SMAN 1 Amarasi Barat Jadi Contoh, USBP Dorong Siswa Berpikir Kritis dan Siap Hadapi Masa Depan

Kupang, nwartapedia.com – SMA Negeri 1 Amarasi Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pendidikan dengan melaksanakan Ujian Sekolah Berbasis Proyek (USBP) bagi siswa kelas XII tahun pelajaran 2025/2026.

Kegiatan ini resmi dibuka pada Senin (13/4/2026) dan mendapat apresiasi dari pihak pengawas pendidikan sebagai model yang patut dicontoh oleh sekolah lain.

Pembukaan USBP dilakukan oleh Koordinator Pengawas SMA/SMK/SLB Kabupaten Kupang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Simon Gasang, S.Pd., MBA, yang juga bertindak sebagai pengawas pembina.

Dalam arahannya, Simon Gasang menilai SMAN 1 Amarasi Barat telah melangkah lebih maju dengan berani menerapkan sistem evaluasi berbasis proyek yang tidak hanya mengukur pengetahuan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, analisis, dan keterampilan komunikasi siswa.

“Sekolah ini sudah dikenal berani memulai sesuatu yang berbeda. USBP adalah pilihan yang tepat karena memberikan makna lebih dalam proses evaluasi. Siswa tidak hanya menjawab soal, tetapi dituntut untuk meneliti, menganalisis, dan menyampaikan hasil pemikirannya secara ilmiah,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pendekatan ini akan sangat membantu siswa ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Menurutnya, pengalaman menyusun karya tulis dan mempresentasikannya akan menjadi bekal penting dalam menghadapi tugas akademik seperti skripsi.

“Kalau sejak SMA sudah terbiasa dengan proyek seperti ini, maka saat kuliah nanti mereka tidak akan kesulitan lagi. Ini adalah latihan nyata untuk kehidupan akademik dan juga saat kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya keberanian dalam menyampaikan pendapat.

“Jangan takut saat presentasi. Tunjukkan kemampuan dan gaya kalian. Argumentasi yang kuat dan berbasis data justru menjadi nilai tambah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Amarasi Barat, Thomas Doni, S.Pd., MM, menjelaskan bahwa USBP merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, hingga penilaian sebagai satu kesatuan yang utuh.

“Assessment ini menjadi tolok ukur untuk melihat sejauh mana keberhasilan proses pendidikan, mulai dari input, proses, hingga output. USBP menjadi tahap akhir yang sangat menentukan dalam mengukur capaian belajar siswa secara menyeluruh,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sebanyak 136 siswa kelas XII mengikuti USBP tahun ini.

Pelaksanaan ujian dilakukan secara bertahap, di mana setiap harinya sejumlah siswa akan mempresentasikan karya tulis mereka di hadapan penguji, baik dari internal sekolah maupun eksternal.

Menariknya, pihak sekolah juga melibatkan orang tua siswa untuk hadir menyaksikan langsung proses ujian.

Hal ini menjadi bentuk transparansi sekaligus upaya memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak.

USBP di SMAN 1 Amarasi Barat dijadwalkan berlangsung dari 13 hingga 17 April 2026.

Melalui metode ini, siswa diuji tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, analisis berbasis data, serta kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan.

Dengan pelaksanaan USBP ini, SMAN 1 Amarasi Barat semakin menegaskan posisinya sebagai sekolah yang inovatif dan inspiratif, sekaligus menjadi contoh dalam mendorong lahirnya generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Turut hadir dalam kegiatan pembukaan sekaligus sebagai penguji eksternal, yakni Mesak Kaseh, S.Pd., MM sebagai Pengawas dan Penguji, Budiyana, S.Pd., MBA sebagai Pengawas dan Penguji dan Nonciana M. Nakmofa, S.Pd., M.Pd sebagai Pengawas dan Penguji. (MI)




Terpisah Tiga Dekade, Alumni SMAN 1 Wolowaru Dipertemukan Kembali Lewat WhatsApp

Ende, nwartapedia.com – Setelah terpisah selama kurang lebih 30 tahun, para alumni SMAN 1 Wolowaru akhirnya kembali terhubung dan berkumpul melalui sebuah grup WhatsApp yang menjadi jembatan silaturahmi lintas waktu.

Momen reuni ini menjadi peristiwa penuh haru dan nostalgia, di mana kenangan masa putih abu-abu kembali hidup di tengah percakapan hangat para alumni.

