SMAN 1 Amarasi Barat Padukan HUT Sekolah dan HUT RI ke-81 Lewat Beragam Lomba

Kupang. nwartapedia.com — SMAN 1 Amarasi Barat memadukan peringatan hari ulang tahun sekolah dengan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui berbagai kegiatan olahraga, seni dan sastra.

Rangkaian kegiatan yang dimulai sejak 8 Agustus 2026 tersebut dijadwalkan berakhir pada 15 Agustus 2026 dengan agenda pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah.

Kepala SMAN 1 Amarasi Barat, Thomas Doni, S.Pd., M.M, kepada media ini, Kamis (13/8/2026), mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga dirancang untuk membangun karakter dan jiwa nasionalisme peserta didik.

“Yang paling penting dari kegiatan ini adalah penguatan karakter anak-anak untuk memaknai dua momen penting ini, yakni bagaimana mereka terus memberikan motivasi dan menunjukkan sikap patriotisme serta nasionalisme sebagai masyarakat Indonesia,” ujar Thomas.

Beragam perlombaan digelar, antara lain sepak bola putra antarkelas, futsal putri, serta lomba story telling dalam bahasa Inggris dengan tema kemerdekaan.

Menurut Thomas, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minat sekaligus membangun kebersamaan antarkelas.

Tidak hanya siswa, para guru juga turut ambil bagian. Tim futsal yang terdiri dari guru perempuan serta pertandingan sepak bola yang melibatkan guru laki-laki menjadi bagian dari kegiatan untuk memberikan motivasi kepada peserta didik.

Latih Disiplin Lewat Perlombaan

Thomas menjelaskan, pihak sekolah juga memanfaatkan rangkaian kegiatan tersebut sebagai sarana melatih kedisiplinan siswa.

Salah satu aturan yang diterapkan adalah kesepakatan antara guru, wali kelas dan siswa terkait ketepatan waktu mengikuti kegiatan.

“Melalui kegiatan ini kami dilatih untuk disiplin dan tepat waktu. Jadi bukan sekadar datang, bermain dan selesai, tetapi ada proses bagaimana menciptakan disiplin melalui kegiatan ini,” jelasnya.

Menurutnya, aturan tersebut mendapat respons positif dari siswa. Setiap pagi, siswa diwajibkan mengikuti apel atau upacara sebelum kegiatan perlombaan dimulai.

Pihak sekolah juga memberikan batas waktu kehadiran sehingga setiap kelas berusaha memastikan seluruh anggotanya hadir tepat waktu.

Anggaran Sekitar Rp8 Juta

Untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan, panitia menyiapkan anggaran sekitar Rp8 juta.

Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan administrasi, akomodasi kegiatan, hadiah perlombaan serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya. Sumber pembiayaan berasal dari dana BOS dan Iuran Pengembangan Pendidikan (IPP) sekolah.

Kegiatan ini dirancang oleh Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Amarasi Barat, Anastasia Boleng Laka, S.H., sebagai bagian dari Rencana Kerja Tahunan bidang kesiswaan.

Sementara Falentina F.K. Ito, S.Pd. dipercaya sebagai Ketua Panitia.

Dalam laporan panitia, Falentina mendorong para siswa untuk memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai kesempatan mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki.

Ia juga mengajak para guru untuk terus menjadi pendidik yang mampu memahami tumbuh kembang dan talenta peserta didik serta mendukung proses belajar mereka.

Bangun Kebersamaan dan Nasionalisme

Anastasia Boleng Laka memberikan apresiasi kepada panitia, guru dan seluruh siswa yang telah terlibat dalam kegiatan.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun kebersamaan dalam keberagaman sekaligus menyatukan tekad seluruh warga sekolah dalam mencapai visi dan misi SMAN 1 Amarasi Barat.

“Mari dari anak-anak Amarasi kita buatkan sejarah untuk Indonesia, karena kita adalah Indonesia. Mimpi besar lahir dari sebuah langkah kecil,” pesannya.

Puncak kegiatan internal sekolah dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus 2026 melalui pengumuman dan penyerahan hadiah kepada para pemenang.

Sementara pada 17 Agustus 2026, seluruh satuan pendidikan dan masyarakat di Kecamatan Amarasi Barat akan mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dipusatkan di lapangan kecamatan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SMAN 1 Amarasi Barat berharap semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui perlombaan, tetapi juga diwujudkan dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, kreativitas, sportivitas dan nasionalisme generasi muda. (MI)




Bank NTT Sosialisasikan KUR di Gedung Golkar, UMKM NTT Didorong Manfaatkan Pembiayaan

Kupang,nwartapedia.com  — Bank NTT bersama Partai Golkar menggelar sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Aula Gedung Golkar, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi langsung mengenai program KUR Bank NTT, termasuk persyaratan, mekanisme pengajuan dan peluang pembiayaan bagi pelaku usaha produktif.

Sosialisasi ini menyasar terutama pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta masyarakat yang membutuhkan akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha.

Dalam kegiatan tersebut, Bank NTT menjelaskan bahwa pada 2026 terdapat kuota pembiayaan sebesar Rp350 miliar yang akan disalurkan kepada masyarakat di Nusa Tenggara Timur.

Dari jumlah tersebut, Rp200 miliar dialokasikan untuk KUR Kecil dengan plafon pembiayaan hingga Rp500 juta.

Selain itu, terdapat KUR Penempatan PMI sebesar Rp50 miliar yang ditujukan secara khusus bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT untuk membantu kebutuhan biaya pemberangkatan kerja ke luar negeri.

