Deken Malaka Soroti Lonjakan Pemulangan Jenazah PMI Non Prosedural, Ajak Warga Waspada

Malaka, nwartapedia.com  – Peningkatan kasus pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia non prosedural asal Kabupaten Malaka menjadi perhatian serius Gereja. Pater Hironumimus Moensaku, SVD, selaku Deken Malaka, menyampaikan keprihatinan atas kondisi tersebut yang terus terjadi dalam tiga tahun terakhir.

Menurutnya, tekanan ekonomi keluarga dan kurangnya pemahaman masyarakat soal prosedur resmi menjadi pemicu utama. Banyak warga tergoda iming-iming kerja luar negeri cepat dan menguntungkan, padahal berisiko tinggi.

“Kita harus berpikir objektif. Kalau mau kerja ke luar negeri, pastikan lewat jalur resmi dengan dokumen lengkap. Itu satu-satunya cara agar aman,” kata Pater Hironumimus saat ditemui di Malaka.

Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya pada ajakan oknum tak bertanggung jawab. Pengecekan dan klarifikasi wajib dilakukan sebelum mengambil keputusan.

“Jangan cepat tergiur. Filter setiap informasi yang beredar di media sosial. Kita tidak boleh jadi korban perdagangan orang di daerah sendiri,” tegasnya.

Pater Deken juga mengajak umat mendukung upaya pemerintah memberantas human trafficking. Ia menekankan bahwa jalur resmi memang lebih panjang, tetapi menjamin perlindungan hukum dan keselamatan pekerja.

“Mari kita lindungi warga kita bersama. Migrasi aman itu bukan pilihan, tapi kebutuhan,” pungkasnya.

Kasus yang terus berulang diharapkan menjadi titik balik bagi masyarakat Malaka untuk lebih selektif dan memilih jalur migrasi yang legal serta terlindungi.*




KBP2 Polri Sumba Timur Peringati HUT ke-6 Lewat Aksi Sosial dan Komitmen Jaga Kamtibmas

Waingapu, nwartapedia.com – Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBP2) Resor Sumba Timur merayakan hari jadinya yang ke-6 dengan menggelar rangkaian kegiatan sosial di Lapangan Sandalwood Waingapu, Kamis (28/5/2026).

Acara puncak ditandai dengan Deklarasi Sitkamtibmas dan Bakti Sosial yang menyasar peningkatan kebersihan lingkungan serta kesehatan masyarakat di Kabupaten Sumba Timur.

Momentum ini juga dimanfaatkan untuk menyalurkan bantuan sosial kepada para purnawirawan dan warakawuri Polri.

Ketua KBP2 Polri Resor Sumba Timur, Moses Kopong, yang sehari-hari menjabat Kasie Propam Polres Sumba Timur, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian institusi terhadap masyarakat.

“Kami ingin mendorong kesadaran bersama bahwa lingkungan bersih dan sehat adalah tanggung jawab kita semua. Melalui aksi ini, kami ajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan sekitar,” ujar Moses.

Selain fokus pada lingkungan, bantuan sosial diberikan untuk mempererat hubungan kekeluargaan di internal Polri.

“Kepedulian kepada sesama, terutama kepada keluarga besar Polri yang telah purna tugas, harus terus dijaga,” tambahnya.

Dalam deklarasi Sitkamtibmas, Moses menekankan bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas polisi.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Sumba Timur bersinergi dengan Polres untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

“Dengan kerja sama yang solid, Sumba Timur bisa menjadi daerah yang nyaman bagi semua warga,” tegasnya.

