Pemkot Kupang Evaluasi Program Stunting, Tekankan Sinergi dan Penguatan Data

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Stunting Tahun 2025 serta Analisis Situasi (Ansit) Aksi Konvergensi Tahun 2026 di Ballroom Hotel Kristal Kupang, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan yang dibuka Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jefry Edward Pelt, S.H, ini dihadiri kepala perangkat daerah terkait, para camat, kepala Puskesmas, operator PLKB, serta operator kecamatan dan Puskesmas.

Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara terintegrasi dan berbasis data yang akurat.

Ia juga menekankan pentingnya program dan anggaran yang tepat sasaran bagi ibu hamil, balita, serta keluarga berisiko stunting.

Selain itu, Sekda mendorong peran aktif OPD dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait gizi, pola asuh anak, sanitasi lingkungan, serta perilaku hidup bersih dan sehat.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan pemaparan hasil Monev Stunting Tahun 2025 oleh Plt. Sekretaris Bappeda Kota Kupang Imelda Fonyke Nange, ST., MT, serta pemaparan skor konvergensi stunting oleh Perencana Ahli Muda Mixon Tamonob, SE.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Kupang menegaskan komitmennya memperkuat sinergi lintas sektor serta pemanfaatan data dalam upaya mempercepat penurunan stunting di daerah. *




FPK NTT Gelar Buka Puasa Kebangsaan di Monumen Flobamora

Kupang, nwartapedia.com – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) NTT menggelar kegiatan buka puasa bersama di kawasan Monumen Flobamora Rumah Pancasila, Desa Nitneo, Kabupaten Kupang, Selasa (10/3).

Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan lintas agama sekaligus momentum memperkuat nilai persatuan dan kebangsaan.

Ketua FPK NTT, Ir. Theodorus Widodo, mengatakan kegiatan buka puasa bersama tersebut sengaja dilaksanakan di lokasi monumen sebagai bentuk persaudaraan dengan umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah Ramadan, sekaligus memanjatkan doa agar pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila dapat segera dilanjutkan dan diselesaikan.

Acara diawali dengan pengantar dari Ketua FPK NTT, kemudian dipandu oleh Ustaz Mu’alim Chaniago sebagai pembawa acara.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan lantunan salawat, tauziah oleh Kiai Pono Musariyokerto , serta dialog kebangsaan sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Dalam dialog tersebut, Theo Widodo sapaan akrabnya menceritakan sejarah lahirnya gagasan pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila. 

Ia menjelaskan bahwa ide pembangunan monumen muncul dari diskusi para pengurus FPK NTT yang ingin menghadirkan simbol nyata penguatan nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan ideologi yang dapat mengancam persatuan bangsa.

“Pancasila adalah dasar negara dan perekat bangsa. Karena itu kami di FPK NTT merasa perlu menghadirkan simbol yang mengingatkan bangsa akan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Menurut Theo Widodo, gagasan pembangunan monumen tersebut bermula dari diskusi para pengurus FPK yang menilai bahwa penguatan wawasan kebangsaan tidak cukup hanya dilakukan melalui diskusi, tetapi harus diwujudkan melalui langkah nyata.

Bersama sejumlah tokoh FPK seperti Raymundus Lema dan Pius Rengka, mereka kemudian berupaya mencari lokasi yang tepat untuk pembangunan monumen tersebut. 

Namun upaya mencari lahan tidaklah mudah. Akhirnya, Theo Widodo bersama keluarganya memutuskan untuk menghibahkan sebagian lahan miliknya seluas sekitar 5.000 meter persegi yang berada di puncak Desa Nitneo, Kabupaten Kupang, yang berbatasan langsung dengan wilayah Kota Kupang.

Theo Widodo mengungkapkan, keputusan tersebut juga melalui diskusi bersama keluarga di rumah. Dalam perbincangan tersebut, putranya, dr. Christian Widodo yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Kupang turut memberikan dukungan.

“Dalam diskusi keluarga itu, putra saya dr.Christian Widodo yang saat itu mengatakan bahwa kalau untuk negara, kita harus memberikan yang terbaik,” ungkap Theo Widodo.

Dukungan keluarga tersebut semakin menguatkan keputusannya untuk menghibahkan lahan tersebut demi pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila.

Rencana pembangunan monumen kemudian disampaikan kepada Gubernur Frans Lebu Raya dan ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno. 