Grup WhatsApp tersebut menjadi wadah utama untuk menyatukan kembali teman-teman lama yang sempat terputus komunikasi selama puluhan tahun.

Inisiatif ini digagas oleh salah satu alumni, Hadija Remo, yang akrab disapa Isha.

Ia berperan sebagai admin grup yang berhasil mengumpulkan kembali rekan-rekannya dari berbagai daerah untuk saling terhubung dan merencanakan reuni.

Kepada media ini, Isha mengungkapkan bahwa terbentuknya grup tersebut berawal dari rasa rindu yang mendalam terhadap masa-masa SMA.

“Rasa kangen itu muncul begitu saja. Kenangan waktu SMA terasa begitu indah, dan rasanya ingin kembali ke masa itu. Dari situ saya mulai menghubungi teman-teman satu per satu,” ujarnya Senin (13/4/2016).

Menariknya, para alumni yang kini telah tersebar dan tinggal berjauhan di berbagai daerah menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk bisa bertemu kembali.

Kerinduan yang selama ini terpendam akhirnya menemukan ruang untuk terwujud melalui rencana reuni yang tengah dipersiapkan.

Isha juga menambahkan bahwa hingga saat ini masih ada sejumlah teman yang belum bergabung dalam grup WhatsApp tersebut. Namun, pihaknya terus berupaya untuk mencari dan menghubungi mereka agar seluruh alumni dapat kembali terhubung.

“Masih ada teman-teman yang belum masuk grup, tapi kami akan terus mencari dan mengajak mereka agar semuanya bisa bergabung,” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, grup tersebut semakin aktif dengan berbagai interaksi yang membangkitkan kenangan lama.

Para anggota saling berbagi cerita kehidupan, kabar terbaru, hingga mengirimkan foto-foto lama sebagai bentuk nostalgia.

Foto-foto kenangan tersebut menjadi pemantik cerita yang mempererat kembali hubungan emosional antar alumni.

Tawa dan kisah masa lalu pun kembali mengalir, seolah menghapus jarak waktu yang telah memisahkan mereka selama puluhan tahun.

Tak hanya sekadar wacana, persiapan reuni pun mulai dimatangkan. Mulai dari penentuan konsep kostum yang akan dikenakan saat reuni, hingga rencana pembuatan lagu mars reuni sebagai simbol kebersamaan, semuanya telah mulai direncanakan oleh para alumni.

Rencana pertemuan ini diharapkan menjadi puncak dari kebersamaan yang kembali terjalin, sekaligus menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan serta mengenang perjalanan hidup yang telah dilalui masing-masing.

Reuni 30 tahun ini bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga menjadi bukti bahwa persahabatan sejati mampu bertahan melampaui waktu, jarak, dan kesibukan hidup. (MI)




Wagub Johni Asadoma Dorong SMK Jadi Motor SDM Pariwisata di Alor

Alor, nwartapedia.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi sebagai fondasi utama dalam mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Alor.

Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke SMK Negeri Kokar yang berlokasi di Desa Adang, Kecamatan Alor Barat Laut, pada Senin (13/4).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi dalam memastikan kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja, khususnya di sektor pariwisata.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Staf Ahli TP PKK Provinsi NTT Vera Christina Sirait Asadoma, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT Alfonsus Theodorus, Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan sekaligus Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi NTT Alexon Lumba, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambrosius Kodo.

Rombongan disambut hangat oleh pihak sekolah, mulai dari kepala sekolah, dewan guru, hingga para siswa.

Wagub kemudian meninjau berbagai fasilitas penunjang pembelajaran seperti ruang praktik,

laboratorium komputer, ruang praktik perhotelan, hingga lokasi yang direncanakan untuk pembangunan asrama siswa.

Selain peninjauan, Johni Asadoma juga berdialog langsung dengan para siswa, termasuk memberikan motivasi kepada siswa kelas XII yang tengah mengikuti ujian.

Ia mendorong seluruh siswa untuk mempersiapkan diri secara matang dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Menurutnya, potensi pariwisata di Kabupaten Alor sangat besar, namun harus diimbangi dengan kualitas SDM yang profesional, terampil, dan memiliki karakter kuat.

“Kita punya kekayaan alam yang luar biasa, tetapi tanpa SDM yang berkualitas, potensi itu tidak akan berkembang maksimal. Pendidikan menjadi kunci agar kalian bisa mandiri, bekerja, dan berkontribusi bagi daerah,” tegasnya.

