BRI Peduli Salurkan Beasiswa untuk 59 Mahasiswa UNIKA Weetebula di Sumba Barat Daya

Sumba Barat Daya, nwartapedia —  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Program BRI Peduli kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di daerah melalui penyaluran bantuan beasiswa kepada mahasiswa Universitas Katolik Weetebula, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Penyerahan beasiswa berlangsung pada Selasa (12/5/2026) di Aula UNIKA Weetebula. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Pjs Pemimpin Cabang Bank Rakyat Indonesia Waikabubak, Raimond Lukito Widiatmo, kepada Rektor UNIKA Dr. Wilhelmus Yape Kii, S.Pt., M.Phill., M.A. Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla.

Dalam program tersebut, sebanyak 59 mahasiswa menerima bantuan beasiswa masing-masing sebesar Rp5 juta.

Penerima terdiri dari 10 mahasiswa kategori berprestasi dan 49 mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Para mahasiswa penerima berasal dari semester 2, 4, dan 6.

Pjs Pemimpin Cabang BRI Waikabubak Raimond Lukito Widiatmo mengatakan bahwa Program BRI Peduli Beasiswa merupakan bentuk nyata kepedulian BRI terhadap dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Sumba Barat Daya.

“Program BRI Peduli Beasiswa ini merupakan wujud nyata komitmen BRI dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan SDM, khususnya bagi generasi muda di Kabupaten Sumba Barat Daya. Kami berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi mahasiswa untuk terus belajar, berprestasi, dan menyiapkan diri menjadi generasi unggul yang berintegritas serta mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah maupun bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UNIKA Weetebula Dr. Wilhelmus Yape Kii menyampaikan apresiasi kepada BRI atas dukungan yang diberikan kepada mahasiswa UNIKA. Ia menjelaskan bahwa para penerima beasiswa merupakan hasil seleksi ketat dari total 112 mahasiswa yang mendaftar dan sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada BRI atas dukungan yang diberikan kepada mahasiswa UNIKA. Semoga kerja sama yang baik ini dapat terus terjalin dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi dunia pendidikan,” ungkapnya.

Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla juga menyambut baik dukungan BRI terhadap sektor pendidikan di wilayahnya. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak guna menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan BRI Peduli, Bank Rakyat Indonesia terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, termasuk dalam mendukung akses pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda Indonesia. *




Dinas Pertanian Kota Kupang Bahas Standar Pelayanan Publik untuk Tingkatkan Kualitas Layanan Pertanian

Kupang, nwartapedia.com  —  Dinas Pertanian Kota Kupang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui penyusunan Standar Pelayanan Publik yang menjadi acuan dalam pelaksanaan tugas pelayanan teknis di bidang pertanian.

Sekretaris Dinas Pertanian Kota Kupang, Marthina O. Ratoe Oedjoe, mewakili Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus A.B.H. Da Costa, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan yang berlangsung di Kupang, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan pelayanan publik yang sesuai dengan asas pemerintahan yang baik, setiap penyelenggara pelayanan publik wajib menetapkan standar pelayanan yang jelas dan terukur.

Menurutnya, Dinas Pertanian Kota Kupang sebagai perangkat daerah teknis yang menyelenggarakan pelayanan publik melalui Bidang Peternakan, Bidang Veteriner, serta Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian perlu menetapkan standar pelayanan bagi petani, kelompok tani, peternak, pengusaha ternak, hingga Rumah Potong Hewan (RPH).

“Standar pelayanan ini penting agar seluruh proses pelayanan teknis kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan memberikan kepastian pelayanan,” ujarnya.

Sebagai langkah penyusunan standar pelayanan tersebut, pada 21 Mei 2026 Dinas Pertanian Kota Kupang menggelar forum pembahasan draf Standar Pelayanan Publik yang berlangsung di Aula Dinas Pertanian Kota Kupang.

Kegiatan itu menghadirkan berbagai unsur terkait, di antaranya tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, masyarakat pemanfaat layanan,

Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Orta) Sekretariat Daerah Kota Kupang, serta bidang-bidang teknis di lingkup Dinas Pertanian Kota Kupang.

