Ketua Alsemat Apresiasi Konser Berkmawan Simponi: Momentum Kebanggaan dan Dukungan bagi Seminari Tertua di NTT

Kupang, nwartapedia.com — Ketua Alumni Seminari Mataloko (Alsemat) Regio Timor, Isidorus Lilijawa, menyampaikan apresiasi tinggi atas suksesnya konser seni yang diselenggarakan oleh para siswa Seminari Mataloko. Kepada media ini pada Minggu (1/2/2026),

Isidorus mengungkapkan kekagumannya terhadap penampilan para seminaris yang dinilainya luar biasa dan spektakuler, terutama karena konser tersebut merupakan konser perdana yang dipersiapkan secara matang.

Ia menuturkan bahwa antusiasme penonton terlihat sangat tinggi, dengan ribuan orang memadati lokasi sejak pukul 17.00 Wita hingga acara berakhir sekitar pukul 22.00 Wita.

“Ini sungguh memuaskan penonton dan menjadi kebanggaan kita semua,” ujarnya.

Menurut Isidorus, konser ini mencerminkan perkembangan positif Seminari Mataloko yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan jati diri sebagai lembaga pendidikan dan pembinaan calon imam.

Ia menilai berbagai pembaruan yang dilakukan seminari menjadi bagian penting dalam menunjang proses pembelajaran dan pembinaan para siswa.

Kehadiran Gubernur Nusa Tenggara Timur yang membuka secara langsung konser Berkhmawan Simphoni juga dinilai sebagai bentuk nyata kemitraan antara pemerintah dan lembaga pendidikan gerejawi.

“Ini bukti bahwa pemerintah mendukung eksistensi Seminari Mataloko sebagai seminari tertua di NTT, yang telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang dan turut berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional,” katanya.

Lebih lanjut, Isidorus berharap momentum konser ini semakin menguatkan kepercayaan masyarakat dan para orang tua untuk mempercayakan pendidikan putra-putra mereka di Seminari Mataloko.

Menurutnya, seminari bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembinaan karakter dan penyemaian benih-benih panggilan, baik untuk menjadi imam maupun awam yang berkualitas dan berintegritas.

“Ini momentum yang luar biasa. Kita patut berbangga dan sebagai alumni, kami sangat mendukung keberlanjutan dan kemajuan Seminari Mataloko,” pungkasnya. (MI)




Konser Berkhmawan Simponi Tuai Apresiasi, Lebih dari 3.000 Penonton Padati Auditorium Undana

Kupang, nwartapedia.com — Konser Berkmawan Simphoni bertema “Misteri di Balik Jubah Putih” yang digelar oleh Seminari Menengah Santo Yohanes Berchmans Todabelu Mataloko di Auditorium Universitas Nusa Cendana (Undana), Sabtu (31/1/2026), menuai apresiasi luas dari masyarakat dan dinilai berlangsung sangat sukses.

Ketua Panitia Konser, sekaligus Ketua Perhimpunan Orang Tua Siswa Seminari Mataloko Regio Timur dan  juga Anggota DPRD Kota Kupang, Maria Rosalinda Uta Teku kepada media ini pada Minggu (1/2/2026) menyampaikan bahwa hampir seluruh penonton mengaku sangat puas dan menilai penampilan para seminaris sebagai pertunjukan yang luar biasa dan berkualitas.

Ia mengungkapkan, kesuksesan tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi panitia, terutama karena kekhawatiran akan sepinya penonton di gedung berkapasitas besar tidak terbukti.

“Puji Tuhan, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Tiket yang terjual mencapai lebih dari 3.000 lembar. Dari target awal 3.500 tiket, panitia bahkan harus mencetak tambahan 750 tiket karena permintaan yang tinggi,” jelasnya.

Rosalinda menambahkan, keberhasilan konser ini juga didukung oleh kolaborasi lintas sekolah, di antaranya SMA Giovanni, St. Arnoldus Janssen, dan Seminari St. Rafael Oepoi, yang bersama-sama menampilkan paduan suara, teater, band, serta marching band dalam empat babak pentas.

Menariknya, penonton tetap bertahan di dalam auditorium sejak acara dimulai pukul 19.30 Wita hingga berakhir sekitar pukul 22.00 Wita.