Setelah melalui proses pembahasan dan persetujuan, pembangunan monumen dimulai dengan peletakan batu pertama pada tahun 2018.

Namun pembangunan monumen tersebut belum sepenuhnya rampung setelah berakhirnya masa jabatan kepala daerah saat itu.

Aloysius Dando dari Ikatan Keluarga Besar Nagekeo (Ikebana) selanjutnya menambahkan, harapan untuk melanjutkan pembangunan kembali muncul setelah Gubernur NTT Melkiades Laka Lena bersama Bupati Kupang dan Wali Kota Kupang mengunjungi langsung lokasi pembangunan monumen tersebut.

Menurutnya, ketiga kepala daerah tersebut memiliki komitmen untuk melanjutkan dan menyelesaikan pembangunan monumen yang diharapkan menjadi ikon baru bagi Kota dan Kabupaten Kupang.

Selain sebagai simbol kebangsaan, Monumen Flobamora Rumah Pancasila juga diyakini memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di kawasan tersebut.

“Selama ini, pertumbuhan ekonomi Kota Kupang dinilai lebih berkembang ke arah timur. Kehadiran monumen di kawasan Nitneo diharapkan mampu membuka pusat aktivitas ekonomi baru di wilayah perbatasan Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.” Imbuh ketua Banjar Darma Agung Bali Gede Aribawa.

Monumen Flobamora Rumah Pancasila dirancang memiliki tinggi sekitar 40 meter dan berdiri di atas bukit dengan ketinggian sekitar 101 meter di atas permukaan laut, sehingga puncaknya mencapai sekitar 141 meter di atas permukaan laut.

Bangunan ini terdiri dari empat lantai yang dilengkapi berbagai fasilitas seperti teater, diorama sejarah, perpustakaan, hall, aula pertemuan, ruang rapat, serta fasilitas edukasi kebangsaan lainnya.

Dari puncak monumen yang nantinya dapat diakses menggunakan lift, pengunjung akan dapat menikmati panorama kawasan perairan selatan Kupang hingga gugusan pulau-pulau di sekitarnya.

Bahkan monumen tersebut dapat terlihat dari kejauhan oleh kapal yang melintas di perairan selatan pulau Timor maupun pesawat yang terbang di atas wilayah Kupang.

FPK NTT berharap pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila dapat segera diselesaikan sehingga tidak hanya menjadi simbol persatuan bangsa, tetapi juga menjadi destinasi wisata dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Nusa Tenggara Timur. (MI)




Pemkot Kupang Bahas Usulan Pembangunan dalam Forum Perangkat Daerah RKPD 2027

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang menggelar Forum Perangkat Daerah untuk penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Ranwal RKPD) Tahun 2027 di Ballroom Hotel Aston Kupang, Selasa (10/3).

Forum yang dibuka Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jefry Edward Pelt, ini bertujuan menyelaraskan berbagai usulan pembangunan dari Musrenbang, pokok pikiran DPRD, serta rencana program perangkat daerah agar lebih tepat sasaran.

Sekda menegaskan seluruh perangkat daerah harus serius menyusun perencanaan pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, meski di tengah keterbatasan anggaran.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Kupang, Wildrian R. Otta, menjelaskan forum ini merupakan tahapan akhir proses perencanaan partisipatif sebelum dokumen RKPD disusun lebih lanjut.

Tercatat lebih dari seribu usulan pembangunan dari Musrenbang serta 190 pokok pikiran DPRD yang akan dipertajam sesuai prioritas pembangunan di Kupang, termasuk sektor ekonomi, sosial budaya, infrastruktur, serta penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem. *




Pemkot Kupang Perkuat Dukungan Layanan Haji, Wali Kota Terima Audiensi Kemenhaj

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, Christian Widodo menerima audiensi jajaran Kementerian Haji dan Umrah Kota Kupang di ruang kerjanya, Selasa (11/3).

Pertemuan tersebut membahas koordinasi pelayanan ibadah haji serta dukungan Pemerintah Kota Kupang bagi calon jamaah.

Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kupang, Marhaban Adhang, menjelaskan bahwa pelayanan administrasi haji dipusatkan di Kupang dan juga melayani jamaah dari sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur seperti Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Rote Ndao.

Saat ini kantor tersebut memiliki sekitar 16 pegawai dengan keterbatasan ruang kerja.

