Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Paparkan Kebijakan Pro Ekologi di Seminar Nasional Pascasarjana IAKN Kupang

Kupang, nwartapedia.com  – Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, memaparkan kebijakan Pemerintah Kota Kupang dalam melestarikan dan merawat ekologi pada Seminar Nasional Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang bertema “Iman yang Berakar di Tanah: Ekoteologi dan Budaya Nusa Tenggara Timur” yang berlangsung di Aula Hotel Sasando, Kamis (23/7/2026).

Dalam paparannya, Isidorus menegaskan bahwa pembangunan Kota Kupang ke depan harus berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dengan memperhatikan karakteristik wilayah yang beriklim semi-arid atau kering, memiliki musim kemarau panjang, serta menghadapi tantangan keterbatasan sumber daya air.

Menurutnya, visi Kota Kupang sebagai rumah bersama yang modern, bersih, aman, berbudaya, tangguh, dan sejahtera diwujudkan melalui lima misi pembangunan, salah satunya membangun kota berbasis lingkungan dan budaya.

Ia menjelaskan, pembangunan berbasis ekologi dilakukan melalui penguatan tata kelola air terpadu, pengembangan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah, serta peningkatan ruang terbuka hijau yang tangguh menghadapi perubahan iklim.

Selain itu, Pemerintah Kota Kupang juga mendorong konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Liliba dan DAS Dendeng, pelestarian kawasan mangrove di pesisir Teluk Kupang, efisiensi penggunaan air bersih, serta pemanfaatan lahan pekarangan sebagai ruang hijau produktif.

“Keberhasilan pembangunan berbasis ekologi hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, lembaga keagamaan, dunia usaha, dan komunitas masyarakat,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Isidorus juga memaparkan kondisi pelayanan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Saat ini perusahaan mengelola sumber air dengan total kapasitas sekitar 321 liter per detik, yang berasal dari air permukaan dan air tanah dalam.

Meski demikian, cakupan pelayanan air bersih masih menghadapi tantangan besar. Dari total penduduk sekitar 424.801 jiwa, layanan Perumda Air Minum baru menjangkau sekitar 76.285 jiwa atau sekitar 18 persen, sehingga masih terdapat lebih dari 82 persen masyarakat yang belum memperoleh layanan air perpipaan.

Ia mengungkapkan keterbatasan sumber air baku menjadi tantangan utama.

Ketersediaan air baku yang dikelola Perumda masih jauh di bawah kebutuhan masyarakat sehingga distribusi air dilakukan secara bergilir dan belum dapat melayani pelanggan selama 24 jam.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Kupang terus mendorong berbagai kebijakan pro ekologi, di antaranya gerakan tanam air melalui pembangunan sumur resapan dan lubang biopori, pengembangan teknologi panen air hujan, konservasi daerah tangkapan air, pengendalian pemanfaatan air tanah, peningkatan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, hingga penyusunan rencana induk drainase kota.

Pemerintah juga mendukung Program CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan) yang berfokus pada pengamanan sumber air minum, konservasi lahan, penguatan tata kelola lingkungan di DAS Kali Dendeng dan DAS Liliba, serta pemberdayaan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Selain itu, penanaman pohon lokal seperti flamboyan, mahoni, dan asam terus didorong sebagai upaya meningkatkan daerah resapan air sekaligus mengurangi risiko erosi.

Isidorus menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar pembangunan Kota Kupang tetap berkelanjutan dan mampu menjamin ketersediaan air bersih bagi generasi mendatang.

Seminar Nasional Pascasarjana IAKN Kupang ini menjadi ruang akademik untuk mempertemukan perspektif keagamaan, budaya, dan kebijakan publik dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya pelestarian ekologi di Nusa Tenggara Timur. (MI)




Pemkot Kupang Perkuat Gerakan Kelola Sampah dan Konservasi Lingkungan di Seminar Nasional IAKN Kupang

Kupang, nwartapedia.com  –  Upaya membangun budaya peduli lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan menjadi fokus pembahasan dalam Seminar Nasional Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang yang berlangsung di Aula Hotel Sasando, Kamis (23/7/2026).

