Rapat Pemantapan Kejuaraan Sartlak Tarung Derajat Kota Kupang Open Digelar

Kupang,nwartapedia.com  – Panitia kecil Kejuaraan Sartlak Tarung Derajat Kota Kupang Open menggelar rapat pemantapan pada Jumat pukul 15.00 WITA hingga selesai.

Rapat tersebut bertujuan memastikan kepastian keikutsertaan sejumlah kelas yang akan dipertandingkan sesuai petunjuk teknis (Juknis) sebagai panduan pelaksanaan kejuaraan, serta membahas hal-hal nonteknis lainnya.

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa Kejuaraan Sartlak Tarung Derajat Kota Kupang Open akan dilaksanakan pada 20–21 Desember 2025 dan bertempat di GOR Flobamora Oepoi, Kota Kupang.

Dengan ditetapkannya jadwal dan lokasi pelaksanaan, panitia mengimbau seluruh satuan latihan (satlak) Tarung Derajat se-Kota Kupang untuk segera melakukan persiapan secara maksimal.

Panitia juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara satlak dan panitia penyelenggara sebagai langkah penting dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan kejuaraan dapat berjalan lancar dan berkualitas.

Kolaborasi antara pengurus, pelatih, atlet, serta para pemangku kepentingan diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet muda potensial yang dapat dibina menuju prestasi tinggi, baik di level lokal, nasional, maupun internasional.

Hadir dalam rapat pemantapan tersebut antara lain Ketua Umum Frans Sales, Bendahara Umum Maria Ima Fatubun, S.Pd., para pelatih seperti Kang Edo dari Satlak Polresta Kupang Kota bersama tim, Kang Rigan bersama tim pelatih lainnya, sejumlah atlet, serta unsur pengurus inti Tarung Derajat Kota Kupang.

Keluarga besar Tarung Derajat Kota Kupang turut mengajak masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya untuk hadir langsung memberikan dukungan di GOR Flobamora Oepoi pada hari pelaksanaan kejuaraan.

Yel-yel dukungan diharapkan mampu menghadirkan suasana yang gegap gempita dan memeriahkan jalannya pertandingan.

Salam olahraga, Jaya!
“Aku ramah bukan berarti aku takut.
Aku tunduk bukan berarti aku takluk.”

Box… (MI)




Pengunjung Christmas Market Sampaikan Apresiasi untuk Pemerintah Kota Kupang

Kupang,nwartapedia.com — Suasana meriah Christmas Market 2025 di Taman Nostalgia tidak hanya menjadi ajang belanja dan rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan kebanggaan tersendiri atas perhatian Pemerintah Kota Kupang terhadap UMKM lokal.

Antusiasme pengunjung yang memadati area taman menunjukkan bahwa event ini telah menjadi ruang positif bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Salah satu pengunjung, Seina Dethan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kota Kupang pada Kamis (11/12/2025).

Ia menilai Christmas Market sebagai langkah nyata pemerintah dalam menghadirkan ruang yang ramah, kreatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Sangat bagus Pemerintah Kota Kupang yang telah menyiapkan tempat untuk membeli pernak-pernik Natal sekaligus rekreasi di Taman Nostalgia. Ini bukti bahwa pemerintah hadir untuk masyarakat,” ujar Seina.

Menurutnya, penyelenggaraan Christmas Market tidak hanya memudahkan warga mencari kebutuhan Natal, tetapi juga memberi kesempatan bagi UMKM untuk berkembang dan memperkenalkan produk lokal kepada lebih banyak pengunjung.

“Saya mengimbau agar pemerintah bisa menghadirkan lebih banyak event seperti ini. Selain mempermudah pengunjung, event seperti ini benar-benar membantu UMKM,” tambahnya.

Seina juga menyampaikan harapannya agar kawasan Taman Nostalgia ke depan dapat ditata lebih baik, terutama fasilitas untuk para penjual. Mengingat saat ini Kota Kupang memasuki musim hujan, para pelaku usaha membutuhkan area bernaung yang lebih memadai agar aktivitas jual beli tetap nyaman.

“Harapannya taman ini ditata lagi, termasuk tempat para penjual, karena sekarang musim hujan,” katanya.

Ia mengakhiri pernyataannya dengan menegaskan bahwa sepanjang pengalamannya, baru kali ini Kota Kupang memiliki pemimpin yang menurutnya sangat peduli pada masyarakat kecil dan memberikan ruang besar kepada UMKM untuk berkembang.

