Hadapi Era Digital, Disdikbud Kupang Bekali Guru SD dengan Bimtek IT

Kupang, nwartapedia.com  — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi (IT) bagi guru kelas jenjang Sekolah Dasar (SD) negeri se-Kota Kupang, Rabu 22/4/2026.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 22 hingga 24 April 2026 ini digelar di Hotel Pelangi, Kota Kupang, dan diikuti oleh 37 guru kelas dari berbagai SD negeri di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Ernest Ludji menegaskan pentingnya penguasaan teknologi oleh para guru di tengah perkembangan pendidikan di era digital.

Menurutnya, transformasi pendidikan menuntut para pendidik untuk mampu mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran di kelas.

“Pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Guru harus mampu beradaptasi dan meningkatkan kompetensinya agar proses belajar mengajar menjadi lebih efektif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Ketua panitia kegiatan, Meriana Kadiwano, http://S.Pd, menjelaskan bahwa bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berbasis IT.

“Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dengan memanfaatkan berbagai platform digital, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah,” kata Meriana.

Selama pelaksanaan bimtek, peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber, yakni Yurmida Kadja, http://S.Pd dari TK Dian Harapan Kupang, Apriana Do Lalu, http://S.Pd dari SD Kristen Lentera Kupang, serta Yane Mira Kore, http://S.Th dari Yayasan Citra Bina Mandiri Kupang.

Materi yang disampaikan meliputi pemanfaatan media pembelajaran digital, strategi pembelajaran interaktif berbasis IT, serta pengembangan konten ajar yang menarik dan adaptif bagi siswa sekolah dasar.

Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan, khususnya di jenjang sekolah dasar, seiring dengan tuntutan digitalisasi pendidikan yang terus berkemban. (goe)




Penguatan Sinergi Gereja dan Pemerintah, Gubernur NTT dan Wali Kota Kupang Terima Pin SMGM

Kupang, nwartapedia.com  —  Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, dan Wali Kota Kupang, Cristian Widodo, menerima penyematan Pin Sahabat Monsinyur Gabriel Manek dari Komunitas Sahabat Monsinyur Gabriel Manek sebagai bentuk penghargaan sekaligus penguatan kolaborasi pelayanan iman dan sosial kemasyarakatan di daerah.

Penyematan pin kepada Gubernur NTT dilakukan oleh Romo RD Longginus Bone selaku Moderator SMGM di ruang kerja gubernur, Rabu (22/4/2026), dengan dihadiri jajaran pengurus SMGM Keuskupan Agung Kupang.

Adapun penyematan kepada Wali Kota Kupang telah dilaksanakan sehari sebelumnya di rumah jabatan wali kota oleh tim pengurus SMGM.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, pengurus SMGM juga melakukan kunjungan ke Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang untuk menyampaikan eksistensi, visi, dan program kerja komunitas sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor.

Selain itu, audiensi juga telah dilakukan dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT.

Koordinator SMGM Keuskupan Agung Kupang, Adrianus Ceme, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan strategi membangun kemitraan yang konstruktif antara komunitas umat dan pemerintah.

“Kami berupaya menghadirkan nilai keteladanan Monsinyur Gabriel Manek dalam kehidupan sosial dan pelayanan Gereja. Untuk itu, kami juga mengundang Bapak Gubernur dan Wali Kota bersama keluarga untuk menghadiri perayaan ulang tahun ke-9 SMGM,” ujarnya.

Perayaan HUT ke-9 SMGM dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2026 pukul 17.00 Wita di Aula Keuskupan Agung Kupang, dan akan dipimpin oleh Hironimus Pakaenoni.

Pada kesempatan tersebut, pengurus SMGM turut menyampaikan undangan resmi kepada Gubernur NTT untuk mendukung serta menghadiri Musyawarah Nasional–Internasional (Munas) SMGM ke-IV yang direncanakan digelar di Kota Kupang pada Agustus 2027.

