Pemkot Kupang Buka Pelatihan Duta Anti-Hoaks Kolaborasi Diskominfo dan Mafindo

Kupang,nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Duta Anti-Hoaks Kota Kupang yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kupang bekerja sama dengan Mafindo Kupang.

Kegiatan berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Jumat (5/12/2025).

Wali Kota Kupang yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Jefry Pelt, membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa tantangan penyebaran informasi palsu kini semakin kompleks, seiring pesatnya penggunaan telepon genggam oleh semua kalangan, termasuk anak usia dini.

 “Hari ini handphone bukan hanya dipegang orang dewasa, tetapi sudah sampai ke anak-anak PAUD. Handphone bisa sangat bermanfaat, tetapi jika disalahgunakan bisa merusak tatanan kehidupan kita,” ujar Sekda.

Ia menekankan bahwa persebaran informasi negatif cenderung lebih cepat dan bertahan lama di masyarakat dibandingkan informasi positif. Bahkan, katanya, hingga tahun 2025 masih ditemukan hoaks yang beredar sejak 2019.

“Kadang kita bertemu informasi hoaks lama, tapi masih hidup di masyarakat. Karena itu kita perlu membekali diri agar tidak salah dalam memberikan maupun menerima informasi,” tambahny

Pelatihan ini diikuti 134 peserta, masing-masing kelurahan mengutus dua orang perwakilan untuk menjadi duta anti-hoaks di wilayahnya. Pelatihan berlangsung selama dua hari, yakni 5 dan 9 Desember 2025.

Ketua panitia sekaligus Sekretaris Diskominfo Kota Kupang, Yoseph Kale, selaku ketua panitia, menyampaikan bahwa hoaks dan disinformasi telah menjadi ancaman serius bagi kesehatan sosial dan stabilitas pembangunan daerah.

Karena itu pemerintah kota memandang perlu adanya upaya sistematis untuk memperkuat literasi digital di tingkat masyarakat.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta agar mampu mengenali informasi yang belum tentu benar, memverifikasi fakta secara mandiri, dan menerapkan etika bermedia,” jelasnya.

Selain itu, pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kemitraan antara pemerintah, aparat penegak hukum, serta komunitas dalam menanggulangi penyebaran hoaks, terutama terkait kebijakan dan layanan publik.

Pemerintah Kota Kupang berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyaring, memverifikasi, dan menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Mari kita ciptakan ruang digital Kota Kupang yang bersih dan sehat. Para peserta adalah garda terdepan dalam menjaga kualitas informasi di masyarakat,” ujar Yoseph Kale.

Pelatihan kemudian dibuka secara resmi oleh Sekda Kota Kupang, menandai dimulainya rangkaian kegiatan literasi digital anti-hoaks di Kota Kupang.(MI)




Dinas Pertanian Kota Kupang Perkuat Urban Farming untuk Penuhi Gizi Keluarga

Kupang,nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pertanian terus mendorong optimalisasi Urban Farming sebagai solusi pemenuhan pangan sehat dan peningkatan gizi keluarga.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembagian benih hortikultura, pupuk bokashi, polibag, serta obat-obatan pertanian kepada 39 anak stunting dan orang tua di empat kecamatan pada Rabu, 3 Desember 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pemanfaatan Lahan Pekarangan/Urban Farming, yang diyakini mampu menjawab tantangan ketersediaan pangan di perkotaan sekaligus memperbaiki gizi anak-anak di Kota Kupang.

Bantuan Diberikan untuk 10 Kelurahan di Empat Kecamatan

Adapun sebaran penerima bantuan adalah sebagai berikut Kecamatan Oebobo: 17 anak, Kecamatan Kelapa Lima: 12 anak, Kecamatan Kota Lama: 3 anak dan Kecamatan Kota Raja: 7 anak.

Total 10 kelurahan dilibatkan dalam program ini, menjadikannya salah satu intervensi Urban Farming terbesar yang dilaksanakan Dinas Pertanian sepanjang tahun.

Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian, Bapak Matheus A. B. Da Costa, S.Sos., M.Si, didampingi oleh Plt. Camat Oebobo, Lurah Pasir Panjang, Lurah Oebobo, dan Sekcam Oebobo. Hadirnya jajaran pemerintah ini menunjukkan dukungan penuh terhadap akselerasi Urban Farming di tingkat rumah tangga.

Urban Farming sebagai Jalan Baru Pangan Sehat di Pekarangan Kota

Kadis Pertanian menegaskan bahwa Urban Farming bukan sekadar tren, tetapi strategi jangka panjang untuk membangun ketahanan pangan di Kota Kupang.

