Hari Ini, Jadwal Penerimaan Murid Baru Online Kota Kupang Ditutup

 

Kupang,nwartapedia.com — Proses Penerimaan Murid Baru (SPMB) secara online di Kota Kupang untuk tahun ajaran 2025/2026 resmi ditutup hari ini, Jumat (13/6).

Sejak dibuka hingga hari penutupan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang mencatat sedikitnya 130 aduan dari masyarakat, yang sebagian besar terkait penolakan sistem karena pendaftar berada di luar zonasi.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Okto Naitboho, mengimbau para orang tua agar mentaati Petunjuk Teknis (Juknis) SPMB, khususnya dalam hal pendaftaran sesuai domisili.

Hal ini penting guna menghindari penumpukan pendaftar di sekolah-sekolah favorit dan memastikan distribusi yang merata.

“Secara online, hari ini SPMB resmi ditutup. Namun, proses penerimaan secara offline di sekolah-sekolah masih berlangsung. Karena itu, kami mengingatkan kembali kepada orang tua calon murid untuk mengikuti Juknis dan mendaftar sesuai zonasi tempat tinggal,” ujar Okto kepada media.

Ia menegaskan bahwa sistem zonasi merupakan bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan, sekaligus menjamin kuota di setiap sekolah dapat dikelola secara proporsional.

Di Kota Kupang, terdapat 21 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan 29 Sekolah Dasar (SD) Negeri yang terlibat dalam proses SPMB tahun ini. Terdapat tiga jalur utama dalam penerimaan siswa baru, yaitu:

  1. Jalur Zonasi – berdasarkan jarak tempat tinggal calon siswa ke sekolah tujuan,
  2. Jalur Afirmasi – diperuntukkan bagi siswa dari keluarga tidak mampu atau penyandang disabilitas,
  3. Jalur Prestasi – ditujukan bagi siswa dengan pencapaian akademik atau non-akademik.

“Dengan sistem yang transparan dan terintegrasi ini, kami berharap semua anak di Kota Kupang mendapat kesempatan yang adil untuk mengakses pendidikan yang berkualitas. Bagi calon siswa yang belum tertampung di sekolah negeri, masih tersedia pilihan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah swasta yang juga telah dijamin dan diakui oleh negara,” tutup Okto. (goe)

 




Wali Kota Kupang Minta BPC HIPMI Periode 2025–2028 Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

 

Kupang nwartapedia.com  – Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menegaskan pentingnya peran Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kota Kupang Periode 2025–2028 yang digelar di Hotel Harper Kupang, Kamis (12/6).

Pelantikan dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris BPD HIPMI Provinsi NTT, Wilson Liyanto, kemudian dilanjutkan dengan pelantikan resmi oleh Ketua BPD HIPMI NTT, Muhamad Iksan Darwis.

Adapun susunan pengurus baru BPC HIPMI Kota Kupang periode 2025–2028 yaitu:

Ketua Umum: Randy Fransisco

Sekretaris Umum: Angga Yuniardi Pratama

Wakil Ketua Umum I: Jason Thumun Pitoby

Wakil Ketua Umum II: Michael Tamara

Bendahara Umum: Aloysius Guan Gewa Seso

Dalam sambutannya, Ketua Umum terpilih Randy Fransisco menekankan pentingnya kolaborasi antar anggota dan dengan pemerintah.

“HIPMI bukan hanya milik saya, tapi untuk kita semua. Kita akan memperkuat HIPMI agar mampu mencetak pengusaha-pengusaha muda yang tangguh,” ujarnya.

Randy juga menegaskan komitmen BPC HIPMI Kota Kupang untuk melanjutkan berbagai program unggulan sebelumnya, termasuk forum bisnis antarnegara dan program HIPMI Go to Campus.

“Kami siap memperkenalkan produk UMKM lokal hingga ke mancanegara dan mendukung seluruh kebijakan Pemkot Kupang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BPD HIPMI NTT, Muhamad Iksan Darwis, menyampaikan apresiasi kepada pengurus lama serta harapan besar terhadap pengurus baru. “

Sudah ada kader HIPMI yang menjadi Wali Kota dan Ketua DPRD. Artinya, HIPMI ini organisasi strategis. Kita butuh lebih banyak pengusaha muda, maka kolaborasi dengan pemerintah adalah kunci,” katanya.

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo yang turut hadir mengungkapkan kedekatannya secara pribadi dengan HIPMI.

“HIPMI ini rumah saya juga. Saya tahu betul dinamika di dalamnya. Maka saya minta, rangkul semua, libatkan semua. Jadikan HIPMI sebagai mitra strategis Pemkot Kupang,” ujar Wali Kota.

Ia menegaskan bahwa keberadaan HIPMI harus memberikan manfaat nyata.

“Kita berkumpul di HIPMI bukan untuk gaya-gayaan, tapi untuk memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” tutupnya. (MI)




Waisak Jadi Simbol Persatuan, Wali Kota Kupang Tegaskan Komitmen Layani Semua Umat

 

Kupang,nwartapedia.com  — Perayaan Sannipata Waisak 2569 Tahun Buddhis di Kota Kupang berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan di Hotel Aston pada Kamis (12/6/2025).

Dalam acara yang dirayakan oleh umat Buddha serta dihadiri oleh Gubernur NTT, tokoh lintas agama dan pejabat tinggi daerah, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyampaikan pesan kuat tentang toleransi, kolaborasi, dan komitmen pemerintah sebagai pelayan masyarakat.