Program KUR Bank NTT tersebut menyasar sektor UMKM yang tersebar di 22 kabupaten/kota di NTT. Sementara KUR Penempatan PMI ditargetkan dapat menjangkau sedikitnya 1.000 debitur baru.

Direktur Kredit Bank NTT, Alloysius Nggeong, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap informasi dan akses pembiayaan KUR masih sangat besar.

“Dari target 2.500 peserta, ternyata yang ikut 2.800 peserta. Ini gambaran bahwa masyarakat memang sangat membutuhkan informasi terkait KUR,” ujar Alloysius.

Menurutnya, sosialisasi tersebut diharapkan membuat masyarakat lebih memahami ketentuan KUR sekaligus mempersiapkan usahanya dengan baik sebelum mengajukan pembiayaan.

Bank NTT Targetkan KUR Terserap hingga Akhir Tahun

Alloysius mengatakan, dari kuota KUR yang tersedia melalui Bank NTT, sekitar Rp20 miliar telah tersalurkan.

Bank NTT menargetkan seluruh kuota yang tersedia dapat terserap hingga akhir 2026 dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam proses penyaluran.

Penyaluran KUR Bank NTT mulai berjalan efektif sejak Juni 2026 setelah adanya penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) bersama Kementerian UMKM dan perbaikan integrasi sistem internal.

Bank NTT juga memastikan penyaluran dilakukan secara selektif untuk menjaga kualitas kredit dan memastikan pembiayaan diterima oleh debitur yang memenuhi ketentuan.

“Syarat kelayakan memperoleh KUR adalah bagi usaha yang sudah dan sedang berjalan serta punya tabungan aktif Bank NTT sebagai dasar penilaian kelayakan,” jelas Alloysius.

Realisasi KUR NTT Capai Rp1,714 Triliun

Secara keseluruhan, Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTT mencatat realisasi KUR dari seluruh bank penyalur hingga akhir Juni 2026 telah mencapai Rp1,714 triliun.

Realisasi tersebut disalurkan kepada sekitar 33.460 debitur di seluruh wilayah NTT.

Kehadiran Bank NTT dalam penyaluran KUR diharapkan semakin memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM di 22 kabupaten/kota.

Melalui sosialisasi yang digelar bersama Partai Golkar tersebut, masyarakat juga diharapkan semakin memahami bahwa KUR bukan sekadar akses modal, tetapi pembiayaan yang harus didukung usaha yang berjalan dan memiliki prospek pengembangan.

Bank NTT menargetkan penyaluran KUR terus meningkat hingga akhir tahun sehingga dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan UMKM dan perekonomian masyarakat NTT. (MI)




KUR BRI Bantu Hana Kembangkan Usaha Kuliner hingga Rp2 Juta per Bulan

Kupang,nwartapedia.com  — Talenta memasak yang dimiliki Hana Agsamina Patttypelohi menjadi awal perjalanan dalam membangun usaha kuliner di Kota Kupang.

Melalui sebuah kantin di kompleks perkantoran Kantor Gubernur Lama, Hana kini mampu mengembangkan usahanya dengan dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

Sebelum memiliki usaha sendiri, Hana sempat membantu adiknya berjualan di Kelurahan Airnona. Namun, setelah adiknya meninggal dunia pada 2019, Hana sempat berhenti berjualan.

Hana kemudian memilih bangkit dan kembali produktif dengan memanfaatkan kemampuan memasak yang dimilikinya. Pada 2023, ia mulai membuka usaha kantin.

“Saya berpikir, daripada duduk-duduk di rumah, lebih baik saya membuat usaha. Kebetulan saya bisa memasak, sehingga saya mulai usaha kantin pada tahun 2023,” ujar Hana.

Sejak beroperasi, usaha tersebut terus berjalan meski pendapatan belum selalu stabil. Dalam sebulan, Hana menyebut pendapatannya dapat mencapai sekitar Rp2 juta.
Makanan yang dijualnya juga mendapat respons positif dari pelanggan.

Bahkan, pada hari tertentu makanan yang disediakan dapat habis lebih cepat sehingga kantin sudah tutup sekitar pukul 13.00 WITA.

“Usaha Mama yang paling diminati. Walaupun penjual lain sudah buka, pelanggan tetap membeli. Kadang jam satu siang sudah tutup karena makanan sudah habis,” katanya.

Dalam sehari, kantin Hana dapat menghabiskan sekitar 7 hingga 8 kilogram beras. Untuk membantu menjalankan usaha, ia mempekerjakan dua orang tenaga kerja.

Hana saat ini menyewa tempat usaha dengan biaya sekitar Rp1 juta per bulan. Untuk memperkuat modal dan mengembangkan bisnisnya, ia memanfaatkan pembiayaan melalui KUR BRI.

Hana mengaku telah menjadi nasabah BRI selama kurang lebih lima tahun. Pembiayaan KUR pertama yang diajukannya sebesar Rp20 juta dengan jangka waktu dua tahun.

Seiring perkembangan usaha, Hana kembali mengajukan pembiayaan dengan nominal Rp100 juta dan Rp50 juta. Menurutnya, KUR BRI memberikan manfaat bagi pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal.

“Saya merekomendasikan masyarakat yang ingin membangun usaha untuk mengajukan KUR karena sangat bermanfaat untuk membantu mengembangkan usaha,” ujar Hana.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan, kisah Hana menunjukkan bahwa keberanian mengembangkan kemampuan yang dimiliki dapat menjadi langkah awal untuk membangun usaha.