“Dengan memanfaatkan lahan pekarangan, keluarga dapat menanam sayuran bergizi yang dibutuhkan setiap hari. Ini langkah sederhana tetapi berdampak besar dalam pemenuhan gizi, terutama bagi anak-anak yang mengalami stunting,” ujar Matheus Da Costa.

Ia menekankan bahwa keluarga tidak harus memiliki lahan luas. Polibag, planter bag, hingga vertikultur dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai komoditas hortikultura meski di ruang terbatas.

Pemerintah Kota Kupang Berkolaborasi Mendukung Pertanian Kota

Kegiatan ini memperlihatkan sinergi antara pemerintah kota, kecamatan, dan kelurahan dalam memperkuat konsep pertanian perkotaan.

Setiap tingkatan pemerintah mengambil peran aktif agar program Urban Farming dapat berjalan efektif dan menyentuh langsung keluarga yang membutuhkan.

Plt. Camat Oebobo menyampaikan bahwa inisiatif seperti ini tidak hanya membantu keluarga mendapatkan pangan sehat, tetapi juga mendorong budaya baru masyarakat perkotaan untuk menanam dan memproduksi pangan sendiri.

“Urban Farming adalah masa depan. Kupang harus menjadi kota yang mampu menyediakan pangan dari pekarangan warganya sendiri,” jelasnya.

Dampak Jangka Panjang untuk Gizi dan Kemandirian Pangan

Selain penyerahan bantuan, keluarga penerima juga akan memperoleh pendampingan teknis dari penyuluh pertanian mengenai cara menanam, merawat, hingga memanfaatkan hasil panen.

Pendampingan ini penting agar tanaman tidak hanya tumbuh, tetapi benar-benar menjadi sumber pangan sehat bagi keluarga.

Dengan dukungan berkelanjutan, program Urban Farming diharapkan membantu memenuhi gizi anak stunting, meningkatkan kemandirian pangan keluarga, memperkuat ketahanan pangan kota serta mendorong budaya menanam di lingkungan perkotaan.

Dinas Pertanian Kota Kupang berkomitmen menjadikan Urban Farming sebagai gerakan massal yang melibatkan seluruh masyarakat, sehingga Kota Kupang benar-benar dapat berdiri sebagai kota yang sehat, produktif, dan mandiri pangan. (MI/ADV)




Kolaborasi Pemerintah Kota Kupang Dorong Terwujudnya “Kupang Mandiri Pangan”

Kupang,nwartapedia.comPemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pertanian terus mempercepat langkah mewujudkan Kupang Mandiri Pangan dengan menggencarkan program pemanfaatan lahan pekarangan (Urban Farming) berbasis keluarga.

Salah satu wujud nyata dari upaya tersebut terlihat pada Rabu, 3 Desember 2025, ketika Dinas Pertanian Bidang Hortikultura menggelar kegiatan pembagian benih hortikultura, pupuk bokashi, polibag, serta obat-obatan pertanian bagi 39 anak stunting dan orang tua di Kota Kupang.

Perkuat Gizi Anak Lewat Pertanian Pekarangan

Program ini menyasar empat kecamatan dengan rincian sebagai berikut Oebobo: 17 anak, Kelapa Lima: 12 anak, Kota Lama: 3 anak dan Kota Raja: 7 anak.

Secara total, kegiatan ini melibatkan keluarga dari 10 kelurahan yang menjadi fokus penanganan stunting di Kota Kupang.

Bantuan diberikan secara langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus A. B. Da Costa, S.Sos., M.Si., didampingi oleh Plt. Camat Oebobo, Lurah Pasir Panjang, Lurah Oebobo, serta Sekcam Oebobo.

Kehadiran para pimpinan wilayah ini menunjukkan kuatnya dukungan lintas sektor dalam menyukseskan program kemandirian pangan berbasis rumah tangga.

Urban Farming: Kunci Kemandirian Pangan dari Rumah Sendiri

Dalam sambutannya, Kadis Pertanian menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar distribusi sarana produksi, tetapi bagian dari gerakan besar untuk membangun budaya bertani di lingkungan perkotaan.

“Pemanfaatan lahan pekarangan merupakan langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pangan sehat di setiap rumah. Sayuran yang ditanam sendiri tidak hanya segar dan aman, tetapi juga menjadi sumber gizi penting bagi anak-anak, terutama yang mengalami stunting,” jelas Matheus Da Costa.

Melalui Urban Farming, masyarakat didorong untuk tidak hanya menerima bantuan, tetapi aktif memproduksi pangan sendiri sehingga ketahanan pangan lokal semakin kuat dan stabil.

