Wakil Wali Kota Kupang Tekankan Penguatan Iman untuk Tingkatkan Etos Kerja ASN

Kupang,nwartapedia.com   – Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan pentingnya penguatan iman yang diwujudkan dalam etos kerja, integritas, serta peningkatan kualitas pelayanan publik aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Kupang.

Penegasan tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada Ibadah Penyegaran Iman Pemerintah Kota Kupang yang digelar di Lantai 1 Kantor Wali Kota Kupang, Jumat (9/1).

Ibadah penyegaran iman tersebut dipimpin oleh Pdt. Yusuf Panggo, S.Th. dan dihadiri para Kepala Perangkat Daerah lingkup Kota Kupang, Direktur Perumda Pasar, serta ASN Pemerintah Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota mengajak seluruh ASN untuk mengawali tahun kerja 2026 dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Menurutnya, ibadah penyegaran iman menjadi ruang refleksi di tengah kesibukan dan tanggung jawab pekerjaan, sekaligus momentum memperbarui kekuatan rohani dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu, Serena C. Francis juga menyampaikan ucapan Selamat Natal 25 Desember 2025 dan Selamat Tahun Baru 1 Januari 2026 kepada seluruh ASN yang merayakan, seraya berharap damai dan kasih Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah pelayanan aparatur Pemerintah Kota Kupang.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberagaman iman bukanlah penghalang dalam bekerja, melainkan kekuatan untuk saling menghormati dan melayani bersama. Keberagaman tersebut, menurutnya, merupakan fondasi penting dalam membangun Kota Kupang sebagai rumah bersama yang rukun, damai, dan inklusif.

Wakil Wali Kota juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pendeta yang memimpin ibadah serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan, mulai dari pembawa acara, pemain musik, penyanyi, hingga tim perlengkapan.

Dalam sambutannya, Serena C. Francis turut mengapresiasi dedikasi dan kerja keras seluruh ASN sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan hasil survei, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik Pemerintah Kota Kupang telah mencapai 80 persen.

Capaian tersebut, menurutnya, patut disyukuri, namun tidak boleh membuat aparatur berpuas diri.

“Capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kinerja yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tantangan pelayanan ke depan semakin kompleks seiring meningkatnya ekspektasi masyarakat.

Oleh karena itu, ibadah penyegaran iman tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi titik tolak untuk memperkuat komitmen pelayanan.

Menurutnya, iman harus tercermin secara nyata dalam pekerjaan sehari-hari, antara lain melalui disiplin, tanggung jawab, kejujuran, serta sikap rendah hati dalam melayani masyarakat.

ASN dan PTT dituntut tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga hadir melalui kinerja, etos kerja, dan pelayanan yang tulus.

Wakil Wali Kota juga mengingatkan seluruh ASN untuk kembali bekerja secara serius dan profesional di unit kerja masing-masing, dengan menyelesaikan tugas tepat waktu, mematuhi aturan, serta memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan beretika.

“Pemerintah Kota Kupang membutuhkan aparatur yang profesional, berintegritas, serta kuat secara mental dan spiritual. ASN yang memiliki iman yang kuat akan lebih bijak dalam mengambil keputusan dan konsisten dalam melayani masyarakat,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Serena C. Francis mengimbau seluruh ASN untuk menjaga kesehatan, terutama di musim penghujan, agar tetap prima dalam menjalankan tugas pelayanan.

Program penyegaran iman ini dilaksanakan bagi seluruh ASN lintas agama, meliputi Kristen Protestan, Katolik, Islam, dan Hindu sesuai keyakinan masing-masing, sebagai wujud nyata penghormatan terhadap keberagaman iman serta implementasi moderasi beragama di lingkungan Pemerintah Kota Kupang. ***




Sekda Kota Kupang Lepas Armada Kebersihan Aksi Kupang Bersinar 2026

Kupang,nwartapedia.com – Mewakili Wali Kota Kupang, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Jefry Pelt, secara resmi melepas rombongan armada kebersihan dalam kegiatan Aksi Kupang Bersinar 2026 yang berlangsung di Taman Alun-Alun Kota Kupang, Jumat (9/1/2026) sore.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Kupang dan Komunitas Beta Bersih sebagai upaya bersama mewujudkan Kota Kupang yang bersih, indah, dan asri (Kupang Bersinar).

Dalam sambutannya, Sekda Jefry Pelt menyampaikan permohonan maaf dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang yang tidak dapat hadir karena sedang menjalankan tugas penting di Jakarta.

