Yayasan Plan International Adakan Pelatihan Dasar Green Skill 2.0 di Desa Tubuhue

Soe,Mwartapedia.coom – Project Green Skill 2.0 (GS 2.0) merupakan kelanjutan Green Skill 1.0 yang telah dilaksanakan oleh Plan International Indonesia Kerjasama Kinara dan PT. Duta Argo Mandiri Soe pada tahun 2016-2018.Program ini bertujuan untuk mendukung generasi muda di pedesaan, terutama Perempuan-perempuan muda untuk berdaya secara ekonomi dan sosial melalui sumber pendapatan yang berkelanjutan dan pekerjaan yang layak dalam skema ekonomi hijau.

Pelatihan ini adalah pelatihan Dasar yang menyasar 330 orang Kaum muda dengan kisaran 70% dari Peserta adalah Perempuan yang ada di desa-desa dampingan PLAN kurang lebih 23 desa Di wilayah TTS dan TTU.Tenaga Fasilitatornya adalah Fasilitator lokal terlatih dan dilaksanakan secara parallel dalam bulan Desember ini. 

Adapun tujuan dari Pelatihan Dasar Green Skill 2.0 ini adalah untuk memberikan penguatan kapasitas kepada generasi muda di pedesaan terutama kaum Perempuan. Kemudian Outputnya mereka mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan tambahan dari materi-materi yang diberikan oleh fasilitator agar mereka dapat menghasilkan dokumen rencana usaha yang digunakan untuk pengembangan usahanya.

Kegiatan Pelatihan Green Skill 0.2 hari ini berlangsung Dikantor Desa Tubuhue diikuti oleh 18 Orang Peserta yang terdiri dari 7 Orang dari Desa Kesetnana Kecamatan Mollo Selatan Dan 11 Orang dari Desa Tubuhue Kecamatan Amanuban Barat. 

Pelatihan Dasar tersebut berlangsung Hari ini Rabu (9 – 11 /12/2020) dibuka oleh Sekertaris Desa Tubuhue, Petrus Nubatonis mewakili Kepala Desa yang berhalangan hadir. 

Selanjunya arahan dari Perwakilan Kirana,Natalia Caw yang dalam arahannya meminta semua peserta untuk betul-betul serius dan fokus 

“Semua peserta saya minta untuk tetap konsisten dalam mengikuti Pelatihan ini sampai selesai. Kelompok yang ada harus aktif dan kuat sebagai tim dalam bekerja”.Ujarnya mengakhiri arahan.

Pelatihan ini Di Fasilitasi oleh Dua Orang Fasilitator, masing-masing Maraike S.Y. Mella dan Esther Naty. Mereka akan memandu 6 materi antara lain:

Pengantar Gender, Perencanaan Usaha, Dasar-dasar Keuangan, pemetaan Kebutuhan Pasar, Meningkatkan Nilai Mutu dan Perencanaan Pemasaran Serta metode yang digunakan adalah metode pembelajaran dengan proses belajar bersama peserta berbagi pengalaman, Diskusi, praktik dan ceramah.

Untuk Hari ini ada dua materi yang dibahas, yakni Pertama, Pengantar Gender yang difasilitasi oleh, Esther Naty. 

Dalam prosesnya Fasilitatasinya mengawali dengan perkenalan Dan penjelasan tentang tujuan seasi dan free test bagi peserta kemudian peserta dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan jenis kelamin. Selanjutnya masing-masing kelompok diminta memikirkan dan menuliskan harapan keluarga atau orang-orang disekitanya sebagai orang muda. Kemudian ada penjelasan tentang perbedaan gender Seks dan Jenis kelamin lalu didiskusikan secarah bersama. Dan terakhir Fasilitator memberi penjelasan serta bersama Peserta berdiskusi tentang Peran Produktifitas, Peran Reproduktif Dan Pkerjaan Sosial. 

Materi Kedua,tentang Perencanaan Usaha yang dipandu langsung oleh, Maraike S. Y. Mella yang Mengajak semua Peserta berdiskusi lebih kedalam tentang Rencna usaha yang meliputi tujuan Rencana Usaha, Komponen Rencana Usaha seperti tujuan, ringkasan usaha,jenis usaha, alasan /latar belakang Usaha,rantai nilai Usaha, pilihan potensi Usaha, analisis pesaing, analisis internal,analisis pasar/target pembeli, penentuan harga dan biaya, modal, alur pendapatan, dampak Usaha, kebutuhan investasi dan lain-lain. 

