Perumda Air Minum Kota Kupang Jajaki Ulang Rencana Kerja Sama dengan Wisma Alak Resort

Kupang, nwartapedia.com – Perumda Air Minum Kota Kupang kembali menjajaki rencana kerja sama dengan Wisma Alak Resort setelah proses komunikasi yang telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu belum menemukan titik temu.

Upaya tersebut ditandai dengan kunjungan kerja yang dilakukan pada Jumat tanggal 28 November 2025 oleh Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, bersama Kepala SPI, Romy Seran, Kabag Teknik, Elsy Bengu, serta Kabag Administrasi dan Keuangan, Desy Setiawati.

Rombongan Perumda Air Minum Kota Kupang disambut hangat oleh manajemen Wisma Alak Resort yang dipimpin oleh Beby Sianto beserta tim.

Pertemuan berlangsung secara terbuka dan berfokus pada diskusi mengenai berbagai peluang kerja sama dalam penyediaan layanan air bersih dan air minum bagi resort tersebut.

Dalam pertemuan itu, manajemen Wisma Alak Resort menjelaskan bahwa kebutuhan akan pelayanan air bersih dari Perumda Air Minum Kota Kupang telah diupayakan sejak dua hingga tiga tahun lalu, tepatnya saat pembangunan resort mulai berjalan.

Namun, hingga kini belum ada kesepakatan final terkait penyediaan layanan tersebut.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menegaskan kesiapan pihaknya untuk menghidupkan kembali penjajakan kerja sama tersebut.

“Apa yang sudah dimulai dua atau tiga tahun lalu akan kita wujudkan saat ini. Kami datang, melihat, dan mendiskusikan apa yang perlu dibenahi agar kerja sama ini bisa segera berjalan,” ujarnya.

Isidorus menyampaikan bahwa pihaknya menyambut positif rencana kerja sama ini dan akan segera melakukan pembahasan internal untuk mencari langkah tercepat dalam merealisasikan layanan air bersih bagi Wisma Alak Resort.

“Kami menyambut baik upaya kerja sama ini dan akan segera duduk bersama secara internal untuk membahas kemungkinan tercepat agar layanan air bersih atau air minum bisa segera diberikan,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Wisma Alak Resort kepada Perumda Air Minum Kota Kupang.

Wisma Alak Resort yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 6 hektare memiliki kebutuhan air yang cukup besar.

Air digunakan tidak hanya untuk operasional hotel dan restoran, tetapi juga untuk penyiraman area hijau setiap hari dan pemenuhan kebutuhan peternakan kecil seperti ayam, itik, dan kuda.

Selain itu, kawasan resort mencakup berbagai fasilitas wisata, mulai dari cottage, restoran, hotel, tempat tinggal karyawan, hingga spot-spot rekreasi bernuansa alam, yang semuanya membutuhkan pasokan air bersih yang stabil.

Kerja sama ini diharapkan menjadi bagian dari upaya kolaboratif Perumda Air Minum Kota Kupang dalam memperkuat kemitraan strategis, sekaligus mendukung sektor pariwisata, perhotelan, dan restoran yang turut berkontribusi pada pembangunan Kota Kupang . MI)




Gubernur Resmi Membuka Turnamen Futsal Piala Gubernur NTT 2025

Kupang nwartapedia.com  — Turnamen Piala Gubernur NTT resmi dibuka oleh Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena dalam sebuah upacara meriah yang digelar pada Minggu (30/11/2025). malam.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pengurus Asosiasi Futsal NTT yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan olahraga bergengsi tersebut.

“Puji syukur kepada Tuhan karena malam ini kita bisa membuka turnamen futsal. Ini merupakan kerja keras dari seluruh pengurus futsal NTT,” ujar Gubernur dalam sambutannya.

Ia juga menitipkan pesan kepada seluruh atlet muda yang mengikuti turnamen tersebut agar menjunjung tinggi sportivitas, patriotisme, serta integritas selama bertanding.

“Olahraga itu tidak harus selalu menang. Tetapi kemenangan yang sejati adalah saat kita bisa menjaga kehormatan, menghormati lawan, menjaga persaudaraan sebagai sesama atlet,” ujarnya.

Gubernur menambahkan bahwa ia pernah bertemu dengan atlet-atlet NTT yang kini berkarier di Thailand, dan hal itu membuktikan kualitas talenta olahraga daerah.

