Pasca Badai Siklon Seroja, Wadan Lantamal VII Pimpin Langsung Penyerahan Bantuan ke Pulau Rote

   

Kupang,mwartapedia.com  – Pasca Badai Siklon Seroja, Wadan Lantamal VII Kolonel Marinir Djentaju Suprihandoko, S.H., dengan menggunakan KRI Escolar – 871 memimpin langsung penyerahan bantuan ke masyarakat Rote Ndao secara simbolis bertempat di Dermaga Ba’a, Kab. Rote Ndao, Prov. NTT. Kamis (22/04/2021). 

Wadan Lantamal VII Kolonel Marinir Djentaju Suprihandoko, S.H., yang didampingi Asrena Danlantamal VII, Aslog Danlantamal VII, Dansatrol Lantamal VII, Danyonmarhanlan VII, Pasops Satrol Lantamal VII, Wakil Ketua Korcab VII DJA II  beserta pengurus yang setelah berlayar kurang lebih selama 3 jam dengan menggunakan KRI Escolar – 871 yang diKomandani Mayor Laut (P) Robith Darius Shidiq  dengan ABK 34 orang yang  bertolak dari Dermaga Multipurpose Pelabuhan Tenau Kupang setiba di pelabuhan Ba’a Rote Ndao disambut langsung oleh Bupati Rote Ndao Ibu Paulina Haning Bullu, SE., beserta jajaran Forkompinda Kab. Rote Ndao. 

Bantuan kemanusiaan ini berasal dari Posko Bencana Lantamal VII Kupang dan Satgas BUMN NTT. Adapun Bantuan yang didistribusikan Genset 1 Set, Beras 2 Ton, Mie 40 Dos, Selimut 500 Pcs, Handsanitizer 50 Botol, Masker 100 Set, Tenda 9 Koli, Rapid Test 2000 Pcs, Air mineral 70 Dos, Mie Instant 40 Dos dan Obat (Vit C, Bodrex, Minyak Kayu Putih). 

Selanjutnya bahan bantuan kemanusiaan yang ada berada geladak KRI Escolar – 871 di serahkan secara simbolis oleh Wadan Lantamal VII Kolonel Marinir Djentaju Suprihandoko, S.H., kepada pemerintah Daerah dalam hal ini yang menerima Bupati Rote Ndao Ibu Paulina Haning Bullu, SE., dan kepada Danlanal P. Rote Letkol Laut (P) Anis Latief.SE, M.Tr Hanla.MM., 

Wadan Lantamal VII Kolonel Marinir Djentaju Suprihandoko, S.H., dalam suatu kesempatan saat memberikan bahan bantuan menyampaikan “Bantuan logistik yang kita distribusikan ini semoga dapat membantu masyarakat di Kabupaten Rote Ndao yang saat ini terdampak bencana Badai Siklon Seroja”, Ujar Wadan Lantamal VII Kolonel Marinir Djentaju Suprihandoko, S.H.

Pada suatu kesempatan Bupati Rote Ndao Ibu Paulina Haning Bullu, SE., Mengucapakan terimakasih banyak kepada Wadan Lantamal VII Kupang bersama tim di Kab. Rote Ndao yang telah datang membantu dan meringankan beban.  

“Dengan Kehadiran ini, kami warga Rote Ndao merasakaan suka cita baru, karena sejak ditimpa bencana alam Badai Siklon Seroja, banyak hal merugikan masyarakat sepeti rumah roboh oleh angin,” ungkap Bupati Rote Ndao Ibu Paulina Haning Bullu, SE. 

Setelah menyerahkan bahan bantuan Wadan Lantamal VII Kolonel Marinir Djentaju Suprihandoko, S.H., beserta rombongan menuju ke Mako Lanal P. Rote untuk meninjau kondisi Mako Lanal P. Rote Pasca diporak porandakan oleh Badai Siklon Seroja. 

Kegiatan tersebut selaras dengan perintah harian Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dalam kutipan yang mengatakan jaga kepercayaan negara dan rakyat kepada TNI Angkatan Laut melalui kerja nyata yang bermanfaat bagi institusi, masyarakat, bangsa dan negara serta keberadaan TNI AL dimanapun berada harus bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Hadir dalam penyerahan bantuan : Danlanal P. Rote Letkol Laut (P) Anis Latief, S.E, M.Tr. Hanla.MM., beserta Ibu, Palaksa Lanal P. Rote Kapten Laut (P) Kis Budianto, Dandenpomal Lanal P. Rote Kapten PM Teguh Yulianto, Pasintel Lanal P. Rote Kapten Mar Abdulrohman, Kasatbek Lanal P. Rote Letda Laut Gatot, Ka. BP Lanal P. Rote Letda Laut (K) dr. Fajar, Dandim Rote Ndao, Kapolsek Lobalalan, Bupati Rote Ndao Ibu Paulina Haning Bullu, SE., Wakil Bupati Rote Ndao, Asisten 1 dan Asisten 2 Rote Ndao.

( Dispen Lantamal VII).





