Warga Buka Jalan Sendiri, Lima Tahun Tak Diurus Pemkot Kupang

Kupang, nwartapedia.com —Di tengah gemerlap pembangunan Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi, ironi masih terjadi di wilayah pinggiran.

Sudah lima tahun berlalu sejak warga Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, membuka akses jalan penghubung secara swadaya.

Namun hingga kini, jalan sepanjang tiga kilometer yang menghubungkan Bello dengan Dusun Atonifui, Desa Oelomin (Kabupaten Kupang) itu belum juga disentuh aspal.

Kondisinya memprihatinkan. Tanah berbatu, licin saat hujan, dan sulit dilalui kendaraan. Padahal, jalan ini menjadi urat nadi aktivitas harian warga, termasuk tenaga kesehatan dan aparat keamanan yang melayani masyarakat di wilayah tersebut.

Tokoh masyarakat setempat, Corunus Tuan, mengaku kecewa dengan sikap pemerintah kota yang seolah menutup mata.

“Jalan ini kami buka sendiri tahun 2020 dengan gotong royong, supaya warga tidak terisolasi. Tapi sampai sekarang belum ada kelanjutan dari pemerintah. Fokus pembangunan masih terlalu berat ke pusat kota,” ujar Corunus, Senin (20/10/2025).

Kritik juga datang dari Ketua RW 003 Kelurahan Bello, yang membenarkan kondisi jalan yang masih berupa tanah hingga kini.

“Kami sudah berbuat. Sekarang giliran pemerintah. Jalan ini penting bagi pelayanan publik, termasuk akses petugas kesehatan dan warga yang membawa hasil pertanian,” ujarnya tegas.

Warga menilai, pemerintah belum serius dalam mewujudkan pemerataan infrastruktur, terutama di wilayah perbatasan kota. Meski berada dalam batas administratif Kota Kupang, akses jalan Bello–Atonifui seperti luput dari perhatian.

Buruknya kondisi jalan bukan hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengancam keselamatan, terutama di musim hujan.

Hal ini terbukti dari dokumentasi pada Senin (20/10/2025), saat dua petugas kesehatan dari Puskesmas Sikumana, yang dikawal Babinsa Kelurahan Bello, Serka TNI AD Frans, harus melintasi jalan tanah berbatu demi menjangkau pasien di RT 007/RW 003.

Warga berharap ada langkah nyata dari Pemkot Kupang. Minimal, dilakukan pengerasan atau pelapisan jalan (lapen), agar akses vital ini bisa layak digunakan.

“Kami tidak minta jalan mulus seperti di pusat kota. Tapi minimal bisa dilalui dengan aman,” tutup Corunus.(goe)




Anjing Liar Serang Warga Bello Kota Kupang Petugas Kesehatan Sisir Rumah Korban

Kupang, nwartapedia.com — Terik matahari siang menyorot tajam di perbukitan kering Kelurahan Bello, Kota Kupang. Di tengah debu dan jalanan berbatu RW 003, dua petugas dari Puskesmas Sikumana menembus panas untuk menjalankan misi kemanusiaan: menyisir rumah-rumah warga yang menjadi korban gigitan anjing liar.

Serangan anjing liar yang terjadi selama dua hari berturut-turut, Sabtu dan Minggu (18–19 Oktober 2025), telah menggemparkan warga setempat.

Tujuh orang menjadi korban, sebagian besar mengalami luka gigitan serius dan harus menjalani perawatan serta vaksinasi rabies.

Blandina Wila dan Roberti Jaur, petugas surveilans kesehatan dari Puskesmas Sikumana, menyambangi satu per satu rumah korban, didampingi Ketua RW 003 Goris Takene dan Babinsa Kelurahan Bello Serka Frans.

Selain memastikan penanganan medis, mereka juga memetakan titik-titik rawan kemunculan anjing liar yang diduga membawa virus rabies.

“Setiap informasi dari warga sangat penting untuk penelusuran sumber penularan,” ujar Blandina Wila di sela-sela wawancara dengan salah satu keluarga korban pada Senin (20/10/2025).

Aurelius Mengi Uly (37), warga RW 003, menjadi salah satu korban yang mengalami luka robek di kaki kanannya saat hendak pergi ke gereja bersama istri dan anaknya.

“Minggu pagi, sekitar jam 6:50, tiba-tiba seekor anjing datang dan menggigit kaki saya. Untung saya langsung dibawa ke RSUD SK Lerik dan mendapat suntikan vaksin anti rabies,” tuturnya.