Seminar bertajuk “Iman yang Berakar di Tanah: Ekoteologi dan Budaya Nusa Tenggara Timur” itu menghadirkan Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., M.M., sebagai narasumber yang memaparkan berbagai kebijakan Pemerintah Kota Kupang dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Isidorus menjelaskan, persoalan sampah masih menjadi tantangan serius di Kota Kupang sehingga dibutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, lembaga keagamaan hingga masyarakat.

Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang telah mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern melalui pembentukan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di setiap kecamatan.

Melalui sistem tersebut, sampah dipilah terlebih dahulu sehingga yang masih bernilai ekonomis dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali, sementara residu yang tidak dapat diolah baru dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Selain itu, pemerintah juga membentuk Satgas Sampah, memperkuat bank sampah, meningkatkan edukasi kepada masyarakat, serta menggandeng berbagai komunitas dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat. Kesadaran untuk memilah dan mengelola sampah harus dimulai dari rumah tangga,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Isidorus juga memaparkan sejumlah program konservasi lingkungan yang sedang dijalankan, seperti gerakan menanam air melalui pembangunan lubang resapan dan biopori, penghijauan kawasan resapan air, perlindungan daerah tangkapan air, hingga penataan ruang kota yang lebih ramah lingkungan.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Kupang berkomitmen menjadikan ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai daerah percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis kolaborasi dan partisipasi masyarakat.

Sementara itu, Dosen Pascasarjana IAKN Kupang, Daud Saleh Luji, M.Pd., menyampaikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai iman yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, sekolah dan gereja memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran ekologis melalui pendidikan, khotbah, aksi penghijauan, konservasi air, hingga gerakan pengurangan sampah.

Seminar Nasional Pascasarjana IAKN Kupang diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, gereja, dan masyarakat dalam menciptakan budaya pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. )MI)




Hari Anak Nasional 2026, Wali Kota Kupang Ajak Anak Berani Bermimpi dan Raih Prestasi

Kupang, nwartapedia.com  – Semangat Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kota Kupang Tahun 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Kupang untuk mendorong anak-anak terus berani bermimpi dan mengembangkan potensi terbaiknya.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Kamis (23/7/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota mengingatkan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang gemilang.

Karena itu, ia mengajak seluruh anak agar tidak mudah menyerah dan tetap konsisten mengejar cita-cita.

“Jangan pernah berhenti bermimpi. Tetap fokus pada tujuan yang ingin dicapai dan tekuni dengan sungguh-sungguh. Kesuksesan lahir dari kerja keras, disiplin, dan semangat untuk terus belajar,” pesan Christian Widodo.

Ia juga mengajak anak-anak untuk menjadikan tokoh-tokoh inspiratif sebagai motivasi dalam mengembangkan kemampuan sesuai bakat dan minat masing-masing.

Suasana peringatan Hari Anak Nasional semakin meriah ketika Wali Kota dan Wakil Wali Kota menggelar sesi tanya jawab bersama para peserta. Anak-anak yang mampu menjawab pertanyaan memperoleh hadiah berupa tas sekolah dan perlengkapan alat tulis.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Kupang juga memberikan hadiah tambahan berupa tabungan senilai Rp200 ribu kepada peserta dari jenjang SD maupun SMP yang berhasil menjawab pertanyaan dengan baik.

Perhatian yang sama juga diberikan kepada anak-anak penyandang disabilitas yang hadir. Mereka diberi kesempatan berpartisipasi dalam sesi interaktif dan menerima hadiah sebagai bentuk dukungan terhadap terwujudnya lingkungan yang ramah dan inklusif bagi seluruh anak.

Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, turut membagikan hadiah sekaligus menyapa para peserta melalui berbagai pertanyaan yang disambut antusias oleh anak-anak.

Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tingkat Kota Kupang berlangsung hangat, penuh keceriaan, dan sarat nilai edukasi.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam menghadirkan ruang yang aman, ramah, serta mendukung tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus pembangunan daerah dan bangsa.(MI)




Wali Kota Ajak Hanura dan Seluruh Elemen Bersatu Bangun Kota Kupang demi Kesejahteraan Rakyat

Kupang, nwartapedia.com  –  Suasana penuh semangat kebersamaan mewarnai pelantikan Badan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Provinsi Nusa Tenggara Timur periode 2025–2030 di Hotel Harper Kupang, Rabu (22/7/2026).

