Aksi Satgas Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Ile Lewotolok.

 

Lewoleba,Wartapedia.com  – Perkembangan Situasi Terakhir Penanganan Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Kab. Lembata Nusa Tenggara Timur, sampai dengan Kamis, 03 Desember 2020 Pkl.11.27 Wita, Aktivitas vulkanologi Gunung Ile Lewotolok masih  terjadi erupsi namun tinggi kolom abu tidak teramati.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 5 mm dan durasi ±  18 detik. Saat ini Gunung Ile Lewotolok berada pada Status *Level III (Siaga).* 

Demikian disampaikan Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya, dalam rilis tertulisnya, Kamis (3/12/2020)

Lebih lanjut, disampaikan berbagai kegiatan Satgas Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Ile Lewotolok,

dibawah Komando Korem 161/Wira Sakti,yang dikoordinir Dandim  1624/Flotim, terdiri dari Danden Zibang 1/IX Kupang, Danden Bekang Kupang dan Dandenkesyah 09.04.01 Kupang.

Terkait dengan logistik dan pendistribusian logistik dikoordinir oleh Dandenbekang bersama instansi terkait lainnya.

“Dandenbekang Kupang melaksanakan peninjauan titik lokasi penempatan dapur lapangan guna memperlancar distribusi logistik makanan kepada para pengungsi, dan telah ditetapkan titik lokasi dapur lapangan berdampingan dengan dapur umum Satgas Tanggap Darurat, ” jelas Danrem 161/Wira Sakti

Untuk bidang kesehatan dikoordinasikan oleh Dandenkes 09.04.01 Kupang bersama dengan tenaga kesehatan di daerah.

“Dandenkesyah 09.04.01 Kupang, melaksanakan pemantauan lapangan, Posko Kesehatan,Tenda tempat penampungan Pengungsi, dengan hasil bahwa data Tenaga Kesehatan, dukungan obat obatan dan suplemen untuk Pengungsi kurang mencukupi,” ungkap Danrem 161/Wira Sakti.

Sarana dan prasarana dilakukan oleh Dandenzibang 1/IX Kupang bersama dinas terkait 

“Danden Zibang 1/IX Kupang, melaksanakan pemantauan dan penentuan titik lokasi pembuatan MCK darurat lapangan di areal Posko Pengungsian, dengan hasil telah ditentukan 4 titik pembuatan MCK darurat dan saat ini dikerjakan 1 titik diareal lokasi  Posko Utama di bagian belakang,” imbuh Danrem 161/Wira Sakti.

Sedangkan, Bantuan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak,M.Sc untuk pembuatan MCK darurat lapangan yang diserahkan melalui Aslog Kasdam IX/UDY telah diterima langsung oleh Danden Zibang 1/IX Kupang, dan telah dibelanjakan material MCK darurat. 

Dijelaskan juga kegitan dua Unit Helikopter BNPB BKO Korem 161/Wira Sakti.

“Helikopter jenis B 117 dengan kapasitas daya Tampung 5 orang standby di Bandara Larantuka, dan Helikopter jenis Chinook CH 447/ N 303 AJ untuk pengangkutan Logistik BNPB  ke wilayah Lembata, masih standby di Bandara Maumere

Rencana besok Jumat, 04 Desember 2020 Pkl 07.00 Wita melakukan penerbangan ke Bandara Eltari Kupang untuk angkut Logistik Bantuan BNPB ke Lembata,” jelas Danrem 161/Wira Sakti

Sementara itu, disampaikan juga tentang hasil Rapat Evaluasi penanganan Pengungsi Korban Erupsi Gunung Ile Lewotolok yang di pimpin Bupati Lembata selaku Penanggung Jawab Satgas Tanggap Darurat Korban Bencana Erupsi Ile Lewotolok 

“Pengembalian Pengungsi  warga Desa sejumlah 10 desa yang tidak terdampak erupsi mulai besok Jumat/Tgl 04 Des’ 2020 dan Penjemputan sisa warga desa yang terdampak sejumlah 16 Desa, pelaksanaannya mengikuti Kepala Desa masing- masing.”, pungkas Danrem 161/Wira Sakti. (penrem161ws)




Kasus Retraen, Dipertanyakan Kenapa Polisi Tidak Olah TKP Amankan BB ?