“Saya diutus untuk membuka kegiatan Aksi Kupang Bersinar ini. Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap pentingnya kebersihan kota dan kenyamanan seluruh warga Kota Kupang,” ujar Sekda.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini awalnya direncanakan dirangkaikan dengan launching lomba kebersihan antar kelurahan.

Namun sesuai arahan Wali Kota Kupang, launching lomba tersebut akan dilaksanakan langsung oleh Wali Kota pada kesempatan tersendiri.

Sekda juga memberikan apresiasi kepada pimpinan perangkat daerah, para camat, lurah, serta para pejuang kebersihan yang telah melakukan aksi pembersihan di sejumlah titik tempat pembuangan sementara (TPS). Sebanyak 58 armada kebersihan disiapkan untuk mendukung distribusi dan pengangkutan sampah dalam kegiatan tersebut.

“Cuaca yang mendukung hari ini merupakan anugerah Tuhan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik. Apa yang kita lakukan hari ini adalah bentuk kekeluargaan pemerintah kota dalam memberikan rasa nyaman bagi seluruh warga Kota Kupang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Beta Bersih, Paulus Irsan Dardana, menyampaikan bahwa Aksi Kupang Bersinar merupakan gerakan kerja bakti massal yang melibatkan seluruh komponen masyarakat Kota Kupang.

“Kebersihan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab utama seluruh warga Kota Kupang. Karena warga kota yang memproduksi sampah, maka kesadaran mengelola sampah harus dimulai dari rumah tangga masing-masing,” tegas Irsan.

Ia mengungkapkan bahwa Komunitas Beta Bersih menyiapkan 31 armada pengangkut sampah, dengan rincian tiga armada dump truk fuso kapasitas 20 ton ditempatkan di TPA Alak untuk mendukung pembersihan lokasi pembangunan, sementara armada lainnya digunakan untuk mengangkut sampah hasil kerja bakti, termasuk sisa-sisa perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Kami ingin menjadi motor penggerak budaya bersih di Kota Kupang. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkala sehingga Kota Kupang benar-benar menjadi kota yang bersih,” ujarnya.

Irsan juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang atas kepercayaan dan kolaborasi yang terjalin, serta kepada seluruh anggota Komunitas Beta Bersih dan para donatur armada yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Sekretaris Komunitas Beta Bersih, FX Endrue Lie, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan kota.

“Dengan aksi serentak bersihkan Kota Kupang ini diharapkan warga akan lebih peduli dan rutin melakukan kerja bakti bersihkan lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau komunitas tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Melalui aksi ini, Komunitas Beta Bersih berharap semangat gotong royong terus terjaga dan menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari warga Kota Kupang.

Kegiatan Aksi Kupang Bersinar 2026 ini turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, pimpinan perangkat daerah, Camat Kota Lama, Ketua Komunitas Beta Bersih beserta tim, serta jajaran Pemerintah Kota Kupang.

Aksi Kupang Bersinar secara resmi dimulai sebagai langkah awal mewujudkan Kota Kupang yang lebih bersih dan nyaman bagi seluruh warga. (MI)




Perumda Air Minum Kota Kupang Nilai Serah Terima Aset Developer Dukung Peningkatan Layanan Air Bersih

Kupang,nwartapedia.com  – Kepala Bagian Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum (PDAM) Kota Kupang, Ferdy Jeremias, menilai serah terima pengelolaan infrastruktur air bersih dari dua developer perumahan, Bobby Pitoby dan Bobby Famdale, sebagai bentuk dukungan nyata sektor swasta terhadap pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat.

Kedua developer tersebut tergabung dalam asosiasi yang sama, yakni DPD Real Estate Indonesia (REI) Nusa Tenggara Timur, dan secara resmi menyerahkan pengelolaan infrastruktur air bersih kepada Perumda Air Minum Kota Kupang.

Menurut Ferdy, aset yang diserahkan mencakup berbagai infrastruktur vital, mulai dari sumur bor, pompa air, meteran listrik, panel pompa, reservoar, jaringan perpipaan, hingga sejumlah unit sambungan rumah. Jika dikonversi ke dalam nilai ekonomi, total aset tersebut mencapai miliaran rupiah.

“Ini tentu sangat membantu pemerintah karena meringankan tanggung jawab pendanaan dalam penyediaan infrastruktur air bersih. Dukungan seperti ini menunjukkan kepedulian developer terhadap keberlanjutan layanan dasar bagi masyarakat,” ujar Ferdy kepada media ini pada Jumad (9/01/2026).

