Kunker Danpussenarmed Kodiklat TNI AD di Wilayah Korem 161/WS

Kupang,mwartapedia.com — Kepala Staf Korem 161/Wira Sakti Kolonel Inf Jemz Andre Ratu Edo, S. Sos menyambut Danpussenarmed Kodiklat TNI AD Mayjen TNI Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr.(Han) beserta rombongan di Bandar Udara El Tari Kupang, Rabu (28/07/2021).

Tampak mendampingi Danpussenarmed Kodiklat TNI AD adalah Dirsen Pussenarmed Kodiklat TNI AD Brigjen TNI Julius Jolly Suawa, S.Sos. demikian disampaikan oleh Srt Kurniawan dari Staf Penerangan Korem 161/Wira Sakti dalam rilis tertulisnya. Selanjutnya Danpussenarmed Kodiklat TNI AD beserta rombongan menuju ke Makorem 161/Wira Sakti.

“Setiba di Makorem 161/Wira Sakti, Danpussenarmed Kodiklat TNI AD menerima laporan dari Pos Jaga, Jajar Kehormatan dan ucapan selamat datang dari Kepala Staf Korem 161/Wira Sakti bersama Danden Zibang I/IX Kupang,” jelasnya.

Kemudian rombongan melaksanakan rapat bersama Staf Kodam IX/Udy dan Korem 161/WS  dilanjutkan dengan Paparan singkat dari Danden Zibang I/IX NTT, Letkol Czi Hanif Tupen, S.T. yang bertempat di Ruang Sonbai 2 Makorem 161/WS dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan.

Hadir pada kegiatan tersebut dari Kodam IX/Udayana adalah Asrendam Kasdam IX/Udayana Kol. Arm Johanes Toar Pioh dan Kazidam IX/Udayana Letkol Czi Priyo S. Sedangkan dari Korem 161/WS tampak hadir Kasrem 161/Wira Sakti Kol. Inf Jemz A. Ratu Edo, Danden Zibang I/IX Kupang Letkol Czi Hanif Tupen, S.T. dan Pasi Logistik Korem 161/WS Mayor Cba Joko.

Setelah melaksanakan kegiatan di Makorem 161/Wira Sakti, Danpussenarmed Kodiklat TNI AD beserta rombongan melanjutkan peninjauan satuan baru Yon Armed 20/155 GS Caesar Kodam IX/Udayana yang bertempat di Camplong. Kegiatan peninjauan bangunan satuan baru Yon Armed 20/155 GS Caesar Kodam IX/Udayana ini ada di beberapa tempat bangunan yang di tinjau oleh Danpussenarmed Kodiklat TNI AD beserta rombongan diantaranya ; Sumur Bor, Mako Armed, Bangunan Barak dan Raiemar Armed yang saat ini sedang di bangun di Daerah Camplong Kabupaten Kupang, NTT.

Tampak hadir pada kegiatan peninjauan ini Asrendam IX/Udayana, Kazidam XI/Udayana, Danbrigif 21/Komodo dan Danden Zibang I/IX Kupang.

(Penrem/ML/IB)




Kodim 1604/Kupang Gandeng BPSDMD NTT Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Balai Diklat

Kupang,mwartapedia.com — Tim Satgas Covid Kodim 1604/Kupang bersama Dinas Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi NTT melaksanakan penyemprotan disinfektan di Balai Diklat Provinsi  NTT, aula Diklat dan kantor BPSDMD Provinsi NTT untuk mencegah dan memutuskan rantai penularan Covid-19 dilingkungannya,Rabu (28/7/2021).

Balai Diklat Provinsi NTT beralamat di Jln. Kenari, Kelurahan  Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang didatangi Tim Covid-19 Kodim 1604/Kupang berjumlah 5 orang dipimpin langsung oleh Pasi Intel Kodim Kapten Inf Nerson Baitanu didamping Babinsa setempat Sertu Martinus Ndaomanu untuk melaksanakan penyemprotan cairan disinfektan dikamar balai Diklat, aula balai Diklat dan kantor BPSDMD Provinsi NTT.

Setelah selesai di.lokasi tersebut tim kembali melaksanakan kegiatan pelatihan dengan tujuan untuk kembali membersihkan tempat-tempat tersebut agar kembali steril dan mencegah terhadap penularan virus Covid-19.