Momentum tersebut dimanfaatkan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, untuk mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi demi membangun Kota Kupang yang semakin maju dan sejahtera.

Di hadapan para pengurus Partai Hanura dan tamu undangan dalam sambutannya, Christian menegaskan bahwa pembangunan tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah semata. Menurutnya, partai politik, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dunia usaha, hingga masyarakat memiliki peran penting dalam menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh rakyat.

“Kalau kita ingin melihat Kota Kupang semakin maju, maka kita harus berjalan bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat,” ujar Christian.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Partai Hanura yang selama ini dinilai turut memberikan kontribusi bagi pembangunan melalui berbagai gagasan, kritik yang membangun, serta pengabdian para kadernya di berbagai bidang.

Menurut Christian, pelantikan kepengurusan Hanura bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi menjadi awal untuk memperkuat komitmen melayani masyarakat dan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

Ia mengingatkan bahwa jabatan bukanlah simbol kekuasaan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat melayani.

“Jabatan bukan tentang siapa yang paling kuat atau paling hebat, tetapi siapa yang paling mampu mendengar suara rakyat dan mengutamakan kepentingan bersama,” tegasnya.

Christian juga menyoroti pentingnya semangat gotong royong di tengah berbagai tantangan pembangunan, termasuk keterbatasan anggaran. Menurutnya, kolaborasi menjadi modal utama agar setiap tantangan dapat dihadapi secara bersama-sama.

Ia kembali mengingatkan filosofi yang menurutnya relevan dalam membangun daerah, yakni, “Kalau ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Tetapi kalau ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama.”

Filosofi tersebut, kata Christian, harus menjadi semangat seluruh elemen dalam membangun Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur agar pembangunan berjalan berkelanjutan serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Christian Widodo mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus DPD dan DPC Partai Hanura NTT yang baru dilantik.

Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan secara transparan, profesional, dan selalu mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

“Perbedaan bukanlah penghalang untuk bekerja bersama. Ketika pemerintah, partai politik, tokoh agama, komunitas, dan masyarakat bersatu, maka cita-cita menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat akan semakin mudah diwujudkan,” tutupnya. **




Sekretaris PD PERPAMSI NTT: Kolaborasi dan SDM Berkualitas Jadi Kunci Transformasi Layanan Air Minum

Kupang, nwartapedia.com  – Sekretaris Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia Nusa Tenggara Timur (PD PERPAMSI NTT), Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM menegaskan bahwa kolaborasi dengan pemerintah serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama kepengurusan baru dalam mendorong transformasi pelayanan air minum di NTT.

Hal itu disampaikan Isidorus Lilijawa saat ditemui nwartapedia.com di ruang kerjanya, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, komposisi kepengurusan PD PERPAMSI NTT periode 2026–2030 yang didominasi generasi muda diharapkan mampu menghadirkan semangat baru dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi Perumda Air Minum di seluruh kabupaten dan kota di NTT.

“Hadirnya energi-energi muda kami harapkan mampu mempercepat pembenahan sektor air minum di NTT. Yang paling penting adalah membangun kolaborasi yang lebih kuat dengan pemerintah, baik Pemerintah Provinsi NTT maupun pemerintah kabupaten dan kota, sehingga berbagai persoalan pelayanan air minum dapat diselesaikan bersama,” ujar Isidorus.

Ia mengatakan, PD PERPAMSI NTT akan memperbanyak forum komunikasi dengan Gubernur NTT, para bupati, dan wali kota untuk membahas perkembangan pelayanan air minum berdasarkan hasil evaluasi dan berbagai catatan yang telah dihimpun dari seluruh Perumda Air Minum.

Selain itu, organisasi juga akan memanfaatkan hasil pendampingan dan masukan dari BPKP Perwakilan NTT sebagai dasar dalam memperbaiki tata kelola perusahaan serta meningkatkan profesionalisme pengelolaan Perumda Air Minum.

Isidorus menjelaskan, salah satu program prioritas adalah menghadirkan pelatihan teknis dan pengembangan kapasitas SDM di Kota Kupang.

Selama ini, sebagian besar pelatihan masih dilaksanakan di Pulau Jawa dan Bali sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar bagi peserta dari NTT.

