Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Pemkot Kupang Gelar Kerja Bakti Massal

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni, Wali Kota Kupang dr. Cristian Widodo menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkup Pemerintah Kota Kupang untuk melaksanakan kegiatan kerja bakti massal pada Kamis pagi (5/6), mulai pukul 07.00 hingga 08.30 WITA.

Instruksi tersebut disampaikan melalui rilis resmi di grup WhatsApp Pemerintah Kota Kupang, yang mengatur pelaksanaan kerja bakti di sejumlah titik jalan utama sesuai dengan pembagian lokasi yang telah ditentukan.

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan perangkat daerah, tetapi juga seluruh camat dan lurah se-Kota Kupang, Direktur RSUD S.K. Lerik, Kepala UPT SD dan SMP, serta Direktur Perusahaan Umum Daerah Kota Kupang. Seluruh ASN, PTT, pelajar, mahasiswa, dan warga juga diwajibkan untuk turut serta dalam kegiatan gotong royong tersebut.

Menindaklanjuti instruksi ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Okto Naitboho, menyatakan pihaknya telah mengarahkan seluruh kepala sekolah dari jenjang TK hingga SMP, baik negeri maupun swasta, untuk menggelar kerja bakti di lingkungan satuan pendidikan masing-masing.

“Kami sudah menghimbau semua kepala sekolah, baik negeri maupun swasta dari TK sampai SMP, untuk mulai besok melaksanakan kerja bakti massal di area sekolah masing-masing, dengan radius 100 meter, guna memungut dan memilah sampah sesuai jenisnya,” jelas Okto.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung perlindungan lingkungan agar tetap bersih, sehat, dan indah, terutama di lingkungan sekolah.

Diharapkan, kerja bakti ini dapat menumbuhkan kesadaran di kalangan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah, akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama menjaga bumi, dimulai dari lingkungan sekitar.

(goe)




Program Bangun Karya Resmi Ditutup: Kolaborasi BPOM, Pemprov NTT, dan Bentoel Group Perkuat UMKM Daerah

 

Kupang nwartapedia.com  –  Program Bangun Karya, hasil kolaborasi antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bentoel Group, resmi ditutup dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kupang.

Program yang merupakan bagian dari kampanye keberlanjutan Bangun Bangsa ini telah berjalan sejak Mei 2024 dan berhasil memberikan pendampingan intensif kepada 10 pelaku UMKM di sektor pangan olahan, kosmetik, dan obat tradisional.

UMKM binaan tersebar di empat kabupaten/kota prioritas: Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, dan Alor.

Salah satu capaian utama dari program ini adalah pembangunan rumah produksi sesuai standar Good Manufacturing Practices (GMP), yang mempercepat proses perizinan dari BPOM RI. Selain itu, lebih dari 300 warga dan pelaku usaha mikro telah mendapatkan edukasi tentang penerapan praktik produksi yang baik.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi sektor swasta dan regulator nasional dalam penguatan ekonomi lokal.

“Program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat mampu menjawab tantangan konkret di lapangan. Kita mulai dari desa, dari pelaku UMKM kecil, untuk membangun NTT yang berdaya saing dan siap menghadapi pasar global,” ujar Gubernur Melki.

“Semangat ini sejalan dengan program One Village, One Product (OVOP) yang baru kami luncurkan sebagai bagian dari transformasi ekonomi desa.”

Plh. Kepala BPOM RI, Irjen Pol. Dr. Jayadi, menegaskan bahwa lembaganya berkomitmen mendorong pelaku usaha kecil untuk patuh terhadap regulasi, sekaligus tumbuh secara berkelanjutan.

“Legalitas bukan hanya soal izin, tapi juga jaminan mutu bagi masyarakat. BPOM sangat mendukung inisiatif seperti Bangun Karya yang mampu meningkatkan kapasitas UMKM secara nyata,” ujarnya.

Sementara itu, Head of Corporate and Regulatory Affairs Bentoel Group, Dian Widyanarti, menyampaikan bahwa keterlibatan sektor industri dalam pembangunan UMKM adalah bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan.

 “Melalui Bangun Karya, kami ingin memastikan bahwa pelaku UMKM di wilayah seperti Nusa Tenggara Timur memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang. Program ini kami rancang tidak hanya untuk mendidik, tetapi juga membekali secara praktis, termasuk pendampingan fasilitas produksi sesuai standar BPOM,” tutur Dian.

