Dukung Swasembada Pangan, Dinas Pertanian Kota Kupang Panen Jagung Komposit di Fatukoa

Kupang, nwartapedia.com — Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pertanian Kota Kupang terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan daerah.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus A.B.H. Da Costa, S.Sos., M.Si., kepada media ini menyampaikan bahwa pada Senin (3 November 2025), pihaknya bersama sejumlah pemangku kepentingan melaksanakan panen jagung komposit varietas Lemuru di lahan Kelompok Tani Berkat, RT 025/RW 08, Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa.

 Panen 6 Ton Jagung Komposit Varietas Lemuru

Kegiatan panen dilakukan di lahan seluas 1 hektare, dengan hasil panen mencapai 6 ton jagung pipilan kering. Dari hasil tersebut, diperkirakan diperoleh 2 hingga 3 ton benih jagung berkualitas, yang nantinya akan digunakan untuk mendukung kebutuhan benih bagi petani di Kota Kupang.

Kegiatan panen ini dihadiri oleh berbagai unsur, antara lain
Asisten II Setda Kota Kupang, Kadis Pertanian Kota Kupang, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Kepala BPS Kota Kupang, Kapolsek Maulafa, Plt. Camat Maulafa, Lurah Fatukoa, serta para anggota Kelompok Tani Berkat Fatukoa.

Kadis Pertanian Kota Kupang, Matheus Da Costa, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Kupang dalam mengembangkan pertanian berbasis benih unggul lokal, yang dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas petani.

“Panen jagung komposit ini bukan hanya keberhasilan kelompok tani, tapi juga bukti nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan. Hasil panen ini akan menjadi benih bagi petani lain, sehingga manfaatnya bisa berkelanjutan,” ujar Matheus Da Costa pada Rabu (5/11/2025).

Dukungan Infrastruktur dan Pendampingan Teknis

Dalam kesempatan yang sama, Kadis Pertanian juga menyoroti pentingnya pendampingan teknis dan pembangunan infrastruktur pertanian untuk memperkuat sektor ini di tingkat akar rumput.

Menurutnya, Dinas Pertanian Kota Kupang terus berupaya mendekatkan pelayanan kepada petani melalui penyediaan akses jalan tani, embung, dan sarana produksi pertanian lainnya.

“Kami terus hadir mendampingi petani mulai dari pengolahan lahan, penyiapan bibit, hingga proses panen. Pemerintah juga memastikan infrastruktur pertanian seperti jalan tani dan embung tersedia agar petani lebih mudah mengakses lahan,” jelasnya.

Ucapan Syukur dari Kelompok Tani Berkat

Ketua Kelompok Tani Berkat, Imanuel Adolis, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Dinas Pertanian Kota Kupang yang telah memberikan bimbingan dan dukungan penuh sejak tahap awal penanaman hingga panen tiba.

Dalam sambutannya, Imanuel menuturkan bahwa keberhasilan panen ini merupakan buah kerja keras bersama dan pendampingan dari para penyuluh pertanian.

“Kami sangat bersyukur, karena dari proses penanaman beberapa bulan lalu hingga hari ini kami boleh memanen jagung yang sehat dan melimpah. Terima kasih kepada Dinas Pertanian, khususnya bapak Kadis, yang selalu mendampingi kami dan telah memperhatikan kebutuhan kelompok tani di Fatukoa,” ungkapnya.

Imanuel juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah dalam pembangunan jalan tani dan embung di wilayah mereka, yang dinilainya sangat membantu kegiatan pertanian masyarakat setempat.

Ia berharap dukungan semacam ini terus dilanjutkan agar hasil pertanian di Fatukoa semakin meningkat dari tahun ke tahun.

 Sinergi Pemerintah dan Petani Menuju Ketahanan Pangan

Kegiatan panen jagung komposit di Fatukoa menjadi momentum penting bagi Dinas Pertanian Kota Kupang untuk menunjukkan hasil nyata dari kerja kolaboratif antara pemerintah, penyuluh, dan petani.

Selain meningkatkan ketersediaan benih lokal, kegiatan ini juga memperkuat semangat petani dalam mendukung program swasembada pangan yang sedang digalakkan pemerintah pusat dan daerah.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan di seluruh wilayah Kota Kupang, agar sektor pertanian semakin tangguh, produktif, dan mampu menopang kemandirian ekonomi masyarakat,” tutup Kadis Pertanian, Matheus A.B.H. Da Costa.

Dengan semangat gotong royong antara pemerintah dan petani, Dinas Pertanian Kota Kupang terus menapaki langkah nyata menuju pertanian mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di Bumi Flobamora.