Pada kesempatan yang sama Sekretaris. BPSDMD Provinsi NTT Dra. Rambu Kareri Emu, M.Si menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak Kodim 1604/Kupang yang telah membantu kami melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi Balai Diklat Provinsi NTT yang mana lokasi tersebut baru selesai melaksanakan kegiatan dan ada yang terpapar Covid 19 dan saat ini puji Tuhan telah sembuh dan sudah kembali ke keluargaannya, sehingga kami menghubungi Kodim 1604/Kupang meminta bantuan Timnya untuk melakukan penyemprotan di tempat/kamar yang digunakan oleh yang bersangkutan, guna mencegah terjadinya penularan virus Covid-19 terhadap orang lain.

Tugas yang dilaksanakan oleh Tim Covid-19 Kodim 1604/Kupang yang dipimpin oleh Pasi Intel Kodim Kupang, Kapten Inf Nerson Baitanu, sangat mulia dan bermanfaat bagi banyak orang di Kota Kupang khususnya, dalam memutuskan rantai penularan covid-19.

Kapten Inf Nerson Baitanu menyampaikan bahwa Tim kami di bentuk oleh Dandim 1604/Kupang, Kolonel Arh. Abraham Kalelo untuk melihat dan membantu seluruh masyarakat dalam memutuskan mata rantai penularan Covid-19 dengan melaksanakan penyemprotan disinfektan di Perkantoran, Kampus, Sekolahan maupun di tempat-tempat ibadah, dengan tujuan agar masyarakat nyaman dalam melakukan aktifitas dengan tetap melaksanakan prokes 3T. (ML/IB).




Wali Kota Kupang Serahkan Kunci Program Bedah Rumah Kepada 4 Warganya

Kupang,mwartapedia.com — Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH hari ini menyerahkan kunci rumah yang telah selesai dibedah oleh Pemerintah Kota Kupang kepada 4 orang kepala keluarga di Kota Kupang, Selasa (27/07). 

Tiga dari empat penerima bantuan bedah rumah merupakan para janda berusia lanjut dan penyandang disabilitas.

Lokasi pertama penyerahan kunci bantuan bedah rumah di Kelurahan Fatufeto, rumah milik Oktovianus Y. Ratu Kore di RT 02/RW 01, yang diterima oleh istri dari Oktovianus, Nurnaningsih Ratu Kore yang sehari-hari bekerja serabutan demi menghidupi keluarga semenjak suaminya jatuh sakit beberapa tahun lalu. 

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Kupang didampingi oleh Camat Alak, Yulianus Willem Pally, SH dan Lurah Fatufeto, Wiljundaita Bunga.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Kelurahan Alak untuk menyerahkan kunci rumah kepada Safira Anakay di RT 11/RW 04. Safira Anakay berumur 66 tahun telah hidup menjanda dan tinggal menggantungkan hidup pada anaknya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh pelabuhan lantaran dirinya mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya . 

Sebelum dibedah, kondisi rumah Safira yang berdinding triplek tua dan sebagian bebak sudah reot dan hampir roboh serta tampak berlubang termakan rayap. Safira yang menggunakan kursi roda terharu ketika menyambut kunjungan Walikota Kupang. 

Ketika diberikan kesempatan ia menyampaikan ucapan terima kasihnya dengan suara  parau dan tertahan karena menahan haru. Ucapan terima kasih Safira yang penuh haru menyentuh banyak orang yang hadir menyaksikan saat itu. 

Mewakili keluarga Ibu Safira Anakay, Bapak Andi Boimau menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah membantu membangun rumah bagi Ibu Safira, 

“kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota dan jajaran yang sudah peduli dan membantu membangun rumah yang layak bagi orang tua kami, ini semua berkat Tuhan melalui pemerintah sehingga orang tua kami bisa tinggal di rumah yang jauh lebih baik dari yang dulu, bahkan pemerintah melengkapi dengan perabot rumah tangga berupa tempat tidur, meja dan kursi,” ujar Andi. 

Tak lupa ia juga menggunakan kesempatan tersebut untuk meminta agar pemerintah dapat memperhatikan fasilitas penerangan di wilayah itu.

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Kupang mengatakan bahwa dirinya bersama Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man terus berusaha agar program-program prioritas ini bisa berjalan dengan baik, Wali Kota menyadari bahwa masih banyak warga yang membutuhkan bantuan, namun dirinya meminta masyarakat tetap bersabar karena keterbatasan anggaran Pemkot sehingga bantuan dilakukan secara bertahap dengan melihat skala prioritas.

