Dinas Pertanian Kota Kupang Perkuat Urban Farming untuk Penuhi Gizi Keluarga

Kupang,nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pertanian terus mendorong optimalisasi Urban Farming sebagai solusi pemenuhan pangan sehat dan peningkatan gizi keluarga.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembagian benih hortikultura, pupuk bokashi, polibag, serta obat-obatan pertanian kepada 39 anak stunting dan orang tua di empat kecamatan pada Rabu, 3 Desember 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pemanfaatan Lahan Pekarangan/Urban Farming, yang diyakini mampu menjawab tantangan ketersediaan pangan di perkotaan sekaligus memperbaiki gizi anak-anak di Kota Kupang.

Bantuan Diberikan untuk 10 Kelurahan di Empat Kecamatan

Adapun sebaran penerima bantuan adalah sebagai berikut Kecamatan Oebobo: 17 anak, Kecamatan Kelapa Lima: 12 anak, Kecamatan Kota Lama: 3 anak dan Kecamatan Kota Raja: 7 anak.

Total 10 kelurahan dilibatkan dalam program ini, menjadikannya salah satu intervensi Urban Farming terbesar yang dilaksanakan Dinas Pertanian sepanjang tahun.

Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian, Bapak Matheus A. B. Da Costa, S.Sos., M.Si, didampingi oleh Plt. Camat Oebobo, Lurah Pasir Panjang, Lurah Oebobo, dan Sekcam Oebobo. Hadirnya jajaran pemerintah ini menunjukkan dukungan penuh terhadap akselerasi Urban Farming di tingkat rumah tangga.

Urban Farming sebagai Jalan Baru Pangan Sehat di Pekarangan Kota

Kadis Pertanian menegaskan bahwa Urban Farming bukan sekadar tren, tetapi strategi jangka panjang untuk membangun ketahanan pangan di Kota Kupang.

“Dengan memanfaatkan lahan pekarangan, keluarga dapat menanam sayuran bergizi yang dibutuhkan setiap hari. Ini langkah sederhana tetapi berdampak besar dalam pemenuhan gizi, terutama bagi anak-anak yang mengalami stunting,” ujar Matheus Da Costa.

Ia menekankan bahwa keluarga tidak harus memiliki lahan luas. Polibag, planter bag, hingga vertikultur dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai komoditas hortikultura meski di ruang terbatas.

Pemerintah Kota Kupang Berkolaborasi Mendukung Pertanian Kota

Kegiatan ini memperlihatkan sinergi antara pemerintah kota, kecamatan, dan kelurahan dalam memperkuat konsep pertanian perkotaan.

Setiap tingkatan pemerintah mengambil peran aktif agar program Urban Farming dapat berjalan efektif dan menyentuh langsung keluarga yang membutuhkan.

Plt. Camat Oebobo menyampaikan bahwa inisiatif seperti ini tidak hanya membantu keluarga mendapatkan pangan sehat, tetapi juga mendorong budaya baru masyarakat perkotaan untuk menanam dan memproduksi pangan sendiri.

“Urban Farming adalah masa depan. Kupang harus menjadi kota yang mampu menyediakan pangan dari pekarangan warganya sendiri,” jelasnya.

Dampak Jangka Panjang untuk Gizi dan Kemandirian Pangan

Selain penyerahan bantuan, keluarga penerima juga akan memperoleh pendampingan teknis dari penyuluh pertanian mengenai cara menanam, merawat, hingga memanfaatkan hasil panen.

Pendampingan ini penting agar tanaman tidak hanya tumbuh, tetapi benar-benar menjadi sumber pangan sehat bagi keluarga.

Dengan dukungan berkelanjutan, program Urban Farming diharapkan membantu memenuhi gizi anak stunting, meningkatkan kemandirian pangan keluarga, memperkuat ketahanan pangan kota serta mendorong budaya menanam di lingkungan perkotaan.

Dinas Pertanian Kota Kupang berkomitmen menjadikan Urban Farming sebagai gerakan massal yang melibatkan seluruh masyarakat, sehingga Kota Kupang benar-benar dapat berdiri sebagai kota yang sehat, produktif, dan mandiri pangan. (MI/ADV)




Kolaborasi Pemerintah Kota Kupang Dorong Terwujudnya “Kupang Mandiri Pangan”

Kupang,nwartapedia.comPemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pertanian terus mempercepat langkah mewujudkan Kupang Mandiri Pangan dengan menggencarkan program pemanfaatan lahan pekarangan (Urban Farming) berbasis keluarga.

Salah satu wujud nyata dari upaya tersebut terlihat pada Rabu, 3 Desember 2025, ketika Dinas Pertanian Bidang Hortikultura menggelar kegiatan pembagian benih hortikultura, pupuk bokashi, polibag, serta obat-obatan pertanian bagi 39 anak stunting dan orang tua di Kota Kupang.

