Grai Buah ARB Alak Buktikan Ketangguhan UMKM Kupang Lewat Event-Event Kota

Kupang,nwartapedia.com  – Semangat para pelaku UMKM di Kota Kupang terus menjadi pendorong tumbuhnya geliat ekonomi daerah. Salah satunya datang dari Santri Afrian Kika, pemilik Grai Buah ARB Alak, yang telah lama bergabung dan aktif mengikuti berbagai event UMKM kota, termasuk kegiatan yang diselenggarakan pemerintah dan komunitas lokal.

Santri bercerita bahwa dirinya sudah terlibat sejak awal sebuah komunitas UMKM berdiri. Selain aktif berjualan di berbagai event, ia juga mengelola toko buah di Kecamatan Alak.

Namun, kondisi ekonomi yang menantang membuat dirinya dan keluarga tidak hanya mengandalkan penjualan offline.

“Kalau di toko itu harus dijaga, tapi kita tidak bisa hanya offline saja. Kita harus jemput bola. Sekarang ekonomi lagi susah, jadi kita ikuti semua event agar bisa bertemu pembeli baru,” ungkapnya di Arena Car Free Day pada Sabtu (29/11/2015).

Jemput Bola Demi Bertahan di Tengah Ekonomi Sulit

Santri menjelaskan bahwa meski harga buah sebenarnya murah, persaingan dan daya beli masyarakat menurun membuat mereka harus lebih kreatif.

Karena itu, keluarga besarnya terlibat langsung: 6 karyawan menjaga toko, sementara ia dan suami turun langsung ke lapangan mengikuti setiap event, termasuk Saboak, CFD, pasar malam, hingga agenda kuliner kota.

“Kadang ada masalah operasional, tapi kita tetap cari solusi. Tidak boleh hanya mengeluh. Yang penting tetap bergerak,” katanya.

Menurutnya, hasil penjualan di event jauh lebih cepat terlihat dibandingkan hanya mengandalkan toko.

“Di event seperti ini bekerja beberapa jam bisa menghasilkan setara dua sampai tiga hari di toko. Makanya walaupun capek, kita tidak akan melepaskan kesempatan,” ujarnya.

Event Pemerintah Kota Kupang Sangat Membantu UMKM

Santri juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang dinilai sangat peduli terhadap pertumbuhan UMKM.

Banyak event yang disediakan tanpa pungutan biaya sepeser pun, bahkan fasilitas seperti listrik ditanggung pemerintah.

“Saya pernah berkomunikasi dengan ketua panitia Saboak. Kami UMKM dibantu listriknya oleh pemerintah, artis juga sering didatangkan. Itu sangat membantu. Event seperti ini bisa membuat viral, bisa menghidupkan anak-anak muda juga,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa kelompok UMKM di Saboak memiliki tiga grup. Santri berada di Grup 3, dengan jadwal event setiap tiga minggu sekali, dan akan kembali tampil dua minggu berikutnya sesuai rotasi.

“Awalnya sangat ramai, dan sampai sekarang pun pengunjung tetap banyak. Saya tetap berpikir positif dan tetap semangat untuk berjualan di sini,” katanya dengan optimisme.

UCAPAN TERIMA KASIH UNTUK PEMKOT KUPANG

Meski tantangan selalu ada mulai dari cuaca, keramaian yang naik turun, hingga tenaga yang terkuras Santri merasa bersyukur karena wadah UMKM di Kota Kupang memberi harapan besar.

“Mau sepi ataupun ramai, kami tetap berterima kasih karena sudah dikasih tempat gratis. Tidak lucu kalau kita mengeluh padahal kita sudah diberi kesempatan. Terima kasih kepada Bapak Wali Kota Kupang yang sudah mendukung kami sejauh ini,” ujarnya menutup wawancara. (MI/ADV)




UMKM Saboak Kupang Bangkit Lewat Hidangan Lokal: Ubi, Jagung, Pisang, dan Kentang Jadi Primadona

Kupang,nwartapedia.com  – Kehadiran program Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) yang digagas oleh Wali Kota Kupang dan Wakil Wali Kota Kupang terus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk berkembang, terutama anak-anak muda yang ingin memulai usaha kuliner.

Salah satu yang merasakan manfaat besar dari kegiatan ini adalah penjual UMKM Saboak yang menyediakan aneka makanan lokal seperti ubi, jagung manis, jagung pulut, kentang, serta pisang.

Sejak hari pertama Saboak dibuka, UMKM ini selalu menyiapkan 25 porsi dalam sekali berjualan dengan harga Rp15.000 per porsi.