Ditempat yang sama, media ini sempat menemui salah seorang peserta Kaum Perempuan, Adelina Saluk yang adalah delegasi Desa Tubuhue untuk diminta tanggapannya seputar Pelatihan Dasar Green Skill 2.0 ini. 

Dirinya sangat bersyukur dan bangga dapat ikut kegiatan ini karena sangat bermanfaat.

“Saya sangat bersyukur dan bangga sekali bisa terlibat sebagai peserta karena akan mendapat pengetahuan yang begitu penting tentang peran Perempuan dalam dunia usaha”.Pungkas Adel dengan senyuman manisnya.(Muty).




Bupati Lembata Pimpin Rapat Bersama Forkopimda Bahas Skema Penanganan Pengungsi

Lewoleba,Wartapedia.com  –  Rapat Analisa dan Evaluasi (ANEV) yang dipimpin langsung oleh Bupati Lembata, didampingi Forkopimda, Rabu (9/12/2020), disampaikan sebagai berikut dalam point yang dibahas diantaranya adalah Skema penanganan pengungsi dalam masa pandemi Covid -19.

Buoati Lembata, Eliatser Yentji Sunur, S.T, M.T mengatakan Setiap Posko penanganan pengungsi wajib memperhatikan protokol kesehatan. Komando diminta untuk senantiasa mengedukasi warga pengungsi untuk disiplin terhadap protokol kesehatan. 

“Setiap pengungsi wajib dirapid test dan apabila ditemukan ada yang reaktif maka segera dilakukan swab test termasuk seluruh keluarga yang menampung dan warga yang kontak erat. Selanjutnya dipusatkan kembali pada ruangan tersendiri untuk mengantisipasi penyebaran lebih lanjut apabila hasil swabnya dinyatakan positif,”Ungkapnya.

Dengan tegas dirinya menambahkan untuk penangan Covid–19 bagi warga pengungsi sifatnya tegas dan tidak tawar menawar,mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku selama ini dalam penanganan covid-19.

“Komando tanggap darurat diminta untuk tidak tolerir  terhadap penegakan protokol kesehatan sesuai pedoman penanganan Covid-19 yang berlaku,”Tegasnya.

Untuk Pengawasan dan pengendalian penangan pengungsi, Bupati Lembata menerapkan aturan sebagai berikut.

1. Inspektur diminta agar secara simultan melakukan pengawasan,pengendalian dan pendampingan terhadap pelaksanaan tugas setiap bidang/bagian/seksi Komando Tanggap Darurat baik dari aspek keuangan maupun logistik.

2 .Seluruh logistik yang berkaitan dengan kebutuhan hunian pengungsi,makanan siap saji,kebutuhan mandi/cuci,obat-obatan agar segera didistribusikan dalam kesempatan pertama kepada para pengungsi sesuai kebutuhan dan tidak mengendap berlama-lama di gudang logistik. Untuk hal ini, manajemen logistik dan pergudangan agar diperbaiki,disederhanakan dan tidak mengabaikan aspek administrasi. 

3. Komando tanggap darurat agar melakukan edukasi/sosialisasi/himbauan kepada seluruh donatur, agar bantuan logistik tidak langsung disalurkan kepada pengungsi namun perlu melapor kepada Komando Tanggap Darurat untuk dilakukan pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terutama selama masa pandemi Covid-19 ini.

4. Camat Ile Ape dan Ile Ape Timur diperintahkan untuk membuka posko pengendalian pada pintu masuk wilayah masing-masing, dan mengerahkan seluruh staf berkantor di lokasi posko dan mengatur jadwal jaga pada posko tersebut selama 24 jam, mengawasi dan mencatat setiap pengunjung yang masuk/keluar  ke wilayah kecamatan masing-masing serta melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Bupati secara berkala.

5. Komando Tanggap Darurat agar mengedukasi warga serta mengajak warga pada 10 desa di Kecamatan Ileape yang tidak termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) II untuk kembali ke desa masing-masing dan melaksanakan aktivitas sebagaimana biasa sesuai rekomendasi Kepala Badan Geologi, cq. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Nomor : 761.Lap/45/BGL.V/2020 tanggal 29 November 2020 perihal Peningkatan Tingkat Aktivitas Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

“Komando Tanggap Darurat agar menyusun jadwal dan Tim Khusus untuk membantu menyiapkan makanan dan minuman pengungsi dan petugas selama masa tanggap darurat,”Pungkasnya.

