Tokoh Masyarakat Papua, Ajak Masyarakat Dukung Pemerintah

 

Papua,Mwartapedia.com– Tokoh politik di Papua Thaha Alhamid yang juga Sekjen Presidium Dewan Papua (PDP), mengajak warga yang ada di ujung timur Indonesia itu untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dalam mempercepat pembangunan disegala bidang.

“Mari kita dukung hal yang baik untuk bangun Papua,” kata Thaha dalam rilisnya  Senin (29/3/2021).

Kata dia, pemerintah pusat sangat memperhatikan kemajuan untuk masyarakat di Bumi Cenderawasih, sehingga hal itu patut untuk didukung.

“Banyak program atau kebijakan pembangunan di Papua yang dilakukan oleh pemerintah seperti pemberian Otonomi Khusus (Otsus), yang semua tahu bahwa kebijakan ini dibuat karena situasi politik di Papua,” katanya.

Lalu, wacana pemekaran daerah otonom baru (DOB) yang terus digaungkan meskipun mendapat pro dan kontra, seharusnya hal itu dipandang sebagai jalan tengah untuk mempercepat rentang kendali pemerintahan, dengan tujuan masyarakat yang belum tersentuh pemerataan pembangunan bisa tersentuh dan maju seperti daerah lainnya di Indonesia.

Thaha juga meminta agar keberpihakan kepada orang asli Papua (OAP) dalam berbagai bidang pekerjaan mendapatkan porsi yang tepat, terutama kaum muda sebagai generasi emas.

“Termasuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 adalah salah satu contoh konkret kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Papua ditunjuk jadi tuan rumah bukanlah yah gampang tetapi mempunyai maksud dan tujuan untuk pembangunan dibidang olahraga, baik infrastruktur dan SDM-nya,” katanya.

“Maka itu, anak-anak muda Papua juga harus memanfaatkan kesempatan emas yang ada saat ini. Sekolahlah yang tinggi untuk meraih cita-cita,” pungkasnya.(ML/IB)




AKPARNUS Sumut Kecam Pengeboman Gereja Katedral, Muhazir Siagian: Itu Prilaku Hina dan Tidak Berprikemanusiaan

Medan,Mwartapedia.com  – LPK AKPARNUS Sumatera Utara Mengutuk aksi bom bunuh diri didepan Gereja Katedral di Makassar sebagai bentuk prilaku yang tidak berprikemanusiaan.

Pagi ini,ledakan bom didepan gereja katedral di Makassar,diduga bom tersebut terjadi atas bom bunuh diri yang menewaskan beberapa orang.

Atas kejadian itu, Wakil direktur LPK AKPARNUS Sumatera Utara, Muhazir siagia, Senin,  29 Maret 2021 mengecam keras bagi pelaku tindakan teror, dan Meminta POLRI untuk segera melakukan tindakan yang terlibat dalam aksi yang tidak  berprikemanusiaan itu.

“LPK AKPARNUS Sumut mengutuk keras atas tindakan teror pengeboman yang terjadi di Gereja Katedral Makassar. Saat situasi pandemi yang tak kunjung usai dan sangat menyulitkan masyarakat, masih ada saja orang yang melakukan aksi tidak terpuji seperti itu. Itu sangat hina dan tidak berprikemanusiaan. Semoga para pelaku bisa segera ditangkap dan segera diusut tuntas oleh pihak kepolisian”. Ujar Muhazir Siagian, yang juga Wakil Direktur LPK AKPARNUS itu menghimbau

LPK AKPARNUS menghimbau kepada masyarat untuk tidak takut dan harus melawan seluruh  teror yang dihadapkan masyarkat.

“Segala bentuk teror yang berusaha menakut- nakuti masyarakat hari ini harus berani kita untuk melawan. Kita berharap kepada masyarakat untuk tidak takut terhadap segala upaya terorisme dan tetap berhati- hati serta terus siaga “ tutur Muhazir Siagian.

Ahmad Bakri Syahputra S.E Selaku Ketua Generasi Negarawan Indonesia Kab. deli Serdang menghimbau masyarakat agar tidak panik yang berlebihan, biar kanlah aparat kepolisian yang menangani kasus ini. Harapan saya mari lah kita segera membuat doa bersama agar kita bisa mendoakan negara ini aman, damai, tentram dan terhindar dari terorisme, tutup nya. (ML). 