Forum tersebut menjadi wadah diskusi bersama untuk menyempurnakan draf standar pelayanan sehingga nantinya dapat menjadi pedoman resmi dalam pelaksanaan pelayanan publik di sektor pertanian dan peternakan di Kota Kupang. 

Melalui penyusunan standar pelayanan ini, Dinas Pertanian Kota Kupang berharap pelayanan kepada masyarakat dapat semakin profesional, akuntabel, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di bidang pertanian dan peternakan secara optimal. (MI)




Dinas Pertanian Kota Kupang Intensifkan Pengawasan Pemotongan Babi untuk Cegah ASF dan Lindungi Kesehatan Masyarakat

Kupang, nwartapedia.com — Dinas Pertanian Kota Kupang melalui Bidang Veteriner meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pemotongan babi di luar Rumah Potong Hewan (RPH) resmi sebagai langkah pencegahan penyebaran African Swine Fever (ASF) yang saat ini mulai berkembang di sejumlah daerah.

Sebagai penanggung jawab operasional pemotongan hewan, khususnya di RPH Oeba, Bidang Veteriner melakukan pemantauan, pengawasan, serta pembinaan kepada lapak dan kios penjual daging babi di Kota Kupang.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus A.B.H. Da Costa, S.Sos, M.Si menjelaskan bahwa pengawasan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini terhadap penyebaran ASF sekaligus memastikan daging babi yang beredar di masyarakat tetap aman dikonsumsi.

“Pemerintah terus melakukan pengawasan dan pembinaan kepada pelaku usaha pemotongan babi agar proses pemotongan dilakukan di RPH resmi yang telah memenuhi standar kesehatan hewan dan sanitasi. Langkah ini penting untuk mencegah penyebaran ASF serta menjaga keamanan pangan bagi masyarakat,” jelas Matheus..

Untuk memaksimalkan pengawasan, dinas membentuk empat tim yang akan bertugas di enam kecamatan dan 17 kelurahan di Kota Kupang. Pengawasan tersebut direncanakan berlangsung rutin setiap minggu.

Selain melakukan pembinaan kepada pedagang dan pelaku usaha, dinas juga tetap menyiapkan tim khusus untuk memantau aktivitas pemotongan di RPH Oeba dan RPH Bimoku guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar kesehatan hewan dan sanitasi.

Pemerintah berharap seluruh pelaku usaha pemotongan babi dapat melakukan proses pemotongan di fasilitas resmi yang telah disediakan sehingga kualitas daging yang beredar tetap aman dan layak konsumsi.

Dalam kegiatan tersebut, pendekatan yang dilakukan masih mengedepankan pembinaan dan edukasi kepada para pedagang.

Namun apabila masih ditemukan pelanggaran atau pelaku usaha yang tidak mengindahkan aturan, maka akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah pengawasan rutin ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga keamanan pangan, melindungi kesehatan masyarakat, serta mencegah penyebaran penyakit ASF yang dapat merugikan peternak dan masyarakat luas di Kota Kupang. *




Bobby Lianto Temui Dirijen Internasional Asal Kupang di Belanda, Bukti Putra NTT Mampu Bersaing di Eropa

Kupang, nwartapedia.com  — Perjalanan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri  (KADIN) Provinsi NTT, Bobby Lianto, selama berada di Eropa tidak hanya difokuskan pada promosi potensi daerah dan produk UMKM asal NTT, tetapi juga memperkuat jejaring dengan diaspora asal Nusa Tenggara Timur yang sukses di luar negeri.

Dalam agenda kunjungannya, Bobby Lianto turut bertemu para lulusan KADIN NTT Institute yang mengikuti program Ausbildung di Eropa, sekaligus melakukan pertemuan dengan pihak KBRI setempat guna membangun peluang kerja sama dan pengembangan sumber daya manusia asal NTT.

