Undana Kupang Gelar Beauty Class Kartini, Perempuan Diajak Cantik dan Percaya Diri

Kupang, nwartapedia.com  – Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang melalui Dharma Wanita Persatuan (DWP) menggelar kegiatan Beauty Class Kartini sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan perempuan di era modern. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat Undana, Sabtu (25/4/2026).

Mengusung tema “Perempuan Berdampak, Berdaya, Cantik, dan Percaya Diri,” acara ini diikuti puluhan peserta dari lingkungan kampus dan mendapat sambutan antusias.

Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng, jajaran Wakil Rektor, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Undana Ny. Astrid Jeanette Kambey-Bale.

Ketua DWP Undana, Ny. Astrid Jeanette Kambey-Bale, mengatakan bahwa kecantikan sejati tidak hanya dilihat dari penampilan luar, tetapi juga berasal dari rasa percaya diri dan kualitas diri seorang perempuan.

Menurutnya, perempuan yang percaya diri akan lebih siap mengambil peran penting dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat.

“Ketika perempuan merasa cantik dan percaya diri, maka ia akan lebih berani berkarya, berkembang, dan memberi dampak positif bagi sekitarnya,” ujarnya.

Selain memberikan motivasi, kegiatan ini juga menghadirkan sesi edukasi praktis mengenai tata rias wajah dan perawatan kulit yang tepat sesuai jenis kulit masing-masing peserta.

Ketua Panitia Ny. Sofi Taneo menjelaskan bahwa Beauty Class Kartini dirancang untuk menambah wawasan anggota DWP agar mampu tampil rapi, segar, dan profesional dalam berbagai aktivitas.

Dalam sesi praktik, DWP Undana berkolaborasi dengan PT Vita Farm (Viva Kosmetik) yang memberikan pelatihan langsung mengenai perawatan kulit dan teknik makeup harian.

Para peserta tampak antusias mengikuti arahan dari tim profesional dan mempraktikkan berbagai teknik rias sederhana yang dapat diterapkan sehari-hari.

Sementara itu, Rektor Undana Prof. Jefri Bale menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai perempuan memiliki peran strategis sebagai pilar keluarga sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat.

“Kami mendukung kegiatan yang mampu meningkatkan kapasitas diri perempuan, karena perempuan yang percaya diri akan membawa dampak besar bagi keluarga dan lingkungan,” kata Rektor.

Melalui momentum Hari Kartini, Undana Kupang berharap kegiatan ini dapat memperkuat solidaritas antarperempuan sekaligus mendorong lahirnya perempuan-perempuan tangguh, mandiri, dan berdaya saing. *




Undana Buka Kesempatan Terakhir, Pendaftaran Wisuda Juni 2026 Diperpanjang

Kupang, nwartapedia.com  — Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi memperpanjang masa Pendaftaran Wisuda Undana untuk periode Juni 2026 guna memberikan kesempatan lebih luas bagi calon lulusan menyelesaikan proses administrasi akhir.

Batas waktu pendaftaran yang sebelumnya berakhir pada 27 April 2026 kini diperpanjang hingga Senin, 4 Mei 2026. Kebijakan ini diambil agar seluruh mahasiswa yang telah memenuhi syarat kelulusan dapat mengikuti prosesi wisuda mendatang.

Perpanjangan Pendaftaran Wisuda Undana berlaku bagi seluruh jenjang pendidikan, mulai dari program Diploma, Sarjana, Profesi, Magister hingga Doktor.

Seluruh proses registrasi dilakukan secara daring melalui sistem SIADIKNONA Undana. Pihak kampus mengimbau mahasiswa untuk aktif berkoordinasi dengan operator program studi masing-masing guna memastikan data kelulusan tervalidasi dengan baik.

Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) Undana juga meminta para calon wisudawan segera melengkapi seluruh dokumen persyaratan sebelum batas akhir pendaftaran ditutup.

Keterlambatan pengurusan administrasi, menurut pihak kampus, berpotensi menyebabkan penundaan status kelulusan ke periode wisuda berikutnya.

Setelah masa pendaftaran berakhir pada 4 Mei mendatang, pihak universitas akan melakukan proses verifikasi dan kurasi data secara menyeluruh.