Sinergi Pemerintah Kota: Kekuatan Utama Menuju Mandiri Pangan

Kegiatan ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dari tingkat kota hingga kelurahan dalam mendorong terwujudnya Kupang Mandiri Pangan.

Kolaborasi antarinstansi memastikan pelaksanaan program berjalan tepat sasaran dan efektif dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat.

Plt. Camat Oebobo dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Pertanian.

“Gerakan ini mendorong masyarakat untuk menyadari bahwa pangan dapat dihasilkan sendiri. Ini merupakan langkah fundamental dalam mewujudkan kota yang mandiri dan berketahanan pangan,” ujarnya.

Dampak Berkelanjutan bagi Kesehatan dan Ketahanan Pangan Kota Kupang

Tak hanya memberikan bantuan, Dinas Pertanian juga menyiapkan pendampingan lanjutan kepada orang tua penerima manfaat.

Pendampingan tersebut mencakup cara menanam, merawat, hingga memanfaatkan hasil panen agar kebutuhan gizi anak tercukupi secara berkelanjutan.

Dengan pendekatan yang menyatukan aspek kesehatan, pemberdayaan keluarga, dan peningkatan produksi pangan rumah tangga,

program ini diharapkan menjadi tonggak penting menuju Kota Kupang yang sehat, produktif, dan mandiri pangan.(MI/ADV) 




PDAM Kota Kupang dan BNI Jalin Kerja Sama Pembayaran Tagihan Air Secara Online

Kupang,nwartapedia.com — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum (PDAM) Kota Kupang resmi menjalin kerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk terkait penerimaan pembayaran tagihan rekening air melalui fasilitas perbankan secara online.

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di halaman depan kantor Perumda Air Minum Kota Kupang pada Rabu (3/12/2025), bertepatan dengan apel pagi pegawai.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa momen apel pagi tersebut menjadi istimewa karena dipadukan dengan penandatanganan kerja sama dengan BNI.

“Pagi ini apel kita sangat spesial, dan momen ini kita padukan bersama dengan penandatanganan kerja sama dengan BNI,” ujarnya.

Isidorus menegaskan bahwa sejak awal ia mendorong Perumda Air Minum Kota Kupang untuk memulai transformasi digital demi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Sejak awal saya selalu mendorong supaya pelayanan Perumda Air Minum Kota Kupang harus memulai transformasi digital, dan hari ini kita memulainya. Kalau sudah ada aplikasi dan teknologi, buat apa kita masih menggunakan pola lama,” jelasnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada BNI yang kembali membuka ruang kolaborasi dengan Perumda Air Minum.

“Saya menyambut baik momentum pagi ini dan mengucapkan terima kasih kepada Bank BNI yang telah membuka diri untuk berkolaborasi. Ini bukan pertama kali, dan saya berharap kerja sama ini terus berlanjut.”ungkapnya.

Isidorus juga mengumumkan bahwa mulai hari ini, pelanggan dapat melakukan pembayaran tagihan air minum melalui aplikasi Wonder, sebuah fasilitas pembayaran digital yang diharapkan dapat mempermudah masyarakat.

“Mulai hari ini kita bisa membayar tagihan air minum Kota Kupang menggunakan aplikasi Wonder yang tentu akan membuat hidup kita lebih ‘wonderful’. Saya berharap agar hal ini disosialisasikan kepada seluruh masyarakat Kota Kupang,” katanya.

Ia menutup sambutan dengan ucapan terima kasih atas momentum penting tersebut yang diyakininya akan membawa Perumda Air Minum semakin maju.

Sementara itu, Pimpinan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang Kupang, Carolus I Nyoman Mariadi, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasinya atas kerja sama tersebut.

“Puji syukur pada pagi ini kita melakukan kerja sama dengan PDAM Kota Kupang. Ini merupakan kebanggaan bagi kami karena menjadi kolaborasi antara BUMN (BNI) dan BUMD (PDAM) untuk masyarakat Kota Kupang,” ujarnya.

Carolus menambahkan bahwa PDAM merupakan instansi penting yang melayani kebutuhan dasar masyarakat, sehingga BNI merasa perlu ikut mendukung peningkatan pelayanan melalui kemudahan transaksi.

“Kami sama-sama lembaga yang menjual jasa sehingga harus memberikan servis terbaik untuk pelanggan agar dapat melakukan transaksi lebih mudah,” katanya.

Ia berharap kerja sama ini membawa manfaat luas dan mendorong peningkatan kualitas pelayanan bersama.