Gubernur juga mengingatkan para atlet untuk menjaga pola makan dan kebiasaan sehari-hari sebagai bagian dari disiplin diri.

“Tadi pagi saya sampaikan, atlet itu jangan makan sembarangan. Badan harus dijaga, olahraga harus benar, makan juga harus benar. Mudah-mudahan tujuan kalian bisa tercapai,” tegasnya.

Di akhir sambutan, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Futsal NTT sekaligus Ketua Panitia, Jimy Sianto, dalam laporannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Gubernur NTT atas dukungan penuh terhadap penyelenggaraan turnamen yang membutuhkan biaya besar tersebut.

“Saya menyaksikan langsung bahwa kegiatan ini memerlukan biaya besar. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur NTT atas dukungannya. Dengan dukungan sebesar ini, kita berharap futsal NTT dapat meraih medali pada PON mendatang,” ungkap Jimy.

Ia juga mengungkapkan bahwa Gubernur NTT memberikan instruksi khusus agar dilakukan proses seleksi ketat untuk menjaring atlet-atlet terbaik yang akan mewakili NTT.

“Hari ini kita menyaksikan salah satu bentuk dukungan beliau, yaitu meminta dilakukan seleksi terbuka untuk mendapatkan pemain terbaik bagi NTT. Bahwa atlet NTT juga bisa, dan tidak ada KKN dalam proses ini. Semua dipilih langsung berdasarkan kemampuan,” tegasnya.

Jimy menambahkan bahwa turnamen yang diikuti oleh 31 tim yang terdiri dari 25 regu putra dan 6 regu putri ini menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi PON 2028, sekaligus wadah pembinaan generasi muda pecinta futsal di NTT.

“Atas nama masyarakat pecinta futsal, kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur NTT yang telah mendukung secara langsung. Ini adalah cara kita menyiapkan adik-adik futsal menuju PON 2028,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, ia memohon dukungan penuh dari masyarakat NTT agar kegiatan ini dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga daerah. (MI)




Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang Apresiasi Petani Milenial Jadi Contoh Sukses Generasi Muda Bertani

Kupang nwartapedia.com  –   Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus A.B.H Costa, melakukan kunjungan langsung ke perkebunan melon dan tomat milik petani milenial Melianus Amnesi di Kelurahan Naikolan, Kecamatan Alak.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar agar semakin banyak generasi muda yang terinspirasi terjun ke sektor pertanian.

Menurut Costa, Melianus adalah gambaran nyata bagaimana anak muda dapat sukses dan mandiri melalui pertanian, sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

“Semangat kelompok-kelompok milenial untuk berusaha di bidang pertanian seperti ini sangat luar biasa. Prinsipnya, mereka bekerja untuk melayani. Kalau pun ada faktor ekonomi, puji Tuhan itu menjadi bonus. Yang paling penting adalah bagaimana semua anggota kelompok diberdayakan,” ujar Matheus Costa.

Melianus Jadi Figur Inspiratif Bagi Generasi Muda

Costa menilai kisah Melianus perlu diangkat menjadi profil inspiratif bagi anak muda Kota Kupang. Melianus yang sebelumnya telah mapan bekerja di Bali, memilih kembali ke kampung halaman untuk mengembangkan tanah warisan keluarga dan kemudian berhasil membangun lahan produksi hortikultura yang maju dan produktif.

“Beliau ini sebenarnya sudah mapan di Bali. Tetapi karena cinta tanah air dan karena ini tanahnya orang tua, dia pulang, membeli lahan, dan membangunnya. Hasilnya luar biasa. Ini harus menjadi corong, menjadi model bagi anak-anak muda,” tegas Costa.

Ia menambahkan bahwa banyak generasi muda kini cenderung memilih pekerjaan kantoran, sehingga profesi petani kurang diminati. Padahal, usaha pertanian modern terbukti mampu menghasilkan pendapatan besar dan berkelanjutan.

Hasil Produksi Sangat Menjanjikan

Dalam kunjungan tersebut, Costa juga meninjau langsung hasil panen melon dan tomat yang dikelola Melianus. Produktivitas kebun tersebut dinilai sangat potensial dan cukup menjanjikan secara ekonomi.

“Satu kali panen saja kita lihat, melon dengan harga Rp13.000 per kilogram, dan tomat satu ember 5–6 kilogram seharga Rp30.000. Dia hitung-hitung bisa mencapai Rp20 sampai Rp30 juta sekali panen,” jelasnya.