MI/ADV)




Dukung Swasembada Pangan, Dinas Pertanian Kota Kupang Salurkan Alsintan dan Bantuan Benih ke Kelompok Tani

Kupang, nwartapedia.com — Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pertanian Kota Kupang terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus A.B.H. Da Costa, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa pihaknya telah melaksanakan berbagai kegiatan strategis guna memperkuat ketahanan pangan dan mendukung terwujudnya swasembada pangan di wilayah Kota Kupang.

Dorong Pertanian Modern Lewat Penyaluran Alsintan

Sebagai wujud nyata dukungan terhadap modernisasi pertanian, Dinas Pertanian Kota Kupang menggelar kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Bidang PSP, dengan sumber kegiatan dari APBD II dan APBN.

Penyerahan bantuan Alsintan dilakukan langsung oleh Kadis Pertanian, Matheus Da Costa, bertempat di Puskeswan Kayu Putih.

Adapun jenis Alsintan yang disalurkan meliputi:

1. Traktor Roda Dua (9 unit)

Diserahkan kepada KT. O’Ofnunu Naioni, KT. Balmoni Babis Naioni, KT. Lestari Fatukoa, KT. Harapan Fatukoa, KT. Alkitabuah Fatukoa, KT. Oelnoah Fatukoa, KT. Boalingin Oepura, dan KT. Kolsa Bakunase 2.

2. Pompa Air (11 unit)

Diterima oleh KT. Family Naioni, KT. Nainaat Naioni, KT. Naioni I Naioni, KT. Tunas Harapan Naioni, KT. Imanuel Fatukoa, KT. Suka Tani Fatukoa, KT. Moris Oan Oepura, KT. Cahaya Tani Oepura, KT. Pelangi Bakunase 2, KT. Tunas Baru Liliba, dan KT. Tunas Baru Kolhua.

3. Handsprayer (5 unit)

Diberikan kepada KT. Tunas Harapan Naioni, KT. Teresa Naioni, KWT. Nekmese Naioni, KT. Tunas Baru Oepura, dan KT. Sejahtera Nasipanaf Penfui.

Matheus Da Costa menjelaskan bahwa bantuan Alsintan ini merupakan bagian dari program strategis Pemkot Kupang dalam meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus memperluas penggunaan teknologi pertanian modern di tingkat kelompok tani.

“Dengan dukungan Alsintan, kami ingin petani Kota Kupang bekerja lebih efektif, produktif, dan mandiri. Bantuan ini bukan sekadar alat, tetapi investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan daerah,” ujar Matheus Da Costa optimistis.

Bantuan Benih Hortikultura dan Program Optimalisasi Lahan

Masih di hari yang sama, Selasa (7 Oktober 2025), Dinas Pertanian juga menyalurkan benih hortikultura sebanyak 12 jenis bibit serta obat-obatan pertanian yang bersumber dari Dana Intensif Fiskal Tahun Anggaran 2025.

Bantuan ini diserahkan kepada 10 kelompok tani di Kecamatan Alak sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produksi sayur-mayur lokal serta diversifikasi tanaman pangan di Kota Kupang.

Selain itu, kegiatan Optimalisasi Lahan (OPLAH) yang digagas oleh Kementerian Pertanian RI juga tengah dilaksanakan di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, mencakup 10 hektare lahan padi.

Program ini mencakup bantuan berupa benih unggul, pupuk, dan sarana produksi pertanian seperti pipa, pompa, dan selang air — sebagai langkah nyata mendukung program swasembada pangan nasional.

“Kami berkolaborasi dengan pemerintah pusat agar petani di Kota Kupang memperoleh dukungan maksimal, baik dalam sarana, prasarana, maupun peningkatan kapasitas. Harapan kami, Kupang bisa menjadi contoh kota yang mandiri pangan,” tegas Matheus Da Costa.

 Langkah Nyata Menuju Pertanian Tangguh dan Berkelanjutan

Melalui penyaluran bantuan Alsintan, benih hortikultura, serta pelaksanaan program OPLAH, Dinas Pertanian Kota Kupang berharap seluruh petani dapat lebih termotivasi dalam mengelola lahan secara optimal, memanfaatkan teknologi pertanian modern, serta memperkuat ketahanan pangan lokal.

Program-program ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kupang untuk membangun sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi, sekaligus menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi masyarakat.

“Kami ingin menjadikan sektor pertanian bukan hanya sebagai penopang kebutuhan pangan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi rakyat,” tutup Kadis Pertanian Kota Kupang, Matheus A.B.H. Da Costa.