Christmas Market 2025 menjadi bukti bahwa kerja sama pemerintah dan masyarakat mampu menciptakan suasana yang hangat, inklusif, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di kota ini.  (MI/ADV)




Panen Perdana Ikan Lele di Bakunase, Lurah Dampingi Camat Kota Raja Apresiasi Usaha Warga

Kupang,nwartapedia.com  — Pemerintah Kecamatan Kota Raja bersama Pemerintah Kelurahan Bakunase terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hal ini ditandai dengan kehadiran Camat Kota Raja, Victor Reyneer Therik, bersama Lurah Bakunase, Wilhelmus L. Diken, dalam panen perdana ikan lele yang dilakukan oleh Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar Bertumbuh Bersama, Kamis (11/12), di kolam milik Mas Kasmadi yang berlokasi di RT 12 RW 04 Kelurahan Bakunase, Kota Kupang.

Budidaya ikan air tawar kini semakin berkembang sebagai usaha rumahan yang menjanjikan bagi warga Kelurahan Bakunase. Salah satu tokoh yang menjadi inspirasi adalah Mas Kasmadi (54), warga asal Lamongan, Jawa Timur.

Ia memulai usaha budidaya ikan lele dari kolam terpal sambil berjualan ayam potong beku.

Berkat ketekunan dan disiplin menabung, usahanya berkembang hingga kini memiliki 21 kolam bioflok berdiameter 3 meter dengan total kapasitas sekitar 21.000 ekor ikan lele. Meski sering menghadapi tantangan tingginya mortalitas bibit dari Pulau Jawa akibat perbedaan suhu dan kualitas air, Mas Kasmadi tidak menyerah dan mulai belajar melakukan pembenihan secara mandiri.

“Permintaan lele di pasar Kota Kupang sangat tinggi, sementara ketersediaan stok masih kurang. Saya sering kewalahan memenuhi permintaan,” ujar Mas Kasmadi, yang merencanakan pengembangan hingga 30 kolam bioflok.

Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar Bertumbuh Bersama yang dipimpin oleh Bapak Ebenhazer Happy Un, sekaligus Ketua RT 12, beranggotakan 10 orang termasuk Mas Kasmadi. Ebenhazer menegaskan bahwa kelompok ini dibentuk sebagai wadah untuk membangun semangat bersama dalam menjadikan budidaya ikan air tawar sebagai ikon Kelurahan Bakunase.

Dalam kesempatan itu, Camat Kota Raja, Victor Reyneer Therik, menyampaikan apresiasi serta komitmen pemerintah kecamatan untuk terus mendukung pengembangan usaha masyarakat.

“Kami akan membangun komunikasi dengan Dinas Perikanan Kota Kupang agar kelompok ini dapat memperoleh bantuan berupa bibit dan pakan, sehingga ke depan usaha ini bisa semakin berkembang,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Bakunase, WWilhelmus L. Diken, menegaskan dukungan penuh terhadap setiap inisiatif usaha masyarakat tanpa membedakan suku, ras, maupun golongan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan warga sekitar serta memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Setiap usaha tentu memiliki tantangan, terutama terkait dampak sosial dan lingkungan. Kami berharap pembudidaya terus menjalin relasi yang baik dengan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Panen perdana ini dilakukan langsung oleh Camat Kota Raja, didampingi Lurah Bakunase, Ketua RW 04, Ketua Kelompok Bertumbuh Bersama yang juga Ketua RT 12, serta para anggota kelompok.

Panen ini menjadi simbol semangat baru pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, sekaligus momentum mendorong masyarakat Bakunase memanfaatkan potensi sumber air yang melimpah untuk budidaya ikan air tawar. (MI)




Pengamat Nasional: Survei Undana Buktikan Kepemimpinan Wali Kota – Wawali Kupang Bekerja dengan Hati dan Transformasional

Kupang, nwartapedia.com — Pengamat ekonomi politik nasional, Ferdy Hasiman, memberikan tanggapan atas hasil survei kepuasan publik yang dilakukan Universitas Nusa Cendana (Undana) terkait kinerja Wali Kota Kupang Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Francis.

Pernyataan tersebut ia sampaikan kepada media ini pada Kamis, 11 Desember 2025.

Ferdy menilai bahwa capaian tingkat kepuasan publik yang tinggi merupakan bukti nyata bahwa keduanya memimpin dengan ketulusan dan komitmen pelayanan yang kuat kepada masyarakat Kota Kupang.