Dihadapan hadirin, dr. Christian menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur, Bapak Melkiades Laka Lena, yang turut hadir dalam perayaan tersebut. Ia menyebut Gubernur sebagai sosok teladan yang menjadi mentornya dalam berbagai aspek kehidupan.

“Pak Gubernur ini banyak menginspirasi saya. Dari politik, kehidupan, hingga cara memimpin—beliau mentor saya. Mari kita beri tepuk tangan atas kehadiran dan kepemimpinan beliau malam ini,” ucap Wali Kota disambut riuh tepuk tangan.

Tak lupa, Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada para tokoh umat Buddha, khususnya kepada Bapak Indra Dharmahuni, yang ia sebut telah memimpin komunitas Buddha seperti nakhoda kapal yang tangguh.

Dalam pidatonya, dr. Christian menggunakan metafora indah tentang kapal yang tak hanya dibuat untuk bersandar di dermaga, melainkan untuk berlayar menantang gelombang.

“Kupang adalah kapal itu. Kita diciptakan bukan untuk diam di tempat yang nyaman, tetapi untuk berlayar, menghadapi tantangan, dan bekerja sama mengatasi masalah. Kota ini butuh semua pihak untuk ikut mendayung ke arah yang sama.”

Lebih lanjut, ia mengumumkan bahwa Pemerintah Kota Kupang siap memfasilitasi kegiatan keagamaan berskala besar dengan menyediakan lokasi strategis seperti halaman Kantor Wali Kota, yang kini telah diperindah dan siap menjadi pusat kegiatan masyarakat.

Wali Kota juga menyinggung perayaan sebelumnya yang berhasil melibatkan lebih dari 150 UMKM dalam satu malam—menjadi bukti bahwa kolaborasi antara iman, budaya, dan ekonomi bisa menghasilkan dampak luar biasa bagi masyarakat.

“Ekonomi akan tumbuh jika kita kumpulkan orang lewat budaya dan keagamaan. Saya harap ke depan, perayaan keagamaan tak hanya jadi seremoni, tapi jadi penggerak ekonomi rakyat.”

Untuk mendukung pelaksanaan Waisak tahun ini, Pemkot Kupang memberikan bantuan senilai Rp23 juta. Bantuan ini, kata Wali Kota, adalah bentuk perhatian dan cinta kepada seluruh umat Buddha yang telah berkontribusi besar dalam perkembangan Kota Kupang.

Ia juga menegaskan bahwa perayaan hari besar keagamaan lain akan terus didorong, tidak terbatas pada Waisak, tetapi juga Idulfitri, Iduladha, Maulid Nabi, Tahun Baru Hijriah, hingga perayaan agama lainnya.

“Pemerintah tak lagi hanya memerintah, tapi harus hadir untuk melayani. Itulah janji kami lima tahun ke depan,” tegasnya.

Wali Kota Christian juga mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian Kota Kupang yang masuk dalam 10 besar kota paling toleran se-Indonesia. Ia menyebut keberagaman di Kupang bukan sebagai tantangan, melainkan sebagai kekuatan bersama.

“Kalau mau cepat, jalan sendiri. Tapi kalau mau jauh, kita harus berjalan bersama. Inilah kekayaan Kupang—kebersamaan dalam keberagaman.”tutup Wali Kota.

Perayaan Waisak ini bukan hanya menjadi momen spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga simbol kuat bahwa Kota Kupang berdiri kokoh sebagai kota yang terbuka, damai, dan siap maju bersama semua golongan. (MI)




Membangun Periode Emas (Golden Period) dan Mencegah Stunting Pada Anak dengan Kelor “Moringa Oleifera”

OlehDr. Ina Debora Ratu Ludji, SKp., M.Kes*) dan Yoakim Asy *1)

 

Kupang,nwartapedia.com  – Pendahuluan

Provinsi Nusa tenggara Timur adalah salah satu Provinsi dengan Jumlah Penduduk dengan angka Stunting tertinggi. Salah satu satu program pemerintah adalah peningkatan gizi masyarakat dan pemberantasan gizi buruk dan stunting dengan Kelor (moringa oleifera) atau “Marungga”.

Kelor adalah tanaman asli pegunungan Himalayah ini telah lama dikenal dan dikonsumsi di NTT, namun apakah masyarakat benar-benar mengetahui kandungan gizi Kelor?

Dalam satu dekade terakhir Kelor menjadi pusat perhatian para pakar gizi mengingat hasil kajian laboratorium mengungkap Kelor menjadi satu-satunya sayur dengan berbagai micro maupun macro nutrient yang sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan dan perkembangan mulai dari janin hingga manfaat bagi perawatan kesehatan lansia.

Oleh banyak pakar, Kelor dinamakan multi vitamin dan mineral yang hidup, hanya selangkah dari pintu anda.

Terdapat begitu banyak kasus pada kelompok berresiko seperti ibu hamil, ibu menyusui, baduta dan balita mengalami masalah gizi buruk.

Namun pendekatan konvensional dengan suplementasi sampai saat belum mampu memutuskan mata rantai masalah kesehatan pada kelompok tersebut, kemampuan keuangan negara terbatas. Sementara kasusnya cukup banyak.

Perlu inisiatif lain yang mencegah masalah kesehatan kelompok berresiko ini agar tidak berdampak panjang pada generasi ini.