Wali Kota Kupang Lantik Komisaris dan Direktur PT Sasando Baru

 

Kupang, Mwartapedia.com – Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, MM, MH hari ini, Senin (29/3) melantik Komisaris dan Direktur PT Sasando Baru masa bakti 2020-2025 serta sejumlah pejabat administrator dan pengawas di lingkup Pemerintah Kota Kupang. Pelantikan berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang dengan menerapkan protokol yang ketat. 

Jabatan Komisaris Utama PT Sasando Baru dipercayakan kepada Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE, M.Si, sementara jabatan Direktur PT. Sasando Baru dipercayakan kepada Simson Albertinus Lawa, SH, MH. Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Kupang, Drs. Agus Ririmasse, AP, M.Si dan Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si selaku saksi-saksi pelantikan serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang.  

Turut dilantik pada kesempatan tersebut dr. Ivyane Maria Imacullata Luanlaka sebagai Kepala Bidang Pelayanan pada RSUD S. K. Lerik, dr. M. Ihsan sebagai Kepala Bidang Perlindungan Perempuan pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang,  Ayub Petra E. Bayang Mauta, SH sebagai Lurah Nunbaun Sabu, Jane Juliana Ndaomanu, S.Sos sebagai Lurah Kayu Putih, Theresia Maria Inacio, AMD sebagai Kepala UPTD Pertamanan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Elfisbert Ga Loni, SH sebagai Kepala UPTD Penerangan Jalan Umum pada Dinas PUPR Kota Kupang serta Anna Mathelda Laazarus, SE sebagai Kasubag Tata Usaha UPTD Pertamanan pada DLHK Kota Kupang dan Devy Rocky Mbolik, S.ST sebagai Kasubag Tata Usaha UPTD Penerangan Jalan Umum pada Dinas PUPR Kota Kupang. 

Wali Kota Kupang usai pelantikan tersebut kepada media menyampaikan akan ada akselerasi khusus untuk penataan lampu dan taman. Perlu ada penataan yang lebih bagus untuk lampu jalan dan taman. Apalagi ada dua taman besar yang akan dibangun tahun ini dengan nilai ratusan miliar bantuan pemerintah pusat yakni taman Bundaran El Tari dan Bundaran Patung Kirab.

Kepada Direktur dan Komisaris PT Sasando Baru Wali Kota minta untuk mulai membangun perusahaan daerah tersebut mulai dari nol karena aset-aset yang lama hampir tidak ada. Selain itu, ada juga utang yang harus diselesaikan. Wali Kota optimis direktur yang baru merupakan orang profesional yang diharapkan bisa menata PT Sasando Baru jadi lebih baik.

 Sementara itu, ketika diwawancarai, kedua Kepala UPTD yang baru dilantik memastikan akan mengamankan program prioritas dan mempertahankan apa yang sudah diperjuangkan Wali Kota. Kepala UPTD Pertamanan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Theresia Maria Inacio, AMD mengakui saat ini sudah ada perubahan di Kota Kupang. Dirinya tinggal melanjutkan program Wali Kota saat ini yakni menjadikan Kota Kupang lebih hijau dan tidak gersang seperti anggapan orang luar selama ini. Mantan Kasie Pemerintahan di Kelurahan Kayu Putih itu mengaku tidak mau menargetkan yang muluk-muluk dulu, sebelum melihat kondisi riil di lapangan seperti apa. Namun yang pasti dia siap menyukseskan target Wali Kota untuk menjadikan Kota Kupang lebih bersih dan indah.

Hal senada juga disampaikan Kepala UPTD Penerangan Jalan Umum pada Dinas PUPR Kota Kupang, Elfisbert Ga Loni, SH mengaku belum punya rancangan khusus terkait tugas barunya ini. Dia berencana akan membahas langkah-langkah ke depan dengan rekan-rekan yang selama ini sudah menjalankan tugas ini serta berkonsultasi dengan Kepala Dinas PUPR. 