Penulis.  : Roy

Editor.     : Mery




Danlantamal VII Bersama Rombongan Peduli Kemanusiaan Erupsi Gunung Berapi Ile Lewotolok Tiba di Lembata

Lewoleba,Wartapedia.com  – Pemerintah daerah kabupaten Lembata bersama Forkopimda Kabupaten Lembata melaksanakan penjemputan Komandan Danlantamal VII Kupang Laksma TNI IG Kompiang Arigawa bersama rombongan yang dipimpin oleh Danlantamal VII Kupang Laksma TNI I.G. Kompiang Arigawa yang berlangsung di Jeti Apung ex Harnus, kabupaten lembata, rabu (8/12/2020).

Komandan Lantamal VII dalam kunjungan ini mengatakan tujuan dalam kunjungan kerja ini  adalah melihat dan memantau  secara langsung korban bencana erupsi gunung berapi Ile Lewotolok Kabupaten Lembata

Dalam misi kemanusiaan ini sejumlah petinggi TNI-AL memberikan bantuan kepada warga terdampak pasca taburan vilkanik gunung berapi ile lewotolok yang diserahkan kepada bupati Lembata Eliatser Yentji Sunur selaku pemerintah kabupaten Lembata secara simbolis

Rombongan  melihat situasi para pengungsi yang berada ditenda-tenda dan langsung bertolak ke titik lokasi letusan gunung pada Minggu 29/11/2020 pekan lalu di kecamatan Ile Ape Timur dan kecamatan Ile Ape.

Bantuan yang diberikan berupa sembako dan juga pakaian layak pakai dan profil thank serta barang lainnya,tak hanya itu Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) juga turut berpartisipasi atas misi kemanusiaan yang terjadi pada korban vulkanik gunung Ile Lewotolok di kabupaten Lembata dengan menggunakan kapal perang KRI.PANDRONG 801 yang tiba di pelabuhan laut Lewoleba siang tadi.

Lebih jauh Komandan Lantamal VII Kupang mengatakan dalam misi tiba dikabupaten Lembata adalah sebagai wujud dan misi untuk peduli terhadap kejadian yang menimpa warga kecamatan Ile Ape Timur dan kecamatan Ile Ape di kabupaten Lembata, pimpinan AL saat ini peduli terhadap bencana di seluruh Indonesia salah satunya di propinsi NTT dimana gerakan peduli bencana terhadap saudara-saudara kita yang sudah berjalan kurang lebih 9 hari.

“Saat ini kami sudah menggerakkan pasukan diantaranya dari Lanal Maumere untuk bisa membantu pemerintah dalam rangka percepatan menanggapi bencana erupsi untuk para pengungsi dari rumah mereka ke posko yang sudah disiapkan oleh pemerintah daerah kabupaten”ujarnya.

Sementara itu Bupati Lembata Eliatser Yentji Sunur menambahkan bahwa menyampaikan terimakasih kepada keluarga besar AL yang memberikan perhatian tentunya kita wujudkan dengan segala tanggung jawab,

“Saya menghimbau kepada warga pengungsi agar tetap menjaga situasi dan kondisi karena kita sudah memasuki musim hujan dimana sangat rentan demam berdarah, Malaria,diare,semua harus aktif untuk dilayani oleh tim medis dan kesehatan pengungsi harus dijamin,”Pungkasnya.

Penulis.  : Roy

Editor.     : Mery




Kerjasama PSMTI NTT dan Lantamal VII Salurkan Bantuan Bagi Korban Erupsi Ile Lewotolok

Kupang,Wartapedia.com  – Aksi Kemanusiaan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) Nusa Tenggara Timur  memberikan bantuan kemanusiaan bagi korban erupsi gunung berapi Ile Lewotolok bekerjasama dengan Lantamal VII atau TNI AL untuk diserahkan langsung kepada Bupati Lembata dan ketua DPR kabupaten Lembata pada Senin (07/12/2020).

Pada kesempatan tersebut ketua PSMTI  NTT Bapak Hengky Lianto bersama rombongan keluarga besar PSMTI NTT yang terdiri dari keluarga besar marga Tionghoa seluruh NTT yang berada di Kota Kupang menyerahkan bantuan kemanusiaan yang ditujukan kepada para korban erupsi dari gunung Ille Lewotolok di kabupaten Lembata.

