Dicky Tallo Apresiasi Pemkot Kupang, Jalan Rusak Penkase Akhirnya Diperbaiki

Kupang, nwartapedia.com – Anggota Komisi III DPRD Kota Kupang, Dicky Tallo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas dimulainya pengerjaan ruas jalan di wilayah Penkase, Kecamatan Alak.

Perbaikan jalan tersebut dinilai sebagai jawaban atas aspirasi masyarakat yang selama lebih dari satu tahun mengeluhkan kondisi jalan rusak dan mengganggu aktivitas harian warga.

Apresiasi itu disampaikan kepada Wali Kota Kupang Christian Widodo, Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang yang dinilai cepat merespons kebutuhan masyarakat.

Menurut Dicky, kondisi jalan di kawasan Penkase sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah dan kerap menimbulkan persoalan, terutama bagi pengendara dan kendaraan distribusi logistik yang melintas di jalur tersebut.

“Ini sudah menjadi kerinduan masyarakat. Saya sendiri sering menerima keluhan warga karena wilayah ini merupakan daerah pemilihan saya,” ujar Dicky, Jumat (1/5/2026).

Ia menegaskan, perbaikan jalan tersebut sangat penting karena merupakan akses utama masyarakat di Kecamatan Alak yang menghubungkan sejumlah fasilitas pelayanan publik.

Di antaranya Kantor Camat Alak, Polsek Alak, Puskesmas Alak, hingga Kantor Lurah Penkase Oeleta.

Selain menjadi jalur pelayanan publik, kawasan Penkase juga dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi di Kota Kupang, terutama dengan banyaknya gudang logistik dan arus distribusi barang yang cukup tinggi.

“Jalan ini adalah poros utama di Kecamatan Alak sekaligus jalur ekonomi penting bagi Kota Kupang,” tegasnya.

Dicky juga mengingatkan kontraktor pelaksana agar mengerjakan proyek sesuai standar teknis dan mekanisme yang berlaku, sehingga kualitas jalan terjamin dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Dengan dimulainya pembangunan ini, masyarakat berharap mobilitas warga semakin lancar, distribusi barang kembali normal, dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Alak dapat semakin meningkat. *




Hardiknas Kota Kupang, Serena Francis Tegaskan Pendidikan Harus Berakar pada Budaya

Kupang, nwartapedia.com  –  Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya sekolah maupun pemerintah.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Kota Kupang Tahun 2026 yang digelar di SDN Nefosaka, Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Sabtu (2/5/2026).

Dalam amanatnya, Serena menekankan bahwa keberhasilan pendidikan lahir dari keterlibatan bersama antara orang tua, guru, pemerintah, tokoh masyarakat, dan lingkungan sekitar.

“Pendidikan bukan hanya tanggung jawabmu, tetapi tanggung jawab kita semua. Dibutuhkan kebersamaan untuk membesarkan dan membentuk anak-anak kita,” ujarnya.

Ia mengatakan, di tengah perkembangan teknologi dan tantangan zaman yang semakin kompleks, dunia pendidikan harus berani bertransformasi. Menurutnya, guru saat ini bukan lagi satu-satunya sumber ilmu, melainkan fasilitator yang mendorong siswa menjadi pribadi aktif, kreatif, dan berani bermimpi.

Serena juga mengajak para orang tua dan tenaga pendidik untuk membangun komunikasi sehat dengan anak-anak serta menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya budaya lokal sebagai fondasi pendidikan karakter. Menurutnya, pendidikan di Kota Kupang tidak boleh terlepas dari akar budaya masyarakat setempat.

“Budaya adalah guru kehidupan. Jika kita kehilangan akar, maka kita akan kehilangan arah,” tegasnya.

Ia mengapresiasi penyelenggaraan festival budaya dalam rangkaian Hardiknas yang dinilai mampu menanamkan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda.

Serena menambahkan, meski Kota Kupang dihuni masyarakat dari berbagai daerah seperti Timor, Rote, Sumba, Flores hingga Jawa, budaya lokal terutama budaya Helong harus tetap dijaga dan diwariskan.

Kepada para siswa, ia berpesan agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, kepedulian, dan menjauhi perundungan.