KKBM Kupang Peduli Korban Badai Siklon Seroja

 

Kupang, mwartapedia.com  –  Kerukunan  Keluarga Besar Maumere (KKBM)  melakukan aksi peduli  dengan membagikan paket sembako bagi warga asal Maumere yang tergabung dalam KKBM di Kupang  serta membedah salah satu rumah warga yang hancur akibat di terjang badai siklon Seroja yang sempat menghantam NTT pada tanggal 11/4/21 yang lalu.

Kegiatan aksi peduli ini berlangsung di Sekretariat KKBM yang bertempat di Belo, Kota Kupang, (20/04/2021).

Ketua KKBM Kupang, Drs Theodorus Da Cunha dalam sambutannya mengatakan bahwa aksi peduli yang dilakukan KKBM merupakan wujud kepedulian dari KKBM terhadap korban badai Siklon Seroja.

“Kegiatan KKBM ini kita bagi dalam beberapa sesi yakni pembagian  bingkisan paket sembako  dilanjutkan dengan acara bedah rumah yang melibatkan  para mahasiswa  yang tergabung dalam KKBM setelah itu dilakukan rapat internal para  anggota  yang tergabung dalam KKBM, dan dalam kegiatan ini juga kita diadakan Deklarasi KKBM guna menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan kita,”Ungkapnya.

Ditamtahkan bahwa jumlah anggota yang ada di KKBM berjumlah 350. Dan yang mendapat bantuan paket sembako berjumlah 70  kepala keluarga.

Ditempat yang sama, Sekretaris umum KKBM Kupang, Fidel Nong Nogor menjelaskan bahwa kegiatan aksi peduli  ini dilakukan sudah berulang kali dan mendapat sambutan dan respon yang baik dari warga KKBM  dan warga asal Maumere yang brlum tergabung dalam KKBM pada umumnya . 

Ditambahkan Fidelis, Kegiatan bansos maupun baksos yang dilakukan KKBM selama ini merupakan kegiatan untuk menumbuhkan rasa  kebersamaan  dan  kedekatan antara badan pengurus dengan para anggota sehingga timbul rasa  memiliki agar komunitas ini menjadi lebih besar dan erat.

“Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut untuk menjaga kebersamaan kita sebagai masyarakat yang tergabung dalam KKBM  untuk saling berbagi dan memberi dalam  keadaan susah khususnya dengan adanya Badai Seroja dan pandemic Covid – 19”, Tambahnya.

Sementara itu salah seorang penerima paket sembako, Yuliana Herenimus kepada media ini mengatakan bahwa apa yang di buat oleh KKBM sangat membantu warga yang terdampak badai Seroja 

“Saya mengucapkan limpah terima kasih kepada pengurus KKBM  yang begitu peduli kepada warga yang terdampak .semoga apa yang sudah di lakukan KKBM  kedepannya lebih di tingkatkan lagi terus melakukan aksi sosialnya bagi warga yang betul-betul membutuhkan bantuan.”Ujarnya.

Ditempat terpisah, salah satu penerima bedah rumah, Yasintus Sad menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh KKBM merupakan wujud kepedulian  yang besar bagi kami warga yang tergabung dalam KKBM .

“Saya ucapkan limpah terima kasih atas bantuan  bedah rumah ini ,dimana rumah saya hancur diterjang badai Seroja dan saya tidak menyangka akan mendapat perhatian seperti ini baik dari KKBM semoga KKBM  terus melakukan  aksi peduli bagi warga yang membutuhkan bantuan dan yang terdampak akibat badai Seroja,”Harapnya. (ML/IB)




Gerakan Meldy Hagur-Nabit Sebagai Contoh Gerakan Kartini Masa Kini Manggarai

 

Oleh: Odilia Jayanti Mahu, Dosen di STIE Karya Ruteng 

Manggarai, mwartapedia.com  –  Meldy Hagur merupakan ketua TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) di Kabupaten Manggarai. Mengutip RealitaNTT.com, wanita yang biasa disapa Meldy ini menyampaikan bahwa “kehadiran TP PKK Kabupaten Manggarai kedepannya tidak hanya sebatas organisasi isteri bupati dan wakil bupati, karena organisasi tersebut seharusnya merupakan organisasi kemasyarakatan yang memberdayaakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan” (RealitaNTT.com, 1 Maret 2021). Dalam hal ini saya beranggapan bahwa semangat ibu Meldy adalah semangat Kartini masa kini yang patut ditiru oleh anak-anak milenial.  Membuktikan pernyataan ini Ibu Meldy setiap hari seperti sedang berjualan, jalan dari satu komunitas ke komunitas yang lain guna memberi stimulus kepada kaum-kaum yang tadinya tak terlihat agar berkembang untuk memberi sumbangsih terhadap perkembangan perekonomian di bumi Congkasae baik dalam ranah lokal maupun global. 