“Itu bukti Pak Wali dan Ibu Wakil sejak awal bekerja dengan penuh hati dan tulus untuk melayani warga Kota Kupang,” tegas Ferdy.

Menurutnya, sejak hari pertama memimpin, Christian dan Serena langsung melakukan berbagai gebrakan yang berdampak pada percepatan pelayanan publik.

Keduanya disebut berhasil mengambil hati birokrasi tanpa praktik tebang pilih, dengan tetap menempatkan aparatur pemerintah sebagai jangkar dan ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.

“Pak Wali dan Bu Wakil telah mampu mengambil hati birokrat. Mereka tidak tebang-pilih dan menjadikan birokrat sebagai mitra utama dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Sinergi yang baik antara pimpinan daerah dan birokrasi ini, menurut Ferdy, menjadi salah satu faktor utama terciptanya stabilitas, efektivitas kebijakan, dan peningkatan kualitas pelayanan.

Ferdy juga menyoroti kemampuan keduanya dalam membangun kerja sama politik dengan DPRD Kota Kupang serta berkolaborasi dengan masyarakat sipil.

Ia menilai hubungan yang harmonis itu membuat banyak kebijakan transformatif dapat terwujud.

Salah satu contoh yang ia sebut adalah penguatan ekosistem UMKM melalui program SiBoaK, yang dinilai berdampak langsung pada peningkatan pendapatan kelompok masyarakat ekonomi bawah.

“Kebijakan seperti pembangunan ekosistem UMKM melalui SiBoaK adalah contoh nyata bagaimana mereka mendorong peningkatan pendapatan masyarakat kecil,” kata Ferdy.

Selain itu, Ferdy mengapresiasi langkah cepat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang yang secara aktif menjalin komunikasi ke pemerintah pusat untuk memperjuangkan kepentingan pegawai dan masyarakat.

“Pak Wali dan Bu Wakil gerak cepat ke Jakarta membantu pengangkatan pegawai PPPK sehingga mereka kini memiliki pendapatan tetap dan konsumsi di Kota Kupang ikut meningkat,” ungkapnya.

Sinergi yang baik antara Pemerintah Kota Kupang dan pemerintah pusat, menurut Ferdy, turut menghasilkan pengakuan dan apresiasi tinggi dari berbagai pihak.

Ferdy juga menyoroti pengakuan internasional terhadap kepemimpinan Christian Widodo. Ia menyebut bahwa Christian sempat diundang sebagai pembicara kunci pada sebuah forum di Tiongkok beberapa bulan lalu, sebuah momentum yang memperkenalkan Kota Kupang ke komunitas global.

“Pak Wali sudah mendapat sambutan komunitas global dan cara kerjanya didengar di Tiongkok. Di tangan mereka, Kota Kupang mulai dikenal di komunitas internasional. Ini karena mereka tulus dan cerdas,” jelasnya.

Menurut Ferdy, kepemimpinan Christian dan Serena mencerminkan gaya kepemimpinan transformatif di NTT, bukan kepemimpinan dominatif. Ia menilai keduanya melakukan perubahan secara sistematis, terukur, dan mengedepankan tata kelola yang baik.

“Mereka tipe pemimpin transformatif. Mereka mengubah Kota Kupang berdasarkan cara kerja yang baik, bukan dominasi,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Ferdy berharap agar kepemimpinan keduanya terus membawa Kota Kupang semakin maju dan bercahaya di tahun-tahun mendatang.

“Semoga ke depan makin bercahaya,” ujarnya. (MI)




Kepuasan Publik Melonjak, Wali Kota Kupang Janji Tidak Terlena dan Terus Berbenah

Kupang,nwartapedia.com  —  Wali Kota Kupang, Christian Widodo, memberikan tanggapan resmi atas hasil survei kepuasan masyarakat yang dirilis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana).

Survei tersebut mencatat tingkat kepuasan publik mencapai 80,1 persen pada delapan bulan masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Serena Francis sebuah capaian yang dinilai jarang terjadi dalam sejarah survei kepuasan masyarakat di Kota Kupang.

Christian mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui hasil survei tersebut setelah menerima laporan dari sejumlah kolega di Undana

. Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada warga Kota Kupang yang memberikan penilaian positif terhadap kinerja pemerintah kota.

“Saya puji Tuhan, bersyukur kalau memang masyarakat menilai seperti ini. Ini bukan hebat saya, tapi karena izin Tuhan dan dukungan masyarakat. Kalau masyarakat puas, kita gas tambah,” ujarnya.

Menurut Christian, peningkatan kepuasan publik tidak lepas dari keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung program-program pemerintah kota.