Maria Bire Doko (65), warga RT 004/RW 002, juga tak luput dari serangan. Ia digigit di bagian tangan saat berjalan tidak jauh dari Gereja Effata Bello.

“Saya kaget, dari belakang anjing itu langsung gigit tangan saya. Sekarang dengar gonggongan anjing saja saya langsung takut,” ucapnya dengan nada trauma.

Korban lainnya, Servanda Tuan (19), meminta pemerintah bertindak tegas.

“Kami minta semua anjing liar ditangkap atau divaksin. Ini sudah berulang kali terjadi,” ujarnya.

Dinas Peternakan Provinsi NTT melalui dokter hewan Nita Ninef menyatakan seluruh korban telah ditangani dengan pemberian vaksin rabies dan dalam kondisi stabil.

“Kami tetap pantau kondisi korban di rumah masing-masing. Kami minta masyarakat segera melapor jika melihat anjing dengan perilaku mencurigakan,” tegasnya.

Kegiatan ini merupakan upaya gabungan antara Dinas Peternakan Provinsi NTT, Dinas Pertanian Kota Kupang, dan Puskesmas Sikumana untuk mencegah penyebaran rabies di kawasan padat penduduk.

Ketua RW 003 Goris Takene berharap ada tindak lanjut berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar soal hewan, tapi soal rasa aman warga. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi,” katanya.

Daftar Korban Gigitan Anjing Liar di Bello:

  1. Stefen Rihi (18) – Luka gigitan di kaki kanan (Sabtu, 18/10/2025)
  2. Nehe Tuan (24) – Luka gigitan di tangan kiri
  3. Fanda Tuan (20) – Luka gigitan di kaki kanan
  4. Aurelius Mengi Uly (38) – Luka robek di kaki kanan
  5. Maria Bire Doko (65) – Luka gigitan di tangan kanan
  6. Rhido Haga Ly (46) – Selamat tanpa luka, celana robek akibat gigitan
  7. Mikael Koro (45) – Selamat tanpa luka, sepatu robek akibat gigitan

Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan survei dan pemantauan di wilayah sekitar. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan menjaga hewan peliharaan agar tidak berkeliaran tanpa pengawasan. (goe)




Lebih dari 700 PPPK Kota Kupang Akan Dilantik Pagi Ini di GOR Oepoi

Kupang nwartapedia.com  — Hari ini menjadi tonggak penting dalam reformasi birokrasi di Kota Kupang. Sebanyak lebih dari 700 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II akan resmi dilantik dan menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dalam sebuah upacara yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Oepoi Kupang, mulai pukul 08.00 WITA.

Prosesi pelantikan ini akan dipimpin langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Cristian Widodo, yang juga akan menyerahkan SK secara simbolis kepada sejumlah perwakilan PPPK dari berbagai perangkat daerah.

Pelantikan ini merupakan momentum penting dalam perjalanan karier para pegawai honorer yang telah melalui proses seleksi ketat dan perjuangan panjang.

Bagi Pemerintah Kota Kupang, ini adalah langkah strategis dalam membentuk aparatur sipil negara (ASN) yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Pelantikan ini bukan akhir, melainkan awal dari pengabdian. ASN adalah wajah pemerintah di mata rakyat. Tunjukkan profesionalisme, integritas, dan semangat melayani,” ujar Wali Kota Cristian Widodo dalam arahannya sehari sebelum pelantikan.

Ia menambahkan bahwa keberadaan PPPK yang baru dilantik diharapkan dapat memperkuat sektor-sektor layanan dasar, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan administrasi publik, yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

“Kupang membutuhkan aparatur yang bukan hanya bekerja, tetapi juga memiliki empati dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Antusiasme tampak jelas sejak pagi hari. Para calon PPPK berdatangan ke lokasi dengan penuh semangat, termasuk Ongky Aluman dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, yang hadir bersama dukungan dari rekan-rekan sekantor.

“Momen ini bukan sekadar seremoni, tapi awal dari tanggung jawab besar. Kami merasa diberdayakan dan siap melayani,” ujar Ongky yang terlihat antusias sebelum pelantikan dimulai.

Senada, Tirsa Djami, juga dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menyebut pelantikan ini sebagai hasil dari perjalanan panjang penuh dedikasi.

“Ini bukan sekadar status baru, tapi panggilan untuk melayani dengan sepenuh hati. Kami siap menjadi bagian dari perubahan positif di lingkungan kerja kami,” ungkapnya.

Enjel Buky, rekan Tirsa, menambahkan bahwa pelantikan ini adalah wujud nyata kepercayaan pemerintah terhadap tenaga profesional yang telah menunjukkan komitmen tinggi.