Kaum tak terlihat, siapakan sebenarnya mereka itu? Jujur saja, selama ini Manggarai terlalu lama berada di zona nyaman. Saking lamanya, sampai “malas” untuk bangun dan melihat potensi sumber daya manusia yang jika diselami lebih jauh mampu menggerakan roda perekonomian. Pertanyaanya, mengapa demikian? Apakah karena kebijakan tidak pernah memberikan mereka ruang? Atau kebijakannya ada, tetapi sang pemangku kepentingan lebih memperhatikan diri sendiri ? Sudahlah jika mencari jawaban dari pertanyaan ini maka kita tidak akan bergerak maju. Biarkan yang berlalu tetap berlalu mari kita hidup untuk masa depan. 

Ibu Meldy Hagur sangat menyadari “cedera pembangunan” ini, tetapi saat itu beliau tak punya kuasa untuk mengubah dan mengangkat kaum terpinggirkan ke permukaan publik dan menyadarkan masyarakat luas bahwa “ini loh mereka, yang punya segudang bakat dan kemampuan yang memiliki nilai jual dan bisa mengembangkan usaha mikro kecil serta memberikan sumbangsih terhadap pergerakan industri kerajinan ekonomi kreatif (Ekraf) di tanah Nuca Lale ini”. Kaum terpinggirkan inipun seakan dianaktirikan. Mereka tak punya ruang untuk berekspresi. Suara mereka seakan bungkam, tak mampu berteriak kepada penguasa. Merekapun memilih untuk bermetamorfosis sendiri, mengasah kemampuan lebih bagus lagi,sehingga hari demi hari mampu menciptakan karya yang mengagumkan. Hingga tiba saatnya semesta seakan mendengarkan doa mereka, dikirimkan wanita yang sangat energik, cerdas, dan selalu tampil memukau dengan retorika bahasanya, gaya komunikasi yang persuasif mampu membuat mereka percaya  bahwa di tangan wanita ini kami bukan lagi kaum yang tidak dilihat, tetapi akan menjadi kekuatan besar untuk ikut bertisipasi dalam membangun Manggarai yang lebih baik lagi.  

Kehadiran Meldy Hagur-Nabit sungguh memberikan angin segar kepada kaum subalternitas atau mereka yang memiliki posisi tetapi tidak memiliki identitas (Morton, S. 2008 : 159) di bumi Congka Sae ini. Mereka kesulitan untuk memperkenalkan diri ke ranah global. Identias dalam konteks ini berarti nama khas yang akan menjadi tanda pengenal pada suatu hasil karya. Mengutip apa yang disampaikan oleh ibu Meldy bahwa “yang penting adalah kita harus memiliki brand, supaya mudah dikenal, sehingga produk kreatif lokal betul-betul menjadi tuan rumah di Manggarai” (News Report, 06 Maret 2021). 

Perjuangan ibu Meldy tentu saja tidak mudah. Hal yang paling sulit menurut saya adalah mengubah pola pikir atau mindset masyarakat terhadap pola penjualan manual ke berbasis oline. Bagi masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan tentu saja mudah dilakukan, tetapi bagaimana jika menyentuh komunitas ibu-ibu di desa? Sudah menjadi pengetahuan publik bahwa daerah Manggarai merupakan tempat produksi tenunan yang kualitasnya sangat bagus, sebut saja yang menjadi tenunan khas adalah kain Songke Manggarai dan kain Todo. Sebagian besar masyarakat yang memproduksi tenunan kain songke dan kain Todo adalah ibu-ibu yang tinggal di daerah Satarmese, Cibal, Reok dan masih ada beberapa tempat lainnya yang nota bene bermukim di Desa. Pola penjualan mereka adalah door to door. Tentu saja hal ini sangat tidak efektif, memakan waktu, tenaga dan uang. Ditambah lagi strategi penjualan ini sangat tidak cocok di masa pandemi covid-19. Indah Andayani, dll dalam artikelnya menjelaskan kendala pelaku UMKM dalam menghadapi situasi pandemu Covid-19 belum memahami cara pemasaran produk  secara digital, mulai dari pemfotoan, perancangan iklan, hingga publikasi produk di platform online (Andayani, I. 2021: 13). 

Oleh karena itu, hal ini merupakan tantangan bagi ketua TP PKK ini, yaitu menemukan solusi bagi pelaku UMKM di berbagai lapisan masyarakat Manggarai. Program pemberdayaan marketing berbasis digital mesti dilakukan. Hal ini bertujuan agar strategi penjualan konvensional dikurangi, masyarakat benar-benar merasakan perubahan sampai menyentuh berbagai aplikasi penjualan seperti shopee, lazada, buka lapak, promosi menggunakan alamat sosial media seperti facebook, Instagram, twitter, dll. Mengunjungi mereka, menyaksikan cara mereka bekerja sangat mudah dilakukan. Namun mengubah pola pikir sangat tidak mudah dilakukan. Apakah Ibu Meldy mampu membawa “perubahan” itu untuk kita semua di tanah Nuca Lale ini? Mari menunggu, sembari kita berharap semoga kesehatan selalu ada padanya, agar beliau bisa merealisasikan setiap rencana dan masyarakatpun menikmati hasilnya.  (ML/IB)




Danrem 161/Wira Sakti Kunjungi Uskup Agung Kupang

 

Kupang,mwartapedia.com   –  Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko.,S.I.P.,M.M melakukan kunjungan kepada Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang di Keuskupan Agung Kupang.

