SMAK Giovanni Kupang Jajaki Kerja Sama Internasional dengan Alana Kaye College Australia

 

Kupang, nwartapedia.com – SMA Katolik Giovanni Kupang kembali mencatat langkah maju dengan menjajaki kerja sama internasional bersama Alana Kaye College, Australia.

Dalam kunjungan ke SMAK Giovanni Kupang pada Rabu (16/7), CEO Alana Kaye College, Alana Anderson, menyambut baik rencana kemitraan yang digagas sekolah tersebut.

Maria Hebi, staf bidang perguruan tinggi SMAK Giovanni Kupang, mengungkapkan bahwa pihaknya ingin membuka peluang bagi siswa untuk meningkatkan keterampilan melalui program ekstrakurikuler yang relevan dengan kompetensi utama Alana Kaye College.

“Bidang-bidang seperti bangunan dan konstruksi, listrik, kesehatan, dan lainnya yang menjadi keunggulan Alana Kaye College memang belum masuk dalam kurikulum SMA, tetapi sangat mungkin dijadikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler,” jelas Maria.

Ia menambahkan bahwa sekolah akan merancang jenis kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan sumber daya yang ada, serta mengembangkan teknis pelaksanaannya secara bertahap.

Lebih lanjut, Maria menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat menghasilkan lulusan dengan keterampilan bersertifikat standar Alana Kaye College.

“Sertifikat tersebut akan sangat bermanfaat karena diakui di 56 negara anggota Commonwealth, seperti Inggris, Kanada, Australia, Singapura, dan lainnya,” katanya, mengutip penjelasan Alana Anderson.

Di tempat terpisah, Kepala SMAK Giovanni Kupang, Romo Drs. Stefanus Mau, Pr., menyampaikan apresiasi atas kunjungan CEO Alana Kaye College bersama Manager International Operations, David Thomson. Romo Stef menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti kerja sama ini secara formal melalui penandatanganan perjanjian.

Dalam kunjungannya ke lingkungan sekolah, Alana Anderson juga menyempatkan diri meninjau kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di aula.

Ia terkesan dengan visi besar para siswa terhadap masa depan serta kemampuan berbahasa Inggris yang mereka tunjukkan dalam sesi tanya jawab.

Di akhir kunjungannya, Alana Anderson berpesan kepada para siswa untuk rajin belajar, disiplin, dan tidak takut menghadapi tantangan demi meraih masa depan yang lebih baik. ***




Pintu Sekolah Disegel Pemilik Lahan, Guru Khawatir Dampak Psikologis ke Siswa

 

Kupang,nwartapedia.com  – Aksi penyegelan pintu gerbang dan ruang kantor SD Negeri Tenau, yang terletak di RT 22/RW 5, Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang, kembali terjadi pada awal tahun ajaran 2025/2026, Senin (14/7).

Tindakan yang dilakukan oleh pihak pemilik lahan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan tenaga pendidik, terutama terhadap dampak psikologis yang dirasakan oleh para siswa.

Arnoldus Buan, salah satu guru di SD Negeri Tenau, mengungkapkan keprihatinannya saat menyaksikan langsung reaksi emosional anak-anak ketika mendapati gerbang sekolah mereka disegel.

“Secara pribadi saya dan rekan-rekan guru bisa menerima. Tapi yang saya khawatirkan adalah dampaknya bagi anak-anak. Mereka menangis dan histeris ketika melihat pintu sekolah mereka disegel. Itu yang membuat kami sangat prihatin,” ujar Buan, Selasa (16/7).

Buan juga menambahkan bahwa kejadian serupa telah terjadi dua tahun berturut-turut dan selalu bertepatan dengan awal tahun ajaran baru.

Ia berharap ada kejelasan hukum dari pihak berwenang agar persoalan ini tidak terus berlarut-larut dan menimbulkan keresahan di kalangan warga sekolah dan masyarakat umum.

“Sebagai guru, saya berharap ada keputusan resmi dari pengadilan. Dengan adanya keputusan hukum yang sah, sekolah bisa menjalankan fungsinya dengan tenang tanpa ada tekanan dari luar,” tegasnya.