Pengumuman resmi calon wisudawan yang dinyatakan layak atau eligible dijadwalkan akan diumumkan pada 25 Mei 2026.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., menyampaikan bahwa perpanjangan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk merampungkan seluruh kebutuhan administrasi akhir studi.

Menurutnya, kampus berharap tidak ada mahasiswa yang tertunda kelulusannya hanya karena kendala administrasi.

Untuk mendukung kelancaran layanan, Undana juga membuka kanal bantuan melalui surel bak@undana.ac.id. Selain itu, informasi lengkap dapat diakses melalui laman resmi universitas.

Langkah ini menegaskan komitmen Universitas Nusa Cendana dalam memberikan pelayanan prima bagi mahasiswa serta mendukung kelancaran proses menuju kelulusan. (MI)




Expo Panggilan Kolhua Kupang Resmi Dibuka, Dorong Generasi Muda Jawab Panggilan Tuhan

Kupang, nwartapedia.com — Expo Panggilan Kupang di Paroki Santo Fransiskus Asisi Kolhua resmi dibuka oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kota Kupang, Hengki Malelak, Rabu (29/4/2026) sore.

Kegiatan Expo Panggilan Kupang digelar dalam rangka memperingati Minggu Panggilan Sedunia yang dirayakan umat Katolik setiap tahun pada Minggu keempat setelah Paskah.

Pembukaan acara diawali dengan pawai jalan kaki mengelilingi wilayah paroki dan berakhir di halaman gereja sebagai lokasi expo. Sedikitnya 14 komunitas hidup bakti turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Ketua Panitia, Frater David, mengatakan expo ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang perjumpaan bagi kaum muda untuk mengenal panggilan hidup.

Menurutnya, tema Mendengarkan Suara Tuhan di Tengah Arus Media Digital mengajak umat untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk dunia digital dan kembali peka terhadap suara hati.

Pastor Paroki RD Longginus Bone dalam sambutannya menegaskan pentingnya keheningan batin di tengah derasnya arus digital. Ia menyebut panggilan Tuhan hadir secara pribadi dan dapat didengar dalam keheningan hati.

Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, RD Erik Kfun, menambahkan bahwa Expo Panggilan Kupang menjadi sarana memperkenalkan sukacita Injil dan kekayaan karisma hidup bakti.

“Di tengah dunia yang semakin bising oleh teknologi, panggilan hidup sebagai imam, suster, bruder maupun frater tetap relevan dan membahagiakan,” ujarnya.

Sementara itu, Hengki Malelak mengatakan kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun masa depan generasi muda Kota Kupang.

Ia menyoroti tantangan serius yang dihadapi remaja, termasuk dampak negatif media digital dan meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kota Kupang.

Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, mendukung penuh kegiatan yang mendorong tumbuhnya panggilan hidup serta pembentukan karakter generasi muda yang beriman dan bermoral.

Melalui Expo Panggilan Kupang, kaum muda diharapkan semakin terbuka hati untuk menemukan arah hidup dan berani menjawab panggilan Tuhan di tengah tantangan zaman. (goe)




Komunitas SMGM Meriahkan Minggu Panggilan di Kolhua Kupang, Gaungkan Semangat Pelayanan Umat

Kupang, nwartapedia.com — Komunitas SMGM Kupang turut ambil bagian dalam memeriahkan perayaan Minggu Panggilan di Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua, Kota Kupang, Rabu (29/4/2026).

Kehadiran Komunitas SMGM Kupang terlihat mencolok dengan balutan kaos merah marun berlogo SMGM.

Kehadiran mereka menjadi perhatian umat yang mengikuti rangkaian kegiatan gereja tersebut.
Sejumlah pengurus yang hadir di antaranya Koordinator SMGM

Keuskupan Agung Kupang Adrianus Ceme, Penasehat SMGM Anton Belle, Ketua Cabang Asisi Yohanes Mau, Agustinus Bello, Goris Takene, Noelsinas Ambros Ambun, serta anggota lainnya.

Partisipasi SMGM Kupang dalam kegiatan ini bukan sekadar memeriahkan acara, tetapi juga memperkenalkan komunitas awam Katolik yang aktif dalam pelayanan sosial dan kemanusiaan.