KUPANG,,Wartapedia.com  – Kasus Tindak Pidana Pengeroyokan berencana yang terjadi di Desa Retraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Propinsi NTT, tepatnya di kebun milik korban, Yoktan Tnunay, Arwadi Tnunay dan Benyamin Tnunay, rupanya menyisakan persoalan baru, terkait tidak dilakukannya olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Pasalnya saat terjadinya peristiwa tindak pidana pengeroyokan oleh para pelaku, Roni subu, Cs, Barang Bukti (BB) berupa sepeda motor milik Yoktan Tnunay, juga dihancurkan para pelaku di lokasi TKP, tidak dipasang Police Line.

Muthiara Ayako, SH, salah satu Kuasa Hukum para korban, akhirnya angkat bicara mempertanyakan, mengapa polisi tidak melakukan olah TKP dan memasang Police Line, guna mengamankan Barang Bukti di lokasi TKP?

“Fakta ini yang perlu kita gugat, mengingat Barang Bukti yang turut serta di hancurkan dalam peristiwa pidana pengeroyokan, yang sudah semestinya mendapat perlindungan hukum dengan pengamanan Police Line, ternyata dibiarkan begitu saja tanpa ada olah TKP”.Tegas Muthiara Ayako kepada media ini, Selasa (3/11/2020).

Selain tidak adanya olah TKP pasca kejadian tersebut lanjut Muthiara, pihaknya juga mendesak polisi untuk segera melakukan penangkapan terhadap para pelaku dan ditahan atas peristiwa tindak pidana pasal 170 dengan ancaman pidana diatas lima (5) tahun, sebagaimana diamanatkan pasal 21 ayat (4) KUHAP.

“Yang jelas kita patut pertanyakan alasan mengapa polisi tidak melakukan olah TKP dan memasang Police Line untuk mengamankan Barang Bukti? Selain itu kita mendesak agar pelaku segera ditahan dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku”.Harap Ayako.

Sementara itu informasi lain yang diterima media ini menyebutkan, baru – baru ini pihak korban dan keluarganya telah mendatangi Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surya NTT, untuk menyerahkan bukti – bukti kepemilikan tanah miliknya untuk dilakukan upaya hukum selanjutnya.

“Kami sudah serahkan surat – surat bukti kepemilikan tanah termasuk surat pajak tanah kepada pihak LBH Surya NTT. Semoga masalah ini segera diproses agar kami bisa mendapat keadilan”.Pinta Yoktan Tnunay. (ML)




Kembali Salurkan Bantuan, Ida Neno: Terima Kasih Ibu Ria

Oelamasi,Wartapedia.com  –  Ida Neno seorang penerima bantuan sembako yang disalurkan oleh Ibu Ria merasa sangat berterima kasih, dimana pada masa pandemi seperti ini, dirinya merasa masih ada orang yang begitu tulus memberikan bantuan kepada orang yang sangat membutuhkan.

Hal ini diungkapkan oleh Ida Neno saat menerima bantuan yang berlangsung di Dusun 4 Desa Niukbaun, Kecamatan Amarasi Barat (Ambar) Kabupaten Kupang, Kamis (3/12/2020).

Kepada media ini, Ida Neno mengatakan sangat bersyukur dan terharu atas bantuan yang diterima karena  orang yang memberikan bantuan tidak hadir untuk menyerahkan bantuan secara langsung.

“Terima kasih banyak atas bantuan yang sudah kami terima dan saya berdoa semoga kedepan Ibu Ria selalu dilindungi dan diberkati Tuhan,”Ungkapnya sambil meneteskan air mata.

Bantuan sembako yang terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng dan daun teh yang diserahkan oleh Yeti Neno merupakan bantuan yang kesekian kalinya dilakukan oleh Ibu Ria.

