Lokakarya CAPACities 2026 Ditutup, Kota Kupang Siapkan Langkah Cepat Hadapi Dampak Perubahan Iklim

Kupang, nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang bersama Catholic Relief Services (CRS) resmi menutup Lokakarya Rencana Kerja Tahunan Program CAPACities Climate Action Partnership in Asian Cities Tahun 2026 di Hotel Neo Aston Kupang, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam menyusun langkah bersama menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan masyarakat Kota Kupang.

Penutupan lokakarya dilakukan oleh Kepala Bappeda Kota Kupang, Andre Otta.

Kepada media ini, Andre Otta menegaskan bahwa hasil pembahasan selama kegiatan akan menjadi dasar dalam penyusunan program prioritas perubahan iklim di Kota Kupang.

Menurut Andre, dampak perubahan iklim kini tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan, tetapi juga menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat seperti air bersih, sanitasi, pengelolaan sampah hingga ancaman bencana alam.

Ia mencontohkan bencana Siklon Seroja yang pernah melanda Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu dampak nyata perubahan iklim yang harus diantisipasi secara serius.

“Perubahan iklim ini membawa dampak luas, mulai dari air bersih, sanitasi, sampah hingga ancaman bencana. Karena itu pemerintah harus memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan,” ujarnya.

Dalam lokakarya tersebut, Pemerintah Kota Kupang bersama para mitra menyepakati beberapa langkah prioritas yang akan segera dijalankan.

Salah satunya adalah pembangunan sistem peringatan dini atau early warning system bagi wilayah pesisir.

Program tersebut diharapkan mampu memberikan informasi cepat kepada masyarakat nelayan dan warga pesisir terkait potensi cuaca ekstrem, gelombang tinggi maupun ancaman kenaikan air laut.

Selain itu, pemerintah juga menyoroti pentingnya penguatan sistem penanganan pengaduan masyarakat agar pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif dan responsif.

Andre mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam penanganan laporan masyarakat akibat belum optimalnya integrasi antara teknologi dan tata kelola sumber daya manusia.

“Teknologi penting, tetapi tetap harus dibarengi dengan penguatan SDM. Karena pada akhirnya semua pelayanan dijalankan oleh manusia sehingga penyelesaian masalah masyarakat bisa lebih maksimal,” jelasnya.

Ia juga menyoroti tingginya kepadatan penduduk di beberapa wilayah Kota Kupang yang berdampak pada meningkatnya persoalan sampah, sanitasi dan kebutuhan air bersih.

Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang tengah menyiapkan pembahasan lanjutan terkait regulasi dan dukungan anggaran untuk memperkuat program mitigasi perubahan iklim hingga tingkat kelurahan.

Bahkan, kata Andre, terdapat wacana mengalokasikan sebagian anggaran pembangunan kelurahan untuk mendukung program penanganan dampak perubahan iklim, termasuk sanitasi dan akses air bersih bagi masyarakat rentan.

Sementara itu, Program Manager CAPACities Indonesia dari Catholic Relief Services (CRS), Fransiska Sugi, mengatakan lokakarya tersebut merupakan agenda tahunan yang mempertemukan pemerintah daerah dengan Kelompok Kerja Perubahan Iklim Kota Kupang.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memastikan sinergi program antara pemerintah dan CRS berjalan efektif, realistis dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kegiatan ini untuk memastikan program pemerintah dan CRS berjalan selaras sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” kata Fransiska.

Ia menjelaskan terdapat tiga fokus utama dalam kemitraan tersebut, yakni penguatan kolaborasi, kebijakan yang inklusif dan akuntabel, serta penguatan komunikasi dan informasi iklim.

Fransiska menilai dampak perubahan iklim di Kota Kupang semakin terasa dalam beberapa tahun terakhir, terutama melalui perubahan pola musim, peningkatan suhu udara, ancaman longsor, angin kencang hingga persoalan krisis air bersih.

Menurutnya, hampir seluruh wilayah Kota Kupang memiliki tingkat kerentanan terhadap perubahan iklim dengan karakteristik persoalan yang berbeda antara kawasan pesisir, wilayah padat penduduk dan daerah dataran tinggi.