Pendekatan mengatasi gizi secara konvensional (pemberian makanan tambahan) hanya program karitatif yang menimbulkan ketergantungan masyarakat pada bantuan dan terbatas belum efektif dan efisien

Sebagai bahan kajian dan renungan. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angka stunting pada Balita di Indonesia pada tahun 2013 sebesar 37,1% dan pada tahun 2018 sebesar 30,8%.

Sementara di NTT Tahun 2013; 51,7% dan tahun 2018 42,6%. Pada Tahun 2023 Hasil Survey Kesehatan Indonesia Menunjukkan Prevalensi Stunting di Provinsi NTT tahun 2023 sebesar 37,9%, Naik 2,6% dari tahun 2022 (35,3%) dan berjarak 4,8% dari target stunting NTT yang dibebankan yaitu 33,1%.

Sesuai Hasil SKI (2023) Stunting tertinggi adalah TTS 50,1% diikuti Belu (48,1%); Malaka 47,7%; SBD 44,3%; Manggarai Timur 43,7% TTU 42,7% dan Sumba Barat 42,5%.

Hasil Pengukuran langsung dari Aplikasi elektronik Pencatatan dan pelaporan Gizi berbasis Masyarakat (e_Ppgbm) berdasarkan jumlah Balita Balita yang ditimbang dan sasaran balita (D/S) diketahui Rata2 Jumlah balita yang ditimbang adalah 80,6% dari sasaran Balita (S): 408.386, Balita yang ditimbang 329.265 (D). Artinya masih ada sekitar 79.121

Balita yang tidak ditimbang atau tidak mendapatkan pelayanan di Posyandu. Ini membutuhkan Perhatian kita bersama terutama dari Keluarga, maupun dari Pemerintah (RT,RW, Desa/Kelurahan) untuk menyiapkan dan memastikan Saran yang ditimbang adalah 100%.

Hasil E-PPGBM Kabupaten dengan Data Stunting tertinggi adalah TTS 41,7% dengan jumlah Balita ditimbang 76,1%) diikuti Kabupaten dengan Data Stunting > 20 % adalah Kab Sumba Barat daya 37,9%; Kab. Belu 30,5%; TTU 30,1%; Malaka 24,7%, Alor 23,2%; Sabu Raijua 21,3% Sumba Barat 20,5%. Rata-rata Balita ditimbang 80,6% Tertinggi Balita ditimbang di Kabupaten Manggarai Barat 100%, Balita ditimbang > 95% adalah kab Sabu raijua 97,9% dan Kab. Nagekeo 95,6%.

Jumlah Balita Ditimbang terendah < 50% adalah Alor 48,3% dan Sumba Barat daya 46,3%.

Hal ini menunjukkan bahwa masalah stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena masih di atas ambang batas 20%. Secara Epidemiologi perlu pendekatan “Active Case finding”; Yaitu menemukan kasus dan melakukan intervensi yang komprehensif dengan pendekatan Multipihak Stakeholder Partnership yang bersifat inklusif sesuai semangat dan prinsip SDGs : No One Left Behind” (Tidak Seorang pun Tertinggal) adalah prinsip utama dalam SDGs (Sustainable Development Goals) yang menekankan bahwa setiap orang—tanpa terkecuali—harus mendapatkan manfaat dari pembangunan, terutama mereka yang paling miskin, rentan, dan terpinggirkan. Kesetaraan dan keadilan sosisal, fokus pada kelompok rentan, menghapus diskriminasi, akses yang merata, pemantauan dan evaluasi yang adil. Penurunan angka stunting ini juga berkaitan dengan periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Periode ini merupakan periode emas “ Golden Period”; periode sensitif yang menentukan kualitas hidup bayi di masa yang akan datang. Hal ini perlu mendapat perhatian dari Pemerintah. Melakukan pendampingan keluarga Sadar Gizi dalam rangka penurunan angka stunting di NTT.  

Berbagai upaya telah dilakukan namun belum membuahkan hasil yang menggembirakan perlu upaya2 luar biasa.

Melibatkan lintas program dan lintas sektor. Khusus untuk baduta dan Balita direkomendasikan untuk : Melakukan Pendampingan keluarga agar : (1)Keluarga Membawa balitanya datang ke posyandu secara teratur setiap bulan. (2) Membawa balita Gizi Kurang/ BGM (Bawah Garis Merah), balita tidak naik berat badannya dua kali berturut-turut (2T), balita sakit atau diduga gizi buruk ke Polindes/Poskesdes, Pustu, Puskesmas. (3) Memberikan ASI saja kepada bayi sampai berusia 6 (enam) bulan.(4) Makan beraneka ragam makanan berbahan lokal yang bervariasi dari Kelor (5) Menggunakan garam beryodium. (6) Minum kapsul vitamin A bagi balita, ibu nifas; dan tablet tambah darah bagi ibu hamil sesuai anjuran.

Pendekatan untuk penangan stunting tidak hanya bersifat parsial pada Baduta dan Balita saja tetapi juga pada anak adolesense, remaja, WUS, ibu hamil, ibu nifas dan ibu melahirkan melalui pendekatan siklus hidup yang akan dibahas secara rinci kemudian (artikel berikut).

Pemberian makanan tambahan dapat dilakukan dalam kondisi ini ketika terjadi outbreak malnutrisi, bencana alam, dan yang perlu menjadi program rutin salah salah satunya adalah Konsumsi Kelor.

