KADIN NTT Dukung Friendship City Kupang-Darwin, Buka Peluang Kerja Sama Pendidikan, Perdagangan, dan Pariwisata

Kupang, nwartapedia.com – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh Pemerintah Kota Kupang dalam mewujudkan kerja sama Friendship City dengan Darwin City, Australia.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan hubungan ekonomi, pendidikan, pariwisata, olahraga, hingga investasi antara kedua wilayah.

  1. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara jajaran KADIN NTT dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, yang berlangsung di ruang kerja Wakil Wali Kota Kupang pada Rabu (10/6/2026).

Rombongan KADIN NTT dipimpin Ketua Umum Dr. Cand. Bobby Lianto, MM., MBA, didampingi Koordinator Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi Christopher Samara, Wakil Ketua Umum Bidang Asosiasi Randy Fransisco yang juga Ketua HIPMI Kota Kupang, Angga Pratama selaku pengurus dan sekretaris KADIN NTT, serta Direktur Eksekutif KADIN NTT Mercy Siubelan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis didampingi Asisten II Setda Kota Kupang Ignasius Lega bersama tim protokol Pemerintah Kota Kupang.

Dalam pertemuan tersebut dibahas rencana kunjungan delegasi Pemerintah Kota Kupang ke Darwin pada Juli mendatang sebagai tindak lanjut atas undangan Pemerintah Kota Darwin untuk melakukan penandatanganan kerja sama antarkota.

Serena Francis menjelaskan bahwa proses menuju penandatanganan nota kesepahaman (MoU) harus melalui berbagai tahapan administrasi, termasuk penyampaian Letter of Intent (LoI) atau surat pernyataan minat sebagai langkah awal kerja sama.

Menurutnya, seluruh dokumen kerja sama dengan pemerintah luar negeri wajib mengikuti ketentuan dan memperoleh persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia sesuai mekanisme yang berlaku.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto menegaskan pihaknya siap mendampingi Pemerintah Kota Kupang selama proses kerja sama berlangsung.

Ia mengatakan KADIN NTT telah lama menginisiasi hubungan antara Kupang dan Darwin melalui komunikasi intensif dengan Konsulat Republik Indonesia di Darwin serta Chamber of Commerce and Industry (CCI) Northern Territory.

Selain mendukung pemerintah daerah, Bobby juga mengungkapkan rencana KADIN NTT membawa sejumlah pelaku usaha asal NTT dalam kunjungan ke Darwin guna membuka peluang investasi dan perdagangan yang lebih luas.

Menurutnya, komunikasi dengan berbagai pihak di Darwin telah berjalan dengan baik dan beberapa bentuk kerja sama telah terealisasi, termasuk kolaborasi bersama Alana Group yang telah melaksanakan sejumlah kegiatan di Kota Kupang.

KADIN NTT menilai kerja sama Friendship City memiliki prospek besar untuk dikembangkan di berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, perdagangan, pariwisata, olahraga, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Di bidang pendidikan, peluang yang dapat dikembangkan antara lain program pertukaran pelajar, kerja sama antarlembaga pendidikan, hingga peningkatan kapasitas generasi muda melalui kolaborasi internasional.

Bahkan, beberapa sekolah di Kota Kupang dan Australia telah memulai kegiatan pembelajaran bersama secara daring melalui platform Zoom sebagai langkah awal mempererat hubungan antargenerasi muda kedua kota.

Melalui kerja sama Friendship City antara Kupang dan Darwin, Pemerintah Kota Kupang bersama KADIN NTT berharap hubungan bilateral di tingkat daerah semakin kuat dan mampu menghadirkan berbagai peluang baru yang berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, pendidikan, pariwisata, dan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah. **




Pemkot Kupang Percepat Transformasi Digital, Sekda Tekankan Akurasi Data untuk Pelayanan Publik

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang terus mempercepat transformasi digital guna menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, cepat, dan terintegrasi.

Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan Kick Off Transformasi Digital Lingkup Pemerintah Kota Kupang dalam Rapat Tim Koordinasi Pemerintah Digital (Pemdi) Tahun 2026 yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang di Ruang Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang sekaligus Ketua Koordinator, Jefri Pelt yang didampingi oleh Kepala Diskominfo Kota Kupang Ariantje Baun, Asisten I Sekda Hengky Malelak, Asisten II Sekda Ignasius Lega, serta perwakilan perangkat daerah.