SMGM atau Sahabat Monsinyur Gabriel Manek, SVD merupakan komunitas religius awam Katolik yang memiliki semangat melayani masyarakat, khususnya mereka yang miskin, sakit, dan terpinggirkan.
Dalam menjalankan misi, Komunitas SMGM Kupang berpegang pada prinsip 5M, yaitu Mengunjungi, Mendengarkan, Menyentuh, Menghibur, dan Mendoakan.

Melalui keterlibatan dalam Minggu Panggilan, SMGM Kupang berharap semakin banyak umat yang terdorong ambil bagian dalam pelayanan Gereja dan karya kasih di tengah masyarakat.
(goe)




Wali Kota Kupang Perkuat Sinergi dengan KPP Pratama Tingkatkan Kepatuhan Pajak

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menerima audiensi Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kupang, Jehuda Bill Jonas bersama jajaran di Ruang Kerja Wali Kota, Rabu (29/4).

Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama antara Pemerintah Kota Kupang dan KPP Pratama Kupang dalam meningkatkan kepatuhan pajak ASN, pelaku usaha, serta perluasan wajib pajak baru di Kota Kupang.

Wali Kota menegaskan dukungannya terhadap langkah penegasan kewajiban pajak bagi ASN maupun masyarakat. Menurutnya, pajak merupakan kewajiban yang harus dipenuhi sesuai aturan dan hasilnya akan kembali kepada masyarakat melalui pembangunan daerah.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah responsif dalam mendukung koordinasi bersama KPP Pratama Kupang, termasuk penyediaan data sektor usaha, pasar, pariwisata, koperasi, dan UMKM.

“Kalau mau berjalan jauh, kita harus berjalan bersama-sama. Kami siap berjalan bersama Kantor Pajak,” ujar Christian Widodo.

Sementara itu, Kepala KPP Pratama Kupang, Jehuda Bill Jonas mengapresiasi tingkat kepatuhan perpajakan di Kota Kupang yang dinilai sangat baik.

Ia berharap sinergi yang terjalin dapat terus diperkuat, khususnya dalam mendorong ASN menjadi teladan pelaporan SPT tepat waktu serta menggali potensi wajib pajak baru demi mendukung pembangunan daerah. *




Wali Kota Gandeng PSMTI Bangun Kupang, Dari Aksi Bersih Kota hingga Festival Lampion

Kupang, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk terus membuka ruang kolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Kupang, dalam mendorong pembangunan kota yang bersih, harmonis, dan berdaya saing.

Komitmen tersebut disampaikan saat menerima audiensi Ketua PSMTI Kota Kupang, Dedy Tanjung, bersama jajaran pengurus di Ruang Kerja Wali Kota Kupang, Rabu (29/4). Turut hadir mendampingi, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang Elia C. Tiara, S.STP serta Plt. Kabag Umum Hubertus Mani, SH.

Dalam pertemuan itu, Wali Kota terlebih dahulu menyampaikan apresiasi atas kontribusi PSMTI pada Karnaval Budaya dalam rangka HUT Kota Kupang.

Menurutnya, kehadiran PSMTI dengan penampilan barongsai dan atraksi budaya lainnya menjadi simbol kuat keberagaman yang hidup di Kota Kupang.

“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. PSMTI tampil luar biasa dengan semangat dan totalitas penuh. Kehadiran itu menunjukkan bahwa Kupang adalah rumah bersama yang kaya akan budaya,” ujar Christian Widodo.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Kupang siap menjadi mitra strategis bagi setiap komunitas yang memiliki gagasan positif demi kemajuan daerah.

“Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk setiap ide dan program yang membawa manfaat bagi masyarakat. Pemerintah hadir untuk berkolaborasi, bukan berjalan sendiri,” tegasnya.

Salah satu agenda yang dibahas dalam audiensi tersebut yakni kegiatan Fun Walk PSMTI yang direncanakan berlangsung pada 16 Agustus 2026 menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini akan dipadukan dengan aksi pungut sampah di sepanjang rute.