“Kami siap membuktikan bahwa PPPK bukan sekadar pelengkap birokrasi, melainkan bagian dari kekuatan baru untuk memperbaiki kualitas layanan publik,” tuturnya.

Dengan pelantikan hari ini, Pemerintah Kota Kupang menaruh harapan besar pada lahirnya birokrasi yang lebih disiplin, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

PPPK yang baru dilantik diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana tugas, tetapi juga agen perubahan yang mampu mempercepat kemajuan daerah.

Masyarakat Kota Kupang kini menatap masa depan birokrasi yang lebih manusiawi dan responsif, seiring hadirnya semangat baru dari ratusan ASN yang siap mengabdi dengan hati. (goe)




7 Warga Bello Digigit Anjing Liar, Diduga Terpapar Rabies

Kupang, nwartapedia.com  — Kepanikan melanda warga Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, setelah seekor anjing liar menyerang dan menggigit sejumlah warga secara brutal.

Dalam dua hari berturut-turut, 18–19 Oktober  2025, tercatat tujuh orang menjadi korban gigitan anjing yang diduga mengidap rabies.

Serangan Mendadak Picu Ketakutan

Serangan pertama terjadi pada Sabtu, 18 Oktober 2025, sekitar pukul 09.00 WITA. Korban, Steven J. Rihi (18), warga RT 07/RW 03, diserang secara tiba-tiba di depan rumahnya.

“Anjing itu datang begitu cepat, langsung menggigit jari dan kaki saya. Saya tidak sempat lari,” ujar Steven, yang kini dirawat di rumah sakit dan telah mendapat suntikan vaksin anti rabies (VAR).

Keesokan harinya, Minggu (19/9), sekitar pukul 06.00–07.30 WITA, anjing yang sama kembali menyerang lima warga lainnya di lingkungan yang sama: Nehemia Tuan (24), Servanda Tuan (20), Aurelius M. Uly (43), Mikael Koro, dan Ridho Haga Ly. Mikael dan Ridho beruntung selamat tanpa luka serius karena gigitan hanya mengenai pakaian dan sepatu.

Korban ketujuh, Maria Bire Doko (63), warga RT 04/RW 02, digigit di pergelangan tangan saat berjalan menuju gereja.

“Kami semua panik karena anjingnya menyerang tanpa sebab. Warnanya hitam di punggung, leher cokelat, dan kakinya pendek. Sampai sekarang belum tahu siapa pemiliknya,” kata Aurelius M. Uly.

Tim Gabungan Turun Tangan

Menanggapi laporan warga, tim gabungan dari Dinas Peternakan Provinsi NTT dan Dinas Pertanian Kota Kupang segera turun ke lokasi. Tim dipimpin oleh Drh. Nita Ninef dan Retno A.E. Patola, didampingi Ketua RW 03, Goris Takene.

“Ciri dan perilaku anjing yang menyerang tanpa provokasi kuat mengarah pada gejala rabies. Tapi kami tetap perlu uji laboratorium, khususnya pemeriksaan otak, setelah hewan ditemukan,” jelas Drh. Nita Ninef, Minggu (19/10/2025).

Semua korban telah mendapat VAR di Puskesmas Sikumana dan RSU S.K. Lerik. Mereka juga diminta menjalani observasi medis selama 14 hari untuk mengantisipasi gejala lanjutan.

Tindakan Pencegahan dan Rekomendasi

Tim investigasi memberikan beberapa rekomendasi kepada pemerintah kelurahan dan masyarakat, antara lain Segera melaporkan anjing dengan ciri mencurigakan, Melakukan vaksinasi darurat terhadap seluruh anjing yang belum tervaksin di RW 02 dan RW 03 dan Masyarakat diminta mendukung pelaksanaan vaksinasi dan tidak membiarkan anjing peliharaan berkeliaran bebas.

“Kami sedang mendata jumlah anjing di RW 03 dan bekerja sama dengan dinas untuk vaksinasi menyeluruh,” ungkap Goris Takene.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga hewan peliharaan agar tetap terikat dan tidak dilepas bebas di lingkungan permukiman.

Warga Masih Cemas

Meski langkah-langkah penanggulangan telah dilakukan, rasa cemas masih menyelimuti warga. Banyak orang tua kini melarang anak-anak mereka bermain di luar rumah.

“Kami takut anjing itu masih berkeliaran. Lebih baik anak-anak tetap di dalam rumah,” ujar Maria Bire Doko.

