Perumda Air Minum Kota Kupang Siap Aktifkan Kembali Sumur Bor dan Reservoir di Bello

Kupang, nwartapedia.com  — Perumda Air Minum Kota Kupang menyatakan kesiapannya untuk mengaktifkan kembali fasilitas sumur bor dan reservoir di kawasan Bello, Kota Kupang.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pelayanan air bersih bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Kesiapan itu disampaikan Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan Terminal Bello, Jumat (21/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, pihak Perumda melihat langsung kondisi sumur bor dan empat unit reservoir yang dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BBWS NT II) melalui Satuan Kerja Pengeboran Air Tanah (PAT).

Fasilitas tersebut sebenarnya telah dibangun sejak 2015. Namun, operasional pompa terakhir berlangsung sekitar 2018 sebelum mengalami kerusakan teknis. Akibatnya, fasilitas sumur bor dan reservoir tidak lagi dimanfaatkan secara optimal selama beberapa tahun.

Padahal, keberadaan sumber air tersebut dinilai masih berpotensi membantu memenuhi kebutuhan warga di sekitar kawasan Bello yang selama ini membutuhkan akses air bersih.

Dalam kunjungan tersebut, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang berdiskusi langsung dengan sejumlah warga yang sebelumnya pernah mendapatkan manfaat dari fasilitas sumur bor tersebut.

Dari pertemuan itu, warga dan Perumda membahas rencana pengaktifan kembali fasilitas agar dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Salah seorang tokoh masyarakat, Yoris, menjelaskan bahwa sistem pelayanan sebelumnya menggunakan pola komunal.

Air dari sumur bor dialirkan menuju beberapa reservoir kecil yang dilengkapi kran umum dan kemudian digunakan oleh sejumlah keluarga.

Saat ini, sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) di kawasan tersebut dinilai siap mendapatkan pelayanan air bersih apabila fasilitas kembali dioperasikan.

Warga berharap proses pengaktifan kembali sumur bor dapat segera direalisasikan sehingga sumber air yang tersedia tidak lagi terbengkalai dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang menjelaskan, pihaknya telah berkomunikasi dengan BBWS NT II mengenai status fasilitas tersebut.

Berdasarkan hasil komunikasi, infrastruktur yang dibangun sebelumnya telah diserahkan kepada masyarakat untuk dikelola secara mandiri.

Namun, karena pengelolaan tidak lagi berjalan, Perumda dapat mengambil peran dalam pengelolaan dengan terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari kelompok masyarakat.

BBWS NT II juga disebut siap membantu melakukan pembenahan terhadap fasilitas sebelum nantinya dikelola oleh Perumda Air Minum Kota Kupang.

Saat ini, pengurus warga meminta waktu sekitar satu minggu untuk melakukan koordinasi internal.

Setelah persetujuan warga diperoleh, komunikasi dengan pihak PAT dan BBWS NT II akan dilanjutkan untuk membahas proses perbaikan serta pengelolaan fasilitas.

Perumda Air Minum Kota Kupang tidak hanya menargetkan pengoperasian kembali sumur bor, tetapi juga berencana mengubah sistem pelayanan air bersih di kawasan tersebut.

Jika fasilitas sudah dapat beroperasi, distribusi air tidak lagi mengandalkan sistem komunal seperti sebelumnya.

Perumda berencana membangun jaringan perpipaan dan menyalurkan air langsung ke rumah-rumah warga melalui pemasangan Sambungan Rumah (SR).

Dengan pola tersebut, sekitar 200 KK yang telah menyatakan kesiapan untuk dilayani diharapkan dapat memperoleh akses air bersih secara lebih mudah dan teratur.

Pengaktifan kembali sumur bor dan reservoir di Bello diharapkan menjadi langkah nyata dalam mengoptimalkan sumber air yang tersedia sekaligus memperluas cakupan pelayanan air bersih Perumda Air Minum Kota Kupang. (MI)




Warga Naikoten 1 Apresiasi DLHK Kota Kupang Pangkas Pohon di Jalan Suharto

Kupang, nwartapedia.com — Warga Kelurahan Naikoten 1, Kota Kupang, mengapresiasi langkah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang yang melakukan pemangkasan pohon di sepanjang Jalan Suharto, tepat di depan Kampus Undana Lama, Jumat (21/8/2026).