Wali Kota juga meminta para lurah untuk jeli dan cermat dalam melakukan pendataan terkait program-program bantuan.

“para lurah merupakan telinga dan mata pemerintah untuk melihat kebutuhan warga. Pendataan harus dilakukan lebih dini dan cermat agar tidak ada yang tercecer sehingga ketika anggarannya tersedia setiap usulan tersebut dapat dieksekusi oleh pemerintah sesuai  skala prioritas”, ujar sosok yang akrab disapa Jeriko ini.

Wali Kota kemudian menyambangi Kelurahan Bakunase I dan Kelurahan Fontein di Kecamatan Kota Raja. 

Wali Kota didampingi Camat Kota Raja Achrudin R. Abubakar, S.Sos, M.Si. menyerahkan kunci rumah yang telah selesai dibedah kepada Ibu Yuliana Djami di RT 09 RW 03. Yuliana  sehari-harinya bertanam sayur, hasil penjualannya yang tidak seberapa  digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 

Hadir pada kesempatan tersebut Luah Bakunase I Wilhelmus Lego Diken, S.IP. 

Di Kelurahan Fontein Wali Kota Kupang menyerahkan kunci rumah kepada mama Yane A. Uru Hue di RT 14 RW 05, seorang janda yang juga penyandang disibilitas, ia hidup dari belas kasih keluarganya yang tinggal dekat disekitar rumahnya. (PKP_jms/ML/IB).




Dandim Sikka Pimpin Patroli Malam Pelaksanaan PPKM Level IV

Maumere,mwartapedia.com — Pada hari Selasa tanggal 27 Juli 2021, Pkl. 20.00 Wita, bertempat di Lapangan Apel Mapolres Sikka, Jln. Jend. Ahmad Yani, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, telah dilaksanakan Apel Gabungan Tim Satgas Covid-19 dalam rangka Kegiatan Patroli Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV dan Jam Malam oleh tim gabungan satgas Covid-19 terdiri dari TNI/Polri dan instansi terkait di wilayah Kota Maumere – Kabupaten  Sikka dan sekitarnya. 

Kegiatan patroli gabungan oleh tim satgas Covid-19 dipimpin langsung oleh Dandim 1603/Sikka, Letkol. Inf. Muhammad Jafar didampingi Kapolres Sikka, AKBP Sajimin, S.Ik, M.H.

Dandim 1603/Sikka, Letkol. Inf. Muhammad Jafar dalam pelaksanaan apel patroli PPKM Level IV menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan penegakan PPKM Level IV di Wilayah Kabupaten Sikka merupakan tanggung jawab kita dan bukan tanggung jawab secara perorangan melainkan seluruhnya. 

“Banyak masyarakat yang belum menyadari akan penegakan protokol kesehatan dan PPKM Level IV, agar dalam pelaksanaan tetap mengedepankan persuasif dan humanis. Dalam pelaksanaan penegakan protokol kesehatan agar kita semua tetap mengedepankan keselamatan diri kita masing-masing,”ungkapnya.

Dandim Sikka memimpin pelaksaan patroli PPKM Level IV, Saat melintasi banyak ditemukan warung dan juga kios – kios yang masih melakukan aktifitas jual beli, dimana para pedangang dihimbau oleh petugas patroli satgas Covid-19 untuk segera menutup warung ataupun kios-kios dikarenakan telah melewati batas waktu yang telah ditetapkan. 

Tim patroli gabungan tetap memberikan penegasan dan himbuan yakni kepada warga untuk mentaati protokol kesehatan dan gerakan 5 M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, Mengurangi Mobilitas) dan juga PPKM Level IV dimana dihimbau untuk segala kegiatan dan aktifitas dihentikan melalui pengeras suara. (ML/JB).




Pemprov NTT Tingkatkan Kesiapsiagaan Mengantisipasi Risiko Tumpahan Minyak di Laut

Kupang,mwartapedia.com — Penelitian yang dilakukan oleh Global Ocean menegaskan, perairan Pulau Rote di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), rentan terhadap ancaman pencemaran dari tumpahan minyak terlebih dengan meningkatnya eksplorasi minyak dan gas serta aktivitas pelayaran di Kawasan perairan Laut Arafura dan Laut Timor _(Arafura and Timor Seas/ATS)._

“Perairan Pulau Rote berisiko terdampak dari kemungkinan terjadinya tumpahan minyak sehingga perlu untuk memperkuat kesiapsiagaan, pengawasan, dan pengendalian pencemaran yang melibatkan berbagai pihak,” kata Wakil Gubernur NTT Drs. Josef Nae Soi, M.M saat membuka secara daring Webinar Mitigasi dan Penanggulangan Tumpahan Minyak di Perairan Laut Timor di ruang rapat Gubernur pada Rabu, 28 Juli 2021.