“BRI senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelaku usaha, khususnya sektor mikro dan kecil, agar dapat terus berkembang secara berkelanjutan,” ujar Hery.

Menurut Hery, talenta, keberanian untuk memulai dan kemauan untuk terus berusaha merupakan modal penting bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnis.

Bagi Hana, menjalankan usaha bukan sekadar untuk memperoleh penghasilan. Ia ingin memanfaatkan kemampuan memasak yang dimilikinya agar menjadi sesuatu yang produktif dan bermanfaat.

“Kenapa Tuhan kasih talenta untuk berusaha? Daripada di rumah hanya duduk dan ngerumpi sana-sini, lebih baik kita gunakan talenta yang ada untuk usaha. Dengan berusaha, kita juga bisa mengenal banyak orang,” ungkapnya.

Perjalanan Hana menunjukkan bahwa usaha kuliner dapat dimulai dari kemampuan sederhana. Dengan ketekunan, keberanian mengambil peluang dan dukungan pembiayaan, usaha kecil dapat terus berkembang sekaligus membuka kesempatan kerja bagi orang lain. **




PT. Flobamor Mulai Bangkit: Hotel Sasando, KMP Sasando dan NTT Mart Jadi Tumpuan Bisnis 2026

Kupang,nwartapedia.com – Setelah melewati masa sulit dan sempat mengalami kondisi mati suri, PT Flobamor (Perseroda) mulai menata kembali arah bisnisnya. Perusahaan milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu menempatkan tiga lini usaha sebagai tumpuan utama pada 2026, yakni Hotel Sasando, bisnis perkapalan melalui KMP Sasando, dan pengembangan NTT Mart.

Strategi tersebut dipaparkan dalam konferensi pers yang digelar di Kantor PT Flobamor (Perseroda), Kota Kupang, Kamis (13/8/2026).

Konferensi pers tersebut mengangkat tema rencana bisnis PT Flobamor (Perseroda) tahun 2026/2027 dan pekerjaan rumah masa lalu.

Direktur Utama PT Flobamor (Perseroda), Dr. Dominggus Elcid Li, PhD, bersama jajaran direksi menyampaikan bahwa kebangkitan perusahaan tidak hanya bergantung pada pembukaan bisnis baru, tetapi juga pada kemampuan mengelola aset yang sudah dimiliki serta membenahi tata kelola.

Dari delapan rencana bisnis yang diajukan Direksi PT Flobamor, tiga di antaranya menjadi fokus yang akan dikerjakan dalam sisa 2026 setelah mendapat persetujuan Pemerintah Provinsi NTT dan DPRD Provinsi NTT.

Direktur Keuangan dan Operasional PT Flobamor, Maxi Julians Rihi Dara, mengatakan waktu yang tersisa pada 2026 akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memperbaiki kinerja perusahaan.

“Melalui rencana bisnis berbasis aset yang ada dan pembenahan tata kelola perusahaan secara keseluruhan, kami ingin memastikan dengan ruang waktu yang sedikit ini kami bisa tutup buku tahun 2026 dengan tidak defisit,” ujar Maxi.

Langkah pertama dilakukan melalui penataan kembali Hotel Sasando di Kota Kupang.

PT Flobamor resmi mengambil alih pengelolaan Hotel Sasando sejak 27 Juli 2026. Sebelumnya, pengelolaan hotel tersebut berada di bawah anak perusahaan PT Flobamorata Bangkit Internasional.

Tim transisi kini melakukan pendataan ulang terhadap fasilitas hotel sekaligus memastikan proses pengalihan pengelolaan berlangsung secara akuntabel.

Direktur Pengembangan Usaha PT Flobamor, Yose Rizal, mengatakan pembenahan Hotel Sasando akan dikombinasikan dengan pengembangan sektor pariwisata.

“Selain membenahi manajemen hotel, kami akan fokus pada pengembangan ekosistem wisata Kota Kupang melalui penyelenggaraan event kreatif,” kata Yose.

Hotel Sasando memiliki sejarah panjang sebagai salah satu hotel milik Pemerintah Provinsi NTT. Hotel tersebut pernah menjadi salah satu hotel yang dikenal di Kota Kupang pada era 1980-an hingga 1990-an.

Kini, PT Flobamor ingin mengembalikan fungsi hotel tersebut sebagai aset produktif yang mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan dan PAD NTT.

Setelah sektor perhotelan, PT Flobamor mengarahkan perhatian pada bisnis perkapalan.

Perusahaan menyiapkan KMP Sasando untuk membuka kembali layanan transportasi laut pada rute Kupang-Semau.

Kapal tersebut memiliki kapasitas sekitar 76 orang dan direncanakan melayani perjalanan hingga delapan kali dalam sehari.

Tidak hanya penumpang, KMP Sasando juga dapat mengangkut puluhan sepeda motor serta dua mobil dalam satu perjalanan.

PT Flobamor berharap keberadaan kapal tersebut dapat memperlancar mobilitas masyarakat Pulau Semau, termasuk pelajar dan pegawai yang beraktivitas di Kota Kupang.

Konektivitas laut yang lebih baik juga diharapkan memberikan dampak terhadap perekonomian dan pariwisata Pulau Semau.

Rencana tersebut mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Kupang. Bupati Kupang Yos Lede disebut mendukung penyediaan pelabuhan yang layak, sementara Wakil Bupati Kupang memberikan dukungan terhadap pengembangan pariwisata Pulau Semau.

Direktur Pengadaan Barang dan Jasa PT Flobamor, Frans Bata, menegaskan bahwa pengalaman buruk pengelolaan perkapalan pada masa lalu menjadi pelajaran penting.

