Ebenhezer Simanjuntak: Program Makan Bergizi Gratis Berjalan Lancar di Sekolah Pinggiran Kota Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com  — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintah terus berjalan dengan lancar di salah satu sekolah menengah atas di kawasan pinggiran Kota Kupang.

Plt. Kepala sekolah SMAN 10 Kupang, Ebenhezer Simanjuntak yang baru menjabat selama lima bulan itu kepada media ini Senin tanggal 20 Juli 2025 mengungkapkan bahwa distribusi makanan kepada para siswa sejauh ini berlangsung baik, meskipun sesekali terdapat catatan minor terkait kualitas atau variasi makanan yang langsung ditindaklanjuti oleh pihak sekolah dan dapur penyedia.

“Selama ini pelaksanaan MBG di sekolah kami berjalan baik-baik saja dan lengkap. Kadang buahnya berganti-ganti, hari ini jeruk, besok buah lain, tapi tetap kami usahakan selalu tersedia. Kalau ada keluhan, langsung kami sampaikan ke pihak dapur,” ujar sang kepala sekolah yang sebelumnya bertugas di SMAN 4 Kupang dan hingga kini masih mengajar fisika di sana.

Pihak sekolah menekankan pentingnya kebersihan dan keterbukaan dalam menyampaikan keluhan.

“Kami selalu imbau anak-anak untuk cuci tangan sebelum makan, dan jika ada makanan yang kurang enak, misalnya terlalu asin atau daunnya pahit, langsung diberi tahu agar kami bisa segera menggantinya,” lanjutnya.

Polikarpus juga menambahkan, program MBG ini dinilai sangat membantu, khususnya bagi para siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu di wilayah pinggiran.

Selain memberikan asupan nutrisi, baginya, program ini juga mendorong kebiasaan hidup sehat dan membentuk kedisiplinan siswa dalam menjaga pola makan.

“Memang butuh penyesuaian, apalagi anak-anak terbiasa dengan makanan pedas seperti pakai lombok, tapi kami jelaskan bahwa makanan ini sudah diuji ahli gizi, dan aman untuk mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua OSIS SMAN 10, Mira masanya oetpah menyampaikan bahwa program ini sangat membantu, terutama bagi siswa laki-laki yang sebelumnya sering pulang ke rumah hanya untuk makan siang.

“Selama ini banyak teman-teman, khususnya siswa laki-laki, sering pulang karena lapar. Tapi sejak ada makan siang gratis, mereka tidak pulang lagi dan tetap mengikuti pelajaran dengan baik,” ungkapnya.

Ia juga menilai kualitas makanan yang disediakan cukup memuaskan. Menurutnya, menu yang disajikan enak, sehat, dan cukup untuk memenuhi kebutuhan siswa selama di sekolah.

“Makanannya enak dan bergizi, kami sangat bersyukur dengan adanya program ini. Semoga bisa terus berjalan,” pungkasnya. (MI)




Program MBG SMPN 18 Kupang Berjalan Baik, Guru Awasi Kualitas Makanan Setiap Hari

 

Kupang,nwartapedia.com  — Program makan siang bergizi gratis yang digagas pemerintah pusat dan diterapkan di SMP Negeri 18 Kupang berjalan lancar dan mendapat pengawasan ketat dari pihak sekolah.

Hal ini disampaikan oleh Siti Hainun Korsani Resi, Kepala Urusan Kurikulum SMPN 18 Kupang, saat ditemui media ini pada Selasa, (28/7/2025).

Menurut Siti Hainun, pelaksanaan program ini telah aktif berjalan setiap hari sejak awal pembelajaran semester baru, tepatnya pada 14 Juli 2025.

Ia mengatakan, setiap hari, para guru yang bertugas piket melakukan pengecekan kualitas makanan sebelum dibagikan kepada siswa.

“Pagi hari saat makanan datang, guru piket selalu cek. Makanannya dicek dari aroma, rasa, dan terutama menu yang riskan seperti daging dan ikan. Kami cicipi dulu sebelum anak-anak makan,” ungkapnya.