Salah satu momen menarik dalam perjalanan tersebut adalah saat Bobby Lianto bertemu sahabat lamanya semasa SMP, yakni Antonius Dody Soetanto, yang kini dikenal sebagai konduktor dan dirijen internasional di Belanda.

Pertemuan berlangsung hangat di Utrecht, Belanda. Bobby mengaku bangga melihat putra asal Kupang mampu menorehkan prestasi di panggung musik internasional dan membawa nama Indonesia, khususnya NTT, di Eropa.

Dody Soetanto lahir di Kupang dan menempuh pendidikan di SD Don Bosco IV Kupang, SMP Frater Kupang, lalu melanjutkan pendidikan di SMAK Santo Yusuf Malang.

Ia kemudian kuliah di Universitas Katolik Parahyangan Bandung sebelum melanjutkan pendidikan master seni musik di The Conservatory of Utrecht, Belanda.

Saat ini, Dody dikenal sebagai konduktor dan bariton yang aktif memimpin berbagai paduan suara dan ansambel vokal di Belanda.

Ia merupakan pendiri sekaligus direktur artistik VOKALISK, ansambel vokal yang beranggotakan 16 penyanyi dari berbagai wilayah di Belanda.

Selain itu, Dody juga berafiliasi dengan Groot Concertkoor Amsterdam (GCA), Leids Kamerkoor (LKK), serta Vrije Universiteit Koor (VUkoor). Kiprahnya di dunia musik internasional semakin dikenal setelah tampil dalam Opera Forward Festival 2025 di Amsterdam yang diselenggarakan De Nationale Opera & Ballet.

Dalam festival tersebut, Dody memimpin VUkoor pada pertunjukan perdana opera baru bertajuk “CODES”.

Ia juga terlibat dalam berbagai kolaborasi orkestra besar, termasuk memimpin persiapan paduan suara untuk pertunjukan Simfoni Kedua Mahler bersama Groot Concertkoor Amsterdam dan Het Orkest Amsterdam di Concertgebouw Amsterdam. *




Lokakarya CAPACities 2026 Ditutup, Kota Kupang Siapkan Langkah Cepat Hadapi Dampak Perubahan Iklim

Kupang, nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang bersama Catholic Relief Services (CRS) resmi menutup Lokakarya Rencana Kerja Tahunan Program CAPACities Climate Action Partnership in Asian Cities Tahun 2026 di Hotel Neo Aston Kupang, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam menyusun langkah bersama menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan masyarakat Kota Kupang.

Penutupan lokakarya dilakukan oleh Kepala Bappeda Kota Kupang, Andre Otta.

Kepada media ini, Andre Otta menegaskan bahwa hasil pembahasan selama kegiatan akan menjadi dasar dalam penyusunan program prioritas perubahan iklim di Kota Kupang.

Menurut Andre, dampak perubahan iklim kini tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan, tetapi juga menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat seperti air bersih, sanitasi, pengelolaan sampah hingga ancaman bencana alam.

Ia mencontohkan bencana Siklon Seroja yang pernah melanda Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu dampak nyata perubahan iklim yang harus diantisipasi secara serius.

“Perubahan iklim ini membawa dampak luas, mulai dari air bersih, sanitasi, sampah hingga ancaman bencana. Karena itu pemerintah harus memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan,” ujarnya.

Dalam lokakarya tersebut, Pemerintah Kota Kupang bersama para mitra menyepakati beberapa langkah prioritas yang akan segera dijalankan.

Salah satunya adalah pembangunan sistem peringatan dini atau early warning system bagi wilayah pesisir.

Program tersebut diharapkan mampu memberikan informasi cepat kepada masyarakat nelayan dan warga pesisir terkait potensi cuaca ekstrem, gelombang tinggi maupun ancaman kenaikan air laut.

Selain itu, pemerintah juga menyoroti pentingnya penguatan sistem penanganan pengaduan masyarakat agar pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif dan responsif.

Andre mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam penanganan laporan masyarakat akibat belum optimalnya integrasi antara teknologi dan tata kelola sumber daya manusia.