“Perubahan iklim itu dampaknya memang perlahan, tetapi kalau tidak diantisipasi sejak sekarang maka risikonya akan semakin besar di masa mendatang,” pungkasnya. (MI)




Pemkot Kupang dan CRS Perkuat Strategi Adaptasi Iklim Lewat Lokakarya CAPACities 2026

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang bersama Catholic Relief Services (CRS) menggelar Lokakarya Rencana Kerja Tahunan Program CAPACities Climate Action Partnership in Asian Cities di Hotel Neo Aston Kupang, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam memperkuat kerja sama lintas sektor untuk menghadapi dampak perubahan iklim dan risiko bencana di Kota Kupang.

Lokakarya dibuka oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Kupang, Daud Novianus Nafi, mewakili Wali Kota Kupang.

Daud Nafi kepala media ini menegaskan bahwa kemitraan antara CRS dan Pemerintah Kota Kupang telah berjalan cukup lama dan memberikan kontribusi dalam mendukung program penanganan perubahan iklim.

Menurutnya, penyusunan rencana kerja tahunan melalui Program CAPACities bertujuan menyelaraskan kebutuhan pemerintah daerah dengan program yang dijalankan CRS agar lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Melalui kerja sama ini, pemerintah daerah bisa membangun sinergi dengan berbagai pihak untuk melakukan mitigasi perubahan iklim. Program yang dijalankan nantinya diharapkan mampu membantu masyarakat menghadapi risiko perubahan iklim secara bertahap,” katanya.

Ia menjelaskan, pembahasan dalam lokakarya juga menitikberatkan pada penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat dalam merancang program adaptasi iklim berbasis kebutuhan wilayah.

Pada sesi materi, Sekretaris Dinas Sosial Kota Kupang, Gabriel Meo Wio, SP, memaparkan tentang relevansi tugas pokok dan fungsi Dinas Sosial dalam mendukung adaptasi perubahan iklim di Kota Kupang.

Menurut Gabriel, Dinas Sosial memiliki tanggung jawab dalam perlindungan kelompok rentan seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, dan masyarakat terdampak bencana.

“Dinas Sosial hadir melalui Kampung Siaga Bencana dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk membantu masyarakat ketika terjadi bencana, termasuk penyaluran bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Sosial juga terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat melalui program peningkatan kemampuan keluarga dan kesejahteraan sosial di tingkat kelurahan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kupang, Elsje W. A. Sjioen, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa berdasarkan kajian risiko bencana, Kota Kupang memiliki potensi terhadap 10 jenis bencana.

Jenis bencana tersebut meliputi kekeringan, cuaca ekstrem, banjir, longsor, banjir bandang, gelombang ekstrem, abrasi pantai, gempa bumi, tsunami, hingga wabah penyakit.

“BPBD terus melakukan sosialisasi kesiapsiagaan dan pelayanan informasi rawan bencana kepada masyarakat di enam kecamatan di Kota Kupang,” jelasnya.

Ia menambahkan, BPBD memiliki fungsi koordinasi, pelaksanaan, dan komando dalam penanganan bencana, termasuk pendataan warga terdampak, distribusi bantuan, dan penanganan pascabencana.

Dalam kegiatan tersebut juga dibahas pentingnya penguatan pelayanan standar minimal kebencanaan melalui edukasi masyarakat, penyediaan air bersih di kawasan rawan bencana, serta peningkatan kapasitas warga dalam menghadapi kondisi darurat.

Melalui Lokakarya CAPACities 2026 ini, Pemerintah Kota Kupang berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat guna menciptakan kota yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim dan ancaman bencana. (MI)




Wakil Wali Kota Kupang Tekankan Persatuan dan Literasi Digital pada Harkitnas 2026

Kupang, nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di halaman Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (20/5/2026).

Momentum nasional tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat semangat persatuan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi digital.

Upacara yang mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” berlangsung khidmat dan diikuti aparatur sipil negara (ASN), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), unsur kecamatan dan kelurahan, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, bertindak sebagai pemimpin upacara.

