Christian Widodo Optimistis PSI NTT Makin Berkembang Usai Kunjungan Jokowi ke Kupang

Kupang,nwartapedia.com   —  Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Timur (NTT), dr. Christian Widodo, optimistis perkembangan PSI di NTT akan semakin pesat menyusul kehadiran Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di Kota Kupang.

Hal tersebut disampaikan Christian Widodo saat diwawancarai awak media di lobi Hotel Harper Kupang, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Christian, kehadiran Joko Widodo di Kupang diharapkan memberikan energi positif bagi perkembangan PSI, termasuk mendorong semakin banyak masyarakat bergabung dengan partai tersebut.

“Tentu harapannya besar. Dengan hadirnya Bapak Joko Widodo, mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia di Kupang ini, dan beliau pulang, pasti diikuti dengan banyak yang bergabung di PSI,” ujar Christian.

Ia mengatakan, dari sisi struktur organisasi, PSI NTT terus melakukan pembenahan di berbagai tingkatan.

Untuk struktur DPD, menurut Christian, telah mencapai 100 persen, sementara struktur DPC hampir rampung 100 persen. Adapun struktur tingkat ranting atau PRD masih terus dalam proses penyelesaian.

Christian menyebut ada tiga hal utama yang menjadi fokus PSI NTT dalam memperkuat organisasi.

“Kalau saya boleh bagi dalam tiga bagian besar, pertama pembenahan struktur, kedua mencari caleg-caleg yang potensial, dan terakhir hadir dan kerja untuk rakyat,” jelasnya.

Menurutnya, ketiga langkah tersebut menjadi kunci untuk memperkuat PSI sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap partai.

Christian juga menyampaikan optimismenya terhadap peluang peningkatan perolehan kursi PSI di NTT pada pemilu mendatang.

Ia mengatakan, PSI NTT saat ini memiliki sejumlah capaian politik yang menjadi modal untuk terus berkembang.

Christian menyebut PSI NTT memiliki total 34 kursi serta empat kepala daerah, termasuk kepala daerah yang diusung maupun didukung PSI.

“Kita sangat optimis dengan perkembangan PSI di NTT. Partai yakin nanti ke depan kursinya akan bertambah,” katanya.

Ia menegaskan, target tersebut harus diikuti dengan kerja nyata di setiap daerah pemilihan.

Sebagai contoh, untuk DPRD Provinsi NTT yang memiliki delapan daerah pemilihan, PSI menargetkan adanya keterwakilan kursi di setiap dapil.

“Kalau DPRD provinsi ada delapan dapil, maka harus minimal delapan kursi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Christian mengatakan penguatan struktur organisasi menjadi salah satu pekerjaan utama PSI NTT.

Untuk wilayah Kota Kupang, struktur organisasi PSI disebut telah rampung hingga tingkat kelurahan.

Namun, penyelesaian struktur di seluruh wilayah NTT masih menghadapi tantangan geografis karena NTT terdiri dari banyak pulau dan wilayah dengan akses yang tidak selalu mudah.

“Untuk PSI NTT, dari tingkat Kota Kupang sudah rampung hingga tingkat kelurahan. Di sini kita ada 22 kabupaten/kota dan kita terpisah pulau. Ada pulau-pulau kita yang agak jauh sehingga belum rampung sampai di tingkat ranting,” jelasnya.

Karena itu, Christian mengajak seluruh jajaran PSI untuk bekerja bersama menyelesaikan pembentukan struktur hingga ke tingkat paling bawah.

Ia optimistis target penyelesaian struktur organisasi PSI di seluruh NTT dapat tercapai.

“Kita harus bekerja bersama untuk melihat masyarakat dan saya yakin itu akan 100 persen,” tegasnya.

Christian menambahkan, penguatan struktur partai tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan politik, tetapi harus diikuti dengan kehadiran dan kerja nyata di tengah masyarakat.

Dengan tiga fokus utama, yakni pembenahan struktur, penjaringan calon legislatif potensial, serta kerja nyata untuk rakyat, PSI NTT optimistis dapat memperluas dukungan masyarakat dan meningkatkan perolehan kursi pada pemilu mendatang. (MI)




Diundang Khusus FMIPA UGM, SMA Katolik Giovanni Kupang Buka Peluang Kolaborasi Pendidikan

Kupang,nwartapedia.com  —  SMA Katolik Giovanni Kupang mendapat undangan khusus dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengikuti International Workshop Penguatan Kemitraan Pendidikan yang berlangsung di Yogyakarta, 29–31 Juli 2026.

Kepala SMA Katolik Giovanni Kupang, RD. Drs. Stefanus Mau, Pr., atau yang akrab disapa Romo Stef, hadir langsung dalam kegiatan tersebut sebagai perwakilan sekolah.

