Tulus Membantu, Sejak 2025 Komunitas Ini Tambal Jalan di Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com – Kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan terus ditunjukkan Komunitas Peduli Lubang Jalan Kota Kupang (Kopelanku).

Sejak tahun 2025, komunitas ini secara konsisten turun langsung menambal jalan berlubang di berbagai wilayah Kota Kupang.

Dengan semangat gotong royong dan biaya swadaya, para anggota komunitas bergerak membantu memperbaiki ruas jalan yang rusak dan berpotensi membahayakan masyarakat.

Terbaru, Kopelanku kembali melakukan aksi sosial bersama Pemerintah Kelurahan Nefonaek dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Kupang dengan menambal sejumlah lubang jalan di wilayah RT16/RW05, Kelurahan Nefonaek, Kecamatan Kelapa Lima, Senin (27/4/2026).

Beberapa titik jalan berlubang yang berada di tengah badan jalan diperbaiki menggunakan campuran semen, pasir, dan kerikil.

Setelah proses pengecoran selesai, jalan ditutup sementara agar material mengering sempurna sebelum dilalui kendaraan.

Pendiri Kopelanku, Daniel Para, menjelaskan bahwa gerakan ini lahir dari rasa peduli terhadap kondisi jalan di Kota Kupang yang kerap membahayakan pengendara.

“Sejak mulai bergerak pada 2025, kami sudah menambal lebih dari 60 titik jalan rusak. Semua dilakukan secara swadaya bersama anggota,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap kegiatan selalu diawali dengan koordinasi bersama pemerintah setempat dan Dinas PUPR agar penanganan berjalan tepat sasaran.

Lurah Nefonaek, Yosephina N. Ungirwalu, SP, mengapresiasi langkah nyata komunitas tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah menjadi kekuatan penting di tengah keterbatasan anggaran.

“Aksi seperti ini sangat membantu. Ini bentuk kepedulian warga yang patut diapresiasi,” katanya.

Keberadaan Kopelanku menjadi contoh bahwa perubahan bisa dimulai dari kepedulian sederhana. Dengan kerja nyata dan ketulusan, komunitas ini terus berkontribusi menciptakan jalan yang lebih aman dan nyaman bagi warga Kota Kupang. *




Kaesang Pangarep Ajak Warga Kota Kupang Pilih Paslon Christian-Serena

Kupang, nwartapedia.com – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mengajak warga Kota Kupang untuk memilih pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut 5, Dokter Christian Widodo dan Serena Francis pada pemilihan Kepala Daerah Kota Kupang 2024.

“Jangan lupa nanti pada tanggal 27 November datang ke TPS untuk mencoblos pasangan calon nomor 5, Christian-Serena” kata Kaesang saat orasi pada kampanye akbar Christian-Serena di Alun-alun Kota Kupang pada Senin (18/11/2024).

Putra bungsu Presiden Ketujuh RI Joko Widodo alias Jokowi itu mengatakan pasangan calon Dokter Christian Widodo dan Serena Francis mendapat dukungan penuh dari dua tokoh ternama di negeri ini.

“Dokter Chris dan Serena itu mendapatkan dukungan langsung dari Presiden Prabowo Subianto dan Pak Jokowi. Nga (tidak,Red) ada calon-calon lain di Kota Kupang mendapatkan itu,”ungkapnya.

Ia menyebut, pasangan Dokter Christian Widodo dan Serena Francis bisa berdiri menjadi calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang karena mendapat tandatangan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Itulah kenapa wajah Presiden Prabowo Subianto ada di baliho,”sebutnya. 

Kaesang juga menekankan, Mantan Presiden RI, Joko Widodo sebulan yang lalu mengundang Paslon ini ke Solo guna mendapatkan nasehat untuk membangun Kota Kupang lima tahun kedepan. 

“Kurang apa coba, Dokter Chris dan Serena didukung langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Pak Jokowi, kurang apa? Calon lain nga ada. Makanya yang paling benar coblos nomor 5,”tegasnya.

Ia juga menjelaskan, banyak orang bilang Christian-Serena adalah pasangan boci, tetapi baginya tidak ada masalah karena pasangan ini sudah mempunyai segudang pengalaman.

“Bocil nga masalah tetapi pengalaman itu yang paling penting,”jelas Ketun PSI.

Kaesang juga menegaskan, jika pasangan ini kalah dalam Pilkada Kota Kupang maka akan menjadi suatu pembelajaran menjadi lebih baik kedepannya.

“Kalaupun bocil kalah sama yang senior nga masalah, karena bocil akan bisa belajar lagi kedepannya, nah kalau senior kalah sama bocil apa nga malu?,”tegasnya.

Ia mengajak warga Kota Kupang yang hadir dalam acara kampanye akbar ini menggunakan waktu Pilkada yang tersisa  tinggal beberapa hari ini untuk mengajak masyarakat menentukan pilihan pada Paslon nomor urut 5.