Wali Kota menilai konsep tersebut sebagai gerakan kreatif yang memadukan olahraga, kebersamaan sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Ini bukan sekadar jalan santai. Ini gerakan yang punya pesan kuat tentang pentingnya menjaga kebersihan kota. Kita akan pilih lokasi yang memang membutuhkan perhatian agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkot Kupang siap membantu melalui koordinasi lintas OPD, penyediaan armada kebersihan, serta penguatan teknis lapangan.

Selain itu, Festival Lampion Tong Tjiu Pia yang dijadwalkan berlangsung pada 25 hingga 27 September 2026 juga mendapat sambutan hangat dari Wali Kota.

Ia mengusulkan kawasan depan Taman Nostalgia sebagai lokasi utama pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, festival budaya semacam itu memiliki potensi besar menjadi daya tarik wisata baru di Kota Kupang sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

“Kalau kawasan ini dihiasi lampion dan diisi aktivitas budaya, tentu akan menarik minat masyarakat. Kota menjadi hidup di malam hari, UMKM bergerak, dan ekonomi lokal ikut tumbuh,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Kupang siap memberikan dukungan penuh, mulai dari proses perizinan, pengamanan, hingga rekayasa lalu lintas agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan sukses.

“Kalau kita ingin Kupang maju, maka seluruh unsur harus saling mendukung. Pemerintah, komunitas, dan masyarakat harus bergerak bersama,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PSMTI Kota Kupang, Dedy Tanjung, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan keterbukaan yang diberikan Wali Kota Kupang terhadap berbagai program PSMTI.

Menurutnya, agenda yang dirancang tidak hanya untuk mempererat kebersamaan internal komunitas, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

“Kami berterima kasih atas perhatian dan dukungan Bapak Wali Kota. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus hadir memberi kontribusi. Fun walk nanti adalah bentuk kepedulian terhadap kebersihan kota, sedangkan festival lampion kami harapkan menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh warga Kupang,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kota Kupang dan PSMTI dapat terus terjalin sebagai contoh kolaborasi positif dalam membangun Kota Kupang yang bersih, rukun, dan penuh keberagaman. *




Pemprov NTT Bentuk Tim Akselerasi Pembangunan, Perkuat PAD dan Penanggulangan Kemiskinan Secara Terpadu

Kupang, nwartapedia.com  — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi membentuk Tim Akselerasi Percepatan Pembangunan Daerah sebagai langkah strategis untuk mempercepat realisasi program prioritas, mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan secara terintegrasi.

Tim tersebut melibatkan lebih dari 250 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai perangkat daerah, guna memastikan koordinasi lintas sektor berjalan efektif dan terarah.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Lerry Rupidara, dalam konferensi pers bersama awak media di ruang Biro Administrasi Pimpinan, Selasa (28/4/2026).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT Kanisius Mau, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT Prisila Q. Parera, Kepala Badan Keuangan Provinsi NTT Beni Menoh, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Lerry menjelaskan, pembentukan tim akselerasi merupakan bagian dari strategi pembangunan daerah periode 2025–2030 yang menitikberatkan pada percepatan pelaksanaan program berdampak langsung bagi masyarakat.

“Tim akselerasi ini dibentuk untuk memastikan program prioritas berjalan lebih cepat, terukur, dan memberikan hasil nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, tim tidak hanya berfungsi mengawal implementasi program, tetapi juga melakukan evaluasi berkala, menyusun rekomendasi kebijakan, serta merumuskan langkah strategis agar pelaksanaan pembangunan lebih efektif di lapangan.

Tim akselerasi dibagi ke dalam sejumlah kelompok kerja, yakni Tim Akselerasi Dasa Cita, Tim Pendataan dan Penanggulangan Kemiskinan Terpadu, Tim Optimalisasi PAD, Tim Penguatan Ekonomi Kerakyatan, serta Tim Transformasi Komunikasi Pemerintah.

Kelompok kerja tersebut mencakup lima sektor utama. Pertama, sektor ekonomi, pangan, industri, energi, dan logistik dengan fokus pada penguatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Kedua, pengembangan UMKM, pariwisata, dan ekonomi generasi muda. Ketiga, infrastruktur, kelistrikan, dan energi baru terbarukan. Keempat, pendidikan dan kesehatan. Kelima, transformasi digital, integrasi program, dan penguatan kolaborasi lintas sektor.