Apresiasi tersebut disampaikan Rachel, salah seorang warga Naikoten 1, kepada media ini mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang melalui DLHK yang telah merespons kondisi pohon di sepanjang jalan tersebut.

Menurut Rachel, pemangkasan pohon penting dilakukan mengingat kondisi cuaca yang sering disertai angin kencang.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan dahan maupun pohon tumbang dan membahayakan pengendara yang melintas.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang, khususnya DLHK, yang sudah memperhatikan kondisi pohon di sepanjang jalan ini. Apalagi saat angin kencang, tentu dapat membahayakan pengendara,” ujar Rachel.

Pantauan media ini di lokasi, terlihat sejumlah kendaraan operasional DLHK Kota Kupang dikerahkan untuk mendukung kegiatan tersebut.

Petugas juga tampak mengangkut ranting dan daun hasil pemangkasan untuk dibawa ke tempat pembuangan.

Salah seorang petugas DLHK, Linda, mengatakan pemangkasan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.

Ia menjelaskan, petugas DLHK turun langsung membersihkan dan memangkas pohon di sepanjang Jalan Suharto, depan Kampus Undana Lama, Naikoten 1.

Kegiatan tersebut berlangsung sejak siang hingga sekitar pukul 16.30 WITA.

Sementara itu, Sekretaris DLHK Kota Kupang, Ahmad Likur, mengatakan pemangkasan pohon tidak hanya bertujuan untuk penataan kota, tetapi juga untuk menjaga keselamatan para pengguna jalan.

“Selain untuk penataan kota, pemotongan pohon ini juga untuk menjaga keselamatan pengendara karena saat ini sering terjadi angin kencang,” katanya.

Ahmad mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melintas di lokasi yang banyak terdapat pepohonan, terutama saat cuaca buruk dan angin kencang.

“Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati menghadapi ancaman pohon tumbang atau bahaya lainnya. Masyarakat harus selalu waspada,” pungkasnya. (MI)




Isidorus Lilijawa Soroti Ancaman Lunturnya Tenun Ngada, Generasi Muda Diminta Bergerak

Kupang, nwartapedia.com — Tradisi tenun ikat Ngada menghadapi tantangan di tengah perubahan zaman. Aktivitas menenun yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kini mulai semakin jarang ditemukan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang sekaligus Ketua Paguyuban IKADA Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM., saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Kain Tenun Ngada di Museum NTT, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan bertajuk “Melestarikan Warisan Budaya, Memperkuat Identitas dan Jati Diri Masyarakat NTT” itu turut dihadiri Dr. Drs. Watu Yohanes Vianey, M.Hum., Dr. Maria Bernadetha Ringga, S.E., M.M., serta masyarakat dan mahasiswa.

Membawakan materi “Tenun Ikat Ngada dalam Perspektif Simbol”, Isidorus menegaskan tenun tidak boleh dipandang hanya sebagai kain atau produk kerajinan.

Menurutnya, setiap motif, warna, dan jalinan benang menyimpan nilai serta menggambarkan cara berpikir dan kehidupan masyarakat Ngada.

“Tenun ikat Ngada adalah simbol dari cara berada, cara berpikir dan cara hidup masyarakat Ngada. Setiap benang yang membentuk motif, setiap jalinan kain yang mewujud warna adalah simbol tentang nilai,” jelasnya.

Isidorus juga mengenang masa kecilnya di Lengkosambi, Riung. Sekitar 30 tahun lalu, masyarakat masih menanam kapas, mengolahnya menjadi benang, dan menenun kain sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Menurut Isidorus, perubahan zaman dan masuknya budaya baru dapat membuat generasi muda semakin jauh dari tradisi lokal.

Jika tidak dilakukan upaya nyata, simbol budaya seperti tenun berisiko hanya menjadi benda peninggalan masa lalu tanpa lagi dipahami maknanya.

Karena itu, ia mendorong revitalisasi budaya melalui empat pendekatan, yaitu pelestarian, pementasan, modifikasi, dan reinvensi tradisi.