Kegiatan bertema *“Indahnya Berbagi, Wujud Nyata Kepedulian untuk Sesama”* ini diharapkan menjadi pemicu semangat gotong royong. Pihak panitia berharap aksi serupa rutin digelar untuk memperkuat hubungan Polri dan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas wilayah. *




Tokoh Peternak Pandawai Ajak Tolak Eksploitasi Ilegal Kuda Sandelwood Demi Kelestarian Populasi

Pandawai, nwartapedia.com — Stefanus Pekuwali, tokoh masyarakat sekaligus pelaku usaha peternakan hewan besar di Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, mengajak seluruh peternak lokal untuk bersama-sama menolak berbagai praktik eksploitasi ilegal terhadap Kuda Sandelwood yang dinilai mengancam keberlanjutan populasi ternak endemik kebanggaan Pulau Sumba.

Menurut Stefanus, maraknya pengiriman ternak yang tidak sesuai prosedur, manipulasi dokumen, penjualan indukan betina produktif, hingga pengapalan kuda yang belum memenuhi syarat umur dan berat badan menjadi ancaman serius bagi masa depan peternakan di daerah tersebut.

“Kita tidak boleh menutup mata terhadap upaya manipulasi administrasi di lapangan. Menjual betina produktif dan memalsukan dokumen hanya demi keuntungan sesaat adalah tindakan yang merusak masa depan peternakan kita sendiri,” tegas Stefanus Pekuwali saat ditemui di kawasan sentra peternakan Pandawai.

Ia menegaskan bahwa seluruh regulasi yang telah diterbitkan pemerintah daerah perlu didukung bersama sebagai upaya menjaga kelestarian plasma nutfah Kuda Sandelwood sekaligus menciptakan tata niaga yang sehat dan harga yang lebih adil bagi para peternak.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Stefanus menyatakan siap menggunakan pengaruhnya untuk memberikan edukasi kepada peternak tradisional agar tidak terjebak dalam praktik ijon maupun bujuk rayu spekulan ternak ilegal yang merugikan masyarakat dalam jangka panjang.

Selain itu, ia juga mendorong adanya pengawasan mandiri di tingkat masyarakat dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas pergerakan ternak yang mencurigakan, terutama pengangkutan ternak pada malam hari yang berpotensi melanggar aturan.

“Kita harus memutus rantai penyelundupan sejak dari hulu. Tujuan kita sama, yaitu membangun bisnis ternak yang legal, aman, dan menguntungkan bagi semua pihak tanpa merusak adat dan melanggar hukum negara,” ujarnya.

Stefanus turut mengapresiasi langkah preventif yang dilakukan aparat kepolisian, khususnya Polresta Kupang dan Polres Sumba Timur, dalam mengawal jalur distribusi ternak serta memperketat pemeriksaan di pelabuhan dan karantina hewan.

Melalui gerakan bersama ini, Stefanus berharap Kecamatan Pandawai dapat menjadi contoh penerapan tata niaga ternak yang sehat dan berkelanjutan di Kabupaten Sumba Timur.

Ia meyakini sinergi antara pelaku usaha, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan akan mampu menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban, sekaligus menjamin Kuda Sandelwood tetap menjadi simbol kebanggaan, kemakmuran, dan kejayaan masyarakat Sumba bagi generasi mendatang. **




Masjid Darussalam Sikumana Salurkan Daging Kurban untuk Warga dan Perkuat Semangat Kebersamaan di Idul Adha 1447 H

Kupang, nwartapedia.com – Masjid Darussalam Sikumana, Kota Kupang, kembali melaksanakan penyembelihan dan pembagian hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan antarwarga di lingkungan sekitar masjid.

Ketua Panitia Iduladha Masjid Darussalam Sikumana, Swahidin Nuhaikan, mengatakan bahwa semangat berkurban merupakan implementasi dari keteladanan Nabi Ibrahim Alaihissalam yang mengajarkan keikhlasan, ketaatan, dan kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya, daging kurban yang diperoleh dari penyembelihan hewan kurban dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan agar manfaat Iduladha dapat dirasakan secara merata.

“Inti dari kurban adalah berbagi kepada sesama, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian sosial yang diajarkan dalam Islam,” ujar Swahidin kepada awak media, Kamis (28/5/2026).