“Ke depan kami ingin pelatihan-pelatihan tersebut dapat dilaksanakan di Kupang dengan menghadirkan narasumber dari PERPAMSI Pusat. Dengan begitu, biaya menjadi lebih ringan dan semakin banyak pegawai Perumda Air Minum yang bisa mengikuti peningkatan kompetensi,” jelasnya.

Selain pelatihan, PD PERPAMSI NTT juga akan mendorong semakin banyak direksi dan pegawai Perumda Air Minum memiliki sertifikasi kompetensi, mulai dari jenjang muda, madya hingga utama.

Tidak hanya itu, pihaknya akan membuka peluang lebih luas bagi putra-putri NTT untuk memperoleh beasiswa di Akademi Tirta sebagai lembaga pendidikan yang mencetak tenaga profesional di bidang pengelolaan air minum.

“Kami ingin semakin banyak SDM dari NTT yang memperoleh kesempatan belajar melalui beasiswa. Setelah kembali ke daerah masing-masing, mereka diharapkan mampu menerapkan ilmu dan inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Sebagai bagian dari penguatan organisasi, PD PERPAMSI NTT juga berkomitmen menyelenggarakan rapat kerja setiap tahun sebagai forum evaluasi, penyusunan program, serta penguatan sinergi antaranggota.

Selain itu, organisasi akan mendorong penyesuaian tarif air minum sesuai ketentuan yang berlaku serta memperkuat kerja sama dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTT dan BPKP Perwakilan NTT dalam pendampingan tata kelola keuangan dan manajemen perusahaan.

Isidorus berharap seluruh program yang telah disusun dapat meningkatkan profesionalisme Perumda Air Minum di NTT sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan air minum yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

“Harapan kami, semakin banyak masyarakat NTT yang menikmati pelayanan air minum yang lebih baik, sementara Perumda Air Minum semakin profesional, transparan, dan mendapat kepercayaan masyarakat,” pungkasnya. **




Ketua Umum PERPAMSI Pusat Teddy Setiabudi Lantik Pengurus Baru PD PERPAMSI NTT Periode 2026–2030

Kupang, nwartapedia.com  – Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia se-NTT (PD PERPAMSI NTT) resmi memiliki kepengurusan baru periode 2026–2030.

Kepengurusan tersebut ditetapkan melalui Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Daerah (MAPAMDA) yang berlangsung di Sotis Hotel Kupang, Selas tanggal 21 Juli 2026 dan diikuti seluruh Perumda Air Minum se-Nusa Tenggara Timur.

Sekretaris PD PERPAMSI NTT, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, kepada media ini di ruang kerjanya, Rabu (22/7/2026), mengatakan MAPAMDA merupakan agenda organisasi untuk mengevaluasi kepengurusan sebelumnya sekaligus memilih pengurus definitif periode empat tahun mendatang.

“Hasil musyawarah menetapkan Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Kupang, Jony Benny Sulaiman, sebagai Ketua PD PERPAMSI NTT periode 2026–2030. Saya dipercaya sebagai sekretaris, sedangkan bendahara dijabat Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Timor Tengah Selatan, Frans Steven Tafui, SP,” ujarnya.

Selain pengurus inti, kepengurusan juga diperkuat empat wakil ketua yang berasal dari Perumda Air Minum Kabupaten Timor Tengah Utara, Lembata, Ende, dan Manggarai Barat.

Seluruh pengurus yang terpilih kemudian dilantik langsung oleh Ketua Umum PERPAMSI Pusat, Teddy Setiabudi, yang hadir sejak awal pelaksanaan MAPAMDA.

Dalam arahannya, Teddy Setiabudi memberikan apresiasi kepada seluruh peserta karena mampu menyelenggarakan MAPAMDA dengan suasana yang harmonis, penuh semangat kekeluargaan, dan tanpa konflik.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan semakin matangnya organisasi PD PERPAMSI NTT dalam membangun kebersamaan antaranggota.

Ia juga menyatakan komitmen PERPAMSI Pusat untuk terus mendukung pengembangan sektor air minum di Nusa Tenggara Timur melalui berbagai program strategis.

Salah satunya adalah menghadirkan pelatihan peningkatan kapasitas dan sertifikasi kompetensi bagi direksi maupun pegawai Perumda Air Minum langsung di Kota Kupang sehingga peserta tidak lagi harus mengikuti pelatihan di Jakarta atau daerah lain dengan biaya yang lebih besar.