Perkuat Gizi Anak Lewat Pertanian Pekarangan

Program ini menyasar empat kecamatan dengan rincian sebagai berikut Oebobo: 17 anak, Kelapa Lima: 12 anak, Kota Lama: 3 anak dan Kota Raja: 7 anak.

Secara total, kegiatan ini melibatkan keluarga dari 10 kelurahan yang menjadi fokus penanganan stunting di Kota Kupang.

Bantuan diberikan secara langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus A. B. Da Costa, S.Sos., M.Si., didampingi oleh Plt. Camat Oebobo, Lurah Pasir Panjang, Lurah Oebobo, serta Sekcam Oebobo.

Kehadiran para pimpinan wilayah ini menunjukkan kuatnya dukungan lintas sektor dalam menyukseskan program kemandirian pangan berbasis rumah tangga.

Urban Farming: Kunci Kemandirian Pangan dari Rumah Sendiri

Dalam sambutannya, Kadis Pertanian menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar distribusi sarana produksi, tetapi bagian dari gerakan besar untuk membangun budaya bertani di lingkungan perkotaan.

“Pemanfaatan lahan pekarangan merupakan langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pangan sehat di setiap rumah. Sayuran yang ditanam sendiri tidak hanya segar dan aman, tetapi juga menjadi sumber gizi penting bagi anak-anak, terutama yang mengalami stunting,” jelas Matheus Da Costa.

Melalui Urban Farming, masyarakat didorong untuk tidak hanya menerima bantuan, tetapi aktif memproduksi pangan sendiri sehingga ketahanan pangan lokal semakin kuat dan stabil.

Sinergi Pemerintah Kota: Kekuatan Utama Menuju Mandiri Pangan

Kegiatan ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dari tingkat kota hingga kelurahan dalam mendorong terwujudnya Kupang Mandiri Pangan.

Kolaborasi antarinstansi memastikan pelaksanaan program berjalan tepat sasaran dan efektif dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat.

Plt. Camat Oebobo dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Pertanian.

“Gerakan ini mendorong masyarakat untuk menyadari bahwa pangan dapat dihasilkan sendiri. Ini merupakan langkah fundamental dalam mewujudkan kota yang mandiri dan berketahanan pangan,” ujarnya.

Dampak Berkelanjutan bagi Kesehatan dan Ketahanan Pangan Kota Kupang

Tak hanya memberikan bantuan, Dinas Pertanian juga menyiapkan pendampingan lanjutan kepada orang tua penerima manfaat.

Pendampingan tersebut mencakup cara menanam, merawat, hingga memanfaatkan hasil panen agar kebutuhan gizi anak tercukupi secara berkelanjutan.

Dengan pendekatan yang menyatukan aspek kesehatan, pemberdayaan keluarga, dan peningkatan produksi pangan rumah tangga,

program ini diharapkan menjadi tonggak penting menuju Kota Kupang yang sehat, produktif, dan mandiri pangan.(MI/ADV) 




Upaya Dinas Pertanian Kota Kupang Mendorong Swasembada Pangan Melalui Pertanian Pekarangan

Kupang,nwartapedia.com  — Dinas Pertanian Kota Kupang terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan swasembada pangan sekaligus menekan angka stunting melalui program pemberdayaan masyarakat di tingkat rumah tangga.

Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan hortikultura bagi 39 anak stunting di empat kecamatan pada Rabu, 3 Desember 2025.

Program ini menyasar keluarga dengan anak stunting di Kecamatan Oebobo: 17 anak, Kecamatan Kelapa Lima: 12 anak, Kecamatan Kota Lama: 3 anak dan Kecamatan Kota Raja: 7 anak.

Secara keseluruhan bantuan mencakup 10 kelurahan, dengan paket berupa benih hortikultura, pupuk bokashi, polibag, dan obat-obatan pertanian.

Bantuan ini diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus A. B. Da Costa, S.Sos., M.Si, disaksikan oleh Plt. Camat Oebobo, Lurah Pasir Panjang, Lurah Oebobo, dan Sekcam Oebobo sebagai bukti sinergi lintas sektor.

Langkah Strategis Menuju Swasembada Pangan

Kegiatan ini tidak hanya menjadi intervensi penanganan stunting, tetapi juga merupakan bagian dari strategi besar Dinas Pertanian Kota Kupang dalam mewujudkan swasembada pangan berbasis rumah tangga.

Dengan memanfaatkan potensi lahan pekarangan, masyarakat didorong untuk menanam komoditas hortikultura yang dapat memenuhi kebutuhan harian keluarga.