Ia juga menyampaikan harapan agar pemerintah terus mendukung keberlanjutan industri tembakau yang menurutnya memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi nasional, penyerapan tenaga kerja, serta pengembangan ekonomi kerakyatan.

Acara penutupan diwarnai dengan penayangan dokumentasi perjalanan program, pemberian apresiasi kepada 10 UMKM terbaik, serta sesi ramah tamah antara para pemangku kepentingan. Program Bangun Karya diharapkan dapat menjadi model kolaborasi lintas sektor dalam pemberdayaan UMKM berbasis inovasi dan regulasi di berbagai daerah Indonesia. (MI)




Gubernur NTT: Bangun Karya Jadi Contoh Kolaborasi UMkM, Saatnya NTT Produksi dan Konsumsi Sendiri

 

Kupang,nwartapedia.com  – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pemberdayaan UMKM lokal, dalam sambutannya pada acara penutupan Program Bangun Karya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Plh. Kepala BPOM RI Irjen Pol. Dr. Jayadi, jajaran Pemprov NTT, Bupati Alor, TTS, TTU, Kabupaten Kupang, Sekda Kota Kupang, serta berbagai pemangku kepentingan daerah dan nasional.

Gubernur Melki menyampaikan bahwa ide awal program ini sudah ia dorong sejak masih menjadi anggota DPR RI. Kini sebagai gubernur, ia merasa bersyukur karena sinergi antara BPOM RI, Pemprov NTT, dan Bentoel Group berhasil diwujudkan dan memberikan dampak konkret bagi penguatan UMKM di daerah.

“60% dari PDB nasional berasal dari UMKM, dan mereka menyerap 97% tenaga kerja Indonesia. Ini luar biasa. UMKM tetap jalan, meski terkendala infrastruktur, regulasi, akses permodalan, dan SDM,” ungkap Gubernur Melki.

Ia menyebut bahwa program ini hanyalah awal. Dengan dukungan pemerintah pusat dan kepala daerah, ia optimis bahwa inisiatif serupa akan diperluas, termasuk dalam sektor air minum dalam kemasan, produk lokal, dan pangan olahan.

 “Kami ingin setiap kabupaten punya produk air minum sendiri. Daripada beli dari luar, lebih baik produksi sendiri, pakai sendiri. Kalau perlu, kita dirikan pabrik plastik di sini,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Gubernur juga mengungkap fakta menarik dari data Bank Indonesia bahwa NTT mengalami defisit perdagangan hingga Rp51 triliun karena konsumsi barang dari luar. Namun, menurutnya, angka ini justru membuka peluang substitusi produk dari dalam NTT sendiri.

 “Air mineral, makanan, kosmetik, obat tradisional—semua bisa kita produksi di sini. Kita bisa ambil 10% saja dari nilai impor barang itu, putar Rp5 triliun ke ekonomi lokal. Itu sudah sangat berdampak,” jelasnya.

Gubernur Melki juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan pertama 2025 justru meningkat meski ada efisiensi belanja publik, berkat pertumbuhan sektor pertanian dan usaha lokal. Ia menyebutnya sebagai bukti bahwa ekonomi rakyat bisa tumbuh tanpa hanya bergantung pada belanja pemerintah.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa Bank NTT akan menyalurkan tambahan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp1 triliun yang akan disalurkan ke UMKM daerah untuk mendukung program One Village, One Product (OVOP) yang baru saja diluncurkan. Pendampingan akan terus dilakukan untuk menghindari kredit macet.

“Kita pastikan semua desa dan kelurahan punya produk unggulan. Jangan lagi kita tergantung dari luar. Kita produksi sendiri, beli sendiri, dan pakai sendiri. Itu ekonomi berdaulat,” tegas Gubernur.

Program Bangun Karya sendiri telah mendampingi 10 UMKM terpilih di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU, dan Alor, dan membangun rumah produksi berstandar BPOM. Selain itu, lebih dari 300 warga telah mendapatkan edukasi soal keamanan produk dan regulasi usaha.

