Harga Barang dan Jasa di Waingapu Naik 4,04 Persen, Tertinggi di NTT

Kupang, nwartapedia.com – Waingapu mencatat kenaikan harga barang dan jasa tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Agustus 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, kenaikan harga di wilayah tersebut mencapai 4,04 persen.

Data ini disampaikan Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale, dalam konferensi pers di Aula Kantor BPS NTT, Selasa (1/9/2026).

Matamira menjelaskan, secara umum NTT mengalami kenaikan harga sebesar 2,59 persen selama periode Agustus 2025 hingga Agustus 2026. Indeks Harga Konsumen (IHK) NTT tercatat sebesar 110,74.

Di Waingapu, IHK berada pada angka 112,85, dengan kenaikan harga sebesar 4,04 persen. Sementara kenaikan harga terendah tercatat di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebesar 1,53 persen dengan IHK 109,86.

Menurut Matamira, kenaikan harga di NTT dipengaruhi oleh meningkatnya harga pada 10 dari 11 kelompok pengeluaran.

Kenaikan paling besar terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 13,93 persen. Selanjutnya kelompok transportasi naik 3,97 persen, informasi, komunikasi dan jasa keuangan 2,33 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,26 persen.

Kelompok makanan, minuman dan tembakau juga mengalami kenaikan sebesar 1,53 persen, sedangkan kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga naik 1,96 persen.

“Perubahan harga ini menunjukkan adanya pergerakan yang berbeda pada setiap kelompok pengeluaran dan wilayah,” jelas Matamira.

Meski terjadi kenaikan harga dalam setahun terakhir, pada Agustus 2026 NTT justru mengalami penurunan harga sebesar 0,40 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara sejak awal tahun hingga Agustus 2026, kenaikan harga tercatat sebesar 1,65 persen.

Dengan kenaikan 4,04 persen, Waingapu menjadi wilayah dengan perubahan harga tertinggi di NTT pada Agustus 2026.




BPS Catat NTP NTT Agustus 2026 Tembus 101,29, Empat Subsektor Pertanian Menguat

Kupang,nwartapedia.com  – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami peningkatan pada Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) NTT mencatat NTP mencapai 101,29, naik 1,10 persen dibandingkan Juli yang berada di angka 100,19.

Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale, menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers di Aula Kantor BPS NTT, Selasa (1/9/2026).

Matamira menjelaskan, NTP merupakan indikator untuk melihat daya tukar atau daya beli petani melalui perbandingan harga yang diterima petani dari hasil produksinya dengan harga yang harus dibayarkan untuk kebutuhan konsumsi dan produksi.

“Indeks yang diterima menggambarkan pendapatan petani dari hasil produksi pertaniannya, sedangkan indeks yang dibayar menggambarkan pengeluaran petani untuk konsumsi rumah tangga dan kebutuhan produksi,” jelasnya.

Kenaikan NTP Agustus terutama dipengaruhi Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang naik 0,99 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun 0,10 persen.

Dari lima subsektor pertanian, empat mencatat pertumbuhan positif. Tanaman Perkebunan Rakyat naik 2,05 persen, Tanaman Pangan 1,05 persen, Perikanan 1,00 persen dan Peternakan 0,06 persen. Hanya subsektor Hortikultura yang turun 0,26 persen.

Sejumlah komoditas seperti umbi-umbian, bawang, cabai dan jagung turut menjadi penyumbang kenaikan indeks harga yang diterima petani.

Di sisi lain, NTUP Agustus 2026 tercatat 105,92, meningkat 0,88 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Indikator tersebut menunjukkan perbandingan harga yang diterima petani dengan biaya produksi dan penambahan barang modal.

Sementara Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) petani turun 0,13 persen, antara lain dipengaruhi penurunan harga bawang merah, sawi hijau dan tomat sayur.

Matamira mengatakan perkembangan NTP tersebut menjadi salah satu gambaran kondisi daya dan usaha petani NTT. Meski secara umum meningkat, perkembangan masing-masing subsektor dan komoditas tetap berbeda.

