Dukung Fasilitas Kesehatan Warga, Filmon Loasana Bantu Material Posyandu di Penkase Oeleta

Kupang, nwartapedia.com – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur dari Fraksi PSI, Filmon Loasana, memberikan bantuan material bangunan untuk mendukung pembangunan Posyandu di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Rabu (15/4/2026).

Bantuan berupa pasir, batu kerikil, dan batako tersebut disalurkan kepada masyarakat RW 06 yang mencakup RT 19, 20, 21, 22, dan 26.

Bantuan ini merupakan inisiatif pribadi sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan fasilitas kesehatan dasar di lingkungan masyarakat.

Pembangunan Posyandu ini digagas secara swadaya oleh warga melalui semangat solidaritas, guna menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah diakses, khususnya bagi ibu dan anak.

Filmon Loasana menilai bahwa keberadaan Posyandu sangat penting dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat mempercepat proses pembangunan sehingga segera dapat dimanfaatkan.

“Fasilitas seperti Posyandu harus kita dorong bersama karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan aktif warga dalam pembangunan tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat dan pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memperkuat pembangunan di tingkat lokal.

Warga setempat menyambut positif bantuan tersebut dan berharap pembangunan Posyandu dapat segera selesai serta digunakan untuk menunjang pelayanan kesehatan di lingkungan mereka.

Dukungan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan akses layanan kesehatan serta memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat (MI)




Peningkatan Jalan di GOR Oepoi Segera Dimulai, Pemkot Kupang Utamakan Kualitas dan Akses Publik

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang segera memulai pekerjaan peningkatan ruas jalan di kawasan GOR Flobamora sebagai bagian dari upaya memperbaiki infrastruktur strategis kota.

Ruas Jalan Iman Budiman yang berada di depan GOR Oepoi selama ini dikenal sebagai jalur padat yang menghubungkan berbagai aktivitas masyarakat menuju pusat kota.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk mempercepat penanganan guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Bina Marga, Jeck Puu, menyampaikan bahwa proses pengadaan proyek telah rampung dan kini memasuki tahap persiapan pelaksanaan.

Proyek ini akan dikerjakan oleh CV Tiga Putra Agung dengan nilai kontrak sebesar Rp5,579 miliar. Dalam waktu dekat, pihak kontraktor akan menerima penyerahan lapangan sebagai tanda dimulainya pekerjaan.

Tahapan awal meliputi pengecekan kondisi lapangan (MC 0) dan rapat persiapan konstruksi (PCM), sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan secara bertahap.

Lingkup pekerjaan mencakup pembangunan badan jalan dengan struktur beton bertulang, perbaikan lapisan dasar, penimbunan agregat, serta pembenahan sistem drainase dan trotoar.

Penanganan ini diharapkan tidak hanya memperkuat konstruksi jalan, tetapi juga meningkatkan fungsi kawasan secara menyeluruh.

Menurut Jeck, penggunaan konstruksi beton bertulang dipilih untuk menjamin daya tahan jalan dalam jangka panjang, terutama mengingat tingginya intensitas lalu lintas di kawasan tersebut.

Pekerjaan ditargetkan selesai dalam waktu 150 hari kalender dengan tetap mengedepankan standar mutu.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan dilakukan secara transparan melalui sistem LPSE, sehingga dapat dipantau publik dan bebas dari intervensi.

Di tengah keterbatasan anggaran, proyek ini tetap diprioritaskan karena dinilai memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas serta efisiensi mobilitas masyarakat Kota Kupang.

Dengan dimulainya pekerjaan dalam waktu dekat, pemerintah berharap kawasan GOR Oepoi dapat memiliki infrastruktur jalan yang lebih layak, aman, dan mendukung aktivitas masyarakat secara optimal.***




Wali Kota Kupang: HUT ke-17 Perumda Air Minum Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, Christian Widodo menegaskan bahwa perayaan Hari Ulang Tahun ke-17 Perumda Air Minum Kota Kupang harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada puncak perayaan HUT yang digelar di Kota Kupang, Kamis (16/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada jajaran Perumda Air Minum atas dedikasi selama 17 tahun dalam menyediakan layanan air bersih bagi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi berbagai kegiatan sosial yang dilakukan dalam rangkaian HUT, seperti bakti sosial, pengobatan gratis, pasar murah, hingga pemasangan sambungan rumah gratis bagi warga berpenghasilan rendah.

