Wali Kota Kupang Resmi Buka Talkshow HKI dan Luncurkan Inovasi Daerah Gelang Nona 2026

Kupang, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi membuka kegiatan Talkshow Edukasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Klinik Konsultasi Pendaftaran Hak Cipta, serta peluncuran Inovasi Daerah Gelang Nona Tahun 2026, yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Senin (27/4/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan, kreativitas, dan gagasan yang lahir dari proses panjang.

“Hari ini kita tidak hanya bicara tentang kekayaan intelektual, tetapi kita sedang bicara tentang kehormatan sebuah ide. Sebab ide tanpa perlindungan akan mudah diambil orang lain,” ujar Christian Widodo.

Menurutnya, setiap karya dan inovasi yang lahir bukan sekadar produk, melainkan bukti perjuangan manusia untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.

Karena itu, negara harus hadir memberikan perlindungan hukum melalui hak cipta, paten, dan berbagai instrumen HKI lainnya.

Wali Kota juga menekankan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari gagasan besar, namun sering muncul dari ide sederhana yang mampu menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Inovasi bukan soal seberapa besar idenya, tetapi seberapa besar manfaatnya bagi banyak orang,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN), pelaku UMKM, akademisi, hingga masyarakat umum untuk berani berinovasi dan menciptakan karya baru demi kemajuan Kota Kupang.

“Masa depan kota ini tidak ditentukan oleh apa yang kita miliki sekarang, tetapi oleh apa yang bisa kita ciptakan esok hari,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Christian Widodo juga menyampaikan perhatian khusus terhadap peran Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Kupang sebagai motor penggerak inovasi daerah.

Ia berjanji akan menambah dukungan anggaran bagi lembaga tersebut mulai perubahan APBD Tahun 2026.

“Saya ingin Litbang menjadi yang terdepan, karena pembangunan tanpa kajian itu sulit berjalan maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan yang juga Kepala Bapelitbangda Kota Kupang, Ir. Solvie Y.H. Lukas, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi dan kesadaran hukum masyarakat mengenai pentingnya perlindungan kekayaan intelektual.

Selain itu, kegiatan ini juga mendorong peningkatan pendaftaran hak cipta dan paten atas karya ASN, inventor, inovator daerah, maupun pelaku usaha kreatif di Kota Kupang.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-140 Kota Kupang dan Hari Otonomi Daerah ke-30.

Adapun rangkaian acara meliputi talkshow edukasi HKI, layanan konsultasi dan pendampingan pendaftaran hak cipta serta paten, serta peluncuran resmi Kompetisi Inovasi Daerah Gelang Nona Tahun 2026.

Dengan mengusung tema Melindungi Inovasi, Menguatkan Daya Saing Kreatif, Pemerintah Kota Kupang berharap lahir semakin banyak inovasi daerah yang mampu meningkatkan pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, dan daya saing Kota Kupang ke depan. (MI)




Kota Kupang Jadi Lokasi Uji Publik Pembelajaran STEM Nasional

Kupang,nwartapedia.com  — Kota Kupang dipilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan uji publik praktik pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).

Kegiatan ini menjadi bagian dari kajian nasional pemerintah dalam menyempurnakan kebijakan pendidikan agar lebih relevan dengan kebutuhan di lapangan.

Melalui Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP), Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Kemdikdasmen saat ini tengah menghimpun berbagai masukan dari pemangku kepentingan pendidikan, sekaligus mengidentifikasi praktik baik pembelajaran STEM di satuan pendidikan.

Ketua tim uji publik, Tatik Soroeida, mengatakan masukan dari berbagai pihak sangat penting untuk memastikan kebijakan yang disusun benar-benar responsif terhadap kondisi riil di lapangan.

“Masukan dari berbagai pemangku kepentingan memiliki peranan penting agar kebijakan yang dihasilkan relevan. Selain itu, kami juga mengidentifikasi serta mendokumentasikan praktik baik pembelajaran STEM yang telah diterapkan di satuan pendidikan untuk dapat diadaptasi oleh sekolah lain dengan karakteristik serupa,” ujar Tatik dari Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Uji publik dijadwalkan berlangsung pada Selasa (5/5/2026) pukul 08.30–17.00 WITA di Hotel Harper Kupang.