Lepasnya minyak baik langsung atau tidak langsung ke lingkungan laut yang berasal dari kegiatan pelayaran, eksplorasi minyak dan gas bumi, atau kegiatan lain dapat menyebabkan kerusakan ekosistem dan kematian organisme yang merugikan masyarakat pesisir.

Untuk memberikan penyadartahuan tentang pentingnya menyiapkan rencana mitigasi dan kesigapan menanggulangi risiko bencana tumpahan minyak di NTT, terutama di Perairan Laut Timor, Pemerintah Provinsi NTT bersama Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan UNDP Indonesia menggelar webinar yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta _Oil Spill Response Limited_ (OSRL).

“Koordinasi dan respon yang cepat, tepat, dan tersinergi akan dapat memaksimalkan upaya pencegahan dan penanggulangan tumpahan minyak di laut untuk meminimalisasi kerugian masyarakat dan kerusakan lingkungan laut,” jelas Wakil Gubernur Nae Soi.

“Peran dan kontribusi perempuan pun perlu menjadi perhatian mengingat perempuan merupakan kelompok masyarakat yang paling terdampak dari kerusakan ekosistem laut,” tambahnya.

Sebelumnya Gubernur NTT telah menerbitkan Surat Keputusan Nomor 260 Tahun 2021 tentang Tim Penanggulangan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Laut di Wilayah Perairan Provinsi NTT pada awal Juli 2021 yang melibatkan unsur pemerintah daerah lintas bidang dengan pendampingan dari kementerian terkait. Inisiasi pembentukan tim tersebut didukung oleh Program Arafura & Timor Seas Ecosystem Action Phase II (ATSEA-2).




Kapolda NTT, Danrem 161/WS dan Danlanud Eltari Kembali Mendatangi Kabupaten Sikka

Kupang, mwartapedia.com — Keberangkatan Kapolda NTT bersama Danrem 161/WS dan Danlanud Eltari menuju Kabupaten Sikka ini dalam rangka kunjungan kerja. 

Rombongan Take Off dari Bandara El-Tari Kupang menuju Bandara Frans Seda Sikka menggunakan Pesawat Cassa Polri pada pukul 07:11 Wita yang bertempat di VIP Pemda Bandara El Tari Kupang, Selasa (27/07/2021).

Adapun rangkaian kegiatan rombongan Kapolda NTT, Danrem 161/WS, Danlanud Eltari dan Kabinda NTT di perkirakan tiba di bandara Frans Seda Maumere pada Pukul 07:40 Wita, kemudian rombongan menuju Polres Sikka dan melaksanakan pengecekan di Polres Sikka dilanjutkan peninjauan Vaksin dan penyekatan ke Pelabuhan dan tempat-tempat lainnya di Kabupaten Sikka demikian disampaikan oleh Humas Polda NTT Briptu Rian Bere.

Adapun nama rombongan yang mengikuti kunjungan di Kabupaten Sikka yaitu  Kapolda NTT Irjen Pol. Lotharia Latief, Danrem 161/WS Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko, S.I.P., M.M, Danlanud El Tari Kupang Marsma TNI Umar Fathurrohman, Kabinda NTT Brigjen TNI Adrianus S, Irwasda, Karo Ops, Dir Samapta, Kabid TIK dan Baur Prodok Spripim.

Tampak hadir juga pada kegiatan ini Danlantamal VII/Kupang dan staf.(Penrem/ML/IB).




Danrem 161/Wira Sakti Berikan Jam Komandan Kepada Prajurit, PNS Makorem dan Balak Aju Kodam IX/Udayana

 

Kupang,mwartapedia.com — Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko, S.I.P., M.M. memberikan Jam Komandan kepada Prajurit dan PNS Makorem 161/Wira Sakti dan Balak Aju Kodam IX/Udayana, Senin (26/07/2021) di Aula Sudirman Makorem 161/Wira Sakti.

Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko, S.I.P., M.M. memberikan tiga penekanan pada Jam Komandan tersebut yaitu Tugas Pokok, Keharmonisan Rumah tangga dan Kesehatan.

