Lantik Bupati Belu, Malaka dan Sumba Barat, Gubernur Minta Kerja Extraordinary

 

Kupang,mwartapedia.com  –  Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Belu, Malaka Dan Sumba Barat atas nama Presiden Republik Indonesia di Aula El Tari, Senin (26/4). 

Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.53-1048 tanggal 20 April 2021 Tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.53-267  tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 di Kabupaten pada Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ketiga pasangan yang dilantik adalah dr. Taolin Agustinus, Sp.PD dan Drs. Aloysius Haliseren, MM sebagai Bupati dan Wakil Bupati Belu, Dr.  Simon Nahak, SH, MH dan Louise Lucky Taolin, S.Sos sebagai Bupati dan Wakil Bupati Malaka dan Yohanis Dade, SH dan John Lado Bora Kabba sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat. 

Acara yang dilakukan dengan protokol kesehatan ketat ini dihadiri pimpinan DPRD NTT,  Forkopimda NTT,  para Bupati se-NTT, Sekda NTT,  pimpinan DPRD 3 Kabupaten beserta perwakilan sebanyak 10 orang untuk masing-masing kabupaten, Ketua PKK/Dekranasda NTT, para Penjabat Bupati dari 3 kabupaten, rohaniwan pendamping dan perwakilan insan pers. Undangan lainnya mengikuti dari luar ruangan.

Gubernur Viktor saat penyerahan kutipan SK Mendagri di ruang kerja Gubernur meminta kepada tiga (3) pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang dilantik agar bekerja extraordinary. 

“Setelah dilantik, saya minta Bapak Bupati dan Wakil Bupati harus segera bekerja. Bekerja secara extraordinary dalam penyusunan program dan kegiatan untuk kepentingan masyarakat apalagi hanya punya waktu 3 tahun, “kata Gubernur Viktor. 

Menurut Gubernur VBL,  dengan situasi NTT yang masih terbelakang ditambah pandemi covid-19 yang belum reda serta bencana akibat Badai siklon tropis seroja, pekerjaan ke depan tidaklah mudah. 

“Sambil melakukan upaya pemulihan pascabencana, kita juga harus tetap fokus dalam penanganan covid-19, tidak boleh lengah.  Optimalkan setiap lahan yang ada untuk pertanian, tidak boleh ada lahan yang dibiarkan begitu saja tanpa dikelola, ” jelas Gubernur Laiskodat. 

Lebih lanjut, Gubernur Viktor Laskodat mengungkapkan, Pemerintah Provinsi akan selalu mendukung dan mendorong kerja-kerja luar biasa dari para Bupati untuk kemajuan masyarakat. 

“Tentunya dalam kerja extraordinary, Gubernur akan selalu memberikan bimbingan, arahan dan dorongan untuk kepentingan masyarakat Nusa Tenggara Timur,”  pungkas Gubernur VBL. 

Sesudah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati dilanjutkan dengan Pelantikan Ketua Tim PKK/Dekranasda tiga Kabupaten tersebut oleh Ketua Tim PKK/Ketua Dekranasda Provinsi NTT,  Julie Sutrisno Laiskodat. (ML/IB)




Indahnya Berbagi, DPW PUAN Jambi Bagi Takjil

 

Jambi,mwartapedia.com – Bulan Ramadhan sangat dinanti-nanti kaum Muslimin, karena dibulan inilah segala amal ibadah dilipatgandakan pahalanya. Bulan yang penuh Berkah ini diisi dengan kegiatan yang sangat mulia oleh segenap kepengurusan DPW PUAN (Perempuan Amanat Nasional) Provinsi Jambi dengan bagi-bagi Takjil kepada pengguna kendaraan, sebagai rasa peduli kepada sesama.

Koordinator Bagi Takjil Untuk Kecamatan Telanai Pura DPW Puan Provinsi Jambi, Ningsih Dewi Marini saat dimintai keterangan oleh awak media di Simpang Empat Lampu Merah, Sipin, Kota Jambi pada Sabtu (17-04-2021)  menyampaikan

“Kami dari Puan (Perempuan Amanat Nasional) Provinsi Jambi bagi-bagi Takjil pada sore ini, berlokasi di Simpang Empat Lampu Merah, Sipin Kota Jambi,  sebagai bentuk rasa peduli kepada sesama, apalagi disaat kondisi masih dilanda Covid-19, Kegiatan ini disupport penuh oleh PLT Ketua DPW Puan Provinsi Jambi Sri Uleng Bakri, yang juga Sekjen DPP Puan,” tutur Rini

Ningsih Dewi Marini juga menambahkan arti pentingnya rasa kebersamaan

“Disaat kita sama-sama merasakan kondisi yang sulit, justru dengan rasa kebersamaan semua InsyaAllah akan dapat kita hadapi dan atasi bersama, bagi-bagi Takjil ini salah satu bentuk rasa kebersamaan kita”, ujar Rini