Menu lokal yang disajikan menjadi pilihan banyak pengunjung, terutama mereka yang ingin menjalani pola makan sehat dan diet tanpa meninggalkan cita rasa khas daerah.

“Banyak orang sekarang mau diet, jadi saya siapkan makanan lokal yang lebih sehat. Puji Tuhan, dengan adanya kegiatan Saboak dari Pemerintah Kota Kupang, penjualan kami meningkat. Dalam satu hari bisa mencapai lebih dari satu juta rupiah,” ungkap Kakak Jessica, salah satu pelaku UMKM yang berjualan di arena Taman Nostalgia pada Sabtu (29/11/2025).

Pengunjung Senang dengan Ragam Kuliner Saboak

Antusiasme masyarakat terhadap Saboak semakin terlihat setiap harinya. Imelda, salah satu pengunjung setia, mengaku selalu kembali karena pilihan makanannya sangat beragam dan mencerminkan kekayaan kuliner lokal.

“Saya selalu datang ke Saboak karena banyak sekali makanan yang dihidangkan. Semua enak, khas, dan harganya terjangkau,” ujarnya.

Harapan Agar Program Terus Berlanjut

Baik pelaku UMKM maupun pengunjung berharap kegiatan Saboak dapat terus dipertahankan dan dikembangkan demi kemajuan ekonomi lokal.

“Harapan saya, semoga program ini terus berlanjut dan membawa perubahan positif untuk Kota Kupang,” tambah Imelda.

Melalui Saboak, pemerintah tidak hanya membuka ruang kuliner baru bagi masyarakat, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk naik kelas dan memperkenalkan kekayaan pangan lokal kepada lebih banyak orang.

Program ini diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Kupang. (MI/ADV)




Dinas Pertanian Dorong Penanganan Stunting Melalui Pelatihan Metode YUMINA di Kelurahan Oesapa

Kupang,nwartapedia.com — Dinas Pertanian Kota Kupang melalui Bidang Hortikultura kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program penanganan stunting di wilayah Kota Kupang. Pada hari Jumat, 28 November 2025, telah dilaksanakan Pelatihan Metode YUMINA (Sayur, Ikan, dan Buah di Pekarangan) bagi 15 anak/orang tua di Kelurahan Oesapa.

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan edukasi praktis kepada masyarakat mengenai pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi, khususnya sayuran dan ikan yang dapat mendukung kebutuhan gizi keluarga.

Pelatihan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus A. B. H. da Costa, S.Sos., M.Si, bersama Lurah Oesapa, yang sekaligus melakukan penyerahan paket bantuan hortikultura kepada para peserta.

Paket tersebut meliputi benih sayur kangkung, benih sayur sawi, benih ikan lele, pakan ikan lele, serta berbagai peralatan penunjang lainnya.

Dalam sambutannya, Kadis Pertanian Kota Kupang, Matheus A. B. H. da Costa, S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa pengembangan ketahanan pangan keluarga menjadi salah satu intervensi penting dalam memerangi stunting.

Metode YUMINA dinilai cocok diterapkan di lingkungan permukiman perkotaan karena mudah, murah, dan hasilnya cepat dirasakan masyarakat.

“Melalui YUMINA, kita ingin memberdayakan keluarga agar mampu menyediakan pangan bergizi dari pekarangan sendiri. Ini bukan hanya program pertanian, tetapi juga upaya nyata untuk menjaga kesehatan anak-anak kita,” ujar Kadis Pertanian.

Lurah Oesapa turut memberikan apresiasi atas dukungan Dinas Pertanian, serta mengajak warga untuk benar-benar memanfaatkan ilmu dan bantuan yang telah diberikan.

Kegiatan diakhiri dengan sesi praktik langsung penanaman sayur dan pengelolaan kolam lele skala rumah tangga, yang disambut antusias oleh para peserta.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Kupang berharap agar upaya penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang ada di lingkungan masyarakat. (MI)




Wali Kota Kupang Hadiri PTBI 2025, Kota Kupang Masuk Nominasi TP2DD Terbaik

Jakarta,nwartapedia.com  — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2025 yang diselenggarakan pada Jumat (28/11) di Grha Bhasvara Icchana, Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta.

Acara bertema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” tersebut merupakan forum strategis yang dihadiri Presiden Republik Indonesia, para menteri, serta pimpinan lembaga negara.

Tahun ini, PTBI digelar bersamaan dengan TPID dan TP2DD Awards. Agenda tersebut sebelumnya dijadwalkan pada akhir Agustus, namun ditunda karena kondisi force majeure di Jakarta.