“Mulai besok dan seterusnya saya mengajak kita semua untuk sampaikan kepada keluarga, tetangga dan saudara kita untuk coblos Paslon Christian-Serena,”ajaknya.

Dalam kesempatan tersebut, Kaesang Pangarep juga memberikan contoh tata cara coblos nomor urut 5 yang benar dalam surat suara pada Pilkada mendatang.

“Saya kenal Dokter Chris sudah lama jadi nga tega nyoblos diwajahnya sehingga saya nyoblos di wajah Serena saja supaya suara menjadi sah,”pungkasnya. (MI)




Perumda Air Minum Kota Kupang Gelar Diseminasi Dokumen RPAM dan Bintek SOP RPAM

 

Kupang,nwartapedia.com –  Guna meningkatkan pelayanan air yang lebih baik, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang menggelar Diseminasi Dokumen Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) dan Bimtek SOP RPAM yang berlangsung di Hotel Sotis Kupang pada Senin (01/07/2024).

Kepala Bappeda Kota Kupang, Djidja Kadiwanu dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan ini memberikan apresiasi kepada kegiatan workshop yang bekerjasama dengan PLAN Internasional Indonesia untuk mengatasi bahaya kekeringan di Kota Kupang.

“Atas nama pemerintah Kota Kupang, saya mengapresiasi dan terima kasih atas diselenggarakannya kegiatan workshop diseminasi karena kita ketahui bersama bahwa Kota Kupang menghadapi tantangan besar dalam penyajian air minum yang aman dan berkelanjutan dengan risiko kekeringan dan bencana alam yang mengancam pasokan air oleh karena itu dokumen RPAM yang telah disusun merupakan langkah strategis dalam memastikan pasokan air minum agar tahan terhadap dampak perubahan iklim dan mampu memenuhi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat termasuk kelompok rentan,”ungkapnya.

Menurutnya. bekerjasama dengan PLAN Internasional Indonesia dan stakholder terkait, diharapkan Perumda Air Minum dapat memberikan pelayanan penyediaan air bersih 

“Dengan kerjasama dengan PLAN internasional Indonesia kita telah mempelajari banyak praktek dan pembelajaran dari program ini berhasil kepada penerima manfaat tetapi juga menunjukkan pentingnya pendekatan berbasis kesetaraan gender dan inklusi sosial dalam perencanaan presentasi dan penyediaan air minum,”ujarnya.

Dia berharap melalui kerjasama ini Perumda Air Minum dapat memiliki perencanaan ketahanan pasokan air baik melalui peningkatan maupun perencanaan berbasis resiko sehingga mampu menyediakan layanan air minum yang aman, baik dan kualitas.

“Melalui kerjasama dengan berbagai pihak tentu mempertimbangkan berbagai dampak perubahan iklim dan kebutuhan kelompok rentan termasuk perempuan, anak-anak dan penyandang disabilitas serta para lansia,”katanya.

Djidja Kadiwanu menambahkan, dokumen yang dibahas dalam workshop hari ini mengandung berbagai rencana aksi yang harus  diimplementasikan secara bersama-sama.

“Saya berharap melalui workshop  ini kita dapat menyebarluaskan informasi dan pemahaman mengenai dokumen RPAM kepada seluruh pemangku kepentingan menentukan peluang dan tantangan dalam implementasi RPAM serta merumuskan perencanaan yang konkret untuk mengatasi tantangan tersebut dan memastikan keberhasilan pelaksanaan RPAM di Kota Kupang,”harapnya.

Sementara itu, Area Program Manager PLAN Internasional Indonesia, Samuel Niap dokumen RPAM ini sangat penting karena dokumen ini merupakan yang pertama di Provinsi NTT.

‘Menyadari bahwa dokumen ini penting untuk bisa menjamin kualitas air minum untuk dimanfaatkan bagi masyarakat Kota Kupang, kegiatan ini ada di bawah project PLAN namanya project quarter volume yang sudah mulai dijalankan sejak awal 2023 jadi terima kasih untuk teman-teman semua yang sudah  bekerja keras untuk kolaborasi dengan pemerintah Kota Kupang,”Ujarnya 

Ia menjelaskan, Kota Kupang memiliki 28 sumber air dimana terdapat 1 mata air, 1 air permukaan dan 26 air tanah

“Didefinisikan hari ini terkait dengan air permukaan jadi khusus untuk kali Denteng dengan informasi itu terpapar ada tiga kelurahan yakni Kelurahan Fontein, Kelurahan Air Mata dan Kelurahan Nunleu,”jelasnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada PDAM Kota Kupang bersama tim narasumber yang telah menyusun RPAM.

“Terima kasih banyak untuk teman-teman PDAM informasi bahwa RPAM peyusun ini sudah memasukkan unsur adaptasi perubahan iklim semoga bersama lintas sektor terkait depannya secara aktif,”pungkasnya, (MI)




Bapenda Kota Kupang Lakukan Konsolidasi dengan Beberapa Entitas Sebagai Tindak Lanjut Rekomendasi KPK RI

Kupang,nwartapedia.com -Sebagai tindak lanjut atas rekomendasi KPK RI, Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang melakukan konsolidasi dengan beberapa entitas dalam upaya untuk mewujudkan pengelolaan pajak dan retribusi daerah yang lebih baik diantaranya Bank NTT, V-Tax, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang, dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Kupang. 

Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang Pah B. S. Messakh, SSTP. M.Si dalam rapat pembahasan yang bertempat di ruang kerja Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang pada senin, 3 Juni 2024.

Beberapa rekomendasi KPK RI yang dibahas bersama dalam rapat tersebut adalah terkait transaksi non tunai yang diwajibkan bagi wajib pajak yang akan ditindaklanjuti dengan pemilahan rekening per jenis pajak daerah, transaksi pembayaran pajak menggunakan QRIS Bank NTT, pembuatan flowchart transaksi pembayaran non tunai dan pembentukan SK Kepala Badan mengenai transaksi non tunai untuk setiap jenis pajak.

Rekomendasi KPK berikut yang dibahas bersama adalah terkait pemindahan server aplikasi perpajakan ke Dinas Kominfo yang akan ditindaklanjuti dengan pembuatan surat pemberitahuan oleh Bapenda terkait pemindahan server, pemindahan server aplikasi perpajakan yang akan dilakukan pada Jumat, 7 Juni 2024 dan penyajian data real time. 

Pada kesempatan tersebut, V-Tax menyampaikan  kesiapannya untuk memfasilitasi setiap inovasi dari Bapenda Kota Kupang.

Dalam rapat tersebut juga dilakukan pembahasan terkait pemberian sanksi yang dapat memberi efek jera bagi wajib pajak yang tidak patuh terhadap prosedur perpajakan yang akan diterapkan sesuai rekomendasi KPK tersebut. Rapat pembahasan ini diharapkan menjadi langkah awal yang penting dalam upaya pengelolaan pajak dan retribusi daerah yang lebih baik. (***)




Perkuat Persaudaraan, Program dan Promosi Destinasi Wisata Kebangsaan, FPK NTT Gelar Syukuran di FRP

 

Kupang,mwartapedia.com FORUM Pembauran Kebangsaan Provinsi Nusa Tenggara Timur ( FPK NTT) hari Minggu (3/10/22) bertempat di Monumen Flobamora Rumah Pancasila (FRP), Kecamatan Kupang Barat, Desa Nitneo, Kabupaten Kupang mengadakan syukuran atas terlaksananya perayaan apel etnis Nusantara peringatan HUT RI ke-77 tanggal 17 Agustus 2022 lalu.

Acara syukuran yang dikemas dalam suasana santai, riIeks dengan nuansa seperti rekreasi namun sangat berkesan ini digelar oleh FPK NTT bersama Badan Intelejen Strategis (BAIS) TNI NTT, Kesbangpol NTT dan Masyarakat Etnis Nusantara..


Berdasarkan pantauan dan hasil investigasi media kepada para pengurus FPK, Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris terdapat tujuan dan sasaran yang  diharapkan dari syukuran tersebut.


Pertama, Perkuat Erat  Tali Persaudaraan dan Program FPK NTT


Theo Widodo, Ketua FPK NTT mengatakan, acara  dilaksanakan hari ini merupakan syukuran antara Forum Pembauran Kebangsaan NTT, Badan Kesbangpol NTT, BAIS TNI  bersama etnis-etnisNusantara yang ada di NTT. Syukuran atas suksesnya perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-77, tanggal 17 Agustus 2022 yang berlangsung di halaman depan Kantor Dinas Kementerian PUPR Provinsi Nusa Tenggara Timur.


“Syukuran ini bermaksud meningkat eratkan tali persaudaraan, silaturahmi antara berbagai etnis yang ada di Kota Kupang, NTT. Di samping itu juga kami mau memantapkan komitmen melaksanakan program-program FPK NTT di masa yang akan datang,” ungkap Theo Widodo.


Sambil merujuk kesuksesan peryaan apel HUT RI ke-77 sebagai modal semangat untuk terus melakukannya pada tahun-tahu akan datang, Theo Widodo Ketua FPK NTT itu menegaskan, “Kegiatan program seperti perayaan ulang tahun kemerdekaan RI itu akan menjadi tradisi bagi Kepengurusan yang akan datang,” tukas  Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTT ini.



Theo Widodo berikhtiar pada HUT RI tahun depan dan tahu-tahun berikutnya kepanitiaan tidak hanya sebatas FPK NTT, Kesbanpol NTT dan BAIS TNI, tapi juga dengan etnis paguyuban semua.


“Peringatan HUT RI di tahun depan kepanitiannya kami akan melibatkan semua etnis Nusantara yang ada di NTT. Keterlibatan mereka tidak hanya pada hari puncak acara, tetapi sejak awal mulai dari persiapan kita sudah terlibat bersama-sama di kepanitiaan. Kita akan membuat acara lebih meriah di tempat lebih luas,” ujar beliau penuh semangat.