Pada sektor ekonomi kerakyatan, pemerintah menitikberatkan penguatan rantai nilai dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, akses pembiayaan, distribusi, hingga pemasaran produk lokal.

“Ekonomi NTT harus bertumpu pada ekonomi rakyat, dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Karena itu, intervensi harus dimulai dari produksi hingga pemasaran,” tegas Lerry.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Provinsi NTT, Beni Menoh, menyampaikan bahwa tim juga memiliki mandat khusus untuk meningkatkan PAD yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Menurutnya, sumber PAD berasal dari empat komponen utama, yakni pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta pendapatan sah lainnya.

“Kontributor terbesar PAD masih berasal dari pajak kendaraan bermotor. Karena itu, kami akan mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak serta optimalisasi potensi pajak lainnya,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga akan mengoptimalkan retribusi melalui peningkatan kualitas layanan dan identifikasi sumber pendapatan baru. Aset daerah yang belum produktif turut menjadi fokus untuk dimanfaatkan secara maksimal.

“Kita memiliki banyak aset yang belum dimanfaatkan secara optimal. Ini akan didorong agar memberikan nilai tambah bagi daerah,” tambahnya.

Dalam aspek penanggulangan kemiskinan, tim menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat dan terintegrasi sebagai dasar penyusunan kebijakan.

Salah satu anggota tim, Yosep, mengatakan bahwa selama ini penanganan kemiskinan sering terkendala akibat ketidaksinkronan data antar sektor.

“Penanggulangan kemiskinan harus berbasis data yang valid dan dilakukan secara terpadu. Tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Di bidang komunikasi publik, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT, Prisila Parera, menjelaskan bahwa tim juga membentuk kelompok kerja penguatan komunikasi pemerintahan guna memastikan seluruh program pemerintah tersampaikan secara luas, terbuka, dan transparan kepada masyarakat.

Kelompok komunikasi tersebut dibagi dalam tiga bidang, yakni pemerintahan, perekonomian dan pembangunan, serta administrasi umum. Fokus utamanya mencakup perencanaan komunikasi, pengelolaan informasi publik, serta pemanfaatan platform digital.

“Kami memanfaatkan berbagai kanal digital seperti YouTube, Instagram, dan Facebook untuk menyampaikan informasi kegiatan pemerintah kepada masyarakat,” jelasnya.

Sejak dibentuk, Tim Akselerasi telah mulai bekerja dengan menelaah berbagai program yang sedang berjalan, mengevaluasi efektivitas pelaksanaan, serta mengidentifikasi kendala di lapangan. Tim juga telah menyiapkan sejumlah rekomendasi perbaikan dan usulan program baru agar pembangunan daerah semakin berdampak nyata.

“Fokus kami bukan hanya menjalankan program, tetapi memastikan setiap kebijakan benar-benar efektif dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkas Lerry.

Pemerintah Provinsi NTT menilai pembentukan Tim Akselerasi ini sebagai langkah penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan PAD, serta menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan (MI)




Bobby Lianto Lantik Pengurus KADIN Sabu Raijua, Dorong Investasi dan Pengembangan Sorgum

Sabu, nwartapedia.com – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur, Bobby Lianto, secara resmi melantik Jondarius Bentanone sebagai Ketua KADIN Kabupaten Sabu Raijua bersama jajaran pengurus masa bakti 2026–2031, dalam prosesi yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Sabu Raijua, Senin (27/4/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat peran dunia usaha di Kabupaten Sabu Raijua, sekaligus mendorong sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah dalam pengembangan ekonomi lokal.

Dalam sambutannya, Bobby Lianto menyampaikan ucapan selamat kepada kepengurusan yang baru serta menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan Jondarius Bentanone.

Menurutnya, Jondarius merupakan figur pengusaha lokal yang tumbuh dari pengalaman panjang di dunia usaha dan memiliki semangat kerja keras yang patut menjadi teladan.

“Saya yakin Bapak Jondarius Bentanone adalah sosok yang lahir dari proses panjang sebagai pelaku usaha. Ini menjadi contoh nyata bahwa ketekunan bisa membawa kesuksesan,” ujar Bobby.

Pada kesempatan itu, KADIN NTT juga menyerahkan bantuan benih sorgum impor dari India sebagai langkah awal pengembangan komoditas alternatif di Kabupaten Sabu Raijua.