Undangan kepada kepala daerah bersifat terbatas dan hanya diberikan kepada daerah yang masuk nominasi penghargaan nasional.

Kota Kupang menjadi salah satu daerah yang menerima undangan khusus karena berhasil meraih nominasi TP2DD Terbaik.

Kehadiran Wali Kota Kupang tidak hanya sebagai representasi daerah nominasi, tetapi juga sebagai penegasan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam mempercepat transformasi digital layanan publik.

Dalam dua tahun terakhir, pemerintah daerah konsisten melakukan percepatan digitalisasi keuangan melalui Implementasi CMS Online untuk pencairan belanja daerah, Pemanfaatan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), Digitalisasi pemungutan pajak dan Peningkatan transaksi non-tunai melalui QRIS, layanan perbankan elektronik, dan agen bank

Berbagai program seperti BARONDA, pemberian insentif fiskal berupa penghapusan denda dan bunga, serta kerja sama dengan sejumlah bank turut mendorong penguatan ekosistem digitalisasi daerah.

Selain itu, peningkatan edukasi kepada perangkat daerah serta pengawasan internal terus dilakukan untuk memastikan tata kelola keuangan berjalan transparan dan akuntabel.

Sejumlah perangkat daerah juga telah mengaktifkan penggunaan KKPD sebagai langkah nyata dalam memperluas implementasi transaksi non-tunai.

Wali Kota Kupang menyampaikan bahwa nominasi TP2DD merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Pemerintah Kota Kupang bersama dukungan pihak perbankan yang selama ini menjadi mitra strategis.

Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar penerapan teknologi, melainkan bagian dari upaya memperkuat efektivitas, efisiensi, dan adaptabilitas pelayanan publik dalam menghadapi perkembangan zaman.

PTBI 2025 menghadirkan berbagai agenda penting, antara lain arahan Presiden Republik Indonesia, pemaparan arah kebijakan strategis Bank Indonesia, penayangan kaleidoskop perekonomian nasional, serta penganugerahan TPID dan TP2DD Awards.

Forum ini menjadi wadah bagi pemerintah pusat dan daerah untuk menyelaraskan strategi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya tahan.

Nominasi TP2DD yang diraih Kota Kupang menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat tata kelola keuangan yang transparan dan modern melalui digitalisasi.

Pemerintah Kota Kupang menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap langkah kebijakan membawa dampak nyata bagi kemudahan layanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Apresiasi nasional ini juga menjadi peneguh tekad Kota Kupang untuk terus berbenah dan berkembang sebagai daerah yang unggul dalam transformasi digital dan penyelenggaraan pemerintahan yang profesional. (MI)




Bobby Lianto Resmi Dilantik sebagai Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia NTT Periode 2025–2030

Kupang, nwartapedia.com — Bobby Lianto resmi memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Tani Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk periode 2025–2030.

Ia bersama jajaran pengurus lainnya diambil sumpah dan dilantik oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Tani Indonesia, G. Budisatrio Djiwandono, dalam acara pelantikan yang berlangsung di Harper Hotel Kupang, Kamis (27/11/2025).

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari Gubernur NTT Melki Laka Lena, Ketua DPRD Provinsi NTT Emi Nomleni, Wakil Ketua DPRD NTT Fernando Soares, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, Ketua DPRD Kota Kupang Richard Odja, hingga Anggota DPR RI dari Dapil NTT II Gavriel Novanto dan Usman Husin. Perwakilan berbagai organisasi kepemudaan dan kelompok Cipayung juga tampak memeriahkan kegiatan tersebut.

Dalam pidato perdananya usai dikukuhkan, Bobby Lianto menegaskan bahwa momentum pelantikan ini menjadi titik awal reformasi pertanian di NTT yang dipimpin oleh kaum muda.

“Di tahun pertama, kami memprogramkan penanaman jagung 1.000 hektare di Pulau Timor bekerja sama dengan PT Silvano Jaya. Hari ini sudah kita mulai dengan 150 hektare di kebun Lanud El Tari Kupang. Kami ingin mengubah lahan-lahan yang kuning di musim panas menjadi hijau,” ungkap Bobby.

Ia juga menegaskan komitmen DPD Pemuda Tani NTT untuk menjadi fasilitator bagi para petani melalui inovasi teknologi dan digitalisasi pertanian. Salah satunya adalah aplikasi Koperasi Pemuda Tani (Komuni) NTT, yang mempertemukan petani anggota koperasi dengan masyarakat untuk transaksi hasil pertanian secara online.

