Wagub Johni Asadoma Ajak Warga NTT Jadi Terang dan Jaga Toleransi

Kupang,nwartapedia.com  – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi terang dengan menghadirkan kasih, pengharapan, kejujuran dan semangat melayani dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan tersebut disampaikan Johni saat menghadiri kegiatan Saat Teduh Bersama dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bersama Ps. Philip Mantofa yang diselenggarakan Gereja Mawar Saron (GMS) Kupang di Stadion Oepoi, Kota Kupang, Jumat (7/8/2026) malam.

KKR mengusung tema “Yesus Berkat Terbesar di Hidupku” dan diikuti dengan antusias oleh masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Johni mengatakan pembangunan NTT tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus menyentuh karakter, moral dan spiritual masyarakat.

“Menjadi terang berarti menghadirkan kasih di tengah kebencian, menghadirkan pengharapan di tengah keputusasaan, menghadirkan kejujuran di tengah godaan korupsi, serta menghadirkan semangat melayani di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Menurut Johni, nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan untuk membangun NTT menjadi daerah yang semakin maju, sehat, cerdas, sejahtera dan berkelanjutan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada gereja dan lembaga keagamaan yang selama ini berkontribusi dalam membangun kualitas manusia di NTT.

Johni menegaskan gereja merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.

“Gereja merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan daerah. Gereja dapat mendukung pengentasan berbagai persoalan seperti stunting dan kemiskinan,” tegasnya.

Selain itu, Johni mengajak masyarakat menjaga persatuan, toleransi dan kerukunan sebagai fondasi pembangunan NTT.

Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama.

“NTT dikenal sebagai Nusa Terindah Toleransinya. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan,” katanya.

Ia menilai masyarakat yang hidup dalam suasana damai akan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan pendidikan, pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi dan kesejahteraan.

Menutup sambutannya, Johni menyampaikan terima kasih kepada Ps. Philip Mantofa dan seluruh pengurus GMS Kupang atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia berharap semangat kasih, persaudaraan, kebersamaan dan toleransi yang dibangun melalui KKR dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baginya, tingginya antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan kerohanian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam memperkuat kehidupan iman sekaligus membangun karakter masyarakat NTT. *




Pekan Alkitab Perdana di Kupang Sukses, Selama Empat Hari Catat 5.563 Pengunjung

Kupang,nwartapedia.com – Pekan Alkitab perdana di Kota Kupang yang berlangsung pada 3–6 Agustus 2026 mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Selama empat hari pelaksanaan, kegiatan tersebut mencatat sebanyak 5.563 partisipan, melampaui target awal panitia sebanyak 4.000 peserta.

Mengusung tema “Firman Tuhan dari Generasi ke Generasi” berdasarkan Mazmur 78:3–4 TB2, Pekan Alkitab menjadi momentum untuk memperkuat semangat mewariskan iman melalui Firman Tuhan kepada generasi penerus.

Rangkaian kegiatan meliputi pameran Museum Alkitab, seminar, serta berbagai perlombaan yang melibatkan anak-anak, remaja, pemuda, keluarga, gereja dan sekolah dari berbagai latar belakang.

Tingginya antusiasme masyarakat bahkan membuat panitia harus bekerja ekstra dalam melayani arus pengunjung yang terus berdatangan ke lokasi pameran maupun seminar.

Peserta juga tidak hanya berasal dari Kota Kupang, tetapi datang dari sejumlah daerah lainnya.

Kalangan anak-anak, remaja dan pemuda menjadi kelompok yang paling banyak berpartisipasi.

Hal ini dinilai sejalan dengan tujuan utama Pekan Alkitab, yakni menumbuhkan kecintaan terhadap Firman Tuhan sekaligus memperkuat pewarisan iman kepada generasi berikutnya.

Panitia mencatat keterlibatan berbagai denominasi gereja dan sekolah, baik Kristen maupun Katolik.