Selain pertunjukan seni, panitia juga menggelar lelang lukisan karya seminari Mataloko yang mendapat dukungan besar dari Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.

Gubernur NTT yang hadir langsung pada konser tersebut membeli seluruh 15 lukisan besar yang tersisa sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pendidikan dan pembinaan para seminaris.

Ia menegaskan bahwa suksesnya kegiatan ini tidak terlepas dari kerja keras dan kekompakan Perhimpunan Orang Tua Seminari Mataloko Regio Timur yang beranggotakan sekitar 60 orang dari berbagai daerah seperti Sabu, Atambua, Sumba dan Kefamenanu.

Sementara itu, Kepala Sekolah Seminari Menengah Santo Yohanes Berkhmans Todabelu Mataloko, RD Tinyo Sera, mengatakan bahwa konser ini merupakan bagian dari proses pembelajaran dan pembinaan karakter para seminaris, mulai dari tingkat SMP hingga SMA.

Menurutnya, kegiatan seni seperti konser menjadi wadah bagi para siswa untuk belajar bekerja sama, mengembangkan talenta, serta membangun kepekaan sosial dan semangat misioner.

Ia menilai kegiatan tersebut berjalan sangat baik, produktif, dan mendapat perhatian besar dari orang tua, alumni, serta masyarakat luas.

RD Tinyo Sera berharap sinergi antara seminari, orang tua, dan alumni dapat terus terjalin, sehingga panggilan imamat semakin dikenal luas dan mampu menyentuh umat di berbagai tempat.

Ke depan, pihak seminari juga berencana untuk terus mengembangkan konsep serupa, karena kegiatan seperti ini merupakan agenda rutin dan bagian penting dari pembelajaran integral di Seminari Mataloko. (MI)




Alumni Seminari Mataloko Kupang Resmi Dikukuhkan, Perkuat Persatuan Menuju Satu Abad Mataloko

Kupang, nwartapedia.com — Alumni Seminari Mataloko (Alsemat) Kupang secara resmi dikukuhkan dalam kegiatan pengukuhan pengurus dan temu alumni yang berlangsung di Aula Gereja St. Petrus Rasul TDM, Minggu (1/2/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Bersatu, Bersaudara, dan Berkontribusi bagi Gereja dan Bangsa.”

Ketua Alsemat Regio Timor terpilih, Isidorus Lilijawa, kepada media menyampaikan bahwa pengukuhan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan para alumni Seminari Mataloko yang selama ini tersebar dan belum terhimpun secara formal di Kota Kupang.

“Selama ini sebenarnya banyak alumni Seminari Mataloko di Kupang, namun belum terwadahi dalam satu perhimpunan yang lebih formal. Setelah melalui proses, hari ini kita secara resmi mengukuhkan pengurus sekaligus menggelar temu alumni,” ujar Isidorus.

Ia menjelaskan, kehadiran para pembina dari Seminari St. Yohanes Berkhmans serta para pastor menjadi bukti dukungan penuh terhadap terbentuknya Alsemat Kupang.

Isidorus menegaskan, dirinya dipercaya memimpin alumni bukan sekadar jabatan, melainkan amanah untuk memperkuat kebersamaan dan solidaritas alumni.

“Kami berharap ini menjadi momentum untuk kembali bersatu dan memperkuat semangat kebersamaan sebagai alumni Seminari Mataloko, agar ke depan dapat melakukan berbagai aksi nyata dalam menyongsong satu abad Seminari Mataloko,” jelasnya.

Lebih lanjut, Isidorus menegaskan bahwa Alsemat Kupang tidak berjalan sendiri. Pihaknya berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan Perhimpunan Orang Tua Siswa Seminari asal Timor, yang diketuai oleh Maria Rosalinda Uta Teku.

Kolaborasi tersebut telah terwujud melalui suksesnya kegiatan pentas seni bertajuk Mataloko Symphony yang digelar sehari sebelumnya di Aula Auditorium Undana.

“Kegiatan semalam adalah bentuk nyata kolaborasi antara panitia alumni dan orang tua siswa. Ini menjadi awal yang baik agar ke depan kita terus berjalan bersama dalam merancang agenda-agenda menuju 100 tahun Seminari Mataloko,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Alsemat Regio Timor, Kunibertus Ganti Gai, menilai seluruh rangkaian kegiatan sebagai narasi kuat tentang proses pendidikan calon imam yang selama ini jarang disadari umat.