Acara penutupan turut dimeriahkan dengan pameran produk, penyerahan penghargaan kepada UMKM, serta diskusi ringan antara peserta dan tokoh lintas sektor. (MI)




BPJS Kesehatan Kupang Sosialisasikan Program JKN Berkualitas demi Indonesia Sehat

 

Kupang,nwartapedia.com  — BPJS Kesehatan Cabang Kupang menggelar kegiatan Media Gathering dengan tema “JKN untuk Semua: BPJS Kesehatan Berkualitas Wujudkan Indonesia Semakin Sehat” yang berlangsung di Aula Kantor BPJS Kesehatan Kupang, Rabu (4/6/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang, Ario Trisaksono, dan dihadiri oleh perwakilan media massa lokal.

Dalam paparannya, Ario menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam mendukung keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Program JKN adalah bentuk gotong royong sesama peserta. Ketika satu orang sakit, maka biaya perawatannya dibantu oleh ribuan peserta aktif lainnya. Itulah esensi solidaritas sosial yang menjadi dasar program ini,” jelas Ario.

Ario juga menjelaskan bahwa berdasarkan regulasi yang berlaku, termasuk Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018, pemberi kerja memiliki kewajiban mendaftarkan seluruh pekerjanya ke dalam program JKN dan membayar iuran sesuai ketentuan.

“Kami mengingatkan kepada pemberi kerja untuk tidak hanya memotong gaji karyawan, tetapi juga menyalurkan iurannya ke BPJS Kesehatan. Hal ini penting agar peserta bisa tetap mendapatkan layanan kesehatan saat dibutuhkan,” tambahnya.

Selain menjelaskan struktur pembiayaan, Ario juga memaparkan berbagai kemudahan yang kini tersedia bagi peserta, seperti fitur pindah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) secara daring melalui aplikasi Mobile JKN, serta program cicilan tunggakan iuran bagi peserta mandiri.

BPJS Kesehatan juga menyediakan bantuan berupa penggantian alat bantu kesehatan seperti kacamata, alat bantu dengar, dan gigi tiruan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam sesi tanya jawab, Ario menegaskan bahwa BPJS Kesehatan terus memperbaiki kanal pengaduan dan respons terhadap keluhan peserta.

Ia meminta masyarakat untuk segera melaporkan setiap kendala layanan agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Kami tidak bisa bertindak jika laporan tidak masuk ke sistem kami. Maka kami minta bantuan masyarakat agar proaktif,” tegasnya.

Melalui Media Gathering ini, BPJS Kesehatan juga berharap bisa menjalin sinergi dengan insan pers dalam menyebarluaskan informasi yang benar tentang program JKN kepada masyarakat.

“Kami berharap teman-teman media dapat menjadi mitra strategis dalam mendidik masyarakat agar memahami hak dan kewajiban mereka sebagai peserta JKN,” tutup Ario.




Inflasi NTT Mei 2025 Terkendali, Kota Kupang Terendah dan TTS Tertinggi

 

Kupang,nwartapedia.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur merilis data resmi inflasi untuk bulan Mei 2025 dalam konferensi pers yang berlangsung di Aula Kantor BPS NTT, Senin (2/6).

Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, menyampaikan bahwa inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) di Provinsi NTT tercatat sebesar 1,60 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,63.

Dalam paparannya, Matamira menjelaskan bahwa Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mencatat inflasi tertinggi sebesar 3,59 persen (IHK 109,78), sedangkan Kota Kupang mengalami inflasi terendah yakni 0,71 persen (IHK 106,56).

“Secara umum, tingkat inflasi di NTT pada Mei 2025 masih terkendali. Namun, tetap perlu perhatian terhadap beberapa komponen yang menunjukkan tekanan harga signifikan,” ujar Matamira.

Inflasi y-on-y Mei 2025 dipicu oleh naiknya harga pada 9 dari 11 kelompok pengeluaran utama.

Kenaikan tertinggi terjadi pada:

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,46 persen

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,57 persen

Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,00 persen

Kelompok pendidikan sebesar 1,46 persen

Kelompok kesehatan sebesar 1,05 persen

Kelompok lain yang juga mengalami peningkatan meski lebih rendah adalah:

Pakaian dan alas kaki (0,58%)

Perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,36%)

Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0,09%)

Rekreasi, olahraga, dan budaya (0,08%)

Sementara itu, dua kelompok mencatat penurunan harga, yaitu Transportasi mengalami deflasi sebesar 0,42 persen dan Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun sebesar 0,18 persen

Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat bahwa NTT mengalami deflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,40 persen pada Mei 2025.

