Wujud Belasungkawa, Babinsa Sampaikan Duka Cita Dengan Tetap Terapkan Prokes

Kupang,Mwartapedia.com  –  Sebagai bentuk kepedulian dan wujud belasungkawa terhadap salah satu warga binaannya yang meninggal, Babinsa Kelurahan TDM/Kayu Putih Sertu Alexander Tanesib anggota Koramil 1604-01/Kupang Kodim 1604/Kupang menghadiri pemakaman Almarhum Bernad Daniel Tenis bertempat di RT 019 RW 005 Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Oebobo Kota Kupang, Senin (29/08/2021). 

Dalam acara pemakaman tersebut, dipimpin oleh Pendeta Adriana Malese Adonis yang turut dihadiri oleh Ketua RW 005 Bapak Frans Adu dan Ketua RW 006 Bapak Abdullah. 

Babinsa Sertu Alexander Tanesib menyampaikan ungkapan belasungkawanya kepada keluarga almarhum, mati kita bersama-sama mendoakan agar almarhum diberikan tempat yang layak disisi Tuhan Yang Maha Esa, dan juga kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan dan keikhlasan merelakan kepergian beliau. 

“Sebagai seorang Babinsa, dirinya dituntut untuk selalu peka dan peduli terhadap kesulitan dan kedukaan yang dialami oleh warga binaannya, yang dilakukanya kali ini merupakan bentuk simpati dan kepeduliannya terhadap warga binaannya yang sedang mengalami kedukaan,” ujarnya. 

Selain mengucapkan ikut berbela sungkawa, Babinsa juga memberikan dukungan moril kepada keluarga sebagai sarana untuk berinteraksi menjalin silaturahmi dengan warga masyarakat di wilayah desa binaan. 

“Dengan kehadiran Bhabinsa pada saat ada warga desa binaan yang meninggal dunia diharapkan dapat meringankan beban psikologis keluarga yang ditinggalkan, Semoga diberi ketabahan dan kekuatan serta mendoakan jenazah agar diampuni segala dosanya dan diterima seluruh amal ibadahnya”, sambung Tofan. 

Sertu Alexander juga menyampaikan dan menghimbau kepada seluruh warga yang hadir, agar dapat menerapkan protokol kesehatan yaitu dengan menggunakan masker, mecuci tangan dan menjaga jarak. Meskipun suasana kita lagi berduka, kita tetap harus menjaga kesehatan diri kita masing-masing guna memutus mata rantai penyebaran dari Covid-19. (Pendim1604/Kupang)




Program TMMD ke-110 TA.2021 Kodim 1603/Sikka Hampir Selesai

 

Maumere,Mwartapedia.com  – TNI Manunggal Membangun Desa atau yang biasa disingkat TMMD adalah suatu wujud operasi bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI bersama Pemerintah Daerah (Pemda) dalam memajukan dan mensejahterwkan warga masyarakat baik dalam bidang infrastruktur, ekonomi dan sosial budaya. Program TMMD ke-110 TA. 2021 Kodim 1603/Sikka dilaksanakan di Desa Persiapan Pelibaler, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka dan saat ini hampir mendekati akhir pelaksanaan program. Minggu (28/03/21).

Semula daerah di Desa Persiapan Pelibaler,  tidak terdapat fasilitas transportasi berupa jalan, dimana warga apabila bepergian dengan membawa hasil bumi harus memikul dan melewati jalan-jalan setapak dan mengintari pegunungan, terkadang menggunkan bantuan hewan yakni Kuda. 

Tidak hanya sampai disitu apabila terdapat warga yang sakit, mereka harus memikul atau menggotong dari perkampungan tersebut menuju ke jalan raya untuk dibawa dan di evakuasi menuju puskesmas terdekat. Apabila dimusim hujan warga pun harus menyebrangi kali atau daerah aliran sungai (DAS). 

Maka dengan demikian wargapun melakukan pengajuan untuk pembukaan jalan pada daerah terisolir yakni di Desa Persiapan Pelibaler melalui sistem Bottom Up Planning dan akhirnya terkabulkan dan disahkan baik itu melalui Pemerintah Daerah dan juga DPRD Kabuoaten Sikka dengan menggadeng TNI AD yakni Kodim 1603/Sikka dalm program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 TA. 2021 Kodim 1603/Sikka pun mulai digelar yakni dimulai dengan pelaksanaan pra TMMD dan gong pembukaan pada tanggal 2 Maret 2021 dengan masa pengerjaan program selama 1 bulan. 

