Junaidin Mahasan Pertanyakan Realisasi Bantuan Rp200 Miliar untuk Korban Gempa Flores

Kupang, nwartapedia.com — Penyaluran bantuan bagi korban gempa Flores menjadi perhatian serius Anggota DPRD Fraksi PSI DPRD Provinsi NTT, Junaidin Mahasan.

Ia mendesak pemerintah daerah memastikan bantuan yang telah dialokasikan benar-benar segera diterima masyarakat terdampak.

Junaidin menyoroti bantuan senilai Rp200 miliar yang disebut telah disalurkan pemerintah pusat untuk penanganan dampak gempa Flores.

Dana tersebut dikabarkan dialokasikan sekitar Rp20 miliar untuk masing-masing kabupaten terdampak.

Namun, menurut Junaidin, kondisi di lapangan masih menunjukkan adanya warga yang membutuhkan bantuan dasar.

Ia mengaku masih menerima laporan dari masyarakat melalui telepon, WhatsApp dan pesan pribadi mengenai kebutuhan terpal, selimut, makanan, air minum serta kebutuhan mendesak lainnya.

“Ini keadaan darurat. Rakyat tidak bisa disuruh menunggu proses administrasi terlalu lama,” kata Junaidin kepada media ini pada Kamis (10/9/2026)

Karena itu, Ketua Fraksi PSI NTT tersebut meminta pemerintah tidak hanya menyampaikan bahwa bantuan telah tersedia atau disalurkan, tetapi juga menunjukkan data secara terbuka.

Junaidin meminta pemerintah menjelaskan secara rinci jumlah dana yang telah diterima setiap daerah, nilai yang sudah direalisasikan, jumlah bantuan yang telah diterima masyarakat serta peruntukan anggaran tersebut.

Selain anggaran, pemerintah juga diminta membuka data persediaan kebutuhan darurat, seperti terpal, tenda, selimut, makanan dan air minum.

“Wilayah mana yang sampai hari ini belum menerima bantuan juga harus dijelaskan,” tegasnya.

Menurut Junaidin, jika masih terdapat hambatan administrasi, proses pengadaan, verifikasi maupun pertanggungjawaban, pemerintah harus segera mencari solusi tanpa menghambat pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kecepatan karena masyarakat terdampak tidak dapat menunggu terlalu lama.

“Jangan sampai prosedur birokrasi lebih cepat mengurus dokumen daripada menyelamatkan kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

Sebagai Sekretaris Komisi II DPRD NTT, Junaidin menilai keberhasilan penanganan bencana tidak semata-mata dilihat dari besarnya anggaran yang telah diterima pemerintah.

Menurut dia, indikator terpenting adalah apakah masyarakat terdampak sudah mendapatkan perlindungan dan kebutuhan dasar secara layak.

“Dalam situasi bencana, ukuran keberhasilan pemerintah bukan berapa besar anggaran yang sudah masuk rekening pemerintah, tetapi berapa banyak rakyat yang sudah terlindungi, makan, minum dan tidur dengan layak,” katanya.

Junaidin menegaskan pemerintah harus memastikan setiap rupiah anggaran penanganan bencana bergerak cepat untuk menjawab kebutuhan masyarakat. **




Bobby Lianto Bawa KADIN NTT Peduli Pasien dan Anak Panti di Manggarai

Ruteng, nwartapedia.com — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana ditunjukkan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui aksi sosial di Kabupaten Manggarai, Rabu (9/9/2026).

Aksi tersebut dipimpin langsung Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto bersama jajaran KADIN setelah menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) KADIN Manggarai di Aula SpringHill Hotel Ruteng.

Dalam agenda pelantikan tersebut, Bony Romas kembali dipercaya memimpin KADIN Kabupaten Manggarai. Kegiatan itu dihadiri Pemerintah Kabupaten Manggarai yang diwakili Kepala DPMPTSP Robertus Syukur dan Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Paulus Peos.

Usai pelantikan, Bobby Lianto bersama rombongan langsung mendatangi Rumah Sakit Lapangan Manggarai di sekitar Bandara Frans Sales Lega.