Panitia juga memberikan apresiasi kepada  Bank Indoneaia provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang atas dukungannya terhadap pelaksanaan pekan Alkitab di kota Kupang

Di kalangan pelajar, Sekolah Citra Bangsa menjadi salah satu sekolah dengan jumlah peserta terbanyak.

Selain kegiatan rohani, Pekan Alkitab turut memberikan ruang bagi pemberdayaan ekonomi melalui booth UMKM binaan Bank NTT.

Pengunjung juga dapat melihat koleksi Museum Alkitab, berbagai terbitan Alkitab dari Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), serta literatur dari UBB GMIT, Kalam Hidup dan BPK Gunung Mulia.

Keberhasilan kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari tim LAI Pusat yang terlibat dalam pelayanan Museum Alkitab.

Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan pameran Museum Alkitab di berbagai daerah, tim LAI menilai Pekan Alkitab Kupang memiliki skala pameran yang besar dan mencatat jumlah pengunjung yang sangat tinggi.

Kurator Museum LAI, Anas, juga mengapresiasi antusiasme masyarakat Kupang yang mengikuti kegiatan dari pagi hingga malam.

Panitia berharap keberhasilan Pekan Alkitab perdana ini menjadi awal gerakan berkelanjutan untuk meningkatkan kecintaan terhadap Firman Tuhan serta memperkuat pewarisan iman dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan dalam Mazmur 78:3–4, agar setiap generasi terus menceritakan karya Tuhan kepada generasi berikutnya sehingga pengenalan akan Tuhan tetap hidup dan menghasilkan generasi yang berakar kuat dalam Firman-Nya. (MI)




Kasbrigif 21/Komodo Tekankan Kepemimpinan dan Disiplin kepada Perwira dan Bintara Baru

Kupang,nwartapedia.com  –  Kepala Staf Brigade Infanteri (Kasbrigif) 21/Komodo, Letkol Inf Gunawan Budhi Prasetyo, S.Sos., menekankan pentingnya kepemimpinan, disiplin, loyalitas, integritas, dan soliditas kepada para Perwira Abit Secapa TNI AD dan Bintara Reguler TNI AD Tahun 2026.

Penekanan tersebut disampaikan dalam pengarahan yang berlangsung di Ruang Dharma Wangsa, Markas Brigif 21/Komodo, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembekalan awal sebelum para prajurit mengemban tugas di satuan jajaran Brigif 21/Komodo, khususnya Yonif Teritorial Pembangunan (YTP) 929/MMM.

Letkol Inf Gunawan Budhi Prasetyo meminta para perwira dan bintara mampu beradaptasi dengan cepat di lingkungan penugasan baru serta menunjukkan tanggung jawab dan pengabdian terbaik sebagai prajurit.

Menurutnya, seorang pemimpin tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dan taktis, tetapi juga harus mampu meningkatkan kemampuan dan profesionalisme anggota melalui latihan yang berkesinambungan.

“Bangun kerja sama tim yang solid dan kompak, jadilah teladan bagi anggota, serta bertanggung jawab terhadap kesejahteraan prajurit yang dipimpin,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang baik dengan seluruh prajurit serta penerapan sistem penghargaan dan sanksi (reward and punishment) secara objektif sesuai ketentuan.

Para prajurit juga diminta senantiasa menjaga nama baik TNI dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan bermasyarakat.

Sebelum ditempatkan di YTP 929/MMM, para Perwira dan Bintara baru terlebih dahulu mengikuti pembekalan serta pengambilan data kemampuan, khususnya materi menembak dan renang militer di Mako Brigif 21/Komodo.

Sementara itu, Komandan Brigif 21/Komodo saat ini sedang melaksanakan Latihan Pratugas Operasi Satgas Kosektor Barat Pamtas RI–PNG Mobile Brigif 21/Komodo Tahun Anggaran 2026 di Batujajar, Jawa Barat.

Pengarahan yang dipimpin Kasbrigif tersebut menjadi bagian dari pembinaan personel sekaligus upaya memperkuat kesiapan satuan dalam menghadapi berbagai tugas ke depan.