“Harapan kami, bersama stakeholder dan karyawan kami bisa memberikan pelayanan yang lebih baik. Kami tidak memberikan janji, tetapi ke depan kami ingin menjadi lebih baik lagi untuk masyarakat Kota Kupang,” tutupnya.

Dengan hadirnya layanan pembayaran online melalui BNI dan aplikasi Wonder, Perumda Air Minum Kota Kupang berharap masyarakat dapat menikmati proses pembayaran yang lebih cepat, mudah, dan modern sebagai bagian dari transformasi digital perusahaan. (MI)




Pohon Natal Setinggi 30 Meter di Bakunase Resmi Berdiri, Jadi Ikon Baru Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com
Pembuatan pohon Natal raksasa di Kelurahan Bakunase akhirnya terwujud setelah empat tahun direncanakan.

Hal tersebut disampaikan Lurah Bakunase, Wilhelmus L. Diken, S.Ip, kepada media ini pada Selasa (2/12/2025).

Lurah Wilhelmus menjelaskan bahwa ide pembangunan pohon Natal tersebut pertama kali dicetuskan oleh tiga tokoh masyarakat yakni Bapak Robert Adoe, Bapak Happy Un, dan Bapak Buce Lanu sekitar empat tahun lalu.

Meski awalnya tertunda, semangat untuk mewujudkan ide tersebut kembali menguat pada penyelenggaraan Event Budaya Kelurahan Bakunase pada Oktober 2025 yang mengusung tema “BE BAJA artinya Bakunase Event Bangkit untuk Jaya.”

Menjadi yang Tertinggi di Kota Kupang, Bahkan di NTT

Pohon Natal megah setinggi 30 meter itu kini berdiri di Lapangan Mini Bakunase dan digadang-gadang sebagai yang tertinggi di Kota Kupang, bahkan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Struktur pohon memanfaatkan pohon taduk sebagai pusatnya, diperkuat dengan 36 jari-jari lampu LED, total panjang instalasi mencapai 830 meter, tiang tengah dari dua batang pipa besi yang diklem pada batang pohon taduk dan sistem pengaturan lampu hidup mati hasil rakitan teknisi lokal, Bapak Harry Hau.

Pemasangan pohon Natal ini mulai dikerjakan pada minggu ketiga Oktober 2025 dan selesai berkat kerja sama serta semangat gotong royong warga.

Adapun biaya pembangunan mencapai sekitar Rp15 juta, yang seluruhnya berasal dari dana swadaya masyarakat.

Simbol Sukacita Natal 2025 dan Kebangkitan Bakunase

Menurut Lurah Wilhelmus, kehadiran pohon Natal raksasa ini bukan hanya untuk memeriahkan perayaan Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026, tetapi juga menjadi simbol bangkitnya semangat warga Kelurahan Bakunase.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Robert Adoe, Bapak Happy Un, dan Bapak Buce Lanu, tokoh-tokoh yang menginisiasi ide ini. Juga kepada pengurus LKK, para pendeta dan jemaat Gereja Rehobot Bakunase, serta seluruh warga yang telah mengambil bagian dalam pembangunan pohon Natal tertinggi ini,” ungkapnya.

Lurah Wilhelmus menegaskan bahwa pembangunan pohon Natal raksasa tahun 2025 di Kelurahan Bakunase bukan hanya menjadi simbol sukacita menyambut Natal dan Tahun Baru, tetapi juga wujud dukungan nyata masyarakat terhadap program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang.

“Semangat gotong royong warga dalam merealisasikan pohon Natal setinggi 30 meter tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung arah pembangunan kota serta memperkuat identitas budaya dan kebersamaan di tingkat kelurahan,”tegasnya.

Ia berharap semangat kebersamaan yang tercipta melalui proyek ini dapat terus mengalir dalam kehidupan masyarakat Bakunase.

“Semoga Damai Natal 2025 dan semangat Tahun Baru 2026 menjadikan Bakunase semakin bangkit menuju kejayaan, mewujudkan Kampung Membangun, Kota Menata,” tutup Lurah Wilhelmus. (MI)




Perumda Air Minum Kota Kupang Jajaki Ulang Rencana Kerja Sama dengan Wisma Alak Resort

Kupang, nwartapedia.com – Perumda Air Minum Kota Kupang kembali menjajaki rencana kerja sama dengan Wisma Alak Resort setelah proses komunikasi yang telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu belum menemukan titik temu.

Upaya tersebut ditandai dengan kunjungan kerja yang dilakukan pada Jumat tanggal 28 November 2025 oleh Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, bersama Kepala SPI, Romy Seran, Kabag Teknik, Elsy Bengu, serta Kabag Administrasi dan Keuangan, Desy Setiawati.