Kegiatan TMMD yakni membuka jalan dari Dusun Kolik, Desa Persiapan Pelibaler menuju Dusun Kolik, Desa Kloangpopot dengan jarak 3,3 Km dan lebar jalan 6 meter serta pengerjaan 3 titik cross way yang dialiri air saat musim penghujan serta daerah aliran sungai (DAS). Kini program TMMD mendekati akhir penghujung dalam program penbukaan jalan bagi warga yang terisolir. Partisipasi dan Antosias warga setempat sangat tinggi dimana terlihat dari rasa semangat kebersamaan dan gotong royong dalam pengerjaan jalan tersebut.

Dikatakan Danramil 1603-05/Bola selaku Komadan SST Satgas TMMD, Kapten Inf. Imran Tiwa, “Program TMMD ini dibuka tanggal 2 Maret 2021 dan direncanakan akan berakhir pada tanggal 31 Maret 2021, dan yang sudah dikerjakan sudah mencapai 97 Persen. Pengerjaan jalan dengan jarak 3,3 Kilo Meter yang menghubungkan 3 Kecamatan yakni Kecamatan Bola, Kecamatan Doreng, dan Kecamatan Mapitara. 

“Pembukaan jalan ini sangat membantu warga yakni pertama komunikasi tingkat desa dan kecamatan, kedua untuk segera mengevakuasi warga yang sakit, ketiga membuka isolasi warga yang ada dan berdiam di desa ini. Anggota personel TMMD yang diturunkan kali ini tergabung dalam satgas TMMD yakni TNI/POLRI dan warga masyarakat,”Ungkapnya.

Beberapa warga serta pemilik lahan saat ditemui mengaku senang dan berterima kasih kepada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat dalam pelaksanaan program TMMD kali ini. Beberpa warga diataranya yakni Bapak Lazarus Hero (Pemilik Lahan) 

“Waktu kami kecil sampai dengan saat ini tidak ada kendaraan yang masuk, jadi kami korban dan ikhlas serta sukarela memberikan lahan tanah ini untuk dibuka jalan. Jadi saya senang dan terima kasih Tentara-Tentara datang buka jalan untuk kami sehingga kendaraan bisa masuk di kampung kami.”Tuturnya.

Adapula warga yakni Bapak Lukas Hemu, mengatakan “Kami dulu kalau mau bawa hasil kami harus jalan berkilo-kilo bahkan menggukan bantuan tenaga hewan yakni Kuda. Tidak itu saja kalau ada warga yang sakit di kampung ini kami harus ramai-ramai menggotong atau memikul warga yang sakit tersebut sampai di jalan raya itupun jalan 5 sampai dengan 6 Km. 

“Tapi saat ini kampung kami sudah dibuka jalan dengan program TMMD baik itu hasil bumi maupun orang sakit langsung diangkut menggunakan kendaraan baik roda empat maupun roda dua. Untuk itu saya berterima kasih kepada Tentara-Tentara dan juga segenap insan pers media (wartawan).”Ujarnya.

Selain itu terdapat seorang warga yang hedak kembali dari pasar geliting yakni Ibu Yunitha Gkeko, menuturkan Dulu itu ada jalan tapi jalan setapak yang hanya dapat dilalui dengan jalan kaki, namun saat ini sudah digusur dan di buka jalan. Kalau dulu kita jalan kaki mengintari pegunungan ini hampir belasan kilo meter dan bahkan hampir 2 jam untuk pergi cari air kalau musim kemarau tiba. 

‘Saat ini kami senang karena sudah dibuka jalan dan dapat dilewati kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Dulu kalau ada yang sakit banyak warga pikul atau gotong ke jalan tapi sekarang sudah bisa diangkut langsung dengan kendaraan. Kami senang dan ucapkan terima kasih kepada Tentara dan segenap pendukung lainnya.”jelasnya.

Juga dituturkan oleh salah seorang warga yakni Bapak Tarsisius Nong Manis (Pemilik Lanah) mengatakan “Dulunya itu memang betul yang disampaikan semuanya dipikul dan dijunjung mulai dari hasi bumi sampai dengan orang sakit dan itu berjalan kami menempuh jarak sampai 2 kilo meter baru dapat kendaraan, namun sekarang yang namanya dipikul atau junjung sudah tidak ada lagi karena kami sudah ada jalan yang langsung dibawa dan diangkut menggunakan kendaraan. 