Sementara Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, tampil sebagai pembina upacara dan menyampaikan amanat Hari Kebangkitan Nasional.

Dalam sambutannya, Serena Francis menegaskan bahwa semangat kebangkitan nasional harus terus dijaga di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, terutama akibat perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.

Menurutnya, nilai persatuan, gotong royong, dan solidaritas sosial harus menjadi kekuatan utama dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga menjadi momentum memperkuat rasa persaudaraan dan semangat kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media digital dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar.

Literasi digital, kata Serena, menjadi salah satu kunci penting untuk menjaga stabilitas sosial dan persatuan bangsa.

“Kita harus menjaga ruang digital tetap sehat dan produktif. Jangan sampai hoaks dan informasi menyesatkan justru memecah persatuan masyarakat,” katanya.

Selain menyoroti pentingnya literasi digital, Serena juga menekankan bahwa semangat kebangkitan nasional perlu diwujudkan melalui pembangunan yang berpihak kepada masyarakat dan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Upacara peringatan Harkitnas 2026 tingkat Kota Kupang berlangsung tertib dan penuh semangat nasionalisme.

Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendiri bangsa dalam membangun Indonesia yang bersatu dan berdaulat. (goe)




Semangat Anak-anak PAUD dan TK di Kupang Warnai.Lomba HAN

Kupang, nwartapedia.com — Keceriaan dan semangat anak-anak mewarnai pelaksanaan lomba paduan suara Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang berlangsung di Kristal Hotel Kupang, Selasa (20/5/2026).

Sejak pagi hari, para peserta dari berbagai sekolah PAUD dan TK sudah memadati ruang persiapan bersama orang tua masing-masing.

Suasana di lokasi tampak sibuk namun penuh kehangatan. Para orang tua terlihat membantu anak-anak mengenakan kostum, merapikan rambut, hingga memastikan seluruh peserta siap tampil di atas panggung.

Salah satu kelompok peserta yang menarik perhatian berasal dari TKK Negeri Kelapa Lima.

Sejumlah siswi terlihat duduk rapi sambil dirias sederhana sebelum tampil membawakan lagu bersama teman-temannya.

Sebanyak 14 siswa dari sekolah tersebut dijadwalkan mengikuti lomba pada hari kedua kegiatan HAN 2026.

Persiapan dilakukan sejak pagi agar anak-anak tidak merasa gugup maupun terburu-buru saat tampil.

Salah satu orang tua murid, Kristin Mandala, mengaku sengaja datang lebih awal untuk membantu anak-anak bersiap.

“Kalau anak-anak dipersiapkan dari awal, mereka jadi lebih tenang dan percaya diri waktu tampil,” ujarnya.

Di sela-sela persiapan, tingkah lucu anak-anak juga mencuri perhatian. Ada yang sibuk bercermin melihat penampilannya, ada yang tertawa bersama teman-temannya, hingga beberapa anak yang tampak malu saat dirias.

Antusiasme peserta juga dirasakan para orang tua lainnya. Salah satu wali murid dari TKK Negeri Pembina mengatakan anaknya sangat bersemangat mengikuti lomba paduan suara dalam rangka HAN tahun ini.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengalaman positif bagi anak-anak untuk belajar tampil di depan umum dan membangun rasa percaya diri sejak usia dini.

Pelaksanaan HAN 2026 di Kota Kupang masih akan diisi berbagai penampilan seni dan kreativitas anak dari sejumlah sekolah PAUD dan TK.

Suasana penuh semangat dan kepolosan anak-anak menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan tersebut. (goe)




Ahmad Talib Tinjau Korban Kebakaran Panti Asuhan Holy Angel di Kupang, Minta Pengurusan Dokumen Dipermudah

Kupang, nwartapedia.com – Anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Talib, meninjau langsung korban kebakaran Panti Asuhan Holy Angel yang terjadi di Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.

Kunjungan tersebut dilakukan pada malam hari di Balai Diklat Dinas Sosial Provinsi NTT, tempat sementara para korban kebakaran dievakuasi setelah musibah yang menghanguskan sejumlah fasilitas dan dokumen penting milik korban.