Kunjungan ini menjadi perhatian tersendiri setelah rombongan melihat kondisi pasien yang menjalani perawatan di dalam tenda. Pasien harus menghadapi kondisi panas pada siang hari dan dingin pada malam hari.

Situasi tersebut juga dirasakan anak-anak yang sedang menjalani perawatan. Sejumlah keluarga bahkan harus mengipasi pasien secara manual untuk membantu mengurangi rasa panas.

Merespons kondisi tersebut, KADIN NTT memutuskan memberikan dukungan berupa empat unit AC standing untuk digunakan di ruang perawatan Rumah Sakit Lapangan Manggarai.

Bobby Lianto mengatakan, bantuan tersebut didukung salah satu perusahaan yang berada di Jakarta melalui KADIN NTT.

“Ada perusahaan di Jakarta yang siap mensupport lewat KADIN NTT,” ungkap Bobby.

Ia memastikan pihaknya akan berupaya mempercepat pengiriman bantuan tersebut ke Manggarai.

“Kami usahakan secepatnya dapat dikirim ke sini, semoga dapat membantu para pasien secepatnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Keperawatan dan Kebidanan RSUD Ruteng, Ns. Jenny, S.Kep, yang mewakili Direktur RSUD Ruteng, menyampaikan terima kasih atas kepedulian KADIN NTT dan KADIN Manggarai.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan dukungan serta membantu menjawab kebutuhan di Rumah Sakit Lapangan Manggarai.

Kepedulian KADIN NTT tidak berhenti di Rumah Sakit Lapangan. Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Panti Asuhan Waepeca.

Di lokasi tersebut, KADIN NTT dan KADIN Manggarai menyerahkan bantuan kebutuhan pokok berupa beras, susu, minyak goreng dan sejumlah bahan kebutuhan lainnya.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh pimpinan Panti Asuhan Waepeca, Pater Rafael.

Melalui rangkaian aksi tersebut, KADIN NTT menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya bergerak dalam bidang dunia usaha, tetapi juga mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di tengah kondisi sulit yang dihadapi warga Manggarai.




Lurah Kolhua Dorong Pembentukan Bank Sampah, Warga Mulai Pilah Sampah dari Rumah

Kupang, nwartapedia.com  —  Pemerintah Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, terus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pemilahan sampah dari rumah dan pembentukan unit bank sampah.

Lurah Kolhua, Yanti Marista Benu, S.Th, mengatakan program tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya penataan lingkungan di wilayah Kelurahan Kolhua.

Menurutnya, saat ini pelayanan pengangkutan sampah di Kelurahan Kolhua dilakukan oleh dua petugas menggunakan kendaraan roda tiga pengangkut sampah.

Sampah yang dikumpulkan dari warga kemudian dibawa ke tempat pembuangan sementara (TPS). Selanjutnya, sampah di TPS diangkut menggunakan kontainer dan armada dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang untuk dibawa ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

“Biasanya dalam waktu satu atau dua hari sampah sudah diangkut dan dibawa ke TPA,” ujar Yanti kepada media ini, Rabu (9/9/2026).

Ia menjelaskan, sebelum dirinya menjabat sebagai lurah, warga Kelurahan Kolhua telah memiliki kesepakatan terkait iuran sampah sebesar Rp15 ribu.

Selain pelayanan pengangkutan, Kelurahan Kolhua kini mulai memperkuat upaya pengurangan sampah melalui pembentukan unit bank sampah.

Yanti mengatakan, rencana pembentukan bank sampah tersebut telah dibahas dalam musyawarah kelurahan dan akan dilakukan melalui kolaborasi dengan Kelurahan Belo, mengingat salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di wilayah Kelurahan Belo.

“Kami sudah turun ke lokasi sebanyak dua kali. Pada kunjungan kedua, warga sudah melakukan pemilahan sampah dan siap untuk ditimbang,” jelasnya.

Pihak Kelurahan Kolhua juga telah berkoordinasi dengan Bank Sampah Induk Mutiara Timur untuk mendukung proses pemilahan dan pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.