Kegiatan akan dikemas dalam bentuk diskusi kelompok terpumpun (DKT) yang dibagi ke dalam dua sesi, yakni kelompok kepala sekolah dan kelompok guru.

Pendekatan ini dirancang agar masing-masing peserta dapat menyampaikan pandangan dan pengalaman secara lebih leluasa sesuai peran mereka dalam implementasi pembelajaran STEM.

Dinas Pendidikan Kota Kupang turut dilibatkan dalam kegiatan ini, tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari panitia daerah yang bertugas mendukung

kelancaran pelaksanaan di lapangan.
Peserta yang diundang terdiri atas kepala sekolah dan dua guru dari sejumlah SD dan SMP terpilih di Kota Kupang.

Sebelum mengikuti kegiatan, para guru diwajibkan mengisi instrumen pembelajaran STEM secara daring paling lambat 3 Mei 2026.

Selain itu, setiap satuan pendidikan diminta membawa dokumen perencanaan pembelajaran STEM yang telah diterapkan, meliputi instrumen penilaian, rubrik, hasil evaluasi, serta dokumentasi proses pembelajaran.

Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan pada Rabu (6/5/2026) ke Sekolah Lentera Harapan Kupang.

Dalam kunjungan tersebut, tim Kemdikdasmen akan mengamati secara langsung penerapan pembelajaran STEM di kelas, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi, termasuk penyesuaiannya dengan konteks lokal.

Tim Kemdikdasmen yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Ihya Ulumuddin, Tatik Soroeida, Voni Damayanti, dan Raisya Rahmatia.

Melalui uji publik ini, pemerintah berharap memperoleh gambaran komprehensif mengenai implementasi pembelajaran STEM di berbagai daerah, sekaligus memperkuat kebijakan pendidikan yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
(goe)




Bobby Lianto Hadiri Festival Budaya HUT Kota Kupang, Apresiasi Semangat Keberagaman

Kupang, nwartapedia.com  –  Usai menghadiri dan melantik Ketua KADIN Kabupaten Rote Ndao beserta jajaran pengurusnya, Bobby Lianto langsung kembali ke Kota Kupang untuk mengikuti Pawai Festival Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kota Kupang ke-140, Sabtu (25/4/2026).

Bobby Lianto yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PSMTI Pusat serta Ketua Dewan Pakar PSMTI Kota Kupang hadir bersama rombongan dalam kegiatan budaya yang dipusatkan di Kota Kupang tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bobby memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang dinilainya berhasil menghadirkan konsep baru melalui pawai budaya dengan menampilkan beragam etnis yang hidup dan berkembang di Kota Kupang.

“Ini sebuah gagasan yang sangat baik. Kita tahu Kota Kupang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku, budaya, dan agama. Festival ini mencerminkan kuatnya toleransi antar etnis dan umat beragama di Kota Kupang,” ujar Bobby Lianto.

Menurutnya, Kota Kupang merupakan miniatur keberagaman di Nusa Tenggara Timur bahkan Indonesia, karena mampu menjaga hubungan harmonis antar masyarakat di tengah perbedaan yang ada.

Ia menilai semangat persatuan dan kebersamaan yang terus dirawat menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan daerah, kesejahteraan masyarakat, serta terciptanya suasana damai di ibu kota Provinsi NTT tersebut.

Bobby juga berharap Festival Budaya seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana mempererat persaudaraan dan memperkenalkan kekayaan budaya Kota Kupang kepada masyarakat luas.

Pada pawai kali ini, PSMTI Kota Kupang yang didominasi para generasi muda turut ambil bagian dengan menampilkan atraksi dua barongsai serta tarian budaya yang memukau para hadirin dan masyarakat yang memadati lokasi acara. Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari penonton.

Usai mengikuti rangkaian kegiatan di Kota Kupang, Bobby Lianto yang juga Ketua Umum KADIN NTT dijadwalkan kembali melanjutkan agenda organisasi dengan melantik pengurus KADIN Kabupaten Sabu Raijua pada Senin (27/4/2026). (MI)




KADIN NTT dan Rote Ndao Bergerak Cepat Dukung UMKM, Bobby Lianto Promosikan Tari Foti di Arena Pameran

Kupang, nwartapedia.com  –  Usai pelantikan Ketua KADIN Kabupaten Rote Ndao, Simson Polin, jajaran Kamar Dagang dan Industri (KADIN) langsung bergerak cepat menunjukkan komitmen terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan dengan mengunjungi arena pameran UMKM di Lapangan Christian Nehemia Dillak, Rote Ndao, Jumad (24/4/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin Ketua KADIN NTT, Bobby Lianto, MM., MBA., bersama Ketua KADIN Rote Ndao, Simson Polin.