Kunjungan ini sebagai kunjungan perdana sejak menjabat sebagai Danrem 161/Wira Sakti.

Demikian disampaikan Kepala Penerangan Korem 161/Wira Sakti Mayor Inf Arwan Minarta dalam rilis tertulisnya, Selasa (20/04/2021) di Kupang.

Dalam kesempatan ini Uskup Agung Kupang mengucapkan selamat datang kepada Danrem 161/Wira Sakti.

“Selamat datang di Keuskupan Agung Kupang, dan selamat datang juga di Provinsi Nusa Tenggara Timur,” ungkap Uskup Agung Kupang.

Sementara itu Danrem 161/Wira Sakti memperkenalkan dirinya secara singkat, dilanjutkan dengan perbincangan tentang situasi dan kondisi secara umum wilayah di Provinsi NTT.(penrem161ws)




Langkah POLRI Tindak Tegas Pendeta Joseph Paul Zhang Harus Jadi Momentum Menindak Siapapun Penista Agama di Negeri Ini

 

Kupang, mwartapedia.com –  Sikap tegas Kapolri memburu Pendeta Jozeph Paul Zhang sebagai upaya paksa dalam penyelidikan dugaan tindak pidana penistaan agama, patut diapresiasi dan harus dijadikan momentum untuk menindak siapa saja di negeri ini yang mencoba-coba menista agama manapun.

Hal ini disampaikan oleh Petrus Selestinus, S.H sebagai Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) dan Ketua Tim Task Force Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP) dalam rilis yang diterima media ini, Selasa (20/04/2021).

Pernyataan Kapolri bahwa Tim Penyelidik Mabes Polri telah melakukan pencarian terhadap Jozeph Paul Zhang dalam rangka penyelidikan terhadap dugaan penistaan agama yang mendadak viral di media sosial, sungguh merupakan khabar baik bagi penegakan hukum khusuanya penista agama, terlebih-lebih karena Jozeph Paul Zhang mengaku sebagai Nabi ke 26 dll.

Pernyataan Pendeta Jozeph Paul Zhang tersebut tersebar secara luas melalui You Tube yang diberi judul Puasa Lalim Islam dan komentar lainnya yang konten ataupun muatannya dapat dikualifikasi sebagai tindak pidana penistaan agama dan ujaran kebencian melalui ITE.

Bentuk Tim Penyidik Khusus

Kapolri sebaiknya bentuk tim Pemburu dan Penyidik Khusus Penista Agama, demi merawat kebhinekaan dalam NKRI, karena akhir-akhir ini muncul banyak tokoh entah yang mengaku sebagai Ustadz maupun Pendeta dll. menggunakan ruang publik dan sosial media, membuat narasi yang berkonten menghina agama lain dengan mendewa-dewakan agamanya sebagai yang paling benar, tanpa rasa hormat terhadap hukum.

Karena itu upaya Polri memburu Pendeta Jozeph Paul Zhang, yang keberadannya diduga di luar negeri, wajib didukung oleh kita semua, karena ini merupakan awal yang baik bagi Polri dan bagi negara dalam “merawat kebhinekaan” dengan cara menuntaskan kasus-kasus tindak pidana penistaan agama di negeri ini, tidak hanya terhadap Jozeph Paul Zhang, tetapi juga terhadap Ustadz Waloni dkk. agar ditindak tanpa diskriminasi.

Sedangkan terhadap kasus dugaan penistaan agama yang dilaporkan oleh Masyarakat kepada Polri atas nama Terlapor Mohammad Rizieq Shihab (MRS) hingga kini tidak jelas pananganannya, padahal Kapolda Metro Jaya telah bertekad dengan slogannya tidak ada “gigi mundur” untuk kasus-kasus yang mengancam Kedaulatan Negara, Kebhinekaan dan Pancasila, namun belum ada langkah konkrit apapun.

Tangkap Jozeph Paul  Zhang dan Ustadz Waloni

Mari kita dukung Polri untuk segera tangkap dan tahan Pendeta Jozeph Paul Zhang dan proses hukum, tangkap dan tahan Ustadz Waloni karena ceramah yang dimuat pada beberapa video You Tube yang beredar luas di.masyarakat isinya menista agama dan memancing rasa permusuhan antar umat beragama, sehingga patut diduga sebagai telah menista agama.

Polri tidak boleh diskriminatif dalam bertindak dalam kasus-kasus sara, tidak boleh bertindak tegas hanaya ataa dasar tekanan massa dan bersikap diskriminatif juga atas dasar tekanan massa, padahal Polri bertindak untuk dan atas nama negara, karenanya tidak boleh takut atau ragu dalam bertindak.