Ketua, FPK NTT juga menyampaikan  bahwa pada hari ulang tahun Provinsi NTT juga dilakukan kegiatan melaui Forum Pembauran Kebangsaan NTT.


Senada dengan giat HUT NTT tahun ini, Sekretaris FPK NTT,  Theodorus da Cunha  menyampaikan, “untuk ulang tahun NTT di Desember nanti kita mengadakan beberapa kegiatan yang sifatnya membangkitkan nasionalisme dan cinta budaya lokal.


Kegiatan itu, seperti seminar kebangsaan yang menghadirkan kaum milenial, kelompok cipayung, Organisasi mahasiswa (Ormawa) Osis tingkat SLTP dan SLTA.”


Menurut Sekretaris FPK NTT, bahwa disampang seminar ada pula pagelaran busana lintas etnis yang ada di Kota Kupang, pemutaran slide narasi sejarah pembentukan Propinsi NTT.


Kedua, Promosi Destinasi Wisata Kebangsaan


Syukuran FPK NTT di monumen Flobamora Rumah Pancasila dalam upaya menarik perhatian, membuka mata para pihak untuk mengetahui dan tertarik pada monumen yang akan menyimpan sejuta rasa cinta pada Pancasila sebagai ideologi negara.


Pilihan syukuran di tempat ini oleh FKP dijelaskan Theo Widodo,  pada mulanya hanya mau mengingatkan bahwa Monumen Flobamora rumah Pancasila lokasi ini merupakan persembahan dari FKP NTT, namun pembangunan ini belum selesai. 


“Melalui syukuran  ini kami hanya mau mengingatkan agar adanya perhatian pemerintah terhadap pembangunan Monumen tersebut. Sebab tempat ini akan menjadi sebuah tempat pertumbuhan ekonomi baru bagi warga sekitarnya, sehingga ada pemerataan, agar selama ini kalau dilihat kemajuan pembangunannya hanya lebih banyak ke arah timur dari pada wilayah barat. Jadi ketika dibangun dan ditata secara profesional, ini akan menjadi sebuah destinasi spesifik yaitu destinasi wisata kebangsaan atau ideologis dan barangkali destinasi ini satu-satunya yang ada di Indonesia.”demikian ujar Theo Widodo.



Destinasi wisata kebangsaan atau ideologis itu disampaikan oleh Ketua FPK, fokus pada Pancasila dimana dalam perut monumen ini akan ada bioskop untuk teater, Biorama, perpustakaan dan lain-lain. Ada taman ditata dengan memberi kesan lebih banyak berbicara tentang Pancasila. Kalau sudah jadi orang akan banyak datang ke sini bisa mengetahui bisa belajar membaca karena di sini banyak buku kepustakaan koleksi tentang Pancasila.


Ketua FPK NTT pun mengomentari soal pilihan pembangunan monumen Pancasila di NTT,  karena Pancasila dikandung dan dilahirkan di kota Ende. Ende adalah bagian dari provinsi NTT  kota Kupang adalah ibukota provinsi NTT. 


“Sebagai ibukota provinsi, maka Kota Kupang secara fasilitas akan jauh lebih baik daripada kota Kabupaten Ende. Kota Kupang sebagai ibukota provinsi tentu orang mau datang ke daerah-daerah di NTT akan singgah lebih dahulu di sini, karena secara fasilitas memadai, dan transportasi dan komunikasi pun  mudah. Sebelum ke daerah-daerah tujuan mereka akan mengunjungi ke tempat wisata baru di Kota Kupang,  Monumen Ideologi, Monumen Kebangsaan, yaitu, Flobamora Rumah Pancasila,” ulasnya.


Di Monumen ini jelas Ketua, selain orang mengunjungi ruang-ruang bagian bawah, mereka  dapat sampai ke bagian lebih tinggi, di atas mata Garuda. Di mata Garuda, orang akan melihat seluruh kawasan Kota Kupang, bagian sebelah Utara,  Selatan Timur, Barat. Di mata Garuda, ini  bisa diartikan sebagai sebuah simbol yang menunjukkan, Garuda mampu mengawasi, melihat,  memantau ke seluruh pelosok Indonesia termasuk juga ke seluruh dunia. 


“Oleh karena itu kami ingin memberi pesan kepada seluruh dunia bahwa Pancasila lahir di bumi Flobamora sehingga tidak bisa ditawar-tawar dan diklaim di tempat lain. Karena memang ada yang klaim bahwa Pancasila itu rahimnya di Ende tetapi lahir di tempat lain. Kalau pandangan seperti itu berarti Pancasila lahir di luar kandungan koq kandungannya ada di Ende, tapi lahir di tempat lain. Klaim seperti ini tidak masuk akal kena rahimnya di Ende maka jelas lahirnya juga di Ende di bumi Flobamora Provinsi Nusa Tenggara Timur. Itu sejarah yang tidak bisa dipungkiri,”ujarnya berargumentasi.