Kadis Pertanian Kota Kupang menegaskan bahwa swasembada pangan tidak hanya dibangun dari sektor produksi besar, tetapi dimulai dari unit keluarga.

“Melalui pemanfaatan pekarangan, keluarga dapat menghasilkan pangan sehat tanpa bergantung sepenuhnya pada pasar. Ini sekaligus menjadi langkah efektif meningkatkan gizi anak dan memperkuat kemandirian pangan rumah tangga,” ungkap Matheus Da Costa.

Program ini menjadi bukti bahwa pertanian skala kecil dapat memberikan dampak besar terhadap ketahanan pangan daerah, terutama bila digerakkan secara masif dan terstruktur.

Sinergi Pemerintah dari Kota hingga Kelurahan

Kesuksesan program ini tidak lepas dari kerja sama erat antara pemerintah kota, kecamatan, dan kelurahan. Kolaborasi lintas sektor memastikan bahwa bantuan diterima oleh keluarga yang tepat, dan kegiatan pertanian pekarangan dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Plt. Camat Oebobo mengapresiasi langkah Dinas Pertanian yang dinilai sejalan dengan program pemerintah dalam menekan angka stunting sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

“Kolaborasi seperti ini mempercepat perubahan. Pemberdayaan keluarga melalui pertanian pekarangan adalah langkah konkret menuju kemandirian pangan,” ujarnya.

Dampak Berkelanjutan: Gizi Anak Membaik, Kota Kupang Lebih Mandiri Pangan

Setelah penyaluran bantuan, Dinas Pertanian juga menyiapkan program pendampingan bagi keluarga penerima.

Pendampingan ini mencakup cara menanam, merawat tanaman, hingga memanen dan memanfaatkan hasilnya untuk kebutuhan gizi keluarga.

Dengan pola pendampingan berkelanjutan, program ini ditargetkan tidak hanya memperbaiki status gizi anak, tetapi juga meningkatkan ketahanan pangan keluarga, yang pada akhirnya mendukung tujuan besar Kota Kupang menuju swasembada pangan yang kuat, stabil, dan berbasis masyarakat.

Melalui langkah-langkah seperti ini, Dinas Pertanian Kota Kupang berharap tercipta masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. (MI/ADV)




Mentan Amran Beri Tambahan Anggaran Kakao untuk Sumba Barat, Usai Permintaan Ketua KADIN NTT 

Jakarta,nwartapedia.com — Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) KADIN Indonesia yang digelar di Park Hyatt Hotel Jakarta kembali menjadi panggung penting bagi sinergi pemerintah dan dunia usaha.

Selama tiga hari pelaksanaan, forum ini menghadirkan deretan menteri strategis, mulai dari Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Mendagri, Menteri Pertanian, Menteri Pariwisata, Menteri Kesehatan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Menteri Investasi/Kepala BKPM yang juga Kepala Danantara, hingga sejumlah menteri lainnya yang memaparkan arah kebijakan nasional di sektor masing-masing.

Namun salah satu momen paling menarik perhatian terjadi ketika Ketua Umum KADIN Nusa Tenggara Timur (NTT), Bobby Lianto, M.M., MBA, menyampaikan apresiasi dan aspirasi langsung kepada Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.

Dalam forum tersebut, Bobby Lianto yang juga baru dilantik sebagai Ketua Pemuda Tani Indonesia Provinsi NTT menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertanian atas program revitalisasi perkebunan kakao di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah NTT.

Bobby Lianto tak hanya menyampaikan laporan teknis, tetapi juga membagikan kisah personal mengenai perjuangan orang tuanya membangun perkebunan kakao di Sumba Barat selama lebih dari 31 tahun.

Menurutnya, program revitalisasi yang dijalankan tahun ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya para petani kakao di Sumba Barat merasakan manfaat nyata dari kebijakan pemerintah.

Bobby Lianto juga memohon agar pemerintah memberi kebijakan khusus bagi NTT untuk mempercepat lahirnya hilirisasi industri, sehingga potensi komoditas daerah dapat berkembang menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Tak butuh waktu lama, Menteri Pertanian Amran Sulaiman langsung memberikan tanggapan tegas yang mengejutkan seluruh peserta RAPIMNAS.

Di hadapan para pemimpin daerah, pengusaha nasional, hingga jajaran kementerian, ia menyatakan komitmennya memperkuat perkebunan kakao NTT, khususnya di Sumba Barat.

“Ketum KADIN NTT segera hubungi Bupati Sumba Barat. Ketemu Dirjen Perkebunan, dapat anggaran kakao,” ujar Mentan Amran.

Pernyataan spontan tersebut seketika disambut tepuk tangan meriah dari seluruh ruangan, menandai sebuah keputusan penting bagi sektor pertanian di wilayah timur Indonesia.