“Oleh sebab itu dengan pembukaan jalan ini akan memberikan dampak bagi kami warga disini akan mengalami perubahan yang signifikan. Dengan program TMMD ini sangat luar biasa bagi kami untuk itu kami berterima kasih dan apresiasi kepada pemerintah serta anggota DPRD, dan terlebih kepada Kodim 1603/Sikka dengan dibukanya jalan ini kami merasa senang dan sangat terbantu.”Pungkasnya. (VA).




Umbu Agus: Tragedi Katedral Makasar Sangat Tidak Manusiawi

 

Kupang, Mwartapedia.com  – Tragedi yang terjadi di Gereja Katedral Makasar sangat tidak Manusiawi, karena sangat mengganggu psikologi umat kristien yang dimana umat kristen lagi merayakan Hari kemenangan Isha Almasih Yaitu Kisah kesengsaraan Tuhan Yesus.

Hal ini disampaikan oleh Umbu Agus mantan ketua Umum Gerakan Pembinaan Rohani Muda Katolik Sumba dan Aktivis PMKRI Cabang Kupang kepada media ini, Minggu (28/03/2021).

Umbu Agus mengatakan Minggu Palma merupakan hari dimana umat kristen sedang mengenang Tuhan Yesus memasuki kota Yerusalem, sebelum ia menjalani kisah senggsaranya, sampai mati di kayu salib, dan bangkit kembali yang dirayakan pada hari raya Paska Nanti.

“Maka dari itu kami mengutuk keras atas perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab atas perbuatan rersebut, “Tambahnya.

Dirinya mohon kepada pihak kapolri untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kami juga minta Kapolri sebagai pihak keamanan  untuk mengawal dan menjaga umat kristiani dalam perayaan Hari Raya Paska nanti sehingga bisa berjalan dengan baik,”Pintanya. (ML)




Kodim 1604/Kupang Gelar Latihan Teknis Teritorial (Latniser) Tahun 2021


Kupang, Mwartapedia. com
– Dalam rangka meningkatkan kemampuan para Prajurit dalam bidang Teritorial, Kodim 1604/Kupang menggelar Latihan Teknis Teritorial (Latniser) Tahun 2021 dengan melibatkan 258 anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) bertempat di Aula Serba Guna Makodim 1604/Kupang Jln. Mohammad Hatta No. 22, Kelurahan Fontein, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Jum’at, (26-03-2021). 

Kegiatan latihan digelar selama lima hari dari tanggal 22 hingga 26 Maret 2021 dengan tahapan mulai dari pelajaran teori hingga praktek di lapangan. 

Adapun materi yang diberikan meliputi Pembinaan Teritorial, 5 Kemampuan Teritorial yakni temu cepat lapor cepat, manajemen teritorial, penguasaan wilayah, perlawanan rakyat dan komunikasi sosial serta lima sikap teritorial sehingga nantinya prajurit mampu melakukan deteksi dini terhadap sesuatu yang akan timbul serta yang berpotensi mengganggu keamanan dan diskusi mengenai Teritorial. 

Pelaksanaan latihan terbagi dalam dua tahap, tahap pertama para peserta diberi pembekalan mengenai metode ceramah oleh para Danramil yang ditunjuk sebagai pemberi materi. Kemudian tahap kedua uji praktek di lapangan. Yang menarik pelaksanaan uji praktek lapangan itu semua peserta diwajibkan melakukan Komsos terhadap masyarakat secara langsung dan selanjutnya melakukan karya bhakti di wilayah yang telah ditentukan. 

Dandim 1604/Kupang Letkol Arh Abraham Kalelo, S.Sos yang diwakili oleh Kasdim 1604/Kupang Letkol Inf Sugeng Prihatin, S.Sos., M.Sc., M.Tr., Hanla, mengatakan materi yang diberikan kepada para Babinsa dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan teritorial sebagai aparat teritorial dalam menghadapi tantangan tugas ke depan, sedangkan materi mengenai 5 kemampuan Teritorial yang dilatihkan kepada mereka bertujuan untuk lebih meningkatkan kemampuan aparat Kowil (Komando Kewilayahan) agar mereka dapat mengamati dan menganalisa lebih jauh mengenai situasi terkini. 