“Nilai bukan segalanya. Yang paling penting adalah sikap, karakter, dan keberanian untuk terus belajar,” pesannya.

Peringatan Hardiknas Tahun 2026 ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam membangun pendidikan Kota Kupang yang berkualitas, berkarakter, dan berakar pada budaya lokal.




May Day di NTT, Gubernur Melki Dorong Buruh Naik Kelas Jadi Pengusaha

Kupang, nwartapedia.com  –  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 dengan menggelar dialog tripartit yang mempertemukan pemerintah, pekerja, dan pelaku usaha di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jumat (1/5/2026) malam.

Mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”, kegiatan ini menjadi ruang terbuka untuk membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan yang masih dihadapi masyarakat NTT.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, dalam arahannya menegaskan pentingnya membangun hubungan industrial yang sehat, adil, dan berpihak kepada kesejahteraan pekerja.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada perlindungan buruh, tetapi juga ingin mendorong pekerja memiliki peluang naik kelas menjadi pelaku usaha mandiri.

“Kita ingin para pekerja berkembang menjadi pengusaha baru. Potensi daerah ini harus diolah sendiri sehingga manfaat ekonominya berputar di NTT,” tegas Gubernur Melki.

Untuk mendukung langkah tersebut, Pemprov NTT telah berkoordinasi dengan OJK, Bank Indonesia, dan perbankan agar mempermudah akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pekerja yang ingin membuka usaha atau meningkatkan keterampilan.

Dalam sesi dialog, sejumlah persoalan klasik ketenagakerjaan ikut mencuat, terutama masih banyaknya pekerja yang belum memiliki kontrak kerja tertulis serta belum terdaftar dalam jaminan sosial tenaga kerja.

Perwakilan serikat buruh menilai kondisi ini membuat posisi pekerja rentan terhadap persoalan upah, pemutusan hubungan kerja, hingga minimnya perlindungan hukum.

Menanggapi hal itu, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT, Oder Maks Sombu, menegaskan bahwa setiap hubungan kerja wajib dilandasi perjanjian kerja agar hak dan kewajiban kedua belah pihak terlindungi sesuai aturan.

Ia mengimbau seluruh pelaku usaha, termasuk usaha kecil dan menengah, agar tertib administrasi dan memberikan kepastian hukum bagi pekerja.

Sementara itu, moderator dialog Dr. Leonardus Mali menyampaikan bahwa isu ketenagakerjaan di NTT tidak hanya menyangkut sektor formal, tetapi juga perlindungan terhadap pekerja informal seperti petani dan nelayan.

Melalui forum ini, Pemerintah Provinsi NTT berharap tercipta kolaborasi yang kuat antara pekerja dan pengusaha sehingga investasi dapat tumbuh sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Bumi Flobamorata. *




Serena Francis Buka MTQ ke-31 Kota Kupang, Serukan Toleransi dan Semangat Qurani

Kupang, nwartapedia.com  – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kota Kupang ke-31 Tahun 2026 resmi dibuka dalam suasana religius dan penuh kebersamaan di Aula Kampus Universitas Muhammadiyah Kupang, Jumat (1/5).

Pembukaan ajang tahunan tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga nilai keagamaan, persatuan, dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kota Kupang.

Menurut Serena, MTQ bukan hanya sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga wadah pembinaan mental dan spiritual umat agar mampu menerapkan nilai-nilai Qurani dalam kehidupan sehari-hari.

“MTQ adalah momentum menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an sekaligus menjadikan ajarannya hadir dalam sikap, perilaku, dan kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kota Kupang dikenal sebagai kota yang damai dan harmonis. Karena itu, kegiatan keagamaan seperti MTQ memiliki peran penting dalam memperkuat persaudaraan antarumat beragama.

“Perbedaan harus menjadi kekuatan untuk saling menghargai. Inilah wajah Kota Kupang yang rukun dan penuh toleransi,” tegasnya.

Wakil Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada umat Muslim, panitia pelaksana, LPTQ, tokoh agama, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.

Kepada para peserta, Serena berpesan agar bertanding dengan sportif, menjunjung tinggi persaudaraan, serta membawa nama baik daerah menuju MTQ Tingkat Provinsi NTT Tahun 2026.

