Bappeda Kota Kupang Gelar Pertemuan Penginputan Data Aksi Konvergensi Stunting Tingkat Kecamatan

Kupang,nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kupang menggelar pertemuan pembahasan penginputan data Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting tingkat kecamatan, Rabu (21/1/2026).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP., MM.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam rangka pemenuhan kelengkapan data Aksi Konvergensi, khususnya data Analisis Situasi tahun 2025.

Dalam sambutannya, Wildrian Ronald Otta menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen kuat Wali Kota Kupang dalam memperkuat upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting pada tahun 2026.

“Pertemuan ini merupakan wujud komitmen Wali Kota Kupang dalam memperkuat upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting tahun 2026,” tegasnya.

Fokus pembahasan diarahkan pada penguatan kualitas data sasaran, data pendukung, serta data capaian layanan tahun 2025 yang akan menjadi dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan yang lebih tepat dan terukur pada tahun 2026.

Dalam forum tersebut juga ditegaskan bahwa proses penginputan data harus diawali dengan penyamaan pemahaman antar pemangku kepentingan. Framework serta definisi operasional setiap indikator perlu disepakati bersama agar data yang dihasilkan tidak bias, tidak tumpang tindih, dan dapat dimanfaatkan secara lintas sektor.

Para camat yang hadir menekankan pentingnya pemanfaatan pangan lokal dan pekarangan sebagai bagian dari intervensi sensitif di tingkat wilayah.

Sementara itu, para operator puskesmas menyampaikan sejumlah kendala teknis yang masih dihadapi, terutama terkait perbedaan penafsiran definisi operasional indikator, seperti ibu hamil yang mengonsumsi makanan beragam serta balita yang mendapatkan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI).

Perbedaan penafsiran ini dinilai perlu mendapatkan kejelasan bersama agar tidak berdampak pada kualitas data.

Sebagai hasil akhir pertemuan, seluruh peserta sepakat bahwa penyelesaian data Analisis Situasi harus dituntaskan pada minggu berjalan.

Data ditargetkan sudah lengkap dan siap digunakan paling lambat Jumat (22/1/2026), sebagai dasar percepatan penurunan stunting di Kota Kupang tahun 2026. ***




Wali Kota Kupang Tekankan Etika Birokrasi, Bertutur, dan Berpenampilan bagi Insan Pendidikan

Kupang, nwartapedia.com — Wali Kota Kupang, dr. Kristian Widodo, menegaskan pentingnya etika birokrasi, etika bertutur, serta etika berpenampilan bagi seluruh insan pendidikan sebagai pelayan publik. Penegasan tersebut disampaikannya sebelum memberikan sambutan pada kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan yang melibatkan pengawas serta kepala sekolah SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kota Kupang, Senin (19/1/2026).

Dalam arahannya, Wali Kota menekankan bahwa sikap, tutur kata, dan penampilan aparatur pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas pelayanan publik.

Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembelajaran akademik, tetapi juga sebagai cermin nilai, etika, dan keteladanan bagi peserta didik serta masyarakat luas.

“Penampilan dan sikap kita mencerminkan kredibilitas dan keseriusan dalam bekerja. Kadang-kadang kita sudah bekerja dengan baik, tetapi karena cara berpakaian, cara duduk, atau sikap dalam melayani tidak mencerminkan profesionalisme, maka persepsi publik bisa menjadi negatif,” ujar Wali Kota.

Ia mengingatkan bahwa pelayanan publik telah memiliki standar dan aturan yang jelas, termasuk dalam hal berpakaian.

Aparatur pendidikan, tegasnya, tidak dibenarkan melayani masyarakat dengan penampilan yang tidak pantas, seperti mengenakan sandal jepit atau kaos, karena sekolah merupakan institusi yang menjadi contoh dan rujukan etika bagi generasi muda.