“Belajar dari kesalahan fatal yang terjadi dalam periode sebelumnya, Direksi PT Flobamor bertekad memastikan seluruh keuangan perkapalan dijalankan secara digital agar mencegah kebocoran,” ujarnya.

Sektor ketiga adalah perdagangan melalui pengembangan NTT Mart.

PT Flobamor menargetkan tiga NTT Mart baru hadir di Kota Kupang pada September 2026.

Direktur Ekonomi Kerakyatan PT Flobamor, Leonardo A.R. Waleng, mengatakan NTT Mart akan diarahkan sebagai salah satu pintu masuk produk UMKM lokal ke pasar yang lebih luas.

Menurut Leonardo, pihaknya telah melakukan kurasi terhadap berbagai produk UMKM selama dua bulan terakhir.

“Kami ingin memastikan agar fokus program ekonomi kerakyatan yang digagas Gubernur NTT dapat diwujudkan secara maksimal,” ujarnya.

Tiga lokasi NTT Mart yang direncanakan berada di Jalan Basuki Rahmat kawasan kantor gubernur lama, NTT Mart Perikanan di kawasan pelabuhan perikanan dan NTT Mart di kompleks Kantor Gubernur NTT.

Untuk memperkuat kualitas produk UMKM, PT Flobamor juga menyiapkan Food Lab melalui kerja sama dengan Uma Kanaru Institute.

Laboratorium tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kualitas produk makanan sekaligus memastikan aspek kehalalan.

“Kami berharap dengan adanya Food Lab, produk asal NTT bisa menembus pasar nasional dan dunia,” ujar Manager UMKM PT Flobamor, Angge Kandidatus.

PT Flobamor saat ini melakukan penataan terhadap struktur perusahaan dan enam anak perusahaan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 20 Januari 2026.

Manajemen menilai evaluasi terhadap anak perusahaan penting dilakukan untuk mengetahui kesehatan bisnis, penggunaan modal dan potensi usaha masing-masing.

Direktur Utama PT Flobamor, Dr. Dominggus Elcid Li, PhD, mengatakan salah satu persoalan masa lalu adalah sejumlah anak perusahaan dibentuk tanpa didukung studi kelayakan yang memadai.

Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap penggunaan modal, peningkatan utang dan kinerja perusahaan.

Karena itu, manajemen kini membuka ruang kolaborasi dengan akademisi dan lembaga riset untuk mengkaji sejumlah rencana bisnis.

Beberapa gagasan yang sedang dikembangkan antara lain pabrik pakan, pengalengan daging dan ikan serta kemungkinan pembangunan galangan kapal.

“Kami berharap dengan pengetahuan yang memadai, proses industrialisasi di NTT bisa kita jalankan di masa depan,” kata Elcid.

Di balik rencana ekspansi bisnis, PT Flobamor masih harus menyelesaikan sejumlah persoalan lama.

Salah satunya menyangkut hak para eks Anak Buah Kapal (ABK) KMP Sirung dan KMP Pulau Sabu.

Manajemen mengaku telah melakukan dialog dengan para eks ABK dan serikat pekerja dalam sejumlah pertemuan.

Persoalan tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bertahap.

Manajemen menjelaskan, berdasarkan Perda Nomor 14 Tahun 2025, penyertaan modal yang bersumber dari APBD Provinsi NTT tidak diperkenankan digunakan untuk membayar utang.

Karena itu, perusahaan harus membangun kemampuan bisnis agar dapat memenuhi kewajiban tersebut.

“Mulai tahun ini kami tidak punya pilihan, Flobamor harus untung agar bisa membayar utang kepada para ABK,” tegas Dominggus Elcid Li.

Selain penyelesaian kewajiban, manajemen juga membuka kesempatan bagi para eks ABK untuk kembali bergabung dengan anak usaha yang sedang dirintis.

Anak-anak dari para eks ABK juga akan mendapat prioritas apabila memenuhi persyaratan untuk bekerja di unit usaha yang dikembangkan perusahaan.

Tiga lini bisnis yang dipilih PT Flobamor menunjukkan arah baru perusahaan pada 2026.

Hotel Sasando diarahkan menjadi aset produktif di sektor perhotelan dan pariwisata. KMP Sasando diproyeksikan memperkuat konektivitas Kupang-Semau sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat Pulau Semau.

Sementara NTT Mart ditargetkan menjadi ruang pemasaran bagi produk UMKM NTT.

Namun, ekspansi tersebut berjalan bersamaan dengan pekerjaan rumah berupa pembenahan tata kelola, evaluasi anak perusahaan dan penyelesaian kewajiban kepada eks ABK.

Manajemen PT Flobamor kini menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa perusahaan tidak hanya kembali beroperasi, tetapi mampu menghasilkan keuntungan, menjaga aset dan memberi kontribusi nyata bagi perekonomian Nusa TenggarTenggara. (MI)




BPK RI Kunjungi Perumda Air Minum Kota Kupang, Bahas Ketahanan Air dan Layanan Masyarakat

Kupang,nwartapedia.com  – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melakukan kunjungan ke Perumda Air Minum Kota Kupang untuk membahas ketahanan air dan kondisi pelayanan air minum bagi masyarakat.

Kunjungan dilakukan melalui Pusat Analisis Kebijakan (Anjak) Keuangan Negara dengan agenda Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Kantor Perumda Air Minum Kota Kupang pada Rabu (12/8/2026).

Tim BPK berjumlah enam orang dan dipimpin Pengendali Teknis, Tri Aditya Basuki.