(Brigif 21/Komodo)




TI-STIC Perkuat Kolaborasi Taiwan-Indonesia untuk Pengelolaan Sampah, Energi dan Air di Kota Kupang

Kupang,nwartapedia.com – Taiwan-Indonesia Science and Technology Innovation Center (TI-STIC) memperkuat kerja sama dengan Indonesia dalam bidang pengelolaan sampah, energi, air dan penerapan ekonomi sirkular di Kota Kupang.

Perwakilan TI-STIC, Fenty Zhong, mengatakan kerja sama tersebut bertujuan memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara Taiwan dan Indonesia, khususnya terkait teknologi pengolahan sampah menjadi energi, sirkulasi sumber daya dan ekonomi sirkular.

Menurut Fenty, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membahas berbagai aspek teknis, mulai dari teknologi, tata kelola, operasional, perlindungan lingkungan hingga tantangan penerapan di lapangan.

“Untuk belajar dari pengalaman Taiwan dalam pengomposan yang dipercepat enzim, operasi pengolahan limbah menjadi energi, dan manajemen pengolahan air minum kota,” jelas Fenty kepada media ini pada Jumad (7/8/2026).

Ia berharap kerja sama ini dapat dilanjutkan melalui penelitian, transfer teknologi, pengembangan kapasitas, proyek percontohan hingga peluang investasi di sektor pengelolaan limbah, energi dan air.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menyampaikan apresiasi kepada TI-STIC yang telah memfasilitasi peningkatan pemahaman mengenai teknologi praktis dan model operasional dalam pengomposan, pengolahan sampah menjadi energi serta pengolahan air.

“Dengan melihat langsung di lapangan, kami mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang keterkaitan antara pengelolaan limbah, pemulihan energi, keberlanjutan air, dan implementasi ekonomi sirkular,” ujar Isidorus.

Ia berharap jejaring antara pemangku kepentingan Indonesia dan Taiwan dapat terus diperkuat melalui berbagai program yang melibatkan Pemerintah Kota Kupang maupun Perumda Air Minum Kota Kupang.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang penerapan teknologi dan inovasi untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan di Kota Kupang. (MI)




Isidorus Lilijawa Pelajari Tata Kelola Sampah dan Air di Taiwan, Siap Bawa Inovasi ke Kupang

Kupang, nwartapedia.com  –  Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, mempelajari inovasi tata kelola sampah dan air dalam kunjungannya ke Taiwan pada 5–8 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama Taiwan–Indonesia di bidang inovasi teknologi, khususnya pengelolaan sampah, air, energi, dan lingkungan.

Kepada media ini, Kamis (6/8/2026), Isidorus mengatakan kesempatan tersebut menjadi pengalaman penting karena dirinya dapat melihat secara langsung teknologi dan sistem pengelolaan lingkungan yang diterapkan di Taiwan.

Sebelumnya, kerja sama tersebut telah dilakukan melalui seminar internasional di Kota Kupang pada Juni 2026.

Dalam kegiatan itu, Isidorus menjadi salah satu narasumber dan delegasi Taiwan juga melakukan kunjungan ke Perumda Air Minum Kota Kupang.

Selama berada di Taiwan, Isidorus bersama delegasi mengunjungi sejumlah fasilitas pengelolaan lingkungan.

Salah satunya pusat pengelolaan sampah di Taipei untuk melihat sistem pengolahan sampah, pemanfaatan energi, pengendalian emisi, pengelolaan air, serta aspek keselamatan.

Delegasi juga mengunjungi Taichung untuk melihat teknologi pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk.

Isidorus mengatakan teknologi tersebut menarik untuk dipelajari karena sampah organik dapat diproses menjadi pupuk dalam waktu sekitar tiga jam.

“Kami melihat langsung bagaimana sampah organik dapat dikelola menjadi pupuk. Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan dapat mendukung peningkatan hasil pertanian,” ujarnya.