Letkol Inf Sugeng menjelaskan bahwa aparat komando kewilayahan khususnya Kodim 1604/Kupang dituntut mempunyai kualitas dan kemampuan teknis yang dapat dihandalkan, diantaranya dapat dan memahami lima kemampuan Teritorial, dapat dan memahami sikap teritorial, dapat dan memahami metode Binter yang menjadi pedoman bagi para Babinsa dan aparat Teritorial Kodim 1604/Kupang dan mampu memenuhi kemampuan perorangan yang meliputi kemampuan mendapatkan informasi (temu cepat)  dan melaporkan dengan cepat, kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat di sekitarnya, kemampuan meningkatkan kesadaran bela Negara kepada masyarakat dan kemampuan penguasaan wilayah. 

“Gunakan kesempatan mengikuti Latihan Teknis Teritorial ini dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab, sehingga selesai kegiatan ini ada peningkatan kemampuan dan wawasan yang akan menunjang tugas pokok di lapangan,” tutur Kasdim. 

Dalam akhir sambutannya, Kasdim 1604/Kupang berharap setelah selesai kegiatan ini semua peserta khususnya Babinsa dapat maksimal dalam melaksanakan tugasnya sebagai aparat teritorial. Sehingga lebih memantapkan dan meningkatkan kualitas Babinsa ketika terjun ke masyarakat agar mampu dan profesional dalam melaksanakan tugas di lapangan saat dihadapkan pada tantangan tugas kedepan, dengan begitu tercapainya sasaran yang telah ditetapkan dan diharapkan oleh Komando Atas. (Pendim1604/Kupang)




Korem 161/Wira Sakti Vaksinasi Covid-19 bagi Purnawirawan, Warakawuri dan Veteran.

 

Kupang, Mwartapedia.com – Kami sangat merasa senang dan bahagia, begitu besar perhatian TNI AD kepada kami, sehingga kami diberikan kesempatan untuk menjalani Vaksinasi Covid-19 ini.

Selama pelaksanaan Vaksin ini dari tahap pendaftaran sampai dengan observasi, kami juga mendapatkan pelayanan yang baik dan ramah dari para petugas.

Demikian disampaikan Sertu (Purn) Damianus Aimoro yang beralamat di RT 13 RW 06 Kel. Naibonat, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang, usai Kegiatan Vaksinasi Covid-19 bagi Purnawirawan, Warakawuri dan Veteran, Jumat (26/03/2021) di PPK 1 RST Tk III Wira Sakti Kupang.

” Tentunya dengan telah dilaksanakannya vaksinasi ini kita semua berharap bahwa kita semua selalu dalam keadaan sehat,” ucapnya.

Sementara itu Dandenkesyah 09.04.01 Kupang Letkol Ckm dr Agus Saptiady, Sp.An menyampaikan tentang pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi Purnawirawan Warakawuri dan Veteran.

“Hari ini merupakan hari kedua dari pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi Purnawirawan Warakawuri dan Veteran dari Kota Kupang dan sekitarnya. Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 ini merupakan perintah dari Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya dan Kakesdam IX/Udayana dengan tujuan untuk mendukung suksesnya Vaksinasi Covid-19,” jelas Dandenkesyah 09.04.01 Kupang.

Selanjutnya disampaikan harapan dengan dilaksanakannya kegiatan ini.

“Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan para Purnawirawan, Warakawuri dan Veteran selalu dalam keadaan sehat, terhindar dari Covid-19.Tentunya setelah menjalani vaksin Covid-19 ini, para Purnawirawan, Warakawuri dan Veteran harus tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Dandenkesyah 09.04.01 Kupang.

Tampak Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya, Kasrem 161/Wira Sakti dan Para Kasi Kasrem 161/Wira Sakti juga hadir dalam kegiatan ini, untuk memantau dan memastikan pelaksanaan kegiatan Vaksinasi Covid-19 ini berjalan dengan tertib,aman dan lancar.(penrem161ws)




Bupati Alor: Kemajuan Teknologi Telah Menggerus Budaya Gotong Royong

 

Kalabahi,Mwartapedia.com  – Kemajuan teknologi telah menggerus semangat gotong royong yang diwariskan leluhur, orang tua atau pendahulu kita dalam setiap kegiatan pembangunan, baik yang dilakukan oleh masyarakat maupun oleh pemerintah.

Bupati Alor Drs. Amon Djobo mengingatkan hal itu, ketika membuka kegiatan Bulan Bahkti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke –18 Tingkat Kabupaten Alor Tahun 2021 di halaman Kantor Kecamatan Pureman, Kabupaten Alor, Rabu (24/03/2021).