“Kami dari PSMTI NTT  mengumpulkan sejumlah bantuan kemanusiaan dan setelah mendapat informasi dari rekan PSMTI yang berada di Lewoleba bahwa mereka membutuhkan yang paling banyak adalah spon atau kasur tempat tidur,  kursi roda, terpal dan untuk  selama di pengungsian mereka maka PSMTI NTT menyiapkan pengiriman barang tersebut bekerja sama dengan Lantamal VII yang dipimpin oleh komandan Lantamal VII, Laksamana I.G. Kompiang Arigawa menggunakan kapal  perang KRI.Pandring membawa bantuan dari PSMTI NTT dan juga dari TNI AL untuk dibawa langsung menuju ke Lembata,”Ujarnya.

Ditambahkan, kerjasama ini dilaksanakan antara lain PSMTI NTT  menyiapkan bantuan sedangkan TNI AL membantu membawa barang-barangnya  selain itu  TNI AL juga memberikan bantuan sembako dan lain-lain.

“Kami dari PSMTI NTT mengucapkan terima kasih kepada TNI AL dan kedepan kami akan selalu siap untuk terus  melakukan kerjasama peduli kemanusiaan seperti ini,”Ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung yaitu penyerahan dari ketua PSMTI NTT  kepada komandan Lantamal dan dari Komandan menyerahkan kepada komandan kapal KRI yang akan diterima nanti oleh bapak Bupati Lembata di Lembata.

Ditempat yang sama Komandan Lantamal VII menyampaikan terima kasih kepada PSMTI NTT yang telah mrngambil bagian bekerjasama untuk memberikan bantuan kepada pengungsian korban erupsi gunung Ile Lewotolok.

“Kami TNI AL telah menyiapkan posko peduli kemanusiaan di Lantamal VII jadi barang siapapun yang ingin membantu pengungsi di Lembata bisa datang ke pos  untuk pengirimannya bantuannya,”Pungkasnya. (ML)




Untuk Kepentingan Umum, POLRI Dapat Bertindak Berdasarkan Penilaian Sendiri, Demikian Kata Undang-Undang

 

Kuoang,Wartapedia.com  – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Fadil Imran dalam konferensi pers hari ini, Senin, tanggal 7 Desember 2020, mengungkap adanya penyerangan anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas penyelidikan terkait informasi adanya pengerahan masa FPI mengawal pemeriksaan Mohammad Rizieq Shihab (MRS) tanggal 7 Desember 2020 di Polda Metro Jaya.

Demikian rilis yang diterima Ketua Tim Task Force Fotum Advokat Pengawal  Pancasila (FAPP) dan Advokat Peradi keoada media ini pada Selasa (8/12/2020).

Dalam peristiwa penyerangan yang terjadi pukul 00.30 WIB di Jalan Tol Jakarta – Cikampek itu, Polisi telah melakukan tindakan tegas, tepat dan terukur dengan tertembaknya 6 dari 10 orang yang diduga sebagai anggota FPI pengikut MRS meninggal dunia, saat terjadi saling serang di Jln. Tol Jakarta-Cikampek, Km 50.

Peristiwa penyerangan terhadap Petugas Kepolisian Polda Metro Jaya, dengan tertembaknya 6 anggota FPI, mendadak viral di medsos dan berkembang dalam dua versi yang berbeda bahkan bertolak belakang antara penjelasan versi Polda Metro Jaya dan versi FPI.

Oleh karena itu publik harus benar-benar rational dalam memahami konteks permasalahan sebagaimana penjelasan resmi Kapolda Metro Jaya, publik juga harus memahami dengan saksama kondisi obyektif akhir-akhir ini dimana MRS dan kelompoknya sering resisten terhadap Penegakan Hukum dan sudah mengarah kepada terjadinya polarisasi antar masa kelompok FPI dan kelompok masyarakat yang mendukung penuh tugas Polri.

NEGARA HARUS TEGAKAN HUKUM NASIONAL.

MRS dan FPI seakan akan memiliki dan berada pada dunia lain atau dunianya sendiri dengan hukumnya sendiri, sehingga tindakan apapun yang dilakukan oleh Negara atas nama Hukum Negara, oleh HRS dan kelompoknya selalu dihadapi dengan resisten sampai pada tingkat mengancam keselamatan jiwa aparat Kepolisian yang sedang bertugas sebagaimana dalam kejadian tanggal 7 Desember 2020 dini hari di Tol Jakarta-Cikampek.