Sedikitnya empat tokoh publik telah dikunjungi guna dimintai kesediaan sebagai pelindung kehormatan dalam agenda tersebut.

Penasehat SMGM Pusat, Anton Bele, menegaskan bahwa dukungan pemerintah memiliki peran strategis dalam memperluas dampak pelayanan komunitas berbasis iman.

“SMGM tidak hanya bergerak dalam ranah spiritual, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, sinergi dengan pemerintah menjadi kunci untuk memperluas manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan para pemimpin daerah sebagai pelindung kehormatan akan memberikan penguatan moral sekaligus dukungan strategis bagi suksesnya pelaksanaan Munas-Internasional SMGM ke-IV.

Melalui penyematan pin tersebut, SMGM berharap terbangun kolaborasi yang semakin solid antara Gereja dan pemerintah dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkeadaban di Nusa Tenggara Timur.  (goe)




Filmon Loasana Gelar Pengobatan Gratis dan Bagi Kacamata untuk Warga Manulai 2

Kupang, nwartapedia.com  –  Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang juga Ketua DPD PSI Kota Kupang, Filmon Loasana, menggelar kegiatan bakti sosial berupa pengobatan umum dan pembagian kacamata baca gratis bagi warga RT 19 RW 07, Kelurahan Manulai 2, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari puluhan warga, khususnya kalangan lanjut usia (lansia).

Sejak pagi hari, warga sudah memadati lokasi untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan sekaligus mendapatkan kacamata baca gratis.

Setelah menjalani pemeriksaan, warga yang membutuhkan langsung diberikan kacamata sesuai dengan ukuran mata masing-masing.

Dalam keterangannya, Filmon Loasana menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan dasar hingga ke tingkat lingkungan terkecil, seperti RT dan RW.

“Masih banyak bapak-mama kita yang kesulitan membaca karena tidak memiliki kacamata. Padahal kebutuhan mereka sederhana, hanya kacamata baca. Kalau penglihatan sudah jelas, membaca kitab suci maupun koran jadi lebih nyaman. Ini bantuan kecil, tapi dampaknya besar,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Sementara itu, perwakilan warga, Thobias Lay, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Filmon Loasana.

“Atas nama warga RT 19 RW 07, kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Filmon. Bantuan pemeriksaan kesehatan dan kacamata gratis ini sangat membantu kami, khususnya orang tua di sini. Semoga kebaikan ini mendapat balasan dari Tuhan,” ungkapnya.

Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin dan menjangkau wilayah RT lainnya di Kelurahan Manulai 2.

Menanggapi hal tersebut, Filmon memastikan bahwa program sosial di bidang kesehatan akan terus dilakukan secara bergilir di berbagai wilayah.

“Kesehatan masyarakat adalah prioritas. PSI akan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya saat momentum pemilu, tetapi sebagai bagian dari pelayanan nyata,” tegasnya *




SDN Fatukoa Gelar Try Out Berbasis Komputer, Siapkan Siswa Hadapi Ujian Sekolah Mei

Kupang, nwartapedia.com  —  SD Negeri Fatukoa, Kota Kupang, terus mematangkan persiapan menghadapi ujian sekolah yang akan digelar pada Mei 2026 dengan menyelenggarakan try out berbasis komputer.

Kegiatan ini didukung ketersediaan 38 unit komputer milik sekolah yang dalam dua tahun terakhir memungkinkan pelaksanaan ujian secara mandiri.

Kepala SDN Fatukoa, Der Yulianus Kore, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/4/2026), mengatakan bahwa kesiapan sarana prasarana menjadi modal penting dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan di sekolah tersebut.

“Puji Tuhan, sudah dua tahun ini kami bisa melaksanakan kegiatan berbasis komputer secara mandiri. Sebelumnya kami harus meminjam peralatan dari sekolah lain dengan konsekuensi biaya yang cukup besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2026 ini sebanyak 70 siswa mengikuti try out berbasis komputer yang dijadwalkan berlangsung pada 27 dan 28 April.