“Tradisi kita bukan kita ubah, tapi kita modifikasi dan diversifikasi sesuai dengan kebutuhan kita, dengan tetap melakukan upaya-upaya pelestarian dan menjaga tradisi,” ungkapnya.

Pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui museum, sanggar budaya, lembaga adat, pertunjukan budaya, hingga inovasi desain tenun yang tetap mempertahankan akar tradisinya.

Isidorus menilai generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan apakah tradisi tenun Ngada akan terus hidup atau justru semakin ditinggalkan.

Karena itu, generasi muda perlu memahami bukan hanya bentuk dan motif tenun, tetapi juga proses pembuatan, filosofi, nilai, dan sejarah yang ada di baliknya.

Ia berharap tenun Ngada dapat terus digunakan, dikembangkan, dan memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat modern.

“Tenun harus tetap hidup,” menjadi semangat yang ditekankan Isidorus agar warisan budaya Ngada tidak berhenti sebagai simbol masa lalu, tetapi tetap menjadi bagian dari identitas masyarakat NTT dan diwariskan kepada generasi berikutnya. ***




Renstra UNWIRA, Isidorus Lilijawa Tegaskan Perumda Air Minum Siap Jadi Ruang Belajar Mahasiswa

Kupang, nwartapedia.com  — Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) 2026-2030 menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia kerja.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, menegaskan bahwa Perumda Air Minum Kota Kupang siap menjadi ruang belajar bagi mahasiswa melalui kegiatan magang dan pengalaman kerja di lapangan.

Hal tersebut disampaikan Isidorus saat menjadi narasumber dalam kegiatan penyusunan Renstra UNWIRA Tahun 2026-2030 pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Kegiatan bertema “Transformasi Menuju UNWIRA yang Unggul, Beridentitas, dan Berdampak” itu diselenggarakan oleh Lembaga Penjamin Mutu (LPM) UNWIRA dan diikuti 36 peserta dari unsur pimpinan universitas, fakultas, lembaga, unit kerja, alumni, mitra, stakeholder, pengguna lulusan, serta narasumber.

Dalam pemaparannya mengenai kontribusi UNWIRA, karakter lulusan, dan kebutuhan masyarakat, Isidorus menekankan bahwa perguruan tinggi perlu membangun hubungan yang lebih kuat dengan dunia kerja.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mendapatkan pembelajaran di ruang kelas. Mereka juga membutuhkan pengalaman langsung agar mampu memahami persoalan, budaya kerja, serta tuntutan profesional.

Karena itu, Perumda Air Minum Kota Kupang membuka kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk belajar melalui program magang.

“Di Perumda kami terbuka pada berbagai anak magang dari berbagai universitas. Seperti dari ITS Surabaya kami terima untuk belajar, begitu juga dengan UNWIRA,” ungkap Isidorus.

Kesiapan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga mahasiswa memiliki pengalaman praktis sebelum memasuki dunia profesional.

Isidorus juga menegaskan bahwa penyusunan Renstra UNWIRA harus mampu memastikan lulusan yang dihasilkan benar-benar relevan dengan kebutuhan NTT.

“Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa UNWIRA relevan dengan kebutuhan NTT. Karena UNWIRA hadir di NTT, maka harus relevan dengan kebutuhan NTT, untuk memperkuat eksistensi di dunia kerja dan mencetak lulusan yang sesuai dengan kebutuhan daerah 3T,” ujarnya.

Menurutnya, lulusan masa kini harus memiliki kompetensi, kemampuan beradaptasi, literasi digital, kemampuan memecahkan masalah, mampu bekerja dalam tim, menguasai bahasa asing, memiliki jiwa kewirausahaan, serta berkarakter dan beretika.

Selain menyiapkan lulusan, Isidorus mendorong UNWIRA memperkuat riset dan inovasi yang berbasis pada persoalan serta potensi lokal.

Ia menyebut bidang lingkungan, air, pertanian, pariwisata, dan ekonomi masyarakat sebagai sejumlah sektor yang membutuhkan kontribusi perguruan tinggi.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis untuk menghasilkan kajian dan inovasi yang tidak hanya bermanfaat secara akademik, tetapi juga dapat menjadi solusi terhadap persoalan masyarakat.

