Ketua DPD REI NTT Sambangi PDAM Kota Kupang, Bahas Kolaborasi Layanan Air Bersih di Perumahan

Kupang, nwartapedia.com
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Nusa Tenggara Timur, Chandra Santosa, bersama jajaran pengurus REI NTT, melakukan kunjungan resmi ke Perumda Air Minum Kota Kupang pada Selasa (25/11/2025).

Rombongan diterima langsung oleh Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, di ruang kerjanya.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama antara pengembang perumahan dan perusahaan daerah dalam peningkatan layanan air bersih bagi masyarakat Kota Kupang.

.

Perumda Air Minum berkomitmen melanjutkan 

Direktur Perumda Sampaikan Permohonan Maaf kepada REI

Dalam pertemuan bersama REI NTT, Direktur Isidorus Lilijawa menyampaikan permohonan maaf terkait kerja sama yang lebih dulu dilakukan dengan salah satu anggota REI, yaitu PT Bumi Naimata Indah (Ibu Maya), tanpa koordinasi dengan REI NTT.

 “Saya mohon maaf kepada Ketua DPD REI dan seluruh anggota. Kerja sama dengan Ibu Maya sudah berjalan sejak 1 November lalu, kami langsung ke lokasi dan sudah ada PKS untuk perbaikan rumah pompa,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa REI adalah mitra strategis dan sangat membantu percepatan perluasan layanan air minum.

“Kalau kami berjalan sendiri, mencari pelanggan sangat lama. Dengan REI, bisa langsung ratusan unit. Ini sangat membantu kami,” tambahnya.

Ketua REI NTT: Kami Hadir untuk Berkolaborasi Membangun Kota Kupang

Ketua DPD REI NTT, Chandra Santosa, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Perumda Air Minum Kota Kupang.

“Kami datang untuk berkolaborasi. Tujuan kami sama: membangun NTT dan Kota Kupang,” ujarnya.

Chandra menjelaskan bahwa REI NTT memiliki sekitar 106 anggota, dengan 60 perusahaan yang aktif membangun perumahan di 23 lokasi, dan 80 persen proyek berada di Kota Kupang.

Ia juga mengangkat beberapa kendala teknis yang sering dialami anggota REI dalam penyambungan jaringan air, terutama di perumahan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah).

“Harapan kami, koordinasi teknis semakin baik agar pelayanan ke masyarakat makin optimal,” tambahnya.

Bangun Kota Kupang Bersama

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama antara REI NTT dan Perumda Air Minum Kota Kupang untuk terus bersinergi demi pelayanan air bersih yang lebih merata dan pembangunan perumahan yang lebih layak.

“Kami ini sama-sama warga kota. Kita harus saling mengisi dan membangun Kota Kupang bersama,” tegas Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang. (MI)




Andre Lado: Para Tergugat Gagal Pahami Nebis in Idem dalam Perlawanan Eksekusi Tanah Oesapa

Kupang, nwartapedia.com — Sengketa eksekusi tanah di kawasan Lampu Merah Oesapa, Kota Kupang, kembali mengemuka dan memicu perhatian publik. Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Kupang pada Selasa (25/11/2025), kuasa hukum Pelawan Agustinus Fanggi, Advokat Andre Lado, S.H., menyampaikan Replik atas eksepsi dan jawaban tujuh Terlawan.

Dalam repliknya, Andre menegaskan bahwa seluruh eksepsi yang diajukan para Terlawan Satrya Dindus Liwe, Happy Christyn Liwe, Honey Lestari Liwe, Prince Liwe, El Roy Liwe, dan Drs. Anthon A. Liwe Rohi tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Para Terlawan tersebut hadir bersama kuasa hukum mereka: Bisri Fansyuri LN, S.H., Ahmad Azis Ismail, S.H., dan Leo Lata Open, S.H.