Selain itu Polri diharapkan menjelaskan secara periodik kerja Tim Khusus kasus-kasus penistaan agama sebagai wujud komitmen pemerintah merawat kebhinekaan, menjaga persatuan dan menjaga ideologi negara Pancasila.(Ml/IB)




Tradisi Pelepasan Pejabat Lama Danrem 161/Wira Sakti.

 

Kupang,mwartapedia.com  –  Menurut hitungan saya, kurang lebih saya bertugas sebagai Danrem 161/Wira Sakti, selama 9 bulan 11 hari. Dalam kurun waktu tersebut, bersama sama Kasrem, Para Kasi, Para Dandim jajaran dan Para Danka Balak Aju Kodam IX/Udayana, kita semua saling bahu membahu melaksanakan tugas, terutama dan pertama tugas dari komando atas, sekaligus menjabarkan tugas tugas kita yang disesuaikan dengan kondisi Provinsi NTT.

Hal tersebut disampaikan Kasdam XVI/Pattimura Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya selaku Pejabat Lama Komandan Korem 161/Wira Sakti pada Acara Tradisi Pelepasan Pejabat Lama Komandan Korem 161/Wira Sakti,  Selasa (13/04/2021) di Aula Sudirman Makorem 161/Wira Sakti.

Dalam kesempatan tersebut Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya memberikan pesan dan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota Jajaran Korem 161/Wira Sakti atas pelaksanaan tugas yang telah dilaksanakan selama ini.

“Apa yang telah diberikan kepada saya, tidak boleh sama, jadi harus diberikan yang lebih kepada Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo W.R. Jatmiko,S.I.P.,M.M, dan terima kasih kepada Kasrem, Para Kasi, Para Dandim dan Para Danka Balak Aju Kodam IX/Udayana serta seluruh anggota Jajaran Korem 161/Wira Sakti,” ungkap Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya.

Sementara itu, Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo W.R Jatmiko,S.I.P.,M.M dalam sambutannya memperkenalkan diri secara singkat sekaligus memberikan arahannya.

“Apa yang telah diberikan kepada beliau ( Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya-red), saya mohon dengan sangat jangan dikurangi, syukur-syukur dilebihkan, sehingga kita semua dapat melaksanakan tugas kita bersama dengan baik. Mari kita bekerjasama dengan baik, Mari bergotong royong, kemudian kita all out melaksanakan tugas kita,” tegas Danrem 161/Wira Sakti.

Usia Acara Penyerahan Cindera Mata kepada Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya dari Danrem 161/Wira Sakti, Kasrem 161/Wira Sakti, Para Dandim Jajaran, Para Dan Kabalak Aku Kodam IX/Udayana, dilaksanakan sesi foto bersama, dan Acara Tradisi Pelepasan Pejabat Danrem 161/Wira Sakti di Luar Ruangan.

Sebelum kegiatan Acara Tradisi Pelepasan Pejabat Lama Danrem 161/Wira Sakti ini, terlebih dahulu dilaksanakan Apel Luar Biasa oleh Pejabat Lama dan Pejabat Baru Danrem 161/Wira Sakti yang di ikuti oleh anggota Korem 161/Wira Sakti.

Hadir dalam kegiatan ini Ibu Ketua Persit KCK Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana, By Diana Samuel Hehakaya, Kasrem 161/Wira Sakti, Para Kasi Kasrem 161/Wira Sakti, Para Dandim Jajaran yang tidak terdampak bencana beserta Ketua Persit KCK Cabang, Para Danka Balak Aju Kodam IX/Udayana dan Pengurus Persit KCK Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana.(penrem161ws)




Diduga Ada Main Mata Diskominfotik, Tarkim dan Satpol PP Bekasi Dengan PT IBS Pada Pembangunan Tower di Desa Mangun Jaya



Bekasi,mwartapedia.com  – Diduga ada permainan kotor dan main mata  Diskominfotik, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang dan Satpol PP Kabupaten Bekasi dengan Perusahaan Pembangun Tower, terkait maraknya bangunan Tower tanpa izin di wilayah Kabupaten Bekasi yang menjadi basis pengawasan ketiga Dinas tersebut, namun tak ada tindakan tegas dalam implementasinya di lapangan, salah satunya yang berlokasi di Rt 002, Rw 013, Kampung Rukem, Desa Mangun Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi,(18/04/2021).

Hal tersebut di ketahui jelas berdasarkan keterangan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi yang mengeluarkan pernyataan jelas tertanggal 22 Maret 2021, sebagai jawaban dari DPMPTSP atas pengaduan Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kab.Bekasi, Irwan A, bernomor : 503/53-7/IEVDAL/DPMPTSP/III/2021 terkait adanya pembangunan Tower di Rt 002, Rw 013, Kampung Rukem, Desa Mangun Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, terindikasi tak berizin lengkap.