Dengan tambahan anggaran kakao tersebut, Sumba Barat diproyeksikan menjadi salah satu sentra kakao potensial yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi NTT melalui peningkatan produktivitas sekaligus peluang hilirisasi.

RAPIMNAS KADIN 2025 pun menegaskan kembali pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mempercepat pemerataan pembangunan nasional dan NTT menjadi salah satu wilayah yang kini mendapat perhatian khusus. (MI)




PDAM Kota Kupang dan BNI Jalin Kerja Sama Pembayaran Tagihan Air Secara Online

Kupang,nwartapedia.com — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum (PDAM) Kota Kupang resmi menjalin kerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk terkait penerimaan pembayaran tagihan rekening air melalui fasilitas perbankan secara online.

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di halaman depan kantor Perumda Air Minum Kota Kupang pada Rabu (3/12/2025), bertepatan dengan apel pagi pegawai.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa momen apel pagi tersebut menjadi istimewa karena dipadukan dengan penandatanganan kerja sama dengan BNI.

“Pagi ini apel kita sangat spesial, dan momen ini kita padukan bersama dengan penandatanganan kerja sama dengan BNI,” ujarnya.

Isidorus menegaskan bahwa sejak awal ia mendorong Perumda Air Minum Kota Kupang untuk memulai transformasi digital demi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Sejak awal saya selalu mendorong supaya pelayanan Perumda Air Minum Kota Kupang harus memulai transformasi digital, dan hari ini kita memulainya. Kalau sudah ada aplikasi dan teknologi, buat apa kita masih menggunakan pola lama,” jelasnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada BNI yang kembali membuka ruang kolaborasi dengan Perumda Air Minum.

“Saya menyambut baik momentum pagi ini dan mengucapkan terima kasih kepada Bank BNI yang telah membuka diri untuk berkolaborasi. Ini bukan pertama kali, dan saya berharap kerja sama ini terus berlanjut.”ungkapnya.

Isidorus juga mengumumkan bahwa mulai hari ini, pelanggan dapat melakukan pembayaran tagihan air minum melalui aplikasi Wonder, sebuah fasilitas pembayaran digital yang diharapkan dapat mempermudah masyarakat.

“Mulai hari ini kita bisa membayar tagihan air minum Kota Kupang menggunakan aplikasi Wonder yang tentu akan membuat hidup kita lebih ‘wonderful’. Saya berharap agar hal ini disosialisasikan kepada seluruh masyarakat Kota Kupang,” katanya.

Ia menutup sambutan dengan ucapan terima kasih atas momentum penting tersebut yang diyakininya akan membawa Perumda Air Minum semakin maju.

Sementara itu, Pimpinan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang Kupang, Carolus I Nyoman Mariadi, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasinya atas kerja sama tersebut.

“Puji syukur pada pagi ini kita melakukan kerja sama dengan PDAM Kota Kupang. Ini merupakan kebanggaan bagi kami karena menjadi kolaborasi antara BUMN (BNI) dan BUMD (PDAM) untuk masyarakat Kota Kupang,” ujarnya.

Carolus menambahkan bahwa PDAM merupakan instansi penting yang melayani kebutuhan dasar masyarakat, sehingga BNI merasa perlu ikut mendukung peningkatan pelayanan melalui kemudahan transaksi.

“Kami sama-sama lembaga yang menjual jasa sehingga harus memberikan servis terbaik untuk pelanggan agar dapat melakukan transaksi lebih mudah,” katanya.

Ia berharap kerja sama ini membawa manfaat luas dan mendorong peningkatan kualitas pelayanan bersama.

“Harapan kami, bersama stakeholder dan karyawan kami bisa memberikan pelayanan yang lebih baik. Kami tidak memberikan janji, tetapi ke depan kami ingin menjadi lebih baik lagi untuk masyarakat Kota Kupang,” tutupnya.

Dengan hadirnya layanan pembayaran online melalui BNI dan aplikasi Wonder, Perumda Air Minum Kota Kupang berharap masyarakat dapat menikmati proses pembayaran yang lebih cepat, mudah, dan modern sebagai bagian dari transformasi digital perusahaan. (MI)




Pohon Natal Setinggi 30 Meter di Bakunase Resmi Berdiri, Jadi Ikon Baru Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com
Pembuatan pohon Natal raksasa di Kelurahan Bakunase akhirnya terwujud setelah empat tahun direncanakan.

Hal tersebut disampaikan Lurah Bakunase, Wilhelmus L. Diken, S.Ip, kepada media ini pada Selasa (2/12/2025).

Lurah Wilhelmus menjelaskan bahwa ide pembangunan pohon Natal tersebut pertama kali dicetuskan oleh tiga tokoh masyarakat yakni Bapak Robert Adoe, Bapak Happy Un, dan Bapak Buce Lanu sekitar empat tahun lalu.