Menurut Yanti, selama ini petugas di TPS juga telah melakukan pemilahan terhadap sampah yang masuk. Sampah yang masih memiliki nilai guna dipisahkan dan disimpan, sedangkan sampah yang tidak dapat dimanfaatkan kembali baru dibuang ke dalam kontainer.

“Ketika sampah datang, langsung dipilah dan yang masih bisa dimanfaatkan disimpan. Jadi yang masuk ke kontainer adalah sampah yang sudah tidak bisa digunakan lagi,” katanya.

Yanti menambahkan, terdapat dua lokasi yang akan menjadi bagian dari kolaborasi Kelurahan Kolhua dan Kelurahan Belo, yakni satu lokasi di Kelurahan Belo dan satu lokasi di wilayah Kelurahan Kolhua.

Kelurahan Kolhua juga telah menyampaikan rencana tersebut kepada RT/RW dan akan mengundang Bank Sampah Induk Mutiara Timur untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kami berharap tidak ada halangan sehingga program ini bisa berjalan. Warga yang sudah melakukan pemilahan juga sudah masuk dalam binaan Bank Sampah Induk Mutiara Timur di Maulafa,” ujarnya.

Program tersebut, lanjut Yanti, menjadi bagian dari 90 hari kerja Lurah Kolhua dalam mendorong penataan dan pengelolaan lingkungan.

Untuk fasilitas persampahan, Kelurahan Kolhua saat ini memiliki satu TPS. Selain itu, terdapat TPS di kawasan Perumahan Lopo Indah yang dilengkapi kontainer.

Yanti mengakui, lokasi tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh warga Kelurahan Kolhua, tetapi juga menjadi tempat pembuangan sampah dari wilayah kelurahan lain.

“Kalau sudah menumpuk, kami langsung menghubungi DLHK untuk datang mengangkut,” katanya.

Karena lokasi TPS tersebut berada di wilayah Kelurahan Belo, Yanti menegaskan pentingnya kolaborasi kedua kelurahan dalam menangani persoalan sampah.

Pihaknya juga telah meminta ruang untuk dimanfaatkan sebagai lokasi pemilahan sampah dan telah mendapatkan titik terang terkait lokasi tersebut.

Dengan pembentukan bank sampah dan pemilahan dari sumber, Kelurahan Kolhua berharap volume sampah yang dibuang ke kontainer dan dibawa ke TPA dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. (MI)




INTI Kembali Salurkan 200 Paket Sembako untuk Korban Gempa Flores di Nagekeo

Nagekeo, nwartapedia.com — Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak gempa Flores. Sebanyak 200 paket sembako disalurkan kepada warga di Kabupaten Nagekeo, Minggu (30/8/2026).

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian INTI terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa. Penyaluran dikoordinasikan oleh Pengurus Cabang INTI Kabupaten Ende dan menyasar dua wilayah kecamatan.

Lokasi pertama berada di Kecamatan Nangaroro, tepatnya di tiga dusun yang berada di Desa Degalea.

Di wilayah tersebut, sebanyak 100 paket sembako disalurkan dengan nilai keseluruhan mencapai Rp15 juta. 

Paket bantuan terdiri dari beras, gula, mi instan dan minyak goreng.

Bantuan diterima oleh Kepala Desa Degalea, Adrianus Pati. Tim penyaluran di Kecamatan Nangaroro dipimpin oleh Ketua INTI Kabupaten Ende, Robby Tjieputra.

Selanjutnya, bantuan juga disalurkan di Kecamatan Mauponggo, tepatnya di Desa Ua, Kabupaten Nagekeo.

Sebanyak 100 paket sembako kembali diberikan kepada warga dengan total nilai bantuan sebesar Rp15 juta. Isi paket berupa beras, gula, mi instan dan minyak goreng.

Bantuan tersebut diterima oleh Kepala Desa Ua, Benyamin Meo. Tim yang bertugas di wilayah Mauponggo dipimpin oleh dr. Robiyanto Wahyudi dan Bruder Kristianus Riberu.