Namun secara kumulatif sejak Januari, Provinsi ini mencatat inflasi year-to-date (y-to-d) sebesar 1,16 persen.

Matamira menegaskan bahwa data ini penting sebagai landasan evaluasi dan pengambilan kebijakan, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat diperlukan agar tekanan inflasi tetap dapat dikendalikan, terutama menjelang periode konsumsi tinggi,” pungkasnya. (MI)




Bupati Kupang Resmi Tutup Ajang Offroad KAT-Sejahtera Land 2025

 

Kupang, nwartapedia.com — Ajang offroad bergengsi “KAT-Sejahtera Land Offroad Competition 2025” resmi ditutup pada Minggu (25/1/2025) oleh Bupati Kupang, Yosef Lede, yang hadir langsung untuk menyerahkan Piala Bupati Kupang kepada para pemenang.

Penutupan ini menjadi puncak dari tiga hari kompetisi penuh tantangan, semangat, dan antusiasme masyarakat yang luar biasa.

Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan yang berlangsung aman dan lancar.

“Tiga hari ini, puji Tuhan, saya dengar tidak ada kecelakaan atau tawuran. Semua berjalan dengan baik semata-mata karena kemurahan Tuhan,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah dari peserta dan masyarakat yang memadati arena offroad.

Bupati juga memberikan apresiasi khusus kepada panitia penyelenggara, termasuk Bobby Lianto yang berperan besar sebagai tokoh penggerak kegiatan ini.

Menurutnya, ajang seperti ini bukan hanya sebatas olahraga, melainkan juga hiburan masyarakat dan penggerak ekonomi lokal.

“Di Kabupaten Kupang, hiburan sangat ditunggu. Saya lihat dengan kejuaraan ini, UMKM hidup, ekonomi bergerak, dan masyarakat bersukacita. Ini hiburan luar biasa,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati Yosef menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang dalam mendukung kegiatan serupa di masa depan.

Ia bahkan menyebut agenda olahraga lainnya seperti road race dan grasstrack yang akan digelar dalam waktu dekat.

“Kalau ditanya apakah saya, Bupati Kupang, mendukung kegiatan seperti ini? Saya jawab: mau bikin berapa kali pun, kita siap,” tegasnya.

Penutupan ajang ini sekaligus menjadi bukti bahwa Kabupaten Kupang siap menjadi tuan rumah berbagai event olahraga berskala besar.

Menurut Bupati, keberhasilan kompetisi ini bisa menjadi tolok ukur penyelenggaraan event otomotif lainnya.

“Ini bisa jadi barometer. Hadiahnya besar, penyelenggaraannya sukses, dan pesertanya pecahkan rekor,” ujarnya.

Kegiatan yang mendapat pengamanan ketat dari pihak kepolisian ini juga turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, perwakilan dari Timor Leste, dan komunitas offroader dari berbagai daerah.

Bupati menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak, termasuk kemungkinan kerja sama internasional ke depannya.

“Saya yakin ini bukan yang terakhir. Semoga ke depan kita bisa lebih besar, lebih ramai, dan lebih berdampak,” tutupnya sembari meresmikan penutupan Kejuaraan Offroad KAT-Sejahtera Land 2025.

Sementara itu, tokoh otomotif NTT sekaligus Dewan Pembina Offroad KAT-Sejahtera Land, Bobby Lianto, juga menyampaikan rasa bangganya atas kelancaran dan kesuksesan acara ini.

“Hari ini merupakan kehormatan bagi kita semua karena Piala Bupati Kupang bisa diserahkan langsung oleh Bapak Bupati sendiri. Ini dukungan luar biasa dari pemerintah daerah,” ujar Bobby.

Ia juga menyoroti antusiasme generasi muda dalam dunia offroad. Salah satunya adalah Rivan, offroader muda yang tampil menonjol dalam kompetisi ini.

“Saya senang melihat anak-anak muda mulai terlibat. Kami dari pembina siap mendukung penuh. Mau buat sirkuit baru? Alat berat kami siapkan, tanpa biaya. Event rutin? Kami siap bantu pembiayaan,” ungkap Bobby dengan penuh semangat.