Kepada media ini, Yeti Neno mengatakan bantuan yang disalurkan saat ini di prioritaskan kepada warga Dusun 4, hal ini disebabkan karena masih ada ibu-ibu dan bapak-bapak didusun ini yang sangat membutuhkan bantuan seperti ini.

“Saya sendiri berasal dari dusun ini sehingga sangat tahu betul kondisi masyarakat disekitar sini dan  siapa-siapa yang pantas menerima bantuan ini,”Tututrnya.

Dirinya mengatakan jauh sebelum pandemi Covid-19, Ibu Ria sudah menyalurkan bantuan dalam bentuk uang dan sembako dimana bantuan tersebut menyebar di seluruh NTT.

“Bantuan yang disalurkan sudah beberapa tempat dan nanti menjelang hari raya Natal, kami juga akan memyalurkan bantuan bagi warga eks Timtim yang berada di Tuapukan,Pungkasnya. (ML)




Kadis Pariwisata Lembata Dorong Paralayang Bertajuk Lembata New Normal Festival

Lewoleba,Wartapedia.com  – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Lembata Apolonaris Mayan kepada wartawan media wartapedia.com dengan tajuk Lembata new normal festival dengan tetap mengikuti standar protokol kesehatan, Senin (04/12//2020).

Apolonaris mengatakan untuk event nanti tepat tanggal 4-6 Desember 2020, Tidak hanya paralayang tetapi berbagai event yang akan dilaksanakan dimana ada pameran ekonomi kreatif fashion show dan masih banyak lagi.

“kegiatan ini bertujuan untuk mendorong agar masyarakat jangan berlarut dalam suasana covid namun kita dorong event agar masyarakat bangkit dan optimis dalam menggerakkan roda ekonomi meski ditengah badai Pandemi COVID-19 yang ada di kabupaten Lembata,sesuai instruksi presiden Jokowi tentang Pemilihan Ekonomi Nasional,”Ungkapnya.

Apol mrnambahkan berbagai persiapan secara internal maupun eksternal sudah di persiapkan secara baik dalam menyambut event ini,

“Tujuan paling utama kita adalah pemberdayaan Sumber Daya Manusia lokal dan nantinya berefek kepada masyarakat Lembata itu sendiri dan dalam tajuk Pemilihan Ekonomi Nasional,”Kata Apol.

Apol juga saat dikunjungi oleh awak media diruang kerjanya membeberkan bahwa jumlah atlit yang akan datang di kabupaten Lembata pada event Lembata new normal festival sebanyak limah puluh limah orang dengan pesawat yang di persiapkan oleh Danlanud dari pusat.

“Event ini juga mendapat respon positif dari kementerian pariwisata dan seluruh anggaran bersumber dari kementerian pihak dinas hanya sebagai tuan rumah dan fasilitator agar tercapainya tujuan bersama,”Pungkasnya.

Penulis. : Roy

Editor.    : Mery




Kanwil Kemenkumham NTT Kembali Harmonisasikan Dua Ranperda Kabupaten TTS

Kupang,Wartapedia.com  – Perancang Peraturan Perundang-undangan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Propinsi Nusa Tenggara Timur, Yunus P.S Bureni, SH. M.Hum mewakili Kakanwil menerima kunjungan Wakil Ketua 1 DPRD TTS, Relygius L. Usfunan dan Ketua Bapemperda DPRD TTS dan Anggota Bapemperda serta Rombongan Pemerintah Daerah Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS), Selasa (01/12/2020).

Kunjungan ini dalam rangka Pengharmonisasian, Pemantapan dan Pembulatan Konsepsi dua Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten TTS tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten TTS. 

Bertempat diruang Multi fungsi Kanwil Kemenkumham NTT, rapat ini dipimpin oleh Bureni serta Para Perancang Perundang- undangan Risky, Norita Ratukore dan Nova Porsiana. 

Yunus mengucapkan terima kasih buat DPRD TTS, Bapemperda dan Pemerintah Daerah Kabupaten TTS 

“Terima kasih buat DPR, Bapemperda dan Pemda TTS yang telah melibatkan Perancang Peraturan Perundang-undangan pada Kanwil Kemenkumham dalam proses Harmonisasi Kedua Ranperda ini”Ujar Ahli Madya Perancang ini.