“Perayaan tidak boleh sekadar seremonial, tetapi harus memberi dampak nyata. Apa yang dilakukan hari ini sudah tepat karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengibaratkan Perumda Air Minum sebagai “kapal” yang tidak hanya berlabuh di dermaga, tetapi harus berani menghadapi gelombang persoalan di tengah masyarakat, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan air bersih di Kota Kupang.

Menurutnya, air merupakan sumber kehidupan yang harus dilayani secara adil dan merata tanpa diskriminasi. Oleh karena itu, pelayanan publik di sektor air minum harus terus ditingkatkan, baik dari sisi kualitas, kontinuitas, maupun pemerataan layanan.

“Selama masih ada warga yang belum mendapatkan akses air bersih, maka tugas kita belum selesai. Kita tidak hanya menjadi operator, tetapi penjaga kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa menyampaikan bahwa selama 17 tahun, pihaknya terus berupaya menghadirkan layanan air sebagai bagian dari harapan dan kehidupan masyarakat.

“Air yang kami alirkan bukan sekadar layanan, tetapi juga harapan bagi warga Kota Kupang,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan survei terbaru, tingkat kepuasan pelanggan Perumda Air Minum Kota Kupang mencapai angka 82 dengan kategori baik.

Meski demikian, pihaknya mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan ke depan.
Dalam momentum HUT ke-17 ini, Perumda Air Minum juga meluncurkan berbagai program, di antaranya pemasangan 17 sambungan rumah gratis, program berbagi air, serta penguatan layanan berbasis digital.

Ketua panitia HUT, Marius R. Seran menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak 2 Maret hingga 16 April 2026, dengan mengusung tema “17 Tahun Perumda Air Minum Mengalirkan Harapan.”

Berbagai kegiatan tersebut meliputi bakti sosial di panti asuhan, donor darah, pelayanan kesehatan gratis, pasar murah, edukasi HIV/AIDS di sekolah, hingga peluncuran program inovatif untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Pemerintah Kota Kupang berharap, momentum ini menjadi penguatan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan air bersih, sekaligus memperluas jangkauan pelayanan bagi seluruh masyarakat Kota Kupang. (MI)




Wali Kota Kupang Tekankan Evaluasi Jujur dan Sinergi Lintas Sektor untuk Perkuat Kinerja Pemerintah

Kupang, nwartapedia.com – Christian Widodo secara resmi membuka Rapat Evaluasi dan Koordinasi Lintas Sektor lingkup Pemerintah Kota Kupang yang digelar di Hotel Kristal Kupang, Rabu (15/4).

Rapat strategis ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis, Sekretaris Daerah Jeffry E. Pelt, para staf ahli, asisten sekda, pimpinan perangkat daerah, direktur perusahaan daerah, hingga para camat se-Kota Kupang.

Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan pentingnya kejujuran, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan sistem kerja dalam memastikan keberhasilan program pemerintah daerah.

Menurutnya, forum evaluasi ini menjadi ruang terbuka untuk mengidentifikasi hambatan sekaligus merumuskan solusi bersama.

“Rapat ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memahami kendala yang ada dan menemukan jalan keluar secara kolektif,” tegasnya.

Ia mencontohkan pengembangan kawasan Saboak di Taman Nostalgia Kupang sebagai program yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari penataan kawasan, keamanan, kebersihan, hingga pengelolaan lalu lintas.

Hal tersebut menunjukkan bahwa sinergi antar perangkat daerah menjadi faktor kunci keberhasilan.

Wali Kota juga mendorong seluruh peserta untuk terbuka dalam menyampaikan persoalan di lapangan.