Untuk tugas pokok, Danrem mengingatkan kepada seluruh prajurit TNI dijajarannya untuk senantiasa bertindak sesuai dengan aturan dan norma hukum yang berlaku, sementara itu di dalam hubungan berkeluarga Danrem menekankan agar menjaga keharmonisan dalam rumah tangga, jalin komunikasi yang baik sehingga tercipta suasana keluarga yang rukun dan damai. 

Kemudian dalam aspek kesehatan Danrem mengingatkan agar anggota TNI harus menjaga kebugaran tubuh dengan rutin berolahraga karena tuntutan tugas sebagai anggota TNI mengharuskan kesiapan fisik yang prima yang selalu siap melaksanakan tugas kapanpun dan dimanapun. 

“Kita harus pintar-pintar membagi waktu antara kegiatan rutin dan kegiatan olahraga. Olahraga memegang peranan penting dalam menunjang pelaksanaan tugas kita sebagai anggota TNI, manfaatkan waktu yang ada dengan berolahraga,” ujar Danrem.

Hadir pada kegiatan tersebut Kasrem 161/Wira Sakti, para Kasi Kasrem161/Wira Sakti, para Dan/Kabalak Aju Kodam IX/Udayana beserta seluruh Anggota Makorem 161/Wira Sakti dan Balak Aju Kodam IX/Udayana.(Penrem/ML/IB).




Telah Tiba di Bandara Frans Seda Rombongan Kapolda NTT, Danrem 161/WS, Danlanud El Tari dan Kabinda NTT

Maumere,mwartapedia.com —  Telah tiba rombongan Kapolda NTT, Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, SH, M.Hum, Danrem 161/WS, Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko, S.I.P., M.M, Danlanud El Tari Kupang, Marsma TNI Umar Fathurrohman, S.I.P., M.Si.M.,Tr.Han, dan Kabinda NTT, Brigjen TNI Adrianus Suryo Adinugroho, S.Sos., M.Tr.Han, Selasa (27/7/2021), Pkl. 08.01 Wita, bertempat di Bandara Frans Seda Maumere, Jln. Adi Sucipto, Kelelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka,

Rombongan tiba di Bandara Frans Seda Maumere dengan menggunakan pesawat milik Kepolisian Republik Indonesia jenis tipe Cassa 212 nomor register P-4101.

Kedatangan rombongan Kapolda NTT, Danrem 161/WS, Danlanud El Tari Kupang, dan  Kabinda NTT dalam rangka meninjau secara langsung pelaksanaan kegiatan PPKM Level IV akibat dampak dari peningakatan Kasus dan Kematian Covid-19 serta pelaksanaan vaksinasi di wilayah Kabupaten Sikka.

Hadir dalam penjemputan kedatangan rombongan di Bandara Frans Seda, antara lain Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si, Palaksa Lanal Maumere, Mayor Laut (P) Samsul Bahri, Kapolres Sikka AKBP Sajimin, S.Ik, M.H, Dandim 1603/Sikka, Letkol Inf. Muhammad Jafar, Wadan Yon B Pelopor Brimob Maumere, AKP Gojal Putra Melemba, S.Ip, S.Ik, Kaperland TNI AU Maumere, Letda Adm. Mispondo.

Rombongan perangkat lainnya, Irwasda Polda NTT, Kombes Pol. Zulkifli, S.S.T., M.K., S.H., M.M, Karo Ops Polda NTT, Kombes Pol. Ulami Sudjaja S.H, Dirsamapta Polda NTT,Kombes Pol. Sudarmin, SIK, M.H, Kabid TIK Polda NTT, Kombes Pol. I Made Rasma Jemy Karang, SIK, M.Si, Adc Kapolda NTT Briptu Zulkifli dan Crew Pesawat jenis tipe Cassa nomor register P-4101 Kepolisian Republik Indonesia.

Tiba di Bandara rombongan Kapolda NTT, Danrem 161/WS, Danlanud El Tari Kupang, dan  Kabinda NTT dijemput oleh Bupati Sikka didampingi beserta pejabat Forkopimda Kabupaten Sikka menuju ke Mapolres Sikka. (ML/IB).