“Alhamdulillah, saat bagi-bagi Takjil Kami selalu menerapkan Protokoler Kesehatan yakninya Menjaga Jarak, Memakai Masker, dan Mencuci Tangan. InsyaAllah ini akan diadakan di 11 titik Kecamatan lainnya secara bergilir. Disamping itu akan direncanakan Kegiatan Kunjungan Ke Panti Asuhan, dan Buka Bersama Ketua PLT DPW Puan Provinsi Jambi Sri Uleng Bakri”

“Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1442 H, semoga kita semua menjadi hambaNya yang bertaqwa”, tutup Rini. (MG)




Prajurit Lantamal VII Kerja Bakti massal pasca bencana Alam badai Siklon tropis seroja

 

Kupang,mwartapedia.com – Prajurit Lantamal VII mengikuti kegiatan kerja bakti massal pasca bencana Alam badai Siklon tropis seroja di Provinsi NTT bersama TNI Polri dan Perangkat Daerah Provinsi NTT, di sepanjang jalan Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT. Jumat (16/04/2021).

Dampak dari badai siklon tropis seroja yang menerjang wilayah NTT beberapa waktu yang lalu banyak mengakibatkan pohon-pohon yang ada di sepanjang jalan tumbang atau roboh. Hal tersebut sangat mengganggu pemandangan dan kelancaran arus lalu lintas, karena mobil akan berjalan pelan dan hati-hati saat melewati tumpukan kayu dan daun bekas pohon tumbang tersebut.

Kegiatan kerja bhakti massal pasca bencana alam badai siklon tropis Seroja yang melanda di Provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya di Kota Kupang dilaksanakan bersama instansi terkait pemerintah daerah setempat, TNI dan Polri yang telah ditunjuk dalam surat Gubernur NTT No : 660.2/7/BU1.3

bertujuan membersihkan penumpukan sampah yang berada dimana-mana dan akibat pemotongan dahan atau ranting pohon yang tumbang di sepanjang jalan.

Adapun instansi yang melaksanakan kegiatan kerja bhakti massal kali ini antara lain :Personel Lantamal VII Kupang, Dinas sosial Provinsi NTT, Dinas kesehatan Prov. NTT,  Dinas kepemudaan dan olahraga Prov. NTT, Dinas lingkungan hidup dan kebersihan Kota Kupang dan Guru beserta murid  SMK Negeri 7 Kupang.

Dalam pelaksanaan kerja bakti tersebut untuk koordinator dan pengaturan lokasi kerja bhakti yaitu Dinas Sosial (Depan RSAL – Gereja Laharoi Namosain), Dinas Kesehatan (Gereja Laharoi Namosain – Jembatan timbang Namosain), Lantamal VII Kupang (Jembatan timbang Namosain – Cabang Puskesmas Alak) dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Cabang Puskesmas Alak – Pos Pol Nunhila).

Dalam aksinya, prajurit Lantamal VII secara bergotong royong dengan Personel TNI Polri dan masyarakat membersihkan lingkungan sekitar jalan yang dipenuhi sampah, terutama sampah pepohonan. Berkat kerja keras mereka, dalam sekejap ruas jalan penghubung benar-benar terbebas dari sampah pepohonan dan menjadi bersih.

Danlantamal VII Laksamana Pertama TNI IG. Kompiang Aribawa, CHRMP., dalam kesempatan terpisah menyampaikan apresiasi atas kegiatan bersih-bersih dalam menjaga kebersihan lingkungan dan pemeliharaan infrastruktur serta membantu pemulihan dampak bencana khususnya mengembalikan fungsi bagi kelancaran dan keamanan para pengguna jalan.

Kegiatan kerja bakti massal tersebut selaras dengan perintah harian Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dalam kutipan yang mengatakan Agar Menjaga kepercayaan negara dan rakyat kepada TNI Angkatan Laut melalui kerja nyata yang bermanfaat bagi institusi, masyarakat, bangsa dan negara serta keberadaan TNI AL dimanapun berada harus bermanfaat bagi masyarakat sekitar. (Dispen Lantamal VII)




Sukseskan Program Strategis Nasional, Warga Baumata Timur Dukung Pembngunan Bendungan Manikin

 

Kupang,mwartapedia.com  – Pembangunan Bendungan Tefno-Manikin sebagai program strategis nasional didukung penuh oleh seluruh lapisan masyarakat di Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang yang dalam hal ini masyarakat yang terdampak langsung akan pemanfaatan dari pembangunan Bendungan yang dibangun di atas lahan seluas 200 Hetar.

Dukungan itu disampaikan langsung oleh Danial Baitanu selaku tokoh masyarakat terdampak pada pembangunan bendungan Tefmo -Manikin, tepatnya di  Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang yang menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung dan akan mengajak seluruh masyarakat terdampak untuk bersama-sama mendukung Program Strategis Nasional yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Pembangunan Bendunganan Tefmo – Manikin. 