Siti menjelaskan, perhatian khusus diberikan pada menu seperti ikan yang bisa menyebabkan alergi dan daging yang rentan basi jika tidak diolah dengan benar.

Oleh karena itu, sebelum makanan dibagikan, pihak sekolah juga rutin mengingatkan siswa untuk mencuci tangan dan mengecek kondisi makanan mereka.

“Kami selalu sampaikan kepada siswa agar memperhatikan makanan mereka. Kalau tercium bau aneh atau ada semut, mereka bisa langsung lapor. Tapi sejauh ini tidak ada keluhan soal makanan rusak,” tambahnya.

Terkait selera makan, Siti mengakui bahwa hal tersebut bersifat relatif. Ada anak-anak yang mengeluh kurang garam atau tidak suka dengan menu tertentu, namun tidak ada yang menolak makan sama sekali.

“Selera itu beda-beda. Tapi secara umum, makanan selalu habis. Paling hanya sekitar 25 persen yang tidak habis, dan itu pun dalam jumlah sedikit,” jelasnya.

Program makan siang bergizi gratis ini bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang siswa serta meningkatkan konsentrasi belajar di sekolah.

Pihak SMPN 18 Kupang berharap program ini dapat terus berjalan dengan baik dan tetap mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk dalam hal pengawasan mutu dan keberlanjutan pasokan makanan. (MI)




10 ASN Dinas Pendidikan Kota Kupang Ikuti Pilot Project Penyusunan Instrumen Evaluasi Pasca Diklat Pembinaan Idelogi Pancasila

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Sebanyak 10 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang ditugaskan mengikuti kegiatan Pilot Project Survei Pasca Pendidikan Ideologi Pancasila, Selasa (29/7/2025).

Kegiatan ini berlangsung di salah satu Aula Hotel Kupang, dan merupakan kerja sama antara Pemerintah Kota Kupang dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Survei ini bertujuan untuk menggali kembali pemahaman dan internalisasi nilai-nilai Pancasila di kalangan ASN, sebagai awal proyek Idiologi Nasionak.

Kehadiran ASN Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam membumikan kembali nilai-nilai Pancasila, terutama di kalangan generasi milenial yang kini semakin dipengaruhi nilai-nilai sosial modern yang berpotensi menjauhkan dari akar kebangsaan.

“Kita menyadari bahwa pemahaman ideologi Pancasila sulit terdesiminasikan di kalangan masyarakat, khususnya kaum muda. Generasi milenial cenderung mengadopsi nilai-nilai sosial baru berbasis modernitas yang sering kali menjauh dari literasi kebangsaan,” ujar Eben Bolla, Ketua Tim Utusan Dinas Pendidikan.

Menurut Eben, survei ini menjadi momentum untuk membangun kembali kesadaran ideologis di kalangan ASN, sekaligus memberi contoh konkret bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan dalam kehidupan sosial sehari-hari.

Sepuluh ASN yang mengikuti kegiatan ini antara lain Febrika Lerek, S.Pd, Eben Bolla, Gregorius Takene, SE, Jackson Ndun, S.Sos, Januarius A. Ola Angin, S.Pd, Yeffri Hitahirun, Tirza E. Djami, Enjelina S.W. Boeky, Liverthina Huma, S.Kom  Delsi R. Kawurung, S.Pd.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Ambo, menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh peserta.

“Saya berharap para ASN yang diutus benar-benar mengikuti kegiatan ini dengan serius. Hasil dari kegiatan ini dapat menjadi proyek internal untuk diterapkan di lingkungan kerja masing-masing,” tegasnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi refleksi bahwa revitalisasi nilai-nilai Pancasila di kalangan birokrasi merupakan kebutuhan mendesak, di tengah tantangan ideologi dan disrupsi nilai yang berkembang pesat saat ini.
(goe)




Pemkot Kupang Gelar Pilot Project Penyusunan Instrumen Evaluasi Pasca Diklat Pembinaan Idelogi Pancasila

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Pemerintah Kota Kupang melalui Sekretariat Daerah kembali menggelar kegiatan strategis dalam penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui Pilot Project Pengembangan Instrumen Survei Pasca Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP).

