Wali Kota Kupang Letakkan Batu Pertama Kantor Baru KSP Kopdit Pintu Air, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Kupang, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Kantor KSP Kopdit Pintu Air Cabang Kupang di Jalan Perintis Kemerdekaan III, Kelurahan Kelapa Lima, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat dan pilar kesejahteraan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pusat KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, Wakil Pengawas KSP Kopdit Pintu Air Yengki, Wakil Komite Cabang Kupang Pdt. Jhon Djaru, jajaran pengurus dan anggota koperasi, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi atas kontribusi KSP Kopdit Pintu Air yang telah hadir dan bertumbuh bersama masyarakat selama 13 tahun di Kota Kupang.

Menurutnya, koperasi telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan akses layanan keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan terima kasih kepada KSP Kopdit Pintu Air yang telah menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Tiga belas tahun adalah perjalanan panjang yang dibangun dengan kerja keras, pengorbanan, dan semangat pelayanan,” ujar Christian Widodo.

Ia menegaskan bahwa koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Menurutnya, keberadaan koperasi harus mampu memberikan manfaat nyata dan menjadi solusi bagi kebutuhan ekonomi anggotanya.

Wali Kota juga menilai peletakan batu pertama pembangunan gedung kantor baru tersebut bukan sekadar awal pembangunan fisik, melainkan simbol tumbuhnya harapan, kemandirian, serta semangat gotong royong yang menjadi fondasi gerakan koperasi.

Lebih lanjut, Christian Widodo menyebut koperasi sebagai salah satu bentuk implementasi nyata nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

Nilai kebersamaan, keadilan sosial, dan gotong royong yang menjadi dasar koperasi dinilai sejalan dengan semangat pembangunan nasional.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, ia mengajak seluruh pengurus dan anggota koperasi untuk terus beradaptasi dengan teknologi dan menghadirkan inovasi dalam pelayanan.

Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi kunci agar koperasi tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa depan.

Sementara itu, Ketua Pusat KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap perkembangan koperasi yang berawal dari sebuah desa kecil di Kabupaten Sikka tersebut.

Ia menjelaskan bahwa KSP Kopdit Pintu Air saat ini telah berkembang menjadi salah satu koperasi terbesar di Indonesia dengan jumlah anggota lebih dari 506 ribu orang dan total aset mencapai Rp1,27 triliun.

“Kami hadir dengan semangat melayani sesama. Gedung kantor baru ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi anggota, khususnya di Kota Kupang,” kata Yakobus.

Baginya, gedung kantor baru yang akan dibangun memiliki tiga lantai dan ditargetkan selesai dalam waktu satu tahun. Kehadiran gedung tersebut diharapkan dapat menjadi pusat pelayanan yang lebih representatif dan modern bagi lebih dari 14 ribu anggota KSP Kopdit Pintu Air di Kota Kupang dan wilayah sekitarnya.

Pembangunan kantor baru ini sekaligus menegaskan komitmen KSP Kopdit Pintu Air untuk terus memperkuat pelayanan, memperluas manfaat koperasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui semangat kebersamaan dan gotong royong. *




Inflasi NTT Mei 2026 Tembus 2,76 Persen, Waingapu Catat Angka Tertinggi

Kupang, nwartapedia.com   –  Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan bahwa inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) di NTT pada Mei 2026 mencapai 2,76 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,60.

Berdasarkan rilis resmi yang disampaikan BPS NTT pada Selasa (2/6/2026), inflasi tertinggi terjadi di Waingapu dengan angka 3,71 persen dan IHK sebesar 112,64. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sebesar 0,95 persen dengan IHK sebesar 110,82.

BPS menjelaskan bahwa inflasi tahunan pada Mei 2026 dipicu oleh kenaikan harga pada 10 dari 11 kelompok pengeluaran yang menjadi komponen pembentuk Indeks Harga Konsumen.

Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan tertinggi adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang meningkat sebesar 15,55 persen.

Selain itu, kelompok transportasi juga mengalami kenaikan cukup signifikan sebesar 3,32 persen, diikuti kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,48 persen.

Kenaikan juga terjadi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,35 persen, kesehatan sebesar 1,80 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,61 persen, serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,59 persen.