Untuk tahun 2026, jumlah calon jamaah haji asal Kota Kupang tercatat sekitar 151 orang, sementara total jamaah dari wilayah layanan mencapai lebih dari 170 orang.

Para jamaah dijadwalkan berangkat menuju embarkasi pada 10 Mei 2026 sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Christian Widodo menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung penyelenggaraan haji. Pada tahun 2026, Pemkot Kupang telah mengalokasikan bantuan transportasi sebesar Rp500 juta bagi calon jamaah.

Ia juga menyarankan pemeriksaan kesehatan jamaah dilakukan melalui layanan terpadu di rumah sakit agar prosesnya lebih mudah.

Selain itu, pemerintah daerah siap membantu menyediakan aset atau lahan untuk pembangunan kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kupang di masa depan.

Wali Kota berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pihak Kementerian Haji dan Umrah terus diperkuat guna meningkatkan pelayanan bagi masyarakat, khususnya calon jamaah haji Kota Kupang. *




Persatuan Cricket Kota Kupang Matangkan Persiapan Pelantikan Pengurus Periode 2026–2030

Kupang, nwartapedia.com — Pengurus Persatuan Cricket Kota Kupang menggelar rapat pemantapan persiapan pelantikan kepengurusan periode 2026–2030 yang berlangsung di Aula Inspektorat Kota Kupang lantai 1, Selasa (10/3/2026).

Rapat tersebut dipimpin oleh Frengky Amalo dan dihadiri oleh seluruh perwakilan divisi dalam struktur organisasi Persatuan Cricket Kota Kupang.

Pertemuan ini bertujuan memastikan seluruh rangkaian persiapan pelantikan dapat berjalan terkoordinasi dan sesuai rencana.

Dalam arahannya, Frengky Amalo menegaskan pentingnya peran aktif setiap pengurus dalam menyukseskan agenda pengukuhan kepengurusan yang dijadwalkan berlangsung pada awal April 2026.

Menurutnya, kegiatan pelantikan nantinya akan melibatkan sekitar 100 undangan dari berbagai unsur di luar jajaran pengurus, sehingga diperlukan kesiapan yang matang dari seluruh panitia dan pengurus.

“Seluruh pengurus diharapkan dapat berperan aktif sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing agar pelaksanaan pelantikan dapat berjalan lancar dan sukses,” ujar Frengky dalam rapat tersebut.

Selain membahas mekanisme pelaksanaan acara, rapat juga menyepakati berbagai kebutuhan teknis yang perlu dipersiapkan, antara lain penyediaan seragam panitia, konsumsi bagi peserta dan tamu undangan, serta kebutuhan publikasi seperti pencetakan spanduk kegiatan.

Sementara itu, Wakil Ketua II Persatuan Cricket Kota Kupang, Eri Laylena, mengingatkan seluruh panitia agar setiap keputusan yang telah disepakati dalam rapat benar-benar dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Ia menekankan bahwa koordinasi yang baik dan kesiapan yang matang akan menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan kegiatan pelantikan.

“Kita berharap semua kesepakatan yang telah dibangun bersama dalam rapat ini dapat dijalankan dengan baik. Persiapan harus dilakukan secara serius dan mantap agar pelantikan nanti berlangsung sukses,” ujarnya.

Rencananya, pelantikan pengurus Persatuan Cricket Kota Kupang periode 2026–2030 akan dilaksanakan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada awal April 2026.

Melalui momentum tersebut, kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat pembinaan dan pengembangan olahraga cricket di Kota Kupang, sekaligus mendorong peningkatan prestasi atlet daerah pada berbagai ajang kompetisi di tingkat provinsi maupun nasional. (Goe)




Ratusan Kepala Sekolah di Kota Kupang Ikuti Refleksi dan Evaluasi Tryout TKA

Kupang, nwartapedia.com — Ratusan kepala sekolah jenjang SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Kupang mengikuti kegiatan refleksi dan evaluasi pelaksanaan Tryout 1 Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang yang berlangsung di Hotel Neo Aston pada Selasa (10/3/2926)

Kegiatan ini menjadi forum bersama untuk meninjau pelaksanaan tryout sekaligus mempersiapkan langkah perbaikan menuju pelaksanaan asesmen akademik yang lebih baik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, mengatakan bahwa tryout merupakan instrumen penting untuk memetakan kemampuan akademik siswa sekaligus mengukur efektivitas proses pembelajaran di sekolah.