Selain itu, PERPAMSI Pusat akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dalam mendukung pengembangan kapasitas produksi, perluasan jaringan pelayanan, serta peningkatan kualitas tata kelola Perumda Air Minum di NTT.

Ketua PD PERPAMSI NTT terpilih, Joni Sulaiman, menegaskan kepengurusan baru berkomitmen membawa organisasi menjadi lebih maju, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh Perumda Air Minum di Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, kepengurusan yang didominasi generasi muda diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT maupun pemerintah kabupaten dan kota dalam mempercepat peningkatan pelayanan air minum kepada masyarakat.

Sementara itu, Isidorus Lilijawa menjelaskan bahwa sejumlah program prioritas telah disiapkan, di antaranya penyelenggaraan pelatihan teknis dan sertifikasi kompetensi di Kupang, peningkatan jumlah SDM bersertifikat, perluasan akses beasiswa melalui Akademi Tirta, pelaksanaan rapat kerja tahunan, hingga penguatan sinergi dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTT serta BPKP Perwakilan NTT.

“Kami berharap kepengurusan baru ini menjadi momentum mempercepat transformasi Perumda Air Minum di NTT sehingga tata kelola perusahaan semakin baik, pelayanan kepada masyarakat semakin profesional, dan cakupan layanan air minum terus meningkat di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur,” tutup Isidorus. (MI)




KADIN NTT, Korem 161/Wira Sakti, Polda NTT dan TVRI NTT Sukses Gelar Festival Rakyat Nusantara 2026

Kupang, nwartapedia.com  –  Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Korem 161/Wira Sakti, Polda NTT, dan TVRI NTT sukses menyelenggarakan puncak Festival Rakyat Nusantara 2026 yang dirangkaikan dengan Nonton Bareng (Nobar) final Piala Dunia, Minggu malam (20/7/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri sekitar 5.000 masyarakat yang memadati halaman TVRI NTT.

Festival yang berlangsung sejak 11 Juli 2026 itu menjadi bukti kuat sinergi antara dunia usaha, aparat keamanan, media publik, dan pemerintah dalam menghadirkan hiburan yang aman, nyaman, serta berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Selain menyaksikan pertandingan final Piala Dunia, masyarakat juga menikmati berbagai hiburan dari penampilan band lokal yang menghangatkan suasana sejak dini hari.

Antusiasme pengunjung terlihat sejak pukul 01.00 WITA hingga pertandingan dimulai.

Festival Rakyat Nusantara 2026 juga memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Puluhan stan UMKM disediakan secara gratis sehingga para pelaku usaha dapat mempromosikan dan menjual produknya kepada ribuan pengunjung. Bank Indonesia bersama sejumlah perbankan turut mendukung kegiatan tersebut dengan menghadirkan stan layanan dan promosi.

Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, keberhasilan Festival Rakyat Nusantara 2026 merupakan hasil kolaborasi yang solid antara KADIN NTT, Korem 161/Wira Sakti, Polda NTT, TVRI NTT, pemerintah, dan seluruh mitra pendukung.

“Kami bersyukur Festival Rakyat Nusantara 2026 berjalan dengan aman, tertib, dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto serta seluruh pihak yang telah mendukung sehingga masyarakat dapat menikmati siaran langsung final Piala Dunia sekaligus merasakan manfaat ekonomi melalui kehadiran UMKM,” ujar Bobby Lianto.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang hadir di lokasi sekitar pukul 02.35 WITA, menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara atas suksesnya kegiatan tersebut.

Ia menilai Festival Rakyat Nusantara tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memperkuat persatuan dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur mengajak masyarakat untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, dan semangat persaudaraan.

“Siapa pun yang menjadi juara, kita semua tetap bersaudara. Mari jadikan sepak bola sebagai sarana mempererat persatuan dan menjaga suasana yang damai di Nusa Tenggara Timur,” pesannya.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa dirinya telah meninjau sejumlah lokasi nobar di Kota Kupang.

Namun, menurutnya, kawasan TVRI NTT menjadi pusat nobar dengan jumlah pengunjung terbanyak serta aktivitas UMKM yang paling semarak.