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Selasa, 29 Juli 2025 pukul 10.00 WITA hingga selesai, dan melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 12 perangkat daerah di lingkungan Pemkot Kupang.

Informasi resmi tersebut diteruskan oleh Johnatan Sinlae, Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, melalui grup WhatsApp resmi Dinas Pendidikan, Senin (28/7/2025).

Ia menyampaikan pesan dari Plt. Sekretaris Daerah Kota Kupang yang menginstruksikan agar setiap perangkat daerah menugaskan ASN untuk menjadi responden dalam survei tersebut.

“Survei ini merupakan bagian dari pengembangan sistem pendidikan dan pelatihan ideologi Pancasila, sebagaimana amanat Peraturan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Nomor 2 Tahun 2024,” ujar Johnatan dalam keterangannya.

Survei ini bertujuan untuk menguji efektivitas instrumen evaluasi pasca-pelatihan ideologi Pancasila yang sebelumnya telah diberikan kepada ASN.

Para peserta akan mengisi survei digital secara bersama dalam satu ruangan, dipandu oleh enumerator.

Jumlah peserta dari masing-masing OPD telah ditentukan, antara lain Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebanyak 10 orang, BKPPD (5 orang), Badan Kesbangpol (7 orang), Dinas Kesehatan (8 orang), serta OPD lainnya masing-masing 2–3 orang.

Kriteria peserta juga ditetapkan cukup spesifik, yakni usia 25–50 tahun, Masa kerja 5–25 tahun, Bukan pendidik atau tenaga kependidikan, Komposisi gender seimbang (50:50), Wajib membawa perangkat pribadi seperti ponsel, tablet, atau laptop dengan baterai memadai dan paket data minimal 100 MB.

Pemerintah juga memastikan adanya fasilitas pendukung, seperti konsumsi (makan siang dan coffee break), serta penggantian biaya transportasi melalui rekening bank peserta.

Bagi peserta yang membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi panitia melalui kontak yang tersedia, yaitu Eko Budiyanto di nomor 0813-2836-1122.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam memperkuat wawasan kebangsaan ASN serta memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila di lingkungan birokrasi.
(Disdikbud)




Besok, Pemkot Kupang Buka Seleksi Terbuka Eselon II untuk Tujuh Jabatan Kadis 

 

Kupang, nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang akan memulai proses seleksi terbuka atau lelang jabatan untuk tujuh posisi pimpinan tinggi pratama (Eselon II) di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kupang, yang dijadwalkan dimulai pada Selasa, 29 Juli 2025.

Tujuh jabatan yang akan diisi melalui seleksi ini merupakan posisi strategis yang saat ini kosong, yakni:

1. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)

2. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK)

3. Kepala Dinas Pertanian

4. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah

5. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman

6. Kepala Dinas Sosial

7. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Proses seleksi dijadwalkan berlangsung selama 15 hari kerja sejak tanggal pembukaan resmi.

Informasi ini disampaikan oleh Bagian Organisasi Setda Kota Kupang.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignas Lega, menegaskan bahwa pelaksanaan seleksi terbuka ini merupakan implementasi dari prinsip meritokrasi dalam sistem manajemen aparatur sipil negara (ASN).

“Seleksi ini terbuka bagi seluruh ASN yang memenuhi syarat sesuai ketentuan perundang-undangan. Kami mengajak partisipasi luas agar jabatan-jabatan penting ini diisi oleh figur-figur yang kompeten, profesional, dan berintegritas,” ungkap Ignas saat memimpin apel bersama di halaman Kantor DPRD Kota Kupang, Senin (28/7/2025).

Ia juga menyampaikan bahwa pengisian jabatan melalui mekanisme seleksi terbuka diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik di Kota Kupang.

Seleksi ini akan diawasi secara ketat untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapannya.