Dirinya juga menambahkan  “Pengharmonisasian merupakan salah satu dari rangkaian Proses Pembuatan Peraturan Perundang-undangan agar tidak terjadi tumpang tindih aturan termasuk Perda. Oleh karena itu kami berharap dapat menghasilkan Ranperda yang berkualitas dalam rangka penguatan Kelembagaan perangkat daerah yang ada dalam lingkup Pemerintah Daerah TTS,”.Ungkapnya.

Selanjutnya selaku Perancang, Alumni Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana Kupang tahun 2007 tersebut menyampaikan masalah yang ditemukan dari Ranperda yang diajukan tersebut 

“Tentang Ranperda Pengelolaan Keuangan Daerah TTS ada dua hal yang sesuai Ketentuan PP No 12 Tahun 2019 Perihal Pengelolaan Keuangan Daerah Mendelegasikan untuk harus diatur secara lebih detail yakni RKA dan Piutang Daerah belum dirumuskan secara mendetail. Kemudian ada pula materi yang secara norma masih perlu dilakukan penyesuaian seperti kewenangan Kepala SKPKD selaku PPKD melakukan pungutan Pajak Daerah dalam draf tidak termuat sehingga menjadi perhatian agar tidak bertentangan dengan aturan tersebut.Untuk itu maka khusus Ranperda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah TTS Kami menilai belum Harmonis,”Tutur Peneliti Sosial itu. 

Pada Kesempatan yang sama Ketua Bapemperda DPRD TTS, Jason Benu,S.Pt angkat bicara “Untuk Ranperda Pembentukan BPBD TTS dalam Pengharmonisasian oleh Kanwil Kemenkhum ham NTT dinyatakan Harmoni secara Prosedural dengan perbaikan subtansi dan teknis atas draf yang diajukan. Karena itu Ranperda tentang BPBD dapat dilanjutkan pada tahapan-tahapan selanjutnya hingga penetapan sebagai Perda,”.Ungkap Anggota Fraksi Nasdem DPRD TTS tersebut. (Ima)




Babinsa Ajak Mahasiswa KKN Jaga Keamanan, Ketertiban dan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan

 

Kupang,Wartapedia.com  – Guna mengoptimalkan tindakan keamanan di wilayah binaan, Babinsa Koramil 1604-01/Kupang Kodim 1604/Kupang Sertu Alexander Tanesib melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) bersama mahasiswa KKN, bertempat di Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Oebobo Kota Kupang, Rabu (2-12-2020). 

Komsos dilakukan dengan mahasiswa KKN dari Universitas Nusa Cendana. Dalam komsos tersebut membahas tentang keamanan, ketertiban dan penegakan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat guna antisipasi terjadinya penularan Covid-19 di Kelurahan Kayu Putih. 

Babinsa Sertu Alexander Tanesib mengajak mahasiswa KKN untuk menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Ia juga menjelaskan bagaimana langkah-langkah dan tata cara pencegahan Covid-19. 

“Mari kita bersama-sama menjaga kondisi dan situasi kamtibmas di tengah masyarakat Kelurahan Kayu Putih. Bila situasi dan kondisi aman, maka kehidupan di tengah masyarakat menjadi nyaman. Namun bila situasi dan kondisi tidak aman, maka kita semua juga yang akan merasakannya,” ujarnya. 

Kita mengajak mahasiswa untuk tidak berhenti mensosialisasikan dan memberikan himbauan kepada masyarakat tentang tata cara yang efektif dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 itu. 

Lanjut dikatakannya, untuk melakukan sosialiasi tersebut dapat  dilakukan dengan menyambangi rumah ke rumah atau menyebarkan kepada masyarakat dalam bentuk selebaran himbauan yang berisi cara pencegahannya dan gejala-gejala yang ditimbulkan oleh Covid-19 tersebut. 

“Sebagai mahasiswa yang melakukan KKN di sini harus menghormati kearifan lokal. Karena hal ini sangat penting untuk mendukung kegiatan selama di Kelurahan Kayu Putih,” tandas dia. 