Ini Perlawanan Pihak Ketiga, Bukan Sengketa Hak”

Andre Lado menyebut bahwa para Terlawan keliru dalam menafsirkan asas Nebis in Idem, karena perkara yang diajukan pihaknya bukanlah gugatan terkait hak kepemilikan, melainkan perlawanan pihak ketiga terhadap eksekusi (derden verzet).

“Klien kami bukan pihak dalam perkara 92/Pdt.G/2021/PN Kpg. Putusan itu tidak pernah memeriksa ataupun memutus hak Agustinus Fanggi,” tegas Andre.

Menurutnya, hukum acara perdata memberikan ruang bagi pihak ketiga yang merasa dirugikan atas tindakan eksekusi untuk mengajukan perlawanan, meskipun eksekusi didasarkan pada putusan berkekuatan hukum tetap.

Gugatan Kabur? Andre: “Itu Dalil yang Dipaksakan”

Menanggapi eksepsi yang menyatakan gugatan kabur (obscur libel), Andre menilai dalil tersebut tidak tepat.

“Seluruh posita dan petitum sudah terang. Perbedaan administrasi tahun pembayaran hanyalah kesalahan pengetikan. Substansi gugatan tidak berubah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa alat bukti yang mereka ajukan sesuai dengan pengakuan Terlawan VII, Paulus Kou.

Pengakuan Paulus Kou Dinilai Sebagai Judicial Admission

Andre menilai posisi hukum Agustinus Fanggi justru semakin kuat karena Terlawan VII Paulus Kou memberikan pengakuan terbuka bahwa:

  • Transaksi jual beli dengan Agustinus Fanggi terjadi pada 2007
  • Pembayaran Rp 50 juta benar dilakukan
  • Pembangunan kos 5 kamar dilakukan oleh Pelawan
  • Penjual sebelumnya menyetujui transaksi tersebut

“Pengakuan Terlawan VII merupakan judicial admission yang mengikat secara hukum,” tegasnya.

Penguasaan Fisik Objek Tanah Tidak Bisa Disangkal

Andre juga membantah dalil bahwa Pelawan tidak memiliki penguasaan terhadap objek sengketa. Menurutnya, kliennya telah membangun kos 5 kamar dengan biaya sendiri dan menempati lahan tersebut secara sah dan beriktikad baik.

“Fakta fisik pembangunan tidak dapat dibantah. Hak Pelawan harus dilindungi,” katanya.

Kasus Viral dan Menyita Perhatian Publik

Sengketa tanah di Lampu Merah Oesapa ini sebelumnya menjadi viral dan mendapat sorotan publik karena eksekusi disebut-sebut dapat merugikan pihak yang tidak pernah dilibatkan dalam perkara pokok. Kondisi itu mendorong Agustinus Fanggi mengajukan perlawanan eksekusi.

Isi Petitum Replik: Minta Eksekusi Ditunda Hingga Hak Pelawan Dipulihkan

Dalam petitumnya, Advokat Andre Lado meminta Majelis Hakim untuk:

  • Menolak seluruh eksepsi para Terlawan
  • Mengabulkan gugatan perlawanan eksekusi
  • Menyatakan Pelawan memiliki hak keperdataan atas tanah
  • Menetapkan bangunan kos 5 kamar sebagai milik Pelawan
  • Menunda atau membatalkan eksekusi sebelum hak Pelawan dipulihkan

Sidang perkara Nomor: 321/Pdt.Bth/2025/PN Kpg ini akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda duplik dari para Terlawan. (Tim)




Calon Ketua Bobby Lianto: Pemuda Tani Harus Jadi Penggerak Pertanian Modern NTT 

Kupang, nwartapedia.com — Calon Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bobby Lianto, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan generasi muda yang modern, inovatif, dan siap membangun pertanian dari hulu hingga hilir.

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers pelantikan Pemuda Tani Indonesia NTT yang berlangsung di Café Ghaura Coklat, Selasa (25/11/2025).

Rangkaian kegiatan pelantikan DPC dan DPD Pemuda Tani Indonesia NTT akan dilaksanakan pada 27 November 2025, dimulai dengan penanaman jagung pada pukul 08.00 Wita di Lapangan Lano sebagai simbol gerakan nyata membangkitkan pertanian daerah.