Direktur PT Sasando Baru, Simson Albertinus Lawa, SH, MH menyampaikan langkah awal yang dilakukannya adalah perubahan manajemen perusahaan, yang menurutnya sudah tiga tahun mati suri karena tidak ada pengurus. Pekerjaan lain yang harus diselesaikannya adalah soal utang baik berupa pajak maupun  operasional usaha juga renovasi gedung kantor. Dia berkomitmen untuk meneruskan program-program yang terhambat terutama bidang bisnis utama PT Sasando sebelumnya yaitu periklanan dengan memperbaiki titik-titik reklame yang menjadi sumber pendapatan. Simson juga berencana akan melakukan diversifikasi usaha baru yang tidak jauh dari bidang publikasi dan media. Karena penetapan anggaran tahun ini sudah dilakukan dan belum ada alokasi anggaran APBD untuk PT Sasando Baru, pihaknya akan berjuang mengupayakan dana sendiri untuk membiayai operasional mereka tahun ini. (ML/IB)




Isu Marak Dugaan Korupsi di Pemkab Cianjur, Menjadi Topik Menarik Diskusi Sejumlah Elemen Masyarakat

Cianjur,Mwartapedia.com – Isu mengenai dugaan korupsi yang mendera Kabupaten Cianjur pada pelaksanaan APBD 2019 makin menarik perhatian segenap elemen masyarakat, Jum’at ( 26/3/2021 ).

Bertempat di kantor Redaksi Berita Cianjur, sejumlah LSM, Ormas dan Organisasi Kemahasiswaan mendatangi Kantor Redaksi Berita Cianjur, Kamis (25/3/2021).Mereka juga mengundang Pusat Kajian Kebijakan Publik, Cianjur Riset Center (CRC), untuk berdiskusi dan membedah dugaan korupsi pelaksanaan APBD 2019. 

Pemberitaan dugaan korupsi senilai Rp1,2 T yang diduga kuat melibatkan Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, membuat geram banyak pihak. Terbukti, hasil dari diskusi tersebut akan dilanjutkan dengan kajian lebih dalam dan merencanakan menggelar aksi.

Organisasi dan lembaga yang hadir pada diskusi tersebut antara lain LSM Pemuda, PMII, Kamubac, Gerakan Pituin Cianjur (GPC), Dupa Institute, Cianjur People Movement (Cepot), serta dihadiri pula sejumlah wartawan.

Saat diskusi, Direktur CRC, Anton Ramadhan membeberkan secara detail terkait alur dugaan kejanggalan dan pelanggaran yang terjadi pada pelaksanaan APBD tahun anggaran 2019. Bahkan Anton juga menunjukkan semua bukti dokumen secara lengkap.

“Saya senang diundang teman-teman aktivis atau pergerakan di Cianjur. Saya buka semua hasil kajian CRC untuk bisa sharing dengan banyak pihak. Awalnya saya diundang teman-teman untuk berdiskusi di tempat yang ditentukan teman-teman aktivis, hanya saya menyarankan di Kantor Berita Cianjur karena banyak dokumen yang harus ditunjukkan,” ujarnya kepada Indonesia Top.

Menanggapi terselenggaranya diskusi tersebut, Ketua LSM Pemuda, Galih Widyaswara mengapresiasi CRC dan Berita Cianjur yang telah menjadi nara sumber. Menurutnya, diskusi tersebut bukan awal dan akhir, namun akan menjadi kegiatan berkelanjutan.

Galih mengatakan,” Diskusi bersama tersebut bertujuan untuk membedah APBD terkait keterbukaan dan pengawalan APBD Cianjur,” katanya. 

Hal tersebut dilakukan demi terciptanya percepatan pembangunan serta keterbukaan publik, agar masyarakat Cianjur cerdas dan mengetahui putaran APBD adalah milik masyarakat.

“Hasil diskusi tadi akan kami kaji lebih lanjut bersama teman-teman pergerakan di Cianjur. Kami juga akan merencanakan aksi tindak lanjut dari hasil diskusi pertama tadi,” ucapnya.

Sementara itu, perwakilan dari LSM Pemuda lainnya, Ridwan mengungkapkan, pihaknya akan mendesak Pemkab Cianjur untuk bisa menjelaskan dugaan korupsi yang terjadi. Bahkan ia pun mendorong agar aparat penegak hukum segera turun tangan.

“Kami sangat mengapresiasi CRC. Setelah dijelaskan CRC dengan bukti dokumen secara detail, kami jadi semakin jelas dan paham dari mana nilai Rp1,2 T yang sudah ramai diberitakan. Dugaan pelanggarannya sudah sangat kuat. Ini tak bisa dibiarkan, harus segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.(IB)




Ferdinand Hutahaean Kecam Pernyataan Veronica Koman di Medsos

Jakarta,Mwartapedia.com  –  Politisi Ferdinand Hutahaean mengecam pernyataan Veronica Koman yang mengatakan bahwa anak- anak di Papua Barat di “paksa nasionalis” oleh pemerintah.