Rombongan Perumda Air Minum Kota Kupang disambut hangat oleh manajemen Wisma Alak Resort yang dipimpin oleh Beby Sianto beserta tim.

Pertemuan berlangsung secara terbuka dan berfokus pada diskusi mengenai berbagai peluang kerja sama dalam penyediaan layanan air bersih dan air minum bagi resort tersebut.

Dalam pertemuan itu, manajemen Wisma Alak Resort menjelaskan bahwa kebutuhan akan pelayanan air bersih dari Perumda Air Minum Kota Kupang telah diupayakan sejak dua hingga tiga tahun lalu, tepatnya saat pembangunan resort mulai berjalan.

Namun, hingga kini belum ada kesepakatan final terkait penyediaan layanan tersebut.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menegaskan kesiapan pihaknya untuk menghidupkan kembali penjajakan kerja sama tersebut.

“Apa yang sudah dimulai dua atau tiga tahun lalu akan kita wujudkan saat ini. Kami datang, melihat, dan mendiskusikan apa yang perlu dibenahi agar kerja sama ini bisa segera berjalan,” ujarnya.

Isidorus menyampaikan bahwa pihaknya menyambut positif rencana kerja sama ini dan akan segera melakukan pembahasan internal untuk mencari langkah tercepat dalam merealisasikan layanan air bersih bagi Wisma Alak Resort.

“Kami menyambut baik upaya kerja sama ini dan akan segera duduk bersama secara internal untuk membahas kemungkinan tercepat agar layanan air bersih atau air minum bisa segera diberikan,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Wisma Alak Resort kepada Perumda Air Minum Kota Kupang.

Wisma Alak Resort yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 6 hektare memiliki kebutuhan air yang cukup besar.

Air digunakan tidak hanya untuk operasional hotel dan restoran, tetapi juga untuk penyiraman area hijau setiap hari dan pemenuhan kebutuhan peternakan kecil seperti ayam, itik, dan kuda.

Selain itu, kawasan resort mencakup berbagai fasilitas wisata, mulai dari cottage, restoran, hotel, tempat tinggal karyawan, hingga spot-spot rekreasi bernuansa alam, yang semuanya membutuhkan pasokan air bersih yang stabil.

Kerja sama ini diharapkan menjadi bagian dari upaya kolaboratif Perumda Air Minum Kota Kupang dalam memperkuat kemitraan strategis, sekaligus mendukung sektor pariwisata, perhotelan, dan restoran yang turut berkontribusi pada pembangunan Kota Kupang . MI)




Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang Apresiasi Petani Milenial Jadi Contoh Sukses Generasi Muda Bertani

Kupang nwartapedia.com  –   Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus A.B.H Costa, melakukan kunjungan langsung ke perkebunan melon dan tomat milik petani milenial Melianus Amnesi di Kelurahan Naikolan, Kecamatan Alak.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar agar semakin banyak generasi muda yang terinspirasi terjun ke sektor pertanian.

Menurut Costa, Melianus adalah gambaran nyata bagaimana anak muda dapat sukses dan mandiri melalui pertanian, sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

“Semangat kelompok-kelompok milenial untuk berusaha di bidang pertanian seperti ini sangat luar biasa. Prinsipnya, mereka bekerja untuk melayani. Kalau pun ada faktor ekonomi, puji Tuhan itu menjadi bonus. Yang paling penting adalah bagaimana semua anggota kelompok diberdayakan,” ujar Matheus Costa.

Melianus Jadi Figur Inspiratif Bagi Generasi Muda

Costa menilai kisah Melianus perlu diangkat menjadi profil inspiratif bagi anak muda Kota Kupang. Melianus yang sebelumnya telah mapan bekerja di Bali, memilih kembali ke kampung halaman untuk mengembangkan tanah warisan keluarga dan kemudian berhasil membangun lahan produksi hortikultura yang maju dan produktif.

“Beliau ini sebenarnya sudah mapan di Bali. Tetapi karena cinta tanah air dan karena ini tanahnya orang tua, dia pulang, membeli lahan, dan membangunnya. Hasilnya luar biasa. Ini harus menjadi corong, menjadi model bagi anak-anak muda,” tegas Costa.

Ia menambahkan bahwa banyak generasi muda kini cenderung memilih pekerjaan kantoran, sehingga profesi petani kurang diminati. Padahal, usaha pertanian modern terbukti mampu menghasilkan pendapatan besar dan berkelanjutan.

Hasil Produksi Sangat Menjanjikan

Dalam kunjungan tersebut, Costa juga meninjau langsung hasil panen melon dan tomat yang dikelola Melianus. Produktivitas kebun tersebut dinilai sangat potensial dan cukup menjanjikan secara ekonomi.