“Sebagai pelayan publik, kita harus tampil sopan, rapi, dan sesuai aturan. Sekolah adalah tempat membentuk karakter, maka semua unsur di dalamnya harus memberi teladan,” tegas dr. Kristian Widodo.

Penegasan Wali Kota tersebut mendapat dukungan dari para kepala sekolah. Kepala SD Inpres Sikumana 2, Adriana Letto, menyatakan bahwa penampilan yang sopan dan pantas merupakan bagian dari tanggung jawab moral aparatur pendidikan.

Namun demikian, ia menekankan bahwa penampilan tersebut harus tetap mencerminkan kesederhanaan dan profesionalisme, bukan sekadar ajang pamer.

“Sebagai pelayan publik, kita wajib menunjukkan penampilan yang sopan dan beretika, tetapi tidak berlebihan atau vulgar seolah sedang melakukan pertunjukan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala SDK Santo Yosep 2 Naikoten Kupang, Agung Hermanus Riwu, S.Pd.

Menurutnya, penampilan dan sikap mencerminkan kepribadian serta jiwa seseorang sebagai pelayan publik.

Karena itu, ia mendukung penuh penekanan Wali Kota Kupang agar aparatur pendidikan senantiasa menjaga etika dalam setiap aspek pelayanan.

Selain soal etika dan penampilan, Wali Kota Kupang juga menyoroti pentingnya kejujuran serta akurasi data pendidikan.

Ia mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar menyampaikan data sesuai kondisi riil di lapangan sebagai dasar perumusan kebijakan dan penyaluran bantuan.

“Kalau data tidak akurat, maka bantuan yang datang juga tidak akan tepat sasaran. Jangan sekolah yang ada dilaporkan tidak ada, atau yang tidak ada dilaporkan ada,” tegasnya.

Ia berharap, dengan pelayanan yang profesional, penampilan yang beretika, serta data pendidikan yang valid dan akurat, setiap kebijakan dan bantuan pemerintah di bidang pendidikan dapat disalurkan secara tepat, adil, dan benar-benar menjawab kebutuhan sekolah-sekolah di Kota Kupang. (goe)




Wali Kota Kupang Tekankan Disiplin Administrasi dan Fokus Mutu Pendidikan dalam Rakor Pendidikan Dasar 2026

Kupang, nwartapedia.com — Wali Kota Kupang, dr. Kristian Widodo, menegaskan pentingnya disiplin administrasi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pendidikan sebagai fondasi utama peningkatan mutu layanan pendidikan di Kota Kupang. Penegasan tersebut disampaikannya saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Kerja Pendidikan Dasar yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang yang berlangsung di Hotel Sahid T-More pada Senin–Selasa, 19–20 Januari 2026.

Dalam arahannya, Wali Kota meminta seluruh jajaran pendidikan, mulai dari pengawas hingga kepala sekolah, untuk menyusun laporan kinerja dan administrasi secara rutin, tertib, dan tepat waktu.

“Laporan bulanan harus dibuat tertib, maksimal setiap tanggal 30. Ini bukan sekadar administrasi, tetapi bentuk tanggung jawab kita dalam mengelola pendidikan,” tegas dr. Kristian Widodo.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah daerah dan satuan pendidikan tetap fokus pada program-program inti yang secara langsung menyentuh layanan pendidikan dan peningkatan mutu akademik peserta didik.

Menurutnya, terlalu banyak kegiatan di luar fokus utama justru berpotensi mengaburkan tujuan pendidikan.

“Kalau fokusnya pendidikan, maka seluruh energi, waktu, dan anggaran harus diarahkan ke sana,” ujarnya.

Kepada para kepala sekolah, Wali Kota menekankan peran strategis mereka sebagai pemimpin dan komandan di unit kerja masing-masing.

Kepala sekolah diminta memastikan sekolah menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi peserta didik, bebas dari kekerasan seksual, fisik, verbal, maupun praktik perundungan.

“Anak-anak harus dididik dengan cara yang mendidik, bukan dengan kekerasan,” tegasnya.