Kepala desa Ua, Benyamin Meo menyampaikan terimakasih kepada Perhimpunan Indonesia Tionghoa INTI yang berkenan datang dari jauh membantu warga desanya yang sedang terbeban berat akibat gempa 15 Agustus dan yang masih terus berulang.

“Hampir setiap hari kami alami gempa susulan yang membuat kami selalu siaga ketika tidur malam. Untuk itu mewakili warga, saya mengucapkan limpah terima kasih kepada INTI Ende sebagai perpanjangan tangan INTI seluruh Indonesia, datang dari jauh dalam ketulusan hati membantu kami disini.” ujanya.

dr.Robby mewakili team lapangan INTI selanjutnya menyampaikan Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus meringankan beban masyarakat yang masih berada dalam proses pemulihan pascabencana.

INTI menegaskan kepedulian terhadap korban bencana merupakan bagian dari semangat solidaritas dan gotong royong untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah Flores yang terdampak gempa. (MI)




Bobby Lianto Lantik Pengurus KADIN Manggarai Timur, Maximilian Firman Demorin Kembali Memimpin

Borong, nwartapedia.com — Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, melantik Dewan Pengurus KADIN Kabupaten Manggarai Timur untuk periode 2026–2031.

Dalam pelantikan tersebut, Maximilian Firman Demorin kembali dipercaya memimpin KADIN Manggarai Timur untuk periode kedua.

Pelantikan berlangsung di Aula Rumah Jabatan Bupati Manggarai Timur, Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 19.00 WITA dan disaksikan langsung oleh Bupati Manggarai Timur Andreas Agas bersama jajaran pemerintah daerah.

Bobby Lianto hadir bersama sejumlah pengurus KADIN NTT. Turut hadir Wakil Ketua Umum KADIN NTT Bidang Ekonomi Christopher Samara dan Dewan Pakar KADIN NTT Stefanus Tani Temu.

Hadir pula Ketua KADIN Kabupaten Ende Haji Herry Jufry dan Ketua KADIN Kabupaten Nagekeo Sambu Aurelius.

Dalam sambutannya, Bobby Lianto memberikan ucapan selamat kepada Maximilian Firman Demorin dan jajaran pengurus KADIN Manggarai Timur yang kembali dipercaya menjalankan amanah organisasi.

Bobby juga memberikan apresiasi atas respons cepat KADIN Manggarai Timur dalam membantu masyarakat setelah bencana gempa melanda wilayah Flores.

Menurut Bobby, pada hari kedua setelah gempa, KADIN Manggarai Timur telah turun langsung ke lapangan untuk memberikan bantuan sosial berupa sembako serta melibatkan tenaga ahli kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.

Bobby menegaskan, KADIN Indonesia melalui KADIN NTT bersama KADIN daerah se-Flores terus mengambil bagian dalam penanganan dampak gempa.

Sejumlah bantuan telah disalurkan kepada masyarakat, mulai dari beras dan bahan kebutuhan pokok lainnya, terpal, selimut hingga material bangunan.

Gerakan kemanusiaan tersebut tidak hanya dilakukan oleh KADIN, tetapi juga melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Di antaranya Yayasan Peduli Flores, Persekutuan Doa Zurich, TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Laut serta Washeng Travel & Cargo.

Bobby mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen dunia usaha untuk hadir membantu masyarakat Flores yang terdampak bencana.

Usai prosesi pelantikan, kegiatan langsung dilanjutkan dengan penyerahan bantuan di Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores Kabupaten Manggarai Timur.

Penyerahan bantuan tersebut menjadi simbol bahwa pelantikan kepengurusan KADIN Manggarai Timur tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian dunia usaha terhadap masyarakat.

Sementara itu, Bupati Manggarai Timur Andreas Agas menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada dunia usaha yang telah ikut membantu pemerintah dalam menangani dampak serta pemulihan pascagempa.

Menurutnya, dukungan dunia usaha sangat berarti dalam memperkuat upaya pemerintah membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Andreas juga mengapresiasi sinergi yang dibangun KADIN Indonesia melalui KADIN NTT bersama berbagai asosiasi dunia usaha, termasuk Apindo NTT dan REI NTT, dalam mendukung penanganan bencana di Flores.