Bupati Amon mengatakan Kemajuan teknologi saat ini membuat orang tidak lagi memikirkan kebersamaan atau gotong royong. Padahal, semangat gotong royong merupakan warisan leluhur yang memberikan kontribusi positif dalam membangun negara, bangsa dan daerah. 

“Leluhur pendahulu kita termasuk di dalamnya TNI dan POLRI yang bekerja dengan semangat gotong royong merintis jalan, membuat jembatan, walaupun dengan dana yang kecil tetapi mereka berhasil melaksanakannya hingga saat ini kita masih menikmatinya,”Ungkapnya.

Informasi yang diperoleh media ini dari Kasubag Komunikasi Pimpinan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Alor Marthen J. Manilau bahwa, Bupati Alor dua periode ini menegaskan, perjalanan panjang pembangunan hingga saat ini telah menghasilkan berbagai kemudahan fasilitas dan dana yang memungkinkan namun nilai gotong royong telah memudar pada setiap kegiatan pembangunan, apalagi dikala pandemi Covid-19 melanda dunia termasuk di Kabupaten Alor.

Menyikapi fenomena tersebut, Ia secara tegas mengingatkan semua peserta BBGRM terutama para camat, kepala desa dan lurah untuk memberi arti dan nilai pada momen BBGRM bahwa gotong royong harus tetap dilaksanakan dalam setiap aktifitas pembangunan sehingga secara nyata dapat menghasilkan pembangunan yang berkelanjutan.

“Kepada kita semua yang hadir saat ini, usai pencanangan ini, saya tabuh gong. Kurang lebih waktu satu bulan, terhitung pecanangan hari ini, semua kita setelah kembali dari sini, masing- masing pulang dan kerja. Kegiatan-kegiatan nyata harus teman-teman lakukan di wilayah kerja masing dengan mengikuti pentunjuk Protokol Kesehatan Penangan Covid 19,” kata Djobo mengingatkan.

Terkait pencanangan BBGRM ke 18 tahun 2021,  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Alor, Muhammad Bere, SH dalam laporannya mengatakan, BBGRM tahun 2021 bertemakan “Dengan Semangat Gotong Royong Apapun Kita Pasti Bisa, Demi Mewujudkan Alor Kenyang, Alor Sehat dan Alor Pintar”, dilaksanakan selama satu bulan bertujuan untuk mengingatkan seluruh komponen bangsa bahwa Budaya Gotong Royong adalah Budaya Bangsa Indonesia yang melahirkan semangat Kemerdekaan Indonesia dan semangat membangun  serta semangat memelihara hasil-hasil pembangunan. (ML)




Korem 161/Wira Sakti Gelar Peringatan Isra Mi’raj 1442 H/2021 M

 

Kupaang, Mwartapedia.com  –  Bagi Prajurit dan PNS yang beragama Islam,  Peringatan ini bukanlah sekedar seremonial belaka, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana memetik hikmahnya, lalu menerapkan dalam hidup dan kehidupan sehari hari.

Demikian sambutan Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya yang bacakan oleh Kaajenrem 161/Wira Sakti Letkol Caj Imam Sofwan, S.Ag pada Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1442 H/2021 M, Rabu (24/03/2021) di Masjid Nurul Wathan Asrama TNI AD Kuanino Kupang.

” Ambil hikmahnya dari peringatan ini sesuai dengan tema yang diangkat : ” Maknai Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1442 H/2021 M sebagai landasan moral Prajurit dan PNS TNI AD bermental tangguh.” jelas Danrem 161/Wira Sakti.

Kainfolahta Rem 161/Wira Sakti Kapten Inf Muhammad Said Abdullah selaku penceramah dalam tausiyahnya menyampaikan hikmah dan bagaimana memaknai peringatan Isra Mi’raj.

“Isra Mi’raj ini merupakan bukti kekuasaan Allah SWT yang hanya bisa dilihat dari kacamata keimanan. Dengan Isra  Mi’raj ini maka akan menambah keimanan kita kepada Allah SWT dan kecintaan kita kepada Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya agar memperbaiki kualitas ibadah sholat lima waktu, karena sholat lima waktu ini bukanlah beban, akan tetapi karunia,” jelasnya.