Babinsa menambahkan, jika dalam pengumpulan data di lapangan nantinya para mahasiswa mengalami hambatan atau kesulitan, agar berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk juga langsung kepadanya. 

“Kami juga berpesan agar mahasiswa yang melaksanakan tugas harus bisa menempatkan diri dan tetap menjaga keamanan dan kerukunan. Karena saat ini sedang terjadi Covid-19, maka semua pihak harus tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19 dan agar selalu berkoordinasi dengan aparat terkait,” tutur Sertu Alexander. 

“Harapan kita, dengan instensnya melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya Kelurahan Kayu Putih. Semoga dapat dijauhkan dari penyebaran Covid-19 serta dari segala bentuk bahaya yang lainnya,” pungkasnya. (Pendim1604/Kupang/ML)




Diduga Tiga Bumdes di Elar Selatan Bermasalah

 

 Keterangan foto:Mesin Bubuk kopi dan Alat pencetak Bata Merah milik Bumdes Golowuas yang diduga bermasalah.Foto Publikntt.

Matim,Wartapedia.com -Tiga Badan Usaha Milik Desa(Bumdes)di Kecamatan Elar Selatan,Kabupaten Manggarai Timur,NTT diduga bermasalah.

Hal tersebut disampaikan oleh Pendamping Profesional Desa tingkat Kecamatan Elar Selatan, Robertus A. Sesfaos di kantor Camat Elar Selatan pada Senin,(30/11/2020) Menurutnya, Bumdes yang diduga bermasalah tersebut ada di Desa yang tersebar di Kecamatan Elar Selatan.

“Jujur ya, tiga Bumdes yang diduga bermasalah tersebut kami dari Pendamping Profesional Desa tingkat Kecamatan tidak pernah dilibatkan oleh Pemerintah Desa mulai dari tahap sosialisasi, penggalian gagasan hingga pembentukan/pendirian Bumdesnya “, ujarnya. 

Dikatakan Robertus,tiga Bumdes yang tidak melibatkan Pendamping Profesional oleh Pemerintah Desa justru saat ini diduga sedang berhadapan dengan masalah. 

Sementara dalam Permendagri Nomor 39 Tahun 2010 tentang Pendirian Bumdes itu sangat jelas, bahwa Pendamping Profesional Desa mulai dari tahap sosialisasi, pembentukan tim pengkaji sekaligus pendirian Bumdes harus dilibatkan.

“Saya dan teman-teman pendamping justru kaget, tiba-tiba ada informasi bahwa ada  Bumdes yang bermasalah. Dan, Bumdes yang saat ini sedang berhadapan dengan bermasalah,  kami dari Pendamping Profesional  tidak pernah diundang, difasilitasi oleh Pemerintah Desa mulai dari tahap sosialisai, pembentukan tim pengkaji hingga pembentukan/pendirian Bumdes”, tutupnya 

Hal serupa disampaikan oleh Pendaming Lokal Desa, Marianus Kisman. Menurutnya, tim pengkaji tidak salah, tetapi hasil kerja dari tim pengkaji yang direkomendasikan lain. Hal ini karena seorang Kepala Desa egois dimana dalam perjalanannya terjadi pergantian unit pengelola yang berkaitan dengan Bumdes. 

“Di Desa Golo Wuas, rekomendasi oleh tim pengkaji itu pengadaan barang sembako. Namun, dalam perjalanannya ada pergantian. Saya meminta jangan membiasakan seperti itu karena orang di Kabupaten merasa dekat dengan Kepala Desa dengan gampang kita mengantikan rekomendasi itu dan berakhir dengan masalah”, bebernya. 

Kisman menyebutkan, 300 juta lebih Bumdes Golo Wuas sampai saat ini tidak jelas dan Bumdes tersebut berakhir dengan masalah. 

Berkaitan dengan Bumdes di Desa Benteng Pau, Kisman mengungkapkan, Pabrik Sendal dan Mesim Pemecah Kemiri itu berdasarkan kajian tetapi anggaran terlalu sedikit. 