Undangan khusus tersebut menjadi momentum penting bagi SMA Katolik Giovanni Kupang untuk memperluas jaringan kerja sama sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam pengembangan kualitas pendidikan.

Workshop internasional tersebut mengangkat tema “Strengthening Teachers’ Science and Technology Literacy Through Coaching Program” dan mempertemukan unsur perguruan tinggi, kepala sekolah serta tenaga pendidik dari berbagai daerah.

Kegiatan diarahkan untuk memperkuat hubungan antara pendidikan menengah dan perguruan tinggi, khususnya dalam meningkatkan literasi sains dan teknologi bagi para pendidik.

Dalam kegiatan tersebut, empat sekolah dari Nusa Tenggara Timur mendapat kesempatan untuk hadir.

Keempatnya yakni SMA Katolik Giovanni Kupang, SMA Arnoldus Janssen Kupang, SMA Katolik Regina Pacis Bajawa, dan SMA Negeri 1 Kota Kupang.

Kehadiran sekolah-sekolah tersebut menjadi kesempatan bagi lembaga pendidikan di NTT untuk memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring dengan institusi pendidikan tinggi.

Bagi SMA Katolik Giovanni Kupang, kesempatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan peserta didik menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi mengenai penguatan literasi sains dan teknologi bagi guru.

Selain itu, peserta diperkenalkan dengan konsep coaching program sebagai salah satu pendekatan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga pendidik.

FMIPA UGM juga memperkenalkan sejumlah program akademik dan pengembangan sumber daya manusia, termasuk International Undergraduate Program (IUP), program Magister, penelitian, inovasi, serta peluang pengembangan kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi.

Informasi tersebut membuka ruang bagi sekolah untuk mengenal lebih jauh berbagai peluang pendidikan lanjutan dan pengembangan kompetensi bagi guru maupun siswa.

International Workshop tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri.

Di antaranya Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM; Prof. Lee Hon-man, Ph.D. dari National Changhua University of Education, Taiwan; Dr.-Ing. Hutomo Suryo Wasisto, M.Eng. dari Infineon Technologies AG, Jerman; serta Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., Dekan FMIPA UGM.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi mengenai berbagai tantangan pendidikan, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), serta penjajakan peluang kemitraan dan inovasi pendidikan.

Keikutsertaan SMA Katolik Giovanni Kupang dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui kolaborasi dan inovasi.

Penguatan literasi sains dan teknologi menjadi salah satu aspek penting dalam mempersiapkan guru dan siswa menghadapi perubahan serta tantangan pendidikan di masa depan.

Melalui jejaring kemitraan yang semakin luas, SMA Katolik Giovanni Kupang berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, kompetensi, kreativitas, dan kesiapan siswa menghadapi persaingan global.

Dari Nusa Tenggara Timur, GIVANS terus mendorong langkah-langkah strategis untuk membangun pendidikan yang lebih maju dan berkualitas.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai yang terus dihidupi SMA Katolik Giovanni Kupang:

Love • Service • Obedience

Cinta • Pelayanan • Ketaatan. ***




Rektor Undana Pastikan Jessica Pulih dan Lulus, Kampus Siapkan Pengawalan Akademik

Kupang,nwartapedia.com  — Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., memastikan pihak kampus memberikan perhatian penuh terhadap kondisi Jessica Sofia Tunardjo, mahasiswi semester X Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana.

Hal tersebut disampaikan Prof. Jefri saat membesuk Jessica yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Wirasakti Kupang, Sabtu (1/8/2026) pagi.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan langsung jajaran pimpinan Undana menyusul persoalan akademik yang dialami Jessica terkait pembatalan ujian skripsi yang disebut terjadi secara mendadak.

Dalam kunjungan tersebut, Prof. Jefri didampingi Wakil Rektor I Prof. Dr. dr. Annytha I. R. Detha, M.Si., Wakil Rektor III Dr. Rudi Rohi, M.Si., Wakil Rektor IV Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., Dekan FKM Prof. Dr. Apris A. Adu, M.Kes., serta sejumlah dosen dan pegawai.

Prof. Jefri mengatakan, prioritas utama saat ini adalah memastikan Jessica mendapatkan pemulihan kesehatan secara maksimal.

“Saya sudah bertemu keluarga dan adik Jessica. Kami sampaikan agar fokus dulu pada pemulihan kesehatannya. Soal kelanjutan studi dan hak akademiknya, kampus menjamin akan dipenuhi sepenuhnya,” ujar Prof. Jefri.

Menurut Rektor, kondisi Jessica menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani perawatan intensif dan beristirahat selama beberapa hari.