Selain itu, ia mengungkapkan kekhawatiran bahwa situasi ini bisa memengaruhi kepercayaan orang tua terhadap lembaga pendidikan, khususnya SD Negeri Tenau.

“Kami khawatir kepercayaan masyarakat, terutama orang tua siswa, terhadap sekolah akan menurun jika masalah seperti ini terus terjadi,” tambahnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, langsung turun ke lokasi pada hari yang sama. Ia bahkan membuka sendiri palang segel yang terpasang di pintu gerbang sekolah.

Dumuliahi meminta agar pemilik lahan segera menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan ini secara tuntas.

“Kami harapkan pihak pemilik tanah segera membawa persoalan ini ke instansi berwenang, agar ada kejelasan soal status lahan. Sebab lokasi tersebut sudah sejak lama digunakan sebagai fasilitas umum dan dikuasai oleh pemerintah Kota Kupang karena di atasnya berdiri bangunan sekolah,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa sekolah adalah ruang publik yang harus dijaga bersama, bukan dijadikan objek tekanan atau konflik yang berlarut-larut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah dan masyarakat sekitar masih menanti penyelesaian resmi agar aktivitas belajar mengajar di SD Negeri Tenau bisa kembali berjalan normal tanpa gangguan.(goe)




Warga Kolhua Apresiasi Pemerintah Kota Kupang, Jalan Lapen Sepanjang 300 Meter Mulai Dikerjakan

 

Kupang,nwartapedia.com  – Warga RT 27/RW 08 Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah merespons harapan masyarakat dengan membangun jalan lapen di wilayah mereka.

Johni Edwar Rihi, salah satu warga RT 28, mengatakan bahwa pembangunan jalan tersebut sudah lama dinantikan warga setempat, khususnya mereka yang tinggal di kawasan perbukitan dan sulit diakses saat musim hujan.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah kota, khususnya pihak kelurahan Kolhua yang sudah memperjuangkan pembangunan jalan ini. Bertahun-tahun kami menunggu, akhirnya sekarang bisa direalisasikan,” ujar Rihi kepada media ini, Selasa (15/7/2025).

Jalan lapen tersebut membentang sepanjang hampir 300 meter dengan lebar sekitar 4 meter, dan pengerjaannya telah dimulai sejak Senin (14/7). Saat ini, proyek masih dalam tahap penyelesaian.

Menurut Rihi, kondisi jalan sebelumnya sangat memprihatinkan. Selain berbatu dan berlubang, jalan tersebut sangat sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, terutama saat musim hujan.

“Dulu kalau hujan, jalan ini seperti sungai kecil. Orang yang lewat pasti tergelincir atau harus putar jauh. Sekarang kami sangat bersyukur karena bisa punya akses jalan yang lebih layak,” tambahnya.

Ia juga berharap agar pembangunan jalan ini bisa dilanjutkan hingga menjangkau wilayah RT lain yang masih belum tersentuh pembangunan infrastruktur dasar.

“Kami harap ini tidak berhenti sampai di sini. Masih banyak titik di Kolhua yang butuh perhatian, apalagi jalan-jalan penghubung antarkampung yang juga menjadi akses warga ke sekolah, gereja, dan pasar,” tutupnya.

Hal sama juga diungkapkan warga yang sama Ande Ku’e yang mengatakan terimakasihnya kepada pemerintah Kota Kupang.

“terimakasih pak Cristian Widodo karena janji untuk perhatikan Kolhua ada titik terang dengan dimulainya pembangunan jalan lingkungan kami,” ungkap Ku’e.
Sementara itu, pihak Kelurahan Kolhua saat dikonfirmasi menyebut bahwa pembangunan jalan ini merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur lingkungan yang dananya bersumber dari APBD Kota Kupang tahun 2025.