Keberhasilan Festival Rakyat Nusantara 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi KADIN NTT, Korem 161/Wira Sakti, Polda NTT, dan TVRI NTT mampu menghadirkan kegiatan yang menghibur masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM dan perekonomian daerah di Nusa Tenggara Timur. ***




Waketum KADIN Indonesia Apresiasi Nobar Piala Dunia FIFA 2026 yang Dongkrak Ekonomi dan UMKM

Kupang, nwartapedia.com  –  Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Kukrit Suryo Wicaksono, mengapresiasi penyelenggaraan nonton bareng (nobar) Piala Dunia FIFA 2026 yang dinilai berhasil menggerakkan perekonomian nasional sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan kajian KADIN Indonesia, perputaran ekonomi selama rangkaian Piala Dunia FIFA 2026 diperkirakan mencapai lebih dari Rp5,03 triliun. Dampak tersebut dirasakan oleh berbagai sektor usaha, mulai dari hotel, restoran, kafe, industri kreatif, jasa, hingga UMKM.

“Kegiatan olahraga berskala dunia terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi di berbagai sektor dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Kukrit dalam keterangannya.

Di Kota Kupang, dampak positif tersebut terlihat melalui kegiatan nobar bertajuk Bola Gembira yang diselenggarakan TVRI NTT.

Ribuan masyarakat memadati lokasi setiap hari, sementara puluhan pelaku UMKM menikmati peningkatan penjualan makanan, minuman, dan produk lokal.

Kepala TVRI Stasiun NTT, Jefri, SH., MH., mengatakan TVRI NTT memberikan ruang berjualan secara gratis kepada pelaku UMKM selama pelaksanaan nobar sehingga mereka dapat merasakan manfaat ekonomi secara langsung.

Menurutnya, antusiasme masyarakat yang tinggi membuat omzet para pedagang meningkat tajam, terutama saat pertandingan memasuki babak perempat final hingga semifinal.

Jefri juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten/kota, KADIN NTT, Korem 161/Wira Sakti Kupang, Polda NTT, serta seluruh mitra yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan nobar Piala Dunia FIFA 2026 di Nusa Tenggara Timur. **




Abraham Paul Liyanto Apresiasi Pentas Seni PGSD UCB, Dorong Budaya NTT Jadi Daya Tarik Pariwisata

Kupang, nwartapedia.com  –  Ketua Dewan Pembina Yayasan Citra Bina Insan Mandiri (YCBIM) yang juga Anggota DPD RI, Ir. Abraham Paul Liyanto, menghadiri Pentas Seni Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Citra Bangsa (UCB) yang digelar di Taman Nostalgia, Kota Kupang, Kamis (16/7/2026).

Dalam sambutannya, Paul Liyanto memberikan apresiasi kepada mahasiswa PGSD UCB yang dinilai telah menunjukkan kreativitas, keberanian, dan rasa percaya diri melalui pertunjukan seni berbasis tradisi.

Menurutnya, pentas seni bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi sarana membentuk karakter calon guru melalui kedisiplinan, kerja sama tim, serta kemampuan mengekspresikan hasil pembelajaran yang diperoleh selama perkuliahan.

“Saya memberikan penghargaan kepada Universitas Citra Bangsa yang mampu memanfaatkan momen seperti ini. Pentas seni bukan hanya ajang hiburan, tetapi tempat melatih disiplin, kerja sama, dan rasa percaya diri mahasiswa sebagai calon guru,” ujar Paul Liyanto.

Ia menilai kegiatan tersebut juga menjadi langkah nyata dalam melestarikan budaya lokal Nusa Tenggara Timur yang memiliki kekayaan tradisi dari puluhan etnis.

Menurutnya, budaya daerah harus terus dieksplorasi dan ditampilkan kepada masyarakat agar tidak hilang ditelan zaman.

Paul mengatakan, NTT memiliki potensi budaya yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata.

Namun, potensi tersebut harus didukung dengan ruang-ruang kreativitas yang melibatkan generasi muda dan institusi pendidikan.

Ia mencontohkan pengalaman saat berkunjung ke Portugal, di mana sektor pariwisata mampu menjadi penggerak utama ekonomi melalui berbagai pertunjukan seni dan budaya yang disajikan secara terbuka kepada wisatawan.