Kegiatan ini bertujuan mengukur kesiapan siswa sebelum menghadapi ujian sekolah yang sesungguhnya pada Mei mendatang.

Guru kelas, Maksi Misa, menegaskan bahwa para siswa telah melalui berbagai tahapan persiapan.

“Anak-anak sudah melewati proses latihan dan try out, sehingga kami optimistis mereka siap dan mampu mengerjakan soal dengan baik saat ujian sekolah nanti,” katanya.

Materi yang diujikan dalam try out mencakup Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), dan Pendidikan Agama, sesuai dengan kisi-kisi ujian sekolah.

Sekolah juga menargetkan dapat mempertahankan capaian prestasi tahun sebelumnya, di mana SDN Fatukoa meraih peringkat pertama dengan tingkat kelulusan 100 persen.

Sementara itu, Pengawas SD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Johni Eduard Rihi, berharap langkah SDN Fatukoa dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan evaluasi.

“Dengan fasilitas yang sudah tersedia, diharapkan sekolah mampu menjaga kualitas pelaksanaan ujian serta terus meningkatkan prestasi siswa,” ujarnya. (goe)




Inspektorat Kota Kupang Periksa Dua Mantan Lurah, Proses Dipercepat untuk Hindari Spekulasi Publik

Kupang, nwartapedia.com — Kepala Inspektorat Daerah Kota Kupang, Frengky Amalo, S.Sos., M.Si, menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap dua mantan lurah, yakni mantan Lurah Tode Kisar Richardson Zacharias Therik dan mantan Plt. Lurah Fontein Ledy Amatae, terkait kasus yang tengah menjadi perhatian publik.

Hal tersebut disampaikan kepada media ini di ruang kerjanya pada Senin (20/4/2026), menyusul arahan Wali Kota Kupang melalui Sekretaris Daerah agar Inspektorat segera menindaklanjuti laporan dan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

“Untuk sementara, kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait, termasuk keluarga dan aparatur di kedua kelurahan yang dinilai mengetahui persoalan ini,” ujar Frengky.

Ia menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan memanggil kedua mantan lurah tersebut untuk dimintai keterangan secara langsung. Surat panggilan telah disiapkan dan dijadwalkan dalam pekan ini.

“Kami akan memanggil mantan Plt. Lurah Fontein, Ledy Amatae, dan mantan Lurah Tode Kisar, Richardson Zacharias Therik, untuk memberikan klarifikasi. Karena mereka adalah pejabat, maka perlu dimintai keterangan secara resmi,” tegasnya.

Frengky menegaskan bahwa pemeriksaan Inspektorat berfokus pada aspek kedudukan mereka sebagai aparatur pemerintah, khususnya terkait dugaan pelanggaran disiplin dan etika sebagai pejabat publik, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Jika menyangkut dugaan peristiwa pemukulan, itu merupakan delik aduan dan menjadi ranah pribadi atau keluarga. Sementara kami di Inspektorat fokus pada aspek disiplin dan etika sebagai pejabat,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa proses pemeriksaan akan dipercepat guna menghindari berkembangnya opini liar di tengah masyarakat, sekaligus memastikan roda pemerintahan di tingkat kelurahan tetap berjalan dengan baik.

“Pak Wali Kota sangat mendukung percepatan proses ini agar tidak mengganggu penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat di kelurahan,” katanya.

Sebagai langkah awal, kedua pejabat tersebut telah dibebastugaskan sementara dari jabatan mereka, guna menjaga netralitas dan kelancaran proses pemeriksaan.

Dalam prosesnya, Inspektorat tidak hanya memeriksa dua orang tersebut, tetapi juga akan memanggil sejumlah pihak lain yang dianggap mengetahui permasalahan ini.