“Pembangunan Bendungan Tefno-Manikin yang dikerjakan oleh pemerintah pusat tersebut sangat penting untuk kami masyarakat Taebenu, makanya kami mendukung penuh, karena kami tau akan pemanfaatan kedepannya, makanya semua masyarakat Taebenu diharapkan sama-sama mendukun program pemerintah pusat untuk kita warga Kabupaten Kupang bahkan NTT pada umumnya,”Ungkap Danial Baitanu.

Danial Baitanu juga menjelaskan bahwa dengan dibangunnya Bendungan Tefmo-Manikin tentunya sangat berguna bagi masyarakat sekitar, karena sebagian besar mata pencarian penduduk setempat adalah petani dan ia meyakini bahwa Bendungan Tefmo-Manikin pasti akan menjadi salah satu objek wisata, dan tentunya dapat meningkatkan pendapatan sehingga perekonomian masyarakat sekitar akan berubah ke arah yang lebih baik.

Terkait proses ganti rugi yang telah dijanjikan oleh Pemerintah, Daniel Baitanu berharap agar dapat terealisasi dalam waktu dekat, sehingga dapat meminimalisir isu negatif di kalangan masyarakat terdampak, sehingga tidak berdampak pada terciptanya situasi yang tidak kondusif di wilayah sekitar pembangunan Bendungan Tefmo – Manikin.

Ia  menegaskan bahwa  pihaknya sangat mendukung Program Strategis Nasional dalam hal ini Pembangunan Bendungan Tefmo – Manikin, dan untuk aset dari lahan yang belum dilakukan proses ganti rugi, dikomunikasikan dengan PPK pengadaan tanah, Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, sehingga realisasi ganti rugi lahan dapat bejalan sesuai dengan Action Plan pembebasan lahan Bendungan Tefmo -Manikin yang ditetapkan oleh pihak Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II.

Secara terpisah Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II, Ir. Agus Sosiawan, M.E menghimbau kepada seluruh masyarakat terdampak untuk bersama-sama menyuskseskan proses tahapan Pembangunan Bendungan Tefmo – Manikin.

Menurut Kepala Bapai Wilayah Sungai (BWS), Agus Sosiawan bahwa tujuan utama pembangunan Bendungan itu tidak lain untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian dan kebutuhan air bersih di Kabupaten Kupang, Kota Kupang, sehingga diharapkan seluruh masyarkat  tidak terpancing dengan adanya isu-isu provokatif dari pihak-pihak tertentu untuk mengggagalkan program nasional yang  saat ini dalam proses pembangunan.

“Kami terus mendorong  dengan menciptakan komunikasi yang baik antara masyarakat dan pelaksana kebijakan Pemerintah Nasional, untuk menyelesaikan permasalahan yang ada sehingga tidak mengganggu proses pembangunan Bendungan Tefno-Manikin yang saat ini progresnya sudah mencapai ± 25 persen” Ungkap Agus Sosiawan. (ML/IB)




Danlantamal VII Turun Langsung Disttibusikan Bantuan ke Masyarakat Sabu Raijua

 

Kupang,mwartapedia.com – Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) VII Laksamana Pertama (Laksma) TNI IG. Kompiang Aribawa, CHRMP., dengan menggunakan KRI Ahmad Yani – 351 turun langsung untuk mendistribusikan bantuan ke masyarakat yang terdampak di wilayah Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (13/04/21). 

Dampak dari badai Siklon Seroja yang terjadi beberapa hari yang lalu meluas hampir ke semua daerah di NTT, salah satu yang hampir terisolir karena belum dilayani oleh kapal penumpang milik ASDP adalah wilayah Kabupaten Sabu Raijua. 

Hal ini mengakibatkan pendistribusian bantuan ke wilayah tersebut terhambat, untuk itu Lantamal VII mengambil peran dalam pendistribusian bantuan tersebut dengan dipimpin langsung Danlantamal VII Laksma TNI IG. Kompiang Aribawa, CHRMP.

KRI Ahmad Yani – 351 dengan Komandan KRI Letkol Laut (P) Nopriadi, M. Tr. Hanla., bertolak dari Dermaga Mako Lantamal VII pada hari Senin tanggal 12 Maret 2021 pukul 08.45 WITA dengan membawa bantuan logistik dan material serta juga relawan dan tiba di pelabuhan Seba-Sabu Raijua pada pukul 18.00 WITA. Bantuan kemanusiaan ini berasal dari Posko Bencana Lantamal VII Kupang, Korcab VII DJA II, Majelis Sinode GMIT, PT. Bukit Asam Tbk, Yayasan Artha Graha Peduli, BNPB dan IRGSC. Adapun jenis Logistik yang didistribusikan berupa sembako beras sebanyak 2 ton, air mineral, material bahan bangunan dan 100 lembar terpal. 