“Teknologi penting, tetapi tetap harus dibarengi dengan penguatan SDM. Karena pada akhirnya semua pelayanan dijalankan oleh manusia sehingga penyelesaian masalah masyarakat bisa lebih maksimal,” jelasnya.

Ia juga menyoroti tingginya kepadatan penduduk di beberapa wilayah Kota Kupang yang berdampak pada meningkatnya persoalan sampah, sanitasi dan kebutuhan air bersih.

Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang tengah menyiapkan pembahasan lanjutan terkait regulasi dan dukungan anggaran untuk memperkuat program mitigasi perubahan iklim hingga tingkat kelurahan.

Bahkan, kata Andre, terdapat wacana mengalokasikan sebagian anggaran pembangunan kelurahan untuk mendukung program penanganan dampak perubahan iklim, termasuk sanitasi dan akses air bersih bagi masyarakat rentan.

Sementara itu, Program Manager CAPACities Indonesia dari Catholic Relief Services (CRS), Fransiska Sugi, mengatakan lokakarya tersebut merupakan agenda tahunan yang mempertemukan pemerintah daerah dengan Kelompok Kerja Perubahan Iklim Kota Kupang.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memastikan sinergi program antara pemerintah dan CRS berjalan efektif, realistis dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kegiatan ini untuk memastikan program pemerintah dan CRS berjalan selaras sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” kata Fransiska.

Ia menjelaskan terdapat tiga fokus utama dalam kemitraan tersebut, yakni penguatan kolaborasi, kebijakan yang inklusif dan akuntabel, serta penguatan komunikasi dan informasi iklim.

Fransiska menilai dampak perubahan iklim di Kota Kupang semakin terasa dalam beberapa tahun terakhir, terutama melalui perubahan pola musim, peningkatan suhu udara, ancaman longsor, angin kencang hingga persoalan krisis air bersih.

Menurutnya, hampir seluruh wilayah Kota Kupang memiliki tingkat kerentanan terhadap perubahan iklim dengan karakteristik persoalan yang berbeda antara kawasan pesisir, wilayah padat penduduk dan daerah dataran tinggi.

“Perubahan iklim itu dampaknya memang perlahan, tetapi kalau tidak diantisipasi sejak sekarang maka risikonya akan semakin besar di masa mendatang,” pungkasnya. (MI)




Pemkot Kupang dan CRS Perkuat Strategi Adaptasi Iklim Lewat Lokakarya CAPACities 2026

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang bersama Catholic Relief Services (CRS) menggelar Lokakarya Rencana Kerja Tahunan Program CAPACities Climate Action Partnership in Asian Cities di Hotel Neo Aston Kupang, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam memperkuat kerja sama lintas sektor untuk menghadapi dampak perubahan iklim dan risiko bencana di Kota Kupang.

Lokakarya dibuka oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Kupang, Daud Novianus Nafi, mewakili Wali Kota Kupang.

Daud Nafi kepala media ini menegaskan bahwa kemitraan antara CRS dan Pemerintah Kota Kupang telah berjalan cukup lama dan memberikan kontribusi dalam mendukung program penanganan perubahan iklim.

Menurutnya, penyusunan rencana kerja tahunan melalui Program CAPACities bertujuan menyelaraskan kebutuhan pemerintah daerah dengan program yang dijalankan CRS agar lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Melalui kerja sama ini, pemerintah daerah bisa membangun sinergi dengan berbagai pihak untuk melakukan mitigasi perubahan iklim. Program yang dijalankan nantinya diharapkan mampu membantu masyarakat menghadapi risiko perubahan iklim secara bertahap,” katanya.

Ia menjelaskan, pembahasan dalam lokakarya juga menitikberatkan pada penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat dalam merancang program adaptasi iklim berbasis kebutuhan wilayah.

Pada sesi materi, Sekretaris Dinas Sosial Kota Kupang, Gabriel Meo Wio, SP, memaparkan tentang relevansi tugas pokok dan fungsi Dinas Sosial dalam mendukung adaptasi perubahan iklim di Kota Kupang.