“NTT memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Kalau terus dieksplorasi dan dipentaskan seperti ini, saya yakin akan menjadi daya tarik wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Paul berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah daerah, pelaku pariwisata, dan masyarakat sehingga seni dan budaya NTT semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Ia juga mendorong mahasiswa PGSD Universitas Citra Bangsa agar terus mengembangkan kreativitas selama menempuh pendidikan, sehingga ketika menjadi guru nantinya mampu mengajarkan nilai-nilai budaya kepada peserta didik melalui pembelajaran yang inovatif.

Pada kesempatan tersebut, Paul Liyanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen, panitia, serta mahasiswa yang telah menyelenggarakan Pentas Seni bertema “Inovasi Pembelajaran Seni Berbasis Tradisi: Eksplorasi Aransemen dan Gerak.”

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain dalam mengembangkan pendidikan yang berbasis budaya lokal.

Pentas seni ini juga diikuti oleh lima sekolah mitra Universitas Citra Bangsa, yakni SD GMIT Oepura, UPTD RSS Oesapa, UPTD SD Bertingkat Kelapa Lima 1, UPTD SDN Danau Ina, dan UPTD SDN 2 Fontein, sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam memperkuat pendidikan berbasis seni dan budaya. (MI)




Dekan FKIP UCB: Pentas Seni Mahasiswa PGSD Jadi Wadah Lahirkan Guru Kreatif dan Berbudaya

Kupang, nwartapedia.com  –  Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Citra Bangsa (UCB), Heryon Bernard Mbuik, secara resmi membuka Pentas Seni Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) bertema “Inovasi Pembelajaran Seni Berbasis Tradisi: Eksplorasi Aransemen dan Gerak” di Taman Nostalgia, Kota Kupang, Kamis (16/7/2026).

Dalam sambutannya, Heryon Bernard Mbuik menegaskan bahwa pentas seni merupakan bagian dari proses pembelajaran yang tidak hanya menampilkan kemampuan mahasiswa dalam bidang seni, tetapi juga menjadi ruang untuk melahirkan calon guru yang kreatif, inovatif, dan mampu melestarikan budaya lokal.

Menurutnya, pendidikan di era modern harus mampu mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga berkarakter, memiliki kepekaan budaya, serta mampu menciptakan pengalaman belajar yang menarik bagi peserta didik.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar bahwa seorang guru tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kreatif, dan relevan dengan kehidupan siswa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tema “Inovasi Pembelajaran Seni Berbasis Tradisi: Eksplorasi Aransemen dan Gerak” mencerminkan komitmen FKIP Universitas Citra Bangsa dalam mengembangkan pembelajaran yang berpijak pada kekayaan budaya Indonesia sekaligus menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.

Bernard Mbuik juga memberikan apresiasi kepada dosen pengampu Mata Kuliah Pendidikan Seni Musik, Apris Yulianto Saefatu, M.Sn. dan Abraham Satya Graha, Ph.D., yang dinilai berhasil membimbing mahasiswa menghasilkan karya seni yang kreatif dan edukatif.

Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada sekolah-sekolah mitra yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, yakni SD GMIT Oepura, UPTD RSS Oesapa, UPTD SD Bertingkat Kelapa Lima 1, UPTD SDN Danau Ina, dan UPTD SDN 2 Fontein. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Sementara itu, Ketua Program Studi PGSD Universitas Citra Bangsa, Yulsi Marselina Nite, mengatakan pentas seni merupakan implementasi hasil pembelajaran mahasiswa semester IV pada Mata Kuliah Pendidikan Seni Musik.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas melalui seni, sekaligus memperkenalkan inovasi pembelajaran berbasis budaya kepada sekolah-sekolah mitra.

Yulsi juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Citra Bina Insan Mandiri atas dukungan yang diberikan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Ia berharap kolaborasi antara Program Studi PGSD UCB dan sekolah-sekolah mitra terus diperkuat melalui berbagai kegiatan akademik maupun praktik pembelajaran.

Pentas seni yang diikuti mahasiswa PGSD Universitas Citra Bangsa bersama lima sekolah mitra tersebut menampilkan berbagai pertunjukan musik, tari, dan kreasi seni berbasis budaya lokal. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen UCB dalam mencetak calon guru sekolah dasar yang profesional, inovatif, serta mampu menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya Indonesia melalui dunia pendidikan. (MI)