Danlantamal VII Laksamana Pertama TNI IG. Kompiang Aribawa, CHRMP., dalam suatu kesempatan menyampaikan “Bantuan logistik dan material yang kita distribusikan ini semoga dapat membantu masyarakat di Kabupaten Sabu Raijua yang saat ini terdampak bencana Badai Siklon Seroja”, Ujar Danlantamal VII Laksamana Pertama TNI IG. Kompiang Aribawa, CHRMP., 

Kegiatan tersebut selaras dengan perintah harian Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dalam kutipan yang mengatakan “Jaga kepercayaan negara dan rakyat kepada TNI Angkatan Laut melalui kerja nyata yang bermanfaat bagi institusi, masyarakat, bangsa dan negara serta keberadaan TNI AL dimanapun berada harus bermanfaat bagi masyarakat sekitar.”pungkasnya.  (Dispen Lantamal VII).




Warga Pegunungan Papua Deklarasi Tolak Kekerasan KKB

 

Papua,mwartapedia.com  – Setelah warga pesisir di Papua menolak kekerasan yang masif dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), kini masyarakat wilayah pegunungan mulai jengah dengan perilaku dan tindak tanduk yang kerap dilakukan kelompok separtis tersebut.

Bertempat di Kampung Waa Banti Distrik Tembagapura, bersama Masyarakat Pendulang di Utikini Baru. Pada hari Jumat, 2 April 2021 telah dilakukan deklarasi dengan mengusung tema “Penolakan Tindak Kekerasan”.

Dalam aksi tersebut dihadiri oleh Pendeta Giman Magay, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, Kepala Suku, Kepala CP pendulang kali kabur serta masyarakat Kampung Banti. Massa berjumlah sekitar 150 orang, serta aparat TNI-Polri.

Pada aksi tersebut, terlihat bentangan bendera Merah Putih dan tulisan di spanduk yang berisi. “Kami atas nama warga masyarakat menyatakan menolak keras tindakan kekerasan yang dilakukan KKB, dan masyarakat mendukung tindakan hukum yang dilakukan TNI-Polri,” ujar Pdt Giman.

Selain seruan dalam spanduk tersebut, Pdt Giman Magay juga meminta agar

TNI dan Polri wajib menjaga masyarakatnya yang melakukan aktifitas kerja pendulangan/melakukan aktifitas sehari-hari dengan cara berkebun di area Perkampungan di utikini hingga di Banti 1 dan banti 2.

“Kami Menolak Keras Kelompok Krimnial Bersenjata (KKB) yang akan masuk mengganggu keamanan di kampung Kami,” seru Pdt Giman.

Pdt Giman juga mengajak semua kepala kampung tokoh- tokoh agama dan tokoh masyarakat suoaya bekerjasama mendukung penuh TNI dan Polri.

Selain itu tokoh pemuda, Jos Magay memberi ucapan hal senada, terimakasih atas kehadiran TNI-Polri, serta menekankan pada penolakan kekerasan.

”Kami Menolak keras adanya kelompok-kelompok yang akan masuk dan membuat kacau atau onar, karena mereka sangat mengganggu ketenangan warga khsusnya di wilayah Tembagapura,” tegas Jos Magay.

Tokoh pemuda tersebut juga mendukung penuh tindakkan hukum yang dilakukan pihak TNI dan Polri di wilayah Tembagapura.

Sementara itu, Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol M. Iqbal saat dimintakan statement mengapresiasi dan memberikan rasa hormat pada langkah yang di ambil Warga Banti.

“Hal ini menjadikan contoh bagi wilayah lain untuk bersama-sama TNI-Polri dalam melindungi masyarakat terutama memerangi KKB,” tegasnya. (IB/ML)




Meski Pandemi, di Hari Film Nasional Para Sineas Ini Tetap Eksis

Jakarta, mwartapedia.com  –  Setelah Hari Film Nasional (HFN) 2021 bukan berarti ada kemerdekaan dalam proses kreatif dalam produksi Film. Para Sineas kata Sutradara Roy Wijaya saat ini masih dihadapkan dengan pandemi Covid-19 dalam membuat banyak proyek film besar yang harus tertunda. 

Namun, seiring berjalannya waktu, para pelaku di industri ini terus berinovasi dan beradaptasi untuk terus berkarya di tengah pandemi. Karena dengan teknologi yang terus berkembang dan mudah digunakan, membuat film pun bisa dilakukan dengan perangkat-perangkat yang dekat dengan kehidupan sehari-hari itu. 

“Saat ini, kameramen sampai pemeran bahkan mengambil gambarnya pakai handphone sendiri, hal itu sudah terjadi, mengingat kualitas kamera (ponsel) semakin tinggi,” kata Roy saat ditemui wartawan di Rumah Makan Pawon Bambu Solo, kawasan kelapa gading, Jakarta Utara, Kamis 1 April 2021.