Dengan kembali dipercayanya Maximilian Firman Demorin memimpin KADIN Manggarai Timur, organisasi dunia usaha tersebut diharapkan semakin aktif mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat kontribusi sosial bagi masyarakat.

Pelantikan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara KADIN, pemerintah daerah dan berbagai elemen dunia usaha dalam menghadapi tantangan ekonomi maupun kondisi kebencanaan di Manggarai Timur dan wilayah Flores secara lebih luas. **




Dari Taman Nostalgia Kupang, PSI NTT Kirim Doa dan Dukungan untuk Korban Bencana Flores

Kupang, nwartapedia.com  — Kepedulian terhadap warga yang masih menghadapi dampak bencana di Flores ditunjukkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui doa bersama dan aksi solidaritas.

Kegiatan yang berlangsung di Taman Nostalgia, Kota Kupang, Selasa (8/9/2026) malam, menjadi ruang bagi jajaran PSI NTT untuk menyampaikan dukungan moril kepada masyarakat yang terdampak gempa dan erupsi.

Suasana kegiatan diawali dengan penyalaan lilin. Setelah itu, peserta mengikuti doa lintas agama untuk keselamatan masyarakat serta berharap kondisi di wilayah terdampak segera kembali normal.

Sekretaris DPW PSI NTT sekaligus Ketua Fraksi PSI DPRD Provinsi NTT, Junaidin Mahasan, mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian PSI terhadap masyarakat Flores yang hingga kini masih merasakan dampak bencana.

Ia mengatakan, seluruh jajaran PSI NTT, mulai dari DPW hingga pengurus di tingkat daerah dan ranting, ikut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.

“Kami berkumpul malam ini untuk mendoakan saudara-saudara kita yang terkena bencana. Semoga mereka yang berada di pengungsian diberikan kekuatan dan bencana yang terjadi segera berakhir,” kata Junaidin.

Junaidin menjelaskan, kepedulian PSI tidak hanya dilakukan melalui doa. Sejak bencana terjadi pada 15 Agustus 2026, pengurus PSI NTT telah turun langsung ke sejumlah wilayah terdampak.

Menurutnya, pengurus DPW mulai bergerak pada 16 Agustus, kemudian pada 17 Agustus mendapat dukungan dari jajaran DPP PSI.

Tim kemudian melakukan kegiatan kemanusiaan di sejumlah wilayah, termasuk Labuan Bajo, Manggarai Barat hingga Maumere.

Selain masyarakat terdampak, PSI juga memberikan perhatian kepada mahasiswa asal daerah bencana yang saat ini berada di Kota Kupang.

“Kami juga memberikan bantuan kepada mahasiswa yang daerah asalnya ikut terdampak. Kami memahami bahwa kondisi orang tua mereka mungkin belum memungkinkan untuk mengirim biaya hidup seperti biasanya,” jelasnya.

Junaidin memastikan pendataan terhadap mahasiswa terdampak masih akan dilakukan sehingga bantuan dapat diberikan sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Pengurus DPW PSI NTT, Martha Kolo, mengatakan doa bersama tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus dukungan psikologis bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

Menurut Martha, masyarakat terdampak bencana membutuhkan perhatian dari berbagai pihak, bukan hanya dalam bentuk bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga dukungan moral.

“Ketika saudara-saudara kita sedang mengalami musibah, yang paling penting adalah mereka tahu bahwa masih banyak orang yang peduli dan berdiri bersama mereka,” ujar Martha.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat Kota Kupang memperkuat rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.

Martha menambahkan PSI NTT akan terus berupaya mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan sesuai kemampuan organisasi.