Kedatangan tim BPK RI diterima langsung Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, didampingi para kepala bagian dan Kepala SPI.

Dalam pertemuan tersebut, Isidorus menyampaikan apresiasi atas kepercayaan BPK RI yang menjadikan Perumda Air Minum Kota Kupang sebagai salah satu mitra dalam pembahasan ketahanan air.

“Kami selalu senang dan terbuka untuk berbagi. Karena kami yakin setiap perjumpaan selalu ada makna dan setiap diskusi melahirkan komitmen-komitmen bersama,” kata Isidorus.

Tri Aditya Basuki menjelaskan, BPK memiliki tugas melakukan pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.

Salah satu strategi BPK adalah melakukan pemeriksaan tematik terhadap isu strategis kebijakan pemerintah. Ketahanan air menjadi salah satu tema pemeriksaan tematik BPK periode 2025–2029.

“Kehadiran kami di sini untuk memperoleh gambaran mengenai penyediaan dan penyelenggaraan layanan air minum kepada masyarakat Kota Kupang,” jelas Tri.

Menurutnya, ketahanan air berkaitan dengan terpenuhinya kebutuhan air yang layak dan berkelanjutan untuk kehidupan dan pembangunan serta pengelolaan risiko yang berkaitan dengan air.

Dalam FGD, Isidorus memaparkan kondisi terkini pelayanan air minum di Kota Kupang. Ia menyebut cakupan pelayanan Perumda masih berada di angka 19 persen.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena Perumda masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan sumber air baku, jaringan dan infrastruktur, kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW), kondisi ekonomi masyarakat serta perubahan iklim.

Meski demikian, Perumda terus melakukan berbagai upaya dan inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Isidorus mengatakan masih terdapat potensi sumber air baku yang dapat dikembangkan, namun membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Pusat.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Karena itu kami selalu siap membuka diri untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak yang berkehendak baik,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, BPK meminta Perumda menyampaikan usulan prioritas terkait ketahanan air.

Isidorus menyampaikan tiga kebutuhan utama, yakni penambahan sumber air baku, pengembangan jaringan dan digitalisasi pelayanan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan. Tim BPK RI bersama Perumda Air Minum Kota Kupang meninjau SPAM Kali Dendeng untuk melihat proses intake dan prasedimentasi.

Kunjungan dilanjutkan ke instalasi pengolahan air di Manutapen untuk melihat secara langsung proses pengolahan dan penyediaan air minum bagi masyarakat Kota Kupang. (MI)




Event Budaya di Fatululi, Wali Kota Kupang Tegaskan Generasi Muda Harus Lestarikan Budaya

Kupang,nwartapedia.com  –  Event Budaya di Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Selasa (11/8/2026), menjadi momentum memperkuat persatuan sekaligus melestarikan budaya daerah.

Dalam kegiatan yang digelar menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga dan meneruskan budaya.

Sambutan Wali Kota disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Evie Getha.

Christian mengatakan, Event Budaya Fatululi tidak sekadar menjadi hiburan dan perlombaan, tetapi harus menjadi ruang untuk merawat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kota Kupang.

“Bagi saya kegiatan seperti ini bukanlah sekadar acara hiburan atau perlombaan. Tetapi di dalamnya ada sesuatu yang jauh lebih penting, yaitu bagaimana kita merawat kebersamaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberagaman suku, latar belakang dan cara pandang merupakan kekuatan Kota Kupang. Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjauh.

“Dari keberagaman itulah kita belajar bahwa Kota Kupang dibangun bukan oleh satu kelompok saja, tetapi oleh kita semua,” tegasnya.

Wali Kota Kupang meminta generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi pelaku dalam pelestarian budaya.

Generasi muda dapat berperan sebagai seniman, pelaku UMKM, kreator maupun penggerak komunitas.

“Budaya tidak boleh hanya menjadi kenangan, tetapi budaya harus terus diwariskan,” katanya.

Christian juga mengajak masyarakat mengisi kemerdekaan dengan tindakan nyata, seperti menjaga persatuan, kebersihan lingkungan, peduli terhadap sesama dan mendukung ekonomi masyarakat.

Ia menegaskan pembangunan Kota Kupang membutuhkan kerja sama pemerintah dan masyarakat.

“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri, pemerintah membutuhkan masyarakat dan masyarakat membutuhkan pemerintah,” ujarnya.

Wali Kota berharap Event Budaya Fatululi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat persaudaraan, menghargai keberagaman dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya serta Kota Kupang.

“Mari kita rayakan dengan penuh kegembiraan, tetapi tetap menjaga ketertiban dan kebersamaan,” pesannya. **




Perdana, FKIP UCB Hadirkan Narasumber 4 Negara dalam Konferensi Internasional di Kupang

Kupang,nwartapedia.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang untuk pertama kalinya menggelar Workshop dan Konferensi Internasional tentang Ilmu Pendidikan 2026 dengan menghadirkan narasumber dari empat negara.

Kegiatan yang mengusung tema “Mentransformasi Pendidikan di Era Digital: Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan, Kolaborasi Global, dan Keterampilan Abad ke-21” tersebut berlangsung di Aula Kampus UCB, Kupang, Selasa (11/8/2026).

Konferensi internasional perdana ini menghadirkan akademisi dan praktisi pendidikan dari Amerika Serikat, Thailand, Timor Leste dan Indonesia.

Para pembicara yang hadir antara lain Prof. Linda A. Pelch, Ph.D., Prof. Dr. Marshela Lie, Ed.D., M.A.Ed., dan Prof. Dr. Cynthia S. Wiseman, Ed.D. dari City University of New York (CUNY), Amerika Serikat.