Menurut Isidorus, pengalaman selama di Taiwan dapat menjadi referensi dalam memperkuat tata kelola sampah dan air di Kota Kupang.

Ia menegaskan, berbagai teknologi yang dipelajari tidak serta-merta diterapkan, tetapi akan dikaji dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi Kota Kupang.

“Dengan datang melihat langsung, mendengar dan berdiskusi, kita bisa mengambil hikmah dan mungkin menerapkan satu dua hal dalam konteks kita di Kota Kupang, khususnya berkaitan dengan tata kelola air maupun tata kelola sampah dan limbah,” katanya.

Isidorus berharap kerja sama Taiwan–Indonesia dapat terus berlanjut sehingga membuka peluang pertukaran pengetahuan, teknologi, dan pengalaman dalam pengelolaan sampah dan air yang berkelanjutan.

“Mudah-mudahan kerja sama ini terus berlanjut ke depan sehingga kita bisa mendapatkan manfaat dari momentum yang sangat luar biasa ini,” pungkasnya.




KPAD Kota Kupang bersama Srikandi Christian Serena Edukasi Pelajar SMA Santa Familia tentang HIV

Kupang, nwartapedia.com  –  Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kupang bersama Srikandi Christian Serena Kota Kupang menggelar sosialisasi HIV dan AIDS bagi pelajar SMA Swasta Santa Familia Sikumana Kupang, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang HIV, cara penularan, pencegahan, pengobatan, serta pentingnya menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV.

Kepala SMA Swasta Santa Familia Sikumana Kupang, Sr M. Bonaventura, PRR menyampaikan terima kasih kepada KPAD dan Srikandi Christian Serena yang telah memberikan edukasi kepada para siswa.

Menurutnya, meski para remaja sudah sering mendengar tentang HIV, masih banyak yang belum memahami secara benar mengenai virus tersebut.

“Kami bersyukur dan berterima kasih karena hari ini Bapak dan Ibu hadir memberikan arahan dan penjelasan tentang HIV. Banyak anak-anak yang sudah mendengar, tetapi belum memahami dan mengerti secara baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Srikandi Christian Serena Kota Kupang, Petronela Riberu, mengatakan edukasi HIV sangat penting bagi generasi muda agar memiliki pengetahuan yang benar dan mampu mencegah penyebaran HIV.

“Atas nama pengurus dan anggota Srikandi Christian Serena Kota Kupang, kami menyampaikan terima kasih kepada KPAD atas kesediaannya berbagi pengetahuan, pengalaman dan edukasi mengenai HIV,” ujar Petronela.

Ia berharap kerja sama antara KPAD, SMA Santa Familia dan Srikandi Christian Serena dapat terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif.

“Semoga kerja sama ini terus terjalin demi menciptakan generasi yang sehat, peduli dan bertanggung jawab,” katanya.

Sekretaris KPAD Kota Kupang, Julius Tanggu Bore, yang akrab disapa James, dalam pemaparannya menjelaskan perbedaan HIV dan AIDS.

Menurutnya, HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS merupakan kumpulan kondisi atau gejala yang dapat muncul akibat kerusakan sistem kekebalan tubuh karena HIV.

Julius menegaskan, orang yang terinfeksi HIV tidak selalu menunjukkan gejala sehingga dapat terlihat sehat. Karena itu, pengetahuan, pencegahan dan pemeriksaan kesehatan sangat penting.

Ia juga menjelaskan bahwa terapi antiretroviral (ARV) dapat menekan perkembangan HIV sehingga orang dengan HIV tetap dapat hidup sehat dan produktif. Namun, pengobatan harus dilakukan secara teratur sesuai petunjuk tenaga kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, Julius menyampaikan data kumulatif kasus HIV di Kota Kupang periode 2010 hingga Juni 2026 mencapai 2.697 orang.

Ia mengingatkan bahwa HIV dapat menular melalui paparan cairan tubuh tertentu, termasuk darah dan cairan seksual, terutama dalam perilaku seksual berisiko seperti berganti-ganti pasangan.