Ketua FPK NTT juga mengkisahan historiskan Bung Karno ketika diasingkan pada tahun 1934 sampai 1938 di Ende. Dari pergaulan Bung Karno dengan para misionaris dan masyarakat di Ende yang sangat plural, Bung Karno melihat ini sebagai sebuah model dari dasar hidup berbangsa yang benar. 



“Maka dalam perenungan beliau setiap sore di bawah pohon sukun dan memandang ke laut Flores merenung terus-menerus dan akhirnya melahirkan prinsip-prinsip dasar hidup kebangsaan sampai hari ini menjadikan Indonesia tetap utuh sebagai sebuah bangsa,” kisahnya.


Terlepas dari pandangan dan komentar Ketua, Mundus Lema Wakil Ketua FPK NTT memberikan pandangannya yang sejalan. Beliau mengungkapkan, “intinya Monumen Flobamorata  Rumah Pancasila ini dibangun di sini untuk menjadi sebuah daerah destinasi wisata ideologis. Jadi kita bicara tentang ideologi Pancasila itu hanya ada di sao ria Pancasila, iya itu di Kota Kupang. Kalau Ende itu tempat sejarah lahirnya, tapi Kupang ini perlu ada sesuatu yang monumental untuk bangsa ini, bahwa di sinilah pusat peradaban nasional yang disebut dengan Pancasila. Pancasila yang pada intinya juga mengandung nilai-nilai  gotong royong.”


Wakil Ketua FPK NTT ini juga menyampaikan asal muasal adanya monumen FRP ini. Dikatakanya pada tahun 2019 sebelum dibangun, “kami di forum pembaharuan kebangsaan NTT termasuk waktu itu Pak Pius Rengka selaku Ketua dan Pak Dr. Acry Deodatus membahas perlu adanya monumen ini. Kepentingan kita sebenarnya adalah lebih menaruh perhatian pada kepentingan milenial dan masa depan daerah ini.”


Mundus berpendapat lebih lanjut, “di masa depan kawasan ini akan bercerita tentang bagaimana Nusa Tenggara Timur yang orang bilang indah toleransi, itu terbukti dari keberadaan kita  tidak sekedar di forum pembaharuan, tetapi persaudaraan yang sejati tumbuh di masyarakat kita yang ingin kita abadikan di Monumen Flobamora Rumah Pancasila. Kemanapun orang pergi orang tahu pusat peradaban bangsa, yaitu Pancasila  porosnya terdapat di Nusa Flobamora, sehingga tulisan di Monumen ini flobamora rumah Pancasila.”


Namun kata mantan anggota parlemen NTT di Orde Baru ini dalam rasa haru, “dengan melihat kondisi bangunan sekarang rasanya sangat sedih, saya trenyuh karena monumen ciri khas simbol NKRI ini kurang mendapat perhatian untuk pembangunan lebih baik.” 


Monumen ini lanjut Mundus Lema, butuh sentuhan lebih lanjut, ditata secara bagus rapih dan menjadi aset kebanggaan bagi daerah ini. Bangun ini terlihat terbengkalai, kita berharap  kalau ada dukungan pemerintah, maka di sini akan lengkap dan menjadi kawasan yang indah. Di dalam monumennya dilengkapi dengan sumber kepustakaan lengkap, serta di sekitarnya ada lokasi dibangun gedung pramuka. Jika adanya pramuka tentu monumen ini akan hidup karena pramuka selalu aktif dengan kegiatanya.


“Sekarang kita lagi berencana dan berupaya agar Monumen ini akan mendapat perhatian kalau memang pemerintahan provinsi belum bisa paling tidak pemerintah pusat bisa memberi perhatian dengan mengalokasikan anggaran supaya pembangunan Monumen flobamora rumah Pancasila ini bisa berlanjut Dan ditata menjadi kawasan yang produktif demi membantu masyarakat di NTT dan juga menjadi indikator bagi bangsa Indonesia ketika ada yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang   Pancasila,” kisahnya penuh harapan.


Selanjutnya Theodorus da Cunha, sekretaris berkomentar,  bahwa monumen Flobamora Rumah Pancasila ini adalah simbol peradaban bangsa. 


“Bebicara Pancasila semu orang tahu Pancasila itu lahir di NTT, tapi dalam hal simbolnya itu yang kita butuh. Maka ketua FPK NTT telah bersedia menyumbangkan ke negara untuk bangun monumen Pancasila sebagai Simbol Peradaban Bangsa. Namun kelihatan monumen ini terbengkalai, karena itu dibutuhkan political will agar persoalan ini bisa diperhatikan  untuk direnovasi. Kalau tidak sangat di sayangkan, karena kita tidak peduli untuk melanjutkan pembanghunan monumen tersebut,”ungkap beliau singkat.


Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol NTT, Yohanes Oktovianus dalam  komentarnya tentang syukuran FPK NTT tersebut, “dalam kondisi ini kira-kira ada latar belakang yang pertama saya perlu memberikan apresiasi kepada Kepengurusan FPK NTT di tahun 2022.  Kepengurusan kali ini telah membuat FPK itu aktif, hidup dan bergerak, seperti kita lihat kemarin baru melaksanakan upacara HUT RI, dan itu baru pertama kali terjadi di NTT dan kita tidak tahu di tempat lain apakah seperti di NTT, ” Ungkap Kaban Kesbangpol NTT.

Terkait dengan Monumen FRP, Yohanes Oktovianus megatakan,  ” kita memang berharap agar masalah bangunan Monumen rumah Pancasila diperbaiki. Sebab ini sebagai dapat dijadikan sarana  tempat pariwisata di Kota Kupang yang mencerminkan rasa kebangsaan kita. Karena itu kita juga sudah pernah sampaikan ke Gubernur.  Gubernur pun mempunyai perhatian terhadap hal ini dan sudah mengajukan permohonan  ke Pusat untuk perbaikan.*(go/MI)




Perkuat Persaudaraan, Program dan Promosi Destinasi Wisata Kebangsaan, FPK NTT Gelar Syukuran di FRP

 

Kupang,mwartapedia.com FORUM Pembauran Kebangsaan Provinsi Nusa Tenggara Timur ( FPK NTT) hari Minggu (3/10/22) bertempat di Monumen Flobamora Rumah Pancasila (FRP), Kecamatan Kupang Barat, Desa Nitneo, Kabupaten Kupang mengadakan syukuran atas terlaksananya perayaan apel etnis Nusantara peringatan HUT RI ke-77 tanggal 17 Agustus 2022 lalu.

Acara syukuran yang dikemas dalam suasana santai, riIeks dengan nuansa seperti rekreasi namun sangat berkesan ini digelar oleh FPK NTT bersama Badan Intelejen Strategis (BAIS) TNI NTT, Kesbangpol NTT dan Masyarakat Etnis Nusantara..


Berdasarkan pantauan dan hasil investigasi media kepada para pengurus FPK, Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris terdapat tujuan dan sasaran yang  diharapkan dari syukuran tersebut.


Pertama, Perkuat Erat  Tali Persaudaraan dan Program FPK NTT


Theo Widodo, Ketua FPK NTT mengatakan, acara  dilaksanakan hari ini merupakan syukuran antara Forum Pembauran Kebangsaan NTT, Badan Kesbangpol NTT, BAIS TNI  bersama etnis-etnisNusantara yang ada di NTT. Syukuran atas suksesnya perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-77, tanggal 17 Agustus 2022 yang berlangsung di halaman depan Kantor Dinas Kementerian PUPR Provinsi Nusa Tenggara Timur.


“Syukuran ini bermaksud meningkat eratkan tali persaudaraan, silaturahmi antara berbagai etnis yang ada di Kota Kupang, NTT. Di samping itu juga kami mau memantapkan komitmen melaksanakan program-program FPK NTT di masa yang akan datang,” ungkap Theo Widodo.


Sambil merujuk kesuksesan peryaan apel HUT RI ke-77 sebagai modal semangat untuk terus melakukannya pada tahun-tahu akan datang, Theo Widodo Ketua FPK NTT itu menegaskan, “Kegiatan program seperti perayaan ulang tahun kemerdekaan RI itu akan menjadi tradisi bagi Kepengurusan yang akan datang,” tukas  Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTT ini.



Theo Widodo berikhtiar pada HUT RI tahun depan dan tahu-tahun berikutnya kepanitiaan tidak hanya sebatas FPK NTT, Kesbanpol NTT dan BAIS TNI, tapi juga dengan etnis paguyuban semua.


“Peringatan HUT RI di tahun depan kepanitiannya kami akan melibatkan semua etnis Nusantara yang ada di NTT. Keterlibatan mereka tidak hanya pada hari puncak acara, tetapi sejak awal mulai dari persiapan kita sudah terlibat bersama-sama di kepanitiaan. Kita akan membuat acara lebih meriah di tempat lebih luas,” ujar beliau penuh semangat.


Ketua, FPK NTT juga menyampaikan  bahwa pada hari ulang tahun Provinsi NTT juga dilakukan kegiatan melaui Forum Pembauran Kebangsaan NTT.


Senada dengan giat HUT NTT tahun ini, Sekretaris FPK NTT,  Theodorus da Cunha  menyampaikan, “untuk ulang tahun NTT di Desember nanti kita mengadakan beberapa kegiatan yang sifatnya membangkitkan nasionalisme dan cinta budaya lokal.


Kegiatan itu, seperti seminar kebangsaan yang menghadirkan kaum milenial, kelompok cipayung, Organisasi mahasiswa (Ormawa) Osis tingkat SLTP dan SLTA.”


Menurut Sekretaris FPK NTT, bahwa disampang seminar ada pula pagelaran busana lintas etnis yang ada di Kota Kupang, pemutaran slide narasi sejarah pembentukan Propinsi NTT.