Hadir pula Dr. Ana Mae dari Asponshire International School, Thailand, Antonio Contantino Soares, S.S., M.Hum. dari Instituto Sao Joao de Brito, Timor Leste, serta Dr. Agnes M.D. Rafael, S.Pd., M.Hum. dari Universitas Citra Bangsa.

Narasumber dari City University of New York, Prof. Dr. Marshela Lie kepada media ini mengatakan konferensi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam dunia pendidikan.

Menurutnya, AI saat ini semakin banyak digunakan mahasiswa sehingga pemanfaatannya perlu disertai pemahaman mengenai etika dan kemampuan berpikir kritis.

“Penggunaan kecerdasan buatan itu hanyalah sebagai bantuan, tetapi bukan sebagai pengganti,” katanya.

Marshela menjelaskan, mahasiswa harus tetap mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan mandiri dalam proses pembelajaran.

Ia juga berharap kehadiran akademisi internasional dapat memotivasi mahasiswa UCB untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.

Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu modal penting bagi mahasiswa untuk mengikuti konferensi internasional maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi di luar negeri.

“Kami berharap mahasiswa bisa lebih aktif dan lebih semangat dalam belajar bahasa Inggris sehingga nantinya mampu bersaing secara internasional,” ujarnya.

Dekan FKIP UCB, Heryon Bernard Mbuik, PAK, M.Pd., yang akrab ddisapa Bernard Mbuik, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi dan kerja sama yang telah dibangun sejak beberapa bulan sebelumnya.

Menurutnya, kerja sama tersebut kemudian dikembangkan menjadi kolaborasi antarlembaga dengan melibatkan akademisi dan institusi pendidikan dari berbagai negara.

Konferensi internasional ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan kerja sama yang berlangsung selama beberapa hari.

Bernard Mbuik mengatakan terdapat sejumlah target yang ingin dicapai melalui kerja sama tersebut, salah satunya meningkatkan kolaborasi riset antara dosen UCB dengan akademisi dari luar negeri.

Selain itu, kerja sama juga membuka peluang bagi mahasiswa UCB untuk melakukan studi banding ke Amerika Serikat serta memberikan kesempatan bagi dosen untuk mengikuti kegiatan akademik di luar negeri.

“Perlu adanya pertukaran ilmu pengetahuan maupun teknologi. Dengan kemajuan dari berbagai aspek, sepantasnya kita berguru pada negara-negara yang maju dan berkembang sangat luar biasa,” jelasnya.

Bernard Mbuik berharap kolaborasi internasional tersebut dapat memberikan terobosan baru bagi dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur.

Selain konferensi, para akademisi internasional juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke sejumlah institusi pendidikan di Kota Kupang, termasuk sekolah dan perguruan tinggi.

Kunjungan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi pendidikan di NTT sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
Dorong Mahasiswa Bangun Jejaring Global

Bernard Mbuik juga mendorong mahasiswa UCB memanfaatkan kehadiran para akademisi internasional untuk membangun jejaring dan meningkatkan wawasan.

Menurutnya, keterlibatan akademisi dari Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya menunjukkan bahwa perguruan tinggi di NTT memiliki peluang untuk membangun kerja sama dengan institusi pendidikan internasional.

“Mahasiswa harus termotivasi bahwa negara besar seperti Amerika ternyata mau berkolaborasi dengan institusi pendidikan yang ada di Indonesia, khususnya kita di Nusa Tenggara Timur,” katanya.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka akses mahasiswa terhadap informasi, pengetahuan serta peluang melanjutkan studi ke luar negeri.

Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. Maria Sogen, M.Pd., mengatakan persiapan konferensi telah dilakukan selama kurang lebih enam bulan.

Menurut Maria, konferensi menghadirkan enam narasumber dengan materi yang disesuaikan dengan tema kegiatan.

Kegiatan juga melibatkan peserta dari sejumlah perguruan tinggi di luar UCB serta mahasiswa.

“Acara ini berjalan dengan lancar karena kami melakukan kolaborasi bersama adik-adik mahasiswa,” ujarnya.

Ia menambahkan rangkaian kegiatan diawali dengan workshop sebelum dilanjutkan dengan konferensi internasional sebagai puncak kegiatan.

“Hasil kegiatan akademik tersebut juga direncanakan untuk dipublikasikan melalui jurnal internasional,”ungkapnya.

Kerja sama UCB dengan City University of New York menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring pendidikan internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai kegiatan akademik.

Melalui konferensi internasional perdana ini, FKIP UCB berharap mahasiswa dan dosen dapat memperoleh wawasan baru mengenai perkembangan pendidikan global, pemanfaatan AI secara etis, sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas di tingkat internasional (MI)




Berkat KUR BRI, Usaha Sembako Ansi di Kupang Terus Bertumbuh

Kupang,nwartapedia.com  –  Dukungan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI membantu Ansi mengembangkan usaha sembako yang dirintisnya dari sebuah kios sederhana di Kota Kupang.

Selama sekitar tiga tahun menjalankan usaha, Ansi secara bertahap memperluas bisnisnya hingga kini memiliki empat titik usaha. Tiga di antaranya berada di Kelurahan Naimata, sedangkan satu lainnya berada di kawasan Jalur 40, Kota Kupang.

Usaha sembako tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan bagi keluarga Ansi. Selain mengelola kios, Ansi juga dipercaya menjadi agen BRILink yang telah dijalankannya selama sekitar dua bulan.