Usai penanaman, rangkaian dilanjutkan dengan pelantikan dan Sekolah Pemuda Tani Indonesia di Hotel Harper Kupang mulai pukul 10.00 Wita.

Pemuda Tani Harus Jadi Penggerak Pertanian Modern

Dalam pernyataannya, Bobby Lianto menyoroti semakin jauhnya generasi muda dari sektor pertanian. Ia menilai bahwa pertanian seharusnya menjadi ruang besar bagi anak muda untuk berkarya dan membangun ekonomi daerah.

“Banyak anak muda mulai meninggalkan pertanian. Lewat digitalisasi dan koperasi, kami ingin membangkitkan kembali semangat itu. Pemuda harus menjadi penggerak pertanian modern,” tegas Bobby.

Sebagai calon ketua tunggal yang akan dilantik bersama pengurus dari 22 kabupaten/kota se-NTT, Bobby menekankan bahwa Pemuda Tani Indonesia bukan sekadar organisasi, tetapi merupakan gerakan pemberdayaan ekonomi.

“Organisasi tidak boleh hanya berjalan sebagai struktur. Kita ingin gerakan nyata, dari lapangan, dari desa, sampai ke hilir. Inilah saatnya pemuda mengambil peran besar,” ujarnya.

Sekolah Pemuda Tani: Siapkan Generasi Muda yang Kompeten

Sekolah Pemuda Tani menjadi bagian penting dalam rangkaian pelantikan tahun ini. Para peserta akan mendapatkan materi dari sejumlah tokoh nasional, di antaranya:

  • Sekjen Pemuda Tani Indonesia
  • Pak Suroboyo, ahli pertanian
  • Pak Bachtiar, pemateri bidang organisasi
  • Hengki Lianto, pionir perkebunan kakao NTT dan pendiri PPSN
  • Dr. Andre Hartanto, inovator kelor yang telah menembus pasar Timur Tengah, Amerika, Eropa, dan Australia

Bobby menyebut bahwa materi yang diberikan akan membekali peserta dengan wawasan organisasi, pengelolaan pertanian modern, strategi bisnis, dan motivasi kewirausahaan.

Digitalisasi Pertanian: MOU, Koperasi ‘KOMUNITAS’, dan Aplikasi Petani

Pelantikan Pemuda Tani Indonesia NTT tidak hanya berisi prosesi seremonial, tetapi juga peluncuran terobosan penting, antara lain:

1. MOU Strategis

Meliputi kerja sama denganPoliteknik Pertanian, PT SMJ (teknologi drone dan digitalisasi pertanian), Telkomsel, Sejumlah lembaga pendukung lainnya

2. Peluncuran Koperasi Pemuda Tani: “KOMUNI”

Koperasi ini akan menjadi wadah ekonomi bersama yang memfasilitasi petani, pemuda, dan pelaku usaha tani di seluruh NTT.

3. Aplikasi Digital Pemuda Tani

Aplikasi khusus petani akan digunakan untuk Mengunggah stok hasil pertanian,  Menjual langsung ke dapur umum, hotel, restoran, dan masyarakat, Menyediakan layanan konsultasi pertanian, Memuat data petani berbasis GPS dan Mendukung pembelian pupuk dan alat pertanian.

“Digitalisasi adalah jawaban bagi anak muda. Kita siapkan aplikasi agar petani tidak lagi berjalan sendiri. Semua terhubung, semua bergerak,” jelas Bobby.

Gubernur Dipastikan Hadir

Panitia memastikan bahwa Gubernur NTT akan hadir dalam kegiatan penanaman jagung dan pelantikan. Bobby menilai kehadiran pemerintah menjadi dukungan penting dalam mendorong gerakan Pemuda Tani Indonesia NTT.

“Kami siap keliling seluruh kabupaten/kota untuk menggerakkan anak-anak muda. Ini bukan gerakan kecil. Ini gerakan kebangkitan pertanian NTT,” tegasnya.