Pemerintah Kota Kupang berharap, proses ini akan melahirkan pemimpin-pemimpin birokrasi yang siap membawa perubahan positif bagi masyarakat. (goe)1




Joshua Voss Sabet Dua Emas di Kejuaraan Brazilian Jiu-Jitsu Bali, Harumkan Nama NTT

 

Bali,nwartapedia.com  —  Bintang muda seni bela diri asal Nusa Tenggara Timur, Joshua Voss, kembali mencuri perhatian publik setelah sukses merebut dua medali emas dalam kejuaraan Brazilian Jiu-Jitsu yang digelar di Bali.

Joshua tampil dominan di dua kategori berbeda: Gi dan No Gi, membuktikan kualitas teknik dan daya juangnya di level kompetitif.

Joshua merupakan siswa dari Excellent Spirit Christian School (ESCS) sekaligus atlet dari Leon Fighting Camp / Prodigium Grappling, komunitas bela diri yang aktif membina bakat muda dari wilayah timur Indonesia.

Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa talenta dari daerah mampu bersaing bahkan unggul di panggung nasional.

 

Dibalik kesuksesan ini, peran penting dua pelatih utamanya, Coach Heath dan Coach Leon, tak bisa dipisahkan. Dalam pernyataannya, mereka mengungkapkan rasa bangga atas capaian Joshua.

 “Joshua adalah atlet luar biasa dengan potensi besar. Kami percaya dia bisa melangkah jauh dan menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di NTT. Kami akan terus mendorong lahirnya juara-juara baru dari daerah ini,” ujar Coach Heath.

Kejuaraan ini juga menjadi panggung gemilang bagi tim Leon Fighting Camp / Prodigium Grappling, yang secara kolektif membawa pulang 11 medali — terdiri dari 4 emas, 3 perak, dan 4 perunggu.

Hasil ini menegaskan kekuatan dan konsistensi tim dalam membina para atlet muda secara serius dan berkelanjutan.

Kemenangan Joshua bukan hanya milik pribadi, tetapi juga kebanggaan bersama masyarakat NTT.

Semangat, dedikasi, dan kerja keras yang ditunjukkannya menjadi inspirasi nyata bahwa anak muda dari daerah memiliki peluang besar untuk bersinar dan membawa nama daerah ke panggung nasional, bahkan internasional.  (MI,l




Wali Kota Kupang Serahkan Dana PEM Tahap VI untuk Warga Nunhila

 

Kupang,nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui program Dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM). Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi menyerahkan Dana PEM Tahap VI Tahun 2025 kepada warga Kelurahan Nunhila dalam sebuah acara yang digelar di Kantor Lurah Nunhila, Jumat (25/7).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Anggota Komisi II DPRD Kota Kupang Dapil Alak, Amiruddin La Oda, Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Kupang, Camat Alak, para Lurah se-Kecamatan Alak, Ketua LPM Kelurahan Nunhila Matheos A. Lasa, para pengurus LKK, tokoh agama dan masyarakat, serta para penerima manfaat Dana PEM.

Dalam sambutannya, Wali Kota Christian Widodo menegaskan bahwa Dana PEM bukan hanya bantuan finansial, melainkan bentuk kehadiran pemerintah dalam memperjuangkan kesejahteraan warganya.

Ia mendorong para penerima untuk bertanggung jawab dalam mengelola dana, disiplin, dan fokus dalam menjalankan usaha.

“Saya titip, kelola dana ini dengan penuh tanggung jawab. Jangan asal ganti usaha. Fokus, adaptif terhadap perkembangan zaman, sekarang media sosial bisa dimanfaatkan untuk usaha. Kami ingin masyarakat bisa berdaya dan mandiri secara ekonomi, bisa beli beras, bisa sekolahkan anak, dan hidup lebih sejahtera,” ungkap Wali Kota.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kota Kupang atas sinergi dan dukungan terhadap berbagai program pro-rakyat, yang disebutnya sebagai kunci akselerasi pembangunan Kota Kupang.

Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Nunhila, Matheos A. Lasa, dalam laporannya menyebutkan bahwa sejak 2013 hingga 2025, total Dana PEM yang telah digulirkan di Kelurahan Nunhila mencapai Rp2.081.400.000 dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 286 orang.

Pada tahap VI ini, sebanyak 70 warga menerima bantuan dengan total anggaran Rp310 juta dari total 89 usulan yang telah diverifikasi dan dinyatakan layak.

Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada enam penerima, masing-masing mendapatkan dana sebesar Rp10 juta, Rp7 juta, Rp6 juta, Rp5 juta, Rp4 juta, dan Rp3 juta.

Per Juli 2025, total dana yang masih dikelola mencapai Rp797.252.471, terdiri dari saldo akhir Rp485.501.471, tunggakan Rp272.172.151, dan pemutihan Rp39.600.000. Dari total pagu awal Rp750 juta, pengelolaan Dana PEM menunjukkan selisih lebih sebesar Rp47.252.471.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama. Suasana menjadi semakin hangat ketika Wali Kota menyempatkan waktu untuk berfoto dengan warga, menciptakan momen yang penuh keakraban.

Program Dana PEM merupakan salah satu program strategis Pemkot Kupang dalam memperkuat ketahanan ekonomi warga dari tingkat kelurahan, mendukung usaha mikro, dan menumbuhkan semangat kemandirian di tengah masyarakat. ***




Komisi III DPR RI Apresiasi Kinerja Kapolda NTT Terkait Program MBG

 

Kupang,nwartapedia.com — Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), Irjen Pol. Rudi Darmoko bersama jajaran pejabat utama Polda NTT menerima kunjungan kerja Komisi III DPR RI di Mapolda NTT, Kota Kupang, Jumat (25/7/2025).

Dalam rapat tertutup yang berlangsung hangat dan penuh apresiasi itu, dibahas sejumlah hal strategis, termasuk dukungan terhadap program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, yang memimpin rombongan, memberikan pujian tinggi atas kinerja Kapolda NTT.

Ia menyebut Irjen Rudi Darmoko sebagai sosok yang “bagaikan mutiara di timur,” seorang peraih Adhi Makayasa yang dikenal cerdas, alim, bersih, karismatik, dan berwibawa.

“Kinerja beliau sangat luar biasa. Polda NTT menunjukkan kepekaan terhadap isu-isu yang berkembang, termasuk isu keracunan pada pelaksanaan program MBG,” ujar Sahroni.

Senada dengan itu, Anggota Komisi III DPR RI asal NTT, Benny K. Harman, juga menyampaikan apresiasinya atas respons cepat dan sigap Polda NTT dalam menangani isu sensitif tersebut.

Ia menilai, sikap proaktif Polda menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung keberhasilan program pemerintah.

“Adanya isu tersebut, Polda NTT tetap peka dan siap mendalami apakah masalah ini mengandung dugaan pelanggaran hukum atau tidak,” kata Benny.

Lebih lanjut, Benny mendorong keterlibatan aktif jajaran kepolisian dalam mendukung program MBG agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat NTT.

“Tujuannya, program bagus ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Di NTT, program MBG mulai bergulir sejak Januari 2025,” jelasnya.

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, menyatakan bahwa masukan dan catatan yang diberikan Komisi III DPR RI menjadi perhatian serius bagi Polda NTT.

“Kita menginginkan program ini sukses dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” tegas Kombes Henry.

Kunjungan kerja Komisi III DPR RI ini mempertegas sinergi antara lembaga legislatif dan kepolisian dalam mewujudkan program-program strategis nasional yang berpihak pada kesejahteraan rakyat. (**)




Angka Kemiskinan di NTT Turun, Maret 2025 Capai 18,60 Persen

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami penurunan pada Maret 2025.

Persentase penduduk miskin tercatat sebesar 18,60 persen, mengalami penurunan 0,42 persen poin dibandingkan September 2024 dan turun 0,88 persen poin dibandingkan Maret 2024.

Penurunan ini juga tercermin dalam jumlah penduduk miskin yang mencapai 1,09 juta orang pada Maret 2025.