“Kami tentu bukan ahli kesehatan, namun dari penuturan adik Jessica sendiri, kondisinya terasa jauh lebih baik dibanding hari-hari sebelumnya. Walau masih butuh perawatan medis lanjutan, kabar perkembangan ini menjadi penyemangat bagi kita semua,” jelasnya.

Prof. Jefri menegaskan, setelah kondisi Jessica pulih, pihak rektorat bersama fakultas dan program studi akan mengawal proses penyelesaian studi, mulai dari proposal hingga skripsi.

Pengawalan tersebut dilakukan agar hak akademik Jessica tetap terpenuhi dan proses penyelesaian studinya dapat berjalan dengan baik hingga meraih gelar sarjana.

Prosedur Akademik Akan Dievaluasi

Selain memastikan kelanjutan studi Jessica, Undana juga akan melakukan evaluasi terhadap prosedur bimbingan dan pelaksanaan proses akademik.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bahan perbaikan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi di lingkungan akademik Undana.

Rektor juga mengungkapkan bahwa persoalan Jessica telah mendapat perhatian dari tingkat kementerian.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, ST., M.Eng., Ph.D., disebut sempat berkomunikasi langsung dengan Jessica melalui sambungan video call.

“Tadi Pak Menteri berkomunikasi langsung via video call dengan adik Jessica untuk menanyakan kondisi kesehatannya. Pihak kementerian mendukung penuh agar Jessica bisa pulih dan menyelesaikan studinya sampai meraih gelar sarjana,” terang Prof. Jefri.

Menurutnya, keluarga Jessica menyambut baik perhatian dan dukungan yang diberikan pihak kampus maupun kementerian.

Undana Tegaskan Tidak Toleransi Pelanggaran Etika

Sebelumnya, Wakil Rektor IV Undana, Prof. Philiphi de Rozari, menegaskan bahwa kampus tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran etika di lingkungan akademik.

“Prinsipnya Undana zero tolerance. Tidak ada toleransi untuk kekerasan atau pelanggaran dalam bentuk apa pun di kampus. Kami sedang mendalami seluruh fakta agar informasi yang keluar benar-benar akurat,” tegas Philiphi.

Ia meminta masyarakat memberikan waktu kepada tim internal Undana untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Menurutnya, proses pemeriksaan harus dilakukan secara objektif sehingga penyelesaian persoalan dapat memberikan rasa keadilan bagi semua pihak.

Pendampingan Psikologis Disiapkan

Sementara itu, Dekan FKM Undana, Prof. Apris Adu, mengatakan pihak fakultas terus memberikan perhatian terhadap kondisi Jessica.

Pendampingan psikologis dari Program Studi Psikologi Undana juga disiapkan setelah kondisi medis Jessica dinyatakan membaik.

Terkait informasi mengenai pembatalan ujian skripsi yang beredar, Prof. Apris mengatakan proses klarifikasi masih berlangsung.

Ia menjelaskan, proses tersebut perlu dilakukan secara hati-hati karena salah satu dosen penguji tengah berduka, sedangkan dosen pembimbing Jessica berada di luar daerah.

Karena itu, pihak kampus mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

Undana memastikan seluruh fakta akan didalami dan hasil pemeriksaan menjadi dasar dalam mengambil langkah selanjutnya.

Fokus pada Pemulihan dan Masa Depan Akademik

Kunjungan Rektor Undana bersama jajaran pimpinan ke RS Wirasakti menjadi bentuk perhatian kampus terhadap kondisi Jessica.

Undana memastikan pemulihan kesehatan Jessica menjadi prioritas sebelum kembali melanjutkan proses akademiknya.

Setelah dinyatakan pulih, pihak rektorat, fakultas, dan program studi akan mengawal proses penyelesaian proposal hingga skripsi.

Langkah tersebut diharapkan memberikan kepastian bagi Jessica untuk melanjutkan studi dengan baik dan menyelesaikan pendidikan hingga memperoleh gelar sarjana. **




Car Free Day Kupang Bergemuruh, Warga Tumpah Ruah Sambut Kedatangan Jokowi

Kupang,nwartapedia.com  –  Suasana Car Free Day (CFD) di Kota Kupang, Sabtu (1/8/2026) pagi, berlangsung meriah. Kehadiran Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), membuat kawasan tersebut dipadati masyarakat.

Kedatangan Jokowi di Kota Kupang merupakan bagian dari rangkaian agenda Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI NTT.

Pantauan media ini, warga Kota Kupang tumpah ruah memenuhi arena Car Free Day. Masyarakat terlihat antusias menantikan kehadiran Jokowi yang datang dalam rangkaian kunjungannya di Kota Kupang.