Sebagai organisasi yang berada di bawah naungan Ketua Dewan Pembina Presiden Prabowo Subianto, Bobby optimistis bahwa Pemuda Tani Indonesia NTT akan menjadi motor perubahan dalam pembangunan pertanian di wilayah Timur Indonesia. (MI)




Direktur PDAM Kupang: Pemimpin yang Memilih Sederhana dan Dekat dengan Rakyat

Kupang, nwartapedia.com — Tidak semua pemimpin memilih hidup dalam gemerlap fasilitas, ruangan berkelas, atau pelayanan protokoler. Sebagian kecil memilih tetap berjalan di jalur sederhana, dekat dengan rakyat, dan memuliakan kemanusiaan.

Salah satunya adalah Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., M.M.

Momen itu terjadi pada Selasa siang, 25 November 2025, ketika matahari Kota Kupang memancarkan panas yang menyengat.

Telepon dari seorang sahabat Isidorus Lilijawa, atau Iso, begitu ia akrab disapa mengundang penulis untuk makan siang bersama.

Bayangan tentang restoran mewah dan pertemuan formal sempat melintas, seperti lazimnya pejabat bertemu kolega. Namun dugaan itu langsung buyar.

Sesampainya di kantor PDAM, Iso justru tersenyum santai dan berkata,

“Kita makan dekat sini saja, di tempat biasa saya.”

Tanpa mobil dinas, tanpa ajudan, dan tanpa protokoler, mereka berjalan kaki tak sampai lima menit menuju sebuah warung kaki lima di tepi trotoar.

Atap seng yang buram, meja plastik bergores, kursi yang sedikit goyah, dan aroma masakan rumahan yang mengepul dari dapur kecil menjadi pemandangan yang menyambut.

Di sudut warung sederhana itu, seorang Direktur PDAM duduk tanpa ragu. Ia memesan menu kesukaannya: nasi campur ikan cuir dengan sayur bunga pepaya dan daun singkong hidangan yang jauh dari citra kemewahan pejabat.

Sambil menunggu makanan, ia berkata pelan namun sarat makna:

“Hidup itu jangan dibikin susah. Jabatan cuma titipan. Tapi hati yang sederhana itu bekal sampai mati.”

Perkataan itu seperti menancap di ruang kecil warung tersebut. Pemilik warung tampak akrab disapanya, sementara beberapa pegawai kantoran yang sedang makan hanya bisa memandang kagum tak percaya seorang Direktur mau duduk sejajar, tanpa sekat, tanpa jarak.

Saat makanan tersaji, ia menundukkan kepala, mengucap doa singkat, lalu makan dengan lahap. Percakapan yang tercipta bukan soal anggaran atau tender, melainkan nilai kehidupan, kebudayaan, dan rencana kegiatan festival permainan rakyat bersama KPOTI Kota Kupang.

Di tengah perbincangan, ia kembali melontarkan kalimat yang membuat suasana kian teduh:

“Kalau saya makan di restoran mahal, hanya saya yang kenyang. Tapi kalau saya makan di sini, saya ikut menghidupkan usaha kecil. Orang kecil juga butuh kita.”

Usai makan, ia membayar bukan hanya makanannya, tetapi juga satu porsi makanan milik seorang staf kantor yang kebetulan makan di warung itu. Dengan senyum tulus, ia berkata kepada pemilik warung:

“Terima kasih, Bu. Masakan hari ini luar biasa.”

Tanpa sirene mobil dinas dan tanpa pengawalan, ia kembali berjalan kaki ke kantor di bawah terik matahari. Langkahnya ringan, namun jejak keteladanannya tertinggal kuat.

Banyak pemimpin menjadi besar karena jabatan. Namun hanya sedikit yang menjadi agung karena kerendahan hati.