Menurutnya, memproduksi film besar di masa pandemi memang cukup menantang, terutama dari segi anggaran, mengingat para kru dan pemeran harus terus dipantau kesehatannya seperti melakukan tes cepat (rapid test) secara berkala. 

Namun, hal ini menimbulkan fenomena dan kebiasaan baru untuk membuat film, seperti mulai memaklumi komunikasi jarak jauh sebagai salah satu bagian proses syuting. 

Sedangkan Aktor Muda nan ganteng Jerzy Montana di lokasi yang sama mengatakan, bahwa dirinya sendiri saat ini mulai melakukan proses praproduksi hingga reading pemeran secara jarak jauh melalui aplikasi telekonferensi seperti Zoom untuk Film Handaru (Lelaki Juga Punya Hati).

“Teknologi sudah semakin canggih. Untuk berkarya, batasannya cuma diri kita sendiri. Kita bisa Zoom meeting untuk melakukan briefing hingga reading, walaupun memang kurang ideal,” katanya.

Selain itu, beberapa adaptasi juga dilakukan dalam proses produksi atau syuting. Misalnya pemberlakuan protokol kesehatan, pembatasan kru produksi, hingga pengambilan adegan secara mandiri oleh pemeran sendiri.

“Kita harus terus berjalan maju. Ini adalah salah satu platform untuk berkarya dan berpikir kritis lagi. Dan jangan takut untuk berkarya,” jelas pemar Bima ini.

Sementara itu, Sendy Meliyana sang pebisnis dalam bidang jasa butik untuk film dan sinetron mengungkapkan, dengan adanya pandemi dirinya juga sulit mengembangkan usahanya. Karena keterbatasan akses dan terhenntinya berbagai produksi Film.

“Tapi kuta sangat beruntung dengan adanya online dan media sosial lainya, sangat membantu perkembangan usaha, terutama untuk resto dan kecantikan,” ujarnya (ML/IB)




Perbumma Adat Nusantara Percepat Konsolidasi Program Di Jawa Tengah

 

Salatiga, mwartapedia.com  – Setelah melakukan pencanangan Salatiga sebagai kota empat pilar dan Kota Vanili, Dewan Pimpinan Pusat Perbumma Adat Nusantara langsung melaksanakan rapat singkat di Kota Salatiga yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dadung Hari Setyo, didampingi Ketua Pembina Budiarto Linggowiyono, beserta Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Tengah Bambang Sunardi, dan Sekretaris Nur Cahyo Eko Junaedy

Menurut Dadung Hari Setyo, rapat evaluasi  singkat ini merupakan kebiasaan kami disetiap usai melakukan kegiatan

“Alhamdulillah kegiatan pencanangan Kota Empat Pilar, dan Kota Vanili telah terlaksana dengan baik, dan lancar serta sukses, dan kalaupun ada kekurangan dalam pelaksaannya tidak mengganggu kelancaran jalannya kegiatan,” tutur Masda

“Kami menyadari bila dari Perbumma Adat Nusantara, kurang maksimal dalam membantu memfasilitasi  kegiatan ini, kami mohon maaf, baik kepada Panitia Daerah (Pemkot Salatiga), dan masyarakat Kota Salatiga kami mengucapkan mohon maaf yang sebesar besarnya”, pinta Dadung Hari Setyo

Lebih lanjut Dadung Hari Setyo menyampaikan, rekomendasi beberapa program strategis untuk menindaklanjuti  pencanangan yang ada di Kota Salatiga.

Diantaranya, Dewan Pimpunan Pusat Perbumma Adat Nusantara akan membuat laporan tertulis kepada Ketua MPR RI, Menteri Pertanian dan Gubenur Jawa Tengah, akan segera  membentuk Satuan Kerja  pengembangan usaha vanili nusantara.

Rapat singkat ini juga merekomendasikan dibentuknya Koperasi Vanili Nusantara, serta membuka akses perdagangan, baik di dalam negeri maupun eksport keluar negeri.