Dengan ketersediaan air dan sistem pengelolaan yang baik, Melianus bahkan mampu melakukan panen tiga hingga empat kali dalam setahun, menjadikan pertanian sebagai usaha yang stabil dan menguntungkan.

Pertanian Menciptakan Lapangan Kerja

Lebih dari sekadar keuntungan ekonomi, usaha pertanian yang dikelola Melianus juga membuka lapangan kerja untuk masyarakat sekitar.

Baginya, inilah contoh nyata bahwa pertanian bukan hanya aktivitas bercocok tanam, tetapi juga kegiatan yang memberkati banyak orang.

“Bekerja seperti ini bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi kita memberkati banyak orang. Kita lihat tadi, berapa banyak tenaga kerja yang terlibat. Anak-anak muda perlu memahami bahwa kerja tidak harus di belakang meja. Bertani juga bisa membangun masa depan,” kata Costa.

Dinas Pertanian Siap Dorong Regenerasi Petani

Costa menegaskan bahwa ke depan, Dinas Pertanian Kota Kupang akan terus memperhatikan, mendampingi, serta mendorong kelompok-kelompok milenial agar semakin banyak anak muda yang mau bekerja dan berkembang di sektor pertanian.

Ia menutup kunjungan dengan harapan besar terhadap generasi baru petani Kota Kupang.

“Kalau kita mau berusaha, selalu ada jalan. Yang penting ada kemauan. Petani seperti ini harus terus kita dukung. Ini masa depan pertanian Kota Kupang,” pungkasnya. (MI/ADV)




Petani Milenial Kupang, Melianus Amnesi: Dari Pensiun Dini Hingga Sukses Kembangkan Kebun Hortikultura 5 Hektare

Kupang,nwartapedia.com  – Keputusan berani yang diambil oleh Melianus Amnesi, warga Kelurahan Naikolan, Kecamatan Alak, Kota Kupang, telah mengubah hidupnya.

Pria yang pernah bekerja di sebuah hotel di Bali ini memilih mengambil program pensiun muda pada tahun 2020 dan kembali ke kampung halaman untuk mengembangkan warisan keluarga yakni lahan pertanian hortikultura seluas 5 hektare, yang kini telah dioperasikan 2,5 hektare.

“Saya lahir dari keluarga petani, dan lahan ini adalah warisan orang tua yang sudah kami jaga sejak saya kecil. Saya ingin melestarikan dan mengembangkannya agar bisa turun-temurun sampai anak cucu,” ungkap Melianus pada Jumad (28/11/2025).

Keputusannya pulang kampung dipicu oleh kondisi pekerjaan yang semakin sepi di Bali, serta dorongan dari hati untuk kembali kepada akar pertanian yang telah lama ia tinggalkan.

Mulai dari Nol, Belajar Sambil Mengembangkan Kebun

Melianus mengaku tidak memiliki latar belakang sebagai petani profesional. Semua ia pelajari sendiri, baik dari pengalaman, percobaan, maupun sumber pengetahuan digital seperti YouTube dan Google.

“Saya tidak mau hanya dengar kata orang. Saya harus lihat sendiri, alami sendiri, dan belajar langsung. Dari situ saya tahu pupuk apa yang cocok, cara tanam saat musim hujan, sampai cara menghadapi hama,” jelasnya.

Tanaman pertama yang ia coba adalah melon, dan hasilnya langsung memuaskan. Bahkan, pejabat daerah yang pertama melihat hasil panennya sempat terkejut melihat kualitasnya.

“Waktu itu Pak Yes datang dan langsung menelepon saya, bilang hasilnya bagus. Itu yang buat saya tambah semangat,” katanya.

Kini, Melianus tidak hanya menanam melon, tetapi juga tomat, dengan total 4.000 pohon melon tiap musim tanam. Setiap pohon bercabang dua sehingga potensi hasil dapat mencapai hingga 16 ton, tergantung kondisi cuaca dan permintaan pasar.

Memberdayakan Masyarakat Sekitar dan Menciptakan Lapangan Kerja

Usaha yang dijalankan Melianus telah memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekitar. Ia mempekerjakan 6 pekerja tetap dan hingga 20 pekerja harian sesuai kebutuhan.