Pemerintah Kelurahan juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat fasilitas umum yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.(goe)




Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-39 GMIT Gloria Kayu Putih dan Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gereja Baru

 

Kupang,nwartapedia.com  —  Jemaat GMIT Gloria Kayu Putih merayakan ulang tahun ke-39 pada malam penuh sukacita yang turut dihadiri Wali Kota Kupang pada Selasa (15/7/2025)

Dalam acara yang berlangsung hangat itu, Wali Kota menyampaikan rasa syukur bisa kembali hadir di tengah jemaat yang menurutnya sudah seperti keluarga sendiri.

“Saya senang sekali bisa hadir di sini, ini bukan tempat yang asing bagi saya. Dulu saat masih menjadi anggota DPRD Provinsi, saya pernah datang ke sini untuk kegiatan pengobatan gratis. Jadi ini seperti kembali ke rumah sendiri,” ujar Wali Kota disambut tepuk tangan jemaat.

Wali Kota juga menyampaikan permohonan maaf karena hadir dengan pakaian dinas yang belum sempat diganti.

“Karena cinta saya untuk keluarga di GMIT Gloria Kayu Putih, saya sempatkan hadir meski jadwal sangat padat,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas kematangan iman jemaat yang telah bertumbuh selama 39 tahun.

Ia berharap gereja terus menjadi tempat berbagi kasih, bertumbuh bersama, dan menjadi rumah doa bagi umat.

Pada kesempatan itu, Wali Kota juga menanggapi peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja baru. Ia menjanjikan dukungan anggaran sebesar Rp100 juta pada tahun 2026.

“Nanti Bapak Pendeta dan panitia pembangunan bisa masukkan proposalnya supaya bisa kami anggarkan melalui program Kesejahteraan Rakyat. Tahun ini belum bisa karena proses anggaran satu tahun sebelumnya sudah diketuk,” jelasnya.

Wali Kota menegaskan bahwa pemerintahannya berkomitmen melayani masyarakat dengan efisien.

“Banyak pos anggaran kami potong untuk efisiensi, bahkan saya tidak membeli mobil dinas baru agar dana bisa dialihkan untuk hal yang lebih bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga mengajak jemaat untuk terus berjalan bersama membangun kota karena pembangunan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kebersamaan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Gereja, Simon Lolopoi, dalam laporannya menjelaskan bahwa gereja lama sudah tidak mampu menampung seluruh jemaat.

“Kapasitasnya sudah tidak memadai, padahal secara fisik masih kuat. Karena itu kami berencana membangun gedung baru sehingga bisa menampung hingga 1.200 jemaat,” ungkap Simon.

Ia menyebutkan, total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan gedung baru mencapai Rp4,72 miliar.

“Kami berharap pemerintah kota dan semua pihak dapat membantu agar gereja baru ini bisa segera terwujud,” tambahnya.

Acara malam itu ditutup dengan doa dan penuh sukacita jemaat yang optimis dapat mewujudkan rumah ibadah yang lebih layak dan nyaman bagi seluruh umat. (MI)




Pastikan Sekolah Siap dan Pembelajaran Lancar, Dinas Pendidikan Kota Kupang Lakukan Monitoring Awal Tahun Ajaran

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang melakukan monitoring ke sejumlah sekolah dasar pada pekan pertama masuk sekolah, Senin (8/7/2024).

Kegiatan ini bertujuan memastikan kelancaran proses pembelajaran dan kesiapan pelaksanaan kegiatan di awal tahun ajaran baru 2024/2025.

Pemantauan difokuskan pada kesiapan sarana dan prasarana, kehadiran guru, serta kelengkapan administrasi pendukung kegiatan belajar mengajar.

Salah satu sekolah yang dipantau adalah SD Negeri 2 Oeba dan SD Negeri Labat. Di sela kunjungan, staf ASN Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Goris Takene, menyampaikan bahwa pemantauan lapangan penting dilakukan agar potensi kendala bisa segera diidentifikasi dan diatasi sejak dini.

“Dengan monitoring langsung, dinas dapat mengetahui jika ada hambatan seperti kekurangan fasilitas, kendala administrasi, atau hal-hal lain yang bisa mengganggu proses belajar. Ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kualitas layanan pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hasil monitoring akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memberikan dukungan yang sesuai, termasuk penyediaan media pembelajaran dan metode pengajaran yang lebih tepat sasaran.

