Perumda dan BPBD Kota Kupang Siapkan Distribusi Air Bersih Hadapi Kemarau

Kupang, nwartapedia.com — Perumda Air Minum Kota Kupang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan air bersih Kota Kupang di tengah puncak musim kemarau.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, kepada media ini, Kamis (24/9/2026), mengatakan kondisi kemarau mulai berdampak pada debit sejumlah sumber air yang digunakan untuk pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Isidorus, sebagian besar sumber air baku Perumda berasal dari sumur bor. Kondisi tersebut membuat penurunan debit air selama musim kemarau menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kelancaran distribusi.

“Dalam kondisi seperti sekarang, kita harus melakukan berbagai langkah dan rekayasa pengaliran agar pelayanan air kepada masyarakat tetap berjalan,” kata Isidorus.

Ia menjelaskan, sejumlah sumur bor mengalami penurunan debit. Bahkan, terdapat sumber air yang untuk sementara tidak dapat digunakan.

Salah satunya sumur bor Liliba yang berada di sekitar TPU Liliba. Menurut Isidorus, sumur tersebut saat ini tidak lagi dapat dioperasikan karena debit airnya telah habis.

Untuk menjaga pelayanan kepada pelanggan di wilayah tersebut, Perumda melakukan rekayasa pengaliran dengan menghubungkan jaringan dari sumber-sumber air terdekat.

Selain itu, jadwal distribusi juga disesuaikan dengan kondisi ketersediaan sumber air.

Jika sebelumnya suatu wilayah mendapat aliran air hingga tiga kali dalam sepekan, dalam kondisi sumber air yang terbatas jadwal tersebut dapat dikurangi menjadi satu kali dalam sepekan.

“Ini kita lakukan supaya sumber air yang terbatas tetap bisa dimanfaatkan dan pelayanan dapat menjangkau wilayah lainnya,” ujarnya.

Isidorus mengatakan Perumda tidak memiliki sumber air pegunungan sehingga pelayanan sangat bergantung pada sumur bor. Karena itu, ketika debit sumur mengalami penurunan, pola distribusi harus disesuaikan agar pelayanan tetap dapat dilakukan.

Perumda juga terus mengoptimalkan sejumlah sumber baru, antara lain sumur bor di wilayah Belo dan Manulai 2.

Saat ini, terdapat sekitar 43 sumur bor yang menjadi bagian dari sumber pelayanan Perumda Air Minum Kota Kupang, ditambah sumber air permukaan melalui SPAM Dendeng.

Perumda Koordinasi dengan BPBD

Menghadapi puncak musim kemarau, Perumda Air Minum Kota Kupang juga berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II dan BPBD Kota Kupang untuk menyiapkan distribusi air menggunakan mobil tangki.

Distribusi tersebut akan diarahkan ke titik-titik yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air.

Isidorus mengatakan bantuan air melalui mobil tangki tidak hanya diperuntukkan bagi pelanggan Perumda, tetapi juga masyarakat terdampak kekeringan yang membutuhkan air.

“Pada prinsipnya dalam kerja kolaborasi dengan Dinas PUPR, dengan DLHK dan semua elemen, kita berusaha supaya di puncak-puncak musim panas ini kita tetap aman dan bisa saling topang satu dengan yang lain,” kata Isidorus.

Ia juga mengimbau masyarakat Kota Kupang untuk menggunakan air secara bijak dan hemat selama musim kemarau.

Menurutnya, menjaga ketersediaan air bukan hanya menjadi tanggung jawab Perumda, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk dalam menjaga kawasan resapan dan sumber air baku.

BPBD Siapkan Distribusi ke 51 Kelurahan

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kupang, Ricko A. Umar, S.Sos., MM, mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan langkah distribusi air bersih sebagai bagian dari penanganan dampak kekeringan.

Menurut Ricko, pendistribusian air bersih akan menyasar masyarakat di 51 kelurahan yang tersebar pada enam kecamatan di Kota Kupang.

“Kami sementara berproses untuk melaksanakan distribusi air bersih. Ini karena sudah masuk puncak musim kemarau,” kata Ricko saat ditemui media ini.

Ia menjelaskan, distribusi air bersih akan dilakukan berdasarkan data yang disampaikan melalui pemerintah kelurahan.