Sementara itu, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami kenaikan sebesar 0,47 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 0,53 persen, dan kelompok pakaian serta alas kaki meningkat 0,29 persen.

Di sisi lain, terdapat satu kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga, yakni kelompok pendidikan yang tercatat mengalami deflasi sebesar 2,25 persen pada Mei 2026.

Selain inflasi tahunan, BPS NTT juga mencatat bahwa pada Mei 2026 terjadi deflasi bulanan (month to month / m-to-m) sebesar 0,26 persen.

Adapun secara kumulatif sejak awal tahun atau year-to-date (y-to-d), Provinsi NTT mengalami inflasi sebesar 1,52 persen.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun secara bulanan terjadi penurunan harga pada beberapa komoditas yang memicu deflasi, secara tahunan dan kumulatif perekonomian NTT masih mengalami tekanan inflasi yang dipengaruhi oleh kenaikan harga pada berbagai kelompok pengeluaran utama masyarakat.

BPS NTT mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk terus memantau perkembangan harga dan menjaga stabilitas pasokan komoditas strategis guna mengendalikan laju inflasi di daerah.*




NTP NTT Naik 0,45 Persen pada Mei 2026, Daya Tukar Petani Tunjukkan Perbaikan

Kupang, nwartapedia.com  – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2026 mengalami kenaikan sebesar 0,45 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

NTP NTT tercatat mencapai 99,86, meningkat dari 99,41 pada April 2026.

Dalam rilis resmi yang disampaikan BPS NTT pada Selasa (2/6/2026), kenaikan NTP terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) meningkat sebesar 0,52 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang hanya naik 0,06 persen selama periode yang sama.

Peningkatan NTP menunjukkan adanya perbaikan kondisi ekonomi petani karena harga hasil produksi pertanian yang diterima petani mengalami kenaikan lebih besar dibandingkan pengeluaran yang harus mereka keluarkan untuk kebutuhan produksi maupun konsumsi rumah tangga.

Kenaikan NTP pada Mei 2026 terutama didorong oleh meningkatnya kinerja sejumlah subsektor pertanian.

Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan sebesar 1,66 persen.

Selain itu, subsektor Hortikultura naik 0,44 persen, Perikanan meningkat 0,18 persen, dan Tanaman Pangan bertambah 0,12 persen.

Di sisi lain, subsektor Peternakan mengalami penurunan NTP sebesar 0,09 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Sejumlah komoditas unggulan menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan harga yang diterima petani.

Komoditas tersebut antara lain kakao atau coklat biji, kopi, vanili, kemiri, jagung, dan kacang hijau yang mengalami kenaikan harga selama Mei 2026.

Selain NTP, BPS NTT juga mencatat Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mengalami kenaikan sebesar 0,08 persen menjadi 122,72.

Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh meningkatnya pengeluaran pada kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga.

Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga menunjukkan tren positif. Pada Mei 2026, NTUP tercatat sebesar 104,86 atau naik 0,66 persen dibandingkan April 2026 yang berada pada angka 104,17.

Secara keseluruhan, peningkatan NTP dan NTUP pada Mei 2026 mengindikasikan adanya perbaikan daya beli serta kemampuan usaha rumah tangga pertanian di Nusa Tenggara Timur.

Kondisi ini diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. ***




KSP Kopdit Obor Mas KCU TTS Raih Penghargaan Omset dan Pelayanan Kredit Tertinggi Tahun Buku 2025

Maumere, Nwartapedia.com  –  KSP Kopdit Obor Mas Kantor Cabang Utama (KCU) Timor Tengah Selatan (TTS) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan kategori Omset dan Pelayanan Kredit Tertinggi Tahun Buku 2025 dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Paripurna ke-XLII KSP Kopdit Obor Mas.

Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh Yohanes Severinus Padeng, Manajer KCU TTS, didampingi Sylvia Sisilia Funan,

Ketua MIDI KCU TTS, dalam acara yang digelar di Hotel Capa Resort, Maumere, Kabupaten Sikka, Sabtu (30/5/2026).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas capaian kinerja KCU TTS yang dinilai berhasil mencatatkan omset pelayanan kredit tertinggi sepanjang Tahun Buku 2025.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata dedikasi dan kerja keras seluruh jajaran KCU TTS dalam memberikan pelayanan terbaik kepada anggota.