Kepala SDN 2 Oeba, Yusak Amung, menyambut baik kegiatan monitoring tersebut. Menurutnya, kehadiran langsung tim dari dinas sangat membantu sekolah dalam menyelesaikan berbagai persoalan di awal tahun ajaran.

“Kami merasa terbantu karena dinas bisa melihat langsung kondisi di lapangan. Dengan segala kegiatan di awal tahun bisa diawasi agar sesuai panduan, menghindari praktik-praktik yang tidak mendidik, dan tetap mengedepankan prinsip edukatif,” katanya.

Tahun ini, SDN 2 Oeba menerima 44 siswa baru untuk kelas I. Yusak menyebut, latar belakang siswa sangat beragam, dengan kondisi sosial yang menantang, termasuk orang tua yang bercerai (broken home).

“Karakter siswa sangat beragam, dan guru di sini harus memiliki kesabaran serta keterampilan lebih dalam membina mereka,” ujar Yusak.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang berencana melanjutkan monitoring ke sekolah-sekolah lain hingga seluruh satuan pendidikan dinyatakan siap, dan proses pembelajaran berjalan optimal sepanjang tahun ajaran. (rilis Disdikbud)




Wali Kota Kupang: Penyaluran Bantuan Beras Adalah Bukti Nyata Negara Hadir untuk Warga

 

Kupang,,nwartapedia.com — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa penyaluran bantuan beras cadangan pangan pemerintah (CPP) bagi warga kurang mampu bukan sekadar distribusi bahan pokok, tetapi sebuah simbol nyata kepedulian dan kehadiran negara bagi rakyatnya.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan bantuan beras secara simbolis di Kantor PMPTSP, Selasa (15/7/2025).

“Penyaluran Bantuan Beras ini sebagai bukti bahwa negara punya hati untuk warganya, baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kota. Kami sudah berjanji, lima tahun ke depan Pemerintah Kota Kupang tidak lagi hanya memerintah, tetapi melayani. Pemerintah yang melayani bukan hanya slogan, tetapi harus hidup dan bernyawa dalam tindakan nyata sehari-hari,” tegasnya.

Dalam sambutannya, dr. Christian juga menyampaikan bahwa bantuan ini mengandung tiga makna penting: pertama, negara tidak ingin ada warga yang kelaparan; kedua, negara tidak ingin ada anak-anak tidur dengan perut lapar; dan ketiga, negara hadir menemani keluarga-keluarga dalam masa-masa sulit mereka.

“Ini bukan sekadar membeli dan membagi beras, tetapi ada simbol bahwa negara hadir untuk memastikan warganya tidak ditinggalkan. Kita ingin kota ini menjadi rumah yang nyaman untuk ditinggali dan cerita yang membanggakan untuk disampaikan,” imbuhnya.

Wali Kota juga mengapresiasi semua pihak yang telah mendukung program ini, termasuk Bulog, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, para lurah, ketua LPM, LKK, tokoh masyarakat, hingga para penerima bantuan.

Ia mengajak semua elemen untuk terus bergandengan tangan dan bekerja sama, karena tantangan yang dihadapi pemerintah tidak ringan.

Wali Kota juga  menyinggung bahwa di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi dan pemotongan dari pusat, Pemerintah Kota Kupang tetap berupaya menjaga prioritas terhadap program yang langsung menyentuh masyarakat.

Bahkan, ia menyebut dirinya bersama Wakil Wali Kota memilih untuk tidak membeli mobil dinas baru, demi memastikan anggaran tetap digunakan untuk kebutuhan yang lebih penting bagi rakyat.

“Orang bilang, kalau kita sendirian, kita hanya setetes air. Tapi kalau kita bersama-sama, kita jadi satu samudra luas. Kita harus selalu berjalan bersama, menghormati yang lebih tua, rukun di tempat ibadah, dan menjaga kota ini sebagai rumah yang nyaman dan membanggakan,” ucapnya disambut tepuk tangan hadirin.