Suasana semakin meriah ketika Jokowi berada di tengah-tengah masyarakat. Teriakan nama “Jokowi” terdengar dari berbagai penjuru arena Car Free Day.

Warga tampak berusaha mendekat untuk melihat secara langsung maupun mengabadikan momen kehadiran mantan Presiden RI tersebut.

Bagi sebagian warga, kehadiran Jokowi di arena Car Free Day menjadi kesempatan langka untuk bertemu secara langsung dengan sosok yang pernah memimpin Indonesia selama dua periode.

Salah seorang warga Kota Kupang, Naomi, mengaku sangat senang dapat melihat Jokowi secara langsung.

Menurut Naomi, kedatangan Jokowi di arena Car Free Day menjadi momen yang sangat bermakna karena dirinya baru pertama kali bertemu langsung dengan Presiden ke-7 RI tersebut.

“Saya sangat senang bisa bertemu langsung dengan Pak Jokowi. Ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya,” ujar Naomi.

Ia juga mengaku kagum melihat antusiasme masyarakat Kota Kupang yang memenuhi arena Car Free Day untuk menyambut kedatangan Jokowi.

Kehadiran Jokowi akhirnya membuat Car Free Day Kota Kupang pada pagi itu tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga dan menikmati akhir pekan, tetapi juga menjadi momentum pertemuan langsung antara masyarakat dengan Presiden ke-7 RI. (MI)




Rayakan Kemerdekaan, Perumda Air Minum Kota Kupang Pangkas Biaya Sambungan Jadi Rp1,5 Juta

Kupang,nwartapedia.com  – Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Perumda Air Minum Kota Kupang menghadirkan program khusus bagi masyarakat berupa promo pemasangan sambungan rumah baru.

Melalui program tersebut, biaya pemasangan sambungan baru yang sebelumnya sebesar Rp2,5 juta dipangkas menjadi Rp1,5 juta per paket. Promo ini berlaku selama satu bulan, mulai 1 hingga 30 Agustus 2026.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, mengatakan program tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus inovasi pelayanan perusahaan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Isidorus kepada media ini di ruang kerjanya, Jumat (31/7/2026).

Isidorus menjelaskan, melalui promo khusus dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI, masyarakat memperoleh potongan biaya sebesar Rp1 juta untuk pemasangan sambungan baru.

Jika sebelumnya biaya pemasangan sambungan baru mencapai Rp2.500.000 per paket, selama periode promo pelanggan hanya dikenakan biaya Rp1.500.000.

“Kalau harga reguler pemasangan baru itu Rp2.500.000 per paket, tetapi kita akan memberikan promo menjadi Rp1.500.000 per paket. Kita pangkas satu juta,” kata Isidorus.

Tidak hanya memberikan potongan harga, Perumda Air Minum Kota Kupang juga menyiapkan skema pembayaran yang lebih ringan bagi calon pelanggan.

Calon pelanggan yang ingin memanfaatkan promo tersebut tidak harus membayar biaya Rp1,5 juta sekaligus.

Perumda memberikan kemudahan dengan pembayaran uang muka sebesar Rp700.000. Setelah uang muka dibayarkan, petugas akan melakukan pemasangan sambungan rumah. Sementara sisa pembayaran sebesar Rp800.000 dapat dicicil sebanyak delapan kali.

“Calon pelanggan cukup membayar uang muka sebesar Rp700.000, lalu petugas kita akan mengadakan pemasangan. Sedangkan sisanya Rp800.000 nanti dibayar cicil selama delapan kali,” jelasnya.

Kebijakan tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat untuk mendapatkan sambungan air minum tanpa harus menyiapkan seluruh biaya pemasangan sekaligus.

Menurut Isidorus, program promo tersebut merupakan bagian dari transformasi pelayanan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Melalui program ini, perusahaan ingin memperluas cakupan sambungan pelayanan sehingga semakin banyak warga Kota Kupang dapat mengakses layanan air minum.

“Ini adalah transformasi dari layanan Perumda Air Minum Kota Kupang untuk semakin memperluas sambungan pelayanan kita kepada seluruh warga Kota Kupang,” ujarnya.

Isidorus berharap inovasi pelayanan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan akses air minum.

“Mudah-mudahan dengan inovasi yang kami hadirkan ini bisa membantu masyarakat Kota Kupang untuk dapat mengakses air agar lebih baik lagi,” ungkapnya.

Program sambungan rumah dengan harga khusus tersebut hanya berlaku selama periode 1–30 Agustus 2026.
Masyarakat yang berminat dapat datang langsung ke kantor Perumda Air Minum Kota Kupang pada jam kerja untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan melakukan pendaftaran.