Ia menilai kejujuran menjadi langkah awal dalam memperbaiki kinerja dan meningkatkan efektivitas program.

Selain itu, ia menekankan pentingnya fokus pada program prioritas, baik daerah maupun nasional, seperti penguatan koperasi, UMKM, serta penyaluran beasiswa berbasis data yang akurat dan terintegrasi.

“Kita tidak boleh hanya kuat di laporan, tetapi lemah dalam pelaksanaan. Yang dibutuhkan adalah keberanian menindaklanjuti hasil evaluasi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun sistem kerja yang berkelanjutan agar program tetap berjalan optimal meskipun terjadi pergantian personel.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Serena C. Francis menegaskan bahwa keterbukaan dan komunikasi yang efektif menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Ia meminta setiap perangkat daerah menyampaikan kendala secara singkat, padat, dan jelas agar pembahasan lebih fokus pada solusi.

Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk terbuka terhadap berbagai perspektif, termasuk masukan dari LSM dan sektor swasta, guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program.

“Kita harus terbuka terhadap kritik yang membangun serta peluang kolaborasi agar program pemerintah benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Rapat evaluasi ini direncanakan akan dilaksanakan secara berkala sebagai upaya memperkuat sinergi, meningkatkan efektivitas kinerja, serta memastikan pembangunan di Kota Kupang berjalan optimal dan tepat sasaran. *




Undana Raih Pendanaan Riset Nasional 2026, Perkuat Inovasi dan Pemberdayaan Berbasis Lokal

Kupang, nwartapedia.com  – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mencatatkan capaian strategis di tingkat nasional dengan lolosnya sejumlah proposal dosen dalam program pendanaan tahun anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM).

Pendanaan tersebut mencakup skema penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), serta Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB).

Capaian ini menegaskan konsistensi Undana dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di Nusa Tenggara Timur.

Pada skema PkM, program yang didanai berfokus pada hilirisasi inovasi dan penguatan ekonomi lokal.

Di antaranya pengolahan limbah biji alpukat menjadi teh herbal di Desa Oelbubuk oleh Maria Prudensiana Leda Muga, pemanfaatan limbah kemiri menjadi briket di Kabupaten Kupang oleh Ni Putu Nursiani, serta pengembangan akuakultur berbasis pemasaran digital oleh Immaria Fransira.

Selain itu, program ketahanan pangan terintegrasi di Rote Ndao yang dipimpin Verdy Ariyanto Koehuan turut memperkuat sektor peternakan dan pertanian.

Di bidang penelitian, tema yang diangkat mencakup isu-isu strategis, seperti konservasi sapi lokal oleh Ni Made Paramita Setyani, manajemen risiko komunikasi bencana oleh Petrus Ana Andung, inovasi teknologi pengolahan air oleh Remigildus Cornelis, serta kajian ekonomi berkelanjutan UMKM rumput laut oleh Emilia Gie.

Kepala LP2M Undana, Yosep Seran Mau, menyatakan bahwa capaian ini mencerminkan semakin meratanya budaya riset di lingkungan kampus lintas disiplin ilmu.

Menurutnya, penguatan bidang pertanian dan peternakan tetap menjadi prioritas, sejalan dengan karakteristik wilayah, namun kini didukung oleh kontribusi sektor teknik, kesehatan, dan ekonomi.

Sementara itu, pada skema RIKUB, proposal yang dipimpin Antonius R B Ola berhasil memperoleh pendanaan sebesar Rp551,56 juta.

Riset tersebut mengembangkan bio-preservatif berbasis mikroorganisme lokal untuk mendukung industri krustasea nasional.

Capaian ini diharapkan semakin memperkuat peran Undana sebagai pusat pengembangan riset terapan yang adaptif, inovatif, dan berdampak langsung bagi pembangunan daerah maupun nasional. (Ing)




Akun Palsu Catut Nama Wali Kota Kupang, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Kupang, nwartapedia.com  — Masyarakat Kota Kupang diminta untuk lebih waspada terhadap beredarnya akun palsu di media sosial yang mengatasnamakan Wali Kota Kupang, Christian Widodo.