“Melalui pentas seni semalam, umat diajak tidak hanya melihat hasil akhir berupa imam, tetapi juga memahami proses panjang yang dijalani para seminaris—suka, duka, kebersamaan, tawa, air mata, dan dinamika hidup selama berada di lembaga pendidikan,” ungkap Kunibertus.

Menurutnya, keterlibatan umat dalam proses pendidikan calon imam merupakan hal penting yang perlu terus ditumbuhkan. Ia juga menegaskan bahwa temu alumni ini merupakan langkah awal untuk menghimpun kekuatan alumni secara lebih terarah.

“Status sebagai alumni tidak pernah pensiun. Selama hayat masih dikandung badan, kita tetap alumni. Karena itu, kebersamaan hari ini adalah upaya menyatukan langkah dan pikiran untuk memikirkan apa yang bisa kita kontribusikan bagi almamater, rumah besar yang telah membesarkan dan mendidik kita,” tegasnya.

Kunibertus yang telah menjadi alumni Seminari Mataloko selama lebih dari 40 tahun itu berharap, Alsemat Kupang ke depan tetap solid dan kompak dalam memberikan gagasan, dukungan moral, maupun kontribusi nyata bagi pengembangan Seminari Mataloko serta Gereja dan bangsa.

Kegiatan pengukuhan dan temu alumni ini berlangsung penuh kekeluargaan dan menjadi tonggak awal penguatan peran alumni Seminari Mataloko di Kota Kupang menuju perayaan satu abad lembaga pendidikan tersebut.

Pengurus secara resmi dikukuhkan oleh Wakil Praeses Seminari St. Yohanes Berchmans Todabelu Mataloko, RD Tinyo Sera. Penandatanganan berita acara pengukuhan dilakukan oleh Penasehat RP Edu Dosi, SVD, Pembina Kunibertus Ganti Gai, Ketua Alsemat Regio Timor Isidorus Lilijawa, serta disaksikan oleh Ketua POT Regio Timor, Linda Uta Teku.

Dalam kepengurusan yang dikukuhkan, Isidorus Lilijawa dipercaya sebagai Ketua dan Ardian Aman sebagai Sekretaris.

Kegiatan ini turut dihadiri para imam dari Seminari Mataloko, yakni RD John dan RD Armand, sebagai wujud dukungan terhadap peran alumni dalam mempererat persaudaraan serta memberi kontribusi nyata bagi Gereja dan bangsa. (MI)




Srikandi Christian Serena Dukung Donor Darah PWI NTT, Dorong Kepedulian Kemanusiaan

Kupang, nwartapedia.com — Ketua Srikandi Christian Serena, Petronela Riberu, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan donor darah yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung di Kantor PWI Kupang, Sabtu (31/1/2026).

Petronela menegaskan, partisipasi Srikandi Christian Serena dalam kegiatan donor darah merupakan bentuk nyata kepedulian sosial dan kemanusiaan, sekaligus upaya membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTT.

“Donor darah ini sangat penting untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di PMI Provinsi. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah sebagai aksi kemanusiaan,” ujar Petronela.

 

Ia menjelaskan, kegiatan donor darah juga bertujuan mengajak berbagai komunitas dan relawan untuk lebih peduli terhadap sesama, serta mendorong agar donor darah tidak hanya dilakukan secara insidental, tetapi dapat menjadi kegiatan rutin dan berkelanjutan.

“Harapan kami, donor darah bisa menjadi kebiasaan baik yang terus dilakukan, bukan hanya saat ada kegiatan tertentu saja,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Srikandi Christian Serena, Jein Lakimodu, menyampaikan harapan agar kegiatan donor darah yang difasilitasi PMI Provinsi NTT dapat memberikan dampak jangka panjang bagi ketersediaan darah di daerah.
Menurut Jein, melalui kegiatan donor darah seperti ini diharapkan stok darah PMI selalu tersedia dan mencukupi, serta terjadi peningkatan jumlah pendonor darah sukarela di Nusa Tenggara Timur.