“Bencana adalah persoalan kemanusiaan. Karena itu, kepedulian juga harus menjadi tanggung jawab bersama. Kami berharap semangat solidaritas ini terus hidup dan tidak berhenti setelah kegiatan malam ini,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki, sejumlah anggota DPRD Provinsi NTT dan DPRD Kota Kupang, serta jajaran pengurus PSI NTT, PSI Kabupaten Kupang dan PSI Kota Kupang. (MI)




Undana Perluas Peluang Studi Global, Beasiswa Mesir hingga Irak Dibuka

Kupang, nwartapedia.com — Universitas Nusa Cendana (Undana) membuka akses informasi sejumlah beasiswa internasional bagi sivitas akademika dan masyarakat umum yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Peluang pendidikan tersebut berasal dari tiga negara, yakni Mesir, Belgia dan Irak, dengan pilihan program mulai dari kursus bahasa hingga jenjang Sarjana (S1) dan Master (S2).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Undana memperluas peluang studi global sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan jejaring akademik internasional.

Beasiswa Mesir

Salah satu peluang yang tersedia adalah EGYAID Scholarships untuk studi di berbagai universitas di Mesir di luar Al-Azhar.

Program tersebut juga menyediakan kelas bahasa Arab di Pusat Kebudayaan Mesir bagi penutur non-Arab. Calon peserta perlu menyiapkan CV dan surat rekomendasi sesuai ketentuan program.

Informasi dan pendaftaran dapat dilakukan melalui situs resmi Study in Egypt:

https://admission.study-in-egypt.gov.eg/

Beasiswa ARES Belgia

Peluang berikutnya berasal dari ARES Belgia, yang menyediakan beasiswa untuk program pendidikan dan pelatihan internasional. Laman resmi ARES saat ini mencantumkan pembukaan beasiswa untuk tahun akademik 2027–2028 dengan batas pendaftaran 18 September 2026 pukul 12.00 waktu Belgia.

Informasi lengkap persyaratan dan proses pendaftaran dapat diakses melalui:

ARES – International Training Scholarships

Beasiswa Study in Iraq

Sementara itu, program Study in Iraq menawarkan berbagai beasiswa bagi mahasiswa internasional pada sejumlah perguruan tinggi di Irak.

Program tersebut mencakup beasiswa penuh maupun sebagian untuk berbagai jenjang pendidikan.

Calon peserta dapat melihat universitas, program studi, persyaratan dan proses pendaftaran melalui situs resmi:

Study in Iraq – Portal Resmi

Undana berharap penyebaran informasi beasiswa tersebut dapat membantu sivitas akademika memperoleh akses pendidikan internasional yang lebih luas.

Kesempatan kuliah di luar negeri tidak hanya membuka ruang peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga memberikan pengalaman lintas budaya serta peluang membangun jejaring pendidikan dan riset di tingkat internasional. *




CX126 BPJS Kesehatan Jadi Strategi Tingkatkan Pengalaman Peserta JKN di Seluruh Indonesia

Surabaya, nwartapedia.com  –  BPJS Kesehatan terus melakukan pembenahan untuk memastikan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mendapatkan pengalaman pelayanan yang semakin baik. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui program Customer eXcellence 126 (CX126).

Program CX126 diterapkan untuk melihat kualitas implementasi pelayanan di 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan. Selain melakukan penilaian, program ini juga diarahkan untuk menemukan pola pelayanan terbaik yang bisa diterapkan di kantor cabang lainnya.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujo Waskito, mengatakan perubahan kebutuhan dan harapan masyarakat membuat kualitas pengalaman peserta menjadi perhatian penting bagi BPJS Kesehatan.

Menurut Pujo, pelayanan publik saat ini tidak cukup hanya menyediakan akses. Peserta juga membutuhkan informasi yang jelas, proses yang aman serta solusi yang pasti ketika menghadapi persoalan.

“Peserta tidak hanya membutuhkan layanan yang dapat diakses, tetapi juga kepastian informasi dan kualitas pelayanan yang konsisten,” ujar Pujo, Jumat (4/9/2026).

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, BPJS Kesehatan terus memperkuat pelayanan melalui berbagai kanal, baik layanan tatap muka di kantor cabang maupun kanal digital seperti Mobile JKN, PANDAWA dan Care Center 165.

Melalui CX126, pelayanan diarahkan pada empat prinsip utama, yaitu mudah, cepat, setara dan solutif.