Ia menambahkan, pelayanan air bersih yang selama ini telah dilakukan secara mandiri oleh kedua developer menjadi standar minimal yang harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan oleh Perumda Air Minum Kota Kupang.

“Ketika pengelolaan diambil alih oleh pihak yang lebih ahli, maka kualitas pelayanan seharusnya menjadi lebih baik. Ini penting agar tidak menimbulkan kekecewaan bagi pelanggan,” tegasnya.

Dengan bertambahnya jumlah sambungan rumah dari hasil serah terima tersebut, Ferdy optimistis cakupan pelayanan air minum di Kota Kupang akan terus meningkat.

“Penambahan sambungan rumah ini sangat berpengaruh terhadap peningkatan cakupan layanan air minum yang selama ini dilakukan oleh Perumda Air Minum Kota Kupang,” katanya.

Ferdy juga menegaskan bahwa kolaborasi antara Perumda dan para developer perumahan akan terus dilanjutkan dengan pengembang lainnya di masa mendatang.

“Kolaborasi seperti ini akan terus kami dorong, disertai komitmen pemerintah untuk mendukung pengembangan sektor perumahan melalui penyediaan fasilitas yang memungkinkan, tentunya sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku,” pungkasnya. (MI)




Developer Serahkan Aset Air Bersih Senilai Rp8,5 Miliar ke Perumda Air Minum Kota Kupang

Kupang,nwartapedia.com   – Dua perusahaan pengembang perumahan, PT Charson Timorland Estate dan PT Anugerah Group, secara resmi menyerahkan pengelolaan aset air bersih kepada Perumda Air Minum Kota Kupang, Jumat (9 Januari 2026).

Serah terima berlangsung di Kantor PT Charson Timorland Estate dan menjadi langkah strategis dalam peningkatan layanan air bersih bagi masyarakat Kota Kupang.

Aset yang diserahkan mencakup sumur bor, pompa air, jaringan pipa, instalasi listrik, hingga meteran air yang selama ini melayani 2.432 unit rumah di sejumlah kawasan perumahan. Nilai investasi aset tersebut diperkirakan mencapai Rp8,5 miliar.

Sekretaris DPD REI NTT, Desima B. Ninef, menyampaikan apresiasi kepada Perumda Air Minum Kota Kupang atas terjalinnya kolaborasi ini. Ia berharap sinergi serupa dapat diperluas ke seluruh anggota REI di Nusa Tenggara Timur.

“Kami sangat berterima kasih atas kerja sama ini. Ke depan, kami berharap bukan hanya dua perusahaan ini, tetapi seluruh anggota REI NTT dapat bersinergi dengan Perumda Air Minum Kota Kupang,” ujar Desima.

Ia menambahkan, masih banyak pengembang perumahan yang menghadapi kendala dalam penyediaan jaringan air bersih. Oleh karena itu, keterlibatan Perumda diharapkan mampu memberikan solusi berkelanjutan.

“Kami berharap ke depan pengelolaan air bersih di perumahan dapat sepenuhnya ditangani oleh Perumda agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” katanya.

Direktur PT Charson Timorland Estate sekaligus mantan Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby, menegaskan bahwa penyerahan aset ini merupakan wujud tanggung jawab sosial developer kepada masyarakat.

“Hari ini kami menyerahkan seluruh aset air bersih kepada Perumda Air Minum Kota Kupang untuk dikelola. Ini dilakukan agar pelayanan air bersih kepada masyarakat bisa lebih baik dan berkelanjutan,” jelas Bobby.

Menurutnya, pada masa lalu developer terpaksa membangun sistem air sendiri karena keterbatasan kemampuan Perumda dalam melayani seluruh kawasan perumahan.

Namun dengan peningkatan manajemen dan ketersediaan air baku saat ini, Perumda dinilai sudah siap mengambil alih pengelolaan.

“Nilai investasi yang kami serahkan tidak sedikit, tetapi ini bagian dari komitmen kami. Air bersih adalah kebutuhan dasar yang harus terus tersedia bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT Anugerah Group, Bobby Famdale, menyampaikan harapan agar kerja sama antara developer dan Perumda terus terjalin dengan baik di masa mendatang.

“Kami berterima kasih atas kerja sama ini dan berharap sinergi ini dapat terus berjalan demi kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menyambut positif penyerahan aset tersebut dan menyebutnya sebagai momentum penting di awal tahun 2026.