Turut mendampingi Direktur Eksekutif KADIN Mercy Siubelan, Bobby Famdale, Christopher Samara, serta pengurus lainnya.

Kehadiran rombongan KADIN disambut antusias para pelaku usaha dan masyarakat yang memadati lokasi pameran.

Selain meninjau stan-stan UMKM, rombongan juga membeli sejumlah produk lokal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap hasil karya masyarakat setempat.

Tidak hanya itu, Bobby Lianto dan Simson Polin juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan para pelaku UMKM guna mendengar kebutuhan, tantangan, serta peluang pengembangan usaha di daerah tersebut.

Suasana semakin semarak ketika Ketua KADIN NTT bersama Ketua KADIN Rote Ndao didaulat naik ke atas panggung untuk menarikan Tari Foti, tarian tradisional khas Rote Ndao.

Penampilan keduanya mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang hadir.

Bobby Lianto mengatakan, budaya lokal memiliki nilai strategis yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Ini adalah ciri khas daerah yang harus kita jaga bersama. Saya berharap Tari Foti terus dikembangkan sebagai bagian dari daya tarik pariwisata,” ujarnya.

Sementara itu, Simson Polin menegaskan bahwa KADIN Rote Ndao akan fokus menjadi mitra pelaku usaha dalam meningkatkan kapasitas dan legalitas usaha masyarakat.

Ia menyampaikan, dalam lima tahun ke depan KADIN Rote Ndao menargetkan sedikitnya 10 UMKM dapat difasilitasi menjadi PT Perorangan agar memiliki kekuatan hukum dan akses bisnis yang lebih luas.

“Dalam lima tahun ke depan, KADIN Rote Ndao akan membantu sedikitnya 10 UMKM untuk mendaftar sebagai PT Perorangan, agar mereka bisa naik kelas,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga siap mendorong akses pembiayaan bagi UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), baik melalui Bank Himbara maupun Bank NTT, sehingga pelaku usaha lebih mudah memperoleh modal usaha.

Langkah cepat yang dilakukan usai pelantikan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa KADIN Rote Ndao siap hadir sebagai motor penggerak ekonomi daerah, dengan UMKM sebagai pilar utama pertumbuhan masyarakat. (MI)




Bobby Lianto Lantik Ketua KADIN Rote Ndao, Dorong UMKM dan Pengembangan Sorgum

Kupang, nwartapedia.com  –  Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur, Bobby Lianto, secara resmi melantik Ketua KADIN Kabupaten Rote Ndao, Simson Polin, beserta jajaran pengurus periode 2026–2031 di Hotel New Ricky, Rote Ndao, Jumat (24/4/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Rote Ndao.

Dalam sambutannya, Bobby Lianto menyampaikan ucapan selamat kepada Simson Polin yang kembali dipercaya memimpin KADIN Rote Ndao untuk periode kedua.

Ia menilai Simson Polin merupakan figur pengusaha yang tumbuh dari bawah dan mampu menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya.

“Saya percaya Bapak Simson Polin adalah sosok pengusaha yang dibangun dari kerja keras. Beliau telah membuktikan bahwa usaha yang dirintis dengan sungguh-sungguh dapat berkembang sukses, bahkan dipercaya masyarakat sebagai anggota DPRD Provinsi NTT,” ujar Bobby.

Selain agenda pelantikan, Bobby Lianto juga menyerahkan bantuan benih sorgum asal India untuk dilakukan uji coba penanaman di Kabupaten Rote Ndao.

Menurutnya, sorgum selama ini dikenal sebagai salah satu komoditas lokal Rote, namun belum dikembangkan secara maksimal dalam skala industri.

“Benih yang kami bawa berasal dari India dan saat ini sudah digunakan sebagai bahan pakan. Kami sedang menjajaki kerja sama dengan pabrik pakan agar sorgum ini dapat diterima industri. Jika itu terwujud, maka peluang penanaman skala besar akan terbuka,” jelasnya.