Dalam arahannya, Jefri Pelt menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital pemerintah sangat bergantung pada kualitas dan keakuratan data yang dimiliki setiap perangkat daerah.

Menurutnya, data yang valid akan menjadi fondasi utama dalam mendukung pelayanan publik yang semakin mudah diakses masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) bertujuan menyatukan berbagai layanan digital yang selama ini berjalan sendiri-sendiri sehingga lebih terintegrasi dan efisien.

Seluruh organisasi perangkat daerah diminta aktif memperbarui data secara berkala agar informasi yang tersedia selalu relevan dan dapat dimanfaatkan dalam pengambilan kebijakan.

Sekda juga mengingatkan pentingnya disiplin administrasi, ketepatan waktu pelaporan, serta kolaborasi lintas sektor mulai dari tingkat dinas, kecamatan hingga kelurahan.

Menurutnya, setiap aparatur memiliki tanggung jawab terhadap data yang diinput dalam sistem digital pemerintah.

“Tujuan akhir dari digitalisasi melalui SPBE adalah memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, setiap data yang dimasukkan harus akurat, diperbarui secara rutin, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Jefri menilai sinkronisasi seluruh aplikasi pemerintahan perlu dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih sistem yang justru membebani pelayanan.

Ia meminta seluruh perangkat daerah hanya menggunakan aplikasi yang benar-benar mendukung kebutuhan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.

Melalui percepatan transformasi digital tersebut, Pemerintah Kota Kupang berharap kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat, sekaligus mendukung evaluasi penyelenggaraan pemerintahan digital yang terus dipantau oleh pemerintah pusat melalui implementasi SPBE di daerah. (MI)




Christian Widodo Resmi Pimpin KONI Kota Kupang, Siap Wujudkan Prestasi Menuju PON XXII 2028

Kupang, nwartapedia.com   –  dr. Christian Widodo resmi dilantik sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kupang masa bakti 2026-2030. Pelantikan yang dilakukan oleh Ketua Umum KONI Provinsi Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan olahraga sekaligus menyongsong pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Dalam sambutannya, Christian Widodo menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh pengurus cabang olahraga untuk memimpin KONI Kota Kupang. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan bentuk pengabdian untuk memajukan olahraga di Kota Kupang.

Menurutnya, olahraga telah mengajarkan banyak nilai kehidupan, mulai dari disiplin, kerja keras, kepemimpinan hingga pentingnya kerja sama tim dalam meraih prestasi. Karena itu, seluruh pengurus yang baru dilantik diharapkan mampu bersinergi tanpa melihat latar belakang profesi masing-masing demi kemajuan olahraga daerah.

Christian juga memastikan Pemerintah Kota Kupang akan memberikan dukungan penuh terhadap program-program KONI, termasuk penyelenggaraan berbagai event olahraga melalui ajang Wali Kota Cup di sejumlah cabang olahraga. Selain hibah untuk KONI Kota Kupang, pemerintah juga menyiapkan dukungan pembinaan atlet sebagai bagian dari persiapan menuju PON XXII 2028.

Ia menegaskan bahwa komitmen awal harus dibarengi dengan konsistensi dalam bekerja agar seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan hingga menghasilkan prestasi nyata bagi Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI NTT, Alfons Theodorus, yang mewakili Ketua Umum KONI NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan permohonan maaf karena Ketua Umum KONI NTT tidak dapat hadir langsung akibat agenda pemerintahan yang tidak dapat ditinggalkan.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Alfons, Ketua Umum KONI NTT menegaskan bahwa pelantikan pengurus KONI Kota Kupang memiliki makna strategis di tengah persiapan NTT menjadi tuan rumah bersama PON XXII Tahun 2028.

Ia menyebut waktu menuju PON yang tersisa sekitar 821 hari harus dimanfaatkan secara maksimal untuk membangun pembinaan atlet, memperkuat organisasi, meningkatkan sarana prasarana olahraga, serta mempersiapkan penyelenggaraan yang berkualitas.

KONI NTT juga menekankan empat target utama menuju PON 2028, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi, dan sukses pertumbuhan ekonomi daerah melalui dampak penyelenggaraan event olahraga nasional tersebut.