Tahun ini, Masjid Darussalam menerima dan menyembelih 11 ekor sapi serta 5 ekor kambing. Salah satu hewan kurban sapi berasal dari bantuan BNI Kota Kupang, sementara sisanya berasal dari partisipasi jamaah dan para pekurban.

Daging kurban kemudian didistribusikan kepada warga di sekitar masjid, termasuk sebagian kepada masyarakat nonmuslim sebagai bentuk kebersamaan dan toleransi yang telah terjalin selama ini.

Swahidin berharap kegiatan kurban yang rutin dilaksanakan setiap tahun tersebut dapat terus berjalan dan semakin memperkuat silaturahmi di tengah masyarakat.

Sementara itu, Imam Masjid Darussalam Sikumana, Haji Ramly Deny, menjelaskan bahwa ibadah kurban merupakan salah satu syariat Islam yang memiliki nilai ibadah sekaligus nilai sosial yang sangat besar.

Ia menegaskan bahwa kurban tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi jalan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu memperoleh asupan gizi yang lebih baik melalui pembagian daging kurban.

“Kurban memiliki dampak yang luas. Selain menjadi ibadah, kegiatan ini juga membantu masyarakat dan memberikan manfaat ekonomi bagi para peternak yang mempersiapkan ternaknya untuk Iduladha,” jelasnya.

Menurut Ramly, meningkatnya kebutuhan hewan kurban setiap tahun turut memberikan peluang bagi peternak lokal untuk meningkatkan pendapatan dan mengembangkan usaha peternakan mereka.

Ia berharap kesadaran masyarakat untuk berkurban terus meningkat sehingga manfaat sosial dan ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kota Kupang.

“Semoga semangat berbagi dan kepedulian yang lahir dari ibadah kurban terus tumbuh sehingga membawa manfaat bagi umat dan masyarakat secara keseluruhan,” pungkasnya.




Pemeriksaan Ketat Hewan Kurban di Masjid Darul Hijrah Kolhua, Dokter Hewan Pastikan Sapi dan Kambing Sehat

Kupang, Nwartapedia.com  — Pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Masjid Darul Hijrah BTN Kolhua, Kota Kupang, dilakukan secara ketat oleh tim dokter hewan menjelang proses penyembelihan Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).

Dokter hewan, drh. Gusti Komang Ayu Dewi Suryani, kepada media ini menjelaskan bahwa seluruh hewan kurban yang telah diperiksa dinyatakan sehat dan layak untuk dipotong.

“Untuk lokasi di Masjid Darul Hijrah, kambing ada 24 ekor dan sapi 18 ekor. Dari hasil pemeriksaan ante mortem, semuanya layak untuk dipotong hari ini,” jelas Dewi.

Ia mengatakan, pemeriksaan dilakukan sebelum penyembelihan dengan sejumlah parameter kesehatan hewan. Pemeriksaan tersebut meliputi suhu tubuh, kondisi bulu, cermin hidung, mata, hingga kebersihan lubang hidung, mulut, dan anus hewan.

“Suhu normal hewan itu sekitar 38,5 derajat. Kemudian kita lihat bulunya kusam atau tidak, cermin hidungnya basah atau tidak, matanya bersinar, serta memastikan tidak ada indikasi diare atau penyakit lainnya,” ujarnya.

Selain itu, tim dokter hewan juga memeriksa kondisi fisik lain seperti organ reproduksi hewan untuk memastikan hewan kurban memenuhi syarat kesehatan dan syariat.

“Kalau hewan jantan normal itu testisnya lengkap dua dan simetris. Biasanya hewan kurban yang dipilih masyarakat memang sudah memenuhi syarat itu,” tambahnya.

Dewi menjelaskan, pemeriksaan tidak hanya dilakukan sebelum pemotongan, tetapi juga sesudah penyembelihan atau post mortem untuk memastikan organ dalam hewan bebas dari penyakit.