Menurut Gabriel, Dinas Sosial memiliki tanggung jawab dalam perlindungan kelompok rentan seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, dan masyarakat terdampak bencana.

“Dinas Sosial hadir melalui Kampung Siaga Bencana dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk membantu masyarakat ketika terjadi bencana, termasuk penyaluran bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Sosial juga terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat melalui program peningkatan kemampuan keluarga dan kesejahteraan sosial di tingkat kelurahan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kupang, Elsje W. A. Sjioen, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa berdasarkan kajian risiko bencana, Kota Kupang memiliki potensi terhadap 10 jenis bencana.

Jenis bencana tersebut meliputi kekeringan, cuaca ekstrem, banjir, longsor, banjir bandang, gelombang ekstrem, abrasi pantai, gempa bumi, tsunami, hingga wabah penyakit.

“BPBD terus melakukan sosialisasi kesiapsiagaan dan pelayanan informasi rawan bencana kepada masyarakat di enam kecamatan di Kota Kupang,” jelasnya.

Ia menambahkan, BPBD memiliki fungsi koordinasi, pelaksanaan, dan komando dalam penanganan bencana, termasuk pendataan warga terdampak, distribusi bantuan, dan penanganan pascabencana.

Dalam kegiatan tersebut juga dibahas pentingnya penguatan pelayanan standar minimal kebencanaan melalui edukasi masyarakat, penyediaan air bersih di kawasan rawan bencana, serta peningkatan kapasitas warga dalam menghadapi kondisi darurat.

Melalui Lokakarya CAPACities 2026 ini, Pemerintah Kota Kupang berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat guna menciptakan kota yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim dan ancaman bencana. (MI)




Wakil Wali Kota Kupang Tekankan Persatuan dan Literasi Digital pada Harkitnas 2026

Kupang, nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di halaman Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (20/5/2026).

Momentum nasional tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat semangat persatuan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi digital.

Upacara yang mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” berlangsung khidmat dan diikuti aparatur sipil negara (ASN), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), unsur kecamatan dan kelurahan, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, bertindak sebagai pemimpin upacara.

Sementara Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, tampil sebagai pembina upacara dan menyampaikan amanat Hari Kebangkitan Nasional.

Dalam sambutannya, Serena Francis menegaskan bahwa semangat kebangkitan nasional harus terus dijaga di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, terutama akibat perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.

Menurutnya, nilai persatuan, gotong royong, dan solidaritas sosial harus menjadi kekuatan utama dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga menjadi momentum memperkuat rasa persaudaraan dan semangat kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media digital dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar.

Literasi digital, kata Serena, menjadi salah satu kunci penting untuk menjaga stabilitas sosial dan persatuan bangsa.

“Kita harus menjaga ruang digital tetap sehat dan produktif. Jangan sampai hoaks dan informasi menyesatkan justru memecah persatuan masyarakat,” katanya.

Selain menyoroti pentingnya literasi digital, Serena juga menekankan bahwa semangat kebangkitan nasional perlu diwujudkan melalui pembangunan yang berpihak kepada masyarakat dan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Upacara peringatan Harkitnas 2026 tingkat Kota Kupang berlangsung tertib dan penuh semangat nasionalisme.

Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendiri bangsa dalam membangun Indonesia yang bersatu dan berdaulat. (goe)




Semangat Anak-anak PAUD dan TK di Kupang Warnai.Lomba HAN

Kupang, nwartapedia.com — Keceriaan dan semangat anak-anak mewarnai pelaksanaan lomba paduan suara Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang berlangsung di Kristal Hotel Kupang, Selasa (20/5/2026).

Sejak pagi hari, para peserta dari berbagai sekolah PAUD dan TK sudah memadati ruang persiapan bersama orang tua masing-masing.

Suasana di lokasi tampak sibuk namun penuh kehangatan. Para orang tua terlihat membantu anak-anak mengenakan kostum, merapikan rambut, hingga memastikan seluruh peserta siap tampil di atas panggung.