Kota Kupang sebagai ibu kota Provinsi NTT dinilai memiliki peran penting dalam mendukung agenda besar tersebut. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, KONI, cabang olahraga, pelatih, atlet, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu membawa olahraga NTT semakin maju sekaligus mengukir prestasi di tingkat nasional.

Pelantikan pengurus KONI Kota Kupang ini diharapkan menjadi awal kebangkitan olahraga Kota Kupang sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam menyukseskan PON XXII Tahun 2028 dengan semangat “Ayo Bangun Olahraga NTT” menuju NTT Emas. (MI)




Wali Kota Kupang Apresiasi Dedikasi Guru TK pada Puncak HUT IGTKI, Tegaskan Peran Penting Pendidikan Anak Usia Dini

Kupang nwartapedia.com  – Perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Kupang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Kupang, Kamis (4/6).

Kegiatan yang diisi dengan jalan santai dan pemotongan tumpeng tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus bentuk penghargaan terhadap dedikasi para guru TK dalam dunia pendidikan.

Ratusan guru TK dan kepala sekolah dari berbagai wilayah di Kota Kupang ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Mereka disambut langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Ketua TP PKK Kota Kupang yang juga Bunda PAUD, dr. Widya Cahya, saat tiba di garis finis usai mengikuti jalan santai dari Rumah Jabatan Wali Kota Kupang.

Turut hadir Ketua IGTKI Kota Kupang Mandasia Samsudin, Ketua PGRI Kota Kupang Apolonia Dethan, serta sejumlah pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan penghargaan kepada seluruh guru TK yang selama ini telah berkontribusi dalam membentuk karakter generasi muda Kota Kupang.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan sebuah daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan sejak usia dini.

Ia menilai para guru TK memiliki peran strategis karena menjadi pendidik pertama yang menanamkan nilai-nilai kehidupan, karakter, disiplin, dan semangat belajar kepada anak-anak.

Peran tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Wali Kota juga mengajak seluruh elemen pendidikan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan membutuhkan kerja sama yang erat antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Kupang menyatakan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program IGTKI, termasuk peningkatan kompetensi guru serta kegiatan yang mendorong kemajuan pendidikan anak usia dini.

Ia bahkan berharap perayaan HUT IGTKI pada tahun-tahun mendatang dapat dikemas lebih besar dengan melibatkan lebih banyak partisipasi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT IGTKI Kota Kupang, Febriana Margaretha, menjelaskan bahwa kegiatan jalan santai merupakan bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun organisasi yang sebelumnya telah diawali dengan berbagai kegiatan Gebyar Anak di tingkat kecamatan.

Selain itu, IGTKI Kota Kupang juga berencana menggelar workshop dan lomba micro teaching dalam waktu dekat sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme para guru TK.

Perayaan HUT IGTKI tahun ini tidak hanya menjadi momen peringatan hari jadi organisasi, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap para pendidik anak usia dini yang selama ini berperan sebagai penanam nilai, pembentuk karakter, dan penjaga harapan bagi masa depan generasi Kota Kupang. **




Pemkot Kupang Ingatkan Warga Waspada Penipuan Catut Nama Wali Kota Christian Widodo

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat publik.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul beredarnya pesan WhatsApp dari nomor 0823 6452 4574 yang mengaku sebagai Wali Kota Kupang, Christian Widodo.

Dalam pesan yang beredar, pelaku menyampaikan arahan terkait rencana kunjungan mantan Presiden Joko Widodo ke Kota Kupang.

Tidak hanya itu, nomor tersebut juga mengirimkan dokumen yang berisi permintaan atau penggalangan dana yang dikaitkan dengan kegiatan tersebut.

Pemerintah Kota Kupang menegaskan bahwa nomor WhatsApp tersebut bukan milik Wali Kota Kupang dan seluruh informasi yang disampaikan melalui nomor tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap pesan, telepon, maupun permintaan bantuan yang mengatasnamakan Wali Kota Kupang atau pejabat pemerintah lainnya tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Pemkot Kupang juga mengimbau warga agar tidak memberikan data pribadi, mentransfer uang, maupun menindaklanjuti permintaan apa pun yang berasal dari nomor tidak dikenal yang mengaku sebagai pejabat publik.

Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan nomor atau akun lain yang mencatut nama Wali Kota Kupang maupun pejabat pemerintah untuk tujuan penipuan.