Selain itu, Wali Kota juga mendorong dunia pendidikan untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya di era digital.

Ia menilai perubahan adalah sebuah keniscayaan jika ingin menghasilkan kualitas pendidikan yang lebih baik dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

“Kita tidak bisa mengubah arah angin, tetapi kita bisa mengubah arah layar. Pendidikan harus berani berinovasi dan menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman,” ungkapnya.

Sementara itu, upaya peningkatan mutu pendidikan dasar di Kota Kupang terus diperkuat melalui sinergi lintas satuan pendidikan. Sebanyak 162 Kepala SD/MI dan 71 Kepala SMP/MTs bersama para pengawas sekolah mengikuti Rakor Pendidikan Dasar tersebut sebagai forum strategis untuk menyatukan persepsi, menyelaraskan kebijakan, serta memantapkan arah program pendidikan dasar tahun 2026 agar berjalan terintegrasi dan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di sekolah.

Ketua Panitia Rakor Pengawas serta Kepala Sekolah SD dan SMP se-Kota Kupang, Oktovianus Naitboho, M.Si, menegaskan bahwa Rakor menjadi wadah penting untuk membangun kesamaan langkah seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

Ia menjelaskan bahwa secara administratif, tidak semua program dan kegiatan selama ini langsung tergambar dalam data karena pelaksanaan tugas pokok dan fungsi mencakup tiga bidang atau seksi yang dihimpun dalam satu layanan.

Namun sejak tahun 2021, ketiga bidang tersebut telah dijalankan secara konsisten dan dibuktikan melalui berbagai kegiatan nyata hingga tahun 2023.

“Seluruh kegiatan yang kami laksanakan tidak berdiri sendiri. Semua melibatkan stakeholder publik, mulai dari pengawas hingga kepala sekolah SD dan SMP. Komitmen bersama ini kami perkuat melalui kesepakatan dan penandatanganan kolektif,” jelas Oktovianus.

Menurutnya, sebelum kembali melaksanakan program lintas tiga seksi, diperlukan kesamaan hati, satu roh, dan satu tujuan agar seluruh praktisi pendidikan dapat bekerja secara terintegrasi dan efektif melalui forum Rakor.

Oktovianus menambahkan bahwa pelaksanaan Rakor mengacu pada visi dan misi pembangunan pendidikan daerah, regulasi sejak tahun 2021 yang mulai diimplementasikan pada 2023, indikator kinerja tahun 2024, serta arahan pemerintah pusat hingga tahun 2024.

“Program lintas tiga bidang ini sejalan dengan arah kebijakan nasional tahun anggaran 2025. Karena itu, Rakor menjadi momentum evaluasi, perbaikan perencanaan, serta penguatan pelaksanaan kegiatan ke depan, termasuk dalam penyusunan CPB tahun 2025,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan penyebarluasan informasi kepada publik melalui media agar masyarakat dapat memahami dan merasakan manfaat program pendidikan.

Fokus utama Rakor kali ini diarahkan pada peningkatan literasi dan numerasi peserta didik.
Berdasarkan capaian kinerja pendidikan periode 2022–2024, Kota Kupang menunjukkan progres yang signifikan di berbagai jenjang.

“Memasuki tahun 2025, kami optimistis capaian tersebut melampaui tahun 2022. Bahkan, kami menargetkan pada Mei 2025 dapat meraih peringkat pertama sebagai hasil kerja bersama yang konsisten dan terarah,” pungkasnya.




Anggota DPRD Kota Kupang PSI Dampingi Wali Kota Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung di Manutapen

Kupang,nwartapedia.com   – Anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Talib, mendampingi Wali Kota Kupang saat menyerahkan bantuan kepada warga terdampak bencana angin puting beliung di Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Sabtu (17/01/2026).

Penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Kupang terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.

Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban warga serta membantu pemulihan pasca-bencana.