Salah satu contoh yang ia soroti adalah pengelolaan sampah, di mana terjadi perubahan perilaku signifikan pada masyarakat.

“Sekarang masyarakat tidak sekadar ikut aturan, tetapi saling mengingatkan. Mereka bilang ‘jangan buang sampah sembarang’. Dengan adanya roadmap dan fasilitas yang disiapkan, perubahan itu makin terasa,” jelasnya.

Ia menilai kemajuan pembangunan yang terlihat secara nyata turut berkontribusi pada meningkatnya kepercayaan masyarakat, meski masa kepemimpinannya belum genap satu tahun.

Christian juga menyinggung kebijakan pembatasan musik hingga larut malam yang sebelumnya menuai pro dan kontra. Namun, menurutnya, masyarakat kini justru memahami manfaat dari kebijakan tersebut.

“Masyarakat berdiskusi sendiri, termasuk teman-teman media, menjelaskan bahwa kebijakan ini untuk mengurangi risiko kecelakaan dan kriminalitas. Dukungan mereka luar biasa,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah bekerja secara optimal dalam mendukung setiap kebijakan pemerintah kota.

“Di tengah keterbatasan yang luar biasa ini, bisa mencapai kepuasan publik 80 persen adalah pencapaian luar biasa. OPD sudah mendukung penuh,” tegasnya.

Meski demikian, Christian memastikan bahwa pemerintah tidak akan terlena dengan capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa evaluasi rutin akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas pelayanan publik.

“Saya masih merasa banyak kekurangan. Masih banyak yang harus diperbaiki. Ini apresiasi, tetapi kita tidak boleh terlena,” tegasnya.

Sebelumnya, Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara FISIP Undana merilis hasil survei kepuasan publik terhadap kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang.

Survei mencatat tingkat kepuasan sebesar 80,10 persen, angka yang dinilai berada di atas rata-rata kota sejenis.

Hasil tersebut dipaparkan dalam Diskusi Publik Kepemimpinan Transformasi Kepala Daerah yang digelar Forum Advokasi Kebijakan Publik di Subasuka Resto, Sabtu (6/12/2025).

Narasumber pertama, Dr. I Yoga Putu Bumi Pradana, menjelaskan bahwa survei dilakukan secara independen setelah Pilkada Serentak 2024. Kota Kupang dipilih karena statusnya sebagai barometer pembangunan di Nusa Tenggara Timur.

“Publik merasakan arah baru, ritme baru, dan energi baru dari kepemimpinan Christian–Serena. Bahkan 65,28 persen responden tidak menyebutkan kelemahan kepemimpinan, menunjukkan penerimaan publik yang sangat tinggi,” ungkapnya.

Narasumber kedua, Dr. Laurensius Sairani, menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan dan peningkatan akuntabilitas, terutama terkait persoalan sampah dan ketersediaan air minum yang masih menjadi keluhan utama warga.

“Jika dua masalah ini tidak ditangani dengan baik, tingkat kepuasan bisa berubah,” ujarnya.

Secara umum, hasil survei menempatkan Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Christian Widodo dan Serena Francis pada posisi kuat di mata publik.

Tingkat kepercayaan yang tinggi ini dinilai menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan dan memperkuat inovasi pelayanan publik.

Christian menutup tanggapannya dengan mengajak seluruh masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga dan membangun Kota Kupang.

“Mari jadikan Kota Kupang sebagai rumah yang aman, nyaman, dan membanggakan untuk kita ceritakan,” katanya.

Dengan dukungan masyarakat, OPD, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kota Kupang optimistis dapat melanjutkan agenda pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi warga. (*)




Perumda Air Minum Kota Kupang Gelar Diklat Teknis untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Kupang nwartapedia.com  —   Perumda Air Minum Kota Kupang menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi seluruh pegawai di bagian teknik pada Rabu (10/12).

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Scada, Kelurahan Manulai II, dan diikuti sekitar 40 pegawai yang dikoordinir langsung oleh Kepala Bagian Teknik, Elsy Bengu.

Diklat teknis ini bertujuan meningkatkan kapasitas, wawasan, serta kemampuan teknis para pegawai agar pelayanan air minum kepada masyarakat Kota Kupang dapat dilakukan secara lebih maksimal dan optimal.

Dalam kegiatan ini, Perumda menghadirkan narasumber tunggal, Ir. Piet Djami Rebo, M.Si, seorang tokoh pembangunan infrastruktur NTT sekaligus mantan Kepala Karis PU Provinsi NTT.