Hasil Riskesdas pemberian PMT pada Balita 6 – 59 Bulan; 28,7% yang mendapat PMT, dan yang mendapat program PMT 60,7% dengan hanya 1,7% yang mendapat > 90 bungkus sedangkan 94,1 % hanya mendapat 0 – 30 Bungkus (Riskesdas, 2018). Sehingga perlu pendampingan dari keluarga dan Kader kesehatan untuk memastikan anak mendapat nutrisi seimbang dan adekuat.

Salah satu sumber Nutrisi yang baik bagi Balita setelah usia 6 bulan adalah kelor. 

 

Nilai Gizi Kelor

Nilai gizi daun Kelor dari dahulu hingga kini tetap sama, Daunnya menjadi bagian paling bergizi dari tanaman kelor sendiri, dimana daun kelor merupakan sumberpenting vitamin B6, vitamin C, provitamin A sebagai beta-karoten, magnesium dan protein antara nutrisi lain. Hal ini diungkap oleh USDA setelah melakukan riset terhadap tanaman ini. 

Perbandingan kandungan kelor dan makanan lainnya: Vitamin A dalam wortel – 1,8 mg, sedangkan dalam daun kelor – 6,8 mg. Kalsium dalam Susu:120 mg, sementara di daun kelor: 440 mg. Kalium pada pisang : 88 mg, dalam daun kelor: 259 mg. Protein dalam Yogurt – 3,1 g, sedangkan dalam daun kelor: 6,7 g.Sementara Vitamin C dalam Jeruk:30 mg, dalam daun kelor 220 mg. Disamping itu Daun kelor juga mengandung 9 jenis asam amino esensial yang bermanfaat bagi pertumbuhan sel-sel otak bayi. Secara singkat, daun kelor mengandung (1) Sepuluh vitamin esensial dan sebelas mineral penting. (2)Sembilan asam amino esensial lengkap. (3) Lebih dari 24 jenis anti-oksidan yang dapat kita pakai untuk membentengi tubuh kita dari radikal bebas yang menyebabkan kanker. (4) Lebih dari 24 nutrisi anti-inflamasi. (5) Asam lemak Omega-3 dan Omega-6. Namun demikian, proses pengolahan dengan suhu di atas 60 derajat akan merusak sejumlah zat gizinya. Oleh karena itu, pengolahan yang benar akan menjamin kasiat dari Kelor terhadap kesehatan kita.

Tepung Daun Kelor

Di samping dikonsumsi dalam keadaan segar, daun Kelor bisa dijadikan bubuk, Bubuk Kelor bahkan lebih kaya lagi dari pada daun dalam keadaan segar.

Dalam setiap 100 gram bubuk kering18,9mg vitamin A, sementara Wortel hanya 1.8mg, daun Kelor segar hanya 6.8mg. Sedangkan vitamin C dalam tepung daun Kelor adalah 17.3mg, sedangkan dalam keadaan segar kandung Vitamin C mencapai 220mg/100gram, sedangkan yang kering sedikit menurun, yaitu 173/100gram, dibandingkan Vitamin C pada jeruk hanya 30mg/100gram. Kandungan Kalsiumnya, tepung Kelor 2003mg, sedangkan daun segar terdapat 440mg. 

Tantangan bagi Kelor

Namun demikian, makanan olahan dengan kemasan bagus yang dianggap makanan bergengsi terus memberikan kontribusi terhadap buruknya pola makan di kalangan anak balita, terutama dalam tumbuh kembang 1000 hari pertama.

Makanan olahan telah “merampas” posisi makanan alami lokal karena kalah promosi dan tidak mendapat perhatian untuk didiversifikasi. Meskipun dilengkapi dengan informasi gizi, dan lain-lain, makanan olahan tetap tidak menampilkan kualitas gizi alaminya bila dibandingkan sumber makanan segar. Belum lagi makanan olahan juga bersumber dari produk yang terkontaminasi herbisida, pestisida, pupuk buatan, dan lain-lain.

Maka kini saatnya perbaikan gizi pada kelompok balita bersumber pada bahan makanan yang berkualitas, mudah diakses, murah (local-cost effective) dan dapat dibudidaya. 

Kelor (Moringa Oleifera) kini semakin populer bukan karena iklan komersil, melainkan karena kajian ilmiah dan keberhasilan perbaikan gizi pada anak-anak negara-negara Afrika seperti Senegal, Zambia, dll dimana beberapa organisasi nirlaba seperti CWS, mengembangkan program pengentasan gizi buruk dengan potensi lokal (Kelor) yang terbukti sangat baik.   

Gizi Berbasis Makanan Lokal

Inisiatif Gubernur NTT ke 8 Victor Laiskodat dalam upaya pencegahan stunting telah mencanangkan satu program peningkatan gizi masyarakat dan pemberantasan gizi buruk dan stunting dengan Kelor (moringa oleifera) atau “Marungga” di Provinsi NTT dan juga sesuai dengan Sejalan dengan Visi Gubernur-Wagub NTT ke 9 Melki dan Johni: “NTT Maju, Sehat, Cerdas Sejahtera dan Berkelanjutan” dengan Tujuh Pilar Pembangunan diantaranya: Pilar 1 ekonomi berkelanjutan pilar 2 Pemberdayaan komunitas, Pilar 4 kesehatan, pilar 5 pendidikan dan pilar 7 Kolaborasi dengan Program Prioritas Dasa Cita Ayo bangun NTT Program 5 Posyandu Tangguh, Masyarakat Sehat dan Bebas Stunting dan Program 10 Ayo bangun NTT, Kolaborasi bersama.

Dengan demikian perlu dilakukan Promosi kesehatan kepada masyarakat tentang nilai gizi di tanaman ini perlu terus dilakukan.