Sementara itu, Ketua Panitia MTQ Kota Kupang 2026, Rahmat Mukolang, SE., M.Si, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus menjaring peserta terbaik untuk mewakili Kota Kupang di tingkat provinsi.

MTQ ke-31 ini berlangsung pada 1 hingga 4 Mei 2026 dan diikuti 165 peserta dari enam kecamatan se-Kota Kupang. Para peserta akan berlaga dalam enam cabang lomba dan 25 mata lomba, meliputi Tilawatil Qur’an, Hifzhil Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Hadrah, serta Tafsir Al-Qur’an.

Panitia berharap MTQ tahun ini mampu melahirkan generasi Qurani yang berprestasi, berakhlak mulia, dan menjadi teladan di tengah masyarakat. *




Undana dan Pemprov NTT Bentuk Pusat Siber Sehat, Perangi Narkoba Digital di Kalangan Anak Muda

Kupang,nwartapedia.com  – Universitas Nusa Cendana (Undana) bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membangun sinergi untuk melawan ancaman kecanduan konten digital berbahaya atau “narkoba digital”.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui rencana pembentukan Pusat Siber Sehat NTT, yang akan menjadi pusat edukasi, pencegahan, dan rehabilitasi ketahanan digital bagi generasi muda di NTT.

Pembahasan program strategis ini dilakukan dalam audiensi antara Kepala Dinas Kominfo NTT, Ady E. Mandala, dan Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, di Gedung Rektorat Undana, Kupang.

Rektor Undana menegaskan kampus memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kesehatan mental mahasiswa dan masyarakat dari dampak negatif dunia digital, termasuk judi online dan pornografi.

Menurutnya, melalui Layanan Psikologi Terpadu, Undana siap menyiapkan tenaga ahli guna mendeteksi tingkat kecanduan digital di masyarakat.

Program Siber Sehat NTT akan berjalan melalui tiga pilar utama, yakni preventif, promotif, dan rehabilitasi. Pencegahan dilakukan lewat edukasi pola asuh digital, promosi melalui konten positif, serta rehabilitasi bagi korban kecanduan digital berat.

Sebagai langkah awal, Undana juga akan melakukan riset lapangan dan survei untuk memetakan sebaran paparan konten berbahaya di wilayah NTT.

Rencananya, program ini akan diluncurkan secara resmi pada kegiatan Car Free Day (CFD) dan melibatkan pelajar serta pengurus OSIS sebagai agen perubahan dalam membangun budaya digital sehat di NTT. *




Gubernur NTT Desak Kepala Daerah Percepat Kesiapan Sekolah Rakyat Rp250 Miliar

Kupang, nwartapedia.com  – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, meminta seluruh kepala daerah segera menuntaskan persoalan lahan, perizinan, dan kesiapan teknis pembangunan Sekolah Rakyat.

Hal itu disampaikan saat rapat bersama Sekjen Kementerian Sosial RI, Robben Rico, serta para bupati dan wali kota se-NTT di Kupang, Kamis (30/4/2026).

Melki menegaskan pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran Rp250 miliar untuk setiap sekolah, sehingga daerah diminta bergerak cepat memenuhi seluruh persyaratan administrasi.

Menurutnya, program Sekolah Rakyat menjadi peluang besar untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di NTT.

Sementara itu, Kemensos meminta seluruh daerah segera menyelesaikan dokumen lahan, KKPR, akses jalan, air bersih, dan listrik agar pembangunan dapat segera dimulai. *




Kota Kupang Siap Gelar Hardiknas 2026, Wali Kota Sambut Rencana Kunjungan Menteri Pendidikan

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang menyatakan kesiapan penuh menyukseskan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026. Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menerima audiensi panitia Hardiknas di ruang kerjanya, Rabu (29/4).

Pertemuan tersebut membahas rangkaian kegiatan Hardiknas sekaligus persiapan menyambut rencana kunjungan Menteri Pendidikan ke Kota Kupang dalam waktu dekat.