Ahmad Talib menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kota Kupang, khususnya kepada Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang dinilainya selalu hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk saat terjadi musibah.

“Kami mengapresiasi kepemimpinan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang selalu menjalankan tugasnya sebagai pemimpin dengan turun langsung ke lapangan dan dekat dengan masyarakat,” ujar Ahmad Talib.

Menurutnya, kehadiran pemimpin di tengah masyarakat saat kondisi sulit menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam melayani rakyat.

Ia juga menegaskan peran DPRD sebagai wakil rakyat akan terus berjalan seiring dengan roda pemerintahan yang ada.

“Sebagai wakil rakyat, kami di DPRD akan terus mengawal dan mengawasi jalannya roda pemerintahan yang dipimpin oleh Christian Serena, agar setiap kebijakan dan program benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat Kota Kupang,” tambahnya.

Pemerintah Kota Kupang berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dan bantuan lanjutan bagi warga terdampak, sekaligus memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik dan tepat sasaran.(MI)




Warga Manutapen Apresiasi Respons Cepat Wali Kota Kupang Tinjau Lokasi Bencana Puting Beliung

Kupang,nwartapedia.com  – Warga RT 14/RW 04 Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran serta respons cepat Wali Kota Kupang, Christian Widodo, yang turun langsung meninjau lokasi bencana angin puting beliung pada Sabtu (17/01/2025).

Salah satu warga terdampak, Agus Jingi, kepada media ini mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepemimpinan Wali Kota Kupang yang dinilainya sigap dan peduli terhadap masyarakat.

“Saya sangat bersyukur atas kesiapan dari Pak Wali Kota Kupang karena saya punya pemimpin yang sangat sigap dan cepat tanggap terhadap apa yang dialami masyarakat. Saya berdoa untuk beliau agar selalu sehat supaya dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” ujar Agus.

Ia menambahkan, meskipun dirinya dan warga lainnya tengah mengalami bencana, kehadiran Wali Kota Kupang di lokasi memberikan kekuatan tersendiri bagi masyarakat.

“Bukan hanya bantuan nyata yang kami terima, tetapi kehadiran beliau membuktikan bahwa beliau adalah pemimpin yang tidak hanya memimpin dari meja, melainkan turun langsung mengayomi masyarakat. Saya berdoa agar beliau selalu sehat dan terus dipercaya masyarakat pada periode-periode berikutnya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua RT 14/RW 04, Filmon Kay, menjelaskan bahwa bencana angin puting beliung terjadi pada Jumat (16/01/2025) sekitar pukul 12.00 malam dan berdampak pada 16 kepala keluarga di wilayah RT 14.

“Pada malam kejadian saya langsung berkoordinasi dengan warga melalui WhatsApp Group. Warga yang terdampak langsung melapor dan kami segera melakukan pendataan serta akomodasi,” jelas Filmon.

Ia menyebutkan bahwa dari 16 rumah terdampak, terdapat kerusakan dengan kategori berat, sedang, dan ringan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Kami sangat bersyukur karena tidak ada korban jiwa. Kami juga berterima kasih atas kehadiran Bapak Wali Kota Kupang yang langsung turun ke lapangan dan merespons cepat keluhan warga, bahkan saat mendengar anak-anak menjerit, beliau langsung merespons,” ungkap Filmon.

Di tempat yang sama, Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menyampaikan bahwa kehadirannya bertujuan untuk memastikan kondisi warga sekaligus menyerahkan bantuan kebutuhan pokok.

“Kami membawa bantuan sementara berupa beras, gula, mi instan, dan tikar. Untuk tahap awal ini dulu, selanjutnya kami akan berupaya membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah,” ujar Wali Kota Kupang.