Prestasi ini juga menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan koperasi yang terus berkembang di wilayah Timor Tengah Selatan.

RAT Paripurna ke-XLII KSP Kopdit Obor Mas berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Menteri Koperasi RI, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Direktur Utama LPDB-KUMKM, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTT, Bupati Sikka, Ketua DPRD Kabupaten Sikka, unsur Forkopimda, serta jajaran pengurus, pengawas, manajemen, dan anggota koperasi.

Dalam sambutannya, Menteri Koperasi RI memberikan apresiasi atas pertumbuhan KSP Kopdit Obor Mas yang dinilai konsisten menjalankan prinsip-prinsip koperasi dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan anggota. Capaian KCU TTS disebut sebagai contoh keberhasilan kerja keras dan pengelolaan koperasi yang profesional di daerah.

Momen penyerahan penghargaan menjadi salah satu agenda yang paling mendapat perhatian peserta RAT. Yohanes Severinus Padeng menerima penghargaan tersebut di hadapan ratusan peserta yang memberikan apresiasi melalui tepuk tangan meriah.

Selain agenda penghargaan, RAT ke-XLII juga dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus dan Pengawas KSP Kopdit Obor Mas periode 2026–2029.

Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa koperasi semakin maju, profesional, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh anggota.

Bagi KCU TTS, penghargaan ini bukan sekadar simbol keberhasilan, melainkan amanah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota.

Prestasi tersebut semakin menegaskan bahwa koperasi dari Kota Soe mampu bersaing dan menjadi yang terbaik dengan tetap berpegang pada semangat “Dari Anggota, Oleh Anggota, Untuk Anggota.” (***)




Kelulusan SMP Negeri Keliwumbu Capai 100 Persen, Kepala Sekolah Ajak Siswa Lanjutkan Pendidikan

 

Ende, nwartapedia.com  – SMP Negeri Keliwumbu kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang pendidikan. Seluruh siswa kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026 berhasil lulus dengan persentase kelulusan mencapai 100 persen.

Kepala SMP Negeri Keliwumbu, Markus Aku, S.Pd., kepada media ini, Selasa (2/6/2026), menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras siswa, dukungan orang tua, serta dedikasi para guru dalam mendampingi proses pembelajaran selama tiga tahun terakhir.

Dari total 36 peserta ujian yang terdiri atas 13 siswa laki-laki dan 23 siswa perempuan, seluruhnya dinyatakan lulus berdasarkan hasil sidang dewan guru yang dilaksanakan pada 1 Juni 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah melalui proses evaluasi dan penilaian yang objektif sesuai ketentuan yang berlaku.

“Setelah melalui proses pendidikan selama tiga tahun dan penilaian yang objektif terhadap seluruh peserta didik, sidang dewan guru menetapkan bahwa siswa-siswi SMP Negeri Keliwumbu Angkatan XI Tahun Pelajaran 2025/2026 dinyatakan lulus 100 persen,” ujar Markus Aku.

Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik siswa, sekolah memberikan piagam penghargaan kepada 10 lulusan terbaik.

Posisi pertama diraih oleh Maria Magdalena Mbu dengan total nilai 949 dan rata-rata 86,27. Peringkat kedua ditempati Kanisius Putra Balo dengan total nilai 945 dan rata-rata 85,95, sedangkan posisi ketiga diraih Childayana Pe Mbena dengan total nilai 940 dan rata-rata 85,48.

Selain ketiga siswa tersebut, penghargaan juga diberikan kepada Michaela Devailar Sabu, Maria Yunita Riti, Ermelkrina Uja, Angelina Ngura, Maria Clarista Lengu, Maria Asri Dimitri Lanu, dan Benyamin Brekmans Jaghu yang masuk dalam daftar 10 besar lulusan terbaik tahun ini.

Pada kesempatan itu, Markus Aku mengingatkan para orang tua dan wali murid bahwa kelulusan dari jenjang SMP bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan anak-anak mereka.

Ia berharap seluruh lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA, SMK, atau sederajat.