Jumlah ini berkurang 19,16 ribu orang dibandingkan September 2024 dan menurun 38,79 ribu orang dibandingkan Maret 2024.

Persentase penduduk miskin di wilayah perkotaan NTT juga menunjukkan perbaikan, dari 8,11 persen pada September 2024 menjadi 7,68 persen pada Maret 2025.

Di sisi lain, di wilayah perdesaan, persentase kemiskinan juga menurun dari 23,02 persen menjadi 22,66 persen.

Secara jumlah, penduduk miskin di perkotaan menurun sebanyak 5,06 ribu orang, dari 126,91 ribu orang (September 2024) menjadi 121,85 ribu orang (Maret 2025).

Sementara itu, penduduk miskin di perdesaan berkurang sebanyak 14,09 ribu orang, dari 981,02 ribu orang menjadi 966,93 ribu orang.

Garis Kemiskinan di NTT pada Maret 2025 tercatat sebesar Rp549.607,- per kapita per bulan.

Dari jumlah ini, komponen makanan menyumbang sebesar Rp416.301,- (75,75 persen) dan komponen bukan makanan sebesar Rp133.306,- (24,25 persen).

Dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga miskin di NTT sebanyak 5,59 orang, maka rata-rata Garis Kemiskinan per rumah tangga mencapai Rp3.072.303,- per bulan.

Penurunan angka kemiskinan ini menjadi indikator positif bagi pembangunan sosial ekonomi di NTT.

Namun, tantangan dalam mengurangi ketimpangan dan memperluas akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan layak tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah dan pusat. (MI)




Dua Goris Kupang Dorong Transformasi Petani Milenial

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Transformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern berbasis digital menjadi sorotan dalam diskusi ringan dua tokoh lokal di Kelurahan Bello, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Gagasan itu mengemuka dari dua sosok yang kebetulan memiliki nama depan sama Goris.

Adalah Goris Batafor, dosen Politeknik Pertanian Negeri Kupang, dan Goris Takene, Aparatur Sipil Negara di Pemkot Kupang yang juga sering manfaatkan waktu luang sebagai pelaku pertanian rumah tangga.

Dalam pertemuan yang berlangsung Rabu (24/7), keduanya menyoroti pentingnya adopsi teknologi digital dalam aktivitas pertanian sebagai jawaban atas tantangan zaman.

“Petani kita perlu mulai terbiasa dengan pendekatan teknologi—entah itu melalui aplikasi prakiraan cuaca, pupuk organik yang terukur, hingga pemasaran produk secara digital. Ini bukan hanya soal tren, tapi kebutuhan agar hasil panen lebih maksimal dan pasar makin luas,” kata Goris Batafor.

Sementara itu, Goris Takene Ketua RW 003 Kelurahan Bello yang juga aktif menjual hasil kebun di depan rumahnya, mengaku telah memanfaatkan platform digital sederhana untuk memperluas pasar.

“Biasanya saya manfaatkan waktu luang untuk buka lapak di rumah. Kadang tawarkan lewat grup WhatsApp atau jaringan kerja. Lumayan, selain ada tambahan penghasilan, produk-produk lokal kita makin dikenal,” ujarnya.

Diskusi keduanya menghasilkan sebuah kesepahaman: petani tradisional harus mulai didorong untuk menjadi petani milenial, yang tidak hanya mengandalkan pola lama, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.

Menurut mereka, dibutuhkan program pelatihan yang konkret, menyentuh kebutuhan petani, dan berkelanjutan, agar proses transformasi ini bisa berjalan efektif.

“Kita butuh pendekatan yang membumi—pelatihan digital, pendampingan usaha, sampai penguatan komunitas tani yang berbasis teknologi. Ini penting demi ketahanan pangan dan masa depan pertanian lokal yang tangguh,” tegas Goris Batafor.

Mereka juga berharap agar Dinas Pertanian Kota Kupang terus hadir melalui program-program pelatihan, penyuluhan, serta dukungan nyata bagi para petani kecil, agar tidak tertinggal di era serba digital ini.(goe)