Selain itu, dalam sosialisasi turut disampaikan adanya temuan praktik prostitusi yang disebut menyasar anak usia SMP dan SMA di Kota Kupang.

Julius mengajak para pelajar untuk menjaga diri, membangun pergaulan sehat dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang keliru mengenai HIV.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan generasi muda sekaligus mendorong upaya pencegahan HIV serta menghapus stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV di Kota Kupang.MI)




BPS NTT Catat Penduduk Miskin pada Maret 2026 Capai 1,04 Juta Jiwa

Kupang, nwartapedia.com  –   Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat persentase penduduk miskin pada Maret 2026 sebesar 17,52 persen.

Data tersebut disampaikan BPS Provinsi NTT dalam rilis resmi pada Rabu (5/8/2026).

Persentase penduduk miskin tersebut meningkat 0,02 persen poin dibandingkan September 2025.

Secara jumlah, penduduk miskin di NTT pada Maret 2026 mencapai 1,04 juta jiwa. Angka tersebut meningkat sekitar 5,95 ribu jiwa dibandingkan September 2025.

Jika dilihat berdasarkan wilayah tempat tinggal, persentase penduduk miskin di perkotaan pada Maret 2026 tercatat sebesar 6,71 persen.

Sementara itu, persentase penduduk miskin di wilayah perdesaan jauh lebih tinggi, yakni mencapai 21,64 persen.

Dibandingkan September 2025, jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan pada Maret 2026 mengalami penurunan sebanyak 2,7 ribu jiwa.

Sebaliknya, jumlah penduduk miskin di wilayah perdesaan mengalami peningkatan sebanyak 8,7 ribu jiwa dalam periode yang sama.

BPS NTT juga mencatat Garis Kemiskinan pada Maret 2026 sebesar Rp584.252 per kapita per bulan.

Sementara itu, rata-rata rumah tangga miskin di Provinsi NTT pada Maret 2026 memiliki 5,54 anggota rumah tangga.

Dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga tersebut, besarnya Garis Kemiskinan secara rata-rata untuk setiap rumah tangga miskin di NTT mencapai Rp3.236.756 per rumah tangga miskin per bulan.

Data BPS tersebut menunjukkan bahwa persoalan kemiskinan di NTT masih menjadi tantangan, khususnya di wilayah perdesaan yang memiliki persentase penduduk miskin lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan.

Perkembangan angka kemiskinan ini menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat serta menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam merancang berbagai program pengentasan kemiskinan di Provinsi NTT.




Perumda Air Minum Kota Kupang dan Plan Indonesia Kolaborasi Jaga Lingkungan dan Mata Air

Denpasar nwartapedia.com  –  Perumda Air Minum Kota Kupang bersama Plan Indonesia terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sumber mata air di Kota Kupang melalui Project Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Kebutuhan (CERAH).

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu hal yang disampaikan Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, saat menjadi narasumber dalam Annual Meeting Project CERAH yang diselenggarakan Plan Indonesia di Denpasar, Bali, Selasa (4/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Isidorus memaparkan berbagai program yang telah dilakukan bersama Plan Indonesia, terutama berkaitan dengan konservasi air, perlindungan lingkungan dan peningkatan kapasitas dalam pengelolaan sumber daya air.

Menurut Isidorus, dukungan Plan International melalui Project CERAH telah memberikan manfaat bagi Perumda Air Minum Kota Kupang dalam menjalankan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan keberlanjutan sumber daya air.

Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah aksi konservasi air yang dilakukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Liliba dan DAS Kolhua.

“Kami berterima kasih kepada Plan International karena melalui Project CERAH kami mendapatkan dukungan dan fasilitasi untuk pengembangan air minum di Kota Kupang,” kata Isidorus.

Selain konservasi DAS, kolaborasi juga dilakukan melalui program biopori atau program “tanam air” yang saat ini telah dilaksanakan di 14 kelurahan di Kota Kupang.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ketersediaan air dan kelestarian sumber daya alam.