Dalam arahannya, ia juga membagikan pengalaman hidupnya sebagai inspirasi bagi para siswa, mulai dari perjalanan pendidikan hingga karier di kepolisian dan dunia politik.

Ia menekankan bahwa kesuksesan hanya dapat diraih melalui kerja keras, disiplin, serta rasa percaya diri.

Wagub juga mengingatkan pentingnya membangun jaringan, kemampuan berkolaborasi, serta sikap kreatif dan inovatif.

Khusus bagi siswa jurusan perhotelan, kemampuan komunikasi dinilai menjadi hal yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.

Di akhir arahannya, ia berpesan agar para siswa tetap menjaga kesehatan, menghormati orang tua dan guru, serta selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah meraih cita-cita.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri Kokar menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kunjungan pemerintah provinsi.

Ia mengungkapkan bahwa tantangan yang masih dihadapi adalah meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan bagi anak-anak.

Kunjungan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, sehingga mampu melahirkan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing, khususnya dalam mendukung kemajuan pariwisata di Kabupaten Alor.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah dan anggota legislatif, termasuk Anggota DPRD Provinsi NTT Muhammad Ansor, Plt. Asisten II Kabupaten Alor Anderias Blegur, serta jajaran pemerintah daerah dan tenaga pendidik. *




Perumda Air Minum Kota Kupang Go To School, Edukasi HIV/AIDS dan Tanamkan Harapan bagi Generasi Muda

Kupang, nwartapedia.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17, Perumda Air Minum Kota Kupang menghadirkan program “Go To School” sebagai wujud kepedulian terhadap generasi muda melalui edukasi pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di lingkungan sekolah.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari langkah nyata perusahaan untuk lebih dekat dengan masyarakat, khususnya pelajar sebagai generasi penerus.

“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya memperkenalkan Perumda Air Minum kepada siswa, tetapi juga menghadirkan edukasi penting terkait bahaya HIV dan AIDS. Kami ingin sekolah menjadi ruang harapan, tempat di mana siswa dibekali pengetahuan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya pada Senin (13/6/2026).

Ia menambahkan, kolaborasi bersama Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kupang menjadi kekuatan utama dalam memberikan pemahaman yang tepat kepada pelajar tentang risiko pergaulan bebas serta pentingnya menjaga perilaku hidup sehat.

“Selama 17 tahun, Perumda Air Minum telah mengalirkan harapan. Kini, melalui program Go To School, kami ingin menanamkan harapan itu kepada para pelajar agar mereka mampu menjauhi perilaku berisiko dan tetap fokus pada pendidikan,” jelasnya.

Sekretaris KPAD Kota Kupang, Julius Tanggu Bore, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana angka penularan HIV/AIDS di kalangan usia muda masih menjadi perhatian serius.

“Kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk memberikan edukasi langsung kepada siswa. Kami berharap mereka dapat memahami risiko yang ada dan mampu mengambil keputusan yang tepat dalam pergaulan sehari-hari,” katanya.

Ia juga mengajak para orang tua untuk lebih aktif dalam mengawasi dan membimbing anak-anak agar terhindar dari pergaulan yang tidak sehat.

Ketua Panitia HUT ke-17 Perumda Air Minum Kota Kupang, Marius R. Seran, menjelaskan bahwa kegiatan edukasi ini telah dilaksanakan di dua sekolah, yakni SMA Katolik Santo Arnoldus Yansen pada Sabtu, 11 April 2026, dan SMP Negeri 11 Kota Kupang pada Senin, 13 April 2026.

“Materi yang diberikan mencakup pemahaman tentang HIV/AIDS serta pola perilaku remaja yang rentan terhadap penularan. Kegiatan ini sejalan dengan tema HUT kami, ‘17 Tahun Perumda Air Minum Mengalirkan Harapan,’ yang menekankan pentingnya membangun masa depan generasi muda,” ungkapnya.

Menurutnya, melalui kegiatan ini diharapkan para pelajar dapat memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan menjauhi perilaku berisiko.

“Harapan kami, kolaborasi ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus berlanjut demi menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan penuh harapan,” tutupnya. (MI)




Kupang Menuju Kota Percontohan Pengelolaan Sampah Nasional, Pemerintah Pusat Beri Dukungan Penuh

Kupang, nwartapedia.com – Langkah serius Pemerintah Kota Kupang dalam membenahi sistem pengelolaan sampah mendapat penguatan dari pemerintah pusat.