Dan pada siang itu, di sebuah warung kecil di pinggir jalan Kota Kupang, penulis berjumpa dengan salah satunya Isidorus Lilijawa, Direktur PDAM Kota Kupang, pemimpin yang memilih hidup apa adanya dan meninggalkan teladan luar biasa.

Sederhana bukan berarti kurang.
Sederhana adalah kejernihan hati yang memuliakan sesama. (Goe)




Pimpin Apel Pagi, PLT Kadis P dan K Tegaskan Komitmen Lahirkan Generasi Hebat Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Kupang, Ernest Ludji, M.M, memberikan pengarahan inspiratif kepada seluruh aparatur dan pegawai dalam apel pagi yang berlangsung di halaman kantor dinas, Selasa (25/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Ernest menegaskan kembali pentingnya peran jajaran Dinas P dan K sebagai wajah pendidikan dan kebudayaan Kota Kupang.

Ernest menyebut seluruh staf Dinas P dan K adalah pribadi terdidik dan berbudaya yang memegang peran strategis dalam melahirkan generasi unggul bagi masa depan daerah.

“Staf Dinas P dan K Kota Kupang adalah manusia terdidik dan berbudaya. Di sinilah etalase masyarakat Kota Kupang yang melahirkan orang-orang hebat,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh pegawai menjadikan momen apel pagi sebagai ruang refleksi tentang kontribusi nyata yang telah diberikan.

“Momentum ini mengajak kita melihat ke dalam diri masing-masing: apa peran yang sudah kita jalankan dan karya apa yang telah kita berikan bagi kota ini, khususnya bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang kita cintai,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan seputar statusnya sebagai Pelaksana Tugas, Ernest menegaskan bahwa dirinya memegang mandat penuh hingga Februari 2025.

Ia menekankan bahwa jabatan ini merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan tanggung jawab penuh.

“Saya menerima mandat sampai Februari dengan kewenangan penuh untuk memimpin dan memastikan tugas kita berjalan dengan baik. Jabatan ini bukan saya minta, tetapi perintah pimpinan, yang dalam pemerintahan kita yakini sebagai wakil Tuhan di dunia,” kata Ernest.

Pada kesempatan itu, Ernest juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang merayakan HUT ke-80 pada 25 November 2025.

“Atas nama pribadi dan keluarga, saya mengucapkan Selamat Ulang Tahun untuk keluarga besar PGRI. Tanpa kue pun, doa dan rasa syukur adalah persembahan terbaik bagi guru,” ungkapnya disambut tepuk tangan peserta apel.

Ia menambahkan bahwa tidak ada satu pun tokoh besar dunia yang berhasil tanpa jasa seorang guru.

“Semua orang hebat lahir dari tangan seorang guru. Tanpa guru, kita tidak mungkin berdiri dan mencapai apa yang kita raih hari ini,” tegasnya.

Menutup arahannya, Ernest mengingatkan bahwa peran tenaga pendidik sangat menentukan kesiapan generasi muda menghadapi Bonus Demografi 2045 dan mewujudkan Indonesia Emas.

“Apakah bonus demografi 2045 menjadi berkah atau beban, sangat tergantung pada apa yang kita lakukan hari ini,” pungkasnya.

Apel pagi ditutup dengan seruan semangat bersama:

“Merdeka Belajar! Guru Hebat Indonesia Maju!” (Disdikbud)




TBM Gading Taruna Terima Sumbangan Buku, Gerakkan Kembali Semangat Literasi di Kupang

Kupang,nwartapedia.com –  Upaya memperkuat budaya baca di Kota Kupang kembali mendapat dorongan berarti. Taman Baca Masyarakat (TBM) Gading Taruna, yang berlokasi di RT 006/RW 003 Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, menerima sumbangan paket buku cerita umum dari Veronika Suci Fridani.

Paket tersebut difasilitasi dan diserahkan langsung oleh Thomas A. Sogen, penulis buku sekaligus mantan guru di Kabupaten Kupang.

Bantuan buku diterima oleh pengelola TBM Gading Taruna, Goris Takene, di halaman TBM yang menjadi pusat aktivitas membaca warga setempat.