Dalam paparannya, Piet Djami Rebo menyoroti berbagai persoalan yang saat ini dihadapi Perumda Air Minum Kota Kupang, mulai dari tingginya tingkat kebocoran air (NRW), distribusi yang belum merata, hingga kesenjangan antara kapasitas produksi SPAM Kali Dendeng dan jumlah sambungan rumah di wilayah sekitar instalasi tersebut.

Sebagai tokoh yang berpengalaman dalam pembangunan infrastruktur, ia menyampaikan harapan agar Perumda terus melakukan peningkatan kualitas pelayanan dengan mengefektifkan peran seluruh pegawai teknis, mulai dari produksi, transmisi, distribusi, hingga penanganan teknis di lapangan.

Dengan penguatan kapasitas pegawai, pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan lebih optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa menyampaikan apresiasi atas dukungan dari narasumber dan menegaskan bahwa Bimtek ini merupakan kesempatan penting bagi pegawai untuk meningkatkan kemampuan dan menemukan solusi atas berbagai persoalan teknis yang dihadapi perusahaan.

“Ini momentum baik bagi para pegawai untuk menambah pengetahuan dan memperkuat kualitas pelayanan. Saya berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan aktif berdiskusi,” ujarnya.

Agenda Bimtek ini merupakan rangkaian pelatihan rutin yang diselenggarakan Perumda Air Minum Kota Kupang. Sebelumnya, kegiatan serupa telah diberikan kepada pegawai bagian administrasi dan keuangan, kemudian disusul oleh bagian hubungan langganan.

Dengan adanya berbagai pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM ini, Perumda berharap kualit as pelayanan air minum di Kota Kupang semakin baik dan mampu menarik lebih banyak pelanggan baru di masa mendatang.. (MI)




UMKM JC Cake and Cookies Perkenalkan Produk Andalan di Christmas Market

Kupang,nwartapedia.com   — Pelaku UMKM kuliner, Maria Magdalena, pemilik brand JC Cake and Cookies, turut meramaikan acara Launching Christmas Market yang digelar di Taman Nostalgia pada Senin (8/12/2025).

Dalam kesempatan itu, Maria menyampaikan harapannya sekaligus menceritakan perjalanan usahanya yang kini mulai aktif mengikuti berbagai bazar di Kota Kupang.

“Lumayan memperkenalkan produk-produk kami ke orang banyak supaya orang lebih tahu. Yang sudah tahu pasti balik lagi, tapi yang belum tahu kan harus coba dulu. Jadi targetnya orang datang dulu, kenal dulu sama produk kami,” ujarnya saat ditemui media ini.

Maria mengungkapkan bahwa dirinya baru pindah ke Kupang dan selama ini lebih banyak berjualan secara online.

Keikutsertaannya dalam berbagai pameran dan bazar merupakan langkah strategis untuk membangun kembali pasar dan memperkenalkan brand JC Cake and Cookies kepada masyarakat Kota Kupang.

“Saya baru pindah ke Kupang, jadi sekarang lagi rajin ikut bazar di mana-mana. Tujuannya memperkenalkan brand kami,” jelasnya.

Produk Andalan dan Menu Spesial Natal

JC Cake and Cookies menghadirkan beragam produk unggulan, mulai dari menu harian hingga edisi khusus Natal.

Beberapa yang menjadi favorit pelanggan antara lain Tiramisu Sodok merupakan produk best seller yang menurut Maria masih jarang ditemukan di Kupang, Sifon Cake yakni andalan untuk pilihan bolu yang ringan dan lembut dan aneka Kue Kering & Hampers Natal tersedia khusus untuk momen hari raya.

“Kalau untuk Natal, kami siapkan kue kering dan hampers. Biasanya saya buat kue kering hanya untuk hari raya saja yakni Lebaran dan Natal,” tambahnya.

Produksi intensif telah disiapkan hingga tanggal 22 Desember sebelum memasuki masa libur. Maria memastikan seluruh produknya dibuat dengan kualitas terbaik namun tetap dengan harga yang terjangkau.

Harapan untuk Pemerintah dan Penyelenggara Event

Maria juga menyampaikan beberapa masukan terkait penyelenggaraan event, khususnya untuk meningkatkan jumlah pengunjung yang otomatis berdampak pada pelaku UMKM.