“Yang penting kita lihat adalah bagaimana nilai yang diterima petani dibandingkan dengan pengeluarannya. Itu yang tergambar melalui NTP,” pungkasnya. (MI)




KADIN NTT Matangkan Persiapan Rapimprov 2026, Bahas Penguatan Ekonomi Daerah

Kupang, nwartapedia.com  – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT terus mematangkan persiapan pelaksanaan Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) KADIN NTT 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24 September 2026 di Hotel Harper Kupang.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat Dewan Pengurus Harian KADIN NTT bersama Panitia Pengarah atau Steering Committee (SC) dan Panitia Pelaksana atau Organizing Committee (OC) di Hotel Harper Kupang, Senin (1/9/2026).

Rapat dipimpin langsung Ketua Umum KADIN NTT, Dr. Cand. Bobby Lianto. Turut hadir Ketua Panitia Pengarah yang juga Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Blasius Lema, serta Sekretaris Panitia Pengarah, Restu Herdani Dupe.

Sejumlah anggota SC yang hadir di antaranya Mersy Siubelan, Francisco Besi, Yeskiel Natonis dan Wilson Lianto. Sementara dari OC hadir Ketua Panitia Christopher Samara, Wakil Ketua Yusak Benu bersama jajaran panitia.

Dalam rapat tersebut, jajaran KADIN NTT bersama panitia membahas berbagai kesiapan teknis dan substansi Rapimprov yang akan menjadi salah satu agenda penting organisasi dunia usaha di NTT.

Rapimprov KADIN NTT dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WITA. Pembukaan akan dilaksanakan secara serentak bersama Rapimprov KADIN di seluruh Indonesia dan disiarkan secara langsung secara virtual dengan dipimpin Ketua Umum KADIN Indonesia.

Setelah pembukaan, agenda dilanjutkan dengan sidang pleno dan komisi. Peserta akan membahas program kerja serta berbagai pokok pikiran yang berkaitan dengan perkembangan dunia usaha dan perekonomian daerah.

Agenda berikutnya yakni penyampaian laporan pertanggungjawaban Dewan Pengurus. Hasil pembahasan dalam komisi selanjutnya akan dirumuskan menjadi hasil Rapimprov sebelum seluruh rangkaian kegiatan ditutup pada malam hari.

Pada bagian akhir, laporan hasil Rapimprov dari seluruh provinsi akan disampaikan secara serentak melalui virtual, kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama.

Sejumlah pihak juga dijadwalkan hadir dalam Rapimprov KADIN NTT, termasuk Gubernur NTT selaku Ketua Dewan Penasihat KADIN NTT, Dewan Kehormatan, Dewan Pertimbangan KADIN, serta Anggota Luar Biasa (ALB) KADIN NTT dari berbagai asosiasi dunia usaha.

Saat ini, KADIN NTT mencatat terdapat 28 asosiasi dunia usaha yang terdaftar sebagai Anggota Luar Biasa. Di antaranya APINDO, PHRI, REI, HIPMI, GAPENSI dan sejumlah asosiasi lainnya.

Rapimprov KADIN NTT diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antarpelaku usaha sekaligus membangun sinergi yang lebih erat antara dunia usaha dan pemerintah.

Melalui forum tersebut, KADIN NTT juga mendorong lahirnya berbagai gagasan dan rekomendasi yang dapat mendukung pertumbuhan serta kebangkitan ekonomi Nusa Tenggara Timur.

Rapimprov KADIN NTT 2026 mengusung tema “Ayo Bangun NTT, Sinergi Dunia Usaha Bersama Pemerintah untuk Kebangkitan Ekonomi NTT.” **




Perumdam Kota Kupang Gandeng LPPM UNWIRA Dorong Riset untuk Perbaikan Layanan Air Bersih

Kupang,nwartapedia.com  – Perumda Air Minum Kota Kupang dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) menjajaki kerja sama riset untuk mendukung pembenahan dan peningkatan pelayanan air bersih di Kota Kupang.

Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Perumda Air Minum Kota Kupang, Selasa (1/9/2026).

Kepala LPPM UNWIRA, Dr. Yulianti Paula Bria, S.T., M.T., Ph.D., bersama tim diterima langsung Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa.

Yulianti mengatakan, LPPM UNWIRA melihat terdapat ruang kolaborasi yang cukup luas dengan Perumda, khususnya dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan kebutuhan air bersih.

Menurutnya, riset dapat diarahkan pada sejumlah persoalan, seperti tata kelola air bersih, dampak ketersediaan air terhadap masyarakat, hingga kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

“Dengan kerja sama ini, LPPM UNWIRA bisa mendukung berbagai agenda yang berkaitan dengan air bersih, baik dalam kaitannya dengan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat,” ujar Yulianti.