“Satu kali panen saja kita lihat, melon dengan harga Rp13.000 per kilogram, dan tomat satu ember 5–6 kilogram seharga Rp30.000. Dia hitung-hitung bisa mencapai Rp20 sampai Rp30 juta sekali panen,” jelasnya.

Dengan ketersediaan air dan sistem pengelolaan yang baik, Melianus bahkan mampu melakukan panen tiga hingga empat kali dalam setahun, menjadikan pertanian sebagai usaha yang stabil dan menguntungkan.

Pertanian Menciptakan Lapangan Kerja

Lebih dari sekadar keuntungan ekonomi, usaha pertanian yang dikelola Melianus juga membuka lapangan kerja untuk masyarakat sekitar.

Baginya, inilah contoh nyata bahwa pertanian bukan hanya aktivitas bercocok tanam, tetapi juga kegiatan yang memberkati banyak orang.

“Bekerja seperti ini bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi kita memberkati banyak orang. Kita lihat tadi, berapa banyak tenaga kerja yang terlibat. Anak-anak muda perlu memahami bahwa kerja tidak harus di belakang meja. Bertani juga bisa membangun masa depan,” kata Costa.

Dinas Pertanian Siap Dorong Regenerasi Petani

Costa menegaskan bahwa ke depan, Dinas Pertanian Kota Kupang akan terus memperhatikan, mendampingi, serta mendorong kelompok-kelompok milenial agar semakin banyak anak muda yang mau bekerja dan berkembang di sektor pertanian.

Ia menutup kunjungan dengan harapan besar terhadap generasi baru petani Kota Kupang.

“Kalau kita mau berusaha, selalu ada jalan. Yang penting ada kemauan. Petani seperti ini harus terus kita dukung. Ini masa depan pertanian Kota Kupang,” pungkasnya. (MI/ADV)




Petani Milenial Kupang, Melianus Amnesi: Dari Pensiun Dini Hingga Sukses Kembangkan Kebun Hortikultura 5 Hektare

Kupang,nwartapedia.com  – Keputusan berani yang diambil oleh Melianus Amnesi, warga Kelurahan Naikolan, Kecamatan Alak, Kota Kupang, telah mengubah hidupnya.

Pria yang pernah bekerja di sebuah hotel di Bali ini memilih mengambil program pensiun muda pada tahun 2020 dan kembali ke kampung halaman untuk mengembangkan warisan keluarga yakni lahan pertanian hortikultura seluas 5 hektare, yang kini telah dioperasikan 2,5 hektare.

“Saya lahir dari keluarga petani, dan lahan ini adalah warisan orang tua yang sudah kami jaga sejak saya kecil. Saya ingin melestarikan dan mengembangkannya agar bisa turun-temurun sampai anak cucu,” ungkap Melianus pada Jumad (28/11/2025).

Keputusannya pulang kampung dipicu oleh kondisi pekerjaan yang semakin sepi di Bali, serta dorongan dari hati untuk kembali kepada akar pertanian yang telah lama ia tinggalkan.

Mulai dari Nol, Belajar Sambil Mengembangkan Kebun

Melianus mengaku tidak memiliki latar belakang sebagai petani profesional. Semua ia pelajari sendiri, baik dari pengalaman, percobaan, maupun sumber pengetahuan digital seperti YouTube dan Google.

“Saya tidak mau hanya dengar kata orang. Saya harus lihat sendiri, alami sendiri, dan belajar langsung. Dari situ saya tahu pupuk apa yang cocok, cara tanam saat musim hujan, sampai cara menghadapi hama,” jelasnya.

Tanaman pertama yang ia coba adalah melon, dan hasilnya langsung memuaskan. Bahkan, pejabat daerah yang pertama melihat hasil panennya sempat terkejut melihat kualitasnya.

“Waktu itu Pak Yes datang dan langsung menelepon saya, bilang hasilnya bagus. Itu yang buat saya tambah semangat,” katanya.

Kini, Melianus tidak hanya menanam melon, tetapi juga tomat, dengan total 4.000 pohon melon tiap musim tanam. Setiap pohon bercabang dua sehingga potensi hasil dapat mencapai hingga 16 ton, tergantung kondisi cuaca dan permintaan pasar.

Memberdayakan Masyarakat Sekitar dan Menciptakan Lapangan Kerja

Usaha yang dijalankan Melianus telah memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekitar. Ia mempekerjakan 6 pekerja tetap dan hingga 20 pekerja harian sesuai kebutuhan.

Selain itu, beberapa pemuda yang belajar langsung darinya kini sudah mampu membuka kebun sendiri.