Pemerintah Kota Kupang berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan penanganan lanjutan bagi warga terdampak bencana angin puting beliung tersebut. (MI)




Perumda Air Minum Kota Kupang dan UPTD SPAM NTT Perkuat Sinergi, Layanan Air Bersih Segera Diperluas

Kupang,nwartapedia.com   – Perumda Air Minum Kota Kupang resmi memperkuat sinergi dengan UPTD SPAM Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui penandatanganan perjanjian kerja sama yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Jumat (16/01/2025).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperluas cakupan layanan air bersih bagi masyarakat Kota Kupang yang selama ini belum terlayani secara optimal.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, mengatakan bahwa kerja sama tersebut merupakan ikhtiar penting untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus menghidupkan kembali kolaborasi yang sempat terhenti selama bertahun-tahun.

“Kerja sama ini sebenarnya sudah pernah ada, namun berhenti sejak awal 2003. Setelah saya bergabung sekitar empat bulan lalu, saya melihat ini sebagai peluang strategis yang harus segera dihidupkan kembali,” ujar Isidorus.

Ia menjelaskan, terhentinya kerja sama berdampak langsung pada pelayanan air minum di sejumlah wilayah Kota Kupang. Beberapa kawasan seperti Kelurahan TDM, Kayu Putih, Cabang Air, dan sebagian Kelurahan Liliba tidak dapat dilayani karena jaringan dan sistem transmisi air di wilayah tersebut merupakan aset milik UPTD SPAM Provinsi NTT.

“Selama tidak ada kerja sama, kami tidak memiliki dasar untuk melakukan pelayanan. Padahal masyarakat di wilayah tersebut terus menyampaikan keluhan dan harapan agar air bersih bisa kembali mengalir,” jelasnya.

Dengan ditandatanganinya perjanjian ini, Perumda Air Minum Kota Kupang memastikan akan segera mengaktifkan kembali titik-titik pelayanan yang selama ini terhenti, sehingga kebutuhan air minum warga dapat kembali terpenuhi secara berkelanjutan.

Isidorus juga menegaskan pentingnya penataan dan penegakan regulasi dalam pengelolaan sumber daya air di Kota Kupang.

Ia menyoroti adanya pembangunan sumur bor tanpa izin yang dinilai melanggar kewenangan wilayah dan berpotensi mengganggu sistem penyediaan air bersih.

“Kota Kupang memiliki regulasi dan otoritas sendiri. Setiap pembangunan sumber air harus melalui mekanisme perizinan yang sah. Pembangunan sumur bor ilegal sudah kami laporkan kepada Wali Kota untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Menurut Isidorus, kerja sama lintas wilayah harus dibangun atas dasar saling menghormati kewenangan, demi menjaga keberlanjutan sumber air dan kepentingan masyarakat.

Sementara itu, Kepala UPTD SPAM Provinsi NTT, Erasmus Jogo, menyatakan bahwa kerja sama ini menjadi momentum penting setelah cukup lama Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Kupang berjalan sendiri-sendiri dalam pengelolaan air minum.

“Kebutuhan air bersih masyarakat tidak bisa ditunda. Kerja sama ini menjadi awal yang baik untuk membangun sistem pelayanan yang profesional dan saling menguntungkan,” ujarnya.

Erasmus menjelaskan, skema kerja sama akan dijalankan dengan sistem tarif yang bersifat flat, sehingga Perumda Air Minum Kota Kupang tetap memiliki ruang untuk memperoleh keuntungan guna menopang biaya operasional.

“Pelayanan air minum tidak hanya berbicara soal fungsi sosial, tetapi juga harus dikelola secara bisnis agar lembaga mampu membiayai dirinya sendiri dan tetap berkelanjutan,” pungkasnya.

Melalui kerja sama ini, Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang berharap pelayanan air bersih di Kota Kupang semakin merata, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah pertumbuhan kota yang terus meningkat. (MI)




Pemprov NTT dan Pemkot Kupang Teken Kerja Sama Pengelolaan Air Bersih

Kupang,nwartapedia.com  – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui UPTD SPAM Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan Perumda Air Minum Kota Kupang. Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Jumat (16/01/2026).