Akun Facebook tersebut diketahui menggunakan nama dan foto profil Wali Kota untuk menarik perhatian publik.

Akun dimaksud juga mencantumkan nomor kontak +62851-8221-2811 dan aktif menghubungi warga melalui pesan Messenger dengan berbagai pendekatan yang menyesatkan.

Berdasarkan hasil penelusuran bersama Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kota Kupang, dipastikan bahwa akun media sosial dan nomor telepon tersebut bukan milik Wali Kota Kupang.

Pelaku memanfaatkan identitas pejabat publik untuk membangun kepercayaan, dengan modus menawarkan bantuan atau sedekah untuk pembangunan rumah ibadah di wilayah Kota Kupang.

Praktik ini dinilai berpotensi merugikan masyarakat jika tidak diantisipasi dengan baik.

Pemerintah Kota Kupang menegaskan bahwa seluruh informasi yang disampaikan melalui akun tersebut tidak benar dan tidak memiliki kaitan dengan Wali Kota Kupang.

“Kami tegaskan bahwa akun tersebut adalah palsu dan segala bentuk komunikasi yang mengatasnamakan Wali Kota melalui akun tersebut merupakan tindakan penipuan,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan.

Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima, terutama yang berasal dari akun tidak resmi.

Warga juga diharapkan lebih bijak dalam menyikapi pesan yang beredar di media sosial serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan aktivitas mencurigakan.

Pemerintah Kota Kupang kembali mengingatkan bahwa informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi. (MI)




Cricket Kota Kupang Pacu Pembinaan Atlet, Siap Hadapi PON 2028

Kupang, nwartapedia.com — Pengurus Cricket Kota Kupang mulai memantapkan arah pembinaan atlet dengan menyiapkan sejumlah strategi jangka panjang guna menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Komitmen ini ditegaskan dalam rapat pengurus yang berlangsung pada Selasa (14/4).

Ketua Cricket Kota Kupang, Serena Francis, menekankan bahwa fokus organisasi ke depan tidak hanya sebatas pelantikan kepengurusan, tetapi lebih pada penguatan sistem pembinaan atlet yang terstruktur dan berkelanjutan.

Menurutnya, langkah ini penting untuk menciptakan atlet yang mampu bersaing di level nasional.

Ia menjelaskan, pembinaan sejak usia dini menjadi prioritas utama. Melalui pendekatan tersebut, potensi atlet muda dapat dikembangkan secara maksimal dengan dukungan program yang jelas dan terarah.

“Ke depan, kita ingin memastikan proses pembinaan berjalan konsisten sejak dini agar atlet yang dihasilkan benar-benar siap menghadapi PON 2028,” ungkap Serena.

Selain itu, Cricket Kota Kupang juga mendorong pengembangan olahraga kriket melalui jalur pendidikan. Sekolah-sekolah, khususnya tingkat SD dan SMP, akan dijadikan sebagai basis utama dalam menjaring dan membina talenta muda.

Upaya lain yang tak kalah penting adalah penyelenggaraan kompetisi secara rutin.

Kegiatan ini dinilai mampu meningkatkan pengalaman bertanding atlet sekaligus memperluas minat masyarakat terhadap olahraga kriket di Kota Kupang.

“Dengan kompetisi yang berkelanjutan, atlet akan semakin terasah kemampuannya. Ini juga menjadi cara efektif untuk memperkenalkan kriket kepada masyarakat luas,” tambahnya.

Serena juga menyoroti komposisi pengurus yang beragam sebagai kekuatan organisasi.

Kolaborasi antara pemuda, pelajar, atlet, dan tokoh berpengalaman diyakini dapat memperkuat pelaksanaan program pembinaan ke depan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan, Frengky Amalo, memastikan bahwa persiapan pelantikan pengurus yang direncanakan berlangsung pada Mei 2026 terus berjalan optimal.

Berbagai aspek teknis telah dipersiapkan guna mendukung kelancaran kegiatan tersebut.