Menutup pemaparannya, Isidorus memberikan tiga kata kunci sebagai bahan refleksi dalam penyusunan Renstra UNWIRA 2026-2030, yakni menoleh, menatap, dan menunduk.

Menoleh berarti mengevaluasi capaian yang telah dilakukan. Menatap berarti mempersiapkan masa depan, sedangkan menunduk berarti melakukan refleksi dan introspeksi untuk membangun kekuatan dari dalam.

Dengan arah tersebut, Renstra UNWIRA 2026-2030 diharapkan mampu memperkuat hubungan kampus dengan dunia kerja, membuka lebih banyak ruang belajar bagi mahasiswa, serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan NTT. *




Warga Fatululi Apresiasi Aksi Mahasiswa KKN UMKOE Percantik Lingkungan

Kupang, nwartapedia.com – Kepedulian terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan di Kelurahan Fatululi, Kota Kupang, mendapat perhatian dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKOE) pada Kamis (20/8/2026).

Melalui kegiatan pengecatan pagar, mahasiswa KKN UMKOE bersama pihak kelurahan ikut memperindah lingkungan sekaligus mendorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan kawasan tempat tinggal.

Sebelum pengecatan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi dan berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Fatululi terkait lokasi serta pelaksanaan kegiatan.

Pagar yang menjadi sasaran juga dibersihkan dan diamplas agar hasil pengecatan lebih rapi.

Kegiatan berlangsung dengan semangat gotong royong. Mahasiswa mengecat pagar secara bertahap hingga tampak lebih bersih, rapi, dan menarik.

Ketua Kelompok KKN Kelurahan Fatululi, Resti J. Eki, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekaligus bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Ia berharap kegiatan sederhana tersebut dapat memberikan manfaat bagi warga serta menjadi motivasi untuk terus menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan Fatululi.

Masyarakat Kelurahan Fatululi turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa KKN UMKOE yang telah ikut membantu mempercantik lingkungan.

Warga menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif karena lingkungan terlihat lebih bersih dan rapi. Kehadiran mahasiswa juga dinilai memperkuat semangat kebersamaan antara masyarakat, pemerintah kelurahan, dan peserta KKN.

Setelah pengecatan selesai, mahasiswa membersihkan kembali area sekitar lokasi. Kegiatan kemudian ditutup dengan dokumentasi bersama.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa KKN UMKOE berharap masyarakat Fatululi semakin termotivasi untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini bukan hanya tentang mengecat pagar, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan Fatululi serta upaya membangun kebersamaan dengan masyarakat.




Perumda Air Minum Kota Kupang Siap Kelola Air Bersih Perumahan Bello Sejahtera

Kupang, nwartapedia.com — Perumda Air Minum Kota Kupang siap memperluas pelayanan air bersih ke kawasan Perumahan Bello Sejahtera melalui rencana kerja sama dengan PT Pembangunan Sehat Sejahtera atau Sejahtera Grup.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan antara Perumda Air Minum Kota Kupang dan Sejahtera Grup di Kota Kupang, Rabu (19/8/2026).

Pertemuan dihadiri Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, didampingi Kepala Bagian Hubungan Langganan Ferdi Jermias, SH., MH., dan Kepala Bagian Teknik Elsy Evelyn Bengu, ST., M.Eng.

Sementara dari Sejahtera Grup hadir CEO PT Pembangunan Sehat Sejahtera, Bobby Lianto, MM., MBA.

Dalam pembahasan tersebut, Sejahtera Grup membuka peluang agar pengelolaan air bersih di kawasan Perumahan Bello Sejahtera dapat diserahkan kepada Perumda Air Minum Kota Kupang.

Bobby Lianto menilai kerja sama tersebut dapat menjadi pilihan yang lebih efektif dibandingkan membangun sistem pengelolaan secara mandiri.

Hal ini mempertimbangkan jumlah penghuni perumahan yang saat ini belum terlalu banyak.

Ia juga meminta penjelasan Perumda mengenai mekanisme pengelolaan apabila kerja sama tersebut direalisasikan.

Menanggapi hal itu, Isidorus Lilijawa menjelaskan bahwa Perumda tidak mengambil alih kepemilikan aset yang dimiliki pengembang. Perumda hanya mengambil tanggung jawab terhadap pengelolaan dan pelayanan air bersih di kawasan perumahan.