Ia menambahkan, program tersebut masih berada pada tahap awal dan diharapkan tahun depan kerja sama dengan industri pakan dapat direalisasikan sehingga pengembangan sorgum bisa diperluas.

Tak hanya itu, Bobby juga melakukan sosialisasi program Perseroan Terbatas (PT) Perorangan sebagai bagian dari upaya mendorong pelaku usaha kecil dan menengah naik kelas menjadi lebih profesional.

“Banyak peluang usaha yang mensyaratkan badan hukum PT, misalnya pemasaran di bandara dan kerja sama bisnis lainnya. Karena itu, KADIN NTT menyiapkan 10 PT Perorangan gratis bagi pengusaha di Rote,” katanya.

Sementara itu, Ketua KADIN Rote Ndao, Simson Polin, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan KADIN NTT kepada para petani dan pelaku usaha di daerah tersebut.

“Kami berterima kasih atas bantuan benih sorgum yang sangat bermanfaat bagi petani di Rote. Program PT Perorangan juga sangat membantu pelaku UMKM agar bisa berkembang dan naik ke level yang lebih tinggi,” ungkap Simson.

Ia berharap dukungan tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta membuka peluang usaha baru di Kabupaten Rote Ndao.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, menegaskan bahwa KADIN memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.

“KADIN bukan hanya wadah berhimpunnya pelaku usaha, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah. Saya berharap kepengurusan periode 2026–2031 mampu mendorong peningkatan investasi dan mengembangkan potensi unggulan daerah,” ujarnya.

Ia optimistis, dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, KADIN Rote Ndao dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Pelantikan tersebut diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam membangun ekonomi Rote Ndao yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing. (MI)




Ketua Aliansi Masyarakat Adat Abui Aremang Ajak Warga Alor Jaga Kondusivitas Daerah

Kalabahi, nwartapedia.com  – Dinamika politik di Kabupaten Alor belakangan menjadi perhatian publik seiring munculnya berbagai isu terkait tata kelola pemerintahan dan kepemimpinan daerah.

Menyikapi situasi tersebut, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Abui Aremang, Benyamin Alokafani, S.H., mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Menurut Benyamin, kondisi daerah yang aman dan damai menjadi modal utama dalam menjaga keberlangsungan pembangunan serta kehidupan sosial masyarakat di Kabupaten Alor.

“Saya mengajak kita semua, khususnya masyarakat Kabupaten Alor, untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban di daerah ini. Jangan mudah terprovokasi oleh berita hoaks, terutama yang disebarkan melalui akun-akun palsu di media sosial,” tegas Benyamin Alokafani, Sabtu (25/4/2026).

Ia menilai, masyarakat perlu lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama isu-isu sensitif yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, setiap informasi yang beredar harus terlebih dahulu diverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun konflik sosial.

“Isu-isu yang beredar di media perlu kita filter atau kita saring terlebih dahulu sebelum kita tindak lanjuti. Kita juga perlu menjaga toleransi yang sudah ditanamkan oleh leluhur kita sejak dulu,” ujarnya.

Tokoh muda Abui tersebut juga menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, serta kearifan lokal yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Alor dalam hidup berdampingan.

Selain itu, Benyamin mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan terhadap program-program pembangunan yang sedang dijalankan Pemerintah Kabupaten Alor demi kemajuan daerah.

“Saya juga mengajak masyarakat Kabupaten Alor untuk mendukung program pemerintah Kabupaten Alor yang sementara berjalan. Kalau kita tidak mendukung program pemerintah, maka pembangunan di daerah ini tidak akan berjalan dengan baik,” katanya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat tetap mengedepankan persatuan dan tidak terpengaruh oleh provokasi yang dapat mengganggu stabilitas daerah.

Menurut Benyamin, suasana yang kondusif akan memberikan ruang bagi pemerintah untuk bekerja secara maksimal serta memastikan pembangunan di Kabupaten Alor terus berjalan demi kesejahteraan masyarakat.

Saat ini, berbagai dinamika politik di Kabupaten Alor masih menjadi perhatian publik. Karena itu, masyarakat diharapkan tetap tenang, menjaga persaudaraan, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan damai. (*)




Wali Kota Kupang Resmi Buka Karnaval Budaya Perdana, Gaungkan Persatuan dalam Keberagaman

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, resmi membuka Karnaval Budaya Kota Kupang yang digelar meriah di Bundaran Tirosa, Sabtu (25/4/2026) malam.

