengatakan, kebersihan Kuanino merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah kelurahan, RT, RW dan masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan sebagai rumah bersama.

Menurutnya, Kuanino merupakan bagian dari kawasan penting di Kota Kupang sehingga kondisi lingkungannya turut mencerminkan wajah kota.

“Ini rumah bersama kita. Tanggung jawab untuk merawatnya bukan hanya pemerintah kelurahan, tetapi juga RT, RW dan seluruh masyarakat,” kata Sem Tse.

Sem Tse menjelaskan, pembentukan Bank Sampah Kuanino tidak hanya sebatas kegiatan seremonial. Pihak kelurahan telah membangun kesepakatan agar kegiatan pengelolaan sampah dapat dilakukan secara rutin.

Rencananya, kegiatan penimbangan dan pengumpulan sampah akan dilakukan setiap hari Sabtu.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat akan membawa sampah yang sudah dipilah dari rumah untuk ditimbang. Sampah yang disetorkan kemudian dicatat berdasarkan nilai rupiahnya.

Kelurahan Kuanino juga telah menerima timbangan sampah dari Undana sebagai salah satu dukungan untuk menjalankan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini tidak selesai hari ini. Kami akan terus melanjutkannya. Setiap hari Sabtu akan dilakukan kegiatan pengembangan bank sampah,” ujarnya.

Sem Tse mengajak warga mulai mengubah kebiasaan dalam membuang sampah.

Ia meminta masyarakat tidak membuang sampah di jalan, halaman orang lain maupun lahan kosong.

Sebaliknya, sampah harus dikumpulkan dan dipilah dari rumah. Sampah plastik, misalnya, dapat dipisahkan dan dimasukkan ke dalam karung sebelum disetorkan.

“Jangan membuang sampah sembarangan. Pilah dengan baik, terutama sampah plastik, kemudian disimpan dengan rapi,” tegasnya.

Menurut Sem Tse, sistem Bank Sampah Kuanino nantinya memberikan manfaat ganda. Selain membantu mengurangi sampah yang dibuang sembarangan, masyarakat juga dapat memperoleh nilai ekonomi dari sampah yang mereka kumpulkan.

Setiap setoran akan ditimbang dan dicatat sehingga nasabah mengetahui berapa nilai rupiah yang diperoleh dari sampah tersebut.

Sem Tse menilai perubahan perilaku masyarakat harus dimulai dari lingkungan keluarga.

Karena itu, pihak kelurahan akan terus menyampaikan edukasi kepada warga dalam berbagai kesempatan, termasuk saat kegiatan kemasyarakatan.

Ia berharap masyarakat tidak melihat sampah hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai bagian dari persoalan lingkungan yang harus dikelola bersama.

“Kalau kita mulai dari rumah, kemudian dilakukan bersama-sama, saya yakin pengelolaan sampah di Kuanino bisa menjadi lebih baik,” katanya.

Sem Tse juga menyampaikan apresiasi kepada Undana dan LPM Kelurahan Kuanino atas dukungan dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap kolaborasi yang telah dibangun dapat terus berlanjut sehingga program Bank Sampah Kuanino benar-benar memberikan dampak bagi kebersihan lingkungan dan masyarakat.

Dengan gerakan tersebut, Kelurahan Kuanino menargetkan kebiasaan memilah sampah dari rumah dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga, sekaligus membuka peluang agar sampah memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. (MI)