Melalui berbagai langkah inovatif ini, Dinas Pertanian Kota Kupang membuktikan keseriusannya dalam menyiapkan masa depan pertanian yang lebih modern, berdaya saing, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Kupang.

(MI/ADV)




Atlet Muda NTT Tampil Penuh Semangat di POPNAS XVII 2025: Tiga Medali Perak Diraih di Hari Kedua

Yogyakarta nwartapedia.com  –  Kontingen Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan daya juang luar biasa dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII Tahun 2025 yang berlangsung di Yogyakarta.

Memasuki hari kedua pelaksanaan, para atlet muda NTT berhasil menorehkan sejumlah prestasi gemilang dan memperlihatkan semangat kompetisi yang tinggi di berbagai cabang olahraga.

Atletik Persembahkan Dua Medali Perak

Cabang atletik menjadi penyumbang prestasi terbesar hari ini.

Patris Sola sukses meraih medali perak pada nomor 5000 meter putra setelah bertarung ketat hingga garis finis.

Rambu Angel Sesela juga mempersembahkan medali perak untuk NTT di nomor 800 meter putri.

Sementara itu, Hiasintus Lodho menempati posisi kelima dan tetap menunjukkan performa membanggakan.

Maria Messakh Sumbang Medali Perak Taekwondo

Dari arena taekwondo, Maria Messakh menjadi bintang baru NTT setelah tampil luar biasa hingga melaju ke babak final dan meraih medali perak.

Dua rekannya, Pirlo Kiak dan Fidelis Soka, telah berjuang maksimal meski harus terhenti di babak penyisihan.
Hasil ini menjadi bukti bahwa pembinaan atlet bela diri di NTT terus menunjukkan perkembangan positif.

Tinju: Dua Kemenangan Penting untuk NTT

Petinju muda Andri A. Pentau (51 kg Youth Boys) dan Emanuel J. Arat (63,5 kg Youth Boys) sukses menang angka atas lawan mereka dari Kalimantan Barat dan Maluku.

Sementara Quin Sira (48 kg Youth Girls) serta Ely A. Mengga (46 kg Youth Boys) harus mengakui keunggulan petinju dari Jawa Tengah dan Bali.

Wushu dan Pencak Silat Cetak Kemenangan

Dari cabang wushu, tiga atlet NTT mencatat kemenangan atas lawan-lawan tangguh:

Zakharias Dappa Ole menundukkan atlet dari Banten, Rivaldo mengalahkan wakil Jawa Timur, danKristian Umbu Roka menang atas Yogyakarta.

Sementara Tania Lioni Dimu dan Benediktus Belarmino Jisent Hus belum berhasil melanjutkan langkah mereka.

Di pencak silat, dua pesilat NTT, Yuanita Oliva Juani Makin dan Yohanes Baptista, tampil gemilang dengan kemenangan atas lawan dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Leonita M. harus mengakhiri perjuangan setelah kalah dari pesilat Kepulauan Riau.

Sepak Bola dan Tenis Meja Masih Berjuang

Tim sepak bola NTT berjuang keras meski harus mengakui keunggulan Sumatera Utara dengan skor 1–7.
Sementara di cabang tenis meja, tim beregu NTT mencatat kemenangan meyakinkan atas Jawa Barat (3–0) namun gagal melaju ke babak selanjutnya setelah kalah dari DIY (0–3).

Karate Fokus pada Persiapan

Cabang karate belum memulai pertandingan resmi. Hari ini, para atlet mengikuti acara pembukaan POPNAS XVII dan menjalani latihan ringan sebagai bagian dari persiapan menuju laga perdana.

Apresiasi dari Pemerintah Provinsi NTT

Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Timur memberikan apresiasi atas semangat dan perjuangan para atlet muda.

“Setiap pertandingan adalah pengalaman berharga. Kami bangga dengan semangat pantang menyerah para atlet NTT yang terus berjuang mengharumkan nama daerah. Raihan tiga medali perak hari ini menjadi motivasi bagi seluruh kontingen untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Harapan untuk Hari Berikutnya

Dengan torehan tiga medali perak dan sejumlah kemenangan di berbagai cabang olahraga, kontingen NTT optimistis dapat menambah pundi-pundi medali pada hari-hari berikutnya.

Semangat juang dan sportivitas tinggi menjadi modal utama para atlet muda Bumi Flobamora dalam menghadapi kompetisi nasional ini. (MI)




Pemkot Kupang Beri Amnesti Pajak PBB-P2, Warga Dapat Keringanan Bayar Tanpa Denda Selama November 2025

Kupang, nwartapedia.com — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Kupang Nomor 200/KEP/HK/2025 tentang Layanan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Kupang memberikan penghapusan sanksi administratif atau amnesti pajak bagi masyarakat yang masih memiliki tunggakan denda pajak di bawah tahun pajak 2025.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 sekaligus wujud pelayanan publik yang lebih humanis dan responsif terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menjelaskan bahwa kebijakan amnesti pajak ini bertujuan mempercepat realisasi pendapatan daerah sekaligus meringankan beban masyarakat yang masih memiliki tunggakan.