Agar kesadaran untuk menanam semakin tinggi. Dengan melakukan Multi Stakeholder Partnership (MSP) atau Kolaborasi Multi Pihak (KMP) Pemerintah, Swasta dan Masyarakat: (1) Pemerintah: Dinas yang terlibat adalah (Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Bappeda, Dinas Sosial. (2) Lembaga Pusat/ Kementrian terkait adalah Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, Badan Pangan Nasional dan BKKBN (3) Petani dan kelompok tani, (4) Perguruan tinggi dan Lembaga Riset, (5) Lembaga kesehatan dan Gizi, (6) Pelaku Usaha dan UMKM. (7) Lembaga Keuangan dan perbankan, (8) LSM./NGO dan Komunitas Lokal, (9) Media dan Influencer.

Sebagai salah satu Provinsi dengan Jumlah Penduduk Angka Stunting tertinggi. Hal ini sejalan dengan komitment 159 negara yang menandatangani The World Declaration and the Plan of Action on Nutrition, 1992, termasuk Indonesia dimana deklarasi tersebut menyakatakan bahwa perlu strategy untuk mengatasi masalah micronutrient pada kelompok berresiko,“There have been many calls for an alternative approach, addressing the root causes of the problem rather than treating the symptoms. The World Declaration and the Plan of Action on Nutrition, adopted by 159 countries, at the International Conference on Nutrition organized by the UN’s Food and Agriculture Organization (FAO) and WHO in 1992, states that strategies to combat micronutrient malnutrition should:“….Ensure that sustainable food-based strategies are given first priority particularly for populations deficient in vitamin A and iron, favouring locally available foods and taking into account local food habbit” (Terdapat begitu banyak seruan untuk membuat pendekatan alternatif yang mengungkapkan akar penyebab masalah, bukan sekedar menyembuhkan gejalanya.

“ …Memastikan bahwa strategi pangan berkelanjutan prioritasnya secara khusus diberikan kepada populasi yang kekurangan vitamin A dan Zat Besi, dengan lebih mengandalkan ketersediaan sumber makanan lokal dan memperhatikan kebiasaan makan makanan lokal) Dari kesepakatan di atas, pengembangan Kelor sebagai salah satu sumber alternatif yang efektif (mampu mengatasi gizi secara baik), efisien (tanpa biaya) dan mudah untuk dibudidaya serta tumbuh dengan sangat baik di iklim kering seperti Nusa Tenggara Timur, merupakan sebuah momentum untuk menjadikan tanaman Kelor sebagai sebuah solusi terbaik untuk mengatasi gizi buruk di NTT.

Dalam musim penghujan dimana sayuran konvensional sulit tumbuh, Kelor begitu mudah tumbuh dan bertunas dengan begitu mudah dan subur. Jangan biarkan pucuk-pucuk kelor tumbuh percuma. Jangan Malu dan gengsi. Ambil dan olahlah bagi bumil, balita dan keluarga anda. 

Catatan paling penting, Berdasarkan analisa laboratorium, kelor TIDAK mengandung zat racun sekecil apapun, sehingga sama sekali TIDAK memiliki reputasi menimbulkan alergi apalagi kematian.

Ket : Penulis *) adalah Dosen Poltekkes Kemenkes Kupang Jurusan Keperawatan; 

Penulis *1) adalah Provincial Expert East Nusa Tenggara SDGS/SSTC GFA- GIZ (MI)




MPK dan GKI Kayu Putih Jakarta Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Guru dan Mutu Pendidikan Sekolah GMIT di Kota Kupang

 

Kota Kupang,nwartapedia.com  – Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para guru dan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah Kristen yang bernaung di bawah Yayasan Yapenkris Nehemia dan Yayasan Priscila, Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Indonesia bersama GKI Kayu Putih Jakarta menggelar rangkaian kegiatan sosial dan edukatif di Kota Kupang, Sabtu (7/6/2025).

Bertempat di Aula SMA Kristen 1 Kupang, kegiatan tersebut meliputi pengobatan gratis, sosialisasi peningkatan mutu sekolah dan proses pembelajaran, serta pemberian bantuan dana.

MPK dan GKI Kayu Putih Jakarta memberikan bantuan sebesar Rp222 juta untuk honorarium guru selama satu tahun yang dibayarkan per tiga bulan, dan tambahan dana Rp100 juta untuk renovasi tiga sekolah GMIT, yaitu SD GMIT Kuanino 1 dan 3 serta SD GMIT Manulai 2.

Dalam sambutannya, Pdt.Yulius Mau Wadu,S.Th, sebagai sekretaris Badan Pendidikan Sinode GMIT menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada MPK dan GKI Kayu Putih atas perhatian mereka terhadap nasib para guru.

“Sebagai perwakilan Sinode, kami menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perhatian MPK kepada para guru honor. Kami menyadari keterbatasan anggaran yang ada, dan berharap perhatian seperti ini dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan, kompetensi guru, dan kurikulum sekolah Kristen, khususnya GMIT, agar tak tertinggal dari sekolah lain di Kota Kupang,” ujarnya.

Mewakili Ketua Umum MPK Pusat, Ir. Abraham Paul Lianto yang juga menjabat sebagai Ketua MPK Wilayah NTT, menegaskan pentingnya kerja kolaboratif demi keberlangsungan sekolah Kristen.