Ia menjelaskan, langkah berikutnya adalah membangun komunikasi dengan Pemerintah Kota Kupang untuk mendorong terwujudnya Memorandum of Understanding (MoU) antara UNWIRA dan Pemerintah Kota Kupang.

Setelah MoU terealisasi, kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PK) antara LPPM UNWIRA dan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai keterlibatan perguruan tinggi dalam melakukan kajian dapat memberikan sudut pandang akademis yang dibutuhkan Perumda.

“Kami sangat berterima kasih karena ini adalah langkah yang bagus, di mana LPPM UNWIRA memberikan ruang kolaborasi dengan Perumda Air Minum Kota Kupang,” kata Isidorus.

Ia mengatakan, kajian akademis dapat menjadi bahan masukan bagi Perumda dalam mengevaluasi tata kelola sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

“Perumdam Kota Kupang sangat membutuhkan masukan-masukan dan kajian-kajian dari pihak LPPM, misalnya dalam hal riset yang berkaitan dengan tata kelola air bersih Kota Kupang,” ujarnya.

Isidorus menambahkan, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada kajian akademis, tetapi dapat memberikan rekomendasi yang aplikatif bagi Perumda.

Dengan demikian, hasil riset dapat menjadi salah satu dasar untuk melakukan pembenahan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperluas cakupan jaringan air bersih di Kota Kupang.

“Kami menyambut baik niat dan upaya LPPM UNWIRA untuk membangun kerja sama ini. Harapannya, kajian yang dilakukan benar-benar relevan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.




PT Pembangunan Sehat Sejahtera Serahkan Pengelolaan Air Belo Sejahtera ke Perumda Kupang

Kupang, nwartapedia.com  –  Pengelolaan infrastruktur air bersih di Perumahan Belo Sejahtera resmi dialihkan dari PT Pembangunan Sehat Sejahtera kepada Perumda Air Minum Kota Kupang.

Pengalihan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Pembangunan Sehat Sejahtera dan Perumda Air Minum Kota Kupang di Kantor PT Pembangunan Sehat Sejahtera, Selasa (1/9/2026).

CEO PT Pembangunan Sehat Sejahtera, Bobby Lianto, mengatakan kerja sama ini merupakan langkah untuk memastikan pelayanan air bagi penghuni perumahan dapat dikelola secara lebih profesional.

“Harapannya semakin profesional dan airnya tersedia, sehingga masyarakat tidak kesulitan,” ujar Bobby.

Ia menjelaskan, saat ini sekitar 200 unit rumah telah memiliki sambungan air dan jumlah tersebut berpotensi bertambah hingga sekitar 250 unit seiring perkembangan kawasan.

Bobby menilai pengelolaan air lebih tepat ditangani Perumda karena pelayanan air merupakan bidang utama perusahaan daerah tersebut. Sementara pihak developer dapat lebih fokus pada pembangunan dan pengembangan kawasan perumahan.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan developer menjadi salah satu cara memperluas akses pelayanan air minum kepada masyarakat.

“Kita bersyukur dan berterima kasih karena melalui kolaborasi ini kita bisa mendapatkan akses untuk melayani masyarakat,” kata Isidorus.

Ia memastikan sejak 1 September 2026, pengelolaan air di Perumahan Belo Sejahtera menjadi tanggung jawab Perumda Air Minum Kota Kupang.

Sebelum pengalihan, Perumda telah melakukan survei lokasi serta sinkronisasi data dan kondisi jaringan bersama pihak developer.

“Sudah menjadi tanggung jawab kami untuk membenahi pelayanan yang mungkin masih kurang dan meningkatkan pelayanan yang sudah ada,” ujarnya.

Isidorus juga meminta warga segera menyampaikan laporan apabila terjadi gangguan pelayanan, kerusakan jaringan maupun persoalan pada pipa. Perumda, kata dia, memiliki mekanisme pengaduan untuk memastikan setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti.

Dalam kerja sama tersebut, infrastruktur yang dikelola Perumda meliputi dua sumur bor, dua pompa submersible, dua panel listrik, dua reservoir atau tandon berkapasitas 5.000 liter, jaringan perpipaan dalam kompleks perumahan serta sambungan rumah pada seluruh unit rumah.