Hingga berita ini diterbitkan, anjing pelaku penyerangan masih dalam pencarian. Pemeriksaan lanjutan dan vaksinasi massal direncanakan dimulai awal pekan depan.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami harap semua pihak bekerja sama agar kasus ini tidak berkembang,” tutup Drh. Nita Ninef. (goe)




Wali Kota Kupang: Di Tengah Keterbatasan, Pembangunan Harus Tetap Jalan

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, Dokter Christian Widodo menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus mendorong pembangunan, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.

Hal ini disampaikannya usai menutup kegiatan Utsawa Dharmagita ke-10 tingkat Kota Kupang yang digelar di Hotel Kristal, Sabtu (18/10/2025).

Dalam konferensi pers bersama awak media, Wali Kota menyampaikan bahwa kondisi fiskal yang terbatas bukan hanya dirasakan Kota Kupang, namun juga hampir semua daerah di Indonesia.

“Memang benar, ada penyesuaian anggaran dari pusat karena berbagai program prioritas nasional. Tapi itu hal yang wajar. Sekarang tinggal bagaimana kita bisa tetap bergerak maju dengan inovasi dan kreativitas,” ujarnya.

Dana Transfer Rp24 Miliar, Daerah Dituntut Kreatif

Tahun ini, Kota Kupang menerima dana transfer ke daerah (TKD) sekitar Rp24 miliar. Dana tersebut mencakup Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), block grant, dan insentif fiskal.

“Anggaran ini memang tidak besar, tapi bukan berarti kita harus berhenti. Justru ini jadi tantangan agar kita lebih kreatif mencari solusi,” tambahnya.

Wali Kota menekankan bahwa kunci utama adalah mengubah cara pandang pemerintah daerah, dari sekadar menunggu anggaran pusat menjadi lebih proaktif dalam menggali potensi lokal.

Parkir Digital: Langkah Awal Penataan Kota

Salah satu langkah inovatif yang akan diterapkan pada 2026 adalah digitalisasi sistem parkir. Kota Kupang akan menerapkan sistem parkir berbasis barcode di kawasan percontohan, dimulai dari kalangan ASN dengan sistem langganan tahunan.

“Kita sedang siapkan sistem parkir berbasis barcode. Ini akan jadi pilot project untuk kawasan tertentu. Kalau ingin kota ini tertib, kita harus mulai dari hal-hal kecil,” jelasnya.

Menurutnya, setiap perubahan memang menimbulkan tantangan. Namun, sebagai pemimpin, keberanian mengambil keputusan yang berpihak pada masyarakat harus diutamakan.

“Kalau tujuannya untuk kebaikan bersama, kita harus berani. Untuk apa kita diberi amanah kalau tidak berani membuat perubahan?” tegasnya.

Proyek Jalan dan Drainase Dimulai Akhir Tahun Ini

Wali Kota juga memastikan bahwa beberapa proyek fisik, seperti perbaikan jalan dan sistem drainase, sudah masuk dalam APBD Perubahan 2025 dan akan mulai dikerjakan dalam waktu dekat.

“Pekerjaan akan dimulai sekitar bulan depan, setelah tender selesai. Tapi karena keterbatasan anggaran, tidak semua bisa dikerjakan tahun ini. Beberapa proyek kita alihkan ke tahun 2026,” ungkapnya.

Sejumlah titik yang dianggap prioritas sudah ditinjau langsung dan siap untuk dikerjakan. Proyek dengan kebutuhan anggaran besar akan diatur ulang dalam perencanaan tahun berikutnya.

“Yang mendesak kita kerjakan dulu. Yang belum, kita jadwalkan di tahun depan sesuai kemampuan fiskal,” jelasnya.

Kolaborasi Jadi Kunci di Tengah Keterbatasan

Mengakhiri keterangannya, Wali Kota kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong dan berkolaborasi membangun Kota Kupang, mengutip semangat “Ayo Bangun NTT” yang digaungkan Gubernur NTT.

“Kata ‘ayo’ itu sederhana, tapi maknanya dalam. Artinya kita tidak bisa berjalan sendiri. Di tengah keterbatasan, kita harus semakin kompak dan saling mendukung,” pungkasnya. (MI)




PDAM Kota Kupang Jalin Kolaborasi dengan BWS Nusa Tenggara II: Dua Sumur Bor Siap Dibangun Tahun 2026

Kupang,nwartapedia.com  — Dalam semangat memperkuat pelayanan air minum di Kota Kupang, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, memimpin kunjungan resmi ke Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II pada Jumat pagi (17/10/2025) pukul 09.00 WITA.