“Prinsipnya memang kerja sama pengelolaan air bersih di Kota Kupang. Kita tidak mengambil alih kepemilikan, tetapi urusan air bersih di dalam rumah itu diserahkan kepada kita,” jelas Isidorus.

Apabila kerja sama disepakati, Perumda akan mengelola sumber air yang telah tersedia di kawasan Bello Sejahtera, termasuk sumur bor, reservoir, serta jaringan perpipaan yang sudah terpasang.

Perumda juga akan menangani pemasangan Sambungan Rumah (SR) bagi rumah yang belum mendapatkan sambungan air bersih.

Selain itu, pemeliharaan jaringan menjadi bagian dari pelayanan Perumda. Jika terjadi gangguan seperti kerusakan pompa atau kebocoran jaringan, Perumda akan melakukan penanganan dan perbaikan.

Isidorus menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak menggunakan sistem bagi hasil. Seluruh ketentuan mengenai pengelolaan, tanggung jawab, hak dan kewajiban kedua pihak akan diatur dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS).

“Nantinya ada PKS, di mana hak dan kewajiban akan diatur. Kalau sudah disepakati, akan ada draf yang disampaikan kepada pihak grup untuk dipelajari,” katanya.

Menurut Isidorus, rencana pengelolaan air bersih di Perumahan Bello Sejahtera juga sejalan dengan harapan Pemerintah Kota Kupang dalam mendorong pengelolaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) secara lebih jelas dan terarah.
Ia menyambut positif kepercayaan Sejahtera Grup kepada Perumda Air Minum Kota Kupang.

Menurutnya, jika kerja sama tersebut terealisasi, Perumda tidak hanya mendapatkan tambahan wilayah pelayanan, tetapi juga berpotensi meningkatkan jumlah Sambungan Rumah dan cakupan pelayanan air bersih di Kota Kupang.

“Kami sangat senang jika Pak Bobby memberikan kepercayaan kepada Perumda Kota Kupang untuk mengelola air bersih. Tentunya kami sangat bersyukur, baik dari sisi cakupan kita bertambah maupun jumlah SR, dan tentunya berdampak pada persentase cakupan yang meningkat. Itu sangat penting bagi kami,” ungkap Isidorus.

Pembahasan ini menjadi langkah awal menuju kerja sama pengelolaan air bersih di Perumahan Bello Sejahtera. Selanjutnya, kedua pihak akan menyusun dan mempelajari draf PKS sebelum menentukan kesepakatan kerja sama.

Jika terealisasi, kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian pelayanan air bersih bagi penghuni Perumahan Bello Sejahtera sekaligus mendukung perluasan cakupan layanan Perumda Air Minum Kota Kupang. *




Pelra Nunbaun Sabu Dibangun 2027, KSOP dan Perumda Air Minum Kupang Siapkan Air Bersih

Kupang, nwartapedia.com —Perumda Air Minum Kota Kupang bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kupang membangun sinergi dalam menyiapkan layanan air bersih untuk mendukung pembangunan dan operasional Pelabuhan Rakyat (Pelra) di Kelurahan Nunbaun Sabu, Kota Kupang.

Kesepakatan tersebut dibahas dalam pertemuan Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., M.M., bersama Kepala Bagian Hubungan Langganan, Ferdi Jermias, S.H., M.H., dengan Kepala KSOP Kupang, Simon B. Baon, S.Sos., M.H., di Hotel Sotis Kupang, Kamis (13/8/2026).

Pelabuhan Rakyat Nunbaun Sabu direncanakan mulai dibangun pada 2027 oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Karena itu, kebutuhan infrastruktur pendukung, termasuk ketersediaan air bersih, mulai dipersiapkan sejak awal.

Kepala KSOP Kupang, Simon B. Baon, mengatakan pembangunan Pelra Nunbaun Sabu akan dimulai pada 2027. Saat ini, lahan milik Pemerintah Kota Kupang sedang dalam proses untuk dihibahkan kepada Kementerian Perhubungan.

“Pada tahun 2027, akan mulai dibangun Pelabuhan Rakyat (Pelra) di kawasan Kelurahan Nunbaun Sabu,” ujar Simon.