Isidorus menambahkan, kerja sama dengan Belo Sejahtera juga diharapkan menjadi awal bagi kolaborasi pengelolaan air dengan sejumlah kawasan perumahan lainnya di Kota Kupang.

“Kalau masih ada developer lain yang ingin berkolaborasi, kami terbuka. Tujuannya agar pelayanan air minum semakin maksimal dan semakin banyak warga yang bisa kami layani,” pungkasnya. (MI)




Hemat Anggaran, Pemkot Kupang Kucurkan Rp100 Juta untuk Gereja YMY Liliba

Kupang, nwartapedia.com  – Hasil efisiensi anggaran Pemerintah Kota Kupang kembali diarahkan untuk kepentingan masyarakat. Kali ini, Pemkot Kupang memberikan hibah sebesar Rp100 juta untuk mendukung penyelesaian pembangunan Gereja Stasi Yesus Maria Yoseph (YMY) Liliba, Paroki Santo Yosef Pekerja Penfui.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menghadiri ibadah di Gereja YMY Liliba, Minggu (30/8/2026).

Hibah diterima secara simbolis oleh RD. Yonas Kamlasi, S.Fil., M.M., bersama Ketua Dewan Pastoral Stasi sekaligus Ketua Panitia Pembangunan Gereja YMY Liliba, Zakarias Saka Muru.

Christian mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari hasil efisiensi anggaran Pemkot Kupang. Penghematan dilakukan melalui pengendalian belanja operasional, termasuk perjalanan dinas dan tidak melakukan pengadaan kendaraan dinas baru.

“Hasil penghematan anggaran ini kami kumpulkan dan dialokasikan kembali untuk membantu pembangunan rumah-rumah ibadah di Kota Kupang,” kata Christian.

Menurutnya, efisiensi anggaran bukan sekadar mengurangi pengeluaran, tetapi memastikan uang negara kembali memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga menegaskan pembangunan Kota Kupang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pembangunan karakter dan kehidupan sosial masyarakat.

“Pembangunan manusia sama pentingnya dengan pembangunan fisik. Rumah ibadah menjadi salah satu tempat penting untuk membangun karakter masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Gereja YMY Liliba, Zakarias Saka Muru, menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemkot Kupang.

Ia mengatakan bantuan Rp100 juta tersebut akan digunakan untuk mendukung pekerjaan tahap akhir pembangunan gereja, terutama pemasangan plafon dan pengecatan.

“Kedatangan ini merupakan kali kedua Bapak Wali Kota hadir langsung mendukung tempat kami. Bantuan Rp100 juta ini sangat berarti untuk menyelesaikan tahap akhir,” ujar Zakarias.

Romo Yonas Kamlasi juga mengapresiasi dukungan pemerintah. Menurutnya, perhatian tersebut menunjukkan adanya semangat berjalan bersama antara pemerintah dan gereja dalam membangun masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Christian mengajak umat YMY Liliba mendoakan masyarakat yang terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Flores serta terus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. ***




Lurah Kuanino Rehabilitasi TPS dan Pasang Imbauan Jam Pembuangan Sampah

Kupang, nwartapedia.com – Kelurahan Kuanino terus memperkuat penanganan sampah dan kebersihan lingkungan melalui rehabilitasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang sudah tidak layak serta pemasangan papan imbauan mengenai jam pembuangan sampah.

Lurah Kuanino, Sem Tse, S.Pi, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Kelurahan Kuanino dalam menangani persoalan sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang tetap bersih dan tertata.

“Agenda kami di dalamnya menghimbau warga terkait jam buang sampah juga merehab TPS yang sudah tidak layak sebagaimana tindak lanjut dari komitmen kami menjaga kebersihan di Kelurahan Kuanino,” ujar Sem Tse kepada media ini pada Jumat (28/8/2026).

Sem Tse menjelaskan, salah satu langkah utama yang dilakukan Kelurahan Kuanino adalah merehabilitasi kembali TPS yang kondisinya sudah tidak layak.

Rehabilitasi tersebut dilakukan agar fasilitas pembuangan sampah dapat kembali berfungsi dengan baik dan mendukung upaya penataan kebersihan lingkungan.

Menurutnya, keberadaan TPS yang layak menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan sampah, terutama di wilayah Kuanino yang berada di kawasan dengan aktivitas masyarakat cukup tinggi.