“Harapannya eventnya bisa lebih dibesarkan lagi. Tempatnya sudah ada, tapi mungkin acaranya bisa lebih diperbanyak supaya orang tertarik datang. Misalnya ada artis, fashion show, atau agenda yang lebih ramai. Dampaknya pasti terasa untuk kami para UMKM,” ujarnya.

Ia juga menyoroti soal kondisi cuaca dan fasilitas tenda yang dinilai perlu diperhatikan agar pelaku UMKM tetap nyaman berjualan.

“Tadi taplak kami sampai basah, untung kuenya tertutup jadi aman. Kalau bisa tempat dan booth dibuat lebih proper, itu saja harapannya,” katanya.

Maria berharap keikutsertaannya pada Christmas Market ini dapat membuka peluang baru dan semakin memperluas jangkauan pelanggan di Kupang.

“Yang penting orang kenal dulu produk kami. Kualitasnya bagus, harganya terjangkau. Semoga makin banyak yang suka dan terus kembali,” tutupnya

Tentang JC Cake and Cookies

  • Pemilik: Maria Magdalena
  • Nama Usaha: JC Cake and Cookies
  • Bidang Usaha: Kue basah, kue kering, cake harian, hampers, serta kue ulang tahun
  • Lama Usaha: 2 tahun
  • Lokasi Booth: Indomaret Jalan Pit A, Talo samping Resto Suka Ramai
  • Kontak: 0896-5751-7789. 

(MI/ADV)




UMKM Jadi Magnet Utama di Christmas Market Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com  — Pembukaan Christmas Market 2025 di Arena Taman Nostalgia pada Senin, 8 Desember 2025, tidak hanya menghadirkan suasana Natal yang meriah, tetapi juga menjadi panggung besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Kupang. Ratusan pelaku UMKM memadati area bazar dengan beragam produk unggulan yang menjadi daya tarik utama pengunjung.

Kegiatan yang digelar hingga 22 Desember 2025 ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus mendekatkan kebutuhan perayaan Natal kepada warga.

UMKM Hadirkan Beragam Produk Natal: Dari Aksesori hingga Kue Khas
Area UMKM di Christmas Market tahun ini tampil lebih variatif. Para pelaku usaha lokal memamerkan karya dan produk terbaik mereka.

Christmas Market menyajikan Aksesori dan dekorasi Natal
(ornamen gantung, kartu ucapan, hiasan pohon Natal, hingga lampu-lampu tematik), Kue Natal kering dan basah seperti kastengel, nastar, roti jahe, bolu mentega, kue tar, dan dessert khas NTT, Hadiah dan hampers Natal yang dikemas cantik dan siap dibawa pulang sebagai bingkisan untuk keluarga dan kerabat
Pernak-pernik kreatif UMKM lokal
termasuk kerajinan tangan, produk fashion lokal, lilin aromaterapi, serta ragam souvenir bernuansa Natal
Keberagaman produk ini menjadikan Christmas Market sebagai tempat belanja lengkap bagi masyarakat yang mempersiapkan perayaan Natal.

Wadah untuk Meningkatkan Ekonomi Kreatif Masyarakat

Plh. Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, dalam sambutannya menegaskan bahwa Christmas Market bukan hanya ajang perayaan, tetapi ruang ekonomi yang membawa dampak langsung bagi masyarakat.

“Selain membantu persiapan Natal, kegiatan ini juga mendorong pengembangan UMKM kita. Pemerintah menghadirkan distributor pangan dan pedagang pernak-pernik Natal agar masyarakat dapat menjangkau semuanya di satu tempat,” jelasnya.

Dengan meningkatnya jumlah pengunjung setiap tahun, Christmas Market menjadi peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar, meningkatkan penjualan, serta memperkenalkan produk lokal ke masyarakat luas.

Rangkaian Acara yang Mendukung Aktivitas UMKM

Untuk menghadirkan suasana yang lebih hidup, Pemerintah Kota Kupang juga merangkaikan Christmas Market dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti Car Free Day & Independent Run pada 13 Desember, 
Malam PPuji-Pujian pada 20 Desember, Penampilan sanggar seni dan komunitas kreatif setiap hari

Kegiatan ini memastikan aliran pengunjung terus ramai, sehingga aktivitas transaksi UMKM berjalan maksimal sepanjang pelaksanaan.

Suasana Belanja Meriah, Harga Terjangkau

Selain dekorasi meriah khas Natal, Christmas Market 2025 memberikan jaminan harga ramah masyarakat, khususnya untuk kebutuhan pokok seperti gula, terigu, beras (termasuk dari Bulog), serta produk pangan lainnya.