Pater Markus Ture,OCD Menyandang Gelar Doktor Teologi Pada IAKN

Kupang, mutiaratimur.com–  Pater Markus Ture, Biarawan Katolik dari komunitas Ordo Carmelitarum Discalceatorum (OCD) atau Ordo Karmel Tak Berkasut mengakhiri studinya di bidang Teologi pada  Institut Agama  Kristen Negeri (IAKN) Naimata,  Kupang dengan menyandang Doktor Teologi. 

Gelar doktor teologi ini akan diperoleh melalui ujian disertasi didepan para Profesor dan Doktor Penguji yang rencana akan digelar pada Hari Selasa, (27/7/2021) di Kampus IAKN.

Demikian rilis persiapan ujian Doktoral,  P. Markus Ture, OCD yang diperoleh tim media ini pada Senin (26/7/2021).

Digambarkannya, untuk menyandang gelar tersebut akan dilalui dengan presentasi hasil karya penelitian selama studi.  yang dilakukannya di kampung Bhela, Ladolima Utara, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Flores.

” Ya sesuai mekanisme proses studi formal untuk mencapai S3 atau gelar doktor tulisan disertasi wajib hukumnya dipertanggungjawabkan dalam ujian. Proses pertanggungjawaban disertasi akan kami lakukan dihadapan para guru besar melalui pesentasi hasil penelitian kualitatif dengan judul: KESATUAN DALAM FEDHI LEGI PERSPEKTIF INJIL YOHANES, ” ungkap Pater Markus dirilisnya.

Biarawan OCD Kupang itu menguraikan kajian disertasinya berdasarkan judul tersebut seperti berikut.

“Kami menggunakan kajian baru, yaitu antropologi eksegetis di bawah terang Injil Yohanes 17:20-23, untuk menganalisis Fedhi Legi, terkhusus pada tema kesatuan. Sebagaimana lazim dalam karya eksegese, peneliti menarik keluar makna tersembunyi dalamnya fedhi melalui berbagai tahapan analisis,” tulis beliau.

Dalam uraian analisis, Doktor Markus Ture memaparkan beberapa analisis karyanya itu.

“Ada  analisis konteks dan historis yang mengaplikasikan  pendekatan emik dalam antropologi. Ada analisis struktural teks, morfologis dan semantikal, gramatikal dan leksikal serta juga analisis symbol dan metafora,”ulasnya.

Menurut Pater Markus,  dengan jalan atau metodologi ini peneliti  memberi simpulan bahwa ada korelasi makna, kemiripan tema, sinonimitas simbol, kekayaan teknik ekspresi dan sangat banyak elemen menarik dalam doa Yesus yang terlihat dalam fedhi legi  mencerminkan pandangan teologi, antropologi dan kosmologi yang mendalam. Semakin difokuskan pada ananlisis tema kesatuan, peneliti menampilkan konklusi multi dimensi, sebagai eksplisitasi kedalaman nilai untuk diwariskan dan dikembangkan demi keharmonisan hidup umat manusia, baik lokal maupun global. 

Lebih jauh Pater Doktor Teologi asal Mundemi, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Flores itu menjelaskan, “Analisis atas ajektif numerikal ἓν (dari ἵνα πάντες ἓν ὦσιν) dalam konsep Yunani dan esa (dari kolo sa toko dan tali sa tebu) dalam pemahaman masyarakat adat Bhela serta seluruh analisis atas konsep dan simbolisasi verbal dan tata aksi dalam doa Yesus serta fedhi legi kini dideskripsikan dalam dimensi-dimensi. Ada 6 dimensi  hasil refleksinya sebagai peneliti atas  kajian atau analisa data dan fakta secara antropologi eksegetis yang berhubungan dengan persatuan dan kesatuan, seperti diekspresikan dalam fedhi legi dan doa Yesus.”

Dijelaskannya pula, dengan ini enam dimensi eksegetis sebagai metode penemuan makna atas konsep dalam fedhi dan doa Yesus mencapai sasarannya.

Aplikasi dimensi eksegetis dalam penggalian dan penemuan makna tutur, dan tindakan semakin berdaya guna atau efektif, ketika ruang refleksi budi mampu membangun dan menyusun kebaruan konsep di atas pilar fakta dan data-data.

Sebagai peneliti dari disertasinya Pater Markus merilis bagian berikut sebagai kebaruan konsep yang ditawarkannya dan implementasi refleksi atas doa Yesus dan fedhi legi.