“Tidak ada insiden besar. Mobil terbalik adalah bagian dari serunya offroad. Tapi semua tetap aman, semua luar biasa. Terima kasih kepada semua panitia dan offroader atas sportivitas dan semangat tinggi,” pungkas Bobby Lianto. (MI)




Ribuan Umat Paroki Kolhua Kota Kupang Menutup Bulan Maria Dengan Perarakan dan Misa.

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Ribuan umat Katolik Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua Keuskupan Agung Kupang berjubel penuh khidmat dan sukacita, menutup Bulan Maria melalui prosesi mengarak Arca Bunda Maria menuju tempat perayaan misa penutupan Bulan Maria Sabtu sore, 31 Mei 2025.

Prosesi diawali dengan arak-arakan kendaraan roda dua dan empat diikuti mobil yang membawa Patung Bunda Maria yang telah dihiasi kain tenunan adat dari Kapela Santo Agustinus Bello menuju gua Maria di Kapela Santo Paulus Bello dengan menempuh jarak sekitar tiga (3) km.

Beberapa ratus meter sebelum tiba di tempat ditahtahkan, ribuan umat sudah menunggu dalam khusuk berdoa.

Di sana Arca Bunda Maria diturunkan dari mobil pick up kemudian diusung oleh tidak lebih dari sepuluh orang bapak berbusana adat, mengusung Arca Bunda Maria diiringi lantuman lagu Maria dan doa khusuk menuju Kapela Santu Paulus untuk dilakukan Misa penutupan Bulan Rosario.

Dalam barisan perarakan itu, selain umat amam juga turut berbaur bersama umat para Suster, frater dan Pastor Paroki santo Fransiskus Assisi Kolhua RD Dus Bone dan Pastor rekan RD Toni Kobesi bersama Ketua DPP Adrianus Ceme juga Ketua Stasi Bello Don Manehat yang dikawal ketat Anggota Babinkamtibmas Kelurahan Bello dari Polsek Maulafa Kota Kupang 

RD Dus Bone diawal perayaan misa menyatakan devosi terhadap Bunda Maria boleh dibilang penuh sukacita berawal dari melantumkan doa bersama di Gua Maria Oebello di awal Bulan Mei 2025 hingga menutup peryaan bersama di gua Maria Bello. 

“Dari Oebelo menuju Bello menimba air kehidupan iman bersama Bunda Maria paling tidak itulah perjalan iman bersama Bunda Maria umat Separoki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua dalam memaknai bulan Maria 2025 selain saling mengunjungi berdoa dari rumah ke rumah,” ucap Romo Dus 

Sementara itu Romo Toni Kobesi pastor rekan Paroki Fransiskus Assisi Kolhua dalam kotbahnya juga menyinggung soal peran besar Bunda Maria dalam kehidupan iman Katolik.

Bunda Maria sejak awal menanggapi tawaran Allah dengan kesetian, ketaatan, ketekunan serta kerendahan hati untuk menerima kehendak Allah mengandung dan melahirkan Sang Penebus Yesus Kristus, 

“Ada ungkapan bahwa, surga ada di telapak kaki ibu, bila demikian bagaimana dengan doannya, sehingga, penghormatan terhadap Bunda Maria bagi Iman Katolik tidak terlepas dari penghormatan kepada Yesus Kristus. Per Mariam Ad Jesum Kepada Yesus dengan Perantaraan Maria, kita menuju Yesus melalui Bunda Maria,” ujar RD Toni.

Ketua Stasi Santo Agustinus Bello Donatus Manehat mengatakan, Umat Katolik menghormati Bunda Maria dan melakukan devosi dengan berdoa kepada-Nya, seperti berdoa Rosario, ziarah ke tempat suci Maria, dan meneladani hidup Bunda Maria, semua ini dilakukan dengan tujuan untuk lebih mendekatkan diri kepada Yesus melalui Bunda Maria.

“Ad Jesum per Mariam merupakan ungkapan Latin yang berarti “Melalui Maria, kita sampai pada Yesus, ungkapan ini menekankan peran Bunda Maria sebagai jalan atau media yang digunakan untuk mencapai Yesus,” ungkap Manehat. Usai perayaan misa, unat bersama mendaraskan doa Novena Roh Kudus..(goe)




100 Hari Kepemimpinan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang Dinilai Sukses Bangun Kepercayaan Publik

 

Kupang,nwartapedia.com  — Pakar politik Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, menilai bahwa dalam 100 hari masa kerja pertama, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Francis telah menunjukkan konsolidasi kepemimpinan yang baik dan diterima secara positif oleh publik.