Menurutnya, hasil tryout memberikan gambaran awal tentang tingkat penguasaan materi oleh siswa, sehingga dapat menjadi dasar bagi guru dan sekolah dalam melakukan perbaikan strategi pembelajaran.

“Tryout ini bukan hanya menjadi latihan bagi siswa, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk melihat capaian pembelajaran dan menyiapkan langkah-langkah perbaikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa secara umum pelaksanaan Tryout 1 TKA di Kota Kupang berjalan lancar dengan partisipasi aktif dari berbagai sekolah.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah catatan yang perlu diperhatikan, seperti kesiapan teknis di beberapa sekolah serta perlunya peningkatan koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Fontein 2 Kupang, Yulita Dapa Wungga, yang turut sebagai peserta dalam kegiatan tersebut menilai bahwa forum refleksi ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tryout ke depan.

Ia menambahkan, melalui diskusi bersama para kepala sekolah dapat saling berbagi pengalaman dan mencari solusi atas berbagai kendala yang ditemui selama pelaksanaan tryout.

“Dengan evaluasi seperti ini kita bisa melihat apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu diperbaiki, sehingga pelaksanaan tryout berikutnya dapat berlangsung lebih optimal,” katanya.

Melalui kegiatan refleksi ini diharapkan koordinasi antar sekolah dan pemerintah daerah semakin kuat, sehingga pelaksanaan tryout pada tahap berikutnya dapat berjalan lebih efektif serta memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di Kota Kupang. *




Wali Kota Kupang Buka Pasar Murah Bersubsidi di TDM, Bantu Warga Akses Bahan Pokok Terjangkau

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, Christian Widodo, secara resmi membuka kegiatan pasar murah bersubsidi yang digelar di Masjid Al Istiqomah Tuak Daun Merah, Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kota Kupang, Senin (9/3).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kota Kupang Muhammad Ramli, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Kupang Muhammad MS, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang Ignasius Repelita Lega, para kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang, para camat dan lurah, Imam Masjid Al Istiqomah TDM Muhammad Gaus, serta masyarakat Kelurahan TDM dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bank Indonesia, para distributor, serta pelaku usaha yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Terima kasih untuk Dinas Perindag, juga untuk BI, para distributor, dan pelaku usaha yang sudah terlibat. Pasar murah ini adalah bentuk kerja sama kita semua untuk membantu masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya berkaitan dengan angka statistik, tetapi berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Inflasi itu bukan sekadar angka statistik. Kita tidak hanya bicara angka inflasi, tetapi bicara harga cabai di pasar, harga beras, harga minyak goreng, dan ketersediaan gula di dapur masyarakat. Jadi bicara inflasi itu bicara tentang isi dapur masyarakat kecil,” tegasnya.

Karena itu, menurutnya, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memiliki tanggung jawab moral dalam memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

“TPID ini bukan hanya tim koordinasi buat gagah-gagahan. TPID punya tanggung jawab moral, karena inflasi itu menyangkut ongkos hidup masyarakat kecil. Jadi jangan main-main,” katanya.

Wali Kota juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Kupang telah merencanakan penyelenggaraan pasar murah di 27 titik yang tersebar di seluruh wilayah kota.

Pada tahap awal, kegiatan tersebut digelar di tiga lokasi dengan memastikan ketersediaan bahan pokok dalam jumlah cukup agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang dapat memicu kenaikan harga di pasaran.

“Kita tidak boleh lengah, tapi juga jangan panic buying. Jangan karena takut sesuatu terjadi, lalu kita beli beras banyak-banyak atau menimbun minyak goreng. Ambil sesuai kebutuhan saja,” pesannya.

Dalam pelaksanaan pasar murah kali ini, pemerintah juga menerapkan sistem distribusi yang lebih tertib dengan memanfaatkan pendataan menggunakan fotokopi KTP dan barcode untuk pembelian. Sistem ini diharapkan mampu mengatur antrean secara rapi sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran.

“Sekarang dunia sudah berubah, serba cepat dan serba digital. Kalau dunia sudah berubah ke arah digital, kita juga harus menyesuaikan diri. Karena kita tidak bisa mengubah arah angin, tetapi kita bisa mengubah arah layar kita,” jelasnya.

Selain membahas pengendalian inflasi, Wali Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama di Kota Kupang.

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan Kota Kupang masuk dalam 10 besar kota paling toleran di Indonesia merupakan prestasi bersama yang harus terus dijaga.