“Potensi kemirinya ada, hanya mau bergerak anggarannya kurang”, ungkapnya. 

Lebih jauh, Kisman menjelaskan, Pendamping Lokal Desa hadir bukan untuk mencelakakan Desa. 

“Jika masalah ini diselesaikan di tingkat Tipikor atau di Pengadilan, kami dari Pendamping Lokal Desa akan menjelasakan sesuai yang kami ketahui”, pungkasnya. (Tim/ML




Bapemperda DPRD TTS dan Pemda TTS Adakan Evaluasi dan Fasilitasi 5 Ranperda di Biro Hukum NTT

 

Kupang ,Wartapedia.com – Badan Pembuatan Peraturan Daerah (BAPEMPERDA) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) bersama Pemerintah Daerah (PEMDA)  TTS belum lama ini Selasa (24/11/2020) melaukan Rapat Evalauasi dan Fasilitasi 5 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) di Biro Hukum Setda Propinsi NTT. 

Pertemuan yang dihadiri oleh Semua Anggota Bapemperda DPRD TTS, Dinas P3A dan P2TP2A TTS, Bagian Hukum Setda TTS, Dinas PU-PR TTS, dan Kanwil Kemenkhum Ham NTT berlangsung di Aula Biro Hukum NTT.

Pada momen tersebut, Ketua Bapemperda DPRD TTS Jason Benu, S. Pt mengungkapkan, Rapat Evaluasi dan Fasilitasi Ke Lima Ranperda yang sudah dibahas pada Paripurna DPR TTS minggu lalu dan sekarang di Evlauasi dan dikonsultasikan serta difasilitasi  agar selanjutnya ditetapkan.

“Tujuan dari Evaluasi dan Konsultasi ini adalah agar tidak ada muatan Ranperda yang bertentangan dengan peraturan perundang – undangan yang lebih tinggi”.Ujar Anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD TTS ini. 

Hari ini Kami Bapemperda, Pemerintah Daerah TTS,dan Kanwil Kemenkhum Ham NTT melakukan Asistensi di Biro Hukum NTT. 

“Ada Lima Ranperda yang dibawa antara lain Rencana Tata Ruang Perkotaan Boking, Perubahan Perda Tentang Retribusi Jasa Umum, Kabupaten Layak Anak, Perubahan Perda No 5 Thun 2016 Tentang Susunan Perangkat  Daerah TTS, dan Ranperda Penghormatan Perlindungan dan Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas di TTS ” Pungkas Jason. 

Menurut mantan Ketua Divisi Pengembangan Pertanian dan Peternakan Yayasan Pancaran Kasih-SoE ini. 

Dari hasil Asistensi tadi maka ada Tiga Ranperda yang bisa dilanjutkan Proses Penetapan dan Pengundangan langsung di Daerah. 

“Hanya tiga yang bisa langsung Kita tetapkan nanti seperti Penghormatan, Perlindungan dan Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas, Kabupaten Layak Anak dan Perubahan Perda No 5 Thn 2016 sedangkan duanya lagi masih harus dikonsultasikan lagi Kementrian”.Kata Ayah dari Tiga Orang Anak ini. 

Pada waktu bersamaan, Aba. L. Anie, SH, M. Si. Kepala Badan Pendapatan Daerah Mewakili Pemerintah TTS menyampaikan Apresiasi sekaligus mengucapkan terima kasih. 

“Mewakili Pemda TTS kami ucapkan terimakasih dan memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Propinsi NTT lewat Biro Hukum dan Kanwil Kemenkhum Ham NTT yang telah berperan aktif dalam proses Evalauasi dan Fasilitasi.Semua rekomendasi dan perbaikan akan kami tindaklnjuti”.Papar mantan Camat Kecamatan Amanuban Barat tersebut.(Ima).