Dalam keterangannya kepada media ini, Minggu (1/6), Dr. Ahmad Atang menyebut bahwa langkah awal kedua pemimpin muda ini merupakan starting point yang penting dalam membangun kepercayaan publik.

“Dua figur anak muda ini sempat diragukan kapasitasnya dalam memimpin kota multikultur seperti Kupang. Namun, geliat 100 hari kerja mereka justru menunjukkan komitmen kuat untuk perubahan,” ujarnya.

Beberapa program prioritas seperti penanganan sampah, perbaikan infrastruktur, pemberdayaan UMKM, hingga penataan birokrasi menjadi indikator awal keseriusan dan arah kebijakan mereka ke depan.

Lebih lanjut, Dr. Atang menyoroti enam karakteristik kepemimpinan yang menonjol dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang:

1. Kemampuan Komunikasi Publik yang Baik. Keduanya mampu membangun komunikasi yang efektif dengan publik, terlihat dari gerakan masif seperti “Kupang Bersih” yang melibatkan banyak elemen masyarakat.

2. Kemampuan Relasi Sosial yang Kuat.
Gaya kepemimpinan mereka bersifat merakyat dan inklusif. “Mereka tidak membangun sekat, justru turun langsung dan berbaur dengan semua kalangan,” kata Dr. Atang.

3. Kesantunan dalam Interaksi Sosial
Meski menjabat sebagai pimpinan daerah, Christian dan Serena tetap menunjukkan keadaban publik, menghormati yang tua, dan menyayangi yang muda, tanpa sikap arogan atau elitis.

4. Kepekaan Sosial yang Tinggi
Respons cepat terhadap masalah sosial menjadi ciri khas keduanya. Mereka aktif hadir dalam berbagai situasi, dari kedukaan hingga kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

5. Ketegasan dan Kewibawaan
Dalam hal prinsip, keduanya dikenal tegas, namun tetap terbuka untuk berdialog dalam persoalan teknis. Hal ini menunjukkan kematangan dalam mengelola roda pemerintahan.

6. Penampilan yang Rapi dan Adaptif
Di ruang-ruang formal, keduanya tampil elegan dan profesional. Namun, dalam kegiatan informal, mereka tidak ragu tampil sederhana dan membaur, bahkan dengan kaus oblong dan sandal jepit.

Menurut Dr. Ahmad Atang, kombinasi gaya kepemimpinan seperti ini menjadi modal penting bagi Christian Widodo dan Serena Francis untuk melanjutkan kepemimpinan yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Jika pola ini konsisten dijaga, maka dalam lima tahun ke depan, Kupang akan mengalami transformasi signifikan baik dalam tata kelola pemerintahan maupun pembangunan sosial,” pungkasnya. (MI).




Ferdy Hasiman: 100 Hari Kerja Wali Kota Kupang Tunjukkan Reformasi Birokrasi dan Responsivitas Tinggi

 

Kupang,nwartapedia.com  — Pengamat Ekonomi dan Politik Nasional, Ferdy Hasiman, memberikan penilaian positif terhadap kinerja 100 hari pertama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang.

Dalam pernyataannya kepada media ini pada Sabtu (31/5), Ferdi menyebut kepemimpinan saat ini lebih progresif dibandingkan periode sebelumnya, terutama dalam hal penanganan sampah, reformasi birokrasi, dan percepatan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Dalam 100 hari pertama, saya melihat langkah-langkah Wali Kota Kupang sangat konkret dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu persoalan krusial yang ditangani dengan serius adalah sampah, yang selama ini menjadi keluhan harian warga. Walaupun belum sepenuhnya tuntas, upaya yang dilakukan sangat nyata dan patut diapresiasi,” ujar Ferdy.

Lebih lanjut, Ferdy menilai langkah Wali Kota dalam mendorong percepatan pengangkatan tenaga P3K sebagai terobosan penting dalam tata kelola pemerintahan.

Kota Kupang, menurutnya, menjadi daerah pertama di Indonesia yang secara resmi mengangkat 1.747 tenaga P3K, melampaui jadwal nasional yang semula direncanakan pada bulan Juni.

“Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan lobi dan negosiasi yang luar biasa dengan pemerintah pusat. Di tengah kebutuhan masyarakat akan pekerjaan dan penghasilan, Wali Kota menunjukkan keberpihakan yang nyata dengan mengambil langkah lebih cepat dan tepat,” katanya.

 

Ferdy juga menyoroti pendekatan kepemimpinan yang humanis dan profesional.

Ia menilai penempatan pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota Kupang dilakukan secara selektif dan berdasarkan kompetensi, bukan atas dasar kepentingan politik.

“Pak Wali Kota berkomitmen menempatkan birokrat yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik. Ini merupakan fondasi penting dalam menciptakan birokrasi yang bersih dan responsif,” tambahnya.

Koordinasi lintas lembaga juga menjadi perhatian Ferdy. Ia menilai hubungan antara Wali Kota dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur serta DPRD Kota Kupang terjalin dengan sangat baik dalam 100 hari terakhir, yang menjadi faktor penunjang stabilitas pemerintahan.

“Hubungan yang harmonis ini menciptakan suasana kondusif dalam pelaksanaan program-program pembangunan. Bahkan, DPRD menunjukkan dukungan penuh karena melihat komitmen dan kedekatan Wali Kota dengan masyarakat,” jelasnya.

Ferdy berharap capaian dalam 100 hari ini menjadi awal dari kerja lima tahun yang konsisten dan berkelanjutan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan ketertiban kota.

“Pemerintah telah membangun sistem, tetapi partisipasi dan kesadaran warga sangat diperlukan, terutama dalam penanganan sampah. Ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya urusan pemerintah,” pungkasnya. (MI)




Gubernur NTT Lounching Dua Buku Reflektif: “Gerak Langkah Pemimpin” dan “Menjahit Asa Pemimpin Flobamorata”

 

Kupang,nwartapedia.com  — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melkiades Laka Lena, secara resmi meluncurkan dua buku penting yang merekam perjalanan awal kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Johni, dalam sebuah acara yang berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Jumat (30/5/2025).

Dua buku yang diluncurkan tersebut masing-masing berjudul “Gerak Langkah Pemimpin di Bumi Flobamorata: 100 Hari Kerja Melki-Johni di Provinsi NTT” dan “Menjahit Asa Pemimpin Flobamorata Menuju NTT Center: Aneka Peristiwa Kunjungan Kerja Melki-Johni di 22 Kabupaten/Kota se-NTT”.

Dalam kata sambutannya, Gubernur Melkiades Laka Lena menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja kolektif seluruh elemen pemerintahan, masyarakat, dan tim penulis yang terlibat dalam dokumentasi ini.

“Peluncuran dua buku ini bukan semata bentuk laporan kinerja, tetapi lebih sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan narasi optimisme untuk masa depan NTT. Buku ini mencerminkan semangat kerja bersama, transparansi, dan keberanian untuk menjahit harapan di seluruh Flobamorata,” ujar Gubernur Melki.

Buku “Gerak Langkah Pemimpin” merangkum refleksi 100 hari pertama kerja kepemimpinan Melki-Johni yang penuh dinamika, mulai dari penataan birokrasi, penguatan pelayanan publik, hingga program strategis lintas sektor.

Sementara itu, “Menjahit Asa Pemimpin Flobamorata” menghadirkan kisah-kisah inspiratif dari berbagai titik kunjungan kerja di 22 kabupaten/kota yang menunjukkan kedekatan pemimpin dengan rakyat serta arah transformasi menuju NTT sebagai pusat pertumbuhan baru di kawasan timur Indonesia — yang disebut sebagai NTT Center.

Acara peluncuran ini dihadiri oleh Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, dan perwakilan pemuda dari berbagai daerah di NTT.

Suasana hangat dan penuh semangat terlihat sepanjang acara yang juga diisi dengan penampilan seni budaya dan testimoni dari sejumlah kepala daerah.

Gubernur Melki berharap, buku ini menjadi inspirasi bagi generasi muda dan dokumen hidup yang terus dikembangkan seiring perjalanan pembangunan NTT ke depan.

“Mari kita terus menulis sejarah baru bagi Flobamorata. NTT bukan daerah yang tertinggal, tapi daerah yang sedang bangkit bersama,” tutup Gubernur Melkiades Laka Lena penuh semangat. (MI)