Ketua Panitia Hardiknas, Roy Nomlene, menjelaskan bahwa puncak peringatan Hardiknas akan dilaksanakan pada 2 Mei 2026 di wilayah Fatukoa. Sejumlah agenda pendukung juga telah disiapkan, termasuk festival budaya dan keterlibatan pelaku UMKM lokal.

Selain itu, pada 4 Mei 2026 dijadwalkan kunjungan Menteri Pendidikan untuk meninjau beberapa sekolah di Kota Kupang.

Wali Kota Kupang menyambut baik agenda tersebut dan menilai kunjungan pejabat pusat menjadi kesempatan penting bagi daerah untuk menunjukkan perkembangan maupun tantangan sektor pendidikan.

“Kunjungan ini menjadi momentum strategis agar kebutuhan pendidikan di Kota Kupang dapat diketahui secara langsung dan mendapat perhatian ke depan,” ujar Christian Widodo.

Ia meminta seluruh perangkat daerah dan panitia bekerja maksimal agar seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Koordinasi lintas sektor dinilai penting, mulai dari protokol, transportasi, kebersihan hingga kenyamanan tamu.

Wali Kota juga mengingatkan agar festival budaya yang digelar tetap memperhatikan kebersihan lingkungan, terutama pengelolaan sampah selama kegiatan berlangsung.

Tak hanya itu, ia mendorong agar kunjungan Menteri juga diarahkan ke sekolah-sekolah yang masih membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana.

Menurutnya, langkah itu penting agar pemerintah pusat dapat melihat langsung kondisi pendidikan yang masih memerlukan dukungan.

Audiensi tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan, termasuk penyambutan Menteri di bandara, penyesuaian agenda, serta penguatan sinergi antara panitia dan Pemerintah Kota Kupang.

Pemkot Kupang berharap peringatan Hardiknas 2026 menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas akses belajar bagi seluruh masyarakat.

Picture: Wali Kota Kupang menerima audiensi Panitia Hardiknas 2026 di ruang kerja Wali Kota Kupang. *




Pemkot Kupang Hapus Biaya BPHTB dan PBG untuk Warga Kurang Mampu, Akses Miliki Rumah Kian Mudah

Kuoang, nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang menghadirkan kebijakan pro rakyat dengan membebaskan biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat kurang mampu.

Langkah tersebut diumumkan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap warga berpenghasilan rendah agar lebih mudah memiliki tempat tinggal yang layak dan nyaman.

Menurut Wali Kota, sebelumnya masyarakat harus menanggung biaya BPHTB yang nilainya mencapai sekitar lima persen dari transaksi tanah atau bangunan. Kini pungutan tersebut resmi dihapus untuk kelompok masyarakat tertentu.

“Peraturan Wali Kota sudah saya tandatangani. Jadi masyarakat kurang mampu bisa menikmati pembebasan biaya BPHTB,” ujar Christian Widodo.

Tak hanya itu, Pemkot Kupang juga menggratiskan pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), yang sebelumnya dikenal luas sebagai IMB.

Program ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk membangun rumah secara legal tanpa terbebani biaya tambahan.

Untuk memanfaatkan fasilitas tersebut, warga diwajibkan memenuhi persyaratan administrasi, termasuk membawa surat keterangan tidak mampu dari kelurahan.

Pengurusan pembebasan BPHTB dilakukan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kupang, sedangkan layanan PBG diproses di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Pemerintah juga terus menyosialisasikan kebijakan ini melalui berbagai saluran informasi, termasuk media sosial resmi pemerintah daerah, agar semakin banyak warga mengetahui manfaat program tersebut.

Kebijakan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak warga menilai keputusan tersebut sebagai langkah konkret yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat kecil.

Dengan adanya pembebasan BPHTB dan PBG, Pemerintah Kota Kupang berharap kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah semakin meningkat serta kualitas hidup warga menjadi lebih baik. *




Dari Guru Honorer Jadi Kepala Sekolah, Elisabeth Siap Benahi SD Negeri Oehendak

Kupang, nwartapedia.com  – Perjalanan panjang pengabdian di dunia pendidikan membawa Elisabeth Ose Tifoona, S.Pd., meraih amanah baru sebagai Kepala UPTD SD Negeri Oehendak, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Pelantikan yang dilakukan Pemerintah Kota Kupang pada Selasa (26/4/2026) itu menjadi momentum penting bagi Elisabeth untuk membawa perubahan positif di lingkungan sekolah dasar, khususnya dalam peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan karakter siswa.