“Seluruh persiapan pelantikan terus kami matangkan. Kami berharap momentum ini menjadi titik awal penguatan pembinaan atlet Cricket Kota Kupang,” ujarnya.

Dengan strategi yang telah disusun, Cricket Kota Kupang optimistis mampu meningkatkan prestasi serta melahirkan atlet-atlet potensial yang siap bersaing di ajang nasional pada PON 2028. (goe)




Undana dan Yayasan Maringgi Malala Rintis Kampus Pariwisata di Sumba Barat Daya

Kupang, nwartapedia.com – Universitas Nusa Cendana (Undana) membuka peluang kolaborasi strategis bersama Yayasan Maringgi Malala dalam upaya menghadirkan perguruan tinggi berbasis pariwisata di Sumba Barat Daya.

Inisiatif ini menjadi langkah konkret untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja profesional di sektor pariwisata sekaligus mengangkat potensi unggulan Pulau Sumba.

Audiensi yang berlangsung di Kupang pada Selasa (14/4/2026) tersebut mempertemukan jajaran pimpinan Undana yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, bersama tim Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Dari pihak yayasan hadir langsung Ketua Yayasan Maringgi Malala, Yonatan B. Agu Ate.

Dalam pertemuan itu, pihak Undana menegaskan kesiapan mereka untuk terlibat aktif dalam proses pengembangan institusi, mulai dari pendampingan akademik hingga penguatan sistem pembelajaran.

Dukungan tersebut diharapkan mampu memastikan kualitas pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri pariwisata.

Prof. Annytha menyampaikan bahwa potensi pariwisata di Sumba Barat Daya sangat besar, namun perlu didukung oleh sumber daya manusia yang terampil dan terdidik. Karena itu,

Undana siap mengambil peran dalam memperkuat fondasi akademik, termasuk mendorong pembentukan tim khusus guna mempercepat realisasi program setelah kesepakatan formal ditetapkan.

Di sisi lain, Yonatan B. Agu Ate menyoroti masih rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi di wilayah Sumba Barat Daya.

Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar lulusan sekolah kejuruan pariwisata belum melanjutkan ke jenjang universitas, sehingga berdampak pada minimnya tenaga lokal yang mampu bersaing di sektor tersebut.

Menurutnya, kehadiran kampus pariwisata akan membuka akses pendidikan yang lebih dekat dan relevan bagi masyarakat setempat.

Hal ini diharapkan dapat mendorong lahirnya tenaga kerja profesional dari putra daerah yang mampu mengisi peran strategis dalam industri pariwisata.

Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari komitmen Undana sebagai kampus yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan pengembangan pendidikan tinggi di bidang pariwisata, diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal melalui pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis potensi daerah.*




KADIN NTT dan KPP Pratama Kupang Perkuat Sinergi, Dorong Kepatuhan Pajak Pelaku Usaha

Kupang, nwartapedia.com — Upaya memperkuat kepatuhan pajak di kalangan pelaku usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus digalakkan melalui kolaborasi lintas lembaga.

Hal ini tercermin dalam kunjungan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kupang, Jehuda Bil Jonas Zacharias, ke Kantor Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT, Selasa (14/4/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, didampingi Wakil Ketua Umum Bidang Perpajakan Ferry Vincentsius serta Direktur Eksekutif Mercy Siubelan. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif.

Dalam kesempatan itu, Jehuda yang merupakan putra daerah asal Rote menyampaikan komitmennya untuk membangun kemitraan strategis dengan KADIN NTT.

Ia menilai peran KADIN sangat penting dalam menjangkau pelaku usaha di berbagai sektor guna meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pajak.

Menurutnya, transformasi sistem perpajakan yang semakin modern, termasuk penerapan Coretax, menuntut para pelaku usaha untuk terus memperbarui pemahaman mereka terhadap regulasi yang berlaku.