Aplikasi ini juga akan terhubung dengan SPPG atau dapur-dapur MBG sebagai bagian dari rantai distribusi.

Selain digitalisasi, Pemuda Tani NTT juga menghadirkan solusi untuk pasar kopi lokal. Bobby mengungkapkan, pihaknya telah mendatangkan dua unit mesin pengemasan kopi saset bekerja sama dengan Beta Print untuk memenuhi permintaan pasar yang membutuhkan kemasan kecil.

“Petani kopi di Flores sering cerita bahwa permintaan tertinggi adalah kopi saset. Selama ini belum ada alatnya di NTT, jadi kita hadirkan dua unit agar kopi lokal kita bisa masuk pasar dengan kemasan yang sesuai,” jelasnya.

Menutup pidatonya, Bobby mengajak seluruh pemuda di NTT untuk bangkit dan menjadi generasi yang memberi contoh bagi masa depan.

“Ini waktunya kita tunjukan bahwa kita generasi terhebat pada masa ini,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP PTI, G. Budisatrio Djiwandono, menyampaikan keyakinannya bahwa Bobby Lianto adalah figur yang tepat untuk memimpin Pemuda Tani NTT.

“Pak Bobby ini sudah paten. Saya yakin beliau mampu membawa anak-anak muda untuk mengembangkan pertanian NTT,” ujarnya.

Budisatrio mengatakan Indonesia menghadapi tantangan regenerasi petani, karena semakin banyak anak muda yang menjauhi bidang pertanian.

Ia berharap Pemuda Tani Indonesia dapat menjadi wadah inovasi bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menilai kehadiran Pemuda Tani Indonesia di NTT sangat strategis untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian.

“Ini organisasi yang sangat baik untuk membuat anak-anak muda terlibat lebih serius dalam pertanian,” ujarnya.

Melki juga menggarisbawahi stabilitas ekonomi NTT pada dua triwulan pertama tahun 2025 yang ditopang oleh sektor pertanian. Ia optimistis memasuki triwulan keempat, ekonomi NTT akan kembali menguat seiring musim tanam.

“Sektor pertanian kita stabil. Dengan adanya Pemuda Tani, partisipasi anak muda bisa semakin luas. Pertanian akan lebih terkonsolidasi, dan Pemuda Tani Indonesia akan menjadi wajahnya,” pungkasnya. (MI)




Dinas Pertanian Salurkan Bantuan Hortikultura DBHCHT 2025 kepada 10 Kelompok Tani

Kupang,nwartapedia.com  — Dinas Pertanian melalui Bidang Hortikultura kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan produktivitas petani lokal. Pada Kamis, 27 November 2025,

Dinas Pertanian menyerahkan bantuan benih hortikultura, obat-obatan tanaman, serta sarana produksi berupa keranjang panen dan terpal kepada 10 (sepuluh) kelompok tani. Kegiatan ini berlangsung di Puskeswan Kayu Putih dan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pertanian, Bapak Matheus A. B. H. Da Costa, S.Sos., M.Si.

Dukung Produktivitas Petani Melalui DBHCHT 2025

Bantuan ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025, yang dialokasikan untuk memperkuat sektor hortikultura di tingkat kelompok tani.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan ketersediaan benih unggul, perlindungan tanaman, dan efektivitas proses budidaya.

Dalam arahannya, Kepala Dinas Pertanian menyampaikan bahwa dukungan sarana produksi menjadi faktor penting untuk keberlanjutan usaha tani.

“Kami berharap bantuan ini mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen para petani. Pemerintah daerah berkomitmen untuk mendampingi petani mulai dari penyediaan benih hingga penguatan kapasitas kelompok tani,” ujar Bapak Matheus Da Costa.

Isi Bantuan yang Disalurkan

Adapun paket bantuan yang diterima masing-masing kelompok tani meliputi Benih hortikultura (sayuran dan tanaman bernilai ekonomi),  Obat-obatan pertanian untuk pengendalian hama dan penyakit, Keranjang panen dan Terpal panen.

Sarana ini disiapkan untuk membantu petani dalam proses tanam, perawatan hingga panen agar hasil lebih optimal dan tahan terhadap risiko kerusakan.

Respons Positif Kelompok Tani

Perwakilan kelompok tani yang hadir menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah. Bantuan tersebut dinilai sangat tepat, terutama menjelang masa tanam hortikultura dan kebutuhan peningkatan efisiensi panen.

Komitmen Berkelanjutan

Dinas Pertanian menegaskan bahwa program dukungan seperti ini akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya peningkatan ketahanan pangan di daerah.