Kolaborasi antara pemerintah, distributor, dan UMKM membuat masyarakat dapat berbelanja secara nyaman, mudah, dan hemat dalam satu lokasi.

Terbuka untuk Umum Hingga 22 Desember 2025

Dengan memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa, kegiatan ini resmi dibuka dan kini dapat dinikmati oleh seluruh warga Kota Kupang.

Christmas Market 2025 di Arena Taman Nostalgia bukan hanya tempat belanja, tetapi juga ruang kebersamaan yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pengunjung dapat datang setiap hari hingga 22 Desember 2025 dan menikmati suasana Natal sambil mendukung produk UMKM lokal. (MI/ADV)




Publik Semakin Percaya: Survei FISIP Undana Soroti Gaya Kepemimpinan Terbuka Wali Kota Kupang

Kupang,nwartapedia.com  — Kepercayaan publik terhadap Pemerintah Kota Kupang menunjukkan tren positif berdasarkan hasil survei terbaru yang dipaparkan dalam Forum Advokasi Kebijakan Publik.

Temuan ini disampaikan dalam Diskusi Publik bertema “Kepemimpinan Transformasional Kepala Daerah: Refleksi Kepuasan dan Harapan Masyarakat” yang digelar di Subasuka Resto, Sabtu (6/12/2025).

Survei yang dilakukan oleh tim peneliti FISIP Universitas Nusa Cendana (Undana), Dr. I Putu Yoga Bumi Pradana, S.Sos., M.Sc. dan Dr. Laurens Sairani, menunjukkan bahwa masyarakat menilai Kota Kupang bergerak ke arah yang tepat di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota saat ini.

Publik melihat gaya kepemimpinan yang lebih terbuka, responsif, dan aktif hadir dalam berbagai persoalan warga.

Dr. Yoga mengungkapkan bahwa penilaian masyarakat terhadap kepemimpinan daerah relatif tinggi dan menjadi modal penting bagi perubahan Kota Kupang.

“Masyarakat menilai kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota cukup kuat dan terbuka. Namun, birokrasi harus mampu bergerak seirama agar kualitas layanan publik juga meningkat,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun kepemimpinan memperoleh nilai tinggi, beberapa aspek kinerja pemerintahan masih membutuhkan percepatan, terutama dalam hal responsivitas, koordinasi antar-OPD, serta konsistensi eksekusi program.

Dalam pemaparan lebih mendalam, Dr. Laurens Sairani menyoroti tiga persoalan utama yang paling memengaruhi tingkat kepuasan masyarakat:

1. Pengelolaan Sampah

Isu sampah disebut sebagai masalah paling sering dikeluhkan sekaligus indikator penting dalam menilai efektivitas pemerintah.

2. Akses Air Bersih

Air bersih masih menjadi persoalan struktural yang perlu ditangani dengan pendekatan lebih sistematis dan berkelanjutan.

3. Kualitas dan Pemerataan Infrastruktur

Mulai dari jalan lingkungan, penerangan, hingga infrastruktur sosial yang belum merata di seluruh wilayah Kota Kupang.

“Jika tiga isu utama ini ditangani secara konsisten, maka persepsi positif masyarakat akan meningkat signifikan,” ujarnya.

Survei juga menemukan adanya peningkatan kesadaran dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan publik yang terintegrasi, SOP dan koordinasi antar-OPD yang lebih jelas, layanan kesehatan dan pendidikan yang lebih merata,  digitalisasi layanan yang lebih cepat dan program pemberdayaan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Menurut Dr. Laurens, masyarakat kini semakin menilai kinerja pemerintah dari kecepatan layanan, transparansi informasi, dan keterbukaan komunikasi.

Temuan survei menunjukkan bahwa gaya komunikasi Wali Kota yang dianggap lebih terbuka, mudah dijangkau, dan intens turun ke lapangan menjadi faktor kuat meningkatnya rasa percaya publik.

Namun demikian, tim peneliti menegaskan bahwa upaya komunikasi publik perlu diperluas agar informasi pembangunan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Kepercayaan publik akan bertahan jika pemerintah menjaga arah pembangunan tetap konsisten dan memperkuat komunikasi dengan warga,” jelas Dr. Laurens.

Tim peneliti FISIP Undana memberikan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain modernisasi layanan dasar, terutama air bersih dan pengelolaan sampah, penguatan koordinasi dan integrasi antar-OPD, percepatan digitalisasi layanan publik, sosialisasi program pemerintahan yang lebih massif, penanganan cepat terhadap keluhan-keluhan struktural dan konsistensi arah pembangunan hingga akhir masa jabatan.