“Kami melihat kondisi jantung, paru-paru, hati, ginjal, limpa, usus, hingga karkas. Kalau ada perubahan patologis seperti cacing hati, maka organ yang terindikasi sakit itu akan diafkir, tetapi dagingnya masih bisa dikonsumsi dengan perlakuan suhu tertentu,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kurban Masjid Darul Hijrah, Muhammad Kasim, mengatakan jumlah hewan kurban tahun ini mencapai sekitar 33 ekor sapi dan 24 ekor kambing.

Menurutnya, sebagian besar hewan kurban berasal dari jamaah masjid, sementara bantuan lainnya datang dari Pemerintah Kota Kupang dan yayasan sosial internasional asal Turki.

“Untuk sapi, sekitar 18 ekor berasal dari jamaah, satu ekor bantuan dari Wali Kota Kupang, dan 10 ekor bantuan dari Yayasan Turki Internasional. Kalau kambing semuanya dari jamaah,” katanya.

Muhammad Kasim menjelaskan, distribusi daging kurban dilakukan melalui kupon dan pengantaran langsung ke rumah warga oleh tim panitia.

“Kami targetkan sekitar 500 penerima manfaat. Tim distribusi sudah bergerak untuk membagikan daging kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses penyembelihan dilakukan oleh tenaga profesional bersertifikat halal serta dibantu panitia yang dibagi dalam beberapa tim, mulai dari tim sembelih, tim jagal, tim kulit, tim pencacah, hingga tim pengepakan.

“Semua alat juga kami sterilkan. Ini bentuk komitmen kami menjaga kebersihan dan kualitas daging kurban agar aman dikonsumsi masyarakat,” pungkasnya. (MI)




Etnis Minang di Kupang Sembelih 15 Ekor Sapi Kurban, Bagikan Daging untuk Muslim dan Non Muslim

Kupang, nwartapedia.com — Etnis Minang di Kota Kupang kembali melaksanakan kegiatan pemotongan hewan kurban dalam perayaan Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Etnis Minang Maulafa, Kota Kupang, Rabu (27/5/2026).

Tradisi tahunan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial, kebersamaan, serta toleransi antarumat beragama di Kota Kupang.

Ketua Etnis Minang sekaligus Koordinator Panitia Idul Kurban, H. Mualim Chaniago, S.Ag mengatakan bahwa kegiatan kurban rutin dilakukan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus pengabdian masyarakat Minang kepada Kota Kupang.

“Ini sebenarnya kegiatan tahunan yang tidak pernah luput kami laksanakan. Ada semboyan kami, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Kami hidup di Kota Kupang, maka kami juga berusaha membangun dan berbagi untuk masyarakat Kota Kupang,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat Minang yang merantau di Kota Kupang tidak hanya fokus pada komunitas sendiri, tetapi juga aktif membangun hubungan sosial dengan seluruh warga tanpa membedakan agama maupun latar belakang.

Dalam pembagian daging kurban, panitia melibatkan masyarakat sekitar, peserta kurban, warga Minang, hingga tetangga non Muslim. Bahkan sejumlah pendeta dan warga gereja turut menerima kupon pembagian daging kurban.

“Kami tidak menghitung agamanya apa. Semua kami layani karena ini rumah bersama. Warga sekitar, termasuk pendeta dan masyarakat non Muslim juga menerima daging kurban,” katanya.

Ia menjelaskan, total hewan kurban yang dipotong tahun ini mencapai 15 ekor sapi. Sebanyak 12 ekor sapi dipotong oleh kelompok utama Etnis Minang dengan jumlah peserta kurban mencapai 86 orang, ditambah lima ekor kambing.

Sementara tiga ekor sapi lainnya dipotong kelompok perantau Minang dari satu kecamatan di Sumatera Barat yang juga berada di Kupang.

“Secara keseluruhan ada 15 ekor sapi. Alhamdulillah semua dari swadaya masyarakat Minang sendiri,” jelasnya.