“Kolaborasi ini sangat luar biasa. Dengan satu langkah, kami langsung mendapatkan lebih dari 2.400 sambungan rumah. Ini jauh lebih efektif dibandingkan membangun pelanggan satu per satu,” katanya.

Isidorus menegaskan, setelah serah terima, seluruh aspek pelayanan air bersih di kawasan perumahan tersebut menjadi tanggung jawab Perumda, termasuk perawatan jaringan, pengelolaan distribusi, dan peningkatan kualitas layanan.

“Kami akan melakukan pembenahan administrasi, pendataan sambungan aktif dan nonaktif, serta memastikan pelayanan air bersih berjalan lebih baik dan merata,” tutupnya.(MI)




Ketika Dinding Rumah Lebih Tinggi dari Dinding Hati

Sebuah Refleksi Awal tahun 2026 tentang Makna Bertetangga

Oleh: Goris Takene

Kupang,nwartapedia..com – Hidup bertetangga sejatinya bukan sekadar berbagi batas pagar atau alamat yang berdekatan.

Namun seni hidup bersama dalam perbedaan, kesabaran, dan kemanusiaan. Dalam satu lingkungan, keluarga-keluarga tumbuh berdampingan, membawa latar belakang, kebiasaan, emosi, dan luka masing-masing.

Sayangnya, kedekatan fisik tidak selalu berbanding lurus dengan kedekatan hati.

Bayangkan sebuah lingkungan kecil yang tampak tenang dari luar. Di sana tinggal Tetangga A dan Tetangga B. Suatu hari, sebuah persoalan sepele muncul, mungkin suara yang sedikit lebih keras, parkir kendaraan yang kurang rapi, atau kesalahpahaman kecil lainnya.

Hal yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan satu obrolan santai, secangkir kopi, atau sapaan penuh empati.

Namun yang terjadi justru sebaliknya: Tetangga A memilih melaporkan Tetangga B kepada pihak berwenang, tanpa pernah mencoba berbicara dari hati ke hati.Di titik inilah kita perlu berhenti sejenak dan bercermin.

Mengapa dialog menjadi pilihan terakhir, bukan yang pertama? Apakah kita semakin terbiasa berbicara melalui aturan dan laporan, tetapi lupa pada bahasa kemanusiaan?

Dalam kehidupan berkeluarga dan bertetangga, sering kali yang paling dibutuhkan bukanlah siapa yang benar, melainkan siapa yang mau mengalah dan memahami.
Setiap rumah menyimpan cerita. Setiap keluarga memikul beban yang tidak selalu terlihat dari luar.

Mungkin suara bising itu berasal dari anak yang sedang belajar mengekspresikan diri, atau dari keluarga yang tengah berjuang menghadapi tekanan hidup. Ketika kita langsung menghakimi tanpa mendengarkan, kita bukan hanya melukai tetangga, tetapi juga meruntuhkan jembatan kepercayaan maupun jembatan komunikasi yang telah lama dibangun.

Melaporkan memang terlihat tegas, namun tidak selalu bijak. Ketegasan tanpa empati sering kali melahirkan jarak, dendam, dan suasana lingkungan yang dingin.

Anak-anak yang tumbuh di tengah konflik semacam ini belajar satu hal berbahaya: bahwa masalah diselesaikan bukan dengan bicara, melainkan dengan kekuasaan dan hukuman.

Hidup dalam satu lingkungan seharusnya menjadi ruang belajar bersama, belajar menahan ego, belajar meminta maaf, dan belajar memaafkan.

Bertetangga adalah latihan kecil dari hidup bermasyarakat yang lebih luas. Jika persoalan sepele saja kita selesaikan dengan pelaporan, bagaimana kita akan menghadapi persoalan besar yang membutuhkan kebersamaan?

Refleksi ini bukan untuk menyalahkan Tetangga A atau membenarkan Tetangga B. Ini adalah ajakan bagi kita semua untuk kembali pada nilai dasar hidup bersama, komunikasi, empati, dan rasa saling memiliki.

Sebab lingkungan yang damai tidak dibangun dari tembok yang kokoh, melainkan dari hati yang mau terbuka.

Pada akhirnya, yang akan kita kenang bukanlah seberapa sering kita memenangkan aturan, tetapi seberapa banyak hubungan yang berhasil kita selamatkan.

Sebab bagaimanapun selanjutnya setelah laporan itu, kita masih tetap hidup bersama sebagai satu keluarga dalam satu lingkungan yang sama.
Selain itu, hidup bertetangga bukan tentang siapa yang paling benar, melainkan siapa yang paling manusiawi.