Meski awalnya tertunda, semangat untuk mewujudkan ide tersebut kembali menguat pada penyelenggaraan Event Budaya Kelurahan Bakunase pada Oktober 2025 yang mengusung tema “BE BAJA artinya Bakunase Event Bangkit untuk Jaya.”

Menjadi yang Tertinggi di Kota Kupang, Bahkan di NTT

Pohon Natal megah setinggi 30 meter itu kini berdiri di Lapangan Mini Bakunase dan digadang-gadang sebagai yang tertinggi di Kota Kupang, bahkan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Struktur pohon memanfaatkan pohon taduk sebagai pusatnya, diperkuat dengan 36 jari-jari lampu LED, total panjang instalasi mencapai 830 meter, tiang tengah dari dua batang pipa besi yang diklem pada batang pohon taduk dan sistem pengaturan lampu hidup mati hasil rakitan teknisi lokal, Bapak Harry Hau.

Pemasangan pohon Natal ini mulai dikerjakan pada minggu ketiga Oktober 2025 dan selesai berkat kerja sama serta semangat gotong royong warga.

Adapun biaya pembangunan mencapai sekitar Rp15 juta, yang seluruhnya berasal dari dana swadaya masyarakat.

Simbol Sukacita Natal 2025 dan Kebangkitan Bakunase

Menurut Lurah Wilhelmus, kehadiran pohon Natal raksasa ini bukan hanya untuk memeriahkan perayaan Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026, tetapi juga menjadi simbol bangkitnya semangat warga Kelurahan Bakunase.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Robert Adoe, Bapak Happy Un, dan Bapak Buce Lanu, tokoh-tokoh yang menginisiasi ide ini. Juga kepada pengurus LKK, para pendeta dan jemaat Gereja Rehobot Bakunase, serta seluruh warga yang telah mengambil bagian dalam pembangunan pohon Natal tertinggi ini,” ungkapnya.

Lurah Wilhelmus menegaskan bahwa pembangunan pohon Natal raksasa tahun 2025 di Kelurahan Bakunase bukan hanya menjadi simbol sukacita menyambut Natal dan Tahun Baru, tetapi juga wujud dukungan nyata masyarakat terhadap program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang.

“Semangat gotong royong warga dalam merealisasikan pohon Natal setinggi 30 meter tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung arah pembangunan kota serta memperkuat identitas budaya dan kebersamaan di tingkat kelurahan,”tegasnya.

Ia berharap semangat kebersamaan yang tercipta melalui proyek ini dapat terus mengalir dalam kehidupan masyarakat Bakunase.

“Semoga Damai Natal 2025 dan semangat Tahun Baru 2026 menjadikan Bakunase semakin bangkit menuju kejayaan, mewujudkan Kampung Membangun, Kota Menata,” tutup Lurah Wilhelmus. (MI)




Perumda Air Minum Kota Kupang Jajaki Ulang Rencana Kerja Sama dengan Wisma Alak Resort

Kupang, nwartapedia.com – Perumda Air Minum Kota Kupang kembali menjajaki rencana kerja sama dengan Wisma Alak Resort setelah proses komunikasi yang telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu belum menemukan titik temu.

Upaya tersebut ditandai dengan kunjungan kerja yang dilakukan pada Jumat tanggal 28 November 2025 oleh Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, bersama Kepala SPI, Romy Seran, Kabag Teknik, Elsy Bengu, serta Kabag Administrasi dan Keuangan, Desy Setiawati.

Rombongan Perumda Air Minum Kota Kupang disambut hangat oleh manajemen Wisma Alak Resort yang dipimpin oleh Beby Sianto beserta tim.

Pertemuan berlangsung secara terbuka dan berfokus pada diskusi mengenai berbagai peluang kerja sama dalam penyediaan layanan air bersih dan air minum bagi resort tersebut.

Dalam pertemuan itu, manajemen Wisma Alak Resort menjelaskan bahwa kebutuhan akan pelayanan air bersih dari Perumda Air Minum Kota Kupang telah diupayakan sejak dua hingga tiga tahun lalu, tepatnya saat pembangunan resort mulai berjalan.

Namun, hingga kini belum ada kesepakatan final terkait penyediaan layanan tersebut.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menegaskan kesiapan pihaknya untuk menghidupkan kembali penjajakan kerja sama tersebut.

“Apa yang sudah dimulai dua atau tiga tahun lalu akan kita wujudkan saat ini. Kami datang, melihat, dan mendiskusikan apa yang perlu dibenahi agar kerja sama ini bisa segera berjalan,” ujarnya.