“Penting bagi masyarakat untuk selalu cerdas dalam berliterasi digital, memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayainya, serta aktif melaporkan konten atau pesan yang terindikasi hoaks dan penipuan,” demikian imbauan Pemerintah Kota Kupang.

Pemkot Kupang mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi penyebaran informasi palsu dengan menerapkan prinsip cek informasi, verifikasi sumber, dan laporkan hoaks demi menjaga keamanan serta ketertiban di ruang digital. *




Masjid Darussalam Sikumana Salurkan Daging Kurban untuk Warga dan Perkuat Semangat Kebersamaan di Idul Adha 1447 H

Kupang, nwartapedia.com – Masjid Darussalam Sikumana, Kota Kupang, kembali melaksanakan penyembelihan dan pembagian hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan antarwarga di lingkungan sekitar masjid.

Ketua Panitia Iduladha Masjid Darussalam Sikumana, Swahidin Nuhaikan, mengatakan bahwa semangat berkurban merupakan implementasi dari keteladanan Nabi Ibrahim Alaihissalam yang mengajarkan keikhlasan, ketaatan, dan kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya, daging kurban yang diperoleh dari penyembelihan hewan kurban dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan agar manfaat Iduladha dapat dirasakan secara merata.

“Inti dari kurban adalah berbagi kepada sesama, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian sosial yang diajarkan dalam Islam,” ujar Swahidin kepada awak media, Kamis (28/5/2026).

Tahun ini, Masjid Darussalam menerima dan menyembelih 11 ekor sapi serta 5 ekor kambing. Salah satu hewan kurban sapi berasal dari bantuan BNI Kota Kupang, sementara sisanya berasal dari partisipasi jamaah dan para pekurban.

Daging kurban kemudian didistribusikan kepada warga di sekitar masjid, termasuk sebagian kepada masyarakat nonmuslim sebagai bentuk kebersamaan dan toleransi yang telah terjalin selama ini.

Swahidin berharap kegiatan kurban yang rutin dilaksanakan setiap tahun tersebut dapat terus berjalan dan semakin memperkuat silaturahmi di tengah masyarakat.

Sementara itu, Imam Masjid Darussalam Sikumana, Haji Ramly Deny, menjelaskan bahwa ibadah kurban merupakan salah satu syariat Islam yang memiliki nilai ibadah sekaligus nilai sosial yang sangat besar.

Ia menegaskan bahwa kurban tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi jalan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu memperoleh asupan gizi yang lebih baik melalui pembagian daging kurban.

“Kurban memiliki dampak yang luas. Selain menjadi ibadah, kegiatan ini juga membantu masyarakat dan memberikan manfaat ekonomi bagi para peternak yang mempersiapkan ternaknya untuk Iduladha,” jelasnya.

Menurut Ramly, meningkatnya kebutuhan hewan kurban setiap tahun turut memberikan peluang bagi peternak lokal untuk meningkatkan pendapatan dan mengembangkan usaha peternakan mereka.

Ia berharap kesadaran masyarakat untuk berkurban terus meningkat sehingga manfaat sosial dan ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kota Kupang.

“Semoga semangat berbagi dan kepedulian yang lahir dari ibadah kurban terus tumbuh sehingga membawa manfaat bagi umat dan masyarakat secara keseluruhan,” pungkasnya.




Pemeriksaan Ketat Hewan Kurban di Masjid Darul Hijrah Kolhua, Dokter Hewan Pastikan Sapi dan Kambing Sehat

Kupang, Nwartapedia.com  — Pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Masjid Darul Hijrah BTN Kolhua, Kota Kupang, dilakukan secara ketat oleh tim dokter hewan menjelang proses penyembelihan Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).

Dokter hewan, drh. Gusti Komang Ayu Dewi Suryani, kepada media ini menjelaskan bahwa seluruh hewan kurban yang telah diperiksa dinyatakan sehat dan layak untuk dipotong.

“Untuk lokasi di Masjid Darul Hijrah, kambing ada 24 ekor dan sapi 18 ekor. Dari hasil pemeriksaan ante mortem, semuanya layak untuk dipotong hari ini,” jelas Dewi.

Ia mengatakan, pemeriksaan dilakukan sebelum penyembelihan dengan sejumlah parameter kesehatan hewan. Pemeriksaan tersebut meliputi suhu tubuh, kondisi bulu, cermin hidung, mata, hingga kebersihan lubang hidung, mulut, dan anus hewan.