Kedua, Promosi Destinasi Wisata Kebangsaan


Syukuran FPK NTT di monumen Flobamora Rumah Pancasila dalam upaya menarik perhatian, membuka mata para pihak untuk mengetahui dan tertarik pada monumen yang akan menyimpan sejuta rasa cinta pada Pancasila sebagai ideologi negara.


Pilihan syukuran di tempat ini oleh FKP dijelaskan Theo Widodo,  pada mulanya hanya mau mengingatkan bahwa Monumen Flobamora rumah Pancasila lokasi ini merupakan persembahan dari FKP NTT, namun pembangunan ini belum selesai. 


“Melalui syukuran  ini kami hanya mau mengingatkan agar adanya perhatian pemerintah terhadap pembangunan Monumen tersebut. Sebab tempat ini akan menjadi sebuah tempat pertumbuhan ekonomi baru bagi warga sekitarnya, sehingga ada pemerataan, agar selama ini kalau dilihat kemajuan pembangunannya hanya lebih banyak ke arah timur dari pada wilayah barat. Jadi ketika dibangun dan ditata secara profesional, ini akan menjadi sebuah destinasi spesifik yaitu destinasi wisata kebangsaan atau ideologis dan barangkali destinasi ini satu-satunya yang ada di Indonesia.”demikian ujar Theo Widodo.



Destinasi wisata kebangsaan atau ideologis itu disampaikan oleh Ketua FPK, fokus pada Pancasila dimana dalam perut monumen ini akan ada bioskop untuk teater, Biorama, perpustakaan dan lain-lain. Ada taman ditata dengan memberi kesan lebih banyak berbicara tentang Pancasila. Kalau sudah jadi orang akan banyak datang ke sini bisa mengetahui bisa belajar membaca karena di sini banyak buku kepustakaan koleksi tentang Pancasila.


Ketua FPK NTT pun mengomentari soal pilihan pembangunan monumen Pancasila di NTT,  karena Pancasila dikandung dan dilahirkan di kota Ende. Ende adalah bagian dari provinsi NTT  kota Kupang adalah ibukota provinsi NTT. 


“Sebagai ibukota provinsi, maka Kota Kupang secara fasilitas akan jauh lebih baik daripada kota Kabupaten Ende. Kota Kupang sebagai ibukota provinsi tentu orang mau datang ke daerah-daerah di NTT akan singgah lebih dahulu di sini, karena secara fasilitas memadai, dan transportasi dan komunikasi pun  mudah. Sebelum ke daerah-daerah tujuan mereka akan mengunjungi ke tempat wisata baru di Kota Kupang,  Monumen Ideologi, Monumen Kebangsaan, yaitu, Flobamora Rumah Pancasila,” ulasnya.


Di Monumen ini jelas Ketua, selain orang mengunjungi ruang-ruang bagian bawah, mereka  dapat sampai ke bagian lebih tinggi, di atas mata Garuda. Di mata Garuda, orang akan melihat seluruh kawasan Kota Kupang, bagian sebelah Utara,  Selatan Timur, Barat. Di mata Garuda, ini  bisa diartikan sebagai sebuah simbol yang menunjukkan, Garuda mampu mengawasi, melihat,  memantau ke seluruh pelosok Indonesia termasuk juga ke seluruh dunia. 


“Oleh karena itu kami ingin memberi pesan kepada seluruh dunia bahwa Pancasila lahir di bumi Flobamora sehingga tidak bisa ditawar-tawar dan diklaim di tempat lain. Karena memang ada yang klaim bahwa Pancasila itu rahimnya di Ende tetapi lahir di tempat lain. Kalau pandangan seperti itu berarti Pancasila lahir di luar kandungan koq kandungannya ada di Ende, tapi lahir di tempat lain. Klaim seperti ini tidak masuk akal kena rahimnya di Ende maka jelas lahirnya juga di Ende di bumi Flobamora Provinsi Nusa Tenggara Timur. Itu sejarah yang tidak bisa dipungkiri,”ujarnya berargumentasi.


Ketua FPK NTT juga mengkisahan historiskan Bung Karno ketika diasingkan pada tahun 1934 sampai 1938 di Ende. Dari pergaulan Bung Karno dengan para misionaris dan masyarakat di Ende yang sangat plural, Bung Karno melihat ini sebagai sebuah model dari dasar hidup berbangsa yang benar. 



“Maka dalam perenungan beliau setiap sore di bawah pohon sukun dan memandang ke laut Flores merenung terus-menerus dan akhirnya melahirkan prinsip-prinsip dasar hidup kebangsaan sampai hari ini menjadikan Indonesia tetap utuh sebagai sebuah bangsa,” kisahnya.