Kegiatan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan ini dihadiri oleh Prajurit dan PNS Makorem 161/Wira Sakti, Kodim 1604/Kupang dan Balak Aju Kodam IX/Udayana.(penrem161ws)




Presiden Jokowi Resmikan Bandar Udara Kabir Kabupaten Alor

 

Kalabahi, Mwartapedia.com – Presiden RI Ir. Joko Widodo secara resmi meresmikan dua bandara yakni Bandara Kabir di Kabupaten Alor, Propinsi Nusa Tenggara Timur dan Bandara Toraja di Kabupaten Tanah Toraja, Propinsi Sulawesi selatan. 

Acara pengresmian yang digelar di pelataran bandara Toraja, Kabupaten Tanah Toraja Propinsi Sulawesi Selatan (Kamis, 18/03/2021) dihadiri Komisi 5 DPR RI, Menteri Sekretaris Negara dan Wakil Menteri Kesehatan RI. Gubernur Sulawesi Selatan serta Bupati se-Propinsi Sulawesi Selatan.

Sementara Bupati Alor Drs. Amon Djobo, bersama Wakil Bupati Alor Imran Duru, S.Pd, M.Pd, Wakil Ketua DPRD Alor Drs. Yulius Mantaon, Forkopimda Kabupaten Alor, Para Asisten Sekda Kabupaten Alor, Kepala Bandara Mali dan Camat Pantar serta sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemda Alor mengikuti acara peresmian secara virtual di lobi lantai satu Bupati Alor.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya menegaskan, dua bandara yang diresmikan dapat dimanfaatkan untuk memperlancar mobilisasi barang dan manusia di Kabupaten Alor maupun di Kabupaten Tanah Toraja.

Dua bandara tersebut lanjut Presiden, juga dapat dimanfaatkan untuk peningkatan pembangunan pariwisata, penciptaan lapangan kerja baru dan peningkatan ekonomi daerah terutama memicu pertumbuhan sentra-sentra ekonomi baru.

Bandara Kabir kata Presiden telah diresmikan, namun akan dilengkapi lagi dengan sarana-sarana pendukung lainnya.

Untuk itu, Ia harapkan, bandara Kabir dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan daerah dan masyarakat Kabupaten Alor.

“Bandara Kabir ini dapat dimanfaatkan untuk melayani mobilisasi orang dan barang. Jika kondisi laut kurang bersahabat maka masyarakat dapat memanfaatkan transportasi udara,” tutup Presiden.

Terkait pengresmian Bandara Kabir, Bupati Alor Drs. Amon Djobo saat jumpa pers bersama sejumlah watawan di ruang kerjanya sebagaimana disampaikan Kasubag Komunikasi Pimpinan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Alor Marthen J. Manilau, SH  kepada media, menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Ir. Joko Widodo, Komisi 5 DPR RI dan Menteri Perhubungan RI serta Gubernur NTT yang telah mendukung pembangunan bandara Kabir, sejak awal pembangunan tahun 2014 hingga selesai pembangunan dan  diresmikan.

Dengan adanya Bandara Kabir, menurut Bupati Djobo akan membantu melancarkan transportasi udara di Kabupaten Alor dan Propinsi NTT secara umum.

Untuk itu Ia menghimbau seluruh masyarakat Kabupaten Alor terutama masyarakat kecamatan Pantar untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta kenyamanan para penumpang yang akan berangkat maupun penumpang yag tiba di Bandara Kabir, termasuk kenyamanan dan keamanan aparatur yang bekerja di Bandara Kabir.

Untuk diketahui, Gubernur NTT Victor B. Laiskodat, SH rencananya akan melakukan penerbangan perdana menggunakan pesawat Susi Air ke Bandara Kabir pada hari sabtu (20/3). (Eka)




Melalui Komsos, Ini Wujud Kedekatan Babinsa Bersama Warga Binaan

 

Oelamasi,Mwartapedia.com  – Kebersamaan dengan warga binaan merupakan tugas pokok Babinsa. Salah satunya dengan melakukan komunikasi sosial (Komsos) untuk menciptakan interaksi serta kekompakan antara Babinsa dan warga binaannya. 

Hal tersebut yang dilakukan oleh Serda Manuel Amaral anggota Babinsa Koramil 1604-02/Camplong melaksanakan komsos dengan masyarakat RT 002 RW 001 Dusun 01 Desa Ekateta Kecamatan Fatuleu Kabupaten, Rabu (17/01/2021). 

Dalam kegiatan komsos tersebut, Babinsa Serda Manuel Amaral mengatakan inilah yang kami lakukan, dalam menjalin rasa keakraban serta kebersamaan yang baik dengan warga untuk membina dalam kamtibmas. 