Hal ini mengemuka dalam audiensi antara Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Direktur Mitigasi Perubahan Iklim, Haruki Agustina, serta jajaran Pusdal Lingkungan Hidup Bali Nusra di ruang kerja Wali Kota Kupang, Rabu (8/4).

Turut hadir mendampingi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, SH, Kepala DPMTSP Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP, MM, serta Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kota Kupang, Achmad Likur.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah pusat menyampaikan apresiasi atas progres nyata yang telah dicapai Kota Kupang. Direktur Mitigasi Perubahan Iklim, Haruki Agustina, menilai komitmen yang ditunjukkan menjadi modal penting untuk mendorong Kupang tampil sebagai daerah percontohan di Nusa Tenggara Timur, bahkan di tingkat nasional.

“Sebagai ibu kota provinsi, Kupang memiliki peran strategis. Apa yang dilakukan di sini bisa menjadi acuan bagi daerah lain. Kami melihat keseriusan yang patut diapresiasi dan didorong lebih jauh,” ujarnya.

Data terbaru menunjukkan peningkatan capaian pengelolaan sampah Kota Kupang dari 41,93 menjadi 50,8. Meski masih dalam kategori pembinaan, tren ini dinilai sebagai fondasi kuat untuk akselerasi ke depan.

Pemerintah pusat pun mendorong peningkatan yang lebih ambisius agar Kupang mampu melampaui target nasional.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Kementerian Lingkungan Hidup akan memberikan pendampingan menyeluruh, mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia, intensifikasi edukasi publik, hingga pengembangan kemitraan dengan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Salah satu langkah strategis yang akan dijalankan adalah pengembangan proyek percontohan pengelolaan sampah terpadu berbasis kecamatan dengan pendekatan zero waste.

Program ini dirancang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN seperti Pertamina dan PLN, untuk mengoptimalkan pengolahan sampah menjadi energi alternatif dan produk bernilai ekonomi.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa pemerintah daerah siap menjalankan transformasi secara bertahap namun konsisten.

Ia menyebut pembenahan sistem pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas utama pembangunan kota.

“Kami tidak ingin lagi hanya memindahkan sampah. Yang kami bangun adalah sistem pengelolaan yang menyeluruh, dari hulu hingga hilir. Ini proses besar, tapi kami siap menjalaninya,” tegasnya.

Saat ini, produksi sampah di Kota Kupang mencapai sekitar 267 ton per hari. Untuk mengatasinya, Pemkot telah menyiapkan skema pengelolaan berbasis wilayah dengan target setiap kecamatan memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), sehingga hanya sebagian kecil residu yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Target kami jelas, hanya sekitar 15 persen residu yang masuk ke TPA. Sisanya harus diolah dan dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.

Berbagai inovasi juga telah diimplementasikan, seperti pembentukan Satgas Penanganan Sampah, pengaturan waktu pembuangan, penyediaan kontainer sampah, hingga program kompetisi kebersihan antar kelurahan dengan insentif mencapai Rp1 miliar.

Meski demikian, tantangan utama masih terletak pada perubahan perilaku masyarakat. Pemerintah terus menggencarkan edukasi melalui berbagai pendekatan, mulai dari lingkungan pendidikan, tempat ibadah, hingga komunitas warga.
Haruki menekankan bahwa keberhasilan program pengelolaan sampah sangat ditentukan oleh kolaborasi antara sistem yang baik dan partisipasi aktif masyarakat.

Oleh karena itu, pemerintah pusat juga mendorong pelibatan tenaga penyuluh lintas sektor guna memperkuat edukasi pemilahan sampah sejak dari sumber.

Audiensi ini menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan pendampingan berkelanjutan, termasuk pemantauan progres secara rutin.

Dengan sinergi yang semakin solid antara pemerintah pusat dan daerah, Kota Kupang kini berada di jalur strategis menuju kota percontohan pengelolaan sampah tidak hanya di NTT, tetapi juga berpotensi menjadi inspirasi di tingkat nasional. *




“Asa dan Rasa” Diluncurkan, Potret Satu Tahun Kepemimpinan NTT Diuji Publik

Kupang, nwartapedia.com  – Peluncuran buku “Asa dan Rasa: Refleksi Setahun Ayo Bangun NTT” yang digelar di Aula El Tari, Kamis (9/4/2026), menjadi panggung refleksi terbuka atas perjalanan satu tahun awal kepemimpinan Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur NTT, Jhoni Asadoma.