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan keterangan yang berimbang dan komprehensif.

“Pemeriksaan ini tidak hanya terfokus pada dua orang. Kami akan memanggil pihak-pihak lain yang dinilai memiliki informasi, agar hasilnya objektif dan dapat dianalisis secara menyeluruh,” pungkas Frengky. (MI)




Inspektorat Kota Kupang Dalami Dugaan Penyelewengan Pajak Reklame, Nilai Capai Ratusan Juta Rupiah

Kupang, nwartapedia.com — Kepala Inspektorat Daerah Kota Kupang, Frengky Amalo, S.Sos., M.Si, angkat bicara terkait dugaan penyelewengan pajak reklame yang terjadi dalam kurun waktu 2020 hingga 2025.

Hal tersebut disampaikannya kepada media ini di ruang kerjanya, Senin (20/4/2026).

Frengky menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap kasus tersebut saat ini telah berjalan dan hampir memasuki tahap akhir.

Ia memperkirakan, proses pemeriksaan beserta penyusunan laporan akan rampung dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan.

“Pemeriksaan sementara sudah dilakukan dan hampir selesai. Kami targetkan satu sampai dua minggu ke depan laporan sudah bisa diselesaikan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kasus ini menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan pendapatan daerah yang bersumber dari pajak masyarakat.

Menurutnya, pajak yang dibayarkan oleh masyarakat harus dikelola secara transparan dan tidak boleh disalahgunakan.

“Ini menyangkut pajak daerah yang dibayar oleh rakyat. Masyarakat tentu tidak ingin pajak mereka disalahgunakan, sehingga harus dikembalikan dalam bentuk pelayanan dan pembangunan,” tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, nilai dugaan penyelewengan pajak reklame tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp500 juta. Nilai tersebut merupakan akumulasi dari temuan sejak tahun 2020 hingga 2025.

Terkait sanksi, Frengky menyebut bahwa rekomendasi yang akan diberikan kemungkinan bersifat berat, mengingat adanya indikasi penyalahgunaan kewenangan serta pengelolaan keuangan daerah.

“Pada prinsipnya, jika terbukti ada penyalahgunaan kewenangan dalam pendapatan daerah, maka rekomendasi yang diberikan tentu akan berat. Nantinya keputusan akhir berada pada Wali Kota untuk penjatuhan sanksi,” jelasnya.

Dalam proses pemeriksaan, Inspektorat telah memanggil dan meminta keterangan dari berbagai pihak yang terkait.

Jumlahnya diperkirakan lebih dari 30 orang, termasuk pihak internal perangkat daerah maupun pihak eksternal seperti pelaku usaha.

“Kami memanggil semua pihak yang berkaitan, termasuk dari internal dan pihak luar seperti Alfamart. Semua yang terindikasi terkait, termasuk dugaan transaksi fiktif, akan dimintai keterangan karena saling berkaitan,” ungkapnya.

Meski demikian, Frengky belum dapat memastikan apakah kasus ini akan berlanjut ke ranah pidana.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin mendahului hasil akhir pemeriksaan.

“Kami tidak bisa menyimpulkan lebih jauh apakah ini masuk tindak pidana atau tidak. Kita tunggu saja hasil pemeriksaan. Jika nanti ada perkembangan dari aparat penegak hukum, tentu akan kita ikuti,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa besarnya nilai dugaan penyelewengan membuka kemungkinan adanya potensi pelanggaran hukum yang serius.

“Nilainya cukup besar, sehingga memang ada potensi ke arah pidana. Namun sekali lagi, kita menunggu hasil final pemeriksaan dan rekomendasi resmi,” pungkasnya. (MI)




Ibunda Prada Lucky Angkat Bicara Usai Putusan Banding, Tegaskan Kawal Keadilan hingga Tuntas

Kupang, nwartapedia.com – Ibunda almarhum Prada Lucky Chepril Saputra Namo, Sepriana Paulina Mirpey, menyampaikan pernyataan resmi kepada media ini, Senin (20/4/2026), terkait putusan banding yang dikeluarkan Pengadilan Militer Tinggi III dalam kasus yang menewaskan putranya.