“Demi mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat diperlukan kerjasama yang baik antara aparat teritorial dengan masyarakat dalam rangka mendukung tugas pokok Babinsa,” ujarnya. 

Di samping itu, Babinsa juga selalu menekankan kepada masyarakat Desa Ekateta untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan jangan terprovokasi dengan pemberitaan dan masalah yang dapat menimbulkan perpecahan antar sesama warga yang belum tentu jelas kebenarannya.  

Dalam kesempatan tersebut, Babinsa juga menyampaikan kepada masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kesehatan guna memutus penyebaran Covid-19. 

Hal tersebut nampak dari masyarakat yang selalu memakai masker saat kegiatan di luar rumah 

“Tujuan dari kegiatan komsos ini adalah untuk menjalin silaturahmi yang baik dan menjaga serta mempererat hubungan kekeluargaan antara Babinsa dengan masyarakat binaannya sehingga tercipta suasana yang harmonis dan kondusif dalam setiap pelaksanaan tugas babinsa di lapangan,” pungkas Serda Manuel. (Pendim1604/Kupang)




Hidupkan Kreativitas Melalui Program BDR

 Oleh: Heribertus Martinus Moscati, S.Pd. Staf pengajar di SMPN 5 Borong

Kupang,Mwartapedia.com  –  Apa itu BDR?Semua kita pasti sudah tahu jawabannya. Iya. Belajar Dari Rumah. Bisa juga Bekerja Dari Rumah. Atau istilah kerennya Di Rumah Aja. Istilah-istilah ini sudah sangat familiar di telinga kita di masa pandemi Covid-19. Mendengar namanya saja, kita juga pasti sudah tahu artinya. Intinya bahwa setiap pekerjaan yang kita kerjakan, kita dapat menjalankannya cukup dari rumah kita saja sehingga Covid-19 tidak menyebar dan kita masih tetap bisa bekerja.

Pada masa pandemi Covid-19, banyak hal baru yang mau tidak mau harus dihadapi. Banyak perubahan yang terjadi dalam setiap aspek hidup kita. Kita pun, mau tidak mau, suka tidak suka, terpaksa harus menghadapi secara langsung bahkan menjalankan perubahan-perubahan tersebut. Kita pun harus segera beranjak dari suatu tatanan yang selama ini menurut kita normal-normal saja menuju ke suatu hal baru. Sehingga kemampuan beradaptasi menjadi kunci bagi kita di situasi seperti ini.

Dunia pendidikan tidak lepas dari perubahan tersebut. Kurikulum pun terpaksa harus diutak-atik lagi di tengah masifnya penyebaran virus Covid-19. Tujuannya pun berubah, agar roda pendidikan tetap berputar ditambah agar lingkup sekolah tidak menjadi klaster penyebaran virus Covid-19. Kedua hal tersebut harus berjalan bersama. Salah satunya tidak boleh diabaikan. Salah satu solusi pemerintah adalah menciptakan program BDR.

Pengalaman Menjalankan Program BDR

Ada begitu banyak hal yang menyertai jalannya program tersebut. Wajar bahwa terobosan ini juga dinilai beragam, baik untuk sisi positif maupun negatifnya. Setiap satuan pendidikan memiliki cara pandangnya masing-masing. Pemangku kepentingan sektor pendidikan pun merasakan semua hal ini. Niat disertai semangat yang baik akan sangat mendukung program ini. Di samping itu, kondisi geografis wilayah juga cukup berpengaruh. Di wilayah Kabupaten Manggarai Timur, topografi wilayah juga berpengaruh besar pada kualitas akses internet suatu tempat, sementara internet itu sendiri adalah penunjang terpenting lancar tidaknya program BDR.

Dari pengalaman penulis berpartisipasi dalam program ini, juga berdasarkan obrolan santai atau pun berdiskusi dengan beberapa rekan guru sekitar lokasi mengajar penulis, banyak hal yang bisa dipetik, namun tidak sedikit pula keluhan yang muncul baik dari para guru maupun siswa yang terkadang diwakili oleh orang tuanya. Iya. Itu adalah hal yang sangat-sangat wajar terjadi di tempat kita yang dalam banyak hal masih tertinggal, terlebih dalam hal mengakses internet.