Setelah menerima data, BPBD akan melakukan pengecekan atau survei untuk memastikan kondisi di lapangan sebelum menentukan lokasi yang akan mendapatkan bantuan air.

Ricko mengatakan hingga saat ini sudah lebih dari 30 kelurahan yang masuk dalam pendataan untuk kebutuhan distribusi air bersih.

Sementara itu, terdapat dua kelurahan yang belum memasukkan data karena memiliki kondisi penanganan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Ricko menegaskan bantuan air bersih tidak diberikan secara perorangan, tetapi diarahkan kepada kelompok masyarakat atau beberapa keluarga yang memang membutuhkan.

Masyarakat yang mengalami kesulitan air dapat menyampaikan data melalui pemerintah kelurahan. Selanjutnya, BPBD akan melakukan verifikasi di lapangan.

“Misalnya ada ketua RT atau pemilik tandon maupun bak penampungan yang memasukkan data melalui kelurahan. Kemudian BPBD turun melihat dan melakukan survei apakah memang benar membutuhkan distribusi air,” jelasnya.

Setelah dilakukan verifikasi, air bersih akan disalurkan kepada keluarga atau kelompok masyarakat di sekitar lokasi yang membutuhkan. (MI)




Kelurahan Fontein Bentuk Bank Sampah Oktober 2026, Libatkan Warga Kelola Sampah

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kelurahan Fontein, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, menargetkan pembentukan kelompok bank sampah pada Oktober 2026.

Program ini bertujuan meningkatkan kebersihan lingkungan sekaligus mengubah sampah rumah tangga menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.

Plt. Lurah Fontein, Iwan Surya Taklal, mengatakan pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas sejak dirinya mulai bertugas pada April 2026.

Menurutnya, kegiatan Jumat Bersih telah berjalan, tetapi partisipasi masyarakat masih perlu ditingkatkan.

Jumat Bersih memang sudah dilaksanakan, tetapi belum semua RT. Dari 27 RT dan 9 RW, baru sekitar 50 persen yang rutin melaksanakan,” ujar Iwan, Rabu (23/9/2026).

Untuk memperkuat pengelolaan sampah, pemerintah kelurahan telah menyelenggarakan pelatihan menggunakan dana pemberdayaan kelurahan.

Hasilnya, disepakati pembentukan kelompok bank sampah yang akan bekerja sama dengan bank sampah di Liliba.

Pihak kelurahan juga telah menjalin komunikasi dengan sejumlah lembaga, termasuk perbankan, perguruan tinggi, sekolah, rumah ibadah, Kodim, dan rumah sakit.

Dalam waktu dekat, para ketua RT dan RW, LPN, serta pihak terkait akan diundang untuk membahas pembentukan dan mekanisme pengelolaan bank sampah.

“Target kita Oktober ini sudah terbentuk. Setelah itu kita rutin melakukan kebersihan lingkungan dan memilah sampah untuk dibawa ke bank sampah sehingga bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Melalui program tersebut, sampah yang telah dipilah di tingkat RT akan dikumpulkan dan disalurkan ke bank sampah. Hasil pengelolaannya diharapkan dapat menjadi tabungan bagi warga.

Selain membentuk bank sampah, pemerintah kelurahan juga berencana menangani tiga hingga empat titik lahan kosong yang tidak terawat melalui koordinasi dengan pemilik lahan.

Iwan berharap berbagai upaya tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sekaligus membawa Kelurahan Fontein masuk 10 besar dalam penilaian kebersihan pada tahun-tahun mendatang. (MI)




BI NTT Perluas Promosi Produk Lokal Lewat Flobamorata Creative Expo

Kupang, nwartapedia.com — Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperluas promosi produk unggulan daerah melalui Flobamorata Creative Expo yang akan digelar pada 2–4 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut merupakan pengembangan dari Exotic Tenun Fest yang sebelumnya lebih menitikberatkan pada promosi produk tenun.

Kali ini, BI NTT memperluas cakupan expo dengan menghadirkan berbagai produk unggulan dan kreatif dari sejumlah daerah di NTT.