Terhadap peristiwa penyerangan dimana Polisi kemudian melakukan tindakan tegas, dan terukur dengan tertembak mati 6 dari 10 orang pengikut MRS, telah muncul penilaian pro dan kontra di kalangan masyarakat, ada sebagian yang menilai Polri sebagai melakukan pelanggaran HAM dan sebagian mayoritas masyarakat mendukung penuh tindakan tegas Polri terhadap MRS dan FPI yang dinilai membangkang tugas Polri menegakan hukum.

Pandangan masyarakat yang mendukung  tugas Penegakan Hukum termasuk tindakan membela diri aparat Polri saat terjadi penyerangan di Km. 50 Tol Jakarta- Cikampek meski membawa korban 6 anggota FPI tertembak mati, namun tindakan itu didasarkan pada argumentasi hukum berupa “pembelaan diri secara absolut (overmacht)” menurut pasal 48 KUHP dan “demi kepentingan umum” berdarkan pasal 18 UU No. 2 Tahun 2002, Tentang Kepolisian Negara RI.

Dengan demikian Polri tidak perlu ragu apalagi disalahkan disertai ancaman pihak-pihak tertentu yang hendak membawa kasus ini atas nama dan dengan dalil Pelanggaran HAM Berat. Tindakan tegas Polri dalam bentuk apapun di lapangan memiliki landasan hukum yang kuat, karena Hukum hanya memberi wewenang penuh kepada Anggota Polri termasuk “wewenang diskresi” untuk menentukan sendiri apa yang harus dilakukan berdasarkan penilaiannya sendiri pada saat di TKP.. (ML)




Dinas PRKP TTS Berkomitmen Tuntaskan Tiga Proyek Dari DAK 2020

 

Soe,Wartapedia.com  – Dinas Perumahan  Rakyat dan  Kawasan  Pemukiman  (PRKP) Kabupaten Timor Tenngah Selatan (TTS) melalui Kepala Dinasnya ,Jack Benu menyampaikan Komitmen mereka dalam menangani Proyek yang Menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) cadangan tahun 2020 dengan  Tiga Kegiatan yakni  Air minum, Sanitasi Dan Perumahan beroptimis dapat menyelesaikan tepat waktu.

Untuk  kegiatan-kegiatan tersebut memaafaatkan anggaran sebesar 19 Miliar lebih  dan kini realisasinya telah mencapai 70 persen.

Hal ini dikatakan Kadis Benu kepada media ini diruang kerjanya Selasa (8/12/ 2020). Ia menjelaskan “Dari Ketiga  Proyek tersebut,du a kegiatan yakni  Perumahan dan Sanitasi telah rercapai 100 persen dimana dananya dikelola oleh masyarakat melalui program pemberdayaan”.Ujar Jek sapaan dekatnya.

Lanjut pria murah senyum ini “Dua kegiatan dikerjakan sendiri oleh masyarakat yang dananya  langsung pada  kelompok dan kami dinas hanya mengawasi”, ujarnya.

Ia merincikan program sanitasi untuk 1267 KK yang  tersebar di 25 desa sedangkan perumahan diperuntukkan bagi  185 unit tersebar di 10 desa.

Sementara itu program air bersih melalui kontraktual dengan  lokasi di Mollo Barat dan  Fatukopa.

Lebih lanjut masi menurut Jack  walaupun pelaksanaan kegiatan memasuki triwulan ke-4 namun pihaknya Tetap optimis dapat selasai tepat waktu.karna kita  menggunakan tenaga  fasilitator dan Dinas juga telah bekerja sama dengan Dandim 1622 sehingga  semua lokasi didampingi oleh  para Babinsa.

“Kami Komitmen dan Optimis untuk pelaksanaan kegiatan tepat waktu karna selain tenaga fasilitator juga didampingi para Babinsa”,Tambahnya didampingi Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PRKP,Rudi Malo.(Muty).




Giat Patroli Oleh Tim Polres Lembata di Tenda Pengungsi Korban Vulkanik Ile Lewotolok

Lewoleba,Wartapedia.com  –  Anggota polres Lembata yang di pimpin oleh IPTU Abdul Malik.Kasubag Hum,IPDA Edy Sophian KBO Reskrim patroli pantau warga pengungsi.

Pantauan media ini pada Selasa (8/12/2020)  pukul 21.00.wita tepat di pelataran kantor Bupati lama, sejumlah anggota polres Lembata melakukan patroli dari tenda ke tenda dengan berjalan kaki.