Koleksi baru ini diharapkan dapat memperkaya bahan bacaan bagi anak-anak, remaja, hingga masyarakat umum yang selama ini menjadikan TBM sebagai ruang belajar alternatif.

Dalam sambutannya, Thomas Sogen menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi literasi di Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin pesat belum diiringi dengan tumbuhnya minat membaca generasi muda.

“Kita berada di zaman serba cepat dan serba digital, tapi ironisnya minat baca justru menurun. Banyak anak dan remaja kini lebih dekat dengan gawai daripada buku. Jika ini dibiarkan, literasi akan tenggelam pelan-pelan,” tegas Thomas.

“Karena itu, gerakan kecil seperti membagikan buku adalah bentuk perlawanan terhadap kemerosotan minat baca. Saya berharap lebih banyak pihak ikut terlibat,” tambahnya.

Goris Takene, pengelola TBM, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan.

Ia menegaskan bahwa TBM Gading Taruna hadir bukan hanya untuk menyimpan buku, tetapi untuk menyalakan kembali semangat belajar warga.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Buku-buku ini akan sangat bermanfaat bagi anak-anak dan remaja di Bello,” ujar Goris.

“Gerakan literasi bukan tugas satu dua orang, tetapi tugas bersama demi menyelamatkan masa depan generasi. Kami berharap semakin banyak pihak ikut menjaga agar literasi tidak terkikis oleh derasnya perkembangan teknologi.”ujarnya.

Penyerahan buku ini sekaligus menjadi pengingat bahwa meski era digital terus berkembang, kebutuhan akan ruang baca dan interaksi literasi tetap tidak tergantikan.

Buku, kata Goris, masih menjadi sumber pengetahuan, imajinasi, dan pembentukan karakter yang penting bagi masyarakat.

TBM Gading Taruna berkomitmen terus membuka ruang belajar, mengadakan program literasi, serta mengajak masyarakat ikut dalam pengumpulan dan distribusi buku ke desa-desa dan taman baca lainnya di wilayah NTT.

Thomas Sogen tampak menyerahkan paket buku kepada Goris Takene di halaman TBM Gading Taruna, dengan latar rak dan meja sederhana berisi deretan koleksi bacaan.

Penulis: Gregor Takene




Pembentukan Panitia Satlak Tarung Derajat Kota Kupang dan Rapat Koordinasi Menjelang Satlak Tarung Derajat Kota Kupang Open

Kupang nwartapedia.com  –  Pengurus Tarung Derajat Kota Kupang menggelar rapat koordinasi sekaligus silaturahmi keluarga besar Tarung Derajat Kota Kupang pada Jumat (20/11/2025) bertempat di Kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga NTT, khususnya Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga. Pertemuan ini dihadiri para pengurus inti, pelatih, serta perwakilan sejumlah Satuan Latihan (Satlak) di Kota Kupang.

Hadir dalam rapat tersebut Ketua Umum Tarung Derajat Kota Kupang, Dr. Frans Sales, S.Pd., MM, Ketua Harian, Sekretaris Umum Rudi Adoe, S.Sos, serta Bendahara Umum Maria Fatubun, S.Sn., Pd.

Selain itu, turut hadir para pelatih dari berbagai satlak, di antaranya Kang Edo (Satlak Polresta Kupang), Kang Martin beserta atlet Satlak Brimob NTT, perwakilan Satlak BPSDM NTT yang diwakili asisten pelatih Kang Defrit, serta pelatih dari Satlak Sport Center Oepoi Kupang, dan sederet satlak lainnya.

Dalam rapat tersebut, peserta menyepakati pelaksanaan dua kegiatan utama yang akan dipadukan pelaksanaannya, yakni Pelatihan Peningkatan SDM Pelatih Tarung Derajat Kota Kupang dan Event Kejuaraan “Satlak Tarung Derajat Kota Kupang Open”

Event ini sekaligus akan memperebutkan Tropi Piala Wali Kota Kupang.