Kepala Perwakilan BI NTT, Adidoyo Prakoso, mengatakan perubahan konsep dilakukan karena potensi ekonomi kreatif NTT tidak hanya berasal dari produk tenun.

Menurutnya, NTT memiliki beragam produk yang memiliki potensi untuk dikembangkan, mulai dari kopi, kelor, produk kelautan, makanan dan minuman, wastra hingga berbagai produk kreatif lainnya.

“Bukan hanya masalah tenun saja, tapi produk-produk yang dihasilkan oleh NTT,” kata Adidoyo dalam kegiatan Sante-Sante Duduk ba Omong deng Media (Sasando Dia) di Kupang, Selasa (22/9/2026).

Analisis Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM, KI dan Syariah KPw BI NTT, Reyza Lisembina Budiarjo, menjelaskan Flobamorata Creative Expo menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi kreatif dari berbagai daerah di NTT kepada masyarakat yang lebih luas.

Ia mengatakan, expo tersebut tidak hanya menampilkan produk yang sudah berkembang, tetapi juga mendorong inovasi serta membantu pelaku UMKM meningkatkan nilai tambah produknya.

Dengan demikian, produk UMKM diharapkan tidak hanya dikenal di pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Sejumlah kategori produk akan ditampilkan dalam Flobamorata Creative Expo, di antaranya kopi, wastra, makanan dan minuman, serta berbagai produk kreatif dan inovatif dari pelaku usaha di NTT.

BI NTT juga memberikan ruang bagi masyarakat yang menghasilkan produk inovatif.

Salah satu yang akan diperkenalkan adalah inovasi es krim berbahan kulit pisang yang dikembangkan sebuah sekolah di Kabupaten Malaka. Produk tersebut disebut telah memperoleh penghargaan di tingkat Asia Pasifik.

Adidoyo mengatakan inovasi tersebut menjadi contoh bahwa bahan yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai ekonomi dapat diolah menjadi produk kreatif yang bernilai tambah.

Menurutnya, kreativitas dan inovasi menjadi bagian penting dalam pengembangan produk lokal agar mampu memiliki daya saing dan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Selain pameran produk, Flobamorata Creative Expo juga akan diisi dengan kegiatan sosial melalui Program Charity.

Reyza menjelaskan, sebagian hasil penjualan produk selama expo akan disalurkan untuk kegiatan sosial guna membantu masyarakat di wilayah Flores.

Selain itu, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan lelang tenun sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap produk lokal sekaligus kegiatan sosial.

“Harapannya, kegiatan ini tidak hanya mendorong UMKM, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Reyza.

Adidoyo juga memperkenalkan dua Deputi Kepala Perwakilan BI NTT yang baru, yakni Alvin Ari Wijayanto dan Ari Setyo Wibowo.

Alvin Ari Wijayanto akan menangani sejumlah bidang, antara lain sistem pembayaran, pengelolaan dan penyetoran uang rupiah serta manajemen internal.

Sementara Ari Setyo Wibowo akan menangani bidang asesmen perekonomian, UMKM dan sejumlah bidang terkait lainnya.

Deputi Kepala Perwakilan BI NTT, Alvin Ari Wijayanto, juga menyampaikan perkembangan penggunaan QRIS di NTT.

Hingga triwulan II 2026, jumlah merchant QRIS di NTT mencapai sekitar 340 ribu, atau tumbuh sekitar 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara jumlah pengguna QRIS mencapai sekitar 378 ribu, meningkat sekitar 20 persen secara tahunan.

BI NTT terus mendorong pemanfaatan QRIS dalam berbagai aktivitas transaksi masyarakat, termasuk pembayaran retribusi daerah, pajak restoran, pasar murah, festival kuliner hingga kegiatan Car Free Day.

Di tengah meningkatnya transaksi digital, BI NTT juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan perlindungan data pribadi ketika menggunakan layanan pembayaran digital, termasuk QRIS.

Penggunaan layanan pembayaran digital perlu dilakukan secara aman dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar manfaat digitalisasi transaksi dapat dirasakan masyarakat secara optimal. (MI)⁹




Isidorus Lilijawa Ajak Mahasiswa IAKN Kupang Bangun Gerakan Cinta Lingkungan

Kupang, nwartapedia.com — Kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya sebatas pengetahuan.