Selain itu, beberapa pemuda yang belajar langsung darinya kini sudah mampu membuka kebun sendiri.

“Saya senang kalau ada anak-anak muda di sini bisa belajar dan mandiri. Saya ajari cara merawat, menyemprot, memupuk, sampai mereka bisa tanam sendiri,” ujarnya.

Pendapatan dari kebun ini bahkan telah membantu membiayai kuliah anaknya hingga semester 1, sementara dua anak lainnya sudah bekerja di Bali.

Investasi Mandiri Tanpa Bantuan Pemerintah

Hingga kini, Melianus mengelola seluruh lahannya secara mandiri. Mulai dari irigasi tetes, pupuk dasar, listrik yang ditarik sejauh 500 meter, hingga pembangunan rumah kecil untuk pekerja dan gudang penyimpanan.

“Saya belum pernah dapat bantuan kelompok. Semua masih 100% mandiri. Tapi kalau ada bantuan yang tepat sasaran, tentu sangat membantu percepatan pengembangan,” katanya.

Ia menekankan bahwa bantuan pemerintah seharusnya diberikan kepada petani yang benar-benar serius, bukan sekadar formalitas semata.

Pasar Terbuka Lebar, Kualitas Jadi Kunci

Untuk pemasaran, Melianus tidak menemui kendala berarti. Produksinya diserap oleh pasar lokal Kupang, distributor besar, hingga beberapa permintaan dari luar daerah.

Keunggulan produknya adalah kesegaran.

“Kalau distributor pesan, buah masih hijau segar, tidak layu karena tidak disimpan lama. Itu yang buat banyak pelanggan tetap datang,” jelasnya.

Harga melon di pasar berkisar antara Rp11.000 – Rp13.000 per kilogram, dan dalam kondisi permintaan tinggi bisa memberikan pendapatan harian yang sangat signifikan bagi kebunnya.

Impian: Pertanian Majukan Pinggiran Kota Kupang

Melianus berharap sektor pertanian bisa menjadi kekuatan besar untuk masyarakat di pinggiran Kota Kupang.

“Saya ingin anak-anak muda di sini tetap maju, gaya hidup boleh seperti kota, tapi peluang kerja dan penghasilannya bisa lebih baik. Jangan sampai karena di pinggiran, mereka merasa tidak punya masa depan,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa kerja keras dan sikap pantang menyerah adalah kunci utama.

“Kerja itu harus sambil berdoa. Kita bantu orang, kita ajari orang, kita berbagi. Dari situ rezeki datang,” tegasnya.

Tentang Melianus Amnesi

  • Petani hortikultura, Kelurahan Naikolan, Kecamatan Alak
  • Mengelola kebun melon dan tomat 2,5 hektare
  • Memberdayakan 6–20 tenaga kerja
  • Pensiun dari pekerjaan hotel di Bali tahun 2020
  • 100% usaha mandiri tanpa bantuan pemerintah
  • Fokus pada kualitas, regenerasi petani, dan pemberdayaan masyarakat. (MI/ADV)

 




Grai Buah ARB Alak Buktikan Ketangguhan UMKM Kupang Lewat Event-Event Kota

Kupang,nwartapedia.com  – Semangat para pelaku UMKM di Kota Kupang terus menjadi pendorong tumbuhnya geliat ekonomi daerah. Salah satunya datang dari Santri Afrian Kika, pemilik Grai Buah ARB Alak, yang telah lama bergabung dan aktif mengikuti berbagai event UMKM kota, termasuk kegiatan yang diselenggarakan pemerintah dan komunitas lokal.

Santri bercerita bahwa dirinya sudah terlibat sejak awal sebuah komunitas UMKM berdiri. Selain aktif berjualan di berbagai event, ia juga mengelola toko buah di Kecamatan Alak.

Namun, kondisi ekonomi yang menantang membuat dirinya dan keluarga tidak hanya mengandalkan penjualan offline.

“Kalau di toko itu harus dijaga, tapi kita tidak bisa hanya offline saja. Kita harus jemput bola. Sekarang ekonomi lagi susah, jadi kita ikuti semua event agar bisa bertemu pembeli baru,” ungkapnya di Arena Car Free Day pada Sabtu (29/11/2015).

Jemput Bola Demi Bertahan di Tengah Ekonomi Sulit

Santri menjelaskan bahwa meski harga buah sebenarnya murah, persaingan dan daya beli masyarakat menurun membuat mereka harus lebih kreatif.