Menurutnya, air bersih menjadi kebutuhan vital untuk mendukung aktivitas pelabuhan maupun kapal-kapal yang nantinya menggunakan fasilitas tersebut, termasuk kapal rakyat, kapal yang dikelola Pemerintah Provinsi maupun kapal antardaerah.

“Air menjadi salah satu kebutuhan yang sangat vital dan sangat penting yang nantinya akan disuplai secara rutin ke setiap kapal-kapal yang membutuhkan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menyambut baik sinergi bersama KSOP Kupang tersebut. Ia menilai kerja sama ini menjadi peluang untuk memperluas cakupan pelayanan sekaligus meningkatkan pendapatan Perumda melalui penjualan air bersih.

“Ini adalah peluang bagi Perumda Air Minum Kota Kupang untuk menambah cakupan pelayanan, tetapi sekaligus juga menjadi peluang bagi Perumda Air Minum Kota Kupang untuk meningkatkan pendapatan dari sisi penjualan air bersih,” ungkap Isidorus.

Sebagai tindak lanjut, tim teknis Perumda Air Minum Kota Kupang akan melakukan peninjauan lapangan untuk menentukan titik lokasi dan memastikan teknis koneksi jaringan dari sumber air Perumda menuju kawasan Pelra Nunbaun Sabu.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan jaringan dan pelayanan air bersih sesuai kebutuhan pelabuhan, baik selama proses pembangunan maupun setelah pelabuhan mulai beroperasi.

Isidorus menegaskan Perumda Air Minum Kota Kupang siap memenuhi kebutuhan air bersih di Pelra Nunbaun Sabu.

“Prinsipnya Perumda Air Minum Kota Kupang sangat siap untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Pelabuhan Rakyat nanti ketika itu akan mulai dibangun bahkan setelah sudah operasi nanti,” tegasnya.

Ia menambahkan, sinergi antara KSOP Kupang dan Perumda Air Minum Kota Kupang merupakan bentuk kolaborasi antara Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung pembangunan infrastruktur serta pemenuhan kebutuhan dasar di kawasan pelabuhan.

Perumda Air Minum Kota Kupang juga membuka peluang untuk mengembangkan kerja sama lanjutan dengan KSOP Kupang maupun mitra lain di lingkungan Kementerian Republik Indonesia.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memastikan kebutuhan air bersih Pelabuhan Rakyat Nunbaun Sabu terpenuhi secara optimal sekaligus memperluas pelayanan Perumda Air Minum Kota Kupang. (MI)




Warga Oebobo Berterima Kasih kepada Wali Kota Kupang, Kuota Minyak Tanah Diusulkan Tambah 500–1.000 KL

Kupang,nwartapedia.com — Warga Kelurahan Oebobo, Kota Kupang, menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, setelah Pemerintah Kota Kupang mengusulkan tambahan kuota minyak tanah sebesar 500 hingga 1.000 kiloliter (KL) atau sekitar 500.000 hingga 1 juta liter kepada pihak terkait.

Usulan tersebut disampaikan Wali Kota Kupang setelah turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pangkalan Minyak Tanah Kachuga, Kelurahan Oebobo.

Sidak dilakukan untuk memastikan penyaluran minyak tanah bersubsidi tepat sasaran serta dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp4.000 per liter.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengatakan sidak dilakukan sebagai respons terhadap keluhan masyarakat terkait tingginya harga minyak tanah di tingkat pengecer.

“Kalau ada masyarakat yang beli kemahalan, kita harus cek dulu belinya di mana. Alur distribusi yang resmi itu sudah jelas: dari Pertamina (Tenau) ke Agen/Distributor, lalu ke Pangkalan resmi, dan langsung ke masyarakat,” ujar Christian.

Ia mengimbau masyarakat agar membeli minyak tanah langsung di pangkalan resmi. Menurutnya, harga di tingkat pengecer sulit dikontrol karena berada di luar jalur pengawasan Pertamina maupun pemerintah.

Christian juga menegaskan pangkalan wajib menjual minyak tanah sesuai HET dan tidak melayani pembelian dalam jumlah besar kepada oknum yang berpotensi menjual kembali. Jatah pembelian masyarakat ditetapkan maksimal 10 liter per Kartu Keluarga (KK).