Salam Waras. ***




Komunitas Beta Bersih dan Pemkot Kupang Gelar Aksi Massal “Kupang Bersinar”

Kupang,nwartapedia.com  – Komunitas Beta Bersih bersama Pemerintah Kota Kupang akan menggelar aksi kerja bakti massal bertajuk “Kupang Bersih, Indah dan Asri (Kupang Bersinar)” pada Jumat, 9 Januari 2026.

Kegiatan ini melibatkan seluruh komponen masyarakat dan didukung penuh oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komunitas Beta Bersih, Paulus Irsan Dardana, dalam konferensi pers didampingi oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kota Kupang, Achmad Likur, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK, Hijayas Uthan Mode dan Kepala Seksi Bidang Tata Lingkungan DLHK, Nofdy Pono yang berlangsung di Kantor Balai Lelang Flobamora jalan Timor Raya km.6, Kelapa Lima, Kota Kupang, Selasa (6/1/2026).

Irsan Dardana menjelaskan bahwa kegiatan Kupang Bersinar merupakan agenda kolaboratif antara komunitas dan Pemerintah Kota Kupang yang bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah rumah tangga.

“Kegiatan ini adalah kerja bakti bersama yang melibatkan ASN, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Kita ingin menumbuhkan rasa memiliki bahwa Kota Kupang adalah tanggung jawab kita bersama untuk dijaga kebersihannya,” ujar Irsan.

Ia merinci, kerja bakti akan dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 06.30 WITA, melibatkan ASN, BUMN, BUMD, mahasiswa, dan anak sekolah. Sesi kedua mulai pukul 15.30 WITA, dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat di wilayah masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, Komunitas Beta Bersih juga berkontribusi menyediakan 30 unit armada truk pengangkut sampah untuk melengkapi armada milik DLHK.

Armada-armada tersebut akan dikumpulkan di Taman Alun-Alun Kota Kupang dan secara resmi dilepas oleh Wali Kota Kupang menuju titik-titik kerja bakti, sebelum sampah diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Dengan keterlibatan aktif warga, kami berharap tumbuh kesadaran bahwa menjaga kebersihan kota adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” tambah Irsan.

Sementara itu, Achmad Likur, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kota Kupang, mengapresiasi inisiatif Komunitas Beta Bersih.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan contoh kolaborasi positif yang memberikan dampak besar bagi kesehatan dan kebersihan lingkungan.

“Tidak semua komunitas mampu menggerakkan kegiatan besar seperti ini. Persoalan kebersihan di Kota Kupang masih menjadi tantangan karena kesadaran masyarakat belum sepenuhnya maksimal. Kehadiran Komunitas Beta Bersih sangat membantu pemerintah menjawab persoalan ini,” jelas Achmad.

Ia menambahkan, dua sesi kerja bakti dilakukan agar pembersihan dapat berjalan tuntas. Pada sesi sore, masyarakat akan fokus membersihkan area yang belum terjangkau pada pagi hari, termasuk selokan dan lingkungan permukiman.

DLHK sendiri akan menurunkan 27 unit armada, sehingga total armada yang dikerahkan mencapai 57 unit.

“Kami berharap dengan dukungan 57 unit armada ini, wajah Kota Kupang akan terlihat jauh lebih bersih dari sebelumnya,” katanya.

Senada dengan itu, Hijayas Uthan Mode, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK Kota Kupang, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan surat koordinasi untuk sekolah, universitas, RT/RW, BUMN, BUMD, puskesmas, serta instansi terkait lainnya guna memastikan keterlibatan maksimal.

Ia juga menyebut bahwa kegiatan ini merupakan Kupang Bersinar Jilid II, setelah sebelumnya diluncurkan bersamaan dengan lomba kebersihan tingkat Kota Kupang.

Menurutnya, momentum pasca Natal dan Tahun Baru membuat aksi kerja bakti ini sangat relevan, mengingat meningkatnya volume sampah di berbagai titik kota.

“Kami berterima kasih kepada Komunitas Beta Bersih atas kontribusinya yang luar biasa. Bahkan mereka juga siap membantu penataan TPA dalam rangka persiapan pembangunan IPLT dan TPSP,” ungkap Hijayas.

Melalui kegiatan Kupang Bersinar, Pemerintah Kota Kupang berharap seluruh warga semakin sadar bahwa kebersihan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama demi mewujudkan Kota Kupang yang bersih, sehat, dan asri. (MI)




Ratusan Kepala Sekolah Dilibatkan pada Apel Perdana ASN Pemkot Kupang Awal 2026

Kupang, nwartapedia.com
Suasana apel perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Kupang pada awal tahun 2026 tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Apel yang digelar pada Senin (5/1/2026) di halaman Kantor Wali Kota Kupang ini turut dihadiri ratusan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SD serta SMP negeri se-Kota Kupang.