Karena itu, keluarga besarnya terlibat langsung: 6 karyawan menjaga toko, sementara ia dan suami turun langsung ke lapangan mengikuti setiap event, termasuk Saboak, CFD, pasar malam, hingga agenda kuliner kota.

“Kadang ada masalah operasional, tapi kita tetap cari solusi. Tidak boleh hanya mengeluh. Yang penting tetap bergerak,” katanya.

Menurutnya, hasil penjualan di event jauh lebih cepat terlihat dibandingkan hanya mengandalkan toko.

“Di event seperti ini bekerja beberapa jam bisa menghasilkan setara dua sampai tiga hari di toko. Makanya walaupun capek, kita tidak akan melepaskan kesempatan,” ujarnya.

Event Pemerintah Kota Kupang Sangat Membantu UMKM

Santri juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang dinilai sangat peduli terhadap pertumbuhan UMKM.

Banyak event yang disediakan tanpa pungutan biaya sepeser pun, bahkan fasilitas seperti listrik ditanggung pemerintah.

“Saya pernah berkomunikasi dengan ketua panitia Saboak. Kami UMKM dibantu listriknya oleh pemerintah, artis juga sering didatangkan. Itu sangat membantu. Event seperti ini bisa membuat viral, bisa menghidupkan anak-anak muda juga,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa kelompok UMKM di Saboak memiliki tiga grup. Santri berada di Grup 3, dengan jadwal event setiap tiga minggu sekali, dan akan kembali tampil dua minggu berikutnya sesuai rotasi.

“Awalnya sangat ramai, dan sampai sekarang pun pengunjung tetap banyak. Saya tetap berpikir positif dan tetap semangat untuk berjualan di sini,” katanya dengan optimisme.

UCAPAN TERIMA KASIH UNTUK PEMKOT KUPANG

Meski tantangan selalu ada mulai dari cuaca, keramaian yang naik turun, hingga tenaga yang terkuras Santri merasa bersyukur karena wadah UMKM di Kota Kupang memberi harapan besar.

“Mau sepi ataupun ramai, kami tetap berterima kasih karena sudah dikasih tempat gratis. Tidak lucu kalau kita mengeluh padahal kita sudah diberi kesempatan. Terima kasih kepada Bapak Wali Kota Kupang yang sudah mendukung kami sejauh ini,” ujarnya menutup wawancara. (MI/ADV)




UMKM Saboak Kupang Bangkit Lewat Hidangan Lokal: Ubi, Jagung, Pisang, dan Kentang Jadi Primadona

Kupang,nwartapedia.com  – Kehadiran program Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) yang digagas oleh Wali Kota Kupang dan Wakil Wali Kota Kupang terus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk berkembang, terutama anak-anak muda yang ingin memulai usaha kuliner.

Salah satu yang merasakan manfaat besar dari kegiatan ini adalah penjual UMKM Saboak yang menyediakan aneka makanan lokal seperti ubi, jagung manis, jagung pulut, kentang, serta pisang.

Sejak hari pertama Saboak dibuka, UMKM ini selalu menyiapkan 25 porsi dalam sekali berjualan dengan harga Rp15.000 per porsi.

Menu lokal yang disajikan menjadi pilihan banyak pengunjung, terutama mereka yang ingin menjalani pola makan sehat dan diet tanpa meninggalkan cita rasa khas daerah.

“Banyak orang sekarang mau diet, jadi saya siapkan makanan lokal yang lebih sehat. Puji Tuhan, dengan adanya kegiatan Saboak dari Pemerintah Kota Kupang, penjualan kami meningkat. Dalam satu hari bisa mencapai lebih dari satu juta rupiah,” ungkap Kakak Jessica, salah satu pelaku UMKM yang berjualan di arena Taman Nostalgia pada Sabtu (29/11/2025).

Pengunjung Senang dengan Ragam Kuliner Saboak

Antusiasme masyarakat terhadap Saboak semakin terlihat setiap harinya. Imelda, salah satu pengunjung setia, mengaku selalu kembali karena pilihan makanannya sangat beragam dan mencerminkan kekayaan kuliner lokal.

“Saya selalu datang ke Saboak karena banyak sekali makanan yang dihidangkan. Semua enak, khas, dan harganya terjangkau,” ujarnya.