Bantuan beras CPP untuk warga kurang mampu di Kota Kupang tahun ini menyasar 22.773 keluarga penerima manfaat, dan akan disalurkan secara bertahap hingga 30 Juli 2025.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban ekonomi warga, tetapi juga memperkuat solidaritas dan semangat gotong royong dalam membangun Kota Kupang yang lebih baik. (MI)




Pemerintah Kota Kupang Salurkan 445 Ton Beras untuk Puluhan Ribu Warga Kurang Mampu

 

Kupang, nwartapedia.com
Pemerintah Kota Kupang kembali menunjukkan kepedulian terhadap warganya dengan menyalurkan beras cadangan pangan pemerintah (CPP) kepada warga kurang mampu.

Penyaluran perdana dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, di Kantor PMPTSP, Selasa (15/7/2025), untuk penerima dari Kelurahan Nefonaek dan Pasir Panjang.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kota Kupang sekaligus ketua panitia kegiatan, Gabriel Meo Wio, menjelaskan bahwa program ini menyasar 22.773 kepala keluarga penerima manfaat di seluruh Kota Kupang, dengan total bantuan beras mencapai 445,4 ton.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat. Hari ini disalurkan untuk dua kelurahan, yaitu Nefonaek dengan 121 KK dan Pasir Panjang dengan 443 KK penerima,” ujar Gabriel.

Setiap penerima manfaat memperoleh 10 kilogram beras per bulan, dan untuk penyaluran kali ini diberikan sekaligus untuk dua bulan, yaitu Juni dan Juli 2025.

Sementara itu, Wakil Kepala Perwakilan Bulog NTT, Sugeng Hartono, menyebut bahwa program penyaluran CPP juga berjalan serentak di seluruh Nusa Tenggara Timur, dengan total penerima manfaat mencapai 605.000 orang.

“Kami dari Bulog bersama Pemerintah Kota Kupang melaksanakan program perdana penyaluran pangan untuk tahun 2025. Program ini bertujuan menjaga daya beli dan stabilitas harga di tengah tren kenaikan harga beras di pasaran,” jelas Sugeng.

Menurutnya, Bulog sudah memulai program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sejak pekan lalu dan akan terus dilanjutkan secara bertahap di seluruh wilayah NTT.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa penyaluran beras CPP ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara untuk melayani rakyatnya.

“Kami sudah berjanji, lima tahun ke depan bukan untuk memerintah, tetapi untuk melayani. Ini adalah simbol bahwa negara hadir dan tidak ingin ada warga yang kelaparan,” tegasnya.

Program CPP ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat dan memastikan ketahanan pangan tetap terjaga di tengah dinamika harga pasar yang fluktuatif. (MI(




Awal Tahun Ajaran Baru di SDN 2 Oeba dan SDN Labat Berjalan Lancar, Kepala Sekolah Apresiasi Monitoring dan Kerja Tim

 

Kupang, nwartapedia.com Awal tahun ajaran 2025/2026 di Kota Kupang diwarnai suasana tertib dan penuh antusias di sejumlah sekolah dasar. Kepala SDN 2 Oeba dan SDN Labat sama-sama menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Dinas Pendidikan Kota Kupang serta kerja sama tim sekolah dalam menyukseskan penerimaan peserta didik baru dan kegiatan awal tahun.

Di SDN 2 Oeba, Kepala Sekolah Yusak Amung mengungkapkan terima kasih atas kunjungan tim monitoring dari Dinas Pendidikan di hari-hari pertama masuk sekolah.

Menurutnya, monitoring yang dilakukan sangat membantu sekolah dalam mengidentifikasi kebutuhan dan memastikan kegiatan berjalan sesuai pedoman.

“Dengan adanya monitoring, dinas bisa lihat langsung kebutuhan kami. Kegiatan MPLS juga terpantau agar sesuai panduan, edukatif dan bebas dari kekerasan,” ujarnya, Senin (14/7).

