Situs Bunker Peninggalan Perang di Bakunase: Jejak Sejarah yang Perlu Dilindungi

 

Kupang,nwartapedia.com  – Di tengah perkembangan Kota Kupang yang terus tumbuh, jejak-jejak sejarah masa lalu masih tersimpan di sejumlah sudut kota Kupang, sperti bangunan rumah dan makam Raja Nisnoni, Bunker sejumlah bangunan lainsebagai cerita sejarah.

Bungker misalnya merupakan peninggalan perang dunia kedua tahun 1939. Bunker tersebut merupakan bangunan pertahanan militer di masa perang yang berada di RT 12 RW 04, Kelurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja Kota Kupang NTT.

Bangunan yang diperkirakan telah ada sejak tahun 1939 ini menjadi saksi bisu perjalanan sejarah yang kini mulai mendapat perhatian sebagai situs budaya yang patut dilindungi.

Ketua RT 12,Kelurahan Bakunase Epi Un, mengungkapkan bahwa di wilayah yang dipimpinnya terdapat tiga bunker tua, namun baru satu yang tercatat secara resmi sebagai situs budaya.

Dua lainnya belum terdata karena di atasnya telah berdiri bangunan milik warga.

Ia berharap Pemerintah Kota Kupang melalui instansi terkait dapat melakukan pendataan ulang agar semua situs bersejarah yang masih ada bisa dilindungi.

“Sudah beberapa kali saya sampaikan dalam pertemuan, karena di lingkungan kami ada tiga bunker, tetapi yang baru dicatat satu. Dua lainnya belum, karena sudah ada bangunan di atasnya oleh pemilik lahan. Tapi saya rasa ini penting untuk dilindungi. Harus ada regulasi perlindungan yang jelas, termasuk dasar hukumnya, seperti Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya,” jelas Epi Un.

Ia juga menyebutkan bahwa pemilik lahan tempat bunker berada di RT 12 yakni, Iwan Surya, telah diberi informasi bahwa di lokasi tersebut akan dipasang papan tanda sebagai situs cagar budaya, sebagai upaya awal pelestarian.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Serlin Marlis Tiro, S.STP, MM, menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi dan melestarikan situs-situs bersejarah di wilayah Kota Kupang.

“Kami terus melakukan pendataan terhadap situs-situs budaya yang ada di Kota Kupang. Ini penting bukan hanya untuk pelestarian sejarah, tetapi juga sebagai aset budaya daerah yang bisa diwariskan kepada generasi mendatang. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk pemilik lahan, agar proses perlindungan situs ini bisa berjalan baik,” ungkap Serlin.

Pemerintah Kota Kupang melalui Bidang Kebudayaan juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan melaporkan keberadaan situs bersejarah di sekitar mereka.

Diharapkan dengan adanya pendataan yang menyeluruh serta regulasi yang kuat, situs-situs seperti bunker di Kelurahan Bakunase ini dapat dilestarikan sebagai bagian dari identitas sejarah Kota Kupang.(goe)




Dukung Pelestarian Warisan Budaya, 12 Unit Papan Tanda Pengenal Situs Budaya Diserahkan ke Disdikbud Kota Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com  – Upaya pelestarian warisan budaya di Kota Kupang kembali mendapat dukungan nyata. Sebanyak 12 unit papan tanda pengenal atau plang untuk situs budaya resmi diserahkan oleh pihak ketiga penyedia barang kepada Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.

Penyerahan ini dilakukan oleh penyedia barang, Bapak Anang, sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian nilai-nilai budaya dan sejarah lokal.

Dalam keterangannya, Bapak Anang mengungkapkan harapannya agar papan tanda pengenal ini dapat segera dipasang di masing-masing lokasi situs budaya yang telah teridentifikasi sebagai peninggalan bersejarah dan aset penting milik negara maupun daerah.

“Kami berharap plang-plang ini bisa segera digunakan di lokasi situs budaya. Fungsinya bukan hanya sebagai tanda pengenal, tapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap warisan budaya dan pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menjaga aset sejarah ini,” ujar Bapak Anang.

Papan tanda pengenal tersebut dirancang khusus untuk menunjukkan identitas, nilai, serta informasi singkat mengenai situs budaya yang ada di wilayah Kota Kupang.