Sebagai langkah antisipasi kebutuhan masyarakat ke depan, Pemerintah Kota Kupang telah mengajukan usulan tambahan kuota minyak tanah sebesar 500 hingga 1.000 KL atau sekitar 500.000 hingga 1 juta liter kepada pihak terkait.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, kuota kita sementara ini cukup. Kami juga sudah bersurat untuk mengajukan usulan tambahan kuota hingga satu juta liter agar kebutuhan seluruh warga Kota Kupang tetap terpenuhi dengan baik,” tutup dr. Christian Widodo.

Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) Pertamina, Ali Uradi, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli minyak tanah di pangkalan resmi. Ia memastikan ketersediaan stok minyak tanah untuk masyarakat dalam kondisi aman.

Ali juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan adanya pelanggaran dalam penyaluran maupun penjualan minyak tanah, termasuk pangkalan yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kalau ada hal-hal yang tidak betul, silakan dilaporkan melalui Call Center 135 atau melalui Call Center Disperindag. Di situ ada nomor pengaduan dan akan kami tindaklanjuti. Bahkan, kami akan memberikan sanksi tegas bagi pangkalan-pangkalan yang mungkin nakal, yakni menjual di atas HET,” tegas Ali Uradi.

Ia kembali mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap melakukan pembelian di pangkalan resmi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tetap membeli di pangkalan. Saya memastikan bahwa stok aman,” ujarnya.

Naomi, warga Jalan Nangka, Gang Pepaya, RT 27/RW 29, Kelurahan Oebobo, mengatakan keterbatasan minyak tanah telah dirasakan warga sejak sebelum Desember.

Menurutnya, warga terkadang mendapatkan minyak tanah, tetapi pada waktu tertentu tidak memperoleh bagian karena persediaan di pangkalan terbatas.

“Biasanya kalau turun satu drum minyak, kami hanya mendapat jatah. Yang diutamakan adalah warga yang punya KTP dan KK,” ujar Naomi.

Ia menjelaskan, warga yang hendak mendapatkan minyak tanah biasanya harus mendaftarkan nama terlebih dahulu agar pembagian dapat dilakukan secara merata.

Naomi mengapresiasi kehadiran Wali Kota Kupang yang turun langsung melihat kondisi masyarakat di lapangan.

“Dengan kehadiran Pak Wali dan langsung melihat kondisi di sini, sangat bagus,” katanya.

Naomi juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Kupang atas langkah pemerintah yang telah mengusulkan tambahan kuota minyak tanah tersebut.

“Terima kasih kepada Pak Wali Kota Kupang karena hari ini sudah melihat langsung kondisi kami dan sudah mengajukan tambahan kuota minyak tanah sampai satu juta liter. Kami sangat berterima kasih,” ujarnya.

Ia berharap usulan tambahan kuota tersebut dapat direalisasikan sehingga kebutuhan minyak tanah masyarakat Oebobo dan warga Kota Kupang secara umum dapat terpenuhi.

“Semoga dengan adanya tambahan kuota ini, semua warga bisa mendapatkan minyak tanah dan tidak lagi kesulitan,” harapnya. (MI)




BPK RI Kunjungi Perumda Air Minum Kota Kupang, Bahas Ketahanan Air dan Layanan Masyarakat

Kupang,nwartapedia.com  – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melakukan kunjungan ke Perumda Air Minum Kota Kupang untuk membahas ketahanan air dan kondisi pelayanan air minum bagi masyarakat.

Kunjungan dilakukan melalui Pusat Analisis Kebijakan (Anjak) Keuangan Negara dengan agenda Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Kantor Perumda Air Minum Kota Kupang pada Rabu (12/8/2026).

Tim BPK berjumlah enam orang dan dipimpin Pengendali Teknis, Tri Aditya Basuki.

Kedatangan tim BPK RI diterima langsung Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, didampingi para kepala bagian dan Kepala SPI.

Dalam pertemuan tersebut, Isidorus menyampaikan apresiasi atas kepercayaan BPK RI yang menjadikan Perumda Air Minum Kota Kupang sebagai salah satu mitra dalam pembahasan ketahanan air.