Selain merehabilitasi TPS, Kelurahan Kuanino juga memasang papan imbauan mengenai jam pembuangan sampah pada enam titik TPS.

Pemasangan papan imbauan tersebut bertujuan mengingatkan masyarakat agar membuang sampah sesuai waktu yang telah ditentukan sehingga tidak terjadi penumpukan sampah di TPS maupun lingkungan sekitarnya.

“Sebagai komitmen saya terhadap prioritas penanganan sampah yang merupakan prioritas utama, maka kami telah melakukan langkah sebagai berikut, di antaranya memasang papan imbauan jam membuang sampah di enam titik TPS di Kelurahan Kuanino,” jelasnya.

Sem Tse menegaskan, upaya menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Karena itu, program tersebut dilaksanakan bersama aparat kelurahan, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), ketua RW, ketua RT dan masyarakat.

“Hal ini kami lakukan sebagai langkah maju bersama semua aparat Kelurahan, LPM, Ketua RW/RT dan warga masyarakat dalam memerangi sampah dan menjaga lingkungan yang tetap bersih,” katanya.

Ia menyadari bahwa sebagai kawasan yang berada di pusat keramaian, aktivitas masyarakat di Kelurahan Kuanino tidak terlepas dari persoalan sampah.

Karena itu, menurutnya, selain menyediakan dan memperbaiki fasilitas TPS, kesadaran masyarakat dalam mematuhi waktu pembuangan sampah juga menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan.

“Walaupun di tengah pusat keramaian sudah tentu tidak terluputkan dari aktivitas warga yang pasti tidak terlepas dari yang namanya sampah,” pungkas Sem Tse. (MI)




Pengurus INTI Kembali Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa Flores

Borong,nwartapedia.com – Pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak gempa di Pulau Flores.

Kali ini, bantuan disalurkan kepada warga Desa Golo Lero, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan oleh relawan INTI yang berdomisili di kota Ruteng, ibukota kabupaten Manggarai.

Tim relawan yang terdiri dari Bonafantura Teobaldus Erwin sebagai ketua bersama Florianus Panding, Hohanes Sardin dan Thomas Aquino sebagai anggota turun langsung menyerahkan bantuan kepada masyarakat.

Kedatangan tim relawan diterima oleh masyarakat Desa Golo Lero yang dipimpin langsung oleh Camat Lamba Leda Timur, Rikardus Rivaldo Yasman.

Sebanyak 100 paket bantuan disalurkan dalam aksi tersebut. Bantuan terdiri dari kebutuhan pokok berupa beras, mi instan, telur dan minyak goreng. Total bantuan yang disalurkan memiliki nilai sekitar Rp15 juta.

Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pengurus INTI terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa.

Bantuan kebutuhan pokok tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan meringankan beban warga.

Kepedulian Pengurus INTI terhadap korban gempa Flores akan terus berlanjut.

Tim relawan merencanakan kembali melanjutkan penyaluran bantuan pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Untuk lokasi penyaluran bantuan berikutnya masih disurvei dan dibahas oleh tim relawan bersama pengurus INTI.

Penyaluran bantuan secara langsung ke wilayah terdampak menjadi wujud solidaritas Pengurus INTI untuk hadir bersama masyarakat dalam menghadapi dampak bencana gempa di Flores. (MI)




Solidaritas Gempa Flores, 38 BEM Nusantara NTT Alihkan Gerakan ke Aksi Kemanusiaan

Kupang, nwartapedia.com – Tragedi gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores mendorong mahasiswa di Nusa Tenggara Timur untuk mengutamakan gerakan kemanusiaan.

Sebanyak 38 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang tergabung dalam BEM Nusantara NTT memutuskan mengalihkan fokus gerakan mereka untuk membantu masyarakat Flores yang terdampak bencana.

Keputusan tersebut sekaligus membuat 38 BEM untuk sementara tidak mengambil bagian dalam berbagai aksi di daerah masing-masing.

Seluruh perhatian diarahkan pada upaya membangun solidaritas dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang sedang menghadapi dampak gempa.

Koordinator Daerah BEM Nusantara NTT, Andhy Umbu Sanjaya, mengatakan keputusan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa ketika masyarakat sedang berada dalam situasi darurat.

“Ketika saudara-saudara kita di Flores sedang kehilangan rumah, kehilangan keluarga dan hidup dalam ketidakpastian akibat gempa, maka kemanusiaan harus menjadi prioritas,” kata Andhy.