Editorial Rudi Rihi dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa lebih dari sekadar seremoni, kehadiran buku ini, menjadi ruang evaluasi publik terhadap arah pembangunan yang dijanjikan dalam gerakan “Ayo Bangun NTT”.

Buku Asa dan Rasa merangkum berbagai pandangan dari beragam kalangan dan menghadirkan potret jujur tentang sejauh mana janji politik mulai terwujud dalam realitas.

Buku ini menempatkan refleksi sebagai instrumen utama untuk mengukur jarak antara harapan dan kenyataan.

Dari berbagai testimoni dan data yang dihimpun, tergambar bahwa arah pembangunan mulai bergerak ke jalur yang tepat, meski diakui masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Narasi yang dibangun juga menegaskan bahwa langkah awal pemerintahan Melki–Johni telah menapakkan fondasi penting. Rute menuju perubahan dinilai sudah terbentuk, walaupun masih membutuhkan konsistensi, keberanian, serta kerja kolaboratif lintas sektor.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, menyampaikan bahwa buku ini merupakan bentuk pertanggungjawaban moral kepada masyarakat.

“Buku ini adalah catatan perjalanan sekaligus refleksi atas apa yang telah kami kerjakan dalam satu tahun. Ini bukan akhir, melainkan pijakan awal untuk memastikan bahwa pembangunan NTT berjalan ke arah yang inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa membangun NTT bukan sekadar urusan administratif, tetapi juga upaya merawat keberagaman dan menghadirkan keadilan sosial.

Dengan kekayaan sumber daya alam, budaya, serta kearifan lokal, NTT memiliki potensi besar yang harus dikelola secara bersama.

Gubernur juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, DPRD, akademisi, dunia usaha, tokoh masyarakat, hingga diaspora sebagai bagian dari kekuatan pembangunan yang inklusif.

“Capaian yang ada hari ini adalah hasil kerja kolektif. Perbedaan bukan menjadi penghalang, tetapi menjadi kekuatan untuk melahirkan kebijakan yang lebih bijaksana,” tambahnya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai keterbatasan dalam pelaksanaan pembangunan selama satu tahun terakhir. Karena itu, refleksi yang dituangkan dalam buku ini diharapkan menjadi bahan evaluasi yang jujur sekaligus kompas untuk langkah ke depan.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Jhoni Asadoma, menegaskan bahwa peluncuran buku ini harus dimaknai sebagai ruang diskusi dan refleksi bersama, bukan sekadar laporan kinerja pemerintah.

“Kita hadir dalam ruang ini sebagai ruang diskusi dan refleksi. Buku ini bukan hanya dokumentasi, tetapi upaya membaca diri dan perjalanan awal pemerintahan dalam bingkai harapan dan kenyataan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari capaian program, tetapi juga dari bagaimana kebijakan tersebut dirasakan dan dimaknai oleh masyarakat.

Menurutnya, konsep asa dan rasa menjadi kunci penting dalam memahami arah pembangunan. Asa mencerminkan harapan besar yang dititipkan rakyat, sementara rasa menggambarkan realitas yang dialami masyarakat sehari-hari.

“Diskusi ini penting karena pembangunan tidak boleh berhenti pada narasi pemerintah saja, tetapi harus membuka ruang berbagai perspektif. Ada optimisme, ada kritik, dan di situlah kekuatan kita untuk berbenah dan melangkah lebih baik,” tegasnya.

Wakil Gubernur juga menyebut bahwa berbagai capaian awal sudah mulai terlihat, mulai dari penguatan ekonomi rakyat, pembangunan berbasis desa, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, hingga reformasi birokrasi agar lebih dekat dengan masyarakat.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa capaian tersebut masih merupakan fondasi awal yang membutuhkan konsistensi, keberlanjutan, dan peningkatan kualitas ke depan.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi NTT, jajaran pemerintah provinsi, serta seluruh pimpinan OPD, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas pembangunan daerah.

Melalui buku Asa dan Rasa, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian aktif dalam proses pembangunan.

Buku ini diharapkan menjadi jembatan antara harapan dan kenyataan, sekaligus penguat semangat bersama menuju NTT yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. (MI)




Undana Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru, Perkuat Benteng Akademik di Tengah Tantangan AI

Kupang, nwartapedia.com — Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mempertegas komitmennya dalam penguatan kualitas akademik dengan mengukuhkan tiga guru besar baru dalam Sidang Senat Terbuka yang berlangsung di Grha Cendana, Kupang, Rabu (8/4/2026).