Dalam pernyataannya itu, Veronica Koman menuding pemerintah lewat aparat keamanan TNI-Polri memaksakan anak-anak di Papua Barat untuk setia kepada NKRI. Hal itu disampaikan Veronica Koman lewat kicauannya di Twitter, seperti dilihat pada Sabtu 27 Maret 2021.

Dalam cuitannya tersebut, Veronica membagikan sebuah foto aparat TNI-Polri memakaikan ikat kepala merah putih kepada sejumlah anak-anak di Papua Barat.

Menanggapi peristiwa tersebut, Veronica Koman mengatakan, bahwa itu merupakan tindakan pemaksaan nasionalisme dari aparat terhadap anak-anak di Papua Barat.

“Forcing Indonesian nationalism to Indigenous West Papuan children. (red and white = Indonesian flag). (Memaksakan nasionalisme Indonesia kepada anak-anak Pribumi Papua Barat. (merah putih = bendera Indonesia),” kata Veronica Koman lewat cuitannya di Twitter.

Menanggapi kicauan Veronica Koman tersebut, Ferdinand Hutahaean dengan nada emosi menilai bahwa Veronica telah mempelintir makna dalam foto tersebut.

Hal itu, kata Ferdinand, terlihat jelas dari raut wajah anak-anak dalam foto tersebut yang tampak bahagia dan tidak menangis.

“Anak-anak Papua Barat di foto itu sama sekali tak nampak merasa dipaksa memakai ikat kepala merah putih” ujar Ferdinand.

“Hei pengkhianat, anak-anak itu bahagia dan tertawa mengenakan ikat kepala merah putih, tidak takut dan tidak menangis. TIDAK ADA PAKSAAN!,” geram Ferdinand Hutahaean ke Veronica Koman.

Ferdinand pun dengan nada sangat marah menyebut Veronica Koman sebagai penghianat NKRI.(ML)




Wujud Belasungkawa, Babinsa Sampaikan Duka Cita Dengan Tetap Terapkan Prokes

Kupang,Mwartapedia.com  –  Sebagai bentuk kepedulian dan wujud belasungkawa terhadap salah satu warga binaannya yang meninggal, Babinsa Kelurahan TDM/Kayu Putih Sertu Alexander Tanesib anggota Koramil 1604-01/Kupang Kodim 1604/Kupang menghadiri pemakaman Almarhum Bernad Daniel Tenis bertempat di RT 019 RW 005 Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Oebobo Kota Kupang, Senin (29/08/2021). 

Dalam acara pemakaman tersebut, dipimpin oleh Pendeta Adriana Malese Adonis yang turut dihadiri oleh Ketua RW 005 Bapak Frans Adu dan Ketua RW 006 Bapak Abdullah. 

Babinsa Sertu Alexander Tanesib menyampaikan ungkapan belasungkawanya kepada keluarga almarhum, mati kita bersama-sama mendoakan agar almarhum diberikan tempat yang layak disisi Tuhan Yang Maha Esa, dan juga kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan dan keikhlasan merelakan kepergian beliau. 

“Sebagai seorang Babinsa, dirinya dituntut untuk selalu peka dan peduli terhadap kesulitan dan kedukaan yang dialami oleh warga binaannya, yang dilakukanya kali ini merupakan bentuk simpati dan kepeduliannya terhadap warga binaannya yang sedang mengalami kedukaan,” ujarnya. 

Selain mengucapkan ikut berbela sungkawa, Babinsa juga memberikan dukungan moril kepada keluarga sebagai sarana untuk berinteraksi menjalin silaturahmi dengan warga masyarakat di wilayah desa binaan. 

“Dengan kehadiran Bhabinsa pada saat ada warga desa binaan yang meninggal dunia diharapkan dapat meringankan beban psikologis keluarga yang ditinggalkan, Semoga diberi ketabahan dan kekuatan serta mendoakan jenazah agar diampuni segala dosanya dan diterima seluruh amal ibadahnya”, sambung Tofan. 