Pesan tersebut disampaikan Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang sekaligus mahasiswa Pascasarjana IAKN Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, kepada media ini usai webinar bertema “Merawat Bumi, Merawat Kehidupan: Ekoteologi sebagai Spiritualitas Cinta”, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kampus IAKN Kupang tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju wisuda Angkatan ke-19.

Dalam kesempatan tersebut, Isidorus mengajak mahasiswa untuk melihat persoalan lingkungan tidak hanya dari sisi ekonomi maupun pembangunan, tetapi juga dari sisi kesadaran dan tanggung jawab manusia terhadap alam.

Ia menilai berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini berkaitan erat dengan perilaku manusia dalam memperlakukan alam.

Menurut Isidorus, ketika manusia benar-benar memiliki kecintaan terhadap lingkungan dan seluruh ciptaan, maka akan tumbuh kesadaran untuk menjaga serta tidak mengeksploitasi alam secara berlebihan.

“Kalau kita mengedepankan cinta kita pada lingkungan, cinta kita pada ciptaan yang lain, saya yakin semuanya akan berjalan dalam kondisi yang baik,” ungkapnya.

Isidorus juga menyoroti berbagai persoalan lingkungan seperti banjir, longsor dan kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah.

Menurutnya, aktivitas manusia menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian serius dalam persoalan tersebut.

Dorongan ekonomi, pembangunan dan kepentingan modal, kata dia, tidak boleh membuat manusia mengabaikan keberlanjutan lingkungan.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk membangun pertobatan ekologis. Pertobatan tersebut dimaknai sebagai kesadaran untuk melihat kembali perilaku manusia terhadap alam dan kemudian membangun komitmen untuk memperbaikinya.

“Kita harus sadar bahwa itu disebabkan oleh manusia dan sama-sama membangun komitmen untuk kembali merawat bumi, kembali menjaga bumi,” katanya.

Ia menegaskan, bumi merupakan tempat manusia menjalani kehidupan. Karena itu, menjaga lingkungan berarti ikut menjaga keberlangsungan kehidupan manusia.

Dalam konteks pendidikan, Isidorus berharap nilai-nilai ekoteologi dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata di lingkungan kampus.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memperoleh wawasan mengenai lingkungan, tetapi perlu terdorong untuk melakukan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak bagi masyarakat.

Ia mengajak sivitas akademika memulai gerakan tersebut dari lingkungan kampus.

“Mulai dari kampus kita melakukan gerakan-gerakan kecil tetapi berdampak, sehingga dampak nyata itu bisa kita tularkan kepada masyarakat,” ujarnya.

Isidorus juga berharap mahasiswa yang nantinya menyelesaikan pendidikan di IAKN Kupang tetap membawa semangat spiritualitas ekologi ketika kembali ke lingkungan masing-masing.

Ilmu dan wawasan yang diperoleh selama berada di perguruan tinggi, menurutnya, harus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Universitas sejati itu adalah masyarakat,” tegasnya.

Ia kemudian mengajak seluruh peserta webinar untuk memulai kepedulian terhadap lingkungan dari tempat terdekat, baik rumah maupun lembaga pendidikan.

“Mari kita jaga lingkungan kita, mulai dari rumah kita masing-masing, mulai dari lembaga pendidikan kita masing-masing,” pungkas Isidorus. (MI)




BPBD Kota Kupang Siapkan Distribusi Air Bersih untuk 51 Kelurahan

Kupang, nwartapedia.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang mulai mempersiapkan pendistribusian air bersih bagi masyarakat menghadapi puncak musim kemarau yang berlangsung di wilayah Kota Kupang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kupang, Ricko A. Umar, S.Sos., MM, mengatakan pihaknya saat ini sedang mempersiapkan langkah distribusi air bersih sebagai bagian dari penanganan dampak kekeringan.

Menurut Ricko, pendistribusian air bersih akan menyasar masyarakat di 51 kelurahan yang tersebar pada enam kecamatan di Kota Kupang.