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala BWS Nusa Tenggara II, Parlinggoman Simanungkalit, bersama sejumlah pejabat terkait.

Hadir pula mendampingi Direktur Isidorus, Kepala Bagian Teknik, Administrasi dan Keuangan, serta Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) Perumda.

“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan berbagai agenda penting yang berkaitan dengan urusan air minum di Kota Kupang,” ujar Isidorus kepada media ini usai pertemuan.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah proses perizinan sumber air permukaan di Oeba, yang saat ini sedang diurus oleh Perumda Kota Kupang.

Menurut Isidorus, isu ini merupakan urusan kewenangan antara pemerintah kota dan BWS, sehingga memerlukan koordinasi intensif dan dukungan penuh dari Balai Wilayah Sungai.

Tak hanya itu, Isidorus juga menyampaikan kebutuhan Perumda akan tambahan sumber air melalui program pembangunan sumur bor dari program T2T (Teknologi Tepat Guna) BWS.

“Syukurlah, kunjungan kami disambut sangat baik oleh Pak Kepala Balai. Bahkan, beliau menyatakan komitmennya untuk membantu membangun dua sumur bor bagi Perumda Air Minum Kota Kupang pada tahun anggaran 2026,” ungkap Isidorus dengan penuh rasa syukur.

Untuk mendukung rencana tersebut, BWS telah meminta Perumda agar segera mempersiapkan seluruh persyaratan teknis, termasuk pembebasan lahan, memastikan debit air yang mencukupi, dan kelengkapan dokumen lainnya agar program ini tidak terkendala saat pelaksanaan.

Isidorus menegaskan bahwa kolaborasi merupakan kunci keberhasilan pelayanan publik, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih.

“Perumda tidak bisa berjalan sendiri. Dengan segala keterbatasan dana, infrastruktur, dan SDM, kami sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Kolaborasi dengan BWS ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi dapat membawa dampak positif,” katanya.

Sebagai penutup, Isidorus menyebut bantuan pembangunan dua sumur bor dari BWS ini merupakan “kado terindah” dalam masa kepemimpinannya yang belum genap tiga minggu sebagai Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang.

“Ini momen berharga bagi saya dan seluruh tim. Kami berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama yang baik demi pelayanan air bersih yang lebih baik untuk masyarakat Kota Kupang. Terima kasih kepada Bapak Kepala BWS dan seluruh jajaran,” pungkasnya. (MI)




Deputi Menko PMK Tinjau Posyandu di TDM Kupang, Soroti Pencegahan Stunting Sejak Dini

Kupang,nwartapedia.com — Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M, meninjau langsung pelaksanaan posyandu di Aula Gereja St. Petrus Rasul, Kelurahan TDM, Kota Kupang, Jumat (17/10/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau aktivitas posyandu bagi anak balita dan ibu hamil serta mendorong optimalisasi layanan kesehatan dasar di tingkat komunitas.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Sekda Kota Kupang Jeffry Pelt, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang dr. Widya Cahya, serta pejabat dari Dinas Kesehatan dan kader posyandu.

Dalam sambutannya, Sekda Jeffry menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat, yang menurutnya menjadi bukti nyata sinergi dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia.

“Program nasional penurunan stunting telah kami terjemahkan dalam berbagai program daerah, dan terus diperkuat di semua OPD,” kata Jeffry.

Plt Sekretaris Dinkes Kota Kupang, Ngurah Suarnawa, melaporkan bahwa angka stunting di Kota Kupang per Agustus 2025 masih berada di angka 29% atau 3.377 kasus.

Ia menjelaskan sejumlah langkah telah dilakukan, termasuk peningkatan kapasitas kader dan pemantauan pertumbuhan secara rutin di 369 posyandu aktif di Kota Kupang.

Deputi Sukadiono menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Menko PMK Pratikno, dan menegaskan bahwa prevalensi stunting di NTT masih menjadi perhatian nasional.

“NTT masih di angka 37%, dan Kota Kupang 28%. Pemerintah daerah perlu mengoptimalkan layanan pemantauan balita dan ibu hamil, serta edukasi gizi sejak usia remaja,” ujar Sukadiono.

Ia mendorong agar dinas kesehatan di semua tingkatan terus mengedukasi remaja putri dan calon pengantin untuk mencegah stunting sejak sebelum kehamilan.

“Kita butuh peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader posyandu, serta dukungan penuh dari pemda dalam program gizi gratis yang terintegrasi,” tegasnya.