Sertu Alexander juga menyampaikan dan menghimbau kepada seluruh warga yang hadir, agar dapat menerapkan protokol kesehatan yaitu dengan menggunakan masker, mecuci tangan dan menjaga jarak. Meskipun suasana kita lagi berduka, kita tetap harus menjaga kesehatan diri kita masing-masing guna memutus mata rantai penyebaran dari Covid-19. (Pendim1604/Kupang)




Ketua Gerakan Pemuda Ansor NTT Mengutuk Tragedi Katedral Makasar

 

Kupang, Mwartapedia.com  –  Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi  Nusa Tenggara Timur (NTT) mengutuk dan rasa simpati atas peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Makassar pada hari ini tanggal 8 Maret 2021 sekitar pukul 9.45.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor NTT, Ajhar Jowe saat ditemui..edia ini, Minggu (28/03/2021).

Kepada media ini, Ajhar mengatakan dirinya sangat mengutuk dan mengecam keras para pelaku bom bunuh diri yang sudah terjadi di Gereja Katedral Makasar.

“Kami mengutuk dan mengecam keras tindakan yang tidak manusiawi yang berlangsung di Gereja Katedral Makasar yang mana pada saat itu saudara kita yang beragama nasrani sedang menjalankan ibadah,” Ungkapnya.

Menurutnya tindakan yang telah dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab tersebut hanya akan merusak toleransi umat beragama.

“Saya mengajak pemuda dan seluruh elemen pemuda di NTT agar tetap menjaga kerukunan umat beragama untuk tetap kuat, tetap Soleh dan melawan pelaku kejahatan yang dengan mengatasnamakan agama,”Tambahnya.

Dirinya mengajak para pemuda di seluruh NTT untuk tetap menjaga toleransi umat beragama yang selama ini sudah terjalin dengan baik agar tetap.mempertahankan budaya yang ada

 “Saya mengajak kita agar tetap menjaga toleransi umat beragama, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan tetap mengamalkan Pancasila Undang-Undang Dasar 1945 dan Bhineka Tunggal Ika,”Ungkapnya. (ML)




Bom Makassar: Protokol Penanganan Ekstremisme-Kekerasan Tidak Boleh Kendor

Kupang,Mwartapedia.com  –  Hari ini, sekitar jam 10.30, telah terjadi peristiwa bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Jalan Kartini, Kota Makassar. 10 orang menjadi korban langsung dalam peristiwa tersebut.  Satu orang meninggal, yang diduga pelaku, dan 9 lainnya mengalami luka-luka yang terdiri dari 5 petugas keamanan gereja dan 4 orang jemaat gereja. Terkait dengan kasus bom bunuh diri tersebut.

SETARA Institute menyampaikan beberapa pernyataan berikut:

Pertama, SETARA institute mengutuk keras tindakan bom bunuh diri yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kedua, SETARA Institute menyampaikan simpati kepada para korban Bom Makassar dan seluruh umat Kristiani di Indonesia, dengan harapan semoga peristiwa tersebut tidak mengurangi kekhidmatan umat Kristiani yang sedang merayakan Pekan Suci tahun 2021 yang diawali dengan Minggu Palma hari ini.

Ketiga, dalam pandangan SETARA Institute, peristiwa bom bunuh di Makassar merupakan sinyal keras bagi seluruh pihak, terutama pemerintah untuk tidak pernah kendor dalam melaksanakan ‘protokol’ penanganan ekstremisme-kekerasan, baik di ranah pencegahan maupun penindakan. Ekstremisme-kekerasan yang didorong oleh stimulus ideologis tidak akan surut hanya karena pandemi dan tidak juga karena semakin baiknya perangkat instrumental (peraturan) dan institusional (kelembagaan) penanganan ekstremisme-kekerasan oleh negara. Di tengah konsentrasi tinggi pemerintah dalam penanganan dampak pandemi, perhatian pada penanganan ekstremisme-kekerasan tetap tidak boleh berkurang.

Keempat, SETARA Institute mendesak pemerintah untuk melakukan tindakan komprehensif dan terukur untuk memitigasi dan melakukan penegakan hukum yang presisi sesuai dengan kerangka negara hukum untuk menjamin keselamatan seluruh warga.

Dalam rangka mitigasi dan pencegahan, belum lama ini Presiden telah menandatangani Peraturan Presiden No 7 tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN-PE). Akselerasi penerapan Perpres tersebut secara komprehensif dan terukur mendesak untuk dilakukan dalam rangka mencegah berulangnya peristiwa seperti yang terjadi di Makassar hari ini.