Pujo menjelaskan, program ini bukan sekadar kompetisi untuk menentukan kantor cabang terbaik. Lebih dari itu, CX126 menjadi sarana untuk mempelajari faktor yang membuat sebuah layanan berhasil dan kemudian membagikan praktik tersebut kepada kantor cabang lainnya.

Dengan cara tersebut, kualitas pelayanan diharapkan tidak hanya unggul di satu daerah, tetapi dapat dirasakan peserta JKN secara lebih merata.

Penilaian CX126 mencakup delapan aspek, yakni pengalaman peserta, kinerja operasional, kematangan digital, tata kelola, manajemen risiko, keterlibatan pemangku kepentingan, kualitas sumber daya manusia dan budaya organisasi.

Voice of Customer juga menjadi bagian dari penilaian agar suara dan pengalaman peserta benar-benar menjadi dasar dalam melihat kualitas pelayanan.

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, menilai kualitas pelayanan merupakan bagian penting dari keberhasilan Program JKN karena langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Ia mengatakan kemudahan akses, informasi yang jelas, keamanan proses serta kepastian penyelesaian masalah menjadi hal yang menentukan tingkat kepercayaan peserta.

Stevanus menegaskan, hasil CX126 harus menjadi bahan evaluasi untuk menghasilkan perbaikan pelayanan secara berkelanjutan, bukan hanya sekadar penghargaan bagi kantor cabang dengan nilai terbaik.

Sementara itu, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, mengatakan kualitas pelayanan tidak ditentukan oleh ukuran kantor cabang maupun lokasi pelayanan.

Menurutnya, pelayanan unggul dapat tercipta apabila kepemimpinan, proses kerja, teknologi, sumber daya manusia dan budaya organisasi memiliki arah yang sama.

Melalui CX126, BPJS Kesehatan menargetkan terbentuknya standar pelayanan yang semakin konsisten di seluruh kantor cabang. Dengan demikian, peserta JKN di berbagai daerah dapat merasakan pelayanan yang semakin mudah, cepat, setara dan solutif. *




Road Map dan Satgas Sampah Berhasil Tekan Penumpukan dari Produksi 241,4 Ton per Hari

Kupang, nwartapedia.com  – Produksi sampah di Kota Kupang terus mengalami peningkatan hingga mencapai 241,4 ton per hari pada 2026. Meski demikian, penumpukan sampah di wilayah kota dinilai dapat ditekan melalui berbagai kebijakan yang telah diterapkan Wali Kota Kupang.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 (PSLB3) DLHK Kota Kupang, Meksy Pingak, mengatakan salah satu langkah penting yang dilakukan Pemerintah Kota Kupang adalah menetapkan Road Map Pengelolaan Sampah sebagai arah penanganan sampah di daerah. 

Selain Road Map, Wali Kota Kupang juga telah membentuk Satgas Pengelolaan Sampah mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga kota.

Satgas tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan dan pengawasan pengelolaan sampah di lapangan.

Meksy mengatakan, peningkatan produksi sampah memang terjadi setiap tahun. Pada 2024, timbulan sampah tercatat 233,3 ton per hari, kemudian meningkat menjadi 237,4 ton per hari pada 2025, dan mencapai 241,4 ton per hari pada 2026.

Namun, peningkatan produksi tersebut tidak sepenuhnya berdampak pada penumpukan sampah karena sistem pengelolaan dan pengangkutan terus dibenahi.

“Adanya Satgas Sampah yang dicanangkan oleh Wali Kota Kupang menjadi kunci utama mengapa armada kebersihan tetap mampu melayani masyarakat dengan maksimal dan mengangkut sampah tepat waktu, meskipun volume produksi sampah di kota terus meningkat,” ujar Meksy kepada media ini, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, kerja Satgas bersama petugas kebersihan membuat sistem pengangkutan sampah di Kota Kupang menjadi lebih teratur dan disiplin.

Pemkot Kupang juga melakukan pengaturan kembali shift pengangkutan untuk menyesuaikan pelayanan dengan volume sampah yang dihasilkan masyarakat.