“Kita tidak ingin sekolah-sekolah GMIT di Kupang tutup karena kekurangan siswa setiap tahun. Kolaborasi antara gereja, yayasan, dan pemerintah sangat penting. Yayasan harus memperhatikan kesejahteraan guru agar mereka dapat mengajar dengan kualitas yang baik. Kami juga siap menerima siswa untuk magang atau belajar di UCB sebagai bentuk motivasi,” tegas Abraham.

Ia menyoroti rendahnya jumlah siswa di beberapa sekolah sebagai sinyal perlunya perbaikan sistem dan peningkatan kualitas tenaga pengajar.

Sementara itu, Ketua PGI GKI Kayu Putih Jakarta, Hilda, menjelaskan bahwa NTT, khususnya Kota Kupang, saat ini menjadi fokus kunjungan MPK dan GKI Kayu Putih untuk melihat langsung kondisi dan tantangan di sekolah-sekolah Kristen.

“Kami akan terus berkolaborasi dengan sekolah-sekolah Kristen dan memberikan bantuan, meskipun jumlahnya terbatas. Harapan kami, bantuan ini dapat digunakan sebaik-baiknya untuk mendukung operasional dan kualitas pendidikan,” ujar Hilda.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh kepala sekolah dari SD, SMK, dan SMA Kristen, para guru, siswa dari SD GMIT Kuanino 1 dan 3, SD GMIT Manulai 2, serta para tamu undangan. (Novie)




25 Calon Entrepreneur NTT YES ikut Business Knowledge Tour ke Ghaura Chocolate & La Moringa

Kupang,nwartapedia.com  – Dalam rangkaian Program NTT YES (Nusa Tenggara Timur Young Entrepreneur School), Bank Indonesia bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT menyelenggarakan kegiatan bertajuk Business Knowledge Tour pada Selasa, 10 Juni 2025.

Program ini menjadi wadah bagi 25 peserta muda terpilih untuk belajar langsung dari pelaku UMKM lokal yang telah menembus pasar internasional.

Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, memimpin langsung kunjungan yang bertujuan memperkenalkan potensi dan proses nyata dunia wirausaha di Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan dimulai pada pukul 11.00 WITA dengan kunjungan ke Pabrik Coklat Ghaura.

Di sana, para peserta menyaksikan langsung proses produksi coklat, mulai dari pengolahan biji kakao, pencetakan, hingga pengemasan produk.

Pengalaman ini memberikan gambaran konkret mengenai industri pengolahan pangan berbasis komoditas lokal.

Usai kunjungan pabrik, peserta melanjutkan kegiatan dengan makan siang bersama di Cafe Ghaura Coklat.

Tidak hanya itu, Bobby Lianto juga mengajak rombongan untuk mengunjungi Excellent Spirit Christian School (ESCS) yang terletak tepat di samping kafe, guna menambah wawasan peserta terkait pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan.

Perjalanan berlanjut ke destinasi terakhir, yaitu La Moringa, sebuah restoran sekaligus produsen produk lokal berbahan dasar kelor dan sorgum.

La Moringa telah melebarkan sayapnya dengan membuka cabang di Labuan Bajo dan Jakarta, serta mengekspor produknya ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, China, Australia, Hong Kong, hingga Dubai.

Melalui kegiatan ini, Bobby Lianto berharap para peserta dapat memahami potensi besar yang dimiliki oleh UMKM lokal serta mendapatkan inspirasi untuk membangun bisnis sendiri di masa depan.

“Kami harapkan agar anak-anak ini melihat langsung proses setiap UMKM, dari pabriknya, pembuatan produknya, hingga penjualannya. Dengan begitu, mereka punya gambaran nyata ketika nantinya menjadi pengusaha,” ungkap Bobby.

Program Business Knowledge Tour menjadi bukti nyata komitmen KADIN NTT dan Bank Indonesia dalam mendorong pertumbuhan wirausaha muda di wilayah timur Indonesia. ***




Baru Dua Bulan Bekerja, PPPK Kota Kupang Tetap Berhak Terima Gaji ke-13

 

Kupang,nwartapedia.com  – Meskipun baru dua bulan bertugas, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kota Kupang tetap berhak menerima tunjangan gaji ke-13.

Pencairan tunjangan tersebut direncanakan mulai Juni 2025, bersamaan dengan aparatur sipil negara (ASN) lainnya.

Hal ini disampaikan oleh Bendahara Gaji Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Edson Riwu, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Ia menegaskan bahwa seluruh PPPK, termasuk yang baru diangkat tahun ini, memiliki hak yang sama atas gaji ke-13 sebagaimana diatur dalam regulasi pemerintah.

“Ya, memang benar PPPK Kota Kupang yang baru bekerja dua bulan juga berhak mendapatkan gaji ke-13. PPPK termasuk dalam kategori ASN yang berhak menerima tunjangan ini sesuai aturan pemerintah. Soal kapan pencairannya, kami masih menunggu kepastian lebih lanjut,” ujar Edson.

Besaran gaji ke-13 yang diterima PPPK akan dihitung secara proporsional berdasarkan masa kerja dan tingkat pendidikan masing-masing pegawai.

Dasar hukum pemberian tunjangan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2025 serta Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 23 Tahun 2025.

Kabar baik ini disambut gembira oleh para PPPK yang baru diangkat tahun ini.

Farida Labupili, PPPK tahap I tahun 2024 yang bekerja di Dinas Pendidikan Kota Kupang, mengaku bersyukur atas kebijakan tersebut.

“Saya sangat senang dan berterima kasih kepada pemerintah. Meski baru dua bulan bekerja, kami tetap mendapat hak yang sama seperti ASN lainnya. Ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kinerja kami,” ucap Farida.