Ezy Pratama Academy, Jadi Pusat Pendidikan Akting Berbasis Kompetensi Modern

Jakarta,Wartapedia.com  – Ezy Pratama Academy tanpa lelah terus memperbaiki berbagai fasilitas dan kurikulum pendidikan akting. Sebagai Sekolah Akting yang berbasis kompetensi dan terdaftar di Kementrian Pendidikan sebagai lembaga pendidikan Nonformal dengan nomer induk 0222002852276 yang di terbitkan 12 November 2020 berdasarkan ketentuan pemerintah pasal 39 No 34 tahun 2018.  Dalam penguatan pendidikan akting lebih mengedepankan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global, sebagai kurikulum yang di unggulkan.

Menurut Dosen Kampus Swasta yang ikut terlibat dalam perencanaan berbagai pendidikan akting di Ezy Pratama Academy , Roy Wijaya mengatakan, sebagai konseptor dirinya mengakui bahwa Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan bagian dari semua mata pelajaran dan  juga dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal. 

“Jadi dalam pendidikan ini, diharapkan anak dapat berdaya saing global tanpa harus meninggalkan kebudayaan lokalnya. Sehingga pemikiranya secara global namun tindakannya tetap lokal, seiring dengan adanya pendidikan tersebut, dibutuhkan pula  adanya suatu pendidikan yang memberdayakan pendidikan karakter dalam setiap pembelajaran yang diajarkan kepada siswa nantinya peserta didik akan mendapatkan pendidikan yang baik dari segi pemikiran, sikap dan juga tindakannya,” ungkap Roy di Jakarta, Selasa 1 Des 2020.

Model pembelajaran ini, kata Sutradara ini, adalah pembelajaran Thinking Globally Acting Locally atau dalam bahasa indonesianya adalah berpikir global bertindak Lokal. Secara umum  Thinking Globally Acting Locally adalah suatu pemikiran yang memandang secara luas mengenai  masalah-masalah mendunia, masalah yang sudah umum telah terjadi atau sedang terjadi, masalah/ hal yang semua orang sudah ketahui (konteks berfikir global) dan berusaha menanggapi permasalahan atau informasi umum tersebut dengan cara sendiri dan bertindak secara lokal. 

“Lokal disini bisa diartikan sebagai tindakan yang dimulai dari diri sendiiri, tindakan berbasis budaya di daerah sekitar. Dalam konteks ini juga, lokal bukanlah lawan dari global, tapi disatukan dan diperkaya dengan impuls-impuls dan pengaruh-pengaruh global. Hal ini diperlukan dengan pertimbangan kita bisa mengikuti arus gobalisasi yang secara langsung berdampak pada perubahan karakter dan budaya masyarakat sekarang (Thinking Globally) maka dari itu arus-arus globalisasi yang membawa dampak positif dikaji dan digabungkan dengan memasukan pendidikan karakter, pendidikan berbasis budaya sekaligus ke dalam pembelajaran,” beber Roy.

Ezy Pratama Academy, yang di Pimpin oleh Ezra Christian dan Mayang serta di awasi oleh Pieter Tobias sebagai Pembina dengan para mentor dari para aktor yang berpengalaman seperti M. Irpan atau biasa di panggil Ipang, Rio B’wock, Deni Titahena dan di bantu Tim manajemen Fuji Handayani, telah menguatkan semua program pembelajaran akting yang semakin sempurna. Karena di dalam model pembelajarn ini berbasis pendidikan global, pendidikan karakter, dan pendidikan berbasis budaya, sehingga pembelajaran secara langsung bisa dibentuk menjadi pembelejaran tematik integratif, sesuai dengan kurikulum yang di buat.

Menurut Roy, sasaran bagi penggunaan model ini bisa di terapkan di semua umur dan layar belakang pendidikan formal, mulai pendidikan tingkat sekolah dasar (SD) SMP, SMA, Mahasiswa bahkan masyarakat umum. Sebab pondasi  penenanaman nilai karakter dan pendidikan budaya itu penting, agar kelak mereka bisa secara bijak bisa menghadapi arus global dengan diiringi mereka bisa sekaligus mempunyai karakter yang baik.

Untuk mempresentasikan pendiidikan seperti itu dan untuk menguatkan pendidikan akting yang lebih baik, Ezy Pratama Academy juga sudah menyiapkan berbagai fasilitas guna menguatkan, penerapan Model Pembelajaran Thinking Globally Acting Locally, seperti. Menyiapkan kondisi ruangan kelas  sesuai dengan aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan. Mengkondisikan siswa, sehingga siswa siap baik secara psikis maupun fisik untuk mengikuti proses  pembelajaran.