Harapan Agar Program Terus Berlanjut

Baik pelaku UMKM maupun pengunjung berharap kegiatan Saboak dapat terus dipertahankan dan dikembangkan demi kemajuan ekonomi lokal.

“Harapan saya, semoga program ini terus berlanjut dan membawa perubahan positif untuk Kota Kupang,” tambah Imelda.

Melalui Saboak, pemerintah tidak hanya membuka ruang kuliner baru bagi masyarakat, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk naik kelas dan memperkenalkan kekayaan pangan lokal kepada lebih banyak orang.

Program ini diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Kupang. (MI/ADV)




Dinas Pertanian Dorong Penanganan Stunting Melalui Pelatihan Metode YUMINA di Kelurahan Oesapa

Kupang,nwartapedia.com — Dinas Pertanian Kota Kupang melalui Bidang Hortikultura kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program penanganan stunting di wilayah Kota Kupang. Pada hari Jumat, 28 November 2025, telah dilaksanakan Pelatihan Metode YUMINA (Sayur, Ikan, dan Buah di Pekarangan) bagi 15 anak/orang tua di Kelurahan Oesapa.

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan edukasi praktis kepada masyarakat mengenai pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi, khususnya sayuran dan ikan yang dapat mendukung kebutuhan gizi keluarga.

Pelatihan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus A. B. H. da Costa, S.Sos., M.Si, bersama Lurah Oesapa, yang sekaligus melakukan penyerahan paket bantuan hortikultura kepada para peserta.

Paket tersebut meliputi benih sayur kangkung, benih sayur sawi, benih ikan lele, pakan ikan lele, serta berbagai peralatan penunjang lainnya.

Dalam sambutannya, Kadis Pertanian Kota Kupang, Matheus A. B. H. da Costa, S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa pengembangan ketahanan pangan keluarga menjadi salah satu intervensi penting dalam memerangi stunting.

Metode YUMINA dinilai cocok diterapkan di lingkungan permukiman perkotaan karena mudah, murah, dan hasilnya cepat dirasakan masyarakat.

“Melalui YUMINA, kita ingin memberdayakan keluarga agar mampu menyediakan pangan bergizi dari pekarangan sendiri. Ini bukan hanya program pertanian, tetapi juga upaya nyata untuk menjaga kesehatan anak-anak kita,” ujar Kadis Pertanian.

Lurah Oesapa turut memberikan apresiasi atas dukungan Dinas Pertanian, serta mengajak warga untuk benar-benar memanfaatkan ilmu dan bantuan yang telah diberikan.

Kegiatan diakhiri dengan sesi praktik langsung penanaman sayur dan pengelolaan kolam lele skala rumah tangga, yang disambut antusias oleh para peserta.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Kupang berharap agar upaya penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang ada di lingkungan masyarakat. (MI)




Wali Kota Kupang Hadiri PTBI 2025, Kota Kupang Masuk Nominasi TP2DD Terbaik

Jakarta,nwartapedia.com  — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2025 yang diselenggarakan pada Jumat (28/11) di Grha Bhasvara Icchana, Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta.

Acara bertema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” tersebut merupakan forum strategis yang dihadiri Presiden Republik Indonesia, para menteri, serta pimpinan lembaga negara.

Tahun ini, PTBI digelar bersamaan dengan TPID dan TP2DD Awards. Agenda tersebut sebelumnya dijadwalkan pada akhir Agustus, namun ditunda karena kondisi force majeure di Jakarta.

Undangan kepada kepala daerah bersifat terbatas dan hanya diberikan kepada daerah yang masuk nominasi penghargaan nasional.

Kota Kupang menjadi salah satu daerah yang menerima undangan khusus karena berhasil meraih nominasi TP2DD Terbaik.

Kehadiran Wali Kota Kupang tidak hanya sebagai representasi daerah nominasi, tetapi juga sebagai penegasan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam mempercepat transformasi digital layanan publik.

Dalam dua tahun terakhir, pemerintah daerah konsisten melakukan percepatan digitalisasi keuangan melalui Implementasi CMS Online untuk pencairan belanja daerah, Pemanfaatan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), Digitalisasi pemungutan pajak dan Peningkatan transaksi non-tunai melalui QRIS, layanan perbankan elektronik, dan agen bank

Berbagai program seperti BARONDA, pemberian insentif fiskal berupa penghapusan denda dan bunga, serta kerja sama dengan sejumlah bank turut mendorong penguatan ekosistem digitalisasi daerah.