“Kami sementara berproses untuk melaksanakan distribusi air bersih. Ini karena sudah masuk puncak musim kemarau,” kata Ricko saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Jumat (18/9/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan distribusi air bersih akan dilakukan berdasarkan data yang disampaikan melalui pemerintah kelurahan. BPBD kemudian akan melakukan pengecekan atau survei untuk memastikan kondisi di lapangan sebelum air didistribusikan.

Ricko mengatakan hingga saat ini sudah lebih dari 30 kelurahan yang masuk dalam pendataan untuk kebutuhan distribusi air bersih.

Sementara itu, terdapat dua kelurahan yang belum memasukkan data karena memiliki kondisi penanganan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Ricko menegaskan, bantuan air bersih tidak diberikan secara perorangan, tetapi diarahkan kepada kelompok masyarakat atau beberapa keluarga yang membutuhkan.

Masyarakat yang membutuhkan dapat menyampaikan data melalui pemerintah kelurahan. Selanjutnya, BPBD akan melakukan verifikasi di lapangan sebelum menentukan lokasi distribusi.

“Misalnya ada ketua RT atau pemilik tandon maupun bak penampungan yang memasukkan data melalui kelurahan. Kemudian BPBD turun melihat dan melakukan survei apakah memang benar membutuhkan distribusi air,” jelasnya.

Setelah dilakukan verifikasi, air bersih akan disalurkan kepada keluarga atau kelompok masyarakat di sekitar lokasi yang membutuhkan.

Selain distribusi air bersih, Ricko mengatakan BPBD Kota Kupang pada beberapa tahun sebelumnya juga telah membantu menyediakan tandon air bagi masyarakat dan kelompok masyarakat di sejumlah kelurahan.

Tandon tersebut digunakan bersama oleh beberapa keluarga. Dalam satu tandon, air dapat dimanfaatkan sekitar empat hingga lima kepala keluarga sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi.

Menurut Ricko, pola tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat menghadapi keterbatasan ketersediaan air selama musim kemarau.

Menghadapi puncak musim kemarau, BPBD Kota Kupang mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan mengantisipasi kemungkinan berkurangnya sumber air di lingkungan masing-masing.

Masyarakat juga diminta berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sehingga kebutuhan tersebut dapat didata dan ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan.

Ricko berharap koordinasi antara masyarakat, RT/RW, pemerintah kelurahan dan BPBD dapat terus diperkuat agar distribusi air bersih dapat dilakukan secara tepat sasaran selama musim kemarau. (MI)




BPBD Kota Kupang Gerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan

Kupang, nwartapedia.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang bergerak cepat menangani pohon tumbang yang menutup akses jalan utama di wilayah Kota Kupang, Jumat (18/9/2026).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kupang, Ricko A. Umar, S.Sos., MM, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel setelah menerima informasi mengenai pohon tumbang yang menghambat akses masyarakat.

Menurut Ricko, salah satu pohon tumbang berada di kawasan Sikumana dan menutup akses jalan. Pohon tersebut tumbang hingga bagian akarnya patah sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Begitu mendapat informasi, kami bersama teman-teman tim langsung turun ke lokasi. Karena pohon tersebut menutup jalan, kami langsung melakukan penanganan untuk membuka kembali akses,” ujar Ricko saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Jumat (18/9/2026).

Selain di Sikumana, BPBD juga menerima laporan pohon tumbang di kawasan Fontein. Karena terdapat dua lokasi yang harus ditangani, personel BPBD membagi tugas untuk mempercepat proses evakuasi.

Dalam proses penanganan pohon tumbang tersebut, BPBD Kota Kupang mendapat dukungan dari sejumlah pihak.

Ricko mengatakan penanganan di lapangan turut dibantu personel kepolisian dari Polsek Maulafa, Babinsa serta personel Polda NTT.

Dukungan tersebut mencakup personel dan peralatan yang digunakan untuk mempercepat proses pemotongan serta pembersihan pohon yang tumbang.

“Puji Tuhan, hari ini kami dibantu teman-teman dari Polsek Maulafa, Babinsa dan personel dari Polda dengan kendaraan serta peralatan. Jadi untuk dua lokasi ini kami turun bersama-sama,” katanya.

Menurut Ricko, kolaborasi antarpihak sangat membantu BPBD dalam menangani kejadian yang membutuhkan respons cepat, terutama ketika pohon tumbang menutup akses jalan masyarakat.