Tahun ini, SDN 2 Oeba menerima 44 siswa baru kelas I yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk dari luar Kecamatan Oebobo seperti Manutapen dan Bakunase.

Banyak di antara siswa merupakan anak-anak dari keluarga broken home, sehingga para guru dituntut memiliki kepekaan dan kemampuan lebih dalam mendampingi mereka.

Sementara itu, di SDN Labat, suasana tahun ajaran baru juga berjalan lancar. Kepala Sekolah Marselina Selan menyampaikan bahwa penerimaan peserta didik baru dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama tiga hari berlangsung aman, tertib, dan tanpa hambatan.

“Seluruh rangkaian kegiatan pendaftaran hingga MPLS berjalan aman dan tertib. Ini berkat kerja sama yang baik antara semua unsur sekolah,” ungkap Marselina di halaman sekolah.

Tahun ini SDN Labat menerima 44 siswa baru untuk kelas I. Dengan tambahan ini, total jumlah siswa di sekolah tersebut mencapai 434 orang, yang dilayani oleh 24 tenaga pendidik dan 5 tenaga kependidikan.

Marselina juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh tim sekolah yang telah bekerja maksimal.

“Semoga semangat ini terus terjaga agar proses pembelajaran sepanjang tahun ajaran ini berjalan maksimal dan penuh semangat,” tutupnya.

Dinas Pendidikan Kota Kupang memastikan monitoring akan terus dilanjutkan ke sekolah-sekolah lain untuk menjamin kesiapan pembelajaran di seluruh satuan pendidikan di wilayah ini. (goe)




Kebersihan Kota Kupang Diuji, Warga Penfui Tunjukkan Perubahan Meski Fasilitas Masih Minim

 

Kupang,nwartapedia.com  – Kesadaran warga Kelurahan Penfui dalam menjaga kebersihan lingkungan mulai terlihat seiring dengan penilaian lomba kebersihan antar-kelurahan Kota Kupang yang dimulai pada Senin (14/7).

Meski dengan keterbatasan fasilitas, warga berupaya menunjukkan komitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat..

Lomba ini bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat menjaga lingkungan, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah, dan menggali kreativitas warga dalam menciptakan kawasan yang nyaman dan asri.

Ketua tim penilai, Prof. Dr. I. Gusti Made Ngurah Budiana, S.Si., M.Si., yang juga Kepala Pusat Studi Lingkungan LP2M Universitas Nusa Cendana (Undana), menjelaskan bahwa lomba diikuti oleh 51 kelurahan se-Kota Kupang. Penilaian dilakukan menyeluruh, meliputi kinerja kantor kelurahan hingga inovasi masyarakat dalam mengelola sampah.

“Setiap kelurahan kami nilai dari kantor lurahnya, bagaimana program pengolahan sampah dijalankan, hingga kreativitas lurah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan,” jelas Prof. Budiana kepada media ini.

Untuk memastikan hasil yang adil dan representatif, tim mengambil sampel 4–6 RT di tiap kelurahan, bergantung pada jumlah RT di wilayah tersebut.

“Kami memperhatikan kondisi lingkungan, pola hidup masyarakat, inovasi warga, dan apakah sudah ada pemilahan sampah di tingkat rumah tangga,” tambahnya.

Prof. Budiana berharap lomba ini dapat menjadi pemicu warga untuk membangun kebiasaan baru dalam menjaga kebersihan dan mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab.

“Lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi ajakan untuk bersama-sama menciptakan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” harapnya.

Warga Penfui sudah mulai merasakan dampak dari sosialisasi pengelolaan sampah yang dilakukan pemerintah kelurahan.

Dara Sia Bennu, warga RT 08/RW 04, menceritakan bahwa sebelumnya sampah plastik biasanya dibakar sendiri, namun kini mulai dikumpulkan dan ditimbang untuk disetor ke bank sampah melalui RW.

“Sampah plastik sekarang dikumpulkan, ditimbang di rumah RW, lalu dijual ke bank sampah. Sampah lain kami buang ke penampungan umum jam enam sore. Kerja bakti juga rutin dua kali sebulan,” ungkapnya.