Keberadaan plang ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran publik terhadap pentingnya perlindungan situs-situs bersejarah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Serlin Marlis Tiro, S.STP., M.M.,di ruang kerjanya Jumat (20/6) menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan dari pihak penyedia barang.

Ia menegaskan bahwa keberadaan papan tanda pengenal ini merupakan bagian penting dari program pelestarian budaya daerah.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Anang dan tim yang telah menyediakan papan tanda ini. Ini adalah langkah kecil tapi sangat berarti dalam mendukung pelestarian situs-situs budaya di Kota Kupang,” kata Serlin.

Lebih lanjut, Serlin mengajak seluruh masyarakat Kota Kupang untuk turut berperan aktif menjaga dan melestarikan situs budaya yang ada.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

“Situs-situs budaya adalah warisan yang sangat penting dan bernilai, bukan hanya saksi sejarah, tapi juga identitas kita sebagai bangsa. Mari kita jaga bersama-sama,” tegasnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang melalui Bidang Kebudayaan akan segera menjadwalkan pemasangan papan tanda pengenal tersebut di sejumlah titik situs budaya yang telah terdata.

Dengan demikian, diharapkan upaya ini menjadi langkah awal menuju pengelolaan situs budaya yang lebih tertib, informatif, dan berkelanjutan.(goe)




Kadis Dikbud dan Sekretaris Dinas Pimpin Kerja Bakti Bersihkan Sampah Plastik di Taman Nostalgia

 

Kupang,nwartapedia.com  – Dalam rangka mendukung visi Kota Kupang yang bersih, indah, dan harmonis, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang kembali menggelar aksi kerja bakti di kawasan Taman Nostalgia, Jalan Frans Seda. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Drs. Dumuliahi Djami, didampingi Sekretaris Dinas, Ambo.

Aksi bersih-bersih ini bukanlah kegiatan sekali waktu, melainkan rutin dilaksanakan hampir setiap Jumat sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program kebersihan yang dicanangkan oleh Wali Kota Kupang, dr. Cristian Widodo, dan Wakil Wali Kota Serena Francis.

Selain melibatkan pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kerja bakti ini juga menggerakkan ASN dari berbagai instansi untuk turun langsung ke lapangan. Mereka bekerja bersama-sama membersihkan sampah, terutama sampah plastik yang selama ini menjadi ancaman utama bagi kebersihan dan keindahan kota.

“Kerja bakti ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mewujudkan Kota Kupang yang tidak hanya bersih, tetapi juga asri dan nyaman. Sampah plastik harus menjadi perhatian khusus karena dampaknya sangat besar terhadap lingkungan dan wajah kota,” ujar Drs. Dumuliahi Djami.

Ia menambahkan bahwa aksi bersih-bersih ini akan terus dijadwalkan secara berkala di sejumlah titik strategis di kota, guna memastikan dampak positifnya bisa dirasakan luas oleh masyarakat.

Taman Nostalgia sendiri dipilih sebagai lokasi pembersihan karena merupakan ruang publik favorit warga. Dengan lingkungan yang bersih dan bebas sampah, taman ini diharapkan mampu menjadi tempat rekreasi yang sehat dan menyenangkan bagi berbagai kalangan.

Usai kegiatan, suasana keakraban terlihat jelas saat para ASN menikmati santapan ringan dari pedagang kaki lima setempat, Salome Kereta Biru milik Mas Umar.

“Ini hanya bentuk kecil dukungan kami untuk para bapak dan ibu ASN yang sudah bekerja keras. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga,” tutur Mas Umar.

Kegiatan kerja bakti ini tak hanya memperindah wajah kota, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian sosial di kalangan ASN.

Dengan langkah-langkah sederhana namun konsisten, Kota Kupang terus melangkah maju menjadi kota yang sehat, bersih, dan ramah lingkungan untuk semua. (goe)




Goris Takene: ASN dan Penulis Sunyi yang Mengabdi Tanpa Pamrih

 

Kupang,nwartapedia.com  – “Selalu ada harapan bagi orang yang selalu berdoa dan bekerja.” Kalimat sederhana itu bukan sekadar semboyan hidup bagi Gregorius Takene yang lebih dikenal sebagai Goris Takene melainkan prinsip yang membentuk seluruh perjalanan hidup dan pengabdiannya, baik di tengah masyarakat, gereja, maupun dunia jurnalisme Nusa Tenggara Timur (NTT).