Sasaran patroli dengan melihat situasi keamanan, menerima laporan para pengungsi dengan memantau gudang logistik dan dapur umum.

IPTU Abdul Malik kepada media ini mengatakan bahwa dirinya bersama rombongan saat ini memantau di posko utama dengan semua titik tenda pengungsian yang ada,

Dirinya bersama tim menghimbau kepada warga terdampak korban vulkanik gunung berapi Ile Lewotolok agar apabila ada yang mengeluh sakit akan segera kami sikapi dan kami bantu untuk mengantarkan pada posko kesehatan.

“Ini tugas kami dan kami tak boleh lengah dalam memantau situasi baik yang ada di posko utama atau di posko lainnya,”Ungkapnya.

Dirinya menambahkan untuk saat ini pada pantauan keamanan yang kami lakukan patroli dari pukul 19.00.wita hingga saat ini semua terpantau aman dengan memantau posko logistik,dapur umum dan situasi sekitarnya

“Untuk saat ini kami dari pihak polri dan TNI serta unsur lain tetap melakukan giat monitoring atau patroli dengan maksimal dihampir semua tempat pengungsi itu berada,”Katanya.

Dirinya juga menegaskan bahwa tak hanya pengungsi yang dipantau namun pada tempat umum lainnya dengan melihat situasi dapur bagi para relawan dan dapur yang ada di lokasi tempat keberadaan para pengungsi itu sendiri

“Meski diguyur hujan lebat dari tadi hingga sekarang, saya bersama rekan-rekan tetap semangat dan tidak patah arang dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab kami, “Pungkasnya.

Penulis.  : Roy

Editor.     : Mery




Kadis Pariwisata Lembata Dorong Paralayang Bertajuk Lembata New Normal Festival

Lewoleba,Wartapedia.com  – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Lembata Apolonaris Mayan kepada wartawan media wartapedia.com dengan tajuk Lembata new normal festival dengan tetap mengikuti standar protokol kesehatan, Senin (04/12//2020).

Apolonaris mengatakan untuk event nanti tepat tanggal 4-6 Desember 2020, Tidak hanya paralayang tetapi berbagai event yang akan dilaksanakan dimana ada pameran ekonomi kreatif fashion show dan masih banyak lagi.

“kegiatan ini bertujuan untuk mendorong agar masyarakat jangan berlarut dalam suasana covid namun kita dorong event agar masyarakat bangkit dan optimis dalam menggerakkan roda ekonomi meski ditengah badai Pandemi COVID-19 yang ada di kabupaten Lembata,sesuai instruksi presiden Jokowi tentang Pemilihan Ekonomi Nasional,”Ungkapnya.

Apol mrnambahkan berbagai persiapan secara internal maupun eksternal sudah di persiapkan secara baik dalam menyambut event ini,

“Tujuan paling utama kita adalah pemberdayaan Sumber Daya Manusia lokal dan nantinya berefek kepada masyarakat Lembata itu sendiri dan dalam tajuk Pemilihan Ekonomi Nasional,”Kata Apol.

Apol juga saat dikunjungi oleh awak media diruang kerjanya membeberkan bahwa jumlah atlit yang akan datang di kabupaten Lembata pada event Lembata new normal festival sebanyak limah puluh limah orang dengan pesawat yang di persiapkan oleh Danlanud dari pusat.

“Event ini juga mendapat respon positif dari kementerian pariwisata dan seluruh anggaran bersumber dari kementerian pihak dinas hanya sebagai tuan rumah dan fasilitator agar tercapainya tujuan bersama,”Pungkasnya.

Penulis. : Roy

Editor.    : Mery




Pengungsi: Terima kasih pak TNI, kami lebih mudah ke belakang.

 

Lewoleba,Wartapedia.com  – Dengan adanya pembangunan MCK ini, sangat memudahkan kami, jika kami ingin ke belakang.

Sebelum dibangun MCK, kami merasa setengah mati jika hendak ke belakang. Kami harus antri dalam waktu yang lama karena banyaknya pengungsi disini.

Demikian disampaikan oleh Lambertus Laba, salah satu Pengungsi dari Desa Lamaau, Kec Ile Ape Timur, Kabupaten  Lembata di Posko Pengungsian Aula Kantor Kelurahan Lewoleba Timur, Senin (7/12/2020)

Lebih lanjut, disampaikan ucapan terima kasih dari Penerima Manfaat MCK Bantuan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak,M.Sc, atas dibangunnya MCK ini.