“Pendidikan anak-anak kita belum selesai. Mereka harus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Saya berharap tidak ada satu pun dari 36 lulusan tahun ini yang berhenti sekolah karena mereka masih berada pada usia belajar dan masih memiliki masa depan yang panjang,” tegasnya.

Ia juga berpesan kepada para lulusan agar memanfaatkan kesempatan yang diberikan oleh orang tua dengan sebaik-baiknya.

Menurutnya, pendidikan merupakan modal penting untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan, serta membuka peluang meraih masa depan yang lebih baik.

“Kejarlah cita-cita dan raihlah mimpi kalian. Jagalah nama baik almamater di mana pun kalian melanjutkan pendidikan. Dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, kalian akan mampu bersaing dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komite SMP Negeri Keliwumbu, Ferdinandus Leve, menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah membimbing dan mendidik para siswa hingga berhasil menyelesaikan pendidikan di jenjang SMP.

Menurutnya, komite sekolah akan terus menjadi mitra strategis dalam mendukung berbagai program pendidikan guna menciptakan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Ia juga mengajak para orang tua untuk terus memberikan dukungan kepada anak-anak mereka agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu,

Ferdinandus berharap masyarakat tetap memberikan kepercayaan kepada SMP Negeri Keliwumbu sebagai salah satu lembaga pendidikan yang berkomitmen mencetak sumber daya manusia berkualitas.

Keberhasilan kelulusan 100 persen ini menjadi bukti nyata komitmen SMP Negeri Keliwumbu dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mempersiapkan generasi muda yang siap melanjutkan pendidikan dan berkontribusi bagi pembangunan daerah di masa mendatang. (MI)




Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Undana Perkuat Nasionalisme dan Karakter Mahasiswa

Kupang,nwartapedia.com  –  Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Gedung Rektorat Undana, Kupang, Senin (1/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat nasionalisme, persatuan, dan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan kampus.

Upacara berlangsung khidmat dengan dipimpin langsung oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale sebagai inspektur upacara. Kegiatan ini dihadiri para wakil rektor, dekan, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan Undana.

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

Dalam amanatnya, Rektor Undana membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang menegaskan pentingnya Pancasila sebagai landasan moral dan pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk.

Pidato tersebut menyoroti peran strategis Pancasila dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, agama, dan bahasa yang dimiliki Indonesia.

Selain itu, nilai-nilai Pancasila juga dinilai relevan dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk dinamika geopolitik internasional yang terus berkembang.

Usai pelaksanaan upacara, Prof. Jefri Bale menegaskan bahwa Pancasila telah terbukti mampu menjadi fondasi kokoh bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan sejarah.

Karena itu, seluruh sivitas akademika Undana diharapkan tidak hanya memahami Pancasila secara teoritis, tetapi juga mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. *




Pemkot Kupang Ingatkan Warga Waspada Penipuan Catut Nama Wali Kota Christian Widodo

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat publik.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul beredarnya pesan WhatsApp dari nomor 0823 6452 4574 yang mengaku sebagai Wali Kota Kupang, Christian Widodo.

Dalam pesan yang beredar, pelaku menyampaikan arahan terkait rencana kunjungan mantan Presiden Joko Widodo ke Kota Kupang.

Tidak hanya itu, nomor tersebut juga mengirimkan dokumen yang berisi permintaan atau penggalangan dana yang dikaitkan dengan kegiatan tersebut.

Pemerintah Kota Kupang menegaskan bahwa nomor WhatsApp tersebut bukan milik Wali Kota Kupang dan seluruh informasi yang disampaikan melalui nomor tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap pesan, telepon, maupun permintaan bantuan yang mengatasnamakan Wali Kota Kupang atau pejabat pemerintah lainnya tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Pemkot Kupang juga mengimbau warga agar tidak memberikan data pribadi, mentransfer uang, maupun menindaklanjuti permintaan apa pun yang berasal dari nomor tidak dikenal yang mengaku sebagai pejabat publik.

Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan nomor atau akun lain yang mencatut nama Wali Kota Kupang maupun pejabat pemerintah untuk tujuan penipuan.