Meski namanya tidak akrab di panggung nasional, Goris adalah sosok yang cukup disegani di lingkup jurnalis lokal NTT.

Tulisan tulisannya kerap menghadirkan perspektif yang mendalam dan menyentuh akar persoalan.

Ia bukan tipe jurnalis yang mengejar sensasi, tetapi memilih untuk menggali dan merawat makna dari setiap peristiwa yang ia tulis.

Dari Anak Kampung ke Ruang-Ruang Redaksi

Lahir dan besar sebagai anak sulung dari delapan bersaudara, Goris menapaki jalan hidup yang tidak mudah.

Ia memulai pendidikan dasarnya di SD Inpres Bello, lalu melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kefamenanu, sebelum menyelesaikan pendidikan menengahnya di SMP Negeri Eahun, Rote Timur. Masa SMA ia habiskan di SMAN 1 Lewoleba, Lembata.

Berbekal tekad dan semangat belajar tinggi, ia melanjutkan pendidikan tinggi di salah satu Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ternama di Kota Kupang, dan berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi.

Namun, Goris bukanlah tipe yang berdiam diri dalam kenyamanan gelar dan jabatan.

Sejak muda, ia telah menjelajah hampir seluruh kabupaten di NTT bukan untuk pelesiran, tapi dalam misi jurnalistik dan pekerjaan.

Sebagai wartawan lokal, ia pernah mengabdi di sejumlah media di Kupang dan wilayah lainnya di NTT.

Pengabdi yang Diam-Diam Bekerja

Kini, Goris Takene menjabat sebagai Ketua RW 003 di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Ia juga merupakan aparatur sipil negara (ASN) aktif yang bekerja di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.

Meski memegang jabatan publik, Goris bukanlah sosok yang gemar tampil. Ia lebih memilih bekerja dalam diam, membantu warga tanpa pamrih, bahkan tanpa pernah bertanya soal imbalan.

“Sekali saya membantu, saya tidak menghitung berapa saya dibayar. Karena bagi saya, yang utama adalah ketulusan,” ujarnya suatu kali kepada rekan sejawat.

Gaya kepemimpinannya mencerminkan karakter pribadinya: tegas namun tenang, sederhana namun berdampak.

Ia adalah sosok yang, jika sudah berkata “ya”, akan bekerja tanpa menoleh ke belakang.

Namun, ia juga dikenal sebagai pribadi yang memegang prinsip sekali dikecewakan, kepercayaan sulit dipulihkan.

Antara Gereja, Masyarakat, dan Kesunyian Tulisan

Selain aktif di masyarakat, Goris juga dikenal sebagai pribadi yang aktif dalam pelayanan di lingkungan gereja Katolik lokal.

Ia menjadi penghubung yang kuat antara nilai-nilai spiritual, sosial, dan profesional. Kepercayaannya bahwa “doa dan kerja” adalah fondasi harapan telah menjadikannya figur teladan yang dicintai, meski tak banyak disorot media.

Di dunia yang kerap diramaikan oleh pencitraan, Goris memilih berjalan dalam senyap—menulis, membantu, dan membangun dengan hati.

Ia bukan selebritas publik, tapi cahaya kecil yang menyala di tengah-tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang benar-benar mengenalnya.

Penutup: Sosok yang Tetap Menjadi Harapan

Goris Takene adalah potret langka dari seorang pelayan masyarakat yang tidak mengincar pujian. Ia bekerja karena panggilan hati, bukan ambisi pribadi.

Dalam diamnya, ia terus menggerakkan perubahan. Dalam keteguhannya, ia menjadi harapan yang nyata bagi warga, jurnalis muda, dan siapa pun yang percaya bahwa hidup ini bisa dijalani dengan ketulusan dan iman.
(goe)




Siswa Libur, Guru Tetap Bekerja: Dinas Pendidikan Kota Kupang Tegaskan Kewajiban Persiapan Modul Ajar Tetap Berlaku

 

Kupang,nwartapedia.com  – Meskipun peserta didik di seluruh jenjang pendidikan di Kota Kupang saat ini tengah menikmati masa libur sekolah, para guru tetap memiliki tanggung jawab profesional yang harus dijalankan.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, dalam keterangannya kepada media, Rabu (19/6).