Adapun kelas yang dipertandingkan meliputi Festival Kids (usia dini), kelas anak-anak, remaja, dan dewasa.

Kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk evaluasi menyeluruh terhadap program latihan yang telah diberikan para pelatih selama setahun terakhir. Evaluasi mencakup aspek fisik, teknik, taktik, hingga mental bertanding atlet.

Selain itu, event ini diharapkan mampu menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat dan membentuk karakter bertanding bagi atlet-atlet binaan pada setiap satlak di Kota Kupang.

Untuk memastikan kegiatan berjalan terencana dan terkoordinasi, rapat memutuskan pembentukan panitia kecil yang nantinya bertugas membagi peran dan tanggung jawab sesuai bidang masing-masing, sehingga proses persiapan hingga pelaksanaan dapat berjalan optimal.

Para pelatih pun diimbau segera melakukan komunikasi, konsolidasi, pemantauan, dan identifikasi atlet pada masing-masing satlak mulai hari ini guna mempersiapkan diri menuju pelaksanaan event “Satlak Tarung Derajat Kota Kupang Open”.

Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Tarung Derajat Kota Kupang, didampingi oleh Ketua Umum dan Bendahara.

BOX

“Aku ramah, bukan berarti takut.
Aku tunduk, bukan berarti aku takluk.” (MI)




Dinas Pertanian Kota Kupang Salurkan Pompa Air 3 Dim untuk Perkuat Swasembada Pangan

Kupang nwartapedia.com  –  Dinas Pertanian Kota Kupang melalui Bidang Sarana dan Prasarana kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian dan mendukung Program Swasembada Pangan serta MBG (Makmur, Berdaya, dan Gizi). Pada Kamis, 20 November 2025,

Dinas Pertanian menyalurkan bantuan Pompa Air 3 Dim yang bersumber dari Kementerian Pertanian RI – Dirjen Sarana dan Prasarana (APBN) kepada lima kelompok tani (Poktan) di Kota Kupang.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus A.B.H. Da Costa, S.Sos., M.Si, bersama Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Neda Ridla Lalay, serta Esy Bire dari Fraksi NasDem. Penyerahan berlangsung di halaman Puskeswan Kayu Putih, Kota Kupang.

Kelompok tani penerima bantuan meliputi Poktan Syalom, Kelurahan Bakunase  1 unit, Poktan Soenjam, Kelurahan Fatukoa  1 unit, Poktan Oepoi, Kelurahan Oebobo 1 unit, Poktan Mira Hari, Kelurahan Batuplat 1 unit dan Poktan Harapan Baru, Kelurahan Lasiana – 1 unit

Dalam arahannya, Kepala Dinas Pertanian menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian di tengah tantangan perubahan musim dan ketersediaan air bagi petani.

“Pompa Air 3 Dim ini diharapkan dapat membantu petani dalam memperlancar irigasi lahan, sehingga mampu meningkatkan hasil produksi dan mendukung target swasembada pangan di Kota Kupang,” ujarnya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Kupang, Neda Ridla Lalay, turut mengapresiasi langkah Dinas Pertanian yang terus memberdayakan kelompok tani.

Ia menegaskan bahwa DPRD akan terus mendukung program-program yang secara nyata meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah.

Bantuan ini disambut baik oleh para penerima, yang berharap dukungan sarana pertanian dapat terus berlanjut guna mengoptimalkan pengelolaan lahan serta meningkatkan pendapatan petani.

Dengan penyaluran bantuan ini, Dinas Pertanian Kota Kupang menegaskan komitmennya dalam mengupayakan sektor pertanian yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan menuju kemandirian pangan daerah. (MI/ADV(




PDAM Kota Kupang Hentikan Sementara Layanan Pengaliran Akibat Perbaikan Pintu Air Kali Dendeng

Kupang,nwartapedia.com — Perumda Air Minum Kota Kupang mengumumkan penghentian sementara layanan pengaliran air bersih akibat adanya pekerjaan pembersihan saluran intake serta perbaikan Pintu Air Kali Dendeng.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, pada Kamis siang, 20 November 2025.