“Ini upaya percepatan pendapatan daerah dan pendekatan pelayanan publik. Kita ingin membantu masyarakat lewat amnesti pajak agar mereka tidak terbebani dengan denda akibat keterlambatan,” ungkap Christian di Kupang, Kamis (30/10/2025).

Menurutnya, kepatuhan masyarakat dalam menunaikan kewajiban pajak menjadi faktor penting dalam keberlanjutan pembangunan kota.

“Dengan membayar pajak, pemerintah dapat melaksanakan pembangunan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Ada tiga poin utama dalam kebijakan ini: penghapusan denda pajak, peningkatan pelayanan publik, dan percepatan pendapatan daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kupang, Semmy Mesakh, menjelaskan bahwa program amnesti pajak PBB-P2 ini berlaku selama satu bulan penuh, yakni 1–30 November 2025.

Kebijakan ini mencakup penghapusan seluruh denda pajak, baik untuk tahun berjalan (2025) maupun tahun-tahun sebelumnya.

“Amnesti ini merupakan program khusus dari Pak Wali. Seharusnya jatuh tempo pembayaran pajak PBB-P2 adalah Agustus 2025, namun karena mempertimbangkan kondisi masyarakat, masa pembayaran diperpanjang hingga 31 Oktober. Kini diberikan lagi kesempatan tambahan melalui amnesti pajak selama November,” jelas Semmy.

Ia menambahkan, masyarakat tetap bisa melunasi pokok pajak tanpa dikenakan denda, meskipun sempat terlambat membayar.

“Bagi yang lupa atau terlambat di tahun-tahun sebelumnya, kami tetap menerima pembayaran pokok tanpa denda. Ini bentuk keringanan nyata dari pemerintah,” ujarnya.

Untuk memastikan pelayanan berjalan optimal, Bapenda Kota Kupang juga terus melakukan program jemput bola melalui Bapenda Ceria (Cepat, Responsif, dan Adaptif) dengan turun langsung ke kelurahan-kelurahan.

“Kami berkeliling ke wilayah masyarakat untuk memudahkan pelayanan dan mendorong optimalisasi pendapatan. Kami imbau warga agar memanfaatkan kesempatan satu bulan ini sebaik-baiknya,” tutur Semmy.

Melalui kebijakan amnesti pajak ini, Pemerintah Kota Kupang berharap masyarakat dapat lebih disiplin dan sadar pajak, sekaligus memperkuat fondasi keuangan daerah tanpa lagi terbebani oleh sanksi dan denda masa lalu.

“Momentum ini bukan sekadar keringanan, tapi ajakan untuk bersama-sama membangun Kota Kupang yang lebih maju dan mandiri melalui partisipasi aktif warga dalam pembayaran pajak,” tutup Christian Widodo. ***




Program Promosi Sambungan Baru PDAM Kota Kupang Disambut Antusias, 50 Pelanggan Baru Terdaftar dalam Dua Pekan

Kupang nwartapedia.com  –   Program promosi sambungan baru yang digagas Perumda Air Minum Kota Kupang sejak 13 Oktober 2025 mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Antusiasme warga terlihat dari tingginya minat untuk mendaftar, di mana dalam rentang waktu 13 hingga 31 Oktober 2025, tercatat 218 warga menunjukkan ketertarikan terhadap program tersebut.

Dari jumlah itu, 66 calon pelanggan sudah mendaftar langsung ke kantor Perumda Air Minum Kota Kupang, dan sekitar 50 sambungan baru telah berhasil direalisasikan.

Realisasi tersebut dilakukan bagi pelanggan yang telah menyelesaikan pembayaran Rencana Anggaran Biaya (RAB) sambungan baru.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, mengapresiasi respon positif masyarakat terhadap program promosi ini.

Ia menyebut, pencapaian tersebut menjadi sinyal baik atas meningkatnya kesadaran warga terhadap pentingnya akses air bersih melalui layanan resmi Perumda.

“Dalam waktu kurang dari tiga minggu, sudah ada 50 sambungan rumah baru yang terealisasi. Ini capaian yang sangat menggembirakan dan menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya layanan air bersih,” ungkap Isidorus di Kupang, Senin (4/11/2025).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program promosi ini masih akan berlangsung hingga 31 Desember 2025, sehingga warga masih memiliki waktu untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.