Entah memang kurang Koordinasi atau kurang Komunikasi antar Dinas, atau ada main mata yang mungkin diduga kuat Dinas Kominfotik dan Satpol PP telah menerima upeti dari PT INTI BANGUN SEJAHTERA.Tbk (IBS), sehingga tidak ada tindakan berarti seperti penyegelan kegiatan atau Satpol PP Line yang dilakukan di lokasi pembangunan Tower tersebut, hal itu di ungkapkan oleh Ketua DPC Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Irwan A, saat dimintakan tanggapannya oleh Awak Media, bahwa,” Ini sangat aneh sekali..sebab pengaduan yang saya lakukan atas nama organisasi kewartawanan pada tanggal 15 Maret 2021 sudah di jawab oleh DPMPTSP bahwa pembangunan tower yang dilakukan oleh PT INTI BANGUN SEJAHTERA.Tbk (IBS) tidak ada izin…bahwa menurut Kepala DPMPTSP, sejak 2010 sampai dengan 2021 PT INTI BANGUN SEJAHTERA.Tbk (IBS), perusahaan tersebut belum mengajukan perizinan apapun ke Kepala DPMPTSP, dimana dalam surat jawaban tersebut telah di tanda tangani oleh Kepala DPMPTSP, Yanyan Akhmad Kurnia, dengan surat tembusan ke Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang serta Kasatpol PP namun sampai saat ini belum ada tindakan kongkrit yang dilakukan oleh Dinas Kominfotik, Tarkim dan Satpol PP Kab. Bekasi selaku eksekutor penegak perda terkait pembangunan yang tak memiliki IMB tersebut,” ungkap Irwan.

“Hal tersebut sudah pernah kami tanyakan pada keduanya baik Dinas Kominfotik maupun Kasatpol PP yang mana pada saat itu Kasatpol PP di wakilkan oleh Sekertarisnya, Deni dan disaksikan oleh Kabidnya, Kadarusman namun seolah permasalahan ini tidak berarti dimata mereka, kendati hal tersebut telah di jelaskan secara tertulis oleh Kepala DPMPTST dan PT INTI BANGUN SEJAHTERA.Tbk (IBS), dan sudah di surati sebelumnya oleh Kepala Desa Mangun Jaya namun tak pernah di jawab, kemudian persoalan inipun sudah disampaikan dengan jelas pada Kadarusman untuk diteruskan pada Kasatpol PP Dodo Hendra Rosika S.IP, M.M namun tak pernah ada jawaban pasti tentang tindakan apa yang mereka lakukan selaku ASN yang Notabene bekerja dengan mendapatkan gaji dari pajak rakyat,” tandas Ketua DPC AWI.

Lebih lanjut Irwan menegaskan, bahwa,” Melihat gelagat seperti ini patut diduga Diskominfotik dan Satpol PP Kab. Bekasi telah menerima suap atau upeti dari PT INTI BANGUN SEJAHTERA.Tbk (IBS) sehingga mereka tidak mau melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta kewajibannya, nanti kami dari AWI akan komunikasi intensif dengan Inspektorat dan BKD serta Sekda Kab. Bekasi terkait kenapa memelihara pegawainya yang tidak mau bekerja sesuai Tupoksinya dan kenapa hal tersebut terjadi dibiarkan saja tanpa pengawasan dari pihak Inspektorat maupun BKD dan Sekda selaku struktural tertinggi di ASN, sebab kalau orang-orang seperti ini di biarkan terus  bekerja, akan banyak daerah dan negara di rugikan dengan melalaikan Tupoksinya sehingga PAD tidak tercover akibat ulah mereka yang malas bekerja namun mengharapkan gaji tetap lancar, dan dapat di bilang “ASN Makan Gaji Buta”…..begitulah Kura-kura,” pungkas Ketua DPC Aliansi Wartawan Indonesia, Irwan.A.

Berdasarkan penelusuran Awak Media dilokasi pembangunan , memang tidak terlihat ada segel yang terpampang baik dari Diskominfotik maupun Satpol PP dan hal tersebutpun ditanyakan Awak Media pada warga setempat mengenai ada atau tidaknya dari Pemda yang datang menyegel lokasi tersebut, warga setempat mengatakan, “Tidak ada orang dinas yang datang, baik Satpol PP atau yang lainnya untuk menyetop pekerjaan pembangunan tower itu (seraya menunjuk ke arah Tower-Red), yang ada mereka berhenti sementara karena pakerjaan mereka sudah selesai dan akan di lanjutkan lagi,..mungkin habis lebaran atau kapan saya tidak tahu,” ungkap warga setempat yang membuka warung di lokasi pengerjaan.

Ketika Awak Media mengkonfirmasi Kades Mangun Jaya, Jayadi Said terkait surat yang dilayangkan Desa sudah ada atau belum jawaban dari PT INTI BANGUN SEJAHTERA.Tbk (IBS), Kades Jayadi Said menegaskan,” Sampai saat ini belum ada jawaban, surat yang kita kirimkan ke PT INTI BANGUN SEJAHTERA.Tbk (IBS),” tegas Jayadi Said. (ML/IB)




KRI Semarang-594 Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Pulau Alor

 

Kupang,mwartapedia.com  – KRI Semarang-594 dengan mengunakan Landing Craft Unit (LCU) nya menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Pulau Alor, di Dermaga Kalabahi, Kabupaten Alor, NTT. Jumat (16/04/2021).