Selain meninjau langsung layanan posyandu, rombongan dari Kemenko PMK juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga dan mainan edukatif untuk anak-anak yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memperkuat intervensi langsung di lapangan dalam penanganan stunting secara menyeluruh dan berkelanjutan. ***




Wagub NTT Buka Rakerda PCI 2025: Dorong Sinergi Menuju Prestasi di PON 2028

Kupang, nwartapedia.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan dunia olahraga, khususnya cabang Cricket.

Hal ini ditegaskan oleh Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, saat membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Persatuan Cricket Indonesia (PCI) NTT Tahun 2025 yang digelar di Hotel Harper, Kupang, Jumat (17/10/2025).

Rakerda tahun ini mengangkat tema:
“Membangun Sinergi Antara Atlet, Pelatih, Pengurus, dan Pemerintah dalam Rakerda Menuju NTT Emas pada PON 2028.”

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah tokoh penting nasional dan daerah, antara lain Ketua Dewan Pembina PCI Pusat Aziz Syamsudin, Ketua Umum Pengurus Pusat PCI Abhiram Singh Yadav, Ketua Umum PCI NTT Inche Sayuna, Anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto, Rektor UKAW Mesach Daniel Beeh, Ketua Sinode GMIT Pdt. Eben Nubantimo, Sekretaris Dispora NTT Karel Muskanan, serta para pengurus, pelatih, atlet Cricket NTT, dan siswa-siswi dari Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Flobamorata.

Dalam sambutannya, Wagub Johni Asadoma menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi NTT melihat olahraga bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi sebagai sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, dan semangat juang generasi muda.

“Pembinaan olahraga, termasuk Cricket, harus dibangun lewat sistem berkelanjutan dari pencarian bakat, pelatihan, pendampingan, hingga penyediaan fasilitas latihan yang memadai,” tegas Johni.

Ia mengakui, meskipun cabang olahraga Cricket di NTT masih dalam tahap berkembang dengan keterbatasan fasilitas dan sumber daya, tetapi semangat dan capaian para atlet sudah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi.

Sebagai mantan atlet nasional dan peraih medali emas SEA Games 1983, Johni Asadoma membagikan pengalamannya tentang pentingnya kerja keras dan disiplin.

Ia berpesan kepada para atlet muda untuk menjauhi gaya hidup tidak sehat dan fokus pada latihan serta pendidikan.

“Saya bisa lolos ke Olimpiade Los Angeles 1984 karena latihan lima kali sehari, disiplin tinggi, dan tidak mudah menyerah. Kalian juga harus jaga makan, jauhi rokok dan minuman keras, dan tetap tekun berdoa,” pesan Johni.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendidikan formal sebagai bekal masa depan atlet.

“Bakat olahraga penting, tapi jangan lupakan sekolah. Prestasi di lapangan harus dibarengi dengan prestasi di kelas,” tambahnya.

Wagub Johni juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah membantu pengembangan Cricket di NTT, termasuk Universitas Kristen Artha Wacana Kupang yang telah menyediakan fasilitas berupa lapangan Cricket.

“Terima kasih kepada PCI Pusat, PCI NTT, UKAW, dan semua pihak yang bekerja dalam senyap namun menghadirkan fasilitas yang sangat penting bagi kemajuan Cricket di NTT,” ujar Johni.

Ia mengingatkan pentingnya soliditas dan kolaborasi antarpengurus.

“Jangan sampai ada ego sektoral yang merusak tim. Olahraga tidak bisa dibangun oleh satu orang saja, tetapi oleh semangat bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PCI NTT Inche Sayuna menyampaikan komitmennya bahwa tim Cricket NTT siap berlaga dan memberikan yang terbaik pada PON 2028 yang akan diselenggarakan di NTT dan NTB.

“Kami punya tim, pelatih, dan pengurus yang kompeten. Beberapa dari kami adalah mantan atlet nasional. Kami siap mempersembahkan emas untuk NTT,” tegas Inche.

Ia juga mengumumkan bahwa tahun depan PCI NTT akan menyelenggarakan Piala Gubernur Cricket NTT, sebuah turnamen nasional sebagai ajang penjaringan bakat dan memperkenalkan Cricket lebih luas di kalangan pelajar dan masyarakat.

Rakerda 2025 juga menjadi momentum peluncuran Komodo International Cricket Ground yang berlokasi di Oebolo, Kabupaten Kupang. Fasilitas ini menjadi simbol keseriusan PCI NTT dalam menyediakan sarana latihan bagi atlet-atletnya.