Selain memiliki makna ibadah, H. Mualim menegaskan bahwa kurban juga memiliki nilai sosial yang tinggi. Ia mengisahkan kembali keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai dasar pelaksanaan ibadah kurban.

“Makna sosialnya adalah berbagi. Orang yang berkurban hanya berhak menikmati sepertiga, sedangkan dua pertiga lainnya dibagikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat Minang di Kota Kupang saat ini berjumlah sekitar 388 kepala keluarga yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Kupang.

“Alhamdulillah selama ini warga Minang hidup baik dan taat sebagai warga Kota Kupang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan Etnis Minang, Masril Abdul Manan, S.Pd menyampaikan apresiasi terhadap kekompakan warga Minang di Kupang yang terus menjaga tradisi gotong royong dan semangat berbagi kepada sesama.

Menurutnya, kegiatan kurban bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kota Kupang.

Masril menjelaskan bahwa kegiatan kurban juga menjadi bentuk nyata rasa syukur dan ketaatan masyarakat Minang kepada Allah SWT, sekaligus sarana berbagi rezeki kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Mudah-mudahan kegiatan ini membuat kami semakin taat beribadah dan terus menjaga nilai sosial dengan berbagi kepada sesama,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa daging kurban dibagikan dalam kondisi mentah agar masyarakat dapat mengolahnya sendiri di rumah masing-masing.

“Kalau akikah biasanya dibagikan dalam keadaan sudah dimasak, tetapi kalau kurban dagingnya dibagikan mentah supaya masyarakat bisa memasaknya sendiri bersama keluarga,” jelasnya. (MI)




Aksi Bersih Kali Dendeng Jadi Gerakan Bersama Wujudkan Kota Kupang Bersih dan Bebas Sampah

Kupang, nwartapedia.com  —  Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II bersama Pemerintah Kota Kupang menggelar aksi bersih-bersih Kali Dendeng di Kelurahan Kuanino, Kota Kupang, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan bersama menjaga kebersihan sungai demi terciptanya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Hengky Malelak, S.STP., M.Si, yang mewakili Wali Kota Kupang. Dalam sambutannya, Hengky menyampaikan apresiasi kepada BBWS Nusa Tenggara II atas komitmennya menjaga kebersihan sungai di Kota Kupang.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, kami menyampaikan terima kasih kepada BBWS Nusa Tenggara II yang terus menunjukkan kepedulian dalam menjaga sungai-sungai di Kota Kupang. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Hengky.

Ia mengatakan, pada Tahun Anggaran 2026, BBWS Nusa Tenggara II melaksanakan pemeliharaan pada empat ruas sungai dan 20 titik pembersihan di Kota Kupang. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam mengurangi pencemaran sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Hengky menegaskan bahwa sungai memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat sehingga tidak boleh dijadikan tempat pembuangan sampah.

“Sungai adalah urat nadi kehidupan kota. Dari sungai air mengalir dan kehidupan tumbuh. Jika sungai rusak, maka masa depan kita juga ikut terancam,” katanya.

Ia juga menyoroti dampak sampah terhadap kehidupan nelayan di Kota Kupang.

Menurutnya, pencemaran yang terbawa hingga ke laut menyebabkan nelayan harus melaut lebih jauh untuk mendapatkan ikan sehingga biaya operasional mereka meningkat.

Karena itu, Hengky mengajak masyarakat untuk mulai peduli terhadap kebersihan lingkungan dari hal-hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, terutama di sungai dan saluran air.

“Jangan menunggu sungai kotor atau banjir baru kita peduli. Mari jadikan kebersihan sebagai budaya hidup kita sehari-hari,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala BBWS Nusa Tenggara II, Parlinggoman Simanungkalit, ST., MPSDA, mengatakan Sungai Dendeng merupakan salah satu dari empat sungai strategis di Kota Kupang yang menjadi fokus pemeliharaan rutin oleh pihaknya.