Penandatanganan kerja sama ini dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wali Kota Kupang, Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Kepala Biro Trisetya Provinsi NTT, Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT, Kepala BPJS SPAM, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Kepala Dinas PUPR Kota Kupang, Kepala BKD Kota Kupang, Kepala Bagian Perekonomian Kota Kupang, Kepala Bagian Kerja Sama Kota Kupang, serta insan pers dan media massa.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang, Christian Widodo menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang.

Ia menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting untuk menjawab persoalan air bersih yang selama ini menjadi tantangan besar di Kota Kupang.

“Urusan air bukan hal yang sederhana. Permasalahannya kompleks, mulai dari pertumbuhan penduduk yang meningkat, keterbatasan sumber air, hingga kondisi geografis. Namun dengan berjalan bersama, saya yakin hambatan-hambatan ini dapat kita lewati,” ujarnya.

Wali Kota juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang saat ini tengah melakukan pembenahan pada sejumlah sumber air dan infrastruktur pendukung, termasuk peningkatan debit air serta pembaruan peralatan agar pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat lebih optimal dan berkelanjutan.

“Air bukan hanya soal pipa dan jaringan, tetapi juga soal kesehatan dan kehidupan. Jika air bersih terpenuhi, maka kualitas hidup masyarakat akan meningkat,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dan sangat penting, mengingat persoalan air minum di Kota Kupang telah lama menjadi isu serius yang belum terselesaikan secara tuntas.

“Kerja sama ini adalah cara yang baik dan tepat. Prinsipnya, jangan sampai ada sumber air yang dikuasai atau ditahan sehingga tidak bisa dialirkan kepada masyarakat. Air harus dikelola untuk kepentingan publik,” tegas Gubernur.

Gubernur juga menekankan pentingnya profesionalisme dan kreativitas pemerintah daerah, terutama di tengah kebijakan pengurangan transfer dana dari pemerintah pusat. Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota harus terus diperkuat agar pelayanan publik, khususnya air bersih, dapat berjalan dengan baik.

“Jika kerja sama ini ke depan tidak memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, maka harus dievaluasi. Semua harus berjalan sesuai prinsip keadilan dan profesionalisme,” ujarnya.

Kerja sama ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan pelayanan air bersih yang adil, berkelanjutan, dan merata bagi seluruh masyarakat Kota Kupang, sekaligus memperkuat wajah pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berpusat di ibu kota provinsi. (MI)




Naturalisasi Sepak Bola: Jalan Pintas yang Mengancam Regenerasi Pemain Lokal

Oleh: Dr. Frans Sales, S.Pd., MM Pakar Sport Science KONI 

Kupang,nwartapedia.com  –  Sepak bola Indonesia saat ini berada pada persimpangan jalan. Di satu sisi, publik menginginkan prestasi instan di level internasional.

Di sisi lain, sistem pembinaan nasional masih rapuh dan belum sepenuhnya berbasis ilmu pengetahuan olahraga (sport science).

Dalam konteks inilah kebijakan naturalisasi pemain yang dijalankan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) perlu dikritisi secara jujur dan objektif.

Naturalisasi pada prinsipnya bukanlah kebijakan yang keliru. Dalam jangka pendek, pendekatan ini dapat meningkatkan kualitas tim nasional dan daya saing di level internasional.

Namun, ketika naturalisasi dilakukan secara masif dan dijadikan strategi utama, maka yang terjadi adalah jalan pintas prestasi yang justru mengancam keberlanjutan sepak bola nasional.

Pola naturalisasi yang lebih mengandalkan pemain keturunan dibandingkan pemain lokal telah menimbulkan sejumlah persoalan mendasar.

Pertama, biaya yang dikeluarkan sangat besar dan cenderung membebani anggaran negara.

Kedua, prestasi yang dihasilkan bersifat instan dan tidak berlandaskan sistem pembinaan yang kuat, berjenjang, dan berkelanjutan.