Isidorus menyampaikan bahwa pihaknya menyambut positif rencana kerja sama ini dan akan segera melakukan pembahasan internal untuk mencari langkah tercepat dalam merealisasikan layanan air bersih bagi Wisma Alak Resort.

“Kami menyambut baik upaya kerja sama ini dan akan segera duduk bersama secara internal untuk membahas kemungkinan tercepat agar layanan air bersih atau air minum bisa segera diberikan,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Wisma Alak Resort kepada Perumda Air Minum Kota Kupang.

Wisma Alak Resort yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 6 hektare memiliki kebutuhan air yang cukup besar.

Air digunakan tidak hanya untuk operasional hotel dan restoran, tetapi juga untuk penyiraman area hijau setiap hari dan pemenuhan kebutuhan peternakan kecil seperti ayam, itik, dan kuda.

Selain itu, kawasan resort mencakup berbagai fasilitas wisata, mulai dari cottage, restoran, hotel, tempat tinggal karyawan, hingga spot-spot rekreasi bernuansa alam, yang semuanya membutuhkan pasokan air bersih yang stabil.

Kerja sama ini diharapkan menjadi bagian dari upaya kolaboratif Perumda Air Minum Kota Kupang dalam memperkuat kemitraan strategis, sekaligus mendukung sektor pariwisata, perhotelan, dan restoran yang turut berkontribusi pada pembangunan Kota Kupang . MI)




Gubernur Resmi Membuka Turnamen Futsal Piala Gubernur NTT 2025

Kupang nwartapedia.com  — Turnamen Piala Gubernur NTT resmi dibuka oleh Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena dalam sebuah upacara meriah yang digelar pada Minggu (30/11/2025). malam.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pengurus Asosiasi Futsal NTT yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan olahraga bergengsi tersebut.

“Puji syukur kepada Tuhan karena malam ini kita bisa membuka turnamen futsal. Ini merupakan kerja keras dari seluruh pengurus futsal NTT,” ujar Gubernur dalam sambutannya.

Ia juga menitipkan pesan kepada seluruh atlet muda yang mengikuti turnamen tersebut agar menjunjung tinggi sportivitas, patriotisme, serta integritas selama bertanding.

“Olahraga itu tidak harus selalu menang. Tetapi kemenangan yang sejati adalah saat kita bisa menjaga kehormatan, menghormati lawan, menjaga persaudaraan sebagai sesama atlet,” ujarnya.

Gubernur menambahkan bahwa ia pernah bertemu dengan atlet-atlet NTT yang kini berkarier di Thailand, dan hal itu membuktikan kualitas talenta olahraga daerah.

Gubernur juga mengingatkan para atlet untuk menjaga pola makan dan kebiasaan sehari-hari sebagai bagian dari disiplin diri.

“Tadi pagi saya sampaikan, atlet itu jangan makan sembarangan. Badan harus dijaga, olahraga harus benar, makan juga harus benar. Mudah-mudahan tujuan kalian bisa tercapai,” tegasnya.

Di akhir sambutan, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Futsal NTT sekaligus Ketua Panitia, Jimy Sianto, dalam laporannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Gubernur NTT atas dukungan penuh terhadap penyelenggaraan turnamen yang membutuhkan biaya besar tersebut.

“Saya menyaksikan langsung bahwa kegiatan ini memerlukan biaya besar. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur NTT atas dukungannya. Dengan dukungan sebesar ini, kita berharap futsal NTT dapat meraih medali pada PON mendatang,” ungkap Jimy.

Ia juga mengungkapkan bahwa Gubernur NTT memberikan instruksi khusus agar dilakukan proses seleksi ketat untuk menjaring atlet-atlet terbaik yang akan mewakili NTT.

“Hari ini kita menyaksikan salah satu bentuk dukungan beliau, yaitu meminta dilakukan seleksi terbuka untuk mendapatkan pemain terbaik bagi NTT. Bahwa atlet NTT juga bisa, dan tidak ada KKN dalam proses ini. Semua dipilih langsung berdasarkan kemampuan,” tegasnya.

Jimy menambahkan bahwa turnamen yang diikuti oleh 31 tim yang terdiri dari 25 regu putra dan 6 regu putri ini menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi PON 2028, sekaligus wadah pembinaan generasi muda pecinta futsal di NTT.

“Atas nama masyarakat pecinta futsal, kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur NTT yang telah mendukung secara langsung. Ini adalah cara kita menyiapkan adik-adik futsal menuju PON 2028,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, ia memohon dukungan penuh dari masyarakat NTT agar kegiatan ini dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga daerah. (MI)




Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang Apresiasi Petani Milenial Jadi Contoh Sukses Generasi Muda Bertani

Kupang nwartapedia.com  –   Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus A.B.H Costa, melakukan kunjungan langsung ke perkebunan melon dan tomat milik petani milenial Melianus Amnesi di Kelurahan Naikolan, Kecamatan Alak.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar agar semakin banyak generasi muda yang terinspirasi terjun ke sektor pertanian.