Menurutnya, sungai tidak hanya berfungsi sebagai saluran drainase, tetapi juga menjadi bagian penting dalam sistem tata kelola lingkungan perkotaan.

“Kalau sungai kita kelola dengan baik, maka sungai akan menjadi sumber kehidupan. Tetapi jika diabaikan, sungai juga bisa membawa dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, BBWS Nusa Tenggara II memiliki kewenangan melakukan pemeliharaan dan normalisasi sungai, namun upaya tersebut membutuhkan dukungan semua pihak agar hasilnya lebih maksimal.

Parlinggoman juga menyoroti pentingnya pengendalian sampah dan limbah domestik yang masuk ke sungai karena berdampak langsung terhadap pencemaran laut dan menurunnya hasil tangkapan nelayan.

“Kita harus memastikan sungai tetap bersih terutama menjelang musim hujan agar aliran air tetap lancar dan tidak menyebabkan banjir,” ujarnya.

Selain aksi bersih sungai, BBWS Nusa Tenggara II bersama Pemerintah Kota Kupang juga berencana melakukan penataan kawasan Kali Dendeng melalui sinergi pembangunan lintas sektor.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai serta mewujudkan Kota Kupang yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

.Menanggapi keluhan warga,  Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang, Matheus A.H.T. Maahury juga menyatakan komitmennya untuk menambah satu unit kontainer sampah di kawasan Sungai dendeng guna mendukung kebersihan lingkungan dan mengurangi pembuangan sampah sembarangan.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai serta mewujudkan kota Kupang yang bersih sehat nyaman dan berkelanjutan. (MI)




Revi Adiana Silawati Resmi Dilantik sebagai Direktur Kepatuhan Bank NTT Periode 2026-2031

Kupang,nwartapedia.com — , nwartapedia.com – Revi Adiana Silawati resmi dilantik sebagai Direktur Kepatuhan Bank NTT masa bakti 2026-2031 oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam acara pelantikan yang berlangsung di Aula Fernandes Kantor Gubernur NTT, Selasa (26/5/2026).

Pelantikan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan Dewan Komisaris PT Flobamor dan PT Kawasan Industri Bolok masa bakti 2026-2030, serta Direksi PT Flobamor dan PT Kawasan Industri Bolok masa bakti 2026-2031.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur NTT, sejumlah bupati dari berbagai kabupaten di Provinsi NTT, Wakil Bupati Kupang, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT, serta berbagai unsur pimpinan daerah dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Hari ini bukan hanya hari pelantikan, tetapi juga hari di mana negara melalui Pemerintah Provinsi NTT memberikan kepercayaan kepada bapak dan ibu untuk memimpin, mengawasi, menata, dan membawa BUMD ke arah yang lebih sehat, produktif, serta berdampak,” ujar Gubernur.

Menurutnya, jabatan di lingkungan BUMD merupakan amanah sekaligus ruang pengabdian untuk menunjukkan integritas, profesionalitas, serta menghadirkan perubahan yang positif bagi pembangunan daerah.

Secara khusus, Gubernur Melki menaruh harapan besar kepada Revi Adiana Silawati yang memiliki pengalaman sekitar 30 tahun di dunia perbankan melalui Bank Jatim.

“Dengan pengalaman 30 tahun di Bank Jatim, saya mengharapkan Ibu Revi untuk betul-betul bersama Direksi dan Komisaris Bank NTT memastikan Bank NTT bisa benar-benar menjalankan tugas sebagai jantungnya ekonomi NTT,” tegasnya.

Gubernur meyakini pengalaman dan kompetensi yang dimiliki Revi akan menjadi modal penting dalam memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kepatuhan, serta mendukung pertumbuhan Bank NTT ke depan.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Direksi dan Komisaris Bank NTT dalam menjalankan berbagai program strategis yang berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.