Apel perdana tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dan diikuti ratusan ASN lingkup Pemerintah Kota Kupang.

Kehadiran para kepala sekolah menjadi perhatian tersendiri karena baru pertama kalinya mereka secara resmi dilibatkan dalam apel awal tahun bersama seluruh ASN Pemkot Kupang.

Koordinator Pengawas Sekolah SD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Johnny Eduard Rihi, membenarkan hal tersebut.

Ia mengatakan, partisipasi kepala sekolah dan wakil kepala sekolah dalam apel perdana awal tahun anggaran 2026 memang merupakan yang pertama kali dilakukan.

“Benar, ini baru pertama kali kepala sekolah dan wakil kepala sekolah mengikuti apel perdana awal tahun bersama seluruh ASN Pemkot Kupang,” ujar Johnny.

Menurutnya, keikutsertaan para kepala sekolah tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.

Justru, apel tersebut dimanfaatkan sebagai momentum penyamaan persepsi sekaligus penyampaian informasi terkait arah kebijakan serta capaian Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena selama kurang lebih delapan bulan terakhir.

“Dalam kesempatan ini juga disampaikan berbagai capaian kinerja pemerintahan selama delapan bulan terakhir, khususnya terkait kinerja ASN, agar dapat dipahami secara menyeluruh,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri Fontein 2, Lita Wunga, mengaku senang dapat mengikuti apel perdana bersama ASN lainnya.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk mendengar langsung arahan pimpinan daerah.

“Sesekali ikut apel bersama ASN lainnya itu baik. Kami bisa mendengar langsung arahan dan penekanan dari Pak Wali Kota sebagai pimpinan daerah,” ujarnya.

Dalam arahannya, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menekankan tiga kunci utama yang harus menjadi pegangan seluruh ASN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sepanjang tahun 2026.

“Kunci pertama adalah fokus. Kunci kedua adalah kemampuan beradaptasi. Dan kunci ketiga, jangan mudah tersinggung atau terbawa perasaan dengan sesama rekan kerja maupun lingkungan sekitar,” tegasnya.

Ia menjelaskan, dinamika perubahan zaman menuntut ASN untuk terus beradaptasi, termasuk dalam pemanfaatan teknologi dan media sosial sebagai sarana komunikasi publik.

Menurutnya, berbagai program dan kerja keras pemerintah perlu disampaikan secara terbuka agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak menimbulkan persepsi keliru.

“Kalau kita tidak menyampaikan apa yang kita kerjakan, orang bisa menilai dari sudut pandang yang berbeda. Karena itu, media sosial harus dimanfaatkan secara bijak sebagai alat komunikasi pelayanan publik,” tambahnya.

Apel perdana ini sekaligus menjadi penanda dimulainya aktivitas pemerintahan Kota Kupang di tahun 2026, serta menjadi momentum konsolidasi seluruh elemen ASN dan insan pendidikan untuk menyatukan langkah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.
(goe)




Wali Kota Kupang Tekankan Fokus, Adaptasi, dan Profesionalisme ASN di Awal 2026

Kupang,nwartapedia.com  — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan pentingnya fokus kerja, kemampuan beradaptasi, serta profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikannya saat memimpin apel perdana bersama ASN lingkup Pemerintah Kota Kupang, Senin (5/1/2025), di lapangan apel Kantor Wali Kota Kupang.

Memasuki tahun kerja 2026, Christian Widodo mengingatkan seluruh ASN agar tidak kehilangan fokus di tengah berbagai distraksi, terutama perkembangan teknologi dan penggunaan gawai.

Menurutnya, fokus merupakan kunci utama dalam meningkatkan kinerja birokrasi dan kualitas pelayanan publik.

“Kunci pertama adalah fokus. Kunci kedua adalah adaptasi. Dan kunci ketiga, jangan mudah tersinggung atau terbawa perasaan dengan sesama rekan kerja maupun orang di sekitar kita,” tegasnya di hadapan peserta apel.

Wali Kota menjelaskan, perubahan zaman menuntut ASN untuk mampu beradaptasi, termasuk dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi publik.

Ia menilai, kerja keras pemerintah perlu diketahui masyarakat agar tidak menimbulkan persepsi keliru.