“Selain membantu sesama, kegiatan ini juga membangun budaya tolong-menolong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Kami berharap kegiatan donor darah dapat terus berlanjut di masa mendatang,” ungkap Jein.

Kegiatan donor darah yang digelar PWI NTT ini menjadi bagian dari komitmen bersama berbagai elemen masyarakat dalam mendukung aksi-aksi kemanusiaan serta memperkuat solidaritas sosial di Kota Kupang dan sekitarnya. (MI)




Srikandi CS Kota Kupang Dukung Aksi Bersih Pantai PWI NTT Sambut HPN ke-80

Kupang, nwartapedia.com — Ketua Srikandi CS Kota Kupang, Petronela Riberu, menyampaikan apresiasi atas aksi bersih pantai yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional (HPN) ke-80. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pantai Warna Oesapa, Jumat (30/1/2026).

Petronela menilai, aksi Jumat Bersih yang melibatkan insan pers ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan sekaligus menjadi sarana edukasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan kawasan pesisir.

“Pantai adalah wajah kota. Ketika pantai bersih, maka citra Kota Kupang juga ikut terangkat. Apa yang dilakukan PWI NTT ini sangat positif dan patut mendapat dukungan dari semua pihak,” ujar Petronela.

 

Ia berharap kegiatan Jumat Bersih tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Menurutnya, keberlanjutan program akan memberikan dampak yang lebih signifikan bagi lingkungan dan kesadaran masyarakat.

Selain itu, Petronela mendorong agar ke depan semakin banyak kolaborasi lintas komunitas, mulai dari organisasi perempuan, pemuda, komunitas peduli lingkungan, hingga pelaku usaha, sehingga gerakan menjaga kebersihan lingkungan dapat meluas dan mengakar.

“Lingkungan bersih harus menjadi budaya hidup masyarakat, bukan sekadar kegiatan sesaat. Jika semua pihak terlibat, dampaknya akan jauh lebih besar dan berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Petronela menyebut aksi bersih pantai tersebut memberikan berbagai dampak positif, di antaranya lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat, tumbuhnya rasa memiliki terhadap lingkungan, serta meningkatnya kesadaran bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.

“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Dari kegiatan sederhana seperti ini, kesadaran kolektif bisa tumbuh. Kebersihan bukan hanya tugas satu kelompok, tetapi tanggung jawab kita semua,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya wilayah pesisir Kota Kupang yang memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pariwisata.

Aksi bersih pantai yang digelar PWI NTT ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk terus bergerak bersama menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (MI)




Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Program “Bergetar”, Dorong Gerakan Tanam Air untuk Jaga Sumber Air Tanah

Kupang, nwartapedia.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang resmi meluncurkan Program Perumda Bergetar (Bergerak Tanam Air) sebagai langkah nyata menjaga kelestarian sumber air tanah, Jumat (30/1/2026).

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menjelaskan bahwa program Bergetar merupakan konsep konservasi air yang sederhana namun berdampak besar, khususnya dalam mengelola air hujan agar tidak terbuang sia-sia.

“Ini konsep sederhana tentang bagaimana kita melakukan konservasi air secara mudah dan bisa dilakukan siapa saja,” ujar Isidorus yang akrab disapa Iso.

Ia mengungkapkan, sebelum program ini diluncurkan ke publik, pihaknya telah terlebih dahulu mewajibkan seluruh pegawai Perumda Air Minum Kota Kupang untuk melakukan aksi tanam air dengan membangun sumur resapan di rumah masing-masing.

“Saya sudah instruksikan kepada seluruh pegawai untuk segera melakukan aksi tanam air. Kurang lebih sudah tiga minggu ini kami mulai bergerak, dan dari 81 pegawai, semuanya sudah membuat sumur resapan,” jelasnya.

Tak hanya di rumah pegawai, gerakan tanam air juga telah dilakukan di sejumlah aset dan lokasi milik Perumda Air Minum Kota Kupang. Hingga kini, lebih dari 100 titik sumur resapan telah dibangun.

“Beberapa spot milik Perumda juga sudah kita manfaatkan. Kurang lebih sudah lebih dari 100 sumur resapan yang kita buat,” tambah Iso.

Menurutnya, program Bergetar bertujuan agar air hujan, terutama saat musim penghujan, tidak langsung mengalir ke laut, tetapi dapat diserap kembali ke dalam tanah untuk menambah cadangan air bawah tanah.