Setelah sebelumnya menyalurkan Bantuan kemanusiaan di Lembata dan Pulau Adonara, hari ini Jumat, (16/04) KRI Semarang-594 tolak dari Pelabuhan Lewoleba, Kabupaten Lembata menuju Pulau Alor untuk mendistribusikan Bantuan Kemanusiaan bagi Masyarakat Kabupaten Alor yang terkena bencana banjir bandang dan tanah longsor akibat Badai Siklon Tropis Seroja beberapa waktu yang lalu.

Landing Craft Unit (LCU) KRI Semarang-594 dikerahkan mengingat keterbatasan Dermaga Kalabahi Alor sebagai fasilitas sandar yang belum memadai untuk seukuran KRI SMR-594. Oleh karena itu, 2 unit LCU yang membawa bantuan dari KRI Semarang-594 di angkut ke Pulau Alor tepatnya di dermaga Kalabahi, Kabupaten Alor.

Bantuan yang diangkut oleh LCU-1 SMR 459-1 dan LCU-2 459-2 dipindahkan ke kendaraan truck menuju Posko BPBD Kab. Alor sebagai Posko Utama Banjir bandang dan kemudian didistribusikan ke 18 Kecamatan yang terdampak di Kabupaten Alor

Adapun bantuan kemanusiaan yang didistribusikan di Kabupaten Alor berupa sembako, obat-obatan, mie instan, selimut, perlengkapan bayi, pakaian, air mineral dan kebutuhan lainnya yang dapat langsung digunakan oleh para korban bencana alam. 

Sebelum bantuan didistribusikan ke lokasi terdampak di Kabupaten Alor, Komandan Lantamal VII Kupang Laksma TNI IG. Kompiang Aribawa, CHRMP., selaku Dansatgas Penanggulangan Bencana TNI AL menyerahkan paket bantuan secara simbolis kepada Sekda Kabupaten Alor yang mewakili Bupati Alor Bapak Drs. Soni Alelang, Serta didampingi oleh Palaksa KRI SMR-594 Mayor Laut (P) Salam.

Komandan Lantamal VII Laksma TNI IG. Kompiang Aribawa, CHRMP., dalam sambutannya menyampaikan bahwa, semoga bantuan yang kami bawah ini, dapat segera tersalurkan kepada masyarakat yang terdampak di Kabupaten Alor

“Kami berharap semoga masyarakat Kab. Alor yang terkena bencana segera pulih dan bangkit seperti sedia kala,” ucap Danlantamal VII didepan Forkopimda dan OPD daerah Kabupaten Alor yang hadir di Pelabuhan Kalabahi.

Operasi kemanusiaan ini sejalan dengan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., agar prajurit TNI AL sesegera mungkin berada di garis depan dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat yang sedang ditimpa musibah bencana.

(Dispen Lantamal VII)




Prajurit Lantamal VII Kerja Bakti massal pasca bencana Alam badai Siklon tropis seroja

Kupang,mwartapedia.com  –  Prajurit Lantamal VII mengikuti kegiatan kerja bakti massal pasca bencana Alam badai Siklon tropis seroja di Provinsi NTT bersama TNI Polri dan Perangkat Daerah Prov. NTT, di sepanjang jalan Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT. Jumat (16/04/2021).

Dampak dari badai siklon tropis seroja yang menerjang wilayah NTT beberapa waktu yang lalu banyak mengakibatkan pohon-pohon yang ada di sepanjang jalan tumbang atau roboh. Hal tersebut sangat mengganggu pemandangan dan kelancaran arus lalu lintas, karena mobil akan berjalan pelan dan hati-hati saat melewati tumpukan kayu dan daun bekas pohon tumbang tersebut.

Kegiatan kerja bhakti massal pasca bencana alam badai siklon tropis Seroja yang melanda di Provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya di Kota Kupang dilaksanakan bersama instansi terkait pemerintah daerah setempat, TNI dan Polri yang telah ditunjuk dalam surat Gubernur NTT No : 660.2/7/BU1.3

bertujuan membersihkan penumpukan sampah yang berada dimana-mana dan akibat pemotongan dahan atau ranting pohon yang tumbang di sepanjang jalan.

Adapun instansi yang melaksanakan kegiatan kerja bhakti massal kali ini antara lain :Personel Lantamal VII Kupang, Dinas sosial Prov. NTT, Dinas kesehatan Provinsi NTT,  Dinas kepemudaan dan olahraga Prov. NTT, Dinas lingkungan hidup dan kebersihan Kota Kupang dan Guru beserta murid  SMK Negeri 7 Kupang.

Dalam pelaksanaan kerja bakti tersebut untuk koordinator dan pengaturan lokasi kerja bhakti yaitu Dinas Sosial (Depan RSAL – Gereja Laharoi Namosain), Dinas Kesehatan (Gereja Laharoi Namosain – Jembatan timbang Namosain), Lantamal VII Kupang (Jembatan timbang Namosain – Cabang Puskesmas Alak) dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Cabang Puskesmas Alak – Pos Pol Nunhila).