Dalam keterangannya, Ahmad Talib menyampaikan rasa prihatin dan kepedulian terhadap para korban yang terdampak bencana kebakaran tersebut.

“Saya atas nama pribadi menyampaikan turut prihatin dan peduli terhadap korban kebakaran yang dialami Panti Asuhan Holy Angel di Kelurahan Naikoten,” ujarnya.

Ia mengaku sengaja datang langsung ke lokasi pengungsian untuk memantau kondisi para korban sekaligus memastikan penanganan bantuan berjalan dengan baik.

Saya ingin melihat langsung kondisi saudara-saudari kita yang terdampak kebakaran agar bisa berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Kupang dalam penyaluran bantuan,” katanya.

Ahmad Talib juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Sosial Kota Kupang yang dinilai cepat tanggap dalam membantu para korban pascakebakaran.

Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Toto Asaan, yang turut hadir dan mendampingi para korban di lokasi pengungsian.

Menurutnya, selain kerugian materiil, kebakaran tersebut turut menyebabkan hilangnya berbagai dokumen administrasi penting milik korban.

“Banyak dokumen penting yang terbakar seperti sertifikat tanah, ijazah, KTP, KK, akta kelahiran, dan dokumen administrasi lainnya,” jelasnya.

Karena itu, Ahmad Talib meminta Kantor Pertanahan Kota Kupang dan instansi terkait lainnya untuk membantu mempercepat proses pengurusan dokumen milik korban kebakaran.

“Saya meminta pemerintah dan dinas terkait agar membantu pengurusan kembali dokumen korban kebakaran mulai dari sertifikat, ijazah, KTP, KK hingga akta kelahiran agar masyarakat bisa kembali mendapatkan hak administrasinya,” tegasnya.

Ia berharap seluruh korban kebakaran dapat segera memperoleh bantuan dan pendampingan sehingga dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa. *




Kunjungi MPP Kota Kupang, Wamen PANRB Soroti Pentingnya Pelayanan Publik Cepat dan Profesional

Kupang, nwartapedia.com – Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Purwadi Arianto menegaskan bahwa pelayanan publik yang cepat, profesional, dan responsif menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja ke Mall Pelayanan Publik Kota Kupang pada Selasa, 12 Mei 2026.
Dalam kunjungannya, Purwadi Arianto menilai kehadiran Mall Pelayanan Publik (MPP) mampu memberikan kemudahan akses layanan bagi masyarakat melalui sistem pelayanan terpadu dan efisien.

Menurutnya, masyarakat yang datang ke kantor pemerintahan umumnya membawa persoalan yang membutuhkan solusi cepat dari pemerintah.

“Masyarakat datang itu membawa masalah, sehingga harus dilayani dengan baik. Pemerintah harus hadir memberikan solusi,” ujarnya.

Wamen PANRB menjelaskan bahwa kepercayaan publik terhadap pemerintah dibangun melalui ketulusan dalam melayani dan kecepatan dalam merespons kebutuhan masyarakat.

Ia menyebut pelayanan yang tulus harus dilakukan tanpa pamrih, sedangkan kecepatan pelayanan perlu ditunjang dengan sistem kerja yang efektif serta dukungan teknologi komunikasi yang memadai.

Selain itu, Purwadi Arianto juga menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam pelayanan publik.

Menurutnya, aparatur sipil negara harus menjadi contoh dalam memberikan pelayanan yang disiplin dan berkualitas.

“Kalau kita sudah tulus melayani, cepat merespon, dan taat SOP, maka itu akan menjadi teladan. Dari situlah kepercayaan masyarakat tumbuh,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi berbagai inovasi pelayanan yang diterapkan di MPP Kota Kupang, termasuk pengembangan digitalisasi layanan untuk mempermudah masyarakat mengakses pelayanan pemerintah.

Meski demikian, ia mengingatkan agar transformasi digital tetap memperhatikan masyarakat yang belum sepenuhnya memahami teknologi.