Melalui program ini, Perumda memberikan diskon besar bagi calon pelanggan. Biaya normal pemasangan sambungan rumah yang biasanya mencapai Rp2,5 juta, kini hanya dikenakan sebesar Rp1,5 juta selama masa promosi. Selain itu, masyarakat juga diberikan kemudahan pembayaran, dengan uang muka sebesar Rp800.000, dan sisanya dapat dicicil hingga tujuh kali pembayaran.

“Kami mengajak masyarakat Kota Kupang, terutama yang tinggal di sekitar jaringan pipa air, untuk segera memanfaatkan program promosi ini. Kesempatan ini sangat membantu, apalagi dengan sistem cicilan yang ringan,” jelasnya.

Isidorus menambahkan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan publikasi informasi program melalui berbagai saluran, termasuk grup WhatsApp kelurahan, kecamatan, serta jaringan komunitas masyarakat, agar lebih banyak warga mengetahui dan berpartisipasi.

“Kami akan terus memantau perkembangan program ini selama November dan Desember. Semoga jumlah pelanggan baru terus meningkat dan semakin banyak keluarga di Kota Kupang yang bisa menikmati layanan air bersih dari Perumda,” pungkasnya.

Program promosi sambungan baru ini diharapkan tidak hanya memperluas cakupan layanan air bersih, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Perumda Air Minum Kota Kupang dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung pembangunan daerah. (MI)




Asisten II Setda Kota Kupang Pimpin Panen Perdana Jagung Kelompok Tani Berkat di Kelurahan Fatukoa

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pertanian kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemandirian pangan lokal. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan panen perdana jagung kelompok tani “Berkat” di Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, pada Senin, 3 November 2025.

Kegiatan panen perdana tersebut dipimpin langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignas Lega, mewakili Wali Kota Kupang.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang Matheus Da Costa, Penjabat Camat Maulafa Gabriel Meo Wio, Kapolsek Maulafa, Lurah Fatukoa, perwakilan BPS Kota Kupang, para penyuluh pertanian, serta kelompok tani dan tokoh masyarakat setempat.

Dorong Produktivitas Petani dan Pembenahan Infrastruktur

Dalam sambutannya, Ignas Lega memberikan apresiasi kepada kelompok tani “Berkat” yang telah bekerja keras hingga berhasil melakukan panen perdana jagung varietas Lamuru di atas lahan seluas beberapa hektare.

Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Kupang terus berupaya mendukung kelompok tani dalam mengembangkan sektor pertanian produktif.

“Saya sangat mengapresiasi kerja sama kelompok tani yang tetap semangat mengelola lahan hingga kita bisa panen hari ini. Pemerintah akan terus berupaya memperhatikan kebutuhan di lapangan, termasuk kondisi jalan menuju area pertanian. Namun, tentu semuanya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” ujar Ignas Lega.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan revisi rencana tata ruang wilayah (RT/RW) agar pemanfaatan lahan pertanian di kawasan seperti Fatukoa dapat lebih optimal, terutama yang beririsan dengan kawasan hutan produksi.

“Kita sedang menata kembali tata ruang supaya lahan-lahan produktif seperti ini bisa benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Harapan kita, lahan pertanian dapat terus berkembang dan memberi dampak ekonomi bagi warga,” tambahnya.

Benih Berkualitas untuk Swasembada Pangan

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus Da Costa, menjelaskan bahwa kegiatan panen jagung kali ini merupakan bagian dari program penjaminan kemurnian dan kelestarian sumber daya genetik tumbuhan yang dilaksanakan sejak Juli hingga Oktober 2025. Program tersebut didanai oleh APBD II Kota Kupang.

Menurut Matheus, varietas jagung Lamuru berlabel ungu yang ditanam di lahan kelompok tani “Berkat” ini menghasilkan produktivitas tinggi, mencapai sekitar 6 ton per hektare. Dari hasil panen tersebut, diperkirakan diperoleh 2,5 hingga 3 ton benih jagung berkualitas yang siap disebarluaskan ke kelompok tani lain di wilayah Kota Kupang.

“Benih berkualitas adalah kunci peningkatan produktivitas dan mutu hasil pertanian. Melalui kegiatan ini, kami berupaya menjamin ketersediaan benih unggul yang mudah diperoleh petani dengan harga terjangkau, tepat waktu, dan tepat lokasi,” jelas Matheus.

Ia menambahkan, sebagian hasil panen yang tidak dijadikan benih akan dimanfaatkan sebagai cadangan pangan dan pakan ternak, sehingga seluruh hasil produksi memiliki nilai guna bagi masyarakat.

Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Pada kesempatan yang sama, Penjabat Camat Maulafa, Gabriel Meo Wio mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu suksesnya program pertanian di wilayahnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, petani, dan masyarakat untuk mengembangkan potensi pertanian di Fatukoa.

“Kami berterima kasih kepada Dinas Pertanian dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Fatukoa memiliki potensi besar di sektor pertanian, dan kami berharap perhatian pemerintah terhadap infrastruktur jalan dan lahan produksi dapat terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Sinergi Menuju Ketahanan Pangan

Kegiatan panen perdana jagung ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dapat mendorong kemajuan sektor pertanian di Kota Kupang.

Pemerintah berharap langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan menuju kemandirian dan ketahanan pangan daerah, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat tani.

(MI/ADV)




Mulai Hari Ini, Aduan Pelanggan Bisa Langsung ke Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com – Mulai hari ini, Senin, 3 November 2025, pelanggan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang dapat menyampaikan aduan secara langsung kepada Direktur melalui telepon dan WhatsApp di nomor 0823 4342 9859.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Perumda Air Minum Kota Kupang untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mempercepat penanganan berbagai keluhan masyarakat terkait layanan air minum.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa menjelaskan, nomor pengaduan baru tersebut hadir untuk melengkapi saluran pengaduan kantor yang telah ada sebelumnya di 0812 3718 0243.

“Nomor ini saya buka agar setiap keluhan dan masukan dari pelanggan bisa langsung saya pantau, saya tanggapi, dan segera dikoordinasikan dengan bagian terkait supaya penanganannya tidak berlarut-larut,” ujarnya kepada media ini Sebin (3/11/2025).

Isidorus menambahkan, peluncuran nomor pengaduan langsung ini juga menjadi bentuk pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat sistem komunikasi antara pelanggan dan manajemen perusahaan.

“Pelanggan bisa melaporkan berbagai hal terkait pelayanan kami mulai dari distribusi air, perilaku petugas, kondisi jaringan, hingga permasalahan di sumber air. Semua laporan akan kami tindak lanjuti secepat mungkin sesuai kondisi di lapangan,” jelasnya.

Menurutnya, langkah ini tidak hanya menambah kanal komunikasi, tetapi juga merupakan bagian dari visi besar Perumda Air Minum Kota Kupang dalam membangun pelayanan publik yang humanis, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin pelanggan merasa didengar. Nomor pengaduan ini menjadi jembatan bagi kami untuk terus belajar, berbenah, dan memberikan pelayanan terbaik bagi warga Kota Kupang,” tutupnya.

Dengan diluncurkannya nomor pengaduan langsung Direktur ini, Perumda Air Minum Kota Kupang berharap terwujud pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan air minum di Kota Kupang. (MI)




Semarak Kuliner SABOAK Kupang: Lumpia Beef dan Kebab Chicken Jadi Primadona UMKM Lokal

Kupang, nwartapedia.com — Kehadiran SABOAK (Sabtu Bareng Orang Kreatif) di Kota Kupang menjadi angin segar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ingin memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk kuliner khas daerah.

Berlokasi di Taman Nostalgia Kupang, kegiatan yang rutin digelar ini berhasil menciptakan ruang ekonomi kreatif baru sekaligus mempererat interaksi sosial warga kota.

Setiap akhir pekan, Taman Nostalgia disulap menjadi pusat kuliner dan hiburan keluarga. Deretan stan yang tertata rapi menampilkan beragam produk UMKM, mulai dari makanan tradisional, minuman segar, hingga kuliner modern kekinian yang menggugah selera.

Dua di antara pelaku UMKM yang ikut meramaikan acara ini adalah Wisata Sri Hadiah, penjual Lumpia Beef, dan Indrawati, pemilik usaha Kebab Chicken.

Keduanya menjadi contoh nyata bagaimana SABOAK mampu membuka peluang baru dan memperkuat semangat wirausaha masyarakat Kota Kupang.

Lumpia Beef, Cita Rasa Lokal yang Menembus Pasar Modern

Wisata Sri Hadiah telah berjualan di Kota Kupang selama tiga tahun. Baginya, SABOAK bukan sekadar tempat berjualan, tetapi juga wadah untuk belajar, berjejaring, dan berkembang bersama pelaku usaha lainnya.

“Saya bergabung di SABOAK pada minggu kedua. Waktu pengunjung ramai, penjualan juga lumayan. Sekarang memang agak menurun, tapi kegiatan ini tetap sangat membantu UMKM seperti kami,” ujarnya saat ditemui di lapak jualan, Sabtu (1/11/2025).