Bobby menjelaskan, sorgum memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan, terutama jika dikembangkan dengan dukungan pasar industri.

“Kami sedang membuka peluang kerja sama dengan sektor industri pakan. Jika terserap, maka pengembangan sorgum dalam skala luas akan sangat memungkinkan,” jelasnya.

Selain sektor pertanian, KADIN NTT juga memperkenalkan program Perseroan Terbatas (PT) Perorangan dari Kementerian Hukum dan HAM RI sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kami menyediakan 10 kuota PT Perorangan secara gratis untuk pelaku usaha di Sabu, agar mereka bisa naik kelas dan lebih siap masuk pasar formal,” tambahnya.

Ketua KADIN Sabu Raijua yang baru dilantik, Jondarius Bentanone, menyampaikan apresiasi atas dukungan nyata yang diberikan KADIN NTT kepada masyarakat dan pelaku usaha setempat.

“Kami berterima kasih atas bantuan benih sorgum yang sangat bermanfaat bagi para petani. Program PT Perorangan ini juga menjadi peluang besar bagi UMKM untuk berkembang lebih profesional,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sabu Raijua, Krisman Bernard Riwu Kore, menegaskan pentingnya kehadiran KADIN sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat perekonomian dan membuka peluang investasi.

“Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha harus terus ditingkatkan. Kami berharap KADIN mampu mendorong investasi dan mengoptimalkan potensi daerah,” tegasnya.

Ia berharap pelantikan pengurus baru menjadi langkah awal membangun perekonomian Sabu Raijua yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi yang berkelanjutan. (MI)




Wali Kota Kupang Tekankan Profesionalisme dan Integritas Saat Lantik Pejabat Baru

Kupang, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan pentingnya profesionalisme, integritas, serta tanggung jawab dalam menjalankan roda pemerintahan saat memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional, serta kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Kupang, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, dan menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola pemerintahan serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa jabatan yang dipercayakan kepada setiap aparatur sipil negara bukan sekadar posisi formal dalam struktur birokrasi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.

“Jabatan bukan seremoni semata, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” tegas Christian Widodo.

Ia menjelaskan, proses pelantikan pejabat kali ini melalui tahapan yang cukup panjang, termasuk mekanisme administrasi dan pertimbangan teknis dari pemerintah pusat. Jumlah pejabat yang dilantik juga cukup besar, termasuk hampir 60 kepala sekolah.

Menurutnya, pelantikan ini bukan sekadar agenda rutin pemerintahan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa komitmen di awal jabatan harus dibuktikan melalui konsistensi kerja, disiplin, serta kemampuan menghasilkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.

“Komitmen mudah disampaikan, tetapi konsistensi dalam bekerja itulah yang menentukan hasil,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan perlunya perubahan pola kerja birokrasi dari pendekatan reaktif menjadi sistematis dan berkelanjutan. Pemerintah, kata dia, tidak boleh hanya menyelesaikan persoalan sesaat, tetapi harus membangun sistem yang mampu mencegah masalah terulang kembali.

“Kita harus meninggalkan pola kerja tambal sulam dan mulai membangun sistem yang kuat serta efektif,” katanya.

Christian Widodo menilai birokrasi yang sehat adalah birokrasi yang tetap berjalan baik meskipun terjadi pergantian kepemimpinan. Karena itu, pembangunan sistem kerja menjadi prioritas utama dalam reformasi pemerintahan Kota Kupang.

Di hadapan para pejabat yang dilantik, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga dan menghindari budaya saling menyalahkan dalam menyelesaikan persoalan pemerintahan.

“Setiap persoalan adalah tanggung jawab bersama. Yang dibutuhkan adalah kerja sama dan solusi, bukan saling menyalahkan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Wali Kota turut mengingatkan pentingnya menjaga integritas sebagai landasan utama dalam pelayanan publik. Menurutnya, integritas tercermin dari sikap jujur dan tetap berbuat benar meskipun tanpa pengawasan.

“Integritas diuji ketika seseorang memiliki kewenangan dan dihadapkan pada berbagai pilihan,” ujarnya.