“Sinergi ini penting agar pada akhirnya memastikan bahwa Bank NTT bisa menjadi rumah bagi UMKM, bagi nelayan, bagi petani, bagi ASN serta seluruh masyarakat NTT,” ungkap Gubernur.

Dengan dilantiknya Revi Adiana Silawati sebagai Direktur Kepatuhan, diharapkan Bank NTT semakin memperkuat tata kelola perusahaan yang baik, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperluas kontribusinya dalam mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur.




RUPS Bank NTT 2026 Hasilkan Sejumlah Keputusan Strategis, Gubernur Melki Optimistis Bank NTT Tumbuh Sehat

Kupang, nwartapedia.com — PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Tahun 2026 di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT, Minggu (24/5/2026).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan dihadiri para bupati serta wali kota se-Provinsi NTT bersama pihak Bank Jatim.

Dalam keterangannya kepada awak media usai pelaksanaan RUPS, Gubernur Melki mengungkapkan bahwa rapat berlangsung konstruktif dan menghasilkan sejumlah keputusan strategis untuk memperkuat kelembagaan serta meningkatkan kontribusi Bank NTT terhadap pembangunan daerah.

“Melalui diskusi rapat yang produktif ini kita optimis dan saya yakin perkembangan Bank NTT akan jauh lebih baik lagi dan terus bertumbuh sehat. Tadi juga kami mengecek rencana bisnisnya, rencana pencapaian keuntungan di tahun ini dan juga tahun-tahun ke depan yang dipaparkan dengan terbuka juga oleh direksi dan komisaris Bank NTT,” ujar Gubernur Melki.

Ia menjelaskan, para kepala daerah turut melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai parameter kinerja Bank NTT, mulai dari aset, pengembangan bisnis hingga Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal.

“Secara umum, RUPS tahunan tadi berlangsung konstruktif, dan dialognya memang sangat bagus. Kami mengecek betul satu per satu parameter dari Bank NTT, baik dari segi aset, pengembangan bisnis, dari segi CAR dan sebagainya. Kami semua kepala daerah sudah berkomitmen juga untuk bersama-sama membesarkan Bank NTT dan semakin berkontribusi untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat di berbagai bidang,” tambahnya.

Dalam forum tersebut juga diputuskan perubahan struktur direksi dan komisaris Bank NTT. Sesuai rekomendasi dan konsultasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), struktur yang sebelumnya terdiri dari tujuh direksi dan lima komisaris kini kembali menjadi lima direksi dan tiga komisaris.

Selain itu, RUPS menyetujui penetapan Direktur Kepatuhan baru Bank NTT, yakni Revi Adiana Silawati yang berasal dari Bank Jatim dan telah memperoleh persetujuan OJK.

Gubernur Melki menyebut, Revi Adiana Silawati memiliki pengalaman selama 30 tahun di Bank Jatim dan dijadwalkan dilantik pada Selasa (26/5/2026) mendatang menggantikan Chris Adoe.

Tidak hanya itu, forum RUPS juga menyetujui pengusulan calon komisaris independen baru Bank NTT, yakni Flouri Rita Wuisan.

Salah satu keputusan penting lainnya yakni persetujuan perubahan status PT Bank NTT menjadi Bank NTT Perseroda sesuai rekomendasi Kementerian Dalam Negeri serta hasil konsultasi bersama Pemerintah Provinsi NTT dan DPRD NTT.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga mengungkapkan adanya tambahan penyertaan modal dari sejumlah pemerintah daerah. Kabupaten Malaka menambah modal sebesar Rp5 miliar, Kabupaten Alor Rp3 miliar, dan Pemerintah Provinsi NTT sebesar Rp30 miliar.

“Tadi juga kami menyepakati adanya penambahan modal, baik itu dari Kabupaten Malaka tambah Rp5 miliar, Kabupaten Alor Rp3 miliar, dan Pemerintah Provinsi Rp30 miliar,” jelasnya.