Terlepas dari pandangan dan komentar Ketua, Mundus Lema Wakil Ketua FPK NTT memberikan pandangannya yang sejalan. Beliau mengungkapkan, “intinya Monumen Flobamorata  Rumah Pancasila ini dibangun di sini untuk menjadi sebuah daerah destinasi wisata ideologis. Jadi kita bicara tentang ideologi Pancasila itu hanya ada di sao ria Pancasila, iya itu di Kota Kupang. Kalau Ende itu tempat sejarah lahirnya, tapi Kupang ini perlu ada sesuatu yang monumental untuk bangsa ini, bahwa di sinilah pusat peradaban nasional yang disebut dengan Pancasila. Pancasila yang pada intinya juga mengandung nilai-nilai  gotong royong.”


Wakil Ketua FPK NTT ini juga menyampaikan asal muasal adanya monumen FRP ini. Dikatakanya pada tahun 2019 sebelum dibangun, “kami di forum pembaharuan kebangsaan NTT termasuk waktu itu Pak Pius Rengka selaku Ketua dan Pak Dr. Acry Deodatus membahas perlu adanya monumen ini. Kepentingan kita sebenarnya adalah lebih menaruh perhatian pada kepentingan milenial dan masa depan daerah ini.”


Mundus berpendapat lebih lanjut, “di masa depan kawasan ini akan bercerita tentang bagaimana Nusa Tenggara Timur yang orang bilang indah toleransi, itu terbukti dari keberadaan kita  tidak sekedar di forum pembaharuan, tetapi persaudaraan yang sejati tumbuh di masyarakat kita yang ingin kita abadikan di Monumen Flobamora Rumah Pancasila. Kemanapun orang pergi orang tahu pusat peradaban bangsa, yaitu Pancasila  porosnya terdapat di Nusa Flobamora, sehingga tulisan di Monumen ini flobamora rumah Pancasila.”


Namun kata mantan anggota parlemen NTT di Orde Baru ini dalam rasa haru, “dengan melihat kondisi bangunan sekarang rasanya sangat sedih, saya trenyuh karena monumen ciri khas simbol NKRI ini kurang mendapat perhatian untuk pembangunan lebih baik.” 


Monumen ini lanjut Mundus Lema, butuh sentuhan lebih lanjut, ditata secara bagus rapih dan menjadi aset kebanggaan bagi daerah ini. Bangun ini terlihat terbengkalai, kita berharap  kalau ada dukungan pemerintah, maka di sini akan lengkap dan menjadi kawasan yang indah. Di dalam monumennya dilengkapi dengan sumber kepustakaan lengkap, serta di sekitarnya ada lokasi dibangun gedung pramuka. Jika adanya pramuka tentu monumen ini akan hidup karena pramuka selalu aktif dengan kegiatanya.


“Sekarang kita lagi berencana dan berupaya agar Monumen ini akan mendapat perhatian kalau memang pemerintahan provinsi belum bisa paling tidak pemerintah pusat bisa memberi perhatian dengan mengalokasikan anggaran supaya pembangunan Monumen flobamora rumah Pancasila ini bisa berlanjut Dan ditata menjadi kawasan yang produktif demi membantu masyarakat di NTT dan juga menjadi indikator bagi bangsa Indonesia ketika ada yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang   Pancasila,” kisahnya penuh harapan.


Selanjutnya Theodorus da Cunha, sekretaris berkomentar,  bahwa monumen Flobamora Rumah Pancasila ini adalah simbol peradaban bangsa. 


“Bebicara Pancasila semu orang tahu Pancasila itu lahir di NTT, tapi dalam hal simbolnya itu yang kita butuh. Maka ketua FPK NTT telah bersedia menyumbangkan ke negara untuk bangun monumen Pancasila sebagai Simbol Peradaban Bangsa. Namun kelihatan monumen ini terbengkalai, karena itu dibutuhkan political will agar persoalan ini bisa diperhatikan  untuk direnovasi. Kalau tidak sangat di sayangkan, karena kita tidak peduli untuk melanjutkan pembanghunan monumen tersebut,”ungkap beliau singkat.


Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol NTT, Yohanes Oktovianus dalam  komentarnya tentang syukuran FPK NTT tersebut, “dalam kondisi ini kira-kira ada latar belakang yang pertama saya perlu memberikan apresiasi kepada Kepengurusan FPK NTT di tahun 2022.  Kepengurusan kali ini telah membuat FPK itu aktif, hidup dan bergerak, seperti kita lihat kemarin baru melaksanakan upacara HUT RI, dan itu baru pertama kali terjadi di NTT dan kita tidak tahu di tempat lain apakah seperti di NTT, ” Ungkap Kaban Kesbangpol NTT.

Terkait dengan Monumen FRP, Yohanes Oktovianus megatakan,  ” kita memang berharap agar masalah bangunan Monumen rumah Pancasila diperbaiki. Sebab ini sebagai dapat dijadikan sarana  tempat pariwisata di Kota Kupang yang mencerminkan rasa kebangsaan kita. Karena itu kita juga sudah pernah sampaikan ke Gubernur.  Gubernur pun mempunyai perhatian terhadap hal ini dan sudah mengajukan permohonan  ke Pusat untuk perbaikan.*(go/MI)