“Air hujan yang melimpah ini jangan dibiarkan begitu saja mengalir ke laut. Kita masukkan ke dalam sumur resapan agar bisa membantu cadangan air tanah,” katanya.

Selain menambah cadangan air, sumur resapan juga berfungsi menjaga stabilitas debit air tanah di Kota Kupang yang selama ini mengalami tekanan akibat tingginya eksploitasi air melalui sumur bor.

“Di Kota Kupang ini banyak eksplorasi air tanah. Kita mengambil air, mengolah, lalu menjualnya. Tapi sering lupa bagaimana cara menjaga dan menanam air agar persediaan di dalam perut bumi tetap ada,” jelas Iso.

Ia berharap Program Perumda Bergetar dapat menginspirasi masyarakat luas serta berbagai institusi untuk melakukan gerakan serupa demi keberlanjutan sumber air di Kota Kupang.

“Ini mungkin upaya kecil, tapi mudah-mudahan bisa berdampak besar dan menggetarkan hati banyak orang. Siapa tahu ke depan ada Kupang Bergetar, gereja bergetar, dan komunitas lain ikut bergerak. Air yang Tuhan berikan lewat hujan jangan kita sia-siakan,” pungkasnya. *




Bali–NTB–NTT Teken PKS Regional Merajut Kembali Persaudaraan Sunda Kecil, KADIN NTT Siap Gas Misi Dagang

Labuan Bajo, nwartapedia.com — Pemerintah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) regional bertajuk “Merajut Kembali Persaudaraan Sunda Kecil”, Rabu (28/1/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung ITDC The Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Labuan Bajo.

Penandatanganan PKS ini menjadi tonggak penting penguatan sinergi antartiga provinsi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr. (Cand) Bobby Lianto, M.M., MBA., hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Ketua APINDO NTT Bobby Pitoby serta Wakil Ketua Umum Bidang Hukum KADIN NTT, Francisco Bessie.

Acara ini turut dihadiri berbagai asosiasi dunia usaha, di antaranya HIPMI NTT, ASITA, PHRI, HPI, dan APTRINDO, sebagai bentuk dukungan konkret terhadap kerja sama regional yang diinisiasi oleh Gubernur Bali, Gubernur NTB, dan Gubernur NTT.

Dalam keterangannya, Bobby Lianto menyampaikan apresiasi atas langkah strategis ketiga kepala daerah tersebut yang dinilai visioner dan berpihak pada penguatan ekonomi regional.

Ia menegaskan bahwa KADIN NTT mendukung penuh implementasi PKS ini dan siap bergerak cepat melalui berbagai program konkret, salah satunya pelaksanaan misi dagang lintas provinsi.

“KADIN NTT akan melakukan misi dagang ke Bali dan NTB, dan sebaliknya pengusaha dari Bali dan NTB juga akan datang ke NTT. Ini menjadi titik awal perkenalan antardaerah sekaligus ajang memperkenalkan potensi unggulan masing-masing wilayah,” ujar Bobby.

Menurutnya, dalam dunia usaha, kehadiran langsung pelaku bisnis ke daerah tujuan sangat penting untuk melihat, mendengar, dan memahami potensi yang ada secara nyata. Dengan cara itu, peluang dan naluri dagang akan tumbuh secara alami.

Ke depan, kata Bobby, berbagai konsep kerja sama akan dirumuskan secara lebih terstruktur agar mampu saling menguatkan antarwilayah Bali, NTB, dan NTT.

Ia juga berharap adanya kebijakan-kebijakan khusus antardaerah yang mampu membuka peluang bisnis baru, baik di sektor perdagangan maupun pengembangan industri hilirisasi.

Saat ini, KADIN NTT telah menjalin komunikasi intensif dengan KADIN Bali dan KADIN NTB, termasuk penjajakan kerja sama suplai pohon sengon dari Pulau Sumba, Flores, dan Timor untuk memenuhi kebutuhan industri tripleks di Lombok.

Selain sektor industri, kolaborasi di bidang pariwisata juga tengah dikembangkan, seperti penguatan paket wisata berbasis sea tourism menggunakan kapal pinisi maupun kapal antarpulau yang menghubungkan Bali, Lombok, dan Labuan Bajo.