Tetapi, kali ini, mari kita kesampingkan dulu hambatan tersebut. Satu hal penting yang bagi penulis merupakan nilai lebih program ini adalah bagaimana sikap dan tanggapan kita akan hal baru yang sangat mendadak tersebut. Mungkin istilah revolusi pendidikan juga cocok untuk konteks ini, sebab hal ini langsung terjadi dengan cepat tanpa pernah bisa diprediksi sebelumnya. Berikut beberapa hal positif program BDR ini dari kacamata penulis.

Pertama, program BDR membuka ruang bagi siapa pun untuk mengenal teknologi secara lebih mendalam. Tidak terbatas pada guru, siswa juga bisa menjadi lebih menguasai teknologi dari para guru. Keadaanlah yang membuat kita harus melakukan atau mempelajari sesuatu. Mungkin kalau tidak ada pandemi Covid-19, kita tetap duduk manis dalam zona nyaman dan enggan untuk mengambil kesempatan untuk maju. Saking nyamannya situasi, kita seringkali tidak menyadari banyaknya teknologi yang ternyata penting. Kita menjadi lupa untuk membuka mata dan telinga untuk perkembangan yang ternyata baik untuk kita.

Banyak sekali hal yang bisa dipelajari guru dan siswa dari situasi seperti ini. Berbagai aplikasi pendidikan dari pemerintah pun menunjukkan bahwa pemerintah tidak menutup mata sehingga hal ini perlu disambut dengan baik walau pun harus berjuang dengan susah payah mencari sinyal internet. 

Kedua, program BDR membuat proses pembelajaran lebih variatif. Belajar tidak harus di sekolah. Belajar juga tidak harus selalu pada jam sekolah. Adanya program BDR membantu salah satu karakteristik Kurikulum 2013, yaitu belajar bisa dilakukan di manapun dan kapan pun. Waktu dan tempat belajar akhirnya tidak menjadi terikat. Dan hal itu sudah nyata sekarang. Para guru pun bisa menerapkan cara baru dalam penyampaian materi. Lagi-lagi, pandemi Covid-19 menarik kita keluar dari zona nyaman di tengah minimnya kreativitas untuk mengembangkan materi. Seandainya pandemi tidak ada, belajar kreatif dan proaktif hanya menjadi teori yang cukup sebatas untuk dihafal saja tanpa pelaksanaan lebih lanjut.

Ketiga, peran orang tua siswa juga menjadi lebih signifikan. Jika pada kondisi sebelumnya, ada orang tua yang membebankan tanggung jawab mendidik anak sepenuhnya di sekolah (secara khusus hal akademis), maka kali ini, mereka harus bersedia menjadi pengontrol pertama para siswa terlebih dalam waktu belajarnya. Tanggung jawab besar ini sudah sepantasnya diemban oleh orang tua siswa terlebih dahulu sebelum anak-anak belajar di sekolah.

Keempat, muatan materi pelajaran menjadi lebih fleksibel.  Adanya kurikulum penyesuaian di masa pandemi setidaknya sudah membuka ruang kreativitas para guru untuk memilah-milah materi yang sesuai dengan kondisi satuan pendidikan setempat. Hal ini sangat penting karena guru sendirilah yang mengenal karakter siswanya dengan baik. Tanpa adanya tuntutan harus menuntaskan semua materi yang diwajibkan kurikulum nasional, hal ini bisa membuat para guru lebih fokus untuk kurikulum yang ditentukan sekolah masing-masing.

Jadi, kreativitas, niat, semangat, kerja keras, dan juga kerja sama berbagai unsur sektor pendidikan tetap menjadi salah satu kunci jalannya proses BDR, sehingga roda pendidikan tidak berhenti berputar sementara mata rantai penyebaran virus Covid-19 tetap bisa ditekan. Kesulitan mengakses internet juga sebaiknya tidak dipandang sebagai hal yang sangat mengganjal tetapi sebagai pelecut untuk bekerja lebih bersemangat dan lebih kreatif lagi.

Ketepatan untuk mananggapi situasi pandemi menjadi kunci penting. Kerja keras 3 unsur, yakni guru, siswa, dan orang tua, serta dukungan penuh pemerintah akan menjadi sebuah struktur yang rapi serta solid untuk menopang jalannya pendidikan kita. Intinya bahwa, kreativitas tidak boleh mati di tengah kesulitan-kesulitan yang ada. Ada pepatah mengatakan, Ibarat Oase di Padang Pasir, kreativitas yang tetap hidup itu akan melawan berbagai macam kesulitan dan tantangan. Proses yang baik tentunya akan diikuti pula oleh hasil yang baik pula pada saatnya. (ML).