Kegiatan spektakuler tersebut menjadi salah satu rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-140 Kota Kupang dan HUT ke-30 Otonomi Daerah.

Di hadapan ribuan warga yang memadati lokasi acara, Christian Widodo menegaskan bahwa karnaval budaya bukan sekadar hiburan atau parade semata, melainkan momentum untuk merayakan identitas Kota Kupang sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman dan persatuan.

“Malam ini kita tidak hanya merayakan sebuah parade, tetapi merayakan identitas kita bersama. Kita merayakan jiwa Kota Kupang, yaitu keberagaman dan kolaborasi yang harmonis,” ujar Christian Widodo dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa keberagaman yang dimiliki Kota Kupang justru menjadi kekuatan besar dalam membangun daerah, bukan sebagai penghalang maupun pemisah antarwarga.

“Keberagaman bukan jarak pemisah, tetapi jembatan yang menyatukan kita. Karena itu tema malam ini adalah Harmoni dalam Keberagaman,” katanya.

Menurut Christian, harmoni bukan berarti semua harus sama atau seragam, melainkan hidup berdampingan dalam keseimbangan dengan tetap menghargai keunikan masing-masing.

“Kita tidak bisa menyamakan semua orang, tetapi kita bisa hidup bersama dalam damai, saling menghormati, dan saling menguatkan,” lanjutnya.

Dalam sambutannya, Christian juga menyebut Kota Kupang sebagai miniatur Indonesia dan miniatur Nusa Tenggara Timur, karena dihuni oleh masyarakat dari berbagai suku, agama, dan etnis yang selama ini hidup rukun.

Ia mengungkapkan, Karnaval Budaya tahun ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan sepanjang sejarah 140 tahun Kota Kupang.

Kegiatan tersebut lahir dari aspirasi berbagai komunitas budaya yang ingin menampilkan kekayaan tradisi mereka kepada masyarakat luas.

“Banyak komunitas yang ingin menampilkan pakaian adat, tarian, dan budaya mereka, tetapi belum memiliki panggung yang tepat. Maka malam ini kami hadirkan ruang itu,” jelasnya.

Christian berharap karnaval budaya ini dapat menjadi agenda tahunan kebanggaan Kota Kupang sekaligus warisan berharga bagi generasi mendatang.

“Saya bermimpi beberapa tahun ke depan acara ini menjadi event besar yang ditunggu-tunggu masyarakat. Bahkan wisatawan dari berbagai daerah datang ke Kupang untuk menyaksikannya,” ujarnya.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Christian menilai kegiatan tersebut juga memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, terutama sektor UMKM dan industri kreatif.

“Hari ini penjual kain tenun, penyewa pakaian adat, make up artist, hingga pelaku UMKM ikut merasakan manfaatnya. Artinya budaya juga bisa menggerakkan ekonomi,” katanya.

Pada kesempatan itu, Christian turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Kota Kupang atas dukungan dan kebersamaan dalam membangun kota.

“Kalau Kota Kupang hari ini bercahaya, itu bukan karena pemimpinnya, tetapi karena lilin-lilin kecil yang menyala di rumah warga, di RT, RW, kelurahan, kecamatan, dan komunitas-komunitas masyarakat,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga Kota Kupang sebagai warisan leluhur sekaligus titipan bagi generasi masa depan.

“Kita tidak hanya hidup di Kota Kupang, tetapi kita hidup untuk Kota Kupang,” pungkasnya. (MI)




NTT Resmi Miliki Program Bayi Tabung, Gubernur Apresiasi Layanan Baru di Kupang

Kupang, nwartapedia.com – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini resmi memiliki program layanan bayi tabung setelah diluncurkannya Grand Launching layanan fertilitas modern di Hotel Harper Kupang, Sabtu (25/4/2026).

Kehadiran program ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat, khususnya pasangan suami istri yang selama ini mendambakan kehadiran buah hati.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Henderina Laiskodat, menyampaikan apresiasi tinggi atas hadirnya layanan bayi tabung pertama di NTT melalui kerja sama Arra Fertility Clinic dan Morula IVF Indonesia.

“Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Nusa Tenggara Timur, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas hadirnya program bayi tabung ini. Ini adalah langkah maju dalam dunia kesehatan NTT,” demikian sambutan Gubernur.