“Ini bukti nyata bahwa kami bukan hanya bicara, tapi bekerja,” ucap Inche penuh semangat.

Wakil Gubernur Johni Asadoma secara resmi membuka Rakerda PCI NTT 2025 dengan ajakan untuk terus menumbuhkan budaya olahraga yang menjunjung tinggi nilai karakter, kerja sama, dan semangat juang.

“Dengan semangat Olahraga Membangun Karakter, Sinergi Membangun Prestasi, mari kita bawa Cricket NTT melangkah lebih jauh, hingga ke pentas nasional dan internasional,” tutup Johni.

“Ayo Bangun Cricket NTT, Menuju NTT Emas di PON 2028! Ayo Bangun NTT!” ***




Melintasi Ombak, Membawa Kasih: Ziarah Cinta Uskup Agung ke Pulau Ndao

Rote Ndao, nwartapedia.com — Ombak tidak mampu menghalangi langkah kasih. Rabu pagi, 16 Oktober 2025, sebuah perahu kecil menantang gelombang di lautan selatan Pulau Ndao, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

Di atasnya, berdiri tegap sosok berjubah putih. Bukan pelancong. Bukan pejabat. Ia adalah Mgr. Hironimus Pakaenoni, Uskup Agung Kupang, yang datang membawa sapaan kasih bagi umat Katolik di pulau terpencil itu.

Momen kedatangan beliau terekam dalam video yang kini tersebar luas di kalangan umat. Terlihat Mgr. Hironimus turun dari perahu dibantu para nelayan dan warga setempat, sementara deburan ombak tak berhenti menghempas. Namun wajahnya tenang mencerminkan keteguhan seorang gembala sejati.

“Beliau datang bukan membawa perintah, tapi membawa pelukan kasih,” ujar Pastor Erick Fkun, Pr, yang setia mendampingi perjalanan pastoral tersebut.

Kunjungan ini menjadi perwujudan nyata dari moto kegembalaan Mgr. Hironimus: “Pasce Oves Meas”Gembalakanlah domba-domba-Ku (Yoh. 21:17).

Di tengah keterbatasan dan kesunyian pulau kecil yang dikelilingi lautan biru, sang uskup tidak hanya memimpin misa dan mendoakan umat, tetapi juga duduk bersama mereka, mendengar kisah hidup, perjuangan, dan harapan yang tersembunyi di balik senyum mereka.

“Uskup datang bukan untuk dilayani, tapi untuk melayani,” kata seorang ibu paroki dengan suara bergetar.

“Kami merasa diperhatikan, diingat… dan itu artinya segalanya bagi kami.”tambahnya.

Di kapela kecil di tepi pantai, homilinya sederhana, namun sarat makna. Mgr. Hironimus mengajak umat untuk tidak menyerah dalam menghadapi tantangan hidup, dan terus percaya bahwa kasih Tuhan melintasi segala batas: “Kasih Allah menyeberangi laut, melampaui badai, dan sampai kepada hati yang berserah.”

Umat Ndao pun menanggapi dengan air mata dan hati yang terbuka. Saat sang uskup menumpangkan tangan dan berdoa bagi anak-anak, orang sakit, hingga para nelayan, suasana berubah hening dan penuh haru. Banyak yang tidak mampu berkata-kata, hanya diam dalam tangis syukur.

Kunjungan pastoral ini bukan sekadar perjalanan, tetapi menjadi ziarah cinta. Ia meninggalkan jejak yang tidak kasat mata, namun terasa kuat: benih harapan, kekuatan iman, dan hangatnya perhatian seorang gembala yang sungguh hadir.

Ketika matahari mulai condong ke barat dan perahu kecil itu kembali menjauh dari dermaga, umat Ndao melambaikan tangan dengan senyum dan air mata.

Ia datang tanpa hiruk pikuk, dan pergi meninggalkan sesuatu yang lebih berarti Cinta yang tinggal. Harapan yang tumbuh.

Di tengah gemuruh ombak dan angin sore, pesan Sang Gembala masih bergema: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” (goe)




Retret Kepemimpinan Strategis: Inovasi Visioner BKD Provinsi NTT untuk Mewujudkan Birokrasi yang Satu Arah

Oleh: Dr. Frans Sales, S.Pd., MM
Kabid. Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora NTT

Kupang,nwartapedia.com  —  Dalam sejarah pemerintahan daerah, tidak banyak yang berani mengambil langkah berani dan inovatif dalam membina karakter dan kompetensi kepemimpinan birokrasi secara menyeluruh.

Namun, Pemerintah Provinsi NTT di bawah kepemimpinan Gubernur Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Jhoni Asadoma telah mematahkan kebekuan itu.