Ia menegaskan, pilihan untuk fokus pada persoalan kemanusiaan tidak berarti mahasiswa berhenti bersikap kritis terhadap persoalan bangsa maupun daerah.

Menurutnya, gerakan mahasiswa memiliki ruang yang luas, termasuk menghadirkan kepedulian ketika masyarakat sedang mengalami bencana.

“Gerakan mahasiswa bukan hanya soal turun ke jalan dan menyuarakan kritik. Ketika rakyat sedang tertimpa bencana, mahasiswa juga harus hadir untuk mengulurkan tangan, menguatkan korban, dan memastikan mereka tidak menghadapi penderitaan sendirian,” ujarnya.

BEM Nusantara NTT kini mendorong 38 BEM yang tergabung di dalamnya untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan melalui penggalangan bantuan serta dukungan bagi masyarakat terdampak gempa.

Selain itu, mahasiswa juga mengajak berbagai elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, pemerintah daerah, pemerintah pusat dan pihak terkait untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat Flores.

Andhy menilai, situasi yang dihadapi para korban membutuhkan keterlibatan nyata dari berbagai pihak.

“Flores sedang berduka. Saat ini yang dibutuhkan bukan hanya kata-kata simpati, tetapi tindakan nyata. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang terdampak,” tegasnya.

Ia berharap solidaritas tersebut dapat terus berkembang sehingga masyarakat terdampak tidak merasa menghadapi bencana seorang diri.

BEM Nusantara NTT memastikan gerakan 38 BEM untuk sementara dipusatkan pada aksi kemanusiaan bagi korban gempa Flores.

“Hari ini, hati dan gerakan kami ada di Flores. Kami memilih untuk menunda keterlibatan dalam berbagai aksi, karena bagi kami, ketika rakyat sedang menderita akibat bencana, kemanusiaan harus berada di atas kepentingan apa pun,” pungkas Andhy. **




Peduli Korban Gempa Flores, INTI Ende Distribusikan Bantuan ke Warga Terdampak

Ende, nwartapedia.com – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores terus ditunjukkan berbagai pihak.

Salah satunya Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) melalui Pengurus Cabang INTI Ende yang menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada warga terdampak.

Penyaluran bantuan dilakukan pada Selasa, 25 Agustus 2026, di Desa Rukuramba dan Desa Nemboramba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende.

Pengurus Cabang INTI Ende yang dipimpin Ketua Robby Tjieputra turun langsung bersama Wakil ketua Br.Kristianus Riberu dan dr.Robby Wahyudi dan jajaran pengurus lain mendistribusikan bantuan kepada masyarakat.

Sebanyak 100 paket bantuan disiapkan untuk warga terdampak.

Setiap paket bantuan berisi sejumlah kebutuhan pokok, yakni beras, minyak goreng dan gula pasir.

Bantuan disalurkan secara langsung kepada masyarakat, baik di tenda-tenda pengungsian maupun ke rumah-rumah warga.

Pola penyaluran tersebut dilakukan agar bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

Dalam penanganan dampak gempa di Flores, Pengurus Cabang INTI Ende berperan sebagai koordinator lapangan (korlap).

Peran tersebut tidak terlepas dari posisi Ende yang juga termasuk wilayah terdampak serta letaknya yang relatif dekat dengan wilayah bagian barat Flores yang mengalami dampak bencana cukup parah.

Saat ini, kepengurusan INTI di wilayah Flores telah terbentuk di beberapa kabupaten, yakni Lembata, Flores Timur, Sikka dan Ende.

Keberadaan kepengurusan tersebut turut memperkuat koordinasi dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Flores.

Aksi sosial INTI tidak berhenti di Kabupaten Ende. Pada hari yang sama, bantuan juga disalurkan kepada masyarakat terdampak di Desa Golo Lero, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur.

Penyaluran bantuan di dua wilayah tersebut menjadi wujud solidaritas INTI bagi masyarakat Flores yang tengah menghadapi dampak bencana.

Melalui bantuan kebutuhan pokok tersebut, INTI berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama warga yang masih berada di pengungsian maupun mereka yang terdampak langsung akibat gempa.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi dan kepedulian berbagai elemen masyarakat dalam membantu warga yang sedang menghadapi situasi darurat akibat bencana. **