Drs. Dumuliahi Djami menjelaskan bahwa masa libur sekolah bagi siswa bukan berarti guru juga mendapatkan libur penuh. Justru sebaliknya, guru tetap memiliki kewajiban untuk mempersiapkan perangkat ajar sebagai bagian dari tugas profesional mereka.

Perangkat ajar ini meliputi penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), silabus, bahan ajar, dan evaluasi yang akan digunakan pada semester atau tahun ajaran berikutnya 2025/2026.

“Walaupun siswa mendapatkan libur sekolah, guru tidak sepenuhnya libur. Mereka harus tetap bekerja mempersiapkan materi pembelajaran yang berkualitas agar saat pembelajaran kembali dimulai, proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan optimal dan efektif,” ujar Dumuliahi.

Menurutnya, persiapan yang matang ini sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Kupang.

Dengan kesiapan guru dalam menyusun perangkat ajar, diharapkan siswa dapat menerima pembelajaran yang lebih terstruktur dan sesuai dengan standar kurikulum nasional.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini juga menambahkan bahwa masa libur sekolah dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai waktu untuk melakukan refleksi, evaluasi terhadap metode pengajaran sebelumnya, serta melakukan inovasi dalam penyusunan materi ajar.

“Kami mendorong para guru agar tidak melihat masa libur sebagai waktu berhenti bekerja, melainkan sebagai kesempatan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pengajaran. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang pun selalu siap memberikan dukungan berupa pelatihan dan bimbingan teknis untuk mendukung hal tersebut,” kata Dumuliahi.

Lebih lanjut, Dumuliahi mengingatkan seluruh sekolah agar memastikan seluruh perangkat ajar sudah lengkap dan siap sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Hal ini untuk meminimalisasi hambatan dalam proses pembelajaran dan memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan haknya untuk belajar dengan baik.

Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya serius Pemerintah Kota Kupang dalam meningkatkan mutu pendidikan serta profesionalisme tenaga pendidik di Kota Kupang.

Dengan adanya persiapan yang intensif dari para guru selama masa libur sekolah, diharapkan kualitas pendidikan di Kota Kupang dapat terus meningkat secara signifikan.(goe)




Kursus Menjahit dan Komputer di Kupang Dimulai, Peserta Diharap Serius

 

Kupang,nwartapedia.com  – Kegiatan kursus menjahit dan komputer di Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kota Kupang resmi dibuka dengan harapan peserta dapat serius mengikuti pelatihan agar keterampilan yang diperoleh bisa menjadi bekal masa depan.

Ketua panitia kursus, Yoseph Wilhelmus, S.Pd., menjelaskan bahwa kursus ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan praktis dalam menjahit serta mengoperasikan komputer. Selain membuka peluang usaha di bidang fashion dan teknologi, kursus ini juga diharapkan mampu meningkatkan kreativitas dan rasa percaya diri peserta.

“Kursus ini ditujukan bagi masyarakat Kota Kupang yang belum memiliki keterampilan, berlangsung selama satu bulan, dari tanggal 19 Juni hingga 19 Juli 2025,” ujar Yoseph.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, menekankan pentingnya keterampilan menjahit dan komputer sebagai modal usaha. Ia juga meminta fasilitator untuk memastikan peserta memahami cara mengoperasikan mesin jahit dan komputer sejak awal.

“Perkembangan teknologi komputer, termasuk kecerdasan buatan (AI), terus berkembang. Oleh karena itu, peserta diharapkan memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh, agar tidak hanya sekadar ikut, tapi benar-benar menguasai keterampilannya,” tambah Drs. Dumuliahi Djami.

Jumlah peserta yang mengikuti kursus menjahit sebanyak 15 orang, sementara kursus komputer diikuti oleh 13 peserta.(goe)




Dana Operasional Cair Lebih Awal, Ketua RT Apresiasi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com — Pemerintah Kota Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelayanan di tingkat lingkungan dengan menyerahkan dana operasional bagi RT, RW, dan lembaga kemasyarakatan se-Kecamatan Maulafa lebih awal dari biasanya.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Kupang, Ignas Lega, di halaman Kantor Camat Maulafa, Selasa (17/6/2025), usai penutupan Pekan Pelayanan Pajak Kecamatan Maulafa.