“Suhu normal hewan itu sekitar 38,5 derajat. Kemudian kita lihat bulunya kusam atau tidak, cermin hidungnya basah atau tidak, matanya bersinar, serta memastikan tidak ada indikasi diare atau penyakit lainnya,” ujarnya.

Selain itu, tim dokter hewan juga memeriksa kondisi fisik lain seperti organ reproduksi hewan untuk memastikan hewan kurban memenuhi syarat kesehatan dan syariat.

“Kalau hewan jantan normal itu testisnya lengkap dua dan simetris. Biasanya hewan kurban yang dipilih masyarakat memang sudah memenuhi syarat itu,” tambahnya.

Dewi menjelaskan, pemeriksaan tidak hanya dilakukan sebelum pemotongan, tetapi juga sesudah penyembelihan atau post mortem untuk memastikan organ dalam hewan bebas dari penyakit.

“Kami melihat kondisi jantung, paru-paru, hati, ginjal, limpa, usus, hingga karkas. Kalau ada perubahan patologis seperti cacing hati, maka organ yang terindikasi sakit itu akan diafkir, tetapi dagingnya masih bisa dikonsumsi dengan perlakuan suhu tertentu,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kurban Masjid Darul Hijrah, Muhammad Kasim, mengatakan jumlah hewan kurban tahun ini mencapai sekitar 33 ekor sapi dan 24 ekor kambing.

Menurutnya, sebagian besar hewan kurban berasal dari jamaah masjid, sementara bantuan lainnya datang dari Pemerintah Kota Kupang dan yayasan sosial internasional asal Turki.

“Untuk sapi, sekitar 18 ekor berasal dari jamaah, satu ekor bantuan dari Wali Kota Kupang, dan 10 ekor bantuan dari Yayasan Turki Internasional. Kalau kambing semuanya dari jamaah,” katanya.

Muhammad Kasim menjelaskan, distribusi daging kurban dilakukan melalui kupon dan pengantaran langsung ke rumah warga oleh tim panitia.

“Kami targetkan sekitar 500 penerima manfaat. Tim distribusi sudah bergerak untuk membagikan daging kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses penyembelihan dilakukan oleh tenaga profesional bersertifikat halal serta dibantu panitia yang dibagi dalam beberapa tim, mulai dari tim sembelih, tim jagal, tim kulit, tim pencacah, hingga tim pengepakan.

“Semua alat juga kami sterilkan. Ini bentuk komitmen kami menjaga kebersihan dan kualitas daging kurban agar aman dikonsumsi masyarakat,” pungkasnya. (MI)




Etnis Minang di Kupang Sembelih 15 Ekor Sapi Kurban, Bagikan Daging untuk Muslim dan Non Muslim

Kupang, nwartapedia.com — Etnis Minang di Kota Kupang kembali melaksanakan kegiatan pemotongan hewan kurban dalam perayaan Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Etnis Minang Maulafa, Kota Kupang, Rabu (27/5/2026).

Tradisi tahunan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial, kebersamaan, serta toleransi antarumat beragama di Kota Kupang.

Ketua Etnis Minang sekaligus Koordinator Panitia Idul Kurban, H. Mualim Chaniago, S.Ag mengatakan bahwa kegiatan kurban rutin dilakukan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus pengabdian masyarakat Minang kepada Kota Kupang.

“Ini sebenarnya kegiatan tahunan yang tidak pernah luput kami laksanakan. Ada semboyan kami, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Kami hidup di Kota Kupang, maka kami juga berusaha membangun dan berbagi untuk masyarakat Kota Kupang,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat Minang yang merantau di Kota Kupang tidak hanya fokus pada komunitas sendiri, tetapi juga aktif membangun hubungan sosial dengan seluruh warga tanpa membedakan agama maupun latar belakang.

Dalam pembagian daging kurban, panitia melibatkan masyarakat sekitar, peserta kurban, warga Minang, hingga tetangga non Muslim. Bahkan sejumlah pendeta dan warga gereja turut menerima kupon pembagian daging kurban.

“Kami tidak menghitung agamanya apa. Semua kami layani karena ini rumah bersama. Warga sekitar, termasuk pendeta dan masyarakat non Muslim juga menerima daging kurban,” katanya.