Selain itu, peningkatan edukasi kepada perangkat daerah serta pengawasan internal terus dilakukan untuk memastikan tata kelola keuangan berjalan transparan dan akuntabel.

Sejumlah perangkat daerah juga telah mengaktifkan penggunaan KKPD sebagai langkah nyata dalam memperluas implementasi transaksi non-tunai.

Wali Kota Kupang menyampaikan bahwa nominasi TP2DD merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Pemerintah Kota Kupang bersama dukungan pihak perbankan yang selama ini menjadi mitra strategis.

Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar penerapan teknologi, melainkan bagian dari upaya memperkuat efektivitas, efisiensi, dan adaptabilitas pelayanan publik dalam menghadapi perkembangan zaman.

PTBI 2025 menghadirkan berbagai agenda penting, antara lain arahan Presiden Republik Indonesia, pemaparan arah kebijakan strategis Bank Indonesia, penayangan kaleidoskop perekonomian nasional, serta penganugerahan TPID dan TP2DD Awards.

Forum ini menjadi wadah bagi pemerintah pusat dan daerah untuk menyelaraskan strategi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya tahan.

Nominasi TP2DD yang diraih Kota Kupang menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat tata kelola keuangan yang transparan dan modern melalui digitalisasi.

Pemerintah Kota Kupang menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap langkah kebijakan membawa dampak nyata bagi kemudahan layanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Apresiasi nasional ini juga menjadi peneguh tekad Kota Kupang untuk terus berbenah dan berkembang sebagai daerah yang unggul dalam transformasi digital dan penyelenggaraan pemerintahan yang profesional. (MI)




Bobby Lianto Resmi Dilantik sebagai Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia NTT Periode 2025–2030

Kupang, nwartapedia.com — Bobby Lianto resmi memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Tani Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk periode 2025–2030.

Ia bersama jajaran pengurus lainnya diambil sumpah dan dilantik oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Tani Indonesia, G. Budisatrio Djiwandono, dalam acara pelantikan yang berlangsung di Harper Hotel Kupang, Kamis (27/11/2025).

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari Gubernur NTT Melki Laka Lena, Ketua DPRD Provinsi NTT Emi Nomleni, Wakil Ketua DPRD NTT Fernando Soares, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, Ketua DPRD Kota Kupang Richard Odja, hingga Anggota DPR RI dari Dapil NTT II Gavriel Novanto dan Usman Husin. Perwakilan berbagai organisasi kepemudaan dan kelompok Cipayung juga tampak memeriahkan kegiatan tersebut.

Dalam pidato perdananya usai dikukuhkan, Bobby Lianto menegaskan bahwa momentum pelantikan ini menjadi titik awal reformasi pertanian di NTT yang dipimpin oleh kaum muda.

“Di tahun pertama, kami memprogramkan penanaman jagung 1.000 hektare di Pulau Timor bekerja sama dengan PT Silvano Jaya. Hari ini sudah kita mulai dengan 150 hektare di kebun Lanud El Tari Kupang. Kami ingin mengubah lahan-lahan yang kuning di musim panas menjadi hijau,” ungkap Bobby.

Ia juga menegaskan komitmen DPD Pemuda Tani NTT untuk menjadi fasilitator bagi para petani melalui inovasi teknologi dan digitalisasi pertanian. Salah satunya adalah aplikasi Koperasi Pemuda Tani (Komuni) NTT, yang mempertemukan petani anggota koperasi dengan masyarakat untuk transaksi hasil pertanian secara online.

Aplikasi ini juga akan terhubung dengan SPPG atau dapur-dapur MBG sebagai bagian dari rantai distribusi.

Selain digitalisasi, Pemuda Tani NTT juga menghadirkan solusi untuk pasar kopi lokal. Bobby mengungkapkan, pihaknya telah mendatangkan dua unit mesin pengemasan kopi saset bekerja sama dengan Beta Print untuk memenuhi permintaan pasar yang membutuhkan kemasan kecil.

“Petani kopi di Flores sering cerita bahwa permintaan tertinggi adalah kopi saset. Selama ini belum ada alatnya di NTT, jadi kita hadirkan dua unit agar kopi lokal kita bisa masuk pasar dengan kemasan yang sesuai,” jelasnya.