Bagi Elisabeth, jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan tanggung jawab besar untuk mencetak generasi masa depan yang cerdas, disiplin, dan berakhlak baik.

Wanita kelahiran Ende, 2 September 1975, ini memulai karier sebagai tenaga honorer pada 1 Juni 2003. Setelah menunjukkan dedikasi dan kinerja yang konsisten, ia resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil pada 1 Januari 2007.

Selama lebih dari 20 tahun, Elisabeth mengabdi sebagai guru di SDI Perumnas I Kota Kupang. Pengalaman panjang itu menjadi modal penting dalam memimpin SD Negeri Oehendak ke arah yang lebih baik.

“Pendidikan bukan hanya soal mengajar, tetapi bagaimana membentuk karakter dan masa depan anak-anak,” ujarnya.

Sebagai kepala sekolah baru, Elisabeth menempatkan penguatan pendidikan karakter sebagai program utama. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya nilai disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan semangat belajar.

Salah satu program yang akan diterapkan adalah Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, gemar belajar, makan sehat, aktif bermasyarakat, serta tidur tepat waktu.

Selain itu, budaya sekolah juga akan diperkuat melalui doa bersama, upacara bendera, gotong royong, serta berbagai kegiatan positif lainnya.

Elisabeth optimistis, dengan dukungan guru, orang tua, komite sekolah, dan pemerintah, SD Negeri Oehendak dapat berkembang menjadi sekolah yang unggul dan mampu melahirkan siswa berprestasi serta berkarakter kuat.

Kehadirannya sebagai kepala sekolah baru diharapkan menjadi energi baru bagi kemajuan pendidikan dasar di Kecamatan Maulafa dan Kota Kupang secara umum. (goe)




Tulus Membantu, Sejak 2025 Komunitas Ini Tambal Jalan di Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com – Kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan terus ditunjukkan Komunitas Peduli Lubang Jalan Kota Kupang (Kopelanku).

Sejak tahun 2025, komunitas ini secara konsisten turun langsung menambal jalan berlubang di berbagai wilayah Kota Kupang.

Dengan semangat gotong royong dan biaya swadaya, para anggota komunitas bergerak membantu memperbaiki ruas jalan yang rusak dan berpotensi membahayakan masyarakat.

Terbaru, Kopelanku kembali melakukan aksi sosial bersama Pemerintah Kelurahan Nefonaek dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Kupang dengan menambal sejumlah lubang jalan di wilayah RT16/RW05, Kelurahan Nefonaek, Kecamatan Kelapa Lima, Senin (27/4/2026).

Beberapa titik jalan berlubang yang berada di tengah badan jalan diperbaiki menggunakan campuran semen, pasir, dan kerikil.

Setelah proses pengecoran selesai, jalan ditutup sementara agar material mengering sempurna sebelum dilalui kendaraan.

Pendiri Kopelanku, Daniel Para, menjelaskan bahwa gerakan ini lahir dari rasa peduli terhadap kondisi jalan di Kota Kupang yang kerap membahayakan pengendara.

“Sejak mulai bergerak pada 2025, kami sudah menambal lebih dari 60 titik jalan rusak. Semua dilakukan secara swadaya bersama anggota,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap kegiatan selalu diawali dengan koordinasi bersama pemerintah setempat dan Dinas PUPR agar penanganan berjalan tepat sasaran.

Lurah Nefonaek, Yosephina N. Ungirwalu, SP, mengapresiasi langkah nyata komunitas tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah menjadi kekuatan penting di tengah keterbatasan anggaran.

“Aksi seperti ini sangat membantu. Ini bentuk kepedulian warga yang patut diapresiasi,” katanya.

Keberadaan Kopelanku menjadi contoh bahwa perubahan bisa dimulai dari kepedulian sederhana. Dengan kerja nyata dan ketulusan, komunitas ini terus berkontribusi menciptakan jalan yang lebih aman dan nyaman bagi warga Kota Kupang. *