“Kami sudah ada permintaan produk vanili dari Amerika, Jerman, Perancis, Jepang, Turkei, dan Dubai, selain itu akan merekomendasikan produk vanili untuk mendapatkan permodalan, dan investasinya, baik itu berbentuk Joint Operation maupun Joint Venture” 

“Selain itu akan menyerahkan bantuan 100  bibit Kelapa Kopyor, Insya Allah nanti kita akan tambah bantuannya, karena Kelapa Kopyor di dalam lokal nasional pemasarannya satu paket dengan vanili”, jelas Dadung Hari Setyo

Dadung Hari Setyo yang akrab disapa Masda ini menambahkan, akan bahas langkah konsolidasi petani vanili, baik yang di Salatiga, Jawa Tengah, dan 15 Propinsi Petani Vanili Jaringan Komunitas Usaha Pertanian SUTA Nusantara. (Megy Aidillova)




Ini Harapan Babinsa Koramil 1604-04/Amarasi Latih Linmas

 

Oelamasi,Mwartapedia.com  – Guna menanamkan serta meningkatkan kemampuan dalam membentuk kedisiplinan Linmas, Babinsa Koramil 1604-04/Amarasi Serda Silverius Reku bersama Bhabinkantibmas memberikan pelatihan peraturan Baris berbaris (PBB) dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada sejumlah Linmas di Halaman dikantor Desa Kotabes Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang, Selasa (30 Maret 2020). 

Babinsa Serda Silverius Reku mengatakan sebagai anggota Linmas (Pelindung Masyarakat) harus memiliki jiwa disiplin sebagai modal awal dalam melakukan tugasnya sebagai Linmas. 

“Selain tugasnya membantu masyarakat binaan, Babinsa juga melatih anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) dalam rangka memberikan pembinaan keterampilan dan pembinaan fisik serta mental para anggota Linmas untuk mengasah kemampuan yang selama ini ia miliki,” tuturnya. 

Kegiatan pembekalan ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan Linmas sehingga mempunyai jiwa disiplin dan profesional. 

“Dengan pemberian pembekalan materi peraturan baris berbaris (PBB) dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas diharapkan bisa menjadi bekal dasar kedisiplinan  anggota Linmas, hal ini sangat bermanfaat dalam mengatasi perkembangan situasi yang sangat dinamis di lingkungan kerja masing–masing,” terang Babinsa. 

“Pembinaan Linmas merupakan salah satu kegiatan pembinaan perlawanan wilayah (Binwanwil) dimana Babinsa memiliki tugas menjalin kemitraan dengan para anggota Linmas sebagai upaya mata dan telinga terhadap segala perkembangan yang terjadi di wilayah binaannya,” ujarnya. 

“Kita selenggarakan pelatihan ini untuk mendidik dan melatih disiplin para anggota Linmas, mereka adalah mitra Babinsa, sehingga diharapkan ke depannya dapat diimplementasikan dalam kerja mereka di lingkungan masyarakat,” harap Babinsa. 

Serda Silverius menambahkan dengan pelatihan ini diharapkan kedepannya Linmas sebagai salah satu unsur pemerintahan desa mampu menjadi contoh dalam setiap pelaksanaan tugasnya. (Pendim1604/Kupang)




Bos PT. PPB Diduga Aniaya dan Sekap Karyawannya, Wilson Lalengke Desak Diusut Tuntas!

 

Jakarta,Mwartapedia.com  – Komisaris PT. Pratama Prima Bajatama (PPB), bernama Deddy Setiawan Tan, diduga kuat telah melakukan tindak pidana penganiayaan dan penyekapan terhadap orang lain sebagaimana diatur dalam Pasal 351 KUHP dan Pasal 333 KUHP. Penganiayaan dan penyekapan itu dilakukan Bos Deddy, sebut saja demikian, terhadap karyawannya sendiri bernama Rico Pujianto, pada 10 hingga 12 Oktober 2020 lalu, di kantor perusahaan besi baja itu di Jl. Raya Narogong km 13 Pangkalan Tiga, Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

Akibat penganiayaan dan penyekapan tersebut, korban mengalami memar-memar dan trauma serta terlihat selalu ketakutan dan letih sepanjang hari. Kasus penganiayaan dan penyekapan bos terhadap karyawannya ini telah dilaporkan ke Polisi [1].

“Bos Deddy membentak, meninju, menampar dan memukuli saya berkali-kali di depan istrinya, Ibu Ing, dan kawan-kawan saya. Bahkan Bos Deddy sempat masuk ke ruangan kantornya yang hanya berjarak 8 meter dari tempat saya duduk, dan berteriak keras sambil mencari samurainya, ‘mana samurai gua, biar gua matiin sekalian’. Rupanya, samurai tersebut sudah disembunyikan istri Bos Deddy, takut terjadi hal-hal yang fatal. Jika ketemu samurai itu, mungkin saya sudah mati,” ungkap Rico menceritakan peristiwa mengerikan yang dialaminya itu kepada Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, saat mengadukan nasibnya, di Sekretariat PPWI, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

Korban juga menjelaskan bahwa Bos Deddy memerintahkan kawan-kawannya agar tidak melihat ke arahnya yang sedang disiksa dan dipukuli, sehingga mereka hanya menunduk takut, tidak berani melihat kejadian mengenaskan yang sedang berlangsung di depan mata mereka. Bahkan, kata Rico, Bos Deddy menyuruh salah satu karyawan, Dindon, untuk mematikan CCTV agar kejadian penganiayaan yang sedang berlangsung tidak terekam kamera pengawas.