Pengukuhan ini menambah jumlah profesor di Undana menjadi 79 orang. Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menyebut capaian tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkokoh “benteng akademik” kampus di tengah dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tiga akademisi yang resmi dikukuhkan sebagai guru besar yakni Prof. Dr. Linda W. Fanggidae, S.T., M.T. sebagai pakar Arsitektur dan Perilaku, Prof. Dr. Drs. Wiliam Djani, M.Si. sebagai pakar Reformasi Kebijakan Pembangunan Kesehatan, serta Prof. Zakaria Seba Ngara, Ph.D. sebagai pakar Fisika Material.

Dalam sambutannya, Rektor Undana menyoroti fenomena meningkatnya penggunaan Artificial Intelligence (AI) di kalangan mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa meskipun AI mampu mengolah data secara cepat, peran manusia—khususnya guru besar—tetap tidak tergantikan.

“AI mungkin unggul dalam mengolah data, tetapi guru besar memiliki dimensi yang tidak dimiliki teknologi, yakni hati nurani, emosi, dan kepekaan terhadap konteks lokal. Di sinilah peran penting guru besar dalam membimbing mahasiswa menjadi pemikir yang kritis dan bermakna,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt., yang menyambut baik bertambahnya guru besar di Undana. Ia menilai kepakaran para profesor sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan daerah, mulai dari sektor infrastruktur, kesehatan, hingga pengembangan energi baru.

Prosesi pengukuhan turut diwarnai dengan orasi ilmiah dari masing-masing profesor yang mengangkat isu-isu strategis berbasis kebutuhan lokal.

Di bidang arsitektur, Prof. Linda W. Fanggidae menyoroti pentingnya pendekatan desain berbasis perilaku manusia. Ia mengkritisi kegagalan sejumlah desain modern yang mengabaikan aspek sosial, serta mencontohkan bagaimana ruang-ruang sederhana di NTT justru mampu menjadi pusat interaksi sosial karena selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Prof. Wiliam Djani mengulas persoalan stunting dari perspektif kebijakan publik. Ia menegaskan bahwa tantangan utama bukan hanya keterbatasan anggaran, tetapi lemahnya koordinasi antar lembaga. Ia pun mendorong pendekatan baru yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan, dengan pemerintah berperan sebagai fasilitator.

Di bidang sains, Prof. Zakaria Seba Ngara memperkenalkan inovasi karbon nanodots (K-dots) yang dikembangkan dari bahan organik lokal seperti kulit buah naga dan lengkuas. Teknologi ini dinilai potensial untuk meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya pada tanaman kacang-kacangan, sekaligus menjadi solusi alternatif dalam menghadapi tantangan energi dan pangan.

Bagi Prof. Zakaria, momen pengukuhan ini memiliki makna personal yang mendalam. Ia mengungkapkan bahwa di tengah perjuangannya menghadapi kondisi kesehatan, capaian ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi kemanusiaan.

Melalui pengukuhan tiga guru besar ini, Undana menegaskan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan harus tetap berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan relevansi terhadap kebutuhan masyarakat lokal.

“Ilmu pengetahuan tidak boleh menjauhkan kita dari nilai kemanusiaan. Justru sebaliknya, harus menjadi alat untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” menjadi pesan kuat yang mengemuka dalam momentum akademik tersebut. *




Transformasi Penilaian Akhir, Thomas Doni Ungkap SMAN 1 Amarasi Barat Gunakan Ujian Berbasis Karya Ilmiah

Kupang, nwartapedia.com — SMAN 1 Amarasi Barat terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui inovasi sistem evaluasi pembelajaran. Sekolah ini kini menerapkan Ujian Sekolah berbasis proyek bagi siswa kelas XII sebagai bagian dari transformasi penilaian akhir yang lebih komprehensif.

Kebijakan tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun kompetensi akademik sekaligus membentuk karakter peserta didik secara menyeluruh.

Kepala SMAN 1 Amarasi Barat, Thomas Doni, S.Pd., MM, mengungkapkan bahwa penerapan sistem ini telah berjalan selama dua tahun terakhir dan memberikan dampak positif terhadap proses belajar siswa.

“Selama ini kita tidak lagi menggunakan pola ujian konvensional berbasis soal. Sebagai gantinya, siswa diwajibkan menyusun karya tulis ilmiah sebagai bentuk penilaian akhir,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, pendekatan ini dirancang untuk mendorong siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran, tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses berpikir dan pemahaman.