Ketiga, kebijakan ini secara perlahan mematikan motivasi serta kesempatan pemain lokal untuk berkembang dan berprestasi di level tertinggi.

Lebih jauh, pendekatan instan ini berdampak pada inefisiensi kebijakan alokasi anggaran pembangunan sumber daya manusia sepak bola Indonesia.

Negara seharusnya berinvestasi pada pembinaan jangka panjang, bukan sekadar mengejar hasil cepat yang tidak berumur panjang.

Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi merusak tatanan manajemen, administrasi, dan ekosistem kompetisi sepak bola nasional.

Sudah saatnya PSSI melakukan refleksi mendalam dan meninjau ulang kebijakan naturalisasi. Pembinaan sepak bola Indonesia semestinya diarahkan pada reformasi sistemik dengan menjadikan olahraga pendidikan sebagai fondasi utama.

Kompetisi pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga menengah harus digelar secara berjenjang dan berkelanjutan, karena di sanalah proses pembentukan teknik dasar, karakter, dan mental atlet dimulai.

Selain itu, sepak bola perlu dikelola sebagai industri yang sehat melalui pendekatan pemasaran olahraga. Keterlibatan masyarakat, media, dan sponsor harus dimaksimalkan agar pembinaan dan kompetisi dapat berjalan secara mandiri dan berkesinambungan.

Kompetisi usia dini dan usia muda juga harus diperbanyak sebagai sarana pemanduan bakat, evaluasi pembinaan, dan pembentukan mental bertanding.

Dalam perspektif sport science, pembinaan prestasi harus mengikuti alur yang jelas: input, proses, output, outcome, hingga income.

Atlet berprestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang terencana, terukur, dan berbasis ilmu pengetahuan serta teknologi olahraga.

Dengan sistem pembinaan yang baik, prestasi atlet akan bertahan lama, khususnya pada usia emas (golden age).

Naturalisasi mungkin memberikan harapan sesaat, tetapi harapan sejati sepak bola Indonesia terletak pada kekuatan pembinaan lokal.

Tanpa fondasi yang kuat, prestasi hanya akan menjadi ilusi. Sepak bola Indonesia tidak membutuhkan jalan pintas, melainkan keberanian untuk membangun sistem yang benar dan berkelanjutan.

Salam sepak bola, sepak bola bersahabat. (MI)




Warga Kolhua Inisiasi Pemanfaatan Lahan Tidur untuk Pertanian di Kelurahan Bello

Kupang, nwartapedia.com — Upaya memanfaatkan lahan tidur agar kembali produktif mulai digerakkan warga di Kota Kupang. Kamis pagi (15/1/2026), dua warga Kolhua, Meos Lahera dan Rusmin Fallo, menjajaki sebidang lahan kosong di Kelurahan Bello untuk disurvei dan direncanakan sebagai lahan garapan pertanian.

Peninjauan lapangan tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk melihat potensi lahan yang selama dua tahun terakhir dibiarkan terbengkalai.

Lahan tersebut diketahui merupakan milik seorang warga di luar Kelurahan Bello yang sebelumnya dititipkan kepada Ketua RW 003 Kelurahan Bello, Goris Takene, untuk dijaga dan ditanami berbagai jenis tanaman pertanian.

Namun, karena kesibukan penjaga lahan, area tersebut tidak sempat diolah dan akhirnya dibiarkan kosong dalam waktu cukup lama.

Kondisi ini mendorong Meos Lahera dan Rusmin Fallo, atas nama Komunitas Vox Paterna sebuah komunitas paduan suara di Gereja Katolik Santo Fransiskus Asisi Kolhua untuk mengambil inisiatif menghidupkan kembali lahan tersebut.

Menurut Meos Lahera, rencana pengelolaan lahan bersifat kolektif dan terbatas, semata-mata untuk mengolah lahan tanpa mengubah status kepemilikan tanah.