Perjalanan mengembangkan usaha tidak terlepas dari dukungan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Ansi yang telah menjadi nasabah BRI selama sekitar 10 tahun memanfaatkan fasilitas KUR untuk memperkuat modal dan mengembangkan usahanya.

“Awalnya usaha saya kecil-kecilan, hanya kios sembako biasa. Tapi saya ingin kios ini bisa lebih lengkap, supaya masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke tempat lain,” ujar Ansi.

Untuk memperbesar usahanya, Ansi sebelumnya memperoleh pinjaman mulai dari Rp25 juta dan kemudian meningkat menjadi Rp50 juta. Modal tersebut digunakan secara bertahap untuk menambah stok barang dan mengembangkan usaha.

Menurut Ansi, ketersediaan barang menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan pelanggan. Semakin lengkap kebutuhan yang tersedia, semakin mudah masyarakat sekitar mendapatkan barang keperluan sehari-hari.

Selain dukungan permodalan, Ansi juga merasakan manfaat dari pendampingan BRI dalam menjalankan usahanya. Ia mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan stok, menjaga perputaran modal, hingga melihat peluang berdasarkan kebutuhan masyarakat di sekitar lokasi usaha.

Seiring waktu, usaha sembako Ansi terus menunjukkan perkembangan. Pelanggan semakin bertambah dan kiosnya menjadi salah satu pilihan masyarakat sekitar untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga, seperti beras, minyak goreng dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

“Perjalanan membangun kios sembako ini sangat panjang. Namun, karena dukungan petugas dari BRI, saya yakin saya bisa mengembangkan usaha demi memperbaiki ekonomi keluarga,” katanya.

Perkembangan usaha tersebut juga berdampak positif terhadap kondisi ekonomi keluarga Ansi. Penghasilan yang lebih stabil membuatnya lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk memastikan pendidikan anaknya tetap berjalan.

“Selama di Kupang, BRI sudah banyak membantu saya,” tuturnya.

Bagi Ansi, akses permodalan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlangsungan sekaligus memperluas usaha. Karena itu, ia berencana kembali memanfaatkan fasilitas KUR untuk mengembangkan bisnisnya.

“Selagi masih ada dana KUR, pasti saya akan mengajukan terus untuk pengembangan usaha,” ujarnya.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan BRI berkomitmen mendukung pelaku usaha mikro dan kecil melalui akses pembiayaan serta pendampingan sesuai kebutuhan usaha.

“BRI terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro dan kecil, melalui akses pembiayaan yang dapat mendukung pengembangan usaha. Kami berharap dukungan permodalan dan pendampingan yang diberikan dapat membantu pelaku usaha untuk terus bertumbuh, meningkatkan produktivitas, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian keluarga dan masyarakat di sekitarnya,” ujar Hery.

Menurut Hery, perjalanan Ansi menjadi salah satu gambaran bahwa usaha yang dirintis secara bertahap dapat berkembang ketika didukung dengan perencanaan usaha dan akses permodalan yang tepat.

“Setiap pelaku usaha memiliki perjalanan dan tantangan masing-masing. BRI akan terus berupaya memberikan layanan dan pendampingan agar pelaku usaha dapat mengembangkan potensi yang dimiliki secara berkelanjutan,” tambahnya.

Kisah Ansi menunjukkan bahwa usaha tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Dari sebuah kios sederhana dengan pilihan barang yang terbatas, ia secara bertahap mengembangkan usaha hingga memiliki empat titik usaha.

Tidak hanya memperluas usaha sembako, Ansi juga turut memberikan layanan perbankan kepada masyarakat melalui agen BRILink.

Ke depan, Ansi berharap usahanya dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarganya maupun masyarakat sekitar. Ia juga berharap dukungan BRI terhadap pelaku usaha kecil dapat terus berlanjut.

“Semoga BRI tetap jaya dan terus membantu masyarakat,” pungkas Ansi. *




Pengurus Wilayah XIV dan OMK Naikolan Resmi Dilantik, Siap Perkuat Pelayanan Umat

Kupang,nwartapedia.com  –  Badan Pengurus Wilayah XIV dan Badan Pengurus Orang Muda Katolik (OMK) Wilayah XIV Paroki Santo Yosef Naikoten resmi dilantik dalam kegiatan yang berlangsung di wilayah XIV, Kelurahan Naikolan, pada Sabtu (8/8/2026).

Pelantikan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Pastor Paroki Santo Yosef Naikoten Nomor 177/PSY-NKT/VIII/2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Badan Pengurus Wilayah XIV.

Dalam struktur kepengurusan yang baru, Frankianus K. Soro dipercaya sebagai Ketua, didampingi Lorensius Awa sebagai Wakil Ketua I dan Ambrosius N.K. Busa sebagai Wakil Ketua II. Sementara Martina Tri Wahyuningsih dipercaya sebagai bendahara.

Sejumlah bidang pelayanan juga dibentuk, yakni Bidang Liturgi yang diketuai Yanto Ngadji, Bidang Kerasulan Awam oleh Patris Bio, Bidang Pemberdayaan Umat oleh Theresia Hennida Bey, Bidang Usaha Dana oleh Alfons A.A. Ganggas, serta Bidang Humas oleh Emilyus Senda Bata.

Selain pengurus wilayah, turut dilantik Badan Pengurus OMK Wilayah XIV berdasarkan Surat Keputusan Pastor Paroki Santo Yosef Naikoten Nomor 178/PSY-NKT/VIII/2026.