Menurutnya, selama ini banyak warga NTT yang harus pergi ke Surabaya, Bali, maupun Jakarta untuk mengikuti program bayi tabung. Selain memerlukan biaya besar, proses tersebut juga menguras waktu, tenaga, dan kondisi psikologis pasien.

Dengan hadirnya layanan ini di Kupang, masyarakat kini memiliki akses kesehatan reproduksi yang lebih dekat, mudah, dan terjangkau. Bahkan, biaya yang sebelumnya sangat besar dapat ditekan hingga 30 sampai 40 persen.

Gubernur menilai kehadiran program bayi tabung bukan sekadar pelayanan medis, tetapi menjadi simbol harapan baru bagi keluarga di NTT.

“Banyak pasangan telah menanti bertahun-tahun untuk mendapatkan keturunan. Kehadiran layanan ini menjawab kerinduan dan perjuangan mereka,” lanjut sambutan tersebut.

Selain memberi manfaat medis, program ini juga diyakini memberi dampak psikologis positif. Pasien dapat menjalani proses kehamilan tetap dekat dengan keluarga dan lingkungan terdekat, sehingga mengurangi stres dan meningkatkan peluang keberhasilan.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah NTT, dr. Stefanus Dhe Soka,Sp.B, M.KM menyebut kehadiran program bayi tabung di NTT sebagai lompatan besar pelayanan kesehatan daerah.

“Ini sesuatu yang luar biasa. Kami bangga karena NTT kini memiliki pelayanan kesehatan reproduksi yang maju dan modern,” ujarnya.

Ia berharap layanan tersebut terus berkembang dan memberi manfaat luas bagi masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi etika kedokteran dan nilai kemanusiaan.

Di kesempatan yang sama, dr. Andree Hartanto, Sp.OG, FEIICOG, FICS dari Arra Fertility Clinic dalam materinya menjelaskan bahwa banyak pasangan di NTT membutuhkan penanganan fertilitas lanjutan, bukan sekadar pengobatan biasa.

Selama tujuh tahun praktik di Kupang, ia menemukan banyak kasus gangguan kesuburan yang membutuhkan teknologi reproduksi berbantu, seperti bayi tabung.

“Tujuan kami bukan hanya menjalankan program, tetapi membantu pasangan mendapatkan hasil nyata, yaitu kehadiran buah hati,” jelasnya.

Menurut dr. Andree, hadirnya program bayi tabung di Kupang merupakan buah dari kerja sama besar antara Arra Fertility Clinic dan Morula IVF Indonesia.

Setiap tahunnya, Morula IVF Indonesia melalui Morula IVF Surabaya dipercaya menangani banyak pasien dari wilayah Indonesia Timur.

Morula IVF Indonesia melihat kebutuhan tersebut bukan sekadar layanan medis, tetapi juga panggilan untuk mendekatkan harapan bagi pasangan yang merindukan buah hati.

Karena itu, Morula hadir di Kupang bersama Arra Fertility Clinic untuk membangun layanan yang lebih mudah dijangkau masyarakat.

“Kolaborasi ini dibangun bukan hanya untuk menghadirkan teknologi reproduksi modern, tetapi juga membawa harapan lebih dekat ke tempat pasangan memulainya, yaitu rumah mereka sendiri,” ujar dr. Andree.

Ia menambahkan, tujuan utama program ini bukan hanya menjalankan prosedur medis, tetapi membantu pasangan memperoleh hasil nyata berupa kehadiran buah hati.

Dengan dimulainya layanan ini, NTT menorehkan sejarah baru dalam sektor kesehatan sekaligus membuka harapan baru bagi banyak keluarga. (MI)




Komunitas Beta Bersih Dorong 51 Kelurahan Berlomba Ciptakan Lingkungan Bersih di Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com  –  Ketua Satgas Lomba Kupang Bersih sekaligus Ketua Komunitas Beta Bersih, Irsan Dardana, menyampaikan perkembangan program lomba kebersihan antar kelurahan usai upacara peringatan HUT ke-140 Kota Kupang dan HUT ke-30 Otonomi Daerah di halaman Kantor Wali Kota Kupang, Sabtu (25/4/2026).

Menurutnya, program tersebut telah resmi diluncurkan oleh Wali Kota Kupang pada 27 Februari 2026 dan kini telah memasuki tahapan penilaian oleh tim dewan juri.