Selain bantuan fisik, pendampingan teknis melalui penyuluh pertanian juga akan diperkuat untuk memastikan pemanfaatan bantuan secara maksimal.

Kegiatan pembagian bantuan ini ditutup dengan penyerahan simbolis oleh Kepala Dinas Pertanian kepada perwakilan kelompok tani.

Dengan adanya dukungan dari DBHCHT 2025, diharapkan kelompok tani semakin produktif, mandiri, dan mampu membawa dampak positif bagi pengembangan hortikultura di wilayah tersebut. (MI/ADV)




Wawali Terima Audiensi KPOTI, Dorong Pelestarian Permainan Rakyat untuk Generasi Muda

Kupang,nwartapedia.com  –  Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., menerima audiensi Pengurus Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kota Kupang di Ruang Kerja Wakil Wali Kota, Rabu (26/11).

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua KPOTI Kota Kupang beserta jajaran pengurus dan Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang, Dra. Debora Panie, M.M.

Dalam pertemuan itu, Wakil Wali Kota menyampaikan rasa senang dan apresiasinya kepada jajaran KPOTI yang masih konsisten mengembangkan dan mempromosikan permainan tradisional di Kota Kupang.

Menurutnya, keberadaan KPOTI menjadi penting di tengah maraknya permainan digital yang membuat generasi muda semakin jauh dari permainan rakyat.

Wakil Wali Kota menyebut inisiatif KPOTI untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional seperti Siki Doka, Gasing, hingga Kayu Doi sebagai langkah strategis dalam menjaga identitas budaya serta memperkuat nilai kebersamaan lintas generasi.

Ia juga menyampaikan dukungan terhadap rencana pelaksanaan kegiatan permainan rakyat yang dijadwalkan pada 5–6 Desember, dengan Kelurahan Belo sebagai lokasi pilot project.

Menurut Wakil Wali Kota, Kelurahan Belo dipilih karena lingkungannya masih mempertahankan sejumlah permainan tradisional yang hidup di masyarakat.

“Kita mulai dari wilayah pinggir kota, baru secara bertahap masuk ke tengah kota. Bahkan beberapa sekolah di pusat kota bisa turut diundang agar anak-anak lebih mengenal ragam permainan tradisional,” ujarnya.

Selain permainan tradisional, kegiatan yang direncanakan KPOTI juga akan menghadirkan pasar rakyat serta layanan cek kesehatan gratis.

Wakil Wali Kota berharap kolaborasi lintas pihak dapat memperkuat penyelenggaraan kegiatan tersebut, termasuk dukungan mitra serta pihak ketiga melalui mekanisme administrasi yang sesuai ketentuan.

Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota juga menyinggung peluang fasilitasi informasi dan jejaring terkait kebutuhan alat pertanian bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan, seperti hand tractor dan kerja sama dengan mitra penyedia alat melalui sistem kredit yang terjangkau.

Menurutnya, penyediaan informasi yang tepat dapat membantu masyarakat memperoleh akses yang lebih luas terhadap fasilitas pertanian.

Menutup audiensi, Wakil Wali Kota menyampaikan terima kasih kepada jajaran KPOTI atas komitmen mereka melestarikan permainan rakyat. Ia berharap kegiatan yang akan berlangsung dapat memperkuat identitas budaya lokal dan menjadi ruang interaksi positif bagi masyarakat Kota Kupang.

Ketua KPOTI Kota Kupang, Goris Takene, melaporkan bahwa kepengurusan KPOTI periode 2025–2030 telah ditetapkan dan audiensi ini merupakan langkah awal untuk menyampaikan pembentukan serta rencana kerja mereka kepada Pemerintah Kota Kupang.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan perdana yang akan dilaksanakan adalah Festival Permainan Rakyat bertajuk Teras Main Kota Kupang yang menampilkan sejumlah permainan seperti Gasing, Siki Doka, dan Galasing, sebagai permulaan program kerja di tingkat kota.

Goris memaparkan bahwa festival ini akan melibatkan sekitar 500 peserta, mencakup anak-anak, remaja, hingga orang dewasa dari berbagai sekolah dan komunitas di Kelurahan Belo.

Pihak panitia juga telah menyiapkan undangan resmi dan berkoordinasi untuk mempercepat persiapan lapangan.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan anak-anak dalam festival ini diharapkan dapat menumbuhkan kembali minat mereka terhadap permainan tradisional yang sarat nilai kerja sama dan interaksi sosial.