Selain layanan langsung di kantor, masyarakat juga dapat menghubungi Perumda melalui website dan kanal media sosial resmi perusahaan.

Isidorus mengajak masyarakat memanfaatkan program tersebut sebagai bagian dari momentum perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Segera datang langsung ke Perumda Air Minum Kota Kupang setiap jam kerja atau bisa hubungi kami melalui website dan kanal-kanal media sosial Perumda Air Minum Kota Kupang,” pungkasnya. (MI)




Kaesang Pangarep dan Raja Juli Antoni Tiba di NTT, PSI Siap Sambut Kunjungan Jokowi

Kupang,nwartapedia.com  –  Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI Raja Juli Antoni dan rombongan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI tiba di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kedatangan pimpinan DPP PSI tersebut disambut langsung Ketua DPW PSI NTT dr. Christian Widodo bersama jajaran pengurus DPW PSI NTT serta anggota DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-NTT.

Turut hadir dalam penyambutan tersebut Ketua DPD PSI Rote Ndao Simson Polin dan Ketua Pembina PSI Rote Ndao Apremoi Dudelusy Polin Dethan.

Kehadiran Kaesang Pangarep dan Raja Juli Antoni di NTT merupakan bagian dari rangkaian agenda kunjungan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi di wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Kunjungan Jokowi di NTT dijadwalkan berlangsung hingga 2 Agustus 2026 dengan sejumlah agenda bersama masyarakat.

Selain menyambut kedatangan Jokowi, rombongan pimpinan DPP PSI juga dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda internal partai di Kota Kupang.

Salah satu agenda yang akan diikuti adalah Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Kupang.

Rangkaian kegiatan lainnya mencakup jalan pagi bersama masyarakat dalam agenda Car Free Day (CFD) di kawasan El Tari serta Karnaval Gajah yang dijadwalkan berlangsung di kawasan LLBK Kota Kupang.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda yang melibatkan pengurus dan kader PSI bersama masyarakat Kota Kupang.

Rangkaian kegiatan juga dijadwalkan berlanjut ke sejumlah wilayah di Kabupaten Kupang.

Di antaranya kunjungan ke Oesina, Desa Lifuleo, serta Desa Mata Air, Tarus.

Kehadiran pimpinan DPP PSI bersama jajaran pengurus daerah diharapkan semakin memperkuat koordinasi internal partai sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat NTT.

Ketua DPW PSI NTT dr. Christian Widodo bersama jajaran pengurus menyampaikan kesiapan menyambut seluruh rangkaian kegiatan tersebut.

Kunjungan Kaesang Pangarep dan Raja Juli Antoni sekaligus menjadi momentum konsolidasi PSI di NTT di tengah rangkaian kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Seluruh agenda diharapkan dapat berlangsung aman, tertib dan kondusif dengan melibatkan berbagai unsur pengurus PSI serta masyarakat NTT. **




Polemik Akademik Sri Sulastri Berakhir, Undana Buka Data SIAKAD dan PDDikti

Kupang,nwartapedia.com  –  Polemik status akademik Sri Sulastri Hamza di Universitas Nusa Cendana (Undana) akhirnya menemukan titik terang. Penyelesaian persoalan tersebut dilakukan melalui dialog terbuka yang digelar di Ruang Rapat Rektor, Gedung Rektorat Undana, Kupang, Rabu (29/7/2026).

Forum tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., dan dihadiri jajaran pimpinan universitas, pengelola Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK), perwakilan BEM dan BLM Undana, serta Sri Sulastri Hamza.

Penyelesaian persoalan ini diperkuat dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan tertanggal 29 Juli 2026 oleh Rektor Undana dan Sri Sulastri Hamza.

Penandatanganan tersebut disaksikan Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si., Dekan FEB Dr. Rolland E. Fanggidae, M.M., serta perwakilan BEM dan BLM Undana.

Data SIAKAD dan PDDikti Dibuka dalam Forum

Dalam dialog tersebut, Sri Sulastri Hamza diberikan kesempatan untuk menyampaikan persoalan yang selama ini menjadi keresahannya, termasuk terkait keikutsertaan dalam ujian skripsi, pengakuan nilai KHS semester 7, hingga opsi mutasi studi.

Pihak Undana kemudian memberikan penjelasan berdasarkan data resmi Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) dan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).

Klarifikasi tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 serta Peraturan Rektor Undana Nomor 5 Tahun 2022.

Berdasarkan data yang dipaparkan, nama Sri Sulastri secara de jure tidak tercatat dalam Kartu Rencana Studi (KRS) SIAKAD pada semester 7 karena tidak terdapat input dan validasi dari Dosen Pembimbing Akademik (DPA).