“Program ini sudah berjalan dan saat ini masuk proses penilaian. Ketua tim dewan juri Bapak Ahmad Likur yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang bersama tim telah melakukan penilaian pada bulan Maret, dan direncanakan penilaian lanjutan kembali pada Juni dan Juli,” ujar Irsan Dardana kepada media ini

Ia menjelaskan, hasil lomba nantinya akan diumumkan pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.

Adapun sistem penilaian difokuskan pada kondisi kebersihan lingkungan di setiap kelurahan, mulai dari kebersihan trotoar, aliran sungai, hingga tempat pembuangan sementara (TPS).

“Poin utama penilaian adalah hasil nyata di lapangan. Jadi bukan hanya program di atas kertas, tetapi bagaimana lingkungan benar-benar bersih dan tertata,” jelasnya.

Lomba ini diikuti seluruh 51 kelurahan di Kota Kupang, sehingga seluruh wilayah secara otomatis menjadi peserta.

Ia menambahkan, dibanding tahun sebelumnya, kriteria penilaian kini diperketat dan lebih menitikberatkan pada hasil kerja pemerintah kelurahan, RT, RW, serta partisipasi masyarakat.

“Kalau dulu kriterianya umum, sekarang lebih dipertajam pada hasil yang dicapai. Tim juri turun langsung melihat kondisi di lapangan,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan, Komunitas Beta Bersih menyediakan total hadiah sebesar Rp100 juta bagi enam kelurahan terbaik, yakni juara 1, 2, 3 serta harapan 1, 2, dan 3.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa komunitasnya tidak terlibat dalam proses penilaian. 

Seluruh mekanisme penjurian sepenuhnya diserahkan kepada tim independen dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang.

“Untuk penilaian, kami tidak ikut campur. Semua diserahkan kepada tim dewan juri dari DLHK agar objektif dan profesional,” tegasnya.

Ia berharap lomba ini mampu membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, bukan semata demi meraih juara, tetapi untuk menciptakan budaya bersih yang berkelanjutan.

“Harapan kami, masyarakat antusias menciptakan lingkungan bersih di wilayah masing-masing. Bukan hanya memenangkan lomba, tetapi membangun budaya bersih demi mewujudkan Kota Kupang yang bersih, indah, dan asri,” tutupnya. (MI)




DLHK Kota Kupang Terima 22 Motor Sampah, Dorong Warga Aktif Pilah Sampah dari Rumah

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menerima bantuan 22 unit motor sampah dari Wali Kota Kupang dalam rangka peringatan HUT ke-140 Kota Kupang dan HUT ke-30 sebagai daerah otonom, Sabtu (25/4/2026).

Kepala DLHK Kota Kupang, Matheos Maahury, menyampaikan bahwa bantuan tersebut akan didistribusikan ke setiap kelurahan guna memperkuat sistem pengelolaan sampah di tingkat lingkungan.

“Sebanyak 22 unit motor sampah ini akan disalurkan ke kelurahan-kelurahan, sehingga penanganan sampah bisa lebih cepat dan efektif,” ujarnya kepada media ini usai kegiatan.

Ia menegaskan, selain peningkatan sarana, peran serta masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan kebersihan kota. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga untuk mulai melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah. Sampah yang memiliki nilai ekonomis bisa dimanfaatkan melalui bank sampah, bahkan dapat ditukar dengan nilai tertentu,” jelasnya.

Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis masyarakat akan sangat membantu mengurangi beban Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Kupang juga merencanakan pembangunan tambahan fasilitas TPST guna meningkatkan kapasitas pengolahan sampah.

Lebih lanjut, Matheos Maahury mengungkapkan bahwa capaian kebersihan Kota Kupang terus mengalami peningkatan.

Berdasarkan penilaian terbaru, nilai kebersihan kota telah mencapai 58,10 dan menunjukkan tren positif.

“Kita optimistis ke depan bisa meraih penghargaan Adipura. Tinggal kita tingkatkan lagi melalui kolaborasi semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, tokoh agama, maupun sektor swasta,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata, melainkan membutuhkan kerja sama dan kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat.

“Kalau kami berjalan sendiri tentu tidak mampu. Tapi jika kita bergerak bersama, maka kebersihan Kota Kupang bisa terwujud dengan baik,” tutupnya. (MI)