Isidorus mengatakan, keberadaan mata air dan lingkungan di sekitarnya perlu dijaga secara bersama-sama karena keberlanjutan pelayanan air minum sangat berkaitan dengan ketersediaan sumber air yang memadai.

Karena itu, ia berharap kolaborasi dengan Plan Indonesia tidak hanya berhenti pada kegiatan pengembangan kapasitas, tetapi dapat terus diperluas melalui aksi nyata di lapangan.

“Kami berharap ke depan Plan Indonesia bisa hadir langsung dalam aksi-aksi nyata di lapangan, misalnya melalui kegiatan sambungan rumah maupun perbaikan jaringan,” ujarnya.

Menurut Isidorus, dukungan terhadap kegiatan konservasi lingkungan dan sumber air menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Kupang.

Sementara itu, Program Director Plan Indonesia, Ida Ngurah, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang dan Perumda Air Minum Kota Kupang yang telah membangun kolaborasi melalui Project CERAH.

Ida Ngurah melihat masih terdapat peluang untuk memperkuat dukungan kepada Perumda Air Minum Kota Kupang, baik melalui pengembangan kapasitas maupun berbagai aksi lanjutan di lapangan.

Ia berharap kerja sama antara Plan International dengan Pemerintah Kota Kupang dan Perumda Air Minum Kota Kupang dapat terus berjalan dalam semangat saling mendukung.

Dengan kolaborasi tersebut, berbagai program diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas kelembagaan, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam menjaga lingkungan, melindungi sumber mata air dan mendukung keberlanjutan pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Kupang. (MI)




Pekan Alkitab di Kupang Jadi Momentum Kebangunan Iman dan Pewarisan Firman Tuhan

Kupang, nwartapedia.com  –  Pekan Alkitab yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada 3–6 Agustus 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat iman umat Kristen sekaligus mengenalkan sejarah Alkitab kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Ketua Panitia Pekan Alkitab, Pdt. Febi M. B. Messakh-Frans, kepada media ini, Rabu (5/8/2026), mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan koleksi dan replika benda-benda sejarah Alkitab, tetapi juga menjadi sarana untuk meneguhkan iman umat dari generasi ke generasi.

Menurutnya, berbagai koleksi yang dipamerkan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat secara langsung benda-benda yang berkaitan dengan sejarah perjalanan Firman Tuhan.

“Ini menjadi bukti sejarah bahwa Firman Tuhan bukan hanya sekadar cerita, tetapi Firman Tuhan itu nyata. Ada catatan-catatan tentang bagaimana Alkitab mulai ditulis sampai akhirnya bisa kita terima hari ini,” ujar Pdt. Febi.

Ia mengungkapkan, pengalaman melihat dan menata berbagai koleksi tersebut secara langsung menjadi pengalaman yang sangat menyentuh bagi panitia.

Meskipun sebagian merupakan replika, bentuknya dibuat sangat menyerupai benda aslinya.

Pdt. Febi berharap Pekan Alkitab dapat menjadi momentum kebangunan iman dan mendorong umat untuk semakin mencintai Alkitab serta menjadikannya bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga menyasar anak-anak dan generasi muda. Hal tersebut terlihat dari kehadiran sekolah minggu dan para pelajar yang antusias mengikuti kegiatan serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai koleksi yang dipamerkan.

Sementara itu, Koordinator Sie Acara, Lidya Fangidae, mengatakan terdapat sekitar 100 koleksi yang ditampilkan, mulai dari papirus, berbagai terjemahan Alkitab dalam bahasa daerah dan internasional, Alkitab berukuran sangat kecil, hingga replika benda-benda yang berkaitan dengan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Pengunjung juga dapat melihat replika Bait Allah, sangkakala, biji sesawi, serta berbagai koleksi lainnya yang selama ini hanya dikenal melalui cerita Alkitab.