Lebih lanjut, Goris menyampaikan bahwa kegiatan juga akan diramaikan oleh UMKM kuliner lokal dan pelaku ekonomi kreatif sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat.

Ia berharap acara perdana ini dapat menjadi titik awal bagi agenda yang lebih besar di masa depan. KPOTI juga memohon arahan dari Wakil Wali Kota, termasuk dukungan pada aspek publikasi dan kemungkinan perluasan cakupan kegiatan agar dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang, Dra. Debora Panie, M.M., dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa dari sisi tugas dan kewenangan perangkat daerah, olahraga tradisional memiliki irisan dengan bidang kebudayaan dan kepemudaan.

Karena itu, pihaknya membuka ruang koordinasi resmi melalui surat atau mekanisme komunikasi kelembagaan lainnya untuk memastikan pendataan organisasi baru yang bergerak di bidang olahraga tradisional dapat dilakukan dengan baik.

Ia menjelaskan bahwa Dispora sebelumnya telah melaksanakan sejumlah kegiatan olahraga tradisional pada tahun 2022, seperti Gulat Sabu dan Peluru Hawu di arena Pantai LLBK, namun kegiatan lanjutan belum dapat dilaksanakan karena keterbatasan anggaran.

Ia menambahkan bahwa Dispora saat ini tetap mendorong pembinaan olahraga masyarakat melalui kegiatan senam bersama di kelurahan-kelurahan, yang dikombinasikan dengan unsur budaya seperti tarian tradisional.

Kegiatan tersebut juga disertai layanan kesehatan gratis pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan tekanan darah hasil koordinasi dengan puskesmas setempat.

Ke depan, Dispora membuka peluang untuk kolaborasi yang lebih luas, termasuk pelibatan UMKM lokal dan hasil panen petani sekitar lokasi kegiatan, sehingga selain mempromosikan olahraga tradisional, kegiatan yang dilaksanakan juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. ***




FKIP UCB Gelar Yudisium, 124 Mahasiswa Resmi Sandang Gelar Sarjana Pendidikan

Kupang,nwartapedia.com  — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Citra Bangsa (UCB) resmi menyelenggarakan Yudisium Sarjana Pendidikan Tahun Akademik 2024/2025, Jumat (21/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Universitas Citra Bangsa itu diikuti oleh 124 mahasiswa dari tiga program studi: PGSD, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Informatika.

Suasana kegiatan tampak khidmat dan kental nuansa budaya, karena seluruh peserta mengenakan busana adat Nusa Tenggara Timur.

Dekan FKIP: Yudisium Momentum Meneguhkan Integritas Calon Pendidik

Acara dibuka dengan sambutan Dekan FKIP UCB, Heryon Bernard Mbuik, yang menegaskan bahwa yudisium bukan hanya seremonial formalitas, melainkan tonggak penting bagi mahasiswa sebelum terjun ke dunia pendidikan.

“Guru bukan hanya profesi, tetapi panggilan untuk melayani dengan hati. Hari ini kalian tidak hanya lulus secara akademik, tetapi juga diutus untuk menjadi agen perubahan di dunia pendidikan,” tegasnya.

Rektor UCB (diwakili Warek III): Pendidik Harus Adaptif dan Inovatif

Sambutan Rektor disampaikan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, John Enstein, M.Kom.

Ia menekankan bahwa pendidik di era digital harus mampu beradaptasi cepat dengan perkembangan teknologi dan tuntutan zaman.

“Dunia pendidikan berubah dengan cepat, dan kalian harus menjadi generasi pendidik yang kreatif, adaptif, dan mampu memimpin perubahan,” ujarnya.

Pembacaan SK Yudisium

Prosesi utama ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan Yudisium oleh Wakil Dekan I, Dr. Maria B. Sogen, S.Kom., M.Pd. Dalam SK tersebut dinyatakan bahwa seluruh peserta yang telah memenuhi persyaratan akademik dan administrasi secara resmi berhak menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.).

Penghargaan Mahasiswa Berprestasi

Sebagai bentuk apresiasi, FKIP UCB memberikan sertifikat penghargaan kepada mahasiswa terbaik dari masing-masing program studi.

Penghargaan diserahkan oleh Dekan FKIP, Wakil Rektor II Dr. Yoseph Liem, Wakil Rektor III, para Wakil Dekan, serta para Ketua Program Studi.