Kelima, SETARA Institute juga mendesak pemerintah daerah dan elemen masyarakat sipil di daerah untuk berkontribusi signifikan bagi pencegahan ekstremisme-kekerasan dengan memupus lingkungan pemicu _(enabling environment)_ bagi terjadinya ekstremisme serta membangun lingkungan yang toleran dan inklusif, sehingga seluruh anak bangsa dapat hidup berdampingan secara damai _(peaceful coexistence)_ di tengah perbedaan dalam kebinekaan. Penerimaan atas kebinekaan merupakan prediktor utama bagi keberhasilan penanganan ekstremisme kekerasan dan bagi penguatan kebinekaan. (ML)

Narahubung:

*Ismail Hasani*, _Direktur Eksekutif SETARA Institute_, 0812-1393-1116

*Halili Hasan*, _Direktur Riset SETARA institute_, 0852 3000 8880




Umbu Agus: Tragedi Katedral Makasar Sangat Tidak Manusiawi

 

Kupang, Mwartapedia.com  – Tragedi yang terjadi di Gereja Katedral Makasar sangat tidak Manusiawi, karena sangat mengganggu psikologi umat kristien yang dimana umat kristen lagi merayakan Hari kemenangan Isha Almasih Yaitu Kisah kesengsaraan Tuhan Yesus.

Hal ini disampaikan oleh Umbu Agus mantan ketua Umum Gerakan Pembinaan Rohani Muda Katolik Sumba dan Aktivis PMKRI Cabang Kupang kepada media ini, Minggu (28/03/2021).

Umbu Agus mengatakan Minggu Palma merupakan hari dimana umat kristen sedang mengenang Tuhan Yesus memasuki kota Yerusalem, sebelum ia menjalani kisah senggsaranya, sampai mati di kayu salib, dan bangkit kembali yang dirayakan pada hari raya Paska Nanti.

“Maka dari itu kami mengutuk keras atas perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab atas perbuatan rersebut, “Tambahnya.

Dirinya mohon kepada pihak kapolri untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kami juga minta Kapolri sebagai pihak keamanan  untuk mengawal dan menjaga umat kristiani dalam perayaan Hari Raya Paska nanti sehingga bisa berjalan dengan baik,”Pintanya. (ML)




Korem 161/Wira Sakti dukung program penanganan Covid-19 melalui vaksinasi AstraZeneca.

 


Kupang, Mwartapedia.com – Korem 161/Wira Sakti mendukung penuh program pemerintah dalam rangka penanganan Covid-19, salah satunya melalui vaksinasi dengan Vaksin AstraZeneca.

Vaksin AstraZeneca ini aman dan terbukti efektifitasnya karena telah melewati  pengkajian lengkap dan komprehensif, Oleh karena itu, hari ini kita laksanakan pemberian Vaksin AstraZeneca kepada Prajurit TNI.

Demikian dikatakan Dandenkesyah 09.04.01 Kupang Letkol Ckm dr Agus Saptiady, Sp.An kepada awak media disela sela kegiatan Serbuan Vaksin AstraZeneca untuk TNI Wilayah Korem 161/Wira Sakti, Sabtu (27/03/2022) di RST Tk III Wira Sakti Kupang.

Serbuan Vaksin AstraZeneca ini dilaksanakan dalam waktu yang sama di tiga tempat yang berbeda, total sebanyak 800 dosis untuk 800 Prajurit TNI.

“Adapun pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di tiga tempat yaitu di RST Tk III Wira Sakti Kupang sebanyak 220 Prajurit TNI, di Makodim 1618/TTU sebanyak 150 Prajurit TNI  dan di RS Tk IV 09.07.04 Atambua sebanyak 430 Prajurit TNI” ungkap Dandenkesyah. 

Sementara itu Babinsa Ramil 1621-03/Mollo Utara Dim 1621/TTS Serda Alvonsius Manirili mengungkapkan rasa syukurnya karena mendapatkan vaksin AstraZeneca.

” Puji Tuhan, saya telah divaksin menggunakan Vaksin AstraZeneca, dan Vaksin AstraZeneca ini aman, sehingga saya selaku Babinsa  merasa percaya diri dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, sebagai medan perang maju ke medan laga untuk kita bersama sama melawan Covid 19,” ungkapnya penuh semangat.

Dalam kesempatan ini Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya yang diwakili oleh Kasrem 161/Wira Sakti Kolonel Inf Jemz Andre Ratu Edo dengan didampingi Plh Kasiops Kasrem 161/Wira Sakti meninjau secara langsung pelaksanaan pemberian Vaksin AstraZeneca.(penrem161ws)