“Berbagai bentuk kerja sama lainnya akan terus kami kembangkan, dimulai dengan misi dagang untuk memetakan kebutuhan dan potensi masing-masing daerah,” tambahnya.

Adapun lima pilar utama yang menjadi fokus dalam PKS regional ini meliputi:

Konektivitas dan transportasi udara, laut, dan darat

Pariwisata dan ekonomi kreatif

Energi terbarukan

Perdagangan dan ekspor

Perencanaan pembangunan yang bersinergi

Melalui kerja sama ini, Bobby Lianto berharap ketergantungan ekonomi kawasan terhadap Pulau Jawa dapat dikurangi. Sinergi antartiga provinsi diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan saling menguntungkan.

“Setiap daerah memiliki keunggulan strategis. NTT bukan hanya Labuan Bajo, tetapi juga Pulau Timor yang memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang selatan menuju Timor Leste dan Australia,” pungkasnya. ***




Pemkot Kupang Matangkan Aksi Konvergensi 2026, Tegaskan Ketepatan Data dan Anggaran Penanganan Stunting

Kupang, nwartapedia.com — Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat komitmennya dalam percepatan penurunan stunting melalui Rapat Reviu Aksi Konvergensi Stunting Tahun 2026 yang melibatkan seluruh perangkat daerah terkait.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Bappeda Kota Kupang, Wildrian R. Otta, S.STP, MM, sebagai langkah strategis memastikan kualitas data dan ketepatan penganggaran intervensi stunting.

Rapat ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas PUPR, Dinas Dukcapil, Dinas Sosial, dan Dinas Kominfo, serta para operator perangkat daerah yang terlibat langsung dalam pelaksanaan Aksi Konvergensi.

Plt. Kepala Bappeda Kota Kupang, Wildrian R. Otta, menjelaskan bahwa rapat reviu ini merupakan kelanjutan dari proses konsolidasi data sebelumnya yang melibatkan seluruh kecamatan dan kepala puskesmas se-Kota Kupang.

“Ini merupakan tindak lanjut dari konsolidasi bersama camat dan kepala puskesmas. Dalam waktu lima hari, seluruh data berhasil diinput berkat kerja sama yang solid antara camat, kepala puskesmas, serta para operator puskesmas, PLKB, dan setcam,” ungkapnya.

Pada tahapan reviu ini, perhatian utama diarahkan pada pemastian kualitas, kelengkapan indikator, serta penandaan anggaran pada seluruh tahapan Aksi Konvergensi Stunting Tahun Berjalan 2026, yang merupakan bagian dari Tahapan Aksi 3a, yaitu Penguatan Pelaksanaan Penandaan Anggaran.

Hingga rapat berlangsung, Data Sasaran, Data Pendukung, serta Data Capaian Layanan Semester I dan II telah selesai diinput.

Sementara itu, data Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Akta Kelahiran masih dalam tahap penyempurnaan dan ditargetkan rampung pada hari yang sama.

Sebanyak empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah melakukan penginputan penandaan anggaran, baik untuk tahun berjalan maupun tahun rencana 2025–2026, yaitu Dinas Kesehatan, Dinas P2KB, Dinas PUPR, dan Dinas Ketahanan Pangan. OPD lainnya tetap memegang peran strategis dalam mendukung Aksi Konvergensi, seperti Dinas Sosial melalui penyediaan data PBI APBN, Dinas Dukcapil dalam pemenuhan data Akta Kelahiran dan KIA, serta Dinas Kominfo yang mendukung publikasi seluruh rangkaian kegiatan.

Bappeda Kota Kupang menetapkan batas waktu dua hari untuk penyelesaian penandaan anggaran tahun berjalan dan tahun rencana, dengan tenggat akhir 31 Januari, sesuai dengan Surat Edaran Kemendagri Nomor 400.4.2/0807/Bangda.

Dalam pembahasan teknis, disepakati bahwa satu kegiatan tidak dapat diinput dengan dua sumber pendanaan berbeda.

Dinas Kesehatan sebagai OPD dengan jumlah input terbanyak menyampaikan kendala pada satu sub-kegiatan dan satu indikator yang memiliki variasi sumber pendanaan.