Ia menjelaskan, total hewan kurban yang dipotong tahun ini mencapai 15 ekor sapi. Sebanyak 12 ekor sapi dipotong oleh kelompok utama Etnis Minang dengan jumlah peserta kurban mencapai 86 orang, ditambah lima ekor kambing.

Sementara tiga ekor sapi lainnya dipotong kelompok perantau Minang dari satu kecamatan di Sumatera Barat yang juga berada di Kupang.

“Secara keseluruhan ada 15 ekor sapi. Alhamdulillah semua dari swadaya masyarakat Minang sendiri,” jelasnya.

Selain memiliki makna ibadah, H. Mualim menegaskan bahwa kurban juga memiliki nilai sosial yang tinggi. Ia mengisahkan kembali keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai dasar pelaksanaan ibadah kurban.

“Makna sosialnya adalah berbagi. Orang yang berkurban hanya berhak menikmati sepertiga, sedangkan dua pertiga lainnya dibagikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat Minang di Kota Kupang saat ini berjumlah sekitar 388 kepala keluarga yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Kupang.

“Alhamdulillah selama ini warga Minang hidup baik dan taat sebagai warga Kota Kupang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan Etnis Minang, Masril Abdul Manan, S.Pd menyampaikan apresiasi terhadap kekompakan warga Minang di Kupang yang terus menjaga tradisi gotong royong dan semangat berbagi kepada sesama.

Menurutnya, kegiatan kurban bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kota Kupang.

Masril menjelaskan bahwa kegiatan kurban juga menjadi bentuk nyata rasa syukur dan ketaatan masyarakat Minang kepada Allah SWT, sekaligus sarana berbagi rezeki kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Mudah-mudahan kegiatan ini membuat kami semakin taat beribadah dan terus menjaga nilai sosial dengan berbagi kepada sesama,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa daging kurban dibagikan dalam kondisi mentah agar masyarakat dapat mengolahnya sendiri di rumah masing-masing.

“Kalau akikah biasanya dibagikan dalam keadaan sudah dimasak, tetapi kalau kurban dagingnya dibagikan mentah supaya masyarakat bisa memasaknya sendiri bersama keluarga,” jelasnya. (MI)




Aksi Bersih Kali Dendeng Jadi Gerakan Bersama Wujudkan Kota Kupang Bersih dan Bebas Sampah

Kupang, nwartapedia.com  —  Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II bersama Pemerintah Kota Kupang menggelar aksi bersih-bersih Kali Dendeng di Kelurahan Kuanino, Kota Kupang, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan bersama menjaga kebersihan sungai demi terciptanya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Hengky Malelak, S.STP., M.Si, yang mewakili Wali Kota Kupang. Dalam sambutannya, Hengky menyampaikan apresiasi kepada BBWS Nusa Tenggara II atas komitmennya menjaga kebersihan sungai di Kota Kupang.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, kami menyampaikan terima kasih kepada BBWS Nusa Tenggara II yang terus menunjukkan kepedulian dalam menjaga sungai-sungai di Kota Kupang. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Hengky.

Ia mengatakan, pada Tahun Anggaran 2026, BBWS Nusa Tenggara II melaksanakan pemeliharaan pada empat ruas sungai dan 20 titik pembersihan di Kota Kupang. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam mengurangi pencemaran sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Hengky menegaskan bahwa sungai memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat sehingga tidak boleh dijadikan tempat pembuangan sampah.

“Sungai adalah urat nadi kehidupan kota. Dari sungai air mengalir dan kehidupan tumbuh. Jika sungai rusak, maka masa depan kita juga ikut terancam,” katanya.

Ia juga menyoroti dampak sampah terhadap kehidupan nelayan di Kota Kupang.

Menurutnya, pencemaran yang terbawa hingga ke laut menyebabkan nelayan harus melaut lebih jauh untuk mendapatkan ikan sehingga biaya operasional mereka meningkat.

Karena itu, Hengky mengajak masyarakat untuk mulai peduli terhadap kebersihan lingkungan dari hal-hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, terutama di sungai dan saluran air.

“Jangan menunggu sungai kotor atau banjir baru kita peduli. Mari jadikan kebersihan sebagai budaya hidup kita sehari-hari,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala BBWS Nusa Tenggara II, Parlinggoman Simanungkalit, ST., MPSDA, mengatakan Sungai Dendeng merupakan salah satu dari empat sungai strategis di Kota Kupang yang menjadi fokus pemeliharaan rutin oleh pihaknya.