Kemarahan Bos Deddy, menurut penuturan korban yang merupakan warga Semarang, Jawa Tengah ini, bermula dari kecurigaan sang Bos yang menuduh pemuda lajang berusia 33 tahun itu telah menilap uang hasil penjualan besi wiremesh. Sebagai informasi, Rico Pujianto bersama 5 orang rekannya merupakan sales wiremesh yang diproduksi oleh PT. PPB. Rico ditugaskan untuk memasarkan wiremesh (besi rangkaian yang digunakan untuk konstruksi jalan beton) di wilayah Jawa Tengah. Rico telah bekerja di perusahaan ini selama 2,5 tahun.

Dalam proses penjualan wiremesh itu, kata Rico, pada periode bulan-bulan menjelang dia dianiaya dan disekap, sekitar 30 persen produk wiremesh dari PT. PPB ditolak oleh pelanggan karena berkarat, tidak memenuhi standar kualitas yang diinginkan. Barang tolakan tersebut dititipkan Rico di sebuah bengkel las milik temannya, Slamet Riyadi, di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang, Purwokerjo, Jawa Tengah. Rico menitipkan barang tersebut karena ketiadaan biaya angkut kembali ke gudang PT. PPB di Bantar Gebang, Bekasi, yang mencapai puluhan juta rupiah.

Atas kekurangan setoran hasil penjualan, karena sebagian barang (wiremesh) ditolak pelanggan, itulah kemudian Bos Deddy menuduh Rico telah menggelapkan uangnya sehingga sang Bos gelap mata dan penuh emosi melakukan kekerasan fisik dan non-fisik terhadap karyawannya, Rico Pujianto. Akibat pemukulan yang dialami korban, disamping mentalnya yang terluka, wajahnya juga memar dan luka di sana-sini. Ancaman pembunuhan dengan samurai juga membuatnya penuh ketakutan dan trauma.

“Saya dituduh melakukan penggelapan dan penipuan uang perusahaan. Tanpa mau mendengarkan penjelasan saya, Bos Deddy memukul dan menampar berulang kali, disaksikan istri Bos Deddy yang bernama Ibu Ing dan teman-teman. Pak Deddy melarang teman-teman untuk melihat peristiwa pemukulan, sehingga teman-teman saya semuanya menunduk takut dan tidak berani melihat. Teman saya bernama Riki Kusnadi berada di sebelah kiri, tidak ada seorangpun yang berani menyaksikan peristiwa penganiyaan dan pemukulan itu,” urai Rico yang menemui Wilson Lalengke bersama ayahnya, Alex, pada Senin, 22 Maret 2021 lalu.

Penganiayaan yang dimulai sejak pukul 13.00 wib kemudian terhenti setelah Direktur kepercayaan Bos Deddy bernama Winoto, SH mendekati Bos berusia 55 tahun itu untuk menenangkannya. Winoto yang merupakan mantan anggota DPRD Bekasi itu akhirnya tergerak untuk mendekati bos-nya ini setelah melihat gelagat yang kurang baik saat sang bos mencari samurai yang menurut Bos Deddy akan digunakan untuk membunuh Rico. Winoto berhasil menenangkan Deddy, dan berhentilah penganiayaan atas Rico hari itu.

Penganiaan berhenti, namun berlanjut dengan proses penyekapan atau perampasan kemerdekaan Rico. Handphone-nya disita. Dia tidak diizinkan menghubungi bapak dan ibunya serta anggota keluarga lainnya. Teman-teman kerjanya dilarang meminjamkan handphone kepada Rico walau sekedar untuk menghubungi keluarganya. Bahkan, seorang satpam bernama Azis diperintahkan untuk menjaga dan mengawasi Rico. Kemanapun korban beranjak, semisal saat minta izin untuk ke toilet, sang satpam mengikuti dan menungguinya di depan toilet. Jika lalai, Azis terancam dipecat si Bos Deddy.

Malamnya, cerita Rico melanjutkan, sekitar pukul 20.30 wib, Rico bersama beberapa karyawan ditugaskan ke Purwokerto untuk melihat besi wiremesh karatan yang oleh Rico dititipkan di sebuah bengkel temannya. Rico, masih dengan pengawasan ketat sang satpam Azis, ditempatkan di bak mobil fuso selama perjalanan ke Purwokerto. “Semula, Bos Deddy menginstruksikan ke satpam agar selama dalam perjalanan, saya ditempatkan di bak mobil fuso belakang dan diikat dengan tali. Namun, karena merasa kasihan, satpam tidak mengikat saya,” ujar Rico sedih.