Undana menjelaskan kondisi tersebut berkaitan dengan persoalan registrasi dan administrasi akademik mahasiswa. Karena tidak tercatat dalam KRS, nilai semester tersebut dinilai tidak memiliki dasar administrasi untuk ditranskripsikan.

Status Registrasi Mahasiswa

Dalam forum tersebut juga dijelaskan bahwa Sri Sulastri tidak melakukan registrasi tepat waktu pada semester berjalan sehingga statusnya di PDDikti sempat dinonaktifkan.

Mahasiswa kemudian melakukan registrasi kembali pada semester 10 dengan membayarkan tunggakan semester 8, 9, dan 10 sekaligus.

Pihak universitas menyampaikan seluruh data tersebut secara terbuka dalam forum yang juga dihadiri perwakilan organisasi mahasiswa.

Masa Studi dan Syarat Ujian Skripsi

Undana selanjutnya memberikan klarifikasi mengenai persyaratan mengikuti ujian skripsi.

Pada semester genap Tahun Akademik 2025/2026, masa studi Sri Sulastri telah mencapai semester XIV atau batas maksimal masa studi.

Dari total beban studi sebanyak 145 SKS, mahasiswa tercatat telah menyelesaikan 122 SKS. Dengan demikian, masih terdapat sejumlah mata kuliah yang belum diselesaikan, termasuk 17 SKS mata kuliah wajib.

Sesuai Peraturan Rektor Undana Nomor 5 Tahun 2022, mahasiswa harus telah menyelesaikan minimal 139 SKS untuk dapat mengikuti ujian skripsi.

Atas dasar ketentuan tersebut, Undana menyatakan persyaratan akademik untuk mengikuti ujian skripsi belum terpenuhi.

Undana Tawarkan Solusi Mutasi Studi

Meski demikian, Undana menyatakan tetap memberikan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa.

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah mutasi atau pindah perguruan tinggi. Opsi tersebut memungkinkan riwayat kredit mata kuliah yang telah diperoleh tetap dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi lain sesuai ketentuan yang berlaku.

Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale menegaskan bahwa setiap keputusan akademik yang diambil universitas didasarkan pada regulasi dan data administrasi.

“Seluruh regulasi akademik yang diterapkan institusi bertumpu pada asas kepastian hukum dan ikhtiar penyelamatan masa depan mahasiswa. Undana pada prinsipnya sangat mendukung hak dan kewajiban mahasiswa selama menempuh studi, dan tidak ingin ada mahasiswa yang mutasi atau bahkan drop out,” tegas Jefri.

BEM dan BLM Apresiasi Keterbukaan Undana

Setelah mendapatkan pemaparan dari Bagian Akademik, Bagian Keuangan, serta pengelola Program Studi Akuntansi FEB, Sri Sulastri Hamza menerima penjelasan dan data yang disampaikan dalam forum tersebut.

Perwakilan BEM dan BLM Undana juga memberikan apresiasi terhadap keterbukaan pihak universitas dalam menyelesaikan persoalan melalui dialog.

“BEM dan BLM Undana menyambut baik transparansi yang dibuka pimpinan universitas dengan menghadirkan berbagai pihak untuk mendengar secara langsung duduk persoalan secara komprehensif,” ungkap perwakilan BEM-BLM Undana.

Undana Perkuat Transparansi Tata Kelola Akademik

Penyelesaian polemik melalui dialog terbuka dan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan menjadi momentum bagi Undana untuk memperkuat tata kelola akademik berbasis data dan regulasi.

Universitas menilai klarifikasi secara terbuka diperlukan untuk memberikan gambaran yang utuh mengenai status akademik mahasiswa serta dasar aturan yang digunakan dalam setiap keputusan akademik.

Dengan dibukanya data SIAKAD dan PDDikti dalam forum tersebut, Undana berupaya memastikan persoalan akademik dapat diselesaikan berdasarkan data resmi dan ketentuan yang berlaku.

Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen Undana terhadap transparansi, kepastian hukum akademik, serta peningkatan kualitas layanan kepada mahasiswa.

Melalui penyelesaian tersebut, Undana berharap polemik yang berkembang dapat berakhir dan seluruh pihak dapat memahami persoalan berdasarkan data serta regulasi akademik yang berlaku. **o




Edyson G.M.Tenabolo, SH Ajak Masyarakat NTT Sambut Jokowi dengan Suka Cita, Apresiasi Jasa Pembangunan

Kupang,nwartapedia.com   –  Ketua DPD PSI Sumba Barat sekaligus Ketua Fraksi Solidaritas DPRD Kabupaten Sumba Barat, Edyson Gawo Mata Tenabolo, SH, mengajak seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) menyambut kedatangan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), dengan penuh suka cita.