Menurut Costa, Melianus adalah gambaran nyata bagaimana anak muda dapat sukses dan mandiri melalui pertanian, sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

“Semangat kelompok-kelompok milenial untuk berusaha di bidang pertanian seperti ini sangat luar biasa. Prinsipnya, mereka bekerja untuk melayani. Kalau pun ada faktor ekonomi, puji Tuhan itu menjadi bonus. Yang paling penting adalah bagaimana semua anggota kelompok diberdayakan,” ujar Matheus Costa.

Melianus Jadi Figur Inspiratif Bagi Generasi Muda

Costa menilai kisah Melianus perlu diangkat menjadi profil inspiratif bagi anak muda Kota Kupang. Melianus yang sebelumnya telah mapan bekerja di Bali, memilih kembali ke kampung halaman untuk mengembangkan tanah warisan keluarga dan kemudian berhasil membangun lahan produksi hortikultura yang maju dan produktif.

“Beliau ini sebenarnya sudah mapan di Bali. Tetapi karena cinta tanah air dan karena ini tanahnya orang tua, dia pulang, membeli lahan, dan membangunnya. Hasilnya luar biasa. Ini harus menjadi corong, menjadi model bagi anak-anak muda,” tegas Costa.

Ia menambahkan bahwa banyak generasi muda kini cenderung memilih pekerjaan kantoran, sehingga profesi petani kurang diminati. Padahal, usaha pertanian modern terbukti mampu menghasilkan pendapatan besar dan berkelanjutan.

Hasil Produksi Sangat Menjanjikan

Dalam kunjungan tersebut, Costa juga meninjau langsung hasil panen melon dan tomat yang dikelola Melianus. Produktivitas kebun tersebut dinilai sangat potensial dan cukup menjanjikan secara ekonomi.

“Satu kali panen saja kita lihat, melon dengan harga Rp13.000 per kilogram, dan tomat satu ember 5–6 kilogram seharga Rp30.000. Dia hitung-hitung bisa mencapai Rp20 sampai Rp30 juta sekali panen,” jelasnya.

Dengan ketersediaan air dan sistem pengelolaan yang baik, Melianus bahkan mampu melakukan panen tiga hingga empat kali dalam setahun, menjadikan pertanian sebagai usaha yang stabil dan menguntungkan.

Pertanian Menciptakan Lapangan Kerja

Lebih dari sekadar keuntungan ekonomi, usaha pertanian yang dikelola Melianus juga membuka lapangan kerja untuk masyarakat sekitar.

Baginya, inilah contoh nyata bahwa pertanian bukan hanya aktivitas bercocok tanam, tetapi juga kegiatan yang memberkati banyak orang.

“Bekerja seperti ini bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi kita memberkati banyak orang. Kita lihat tadi, berapa banyak tenaga kerja yang terlibat. Anak-anak muda perlu memahami bahwa kerja tidak harus di belakang meja. Bertani juga bisa membangun masa depan,” kata Costa.

Dinas Pertanian Siap Dorong Regenerasi Petani

Costa menegaskan bahwa ke depan, Dinas Pertanian Kota Kupang akan terus memperhatikan, mendampingi, serta mendorong kelompok-kelompok milenial agar semakin banyak anak muda yang mau bekerja dan berkembang di sektor pertanian.

Ia menutup kunjungan dengan harapan besar terhadap generasi baru petani Kota Kupang.

“Kalau kita mau berusaha, selalu ada jalan. Yang penting ada kemauan. Petani seperti ini harus terus kita dukung. Ini masa depan pertanian Kota Kupang,” pungkasnya. (MI/ADV)




Petani Milenial Kupang, Melianus Amnesi: Dari Pensiun Dini Hingga Sukses Kembangkan Kebun Hortikultura 5 Hektare

Kupang,nwartapedia.com  – Keputusan berani yang diambil oleh Melianus Amnesi, warga Kelurahan Naikolan, Kecamatan Alak, Kota Kupang, telah mengubah hidupnya.

Pria yang pernah bekerja di sebuah hotel di Bali ini memilih mengambil program pensiun muda pada tahun 2020 dan kembali ke kampung halaman untuk mengembangkan warisan keluarga yakni lahan pertanian hortikultura seluas 5 hektare, yang kini telah dioperasikan 2,5 hektare.

“Saya lahir dari keluarga petani, dan lahan ini adalah warisan orang tua yang sudah kami jaga sejak saya kecil. Saya ingin melestarikan dan mengembangkannya agar bisa turun-temurun sampai anak cucu,” ungkap Melianus pada Jumad (28/11/2025).