“Kami ingin KADIN menjadi mitra dalam menyosialisasikan kebijakan perpajakan. Perubahan sistem yang semakin maju harus diimbangi dengan pemahaman yang baik dari para wajib pajak,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bobby Lianto menyatakan kesiapan KADIN NTT untuk berperan aktif dalam meningkatkan literasi perpajakan di kalangan pengusaha.

Ia menegaskan bahwa KADIN memiliki jaringan luas yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi dan edukasi secara efektif.

“Kami siap menjadi jembatan antara pemerintah dan pelaku usaha. Edukasi perpajakan sangat penting agar para pengusaha dapat menjalankan kewajibannya dengan benar,” ungkap Bobby.

Lebih lanjut, Bobby juga mengundang jajaran KPP Pratama Kupang untuk berpartisipasi dalam kegiatan Musyawarah Kabupaten (Mukab) KADIN yang akan digelar pada 24 April 2026 di Rote.

Kegiatan tersebut dinilai sebagai momentum strategis untuk memberikan sosialisasi langsung kepada pelaku usaha di daerah.

Selain itu, ia menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara otoritas pajak dan dunia usaha.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah pelaku usaha yang belum sepenuhnya memahami aturan perpajakan, sehingga membutuhkan pendampingan yang intensif.

“Kami berharap ada pembinaan yang konsisten. Dengan pemahaman yang baik, para pengusaha tidak hanya terhindar dari sanksi, tetapi juga dapat berkontribusi lebih optimal bagi pembangunan daerah,” tegasnya.

Melalui sinergi yang terjalin antara KADIN NTT dan KPP Pratama Kupang, diharapkan tingkat kesadaran serta kepatuhan pajak pelaku usaha di NTT terus meningkat, seiring dengan penguatan edukasi dan komunikasi yang berkelanjutan. *




Raih Doktor di Undana, Frans Likadja Tawarkan Solusi Energi untuk Wilayah Kepulauan

Kupang, nwartapedia.com – Program Studi Doktor Ilmu Administrasi FISIP Universitas Nusa Cendana kembali melahirkan doktor baru. Frans J. Likadja resmi dikukuhkan sebagai doktor ke-45 setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka promosi doktor yang digelar di Aula FISIP Undana, Senin (13/4/2026).

Dalam disertasinya, Frans mengangkat isu strategis mengenai ketahanan energi di wilayah kepulauan kecil, dengan fokus pada kondisi di Nusa Tenggara Timur yang hingga kini masih menghadapi ketimpangan akses listrik. Ia secara khusus menyoroti Pulau Semau, di mana sebagian masyarakat masih bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang berbiaya tinggi dan berdampak besar terhadap lingkungan.

Sebagai solusi, Frans menawarkan penerapan sistem smart hybrid microgrid berbasis energi surya yang dioperasikan secara paralel dengan PLTD. Sistem ini mampu memproduksi rata-rata 1.800 kWh energi per hari, menghemat penggunaan bahan bakar hingga 540 liter solar, serta berkontribusi dalam menekan emisi gas rumah kaca (GRK).

Menurutnya, inovasi teknologi tersebut tidak hanya berdampak pada efisiensi energi, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan listrik yang lebih terjangkau dan berkelanjutan.

Namun demikian, Frans menekankan bahwa keberhasilan transisi energi tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Diperlukan kebijakan yang inklusif, tata kelola yang efektif, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahap implementasi.

“Transisi energi di wilayah kepulauan harus berbasis pada kebutuhan lokal dan didukung oleh kebijakan yang tepat, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng, memberikan apresiasi atas capaian akademik tersebut.

Ia mengingatkan bahwa gelar doktor bukan sekadar pencapaian akademis, melainkan amanah untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Ilmu yang dimiliki harus memberi manfaat sebesar-besarnya, khususnya bagi masyarakat NTT. Utamakan empati dan pengabdian dalam setiap langkah,” pesannya.

Dengan pengukuhan ini, hasil penelitian Dr. Frans J. Likadja diharapkan dapat menjadi rujukan strategis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan energi terbarukan, terutama di wilayah kepulauan yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional, demi mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. *