Solusi yang disepakati adalah pemberian catatan khusus pada tahapan penandaan anggaran sub-kegiatan tersebut untuk selanjutnya dilaporkan kepada Bina Bangda Kemendagri.

Seluruh hasil penginputan ini akan menjadi dasar monitoring dan evaluasi di tingkat kota, sekaligus bahan Pra-Musrenbang Tematik Stunting dan Musrenbang Tingkat Kecamatan yang direncanakan akan dihadiri oleh Wali Kota Kupang.

Pemerintah Kota Kupang menegaskan bahwa akurasi data, konsistensi penganggaran, dan disiplin waktu menjadi faktor kunci agar intervensi penanganan stunting benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. ***




Kota Kupang Raih Penghargaan UHC Awards 2026 Kategori Pratama

Kupang, nwartapedia.com – Komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam menjamin hak dasar kesehatan warganya kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Kota Kupang resmi menerima Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 kategori Pratama, atas keberhasilannya memperluas akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan inklusif bagi masyarakat.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dari BPJS Kesehatan pada acara yang digelar di Jakarta, Selasa (27/1).

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Abdul Muhaimin Iskandar, didampingi Menteri Kesehatan RI, Wakil Menteri Dalam Negeri, Direktur Utama BPJS Kesehatan, serta Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan.

Capaian ini menempatkan Kota Kupang sebagai salah satu pemerintah daerah yang dinilai progresif dan konsisten dalam pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Hingga tahun 2026, kepesertaan UHC di Kota Kupang tercatat mencapai 115 persen, melampaui standar minimal nasional yang ditetapkan pemerintah pusat.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama dan keberpihakan kebijakan kepada rakyat.

“Penghargaan ini bukan tentang pemerintah, tetapi tentang hak masyarakat Kota Kupang untuk hidup sehat tanpa dibebani biaya dan prosedur yang rumit. Prinsip kami sederhana: jangan biarkan satu pun warga menunda berobat hanya karena tidak punya uang atau terkendala administrasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Kupang memandang kesehatan sebagai fondasi utama pembangunan manusia.

“Kesehatan bukan privilese, tetapi hak dasar. Kalau rakyat sehat, mereka bisa bekerja, belajar, dan berdaya. Itulah inti pembangunan yang ingin kami dorong di Kota Kupang,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Menko Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa jaminan kesehatan merupakan instrumen penting dalam pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.

“Masyarakat tanpa jaminan kesehatan sangat rentan terjebak dalam kemiskinan. JKN hadir sebagai proteksi. Negara telah hadir sebagai enabling state yang membebaskan rakyat dari beban finansial kesehatan dan membuka ruang untuk hidup lebih produktif dan berdaya,” katanya.

Ia menilai pencapaian UHC oleh pemerintah daerah bukan sekadar capaian administratif, melainkan investasi strategis jangka panjang dalam mencegah kemiskinan akibat biaya kesehatan, sekaligus wujud nyata pelaksanaan amanat Undang-Undang Dasar 1945.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Gufron Mukti, menyebut Indonesia sebagai salah satu negara dengan pencapaian UHC tercepat di dunia.

“Dalam waktu sekitar sepuluh tahun, Indonesia mampu mencapai UHC. Ini capaian luar biasa dan menjadi rujukan internasional. Banyak negara dan universitas dunia belajar dari sistem JKN kita,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa UHC Awards 2026 diberikan kepada pemerintah daerah berdasarkan indikator cakupan kepesertaan, tingkat keaktifan peserta, serta kepatuhan pembayaran iuran.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, mengungkapkan bahwa salah satu faktor kunci keberhasilan Kota Kupang adalah penerapan UHC Non Cut-Off.

Melalui skema ini, warga yang membutuhkan layanan kesehatan darurat tetap dapat dilayani meskipun status kepesertaan BPJS Kesehatannya nonaktif.

“Pengaktifan kepesertaan bisa dilakukan dalam waktu 1×24 jam hingga 3×24 jam. Warga cukup menunjukkan KTP, dan seluruh pembiayaan ditanggung BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi pembiayaan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang telah mencakup lebih dari 80 persen populasi sasaran.