Dalam keterangannya, Sepriana mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas selesainya proses banding.

Ia menilai hasil putusan tersebut cukup memberikan rasa keadilan bagi keluarga, karena sebagian besar amar putusan tetap memperkuat putusan sebelumnya dari Pengadilan Militer Kupang.

“Kami bersyukur kepada Tuhan Yesus karena proses banding sudah selesai. Sebagian besar putusan tetap sama seperti sebelumnya,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui adanya perubahan hukuman terhadap dua perwira, yakni Letda Inf Made Juni Arta Dana dan Letda Inf Achmad Thariq Al Qindi, yang mendapat pengurangan vonis dari sembilan tahun menjadi tujuh tahun penjara.

Pihak keluarga, lanjutnya, tetap menghormati keputusan tersebut sebagai bagian dari kewenangan majelis hakim.

Sepriana menegaskan, hal terpenting bagi keluarga adalah adanya sanksi tambahan berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap para terdakwa.

Menurutnya, hal itu menjadi bentuk ketegasan hukum di lingkungan militer.

“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai para pelaku benar-benar diberhentikan secara resmi dari dinas militer,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap peristiwa yang menimpa putranya menjadi pelajaran penting bagi institusi TNI agar ke depan tidak terjadi lagi kekerasan dalam proses pembinaan prajurit.

“Pembinaan harus dilakukan dengan cara yang manusiawi, bukan dengan kekerasan yang bisa menghilangkan nyawa. Jadilah senior yang membina dengan baik,” ungkapnya.

Sepriana juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendampingi keluarga dalam memperjuangkan keadilan, mulai dari majelis hakim, oditur militer, tim kuasa hukum, LPSK, pemerintah daerah, hingga masyarakat dan media yang terus memberikan dukungan.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu, mendukung, dan mendoakan kami selama proses ini,” tuturnya.

Putusan Banding dan Tahapan Lanjutan

Dalam putusan banding tersebut, mayoritas terdakwa tetap dijatuhi hukuman penjara serta sanksi tambahan berupa pemecatan dari dinas militer.

Selain itu, majelis hakim juga menetapkan kewajiban pembayaran restitusi kepada keluarga korban dengan total mencapai Rp544.625.070.

Namun, putusan ini masih berada pada tingkat banding dan belum berkekuatan hukum tetap.

Para pihak masih memiliki hak untuk menempuh upaya hukum lanjutan berupa kasasi ke Mahkamah Agung.

Sepriana menegaskan, keluarga akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas demi memastikan keadilan bagi almarhum Prada Lucky Chepril Saputra Namo benar-benar terwujud. (MI)




Gubernur NTT Luncurkan NTT Mart dan Dapur Flobamorata di Ende

Ende, nwartapedia.com — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, resmi meluncurkan program NTT Mart berbasis One School One Product (OSOP) di SMK Negeri 2 Ende, Minggu (19/4/2026).

Pada kesempatan terpisah di hari yang sama, ia juga meresmikan Dapur Flobamorata di SMKN 1 Ende sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi berbasis sekolah.

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa dunia pendidikan di NTT harus mengalami transformasi, tidak lagi hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga mampu menciptakan produk dan menggerakkan ekonomi daerah.

Hal ini dinilai penting mengingat kondisi defisit perdagangan NTT yang mencapai Rp51 triliun.

Menurutnya, kehadiran NTT Mart dan Dapur Flobamorata menjadi langkah konkret dalam mendorong hilirisasi produk sekolah, mulai dari proses produksi hingga pemasaran.

Ia menekankan bahwa hasil produksi tidak boleh berhenti pada bahan mentah, tetapi harus melalui tahapan pengolahan agar memiliki nilai tambah.