Salah satu kelompok peserta yang menarik perhatian berasal dari TKK Negeri Kelapa Lima.

Sejumlah siswi terlihat duduk rapi sambil dirias sederhana sebelum tampil membawakan lagu bersama teman-temannya.

Sebanyak 14 siswa dari sekolah tersebut dijadwalkan mengikuti lomba pada hari kedua kegiatan HAN 2026.

Persiapan dilakukan sejak pagi agar anak-anak tidak merasa gugup maupun terburu-buru saat tampil.

Salah satu orang tua murid, Kristin Mandala, mengaku sengaja datang lebih awal untuk membantu anak-anak bersiap.

“Kalau anak-anak dipersiapkan dari awal, mereka jadi lebih tenang dan percaya diri waktu tampil,” ujarnya.

Di sela-sela persiapan, tingkah lucu anak-anak juga mencuri perhatian. Ada yang sibuk bercermin melihat penampilannya, ada yang tertawa bersama teman-temannya, hingga beberapa anak yang tampak malu saat dirias.

Antusiasme peserta juga dirasakan para orang tua lainnya. Salah satu wali murid dari TKK Negeri Pembina mengatakan anaknya sangat bersemangat mengikuti lomba paduan suara dalam rangka HAN tahun ini.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengalaman positif bagi anak-anak untuk belajar tampil di depan umum dan membangun rasa percaya diri sejak usia dini.

Pelaksanaan HAN 2026 di Kota Kupang masih akan diisi berbagai penampilan seni dan kreativitas anak dari sejumlah sekolah PAUD dan TK.

Suasana penuh semangat dan kepolosan anak-anak menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan tersebut. (goe)




Wali Kota Kupang Tutup Academy Qur’an Hidayatullah 2026, Dorong Pendidikan Karakter Anak

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, Christian Widodo, resmi menutup kegiatan Academy Qur’an (AQ) V Hidayatullah Kota Kupang Tahun 2026 di Pelataran Masjid Nurul Hidayah Kelapa Lima, Sabtu malam (16/5/2026).

Kehadiran Wali Kota Kupang dalam kegiatan tersebut menjadi perhatian tersendiri karena untuk pertama kalinya sejak Academy Qur’an digelar, penutupan acara dihadiri langsung oleh kepala daerah.

Dalam sambutannya, Christian Widodo menegaskan bahwa Academy Qur’an Hidayatullah bukan sekadar perlombaan keagamaan, melainkan wadah pembentukan karakter generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan era digital yang semakin terbuka.

Menurutnya, anak-anak harus dibekali tidak hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga nilai keimanan dan moral yang kuat agar mampu menghadapi tantangan zaman.

“Anak-anak kita jangan hanya pintar secara akademik, tetapi juga harus punya karakter yang kuat dan takut akan Tuhan. Ilmu tanpa iman bisa membuat orang sombong. Sebaliknya, iman tanpa ilmu juga bisa membuat orang salah arah. Karena itu iman dan ilmu harus berjalan bersama,” ujar Christian Widodo.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, kemajuan teknologi dapat berdampak negatif apabila tidak diimbangi dengan pendidikan moral dan akhlak yang baik.

Wali Kota Kupang menilai Academy Qur’an menjadi sarana penting untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun hubungan sosial dan menjaga harmoni masyarakat di Kota Kupang.

Selain itu, Christian Widodo turut memberikan apresiasi kepada umat Muslim atas kontribusi mereka dalam pembangunan Kota Kupang, baik di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, maupun budaya.

“Kalau hari ini Kota Kupang semakin baik, itu tidak lepas dari peran umat Muslim. Mereka telah banyak membantu dalam pembangunan sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keberagaman di Kota Kupang merupakan kekuatan yang harus terus dijaga bersama. Menurutnya, perbedaan bukan penghalang, tetapi menjadi unsur penting dalam menciptakan keharmonisan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Christian Widodo juga memberi motivasi kepada seluruh peserta Academy Qur’an agar terus belajar dan tidak mudah menyerah meskipun belum meraih juara.