“Kalau kita mau jalan cepat, kita bisa jalan sendiri. Tapi kalau mau jalan jauh, kita harus jalan bersama-sama. Kota Kupang ini kita bangun untuk jangka panjang, jadi semua harus berjalan bersama,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menegaskan komitmen pemerintahannya untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Lima tahun ke depan, Pemerintah Kota Kupang bukan lagi berperan sebagai orang yang memerintah, tetapi sebagai orang yang melayani masyarakat,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, ia berharap kegiatan pasar murah tersebut dapat berjalan tertib dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita jalankan pasar murah ini dengan baik, sambil terus menjaga kerukunan antarumat beragama di Kota Kupang,” pungkasnya. *




Wali Kota Kupang Terima Audiensi FKUB, Perkuat Komitmen Jaga Kerukunan Umat Beragama

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menerima audiensi pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Kupang (FKUB) di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin (9/3).

Pertemuan tersebut menegaskan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan tokoh lintas agama untuk terus menjaga kerukunan serta memperkuat toleransi di Kota Kupang.

Audiensi tersebut dihadiri Ketua FKUB Kota Kupang, Mercy Paula Pattikawa, bersama Wakil Ketua FKUB Longginus Bone dan Muhammad, Sekretaris FKUB Yosafat Chandradireja, serta sejumlah anggota FKUB lainnya.

Turut mendampingi Wali Kota Kupang dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry E. Pelt, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Kupang, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Kupang, serta Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Kota Kupang.

Dalam audiensi itu, FKUB menyampaikan sejumlah hal strategis yang berkaitan dengan upaya menjaga kerukunan umat beragama di Kota Kupang.

Selain itu, FKUB juga memaparkan rencana pelaksanaan Konsultasi Nasional FKUB tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dijadwalkan berlangsung di Kota Kupang pada Oktober 2026 mendatang, serta menyampaikan kebutuhan dukungan anggaran bagi kegiatan FKUB.

Ketua FKUB Kota Kupang, Pdt. Mercy Paula Pattikawa, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan langkah penting untuk memperkuat koordinasi antara FKUB dan pemerintah daerah dalam menjaga harmoni kehidupan beragama.

Ia juga menyampaikan bahwa Kota Kupang direncanakan menjadi tuan rumah kegiatan Konsultasi Nasional FKUB yang akan menghadirkan perwakilan FKUB dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami berharap dukungan dari Pemerintah Kota Kupang agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik sekaligus menjadi momentum memperkuat citra Kota Kupang sebagai kota toleransi,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Kupang Christian Widodo menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang selalu membuka ruang dialog dengan berbagai pihak, termasuk FKUB yang merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama.

“Saya dan seluruh jajaran pemerintah selalu membuka tangan dan hati untuk menerima masukan. FKUB adalah mitra penting pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kota Kupang,” katanya.

Ia menekankan bahwa tujuan utama pemerintah adalah menjaga agar tidak terjadi tindakan yang berpotensi memicu konflik di masyarakat. Karena itu, Kota Kupang harus tetap dipertahankan sebagai kota yang damai, aman, dan penuh toleransi.

Menurutnya, pendekatan dialog dan musyawarah menjadi langkah terbaik dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

“Semua harus diselesaikan melalui mekanisme dan dialog. Kita duduk bersama, membuka hati, dan mencari jalan terbaik. Jangan sampai persoalan lokal justru memicu ketegangan yang lebih luas,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyatakan dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap berbagai program FKUB yang bertujuan memperkuat kerukunan masyarakat.

Ia juga mendorong FKUB untuk terus melakukan sosialisasi nilai-nilai toleransi kepada generasi muda serta memperkuat program Kampung Kerukunan di berbagai wilayah Kota Kupang.