“Saya senang kalau ada anak-anak muda di sini bisa belajar dan mandiri. Saya ajari cara merawat, menyemprot, memupuk, sampai mereka bisa tanam sendiri,” ujarnya.

Pendapatan dari kebun ini bahkan telah membantu membiayai kuliah anaknya hingga semester 1, sementara dua anak lainnya sudah bekerja di Bali.

Investasi Mandiri Tanpa Bantuan Pemerintah

Hingga kini, Melianus mengelola seluruh lahannya secara mandiri. Mulai dari irigasi tetes, pupuk dasar, listrik yang ditarik sejauh 500 meter, hingga pembangunan rumah kecil untuk pekerja dan gudang penyimpanan.

“Saya belum pernah dapat bantuan kelompok. Semua masih 100% mandiri. Tapi kalau ada bantuan yang tepat sasaran, tentu sangat membantu percepatan pengembangan,” katanya.

Ia menekankan bahwa bantuan pemerintah seharusnya diberikan kepada petani yang benar-benar serius, bukan sekadar formalitas semata.

Pasar Terbuka Lebar, Kualitas Jadi Kunci

Untuk pemasaran, Melianus tidak menemui kendala berarti. Produksinya diserap oleh pasar lokal Kupang, distributor besar, hingga beberapa permintaan dari luar daerah.

Keunggulan produknya adalah kesegaran.

“Kalau distributor pesan, buah masih hijau segar, tidak layu karena tidak disimpan lama. Itu yang buat banyak pelanggan tetap datang,” jelasnya.

Harga melon di pasar berkisar antara Rp11.000 – Rp13.000 per kilogram, dan dalam kondisi permintaan tinggi bisa memberikan pendapatan harian yang sangat signifikan bagi kebunnya.

Impian: Pertanian Majukan Pinggiran Kota Kupang

Melianus berharap sektor pertanian bisa menjadi kekuatan besar untuk masyarakat di pinggiran Kota Kupang.

“Saya ingin anak-anak muda di sini tetap maju, gaya hidup boleh seperti kota, tapi peluang kerja dan penghasilannya bisa lebih baik. Jangan sampai karena di pinggiran, mereka merasa tidak punya masa depan,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa kerja keras dan sikap pantang menyerah adalah kunci utama.

“Kerja itu harus sambil berdoa. Kita bantu orang, kita ajari orang, kita berbagi. Dari situ rezeki datang,” tegasnya.

Tentang Melianus Amnesi

  • Petani hortikultura, Kelurahan Naikolan, Kecamatan Alak
  • Mengelola kebun melon dan tomat 2,5 hektare
  • Memberdayakan 6–20 tenaga kerja
  • Pensiun dari pekerjaan hotel di Bali tahun 2020
  • 100% usaha mandiri tanpa bantuan pemerintah
  • Fokus pada kualitas, regenerasi petani, dan pemberdayaan masyarakat. (MI/ADV)

 




Grai Buah ARB Alak Buktikan Ketangguhan UMKM Kupang Lewat Event-Event Kota

Kupang,nwartapedia.com  – Semangat para pelaku UMKM di Kota Kupang terus menjadi pendorong tumbuhnya geliat ekonomi daerah. Salah satunya datang dari Santri Afrian Kika, pemilik Grai Buah ARB Alak, yang telah lama bergabung dan aktif mengikuti berbagai event UMKM kota, termasuk kegiatan yang diselenggarakan pemerintah dan komunitas lokal.

Santri bercerita bahwa dirinya sudah terlibat sejak awal sebuah komunitas UMKM berdiri. Selain aktif berjualan di berbagai event, ia juga mengelola toko buah di Kecamatan Alak.

Namun, kondisi ekonomi yang menantang membuat dirinya dan keluarga tidak hanya mengandalkan penjualan offline.

“Kalau di toko itu harus dijaga, tapi kita tidak bisa hanya offline saja. Kita harus jemput bola. Sekarang ekonomi lagi susah, jadi kita ikuti semua event agar bisa bertemu pembeli baru,” ungkapnya di Arena Car Free Day pada Sabtu (29/11/2015).

Jemput Bola Demi Bertahan di Tengah Ekonomi Sulit

Santri menjelaskan bahwa meski harga buah sebenarnya murah, persaingan dan daya beli masyarakat menurun membuat mereka harus lebih kreatif.

Karena itu, keluarga besarnya terlibat langsung: 6 karyawan menjaga toko, sementara ia dan suami turun langsung ke lapangan mengikuti setiap event, termasuk Saboak, CFD, pasar malam, hingga agenda kuliner kota.