“Penting bagi masyarakat untuk selalu cerdas dalam berliterasi digital, memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayainya, serta aktif melaporkan konten atau pesan yang terindikasi hoaks dan penipuan,” demikian imbauan Pemerintah Kota Kupang.

Pemkot Kupang mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi penyebaran informasi palsu dengan menerapkan prinsip cek informasi, verifikasi sumber, dan laporkan hoaks demi menjaga keamanan serta ketertiban di ruang digital. *




Gus Ipul: Data Akurat dan Sekolah Rakyat Kunci Pengentasan Kemiskinan di NTT

Kupang, nwartapedia.com – Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa data yang akurat, bantuan yang tepat sasaran, dan program Sekolah Rakyat merupakan tiga pilar penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas menuju kemandirian ekonomi.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 dan kegiatan Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Tahun 2026 di Aula El Tari Kupang, Minggu (31/5/2026).

Gus Ipul menjelaskan, pemerintah saat ini tengah memperluas pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

Di NTT, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang telah beroperasi dan menampung 100 siswa yang seluruhnya berasal dari keluarga kategori Desil 1 dan 2 DTSEN.

Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat miskin agar memperoleh akses pendidikan yang layak.

Ia juga menegaskan sekolah harus bebas dari kekerasan, perundungan, intoleransi, korupsi, dan pungutan liar.

Sementara itu, Kepala SRMP 19 Kupang, Felipina A. Kale, mengatakan mayoritas orang tua siswa bekerja sebagai petani penggarap dan tinggal di lahan yang bukan milik sendiri.

Selain pendidikan akademik, sekolah juga memberikan pendampingan psikososial untuk mengembangkan potensi siswa.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan bahwa NTT masih didominasi penduduk usia muda, sehingga memiliki peluang besar dalam pembangunan SDM.

Namun, perhatian terhadap lansia tetap diperlukan karena sebagian besar masih menjadi tulang punggung keluarga.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa keakuratan DTSEN menjadi dasar penting dalam penanggulangan kemiskinan.

Pemerintah Provinsi NTT, katanya, terus melakukan pembaruan data agar tidak ada warga miskin yang terlewat dari program bantuan pemerintah.

“Kita harus memastikan seluruh data akurat sehingga setiap program pembangunan dan bantuan sosial benar-benar tepat sasaran,” tegas Gubernur Melki. *




Pemprov NTT Terapkan Gerakan Jam Belajar Masyarakat, Anak Sekolah Diminta Belajar Pukul 18.00–19.30

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menerapkan Gerakan Jam Belajar Masyarakat melalui Pergub Nomor 24 Tahun 2026 sebagai langkah memperkuat budaya belajar anak di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, dalam konferensi pers yang berlangsung di Kantor Gubernur NTT, Jumat (29/5/2026).

Menurut Ambrosius, kebijakan ini lahir dari keprihatinan pemerintah terhadap masih rendahnya budaya belajar di rumah dan lingkungan masyarakat, serta meningkatnya distraksi aktivitas kurang produktif di luar jam sekolah.

“Pemerintah Provinsi NTT menghadirkan Gerakan Jam Belajar Masyarakat sebagai solusi bersama untuk membangun ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh,” ujarnya.

Dalam kebijakan tersebut, jam belajar masyarakat dilaksanakan setiap hari mulai pukul 18.00 hingga 19.30 waktu setempat.

Waktu tersebut diperuntukkan bagi anak-anak usia sekolah untuk belajar, membaca, mengerjakan tugas sekolah, melakukan kegiatan literasi, serta pengembangan diri yang positif.

Ambrosius menjelaskan, tujuan utama gerakan ini yakni menciptakan suasana belajar yang kondusif di rumah dan lingkungan masyarakat, membiasakan anak memiliki waktu belajar yang disiplin dan teratur, meningkatkan literasi serta minat baca, sekaligus membentuk karakter generasi muda yang berdaya saing.

“Kami ingin budaya belajar menjadi gerakan sosial masyarakat, bukan hanya tanggung jawab sekolah,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bersifat edukatif dan persuasif, bukan pembatasan sosial terhadap masyarakat. Pelaksanaannya tetap memperhatikan kegiatan keagamaan, budaya lokal, kondisi sosial masyarakat, hingga dinamika kehidupan keluarga.