Ricko menjelaskan, BPBD Kota Kupang tetap membuka layanan penanganan keadaan darurat selama 24 jam setiap hari.

Petugas posko dibagi dalam dua sif, yakni mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WITA dan sif berikutnya pada malam hingga pagi hari. Layanan tersebut tetap berjalan termasuk pada Sabtu dan Minggu.

Masyarakat yang menemukan kejadian darurat dapat menyampaikan laporan kepada BPBD melalui layanan yang tersedia agar petugas dapat segera mengetahui lokasi dan melakukan penanganan.

“BPBD tidak pernah libur. Kami memiliki petugas posko yang bekerja 24 jam dan dibagi dalam dua sif setiap harinya,” jelas Ricko.

Dalam penanganan pohon tumbang, Ricko mengakui ketersediaan peralatan menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian.

Menurutnya, peralatan untuk memotong atau memangkas pohon membutuhkan suku cadang, bahan bakar dan oli agar selalu dalam kondisi siap digunakan.

Ia menegaskan, kesiapan peralatan sangat menentukan kecepatan BPBD dalam merespons laporan masyarakat.

“Kalau peralatan dan BBM siap, sebesar apa pun kejadian pasti kami laksanakan. Teman-teman juga sudah cukup berpengalaman dan memiliki keterampilan dalam menangani kondisi seperti ini,” katanya.

Ricko berharap dukungan terhadap kebutuhan peralatan kebencanaan dapat terus diperhatikan sehingga BPBD dapat memberikan pelayanan secara maksimal ketika terjadi kejadian darurat di wilayah Kota Kupang.

Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan pohon yang dinilai rawan tumbang, terutama yang berada di sekitar jalan dan kawasan yang banyak dilalui warga.

Dengan laporan lebih awal, kondisi pohon yang berpotensi membahayakan dapat diketahui dan ditindaklanjuti untuk mengurangi risiko bagi masyarakat dan pengguna jalan. (MI)




Ahmad Talib Apresiasi Kinerja Pemkot Kupang, Prestasi Terus Mengalir

Kupang, nwartapedia.com — Anggota DPRD Kota Kupang Ahmad Talib menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis.

Menurut Ahmad Talib, berbagai penghargaan yang diterima Pemerintah Kota Kupang dari pemerintah pusat menjadi salah satu indikator bahwa sejumlah kebijakan dan program yang dijalankan pemerintah daerah mendapat pengakuan.

Ia menilai, selama kepemimpinan Christian Widodo dan Serena Francis, Kota Kupang terus menunjukkan perkembangan melalui berbagai program yang menyentuh kepentingan masyarakat.

“Sebagai DPRD, kami terus menjalankan tugas pengawasan terhadap Pemerintah Kota Kupang. Namun, sepanjang kepemimpinan dokter Christian Widodo dan Serena Francis, yang baru berjalan kurang lebih dua tahun, penghargaan terus mengalir untuk Kota Kupang,” ujar Ahmad Talib.

Ahmad Talib juga menyebut Christian Widodo sebagai sosok pemimpin yang bekerja dan memberikan perhatian terhadap pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, berbagai prestasi dan penghargaan yang diraih Kota Kupang maupun pemerintah daerah tersebut mencakup tingkat daerah, nasional hingga internasional.

Ia menegaskan, DPRD Kota Kupang akan terus menjalankan fungsi pengawasan sekaligus memberikan dukungan terhadap berbagai program pemerintah yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Wali Kota Kupang dokter Christian Widodo adalah sosok pemimpin yang melayani. Karena itu, sebagai wakil rakyat kami terus mendukung program-program pro rakyat yang dilakukan oleh kedua pemimpin, Christian dan Serena,” katanya.

Ahmad Talib berharap sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kota Kupang dapat terus diperkuat sehingga berbagai program pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Kupang. **




Pemkot Kupang Raih Dua Apresiasi Kemendagri, Dapat Dukungan Rp6 Miliar

Jakarta, nwartapedia.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, meraih dua apresiasi dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Maluku-Nusa Tenggara yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kamis (17/9/2026).

Dua apresiasi tersebut diraih Pemkot Kupang pada kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan serta Implementasi Program 3 Juta Rumah.