A. Program Studi Pendidikan Informatika

  1. Elisabet Beama – Peringkat 1
  2. Elisabet Remenda – Peringkat 2
  3. Gracelin Mbuik – Peringkat 3

B. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris

  1. Desi Amne Awang – Peringkat 1
  2. Fort Fander Moro Wewo – Peringkat 2
  3. Nofitri Taosu – Peringkat 3

C. Program Studi PGSD

  1. Grasella Yulianti Mona – Peringkat 1
  2. Asbin Selten Umbu Deta – Peringkat 2
  3. Bernadino Ceunfin – Peringkat 3

Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat menjadi pemacu semangat bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi serta meningkatkan kontribusi dalam bidang akademik dan pengabdian masyarakat.

Capaian Umum Yudisium

Pada yudisium tahun ini, FKIP UCB mencatat sejumlah prestasi kolektif:

  • Rata-rata IPK lulusan: 3,52
  • Predikat Cum Laude: 27 mahasiswa
  • Keterlibatan aktif mahasiswa dalam organisasi seperti BEM, HMP, kegiatan kerohanian, Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), lomba debat, inovasi media pembelajaran, serta program literasi di berbagai kabupaten.

Penutup: Resmi Menjadi Pendidik Profesional

Acara ditutup dengan pemanggilan seluruh peserta dan penyematan selempang fakultas, dilanjutkan sesi foto bersama pimpinan universitas dan fakultas.

Momen ini menjadi simbol resmi keberhasilan para mahasiswa menyelesaikan studi dan memasuki tahap baru sebagai pendidik profesional.

FKIP Universitas Citra Bangsa menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh lulusan serta berharap mereka mampu menjadi pendidik yang unggul, berkarakter, dan memberi dampak nyata bagi dunia pendidikan Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur. ***

 




Wali Kota Kupang Resmi Luncurkan Dua Buku Sejarah Kerajaan Taebenu di Makam Raja Tanof

Kupang, nwartapedia.com — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi meluncurkan dua buku sejarah yang ditulis oleh Tim Penulis UPTD SDN Palsatu pada Rabu (26/11/2025).

Acara peluncuran berlangsung di kompleks Makam Kuno Raja Taebenu, Jalan Trikora, Manutapen, Kota Kupang.

Dua buku yang diluncurkan tersebut berjudul “Melawan Lupa di Kerajaan Taebenu: Jejak Makam & Istana Raja Tanof Dalam Warisan Budaya Abadi” dan “Serpihan Kisah Raja-Raja Tanof Pada Kerajaan Taebenu dan Implikasinya Bagi Generasi Muda Masa Kini”.

Dalam sambutannya, Christian Widodo mengungkapkan bahwa situs sejarah tersebut telah diusulkan menjadi situs budaya resmi Kota Kupang.

“Tahun depan situs ini sudah di-SK-kan sebagai situs budaya. Saya akan anggarkan Rp 300 juta untuk memperbaiki seluruh bagian situs ini. Kalau bisa, Rp 100 juta dari jumlah itu dialokasikan khusus untuk percetakan buku,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa situs Makam Raja Taebenu memiliki potensi besar sebagai salah satu tujuan wisata sejarah dan budaya di Kota Kupang.

Selain nilai historis, lokasi makam yang berada di perbukitan menyuguhkan panorama alam yang indah.

Dari kawasan makam, pengunjung dapat menikmati pemandangan pantai, laut, gugusan pulau, serta permukiman warga. Christian berharap penataan kawasan ini dapat meningkatkan daya tarik wisata.

“Di sini ada spot foto yang bagus sekali. Kalau nanti jadi objek wisata, tentu akan menghasilkan PAD bagi Kota Kupang. Ini akan menjadi kontribusi berharga dari Keluarga Raja-Raja Tanof,” jelasnya.

Christian menegaskan bahwa situs sejarah bukan sekadar tempat bernostalgia, tetapi sarana pembelajaran tentang kepemimpinan, kesetiaan, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh Raja-Raja Tanof.

“Budaya bukan hanya warisan leluhur, tapi juga pinjaman dari anak cucu kita. Kita harus mempertanggungjawabkan budaya autentik kita. Kota Kupang yang bagus akan ditagih oleh mereka,” tegasnya.

Ia menuturkan bahwa membangun kota bukan hanya tentang infrastruktur modern, tetapi juga merawat sejarah, budaya asli, lingkungan, dan pendidikan yang inklusif.

“Itulah esensi membangun kota. Dan keluarga Tanof sudah membantu kita membangun Kota Kupang,” pungkasnya.

Salah satu warga, Ina Kase, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah Kota Kupang terhadap pelestarian situs budaya tersebut.