Hal senada juga disampaikan Jefri, PPPK di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang.

Ia menyebut bahwa tunjangan ini menjadi motivasi tambahan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, mengaku belum mendapat kepastian teknis pencairan dari bendahara.

Namun, ia menegaskan bahwa secara aturan, PPPK memang berhak menerima gaji ke-13.

“Soal pencairan gaji ke-13 bagi PPPK tahap I tahun 2024 saya belum pastikan dengan bendahara, tapi sesuai aturan mereka memang punya hak yang sama seperti ASN lainnya. Untuk proses pembayaran, 20 persen dari besaran total gaji pokok, kita akan lihat dan pastikan lagi sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Dumuliahi.

Dengan adanya pencairan tunjangan ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan semangat kerja para PPPK dan memperkuat komitmen mereka dalam menjalankan tugas sebagai bagian dari ASN di lingkup Pemerintah Kota Kupang. (goe)




KOLIMAKU Gelar Aksi Sosial “Pulang Kampung” di Wilayah Lio, Kabupaten Sikka

Sikka,nwartapedia.com  – 
Komunitas Lio Maumere Kupang (KOLIMAKU) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun solidaritas dan kepedulian sosial dengan menggelar serangkaian kegiatan kemanusiaan bertajuk “KOLIMAKU Pulang Kampung” di Wilayah Lio, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

KOLIMAKU merupakan organisasi kemasyarakatan yang dibentuk secara resmi sejak tahun 2011 atas inisiatif sejumlah warga asal Lio Maumere yang berdomisili di Kupang.

Berlandaskan asas kekeluargaan dan gotong royong, komunitas ini telah aktif dalam berbagai kegiatan sosial, baik di Kota Kupang maupun di kampung halaman mereka di wilayah Lio Maumere, khususnya di Kecamatan Paga, Mego, Tanah Wawo, dan Magepanda.

Dalam kegiatan “KOLIMAKU Pulang Kampung” tahun 2025 ini, berbagai program sosial dan edukatif dilaksanakan untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini juga bertujuan sebagai sarana untuk memotret persoalan riil masyarakat guna disampaikan sebagai masukan kepada pemerintah daerah untuk intervensi kebijakan dan program yang lebih tepat sasaran.

Kegiatan ini berlangsung pada 6 dan 7 Juni 2025 dengan sejumlah agenda utama, antara lain:

1. Seminar Pertanian Modern Menuju Kemandirian Pangan

Bertempat di SMK St. Markus, Desa Paga, seminar ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari perwakilan siswa SMA/SMK (SMAK Alvares Paga, SMAN Roledelu, dan SMK St. Markus), kelompok tani dari tiga kecamatan, serta utusan Karang Taruna desa. Seminar menghadirkan narasumber Dr. Agustinus Paga (Dosen Politeknik Pertanian Negeri Kupang) dan Gabriel Wae, SPt (praktisi pertanian dan peternakan modern).

2. Pembagian Bibit Padi dan Jagung

Sebanyak 10 kelompok tani menerima bantuan benih unggul berupa Padi Inpari, Jagung Komposit Lamuru, dan Sorgum sebagai upaya mendorong produktivitas pertanian lokal.

3. Pengobatan Gratis

Kegiatan pengobatan gratis dilaksanakan di tiga lokasi: Desa Renggarasi, Kecamatan Tanah Wawo (78 pasien), Desa Wolowona, Kecamatan Paga (71 pasien), Desa Ratekalo, Kecamatan Mego (127 pasien)

4. Sosialisasi Pendidikan Tinggi dan Pencegahan Stunting

Disampaikan kepada siswa kelas 3 SMA/SMK dan masyarakat umum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan dan kesehatan keluarga.

Kegiatan ini melibatkan seluruh pengurus dan panitia KOLIMAKU, tokoh masyarakat, kepala desa, camat, dan masyarakat setempat.

Seremonial pembukaan dilangsungkan secara resmi oleh Staf Ahli Setda Kabupaten Sikka dan turut dihadiri oleh Ketua Umum KOLIMAKU Getrudis Novyanti Wora, SH; Wakil Ketua Hendrikus Laka; Sekretaris Goris Mbete, SE; Penasehat Frans Tola, ST; serta atase KOLIMAKU di Sikka, Alex Suki.

Ketua Panitia, Gabriel Wae, SPt, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata solidaritas warga diaspora Lio Maumere di Kupang terhadap tanah leluhurnya.

Ia berharap aksi semacam ini dapat menjadi inspirasi untuk terus menumbuhkan kepedulian lintas daerah dan lintas generasi.

Tentang KOLIMAKU

Saat ini KOLIMAKU telah terdaftar resmi memiliki 78 kepala keluarga anggota dari tiga kelompok arisan: Arisan Paga, Arisan Tanah Wawo, dan Arisan Ikatan Keluarga Mego.

Kegiatan yang telah dilakukan meliputi bedah rumah, penghijauan, bakti sosial, serta bantuan untuk rumah ibadah.

Dengan semangat kebersamaan yang kokoh, KOLIMAKU terus membuktikan bahwa ikatan kekeluargaan bisa menjadi kekuatan besar untuk membangun masyarakat, baik di perantauan maupun di kampung halaman. ***




Lomba Tangkap Lele di TBM Gading Taruna: Rayakan Hari Lingkungan Hidup dan Idul Adha dengan Semangat Kebersamaan

 

Kupang,nwartapedia.com  – Suasana riuh penuh tawa terdengar dari halaman Taman Baca Masyarakat (TBM) Gading Taruna di Kelurahan Bello, Kota Kupang, pada Kamis, 6 Juni 2025.