“Melalui metode ini, siswa dilatih untuk berpikir kritis, menganalisis persoalan, serta meningkatkan kemampuan literasi melalui penelitian sederhana yang kontekstual dengan kehidupan mereka,” ujarnya.

Sebanyak 136 siswa kelas XII terlibat dalam program ini dan dibagi dalam kelompok bimbingan kecil. Setiap guru membimbing antara tiga hingga enam siswa guna memastikan proses penelitian dan penulisan berjalan efektif.

Proses penyusunan karya tulis dimulai sejak Oktober 2025 dan rampung pada akhir Maret 2026. Setiap siswa diwajibkan menyerahkan karya tulis dalam tiga rangkap sebagai bagian dari kelengkapan ujian.

Tahapan selanjutnya adalah presentasi karya ilmiah yang dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 18 April 2026. Sistem ini mengadopsi pola sidang ilmiah, di mana siswa memaparkan serta mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya di hadapan tim penguji.

“Dari presentasi itu, kami dapat menilai sejauh mana pemahaman siswa terhadap karya yang mereka susun, sekaligus mengukur kesiapan mental mereka dalam menyampaikan gagasan,” terang Thomas.

Nilai dari presentasi tersebut kemudian akan diintegrasikan dengan hasil ujian teori yang telah dilaksanakan sebelumnya, sehingga menghasilkan penilaian akhir yang lebih komprehensif dan terukur.

Dalam pelaksanaannya, sekolah turut melibatkan empat pengawas dari Dinas Pendidikan Provinsi NTT sebagai penguji eksternal, sementara 22 guru internal berperan sebagai pembimbing. Secara keseluruhan, sekolah ini didukung oleh 35 tenaga pendidik dan lima tenaga kependidikan.

Thomas menegaskan bahwa penelitian yang dilakukan siswa dirancang sederhana dan berbasis lingkungan sekitar, sehingga tidak membebani siswa secara finansial.

“Kami arahkan agar topik penelitian tetap dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga tidak membutuhkan biaya besar. Umumnya hanya untuk pengetikan dan pencetakan karya tulis,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sistem ini tidak hanya berorientasi pada nilai akhir, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesiapan siswa menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

“Kami ingin memastikan siswa siap secara akademik maupun mental. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal penting saat mereka melanjutkan ke perguruan tinggi,” tambahnya.

Di sisi lain, sekolah juga mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama terkait keterbatasan sarana pendukung seperti komputer dan akses layanan percetakan, mengingat lokasi sekolah yang relatif jauh dari pusat kota.

Sebagai solusi, pihak sekolah menyediakan fasilitas laboratorium komputer yang dapat dimanfaatkan siswa secara bergantian di luar jam pembelajaran.

Ke depan, evaluasi rutin akan terus dilakukan guna menyempurnakan pelaksanaan ujian berbasis proyek ini.

“Ini merupakan upaya berkelanjutan kami dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kami akan terus melakukan pembenahan agar sistem ini semakin efektif dan memberikan manfaat nyata bagi siswa,” tutup Thomas Doni. (MI)




Ferdy Jeremias: HUT ke-17 Jadi Momentum Perumda Air Minum Kota Kupang Hadir Lebih Dekat untuk Masyarakat

Kupang, nwartapedia.com  – Memasuki usia ke-17, Perumda Air Minum Kota Kupang terus menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang digelar pada Rabu (8/4/2026).

Kepala Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum Kota Kupang, Ferdy Jeremias, menyampaikan bahwa tema “17 Tahun Mengalirkan Harapan” bukan sekadar slogan, melainkan cerminan dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas.

“Momentum ulang tahun ini kami maknai sebagai kesempatan untuk lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya melalui pelayanan air bersih, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberi dampak langsung,” ujarnya.

Berbagai kegiatan digelar dalam rangkaian HUT tersebut, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, hingga talkshow interaktif di sejumlah radio lokal. Namun, perhatian terbesar masyarakat tertuju pada pasar murah yang dipusatkan di halaman kantor Perumda Air Minum Kota Kupang.

Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi dengan Perum BULOG NTT, Bank Indonesia, serta sejumlah mitra lainnya yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Menurut Ferdy, tingginya antusiasme masyarakat, khususnya pada program pembayaran menggunakan QRIS dari Bank Indonesia dengan harga Rp1, menjadi bukti bahwa kegiatan tersebut benar-benar menjawab kebutuhan warga.