Sri Hadiah juga memberikan apresiasi terhadap dukungan Pemerintah Kota Kupang yang terus memberi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk tumbuh.

“Wali Kota sekarang masih muda, banyak ide dan gebrakan baru. Dulu tempat ini sepi dan gelap, sekarang jadi ramai dan hidup. Kami senang bisa ikut berjualan di sini karena bisa menambah penghasilan, sekaligus menambah semangat,” tambahnya.

Kebab Chicken: Dari Rumah ke Taman Nostalgia

Cerita inspiratif juga datang dari Indrawati, pelaku UMKM Kebab Chicken. Ia bergabung sejak minggu kedua SABOAK dibuka dan langsung merasakan dampak positif terhadap penjualannya.

“Pertama kali ikut, saya jualan kebab dan burger lele. Satu hari bisa habis sampai 200 porsi. Dulu harganya Rp15.000, sekarang Rp20.000 karena bahan naik. Tapi alhamdulillah, masih banyak pelanggan yang suka,” tuturnya.

Pada hari pertama berjualan di SABOAK, Indrawati pernah mencatat omzet hingga Rp6 juta. Meski kini pengunjung tidak seramai awal pembukaan, ia tetap optimis dan berharap kegiatan ini bisa digelar lebih sering.

“Kalau bisa UMKM jualan tiap minggu, bukan tiga minggu sekali. Banyak pelanggan yang tanya kenapa kami tidak jualan setiap minggu,” tambahnya sambil tersenyum.

SABOAK Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Kupang

Kehadiran SABOAK menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat dapat menciptakan dampak ekonomi yang luas.

Selain meningkatkan pendapatan pelaku usaha, kegiatan ini juga menjadikan Taman Nostalgia Kupang sebagai destinasi kuliner baru yang semakin hidup dan menarik bagi wisatawan lokal.

“Kegiatan ini tidak hanya membantu kami mencari rezeki, tapi juga mempererat hubungan antarpenjual dan membuat suasana Kota Kupang lebih hidup,” ungkap Sri Hadiah.

Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Kupang, kegiatan SABOAK diharapkan terus berlanjut dan berkembang. Melalui ruang kreatif seperti ini, semangat UMKM lokal akan semakin kokoh, menghadirkan cita rasa khas Kupang ke tengah masyarakat, sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

(MI/ADV)




Wakil Wali Kota Kupang Resmi Buka Festival Sepe 2025: Merawat Warisan, Menumbuhkan Ekonomi Kreatif

Kupang,nwartapedia.com — Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, secara resmi membuka Festival Sepe 2025 yang mengusung tema “The Charm of Weaving in the Soul of the Successor” di Taman Nostalgia Kupang, Sabtu (1/11/2025) malam.

Acara pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD Kota Kupang, para kepala perangkat daerah, pimpinan PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Kupang, perwakilan Bank Indonesia, konsulat negara sahabat Timor Leste, tokoh adat, tokoh agama, budayawan, pelaku ekonomi kreatif, hingga para penenun dan pelaku UMKM.

Dalam sambutannya, Serena Cosgrova Francis menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival tahunan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pariwisata, Dekranasda Kota Kupang, seluruh panitia, para penenun, dan pelaku ekonomi kreatif yang turut mensukseskan kegiatan ini,”ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Kupang menyerahkan secara simbolis 20 booth UMKM kepada Pemerintah Kota Kupang. Serena menilai langkah ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Terima kasih untuk PT Taspen yang menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung UMKM. Ini mencerminkan sinergi yang indah dalam membangun ekonomi inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.

Makna Filosofis Festival Sepe

Serena juga menjelaskan bahwa bunga flamboyan merah yang menjadi simbol Festival Sepe tidak hanya melambangkan keindahan, tetapi juga harapan, sukacita, dan kerinduan akan rumah.

“Ketika bunga Sepe mekar di setiap sudut kota menjelang akhir tahun, itu menjadi pengingat bagi anak-anak rantau untuk pulang. Festival ini bukan sekadar menampilkan keindahan, tetapi juga meneguhkan Sepe sebagai ikon budaya dan identitas Kota Kupang,” ungkapnya.

Festival Sepe tahun ini juga menjadi momentum penting bagi masyarakat Kota Kupang, karena motif tenun Sepe telah memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

Serena mendorong masyarakat untuk bangga memperkenalkan dan menggunakan motif tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

“Masih banyak yang belum tahu bahwa Kota Kupang memiliki motif tenun sendiri, yaitu motif Sepe. Ini tugas kita semua untuk memperkenalkannya dengan bangga,” kata Serena.