“Digitalisasi itu penting, tetapi kita juga harus memastikan semua lapisan masyarakat tetap bisa mengakses layanan, termasuk yang belum familiar dengan teknologi,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, Christian Widodo menyampaikan terima kasih atas kunjungan Wamen PANRB ke Kota Kupang.

Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Kupang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kunjungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Kupang,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Kupang terus berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat melalui berbagai inovasi pelayanan berbasis digital dan peningkatan kualitas aparatur sipil negara. ***




Pencurian di SD Persitim Satu Airmata, Kepsek Apresiasi Ahmad Talib dan Minta CCTV

Kupang, nwartapedia.com – Kasus pencurian fasilitas pendidikan di SD Persitim Satu, Kelurahan Airmata, Kota Kupang, mendapat perhatian serius dari pihak sekolah.

Kepala sekolah, Sauda Palang Bolen, S.Sos., menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPRD Kota Kupang, Ahmad Talib, atas pendampingan dalam proses pelaporan kasus tersebut.

Hal itu disampaikannya kepada media ini pada Rabu (5/5/2026), usai melaporkan kehilangan satu unit laptop dan infokus ke Polsek Kota Lama.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Ahmad Talib yang telah mendampingi kami dalam proses pelaporan ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peristiwa pencurian diperkirakan terjadi pada hari Minggu, setelah pihak sekolah mendapati perangkat yang disimpan di dalam lemari sudah tidak berada di tempat saat dilakukan pengecekan.

Selain menyampaikan apresiasi, ia juga menyoroti lemahnya sistem keamanan di lingkungan sekolah.

Menurutnya, belum adanya pagar pembatas menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya pencurian.

“Kami berharap ada perhatian lebih terhadap sarana sekolah, khususnya pembangunan pagar pembatas yang hingga kini belum memadai,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran sekolah menjadi kendala dalam penyediaan sistem keamanan tambahan seperti penjaga sekolah maupun pemasangan kamera pengawas (CCTV).

“Dengan kondisi keuangan yang terbatas, kami belum mampu menyediakan penjaga atau CCTV. Selama ini kami hanya mengandalkan bantuan warga sekitar,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia berharap pemerintah melalui instansi terkait dapat segera mengambil langkah konkret guna meningkatkan keamanan sekolah, sehingga seluruh fasilitas pendidikan, khususnya yang berasal dari bantuan pemerintah, dapat terjaga dengan baik.

“Kami berharap ke depan sekolah ini bisa memiliki CCTV dan sistem keamanan yang memadai agar kejadian serupa tidak terulang,” tutupnya.*




Ahmad Talib Kawal Laporan Pencurian Aset Sekolah, Soroti Lemahnya Sistem Keamanan

Kupang, nwartapedia.com  – Anggota DPRD Kota Kupang Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Talib mengawal langsung proses pelaporan kasus pencurian fasilitas pendidikan di SD Persitim Satu, Kelurahan Airmata, ke Polsek Kota Lama pada Rabu (5/5/2026).

Dalam pelaporan tersebut, Ahmad Talib mendampingi Kepala Sekolah SD Persitim Satu, Saudah P. Boleng, bersama Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Airmata, Abdul Haris Laudu.

Adapun barang yang dilaporkan hilang berupa satu unit laptop dan infokus yang sebelumnya tersimpan di ruang kantor sekolah.

Berdasarkan keterangan pihak sekolah, peristiwa pencurian diperkirakan terjadi pada awal pekan, tepatnya Senin, sebelum akhirnya diketahui dan dilaporkan secara resmi kepada aparat kepolisian.

Ahmad Talib menyampaikan kecaman tegas terhadap aksi pencurian tersebut.

Ia menilai kejadian ini tidak hanya merugikan secara materiil, tetapi juga berdampak langsung terhadap proses pembelajaran, mengingat perangkat yang hilang merupakan fasilitas utama yang dimiliki sekolah.

“Ini merupakan tindakan yang mencederai dunia pendidikan. Fasilitas tersebut sangat penting dalam mendukung kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mendorong Dinas Pendidikan Kota Kupang untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan di lingkungan sekolah.