Dalam sambutannya, Pj Sekda Ignas Lega menegaskan bahwa dana operasional ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kota terhadap peran penting pengurus lingkungan dalam memperkuat pelayanan publik di akar rumput.

“Kami berharap dana ini dapat mendorong semangat pelayanan serta menunjang pelaksanaan tugas-tugas RT, RW, LPM, Dasawisma, Kelurahan Siaga, dan Karang Taruna di masing-masing wilayah,” jelas Ignas.

Tahun ini, besaran dana operasional yang diterima juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rincian sebagai berikut:

Ketua RT: Rp5.750.000

Ketua RW: Rp5.500.000

Ketua LPM: Rp7.500.000

Dasawisma: Rp2.750.000

Kelurahan Siaga: Rp3.500.000

Karang Taruna: Rp4.000.000

Pencairan dana yang dilakukan lebih awal dari biasanya mendapat apresiasi dari para penerima. 

Aleks Kedo, Ketua RT 25 Kelurahan Kolhua, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pimpinan daerah.

“Tahun ini pencairan dilakukan lebih awal, yaitu pada bulan Juni dan Juli. Selain lebih cepat, jumlahnya juga meningkat. Ini menunjukkan adanya perhatian dan kinerja yang baik dari Pemerintah Kota Kupang. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wali Kota Christian Widodo dan Ibu Wakil Wali Kota Serena Francis,” ungkap Aleks.

Senada, Ketua RW 003 Kelurahan Bello, Goris Takene, menyebut dana tersebut akan sangat bermanfaat bagi berbagai program di lingkungan mereka.

“Kami akan manfaatkan dana ini untuk kegiatan sosial, pengembangan lingkungan, dan kebutuhan administrasi. Bantuan ini sangat mendukung tugas-tugas kami di masyarakat,” ujarnya.

Program penyaluran dana operasional ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Kupang dalam memperkuat peran serta masyarakat dalam pembangunan berbasis lingkungan dan pelayanan publik yang inklusif serta merata. (goe)




DPRD Kota Kupang Dukung Tambahan Anggaran untuk Transparansi Informasi Publik

 

Kupang,nwartapedia.com  – Anggota DPRD Kota Kupang, Dance Bistolen, S.Pd, menyatakan dukungannya terhadap usulan penambahan anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kupang demi memperkuat pelayanan keterbukaan informasi publik.

Menurut Dance, keterbukaan informasi sangat krusial di era sekarang untuk mendukung transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat sesuai UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Pelaksanaan undang-undang ini penting agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan lengkap terkait program pelayanan di setiap SKPD, termasuk Dikbud,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Dikbud Kota Kupang melalui Kabid  Pendidikan Dasar, Okto Naitboho, mengungkapkan rencana pengajuan tambahan anggaran pada perubahan APBD 2025.

Dana ini akan digunakan untuk meningkatkan akses informasi publik di lingkungan Dinas Pendidikan, guna mendukung transparansi dan akuntabilitas di sektor pendidikan dan kebudayaan.

Dengan dukungan ini, diharapkan pelayanan informasi publik di Kota Kupang semakin optimal dan masyarakat dapat lebih mudah mengakses data yang mereka butuhkan. (goe)




Ketua RT/RW Dan Ketua LPM Menilai Kota Kupang Semakin Bersih

 

Kupamg,nwartapedia.com  – Beberapa warga Kota Kupang menilai kondisi kebersihan kota semakin membaik. Hal ini terlihat dari upaya pemerintah kota dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, Bahkan Sampah plastik yang sering terlihat bertebaran di sejumlah jalan protokol mulai bersih.

Erik Nggili Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Maulafa Kota Kupang kepada media di Kabtor Camat Maulafa Selasa, (17/6-2025) di sela-sela penutupan pekan pelayanan Pajak Kota Kupang mengaku, penanagan sampah setelah serratus (100) hari kerja Walikota Cristian Widodo Dan Wakil Walikota Serena Francis sudah mulai nampak berubah dan bersih terutama Sampah plastik.