Dalam konteks ini, Pater sebagai peneliti menggambarkan dimensi-dimensi itu sebagai berikut: 

Pertama, Dimensi Teologis. Dimensi Teologis di sini tidak dimaksudkan untuk membuktikan eksistensi Yang Ilahi, karena dengan memanjatkan doa kepadaNya, tampak jelas keyakinan akan eksistensi Yang Ilahi, baik oleh Yesus maupun masyarakat Bhela.

Dalam tataran diskursus teologi, kesatuan memiliki ciri khasnya bahwa  kesatuan itu berasal dari Allah, terjadi di dalam dan dengan Allah, bermodelkan pada Allah, dan merupakan  anugerah kepada manusia. Kesatuan itu menjadi kesaksian bagi keberlanjutan kehidupan komunitas.

Dijelaskan lebih lanjut, bahwa dalam fedhi legi, Eksistensi kesatuan ilahi sangat eviden dalam balutan metafora dan paralelisme membrorum fedhi legi yang mengindikasikan dimensi kesatuan ilahi sebagai Allah yang melingkupi. Ini nyata dalam ungkapan Dewa Yeta-Gaè Yale, Miu ta mata ulu, eè loè, atau juga meya papa daa (living in the light) dan “miu mutu sai mumu, miu pebhu sai seyu” yang berarti kamu bicarakanlah bersama, sepakatlah dalam kata. Dengan partikel komparatif καθώς dalam doa Yesus, dan partikel teknis examplaritas: bhila dalam fedhi legi, mau ditampilakn bahwa  kesatuan itu bersumber dan bermodelkan pada yang ilahi. Dalam tataran teologis, karakteristik kesatuan ilahi  mencakup kesatuan dalam cinta, kesatuan dalam kehendak, kesatuan dalam kemuliaan, kesatuan dalam pengetahuan dan kesatuan dalam misi. 

Kedua, Dimensi Antropologis. Dalam doa yang dipanjatkan Yesus dengan harapan akan kesatuan para muridNya sungguh  menyiratkan karakteristik antropologis yang kaya, teristimewa menyangkut relasiNya yang bersifat vertikal dan horisontal, mengarah kepada Yang Ilahi juga yang insani. Karakteristik relasi dua arah ini juga terkandung dalam fedhi legi pada masyarakat Bhela. Di dalam kedua doa dengan nilai kesatuan yang solid, yang mengarah pada yang ilahi di dalam kenyataan insani serta berorientasi antisipatoris yaitu mengantisipasi masa depan dengan persiapan masa kini.

Ketiga, Dimensi Sosiologis. Menurut Doktor Markus, doa manusia sebagai salah satu bentuk komunikasi dengan Yang Ilahi juga mengekspresikan ciri khas sosialitas manusia. Dalam konteks doa Yesus untuk kesatuan para muridNya, serta harapan akan kolo sa toko, tali sa tebu dalam fedhi legi di Bhela, tereksplisit dimensi sosiologis yang kental. Dimensi ini berhubungan erat dengan persekutuan, keharmonisan, dan kesatuan sebagai praksis iman yang didoakan. Beberapa elemen konstitutif yang membentuk dan menjamin kelangsungan relasi sosial manusia adalah kebenaran, keadilan, kejujuran, kepedulian dan kasih. 

Keempat, Dimensi Kosmologis. Dimensi kosmologis dengan mereferensi dari pandangan P. Dr. Gregor Neonbasu SVD, bahwa fakta pentingnya keharmonisan kosmologis merupakan keharmonisan relasi dalam tataran kosmologis sungguh bersifat integral, yang mencakup makro kosmos dan mikro kosmos. Kunci keharmonisan kosmologi adalah menjaga keharmonisan relasi dengan alam, sesama dan dengan Yang Ilahi.

Kelima, Dimensi Eskatologis. Dimensi eskatologis ini menyangkut iman dan harapan akan kehidupan yang berlanjut setelah kehidupan di dunia sekarang ini. Kesatuan yang dimohonkan Yesus tidak hanya menyangkut realitas hidup di dunia ini, melainkan semoga terpenuhi secara paripurna dalam Bapa yang kekal, (Yoh 17:24). 

Di dalam fedhi legi, para leluhur Bhela diyakini meya papa daa (tinggal di terang) di Saò Eda, yaitu rumah untuk mengenangkan terang. Kelanjutan hidup manusia adalah bahwa mereka akan tinggal di terang di rumah terang.