Hingga Selasa (4/8/2026), jumlah pengunjung telah mencapai sekitar 2.262 orang, yang terdiri dari siswa sekolah Kristen, Katolik dan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Pekan Alkitab juga diisi dengan lomba cerdas cermat dan membaca Mazmur bagi anak-anak.

Menurut Lidya, kegiatan tersebut dirancang agar anak-anak tidak hanya mengenal Alkitab secara teori, tetapi juga menanamkan Firman Tuhan dalam kehidupan mereka.

Panitia berharap Pekan Alkitab dapat menjadi langkah awal untuk memperluas kegiatan serupa di Kota Kupang dan NTT pada masa mendatang, sehingga semakin banyak masyarakat dapat mengenal sejarah Alkitab sekaligus memperkuat iman dari generasi ke generasi. (MI)




Wali Kota Kupang: Kebersihan, Kota Kupang Harus Jadi Budaya Bersama

Kupang, nwartapedia.com — Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo mengajak masyarakat menjadikan kebersihan sebagai bagian dari budaya dan karakter kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Gala Dinner Komunitas Beta Bersih di Hotel Harper Kupang, Rabu malam, 5 Agustus 2026.

Gala dinner tersebut menjadi ajang apresiasi bagi masyarakat dan komunitas yang aktif mengambil bagian dalam menjaga kebersihan lingkungan di Kota Kupang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Satgas Lomba Kebersihan Paulus Irsan Dardana, peraih prestasi dunia matematika Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay atau Nono, tim Abacus in Action, serta sejumlah mitra dan komunitas masyarakat.

Dalam sambutannya, Christian mengatakan pembangunan kota tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi masyarakat melalui gerakan berbasis komunitas menjadi kekuatan penting untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan, termasuk persoalan kebersihan.

Menurut Christian, gerakan seperti Beta Bersih dan Koperanku menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kemampuan untuk bergerak secara mandiri dan membangun kepedulian terhadap lingkungan.

Ia menilai kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan bersama-sama.

Christian juga menghubungkan pentingnya konsistensi tersebut dengan perjalanan prestasi Nono.

Menurutnya, prestasi besar maupun budaya hidup bersih sama-sama membutuhkan kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus dengan disiplin.

“Menjadikan kota ini bersih dimulai dari konsistensi gerakan-gerakan kecil yang dilakukan setiap hari hingga menjadi budaya. Gedung bisa dibangun dalam hitungan bulan atau tahun, tetapi membangun karakter membutuhkan komitmen yang jauh lebih panjang,” tegas Christian.

Dalam kesempatan tersebut, Christian menunjukkan dukungannya terhadap gerakan kebersihan berbasis masyarakat dengan memberikan bantuan pribadi sebesar Rp5 juta.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan operasional Lomba Satgas Kebersihan.

Tidak hanya itu, Christian juga menyerahkan sebuah telepon pintar kepada Nono sebagai bentuk penghargaan atas prestasinya di tingkat dunia yang turut membawa nama Nusa Tenggara Timur ke kancah internasional.

Kehadiran Nono bersama tim Abacus in Action menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam acara tersebut.

Ajak Warga Perkuat Kolaborasi
Christian menegaskan bahwa pembangunan Kota Kupang membutuhkan kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari semakin kuatnya kepedulian sosial, karakter masyarakat, serta budaya saling membantu.

Karena itu, ia mengajak komunitas, organisasi masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh warga untuk terus mengambil bagian dalam berbagai gerakan positif yang memberikan manfaat bagi kota.

“Datang bersama adalah sebuah awal, tetap bersama adalah kemajuan, dan bekerja bersama adalah keberhasilan. Kota ini akan menjadi lebih baik apabila pemerintah dan masyarakat terus berjalan berdampingan,” pungkasnya.

Gala Dinner Beta Bersih diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan apresiasi, tetapi menjadi momentum untuk memperluas gerakan kebersihan berbasis masyarakat sehingga Kota Kupang semakin bersih, nyaman, dan memiliki budaya hidup bersih yang kuat. **