“Kami hanya ingin memanfaatkan lahan yang selama ini kosong. Tanah ini tetap milik pemiliknya, kami hanya mengolahnya agar tidak terbengkalai,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rusmin Fallo. Ia menuturkan bahwa kebun kolektif tersebut nantinya akan ditanami berbagai jenis tanaman hortikultura, seperti jagung, cabai, dan kacang, sebagai bentuk kepedulian komunitas terhadap lingkungan sekaligus upaya sederhana mendukung ketahanan pangan.

Sementara itu, Ketua RW 003 Kelurahan Bello, Goris Takene, mengapresiasi niat baik Komunitas Vox Paterna.

Ia menilai pemanfaatan lahan yang belum digunakan pemiliknya merupakan langkah positif selama dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Lokasi ini memang belum dimanfaatkan oleh pemiliknya. Selama hanya digunakan untuk menanam tanaman hortikultura dan bersifat sementara, tentu kami sangat mendukung,” kata Goris.

Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi warga dalam memanfaatkan lahan tidur secara produktif, sekaligus mendorong semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Kota Kupang. (goe)




SDN Oeba 3 Kupang Gelar Syukuran Natal Sekaligus Resmikan Gedung Rehabilitasi

Kupang, nwartapedia.com — Sekolah Dasar Negeri (SDN) Oeba 3 Kota Kupang menggelar ibadat syukuran Natal dan Tahun Baru 2026 yang dirangkaikan dengan peresmian gedung rehabilitasi sekolah, Rabu (14/1/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum refleksi iman sekaligus wujud komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

Acara syukuran berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Ibadat dipimpin oleh Pastor Kuasai Santo Petrus Haukoto Paroki Santa Familia Sikumana Kupang, RD Yalo atau yang akrab disapa Romo Yalo.

Dalam ibadat tersebut, Romo Yalo memberkati seluruh ruang belajar yang telah direhabilitasi, termasuk ruang-ruang kelas dan rumah penjaga sekolah.

Kepala SDN Oeba 3, Reynaldo, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas rampungnya program rehabilitasi gedung sekolah.

Menurutnya, rehabilitasi ini merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

“Gedung sekolah yang layak merupakan fondasi penting dalam mendukung proses pembelajaran. Syukuran ini menjadi tanda terima kasih kami kepada Tuhan atas penyertaan-Nya sepanjang tahun yang lalu,” ujarnya.

Pengawas Pembina SDN Oeba 3 dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Johni Eduar Rihi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi langkah sekolah yang mampu memadukan nilai iman, kebersamaan, dan peningkatan mutu layanan pendidikan.

Menurut Johni, rehabilitasi gedung sekolah bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang dalam dunia pendidikan.

“Lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan layak akan sangat memengaruhi semangat belajar siswa serta kinerja guru. Ini adalah langkah positif yang patut dijaga dan dirawat bersama,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya rasa memiliki terhadap fasilitas sekolah. Seluruh warga sekolah, katanya, bertanggung jawab untuk menjaga dan memanfaatkan sarana yang ada secara optimal demi peningkatan mutu pendidikan di Kota Kupang.

Sementara itu, dalam refleksinya, Romo Yalo mengajak seluruh warga sekolah untuk menjadikan momentum Natal dan Tahun Baru sebagai ajakan memperbarui semangat pelayanan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam dunia pendidikan.

“Gedung boleh baru dan indah, tetapi yang paling penting adalah semangat cinta, disiplin, dan kepedulian yang terus tumbuh di dalamnya,” pesan Romo Yalo saat memberkati setiap ruangan sekolah.

Kegiatan syukuran ini dihadiri oleh guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, orang tua siswa, serta sejumlah undangan. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sebagai wujud kebersamaan keluarga besar SDN Oeba 3 Kota Kupang.

Dengan peresmian gedung rehabilitasi tersebut, SDN Oeba 3 diharapkan semakin siap memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas serta menjadi lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang karakter dan prestasi peserta didik. (goe)