Keenam, Dimensi Soteriologis. Kajian soteriologis atas Injil Yohanes  dan fedhi legi memperlihatkan, bahwa keselamatan itu berasal dari Allah. Cakupan keselamatan itu berkarakter hoslistik dan integral, lahiriah dan bathiniah atau material dan spiritual. Menyangkut waktu, keselamatan itu mulai sekarang dan terus berlangsung di masa depan. Menyangkut tempat, keselamatan itu diharapkan terjadi di segala tempat kehidupan. (ML/IB)




PPKM Kurang Efektif, Direktur Bakornas LKMI PB HMI: Pemerintah Perlu Solusi Jitu Untuk Tangani Lonjakan Covid-19

 

JAKARTA ,mwartapedia.com — Kebijakan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Pulau Jawa dan Bali tidak efektif menekan penyebaran Covid-19, bahkan daerah luar Jawa pun sudah mulai mengalami peningkatan yang drastis pasien terinfeksi Covid-19. 

Sejak pelaksanaan PPKM Darurat mulai 3 – 20 Juli dilanjutkan PPKM Level 4 hingga 25 Juli 2021, pemerintah memasang target kasus harian turun menjadi paling tidak 10.000 kasus. Akan tetapi rencana ini jauh dari harapan.

PPKM Darurat telah berlaku di wilayah Jawa dan Bali. Di sisi lain beberapa pihak menyatakan PPKM Darurat akan sia-sia bila penerbangan internasional dari luar negeri menuju Indonesia masih dibuka.

“kita sudah dapat melihat bahwa kebijakan pemerintah menerapkan PPKM gagal total, buktinya hingga hari ini masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, disamping itu lonjakan pasien terkonfirmasi positif dan pasien yang meninggal akibat Covid-19 terus mengalami kenaikan dan diperburuk lagi karena penerbangan internasional masih saja dibuka,” ujar dr. Fachrurrozy Basalamah selaku Dir Bakornas LKMI PB HMI, Senin (27/07/2021).

Lebih lanjut Ia sampaikan Indonesia harus tegas dalam penanganan Covid-19. Masih dibukanya pintu masuk internasional pada masa PPKM Darurat saat ini menjadi salah satu inkonsistensi pemerintah dalam menerapkan kebijakan. 

“Menutup pintu perjalanan internasional merupakan hal penting dalam mencegah masuknya varian baru virus corona yang telah berkembang di Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, Katanya kesemrawutan data bantuan sosial (Bansos) mewarnai buruknya penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Sudah satu tahun pandemi ini menyerang kita semua namun penyaluran dana bansos masih tidak efektif selama pandemi ini. Data yang semrawut membuat sasaran penerima bansos tumpang tindih. Apalagi pemerintah memiliki skema bantuan yang bermacam-macam, seperti berbentuk dana tunai dan barang (sembako),” jelasnya.

Direktur Bakornas LKMI PB HMI pun mengatakan bahwa Pemerintah mendapatkan rapor merah dalam penanganan Covid-19 ini mulai dari kurang siapnya pemerintah Indonesia dalam menghadapi pandemi COVID-19, kebijakan yang kurang tegas, target vaksinasi masih jauh dari apa yang diharapkan hingga penyaluran dana bansos yang kurang efektif

“Mungkin pemerintah sudah bingung formulasi apa lagi yang mereka harus keluarkan untuk menekan tingginya kasus Covid-19 di Indonesia. Persoalannya apapun nama kebijakan yang dikeluarkan pemerintah baik itu PSBB, karantina wilayah hingga PPKM tidak membuat kita keluar dari pandemi Covid-19 karena kebijakan-kebijakan tersebut masih memiliki banyak kekurangan,” tambah dr. Fachrurrozy Basalamah.

Dr. Fachrurrozy Basalamah memberikan masukan bahwa jika pemerintah masih tetap memperpanjang PPKM, harusnya pemerintah juga tegas dan berani untuk menutup penerbangan Internasional selama PPKM ini di terapkan, selain itu pemerintah harus membiayai para masyarakat yang kurang mampu yang terkana dampak dari pandemi ini, agar mereka masih bisa hidup dan tetap dirumah.

“Karena kurang efektifnya pembagian dana bansos membuat masyarakat kurang mampu harus tetap keluar rumah untuk dapat mencari uang agar keluarganya masih bisa bertahan ditengah kondisi ini, oleh karena itu pemerintah harus siap membantu masyarakat yang terkana dampak dari pandemi ini,” tutupnya. (Zaki)