Anak-anak tampak antusias berlomba menangkap lele dalam kolam terpal kecil yang disiapkan oleh pengelola TBM. Bukan sekadar perlombaan seru,

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Raya Idul Adha 1446 H, dua momentum penting yang dirayakan dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

Goris Takene, pengelola TBM Gading Taruna sekaligus ASN di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya bertujuan menghibur anak-anak, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang nilai kebersamaan, gotong royong, dan kesadaran lingkungan.

“Pemilihan momen Idul Adha bukan hanya tentang ritual kurban, tapi juga sebagai simbol persatuan dalam keberagaman. Sedangkan Hari Lingkungan Hidup menjadi pengingat bahwa kita semua punya tanggung jawab menjaga alam tempat kita hidup,” ujar Goris.

Lomba tangkap lele ini diikuti oleh anak-anak yang rutin mengunjungi TBM untuk membaca dan belajar. Mereka belajar bekerja sama, saling membantu, dan yang terpenting: bersenang-senang dengan cara yang mendidik.

Kolam-kolam kecil yang disiapkan menjadi ajang melatih ketangkasan, sekaligus ruang edukasi tentang pentingnya mencintai alam, air, dan makhluk hidup.

“Kami ingin anak-anak menyalurkan energi mereka ke hal yang positif, sekaligus menyerap nilai-nilai penting tanpa harus merasa sedang ‘belajar’. Ini adalah pendidikan karakter dalam bentuk yang menyenangkan,” tambah Goris.

Kegiatan ini juga mempererat hubungan antara TBM dan warga sekitar. Banyak orang tua hadir untuk menyemangati anak-anak, sementara para relawan dan pengurus TBM turut membantu jalannya lomba dengan penuh antusias.

Goris berharap, kegiatan seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk memanfaatkan hari besar keagamaan dan peringatan lingkungan dengan cara kreatif dan bermakna.

“Anak-anak adalah masa depan kita. Dengan melibatkan mereka dalam kegiatan positif, kita sedang menanamkan semangat kepedulian, kerja sama, dan cinta lingkungan yang akan tumbuh bersama mereka,” tutupnya. (Goe)




Ziarah Iman WKRI Paroki St. Fransiskus Assisi BTN Kolhua Kupang: Melayani dalam Diam, Mencintai dalam Doa

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Di tengah hembusan angin dan keheningan alam Fulanfehan, langkah-langkah penuh makna dari para anggota Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Paroki St. Fransiskus Assisi BTN Kolhua menapaki tanah ziarah dengan hati yang menyala oleh cinta.

Ziarah ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi sebuah pulang ke dalam batin yang terdalam, tempat Tuhan hadir dalam sunyi dan kasih menemukan bentuknya yang paling murni: pelayanan dalam keheningan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa anggota WKRI bukan hanya hadir dalam kegiatan-kegiatan liturgis gereja, tetapi juga menjelma sebagai cahaya kecil di banyak ruang kehidupan umat.

Mereka hadir dalam dapur pelayanan, ruang-ruang diskusi komunitas, rumah-rumah sakit, hingga lorong-lorong yang jarang tersentuh, menjadi pelita yang tak padam meski dalam gelap.

“Ziarah ini menjadi momentum kontemplasi yang menghidupkan kembali semangat kami untuk terus melayani, bahkan ketika dunia tidak melihat,” ujar salah satu peserta dengan mata yang berkaca-kaca.

Di bukit sunyi dan langit yang luas, para peziarah mendengarkan ulang bisikan kasih dari Sang Pencipta, menyadari kembali bahwa tugas pelayanan bukanlah beban, melainkan rahmat yang dipercayakan kepada hati-hati yang terbuka.

Mereka merenungkan kata-kata Santo Fransiskus dari Assisi, pelindung paroki mereka:

“Mulailah dengan melakukan apa yang perlu, lalu apa yang mungkin; dan kelak engkau akan melakukan yang tidak mungkin.” Kalimat itu menjadi napas bagi langkah mereka yang tak hanya berjalan di bumi, tetapi juga menapak di dalam jiwa, menuju kedalaman iman dan cinta.

Romo Kondradus dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas semangat WKRI yang terus konsisten menjadi garda terdepan dalam pelayanan sosial dan rohani.

“Terima kasih atas pengorbanan dan catatan indah yang ditorehkan bagi WKRI Paroki kita. Pergi dengan sukacita dan pulang dengan tetap membawa sukacita,” ungkapnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ibu Ketua WKRI DPC Assisi, Ketua Panitia, serta seluruh sahabat hati dan tim yang telah menjalin kebersamaan dalam perjalanan rohani ini.

“Semoga sukacita yang kami alami dalam ziarah ini juga mengalir dalam tugas pelayanan kami di tengah keluarga dan masyarakat,” tambah salah satu pengurus.

Ziarah iman ini menegaskan bahwa pelayanan sejati tidak selalu diukur dari besar kecilnya peran, tetapi dari kesetiaan dalam melayani dengan cinta. WKRI Paroki BTN Kolhua telah menorehkan kisah indah.

Kisah tentang kasih yang bekerja dalam diam, tentang tangan seorang ibu yang tak lelah membasuh luka dunia dengan ketulusan.  (RD Dus)