“Semua proses harus terintegrasi, dari tanam, panen, olah, kemas, sampai jual. Di situlah nilai ekonomi tercipta,” tegasnya.

Gubernur juga menyoroti tiga pilar utama pendidikan di NTT yang harus berjalan seimbang, yakni akademik, karakter, dan kewirausahaan.

Ia menegaskan bahwa kemampuan akademik tetap menjadi fondasi utama, namun harus diimbangi dengan pembentukan karakter yang kuat.

Selain itu, kewirausahaan menjadi aspek penting untuk menjawab tantangan ekonomi daerah.

Ia menyebut program OSOP sebagai bagian dari strategi besar bersama konsep One Village One Product (OVOP) dan One Community One Product (OCOP), yang seluruh produknya akan dipasarkan melalui NTT Mart.

“NTT tidak boleh terus bergantung pada produk luar. Kita harus jadi produsen dan membeli produk sendiri,” ujarnya.

Sebagai upaya menciptakan pasar, Pemerintah Provinsi NTT juga merancang kebijakan belanja Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk produk lokal, meski implementasinya masih menunggu kesiapan produksi.

Gubernur turut mendorong sekolah, khususnya SMK, untuk mengembangkan unit usaha berbasis potensi lokal seperti pertanian, peternakan, hingga pariwisata.

Ia menekankan bahwa proses pembelajaran harus berbasis praktik nyata agar siswa memiliki keterampilan dan pengalaman langsung.

“Belajar tidak cukup di kelas. Harus di kebun, di kandang, di lapangan usaha. Anak-anak harus tahu cara produksi sampai menghitung keuntungan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Ende, Dominikus Minggu Mere, menilai program tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi daerah berbasis sekolah dan masyarakat.

Ia menyebut NTT Mart akan menjadi etalase produk unggulan daerah, sedangkan Dapur Flobamorata berperan sebagai pusat inovasi kuliner dan praktik kewirausahaan siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo, menambahkan bahwa Ende menjadi kabupaten kelima yang menjalankan program ini setelah Kota Kupang, Belu, TTU, dan TTS.

Ia menegaskan pentingnya pendidikan vokasi yang terhubung langsung dengan dunia kerja dan pasar, dengan target minimal 50 persen lulusan dapat langsung terserap.

“Sekolah harus menjadi pusat produksi dan pembelajaran yang menghasilkan nilai ekonomi nyata bagi siswa,” ujarnya.

Peluncuran NTT Mart dan Dapur Flobamorata di Ende menandai langkah strategis Pemerintah Provinsi NTT dalam menggeser paradigma pembangunan dari konsumtif ke produktif, dengan sekolah sebagai motor penggerak ekonomi daerah. *




Gubernur NTT Buka Smater Ndao Cup IV, Tekankan Sportivitas dan Pembinaan Atlet Muda

Ende, nwartapedia.com  — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi membuka Smater Ndao Cup IV yang digelar di SMA Katolik Frateran Ndao Ende, Sabtu (18/4/2026).

Ajang ini mempertemukan pelajar tingkat SMP/MTs dari seluruh wilayah NTT dalam berbagai cabang lomba seperti voli putra-putri, futsal, dan e-sport Free Fire.

Sebanyak 29 kontingen ambil bagian dalam turnamen tersebut. Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan bakat serta pembentukan karakter generasi muda.

Dalam sambutannya, Gubernur mengapresiasi pihak sekolah yang konsisten menghadirkan kegiatan positif bagi pelajar.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya dapat kembali ke lingkungan pendidikan yang memiliki nilai historis baginya.

Gubernur mendorong agar Smater Ndao Cup ke depan dapat ditingkatkan menjadi ajang yang lebih besar, bahkan berpotensi menjadi Piala Gubernur melalui sinergi dengan para kepala sekolah di NTT.