Isidorus menjelaskan bahwa proses pembersihan dan perbaikan berlangsung selama dua hari, yakni 20 hingga 21 November 2025.

Kegiatan teknis ini menyebabkan gangguan pengaliran air ke sejumlah wilayah pelanggan.

Wilayah yang terdampak meliputi
Nunleu, Kuanino, Oetete, Fontein, Bonipoi, Solor, Todekisar, LLBK, Air Nona, Air Mata, Manutapen, Mantasi, Fatufeto, NBD, NBS, Namosain, Penkase Oeleta, dan Alak.

“Begitu seluruh pengerjaan selesai, pelayanan distribusi akan langsung kami aktifkan kembali, dan pengaliran akan berjalan normal seperti biasa,” ujar Isidorus.

Ia menegaskan bahwa Perumda akan berupaya menyelesaikan pekerjaan tepat waktu agar pemulihan layanan dapat berlangsung cepat pada 21 November 2025.

Atas nama Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

Ia mengimbau pelanggan di wilayah terdampak agar menggunakan air dengan bijak selama masa penghentian sementara berlangsung.

“Kami berterima kasih atas pengertian dan kerja sama para pelanggan. Kami akan segera melanjutkan layanan setelah seluruh proses perbaikan selesai,” tutupnya. (MI)




Dispora NTT Gelar FGD Desain Olahraga Daerah, Jadi Tonggak Baru Pembinaan Prestasi

Kupang,nwartapedia.com   — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Desain Olahraga Daerah (DOD) sebagai langkah strategis dalam merumuskan arah pembangunan olahraga di NTT.

Kegiatan ini dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT, Dr. Alfonsus Theodorus, ST., MT.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Dispora NTT, Karel Muskansn, para pejabat administratif, pengawas, pejabat fungsional, serta ASN Dispora NTT, Ketua Panitia sekaligus Pejabat Fungsional Analis Kebijakan Unum Ahli Muda pada bidang Prestasi Olahraga dan anggota panitia semua staf Bidang Prestasi Olahraga Dispora, Dudi Baranuri. SE.

Selain itu, hadir pula para akademisi, perwakilan Dispora kabupaten/kota, KONI Provinsi dan kabupaten/kota, serta pengurus cabang olahraga (cabor) tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Tonggak Sejarah Baru bagi Dispora NTT

Para peserta memberikan apresiasi tinggi dan menilai kegiatan ini sebagai sejarah baru bagi Dispora NTT. Untuk pertama kalinya, Dispora mulai merintis penyusunan Desain Olahraga Daerah, sebuah dokumen fundamental yang akan menjadi pandu dan titik pijak dalam pembinaan, pengembangan, serta peningkatan prestasi olahraga prestasi di NTT.

Desain ini diharapkan mampu mengarahkan pembangunan olahraga sehingga lebih terencana, terukur, dan mampu bersaing pada level lokal, nasional, hingga internasional.

Dilaksanakan Secara Hibrid

Pelaksanaan FGD dilakukan dengan metode hibrid, menggabungkan partisipasi luring (offline) dan daring (online).

Model ini memungkinkan keikutsertaan yang lebih luas dari seluruh pemangku kepentingan olahraga di berbagai wilayah NTT.

Pemateri dari Akademisi Olahraga

Kegiatan ini juga menghadirkan Moderator Maria Fatubun , S.Pd dan  narasumber utama Dr. Frans Sales, S.Pd., MM, yang membawakan materi terkait strategi penyusunan Desain Olahraga Daerah, model pembinaan jangka panjang, dan pendekatan ilmiah dalam pengembangan cabang olahraga.

Melalui kegiatan ini, Dispora NTT berharap hasil FGD dapat menjadi fondasi kuat dalam pembangunan ekosistem olahraga daerah, sekaligus mencetak prestasi yang membanggakan bagi Nusa Tenggara Timur. (MI)