“Kami melihat sendiri bagaimana masyarakat sangat antusias. Ini menjadi evaluasi bagi kami ke depan agar kegiatan seperti ini bisa dilakukan dengan skala yang lebih besar dan menjangkau lebih banyak warga,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi inovasi digital yang dihadirkan oleh Bank Indonesia dalam mendukung kemudahan transaksi bagi masyarakat.

“Kami berharap pola seperti ini bisa terus dikembangkan, tidak hanya di kegiatan kami, tetapi juga di berbagai pasar murah lainnya. Ini sangat membantu masyarakat, apalagi dengan harga yang sangat terjangkau,” tambahnya.

Meski demikian, Ferdy tidak menampik adanya warga yang belum sempat mendapatkan bahan pokok karena tingginya minat. Hal tersebut, menurutnya, menjadi catatan penting untuk pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat yang belum kebagian. Ke depan, kami akan berupaya meningkatkan ketersediaan stok agar manfaatnya bisa dirasakan lebih merata,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Ferdy menegaskan bahwa Perumda Air Minum Kota Kupang akan terus berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik sekaligus memberikan kontribusi sosial yang berkelanjutan.

“Semoga harapan yang kami alirkan tidak hanya melalui air bersih, tetapi juga melalui setiap kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” pungkasnya. (MI)




Rangkaian HUT Perumda Air Minum Kota Kupang Diisi Donor Darah, Layanan Kesehatan hingga Pasar Murah

Kupang, nwartapedia.com — Perumda Air Minum Kota Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam pelayanan publik melalui berbagai kegiatan sosial yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 tahun yang jatuh pada tanggal 3 April.

Sejumlah agenda kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat dilaksanakan secara terpadu dan mendapat antusiasme tinggi dari warga.

Ketua Panitia HUT, Marius R. Seran yang juga menjabat sebagai Kepala SPI Perumda Air Minum Kota Kupang, menjelaskan bahwa pada hari Rabu tersebut difokuskan pada tiga kegiatan utama, yakni donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pasar murah.

“Pada hari ini, kami melaksanakan donor darah bekerja sama dengan PMI, kemudian pemeriksaan kesehatan gratis bersama Puskesmas Oesapa, dan juga pasar murah yang melibatkan berbagai pihak seperti Bulog, Bank Indonesia, Hypermart, serta UMKM lokal,” ungkapnya pada Rabu (8/4/2026).

Ia menambahkan, kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah hanya berlangsung pada Rabu (8/4/2026), sementara pasar murah akan terus dibuka hingga tanggal 10 April 2026 agar masyarakat memiliki waktu lebih luas untuk berpartisipasi.

“Pasar murah ini berlangsung selama tiga hari ke depan. Kami ingin memastikan masyarakat bisa merasakan langsung manfaatnya, khususnya dalam mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” jelas Mario.

Selain kegiatan pada hari puncak tersebut, rangkaian HUT Perumda Air Minum Kota Kupang juga telah diisi dengan berbagai kegiatan sosial lainnya, seperti kunjungan dan penyaluran bantuan ke panti asuhan, pembagian air bersih gratis kepada masyarakat, hingga program pemasangan sambungan rumah (SR) gratis bagi warga.

Menurut Mario, seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan sejak satu bulan sebelumnya melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk dukungan sponsor dari sektor perbankan seperti BRI, BNI, dan Mandiri, serta kolaborasi dengan sejumlah vendor.

“Harapan kami, momentum HUT ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga mampu membangkitkan semangat pelayanan Perumda Air Minum Kota Kupang agar semakin optimal. Kami juga ingin membangun partisipasi masyarakat untuk bersama-sama mendukung pelayanan air minum yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, dr. Alvin Soehendry Wijaya dari Unit Donor Darah PMI Provinsi NTT menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan donor darah tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Perumda Air Minum Kota Kupang atas inisiatif kegiatan ini. Mudah-mudahan darah yang terkumpul hari ini dapat membantu pasien-pasien di rumah sakit yang membutuhkan,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa kebutuhan darah terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan pasien, sehingga kegiatan donor darah seperti ini sangat penting untuk terus digalakkan.

Dengan rangkaian kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, HUT Perumda Air Minum Kota Kupang tahun ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial dan penguatan pelayanan publik di Kota Kupang. (MI)