Sementara itu, terkait penguatan sektor ekonomi masyarakat, Gubernur Melki menjelaskan bahwa saat ini Bank NTT telah memiliki Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp350 miliar yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Dana tersebut terdiri dari Rp50 miliar untuk pekerja migran Indonesia dan Rp300 miliar untuk sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Saat ini kita sudah punya KUR senilai Rp350 miliar, yang terbagi untuk pekerja migran Rp50 miliar dan Rp300 miliar untuk UMKM. Saya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan KUR Bank NTT ini dengan baik,” pungkasnya (MI)




Dirut Bank NTT Charlie Paulus Pastikan Penyaluran KUR Kembali Berjalan Awal Juni 2026

Kupang, nwartapedia.com  — Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, memastikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali dijalankan mulai awal Juni 2026.

Hal tersebut disampaikannya usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku dan RUPS Luar Biasa Tahun Buku 2026 yang berlangsung di Kantor Gubernur NTT, Minggu (24/5/2026).

Kepada awak media, Charlie Paulus menjelaskan bahwa kenaikan suku bunga turut memengaruhi dana pihak ketiga di Bank NTT.

Meski demikian, pembagian dividen kepada para pemegang saham tetap dilakukan sesuai porsi kepemilikan saham masing-masing.

“Kurang lebih sekitar Rp151 miliar yang dibagi kepada para pemegang saham sesuai porsi sahamnya,” ujarnya.

Ia mengatakan, Bank NTT saat ini juga memiliki cadangan modal yang cukup kuat, yakni mencapai Rp449 miliar.

Sebagian dana tersebut telah digunakan untuk mendukung kesiapan operasional program KUR yang kembali diaktifkan tahun ini.

Menurut Charlie, proses penyaluran KUR saat ini tinggal menunggu penyelesaian koneksi sistem dengan Departemen Keuangan.

Ia menyebut sejak 2019 Bank NTT sempat berhenti menjalankan program KUR sehingga perlu melakukan pendaftaran dan penyesuaian sistem kembali.

“Semua sudah beres, tinggal koneksi sistem komputer saja dengan Departemen Keuangan. Mudah-mudahan akhir bulan ini sudah bisa dijalankan dan awal Juni sudah mulai berjalan,” jelasnya.

Charlie menegaskan bahwa Bank NTT akan lebih selektif dalam menyalurkan KUR agar pengalaman kredit macet di masa lalu tidak kembali terulang.

Ia mengakui penghentian KUR sebelumnya dipicu tingginya angka kredit bermasalah.

“Dulu kredit macetnya terlalu banyak. Itu menjadi pengalaman pahit bagi kami, sehingga sekarang sistemnya diperbaiki dan penyalurannya lebih selektif,” katanya.

Ia menjelaskan, terdapat dua jenis KUR yang akan dijalankan, yakni KUR mikro tanpa agunan dengan plafon hingga Rp100 juta tampa agunan dan KUR kecil plafon hingga 500 juta membutuhkan agunan.

Program tersebut, lanjut Charlie, akan difokuskan pada sektor-sektor usaha produktif seperti pertanian, peternakan, produksi telur, dan berbagai usaha rakyat kecil lainnya yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“KUR ini tidak boleh dipakai untuk konsumtif. Fokusnya usaha produktif yang nyata dan benar-benar berjalan,” tegasnya.

Terkait banyaknya calon peminjam KUR yang terkendala riwayat kredit di OJK akibat pinjaman online maupun kredit bermasalah sebelumnya, Charlie mengatakan pihak bank tetap membuka ruang penilaian secara selektif.

“OJK sebenarnya tidak melarang orang dengan riwayat kredit kurang baik untuk mendapat pinjaman. Tetapi bank tentu harus berhati-hati. Kalau sebelumnya bermasalah namun sekarang sudah baik, itu tetap menjadi pertimbangan bagi kami,” pungkasnya. (MI)