Dalam aksinya, prajurit Lantamal VII secara bergotong royong dengan Personel TNI Polri dan masyarakat membersihkan lingkungan sekitar jalan yang dipenuhi sampah, terutama sampah pepohonan. Berkat kerja keras mereka, dalam sekejap ruas jalan penghubung benar-benar terbebas dari sampah pepohonan dan menjadi bersih.

Danlantamal VII Laksamana Pertama TNI IG. Kompiang Aribawa, CHRMP., dalam kesempatan terpisah menyampaikan apresiasi atas kegiatan bersih-bersih dalam menjaga kebersihan lingkungan dan pemeliharaan infrastruktur serta membantu pemulihan dampak bencana khususnya mengembalikan fungsi bagi kelancaran dan keamanan para pengguna jalan.

Kegiatan kerja bakti massal tersebut selaras dengan perintah harian Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dalam kutipan yang mengatakan Agar Menjaga kepercayaan negara dan rakyat kepada TNI Angkatan Laut melalui kerja nyata yang bermanfaat bagi institusi, masyarakat, bangsa dan negara serta keberadaan TNI AL dimanapun berada harus bermanfaat bagi masyarakat sekitar. (Dispen Lantamal VII)




Sukseskan Program Strategis Nasional, Warga Baumata Timur Dukung Pembngunan Bendungan Manikin

 

Kupang,mwartapedia.com  – Pembangunan Bendungan Tefno-Manikin sebagai program strategis nasional didukung penuh oleh seluruh lapisan masyarakat di Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang yang dalam hal ini masyarakat yang terdampak langsung akan pemanfaatan dari pembangunan Bendungan yang dibangun di atas lahan seluas 200 Hetar.

Dukungan itu disampaikan langsung oleh Danial Baitanu selaku tokoh masyarakat terdampak pada pembangunan bendungan Tefmo -Manikin, tepatnya di  Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang yang menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung dan akan mengajak seluruh masyarakat terdampak untuk bersama-sama mendukung Program Strategis Nasional yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Pembangunan Bendunganan Tefmo – Manikin. 

“Pembangunan Bendungan Tefno-Manikin yang dikerjakan oleh pemerintah pusat tersebut sangat penting untuk kami masyarakat Taebenu, makanya kami mendukung penuh, karena kami tau akan pemanfaatan kedepannya, makanya semua masyarakat Taebenu diharapkan sama-sama mendukun program pemerintah pusat untuk kita warga Kabupaten Kupang bahkan NTT pada umumnya,”Ungkap Danial Baitanu.

Danial Baitanu juga menjelaskan bahwa dengan dibangunnya Bendungan Tefmo-Manikin tentunya sangat berguna bagi masyarakat sekitar, karena sebagian besar mata pencarian penduduk setempat adalah petani dan ia meyakini bahwa Bendungan Tefmo-Manikin pasti akan menjadi salah satu objek wisata, dan tentunya dapat meningkatkan pendapatan sehingga perekonomian masyarakat sekitar akan berubah ke arah yang lebih baik.

Terkait proses ganti rugi yang telah dijanjikan oleh Pemerintah, Daniel Baitanu berharap agar dapat terealisasi dalam waktu dekat, sehingga dapat meminimalisir isu negatif di kalangan masyarakat terdampak, sehingga tidak berdampak pada terciptanya situasi yang tidak kondusif di wilayah sekitar pembangunan Bendungan Tefmo – Manikin.

Ia  menegaskan bahwa  pihaknya sangat mendukung Program Strategis Nasional dalam hal ini Pembangunan Bendungan Tefmo – Manikin, dan untuk aset dari lahan yang belum dilakukan proses ganti rugi, dikomunikasikan dengan PPK pengadaan tanah, Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, sehingga realisasi ganti rugi lahan dapat bejalan sesuai dengan Action Plan pembebasan lahan Bendungan Tefmo -Manikin yang ditetapkan oleh pihak Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II.

Secara terpisah Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II, Ir. Agus Sosiawan, M.E menghimbau kepada seluruh masyarakat terdampak untuk bersama-sama menyuskseskan proses tahapan Pembangunan Bendungan Tefmo – Manikin.

Menurut Kepala Bapai Wilayah Sungai (BWS), Agus Sosiawan bahwa tujuan utama pembangunan Bendungan itu tidak lain untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian dan kebutuhan air bersih di Kabupaten Kupang, Kota Kupang, sehingga diharapkan seluruh masyarkat  tidak terpancing dengan adanya isu-isu provokatif dari pihak-pihak tertentu untuk mengggagalkan program nasional yang  saat ini dalam proses pembangunan.

“Kami terus mendorong  dengan menciptakan komunikasi yang baik antara masyarakat dan pelaksana kebijakan Pemerintah Nasional, untuk menyelesaikan permasalahan yang ada sehingga tidak mengganggu proses pembangunan Bendungan Tefno-Manikin yang saat ini progresnya sudah mencapai ± 25 persen” Ungkap Agus Sosiawan. (ML/IB)