Ia juga mendorong seluruh pejabat untuk menghadirkan inovasi dalam bidang masing-masing, baik melalui pembenahan pelayanan, percepatan kerja, maupun kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Inovasi tidak selalu harus besar. Langkah kecil yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat juga merupakan kemajuan,” katanya.

Menutup arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang membutuhkan aparatur yang bekerja dengan sungguh-sungguh, loyal terhadap tugas, serta memiliki semangat melayani masyarakat.

“Saya tidak menuntut kesempurnaan, tetapi saya menuntut kesungguhan dalam bekerja,” pungkasnya.

Melalui pelantikan ini, Pemerintah Kota Kupang berharap seluruh pejabat yang baru dilantik mampu menjalankan amanah secara profesional, menjaga kepercayaan publik, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah. (MI)




Wali Kota Kupang Resmikan D’Alexa Arena, Siapkan Ruang Prestasi dan Kebangkitan Ekonomi Warga Alak

Kupang, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi membuka D’Alexa Arena Mini Soccer Field di Penkase, Kecamatan Alak, Senin (27/4/2026).

Kehadiran fasilitas olahraga modern tersebut dinilai bukan sekadar tempat usaha baru, tetapi juga menjadi ruang pembinaan generasi muda serta penggerak ekonomi masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada pengelola, khususnya David dan Yafet Homa, yang telah berinvestasi di Kota Kupang dengan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh manajemen D’Alexa Arena. Kehadiran usaha seperti ini membantu pemerintah dalam membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Christian Widodo.

Menurutnya, pembangunan fasilitas olahraga memiliki dampak besar bagi kehidupan sosial masyarakat. Selain menjadi pusat aktivitas olahraga, tempat tersebut juga menjadi wadah membangun karakter anak muda melalui nilai disiplin, kerja sama, dan sportivitas.

“Hari ini kita tidak hanya meresmikan sebuah tempat usaha, tetapi meresmikan wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan energi positif, mengembangkan bakat, dan membentuk mental juara,” katanya.

Christian menilai D’Alexa Arena berpotensi menjadi tempat lahirnya atlet-atlet muda berbakat dari Kota Kupang yang nantinya dapat berprestasi di tingkat daerah maupun nasional.

“Mungkin dari lapangan ini akan lahir pemain-pemain hebat yang kelak membawa nama Kota Kupang di ajang PON maupun kejuaraan lainnya,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyinggung momentum perayaan HUT ke-140 Kota Kupang dan 30 tahun otonomi daerah. Ia menegaskan bahwa kemajuan Kota Kupang hari ini merupakan hasil kerja keras para pendahulu dan seluruh masyarakat.

“140 tahun adalah perjalanan panjang yang dibangun dengan pengorbanan, kerja keras, cinta, dan kebersamaan. Karena itu, kemajuan kota ini adalah hasil kontribusi banyak orang,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan nasional yang baru diraih Kota Kupang sebagai salah satu kota terbaik di Indonesia berdasarkan sejumlah indikator pembangunan.

“Prestasi ini bukan karena wali kotanya hebat, tetapi karena doa, dukungan, dan kerja sama seluruh masyarakat Kota Kupang,” tegasnya.

Sementara itu, CEO D’Alexa Arena sekaligus Anggota DPRD Kota Kupang, Yafet Homa, mengatakan pembangunan arena olahraga tersebut dilatarbelakangi minimnya fasilitas olahraga representatif di Kota Kupang.

“Kami ingin menyediakan tempat terbaik bagi generasi muda agar mereka punya ruang berlatih, bertanding, dan mengembangkan potensi di bidang olahraga,” ujar Yafet.

Ia menjelaskan, kawasan D’Alexa Arena akan terus dikembangkan dengan tambahan berbagai fasilitas pendukung, termasuk area hiburan dan pusat UMKM agar manfaat ekonominya dirasakan masyarakat sekitar.

“Ini bukan hanya lapangan mini soccer, tetapi kawasan yang akan berkembang menjadi pusat aktivitas olahraga, hiburan, dan ekonomi warga,” jelasnya.

Acara peresmian berlangsung meriah dan dihadiri tokoh masyarakat, pelaku usaha, komunitas olahraga, serta warga sekitar. Pembukaan ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Kupang. (MI)