“Kadang ada masalah operasional, tapi kita tetap cari solusi. Tidak boleh hanya mengeluh. Yang penting tetap bergerak,” katanya.

Menurutnya, hasil penjualan di event jauh lebih cepat terlihat dibandingkan hanya mengandalkan toko.

“Di event seperti ini bekerja beberapa jam bisa menghasilkan setara dua sampai tiga hari di toko. Makanya walaupun capek, kita tidak akan melepaskan kesempatan,” ujarnya.

Event Pemerintah Kota Kupang Sangat Membantu UMKM

Santri juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang dinilai sangat peduli terhadap pertumbuhan UMKM.

Banyak event yang disediakan tanpa pungutan biaya sepeser pun, bahkan fasilitas seperti listrik ditanggung pemerintah.

“Saya pernah berkomunikasi dengan ketua panitia Saboak. Kami UMKM dibantu listriknya oleh pemerintah, artis juga sering didatangkan. Itu sangat membantu. Event seperti ini bisa membuat viral, bisa menghidupkan anak-anak muda juga,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa kelompok UMKM di Saboak memiliki tiga grup. Santri berada di Grup 3, dengan jadwal event setiap tiga minggu sekali, dan akan kembali tampil dua minggu berikutnya sesuai rotasi.

“Awalnya sangat ramai, dan sampai sekarang pun pengunjung tetap banyak. Saya tetap berpikir positif dan tetap semangat untuk berjualan di sini,” katanya dengan optimisme.

UCAPAN TERIMA KASIH UNTUK PEMKOT KUPANG

Meski tantangan selalu ada mulai dari cuaca, keramaian yang naik turun, hingga tenaga yang terkuras Santri merasa bersyukur karena wadah UMKM di Kota Kupang memberi harapan besar.

“Mau sepi ataupun ramai, kami tetap berterima kasih karena sudah dikasih tempat gratis. Tidak lucu kalau kita mengeluh padahal kita sudah diberi kesempatan. Terima kasih kepada Bapak Wali Kota Kupang yang sudah mendukung kami sejauh ini,” ujarnya menutup wawancara. (MI/ADV)




UMKM Saboak Kupang Bangkit Lewat Hidangan Lokal: Ubi, Jagung, Pisang, dan Kentang Jadi Primadona

Kupang,nwartapedia.com  – Kehadiran program Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) yang digagas oleh Wali Kota Kupang dan Wakil Wali Kota Kupang terus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk berkembang, terutama anak-anak muda yang ingin memulai usaha kuliner.

Salah satu yang merasakan manfaat besar dari kegiatan ini adalah penjual UMKM Saboak yang menyediakan aneka makanan lokal seperti ubi, jagung manis, jagung pulut, kentang, serta pisang.

Sejak hari pertama Saboak dibuka, UMKM ini selalu menyiapkan 25 porsi dalam sekali berjualan dengan harga Rp15.000 per porsi.

Menu lokal yang disajikan menjadi pilihan banyak pengunjung, terutama mereka yang ingin menjalani pola makan sehat dan diet tanpa meninggalkan cita rasa khas daerah.

“Banyak orang sekarang mau diet, jadi saya siapkan makanan lokal yang lebih sehat. Puji Tuhan, dengan adanya kegiatan Saboak dari Pemerintah Kota Kupang, penjualan kami meningkat. Dalam satu hari bisa mencapai lebih dari satu juta rupiah,” ungkap Kakak Jessica, salah satu pelaku UMKM yang berjualan di arena Taman Nostalgia pada Sabtu (29/11/2025).

Pengunjung Senang dengan Ragam Kuliner Saboak

Antusiasme masyarakat terhadap Saboak semakin terlihat setiap harinya. Imelda, salah satu pengunjung setia, mengaku selalu kembali karena pilihan makanannya sangat beragam dan mencerminkan kekayaan kuliner lokal.

“Saya selalu datang ke Saboak karena banyak sekali makanan yang dihidangkan. Semua enak, khas, dan harganya terjangkau,” ujarnya.

Harapan Agar Program Terus Berlanjut

Baik pelaku UMKM maupun pengunjung berharap kegiatan Saboak dapat terus dipertahankan dan dikembangkan demi kemajuan ekonomi lokal.

“Harapan saya, semoga program ini terus berlanjut dan membawa perubahan positif untuk Kota Kupang,” tambah Imelda.

Melalui Saboak, pemerintah tidak hanya membuka ruang kuliner baru bagi masyarakat, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk naik kelas dan memperkenalkan kekayaan pangan lokal kepada lebih banyak orang.

Program ini diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Kupang. (MI/ADV)