Keputusannya pulang kampung dipicu oleh kondisi pekerjaan yang semakin sepi di Bali, serta dorongan dari hati untuk kembali kepada akar pertanian yang telah lama ia tinggalkan.

Mulai dari Nol, Belajar Sambil Mengembangkan Kebun

Melianus mengaku tidak memiliki latar belakang sebagai petani profesional. Semua ia pelajari sendiri, baik dari pengalaman, percobaan, maupun sumber pengetahuan digital seperti YouTube dan Google.

“Saya tidak mau hanya dengar kata orang. Saya harus lihat sendiri, alami sendiri, dan belajar langsung. Dari situ saya tahu pupuk apa yang cocok, cara tanam saat musim hujan, sampai cara menghadapi hama,” jelasnya.

Tanaman pertama yang ia coba adalah melon, dan hasilnya langsung memuaskan. Bahkan, pejabat daerah yang pertama melihat hasil panennya sempat terkejut melihat kualitasnya.

“Waktu itu Pak Yes datang dan langsung menelepon saya, bilang hasilnya bagus. Itu yang buat saya tambah semangat,” katanya.

Kini, Melianus tidak hanya menanam melon, tetapi juga tomat, dengan total 4.000 pohon melon tiap musim tanam. Setiap pohon bercabang dua sehingga potensi hasil dapat mencapai hingga 16 ton, tergantung kondisi cuaca dan permintaan pasar.

Memberdayakan Masyarakat Sekitar dan Menciptakan Lapangan Kerja

Usaha yang dijalankan Melianus telah memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekitar. Ia mempekerjakan 6 pekerja tetap dan hingga 20 pekerja harian sesuai kebutuhan.

Selain itu, beberapa pemuda yang belajar langsung darinya kini sudah mampu membuka kebun sendiri.

“Saya senang kalau ada anak-anak muda di sini bisa belajar dan mandiri. Saya ajari cara merawat, menyemprot, memupuk, sampai mereka bisa tanam sendiri,” ujarnya.

Pendapatan dari kebun ini bahkan telah membantu membiayai kuliah anaknya hingga semester 1, sementara dua anak lainnya sudah bekerja di Bali.

Investasi Mandiri Tanpa Bantuan Pemerintah

Hingga kini, Melianus mengelola seluruh lahannya secara mandiri. Mulai dari irigasi tetes, pupuk dasar, listrik yang ditarik sejauh 500 meter, hingga pembangunan rumah kecil untuk pekerja dan gudang penyimpanan.

“Saya belum pernah dapat bantuan kelompok. Semua masih 100% mandiri. Tapi kalau ada bantuan yang tepat sasaran, tentu sangat membantu percepatan pengembangan,” katanya.

Ia menekankan bahwa bantuan pemerintah seharusnya diberikan kepada petani yang benar-benar serius, bukan sekadar formalitas semata.

Pasar Terbuka Lebar, Kualitas Jadi Kunci

Untuk pemasaran, Melianus tidak menemui kendala berarti. Produksinya diserap oleh pasar lokal Kupang, distributor besar, hingga beberapa permintaan dari luar daerah.

Keunggulan produknya adalah kesegaran.

“Kalau distributor pesan, buah masih hijau segar, tidak layu karena tidak disimpan lama. Itu yang buat banyak pelanggan tetap datang,” jelasnya.

Harga melon di pasar berkisar antara Rp11.000 – Rp13.000 per kilogram, dan dalam kondisi permintaan tinggi bisa memberikan pendapatan harian yang sangat signifikan bagi kebunnya.

Impian: Pertanian Majukan Pinggiran Kota Kupang

Melianus berharap sektor pertanian bisa menjadi kekuatan besar untuk masyarakat di pinggiran Kota Kupang.

“Saya ingin anak-anak muda di sini tetap maju, gaya hidup boleh seperti kota, tapi peluang kerja dan penghasilannya bisa lebih baik. Jangan sampai karena di pinggiran, mereka merasa tidak punya masa depan,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa kerja keras dan sikap pantang menyerah adalah kunci utama.

“Kerja itu harus sambil berdoa. Kita bantu orang, kita ajari orang, kita berbagi. Dari situ rezeki datang,” tegasnya.

Tentang Melianus Amnesi

  • Petani hortikultura, Kelurahan Naikolan, Kecamatan Alak
  • Mengelola kebun melon dan tomat 2,5 hektare
  • Memberdayakan 6–20 tenaga kerja
  • Pensiun dari pekerjaan hotel di Bali tahun 2020
  • 100% usaha mandiri tanpa bantuan pemerintah
  • Fokus pada kualitas, regenerasi petani, dan pemberdayaan masyarakat. (MI/ADV)