“Sekarang ini, kalau kita bekerja dengan baik tetapi publik tidak tahu, orang bisa mengira kita tidak bekerja. Padahal program sudah berjalan dengan sangat baik,” ujarnya.

Karena itu, mulai tahun 2026, Christian Widodo mewajibkan setiap bidang dan perangkat daerah di lingkup Pemkot Kupang memiliki minimal satu akun media sosial resmi yang aktif dan dikelola secara serius.

Akun tersebut diharapkan menjadi media penyampai informasi kinerja dan program pemerintah kepada masyarakat.

“Setiap bidang harus menunjuk satu orang yang relatif muda dan paham teknologi untuk mengelola media sosial, baik Facebook, Instagram, TikTok, maupun kanal lainnya,” jelasnya.

Ia menekankan, kinerja yang baik harus diiringi dengan penyampaian informasi yang tepat agar mudah dipahami publik.

Menurutnya, narasi yang baik akan membuat masyarakat mengetahui dan merasakan kehadiran pemerintah.

“Kerja bagus saja tidak cukup. Kerja bagus harus disampaikan dengan narasi yang baik,” katanya.

Selain fokus dan adaptasi, Wali Kota Kupang juga menyoroti pentingnya kedewasaan emosional dalam lingkungan kerja.

Ia mengingatkan ASN agar tidak mudah sensitif atau baper dalam menghadapi perbedaan pendapat, kritik, maupun teguran.

“Saat bekerja, jangan sensi, jangan baper dengan sesama teman kerja. Kita ini satu tim, dengan tujuan yang sama, yaitu melayani masyarakat,” tegasnya.

Christian Widodo mengungkapkan, dalam beberapa bulan terakhir dirinya menerima sejumlah laporan melalui pesan WhatsApp terkait dinamika kerja di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

Laporan tersebut umumnya berkaitan dengan persoalan komunikasi internal dan hubungan antarpegawai.

“Banyak hal sebenarnya bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik, tanpa harus dibawa ke perasaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika setiap persoalan disikapi secara emosional, maka kinerja organisasi akan terganggu dan pada akhirnya masyarakat yang dirugikan.

“Kalau semua baper, pekerjaan tidak akan jalan. Yang dirugikan bukan hanya kita, tetapi masyarakat Kota Kupang,” tandasnya.

Apel perdana ASN ini menjadi momentum awal bagi Pemerintah Kota Kupang untuk menegaskan komitmen membangun birokrasi yang fokus, adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik di sepanjang tahun 2026.
(goe)




Ketua YJI NTT Theo Widodo Ajak Masyarakat Awali 2026 dengan Senam Jantung Sehat

Kupang,nwartapedia.com  – Mengawali tahun baru 2026, Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Provinsi Nusa Tenggara Timur periode 2024–2029 yang baru dilantik, Ir. Theo Widodo, mengajak masyarakat untuk menjadikan hidup sehat sebagai komitmen bersama melalui kegiatan Senam Jantung Sehat yang digelar di halaman depan Kantor BPR Christa Jaya, Sabtu (3/1/2026) pagi.

Dalam sambutannya, Ir. Theo Widodo menekankan pentingnya menjaga kesehatan jantung sejak dini serta mengajak masyarakat untuk rutin mengikuti senam yang dilaksanakan pada Sabtu pertama dan ketiga setiap bulan, pukul 06.00 WITA.

“Mengawali tahun baru 2026 ini adalah momen yang tepat untuk kita semua hidup lebih sehat. Saya mengajak Bapak Ibu semua untuk datang, ajak basudara, teman, sahabat, dan keluarga. Jantung adalah pusat tubuh kita, kalau jantung sehat maka tubuh kita juga sehat,” ujar Theo Widodo.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan senam jantung sehat ini memiliki keistimewaan karena tidak hanya berolahraga bersama, tetapi juga mendapatkan edukasi langsung dari para dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.

Selain itu, peserta juga disediakan snack dan door prize pada kesempatan tertentu.

Theo Widodo juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Christofel Liyanto selaku pimpinan BPR Christa Jaya sekaligus Wakil Ketua l YJI Cabang Utama Provinsi NTT yang telah menyediakan tempat dan perlengkapan, serta kepada seluruh pengurus dan relawan YJI yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Kegiatan senam jantung sehat kali ini turut dihadiri sejumlah dokter, antara lain dr. Leonora Johana Tiluata, Sp.JP, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang merupakan dokter jantung senior di NTT, dr. Muhamad Bayu Aji, Sp.JP, dokter spesialis jantung yang bertugas di RS TNI AL dan RS Bhayangkara, serta dr. Dewa Ayu Made Dwi Suswati, dokter spesialis penyakit dalam yang juga aktif membina Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Dalam sambutannya, dr. Leonora menjelaskan bahwa Yayasan Jantung Indonesia berperan sebagai garda terdepan dalam edukasi dan pencegahan penyakit jantung di masyarakat, sementara para dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Utama NTT akan secara bergantian hadir mendampingi setiap kegiatan senam.