Salah satu langkah yang dinilai mendesak adalah pemasangan kamera pengawas (CCTV) guna mencegah kejadian serupa terulang.

Menurutnya, peningkatan keamanan sekolah harus menjadi prioritas bersama demi menjamin keberlangsungan proses pendidikan yang aman dan kondusif.

Saat ini, kasus tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian dan masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. *




Wali Kota Kupang Perkuat Kolaborasi Revitalisasi Sekolah Bersama Pemerintah Pusat

Kupang, nwartapedia.com  – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung percepatan program revitalisasi sekolah melalui kolaborasi erat dengan pemerintah pusat.

Hal tersebut disampaikan saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI di Kupang, Selasa (5/5/2026), dalam rangka meninjau pelaksanaan bantuan revitalisasi sekolah.

Menurut Wali Kota, kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di Kota Kupang masih cukup besar, sehingga dukungan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam mempercepat pemerataan kualitas pendidikan.

Ia menyebutkan, pemerintah daerah juga berperan aktif melalui alokasi APBD untuk melengkapi pembangunan yang bersumber dari APBN, termasuk penambahan ruang kelas dan penataan lingkungan sekolah.

Selain itu, Pemkot Kupang telah mengajukan sejumlah proposal revitalisasi sekolah dan berharap dapat memperoleh tambahan dukungan pada tahap berikutnya.

Wali Kota menekankan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang layak, aman, dan berkualitas bagi siswa.

Upaya ini diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan serta memperkuat daya saing generasi muda di Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur secara umum. *




Peletakan Batu Pertama TK Kristen Kupang, Pemerintah Perkuat Akses Pendidikan Anak Usia Dini

Kupang, nwartapedia.com  –  Upaya memperkuat kualitas pendidikan sejak usia dini terus dilakukan pemerintah melalui pembangunan sarana pendidikan yang memadai. Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Taman Kanak-Kanak (TK) Kristen Kota Kupang di Kelurahan LLBK, Kecamatan Kota Lama, Senin (4/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, serta sejumlah pejabat penting, dan dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.

Dalam rangkaian kegiatan, Menteri Abdul Mu’ti juga menyerahkan bantuan berupa tas sekolah kepada 32 anak sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan mutu pendidikan anak usia dini di daerah tersebut.

Dalam sambutannya, Menteri menekankan bahwa pembangunan lembaga pendidikan anak usia dini merupakan langkah strategis dalam menciptakan generasi yang unggul di masa depan.

Ia menyebutkan bahwa pendidikan pada usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter, keterampilan dasar, serta kesiapan anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Menurutnya, pembangunan sekolah tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang menghadirkan ruang belajar yang aman, ramah anak, dan mampu merangsang perkembangan anak secara menyeluruh.

Pemerintah pusat, lanjutnya, terus berkomitmen menghadirkan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di kawasan timur.

Pembangunan TK Kristen Kota Kupang menjadi bagian dari langkah tersebut agar tidak terjadi kesenjangan akses pendidikan.

Ia berharap pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang baik, sehingga fasilitas tersebut segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pendidikan di Kota Kupang sangat membantu dalam menjawab berbagai kebutuhan di lapangan.

Ia mengungkapkan bahwa sejumlah sekolah di Kota Kupang masih membutuhkan perbaikan, baik dari segi bangunan maupun fasilitas pendukung pembelajaran.

“Kami masih menghadapi tantangan dalam pemerataan sarana pendidikan, sehingga dukungan dari pemerintah pusat sangat kami harapkan terus berlanjut,” ujarnya.

Wali Kota juga menegaskan bahwa pembangunan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan daerah dan bangsa.

Kepala TK Kristen Kota Kupang, Nortje R. Padaleti, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Ia berharap kehadiran gedung baru akan memberikan kenyamanan dan semangat belajar bagi anak-anak.

Pembangunan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga mendorong lahirnya generasi muda yang berkarakter, beriman, dan siap menghadapi tantangan masa depan, sejalan dengan visi pembangunan Kota Kupang sebagai kota yang maju dan berkelanjutan.*