“Kekalahan yang sebenarnya adalah ketika kita berhenti mencoba. Selama kita masih mau belajar dan terus berusaha, maka sesungguhnya kita belum kalah,” pesannya.

Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, berkomitmen mendukung pelaksanaan Academy Qur’an Hidayatullah agar ke depan dapat digelar lebih besar dan menjangkau lebih banyak generasi muda.

Pada akhir acara, Wali Kota Kupang menyerahkan piala penghargaan kepada para juara umum Academy Qur’an V Tahun 2026, yakni Juara Umum I MI Pemimpin Hidayatullah Rumah Qur’an, Juara Umum II TPQ Al Ilmu, dan Juara Umum III MA Hidayatullah Batakte.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Kupang sekaligus pendiri Hidayatullah NTT, Muhammad MS, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wali Kota Kupang dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, Hidayatullah telah hadir di NTT sejak 1992 dan terus fokus pada pengembangan pendidikan serta pembinaan generasi muda Muslim, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Ia menambahkan, Academy Qur’an tidak hanya mengajarkan anak membaca Al-Qur’an, tetapi juga mendorong peserta memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. *




RUPS Bank NTT Ditunda, Agenda 24 Mei di Kupang Bahas Rencana Bisnis 2026

Kupang, nwartapedia.com – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (BPD NTT) di Ende, Jumat (15/5/2026), ditunda karena keterbatasan waktu. Pembahasan akan dilanjutkan pada Minggu, 24 Mei 2026 di Kota Kupang.

RUPS yang digelar di Hotel Flores Mandiri Ende ini memiliki dua agenda utama: laporan pertanggungjawaban direksi Tahun Buku 2025 dan rencana bisnis Bank NTT 2026. Namun rapat tak tuntas karena diskusi memanjang.

Gubernur NTT Melki Laka Lena selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) memutuskan menunda rapat. Alasannya, waktu yang tersedia sudah habis dan ia harus kembali ke Kupang untuk mendampingi kunjungan kerja Menko Pangan Zulkifli Hasan.

“Pelaksanaan RUPS di Kabupaten Ende tertunda dan nanti disambung lagi tanggal 24 Mei 2026. Materi pembicaraannya memang butuh waktu yang agak cukup,” ujar Melki usai pelantikan pengurus PAN Se-NTT di Auditorium Undana Kupang.

Seluruh pemegang saham menyepakati tiga agenda utama untuk RUPS lanjutan rencana Bisnis Bank NTT 2022 yakni  Evaluasi arah pengembangan bisnis tahun depan, Pengangkatan Direktur Kepatuhan Baru Posisi strategis untuk tata kelola bank dan Perubahan Status Hukum Menjadi Perseroda Transformasi badan hukum Bank NTT.

Bupati Soroti Hubungan Dingin dengan Dirut Charlie Paulus
Sebelum ditunda, para bupati selaku pemegang saham Seri A menyoroti komunikasi dengan Direktur Utama Charlie Paulus yang dinilai dingin dan kaku.

Para bupati secara terbuka menyampaikan contoh konkret dalam forum.

Mereka merasa sikap jajaran direksi saat ini berbeda dengan periode sebelumnya.

“Pemegang saham saja alami hal begitu, bagaimana dengan para staf ya. Pasti lebih kaku lagi,” kata salah satu sumber.

Keluhan ini disebut sudah disampaikan ke Gubernur Melki sebelumnya, namun diminta ditahan hingga RUPS berlangsung.

Meski ada dinamika, Gubernur Melki menilai diskusi tetap berjalan baik dan fokus pada evaluasi kinerja Bank NTT.

“Prinsipnya, diskusi jalan bagus. Relatif berjalan baik. Nanti tanggal 24 baru kita lihat finalnya,” tegasnya.

RUPS lanjutan di Kupang dipastikan menjadi penentu arah kebijakan Bank NTT untuk 2026, termasuk struktur manajemen dan status badan hukum perseroan.**