“Setiap senam jantung sehat, kami akan hadir untuk memberikan edukasi, pendampingan, dan menjawab pertanyaan dari Bapak Ibu semua. Ke depan, kami juga berharap akan ada pemeriksaan kesehatan sederhana seperti cek tekanan darah, gula darah, dan kolesterol,” jelas dr. Leonora.

Sementara itu, dr. Muhamad Bayu Aji, Sp.JP dalam edukasinya mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip CERDIK untuk menjaga kesehatan jantung, yakni Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin berolahraga, Diet sehat seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.

“Olahraga itu penting, tapi harus disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Tidak perlu mengikuti tren olahraga berat. Senam seperti ini sudah sangat baik bila dilakukan rutin. Yang terpenting adalah konsistensi dan mengenali batas kemampuan diri,” tegas dr. Bayu.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan, terutama bagi usia di atas 40 tahun, karena banyak penyakit jantung yang tidak menimbulkan gejala namun berisiko fatal.

Di tempat yang sama, dr. Dewa Ayu Made Dwi Suswati menambahkan bahwa olahraga dan pemeriksaan rutin sangat penting terutama bagi penderita hipertensi dan diabetes yang berisiko tinggi mengalami serangan jantung dan stroke.

“Jangan tunggu merasa sakit baru periksa. Tekanan darah tinggi dan gula darah tinggi sering tidak bergejala, tapi risikonya sangat besar. Jadikan olahraga sebagai budaya hidup, lakukan setiap hari meskipun hanya di rumah,” pesannya.

Kegiatan senam jantung sehat ini disambut antusias oleh peserta dari berbagai kalangan, termasuk komunitas Prolanis.

Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama NTT berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah kebersamaan sekaligus sarana edukasi kesehatan jantung bagi masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya. (MI)




Pengamat: Kenaikan PAD Kota Kupang Layak Diapresiasi

Kupang,nwartapedia.com  – Pengamat Ekonomi Politik Nasional, Ferdy Hasiman, menilai kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kupang sebagai capaian positif yang patut diapresiasi.

Menurutnya, peningkatan tersebut merupakan hasil kerja keras pemerintah kota melalui kebijakan-kebijakan yang terukur dan tepat sasaran.

Ferdy menyebut, dalam 10 bulan terakhir dirinya melihat langsung adanya peningkatan aktivitas ekonomi di Kota Kupang. Konsumsi masyarakat mengalami kenaikan, pusat-pusat keramaian tumbuh signifikan, dan arus mobilitas warga semakin tinggi.

“Ini bukan terjadi secara kebetulan. Dalam 10 bulan terakhir konsumsi di Kota Kupang meningkat, pusat-pusat keramaian naik tajam, dan mobilitas masyarakat sangat tinggi. UMKM juga hidup karena didukung kebijakan-kebijakan pemerintah kota seperti program Seboak,” ujar Ferdy.

Ia menambahkan, kebangkitan UMKM menjadi salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap peningkatan PAD. Kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha kecil dinilai berhasil mendorong perputaran ekonomi lokal.

Selain itu, Ferdy menilai Pemerintah Kota Kupang cukup jeli dalam menggali sumber-sumber PAD baru. Sinergi antara pemerintah dan jajaran birokrat kota dinilai berjalan efektif dalam mengoptimalkan potensi pendapatan daerah.

“Pemerintah kota bersama birokrat-birokratnya mampu membaca peluang dan menggali sumber-sumber PAD secara maksimal. Kerja keras ini tentu patut kita apresiasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ferdy menyoroti bahwa capaian kenaikan PAD tersebut terjadi di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Kondisi ini, menurutnya, menjadi nilai tambah bagi kinerja Pemerintah Kota Kupang.

“Di saat banyak daerah mengalami tekanan akibat efisiensi anggaran, Kota Kupang justru mampu meningkatkan PAD. Ini sangat membantu keuangan daerah dan menunjukkan pengelolaan fiskal yang baik,” pungkas Ferdy. (MI)