Menurutnya, sungai tidak hanya berfungsi sebagai saluran drainase, tetapi juga menjadi bagian penting dalam sistem tata kelola lingkungan perkotaan.

“Kalau sungai kita kelola dengan baik, maka sungai akan menjadi sumber kehidupan. Tetapi jika diabaikan, sungai juga bisa membawa dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, BBWS Nusa Tenggara II memiliki kewenangan melakukan pemeliharaan dan normalisasi sungai, namun upaya tersebut membutuhkan dukungan semua pihak agar hasilnya lebih maksimal.

Parlinggoman juga menyoroti pentingnya pengendalian sampah dan limbah domestik yang masuk ke sungai karena berdampak langsung terhadap pencemaran laut dan menurunnya hasil tangkapan nelayan.

“Kita harus memastikan sungai tetap bersih terutama menjelang musim hujan agar aliran air tetap lancar dan tidak menyebabkan banjir,” ujarnya.

Selain aksi bersih sungai, BBWS Nusa Tenggara II bersama Pemerintah Kota Kupang juga berencana melakukan penataan kawasan Kali Dendeng melalui sinergi pembangunan lintas sektor.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai serta mewujudkan Kota Kupang yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

.Menanggapi keluhan warga,  Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang, Matheus A.H.T. Maahury juga menyatakan komitmennya untuk menambah satu unit kontainer sampah di kawasan Sungai dendeng guna mendukung kebersihan lingkungan dan mengurangi pembuangan sampah sembarangan.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai serta mewujudkan kota Kupang yang bersih sehat nyaman dan berkelanjutan. (MI)




Dinas Pertanian Kota Kupang Intensifkan Pengawasan Pemotongan Babi untuk Cegah ASF dan Lindungi Kesehatan Masyarakat

Kupang, nwartapedia.com — Dinas Pertanian Kota Kupang melalui Bidang Veteriner meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pemotongan babi di luar Rumah Potong Hewan (RPH) resmi sebagai langkah pencegahan penyebaran African Swine Fever (ASF) yang saat ini mulai berkembang di sejumlah daerah.

Sebagai penanggung jawab operasional pemotongan hewan, khususnya di RPH Oeba, Bidang Veteriner melakukan pemantauan, pengawasan, serta pembinaan kepada lapak dan kios penjual daging babi di Kota Kupang.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus A.B.H. Da Costa, S.Sos, M.Si menjelaskan bahwa pengawasan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini terhadap penyebaran ASF sekaligus memastikan daging babi yang beredar di masyarakat tetap aman dikonsumsi.

“Pemerintah terus melakukan pengawasan dan pembinaan kepada pelaku usaha pemotongan babi agar proses pemotongan dilakukan di RPH resmi yang telah memenuhi standar kesehatan hewan dan sanitasi. Langkah ini penting untuk mencegah penyebaran ASF serta menjaga keamanan pangan bagi masyarakat,” jelas Matheus..

Untuk memaksimalkan pengawasan, dinas membentuk empat tim yang akan bertugas di enam kecamatan dan 17 kelurahan di Kota Kupang. Pengawasan tersebut direncanakan berlangsung rutin setiap minggu.

Selain melakukan pembinaan kepada pedagang dan pelaku usaha, dinas juga tetap menyiapkan tim khusus untuk memantau aktivitas pemotongan di RPH Oeba dan RPH Bimoku guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar kesehatan hewan dan sanitasi.

Pemerintah berharap seluruh pelaku usaha pemotongan babi dapat melakukan proses pemotongan di fasilitas resmi yang telah disediakan sehingga kualitas daging yang beredar tetap aman dan layak konsumsi.

Dalam kegiatan tersebut, pendekatan yang dilakukan masih mengedepankan pembinaan dan edukasi kepada para pedagang.

Namun apabila masih ditemukan pelanggaran atau pelaku usaha yang tidak mengindahkan aturan, maka akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah pengawasan rutin ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga keamanan pangan, melindungi kesehatan masyarakat, serta mencegah penyebaran penyakit ASF yang dapat merugikan peternak dan masyarakat luas di Kota Kupang. *