Apcasella B. Parera dipercaya sebagai Ketua OMK Wilayah XIV, dengan Benedhito Fonzeca Osorio Lopo sebagai sekretaris, serta Maria Veronica Tony dan Brigita Tiara Alisandria masing-masing sebagai bendahara I dan II.

OMK Wilayah XIV juga memiliki empat bidang pelayanan, yakni Bidang Liturgi yang dikoordinatori Rossa Da Lima Naisoko, Bidang Olahraga, Minat dan Bakat oleh Maria Bernadetha Bue Lewokeda, Bidang Hubungan Masyarakat oleh Hugentinus Januarius Bengu, serta Bidang Ekonomi Kreatif yang diketuai Maria Trimurti Merlin Solapung.

Dalam kotbahnya, Romo Apolonius Dora, Pr menekankan pentingnya kepemimpinan yang dilandasi semangat pelayanan.

“Kepemimpinan sehati di hadapan Tuhan terlihat dari kerelaan untuk menjadi pelayan bagi sesama,” pesannya.

Ketua DPP Frans Wayan juga mengajak para pengurus yang baru dilantik untuk tetap setia menjalankan tugas pelayanan.

Sementara itu, Ketua Wilayah XIV terpilih, Frengki K. Soro, memohon dukungan dari seluruh umat, terutama para ketua Kelompok Umat Basis (KUB), agar kepengurusan dapat menjalankan tugas dengan baik.

Ketua OMK Wilayah XIV, Apcasella B. Parera turut menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan serta meminta dukungan dari seluruh umat dalam menjalankan pelayanan bersama.

Pesan serupa disampaikan Ketua OMK Paroki, Dedi Koten, yang mengajak OMK untuk tetap semangat dalam pelayanan serta membangun koordinasi dengan orang tua dan para penasihat di wilayah.

Kegiatan pelantikan ditutup dengan ucapan terima kasih dan “Proviciat” dari para ketua KUB kepada pengurus Wilayah XIV dan OMK yang baru dilantik. (MI)




Dapat KUR BRI, Usaha Advertising Henos di Kupang Kini Buka Lapangan Kerja

Kupang,nwartapedia.com  – Akses permodalan menjadi salah satu faktor penting bagi pelaku usaha kecil untuk mengembangkan bisnis.

Hal itu dirasakan Henos Efendi Serak, pelaku usaha advertising di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang.

Henos merintis usahanya sejak 2020. Berawal dari usaha kecil, kini bisnisnya berkembang dengan menyediakan berbagai produk advertising dan percetakan, seperti huruf timbul, plakat, spanduk, plat nomor kendaraan, stempel hingga batu kubur.

Dalam perjalanan mengembangkan usaha, Henos mendapat dukungan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Ia sendiri telah menjadi nasabah BRI sejak 2015.

“Dukungan dari BRI melalui pinjaman KUR sebesar Rp75 juta. Ini sudah kali kedua saya meminjam, dengan nilai Rp100 juta,” ujar Henos saat ditemui media, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Henos, pembiayaan KUR sangat membantu memenuhi kebutuhan modal usaha.

Ia berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut seiring dengan perkembangan bisnisnya.

“Kalau usaha lebih berkembang, sudah pasti akan mengajukan pinjaman lagi kalau masih diberikan kesempatan oleh BRI. Kalau soal modal, pasti lari ke situ. BRI sangat-sangat membantu kami para pengusaha kecil,” katanya.

Henos menegaskan, usahanya kini tidak hanya dikenal sebagai pembuat batu kubur. Berbagai layanan advertising terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Usaha kami bergerak di bidang advertising. Ada pembuatan huruf timbul, plakat, spanduk dan masih banyak lagi, termasuk plat motor dan mobil serta stempel,” jelasnya.

Dari usaha tersebut, Henos juga mampu memenuhi kebutuhan keluarga dan operasional bisnis.

Ia menyebut pendapatan usaha masih fluktuatif dengan pendapatan terendah sekitar Rp5 juta per bulan.

Pendapatan itu digunakan untuk membiayai kebutuhan anak-anak, membayar cicilan, listrik dan kebutuhan usaha. Sebagian pendapatan juga masih dapat disisihkan untuk ditabung.

Tak hanya memberikan manfaat bagi keluarga, perkembangan usaha Henos turut menciptakan lapangan kerja. Saat ini, ia memiliki dua karyawan tetap dan hingga tujuh tenaga freelance yang bekerja sesuai kebutuhan produksi.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan, pelaku usaha mikro dan kecil memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Pelaku usaha seperti Pak Henos merupakan bagian penting dari penggerak ekonomi di masyarakat. Ketika usaha berkembang, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pemilik usaha dan keluarga, tetapi juga dapat menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Hery.

Hery menegaskan, BRI akan terus berupaya menghadirkan akses layanan dan pembiayaan yang dapat membantu pelaku usaha, khususnya sektor mikro dan kecil.

“BRI ingin terus hadir sebagai mitra bagi pelaku usaha, mulai dari tahap merintis hingga ketika usaha tersebut berkembang. Kami berharap dukungan pembiayaan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara produktif sehingga semakin banyak pelaku usaha yang mampu mengembangkan kapasitas bisnis dan naik kelas,” tambahnya.

Henos pun berharap BRI terus berkembang dan semakin banyak memberikan dukungan kepada pelaku usaha kecil di berbagai daerah.

“Pesan dan harapan saya, BRI terus berkembang menjadi lebih baik sehingga bisa membantu lebih banyak orang, terutama para pengusaha kecil,” pungkas Henos. *