Program ini juga terbukti efektif dalam penanganan cepat warga terdampak bencana, seperti kejadian di Belo beberapa waktu lalu, serta memberikan fleksibilitas bagi warga dari daerah sekitar, termasuk Kabupaten Kupang, yang memanfaatkan fasilitas kesehatan di Kota Kupang. ***




Ratusan Kepala Daerah Terima UHC Awards 2026, Cakupan JKN Tembus 98 Persen Penduduk Indonesia

Jakarta, nwartapedia.com – Komitmen pemerintah daerah dalam menjamin perlindungan kesehatan masyarakat kembali mendapat pengakuan nasional. Sebanyak 31 pemerintah provinsi serta 397 pemerintah kabupaten dan kota menerima penghargaan pada ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 yang diselenggarakan BPJS Kesehatan, Selasa (27/1).

Penghargaan tersebut diberikan kepada para kepala daerah yang dinilai berhasil mendorong perluasan dan keberlanjutan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sehingga masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang adil dan merata.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menegaskan bahwa capaian UHC merupakan hasil sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan.

“Hingga 31 Desember 2025, kepesertaan Program JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa, atau lebih dari 98 persen total penduduk Indonesia, dengan tingkat kepesertaan aktif sebesar 81,45 persen. Angka ini melampaui target nasional RPJMN 2025–2029,” ujar Ghufron.

Ia menyebutkan, peran kepala daerah sangat krusial, terutama dalam memastikan masyarakat terdaftar sebagai peserta JKN serta menjaga keberlangsungan kepesertaan aktif melalui dukungan kebijakan dan penganggaran daerah.

Sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, Indonesia menempatkan Universal Health Coverage sebagai indikator utama pembangunan kesehatan. Program JKN menjadi instrumen strategis dalam pencapaian target SDGs 3.8, yakni cakupan kesehatan semesta bagi seluruh penduduk.

Ghufron menambahkan, dampak UHC tidak hanya dirasakan pada meningkatnya akses layanan kesehatan, tetapi juga berkontribusi pada penguatan kesejahteraan sosial.

Penelitian LPEM FEB UI tahun 2025 menunjukkan bahwa daerah yang telah mencapai UHC memiliki tingkat kesakitan lebih rendah, akses layanan lebih baik, serta penurunan beban pengeluaran kesehatan rumah tangga.

Peningkatan cakupan kepesertaan juga mendorong pemanfaatan layanan kesehatan secara signifikan. Saat ini, rata-rata kunjungan peserta JKN ke fasilitas kesehatan mencapai sekitar dua juta kunjungan per hari, mencerminkan terbukanya akses layanan kesehatan bagi masyarakat luas.

Untuk menjaga mutu pelayanan, BPJS Kesehatan terus memperkuat kerja sama dengan fasilitas kesehatan, mengoptimalkan layanan primer, serta memperluas pemanfaatan teknologi digital.

Berbagai kanal layanan non-tatap muka telah dikembangkan, seperti Aplikasi Mobile JKN, PANDAWA melalui WhatsApp 08118165165, dan Care Center 165.

“Peserta juga dapat memanfaatkan antrean online dan fitur i-Care JKN yang memungkinkan tenaga medis melihat riwayat pelayanan peserta hingga satu tahun terakhir, sehingga pelayanan dapat diberikan lebih cepat dan tepat,” jelas Ghufron.

Sebagai bentuk apresiasi, UHC Awards 2026 diberikan kepada kepala daerah dalam kategori Utama, Madya, dan Pratama. Penghargaan ini diharapkan menjadi pemacu bagi daerah yang belum mencapai UHC untuk mempercepat perluasan perlindungan kesehatan melalui Program JKN.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menegaskan bahwa Program JKN merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melaksanakan amanat Undang-Undang Dasar 1945.

“Program JKN memastikan masyarakat tidak jatuh miskin karena sakit. Dengan masyarakat yang sehat, akan tercipta bangsa yang makmur, sejahtera, dan berdaya saing,” kata Cak Imin.

Ia menargetkan cakupan kepesertaan JKN mencapai 99 persen penduduk pada tahun 2029 dan menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan kepesertaan sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

Pemberian UHC Awards 2026 diharapkan menjadi pemicu bagi seluruh daerah untuk mempercepat pencapaian Universal Health Coverage, demi mewujudkan Indonesia yang semakin sehat dan sejahtera. ***