“Tahun kedua akan menjadi penentu keberhasilan transformasi Kota Kupang. Fondasi sudah terbentuk di tahun pertama, selanjutnya pemerintah harus berfokus pada percepatan eksekusi,” tutup Dr. Laurens.  (MI)




UCB dan Undana Luncurkan Teknologi Energi Hibrid Surya Angin Tekan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting di TTS

Soe,nwartapedia.com   — Persoalan kemiskinan ekstrem dan tingginya angka stunting di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mendorong Universitas Citra Bangsa (UCB) dan Universitas Nusa Cendana (Undana) menghadirkan inovasi energi terbarukan berbasis hybrid surya–angin.

Inovasi ini dikembangkan melalui Program Hibah Kosabangsa yang didukung Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) melalui Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM).

Teknologi tersebut resmi diserahterimakan kepada masyarakat Desa Kesetnana, Soe, dalam kegiatan yang berlangsung pada Jumat (05/12/2025).

Ketua Tim Kosabangsa UCB, Dr. Abdul Majid, M.Kes, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari hasil temuan lapangan mengenai keterbatasan akses air bersih yang menjadi penyebab utama kemiskinan dan stunting di wilayah pedalaman Pulau Timor.

“Kami melihat bahwa akar masalah kemiskinan dan stunting adalah kurangnya air. Karena itu, kami berkolaborasi dengan profesor dari Undana yang memiliki paten teknologi terkait. Dari sinilah tercipta sistem energi surya dan angin (hybrid) untuk memproduksi listrik dan memompa air dari mata air guna kebutuhan pertanian dan kebutuhan dasar masyarakat,” jelas Wakil Rektor Bidang Akademik UCB tersebut.

Ia menambahkan bahwa Desa Kesetnana dipilih karena termasuk desa dengan prevalensi stunting tinggi di TTS.

Ketua Pendamping Program, Prof. Dr. Ir. H. Sudirman Syam, ST., MT., IPM, Guru Besar Teknik Elektro dan Informatika Undana, menegaskan bahwa program ini merupakan intervensi strategis yang menyasar ketahanan pangan dan perbaikan gizi keluarga.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah mengatasi akar masalah kemiskinan dan stunting yang terkait kerawanan pangan dan minimnya akses air bersih,” jelasnya.

Ia memaparkan bahwa metodologi program menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas, mulai dari survei baseline, desain dan instalasi sistem, pelatihan masyarakat, hingga monitoring dan evaluasi berkelanjutan.

“Ini adalah inovasi perdana yang kami hasilkan dari paten Motor Magnet NdFeB. Potensi angin dan cahaya matahari di TTS sangat besar sehingga teknologi ini tepat diterapkan,” tambah Profesor Sudirman.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda TTS, Drs. Deny Nubatonis, S.Ip, M.Si, menyampaikan apresiasi mendalam kepada tim Kosabangsa.

“Kami sangat berterima kasih. Inovasi ini sangat bermanfaat dan akan kami informasikan ke 266 desa lainnya agar bisa berkolaborasi dengan tim. Saya percaya dana desa dapat digunakan untuk hal luar biasa seperti ini,” ujarnya.

Kepala Desa Kesetnana, Petrus P. S. Liu, S.Ip, menilai program ini membawa dampak nyata bagi warga.

“Air sudah mengalir, masyarakat sudah bisa menanam, dan hasilnya mulai terlihat. Kelompok tani dan ibu-ibu PKK sangat merasakan manfaatnya. Wawasan masyarakat juga bertambah lewat pelatihan mengolah produk pertanian,” katanya.

Ia berharap teknologi ini menjadi titik balik pembangunan Desa Kesetnana di masa mendatang.

Tim Pengusul (UCB) Dr. Abdul Majid, M.Kes (Ketua), Andi Agung Wahyu Utama, ST., MT, Arman Rifat Lette, SKM., MPH dan Vinsensius Belawa Lemaking, SKM., M.Kes

Tim Pendamping (Undana) Prof. Dr. Ir. H. Sudirman Syam, ST., MT., IPM (Ketua), Dr. Sri Kurniati A., ST., MT, Dr. Yuliana Tandi Rubak, STP., MP

Mahasiswa UCB yang terlibat Kevin Arjuna Ndiy, Cindy P. Maharani, Lidwina Olbata, Putri Ade Bungsu Maleachy, dan Jelita Yati Yani Foes. ***