Menurut Serena, penyelenggaraan festival di Taman Nostalgia bukan tanpa alasan. Lokasi ini dipilih untuk menghidupkan kembali semangat Sunday Market Buat Orang Kupang  (Saboak), tempat di mana budaya dan ekonomi kreatif berpadu.

“Kami ingin menjadikan Taman Nostalgia bukan hanya ruang rekreasi, tapi juga ruang ekonomi rakyat. Pemerintah Kota Kupang bersama dunia usaha dan masyarakat berkomitmen menumbuhkan ekonomi berbasis UMKM,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Wakil Wali Kota Kupang berharap Festival Sepe 2025 dapat membawa sukacita, berkat, dan kebanggaan bagi seluruh masyarakat.

“Mari kita jadikan setiap helai tenun Sepe sebagai simbol kasih, harmoni, dan kebersamaan, sebagaimana kita membangun Kota Kupang sebagai rumah bersama bagi semua,” tutupnya sebelum secara resmi membuka Festival Sepe 2025.

Sementara itu, Branch Manager PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Kupang, Peter Laurensius Samosir, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kota Kupang atas kesempatan yang diberikan kepada Taspen untuk turut ambil bagian dalam Festival Sepe 2025.

“Kami merasa bangga dengan kesempatan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Kupang sehingga kami dapat berpartisipasi dalam program yang sangat baik dan kreatif ini,” ujar Peter Laurensius Samosir kepada media.

Peter menambahkan bahwa Taspen berkomitmen untuk terus memperluas peran sosial dan kolaborasi dengan berbagai pihak di daerah.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan. Semoga ke depan, program seperti ini semakin luas jangkauannya dan mampu membuka peluang-peluang baru bagi Pemerintah Kota Kupang dan masyarakat untuk membangun bersama-sama,” pungkasnya. (MI/ADV)




Pakar Ekonomi Politik Nasional: SABOAK Bukti Sentuhan Cerdas Wali Kota Kupang Bangkitkan Ekonomi Warga

Kupang,nwartapedia.com  — Kehadiran Sunday Market Buat Orang Kupang (SABOAK) di Taman Nostalgia kini mendapat sorotan positif dari berbagai kalangan nasional.

Salah satunya datang dari Pakar Ekonomi Politik Nasional, Ferdy Hasiman, yang menilai SABOAK merupakan inovasi ekonomi daerah yang berhasil memberi dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang.

Menurut Ferdy Hasiman, SABOAK bukan sekadar ajang ekonomi kreatif, melainkan langkah strategis pemerintah kota dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan.

Ia menyebut program ini sebagai “pekerjaan dan sentuhan luar biasa” dari Wali Kota Kupang dan seluruh jajaran pemerintahannya.

“Ini pekerjaan dan sentuhan luar biasa dari Pak Wali dan jajaran untuk menaikkan ekonomi kelas bawah di Kota Kupang,” ujar Ferdy Hasiman, Sabtu (1/11).

Ferdy menilai, SABOAK telah menjadi magnet baru yang mampu menarik ribuan pengunjung setiap akhir pekan. Fenomena ini menciptakan multiplier effect yang kuat terhadap perputaran ekonomi lokal.

“SABOAK ini magnet yang mendatangkan banyak manusia. Ledakan pengunjung yang besar mendorong naiknya konsumsi masyarakat, memperkuat daya beli, dan efek lanjutannya sangat besar,” jelasnya.

Lebih jauh, Ferdy menambahkan bahwa peningkatan pendapatan UMKM yang terlibat dalam SABOAK tidak hanya berdampak pada sektor perdagangan, tetapi juga pada kesejahteraan keluarga pelaku usaha.

“UMKM yang punya pendapatan lebih bisa menabung, menyekolahkan anaknya, dan menyiapkan biaya kesehatan dengan lebih mudah jika jatuh sakit,” ungkapnya.

Menurut Ferdy, langkah Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota saat ini patut diapresiasi karena memiliki arah yang jelas dan efektif.

Ia menyebut strategi ini menunjukkan pemahaman mendalam terhadap struktur ekonomi lokal.

“SABOAK sengaja diciptakan untuk menumbuhkan ekonomi Kota Kupang. Pak Wali bergerak efektif, cerdas, dan paham betul dari mana ekonomi Kota Kupang harus tumbuh,” tutup Ferdy.

Kini, SABOAK di Taman Nostalgia telah menjelma menjadi ruang ekonomi kreatif kebanggaan warga Kupang.

Setiap Sabtu dan Minggu, ratusan UMKM lokal hadir menawarkan produk unggulan mereka, menciptakan denyut ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. (MI/ADV)