“Untuk itu, dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada Pak TNI, atas dibangunnya MCK ini. Kami tidak antri lama lagi,” ucapnya.

Terpisah, Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya yang dalam hal ini diwakili oleh Dandim 1624/Flotim Letkol Czi Imanda Setyawan menyampaikan bahwa akan selalu memberikan yang terbaik kepada para pengungsi.

” Kami bersama unsur Pemerintah Daerah Kab Lembata dan seluruh komponen masyarakat yang tergabung dalam Satgas Tanggap Darurat, akan memberikan yang terbaik kepada masyarakat khususnya para pengungsi yang terdampak Erupsi Gunung Ile Lewotolok,” ungkapnya.

Dalam melayani para pengungsi tersebut, Dandim 1624/Flotim Letkol Czi Imanda Setyawan ST MIP, mengkoordinir Dandenkesyah 09.04.01 Kupang Letkol Ckm dr Agus Saptiadi, Dandenbekang IX-44-01 Kupang Letkol Cba David W dan Dandenzibang 1/IX Letkol Czi Hanif Tupen ST.

“Denkes membantu melayani di bidang kesehatan, Denbekang membantu melayani dibidang logistik dan Denzibang membantu melayani penyiapan sarana prasarana mendasar,”tutup Dandim 1624/Flotim.(penrem161ws)




DPW JPKP NTT Peduli Warga Pengungsi Erupsi Ile Lewotolok

 

Kupang,Wartapedia.com  – Dewan Pimpinan Wilayah Jaringan Pendamping  Kebijakan Pembangunan (DPW JPKP) provinsi  Nusa Tenggara Timur dalam menyikapi bencana alam gunung api Ile Lewotolok kabupaten Lembata telah mengirimkan relawan kemanusiaan untuk membantu korban terdampak erupsi yang berada di kamp pengungsian dan bekerja sama dengan satgas penanggulangan Bencana Kabupaten Lembata.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPW JPKP NTT, Rofinus Markus saat dihubungi media Wartapedia Senin (7/12/2010).

Rofinus mengatakan sampai dengan saat ini tim relawan kemanusiaan JPKP NTT masih berada pada lokasi pengungsian untuk membantu selain penyaluran bantuan sosial juga mendampingi para pengungsi terutama para lansia, bayi dan anak anak.

“Disini kami melihat keterbatasan tenaga relawan medis maka perlu adanya inisiatif koordinasi yang komunikatif antara Pemda dan elemen-elemen masyarakat dan ormas-ormas lokal agar dapat bersinergi untuk bekerjasama melayani pengungsi dengan baik,” Ungkapnya.

Dikatakan, Kondisi Para Pengungsi Pasca Erupsi tersebar di beberapa Posko Pemda (Posko Utama), Pos koordinasi lainnya seperti Gedung Sekolah, Aula Kelurahan juga tersebar di rumah-rumah warga sekitar kota Lewoleba dan masih kurangnya kebutuhan akan tikar, kasur spons, selimut, Pampers, obat-obatan, peralatan makan minum.

“Oleh karena itu JPKP NTT melalui posko JPKP peduli bertempat di sekretariat DPD JPKP Lembata membuka rekening donasi sumbangan dan partisipasi seluruh masyarakat secara spontanitas. sebagaimana misi JPKP yaitu membantu pelaksanaan program program pemerintah agar terlaksana sesuai rencana dan tepat sasaran,”Terangnya.

Dirinya mengakui bahwa JPKP hadir untuk membantu masyarakat yang sedang dirundung bencana dengan berbuat kecil dilingkungan terdekat demi suatu perubahan besar. 

“Kami mengajak Solidaritas untuk para pengungsi di Lembata dengan berdonasi lewat Posko JPKP. (Sekretariat DPD JPKP Kabupaten Lembata) Alamat RT 020, RW 008, Lingkungan Komak, Kelurahan Lewoleba Selatan, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata. Atau dapat disalurkan ke rekening donasi, Bank BRI, Nomor Rek: 0685-01-007387-53-2 a/n *DPD JPKP Kabupaten Lembata* Contak person: 0813-5313-9750, 0821-4597-0457,0821-1860-914,” Ajaknya.

Salam pengabdian tanpa syarat, JPKP siap melayani !!! (ML)