“Apa yang disampaikan Wali Kota Kupang sejalan dengan yang kami kehendaki sebagai warga. Betul itu yang kami mau,” ujarnya kepada koranntt.com di sela-sela acara peresmian. (*)




PDAM Kota Kupang Jalin Kerja Sama dengan PT ATP untuk Pengelolaan Jaringan Air Bersih di Tiga Kawasan Perumahan

Kupang, nwartapedia.com — Perumda Air Minum Kota Kupang resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Anugerah Timur Pratama (ATP) terkait pengelolaan jaringan air bersih di sejumlah kompleks perumahan yang dibangun oleh perusahaan tersebut.

Kerja sama ini dibahas dalam kunjungan resmi pada Jumat, 21 November 2025, ketika Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, didampingi Kepala Bagian Hubungan Langganan Ferdy Jeremias, mendatangi kantor PT ATP di Kuanino.

Kedatangan jajaran Perumda Air Minum Kota Kupang disambut langsung oleh Direktur PT Anugerah Timur Pratama, Bobby Famdale, untuk membahas rencana penyerahan pengelolaan jaringan air bersih di beberapa perumahan yang telah dibangun dan dihuni masyarakat.

240 Unit di Fatukoa dan 50 Unit di Belo Siap Diserahkan

Dalam pertemuan tersebut, PT ATP menegaskan kesiapannya bekerja sama, khususnya untuk pengelolaan jaringan air bersih di perumahan Fatukoa  240 unit rumah dan Belo  50 unit rumah

Sehingga total rumah yang akan diserahkan pengelolaannya kepada Perumda Air Minum Kota Kupang mencapai 290 unit.

Selain itu, Ferdy Jeremias menyampaikan bahwa tim teknis Perumda Air Minum akan meninjau langsung dua lokasi tersebut, termasuk satu kompleks perumahan tambahan di Sikumana yang juga dibangun PT ATP dan berpotensi dijalin kerja sama dalam waktu dekat.

Direktur Perumda: “Terima Kasih atas Kepercayaan dan Dukungan Pak Bobby”

Dalam sambutannya, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan PT ATP.

“Kami berterima kasih dan memberi apresiasi kepada Pak Bobby Famdale yang menunjukkan niat baik dan kepercayaan kepada Perumda Air Minum Kota Kupang untuk mengelola jaringan air bersih di perumahan-perumahan yang dibangun PT Anugerah Timur Pratama,” ujar Lilijawa.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi contoh konkret bagaimana Perumda dapat bermitra dengan developer perumahan di Kota Kupang untuk meningkatkan kualitas layanan air minum yang lebih profesional dan terstandarisasi.

Penyerahan pengelolaan jaringan air bersih dijadwalkan akan dilaksanakan pada Januari 2026.

Bobby Famdale: “Ini Bentuk Kepedulian Saya terhadap Kota Kupang”

Direktur PT ATP, Bobby Famdale, dalam pertemuan tersebut juga menyampaikan apresiasi atas kesediaan Perumda Air Minum Kota Kupang melakukan kunjungan langsung untuk berdiskusi mengenai persoalan jaringan air bersih.

 “Menyerahkan pengelolaan jaringan air bersih kepada Perumda adalah wujud kepedulian saya sebagai warga Kota Kupang terhadap pembangunan. Ini juga bentuk kecintaan saya untuk membantu pelayanan air bersih yang lebih baik,” ujar Bobby.

Catatan Penting: Permintaan Perbaikan Jalan Akses Fatukoa

Dalam kesempatan yang sama, Bobby Famdale juga menitipkan harapan agar Pemerintah Kota Kupang dapat memperhatikan kondisi akses jalan masuk sekitar 75 meter menuju perumahan di Fatukoa.

Saat ini, jalan tersebut telah dipadatkan dengan sertu dan okfol, namun masih membutuhkan peningkatan lapisan perkerasan agar mempermudah mobilitas warga.

Langkah Selanjutnya: Tinjauan Lapangan dan Pembahasan Teknis pada Desember 2025

Perumda Air Minum Kota Kupang dijadwalkan melakukan tinjauan lapangan ke lokasi perumahan Fatukoa, Belo, dan Sikumana untuk memastikan kesiapan jaringan dan menyempurnakan aspek teknis sebelum penyerahan pengelolaan.

 “Kami akan berkomunikasi lebih lanjut setelah tinjauan lapangan dan membahas rincian teknis pada Desember mendatang,” ujar Ferdy Jeremias.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan pelayanan air bersih di Kota Kupang sekaligus memperkuat kemitraan antara Perumda Air Minum Kota Kupang dan para pengembang perumahan (MI)