Ajakan tersebut disampaikan Edyson Tenabolo kepada media ini pada Kamis (30/7/2026), menjelang kunjungan Jokowi ke NTT.

Menurut Edyson Tenabolo, kunjungan Jokowi ke NTT menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menunjukkan apresiasi dan kecintaan atas perhatian serta berbagai program pembangunan yang telah dilakukan selama 10 tahun kepemimpinannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Apresiasi dan kecintaan kepada Bapak Joko Widodo untuk NTT. Karena itu, melalui kunjungan ini saya mengajak seluruh masyarakat NTT, mari kita sambut kedatangan beliau dengan suka cita,” ujar Edyson Tenabolo.

Ia mengatakan, masyarakat NTT memiliki alasan kuat untuk memberikan apresiasi kepada Jokowi. Selama masa pemerintahannya, pembangunan infrastruktur dan layanan dasar di NTT mendapat perhatian melalui berbagai program pemerintah pusat.

Salah satu sektor yang mendapat perhatian besar adalah pembangunan infrastruktur sumber daya air. Kementerian PUPR mencatat pemerintah membangun sejumlah bendungan di NTT pada era pemerintahan Jokowi, di antaranya Bendungan Raknamo, Rotiklot, Napun Gete dan Temef. Bendungan-bendungan tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan air baku, irigasi, pengendalian banjir serta mendukung sektor pertanian.

Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, misalnya, dirancang untuk menyediakan air baku, mendukung irigasi, pembangkit listrik tenaga mikro serta pengendalian banjir. Sementara Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu telah dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan pertanian dan lumbung pangan di wilayah Atambua.

Menurut Edyson Tenabolo, berbagai pembangunan tersebut merupakan bagian dari perhatian pemerintah terhadap NTT sebagai salah satu wilayah kepulauan di Indonesia yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan sumber daya air.

Ia menilai, pembangunan yang telah dilakukan pada masa pemerintahan Jokowi perlu dilihat sebagai bagian dari upaya menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah Indonesia bagian timur.

“Bagi saya, apa yang sudah dilakukan Presiden Jokowi untuk NTT patut kita apresiasi. Ada banyak pembangunan yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat, baik sekarang maupun di masa yang akan datang,” katanya.

Edyson Tenabolo juga mengajak masyarakat NTT untuk menjadikan momentum kedatangan Jokowi bukan hanya sebagai kegiatan politik, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mempererat hubungan dan menyampaikan penghargaan atas berbagai kontribusi pembangunan yang telah diberikan kepada daerah.

Ia berharap masyarakat dapat menyambut Jokowi secara tertib, damai dan penuh kegembiraan.

“Ini adalah momentum kita bersama. Mari kita sambut Presiden ke-7 Joko Widodo dengan hati yang gembira, penuh suka cita dan rasa terima kasih atas kerja-kerja pembangunan yang telah dilakukan selama beliau memimpin Indonesia,” pungkasnya (MI).

 




Ahmad Talib Sebut Kunjungan Jokowi ke Kupang Cerminkan Kedekatan dengan Rakyat

Kupang, nwartapedia.com  – Anggota DPRD Kota Kupang sekaligus Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PSI Kota Kupang, Ahmad Talib, menyambut positif kedatangan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, ke Kota Kupang.

Menurutnya, kehadiran Jokowi merupakan momentum silaturahmi yang akan disambut hangat oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ahmad Talib mengatakan, Joko Widodo merupakan pemimpin yang memiliki perjalanan politik yang panjang.

Berawal dari Wali Kota Surakarta, kemudian menjadi Gubernur DKI Jakarta, hingga dua periode dipercaya rakyat memimpin Indonesia sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Pak Jokowi adalah pemimpin yang lahir dari rakyat dan tumbuh melalui proses yang panjang. Beliau dikenal sederhana, sabar, dan selalu berupaya mendekatkan diri kepada masyarakat,” ujar Ahmad Talib kepada media ini pada Rabu (2

Menurutnya, kedatangan Jokowi ke Kota Kupang merupakan hal yang positif. Sebagai mantan kepala negara, Jokowi tetap memiliki ruang untuk bersilaturahmi dengan masyarakat di berbagai daerah, termasuk di NTT.

Ia juga menilai kritik maupun berbagai komentar yang ditujukan kepada Jokowi merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus disikapi secara dewasa.

“Dalam kehidupan politik pasti ada perbedaan pandangan. Kritik adalah hal yang biasa, namun semangat persatuan dan saling menghormati harus tetap dijaga,” katanya.