Setiba di Purwokerto pada esok harinya, Minggu subuh, 11 Oktober 2020, team yang terdiri atas 3 mobil fuso dan mobil pribadi, dengan dikawal oleh Bos Deddy langsung menuju bengkel las penitipan barang tolakan. Karena hari masih gelap-gulita, sekira pukul 04.00 wib, keadaan bengkel masih sepi, orang tua Slamet Riyadi yang menunggui bengkel masih tidur, pagar tertutup rapat. Tidak ingin menunggu lama, pintu pagar yang terkunci dibuka paksa gemboknya menggunakan gunting besar oleh Galuh, salah satu karyawan yang ikut rombongan, atas perintah Winoto dan Bos Deddy. Besi wiremesh rongsokan yang ditimbun di bengkel itupun dimuat ke dalam mobil-mobil fuso dan dibawa kembali ke gudang di Bekasi.

Kasus penganiayaan dan penyekapan ini telah dilaporkan ke Polres Bekasi [2]. Saat ini, berkas laporan telah diambil alih penanganannya oleh Polda Metro Jaya. Ayah korban, Alex, sangat berharap agar Bos PT. Pratama Prima Bajatama, Deddy Setiawan Tan dan para cecunguknya itu segera ditangkap dan diproses hukum. “Saya meminta PPWI untuk membantu kami agar kasus yang dialami anak saya ini bisa segera diproses. Para pihak yang terlibat dalam penganiayaan dan penyekapan anak saya, Rico Pujianto segera ditindak sesuai hukum yang berlaku,” pinta Alex.

Merespon kasus tersebut, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, menyatakan bahwa pihaknya sangat prihatin dan menyayangkan atas perilaku brutal oknum komisaris perusahaan terhadap karyawannya yang sudah memberi dia keuntungan dalam bisnisnya. “Saya heran, terbuat dari apa hati manusia, si pemilik PT Pratama Prima Bajatama itu yaa? Tanpa kerja keras karyawan, Anda tidak mungkin mendapatkan keuntungan dalam usaha dan bisnis. Semestinya Anda hargai dan sayangi karyawan supaya usahanya lebih berkah, lebih memberi manfaat bagi Anda dan orang lain. Bukan malah menyiksa karyawan,” kata Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini menyesalkan perilaku hewani oknum Deddy Setiawan Tan itu.

Untuk itu, lanjut Lalengke, PPWI mendesak Polri untuk mengusut kasus ini secepat-cepatnya. Jangan biarkan manusia yang diduga bermental rakus, kasar dan suka menyiksa sesamanya itu berkeliaran di luar. “Jangan karena dia banyak uang, polisi aji mumpung memanfaatkan situasi dan menjadikannya ATM sebagaimana kebiasaan oknum polisi selama ini [3], yang akhirnya keadilan bagi korban dikorbankan. Harus ditangkap segera orang ini, pasal pidananya jelas, penganiayaan, intimidasi, ancaman pembunuhan, dan penyekapan serta perampasan kemerdekaan seseorang,” tegas lulusan pasca sarjana bidang Applied Ethics dari Utrecht University, Belanda, dan Linkoping University, Swedia itu.

Berdasarkan data yang didapatkan di lapangan, kata Lalengke lagi, perusahaan itu diduga keras melakukan penggelapan pajak, praktek leasing kendaraan bermotor, dan beberapa pelanggaran perundangan lainnya [4]. “Dari data dan informasi yang kita dapatkan, bos PT. Pratama Prima Bajatama itu terindikasi kuat telah melakukan penggelapan pajak dengan nilai miliaran rupiah. Modusnya adalah menjual produk dengan 2 kategori: produk ber-PPN dan barang tidak ber-PPN. Pembayaran barang ber-PPN dilakukan melalui transfer rekening antar bank, sementara pembayaran barang non-PPN dilakukan secara tunai. Merugikan negara ini orang, harus diusut semua dugaan tindak kejahatannya,” pungkas Lalengke yang merupakan trainer bagi ribuan anggota TNI, Polri, guru, dosen, mahasiswa, wartawan, LSM, ormas dan masyarakat umum di bidang jurnalistik itu. (APL/Red)

Catatan:

[1] Pekerja Pabrik Disekap Bos di Bekasi, Ketahuan Setelah Keluarga Mencari; https://gobekasi.id/pekerja-pabrik-disekap-bos-di-bekasi-ketahuan-setelah-keluarga-mencari/

[2] BOS PERUSAHAAN BESI BAJA DI BEKASI DIDUGA SIKSA KARYAWAN; https://www.youtube.com/watch?v=fREmwDmFQSY 

[3] Pak Kapolri, Ada Oknum Penyidik di Bareskrim Nyambi Jadi Pemalak; https://pewarta-indonesia.com/2020/11/pak-kapolri-ada-oknum-penyidik-di-bareskrim-nyambi-jadi-pemalak/ 

[4] Rekaman permintaan konfirmasi kepada Winoto terkait praktek leasing yang dilakukan PT Pratama Prima Bajatama ada pada redaksi. (ML)