“Dalam setiap penerapan pembelajaran Akting, semua mentor wajib, memberikan apresiasi kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengait¬kan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari. Serta harus mampu menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai,” jelasnya.

Begitupun sebaliknya, kegiatan Inti dalam pembelajaran menjadi 2 kategori, yaitu kegiatan, Thinking Globally, dan Acting Locally, Thinking Globally. Bertanya jawab (berinteraksi dengan siswa) untuk Menindak lanjuti apersepsi, dan mengkaitkan apersepsi dengan isu-isu global, atau Akting secara umum dan menghadirkan media pembelajaran dan sumber belajar lainnya, agar anak-anak secara aktif ikut dalam kegiatan pembelajaran.

“Selain itu,memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta antara peserta didik dengan mentor, lingkungan, dan sumber belajar lainnya (anak-anak diharapkan kritis menanggapi isu yang disampaikan), juga memfasilitasi peserta didik melakukan per¬cobaan di laboratorium, studio, atau lapangan dan di wajibkan untuk membuat film film pendek setiap minggu serta podcast di studio yabg sudah di siapkan,” urainya. (ML)




Danramil 1604-04/Amarasi Beri Pengaraha Kepada Anggota

 

Oelamasi,Wartapedia.com  – Danramil 1604-04/Amarasi Kapten Inf Lalu Juli Ibnu Fajar memberikan pengarahan kepada para Babinsanya dalam acara Jam Komandan yang dilaksanakan di Kantor Koramil 1604-04/Amarasi, Senin (30-11-2020). 

Kegiatan pengarahan ini bertujuan untuk menyampaikan informasi dan pengecekan anggota serta untuk memberikan arahan dan penekanan kepada para anggota agar dalam pelaksanaan tugas yang dilaksanakan penuh rasa tanggung jawab. 

Dalam arahannya, Kapten Inf Lalu Juli Ibnu Fajar mengajak para Babinsanya agar setiap perintah dari Komando Atas dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, karena itu merupakan tuntutan bagi kita sebagai prajurit ke wilayahan.

Dalam setiap melaksanakan tugas jalani dengan hati yang ikhlas dan semangat. Karena dengan hati yang ikhlas, pekerjaan seberat apapun akan terasa ringan. 

Danramil 1604-04/Amarasi selalu menekankan Babinsa wajib hukumnya untuk selalu senyum TER (tegur, sapa, salam) untuk diimplementasikan oleh para Babinsa dalam melaksanakan tugas kesehariannya di wilayah binaan. 

“Di wilayah binaan selalu laksanakan tugas dengan tegur, senyum dan sapa teritorial. Hal ini akan selalu kami tekankan karena itu salah satu pendekatan TNI kepada masyarakat,” tuturnya. 

Terkait Covid-19, tugas para Babinsa harus selalu mensosialisasikan kepada warga binaan dengan selalu mengikuti anjuran pemerintah tentang protokol kesehatan dengan cara selalu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

Dalam Kesempatannya, Danramil juga menyampaikan Babinsa sebagai pembina desa sebagai anggota TNI yang tidak kenal pamrih demi NKRI, diharapakan Babinsa di lapangan bisa meminimalisir perkembangan Covid-19 di desa binaan dengan cara bersosialisasi dan memberikan himbauan kepada masyarakat tentang protokol kesehatan Covid-19 sesuai anjuran pemerintah. 

“Kepada seluruh anggota jajaran Koramil 1604-04/Amarasi agar selalu profesional dan maksimal dalam menjalankan tugas sebagai Babinsa, terlebih dalam melayani masyarakat sebagai ibu kandung TNI. Sebelum melaksanakan tugas, awali dengan doa agar dalam bekerja selalu diberi kesehatan, keselamatan dan kesuksesan oleh Tuhan YME,” pungkas Danramil. (Pendim1604/Kupang)