Ia juga berharap turnamen ini mampu melahirkan atlet-atlet muda berbakat yang bisa mewakili NTT di ajang nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).

Menurutnya, kompetisi sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam mencetak prestasi olahraga.

Selain itu, Gubernur menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas.

Ia mengingatkan bahwa setiap pertandingan harus dijalani dengan semangat fair play, serta menerima hasil dengan sikap dewasa.

Sementara itu, Kepala SMA Katolik Frateran Ndao, Albertus Sukatno, menyampaikan bahwa Smater Ndao Cup telah menjadi tradisi sekolah dalam membina karakter siswa melalui kegiatan positif.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai seperti disiplin, kerja sama, dan persaudaraan menjadi inti dari penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, ajang tersebut juga menjadi ruang bagi pelajar untuk membangun relasi dan mempererat kebersamaan.

Turnamen Smater Ndao Cup IV diikuti oleh peserta dari berbagai kabupaten di daratan Flores dan Timor, dan akan berlangsung hingga 29 April 2026 di Lapangan Mardiwiyata. *




Kupang Jadi Pusat Solidaritas Nasional, Malam Amal Kanker Satukan Harapan dan Aksi Nyata

Kupang, nwartapedia.com  – Semangat kebersamaan dalam menghadapi kanker mengemuka dalam kegiatan Malam Galang Dana atau Charity Night yang digelar dalam rangka peringatan World Cancer Day Indonesia 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu (18/4) malam.

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menegaskan bahwa perjuangan melawan kanker membutuhkan keterlibatan semua pihak tanpa memandang latar belakang.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar pertemuan seremonial, melainkan simbol kolaborasi yang menyatukan pemerintah, tenaga kesehatan, komunitas, hingga masyarakat luas.

“Perjuangan ini adalah tanggung jawab bersama. Ketika semua elemen bersatu, akan lahir kekuatan besar yang mampu menghadirkan harapan bagi para pasien kanker,” ujarnya.

Acara yang mengangkat tema “United by Unique: Stronger Together, Powered by Hope” ini turut dihadiri Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang NTT periode 2026–2031, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, bersama jajaran TP PKK, unsur Forkopimda, tenaga medis, komunitas penyintas, serta perwakilan organisasi onkologi nasional dan internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Johni menekankan bahwa penunjukan Kupang sebagai tuan rumah peringatan nasional menjadi momentum strategis untuk memperkuat kesadaran masyarakat terkait pencegahan dan deteksi dini kanker.

Ia juga mengakui bahwa tantangan penanganan kanker di NTT masih cukup besar, terutama terkait keterlambatan diagnosis, keterbatasan akses layanan, serta beban ekonomi pasien.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah mendorong terbentuknya kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat, termasuk peningkatan literasi kesehatan, pemberdayaan perempuan sebagai agen kesehatan keluarga, serta penguatan jaringan layanan kanker di wilayah NTT.

Dana yang berhasil dihimpun dalam malam amal tersebut diharapkan dapat mendukung program deteksi dini, akses pengobatan, edukasi masyarakat, hingga pendampingan bagi pasien dan penyintas kanker.

Sementara itu, Mindriyati Astiningsih Laka Lena menegaskan komitmen YKI NTT untuk terus memperluas peran dalam pengendalian kanker melalui sinergi dengan berbagai pihak.

Ia menilai, keterlibatan tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, hingga komunitas menjadi kunci dalam membangun kesadaran dan ketahanan masyarakat menghadapi kanker.

“Kami percaya, dengan kolaborasi yang kuat, masyarakat NTT dapat menjadi lebih sadar, lebih tanggap, dan lebih berdaya dalam menghadapi kanker,” ujarnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol bahwa perjuangan melawan kanker tidak hanya tentang pengobatan, tetapi juga tentang solidaritas, kepedulian, dan harapan yang terus dijaga bersama. (MI)