Di sisi lain, pengurangan penumpukan sampah turut didukung semakin meningkatnya kegiatan pendauran ulang. Upaya tersebut melibatkan Bank Sampah Induk Mutiara Timor, TPST/TPS 3R serta para pengepul.

Pemerintah Kota Kupang juga telah membangun dua TPST/TPS 3R, masing-masing di Kecamatan Oebobo dan Kecamatan Kota Lama.

Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah melalui pemilahan dan pengolahan sejak dari sumber.

Meksy menegaskan, kebijakan pemerintah perlu diikuti kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah.

DLHK mengimbau warga, pelaku usaha, pegawai, sekolah hingga perguruan tinggi menerapkan prinsip reduce atau mengurangi sampah sejak dari sumber.

“Langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai, membawa tumbler dan menyediakan dispenser di kantor maupun tempat usaha dinilai dapat membantu menekan jumlah sampah yang dihasilkan,”tambahnya.

Dengan Road Map Pengelolaan Sampah yang ditetapkan Wali Kota Kupang, pembentukan Satgas di berbagai tingkatan, penataan shift pengangkutan, peningkatan daur ulang dan pembangunan TPST/TPS 3R, pemerintah berupaya menjaga pelayanan kebersihan tetap maksimal meskipun produksi sampah telah mencapai 241,4 ton per hari. (MI)




Sekda Kupang Jeffry Pelt: Festival Budaya LLBK Jadi Ruang Rawat Keberagaman

Kupang, nwartapedia.com  – Semangat keberagaman kembali terasa di kawasan Pantai Kopan, Kelurahan Lai-Lai Bisi Kopan (LLBK), Kota Kupang. Melalui Festival Pecinan Event Budaya Multietnis, masyarakat diajak menjadikan budaya sebagai kekuatan untuk mempererat kebersamaan.

Festival bertema “Merajut Budaya dalam Harmoni” itu resmi dibuka Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Edward Pelt, S.H., Jumat (4/9/2026).

Selama dua hari, Pantai Kopan dipenuhi berbagai pertunjukan seni, tradisi dan kreativitas masyarakat. Festival ini sekaligus menjadi upaya menghidupkan kembali kawasan Kota Tua sebagai ruang budaya dan interaksi masyarakat.

Jeffry mengatakan keberagaman etnis yang ada di Kota Kupang merupakan kekuatan yang harus terus dirawat.

Perbedaan, menurutnya, bukan alasan untuk terpisah, tetapi dapat menjadi kekuatan ketika dibangun dalam semangat saling menghargai.

“Kita merawat perbedaan agar tetap bisa hidup berdampingan dalam harmoni,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar kawasan Kota Tua tidak hanya menjadi ruang bersejarah, tetapi dikembangkan sebagai kawasan yang menggabungkan budaya, pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurut Jeffry, keterlibatan masyarakat menjadi penting agar pengembangan kawasan tersebut turut memberikan manfaat bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Ketua Panitia Festival, Antoni Niti Susanto, mengatakan LLBK memiliki nilai sejarah dalam perjalanan Kota Kupang. Kawasan tersebut menjadi bagian dari perjumpaan berbagai komunitas dan budaya, termasuk masyarakat Helong, Portugis, Belanda, Tionghoa dan Arab.

“Festival ini diharapkan menjadi ruang untuk melestarikan budaya lokal sekaligus menarik wisatawan dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Antoni.

Festival juga diwarnai aksi kepedulian terhadap korban gempa Flores. Panitia dan para tamu undangan menggelar hening cipta sebagai bentuk simpati kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Kepedulian tersebut menjadi bagian dari pesan festival bahwa kegembiraan dalam merayakan budaya tetap harus berjalan bersama solidaritas kemanusiaan.

Beragam kegiatan turut memeriahkan festival, mulai dari karnaval budaya multietnis, Natoni, Barongsai, tari tradisional, stand-up comedy, konser musik, fashion show anak-anak, pentas seni, pembacaan puisi hingga tari Tobe bersama.

Festival Pecinan LLBK diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi ruang yang memperkuat identitas budaya, memperkenalkan sejarah Kota Tua serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Kota Kupang. *