“Kami selalu senang dan terbuka untuk berbagi. Karena kami yakin setiap perjumpaan selalu ada makna dan setiap diskusi melahirkan komitmen-komitmen bersama,” kata Isidorus.

Tri Aditya Basuki menjelaskan, BPK memiliki tugas melakukan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.

Salah satu strategi BPK adalah melakukan pemeriksaan tematik terhadap isu strategis kebijakan pemerintah. Ketahanan air menjadi salah satu tema pemeriksaan tematik BPK periode 2025–2029.

“Kehadiran kami di sini untuk memperoleh gambaran mengenai penyediaan dan penyelenggaraan layanan air minum kepada masyarakat Kota Kupang,” jelas Tri.

Menurutnya, ketahanan air berkaitan dengan terpenuhinya kebutuhan air yang layak dan berkelanjutan untuk kehidupan dan pembangunan serta pengelolaan risiko yang berkaitan dengan air.

Dalam FGD, Isidorus memaparkan kondisi terkini pelayanan air minum di Kota Kupang. Ia menyebut cakupan pelayanan Perumda masih berada di angka 19 persen.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena Perumda masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan sumber air baku, jaringan dan infrastruktur, kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW), kondisi ekonomi masyarakat serta perubahan iklim.

Meski demikian, Perumda terus melakukan berbagai upaya dan inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Isidorus mengatakan masih terdapat potensi sumber air baku yang dapat dikembangkan, namun membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Pusat.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Karena itu kami selalu siap membuka diri untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak yang berkehendak baik,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, BPK meminta Perumda menyampaikan usulan prioritas terkait ketahanan air.

Isidorus menyampaikan tiga kebutuhan utama, yakni penambahan sumber air baku, pengembangan jaringan dan digitalisasi pelayanan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan. Tim BPK RI bersama Perumda Air Minum Kota Kupang meninjau SPAM Kali Dendeng untuk melihat proses intake dan prasedimentasi.

Kunjungan dilanjutkan ke instalasi pengolahan air di Manutapen untuk melihat secara langsung proses pengolahan dan penyediaan air minum bagi masyarakat Kota Kupang. (MI)




TI-STIC Perkuat Kolaborasi Taiwan-Indonesia untuk Pengelolaan Sampah, Energi dan Air di Kota Kupang

Kupang,nwartapedia.com – Taiwan-Indonesia Science and Technology Innovation Center (TI-STIC) memperkuat kerja sama dengan Indonesia dalam bidang pengelolaan sampah, energi, air dan penerapan ekonomi sirkular di Kota Kupang.

Perwakilan TI-STIC, Fenty Zhong, mengatakan kerja sama tersebut bertujuan memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara Taiwan dan Indonesia, khususnya terkait teknologi pengolahan sampah menjadi energi, sirkulasi sumber daya dan ekonomi sirkular.

Menurut Fenty, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membahas berbagai aspek teknis, mulai dari teknologi, tata kelola, operasional, perlindungan lingkungan hingga tantangan penerapan di lapangan.

“Untuk belajar dari pengalaman Taiwan dalam pengomposan yang dipercepat enzim, operasi pengolahan limbah menjadi energi, dan manajemen pengolahan air minum kota,” jelas Fenty kepada media ini pada Jumad (7/8/2026).

Ia berharap kerja sama ini dapat dilanjutkan melalui penelitian, transfer teknologi, pengembangan kapasitas, proyek percontohan hingga peluang investasi di sektor pengelolaan limbah, energi dan air.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menyampaikan apresiasi kepada TI-STIC yang telah memfasilitasi peningkatan pemahaman mengenai teknologi praktis dan model operasional dalam pengomposan, pengolahan sampah menjadi energi serta pengolahan air.

“Dengan melihat langsung di lapangan, kami mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang keterkaitan antara pengelolaan limbah, pemulihan energi, keberlanjutan air, dan implementasi ekonomi sirkular,” ujar Isidorus.

Ia berharap jejaring antara pemangku kepentingan Indonesia dan Taiwan dapat terus diperkuat melalui berbagai program yang melibatkan Pemerintah Kota Kupang maupun Perumda Air Minum Kota Kupang.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang penerapan teknologi dan inovasi untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan di Kota Kupang. (MI)