Melalui program Retret Kepemimpinan Strategis yang dijalankan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT, arah baru telah ditetapkan.

Ini bukan hanya inovasi administratif, melainkan sebuah gerakan transformasi budaya kerja birokrasi yang berani, progresif, dan menyentuh jantung persoalan: ketidaksamaan cara pandang dalam melayani rakyat.

Retret: Momentum Menyamakan Frekuensi Birokrasi

Retret, dalam makna dasarnya, adalah penarikan diri dari hiruk-pikuk rutinitas demi meresapi kembali nilai, arah, dan tujuan.

Retret bukan pelarian. Justru sebaliknya, ia adalah penyusunan ulang kompas moral dan mental para pemimpin yang mengemban amanah publik.

Dengan melibatkan lebih dari 600 pejabat struktural eselon II, III, dan IV dalam dua gelombang (27 September dan 8 Oktober 2025), Retret Kepemimpinan Strategis ini menunjukkan bahwa pembinaan aparatur sipil negara tidak cukup hanya lewat pelatihan teknis.

Dibutuhkan proses pendalaman nilai-nilai kepemimpinan, penguatan integritas, dan penyelarasan visi secara menyeluruh.

Dari Retret ke Reformasi Birokrasi

Selama ini, reformasi birokrasi sering hanya berhenti pada tataran dokumen atau indikator. Namun, melalui retret ini, Pemprov NTT menunjukkan bahwa reformasi birokrasi yang sejati dimulai dari dalam dari cara berpikir, cara bersikap, dan cara memaknai jabatan sebagai pelayanan.

Retret menjadi ruang aman untuk melakukan refleksi bersama, menyusun strategi lintas perangkat daerah, serta membangun kesepahaman utuh terhadap visi-misi Melki-Jhoni 2025–2030, yaitu Mewujudkan NTT yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan.

Provinsi Pertama, Langkah Pionir

Yang membanggakan, NTT menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mengadopsi pendekatan retret kepemimpinan pejabat struktural, setelah sebelumnya dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming terhadap jajaran menteri Kabinet Merah Putih.

Hal ini menunjukkan bahwa NTT bukan hanya mengikuti arus perubahan nasional, tetapi berani menjadi pelopor inovasi di tingkat daerah.

Ini adalah sinyal bahwa pemerintah daerah mampu menyesuaikan diri dengan standar tinggi kepemimpinan nasional — bahkan menginspirasi provinsi lain.

Materi Strategis, Evaluasi Memuaskan

Kegiatan retret ini diperkaya dengan materi kepemimpinan strategis dari berbagai institusi kredibel, termasuk Kementerian Dalam Negeri, BPSDMD Provinsi Bali, Universitas Pertahanan (Unhan) Ben Mboy, Inspektorat, serta jajaran TNI dari Yonif 744 Atambua.

Hasil evaluasi oleh Universitas Pertahanan Ben Mboy pun menunjukkan nilai “sangat baik dan memuaskan”.

Ini mengonfirmasi bahwa pelaksanaan program tidak hanya simbolik, tetapi berkualitas dan tepat sasaran.

Penutup: Jangan Biarkan Retret Menjadi Sekadar Seremoni

Retret akan kehilangan maknanya jika tidak diikuti oleh implementasi nyata di lapangan. Oleh karena itu, penandatanganan komitmen bersama para pejabat struktural di akhir kegiatan merupakan langkah penting, namun bukan satu-satunya.

Kini, tantangan sesungguhnya justru baru dimulai. Apakah visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur bisa benar-benar dijalankan oleh seluruh ASN dengan semangat yang sama? Apakah kesepahaman yang dicapai selama retret bisa diinternalisasi hingga tingkat staf?

Jika ya, maka Retret Kepemimpinan Strategis ini akan tercatat sebagai tonggak sejarah baru birokrasi NTT — bukan hanya sebagai program, tetapi sebagai gerakan perubahan mentalitas pemerintahan yang sesungguhnya.

Ayo Bangun NTT!

Semangat besar sudah dinyalakan oleh Gubernur Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Jhoni Asadoma. Saatnya seluruh komponen pemerintahan dan masyarakat bergerak bersama.

Mari kita dukung bersama agar NTT benar-benar menjadi provinsi yang maju, sehat, cerdas, dan sejahtera secara berkelanjutan. Karena reformasi birokrasi bukan hanya urusan pemerintah, tapi juga harapan seluruh rakyat.

Tagline: Ayo Bangun NTT  ***