Atas dua capaian tersebut, Kota Kupang memperoleh dukungan anggaran dengan total Rp6 miliar.

Pada kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, Kota Kupang berada di peringkat ketiga, setelah Kota Bima di posisi pertama dan Kota Mataram di posisi kedua.

Sementara pada kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah, Kota Kupang menempati peringkat kedua setelah Kota Mataram. Posisi ketiga diraih Kota Ternate.

Dukungan anggaran Rp6 miliar tersebut terdiri dari Rp1 miliar untuk kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan dan Rp5 miliar untuk Implementasi Program 3 Juta Rumah.

Anggaran Rp5 miliar akan dimanfaatkan untuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) melalui program bedah rumah bagi 250 unit rumah.

Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 merupakan bentuk penghargaan terhadap kinerja pemerintah daerah dalam memenuhi pelayanan dasar serta menghadirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Untuk Batch II Regional Maluku-Nusa Tenggara, penilaian mencakup empat pilar, yakni akses penduduk terhadap layanan pendidikan, akses dan kualitas layanan kesehatan, pengelolaan sampah dan lingkungan asri, serta implementasi Program 3 Juta Rumah.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian sebelumnya menjelaskan bahwa apresiasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan penghargaan kepada daerah atas capaian kinerja dan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Proses penilaian dilakukan dengan melibatkan kementerian dan lembaga terkait sesuai dengan bidang yang dinilai.

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat atas penghargaan tersebut.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah melakukan penilaian dan apresiasi ini. Kami yakin bahwa ini sangat objektif dan kompetitif. Ini akan menjadi motivasi bagi pemerintah dan masyarakat Kota Kupang,” ujar Christian.

Menurut Christian, dua apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi Pemkot Kupang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kota Kupang atas doa dan dukungan dalam pelaksanaan berbagai program pemerintah.

Christian turut mengapresiasi jajaran Pemkot Kupang yang telah bekerja dalam menjalankan program-program pelayanan kepada masyarakat.

Dua apresiasi tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas capaian Pemkot Kupang, tetapi juga memberikan manfaat konkret melalui dukungan anggaran untuk memperkuat pelayanan kesehatan dan membantu masyarakat mendapatkan hunian yang lebih layak melalui program bedah rumah. ***




Pokja Perubahan Iklim Kota Kupang Diperkuat, Aksi Adaptasi Didorong Lebih Terpadu

Kupang, nwartapedia.com — Upaya memperkuat koordinasi menghadapi dampak perubahan iklim di Kota Kupang terus dilakukan. Catholic Relief Services (CRS) Indonesia melalui program CAPACities – Kemitraan Aksi Iklim di Kota-Kota Asia mendukung penguatan kapasitas dan mekanisme koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) Perubahan Iklim Kota Kupang.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel NEO Kupang tersebut menjadi ruang bagi anggota Pokja untuk memperkuat koordinasi, mengevaluasi prioritas aksi serta menyusun langkah tindak lanjut yang dapat diterapkan secara bersama oleh perangkat daerah.

Perubahan iklim berdampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat. Mulai dari lingkungan, pengurangan risiko bencana, perlindungan sosial, pendidikan, perikanan dan infrastruktur hingga perencanaan pembangunan.

Kondisi tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor agar kebijakan dan program adaptasi perubahan iklim tidak berjalan sendiri-sendiri.

Dalam kegiatan ini, anggota Pokja Perubahan Iklim meninjau kembali prioritas Rencana Aksi Daerah Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim (RAD-AMPI) Kota Kupang.

Pembahasan juga diarahkan untuk memperjelas peran masing-masing perangkat daerah serta menentukan langkah tindak lanjut yang dapat diintegrasikan ke dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.

Sekretaris Bappeda Kota Kupang, Imelda Fongi, menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi agar rencana adaptasi perubahan iklim dapat diwujudkan dalam bentuk aksi nyata.

“Penguatan koordinasi menjadi penting agar upaya adaptasi perubahan iklim tidak berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang dilaksanakan bersama oleh perangkat daerah sesuai tugas dan kewenangannya,” ujar Imelda.