Ahmad Talib turut mengapresiasi sikap Wali Kota Kupang yang menyambut kedatangan Presiden ke-7 RI tersebut. Menurutnya, penghormatan kepada mantan pemimpin bangsa merupakan bentuk etika kenegaraan yang patut dijaga.

“Saya mengapresiasi Wali Kota Kupang yang menunjukkan sikap menghormati mantan Presiden Republik Indonesia. Itu mencerminkan jiwa kepemimpinan yang menghargai jasa para pemimpin bangsa,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Ahmad Talib mengajak seluruh politisi untuk lebih mengutamakan kerja nyata daripada memperpanjang polemik politik.

“Politisi yang baik adalah mereka yang lebih banyak bekerja dan hadir di tengah masyarakat. Diam, bekerja, dan memberikan manfaat bagi rakyat merupakan sikap yang harus terus dikedepankan demi kemajuan daerah dan bangsa,” tutupnya. (MI)




Warisan Pembangunan Jokowi di NTT: Bendungan, Jalan, RSUP hingga Labuan Bajo Jadi Bukti Nyata Kemajuan Daerah

Kupang, nwartapedia.com  –  Selama dua periode kepemimpinannya sebagai Presiden Republik Indonesia ke-7 pada 2014–2024, Joko Widodo (Jokowi) meninggalkan berbagai warisan pembangunan yang memberikan dampak besar bagi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Melalui paradigma pembangunan Indonesia-sentris, NTT menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius dalam pembangunan nasional.

Berbagai proyek strategis yang dibangun pemerintah pusat selama satu dekade terakhir tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga memperkuat sektor pertanian, kesehatan, penyediaan air bersih, pariwisata, hingga kawasan perbatasan negara.

Salah satu fokus utama pemerintahan Jokowi di NTT adalah pembangunan infrastruktur pengairan. Jokowi berulang kali menegaskan bahwa kunci kemajuan NTT terletak pada ketersediaan air.

Karena itu, pemerintah membangun sejumlah bendungan besar untuk mendukung irigasi dan ketahanan pangan.

Empat bendungan utama yang telah selesai dibangun yakni Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, serta Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang menjadi bendungan terbesar di NTT dengan nilai investasi sekitar Rp2,7 triliun dan diresmikan pada Oktober 2024.

Selain itu, proyek Bendungan Manikin dan Bendungan Mbay juga masuk dalam perencanaan strategis nasional.

Di bidang konektivitas, pemerintah membangun dan meningkatkan 27 ruas jalan nasional dengan total panjang sekitar 217 kilometer yang tersebar di 20 kabupaten/kota di NTT.

Nilai investasi pembangunan jalan tersebut mencapai sekitar Rp737 miliar untuk memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Pemerintah juga melakukan pengembangan sejumlah bandar udara, di antaranya Bandara El Tari Kupang dan Bandara Komodo Labuan Bajo sebagai pintu gerbang utama transportasi udara di NTT.

Di kawasan perbatasan, pemerintahan Jokowi menghadirkan wajah baru Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Sejumlah PLBN modern dibangun dan diresmikan, seperti PLBN Motaain, PLBN Motamasin, PLBN Wini, hingga PLBN Napan di Kabupaten Timor Tengah Utara.

Total investasi pembangunan kawasan perbatasan tersebut mencapai sekitar Rp1,3 triliun dan diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.

Pada sektor kesehatan, pemerintah membangun RSUP dr. Ben Mboi di Kota Kupang dengan nilai proyek sekitar Rp420 miliar.

Rumah sakit ini menjadi fasilitas kesehatan rujukan terbesar di NTT dan diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kesehatan spesialistik sehingga masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah.

Di bidang penyediaan air bersih, pemerintah juga membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), salah satunya SPAM Kali Dendeng di Kota Kupang dengan nilai proyek sekitar Rp173 miliar untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum yang layak.

Perhatian pemerintah juga menyentuh pembangunan fasilitas keagamaan. Salah satunya melalui dukungan pembangunan Gereja Katedral Keuskupan Agung Kupang dengan nilai lebih dari Rp24 miliar sebagai bagian dari penguatan sarana ibadah bagi umat.

Sementara pada sektor pariwisata, Jokowi menetapkan Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas.

Berbagai infrastruktur dibangun secara masif, mulai dari perluasan Bandara Komodo, penataan kawasan Marina dan Waterfront, hingga pembangunan jalan akses menuju destinasi wisata.

Kebijakan tersebut berhasil meningkatkan daya tarik investasi, kunjungan wisatawan, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Berbagai proyek strategis tersebut menjadi bagian dari warisan pembangunan pemerintahan Presiden Joko Widodo di NTT.

Infrastruktur yang telah dibangun diharapkan terus memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pembangunan, dan pertumbuhan ekonomi daerah. ***