Namun, ia berharap pemerintah kelurahan melengkapi fasilitas warga, seperti penyediaan tempat sampah rumah tangga, perlengkapan kerja bakti, hingga pelatihan pengolahan daun kering menjadi pupuk.

Warga lain, Dominikus Tjoeonfin bersama istrinya Anastasia Naif RT 30/RW 13 Naisipanaf juga menyoroti keterbatasan fasilitas.

“Masih banyak yang membakar sampah sendiri karena titik kumpul belum jelas. Kadang kalau sibuk, sampah dibuang begitu saja ke jurang,” ujarnya.

Penilaian ini melibatkan tim lintas disiplin yang terdiri dari akademisi, praktisi, dan jurnalis, yakni:

Prof. Dr. I. Gusti Made Ngurah Budiana, S.Si., M.Si. (Kepala Pusat Studi Lingkungan LP2M Undana), Dr. Eufrasia Reneilda Arianti Lengur, S.Si., M.Si. (Dosen Universitas Katolik Widya Mandira Kupang), Dion DB Putra (Pemimpin Redaksi Pos Kupang) dan Fredyanto Hawai, S.Kom. (MI)




Berikan Pembekalan kepada 84 CPNS Wali Kota Tekankan Fokus, Adaptasi, Inovasi, Loyalitas, dan Konsistensi

 

Kupang,nwartapedia.com — Sebanyak 84 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kota Kupang tahun anggaran 2024 mengikuti orientasi dan pembekalan yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Senin (14/7).

Acara ini dibuka langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang memberikan motivasi serta arahan kepada para CPNS agar dapat menjalankan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kepala Badan Kepegawaian, para Kepala Perangkat Daerah, serta para pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Christian menyampaikan lima kunci penting yang harus dipegang oleh para CPNS dalam menjalani karier sebagai abdi negara.

“Pertama, kalian harus fokus. Apa pun tugas yang diberikan, tekuni dan jalani dengan sungguh-sungguh tanpa mudah berpindah-pindah atau goyah. Fokus akan membuat kalian terlihat dan diandalkan,” tegasnya.

Yang kedua, lanjutnya, adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk menguasai teknologi dan cara kerja modern.

“Dunia berubah cepat, teknologi terus berkembang. Kita tidak bisa meminta dunia mundur, tapi kita bisa mengubah arah layar untuk tetap melaju,” ujarnya memberi perumpamaan.

Wali Kota juga menekankan pentingnya menjadi pribadi yang berbeda dan inovatif, dengan menciptakan nilai tambah dalam setiap pekerjaan.

“Jangan hanya jadi bagian dari kerumunan. Buat diri kalian menonjol lewat kreativitas dan inovasi,” katanya.

Kunci keempat adalah loyalitas kepada atasan dan lembaga. Ia mengingatkan, sebagai bagian dari birokrasi, para CPNS wajib bekerja dalam satu komando dengan penuh integritas.

“Jangan berjalan sendiri-sendiri. Hormati pimpinan, jalankan perintah sesuai konstitusi dan aturan yang berlaku,” pesannya.

Terakhir, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam bekerja.

“Komitmen itu penting untuk memulai, tapi konsistensi jauh lebih penting untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Banyak orang semangat di awal tapi menyerah di tengah jalan. Jangan seperti itu,” tuturnya.

Wali Kota berharap para CPNS yang telah terpilih dapat menghayati dan menerapkan lima prinsip ini dalam setiap langkah, baik sebagai ASN maupun dalam kehidupan sehari-hari.

“Selamat mengikuti orientasi ini dengan serius. Jadilah ASN yang membanggakan diri sendiri, keluarga, dan daerah kita,” pungkasnya.

Kegiatan orientasi dan pembekalan ini bertujuan untuk memperkenalkan tugas pokok, fungsi, serta nilai-nilai dasar ASN kepada para CPNS, sekaligus mempersiapkan mereka menjadi aparatur negara yang profesional, berintegritas, dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati (MI)