“Kota Kupang dikenal sebagai kota toleransi. Tugas kita bersama adalah menjaga warisan itu. Kerukunan tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus terus dirawat melalui dialog, pendidikan, dan kerja sama semua pihak,” pungkasnya. *




Hadiri Peletakan Batu Pertama Pastori II GMIT Hosana Sungkaen, Wali Kota Kupang Tegaskan Dukungan bagi Pelayanan Gereja

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Pastori II sekaligus kegiatan tali kasih Jemaat GMIT Hosana Sungkaen, Klasis Kota Kupang Timur, yang berlangsung di gedung ibadah jemaat tersebut pada Senin (9/3).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Mercy Pattikawa, Wakil Ketua Majelis Jemaat GMIT Hosana Sungkaen Ni Suwerti Ralahalo, Anggota DPRD Provinsi NTT Filmon Loasana, Anggota DPRD Kota Kupang Keny Sau, Pelaksana Tugas Camat Maulafa Imanuel Uly, Lurah Naimata Hendrik Banunaek, para majelis jemaat, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan bahwa pembangunan rumah pastori tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik semata, tetapi juga sebagai simbol penguatan pelayanan gereja dan wujud kasih serta pengabdian kepada Tuhan dan sesama.

Menurutnya, peletakan batu pertama tersebut menandai dimulainya komitmen pelayanan yang diharapkan membawa manfaat bagi kehidupan jemaat dan masyarakat.

“Rumah pastori ini bukan hanya sebuah bangunan, tetapi simbol dari pondasi pelayanan dan kasih. Momen ini menjadi tanda dimulainya pengabdian dalam pelayanan kepada Tuhan sekaligus pelayanan kepada sesama,” ujar Wali Kota.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang mendukung pembangunan Pastori II sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan gereja agar semakin dekat dengan jemaat dan masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan, Wali Kota Kupang menyampaikan komitmennya untuk membantu pembangunan pastori tersebut melalui usulan bantuan sebesar Rp50 juta yang akan diupayakan melalui Anggaran Perubahan Tahun 2026.

Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan serta memperkuat kerukunan hidup antarumat beragama di Kota Kupang.

“Kota Kupang saat ini masuk dalam 10 kota paling toleran di Indonesia dan juga menerima penghargaan sebagai kota damai dan inklusif dari Menteri Dalam Negeri. Karena itu, apa pun agama kita, mari kita bersama-sama menjaga Kota Kupang agar tetap menjadi rumah bersama yang aman dan nyaman bagi semua,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pdt. Mercy Pattikawa, dalam refleksi pelayanannya menyampaikan bahwa pembangunan Pastori II merupakan wujud keberanian iman jemaat di tengah berbagai keterbatasan.

Ia menegaskan bahwa peletakan batu pertama tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan kesaksian iman jemaat tentang kesetiaan dan kepercayaan kepada Tuhan.

“Hari ini kita tidak hanya melakukan seremoni peletakan batu, tetapi kita sedang menuliskan kisah kesetiaan. Di tengah dunia yang sering menghitung untung rugi, jemaat ini justru menghitung berkat dan penyertaan Tuhan,” ungkapnya.

Menurutnya, langkah jemaat membangun pastori tambahan dalam waktu yang relatif singkat menunjukkan semangat pelayanan dan kebersamaan yang hidup dalam persekutuan jemaat.

Pembangunan Pastori II ini diharapkan dapat menjadi rumah pelayanan bagi para hamba Tuhan sekaligus memperkuat kehidupan persekutuan jemaat serta menjadi kesaksian iman bagi generasi mendatang. *




Pemkot Kupang Bahas Arah Pembangunan 2027 Melalui Forum Konsultasi Publik

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Aston Kupang Hotel & Convention Center pada Rabu (5/3/2026).

Forum ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jefry Edward Pelt yang menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menghimpun berbagai masukan dari pemangku kepentingan guna menyempurnakan rencana pembangunan daerah.

Kegiatan dipimpin oleh Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Kota Kupang, Wildrian R. Otta dan diikuti oleh kepala perangkat daerah, camat dan lurah, akademisi, organisasi masyarakat, komunitas difabel, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

Dalam forum tersebut dibahas arah pembangunan Kupang tahun 2027 yang difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat dan UMKM, serta peningkatan pelayanan publik.

Plt. Kepala Bappeda Kota Kupang Wildrian R. Otta mengatakan forum ini menjadi ruang bagi pemerintah untuk menyerap aspirasi masyarakat sebelum rancangan RKPD disempurnakan.

“Masukan dari berbagai pihak sangat penting agar program pembangunan yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sejumlah isu strategis turut dibahas dalam diskusi, di antaranya penanganan stunting, kebutuhan tenaga kesehatan, penguatan pendidikan dan kemampuan bahasa asing bagi generasi muda, serta pelayanan publik yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas.

Melalui forum ini, Pemerintah Kota Kupang berharap perencanaan pembangunan tahun 2027 dapat berjalan lebih partisipatif, inklusif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.