Pemerintah juga mendorong partisipasi aktif masyarakat secara sukarela dan sadar demi keberhasilan program tersebut.

Dalam implementasinya, seluruh elemen masyarakat dilibatkan. Orang tua diminta mendampingi serta mengawasi anak selama jam belajar berlangsung dan menciptakan suasana rumah yang tenang.

Sementara sekolah dan guru diharapkan memberikan penguatan literasi dan tugas yang mendukung pembelajaran mandiri. Pemerintah desa dan kelurahan berperan mengedukasi masyarakat serta membantu pengawasan lingkungan.

Tokoh agama dan tokoh masyarakat juga diharapkan menjadi teladan dan penggerak budaya belajar di tengah masyarakat, sedangkan media massa diminta mendukung penyebaran informasi dan edukasi publik secara positif.

Pemerintah Provinsi NTT berharap gerakan ini mampu membentuk kebiasaan belajar yang disiplin dan konsisten bagi anak-anak, menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih tertib dan kondusif, serta mengurangi aktivitas negatif anak di luar rumah pada malam hari.

Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat memperkuat fondasi sumber daya manusia unggul menuju NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT, Odermaks Sombu, mengajak seluruh orang tua di NTT untuk mendukung kebijakan tersebut dengan mendampingi anak-anak pada waktu belajar yang telah ditetapkan.

“Diharapkan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya para orang tua yang memiliki anak sekolah, dapat mendukung gerakan ini dengan mendampingi anak-anak pada jam belajar,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTT juga membuka ruang dialog, masukan, serta partisipasi publik dalam implementasi kebijakan tersebut agar Gerakan Jam Belajar Masyarakat benar-benar tumbuh menjadi gerakan bersama demi masa depan pendidikan NTT yang lebih baik. *




PW Persis NTT Gelar Pemotongan Hewan Kurban di Noelbaki, Perkuat Toleransi Antarumat Beragama

Oelamasi, nwartapedia.com – Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PW Persis) Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan kegiatan pemotongan hewan kurban 1447 Hijriah pada Kamis (28/5/2026) atau bertepatan dengan 11 Zulhijjah 1447 H di wilayah Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua sekaligus penanggung jawab kegiatan, Al Ustaz Muallim Chaniago, S.Ag., M.Pd. Ia menjelaskan bahwa hewan kurban yang disembelih merupakan bantuan murni dari anggota DPD RI, Ustaz KH Muhammad Nuh, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Persis Bangil (IKAPB).

Menurut Muallim Chaniago, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus sarana memperkuat nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

“Kegiatan kurban ini bukan hanya sebagai pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Noelbaki dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena daerah tersebut dikenal sebagai salah satu ikon toleransi dan moderasi beragama di Kabupaten Kupang. Masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut hidup berdampingan dengan damai meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda.

Dalam proses pembagian daging kurban, panitia tidak hanya menyalurkannya kepada warga Muslim, tetapi juga kepada warga Nasrani yang tinggal di sekitar lokasi kegiatan. Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat karena mencerminkan semangat berbagi dan kepedulian sosial yang menjadi nilai utama dalam perayaan Iduladha.

“Daging kurban tidak hanya dibagikan kepada kaum Muslimin, tetapi juga kepada tetangga sekitar yang beragama Nasrani sebagai bentuk kebersamaan dan penghormatan antarumat beragama,” jelasnya.

Data yang disampaikan panitia menunjukkan bahwa wilayah Noelbaki dihuni sekitar 300 kepala keluarga (KK), dengan sekitar 75 KK di antaranya merupakan keluarga Muslim. Meski demikian, kehidupan sosial masyarakat berlangsung harmonis dan penuh rasa saling menghargai.

“Alhamdulillah, kehidupan sosial kemasyarakatan di Noelbaki selalu rukun. Hampir tidak pernah terjadi keributan atau konflik yang berkaitan dengan perbedaan agama maupun latar belakang masyarakat,” tambah Muallim Chaniago.

Melalui kegiatan kurban ini, PW Persis NTT berharap semangat berbagi, persaudaraan, serta toleransi yang telah terjalin di Noelbaki dapat terus dipelihara dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan saling menghormati. (MI)