Dengan mekanisme koordinasi yang lebih kuat, Pokja Perubahan Iklim diharapkan dapat menjalankan fungsi lebih luas, bukan hanya sebagai wadah komunikasi dan pertukaran informasi, tetapi juga dalam menentukan prioritas bersama, mendorong aksi, melakukan pemantauan serta memastikan tindak lanjut.

Kegiatan tersebut menargetkan teridentifikasinya prioritas tindak lanjut RAD-AMPI di tingkat Kota Kupang. Selain itu, ditargetkan pula pelaksanaan satu hingga dua aksi prioritas yang melibatkan sejumlah perangkat daerah secara terkoordinasi.

Perkembangan pelaksanaan aksi tersebut nantinya akan didokumentasikan dan ditinjau melalui mekanisme Pokja Perubahan Iklim.

Penguatan Pokja ini merupakan bagian dari dukungan program CAPACities untuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dan pemangku kepentingan sekaligus mendorong tata kelola perubahan iklim yang lebih inklusif.

Melalui koordinasi lintas sektor yang semakin baik, Kota Kupang diharapkan mampu memperkuat perencanaan dan pelaksanaan aksi adaptasi perubahan iklim secara terintegrasi, responsif dan berkelanjutan.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya Kota Kupang yang lebih siap dan tangguh dalam menghadapi berbagai risiko serta dampak perubahan iklim. **




Bank Mandiri Tawarkan Kolaborasi, Perumda Air Minum Kota Kupang Siap Buka Kerja Sama

Kupang, nwartapedia.com — Peluang kolaborasi antara PT Bank Mandiri Area Kupang dan Perumda Air Minum Kota Kupang mulai dibahas. Pertemuan kedua pihak berlangsung di Kantor Perumda Air Minum Kota Kupang, Kamis (17/9/2026).

Vice President PT Bank Mandiri Area Kupang, Dewa Made Sugianta, bersama tim datang untuk melakukan penjajakan kerja sama dengan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Kunjungan tersebut disambut oleh Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM.

Ia mengatakan Perumda terbuka terhadap berbagai peluang kerja sama yang dapat mendukung pengembangan perusahaan dan peningkatan pelayanan kepada pelanggan.

“Pada prinsipnya kita selalu terbuka terhadap setiap ikhtiar dan niat baik untuk membangun kerja sama,” kata Isidorus kepada media ini.

Dalam pertemuan itu, Bank Mandiri menyampaikan sejumlah produk dan layanan yang dinilai memiliki peluang untuk dikolaborasikan dengan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Pembahasan tidak hanya menyangkut produk perbankan, tetapi juga berkaitan dengan sistem pembayaran dan penagihan rekening air pelanggan.

Isidorus menjelaskan, kemudahan pembayaran menjadi salah satu perhatian Perumda. Saat ini pelanggan telah memiliki sejumlah pilihan kanal pembayaran sehingga tidak harus datang langsung ke kantor Perumda.

Pelanggan dapat memanfaatkan layanan perbankan, mobile banking, ATM, Alfamart, Indomaret, kantor pos dan sejumlah fasilitas pembayaran lainnya.

“Kami terus melakukan edukasi supaya para pelanggan dimudahkan dalam melakukan pembayaran. Jadi pelanggan tidak harus datang sampai ke kantor Perumda untuk membayar di loket,” ujarnya.

Menurut Isidorus, pemanfaatan kanal pembayaran yang lebih dekat dengan tempat tinggal pelanggan juga dapat membantu masyarakat menghemat waktu dan tidak meninggalkan aktivitas maupun pekerjaan hanya untuk melakukan pembayaran rekening air.

Karena itu, Perumda terus mendorong peningkatan pemahaman pelanggan terhadap berbagai pilihan transaksi, termasuk pemanfaatan layanan perbankan.

Sementara terkait penjajakan dengan Bank Mandiri, Isidorus mengatakan pembahasan lebih lanjut akan dilakukan untuk melihat bentuk kerja sama yang memungkinkan diterapkan.

Ia menegaskan, kerja sama yang dibangun nantinya diharapkan memberikan manfaat bagi kedua pihak sekaligus mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat Kota Kupang.

“Berbagai upaya kerja sama yang akan digagas adalah kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak,” pungkasnya. (MI)