Hal menurut Nggili dirinya bisa buktikan karena sering jalan pagi di sejumlah jalan protokol nampak sudah mulai bersih terbebas dari sampah-sampah plastik. termasuk tidak ada lagi penumpukan sampah di tempat tertentu di dalam Kota Kupang, karena penanganan sudah dilakukan di tungkat RT dan Kelurahan.

“saya kira setelah serratus kerja pak Kris dan ibu Serena Kota Kupang sudah semakin bersih terutama sampah plastik tidak lagi berserakan karena penanganannya sudah dilakukan di tungkat RT dan kelurahan termasuk tidak ada lagi penumpukan di tempat penutupan sementara ini sesuatu yang bagus yang perlu terus kita masyarakat dukung agar Kota Kupang tetap bersih,” pinta Erik Nggili.

Hal sama juga diungkapkan Aleks Kedo Ketua RT 25/RW 08 Kelurahan Kolhua Kota Kupang, menurutnya sebagai warga Kota Kupang melihat penanganan sampah kali ini jauh lebih berhasil sebab terbukti sejumlah lorong dan jalan di Kota Kupang sudah mulai bersih dari sampah terutama sampah plastik.
termasuk di area pasar dan pesisir pantai. 

Meskipun demikian, masih terdapat tantangan dalam pemilahan sampah di tungkat Kecamatan terkesan lambat, karena pemilahan belum seluruhnya dilakukan Dari rumah tanggal.
karena itu Aleks Kedo menganjurkan untuk terus mendorong masyarakat di rumah tangga agar tertip melakukan pemilahan sebelum dibawa ke tempat pengolahan di tingkat Kelurahan setempat.

“Secara umum kota Kupang sudah semakin bersih terutama tidak lagi terlihat sampah plastik berserakan di jalan-jalan utama, ini sesuatu yang baik perlu didorong terus terutama proses pemilahan sampah mesti dimulai dari rumah tangga sehingga memudahkan pengolahan di tingkat Kelurahan Dan Kecamatan,” ujar Kedoh.

Sementara itu Ketua RW 003 Kelurahan Bello Goris Takene Ketua RW 003 Kelurahan Bello Goris Takene mengharapkan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pihak-pihak terkait lainnya dalam upaya penanggulangan masalah sampah di Kota Kupang.

“Karena dengan adanya kerjasama semua pihak Dan dengan adanya penanganan dari tingkat rumah tangga maka bisa dipastikan program penanganan sampah sebagaimana diharapkan, masalah sampah di Kota Kupang dapat ditangani secara komprehensif dan berkelanjutan, serta tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kota Kupang,” ungkap Takene.(goe)




Disdikbud Kota Kupang Usulkan Anggaran untuk Perkuat Keterbukaan Informasi Publik

 

Kota Kupang,nwartapedia.com  — Dalam upaya memperkuat prinsip transparansi dan akuntabilitas di sektor pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengusulkan anggaran dalam perubahan APBD Tahun 2025 guna mendukung keterbukaan informasi publik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Okto Naitboho, M.Si., menyampaikan hal tersebut saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (16/6/2025).

Menurutnya, langkah ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Benar bahwa dalam rangka mendukung keterbukaan informasi publik demi pencapaian pemerintahan yang baik (good governance), maka perlu ada dukungan anggaran. Dalam perubahan ini nanti kami akan usulkan ke DPRD,” jelas Okto.

Ia menegaskan, keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban hukum, melainkan juga bentuk pelayanan prima kepada masyarakat.

Lembaga publik, khususnya di sektor pendidikan, harus menjamin akses informasi yang mudah, jelas, dan akurat bagi seluruh masyarakat.

Terkait besaran anggaran yang akan diajukan, Okto menyebutkan bahwa saat ini masih dalam tahap penyusunan oleh Bagian Perencanaan.

Meski demikian, ia optimis, tambahan anggaran tersebut akan memperkuat sistem informasi dan komunikasi Disdikbud, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan dan peningkatan mutu layanan pendidikan.

“Harapan kami, dengan dukungan anggaran yang memadai, masyarakat dapat lebih mudah mengakses berbagai informasi terkait program, kebijakan, dan pelayanan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” pungkasnya.

Langkah ini juga merupakan bagian dari komitmen Pemkot Kupang untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang terbuka, partisipatif, dan bertanggung jawab. (goe)