Menutup pidatonya, Bobby mengajak seluruh pemuda di NTT untuk bangkit dan menjadi generasi yang memberi contoh bagi masa depan.

“Ini waktunya kita tunjukan bahwa kita generasi terhebat pada masa ini,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP PTI, G. Budisatrio Djiwandono, menyampaikan keyakinannya bahwa Bobby Lianto adalah figur yang tepat untuk memimpin Pemuda Tani NTT.

“Pak Bobby ini sudah paten. Saya yakin beliau mampu membawa anak-anak muda untuk mengembangkan pertanian NTT,” ujarnya.

Budisatrio mengatakan Indonesia menghadapi tantangan regenerasi petani, karena semakin banyak anak muda yang menjauhi bidang pertanian.

Ia berharap Pemuda Tani Indonesia dapat menjadi wadah inovasi bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menilai kehadiran Pemuda Tani Indonesia di NTT sangat strategis untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian.

“Ini organisasi yang sangat baik untuk membuat anak-anak muda terlibat lebih serius dalam pertanian,” ujarnya.

Melki juga menggarisbawahi stabilitas ekonomi NTT pada dua triwulan pertama tahun 2025 yang ditopang oleh sektor pertanian. Ia optimistis memasuki triwulan keempat, ekonomi NTT akan kembali menguat seiring musim tanam.

“Sektor pertanian kita stabil. Dengan adanya Pemuda Tani, partisipasi anak muda bisa semakin luas. Pertanian akan lebih terkonsolidasi, dan Pemuda Tani Indonesia akan menjadi wajahnya,” pungkasnya. (MI)




Dinas Pertanian Salurkan Bantuan Hortikultura DBHCHT 2025 kepada 10 Kelompok Tani

Kupang,nwartapedia.com  — Dinas Pertanian melalui Bidang Hortikultura kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan produktivitas petani lokal. Pada Kamis, 27 November 2025,

Dinas Pertanian menyerahkan bantuan benih hortikultura, obat-obatan tanaman, serta sarana produksi berupa keranjang panen dan terpal kepada 10 (sepuluh) kelompok tani. Kegiatan ini berlangsung di Puskeswan Kayu Putih dan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pertanian, Bapak Matheus A. B. H. Da Costa, S.Sos., M.Si.

Dukung Produktivitas Petani Melalui DBHCHT 2025

Bantuan ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025, yang dialokasikan untuk memperkuat sektor hortikultura di tingkat kelompok tani.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan ketersediaan benih unggul, perlindungan tanaman, dan efektivitas proses budidaya.

Dalam arahannya, Kepala Dinas Pertanian menyampaikan bahwa dukungan sarana produksi menjadi faktor penting untuk keberlanjutan usaha tani.

“Kami berharap bantuan ini mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen para petani. Pemerintah daerah berkomitmen untuk mendampingi petani mulai dari penyediaan benih hingga penguatan kapasitas kelompok tani,” ujar Bapak Matheus Da Costa.

Isi Bantuan yang Disalurkan

Adapun paket bantuan yang diterima masing-masing kelompok tani meliputi Benih hortikultura (sayuran dan tanaman bernilai ekonomi),  Obat-obatan pertanian untuk pengendalian hama dan penyakit, Keranjang panen dan Terpal panen.

Sarana ini disiapkan untuk membantu petani dalam proses tanam, perawatan hingga panen agar hasil lebih optimal dan tahan terhadap risiko kerusakan.

Respons Positif Kelompok Tani

Perwakilan kelompok tani yang hadir menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah. Bantuan tersebut dinilai sangat tepat, terutama menjelang masa tanam hortikultura dan kebutuhan peningkatan efisiensi panen.

Komitmen Berkelanjutan

Dinas Pertanian menegaskan bahwa program dukungan seperti ini akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya peningkatan ketahanan pangan di daerah.

Selain bantuan fisik, pendampingan teknis melalui penyuluh pertanian juga akan diperkuat untuk memastikan pemanfaatan bantuan secara maksimal.

Kegiatan pembagian bantuan ini ditutup dengan penyerahan simbolis oleh Kepala Dinas Pertanian kepada perwakilan kelompok tani.

Dengan adanya dukungan dari DBHCHT 2025, diharapkan kelompok tani semakin produktif, mandiri, dan mampu membawa dampak positif bagi pengembangan hortikultura di wilayah tersebut. (MI/ADV)